ANALISIS LQ

1. Pengertian analisis LQ Menurut Hood (1998), Location Quotient adalah suatu alat pengembangan ekonomi yang lebih sederhana dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Teknik LQ merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi yang lebih sederhana dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Teknik LQ merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi basis sebagai langkah awal untuk memahami sector kegiatan yang menjadi pemacu pertumbuhan. LQ mengukur konsentrasi relatif atau derajat spesialisasi kegiatan ekonmi melalui pendekatan perbandingan. Menurut Budiharsono (2001) bahwa inti model ekonomi basis menerangkan bahwa arah dan pertumbuhan suatu wilayah. Ekspor itu sendiri tidak terbatas pada bentuk barang-barang dan jasa, akan tetapi dapat juga berupa pengeluaran orang asing yang berada di wilayah tersebut terhadap barang-barang tidak bergerak. Teori ekonomi basis mengklarifikasi seluruh kegiatan ekonomi ke dalam dua sektor yaitu sektor basis dan sektor non basis. Dijelaskan oleh Rusastra, dkk (2002) bahwa yang dimaksud dengan kegiatan basis merupakan kegiatan suatu masyarakat yang hasilnya baik berupa barang maupun jasa ditujukan untuk ekspor ke luar dari lingkungan masyarakat atau yang berorientasi keluar regional, nasional, dan internasional. Konsep efisisensi teknis maupun efisiensi ekonomis sangat menentukandalam pertumbuhan basis suatu wilayah. Sedangkan kegiatan non basis merupakan kegiatan masyarakat yang hasilnya baik berupa barang maupun jasa diperuntukkan bagi masyarakat itu sendiri dalam kawasan kehidupan ekonomi masyarakat tersebut. Untuk mengetahui sektor basis atau non basis dapat digunakan metode pengukuran langsung atau tidak langsung. Pada metode pengukuran langsung, penentuan sektor basis dan non basis dilakukan melalui survey langsung di daerah yang bersangkutan. Sebaliknya, pada metode pengukuran tidak langsung penentuan sektor basis dan non basis dilakukan dengan menggunakan data sekunder beberapa indicator ekonomi di suatu daerah, terutama data PDB/PDRB dan tenaga kerja per sektor. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan sektor basis dan non basis di suatu daerah berdasarkan pengukuran tidak langsung adalah metode Location Quotient (LQ)

2. sehingga mendapatkan gambaran tingkat konsistensi data yang mantap dan akurat. mudah dan tidak memerlukan program prngolahan data yang rumit. 3. Untuk menetapkan batasan wilayah yang dikaji dan ruang lingkup aktivitas. mengarah pada indentifikasi spesialisasi kegiatan perekonomian atau mengukur konsentrasi relatif kegiatan ekonomi untuk mendapatkan gambaran dalam penetapan sektor unggulan segagai leading sector suatu kegiatan ekonomi (industri). Dasar pembahasannya sering difokuskan pada aspek tenaga kerja dan pendapatan. yang muncul malah pangan dan sebaliknya. Keterbatasannya adalah karena demikian sederhanany pendekatan LQ ini. Akibatnya hasil hitungan LQ terkadang aneh. bahkan jika datanya tidak terlalu banyak. Disamping itu untuk menghindari bias musiman dan tahunan diperlukan nilai rata-rata dari data series yang cukup panjang.Teknik LQ banya digunakan untuk membahas kondisi perekonomian. tidak sama dengan apa yang kita duga. Sebaik apapun hasil olahan LQ tidak akan banyak manfaatnya jika data yang digunakan tidak valid. acuannya sering tidak jelas. Kelebihan dan kelemahan analisis LQ Komponen analisis LQ setiap metode analisis memiliki kelebihan dan keterbatasan. Keterbatasan lainnya dalam deliniasi wilayah kajian. Penyelesaian analisis cukup dengan menggunakan program dari Excel. demikian halnya dengan metode LQ. Oleh karena itu sebelum memutuskan menggunakan analisis ini maka validitas data sangat diperlukan. Metode LQ merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi basis sebagai langkah awal untuk memahami sektor kegiatan dari PDRB Kabupaten Aceh Utara yang menjadi pemacu pertumbuhan. maka yang dituntut adalah akurasi data. Teknik Aalisis LQ Untuk menentukan sektor basis dan non basis di Kabupaten Aceh Utara digunakan metode analisis Location Quotient (LQ). dalam pengumpulan data yang panjang ini sering mengalami hambatan. kalkulator pun bisa digunakan. Metode LQ digunakan untuk mengkaji . sebaiknya tidak kurang dari 5 tahun. Oleh karena itu data yang dijadikan sumber bahasan sebelum digunakan perlu diklarifikasi terlebih dahulu dengan beberapa sumber data lainnya. Misalya suatu wilayah provinsi yang diduga memiliki keunggulan di sektor non pangan. Kelebihan metode LQ dalam mengidentifikasi komoditas unggulan antara lain adalah karena penerapannya yang sederhana. Sementara itu di lapangan.

