P. 1
Gaya Kominikasi

Gaya Kominikasi

|Views: 4|Likes:
Published by eugene

More info:

Published by: eugene on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

Gaya Komunikasi tiap orang punya kombinasi karakter yg unik kombinasi watak sanguinis-koleris-melankolis-plegmatis yg unik

itu menentukan gaya komunikasi yg unik juga ada gaya komunikasi yg bagus, ada juga yg jelek kalo yg bagus, kayaknya gak perlu dibahas tiap orang punya kriteria sendiri untuk memilih gaya komunikasi ideal menurutnya yg perlu dicermati adalah gaya komunikasi yg jelek yg perlu dihindari tiap orang

--------------------Gaya 1: Si Penganggap Ungkapan yang biasanya terlontar dari dirinya adalah, "Saudara seharusnya sudah mengerti maksud saya." Si Penganggap umumnya melakukan satu kesalahan yang cukup serius dalam komunikasi, yakni menganggap orang lain pasti memahami isi hatinya. Sebelum kita menganggap orang lain sudah menangkap maksud kita, kita perlu mengecek ulang, apakah benar ia sudah memahami pembicaraan kita. Gaya komunikasi seperti ini acap kali membuahkan kekecewaan dan bahkan kemarahan.

-------------------Gaya 2: Si Sepenggal Orang ini berpikir, "Bukankah sudah saya katakan semuanya itu?" Namun, yang sesungguhnya terjadi adalah ia memang belum mengemukakan seluruh pikirannya -- baru sepenggal saja. Sewaktu kita berbicara, kecepatan pikiran kita bergerak dari satu topik ke topik lainnya tidaklah sama dengan kecepatan lidah kita mengungkapkan isi pikiran itu sendiri. Bagi Si Sepenggal, pikirannya bergerak telalu cepat atau lidahnya terlalu lamban sehingga maksud hatinya tidak tertuang sepenuhnya melalui bahasa ucapan. Masalahnya, ia tidak menyadari hal ini sehingga dalam benaknya, ia sudah mengatakan semua yang ingin ia sampaikan. Si Sepenggal rentan terhadap frustrasi karena

"Saya akan lakukan apa saja bagimu asal kamu bahagia. apabila orang lain tidak bisa mengikuti kemauan atau pikirannya.komunikasinya menjadi terpotong-potong dan. Kalau tidak tertahankan. -------------------Gaya 4: Si Penyenang Si Penyenang mempunyai satu misi dalam hidupnya. Ia acap kali berujar. Siapa saja yang pernah disakitinya akan menjaga jarak karena tidak mau terluka lagi. -----------------Gaya 3: Si Peremeh Ucapan Si Peremeh pada umumnya ditandai dengan kalimat sejenis ini. Alhasil. namun biasanya gaya komunikasi ini dapat mendangkalkan relasi pribadi. tema seperti ini sering keluar dari bibirnya. Malangnya. "Kenapa tidak mengerti-mengerti?" atau "Memang bodoh kamu!" Si Peremeh memiliki satu masalah yang lumayan serius. ia justru memandang perbedaan sebagai kekurangan di pihak orang lain. Akibatnya. bukannya melihat bahwa memang orang lain berbeda dengannya. yakni menyenangkan hati semua orang. membuka pintu terhadap kesalahpahaman." Namun kenyataannya. yakni ia memperlakukan semua orang sama seperti dirinya. ia mengatakan hal tersebut. sudah tentu. Sewaktu marah. Ketidakterbukaannya itu juga cenderung membuatnya menumpuk semua perasaan dalam hati." Bicara dengan Si Penyenang memang bisa menyenangkan karena ia akan mengangguk-angguk saja. ia pun marah. ----------------Gaya 5: Si Pelupa Kita bisa lupa dan adakalanya sengaja melupakan peristiwa tertentu. "Tidak. ia mudah menjadi orang tertekan dan tidak bahagia. Gaya komunikasi ini cenderung merusak hubungan dengan orang lain. saya tidak mengatakan hal itu. Baik lupa atau melupakan informasi yang akhirnya dibutuhkan oleh orang lain . Sukar sekali untuk mengetahui hati Si Penyenang karena ia tidak terbuka. Si Pelupa melupakan terlalu banyak hal dan frekuensinya terlalu sering.

Namun. Ucapan seperti ini cenderung muncul dari bibirnya. Gaya komunikasi ini bisa menimbulkan rasa tidak suka dan jenuh pada orang lain karena bicara dengannya membuat diri merasa diserang. ia melakukan itu karena tidak berani atau berkekuatan memperhadapkan orang lain dengan kebenaran. Si Pendebat cenderung melemparkan fokus masalah ke pihak lawannya sehingga ia bebas dari kesulitan. jadi harus dihindarkan. Lebih jauh lagi. Gaya komunikasi ini sangat merugikan dirinya dan bisa mengundang penghinaan dari orang lain. -----------------Gaya 7: Si Talenan Rasa iba. yang mendengar adalah suara belaka. simpati adalah beberapa kata yang sering diasosiasikan dengan Si Talenan karena perasaan-perasaan seperti itulah yang timbul tatkala melihatnya.cenderung melemahkan kepercayaan orang pada dirinya sendiri. Si Pendebat akhirnya membuat orang beranggapan bahwa ia senantiasa mengelak dari tanggung jawabnya. bukankah ia jugalah yang . tanpanya. "Betul. "Apa benar saya berkata demikian? Apa kamu yakin? Bagaimana dengan dirimu sendiri?" Si Pendebat kaya dengan kata-kata dan gaya berkomunikasinya mirip dengan taktik menyerbu orang lain dengan bombardemen kata-kata. Orang lain semakin berani berbuat sekehendak hatinya tanpa memedulikan perasaannya. memang saya yang salah dan sudah sepantasnya dimarahi. kasihan. ------------------Gaya 6: Si Pendebat Repot juga berkomunikasi dengan Si Pendebat karena pembicaraan yang dilakukan dengannya cenderung menjadi arena balapan kebenaran." Masalahnya. Si Talenan selalu menyediakan dirinya menjadi sasaran tudingan orang lain tanpa benar-benar menyadari di mana letak kesalahannya (kalau memang ada). Orang lain dapat membentuk anggapan bahwa Si Pelupa meremehkan atau bisa juga orang lain menilai bahwa Si Pelupa tidak tulus. Ia tidak suka keributan dan baginya silang pendapat tidaklah bijaksana. Perhatikan kata-kata yang biasanya keluar dari mulutnya. Ini berbahaya! Komunikasi sangat bergantung pada kepercayaan.

gaya2 komunikasi yg jangan dipake terutama no 3 & 6 kalo dipake. yg penting jadi orang yg wajar aja sip? sip! . bisa merusak kedamaian trus.memulainya? ----------tu dia. gaya komunikasi yg baik tu kayak apa? terserah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->