KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA NOMOR : 01 / KNSI / 2010 TENTANG PERUBAHAN STATUS KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA

MENJADI KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA

MENIMBANG Adanya kondisi-kondisi di luar kebiasaan dalam penyelenggaraan KNSI MENGINGAT AD/ART Sylva Indonesia yang ditetapkan di Medan 1 Mei 2008 MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Perubahan Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) menjadi Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia (KNLBSI)

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Pukul : WIB

KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG SEMENTARA

IMMANUEL KRISTIANTO

ANSHORY

KETUT AILEND AURORA

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 02/KNLBSI / 2010 TENTANG TATA TERTIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA MENIMBANG Bahwa untuk tertibnya persidangan Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia, maka perlu ditetapkan tata tertib persidangan.

MENGINGAT AD/ART Sylva Indonesia yang ditetapkan di Medan 1 Mei 2008

MEMUTUSKAN MENETAPKAN: 1. Tata tertib Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia tahun 2010 2. Keputusan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam surat ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya

Berlaku sejak ditetapkan di Sidang Pleno KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA Di Bandarlampung Hari/ Tanggal : Selasa, 20 April 2010 Pukul : 1.53 WIB

KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG SEMENTARA

IMMANUEL KRISTIANTO

ANSHORY

KETUT AILEND AURORA

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 03/KNLBSI / 2010 TENTANG AGENDA SIDANG KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA MENIMBANG Bahwa untuk menjamin kelancaran Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia, maka dipandang perlu menetapkan agenda sidang

MENGINGAT AD/ART Sylva Indonesia yang telah di tetapkan di Medan 1 Mei 2008 MEMUTUSKAN MENETAPKAN : 1. Agenda sidang Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia sebagaimana terlampir 2. Keputusan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam surat ketetapan ini akan di tinjau kembali sebagaimana mestinya

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA Di Bandar Lampung Hari/ Tanggal : Pukul :

KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG SEMENTARA

IMMANUEL KRISTIANTO

ANSHORY

KETUT AILEND AURORA

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 04/KNLBSI / 2010 TENTANG PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG TETAP TERPILIH KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA MENIMBANG Bahwa untuk menjamin terselenggaranya Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dengan terarah dan sukses, maka dipandang perlu menetapkan presidium sidang tetap terpilih Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia

MENGINGAT 1. AD/ART Sylva Indonesia yang di tetapkan di Medan 1 Mei 2008 2. Ketetapan Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Nomor : 02/KNLBSI/ 2010 tentang tata tertib Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia

MEMUTUSKAN MENETAPKAN : 1. Presidium sidang tetap terpilih Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia terdiri atas : a. Legistiana b. Ahmad Solihin c. Muh. Warqah Hamzah 2. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam surat Ketetapan ini akan di tinjau kembali sebagaimana mestinya.

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/Tanggal: 20 April 2010 Pukul : 09.25 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG SEMENTARA

IMMANUEL KRISTIANTO

ANSHORY

KETUT AILEND AURORA

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 05/KNLBSI / 2010 TENTANG LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DEWAN PERWAKILAN SYLVA INDONESIA PERIODE 2005/2007

MENIMBANG Bahwa adanya laporan pertanggungjawaban Dewan Perwakilan Sylva Indonesia periode 2008– 2010 dalam Sidang Pleno KNLBSI pada tanggal April 2010

MENGINGAT Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia yang telah ditetapkan di Medan 1 Mei 2008

MEMPERHATIKAN Tanggapan peserta dan hasil sidang pleno KNLBSI pada tanggal 20 April 2010.

MEMUTUSKAN MENETAPKAN : 1. menolak dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Dewan Perwakilan Sylva Indonesia periode 2008- 2010 2. Dewan Perwakilan Sylva Indonesia periode 2008–2010 dengan ini dinyatakan demisioner. 3. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan tidak akan ditinjau kembali kecuali terdapat kesalahan di dalamnya.

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Selasa 20 apri 2010 Pukul : 12.24 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 06/KNLBSI/2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEKRETARIS JENDERAL SYLVA INDONESIA PERIODE 2008-2010 MENIMBANG 1. Bahwa telah disampaikan laporan pertanggungjawaban Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia periode 2008-2010 dalam sidang Pleno KNLBSI pada tanggal April 2010 2. Bahwa telah diberikan tanggapan dan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut oleh para peserta sidang. MENGINGAT Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia yang telah ditetapkan di Medan 1 Mei 2008

MEMPERHATIKAN Tanggapan peserta sidang Pleno KNLBSI pada tanggal April 2010. MEMUTUSKAN MENETAPKAN 1. Menerima laporan pertanggungjawaban Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia periode 2008-2010 2. Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia periode 2008-2010 dinyatakan demisioner. 3. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan tidak akan ditinjau kembali kecuali terdapat kesalahan di dalamnya. Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/tanggal : Selasa, 20 April 2010 Pukul : 16.14 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 07/KNLBSI/2010 TENTANG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA SYLVA INDONESIA SERTA PENJELASANNYA MENIMBANG : 1. Bahwa dipandang perlu untuk memperbaiki AD dan ART yang lebih mengarahkan organisasi kepada tujuan yang ingin dicapai. 2. Bahwa AD dan ART merupakan dasar bagi organisasi Sylva Indonesia untuk mencapai tujuan organisasi dengan usaha-usaha yang teratur dan penuh hikmah kebijaksanaan 3. Bahwa adanya PO diperlukan untuk memberi arahan yang tidak teratur dalam AD dan ART yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi . MENGINGAT : Ketetapan Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia No. 03/KNLBSI/2010 tentang Agenda Sidang Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia MEMPERHATIKAN : 1. Permusyawaratan dalam konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia khususnya Komisi yang membahas Rancangan AD dan ART. 2. Pandangan umum dari peserta Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia tentang format organisasi Sylva Indonesia. MEMUTUSKAN MENETAPKAN : 1. AD dan ART beserta penjelasannya sebagai mana yang terlampir dalam surat ketetapan ini. 2. keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam surat ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya. Di tetapkan di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Pukul : KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

ANGGARAN DASAR SYLVA INDONESIA MUKADIMAH Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bahwa sesungguhnya generasi muda mempunyai hak dan kewajiban sebagai penerus cita-cita bangsa dan negara. Rimbawan muda Indonesia, sebagai bagian dari generasi muda bangsa menyadari sepenuhnya akan darma bhakti rimbawan untuk bersama-sama bangsa dan rakyat Indonesia mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami menyadari sepenuhnya bahwa hutan merupakan suatu bagian dari negeri ini yang mempengaruhi perjalanan kehidupan bangsa Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Karena itu, kami bertekad untuk bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia mewujudkan suatu pengelolaan sumber daya hutan yang lestari, adil, dan demokratis demi tercapainya kelestarian hutan Indonesia serta masyarakat yang adil dan makmur. Dalam menunaikan darma bhakti di tengah masyarakat, kami menyadari bahwa : 1. Mahasiswa Kehutanan lahir dan dibesarkan oleh rakyat Indonesia, dan oleh karena itu harus bahu-membahu bersama rakyat untuk mewujudkan tercapainya cita-cita bangsa Indonesia. 2. Persatuan jiwa, pikiran dan tenaga korps rimbawan diperlukan dalam mencapai cita-cita bangsa. 3. Persatuan dan kerjasama disertai rasa kekeluargaan yang kuat diperlukan untuk mewujudkan semangat dan gairah kerja rimbawan. 4. Kepedulian terhadap masalah sosial dan lingkungan merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa kehutanan. Hal-hal tersebut di atas dapat dicapai dengan usaha-usaha yang teratur dan berkesinambungan dengan penuh hikmat kebijaksanaan, maka mahasiswa kehutanan Indonesia yang tergabung dalam Sylva Indonesia yang merupakan ikatan mahasiswa kehutanan menyusun anggaran dasar organisasi. BAB I NAMA, BENTUK, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Ikatan mahasiswa Kehutanan Indonesia ini bernama Sylva Indonesia Pasal 2 Bentuk Sylva Indonesia berbentuk ikatan yang menghimpun anggota Sylva yang ada di tiap-tiap fakultas, jurusan, atau program studi kehutanan dan atau disesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi masing-masing.

Pasal 3 Waktu Sylva Indonesia didirikan pada tanggal 30 Januari 1959 di Yogyakarta untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Pasal 4 Tempat dan Kedudukan 1. Sylva Indonesia bertempat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Sekretariat Sylva Indonesia berkedudukan di mana sekretaris jendral berada. BAB II ASAS DAN SIFAT Pasal 5 Asas Sylva Indonesia berasaskan Pancasila. Pasal 6 Sifat Sylva Indonesia bersifat intra kampus, merupakan ikatan mahasiswa kehutanan nir-laba yang independen . BAB III VISI, MISI DAN TUJUAN Pasal 7 Visi Visi Sylva Indonesia adalah mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan yang lestari, adil, dan demokratis. Pasal 8 Misi Misi Sylva Indonesia adalah terwujudkan pengelolaan sumberdaya hutan yang lestari dengan meningkatkan peran serta rakyat dan kualitas sumber daya rimbawan Pasal 9 Tujuan 1. Meningkatkan partisipasi rakyat dalam usaha-usaha pengelolaan sumber daya hutan untuk kemakmuran rakyat. 2. Meningkatkan persatuan dan kerjasama mahasiswa kehutanan Indonesia. 3. Meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa kehutanan sebagai rimbawan yang akan berkecimpung dalam usaha pengelolaan sumber daya hutan secara lestari. 4. Mempertegas peran mahasiswa kehutanan sebagai kontrol sosial dan agen pengubah dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya hutan secara lestari.

BAB IV LAMBANG DAN ATRIBUT Pasal 10 Sylva Indonesia mempunyai lambang yang berlaku secara nasional yang ditetapkan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Pasal 11 Atribut Sylva Indonesia dapat memiliki atribut yang mengacu pada lambang. BAB V USAHA Pasal 12 Usaha Sylva Indonesia menjalankan organisasi dengan semangat kebersamaan demi tercapainya visi, misi dan tujuan sesuai dengan asas, dasar dan sifat organisasi. BAB VI KEKUASAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pasal 13 Kekuasaan tertinggi Sylva Indonesia ada pada Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Kekuasaan eksekutif di tingkat pusat dijalankan oleh Pengurus pusat. Kekuasaan pengawasan di tingkat pusat dijalankan oleh Dewan Perwakilan. Kekuasaan eksekutif di tingkat cabang dijalankan oleh Pengurus Cabang. Kekuasaan pengawasan di tingkat Pengurus Cabang dijalankan oleh anggotanya dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing Cabang. Ketika Pengurus Pusat tidak melaksanakan kewajibannya, maka Dewan Perwakilan mengundang Pengurus Cabang untuk dapat mengadakan Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Kekuasaan pengawasan terhadap Dewan Perwakilan dijalankan oleh seluruh Pengurus Cabang. BAB VII KELENGKAPAN ORGANISASI Pasal 14 Kelengkapan organisasi Sylva Indonesia terdiri atas Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia, Dewan Perwakilan, Pengurus Pusat, Forum Regional, dan Pengurus Cabang.

7.

BAB VIII KEANGGOTAAN Pasal 15 Anggota Sylva Indonesia beranggotakan mahasiswa kehutanan Indonesia yang memiliki pengurus cabang Sylva Indonesia di perguruan tinggi masing-masing. Pasal 16 Penetapan Anggota 1. Penetapan keanggotaan Sylva Indonesia dilaksanakan oleh Pengurus Cabang. 2. Prosedur penetapan anggota sepenuhnya merupakan kewenangan tiap-tiap Pengurus Cabang. Pasal 17 Penetapan Cabang Penetapan cabang dilakukan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. BAB IX DEWAN PERWAKILAN Pasal 18 Dewan Perwakilan 1. Dewan perwakilan adalah suatu lembaga legislatif yang berfungsi mengawasi jalannya roda organisasi yang dijalankan oleh Pengurus Pusat. 2. Dewan Perwakilan terdiri atas satu orang yang merupakan wakil dari tiap-tiap Regional yang ditetapkan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. BAB X KEPENGURUSAN Pasal 19 Pengurus Pusat Pengurus Pusat adalah lembaga eksekutif yang berfungsi menjalankan roda organisasi Sylva Indonesia di tingkat Nasional (pusat) sesuai dengan mandat Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Pengurus Pusat terdiri atas Sekretaris Jenderal dan pengurus-pengurus lainnya, yang ditentukan dan diangkat oleh Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal dipilih dan ditetapkan oleh dalam Konferensi Nasonal Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Pengurus Pusat tidak dapat menjabat lebih dari satu periode kepengurusan secara berturut-turut.

1.

2. 3. 4.

Pasal 20 Pengurus Cabang Pengurus Cabang merupakan lembaga mahasiswa kehutanan di perguruan tinggi atau Fakultas atau Jurusan atau program studi kehutanan pada institusi yang telah menjadi Cabang Sylva Indonesia disesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi masing-masing. Pasal 21 Periode Kepengurusan 1. Periode Kepengurusan Pengurus Pusat dan Dewan Perwakilan adalah dua tahun, atau sejak Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dimana ia ditetapkan sampai Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia berikutnya. 2. Periode kepengurusan Pengurus Cabang sepenuhnya menjadi wewenang cabang yang bersangkutan. BAB XI KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA Pasal 22 1. Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) adalah forum yang memegang kekuasaan tertinggi yang berwenang mengeluarkan ketetapan yang memiliki kekuatan hukum tertinggi dalam organisasi Sylva Indonesia. 2. Konferensi Nasional Sylva Indonesia diadakan sekali dalam dua tahun di tempat Sekertaris Jendral Berada. 3. Apabila Konferensi Nasional Sylva Indonesia dilaksanakan dalam kondisi khusus dinamakan Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dengan Pertimbangan yang matang. BAB XII FORUM REGIONAL Pasal 23 1. Forum Regional adalah wadah kegiatan antar pengurus cabang dalam region tertentu. 2. Regional Sylva Indonesia dan keangotaanya ditetapkan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. 3. Forum Regional dikoordinir oleh koordinator dari salah satu pengurus cabang dalam region tertentu sesuai dengan kesepakatan antara masing-masing Pengurus Cabang dalam Region yang bersangkutan.

BAB XIII PENDANAAN Pasal 24 Dana Sylva Indonesia diperoleh dari iuran wajib anggota, sumbangan dan usaha lain yang halal dan tidak mengikat.

BAB XIV PENINJAUAN DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 25 Peninjauan Peninjauan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia yang disetujui sekurang-sekurangnya 2/3 dari Pengurus Cabang yang hadir. Pasal 26 Perubahan Perubahan Anggaran Dasar dilakukan setelah melalui peninjauan terhadap hal-hal tertentu di dalam Anggaran Dasar yang disepakati untuk ditinjau kembali dengan didasari oleh pertimbangan tertentu dan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 dari pengurus cabang yang hadir dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. BAB XV PEMBUBARAN SYLVA INDONESIA Pasal 27 Pembubaran Sylva Indonesia Pembubaran Sylva Indonesia hanya dapat dilakukan dalam konferensi nasional sylva indonesia atau konferensi nasional luar biasa Sylva Indonesia yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah cabang Sylva Indonesia dan disetujui dengan suara bulat. BAB XVI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 28 Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran dasar akan diatur dan ditentukan kemudian dalam anggaran rumah tangga Sylva Indonesia yang kesemuanya tidak boleh bertentangan dengan anggaran dasar ini.

ANGGARAN RUMAH TANGGA SYLVA INDONESIA

BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Kewajiban Anggota 1. Menjaga nama baik Sylva Indonesia 2. Melaksanakan AD /ART 3. Aktif dalam kegiatan Sylva Indonesia Pasal 2 Hak Anggota 1. 2. Anggota Sylva Indonesia berhak atas satu lembar kartu anggota Sylva Indonesia yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat. Anggota Sylva Indonesia memiliki hak bicara dan hak suara dalam forumforum Sylva Indonesia yang disalurkan dalam delegasi cabang Sylva Indonesia. Anggota Sylva Indonesia memiliki hak untuk duduk dalam kepengurusan Sylva Indonesia. Anggota Sylva Indonesia berhak mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh Sylva Indonesia.

3. 4.

Pasal 3 Hilangnya Keanggotaan Seorang Anggota Sylva Indonesia dapat kehilangan keanggotaan karena : 1. Meninggal dunia 2. Menyelesaikan studinya di fakultas, jurusan atau program studi kehutanan. 3. Mengundurkan diri dari Sylva Indonesia 4. Diberhentikan atau dicabut keanggotaannya oleh Pengurus Cabang. BAB II DEWAN PERWAKILAN Pasal 4 Kewajiban Dewan Perwakilan Dewan Perwakilan berkewajiban : 1. Bersidang sedikitnya dua kali dalam dua tahun yang dihadiri seluruh anggota dewan perwakilan 2. Memberikan teguran secara tertulis kepada Sekretaris Jenderal jika secara nyata telah melanggar konstitusi. 3. Mengadakan Konfrensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia, jika Sekretaris Jenderal tidak mengindahkan teguran sebanyak dua kali dengan persetujuan lebih dari setengah Pengurus Cabang dan Dewan Perwakilan.

4. Memberikan laporan kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan kepada Konfrensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Pasal 5 Hak Dewan Perwakilan Dewan Perwakilan berhak : 1. Memberikan saran pertimbangan kepada Sekretaris Jenderal baik diminta maupun tidak. 2. Memberikan peringatan kepada Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia. 3. Meminta Laporan Kerja Sekretaris Jenderal secara periodik setiap enam bulan sekali. Pasal 6 Keanggotaan Dewan Perwakilan 1. Dewan Perwakilan terdiri atas satu orang ketua dan anggota yang merupakan wakil dari tiap-tiap Forum Regional yang dipilih dan ditetapkan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. 2. Utusan cabang yang duduk di Dewan Perwakilan diserahkan sepenuhnya pada Foreg 3. Ketua Dewan Perwakilan dipilih dari dan oleh anggota Dewan Perwakilan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia.

Pasal 7 Periode Kepengurusan Dewan Perwakilan Periode Kepengurusan Dewan Perwakilan yaitu sejak Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dimana ia ditetapkan sampai dengan Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konfrensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia berikutnya dan sesudahnya tidak dapat dipilih kembali. Pasal 8 Berhentinya Dewan Perwakilan dan Keanggotaan Dewan Perwakilan 1. Dewan Perwakilan dapat berhenti karena diberhentikan dalam Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. 2. Keanggotaan Dewan Perwakilan dapat berhenti karena : a. Mengundurkan diri dan dipersetujui 2/3 anggota Dewan Perwakilan. b. Permintanpengurus cabang yang disetujui oleh 2/3 anggota dewan perwakilan

BAB III PENGURUS PUSAT Pasal 9 Sekretaris Jenderal Sekretaris Jenderal adalah pimpinan tertinggi dalam kepengurusan pusat Sylva Indonesia. Sekretaris Jenderal dipilih dari dan oleh peserta Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dengan suara terbanyak. Sekretaris Jenderal berhak mengangkat dan memberhentikan penguruspengurus pusat jika dianggap perlu. Sekretaris Jenderal berkewajiban melaksanakan hasil Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. Sekretaris Jenderal berkewajiban memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Dalam keadaan mendesak Sekretaris Jenderal dapat mendelegasikan wewenangnya kepada pengurus pusat lain. Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan tugas berhak mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan hasil Konfrensi Nasional Sylva Indonesia atau Konfrensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia.

1. 2.

3. 4. 5.

6. 7.

Pasal 10 Kewajiban Pengurus Pusat Pengurus Pusat berkewajiban : 1. Melaksanakan hasil Konfrensi Nasional Sylva Indonesia atau Konfrensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia 2. Mengkoordinir dan mengarahkan agar kegiatan pengurus cabang dan forum regional tidak menyimpang dari hasil Konfrensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia 3. Memperhatikan pertimbangan dan teguran Dewan Perwakilan 4. Memberikan laporan kerja secara tertulis kepada ketua Dewan Perwakilan minimal enam bulan sekali 5. Memberikan penjelasan ketika diminta Dewan Perwakilan 6. Menegur pengurus cabang dan Forum Regional yang tidak melaksanakan kewajibannya. 7. Memberikan informasi kepada Forum Regional minimal enam bulan sekali. Pasal 11 Hak Pengurus Pusat Pengurus Pusat berhak : 1. Mengetahui perkembangan pengurus cabang dan forum regional. 2. Mengetahui, memonitor dan mengkoordinir kegiatan.

Pasal 12 Berhentinya Pengurus Pusat Sekretaris Jendral dapat diberhentikan karena : 1. Mengundurkan diri dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan 2. Diberhentikan oleh Konfrensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Pasal 13 Mekanisme Pengunduran Diri Sekretaris Jenderal 1. Sekretaris Jenderal mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis kepada Dewan Perwakilan dan atau Pengurus Cabang Sylva Indonesia 2. Pengunduran diri Sekretaris Jenderal hanya dapat dilakukan jika disetujui dan dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 pengurus cabang dan Dewan Perwakilan

BAB IV FORUM REGIONAL Pasal 14 Forum Regional 1. Forum Regional berhak : • Menentukan koordinator Forum Regional. • Menyelenggarakan kegiatan tingkat region, yang pelaksanaannya oleh salah satu cabang dalam region tersebut. • Meminta pertimbangan dan saran dari pengurus pusat 2. Forum Regional berkewajiban • Mengadakan pertemuan sedikitnya 1 kali dalam 6 bulan • Mengkoordinasikan program kerja yang akan dilaksanakan ke dalam Forum Regional lain. • Memberikan informasi perkembangan Forum Regional kepada Pengurus Pusat. 3. Koordinator Forum Regional dapat diganti dengan kesepakatan cabangcabang dalam region tersebut dan koordinator forum regional berkewajiban memberikan laporan kepada cabang-cabang di dalam regionnya. BAB V PENGURUS CABANG Pasal 15 Kewajiban dan Hak 1. Pengurus Cabang Berkewajiban : • Mengikuti Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Sylva Indonesia.

Mengetahui ketetapan Konferensi Nasional Sylva Indonesia dan kesepakatan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Sylva Indonesia. • Melaporkan rancangan program kerja kepada Pengurus Pusat melalui Forum Regional • GBHK yang digunakan pengurus cabang mengacu kepada GBHK Sylva Indonesia • Menginformasikan perkembangan pengurus cabang kepada Pengurus Pusat. • Mengikuti kegiatan Forum Regional. 2. Pengurus Cabang berhak : • Mengurus rumah tangga sendiri • Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus pusat dan forum regional. • Menyelenggarakan kegiatan nasional sebagai unit pelaksana teknis (UPT). • Dalam hal menjadi UPT Pengurus cabang berhak meminta bantuan kepada Pengurus Pusat • Pasal 16 Hilangnya Keanggotaan Pengurus Cabang Mengundurkan diri Mencemarkan nama baik Sylva Indonesia Tidak mengikuti dua kali Konferensi Nasional Sylva Indonesia dan RAKERNAS berturut-turut tanpa alasan tepat . Melanggar konstitusi. BAB VI KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA Pasal 17 Fungsi dan wewenang Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) berfungsi dan berwenang: 1. Meminta, mengevaluasi dan menetapkan laporan aktivitas Dewan Perwakilan. 2. Meminta, menilai dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia. 3. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia. 4. Menetapkan GBHK Sylva Indonesia. 5. Menetapkan Peraturan Organisasi. 6. Memiilih, mengangkat dan menetapkan Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia. 7. Fungsi lain diputuskan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia itu sendiri. Pasal 18 Penyelenggaraan Konferensi Nasional Sylva Indonesia 1. Konferensi Nasional Sylva Indonesia diadakan satu kali dalam dua tahun, yang ditetapkan pada Konferensi Nasional Sylva Indonesia sebelumnya atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia sebelumnya. 2. Penanggungjawab Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia adalah Dewan Perwakilan.

1. 2. 3. 4.

Pasal 19 Keabsahan Konferensi Nasional Sylva Indonesia 1. Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) dianggap sah jika dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 jumlah Pengurus Cabang Sylva Indonesia, Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia. 2. Apabila ayat (1) tidak dipenuhi, maka konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) ditunda paling lama 1 x 24 jam dan setelah itu dinyatakan sah jika dihadiri 2/3 Pengurus Cabang sylva Indonesia, Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia. 3. Apabila ayat (2) tidak terpenuhi maka status Konferensi Nasional Sylva Indonesia berubah menjadi Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia. BAB VII PROGRAM KERJA Pasal 20 Rapat Kerja Nasional 1. Rapat Kerja Nasional diadakan untuk membahas program-program kerja nasional dan hal-hal lain yang dianggap perlu. 2. Rapat Kerja Nasional dilaksanakan oleh Pengurus Pusat sekurangkurangnya satu kali selama periode kepengurusan. 3. Rapat Kerja Nasional diadakan selambat-lambatnya 3 bulan setelah Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia.

1. 2.

3. 4.

Pasal 21 Program Kerja Nasional Program kerja Nasional Sylva Indonesia merupakan program-program kerja yang diselenggarakan oleh pengurus pusat Sylva Indonesia. Program kerja Nasional Sylva Indonesia disusun oleh Pengurus Pusat, atas inisiatif Pengurus-Pengurus Cabang dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Program kerja Nasional dapat dilaksanakan oleh Pegurus Pusat dan atau pengurus cabang sebagai Unit Pelaksana Teknis. Penentuan Cabang sebagai Unit Pelaksana Teknis dilakukan dengan kesepakatan dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS), kecuali pada program yang telah mempunyai mekanisme tersendiri.

Pasal 22 Program Forum Regional 1. Program kerja Forum Regional adalah program kerja yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Forum Regional. 2. Mekanisme perencanaan dan pelaksanaan program sepenuhnya menjadi wewenang Forum Regional.

Pasal 23 Program Kerja Cabang 3. Program kerja cabang adalah program kerja yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Pengurus Cabang. 4. Mekanisme perencanaan dan pelaksanaan program sepenuhnya menjadi wewenang Pengurus cabang. BAB VIII PENDANAAN Pasal 24 1. Dana Pengurus Pusat diperoleh dari : • Iuran wajib dari pengurus Cabang yang besarnya ditetapkan pada Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia • Donatur/ sumbangan lain yang syah serta tidak mengikat. • Usaha-usaha lain yang halal tidak mengikat serta tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. 2. Dana Dewan Perwakilan diperoleh dari Pengurus Pusat Sylva Indonesia selain dana program yang pembagiannya diatur dalam aturan lain organisasi. 3. Dana Pengurus Cabang diserahkan kepada yang bersangkutan. BAB IX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 25 Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini diatur kemudian dalam Peraturan Organisasi yang ditetapkan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia, atau ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal dengan persetujuan Dewan Perwakilan selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 07/KNLBSI / 2010 TENTANG GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA SYLVA INDONESIA PERIODE 2010 - 2012

MENIMBANG Bahwa untuk mencapai tujuan organisasi Sylva Indonesia di pandang perlu untuk menetapkan GBHK Sylva Indonesia periode 2010 – 2010 sebagai pedoman dalam mengemban tanggung jawab. MENGINGAT 1. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Sylva Indonesia periode 2010 - 2010

MEMPERHATIKAN : 1. Rumusan GBHK hasil sidang komisi 2. Hasil pembahasan Sidang Pleno Konferensi Naional Sylva Indonesia tentang GBHK MEMUTUSKAN MENETAPKAN : 1. Garis-garis Besar Haluan kerja sylva Indonesia periode 2010 – 2010 sebagaimana terlampir dalam surat keterangan ini 2. Surat ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Pukul :

KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA SYLVA INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN Sylva Indonesia sebagai wadah tunas muda rimbawan memiliki kewajiban untuk turut serta mensukseskan pembangunan hutan dan kehutanan sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi demi terwujudnya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya keselarasan arah yang dapat dijadikan pedoman dalam mengemban tanggung jawab. Pedoman tersebut dituangkan dalam Garisgaris Besar Haluan Kerja (GBHK). BAB II HALUAN ORGANISASI Visi Kehutanan Sylva Indonesia Terwujudnya hutan lestari dan masyarakat yang sejahtera Analisa Kondisi Kehutanan Sylva Indonesia Potensi positif : Adanya dukungan dari semua pihak baik nasional maupun internasional dalam membangun hutan dan kehutanan Indonesia. Potensi negatif : Adanya kompleksitas permasalahan kehutanan seperti kebijakan yang tidak relevan dan sumber daya manusia yang lemah sehingga menyebabkan kerusakan hutan Indonesia. Analisa Kondisi Sylva Indonesia Potensi Positif : Sylva Indonesia telah mempunyai jaringan kerja yang luas dan anggotanya memiliki semangat belajar yang tinggi. Selain itu, Sylva Indonesia memiliki legitimasi dari berbagai pihak dan merupakan wadah untuk memunculkan informasi dan wacana kehutanan (shared learning) dengan status mahasiswa yang mempermudah ruang gerak. Potensi negatif : Susahnya komunikasi dan koordinasi antar piranti. Tuntutan akademis yang terlalu ketat. Sarana dan prasarana kurang mendukung. Lemahnya pengkaderan. Sistem organisasi yang sentralistik dan mekanisme yang tidak jelas. Tidak ada yang memback-up Sylva Indonesia. Tujuan Umum Haluan Kerja Organisasi Menciptakan iklim organisasi yang profesional, ilmiah dan konservasionis, serasi serta harmonis, untuk mewujudkan hutan yang lestari dan masyarakat sejahtera. Peran dibidang kehutanan 1. Sebagai lembaga independent 2. Peningkatan sumber daya manusia 3. Mendorong terciptanya kebijakan yang adaptif dengan pengelolaan hutan 4. Menjalin hubungan dengan stakeholder lain Capaian Strategis Tingginya jiwa korsa rimbawan Berjalannya mekanisme organisasi yang aspiratif

A.

B.

1. 2.

3. 4. 5.

1.

2.

Berjalannya program Sylva Indonesia yang terbangun dari Pengurus Cabang- Pengurus Cabang Bertambahnya jaringan Sylva Indonesia baik nasional maupun internasional dengan melihat berbagai aspek posisi dari Sylva Indonesia Jelasnya peran dan posisi Sylva Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam pengelolaan hutan Indonesia Bidang Kerja Bidang Pengkaderan dan Penguatan Organisasi Tujuan : Menciptakan kader untuk memantapkan eksistensi dan meningkatkan peran aktif Sylva Indonesia. Sasaran : a. Terwujudnya organisasi yang aktif dan efisien secara berkesinambungan b. Terwujudnya peran aktif Pengurus Cabang dalm pengkaderan dan pengembangan organisasi c. Terwujudnya organisasi yang mendapatkan legitimasi secara luas Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Kehutanan Tujuan : Meningkatkan dan memantapkan kualitas dan profesionalisme mahasiswa Kehutanan Indonesia Sasaran :

a. Terwujudanya mahasiswa Kehutanan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, independen, memiliki intelektualitas yang tinggi, kritis, kreatif, berwawasan luas, dan bervisi kerakyatan. b. Penguasaan spesifikasi dan aplikasi bidang ilmu dan manajemennya dilapangan secara profesional, dengan dilandasi sikap tanggungjawab yang tinggi. c. Terbentuknya suatu badan-badan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi dalam bidang kehutanan 3. Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi Tujuan : Mengupayakan dan mengoptimalkan manajemen informasi untuk mengembangkan jaringan dan kinerja organisasi serta meningkatkan teknologi informasi bagi kemajuan mahsiswa kehutanan Indonesia. Sasaran : Tercapainya mekanisme penyebaran dan pertukaran informasi yang dinamis dan berkesinambungan melalui penguatan jaringan dan informasi baik intern maupun ekstern organisasi. 4. Bidang Kajian Strategis dan Advokasi Tujuan : Melakukan pengkajian-pengkajian terhadap isu-isu strategis kehutanan dan lingkungan hidup yang mendukung Sylva Indonesia sebagai lembaga kontrol sosial. Sasaran : a. Terwujudnya civil society yang kritis. b. Terwujudnya proses pembelajaran bersama antar stakeholder kehutanan. c. Terwujudnya badan-badan advokasi ditingkatan Pengurus Cabang

BAB III PENUTUP Demikian Garis Besar Haluan Kerja ini disusunsebagai pedoman kerja agar dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab serta dapat dipertanggungjawabkan pada Konferensi Nasional Sylva Indonesia yang akan datang. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan petunjuknya sehingga GBHK ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 09 / KNLBSI/ 2010 TENTANG PERATURAN ORGANISASI SYLVA INDONESIA

MENIMBANG : Bahwa dipandang perlu memiliki Peratuiran Organisasi agar memberikan arahan yang tidak diatur dalam AD dan ART yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. MENGINGAT : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia yang di tetapkan di Bandar Lampung, pada tanggal April 2010 MENPERHATIKAN 1. Permusyawaratan dalam Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia khususnya komisi yang membahas rancangan Peraturan Organisasi. 2. Pandangan umum peserta Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Inadonesia tentang format organisasi Sylva Indonesia. MEMUTUSKAN : MENETAPKAN : 1. Peraturan Organisasi serta penjelasannya sebagaimana yang terlampir dalam surat ketetapan ini. 2. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Rabu,21 April 2010 Pukul : 23.15 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

PERATURAN ORGANISASI SYLVA INDINESIA PERIODE 2010 – 2012 BAB I Laporan Pasal 1 Jenis 1. Jenis laporan terdiri dari : - Laporan aktifitas adalah laporan yang dibuat Dewan Perwakilan - Laporan pertanggungjawaban adalah laporan yang dibuat sekretaris jendral - Laporan kegiatan adalah laporan yang dibuat oleh UPT dan dibantu pengurus pusat dan dilaporkan - Laporan periodic adalah laporan yang dibuat secra priodik dan disosialisasikan ke pengurus cabang oleh dewan perwakilan Pasal 2 Waktu 1. Laporan Pertanggungjawaban dilaporkan dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia atau Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia 2. Laporan kegiatan dibuat selambat-lambanya 60 hari setelah kegiatan 3. Laporan periodik dibuat 6 bulan sekali dan disosialisasikan selambatlambatnya 30 hari setelah laporan diterima. Pasal 3 Format 1. Laporan Sekretaris Jenderal dan Dewan Perwakilan memuat : - Pendahuluan - Rencana Kerja - Realisasi - Evaluasi - Rekomendasi - Penutup - Lampiran Apabila terdapat hal yang mengenai keuangan maka diwajibkan melampirkan nota keuangan maupun arsip-arsip yang berkaitan dengan hal tersebut. 2. Laporan kegiatan dibuat sesuai kebutuhan

BAB II

Konferensi, persidangan dan rapat-rapat Pasal 4 Konferensi 1. Konferensi Nasional Sylva Indonesia Kesiapan penyelenggaraan Konferensi Nasional Sylva Indonesia disampaikan Pengurus Pusat selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa kepengurusan berakhir. 2. Konferensi Nasional luar Biasa Sylva Indonesia a. Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia dilaksanakan dalam kondisi- kondisi khusus yaitu : - Apabila Konferensi Nasional Sylva Indonesia tidak dapat terlaksana dalam waktu 3 bulan setelah masa kepengurusan berakhir. - Sekretaris Jenderal meninggal dunia - Sekretaris Jenderal melanggar konstitusi dan telah diberi dua kali peringatan oleh Dewan Perwakilan - Apabila 2/3 anggota Dewan Perwakilan tidak aktif b. Berdasarkan kondisi khusus maka Dewan Perwakilan : - meminta persetujuan 2/3 Pengurus Cabang Sylva Indonesia - memberikan mandat kepada Pengurus Cabang yang bersedia menjadi UPT Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Pasal 5 Persidangan 1.Jenis Persidangan sbb : Sidang Pleno Sidang Komisi Pasal 6 Rapat Rapat Sylva Indonesia terdiri dari : 1.Rapat Kerja Nasional 2.Rapat Koordinasi Foreg. 3.Rapat-rapat lain yang ditentukan dalam Rakernas, Sidang Dewan Perwakilan, Rapat koordinasi Foreg sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan organisasi. Pasal 7 Mekanisme Sidang dan Rapat 1. Sidang Dewan Perwakilan (DP) yaitu : a. Sidang Dewan Perwakilan dilaksanakan sekurang-kurangnya 6 bulan sekali b. Sidang DP dipimpin oleh ketua DP atau anggota DP dengan kesepakatan anggota DP yang hadir c. Sidang DP Membahas : - Program kerja DP

Hasil program kerja PP yang tertuang dalam laporan periodik pengurus pusat - Hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan konstitusi d.Hasil Sidang DP dilaporkan oleh pengurus pusat dan disosialisaikan kepada pengurus cabang. 2. Rapat koordinasi Forum Regional yaitu : a. Rapat dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 bulan sekali b. Rapat Forum Regional membahas : - isu-isu kehutanan yang ada di region - kegiatan tingkat region BAB III Sanksi Pasal 8 Sanksi-sanksi 1. Peringatan secara lisan dan tulisan diberikan apabila : a. tidak membayar iuran wajib kepada pengurus pusat b. pelanggaran atribut c. tidak membuat laporan kegiatan d. tidak mengikuti kegiatan nasional tanpa keterangan yang jelas 2. Pengurus cabang dikenakan denda atau sanksi jika telah mendapatkan dua kali peringatan berturut- turut 3. Pencabutan keanggotaan dengan tidak hormat apabila : a. mencemarkan nama baik Sylva Indonesia b. menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi dan atau golongan BAB IV Bagan organisasi Sylva Indonesia BAB V Pasal 9 Hirarki ketetapan dan keputusan. Hirarki ketetapan dan keputusan diatur dengan bagan yang menggambarkan kekuatan sebagai berikut : KETETAPAN KNSI AD ART PO REKOMENDASI GBHK Kep. RAKERNAS Kep. DP