tetepi bisa menggunakan data PDRB kecamatan yang diabndingkan dengan data PDRB setingkat di atasnya yaitu PDRB kabupaten/kota. yaitu :  LQ > 1 .  LQ < 1 . Namun demikian ketika banyak komoditas di suatu wilayah yang menghasilkan LQ> 1.  LQ = 1 . mengarah pada identifikasi spesialisasi kegiatan perekonomian. Hasil perhitungan LQ menghasilkan tiga (3) kriteria.basis. Komoditas memiliki keunggulan komparatif. Produksi komoditas di suatu wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhan sendiri sehingga perlu pasokan atau impor dari luar. Produksinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan wilayah sendiri dan tidak mampu untuk diekspor. komoditas itu tergolong non r. Untuk mendapatkan nilai LQ menggunakan metode yang mengacu pada formula yang dikemukakan oleh Bendavid-Val dalam Kuncoro (2004:183) sebagai berikut: LQ = ⁄ ⁄ Keterangan : Xr Xn RVr RVn  : Nilai produksi sub sektor i pada kabupaten/kota : Nilai produksi sub sektor i pada provinsi : Total PDRB kabupaten/kota : Total PDRB provinsi data PDRB yang digunakan tidak hanya terpaut pada data PDRB kabupaten/kota yang dibandingkan dengan PDRB provinsi. tidak memiliki keunggulan komparatif.kondisi perekonomian. komoditas ini juga termasuk non basis. sementara yang dicari hanya satu. Komoditas yang menghasilkan nilai LQ > 1 merupakan standar normative untuk ditetapkan sebagai komoditas unggulan. maka yang harus dipilih . Sehingga nilai LQ yang sering digunakan untuk penentuan sektor basis dapat dikatakan sebagai sektor yang akan mendorong tumbuhnya atau berkembangnya sektor lain serta berdampak pada penciptaan lapangan kerja. hasilnya tidak saja dapat memenuhi kebutuhan di wilayah bersangkutan akan tetapi juga dapat diekspor ke luar wilayah. artinya komoditas itu menjadi basis atau menjadi sumber pertumbuhan.

PDRB Kabupaten dan PDRB ADHK Kecamatan Ubud dan Kabupaten Gianyar (Juta Rupiah) PDRB Kec.adalah komoditas yang mendapatkan nilai LQ paling tinggi.979.61 373.07 705.598.694.42 7.61 153.523. Berdasarkan data tersebut.060.533.927.33 9.579.690.82 114.579.70 108.27 35.26 785. 1 2 Sektor Ekonomi PDRB 2004 Pertanian Pertambangan & Penggalian 3 4 5 6 Industri Pengolahan Listrik.915.591.38 124.22 54. Gianyar .83 922.009.67 3. Ubud No.418. Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan.45 402.51 PDRB 2008 61.549.075.714.66 30.470.643.567.78 453.59 11.63 27.97 638.34 PDRB 2008 551.23 510.137.61 22.901.12 22.68 75.36 563.303.27 2.443.275. Studi kasus Berikut ini merupakan data PDRB Harga konstan (ADHK) Kabupaten Gianyar Tahun 2004 dan 2008 dan data PDRB ADHK Kecamatan Ubud Tahun 2004 dan 2008.48 113.24 PDRB 2004 462.320.544. Hotel & Restoran 7 Pengangkutan & Komunikasi 8 Keuangan Persewaan & Jasa Perusahaan 9 Jasa-jasa Total PDRB 55.682. Tabel ….77 40.227.277.664.343.50 PDRB Kab.558.67 910.655.15 9.15 107.68 144. 4.254.208.32 20.23 30.29 117.07 332. dilakukan perhitungan Location Quotient (LQ) untuk mengetahui sektor basis maupun non basis terhadap sektor-sektor yang ada di Kecamatan Ubud terhadap Kabupaten Gianyar.458.049.767.35 759.533. Karena nilai LQ yang semakin tinggi di suatu wilayah menunjukkan semakin tinggi pula potensi unggulan komoditas tersebut.

