LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISA BOD (Biochemical Oxygen Demand)
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum Pengolahan Limbah Industri

Dosen Pembimbing : Ir. Endang Kusumawati, MT Disusun Oleh : Muhamad Aliyudin M Muhammad Iqbal Alkindi Nurul Aini Kesuma W Nurul Anisa Hakim Raihan Khairan 101411044 101411046 101411047 101411048 101411049

Kelompok : III (Tiga) Kelas : 3 B Tanggal praktikum : 26 September 2012

Tanggal pengumpulan : 8 Oktober 2012

D3-TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

Dengan mengetahui nilai BOD suatu limbah cair. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya industry yang memproduksi berbagai jenis kebutuhan manusia seperti industri kertas. hal ini harus ditanggulangi (dicegah) dengan mengolah limbah yang dikeluarkan agar sesuai dengan baku mutu. maka semakin banyak pula hasil samping yang diproduksi sebagai limbah.BAB 1 PENDAHULUAN 1.2. Tujuan Percobaan ini memiliki tujuan untuk mengukur banyaknya oksigen sejumlah sampel tertentu. minyak sawit. maka dapat diketahui limbah tersebut dapat berpotensi tercemari sungai atau tidak. Jika terjadinya pencemaran. . Pada umumnya. dan sebagainya. Latar Belakang Perkembangan industry di Indonesia pada saar ini cukup pesat. gula. Dengan demikian limbah cair yang dikeluarkan harus memiliki baku mutu untuk mencegah pencemaran. Salah satu parameter yang sering digunakan sebagai tolak ukur tercemarnya suatu sungai adalah BOD (Biochemical Oxygen Demand). tekstil.1. 1. Seiring dengan perkembangan tersebut. dan sebagainya yang mengandung nilai BOD tinggi jika dibandingkan dengan industri kimia. sebelum ataupun sesudah diinkubasi pada temperature 20oC selama 5 hari. terutama limbah cair yang dapat mencemari sistem perairan seperti sungai. kecap. limbah industri makanan seperti tahu. makanan. Banyaknya limbah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran.

kemudian mengukur kandungan oksigen terlarut pada sampel yang telah diinkubasi selama 5 hari pada kondisi gelap dan suhu tetap (20oC) yang sering disebut dengan DO5. Selisih DO0 dan DO5 (DO0 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA BOD atau Biochemical Oxygen Demand atau kebutuhan oksigen biologis merupakan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme untuk menguraikan zat organik yang terdapat dalam air limbah. Pengenceran yang bervariasi lebih memungkinkan terhindar dari kegagalan penetapan Gangguan yang umumnya terdapat pada analisa BOD adalah : 1. Prinsip pengukuran BOD pada dasarnya cukup sederhana. nilai BOD berkisar sampai 10 ppm. gerakan air dan kadar oksigen. Pada air sungai yang bersih. Nilai BOD dipengaruhi oleh suhu. iodometri). Perkirakan kebutuhan oksigen untuk mendapatkan pengenceran yang mendekati. matahari. cahaya. pertumbuhan biologik. makin tinggi BOD-nya. Proses nitrifikasi dapat mulai terjadi di dalam botol BOD setelah 2-10 hari 2NH4 + 3O2 → 2NO2. Untuk mempermudah penetapan BOD atau terhindar dari pengulangan yang akan memerlukan waktu lama maka dilakukan langkah-langkah di bawah ini : 1. perlu dilakukan penentuan angka KMnO4 terhadap sampel 2. Pengukuran oksigen dapat dilakukan secara analitik dengan cara titrasi (metode Winkler. BOD merupakan suatu parameter yang sering digunakan untuk menentukan karakteristik zat polutan dalam limbah cair yang dapat digunakan untuk mengetahui derajat pencemaran air limbah domenstik maupun industri. Makin banyak zat organik. Jika nilai BOD lebih besar dari 10 ppm maka dianggap telah terkontaminasi. yaitu mengukur kandungan oksigen terlarut awal (DO0) dari sampel segera setelah pengambilan contoh.DO5) merupakan nilai BOD yang dinyatakan dalam miligram oksigen per liter (mg/L).+ 4H+ + 2H2O 2NO2.+ O2 → 2NO3 .

Oleh karena itu uji BOD ini tidak dapat digunakan untuk mengukur jumlah bahan-bahan organik yang sebenarnya terdapat di dalam air. 5. 3. Beberapa zat organik maupun anorganik dapat bersifat racun misalnya sianida. Sehingga sebaiknya setiap botol BOD ditambah dengan nutrient secukupnya. Zat beracun dapat memeperlambat pertumbuhan bakteri (memperlambat reaksi BOD) bahkan membunuh organisme tersebut. apabila suatu badan air dicemari oleh zat oragnik. tetapi untuk prasktisnya . Kemasukan/keluarnya oksigen dari botol selama inkubasi harus dicegah. bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi tersebut yang bisa mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam air dan dapat menimbulkan bau busuk pada air tersebut. Dengan ditutup hati-hati (di atas tutup botol bisa diberi air/waterseal). 4. maka semakin banyak pula kandungan bahan-bahan organik di dalamnya. Biological Oxygen Demand menunjukkan jumlah oksigen dalam satuan ppm yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk memecahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air. Karena benih dari bermacam-macam bakteri dapat berkurang jumlahnya/kurang cocok bagi air buangan maka pembenihan harus dilakukan dengan baik. Berkurangnya oksigen selama biooksidasi ini sebenarnya selain digunakan untuk oksidasi bahan organik. Semakin banyak oksigen yang dikonsumsi. Seringkali nitrifikais tidak terjadi karena suhu 10 o C atau karena air sungai yang tercemar telah sampai ke muara sehingga nitrifikasi pada botol BOD tidak berlaku. sehingga harus dikurangi sampai batas yang diinginkan. juga digunakan dalam proses sintesa sel serta oksidasi sel dari mikroorganisme. tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah konsumsi oksigen yang digunakan untuk mengoksidasi bahan organik tersebut. dan sebagainya. tembaga. 2. Nutrien merupakan salah satu syarat bagi kehidupan bakteri. Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah.Nitrifikasi perlu oksigen. Oksigen yang dikonsumsi dalam uji BOD dapat diketahui dengan menginkubasikan contoh air pada suhu 20oC selama lima hari. Untuk memecahkan bahan-bahan organik tersebut secara sempurna pada suhu 20oC sebenarnya dibutuhkan waktu lebih dari 20 hari. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri.

0 13.diambil waktu lima hari sebagai standar.0 12.5 2. Pada Tabel dapat dilihat waktu yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik di dalam air. FeCl3. Inkubasi selama lima hari tersebut hanya dapat mengukur kira-kira 68 persen dari total BOD.0 11 21 30 37 44 50 60 68 80 75 8.0 6. adalah penetapan BOD yang dilakukan dengan cara mengukur berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam sampel yang disimpan dalam botol tertutup rapat.5 1. dalam penetapan kadar oksigen terlarut digunakan pereaksi MnSO4.0 20. H2SO4.0 16.0 1. Terdapat pembatasan BOD yang penting sebagai petunjuk dari pencemaran organik. Sampel dititrasi dengan natrium thiosulfat memakai indikator amilum. diinkubasi selama 5 hari pada temperatur kamar.5 3.0 7. Apabila ion logam yang beracun terdapat dalam sampel maka aktivitas bakteri akan terhambat sehingga nilai BOD menjadi lebih rendah dari yang semestinya.0 9. Pengujian BOD menggunakan metode Winkler-Alkali iodida azida.0 2.0 84 87 90 92 94 95 96 97 98 99 Tabel : Waktu yang dibutuhkan untuk mengoksdasi bahan – bahan organik pada suhu 200 oC (sumber : Standard Methods for Examination of Water and Waste Water) Penentuan BOD merupakan suatu prosedur bioassay yang menyangkut pengukuran banyaknya oksigen yang digunakan oleh organisme selama organisme . Kemudian dilanjutkan dengan metode Alkali iodida azida yaitu dengan cara titrasi.0 11. dalam metode Winkler digunakan larutan pengencer MgSO4.0 18. dan alkali iodida azida.0 5.0 10.0 14. CaCl2 dan buffer fosfat. Waktu (hari) Bahan Organik Teroksidasi (%) Waktu (hari) Bahan Organik Teroksidasi (%) 0.0 4.

waktu yang diperlukan untuk proses oksidasi yang sempurna sehingga bahan organik terurai menjadi CO2 dan H2O adalah tidak terbatas. contoh yang diperiksa harus bebas dari udara luar untuk rnencegah kontaminasi dari oksigen yang ada di udara bebas.+ 2H+ + 2H2O 2NO3- . Nilai BOD 5 hari merupakan bagian dari total BOD dan nilai BOD 5 hari merupakan 70 . ammonia sebagai hasil sampingan ini dapat dioksidasi menjadi nitrit dan nitrat. Reaksi oksidasi selama pemeriksaan BOD merupakan hasil dari aktifitas biologis dengan kecepatan reaksi yang berlangsung sangat dipengaruhi oleh jumlah populasi dan suhu. suhu harus diusahakan konstan pada 20°C yang merupakan suhu yang umum di alam. Secara teoritis. Penguraian bahan organik secara biologis di alam.tersebut menguraikan bahan organik yang ada dalam suatu perairan. Penentuan waktu inkubasi adalah 5 hari. pada kondisi yang hampir sama dengan kondisi yang ada di alam. Reaksi kimia yang dapat terjadi adalah : 2NH3 + 3O2 2NO2 + O2 2NO2. Konsentrasi air buangan/sampel tersebut juga harus berada pada suatu tingkat pencemaran tertentu. Dalam prakteknya di laboratoriurn. sehingga dapat mempengaruhi hasil penentuan BOD. Hal ini penting diperhatikan mengingat kelarutan oksigen dalam air terbatas dan hanya berkisar ± 9 ppm pads suhu 20°C. melibatkan bermacam-macam organisme dan menyangkut reaksi oksidasi dengan hasil akhir karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). hal ini untuk menjaga supaya oksigen terlarut selalu ada selama pemeriksaan.80% dari nilai BOD total. biasanya berlangsung selama 5 hari dengan anggapan bahwa selama waktu itu persentase reaksi cukup besar dari total BOD. dapat mengurangi kemungkinan hasil oksidasi ammonia (NH3) yang cukup tinggi. Pemeriksaan BOD tersebut dianggap sebagai suatu prosedur oksidasi dimana organisme hidup bertindak sebagai medium untuk menguraikan bahan organik menjadi CO2 dan H2O. Selama pemeriksaan BOD. Karenanya selama pemeriksaan BOD. Sebagaimana diketahui bahwa.

2 Penetapan Angka KMnO4 Pencampuran pada Gelas Erlenmeyer bebas reduktor 10 ml Sampel 90 ml aquadest 10 ml H2SO4 6N 10 menit ---------------- didihkan 10 ml KMn O4 0.01 N Campuran larutan yang telah dididihkan 10 ml H2C2O4 0.01 N Panaskan - ---------.10 menit Buang Cairan.01 N Titrasi dengan KMnO4 0.1 Pembebasan Reduktor Dari Labu Erlenmeyer Pencampuran pada Gelas Erlenmeyer 250 ml 100 ml air keran 5ml H2SO4 6N 3 butir batu didih beberapa ml KMnO4 0.01 N Catat Volume KMnO4 0. setelah warna KmnO4 tidak hilang 3.01 N .BAB III METODOLOGI 3.

0 ml larutan MgSO4 3.3.4 Pembuatan Pengencer Pencampuran 3.3 Penetapan Faktor Ketelitian KMnO4 Larutan bekas titrasi 10 ml H2C2O4 0.buffer fosfat 3.01 N Larutan KMnO4 Titrasi Catat Volume yang digunakan 3.0 ml lar.0 ml lar. CaCl2 3000 ml aquadest 3.0 ml bibit mikroba 30 menit ------------------------ Aerasi Bila didapat KMnO4 sebesar 100mg/L untuk air limbah domestik pada umumnya dapat dilakukan tiga pengenceran dengan: P1 = 100/3 = 35 artinya 1 bagian sampel + 34 bagian pengenceran (20 bagian sampel + 680 bagian pengenceran) P2 = 100/5 = 20 artinya 1 bagian sampel + 19 bagian pengenceran (35 bagian sampel + 665 bagian pengenceran) P1 = 100/7 = 15 artinya 1 bagian sampel + 14 bagian pengenceran (47 bagian sampel + 653 bagian pengenceran) .

t = 5 hari .- P1 Pencampuran 20 ml sampel 680 ml pengencer Botol 1 Botol 2 Tetapkan O2 terlarut Inkubasi -----.T = 20oC .

perhatikan endapan.3. Tiosulfat 1/80 N Beberapa tetes larutan kanji Hasil Titrasi Hasil Titrasi Beberapa tetes larutan Kanji Titrasi (warna biru hilang) Titrasi (warna biru hilang) Catat Volume Tiosulfat Catat Volume Tiosulfat . 1ml H2SO4 pekat Cairan di botol. pengocokan Cairan di Erlenmeyer. pengocokan Diamkan.5 Penetapan Oksigen Terlarut Berdasarkan Metode Winkler Botol berisi sampel 1 ml MnSO4 1ml larutan pereaksi O2 Botol ditutup. pengocokan 1ml H2SO4 pekat Titrasi (warna kuning jerami) Titrasi (warna kuning jerami) Lar.

1 Penetapan Angka KMnO4  Perhitungan Angka KMnO4 mL KMnO4 yang dibutuhkan 4.1 PENGOLAHAN DATA 4.3 – 10.0} 0.0} 0.5) 7.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.5 mL Penetapan Faktor Ketelitian KMnO4 = 349.0 + 6.2 Faktor ketelitian (f) = 7.01 x 31.3 ml 4.022 mg/L Maka digunakan P1 = = 116.01 x 31.0 + a) f – 10.1.1.6 x {(10. 12 mL sampel dicampur 1388 mL pengencer.022 mg/L  Pengenceran Angka KMnO4 diperoleh = 349.3 Angka KMnO4 Angka KMnO4 = = x {(10.34 Dibuat volume 1400 mL.6 (a) = 6.  Penetapan Oksigen Terlarut Metoda Winkler mg/L O2 = volume botol = 350 ml .

1.0 mg/L O2 7.839 mg/L O2(B) mg/L O2 = - Botol BOD0-2 = = 7.758 mg/L O2(D) mg/L O2 = .4 Perhitungan DO Botol BOD0-1 = = 7.5 27.mL thiosulfat Botol BOD0-1 Botol BOD7-1 Botol BOD0-2 Botol BOD7-2 Blanko hari ke-0 Blanko hari ke-7 26 23.1 25.8 26.327 7.758 4.3 24.471 6.557 mg/L O2(Y) mg/L O2 = - Botol BOD7-2 = = 6.925 7.925 mg/L O2(Z) mg/L O2 = - Blanko hari ke-0 = = 7.471 mg/L O2 (A) mg/L O2 = - Botol BOD7-1 = = 6.327mg/L O2(C) mg/L O2 = - Blanko hari ke-7 = = 7.557 6.839 7.

D) = 116.34 ( 7.34 ( 7.925) – (7.758) = 73.5 Perhitungan BOD BOD(1) = P (A – B) – (C .471 – 6.327 – 7.758) = 73.557 – 6.327 – 7.957 mg/l .839) – (7.4.1.D) = 116.957 mg/l BOD(2) = P (Y – Z) – (C .

Sedangkan penentuan nilai DO7 dilakukan setelah sampel diinkubasi selama tujuh hari. Pengambilan waktu selama tujuh hari ini juga memungkinkan mengurangi kemungkinan hasil oksidasi ammonia yang cukup tinggi. karena jika konsentrasi terlalu tinggi dapat terjadinya ketidakstabilan kelarutan oksigen dalam sampel. dengan menitrasinya dengan larutan Thiosulfat 1/80 N. Setelah dimasukkan ke dalam botol BOD. Kelarutan oksigen dalam air terbatas dan hanya berkisar +9 ppm pada suhu 20oC. Nilai BOD ini menunjukkan banyaknya oksigen yang diperlukan oleh organisme pada saat pemecahan bahan organik pada kondisi aerobik. sebab oksigen memiliki keterbatasan kelarutan dalam air. Dari hasil titrasi tersebut.2 PEMBAHASAN Oleh Muhamad Aliyudin M (101411044) Pada praktikum ini dilakukan untuk mengetahui nilai kebutuhan oksigen biologi (BOD) pada larutan sampel. yang dapat teroksidasi menjadi nitrit dan nitrat. DOo diperoleh dari hasil titrasi pada saat pembuatan sampel selesai. Hasil ini . Tujuan dari pengenceran ini adalah menjaga kondisi oksigen tetap terpenuhi dalam sampel. sehingga dapat mempengaruhi nilai BOD. diperolehniali DO denganhasil yang menunjukan perbedaan akibat waktu dan konsentrasinya. Kondisi aerobik atau dengan adanya penambahan oksigen dilakukan untuk memberikan sumber kehidupan bagi mikroorganisme yang membutuhkan proses oksidasi sehingga menjadi sumber energi saat memecah bahan organik sebagai sumber makanan. kemudian dilakukan penetapan nilai DO0 dan DO7. Kadar BOD pada sampel tersebut perlu untuk diketahui karena nilai BOD digunakan sebagai parameter untuk mengetahui tingkat pencemaran air sebelum dibuang ke lingkungan. sampel tersebut diencerkan. Dari data pengamatan diperoleh bahwa nilai oksigen terlarut setelah tujuh hari lebih kecil dibandingkan dengan nilai oksigen terlarut pada awal pembuatan sampel. Metoda ini merupakan metoda titrasi yang menggunakan prinsip iodometri. Pada praktikum ini dilakukan pengukuran terhadap BOD setelah tujuh hari setelah inkubasi pada suhu 20oC selama tujuh hari. dengan anggapan bahwa waktu selama itu presentasi reaksi cukup besar dari total BOD (70-80% dari nilai BOD total). Dengan menggunakan metoda ini. Pengukuran nilai BOD yang dilakukan ini menggunakan metoda Winkler.4.

Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan bahan organik pada sampel cukup rendah dengan diketahui kebutuhan oksigen untuk menguraikan bahan organik tersebut ada di bawah nilai baku mutu BOD maksimal yaitu sekitar 150 mg/l. . Hasil diperoleh bahwa nilai BOD rata-rata dari kedua sampel yang diuji adalah 73.menunjukkan terdapat penurunan nilai oksigen yang menunjukkan penggunaan oksigen oleh mikroorganisme (aerobik) untuk menguraikan bahan-bahan organik dari sampel pabrik tekstil tersebut.957mg/l.

Langkah awal yang dilakukan adalah pembebasan reduktor dari labu erlenmeyer. Setelah pembebasan reduktor dalam erlenmeyer selanjutnya dilakukan penentuan angka KMnO4 yang bertujuan sebagai perkiraan kebutuhan oksigen untuk mendapatkan pengenceran yang mendekati nilai yang dibutuhkan. kemudian penambahan H2SO4 berfungsi sebagai pembentuk suasana asam. Pengambilan data pada sampel di hari ke-7 dianggap representatif karena pada hari ke 5-8 nilai BOD telah mencapai 70-80% dari nilai BOD total. sehingga pengencer yang ditambahkan sebanyak 1388 mL dan sampel sebanyak 12 mL (total volume 1400 mL). dimana parameter BOD menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisma untuk mendegradasi senyawa organik. hal ini dilakukan karena dapat berpengaruh pada hasil analisis pada penentuan angka KMnO4.Oleh Nurul Aini Kesuma Wardhani (101411047) Pada percobaan yang dilakukan praktikan adalah untuk mengetahui nilai BOD dari suatu sampel. tujuan penambahan asam oksalat adalah untuk mereduksi kelebihan KMnO4.3 mL. Selanjutnya adalah penetapan kadar oksigen terlarut pada sampel awal yang dinyatakan dalam DO0 dan hasilnya akan dibandingkan dengan sampel yang diinkubasi selama 7 hari atau dinyatakan dengan DO7 sehingga dapat diketahui nilai BOD dalam sampel. Dalam pembebasan reduktor dalam labu erlenmeyer digunakan air kran yang berfungsi sebagai pelarut bagi pengotor lainnya. dan MgSO4 sebagai nutrisi/substart yang bertujuan untuk mengaktifasi mikroorganisma sehingga dapat hidup sampai hari ke-7 dan suplai oksigen bagi mikroorganisma tersebut (bersifat aerobik) didapat dari proses aerasi. Berdasarkan percobaan yang dilakukan didapatkan angka KMnO4 adalah sebesar 316. karena dalam suasana asam ion mangan dalam larutan akan mempercepat reaksi reduksi yang ketika bereaksi dengan KMnO4 akan membentuk oksidator kuat sehingga dapat bereaksi dengan reduktor dalam labu erlenmeyer dan labu dapat terbebas dari reduktor. Kemudian dilakukan penambahan asam oksalat. Pada penetapan oksigen terlarut dalam DO0 dengan menggunakan metoda Winkler proses analisis DO . Pada penetapan faktor ketelitian KMnO4 didapatkan nilai sebesar 7. FeCl3. Pengencer yang sudah ditambahkan bibit mikroorganisma kemudian ditambahkan larutan CaCl2. Zat organik yang terkandung di dalam sampel dioksidasi oleh KMnO4.

Setelah terbentuk endapan kemudian botol DO0 tersebut ditambahkan H2SO4 kemudian dititrasi menggunakan natrium tiosulfat (Na2S203) hingga warna larutan menjadi kuning jerami. dan dapat disimpulkan bahwa nilai BOD pada sampel tidak berlebih atau masih aman karena masih dibawah nilai baku mutu BOD maksimal yaitu sebesar 150 mg/l. Berdasarkan percobaan yang dilakukan didapatkan nilai BOD sebesar 73. . kemudian ditambahkan amilum hingga berwarna biru dan dititrasi kembali hingga warna biru hilang. Kebutuhan natrium tiosulfat kemudian digunakan untuk perhitungan kandungan oksigen dalam sampel sehingga nilai BOD-nya dapat diketahui.dilakukan dengan penambahan MnSO4 dan pereaksi O2 yang membentuk endapan MnO2.957 mg/l.

untuk mempermudah penetapan nilai BOD karena jika konsentrasi terlalu tinggi akan memerlukan waktu yang cukup lama. penambahan H2SO4 berfungsi untuk melarutkan endapan MnO2 dan membebaskan oksigen terlarut. sebelum sampel di inkubasi pada suhu 20 C. buffer fosfat sebagai penyangga pH agar pertumbuhan mikroba optimum. Pada percobaan dilakukan metoda Winkler.Oleh Nurul Anisa Hakim (101411048) Dalam percobaan BOD (kebutuhan oksigen biokimia) bertujuan untuk menentukan nilai BOD dari suatu sampel. nilai tersebut menunjukkan kandungan zat organik pada sampel karena nilai baku mutu BOD maksimal yaitu sekitar 150 mg/l. Larutan Na2S2O4 berfungsi sebagai penitran. sehingga pengencer yang ditambahkan sebanyak 1388 mL dan sampel sebanyak 12 mL (volume total 1400 mL). Penentuan amgka KMnO4 dalam sampel merupakan parameter untuk mengetahi nilai pengenceran dari sampel. Nilai DO0 dapat ditentukan pada saat awal. o .957mg/l. Pada penentuan nilai DO0 aatu DO7. sedangkan nilai DO7 ditentukan setelah tujuh hari inkubasi pada suhu 20 oC. Pada BOD7 diasumsikan bahwa niali tersebut merupakan niali BOD total atau 70-80% mewakili nilai BOD total. dan MgSO4 sebagai sumber mineral pada bibit mikroba yang digunakan. dan fungsi aerasi selama 30 menit adalah untuk memberi oksigen pada mikroba aerobic agar bisa tumbuh secara optimum. sampel ditambahkan MnSO4 dan pereaksi O2 yang berfungsi untuk membentuk endapan MnO2. Pada metoda iodometri. Pada pengencer digunakan CaCl2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai BOD7 dari sampel adalah 73. pada percobaan diperoleh angka KMnO4 sebesar 316. FeCl3. dan indicator yang digunakan adalah larutan amilum dengan perubahan warna yang ditunjukkan adalah dari warna biru tua sampai warna biru hilang. Nilai BOD dalam sampel menjadi parameter pencemaran air.

. Helmi Mauluddin Alrasyid. Narke Lola. Politeknik Negeri Bandung Lirka. 2011. Fristy. Gilang Rifani. Laporan Pengolahan Limbah Industri “Analisa BOD”. Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan ChemicalOxygen Demand (COD). http://www. Jurusan Teknik Kimia.scribd.DAFTAR PUSTAKA Utami.com/doc/41015698/BOD-dan-COD#download (diakses pada 25 September 2012) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful