Dasar Teori Basis data adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam

suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Basis data didefinisikan hanya sekali dan digunakan secara bersamaan oleh banyak pengguna. Seluruh data saling berinteraksi sehingga jumlah duplikasi data dapat diminimalkan. Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut:

Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya data rental_motor terdiri dari nama-penyewa, id-penyewa, mobil, sewa, dll Rekaman merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari rekaman adalah baris atau tupel. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama.

Model Data Model data dapat dikelompokkan berdasarkan konsep pembuatan deskripsi struktur basis data, yaitu: a. Model data konsepsual (high level) menyajikan konsep tentang bagaiman user memandang atau memperlakukan data. Dalam model ini dikenalkan tiga konsep penyajian data yaitu:  Entity (entitas) merupakan penyajian obyek, kejadian atau konsep dunia nyata yan keberadaannya secara eksplisit didefinisikan dan disimpan dalam basis data, contohnya Mahasiswa, Matakuliah, Dosen, Nilai dan lain sebagainya.   Atribute (atribut) adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan karakteristik dari suatu entitas seperti NIM, Nama, Fakultas, Jurusan untuk entitas Mahasiswa. Relationship (hubungan) merupakan hubungan atau interaksi antara satu entitas dengan yang lainnya, misalnya entitas pelanggan berhubungan dengan entitas barang yang dibelinya.

CDM adalah model yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi byek-obyek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitasentitas itu. Biasanya CDM direpresentasikan dalam bentuk Entity Relationship Diagram. Manfaat Penggunaan CDM dalam perancangan database :   Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan atasanbatasan Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis.

b. Model data fiskal (low level) merupakan konsep bagaimana deskripsi detail data disimpan ke dalam komputer dengan menyajikan informasi tentang format rekaman, urutan rekaman, dan jalur pengaksesan data yang dapat membuat pemcarian rekaman data lebih efisien. c. Model data implementasi (representational) merupakan konsep deskripsi data disimpan dalam komputer dengan menyembunyikan sebagian detail deskripsi data sehingga para user mendapat gambaran global bagaimana data disimpan dalam komputer. Model ini merupakan konsep model data yang digunakan oleh model hirarki, jaringan dan relasional.

Model Entity-Relationship Model E-R diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976, walau model ini sudah ketinggalan jaman akan tetapi dalam penerapannya ER masih merupakan model yang efektif dalam upaya menggambarkan persepsi dari pemakai karena berisi objek-objek dasar yang disebut sebagai entitas dan hubungan antar entitas-entitas yang disebut relationship. Adapun model E-R dinotasikan sebagai berikut : Simbol Arti Uraian
Entitas/Entity adalah sesuatu yang dibedakan dalam dunia nyata, diman informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan. Entity set (Himpunan entitas) adalah kumpulan dari entity yang sejenis, berupa proyek, kendaraan, pegawai, konsumen, pemasok, penjualan dan lain sebagainya. Hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity. Relationship tidak

Entitas

Relationship

mempunyai keberadaan fisik kecuali yang diwarisi dari hubungan antara entity tersebut. Karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Nilai atribut (Attribute

Atribut

value) adalah suatu data aktual atau informasi tertentu yang disimpan pada tiap atribut di dalam suatu entitas atau relationship (Nonkey

attribute). Identifier (key) digunakan untuk menentukan suatu entity

secara

unik. Descriptor

(nonkey

attribute) digunakan

untuk

menspesifikasikan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik. Key Atribut Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.

(Atribut Kunci)

Cardinality Ratio Constraint

a. One-to-one Relation Derajat satu dan hanya satu pada kedua arah. Tipe ini jarang, dan mungkin benar-benar merupakan entity yang sama, atau attribute dari entity. One-to-one relation merupakan suatu
entity yang berada di himpunan A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entity pada himpunan B, dan entity pada himpunan B berhubungan dengan paling banyak satu entity di himpunan A, digambarkan sebagai :

b. Many-to-one Relation Derajat satu atau lebih pada satu arah dan derajat satu dan hanya satu pada arah lainnya. Tipe ini sangat umum. Many-to-one Relation merupakan suatu entity pada himpunan A dapat berhubungan dengan sejumlah entity pada himpunan B, tetapi entity yang berada pada himpunan B hanya dapat berhubungan dengan hanya satu entity dari himpunan A atau

sebaliknya. Digambarkan sebagai :

c. Many-to-many Relation

Derajat satu atau lebih pada kedua arah. Tipe ini sangat umum. Many-to-many Relation Yaitu suatu entity yang berada di himpunan A dapat berhubungan dengan banyak entity di himpunan B, dan sebaliknya. Digambarkan sebagai :

Notasi Bentuk Lain Bentuk lain dari Cardinality Ratio Constraint dapat ditunjukan dalam beberapa bentuk hubungan antar entitas ke entitas, entitas ke relationship, maupun sebaliknya yang digambarkan sebagai berikut : Simbol Uraian Simbol Uraian
Hubungan satu

Hubungan satu ke satu

(optional) Hubungan satu atau lebih Hubungan many Hubungan many (optional)

Normalisasi Proses normalisasi menyediakan cara sistematis untuk meminimalkan terjadinya kerangkapan data diantara relasi dalan perancangan logikal basis data. Format normalisasi terdiri dari lima bentuk, yaitu: a. Form Normal Pertama (1NF). Suatu tabel dikatakan sudah 1NF jika telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:   Tidak ada atribut mempunyai nilai berulang atau nilai array Tidak mempunyai baris yang rangkap

b. Form Normal Kedua (2NF). Relasi dapat dikatakan format normal kedua jika sudah dalam format normal pertama dan diikuti kondisi sebagai berikut:  Key terdiri dari atribut tunggal

Setiap atribut nonkey ketergantungan fungsional pada semua key atau tidak terjadinya ketergantungan pada key composite.

c. Form Normal Ketiga (3NF). Relasi dikatakan format normal ketiga jika sudah dalam format normal kedua dan tidak ada ketergantungan transitif diantara atribut. d. Form Normal Boyce-Codd (BCNF). BCNF menentukan setiap determinan adalah kunci kandidat (candidate key). e. Form Normal Keempat (4NF). Bentuk ini adalah bentuk normal ketiga atau BCNF dengan nilai atribut tidak tergantung pada nilai banyak (multivalue dependency). f. Form Normal Kelima (5NF). Konsep pada bentuk ini adalah ketergantungan pada gabungan beberapa atribut (join dependency).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful