Komunikasi Bergerak

BAB III
Dasar-Dasar
Komunikasi Seluler

Komunikasi Bergerak
1. Pendahuluan
Tujuan komunikasi selular :
Mekanisme:
a. Mengganti sel tunggal daya besar dari
suatu BS dengan sel jamak daya rendah
Menyediakan kapasitas sistem yang besar
dengan spektrum yang terbatas
b. Satu BS menggunakan sekumpulan kanal
yang berbeda dengan BS disampingnya
mengurangi pengaruh interferensi
karena sel tetangga

Komunikasi Bergerak
2. Frequency Reuse (1/10)
* Pemakaian sekumpulan kanal (frekwensi)
oleh suatu BS dapat dipakai oleh BS lain bila
jarak kedua BS tsb sejauh sedemikian sehing-
ga interferensi kedua BS kecil
* Bentuk sel yang digunakan:
* Daerah pelayanan pada selular dengan jang-
kauan yang kecil disebut sel
1. lingkaran
2. segi-empat
3. segi-tiga
memiliki beberapa
kekurangan

Komunikasi Bergerak
2. Frequency Reuse (2/10)
Gambar 2.1. Bentuk cakupan sel sistem selular
a. hexagonal b. persegi-empat c. segitiga

Komunikasi Bergerak
Gambar 2.2. Prinsip frequency reuse
pada selular
Sel dengan
label sama
menunjukkan
frekwensi
yang sama
2. Frequency Reuse (3/10)

Komunikasi Bergerak
* Bentuk sel hexagonal memiliki keuntungan
a. tidak adanya tumpang tindih daerah
pelayanan
b. BS yang diperlukan sedikit
c. mendekati coverage area dari antena
omni-directional sebuah BS
* Jarak minimum dari frequency reuse dipeng-
aruhi oleh
1. jumlah co-channel interference (CCI)
yang diperkenankan
2. bentuk geografis
3. antena dan daya BS

Komunikasi Bergerak
2. Frequency Reuse (5/10)
Gambar 2.3. Sistem koordinat hexagonal

Komunikasi Bergerak
* Jarak frequency reuse, D, dengan sel berbentuk
hexagonal
R N D 3 ·
R: jari-jari hexagonal
N: jumlah sel dalam 1 cluster atau cluster size
Gambar 2.4. Jarak frequency
reuse

Komunikasi Bergerak
* Pola pemakaian frequency reuse
2. Frequency Reuse (7/10)

Komunikasi Bergerak
Gambar 2.5. Pola pemakaian frequency reuse
a. N=4 b. N=7 c. N=12 d. N=19
2. Frequency Reuse (8/10)

Komunikasi Bergerak
* Bila jumlah kanal duplex S, jumlah kanal da-
lam satu sel k, jumlah sel N, maka
kN S ·
* Untuk jumlah cluster dalam sistem M, maka
kapasitas sistem C, adalah
MS MkN C · ·
* Bila N diperkecil, coverage area tetap maka
diperlukan banyak cluster berarti kapasitas
sistem meningkat
2. Frequency Reuse (9/10)

Komunikasi Bergerak

Nilai N ditentukan oleh jumlah CCI tanpa
mengurangi kualitas komunikasi
* Dalam desain dipilih nilai N yang kecil untuk
mencapai kapasitas sistem yang besar
* Frequency reuse factor sistem selular dinyata
kan sebagai 1/N
karena setiap sel hanya menggunakan
1/N kanal yang ada
* N besar jarak antara sel co-channel jauh, dan
N kecil jarak sel co-channel berdekatan
2. Frequency Reuse (10/10)

Komunikasi Bergerak
3. Interferensi dan Kapasitas Sistem (1/5)

Penyebab interferensi
1. MS lain dalam satu sel
2. Panggilan dalam proses dari sel sebelah
3. BS lain pada frekwensi yang sama
4. Peralatan lain dengan frekwensi sama

Pengaruh inferensi
1. Cross-talk pada kanal suara
2. Call-blocking pada kanal kontrol

Komunikasi Bergerak
3. Interferensi dan Kapasitas Sistem (2/5)

Co-channel interference (CCI)
- disebabkan oleh ko-kanal
- pembesaran daya pemancar tidak efektif
untuk menekan pengaruh CCI
- CCI ditekan dengan mengatur jarak sel
ko-kanal (D) dan jari-jari sel (R)
- Co-channel reuse (Q)
N
R
D
Q 3 · ·

Komunikasi Bergerak
3. Interferensi dan Kapasitas Sistem (3/5)
- Q besar, interferensi berkurang karena
D naik
- Q besar, kualitas transmisi naik karena
level interferensi berkurang
- Q kecil, kapasitas sistem bertambah
karena ukuran cluster menjadi kecil
- Signal-to-interference ratio (SIR) untuk
sistem dengan 7 sel
6
γ
Q
I
S
SIR · ·
γ: propagation path-loss slope
5 2 ≤ ≤ γ
γ
1
6
]
]
]

,
`

.
|
·
I
S
Q

Komunikasi Bergerak
3. Interferensi dan Kapasitas Sistem (4/5)
Gambar 2.6. Ilustrasi pengaruh sel interferensi

Komunikasi Bergerak
3. Interferensi dan Kapasitas Sistem (5/5)

Adjacent channel interference
- sumber interferensi dari kanal sebelah
- disebabkan oleh filterisasi yang kurang
sempurna
- interferensi sinyal dari sel dekat menggang
gu sinyal asli dari sel jauh
near-far effect
- diatasi dengan filterisasi dan channel
assignment yang baik (fixed atau dynamic
channel assignment)

Komunikasi Bergerak
4. Trunking dan Kualitas Pelayanan (1/2)

Konsep trunking, royongan kanal yang
tersedia oleh user yang besar

Alokasi kanal untuk user berdasar atas
kebutuhan user

Kanal tersedia, pelayanan dilakukan, kanal
sibuk pelayanan diblok/ditolak

Kualitas pelayanan (GOS) menyatakan
perbandingan jumlah user yang dilayani
terhadap seluruh panggilan

Komunikasi Bergerak
4. Trunking dan Kualitas Pelayanan (2/2)

Jenis trunking
1. Block call cleared
- bila kanal sibuk panggilan akan diblok
- diformulasikan dengan formula Erlang B
2. Block call delayed
- bila kanal sibuk, panggilan diantrikan
sebelum diblok
- diformulasikan dengan formula Erlang C

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (1/7)

Tujuan peningkatan kapasitas
- jumlah subsriber yang bertambah
- penitrasi pasar

Metode yang digunakan dalam peningkatan
kapasitas sistem selular
1. Pemecahan sel (cell splitting)
2. Pensektoran (sectoring)
3. Pendekatan zone (zone approach)

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (2/7)

Cell splitting
- membagi sel sibuk atas sel kecil dengan
daya dan ukuran antena yang lebih kecil
- meningkatkan kapasitas sistem dengan
meningkatkan jumlah pengulang-frekwensi
- pemecahan sel dibatasi
- makin kecil pemecahan sel, sistem makin
komplek

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (3/7)
Gambar 2.7. Cell splitting

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (4/7)

Pensektoran
- peningkatan kapasitas dengan mengurangi
sel interferensi dari sel ko-kanal
- dilakukan dengan antena omnidirectional
a. 120
o

sel interferensi hanya 2 buah
b. 60
o

sel interferensi menjadi 1
- keuntungan
kapasitas sistem meningkat karena S/I
meningkat

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (5/7)
Gambar 2.8. Pensektoran (a). 120
o
(b) 60
o

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (6/7)
-
kekurangan pensektoran
1. Jumlah antena bertambah (biaya lebih
mahal)
2. Efisiensi trunking berkurang, karena
daerah pelayanan berkurang
3. Kompleksitas sistem bertambah (hand-
off makin banyak)

Komunikasi Bergerak
5. Peningkatan Kapasitas (7/7)

Pemakaian mikro- dan piko-selular
- daerah urban
- jumlah sel bertambah, kapasitas
bertambah
- sistem menjadi lebih komplek
- daya rendah, jangkauan sempit
- interkoneksi dengan makro-selular

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.