You are on page 1of 9

SUMBER 1 TRAKTAT INTERNASIONAL SUMBERDAYA GENETIK TANAMAN PANGAN DAN PERTANIAN April 10, 2009 Indah Leave a comment Go to comments

A. TUJUAN Traktat Internasional merupakan perjanjian multilateral yang secara hukum mengikat seluruh negara yang menandatanganinya. Penandatanganan traktat ini terbuka bagi negara-negara anggota FAO maupun diluar FAO sampai 4 November 2002, dan akan membentuk kerangka kerja yang baru dan mengikat untuk kerjasama di bidang sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian. Negara-negara yang meratifikasi traktat sampai tanggal tersebut akan duduk sebagai dewan pengelola. Sampai saat ini Indonesia masih belum meratifikasi Traktat Internasional. Tujuan dari Traktat Internasional adalah sejalan dengan konvensi keanekaragaman hayati, yaitu untuk pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian secara berkesinambungan dan pembagian keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan sumberdaya genetik secara adil dan merata, untuk pertanian berkelanjutan dan keamanan pangan. B. Sistem Global Sumberdaya Genetik TanamanPerkembangan sistem global sumberdaya genetik tanaman dimulai

pada tahun 1983 dengan dibentuknya Komisi Sumberdaya Genetik Tanaman (sekarang bernama Komisi Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan dan Pertanian). Tujuan sistem global ini adalah untuk menjamin konservasi yang aman , dan mempromosikan ketersediaan dan pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya genetik tanaman dengan menyediakan kerangka kerja yang fleksibel dalam pembagian keuntungan dan beban. Komisi ini bersama dengan kolompok kerja teknis antar pemerintah bertugas memonitor dan mengkoordinasikan perkembangan sistem global ini. Elemen kunci dalam sistem global ini adalah: Laporan mengenai kondisi (status) sumberdaya genetik dunia· Rencana Aksi Global untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian C. Multilateral Sistem untuk Akses dan Pembagian KeuntunganMelalui traktat, negara-negara pihak sepakat untuk membentuk sistem multilateral yang efektif, efisien dan transparan untuk memfasilitasi akses terhadap sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian dan pembagian keuntungan dengan cara yang adil dan merata. Sistem multilateral ini telah mempersiapkan lebih dari 64 tanaman utama dan hijauan untuk dapat dipertukarkan. Dewan pengelola Traktat, yang terdiri dari Negara-negara yang telah meratifikasi Traktat, akan menerapkan perangkat peraturan untuk akses dan pembagian keuntungan tersebut dalam “Material Transfer Agreement” (MTA). Sumberdaya dapat diperoleh dari sistem multilateral pemanfaatan dan pemeliharaan dalam riset, breeding dan training. Ketika sumberdaya tersebut dikembangkan menjadi produk

Konvensi keanekaragaman hayati tentang akses terhadap sumberdaya genetik telah memuluskan jalan untuk peraturan nasional yang mengatur akses terhadap sumberdaya genetik. tetapi peraturan tentang akses terhadap sumberdaya genetik dimasa depan harus juga mempertimbangkan masuknya peraturan baru dan kebijakan yang memperjelas lembaga-lembaga mana dari suatu negara yang yang berwenang dan bertanggungjawab untuk memberikan akses terhadap sumberdaya genetik yang dimilikinya dan atas dasar apa. nilai sumberdaya genetik yang diketahui.komersial. hak milik dan kepemilikan lahan. Strategi pendanaan juga termasuk pembagian dari keuntungan moneter yang dibayarkan dibawah sistem multilateral. termasuk juga yang berasal dari kawasan hutan lindung maupun bukan. kemampuan untuk memberi nilai tambah terhadap sumberdaya genetik . pengalaman yang telah dimiliki sebagai sumber dari sumberdaya genetik. 2000). Hal ini dapat dijadikan sebagai suatu ketentuan bagi kegiatan bioprospeksi serta perangkat untuk pemantauannya. Pemanfaatan dan pertukaran sumberdaya genetik untuk keperluan ekonomi. Pendekatan yang paling sederhana bagi suatu Negara ialah dengan menciptakan suatu organisasi pemerintah yang bersifat antar departemen yang anggotanya merupakan wakil-wakil dari departemen sektoral lembaga yang terkait dengan keanekaragaman hayati dan . keagamaan dan kebudayaan dari masyarakat daerah dan penduduk asli juga harus dipertimbangkan. pembayarannya sukarela.Traktat juga mendapatkan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian melalui pertukaran informasi.rencana dan program untuk membantu petani kecil di negara-negara berkembang.1.maka Traktat akan mendapatkan pembayaran sebagai bagi hasil dari keuntungan material yang diperoleh. untuk penelitian lebih lanjut dan breeding. jika produk tersebut tidak dapat digunakan tanpa batas oleh pihak lain. dari produk yang dihasilkan.1 Alternatif Kebijakan Nasional dan Peraturan tentang Akses terhadap Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan dan PertanianAkses terhadap sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian harus dilakukan dengan mempertimbangkan pembagian keuntungan yang adil. swasta maupun masyarakat. akses dan transfer teknologi. Walaupun masing-masing Negara memiliki peraturan yang berbeda. C. serta kemampuan teknik administrasi dan financial untuk menciptakan dan mengantisipasi program pengaturan (Moeljopawiro.Sebagai tambahan alternative kebijakan dan peraturan baru yang mencakup sumberdaya genetik. diperlukan pertimbangan pada tingkat pemerintah. harus dipertimbangkan mana yang dapat dicakup oleh suatu peraturan. baik yang dimiliki oleh pemerintah. dan pembangunan kapasitas. Diperkirakan juga strategi pendanaan untuk memobilisasi dana untuk kegiatan. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain: perkiraan tentang besarnya permintaan akses di masa depan. lembaga pengatur.1. C. pemisahan lahan konservasi. Hal ini berkaitan dengan asal dari sumberdaya genetik yang dapat diperoleh dari sumber in-situ dan ex-situ. Menetapkan Pusat KontakDalam memetapkan lembaga yang akan memproses aplikasi untuk akses terhadap sumberdaya genetik. Jika pihak lain dapat menggunakannya.

royalti dan biaya akses. atau siapakah kolektor atau pengamat yang akan mempergunakan temuan-temuannya untuk tujuan komersial. begitu diklon tidak dapat dilacak negara asalnya. persyaratan pelaporan dan pelacakan dan perijinan. Gen dapat diklon dari DNA atau RNA dalam jumlah sangat sedikit yang diisolasi dar bahan biologi. mitra industri harus setuju dengan pembagian keuntungan adil dan berimbang dalam bentuk intelektual dan moneter.Proses penetuan akses melalui ijin koleksi mensyaratkan pengguna untuk mendapatkan ijin sebelum melakukan akses.Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam perijinan akses. Amikroba dapat diperoleh dari tanah yang kurang dari segenggam.pembagian keuntungan. serta dimengerti dan ditumbuhkembangkannya hubungan antara sumberdaya genetik dengan empat faktor berikut ini (1) kebijakan makro. . partisipasi penelitian dan publikasi. bagaimana mengatur jumlahnya agar tidak merusak ekosistem. yaitu konservasi keanekaragaman hayati serta memberikan keuntungan sosial ekonomi dari pemanfaatan produk keanekaragaman hayati harus ada kerangka kerja bioprospeksi yang memadai. (2) inventarisasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan informasi (3) akses teknologi. khususnya mengenai konservasi dan pemanfaatan yang berkelanjutan dan perjanjian pertukaran bahan (MTA) dengan menyebutkan hak dan kewajiban dari semua pihak.Sebagai landasan untuk dapat menghasilkan keuntungan daru sumberdaya genetik yang dimiliki adalah kebijakan makro. Hal ini merupakan manifestasi hak dari suatu negara terhadap sumberdaya genetik yang ada di wilayahnya. Gen tidak memiliki label yang menunjukkan negara asalnya. implementasi metoda koleksi dan produksi yang berpengaruh minimum terhadap keanekaragaman hayati. duplikat dari contoh yang disimpan di musium dan herbarium nasional. Sistem Perijinan AksesBanyak negara berkembang yang sekarang ini menghadapi berbagai masalah seperti: siapakah sebenarnya yang menjadi pendukung suatu proyek penelitian. pembatasan koleksi dan ekspor khususnya yang berkaitan dengan status konservasi dan spesies langka. Kebijakan makro ini berupa satu set peraturan pemerintah dan internasional. serta penerapan praktek bioprospeksi yang berimbang guna penelitian lebih lanjut tentang penyakit daerah tropis dan masalah-masalah yang khususnya berkaitan dengan negara berkembang. dan pembagian keuntungan berdasarkan perjanjian yang disepakati bersama. Apabila ada jaminan penyediaan bahan. kepemilikan sampel dan turunannya dan hak atas kekayaan intelektual. dan (4) pengembangan bisnis dan perencanaan strategis.1. yang dilengkapi dengan peraturan tentang komisi penasehat yang beranggotakan kelompok pakar dan perseorangan. pembatasan transfer ketiga. Akan lebih baik juka badan pemberi ijin dan badan pelaksana kegiatan adalah independen. termasuk pentingnya sumberdaya terhadap program nasional yang strategis. transfer teknologi. C.Agar bioprospeksi dapat dapat terlaksana sesuai dengan tujuan.2. Dalam banyak hal kita tidak mungkin mengatasi pertukaran bahan genetik secara ilegal.Sebagai imbalan dari akses kepada sumberdaya genetik. Ijin dapat berisi persyaratan akses. yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam amplop surat. hukum dan insentif ekonomi yang menentukan pola penggunaan lahan.

yang meliputi jenis kesepakatan. Pihak Utama. d. komunal atau kesepakatan publik iv. iii. seperti Konvensi Keanekaragaman hayati (CBD). Merupakan persetujuan individual. Indonesia telah meratifikasi berbagai konvensi. Peraturan pemerintah atau peraturan lainnya. Skema penyusunan pembagian keuntungan bagi Phak-pihak yang terkait dengan pembagian keuntungan tersebut adalah:a. termasuk faktorfaktor yang disebutkan diatas · Struktur organisasi dan institusi komunitas lokal termasuk juga proses pengambilan keputusannya (sejauh . hak atas kekayaan intelektual.akses dan pengaturan sumberdaya genetik. kerjasama dan hubungannya berdasarkan: i. yang mencakup: · Sumberdaya biologi yang dipertanyakan.Skema Benefit-Sharing (Pembagian keuntungan) atas Komersialisasi SDGPPPembagian keuntungan atas pemanfaatan SDGPP Secara komersial didasarkan pada asas adil dan merata. Deskripsi dari status ekosistem. Kesepakatan jangka pendek atau panjang ii.Pada tingkat internasional.2. Komunitas lokal / Masyarakat asli b. Universitas dan lembaga penelitian iii. pemanfaatan sumberdaya genetik merupakan kebijakan/peraturan di tingkat nasional. tekanan dan kecenderungan maupun penyebab khusus. spesies. Terdiri atas perjanjian tertulis/ kontrak lisan/persetujuan/kesepahaman juga termasuk payung kesepakatan maupun detil kesepakatan. Dalam konvensi tersebut dibangun antara lain hubungan dan prosedur tentang pertukaran sumberdaya genetik antar negara. promosi teknologi. C. baik tingkat nasional. GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) dan TRIPs (Trade Related Intelectual Property Rights). pemanfaatan sumberdaya. penggunaan dan pengelolaan · Lingkungan fisik dimana sumberdaya biologi tersebut berada. Sektor privat/ swasta iv. Relevansinya dengan konvensi. Tipe pembagian keuntungan. Lembaga non profit (LSM) v. Prioritas Ekosistem. Undang Undang. hak atas kekayaan intelektual dan kemampuan industri. Pemerintah. keamanan hayati dan pengembangan industri. v.Pada tingkat nasional UndangUndang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Pertanian antara lain mengatur tentang pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah. yang terlibat baik sebagai penyedia (provider) maupun pengguna antara lain: i. Selain itu apabila belum ada perlu dibuat peraturan mengenai hak milik dan kepemilikan atas tanah. regional ataukah lokal. regional dan lokal ii. keanekaragaman hayati berkaitan dengan aktivitas dan penyusunan skema pembagian keuntungan. termasuk ancaman. spesies dan sumberdaya genetik c.

2. motivasi utama dapat merujuk pada salah satu tujuan konvensi keanekaragaman hayati (CBD). Tujuan Penyusunan Skema Pembagian Keuntungan Pemaparan alasan dan tujuan untuk berbagai pihak untuk dimasukkan dalam penyusunan pembagian keuntungan. Kontribusi dapat mencakup: · Bantuan reset · Sampel/akses sumberdaya genetik tanaman/hewan/mikroba · Informasi/pengetahuan tentang ekosistem/sumberdaya genetik · Kesehatan dan kesejahteraan · Uang. dan teknik (temasuk pertukaran informasi) · Peningkatan pemahaman dan kesadaran · Akses terhadap riset dan training · Kerjasama ilmiah dan teknis · Komersialisasi atau perdagangan · Perlindungan lingkungan hidup b. Isi dan Implementasi Penyusunan Pembagian Keuntungan.2. meliputi: a. termasuk · Keuntungan langsung/tidak langsung · Jangka pendek/panjang . antara lain: · Financial · Akses terhadap sumberdaya genetik (termasuk system proteksi dan hak kepemilikan) · Akses kepada ilmu pengetahuan. termasuk bagaimana keuntungan diidentifikasikan dan dinilai (indikator dan proses).1. Dipaparkan aktivitas yang relevan terhadap implementasi dari penyusunan pembagian keuntungan a. hak dan kewajiban dari setiap stakeholder (penyedia dan pengguna). Perbedaan pembagian keuntungan dari tiap-tiap pihak (stakeholder) diturunkan dari penyusunan tersebut. perdagangan dan perlindungan lingkungan hidup. Perbedaan input. Jika memungkinkan. C.2. kontribusi.pasar dan pekerjaan · Suplai pangan · Perlindungan lingkungan b. Apakah penyusunan pembagian keuntungan mempunyai kontribusi pada tujuan jangka panjang seperti: perkembangan social dan ekonomi.. yaitu konservasi. seperti keputusan dan rekomendasi. keamanan pangan. inovasi.modal. aksi dan tanggungjawab. keamanan dan kesejahteraan.komunitas tersebut bukan yang termasuk pihak utama yang disebutkan diatas sebagai stakeholder dalam pembagian keuntungan). C. pemanfaatan berkelanjutan dan persamaan. c. nasional atau lokal harus dideskripsikan juga. Tujuan/motivasi utama. atau kewajiban khusus kkh. · Kerangka kerja regional.

termasuk pengetahuan tradisional dan hak atas kesetaraan pembagian keuntungan dan dalam pembuatan keputusan di tingkat nasional tentang sumberdaya genetik tanaman. Hal ini tercapai dengan cara menggabungkan dan mendiseminasikan informasi sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian. jejaring global koresponden negara yang ditunjuk oleh pemerintah dan dokumen repositori. Semua pihak akan mendapatkan keuntungan dari Traktat Internasional dengan berbagai jalan. D. Ini adalah dasar dari perlindungan terhadap hak-hak petani. Perlindungan Hak-hak Petani Traktat mengakui kontribusi yang luar biasa dari petani dan komunitasnya yang telah melakukan konservasi terus menerus dan mengembangkan sumberdaya genetik tanaman. proses).3. yang terjamin akses terhadap keanekaragaman genetik untuk perkembangan pertanian · Lingkungan dan generasi masa depan. perlu untuk menghadapi perubahan lingkungan yang tak terduga dan kebutuhan manusia di masa depan. melalui hakhak petani · Konsumen. mekanisme pembagian keuntungan C. Termasuk di dalamnya database informasi sumberdaya genetik nasional. Hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mengimplementasikan hak-hak tersebut.· Moneter/non-moneter · Individual/publik c.2. ekonomis atau kultural) b. dampak apa yang mungkin muncul dari kegiatan (actual atau potensial) terhadap konservasi keanekaragaman hayati: · terhadap keanekaragaman genetik dan spesies · ekosistem secara umum · spesies paling penting/utama (indicator. yang . · Petani dan komunitasnya. karena traktat akan membantu pemeliharaan keanekaragaman genetik. Informasi Dunia dan Sistem Peringatan Dini Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan dan Pertanian (WIEWS) Informasi dunia dan sistem peringatan dini sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian telah dibentuk oleh FAO sebagai mekanisme dinamis yang mendunia untuk mengembangkan pertukaran informasi diantara negaranegara anggota. melalui akses kepada sumberdaya genetik tanaman sangat krusial untuk penelitian dan pemuliaan tanaman. dan melalui fungsinya sebagai instrumen untuk melakukan kajian secara periodik terhadap status sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian. Sistem Informasi Benih adalah alat penunjang pertukaran benih. · Pusat Penelitian Pertanian Internasional (IARC). Bagaimana dampak tersebut diidentifikasikan dan dikaji (indikator. karena keanekaragaman pangan dan produk pertanian yang lebih besar dan meningkatnya keamanan pangan · Komunitas ilmiah. E. keamanan koleksi Traktat terjamin dan · Sektor publik dan swasta. Dampak terhadap Konservasi a.

Mekanisme Monitoring SDGPP Sebagaimana dijelaskan dalam Global Plan Action (GPA). Sistem ini harus dapat menjawab kebutuhan tersebut. dipantau (dimonitor). diulas dan diperbaiki oleh Komisi Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan dan Pertanian. Format penilaian erosi genetik ini meliputi: koleksi eks-situ. program FAO terhadap perkembangan sistem informasi dini adalah merancang metodologi penilaian erosi genetik baik di dalam koleksi eks-situ maupun pada habitat alaminya. G. Beberapa keprihatinan yang timbul antara lain adalah: . pemanfaatan dan pemeliharaan sumberdaya genetik tanaman. Kenya). bahwa tujuan jangka panjang dari sistem peringatan dini bagi kehilangan (erosi) SDGPP adalah ‘mengumpulkan informasi untuk dapat memungkinkan tindakan perbaikan atau pencegahan’. berlangsung di Nairobi. Pelaporan kondisi (status) sumberdaya genetik dunia dipersiapkan melalui proses partisipasi aktif negara-negara anggota. Untuk kepentingan tersebut. Kegiatan ini adalah rencana yang terus berjalan. Mekanisme networking ini berdasarkan pada perkembangan dan sistem peringatan dini yang sesuai.sekarang digabungkan kedalam Informasi Dunia dan Sistem Peringatan Dini Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan dan Pertanian (WIEWS). tanaman liar dan varitas lokal. melalui koresponden network . dan tingkat kapasitas lokal dan global untuk manajemen in-situ dan eks-situ. yang merupakan bagian dari Sistem Global yang disetujui oleh 150 negara anggota melalui Deklarasi Leipzig. Perdebatan sengit tentang keamanan produk-produk bioteknologi telah bergulir hingga sekarang baik tingkat Internasional dan nasional. Dampak Produk Bioteknologi terhadap Kesehatan dan Lingkungan Hayati Kemungkinan dampak negatif produkproduk bioteknologi dan produk-produk olahan lanjut yang berasal dari organisme transgenik telah banyak dibahas ditingkat internasional antara lain pada pertemuanpertemuan antar negara anggota CBD dalam forum konferensi antar pihak (Conference of The Parties) dan forum intenasional Open-ended Ad Hoc Working Group on Biosafety (panitia yang dibentuk oleh CBD/Cop. Rencana Aksi Global (Global Plan Action) merupakan seperangkat kegiatan yang meliputi pembangunan kapasitas. dan pengesahan suatu protokol pengamanan hayati (Cartagena Protocol) yang harus dipatuhi oleh semua negara anggota CBD termasuk Indonesia. Kondisi tersebut didasarkan pada penilaian keanekaragaman sumberdaya genetik tanaman. untuk melihat dinamikanya di dalam ekosistem. Sedangkan mekanisme monitoring SDGPP di lapangan secara teknis dilakukan taging atau pelacakan melalui penanda pada tiap individu dalam populasi suatu spesies. Juni 1996. Sehingga teknik monitoring yang tepat untuk mekanisme sistem peringatan dini dapat diambil. F. konservasi in-situ dan eks-situ sumberdaya genetik tanaman.

kemungkinan terjadinya gangguan ekosistem oleh tanaman transgenik penghasil toksin Bt (Bacillus thuringensis) ke serangga non-target 8. Dampak Produk Bioteknologi Terhadap Pertanian Tradisional Penggunaan produk-produk bioteknologi terutama tanaman transgenik dengan ciriciri agronomik ( tahan terhadap hama. Terjadinya kontaminasi. waktu simpan. infeksi dan mutasi dari strain-strain yang digunakan dalam proses 6. Kemungkinan terjadinya gen escape ke organisme non-target yang sekerabat melalui pollen baik secara vertikal maupun horisontal 7. Timbulnya antibiotika resistensi terhadap 4.1. apabila gen virus digunakan sebagai insert pada tanaman transgenik H. Penggunaan tanaman dengan kualitas produk pertanian lebih baik (kandungan protein. Patogenesitas : potensi kemampuan PRG (Produk Rekayasa Genetika) untuk menimbulkan penyakit pada manusia. KESIMPULAN Keanekaragaman sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian merupakan bagian dari megabiodiversity yang dimiliki Indonesia. herbisida. penyakit dsb) akan meningkatkan hasil panen dan dengan sendirinya akan cepat terserap oleh petani. 2000).hewan/ternak dan tanaman 2. Masalah pembuangan (disposal) biomassa mikroorganisme yang digunakan untuk proses pemurnian produk bioteknologi 5. yang pemanfaatan dan pelestariannya harus dapat dijaga keberlanjutannya. Hal ini pasti akan terulang dan erosi genetik pasti akan berlanjut. Kemungkinan terjadinya transencapsulasi antar virus. Dampak lain yang mungkin terjadi adalah hilangnya pengetahuan tradisional dan kemungkinan petani menjadi lebih ’malas’ dan akan sangat tergantung oleh produk-produk bioteknologi yang baru. Toksisitas dan alergen produk PRG 3. Traktat Internasional Sumberdaya genetik tanaman pangan dan pertanian merupakan perangkat internasional yang mewadahi satu keinginan bersama untuk dapat menjaga pemanfaatan sumberdaya dan pembagian keuntungan secara adil dan merata dan melestarikannya bagi . ragam warna dsb) juga akan menarik perhatian petani untuk memanfaatkan tanaman transgenik. kemungkinan terjadinya gangguan ekosistem oleh hewan transgenik karena melebarnya daerah jelajah (Lebih tahan terhadap perubahan lingkungan) 9. Dapat pula terjadi pengangguran yang lebih besar dengan berkurangnya kebutuhan tenaga manusia karena sifatsifat agronomik yang dimiliki tanaman transgenik (Hartiko. Dari engalaman revolusi hijau dengan daya hasil yang sangat meningkat didapatkan dampak terjadinya erosi genetik karena tanaman yang biasa digunakan (tradisional crop variety) akan digantikan dengan varietas tanaman baru dan melupakan/menelantarkan varietas lama.

sehingga perlu kehati-hatian dalam menangani produk rekayasa genetika (PRG) agar diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dan meminimalkan dampak negatifnya. Peran Bioteknologi dalam pertanian demikian luas dan cepat.generasi masa depan dan kelanjutan pertanian dan keamanan pangan. SUMBER 2 SUMBER 3 .