08 = . dan restoran =  LQ pengangkutan dan komunkasi =  LQ keuangan.30 = 0.76 = 0.24 = = = = 0. maka dapat dilihat perhitungan LQ : LQ tahun 2004  LQ pertanian = ⁄ ⁄ = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ = 0. persewaan. gas & air bersih =  LQ bangunan = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ = 0.43 = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄  LQ pertambangan & penggalian =  LQ industri pengolahan = ⁄ ⁄ = 0. hotel.73 = LQ tahun 2008  LQ pertanian = ⁄ ⁄ = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ = 0. Perhitungan LQ Rumus : LQ = ⁄ ⁄ Dengan menggunakan rumus diatas. & jasa =  LQ jasa-jasa = ⁄ ⁄ = 1.09 = = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ = 1.56 ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄  LQ perdagangan.35 = = 1.44 = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄  LQ pertambangan & penggalian =  LQ industri pengolahan =  LQ listrik.66 = 0.28 = 0.

08 Non Basis 4 Listrik.67 Basis .44 Non Basis 2 0.57 ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄  LQ perdagangan. dan restoran =  LQ pengangkutan dan komunkasi =  LQ keuangan. & jasa =  LQ jasa-jasa = ⁄ ⁄ = 1.23 = = = = 0.76 = Berikut adalah hasil perhitungan di atas .37 = = 1.24 1.35 1.67 = 0. hotel. LQ listrik.23 Basis 6 1.30 Non Basis 3 0. Tabel…Perhitungan LQ Kecamatan Ubud tahun 2004 dan 2008 Hasil Location No. Hotel & Restoran 1.43 Keterangan Trend 1 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan 0.09 0.66 1.28 0.37 Basis 5 Bangunan Perdagangan. Sektor Ekonomi Quotient (LQ) 2004 2008 0. gas & air bersih =  LQ bangunan = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ = 1. Gas & Air Bersih 1. persewaan.81 = 0.

Sektor pertanian.73 0. Tidak bisa secara rinci dijelaskan apa penyebab penurunan sektor-sektor tersebut jika hanya dilihat dari data PDRB dan perhitungan LQ saja. dan bangunan dari tahun 2004 hingga 2008 mengalami penurunan. Interpretasi Analisis LQ Dari data di atas dapat dilihat perhitungan LQ per sektor pada tahun 2004 dan 2008.76 0. AAAAIIIIHH…INTERPRETASINYA APA LAGI YAAAA??? SMS YAH KALO KURANG.76 Non Basis Non Basis 8 9 0.. pertambangan & penggalian. dan jasa-jasa menempati posisi non basis karena hasil LQ kurang dari 1. dan air bersih. Mengingat Kecamatan Ubud merupakan salah satu wilayah wisata di Bali yang digemari para wisatawan. perdagangan. industri pengolahan. Hal ini kemungkinan dikarenakan penurunan hasil produksi dan ekspor pada sektor ini di wilayah Kecamatan Ubud. gas. hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada perubahan LQ pada tahun 2004 hingga tahun 2008 mengalami fluktuasi di setiap sektor. hotel & restoran menempati posisi basis karena hasil hitungan LQ lebih dari 1.81 0.57 Non Basis 5. pengangkutan & komunikasi. Sedangkan pada sektor lainnya mengalami tren meningkat.TAK TAMBAHI NTAR KALO UDA DI SEMARANG **LG SIAP2 MAU BALIK SEMARANG . hotel & restoran bisa dijadikan sektor yang diunggulkan di Kecamatan Ubud. hotel & restoran sebesar 1.66. keuangan persewaan & jasa perusahaan.56 0. baik domestik maupun mancanegara. Angka ini menunjukkan kemungkinan sektor perdagangan.7 Pengangkutan & Komunikasi Keuangan Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa 0. industri pengolahan. Pada sektor pertanian. bangunan. Angka terbesar ditunjukkan oleh sektor perdagangan. Dan pada sektor listrik.