-

L E B I H K U A T

Kep. SEKJEN

Pasal 10 Kebijakan-kebijakan Peraturan-peraturan ditentukan pengurus Pusat dengan DP atau Pengurus Pusat selama tidak bertentangan dengan semua ketetapan KNSI atau KNLBSI. ALUR KEBIJAKAN SYLVA INDONESIA KNSI

DEWAN PERWAKILAN

SEKJEN

FORUM REGIONAL

PENGURUS CABANG- PENGURUS CABANG

MAHASISWA KEHUTANAN KETERANGAN A. Garis Instruksi ( )

B. Garis Koordinasi (………….)

BAB VI Mekanisme Kerja Pasal 11 Dewan Perwakilan 1. Mengawasi kinerja PP dengan meminta laporan secara periodik 2. Melakukan sidang DP enam bulan sekali untuk mengevaluasi kinerja pp secara periodik. 3. Mengadakan konsultasi aktif dengan PP jika diperlukan 4. Mensosialisasikan hasil evaluasi kinerja PP secara periodik

Pasal 12 Pengurus Pusat 1. Melaksanakan hasil rekomendasi KNSI atau KNLBSI 2. Melaksanakan hasil RAKERNAS 3. Melaksanakan rapat internal pengurus puasat, sekurang-kurangnya dua kali dalam enam bulan 4. Memberikan laporan periodik 5. Mengadakan konsultasi aktif dengan DP jika diperlukan 6. Melakukan koordinasi dengan UPT kegiatan 7. Meminta informasi mengenai perkembanagn PC sedikitnya tiga bulan sekali 8. Membuat laporan pertanggungjawaban di KNSI atau KNLBSI. Pasal 13 Koordinator Forum Regional 1. Melaksanakan rapat koordinasi dengan PC yang ada di regionnya 2. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan bersama yang telah dilaksanakan 3. Memsosialisasikan kegiatan bersama pada PP dan Region lainnya. Pasal 14 Pengurus Cabang Memberikan informasi kehutanan di daerahnya.

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 10/KNLBSI/2010 TENTANG ATURAN-ATURAN LAIN ORGANISASI

MENIMBANG Bahwa perlu ditetapkannya aturan-aturan lain organisasi untuk menjadi dasar dalam menjalankan organisasi Sylva Indonesia guna lebih meningkatkan peran aktif anggota Sylva Indonesia. MENGINGAT 1. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Sylva Indonesia 2. GBHK Sylva Indonesia periode 2010 – 2012

MEMPERHATIKAN Hasil pembahasan sidang pleno KNLBSI tentang aturan-aturan lain organisasi

MEMUTUSKAN MENETAPKAN 1. Aturan-aturan lain organisasi sebagaimana yang terlampir dalam surat ketetapan 2. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ketetapan 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Kamis, 22 April 2010 Pukul : 03.01 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

Lampiran Nomor Tentang

: KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA : 10/ KNLBSI/2010 : JANJI ANGGOTA SYLVA INDONESIA DAN MEKANISME PENETAPAN CALON ANGGOTA SYLVA INDONESIA

BAB I Janji Anggota Sylva Indonesia Kami anggota Sylva Indonesia berjanji : 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik organisasi 3. Melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia 4. Berperan aktif untuk memajukan organisasi 5. Berjuang untuk keadilan, kelestarian dan kesejahteraan rakyat 6. Menjunjung tinggi persaudaraan. BAB II Distribusi dan nilai nominal Iuran wajib Pengurus Cabang Sylva Indonesia Periode tahun 2010 – 2012 1. Iuran tiap PC pertahun Rp. 100.000,00 Pembagiannya 50 % untuk DP, 50 % untuk PP Pembayaran selambat-lambatnya pada tanggal 31 bulan Mei setiap tahunnya. 2. a) Pencarian Funding body; 80 % untuk PP, 20% untuk DP b) Transparansi list Funding Body antara PP dan DP BAB III Mekanisme Penerimaan PC Sylva Indonesia 1. Pengajuan surat permohonan menjadi anggota PC SI 2. Pengenalan dengan mengikuti kegiatan tingkat nasional 3. Pendaftaran 4. Pengukuhan

BAB IV Syarat-syarat menjadi PC. Sylva Indonesia 1. Mengajukan surat permohonan menjadi anggota PC SI 2. Megikuti sekurang-kurangnya dua kali kegiatan tingkat nasional 3. Presentasi oleh ketua calon Pengurus Cabang mengenai kondisi internal calon pengurus cabang tersebut

BAB V Denda Apabila pengurus cabang melanggar konstitusi maka diberikan Denda sebesar Rp. 250.000 dibayar selambat-lambatnya 30 hari setelah diberikan peringatan kedua. BAB VI Atribut dan Pengertian Lambang Lambang Sylva Indonesia adalah :

Atribut Lain Atribut wajib Sylva Indonesia adalah : 1. Bendera Sylva Indonesia dengan lambang Sylva Indonesia dan warna dasar abu-abu 2. Bendera dan Lambang pengurus cabang harus mengikuti lambang sylva Indonesia

BAB VII Pembagian Forum Regional Sylva Indonesia Periode 2010 – 2012

FORUM REGIONAL I 1. 2. PCSI STIK ACEH PCSI USU SUMATRA UTARA

FORUM REGIONAL V 1. 2. PCSI UNMER MADIUN PCSI UMM MALANG

FORUM REGIONAL II 1. 2. 3. 4. PCSI UMSB SUMATRA BARAT PCSI UNIB BENGKULU PCSI UNILA LAMPUNG PCSI UNILAK RIAU

FORUM REGIONAL VI 1. 2. PCSI UNPAR PALANGKARAYA PCSI UNLAM BANJARMASIN

FORUM REGIONAL VII 1. 2. PCSI UNTAD PALU PCSI UNMUL SAMARINDA

FORUM REGIONAL III 1. 2. 3. 4. 5. PCSI IPB BOGOR PCSI UNIKU KUNINGAN PCSI UNWIM BANDUNG PCSI UNB BOGOR PCSI UNTAN PONTIANAK

FORUM REGIONAL VIII 1. 2. 3. PCSI UNSAT MAKASAR PCSI UNHAS MAKASAR PCSI UNHALU KENDARI

FORUM REGIONAL IV FORUM REGIONAL IX 1. 2. PCSI INSTIPER YOGYAKARTA PCSI UGM YOGYAKARTA 1. 2. PCSI UNIPA PAPUA PCSI UNPATTI MALUKU

FORUM REGIONAL X 1. PCSI UDK KUTAMOBAGO 2. PCSI SAM RATULANGI MANADO

ATURAN PELAKSANAAN SEMINAR MAHASISWA KEHUTANAN INDONESIA SYLVA INDONESIA PERIODE 2010-2012

Pasal 1 Nama Kegiatan Kegiatan ini bernama Seminar Mahasiswa Kehutanan Indonesia Pasal 2 Tujuan 1. Sebagai media peningkatan dan pembelajaran sumberdaya mahasiswa kehutanan 2. Sebagai media pertukaran informasi kondisi dan potensi kehutanan serta pengkajian isu-isu strategis kehutanan. 3. Meningkatkan dan memantapkan kualitas dan profesionalisme mahasiswa Kehutanan Indonesia

Pasal 3 Pelaksanaan 1. Dilaksanakan satu kali dalam setahun atau sekurang-kurangnya satu kali dalam satu periode kepengurusan. 2. Pelaksana SMKI adalah pengurus cabang yang diberi mandat oleh forum Rakernas 3. SMKI di laksanakan sesuai dengan kesepakatan forum Rakernas

Pasal 4 Mekanisme Pertanggungjawaban Laporan kegiatan diselesaikan selambat-lambatnya 3 bulan setelah pelaksanaan. Pasal 5 Status SMKI Selanjutnya Status SMKI selanjutnya yaitu SMKI XIII

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR :11/ KNLBSI / 2010 TENTANG REKOMENDASI KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA MENIMBANG Bahwa mahasiswa kehutanan Indonesia yang terhimpun dalam Sylva Indonesia, memandang perlu menyatakan sikap atau sumbangan pemikiran terhadap hutan dan kehutanan Indonesia.

MENGINGAT 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 2. Peraturan Organisasi Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 3. Garis-garis Besar Haluan Kerja Sylva Indonesia periode 2010 – 2012

MEMPERHATIKAN Rumusan sidang pleno KNLBSI yang membahas mengenai rekomendasi Sylva Indonesia

MEMUTUSKAN MENETAPKAN Rekomendasi Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia yang bernama Rekomendasi Sylva Indonesia

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/tanggal : 22 April 2010 Pukul : 01.51 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

REKOMENDASI KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA

Sylva Indonesia adalah organisasi mahasiswa kehutanan yang telah berdiri sejak 1959. Selama rentang waktu tersebut tidak sedikit rintangan, kendala yang ditemui. Namun semua ini menjadikan Sylva Indonesia sedikit demi sedikit mulai membenahi diri.

Keinginan untuk menjadikan sylva Indonesia sebagai suatu organisasi yang solid dan eksis serta memiliki bargaining position yang tinggi baik dilevel daerah maupun dilevel nasional menjadi penyemangat bagi para anggotanya dalam menyongsong sylva Indonesia yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Sylva Indonesia sebagai ikatan mahasiswa Indonesia menyadari sepenuhnya akan darma baktinya sebagai rimbawan guna mewujudkan tenaga professional. Mengacu pemikiran di atas, sylva Indonesia dituntut berperan aktif terhadap masalah-masalah yang aktual dalam pembangunan nasional khususnya di bidang kehutanan.

Didasari itikad baik untuk meningkatkan kinerja organisasi dalam rangka memberikan sumbangan pemikiran terhadap kondisi pembangunan kehutanan Indonesia, maka Sylva Indonesia menyusun rekomendasi dalam KNSI

INTERNAL SYLVA INDONESIA : 1. Membangun data base Pengurus Cabang Sylva Indonesia 2. Menyempurnakan kurikulum akademi pendidikan kehutanan yang tidak membatasi ruang gerak Sylva Indonesia dengan meneruskan kegiatan Training Of Trainer pengkaderan Sylva Indonesia 3. Perlu dibentuk dan dioptimalkan jaringan kerja aksi, dan advokasi pada tingkat PC dengan pihak-pihak yang berkompeten di bidang kehutanan dan lingkungan hidup.

4. Mengenalkan Sylva Indonesia kepada mahasiswa baru ditingkatan PC untuk menjaring minat dalam berorganisasi. 5. Mendaftar sebagai anggota International Forestry Student Assosiation (IFSA) yang dikoordinir oleh Pengurus Pusat hingga tingakatan PC. 6. Merangkul lembaga kemahasiswaan kehutanan yang berada ditingkatan fakultas atau jurusan atau program study untuk bergabung dengan Sylva Indonesia KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. Membangun kerjasama dengan berbagai Direktorat Jenderal yang berada dilingkup kementerian kehutanan seperti LITBANG, PHKA, RLPS, BPK, Perhutani, dll. 2. Melibatkan mahasiswa kehutanan dalam kegiatan kementerian kehutanan

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP Membangun komunikasi dengan kementerian lingkungan hidup

LSM/NGO BIDANG KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP Membangun komunikasi dan kerja sama dengan LSM atau NGO

KEMENTRIAN PENDIDIKAN 1. Membangun komunikasi dengan kementerian pendidikan 2. Mendaftarkan Sylva Indonesia sebagai salah satu ikatan organisasi mahasiswa sejenis (IOMS) di DIKTI

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 12/ KNLBSI/ 2010 TENTANG PENGUKUHAN PENGURUS CABANG SYLVA INDONESIA UNIVERSITAS KUNINGAN MENIMBANG : Bahwa untuk kelancaran Pengukuhan Pengurus Cabang Sylva Indonesia maka perlu ditetapkan surat keputusan penetapan Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Kuningan MENGINGAT : 1. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Sylva Indonesia yang di tetapkan di Bandar Lampung 2. Garis-garis besar haluan kerja Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 3. Peraturan organisasi Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 MEMPERHATIKAN : Hasil pembahasan Sidang Pleno KNLBSI mengenai kelayakan untuk di kukuhkan menjadi Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Kuningan MEMUTUSKAN MENETAPKAN: 1. Pengukuhan Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Kuningan menjadi anggota resmi Sylva Indonesia 2. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/tanggal : Kamis, 22 April 2010 Pukul : 02.46 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 13/ KNLBSI/ 2010 TENTANG PENGUKUHAN PENGURUS CABANG SYLVA INDONESIA UNIVERSITAS SAM RATULANGI MENIMBANG : Bahwa untuk kelancaran Pengukuhan Pengurus Cabang Sylva Indonesia maka perlu ditetapkan surat keputusan penetapan Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Kuningan MENGINGAT : 4. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Sylva Indonesia yang di tetapkan di Bandar Lampung 5. Garis-garis besar haluan kerja Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 6. Peraturan organisasi Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 MEMPERHATIKAN : Hasil pembahasan Sidang Pleno KNLBSI mengenai kelayakan untuk di kukuhkan menjadi Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Sam Ratulangi MEMUTUSKAN MENETAPKAN: 4. Pengukuhan Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Sam Ratulangi menjadi anggota resmi Sylva Indonesia 5. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 6. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya

Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/tanggal : Kamis, 22 April Pukul : 02.48 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 15/KNLBSI/ 2010 TENTANG KRITERIA DAN MEKANISME PEMILIHAN SEKRETARIS JENDRAL DAN KETUA DEWAN PERWAKILAN SYLVA INDONESIA PERIODE TAHUN 2010 – 2012 MENIMBANG : Bahwa untuk kelancaran pemilihan Ketua Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia maka perlu ditetapkan dan mekanisme pemilihan Ketua Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia. MENGINGAT : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia yang di tetapkan di Bandar Lampung pada tanggal April 2010 2. Garis-garis Besar Haluan Kerja Sylva Indonesia periode 2010 – 2012

MEMPERHATIKAN : 1. Hasil rumusan dan mekanisme dalam pemilihan Ketua Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 2. Hasil pembahasan Sidang Pleno KNSI/KNLBSI MEMUTUSKAN MENETAPKAN: 1. Mekanisme dalam pemilihan Ketua Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 sebagaimana terlampir dalam surat ketetapan ini. 2. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya Berlaku sejak ditetapkan dalam Sidang Pleno Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia Di Bandar Lampung Hari/tanggal : Kamis, 22 April 2010 Pukul : 03.41 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG TETAP

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

Lampiran : KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA Nomor : 15/KNSI/2010 Tentang : MEKANISME PEMILIHAN SEKRETARIS JENDRAL SYLVA INDONESIA DAN KETUA DEWAN PERWAKILAN

Ketetapan Mekanisme pemilihan Calon Ketua Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia Periode tahun 2010 – 2012

Mekanisme Pemilihan Sekretaris Jendral dan Ketua Dewan Perwakilan
1. Mekanisme Pemilihan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia a) Setiap pengurus cabang yang mengikuti KNSI/KNLBSI berhak mengajukan satu calon Sekretaris Jendral secara tertutup atau rahasia. b) Setiap calon menyatakan kesediaannya untuk dipilih yang disampaikan secara lisan kepada peserta sidang. c) Jika pada poin b tidak ada calon yang bersedia maka diulang kembali dengan tidak mengikutkan nama calon pada tahap pertama. d) Setiap calon diberi kesempatan selama maksimal 20 menit untuk berkampanye secara dialogis. e) Setelah masing-masing calon berkampanye akan diadakan dialog dengan pengurus Cabang Pengurus Cabang dengan ketentuan setiap Pengurus Cabang mengajukan satu pertanyaan. f) Sekretaris Jendral dipilih berdasarkan suara terbanyak pada KNSI/KNLBSI g) Pemilihan sekretaris Jendral dilakukan dengan pengisian surat suara h) Sekretaris Jendral ditetapkan melalui surat ketetapan KNSI/KNLBSI 2. Mekanisme Pemilihan Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia a) Anggota Dewan Perwakilan diajukan oleh masing-masing forum Regional yang mengikuti KNSI/KNLBSI sebanyak satu orang. b) Setiap calon menyatakan kesediaannya untuk dipilih yang disampaikan secara lisan kepada peserta sidang. c) Ketua Dewan Perwakilan berasal dan dipilih dari anggota Dewan yang mengikuti KNSI/KNLBSI. d) Ketua Dewan Perwakilan dipilih berdasarkan sidang anggota Dewan Perwakilan. e) Ketua Dewan Perwakilan dan anggota Dewan Perwakilan mengucapkan sumpah dihadapan Sidang Pleno KNSI/KNLBSI. f) Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan ditetapkan dengan surat Ketetapan KNSI/KNLBSI.

Lampiran : KONFERENSI NASIONAL SYLVA INDONESIA Nomor : 15/KNSI/2010 Tentang : KRITERIA PEMILIHAN SEKRETARIS JENDRAL SYLVA INDONESIA DAN KETUA DEWAN PERWAKILAN

Ketetapan Kriteria Pemilihan Calon Ketua Dewan Perwakilan dan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia Periode tahun 2010 – 2012

Kriteria Pemilihan Sekretaris Jendral dan Ketua Dewan Perwakilan
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Anggota Sylva Indonesia 3. Merupakan peserta penuh Konferensi Nasional Sylva Indonesia /

Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia
4. Bersedia dan sanggup menjalankan tugas sebagai sekretaris jenderal dan

dewan perwakilan pada periode kepengurusan 5. Mengamalkan kode etik rimbawan 6. Bukan merangkap anggota partai politik

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 17/KNLBSI/2010 TENTANG PENETAPAN SEKRETARIS JENDRAL SYLVA INDONESIA PERIODE TAHUN 2010-2012

MENIMBANG : Bahwa untuk kelancaran penetapan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia maka perlu ditetapkan surat keputusan penetapan Sekertaris Jendral Sylva Indonesia. MENGINGAT : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia 2. Garis-garis besar haluan kerja Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 3. Peraturan organisasi Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 MEMPERHATIKAN : 1. Hasil rumusan ketetapan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 2. Hasil pembahasan sidang pleno KNLBSI MEMUTUSKAN/MENETAPKAN 1. Saudara Erwin Darma sebagai Sekretaris Jendral Sylva Indonesia sebagaimana terlampir dalam surat ketetapan ini. 2. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Kamis, 22 april 2010 Pukul : 07.18 WIB

KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

BERITA ACARA SERAH TERIMA JABATAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama : Faridh Al Muhayat Jabatan : Sekretaris Jendral Sylva Indonesia 2008-2010 Alamat : Selanjutnya disebut sebagai puhak pertama (1) 2. Nama Jabatan Alamat : Erwin Darma : Sekretaris Jendral Sylva Indonesia 2010-2012 :

Selanjutnya disebut pihak kedua (II) Berdasarkan ketetapan Konferensi Nasional Sylva Indonesia No. 14/KNLBSI/2010 tentang penetapan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 dengan ini : 1. Pihak kedua (II) 2. Pihak pertama (I) memberikan seluruh arsip dan inventaris yang dimiliki sebagai hasil menjalankan kewenangannya sebagai Sekretaris Jendral Sylva Indonesia kepada pihak kedua (II) 3. Pihak pertama (I) selanjutnya tidak dibenarkan menggunakan kewenangan atau mengatasnamakan dirinya sebagai Sekretaris Jendral Sylva Indonesia. Demikian berita acara penyerahan jabatan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Bandar Lampung, April 2010

Pihak Pertama ( I )

Pihak Kedua ( II )

( Faridh AL-Muhayat Uhib H)

(

Erwin Darma

)

Saksi-saksi Yudi Zamora A. Febriyansah Irmas

KETETAPAN KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA NOMOR : 16/KNLBSI/2010 TENTANG PENETAPAN DEWAN PERWAKILAN SYLVA INDONESIA PERIODE TAHUN 2010 – 2012 MENIMBANG : Bahwa untuk kelancaran penetapan Dewan Perwakilan Sylva Indonesia maka perlu ditetapkan surat keputusan penetapan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia. MENGINGAT : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sylva Indonesia . 2. Garis-Garis Besar Haluan Kerja Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 3. Peraturan organisasi Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 MEMPERHATIKAN : 1. Hasil rumusan ketetapan Dewan Perwakilan Sylva Indonesia periode 2010 – 2012 2. Hasil pembahasan sidang pleno KNLBSI MEMUTUSKAN MENETAPKAN 1. Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia periode 2010-2012 sebagai berikut: Ahmad Nurdianto

2. Angota dewan perwakilan Sylva Indonesia 200-1012 Terlampir 3. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 4. Apabila terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Bandar Lampung Hari/Tanggal : Kamis, 22 April 2010 Pukul : 04.44 WIB KONFERENSI NASIONAL LUAR BIASA SYLVA INDONESIA PRESIDIUM SIDANG

( Legistiana ) Ketua

(Muh. Warqah Hamzah) ) Anggota 1

( Ahmad Solihin ) Anggota 2

BERITA ACARA SERAH TERIMA JABATAN Yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama : Bowo Pardede Jabatan : Dewan Perwakilan periode 2008-2010 Alamat : Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama (1) 2. Nama Jabatan Alamat : Ahmad Nurdianto : Ketua Dewan Perwakilan Periode 2010-2012 :

Selanjutnya disebut pihak kedua (II) Berdasarkan ketetapan Konferensi Nasional Sylva Indonesia No. 15/KNSI/2010 tentang penetapan Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia periode 2010 – 2010 dengan ini : a. Pihak pertama (1) menyerahkan kekuasaan Dewan Perwakilan Sylva Indonesia kepada pihak kedua (II) b. Pihak pertama (I) memberikan seluruh arsip dan inventaris yang dimiliki sebagai hasil menjalankan kewenangannya sebagai Dewan Perwakilan Sylva Indonesia kepada pihak kedua (II) c. Pihak pertama (I) selanjutnya tidak dibenarkan menggunakan kewenangan atau mengatasnamakan dirinya sebagai Dewan Perwakilan Sylva Indonesia. Demikian berita acara penyerahan jabatan Sekretaris Jendral Sylva Indonesia ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Bandar Lampung, Pihak Pertama ( I ) April 2010

Pihak Kedua ( II )

( Bowo Pardede )

( Ahmad Nurdianto )

Saksi-saksi 1. Febriansyah Irmas 2. Rekiawan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful