P. 1
makalah anestesi

makalah anestesi

|Views: 1,178|Likes:
Published by anita_permana5883

More info:

Published by: anita_permana5883 on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2014

pdf

text

original

Ventilator mekanik ialah alat yang menghasilkan tekanan positif secara ritmik
untuk mengembangkan paru selama ventilasi artificial. Fungsi ventilator umumnya sebagai
berikut:
1.Mengembangkan paru selama inspirasi
2.Dapat mengatur waktu, dari inspirasi ke ekspirasi
3.Mencegah paru untuk menguncup sewaktu ekspirasi
4.Dapat mengatur waktu fase ekspirasi ke fase inspirasi

Fase Inspirasi

32

Rumus untuk menentukan aliran udara ke paru dan volume inspirasi jika gas dialirkan

ke jalan napas atas:

Aliran : perbedaan tekanan (pressure gradient) jalan napas-alveolar
Resistensi jalan napas
Volum: kenaikan tekanan dalam alveolar x komplien

Fase Perubahan Inspirasi ke Ekspirasi
Terdapat 4 jenis Fase perubahan inspirasi ke ekspirasi:

1.Putaran volum

perubahan terjadi setelah ventilator mengirimkan volum yang telah ditentukan. Jika
ada kebocoran volum berubah.

2.Putaran waktu

Perubahan terjadi setelah tercapainya waktu inspirasi yang sebelumnya telah
ditentukan.
3.Putaran tekanan

Perubahan terjadi setelah tercapainya tekanan inspirasi dalam jalan napas atas yang
sebelumnya telah ditentukan.

4.Putaran aliran

Perubahan terjadi setelah aliran inspirasi menurun sesuai yang telah ditentukan
sebelumnya.

Fase Ekspirasi
Selama ekspirasi, paru dibiarkan menguncup sendiri sampai tercapai tekanan 1 atmosfir
atau setelah tercapai tekanan akhir ekspirasi positif.

Periksa Ventilator
Sebelum VM digunakan harus diperiksa hal-hal seperti dibawah ini:
1.Gunakan kantong cadang (reservoir bag) sebagai model paru untuk memeriksa
apakah VM bekerja baik.
2.Alirkan oksigen sekitar 200-300 ml/menit
3.Tentukan volum tidal, frekuensi laju napas, rasio inspirasi-ekspirasi sesuai

33

kebutuhan pasien.
4.Isi balon dengan oksigen secara mendadak (Oxygen Flush)
5.Awasi pengembangan kantong cadang sewaktu inspirasi.
6.Periksa semua alat monitor VM apakah bekerja normal. Misalnya tekanan
inspirasi puncak sekitar 20-30 cm H2O pada kantong cadang, apakah ada
kebocoran.

Pada paru normal ventilasi efektif dianjurkan menggunakan patokan sebagai berikut:
1.Volum tidal 10-12 cc/kgBB
2.Laju napas 10-12 cc/kgBB
3.Rasio inspirasi:ekspirasi=1:2
4.Aliran inspirasi lambat. Tekanan tidak boleh >35 cmH2O (barotraumas paru)
5.Jika mungkin disediakan kapnografi untuk menyesuaikan:
a.

Besarnya aliran gas segar.

b.

Besarnya volum tidal.

c.

Frekuensi laju napas.

d.

Menjaga supaya ‘end tidal’ CO2 antara 35-45 mmHg.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->