You are on page 1of 55

II-1 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi”

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. SECARA UMUM 2.1.1. Pupuk Pupuk merupakan suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Klasifikasi pupuk : a. Berdasarkan asalnya : 1) Pupuk alam, yakni pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya, pupuk kompos, pupuk kandang, guano, pupuk hijau dan pupuk batuan P. 2) Pupuk buatan, yakni pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya, TSP, urea, rustika, dan nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika dan atau kimia. b. Berdasarkan senyawanya : 1) Pupuk organik, yakni pupuk yang berupa senyawa organik.

Kebanyakan pupuk alam tergolomg pupuk organik, misalnya pupuk kandang, kompos dan guano. Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik adalah rock phosphat, yang umumnya berasal dari batuan sejenis apatit [Ca3(PO4)2]. 2) Pupuk anorganik atau mineral, yakni pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri - UPN “Veteran” Jatim

II-2 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi”

c. Berdasarkan fasanya : 1) Pupuk padat, yakni pupuk yang umumnya mempunyai kelarutan beragam mulai yang mudah larut air sampai yang sukar larut air. 2) Pupuk cair, yakni pupuk yang berupa cairan yang cara penggunaannya dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Umumnya, pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro maupun mikro, harga pupuk ini relatif mahal. Pupuk amoniak merupakan pupuk yang memiliki kadar N sangat tinggi, yakni sekitar 83%. Penggunaan pupuk ini lewat tanah dengan cara diinjeksikan dari tangki bertekanan. d. Berdasarkan cara penggunaannya : 1) Pupuk daun, yakni pupuk yang cara pemupukan dilarutkan terlebih dahulu dalam air, kemudian disemprotkan pada permukaan daun. 2) Pupuk akar atau pupuk tanah, yakni pupuk yang diberikan ke dalam tanah di sekitar akar agar diserap oleh akar tanaman. e. Berdasarkan jumlah hara yang dikandungnya : 1) Pupuk yang hanya mengandung satu hara tanaman, misalnya pupuk urea yang hanya mengandung hara N dan TSP hanya dipentingkan P saja (sebetulnya juga mengandung Ca). 2) Pupuk majemuk, yakni pupuk yang mengandung dua atau lebih dua hara tanaman. Misalnya, NPK, Amophoska, dan rustika. f. Berdasarkan macam hara tanaman : 1) Pupuk makro, yakni pupuk yang mengandung hara makro saja, misalnya NPK, nitrophoska, dan gandasil. 2) Pupuk mikro, yakni pupuk yang hanya mengandung hara mikro saja, misalnya mikrovet, mikroplek, dan metalik.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri - UPN “Veteran” Jatim

II-3 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi”

3) Campuran makro dan mikro, misalnya pupuk gandasil, bayfolan, dan rustika. (Rosmarkam dan Yuwono,2002)

2.1.2. Unsur Hara Berdasarkan jumlah unsur hara yang diperlukan tanaman, unsur hara dibagi menjadi dua golongan, yakni unsur hara makro dan mikro. Jenis - jenis unsur hara makro ini yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Kalsium (Ca), dan Magnesium (Mg). Tiga unsur yang mutlak ada dan perlu bagi tanaman ialah Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Adapun jenis – jenis unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikro) ini adalah Klor (Cl), Mangan (Mn), Besi (Fe), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (B), dan Molibden (Mo). Berbagai jenis nutrient dalam pupuk yang dibutuhkan oleh sebagian besar tanaman diantaranya : Nitrogen (N) Peranan utama nitrogen bagi tanaman ialah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Kecuali itu nitrogen juga berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis. Fungsi lain ialah

membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Fosfor (P) Unsur fosfor bagi tanaman berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda. Lalu juga sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu. Membantu asimilasi dan pernapasan dan sekaligus mempercepat pembungaan, pemasakan biji, dan buah. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri - UPN “Veteran” Jatim

II-4 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi”

Kalium (K) Faedah utama kalium membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium juga berperan memperkuat tubuh tanaman, agar daun, bunga, dan buah, tidak mudah gugur. Yang tak bisa dilupakan, kalium juga sebagai sumber kekuatan bagi tanaman menghadapi kekeringan dan penyakit. Kalsium (Ca) Bagi tanaman, kalsium bertugas merangsang pembentukan bulu – bulu akar, mengeraskan batang tanaman sekaligus merangsang pembentukan biji. Kalsium yang terdapat pada batang dan daun ini berkhasiat menetralisasikan senyawa atau suasana pada tanah. Magnesium (Mg) Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat, lemak dan minyak – minyak, magnesiumlah biangnya. Ia juga memegang peranan utama dalam transportasi fosfat dalam tanaman. Dengan demikian, kandungan fosfat dalam tanaman dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur magnesium. Sulfur (S) Sulfur atau belerang mengambil bagian dalam pembentukan bintil – bintil akar. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein seperti asam amino, membantu pertumbuhan anakan, dan merupakan bagian penting pada tanaman – tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis, dan lain – lain. Klor (Cl) Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman, seperti tembakau, kapas, kentang, dan tanaman sayuran umumnya. Ia pun banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman.

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri - UPN “Veteran” Jatim

II-5 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi”

Besi (Fe) Untuk pernapasan tanaman dan pembentukan hijau daun. Mangan (Mn) Peranan mangan tak jauh beda dengan unsur besi. Kecuali sebagai komponen untuk lancarnya proses asimilasi, ia juga merupakan komponen penting dalam berbagai enzim. Tembaga (Cu) Fungsi tembaga ini pun baru sedikit sekali diketahui. Ia mendorong terbentuknya hijau daun dan bahan utama dalam berbagai enzim. Boron (B) Boron sebagai unsur yang bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman, pengisapan unsur kalsium dan perkembangan bagian – bagian tanaman yang tumbuh aktif. Molibden (Mo) Sama dengan tembaga, sampai sejauh ini masih sedikit diketahui peranannya bagi tanaman. Tetapi yang sudah diketahui ialah amat berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran. Untuk tanaman pupuk hijau, Mo membantu mengikat nitrogen dari udara bebas sebab merupakan bagian dari komponen penyusun enzim – enzim pada bakteri nodula akar tanaman pupuk hijau. Seng (Zn) Unsur Zn, memberikan dorongan terhadap pertumbuhan tanaman, karena diduga Zn dapat berfungsi membentuk hormon tumbuh. (Lingga,Pinus,1986)

2.1.3. Pupuk Organik Pupuk organik adalah senyawa yang terbuat dari satu atau lebih bahan yang diproses atau tak diproses berasal dari bahan biologis (tanaman atau Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri - UPN “Veteran” Jatim

Pada umumnya pupuk organik mengandung hara makro N. 3). Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diperlukan tanaman. Ketersediaan unsur hara lambat. 1. Kandungan hara rendah. K rendah. Bahan organik membuat tanah menjadi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . pengerakan permukaan tanah (crusting) dan retakan tanah. Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah untuk dialihrupakan dari bentuk ikatan kompleks organik yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman.II-6 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” hewan) dan atau bahan mineral yang tidak diproses (kapur. Menyediakan hara dalam jumlah terbatas. keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan pupuk organik adalah sebagai berikut : 1). pupuk organik mencegah terjadinya erosi. 2. Mempengaruhi sifat fisik tanah. Karakteristik Umum Pupuk Organik Karakteristik umum yang dimiliki pupuk organik adalah sebagai berikut : 1). dan lain – lain) yang mengalami perubahan melalui proses dekomposisi yang terkontrol menjadi bahan yang seragam dan homogen. batuan fosfat. 2). P.UPN “Veteran” Jatim . Warna tanah dari cerah akan berubah menjadi kelam. tetapi mengandung hara mikro dalam jumlah cukup yang sangat diperlukan pertumbuhan tanaman. Kandungan hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. Pengaruh Pupuk Organik Secara garis besar. Sebagai bahan pembenah tanah.

0 – 3.9 3.6 1.5 – 31.2 0.UPN “Veteran” Jatim .0 23.7 1.4 Kalium (%) 0.7 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .6 – 0. bakteri.2 Fosfor (%) 2. Mempengaruhi kondisi sosial. Bahan organik akan menambah energi yang diperlukan kehidupan mikroorganisme tanah.4 – 2.5 2.6 3. 4).1 0. Pada tanah yang bertekstur pasiran.6 – 3.7 0.5 – 1.5 – 0. Daur ulang limbah perkotaan maupun permukiman akan mengurangi dampak pencemaran dan meningkatkan penyediaan pupuk organik. Tanah yang kaya bahan organik akan mempercepat perbanyakan fungi.4 0.4 0. 3). Mempengaruhi sifat biologi tanah. Meningkatkan lapangan kerja melalui daur ulang yang menghasilkan pupuk organik sehingga akan meningkatkan pendapatan.0 – 2.2 – 3. Kapasitas tukar kation (KTK) dan ketersediaan hara meningkat dengan penggunaan bahan organik.5 4.0 0.9 8. mikro flora dan mikro fauna tanah lainnya. 2). Tabel 2.II-7 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” gembur dan lepas – lepas. Mempengaruhi sifat kimia tanah. Kandungan Hara Pupuk Organik yang Umum Digunakan (%) Jenis Pupuk Organik Kerbau Sapi Kuda Ayam Guano Tinja Nitrogen (%) 0.0 – 2. bahan organik akan meningkatkan pengikatan antar partikel dan meningkatkan kapasitas mengikat air. Asam yang dikandung humus akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral.1.5 – 1.9 – 10.6 3. sehingga aerasi menjadi lebih baik serta lebih mudah ditembus perakaran tanah.

0 1. 2002) 2.0 – 3.9 2.2 10.7 3.5 – 0. Pupuk organik cair dalam pemupukan jelas lebih merata.0 – 4.5 0.0 – 1.0 1. Pupuk organik cair adalah pupuk yang dapat memberikan hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman pada tanah.8 2.5 - (Sutanto.sebab itu tadi pupuk ini 100 persen larut dan merata juga pupuk organik cair ini mempunyai kelebihan dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dan mampu menyediakan hara secara cepat. Rachman.2 0.2 0.3 – 4.1.2 4.5 0.0 0. Pupuk Cair Pupuk organik cair adalah jenis pupuk yang berbentuk cair tidak padat yang mudah sekali larut pada tanah dan membawa unsur-unsur penting guna kesuburan tanah.0 – 4.5 2.4.1 1. karena bentuknya yang cair.3 0.4 4.7 – 3.0 – 12.II-8 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Kompos Azola Jerami padi Kopra Limbah tapioka Daun lamtoro Blotong Limbah tahu Darah kering ternak 0.3 – 0.0 1. maka jika terjadi kelebihan kapasitas pupuk pada tanah maka dengan sendirinya tanaman akan mudah mengatur penyerapan komposisi pupuk yang dibutuhkan.0 – 1.1 – 4.0 1.UPN “Veteran” Jatim . tidak akan terjadi penumpukan konsentrasi pupuk di satu tempat.2 – 0. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .

takhop farang (Thailand). Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . aratiles. nigua. mât sâm (Vietnam). khoom sômz. Panama berry. http://kamalhijau. Selain itu pupuk ini juga memiliki zat pengikat larutan hingga bisa langsung digunakan pada tanah tidak butuh interval waktu untuk dapat menanam tanaman. Singapore cherry (Inggris) dan nama yang tidak tepat.II-9 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Pupuk organik cair tidak merusak humus tanah walaupun seringkali digunakan. niguito (bahasa Spanyol). cacaniqua. Jamaican cherry.com) 2. (Lia. Juga di kenal sebagai capulin blanco.5.1.blogspot.UPN “Veteran” Jatim . yang lalu dari sini diambil menjadi kersen dalam bahasa Indonesia. dan kerukup siam (Malaysia). takhôb (Laos). manzanitas (Filipina). krâkhôb barang (Kamboja). Nama ilmiahnya adalah Muntingia calabura L. Kersen Kersen atau Talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis. Japanse kers (Belanda). Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah: datiles.

Berasal dari Amerika tropis (Meksiko selatan. (Lokakarya.UPN “Veteran” Jatim .6.II-10 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Pohon kersen berguna sebagai peneduh di pinggir jalan. Jenis ini menyenangi pH 5. di tepi sungai yang tidak terurus atau ditempat – tempat yang biasanya kering berkepanjangan. lalu dengan cepat menyebar di seluruh wilayah tropis di Asia Tenggara. dan akhirnya tumbuh dengan cepat biasanya dibiarkan saja membesar sebagai pohon naungan. Kersen dapat tumbuh baik pada ketinggian sampai 1000 m diatas permukaan laut. Karena sifat – sifat dan daya tahannya itu. Pohon kecil ini awalnya sering tumbuh sebagai semai liar di tepi jalan. Buah Kersen Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .1. Kersen dibawa masuk ke Filipina pada akhir abad 19. di tepi trotoar dan lahan parkir. Sebab itulah pohon kersen acapkali di temukan di wilayah perkotaan yang ramai dan padat. sampai ke Peru dan Bolivia). kersen menjadi salah satu tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia di daerah tropis. Karibia.5 – 6. Amerika Tengah.wikipedia.org//wiki//kersen) 2. terutama di wilayah – wilayah seperti di Jawa bagian timur. http://id. selokan. atau muncul di tengah retakan tembok lantai atau pagar.5.

9 0 1. diameter 1 -1.net.net. halus. bermahkota sisa tangkai putih yang tidak rontok serupa bintang hitam bersudut lima. putih kekuningan: terbenam dalam daging dan sari buah yang manis sekali. Berisi beberapa ribu biji yang kecil-kecil.1 2.id/ind/teknologipangan/kersen(talok)) Tabel 2.iptek.iptek.2.5 x 10-5 9 x 10-2 Sumber : http://www. hijau.II-11 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Buah kersen bertangkai panjang.4 x 10-2 1. http://www. Kandungan setiap 100 gr bagian buah kersen yang dapat di makan kira – kira mengandung : Zat Air Protein Lemak Karbohidrat Serat Abu Kalsium Fosfor Vitamin A Vitamin C Berat (gram) 76.5 cm.25 x 10-1 9.3 2. bulat hampir sempurna.4 1. (Anonymous.3 17.UPN “Veteran” Jatim . kuning dan akhirnya merah apabila masak.id/ind/teknologi pangan/kersen(talok) Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .

5 Sumber : Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. 2008 2. dengan pangkal lembaran daun yang nyata pinggiran daun tidak simetri. lembaran bawah berbulu kelabu.1. Komposisi bahan baku dalam persen berat adalah sebagai berikut dianalisa oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.net.II-12 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 2.id/ind/teknologi pangan/kersen(talok)) Tabel 2.iptek.3. Daun Kersen Daunnya tunggal. Grafik Pertumbuhan Mikroba y 5 4 7 3 2 1 Jumlah sel hidup 6 Jumlah sel seluruhnya x = waktu y = log dari jumlah sel x Keterangan : 1. 1 2 3 4 PARAMETER Nitrogen (N) Fosfor (P) Kalium (K) Magnesium (Mg) % BERAT 15 2. NO.http://www.7. Fase Permulaan Pembiakan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .UPN “Veteran” Jatim . (Anonymous. berukuran (4–14) cm x (1 –4) cm.5 45 30. berbentuk bundar telur sampai berbentuk lanset. Fase Adaptasi 2.8. bergerigi.1.

3. Kecuali zat – zat tersebut diatas. Fase Pembiakan Cepat (Fase Logaritma) Pembiakan bakteri berlangsung paling cepat. 5. jumlah sel – sel yang segar tampak menyusut. 1964) 2. S. sel – sel dalam fase ini tempak gemuk – gemuk. (Dwidjoseputro. D.9. 4. 6. berlangsung beberapa minggu. H. Ca. Fase Konstan Jumlah bakteri yang berbiak sama dengan jumlah bakteri yang mati. 7.II-13 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Jumlah bakteri mulai bertambah sedikit demi sedikit. Fase Kematian Jumlah bakteri yang mati makin banyak. mungkin karena bertimbun – timbunnya zat kotoran. Fase Kematian dipercepat Jumlah bakteri yang mati senantiasa bertambah.UPN “Veteran” Jatim . bakteri memerlukan juga sumber – sumber makanan yang mengandung C. bergantung pada spesies dan keadaan medium serta faktor – faktor lingkungan. dan P. Mg. dan makin melebihi jumlah bakteri yang membelah diri. Cl. mungkin karena perubahan pH. Fe. sehingga kurva menunjukkan garis yang hampir horizontal. grafik mulai menurun. O. dan N yang berguna untuk Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . sedang beberapa spesies tertentu masih membutuhkan tambahan mineral seperti Mn dan Mo.1. kecepatan berbiak menjadi berkurang sekali. Fase Pembiakan diperlambat Mungkin karena keadaan medium memburuk. K. Zat Makanan yang diperlukan Bakteri Kebanyakan bakteri membutuhkan zat – zat anorganik seperti garam – garam yang mengandung Na.

Aerobik b. Mikroaerofilik: organisme yang tumbuh terbaik bila ada sedikit oksigen atmosferik. piridin.1. purin. Fakultatif : organisme yang membutuhkan oksigen : organisme yang tumbuh tanpa oksigen molekular : organisme yang tumbuh pada keadaan aerobik dan anaerobik d. dan kadang – kadang asam cuka. antara lain : 1. nukleotida. Suhu Setiap spesies bakteri tumbuh pada suatu kisaran suhu tertentu. Kondisi Fisik yang dibutuhkan untuk Pertumbuhan Mikroba Kondisi fisik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. hematin. (Dwidjoseputro.10. Bakteri dapat diklasifikasikan menjadi : a. Anaerobik c. lemak. Psikrofil b. Banyak bakteri yang masih memerlukan zat – zat tambahan seperti vitamin – vitamin dari B-kompleks.UPN “Veteran” Jatim : tumbuh pada suhu 0 – 20 °C : tumbuh pada suhu 25 – 40 °C : tumbuh pada suhu 50 °C atau lebih . Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . Termofil 2. Atmosfer Gas Gas – gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen dan karbondioksida. a. protein. D. beberapa macam asam amino. sel – sel darah merah. Unsur – unsur ini dapat diambil dalam bentuk elemen oleh beberapa spesies.II-14 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” menyusun protoplasma. akan tetapi beberapa spesies yang lain hanya dapat mengambil unsur – unsur tersebut dalam bentuk senyawa orga nik seperti karbohidrat. asam lemak. dan sebagainya. Mesofil c. 1964) 2.

Chan.5 5.5 4. Denagn cara difusi akan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .2. pH pH optimum pertumbuhan bagi kebanyakan bakteri terletak antara 6.5. Tabel 2.C.3 7. Ekstraksi padat-cair (leaching) Pada ekstraksi padat-cair. Pada ekstraksi.UPN “Veteran” Jatim .5 7. nilai pH minimum dan maksimum ialah antara 4 an 9.5 Bagi kebanyakan spesies. satu atau beberapa komponen yang dapat larut dipisahkan dari bahan padat dengan bantuan pelarut.5 – 7. Optimum.1. Larutan ekstrak dengan konsentrasi yang tinggi terbentuk di bagian dalam bahan ekstraksi.2 5.0 – 3.0 – 7. 1986) 2.0 9. Kisaran pH untuk Pertumbuhan Bakteri Batas bawah Thiobacillus thiooxidans Acetobacter aceti Stophylococcus aureus Azotobacter spp Chlorobium limicola Thermus aquaticus 0.0 – 4.0 – 8.5 7. (Pelczar.5 dan 7.0 – 7. pH Minimum. maka pelarut menembus kapiler-kapiler dalam bahan padat dan melarutkan ekstrak.0 9. LANDASAN TEORI 2.8 Batas atas 6.4.5 4.2.8 7. Mekanisme Ekstraksi Padat-Cair.4 – 6. Namun.II-15 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 3. Michael J dan E.0 Optimum 2.0 6. dan Maksimum untuk Pertumbuhan Beberapa Spesies Bakteri.5 6. yaitu ketika bahan ekstraksi dicampur dengan pelarut.S. beberapa spesies dapat tumbuh dalam keadaan sangat masam atau sangat alkalin. 5 6.3 8.0 7.

Pengadukan Pengadukan yang makin kuat maka difusi akan meningkat dan tahanan perpindahan massa pada permukaan partikel selama proses leaching berlangsung semakin berkurang. semakin kecil viskositas fasa cair dan semakin besar kelarutan ekstrak dalam pelarut.UPN “Veteran” Jatim . Namun demikian harus diperhatikan apakah dengan suhu tinggi tidak merusak material yang diproses. Kecepatan ekstraksi padat-cair akan tergantung pada beberapa faktor berikut ini : 1).II-16 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” terjadi kesetimbangan konsentrasi antara larutan tersebut dengan larutan diluar bahan padat. menjadi lebih pendek. maka bahan itu perlu sekali memiliki permukaan yang seluas mungkin. Dengan pengadukan perpindahan zat terlarut (solute) dari permukaan partikel ke dalam pelarut (solvent) bertambah cepat dan juga akan mencegah terjadi pengendapan. yang harus dilewati dengan cara difusi. Ini dapat dicapai dengan memperkecil ukuran bahan ekstraksi. Untuk penyempurnaan diperlukan waktu kontak yang cukup. 2). Dalam hal itu lintasan-lintasan kapiler. 4). 5). Ukuran partikel Karena perpindahan massa berlangsung pada bidang kontak antara fasa padat dan fasa cair. Suhu operasi Semakin tinggi suhu. Waktu kontak Proses kontak dipengaruhi oleh waktu kontak. Pelarut (solvent) Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit) 3). Semakin lama waktu kontak Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .

) Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . termasuk pakan ternak. http://www. Teknologi ini dikenal dengan teknologi EM (Effective Microorganisms). 1995) 2.II-17 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” semakin banyak transfer solute baik dari diluent ke solvent maupun dari solvent ke diluent sama besarnya. Sebelum tahun 1980. Kondisi lingkungan yang mendukung proses fermentasi antara lain adalah (1) derajat keasaman atau pH rendah.geocities. G. ( Bernasconi. (4) kandungan antioksidan dari tanaman rempah dan obat. Teruo Higa pada tahun 1980.doc.2. (Anonymous. serta (5) adanya mikroorganisme fermentasi. 6). dan belum banyak dilakukan untuk pengolahan limbah organik serta penyuburan tanah.UPN “Veteran” Jatim . Fermentasi merupakan proses penguraian atau perombakan bahan organik yang dilakukan dalam kondisi tertentu oleh mikroorganisme fermentatif. (3) kadar air sedang antara 30-50%. penelitian dan penerapan proses fermentasi masih terbatas pada proses fermentasi untuk pembuatan bahan makanan. (2) kadar garam dan kandungan gula yang tinggi.com/persampahan/kompos. tapi bahan mempunyai batas maksimum yang dapat terekstraksi sehingga penggunaan jumlah pelarut yang berlebihan kurang efisien. Fermentasi Teknologi pengolahan bahan organik dengan cara fermentasi (peragian) pertama kali dikembangkan di Okinawa Jepang oleh Profesor Dr. dkk. Perbandingan pelarut Yang dimaksud perbandingan pelarut adalah perbandingan antara berat contoh (gram) yang diproses terhadap pemakaian pelarut.2. antara 3-4. Dengan bertambahnya jumlah pelarut maka akan mendapatkan hasil yang lebih banyak.

2003) 2. Hasil akhir dekomposisi secara aerob adalah humus dan senyawa – senyawa teroksidasi seperti NO3-. CO2.10-0. yaitu aerob dan anaerob.16 POS Buto Ijo NPK Kotoran ayam 3-5-3 : 2. Merek Dagang Bahan Baku Kandungan (%) (N-P2O5-K2O) Kariyana/POS Kotoran sapi POS-1 : 2. Effi Ismawati.II-18 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 2. menghasilkan panas tinggi.87-1.3. dan terjadi kehilangan nitrogen karena penguapan dalam dua bentuk.16 Serbuk Serbuk Serbuk Serbuk Butiran pecah Green Giant NPK Ayam kiantan Sih Horti Kotoran ayam Kotoran ayam Ragam kotoran 3-5-3 2. Proses aerob terjadi sangat cepat. yaitu amonium dan nitrat.31-0.2.26-0. Contoh Beberapa Merek Pupuk Organik Padat di Pasaran. asam organik. (Musnawar. H2O.16-0. Proses Dekomposisi Proses dekomposisi ada dua macam.26-0.15-0. H2S. SO4-.9-1.18 POS-3 : 2. dan humus. Kualitas Pupuk Organik Padat Tabel 2.4.61-0. Sedangkan proses anaerob cenderung lebih lambat dan suhu yang dihasilkan pun cenderung rendah.42 POS-2 : 2.5.UPN “Veteran” Jatim .1-3.1 Pellet Pellet Bubuk Bentuk Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . dan CO2. Dengan proses anaerob maka kehilangan nitrogen menurun dengan hasil akhir dekomposisi berupa senyawa tereduksi seperti CH4.2.

87-1.79-0.3 P2O5 : 22-25 Bubuk Bubuk abu.UPN “Veteran” Jatim . serbuk gergaji.96 Bubuk pupuk hijau Biotanam (A2) BOSF Plus Media kascing Sampah organik pasar/kota Tanpa merek Campuran jerami.1-2.06 Serbuk 5-2-3 Serbuk Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . reptil. Serbuk dari 0. kalsit Mekar Asih Golden Guano Kotoran ayam Campuran kotoran unggas.81-1. kelelawar Super Bionik Ekstrak tanaman ikan Temban Kompos Campuran pupuk kandang dan Serbuk dan Tablet 4. 1.II-19 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” unggas Fine Kompos Campuran kotoran sapi.89-1. sekam.1-6.

6. Kualitas Pupuk Organik Cair Tabel 2.0 Vegetatif.2 Mikro 1.2 0.5.0 Generatif Eks Belanda Florita Mikro. 2003) 2.2 3.0 Vegetatif Eks lokal Florest 2. g/l) Pemakaian/ Keterangan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . vitamin 2.6 2.0-3.6 1. generatif Eks USA Vitalik 5 2 3 Mikro.UPN “Veteran” Jatim .0-3.9 Mikro 2. vitamin 1.5 Vegetatif.5 2. ZPT 1. Contoh Beberapa Merek Pupuk Organik Cair di Pasaran Merek Dagang N Alaska 5 P2O5 2 K2O 2 Mikro 3.0 Vegetatif Eks lokal Tress 12.II-20 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” sampah (Musnawar.0 Vegetatif Eks lokal Gemari 1.0 Vegetatif Eks lokal Tamsil 19.0-3.5 Pelengkap unsur Kandungan (%) Kandungan Lain Konsentrasi (cc/l . Effi Ismawati.0 Mikro 2.0 Vegetatif Eks lokal Orgasol 8 2 5 4. generatif Eks Jepang Pokon 5 12 4 3.2.0-4.4 1.0 Tanaman Hias Eks lokal Cytosim hara Mikro.

24 5. vitamin 1.0 Vegetatif.0 Mengatasi defisiensi mikro vitamin dan Temban - - - Makro.0 Vegetatif.UPN “Veteran” Jatim . generatif Eks lokal Trisekar 1 3. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .70 9. mikro 1.0-10.0 Tambak udang.0-3. ikan Eks Lokal Trisekar 2 7. Kalium (K) dan Magnesium (Mg).0 Vegetatif. Fosfor(P).51 2.0-2.2 0.0-2. HIPOTESA Berdasarkan kajian literatur dan analisa laboratorium diketahui tanaman kersen (daun dan buah) mengandung ion Nitrogen (N). Effi Ismawati.14 Mikro 5. mikro.61 1.II-21 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Vegimex - - - Mikro. generatif Eks lokal Biomikro 1.57 3.86 Mikro 5. 2003) 2. generatif Eks lokal Superbionik - - - Makro.0-3.0 Generatif Eks lokal (Musnawar.45 - 5.3.60 Mikro 5.0 generatif Eks lokal Feconic - - - Makro.1 0.50 1. Vitamin 2.0 Vegetatif Eks lokal Trisekar 3 7. dan dimungkinkan untuk dapat diekstraksi dan fermentasi untuk mendapatkan produk pupuk cair dengan kualitas produk pupuk cair dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan fermentasi. mikro 1.

UPN “Veteran” Jatim .II-22 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .

2. Proses mixer Keterangan : 1. Blender 2. Bahan – bahan yang Digunakan 1.17 Proposal Penelitian Bab III Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rangkaian tangki berpengaduk 2. Alat dan Rangkaian Alat 1. Daun dan Buah Kersen 2. Botol 2. Selang Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . H2O 3.UPN “Veteran” Jatim . Proses Ekstraksi dan fermentasi Keterangan : 1.

Bakul 3. Prosedur Penelitian 1. 7. 250. Cacah masing – masing daun yang telah ditimbang. Proses filtrasi Keterangan : 1. 4.1. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . dan 300 gram). 225.3. 225. Kemudian diblender bersama 500 ml air sebanyak peubah yang dijalankan 200.UPN “Veteran” Jatim . Peubah yang dijalankan Berat daun kersen (gram) : 200. 275. 3. Timbang daun kersen sesuai variabel (200. dan 300 gram.4. Peubah Peubah yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Metode Penelitian 3. 2. 275.275. 250. 5. 250. : 500 ml : 100 rpm : 30°C : 50 gram 3.4.18 Proposal Penelitian Bab III Metode Penelitian 3. 6. 3. 4. 225. Tambahkan 50 gram buah kersen ke dalam 200 dan 275 gram daun. Kain belachu 2. dan 300 Waktu (minggu) : 2. Peubah yang ditetapkan Volume air Putaran pengaduk Suhu Buah kersen 2.

Lakukan pengadukan dalam tangki berpengaduk selama 10 menit. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .19 Proposal Penelitian Bab III Metode Penelitian 5. Lakukan proses ekstraksi dan fermentasi pada waktu tertentu sesuai variabel (2. 7. 3. 5. Filtrat yang diperoleh dilakukan analisa kadar ion Nitrogen (N). 6. Lakukan proses filtrasi untuk pemisahan. Analisa menggunakan metode AAS ( Atomic Absorption Spectrophotometer ) di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. 6.UPN “Veteran” Jatim . 9. Fosfor (P). Lalu masing – masing dimasukkan botol untuk ekstraksi dan fermentasi. 8. Kalium (K). 7 minggu). 4. dan Magnesium (Mg).

UPN “Veteran” Jatim .20 Proposal Penelitian Bab III Metode Penelitian BLOK DIAGRAM METODOLOGI PENELITIAN Kandungan : N (Nitrogen) P (Fosfor) K (Kalium) Mg (Magnesium) Perbandingan berat daun dan buah kersen dengan solvent (air) DAUN DAN BUAH KERSEN H2O MIXING EKSTRAKSI DAN FERMENTASI Padatan FILTRASI Waktu ekstraksi dan fermentasi CAIRAN : PUPUK CAIR Kandungan : N (Nitrogen) P (Fosfor) K (Kalium) Mg (Magnesium) Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .

Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen 200 Daun dan 50 buah kersen 275 Daun dan 50 buah kersen Kadar ion N (% berat) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 2.81 1.9 1.95 2.5 2.67 2 minggu 2.24 1.87 1.51 1.1.57 1.UPN “Veteran” Jatim .34 2. didapatkan hasil sebagai berikut : 4.IV-1 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi variasi berat daun kersen (gram) dan waktu ekstraksi dan fermentasi sesuai dengan prosedur penelitian yang tertera di bab III.1.66 2.87 1.035 2.35 1.82 2. yaitu pembuatan pupuk cair dari daun dan buah kersen dengan proses ekstraksi dan fermentasi dengan menggunakan pelarut air.9 1.1.17 2.61 1.04 1.84 1.78 1.62 1.96 1.93 1.39 1.84 1.07 1.74 1.95 7 minggu 2 1.88 1.21 2.72 2.93 1.03 2.5 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .02 1.75 1.025 2.63 1.78 1. Kadar ion N dalam pupuk cair berdasarkan variabel berat daun dan buah kersen (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).9 1. HASIL PENELITIAN Dari hasil analisa menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4.

95%).1 0. Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen Kadar ion P (% berat) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 0.31 0. Hal ini disebabkan karena terjadinya proses penguapan N dalam bentuk NH3. kadar ion terbesar terletak minggu ke 2 yaitu 200 gr daun kersen (2.87%).1.000106 7 minggu 0.82 %).2 0.UPN “Veteran” Jatim . dan 275 gr daun dan 50 gr buah kersen (1.34 0.1 0. 250 gr daun kersen (1.4 2 minggu 0. 200 gr daun dan 50 gr buah kersen (1.33 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .21 0.000126 0.02%).35%).2. Jika dilihat dari grafik. Pada grafik terlihat bahwa semakin lama waktu ekstraksi dan fermentasi kadar ion N mengalami penurunan. 300 gr daun kersen (2.IV-2 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Grafik 4. Hubungan kadar ion N dalam pupuk cair (% berat) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu). Tabel 4. 225 gr daun kersen (2.3 0. 275 gr daun kersen (1.1.1. Kadar ion P dalam pupuk cair berdasarkan variabel berat daun dan buah kersen (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).39 0.96%).95%).

38%).29 0.26 0. Hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).20 0.39 %).41 0.21 0.10 0. Jika dilihat dari grafik.40%).11 0.IV-3 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen 200 Daun dan 50 buah kersen 275Daun dan 50 buah kersen 0.20 0.000103 0.31 0.41%).31 0.26%) Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .0000937 0.UPN “Veteran” Jatim .20 0. kadar ion terbesar terletak pada minggu ke 6 yaitu 200 gr daun kersen (0. dan 275 gr daun dan 50 gr buah kersen (0.24 0. Hubungan kadar ion P dalam pupuk cair (% berat) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi.21 Grafik 4.29 0. 275 gr daun kersen (0. 300 gr daun kersen (0. 250 gr daun kersen (0.18 0.2. 200 gr daun dan 50 gr buah kersen (0.32 0.12 0.10 0.0000946 0.30 0. 225 gr daun kersen (0. Pada grafik terlihat bahwa semakin lama waktu ekstraksi dan fermentasi kadar ion P mengalami kenaikan.19 0.38 0.1.40 0.000086 0.24%).06 0.4%).0000927 0.13 0.07 0. Namun pada minggu ke-7 mengalami penurunan.

38 10.73 10.08 21.24 18. Pada grafik terlihat bahwa semakin lama waktu ekstraksi dan fermentasi kadar ion K mengalami kenaikan.03 0.08 7 minggu 15.3.58 17.34 6.72 9.07 16.04 0.45 5.14 9.0 18. Namun pada minggu ke-7 mengalami penurunan. Jika dilihat dari grafik.74 5.70 16.UPN “Veteran” Jatim .25 16.0163 0.00 23.64 20. Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen 200 Daun dan 50 buah kersen 275 Daun dan 50 buah kersen Kadar ion K (% berat) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 6.93 5.55 11.1.07 0. Kadar ion K dalam pupuk cair berdasarkan variabel berat daun dan buah kersen (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).02 20.3.59 19.04 12.16 17.70 19.56 18.IV-4 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Tabel 4.23 16. Hubungan kadar ion K dalam pupuk cair (% Berat) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi.68 Grafik 4.37 15.05 0.67 2 minggu 0.1.19 14.09 4.40 14.03 0. kadar ion Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . Hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).73 14.38 10.83 4.07 18.

0102 0.46 11.05 6.47 6.02 0.73 6. Tabel 4.26 7.34%). 300 gr daun kersen (23.59 5.02 13.4.03 7 minggu 10.40 12.93%).73 10.IV-5 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” terbesar terletak pada minggu ke 6 yaitu 200 gr daun kersen (17. 200 gr daun dan 50 gr buah kersen (20.88 10. Kadar ion Mg dalam pupuk cair berdasarkan variabel berat daun dan buah kersen (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).00973 buah kersen 275Daun dan 50 0.83%).45 %).11 16.08 3.84 8.68 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .93 5. 250 gr daun kersen (18.30 2.25 4.92 2.52 9.11 7.1.78 9. dan 275 gr daun dan 50 gr buah kersen (18.07 12. 225 gr daun kersen (19.39 4.74%).64 5.24%).16 7.67 2.56 18.08 buah kersen 2 minggu 0.06 9.67 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen 200 Daun dan 50 0.37 10.76 11.70 8. 275 gr daun kersen (21.67%).69 9. Berat bahan (gram) Kadar ion Mg (% berat) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 2.50 3.02 0.02 0.17 14.UPN “Veteran” Jatim .

Hubungan kadar ion Mg dalam pupuk cair (% berat) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi Pada grafik terlihat bahwa semakin lama waktu ekstraksi dan fermentasi kadar ion Mg mengalami kenaikan.30%). 4. 4. dan Mg mengalami kenaikan sedangkan ion N mengalami penurunan. Hal ini terbukti dengan adanya gelembung – gelembung pada proses. Hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya). K.67 %). 200 gr daun dan 50 gr buah kersen (13. dan Mg dalam pupuk cair dipengaruhi oleh lamanya waktu ekstraksi dan fermentasi. K.1.1.4 hasil penelitian diketahui besarnya kadar ion N. K. Jika dilihat dari grafik. dan 4.92%).1. Namun pada minggu ke-7 mengalami penurunan. 4. dan 275 gr daun dan 50 gr buah kersen (18. 275 gr daun kersen (10. PEMBAHASAN Berdasarkan grafik 4.4.56%). 225 gr daun kersen (10. dan Mg sampai minggu ke-6 sedangkan pada minggu ke-7 mengalami penurunan hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).3.1.1. Semakin lamanya waktu ekstraksi dan fermentasi kadar ion P.1.08%). P. 250 gr daun kersen (8.UPN “Veteran” Jatim .2. Untuk kadar ion N mengalami penurunan terus – menerus diakibatkan karena terjadinya proses penguapan N dalam bentuk NH3.2. Kenaikan kadar ion P.67%).50%). 300 gr daun kersen (12. kadar ion terbesar terletak pada minggu ke 6 yaitu 200 gr daun kersen (11. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .IV-6 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Grafik 4.

Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen Persen recovery ion N (%) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 44.33 24 16. Persen recovery ion N berdasarkan variabel berat daun (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu). HASIL PERHITUNGAN % RECOVERY Hasil perhitungan % recovery dari data hasil analisa bahan baku dan produk berdasarkan variabel waktu ekstraksi dan fermentasi yang ditentukan.56 22.1. 225 gr daun kersen (34.5 22.03 22.3. dapat diuraikan sebagai berikut : Tabel 4.53 23.1.03 21.59 26.81 24.53 19.37 23.3.IV-7 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 4. 250 gr Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .58 20. Berdasarkan grafik terlihat bahwa pada minggu ke-2 % recovery terbesar untuk ion N yaitu 200 gr daun kersen (47%).67 39 36.33 41.13 18.3 21.17 32.67 28. Hubungan persen recovery ion N dalam pupuk cair (%) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).85 22.44 7 minggu 33.64 22.33 21.3.74 30.UPN “Veteran” Jatim .73 20.81%).93 23.61 22.67 2 minggu 47 34.11 Grafik 4.

0069 0.56 35.80 32.56%).67 12.UPN “Veteran” Jatim . 225 gr daun kersen (35. Tabel 4.67 27. Persen recovery ion P berdasarkan variabel berat daun (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).55 19.93%). 250 gr Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .67 19.60 22.09 6.2.0069 0.80 16.89 18.00 39.0094 0.55 21.00 30.27 14.00 29.3. Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen Persen recovery ion P (%) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 10.33 2 minggu 0. Berdasarkan grafik telihat bahwa pada minggu ke-6 % recovery optimum untuk ion P yaitu 200 gr daun kersen (39%).0069 7 minggu 34.82 29.56 8.2. Ion N tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh proses ekstraksi tapi sangat dipengaruhi oleh proses fermentasi.33 25.IV-8 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” daun kersen (24.64%).44%).80 7. 275 gr daun kersen (23.0126 0.80 24.33 25.00 8. Hubungan persen recovery ion P dalam pupuk cair (%) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).3.00 20.33 Grafik 4. dan 300 gr daun kersen (22.

31 76. Tabel 4.33%). dan 300 gr daun kersen (25.3.IV-9 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” daun kersen (32.1481 0. Pada minggu ke-7 mengalami penurunan hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).2020 0. Hubungan persen recovery ion K dalam pupuk cair (%) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).00 96.0906 0.78 62. 275 gr daun kersen (29.29 21.1778 0.22 85.37 44.60 75.09%).64 27.97 86.74 43.3. Persen recovery ion K berdasarkan variabel berat daun (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).67 88.UPN “Veteran” Jatim .93 97.98 41.53 83.44 66.67 81. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .4.44 59.61 81.22 22.2593 7 minggu 84.3. Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen Persen recovery ion K (%) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 35.23 64.41 54.67 Grafik 4.19 73.93 20.63 2 minggu 0.80%).

59 16.66 18.01 2 minggu 0.02 47.1311 0.64%). Pada minggu ke-7 mengalami penurunan hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).31 56. Berat bahan (gram) 200 Daun kersen 225 Daun kersen 250 Daun kersen 275 Daun kersen 300 Daun kersen Persen recovery ion Mg (%) 3 4 5 6 minggu minggu minggu minggu 24.22%).87 71.29%).11 49.IV-10 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Berdasarkan grafik telihat bahwa pada minggu ke-6 % recovery optimum untuk ion K yaitu 200 gr daun kersen (96. Persen recovery ion Mg berdasarkan variabel berat daun (gram) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu).4.60 56.39 62. dan 300 gr daun kersen (88. 250 gr daun kersen (83.0836 0.93 58.74 33.87 37. Tabel 4.97 62.63%).3.1192 0.75 29.80 95.32 75.56 66.05 14. 225 gr daun kersen (97.1639 7 minggu 87.14 46.38 49.30 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .31 43.93%).62 66.UPN “Veteran” Jatim . 275 gr daun kersen (86.1457 0.49 15.67 33.

250 gr daun kersen (58.3. Hubungan persen recovery ion Mg dalam pupuk cair (%) dengan waktu ekstraksi dan fermentasi (minggu). K. PEMBAHASAN Berdasarkan grafik 4. Hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).1.4 terlihat bahwa pada minggu ke-6 % recovery optimum untuk ion P.01%).4. dan 300 gr daun kersen (66.4. Berdasarkan grafik terlihat bahwa pada minggu ke-6 % recovery optimum untuk ion Mg yaitu 200 gr daun kersen (95.3.2. 225 gr daun kersen (75.66%). dan 4. 4.3. dan Mg.IV-11 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Grafik 4. 4.3. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . Pada minggu ke-6 ion K merupakan % recovery terbesar. Sedangkan untuk ion N tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh proses ekstraksi tapi sangat dipengaruhi oleh proses fermentasi. 275 gr daun kersen (62. Pada minggu ke-7 mengalami penurunan hal ini disebabkan karena ion – ion yang berada dalam cairan akan teradsorpsi kembali dalam daun (padatannya).05%). 4.3.49%).59%). Hal ini menunjukkan bahwa ion K lebih mudah terekstraksi dibanding ion Mg dan P. Pada minggu ke-7 % recovery mengalami penurunan.3.UPN “Veteran” Jatim .

2020 0. P.81 24.50 0.1. K.55 0.00 34. L/V (gram/ml) 0. Pada grafik terlihat bahwa semakin besar ratio berat / pelarut % recovery ion N dan P semakin turun sedangkan % recovery ion K dan Mg semakin naik Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .1311 0.44 Mg (%) 0.1457 0.4 0.0906 0.IV-12 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 4.93 23.1. Hubungan persen recovery ion N.0126 0. HASIL PENELITIAN BERDASARKAN RATION BERAT KERSEN / PELARUT H2O Dari data hasil perhitungan % recovery berdasarkan ratio berat daun kersen / pelarut H2O.64 22.5.1192 0.5. dapat diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4.45 0.2593 N (%) 47. K. Persen recovery ion N.0069 0.60 Persen recovery ion (%) P (%) K (%) 0.0069 0. dan Mg pada minggu ke-2.0069 0.5.0836 0.1481 0.1639 Grafik 4.1778 0.0094 0. dan Mg dengan ratio berat daun kersen (gram) dengan pelarut air (ml) pada minggu ke-2.UPN “Veteran” Jatim . P.

5.89 27.41 8.44 8.4 0.02 18.74 16.50 Mg (%) 24.50 0.55 0.67 Grafik 4.60 Persen recovery ion (%) P (%) K (%) 10.00 35. dan Mg dengan ratio berat daun kersen (gram) dengan pelarut air (ml) pada minggu ke-3.74 6.32 32.87 14.2. dan Mg pada minggu ke-3.27 21.74 23. K. P. Persen recovery ion N. P.75 15. Tabel 4.IV-13 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” disebabkan proses ekstraksi ion N dan P terganggu dengan bertambah besarnya ratio berat / pelarut dan ion K dan Mg mudah terekstraksi pada minggu ke-2.2.80 20.45 0. K.33 23. Pada grafik terlihat bahwa semakin besar ratio berat / pelarut % recovery ion N. Hubungan persen recovery ion N. dan Mg semakin menurun disebabkan semakin besar ratio berat / Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .98 7.UPN “Veteran” Jatim .67 22. P. K.5.03 22. L/V (gram/ml) 0.37 N (%) 44.

56 Mg (%) 47.87% Mg. % Recovery ion mencapai titik optimum pada ratio berat / pelarut 0.60 29. P. K.55 0. dan Mg pada minggu ke-4. K.67 44.78 14.67% N.61 18. Hubungan persen recovery ion N. P. K.UPN “Veteran” Jatim .IV-14 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” pelarut proses ekstraksi terganggu.45 0.73 22.67 54. Persen recovery ion N. dan Mg dengan ratio berat daun kersen (gram) dengan pelarut air (ml) pada minggu ke-4.4 0.3.4 yaitu 44.67 30. % Recovery ion mencapai titik optimum pada ratio berat / pelarut 0.02% Mg.87 37. Pada grafik terlihat bahwa semakin besar ratio berat / pelarut % recovery ion N.00 59. 10% P. L/V (gram/ml) 0.44 N (%) 41.5. 35.55 43. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .61% K.31 33. dan 24.23 12. Tabel 4.30 22.60 Persen recovery ion (%) P (%) K (%) 20.11 Grafik 4.33% N. P.67 16.3. 20% P.44% K.14 33. dan 47. 59.4 yaitu 41.67 21.80 41.50 0.5. dan Mg semakin menurun disebabkan semakin besar ratio berat / pelarut proses ekstraksi terganggu.

00 81.58 22.61 Mg (%) 71.55 0. P.00 27.93 46.59 20.5. dan Mg dengan ratio berat daun kersen (gram) dengan pelarut air (ml) pada minggu ke-5. Persen recovery ion N.56 Grafik 4. K. L/V (gram/ml) 0. P.60 Persen recovery ion (%) P (%) K (%) 30.00 28.33 66. Hubungan persen recovery ion N.4 0.97 19.UPN “Veteran” Jatim .8% Mg. 30% P.82 64.53 21. K.13 21. dan Mg semakin menurun disebabkan semakin besar ratio berat / pelarut proses ekstraksi terganggu. % Recovery ion mencapai titik optimum pada ratio berat / pelarut 0.93 24.80 62.IV-15 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Tabel 4.32 43.4.56 81. Pada grafik terlihat bahwa semakin besar ratio berat / pelarut % recovery ion N. dan Mg pada minggu ke-5.4 yaitu 39% N.50 0.67 N (%) 39. 81% K. dan 71.5. K.45 0.4. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . P.97 49.80 56.

85 22.66% Mg.IV-16 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Tabel 4. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . dan Mg dengan ratio berat daun kersen (gram) dengan pelarut air (ml) pada minggu ke-6.29 29.88 83.45 0. K.33 88.93 32.55 0.96. P.60 Persen recovery ion (%) P (%) K (%) 39.37 18.4 0. K.94 35.UPN “Veteran” Jatim .5. Persen recovery ion N.67 Mg (%) 95. dan Mg semakin menurun disebabkan semakin besar ratio berat / pelarut proses ekstraksi terganggu.05 58.00 96.09 86.5.59 66. K.49 62.17 26.22 25.5.66 75. Hubungan persen recovery ion N. 39% P.4 yaitu 36. P.17% N. dan 95.63 N (%) 36. Pada grafik terlihat bahwa semakin besar ratio berat / pelarut % recovery ion N. % Recovery ion mencapai titik optimum pada ratio berat / pelarut 0.5.50 0.01 Grafik 4.56 97. L/V (gram/ml) 0. dan Mg pada minggu ke-6.53 20. P.94% K.

4 yaitu 33. P. Persen recovery ion N.6. P.03 21. P. K. K.39 62.5.33% N.55 0.22% K.11 Mg (%) 87. L/V (gram/ml) 0. % Recovery ion mencapai titik optimum pada ratio berat / pelarut 0.19 25.67 N (%) 33.6.30 Grafik 4. dan Mg dengan ratio berat daun kersen (gram) dengan pelarut air (ml) pada minggu ke-6.38 49.53 19. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .31 19.22 29.60 Persen recovery ion (%) P (%) K (%) 34.00 16.50 0.60 73. dan Mg semakin menurun disebabkan semakin besar ratio berat / pelarut proses ekstraksi terganggu.33 85. K. dan Mg pada minggu ke-7. dan 87.62% Mg.33 24.IV-17 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” Tabel 4.UPN “Veteran” Jatim .62 66. Pada grafik terlihat bahwa semakin besar ratio berat / pelarut % recovery ion N.55 75. Hubungan persen recovery ion N.31 56. 34% P.00 84.45 0.5.84.4 0.33 76.60 22.

4.6.5.6.5. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .1. terlihat bahwa dengan bertambah besarnya rasio berat/pelarut proses ekstraksi terganggu. Hal ini disebabkan pada ratio tersebut % recovery ion mencapai titik optimum. dan 4. 0.2. 4.5.5.5. dari grafik 4.IV-18 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 4. Pada minggu ke-2 semakin bertambahnya ratio berat/pelarut % recovery ion K dan Mg mengalami kenaikan.UPN “Veteran” Jatim .4(200 gram daun/500 ml pelarut) merupakan ratio berat/pelarut (L/V) operasi.3. Hal ini disebabkan ion K dan Mg mudah terekstraksi pada minggu ke-2. PEMBAHASAN Berdasarkan ratio berat daun dan buah kersen dengan pelarut air pada waktu ekstraksi dan Fermentasi yang sama.5. 4.

Ratio berat / solvent tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsentrasi pupuk cair. 5. 3.04 % N. dan 12.4 (200 gram daun / 500 ml pelarut). Daun kersen dapat diproses atau diproduksi menjadi pupuk cair dengan proses ekstraksi and fermentasi.08 % Mg. 4. Kualitas pupuk cair yang dihasilkan pada waktu ekstraksi dan fermentasi 6 minggu dengan ratio berat / solvent (300 gr / 500 ml) menunjukkan kensentrasi ion terbaik yaitu 2. Waktu ekstraksi dan fermentasi terbaik adalah 6 minggu. 0. Ratio berat / pelarut (L / V) operasi yang diperoleh sebesar 0. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian produksi pupuk cair dari daun dan buah kersen menggunakan pelarut air dengan variabel berat (daun dan buah kersen) dan waktu (ekstraksi dan fermentasi) dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya : 1.38 % P.1. seperti konsentrasi Kalium dan Magnesiumnya.UPN “Veteran” Jatim .93 % K. 23. 6. 2. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .V-1 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Pupuk cair yang dihasilkan dalam penelitian ini mempunyai kelebihan dengan pupuk cair yang dihasilkan dipasaran.

Perlu dilakukan percobaan dengan pelarut yang berbeda dalam kondisi asam atau basa. SARAN 1.UPN “Veteran” Jatim .V-2 Penelitian “Pembuatan Pupuk Cair dari Daun dan Buah Kersen dengan Proses Ekstraksi dan Fermentasi” 7. 2. Sebaiknya mencoba mengulang penelitian diatas dengan menggunakan berat daun kersen dibawah 200 gram. Berdasarkan aplikasi lapangan untuk tanaman cabe. pupuk cair ini mempunyai efek positif pada tanaman yaitu pertumbuhan dan pembuahan lebih cepat. 5. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri .2.

http://id.iptek. hal 60 – 70. Penebar. Pradnya Paramita. dkk. Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia.geocities. hal 353.wikipedia. Lokakarya. hal 8 – 11.blogspot.org//wiki//kersen. “Kamal Hijau pupuk Cair Organik”. Ralp . “Petunjuk Penggunaan Pupuk”. “Kimia Organik Jilid 2”. Lingga. Pinus.id/ind/teknologipangan/kersen(talok). Program Studi S-1 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . Wikipedia Indonesia.net. “Kersen (Talok)”. Lia. 1995. http://www. http://kamalhijau.com/persampahan/kompos. Jakarta. Fessenden. Alih Bahasa : Lianda Handojo. Anonymous.J dan Joan S. hal 182-184. IPTEKnet ‘Sentra Informasi IPTEK”. “Pembuatan Kompos dengan Teknologi Fermentasi”.21 Proposal Penelitian Daftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA Anonymous. “Dasar – dasar Mikrobiologi”. Erlangga. “Teknologi Kimia Bagian 2”. Jakarta. 7 oktober 2008 10 : 19 : 21 PM. G. 1964. Dwidjoseputro. Bernasconi. 1986. Surabaya. Malang Fessenden.doc. http://www. 7 oktober 2008 10 : 16 : 16 PM.UPN “Veteran” Jatim .com. 1990. 20 November 2008 15:45:15 AM. Djambatan. 7 oktober 2008 10 : 33 : 11 PM. D. “Kersen”.

2003. Bogor.S. hal 126 – 128. Afandie. Rachman. Yogyakarta. Program Studi S-1 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri . hal 6 – 57. Pelczar.UPN “Veteran” Jatim . hal 138 – 142. Michael J dan E. 2002. “Pupuk Organik” hal 6 – 16. Sutanto. Chan. Kanisius. Rosmarkam. Universitas Indonesia.C.dasar Mikrobiologi I”. “Dasar . 2002. “Penerapan Pertanian Organik”. 1986. Jakarta. Kanisius. Penebar Swadaya. Effi Ismawati.22 Proposal Penelitian Daftar Pustaka Musnawar. Yogyakarta. “Ilmu Kesuburan Tanah”.

Proses Pembuatan Pupuk Cair Daun dan Buah ditimbang sesuai variabel yang dijalankan . Persiapan bahan baku dan peralatan Daun Kersen Buah Kersen Air Keterangan : 1.Lampiran GAMBAR PROSES PEMBUATAN PUPUK CAIR DARI DAUN DAN BUAH KERSEN DENGAN PROSES EKSTRAKSI DAN FERMENTASI 1. 2. 5. 4. Blender Timbangan Gelas ukur Pisau Botol Rangkaian Tangki Berpengaduk 2. 3.

Daun di cacah Daun dan Buah kersen diblender sesuai variabel yang dijalankan Proses pengadukan dalam tangki berpengaduk selama 10 menit Proses Ekstraksi dan Fermentasi .

dan tanpa pupuk .0 Pupuk cair.Proses Filtrasi Filtrat dan ampas hasil filtrasi ( Pupuk cair dan ampas yang akan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos ) APLIKASI PUPUK CAIR TERHADAP TANAMAN CABE Pada minggu ke .

5 Pupuk cair.Pada minggu ke – 2 Pupuk cair. dan tanpa pupuk Pupuk cair. dan tanpa pupuk Pada minggu ke .6 Pupuk cair . dan tanpa pupuk Pada minggu ke .4 Pada minggu ke .

dan tanpa pupuk .Pupuk cair.

25 x 100% 90 = 96. Massa akhir = 17.94 % .6 % berat mula – mula ion K % berat akhir ion K Massa awal = 45 % berat = 17.25 gram % Recovery = 87.MENGHITUNG % RECOVERY Rumus yang digunakan sebagai berikut : Massa awal = % Berat mula .45 % berat = 45 x 200 100 = 90 gram.45 x 500 100 = 87.mula x berat bahan 100 Massa akhir = % Berat akhir x volume air 100 massa akhir x 100% massa awal % Recovery = Misal ambil salah satu sebagai contoh : Untuk 200 gram daun kersen / 500 ml air pada minggu ke .

TABEL HASIL PENGAMATAN .