P. 1
JENIS-JENIS SYOK

JENIS-JENIS SYOK

|Views: 7,274|Likes:
Published by Dede_Yenni_Wav_7967

More info:

Published by: Dede_Yenni_Wav_7967 on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

JENIS-JENIS SYOK

JENIS-JENIS SYOK DAN PENGERTIANNYA Berdasarkan etiloginya maka syok digolongkan atas beberapa macam yaitu :Syok Hipovolemik, Syok Kardiogenik, Syok Distributif, dan Syok Obstruktif SYOK HIPOVOLEMIK Pengertian Syok hipovolemik merupakan tipe syok yang paling umum ditandai dengan penurunan volume intravascular. Cairan tubuh terkandung dalam kompartemen intraseluler dan ekstraseluler. Cairan intraseluler menempati hamper 2/3 dari air tubuh total sedangkan cairan tubuh ekstraseluler ditemukan dalam salah satu kompartemen intavaskular dan interstitial. Volume cairan interstitial adalah kira-kira 3-4x dari cairan intravascular. Syok hipovolemik terjadi jika penurunan volume intavaskuler 15% sampai 25%. Hal ini akan menggambarkan kehilangan 750 ml sampai 1300 ml pada pria dgn berat badan 70 kg. Etiologi Kondisi-kondisi yang menempatkan pasien pada resiko syok hipovolemik adalah (1) kehilangan cairan eksternal seperti : trauma, pembedahan, muntah-muntah, diare, diuresis, (2) perpindahan cairan internal seperti : hemoragi internal, luka baker, asites dan peritonitis

SYOK KARDIOGENIK Pengertian Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali. Etiologi Penyebab syok kardiogenik mempunyai etiologi koroner dan non koroner. Koroner, disebabkan oleh infark miokardium, Sedangkan Non-koroner disebabkan oleh kardiomiopati, kerusakan katup, tamponade jantung, dan disritmia. SYOK DISTRIBUTIF Pengertian Syok distributif atau vasogenik terjadi ketika volume darah secara abnormal berpindah tempat dalam vaskulatur seperti ketika darah berkumpul dalam pembuluh darah perifer. Etiologi

2. Syok neurogenik spinal ditandai dengan kulit kering. anastesi spinal. pemeliharaan dan pembersihan peralatan secara tepat dan mencuci tangan secara menyeluruh. Tanda lainnya adalah bradikardi. menimbulkan tanda-tanda syok. lembab seperti terjadi pada syok hipovolemik. dan kerusakan sistem saraf.2 .1 Setiap keadaan yang mengakibatkan tidak tercukupinya kebutuhan oksigen jaringan. reaksi transfusi. vasodilatasi terjadi sebagai akibat kehilangan tonus simpatis. Syok Neurogenik Syok bukanlah merupakan suatu diagnosis. Syok Neorugenik Pada syok neurogenik. melakukan debriden luka ntuk membuang jarinan nekrotik. hangat dan bukan dingin. Insiden syok septik dapat dikurangi dengan melakukan praktik pengendalian infeksi. Kondosi-kondisi yang menempatkan pasien pada resiko syok distributif yaitu (1) syok neurogenik seperti cedera medulla spinalis. baik karena suplainya yang kurang atau kebutuhannya yang meningkat. Syok ini juga dapat terjadi sebagai akibat kerja obat-obat depresan atau kekurangan glukosa (misalnya : reaksi insulin atau syok). Syok merupakan sindrom klinis yang kompleks yang mencakup sekelompok keadaan dengan manifestasi hemodinamik yang bervariasi tetapi petunjuk yang umum adalah tidak memadainya perfusi jaringan. 3.Syok distributif dapat disebabkan baik oleh kehilangan tonus simpatis atau oleh pelepasan mediator kimia ke dari sel-sel. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera medula spinalis. malnutrisi Berbagai mekanisme yang mengarah pada vasodiltasi awal dalam syok distributif lebih jauh membagi klasifikasi syok ini kedalam 3 tipe : 1. (2) syok anafilaktik seperti sensitivitas terhadap penisilin. Syok Septik Syok septik adalah bentuk paling umum syok distributuf dan disebabkan oleh infeksi yang menyebar luas. usia yang ekstrim yaitu > 1 thn dan > 65 tahun.anti bodi sistemik. melakukan teknijk aseptik yang cermat. anastesi spinal. alergi sengatan lebah (3) syok septik seperti imunosupresif. Syok Anafilaktik Syok anafilaktik disebabkan oleh reaksi alergi ketika pasien yang sebelumnya sudah membentuk anti bodi terhadap benda asing (anti gen) mengalami reaksi anti gen.

9 1.1 Syok neurogenik sebenarnya jarang terjadi.8.5 A. 4.1 Syok atau renjatan merupakan suatu keadaan patofisiologis dinamik yang mengakibatkan hipoksia jaringan dan sel.2. Lingkaran setan dari kemunduran yang progresif akan mengakibatkan syok jika tidak ditangani segera mungkin. otot) dan kemudian ke organ vital (otak.2 Syok sirkulasi dianggap sebagai rangsang paling hebat dari hipofisis adrenalis sehingga menimbulkan akibat fisiologi dan metabolisme yang besar. Klasifikasi Syok secara umum dapat diklasifikasikan dalam 5 kategori etiologi yaitu : 1.5 Syok juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mengancam jiwa yang diakibatkan karena tubuh tidak mendapatkan suplai darah yang adekuat yang mengakibatkan kerusakan pada multiorgan jika tidak ditangani segera dan dapat memburuk dengan cepat. Syok didefinisikan juga sebagai volume darah sirkulasi tidak adekuat yang mengurangi perfusi.7. Pada syok neurogenik terdapat penurunan tekanan darah sistemik sebagai akibat terjadinya vasodilatasi perifer dan penurunan curah jantung.4. paru-paru. jaringan ikat. Vasodilatasi tersebut terjadi karena menurunnya resistensi perifer yang disebabkan oleh gangguan saraf otonom sedangkan penurunan curah jantung disebabkan oleh bertambahnya pengaruh nervus vagus pada jantung sehingga terjadi bradikardi. Syok Hipovolemik .Diagnosa adanya syok harus didasarkan pada data-data baik klinis maupun laboratorium yang jelas yang merupakan akibat dari berkurangnya perfusi jaringan. Syok mempengaruhi kerja organ-organ vital dan penangannya memerlukan pemahanam tentang patofisiologi syok.3 Syok bersifat progresif dan terus memburuk. pertama pada jaringan non vital (kulit. jantung. tulang.6 B. dan ginjal). Definisi Syok (renjatan) adalah kumpulan gejala-gejala yang diakibatkan oleh karena gangguan perfusi jaringan yaitu aliran darah ke organ tubuh tidak dapat mencukupi kebutuhannya.

.Syok Anafilaktif Gangguan perfusi jaringan akibat adanya reaksi antigen antibodi yang mengeluarkan histamine dengan akibat peningkatan permeabilitas membran kapiler dan terjadi dilatasi arteriola sehingga venous return menurun. Syok Obtruktif Ketidakmampuan ventrikel untuk mengisi selama diastol sehingga secara nyata menurunkan volume sekuncup dan endnya curah jantung Misalnya : tamponade kordis. perdarahan gastrointestinal · Hemoragik internal : hematoma. Misalnya : reaksi tranfusi. Syok Kardiogenik Gangguan perfusi jaringan yang disebabkan karena disfungsi jantung misalnya : aritmia. diare. hematotoraks . Syok Distributif . keringat yang berlebih · Internal : asites. sengatan serangga. koarktasio aorta.Syok Septik Syok yang terjadi karena penyebaran atau invasi kuman dan toksinnya didalam tubuh yang berakibat vasodilatasi. . AMI (Infark Miokard Akut).Syok yang disebabkan karena tubuh : .Kehilangan cairan dan elektrolit · Eksternal : muntah. 3. Misalnya : trauma pada tulang belakang. gigitan ular berbisa . obstruksi usus 2. spinal syok 4.Kehilangan plasma : luka bakar . emboli paru.Syok Neurogenik Pada syok neurogenik terjadi gangguan perfusi jaringan yang disebabkan karena disfungsi sistim saraf simpatis sehingga terjadi vasodilatasi. hipertensi pulmoner primer.Kehilangan darah/syok hemoragik · Hemoragik eksternal : trauma.

6 Menurut patofisiologinya. hipoksia jaringan bertambah nyata. Faktor humoral dilepaskan untuk menimbulkan vasokonstriksi dan menaikkan volume darah dengan konservasi air. Awalnya tekanan darah arteri mungkin normal sebagai kompensasi peningkatan isi sekuncup dan curah jantung. Mekanisme kompensasi dilakukan melalui vasokonstriksi untuk menaikkan aliran darah ke jantung.10 1. Curah jantung tidak lagi mencukupi sehingga terjadi gangguan seluler di seluruh tubuh. Fase Kompensasi Penurunan curah jantung (cardiac output) terjadi sedemikian rupa sehingga timbul gangguan perfusi jaringan tapi belum cukup untuk menimbulkan gangguan seluler. Jika syok berlanjut. Akan tetapi jika tekanan darah menurun. Dinding pembuluh darah menjadi lemah. vena balik (venous return) menurun. produk metabolisme menumpuk.C. Ventilasi meningkat untuk mengatasi adanya penurunan kadar oksigen di daerah arteri. resistensi arteriol (beban akhir). walaupun ada bermacam-macam penyebab. Relaksasi sfinkter prekapiler diikuti dengan aliran darah ke . Walau aliran darah ke ginjal menurun. tak mampu berkonstriksi sehingga terjadi bendungan vena. aliran darah menurun. volume darah. jantung. Syok dihasilkan oleh disfungsi empat sistem yang terpisah namun saling berkaitan yaitu . 4. gangguan seluler. Faktor utama yang berperan adalah jantung. dan kapasitas vena. Jika salah satu faktor ini kacau dan faktor lain tidak dapat melakukan kompensasi maka akan terjadi syok. maka filtrasi glomeruler juga menurun. curah jantung menurun dan vasokontriksi perifer meningkat. Fase Progresif Terjadi jika tekanan darah arteri tidak lagi mampu mengkompensasi kebutuhan tubuh. Hasil akhirnya berupa lemahnya aliran darah yang merupakan petunjuk yang umum. dan akhirnya terjadi kematian sel. Jadi pada fase kompensasi ini terjadi peningkatan detak dan kontraktilitas otot jantung untuk menaikkan curah jantung dan peningkatan respirasi untuk memperbaiki ventilasi alveolar. Pada saat tekanan darah arteri menurun. otak dan otot skelet dan penurunan aliran darah ke tempat yang kurang vital. Patofisiologi Syok menunjukkan perfusi jaringan yang tidak adekuat. 2. metabolisme terganggu. syok terbagi atas 3 fase yaitu : 5. tetapi karena ginjal mempunyai cara regulasi sendiri untuk mempertahankan filtrasi glomeruler.

terjadi peningkatan asam laktat ekstraseluler dan timbunan asam karbonat di jaringan. Kekurangan oksigen mempercepat timbulnya ireversibilitas syok. Sistem ginjal : produksi urin menurun (Normalnya 1/2-1 cc/kgBB/jam) 6. integritas sistim retikuloendotelial rusak. integritas mikro sirkulasi juga rusak. Peristiwa ini dapat menyebabkan trombosis kecil-kecil sehingga dapat terjadi koagulopati intravasa yang luas (DIC = Disseminated Intravascular Coagulation). Dapat timbul sepsis. dan akhirnya anoksia dan hiperkapnea. muntah 5. dingin. Sistem pencernaan : mual. Menurunnya aliran darah ke otak menyebabkan kerusakan pusat vasomotor dan respirasi di otak. Sistem kulit/otot : turgor menurun. pelepasan toksin dan invasi bakteri usus ke sirkulasi. dan berkeringat dingin. .11 1. 4. dimulai dari gelisah. nadi cepat dan lemah. D. mukosa lidah kering. mata cekung. paru menjadi kaku. DIC bertambah nyata. Hipoksia dan anoksia menyebabkan terlepasnya toksin dan bahan lainnya dari jaringan (histamin dan bradikinin) yang ikut memperjelek syok (vasodilatasi dan memperlemah fungsi jantung). Sistem pernafasan : nafas cepat dan dangkal 2. timbul edema interstisial. 3. bingung sampai keadaan tidak sadar. Sistem sirkulasi : ekstremitas pucat. Keadaan ini menambah hipoksia jaringan. Hipoksia jaringan juga menyebabkan perubahan metabolisme dari aerobik menjadi anaerobik. Sistem saraf pusat : keadaan mental atau kesadaran penderita bervariasi tergantung derajat syok.jaringan tetapi tidak dapat kembali ke jantung. daya respirasi menurun. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis tergantung pada penyebab syok (kecuali syok neurogenik) yang meliputi : 2. 6. Invasi bakteri dan penurunan fungsi detoksikasi hepar memperjelek keadaan. Gagal sistem kardiorespirasi.10. Akibatnya terjadi asidosis metabolik. Iskemia dan anoksia usus menimbulkan penurunan integritas mukosa usus. jantung tidak mampu lagi memompa darah yang cukup. tekanan darah turun bila kehilangan darah mencapai 30%. Fase Irrevesibel/Refrakter Karena kerusakan seluler dan sirkulasi sedemikian luas sehingga tidak dapat diperbaiki. 3.

usus. curah jantung menurun). dan tulang. 3. Akan tetapi kesadaran relatif masih baik. 2.Riwayat trauma (banyak perdarahan atau perdarahan dalam perut) . Pada keadaan ini terdapat oliguri (urin kurang dari 0. ginjal). Terjadi oliguri dan asidosis berat. tetapi akan hangat dan kering apabila kulitnya diraba. Pada syok lanjut terjadi vasokontriksi di semua pembuluh darah lain. F. pasien mungkin tidak bisa diwawancara sehingga riwayat sakit mungkin hanya didapatkan dari keluarga. Pemeriksaan1. lemak. produksi urin normal atau hanya sedikit menurun. otot rangka.5 mg/kg/jam) dan asidosis metabolik. kulit dan otot.9. Jaringan ini relatif dapat hidup lebih lama dengan perfusi rendah. tanpa adanya perubahan jaringan yang menetap (irreversible). Anamnesis Pada anamnesis. Kesadaran tidak terganggu.11. Mekanisme kompensasi syok beraksi untuk menyediakan aliran darah ke dua organ vital.6. cari : . teman dekat atau orang yang mengetahui kejadiannya. Syok Sedang Perfusi ke organ vital selain jantung dan otak menurun (hati.Riwayat penyakit jantung (sesak nafas) . asidosis metabolik tidak ada atau ringan. Syok Ringan Penurunan perfusi hanya pada jaringan dan organ non vital seperti kulit. Individu dengan syok neurogenik akan memperlihatkan kecepatan denyut jantung yang normal atau melambat. 12 1. E.7. Syok Berat Perfusi ke jantung dan otak tidak adekuat. gangguan kesadaran dan tanda-tanda hipoksia jantung (EKG abnormal. Derajat Syok Menentukan derajat syok :4 1. Organ-organ ini tidak dapat mentoleransi hipoperfusi lebih lama seperti pada lemak.

. normal atau meninggi pada awal syok septik) . 2. Pemeriksaan fisik .Status jantung Takikardi. pulsus lemah dan sulit diraba.. sianosis pada syok kardiogenik dan syok hemoragi terminal) Basah pada fase lanjut syok (sering kering pada syok septik). Kesadaran dan orientasi menurun.Status respirasi Respirasi meningkat.Fungsi Ginjal Oliguria. sopor sampai koma.Riwayat infeksi (suhu tinggi) .Kulit Suhu raba dingin (hangat pada syok septik hanya bersifat sementara. respirasi meningkat jika kondisi memburuk) . cemas. agitasi. tampak ketakutan. dan dangkal (pada fase kompensasi) kemudian menjadi lambat (pada syok septik.Riwayat pemakaian obat ( kesadaran menurun setelah memakan obat). .Status Mental Gelisah. kritis) . anuria (curah urin < 30 ml/jam. .Tekanan darah Hipotensi dengan tekanan sistolik < 80 mmHg (lebih tinggi pada penderita yang sebelumnya mengidap hipertensi. karena begitu syok berlanjut terjadi hipovolemia) Warna pucat (kemerahan pada syok septik.

Pemeriksaan Penunjang . kausanya tidak diketahui). Sinkope (pingsan) .Sirkulasi Tekanan vena sentral menurun pada syok hipovolemik. Diagnosis Banding13 1. leukosit.EKG G. Diagnosis Kriteria diagnosis :13 1. kreatinin. meninggi pada syok kardiogenik . Hmt. Tanda perfusi jaringan kurang 3. Alkalosis respirasi akibat takipnea .Fungsi Metabolik Asidosis akibat timbunan asam laktat di jaringan (pada awal syok septik dijumpai alkalosis metabolik. Penurunan tekanan darah sistolik > 30 mmHg 2. kadar elektrolit. penurunan pO2karena adanya aliran pintas di paru).Darah (Hb.Analisa gas darah . Takikardi. pulsus lemah H. 2. .. Semua jenis syok. golongan darah). glukosa darah. kadar ureum.Keseimbangan Asam Basa Pada awal syok pO2 dan pCO2 menurun (penurunan pCO2 karena takipnea. 3.

Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal. 2. Histeria I.Terapi oksigen . Pada syok septik. Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Umum : Memperbaiki sistim pernafasan : . sumber sepsis harus dicari dan ditanggulangi.11 1. memperbaiki oksigenasi tubuh. Penatalaksanaan2. J.Bebaskan jalan nafas . DIC (Koagulasi intravascular diseminata) akibat hipoksia dan kematian jaringan yang luas sehingga terjadi pengaktifan berlebihan jenjang koagulasi.3. dan syok anafilaktik) harus diatasi dengan pemberian cairan intravena dan bila perlu pemberian obat-obatan inotropik untuk mempertahankan fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer. Komplikasi6.12.10. Kegagalan multi organ akibat penurunan aliran darah dan hipoksia jaringan yang berkepanjangan. Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat. Defisit volume peredaran darah (C = circulation) pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif (syok septik. kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan pemberian oksigen 100%. Penanganannya meliputi: 1. yang juga bisa merupakan penyebab syok. Tindakan ini tidak bergantung pada penyebab syok. Sindrom distress pernapasan dewasa akibat destruksi pertemuan alveolus kapiler karena hipoksia 3.13 Penanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan. dan mempertahankan suhu tubuh. Jalan nafas (A = air way) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal. Pernafasan (B = breathing) harus terjamin. syok neurogenik.

Bentuk dari syok distributif.Vasopresor (kontraindikasi syok hipovolemik) . cidera spinal.Bantuan nafas Memperbaiki sistim sirkulasi: . tekanan darah.3 Syok neurogenik terjadi karena hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh.14 B. 2.Tergantung penyebab syok .10 Syok neurogenik juga dikenal sebagai syok spinal.Vasodilator SYOK NEUROGENIK A. Khusus : Obat farmakologik : .Pemberian cairan . perfusi perifer.5 . produksi urin Menghilangkan atau mengatasi penyebab syok.. Etiologi Penyebabnya antara lain : 3.Monitor nadi. Definisi Syok neurogenik merupakan kegagalan pusat vasomotor sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels).Hentikan perdarahan yang terjadi . atau anestesi umum yang dalam).4.10. hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah sistemik yang diakibatkan oleh cidera pada sistem saraf (seperti: trauma kepala.

emosi dan ketakutan meningkatkan vasodilatasi karena mekanisme reflek yang tidak jelas yang menimbulkan volume sirkulasi yang tidak efektif dan terjadi sinkop. takut. Suhu lingkungan yang panas. terkejut. Sebagai tambahan. Akhirnya. kehilangan volume intravaskuler dan intersisial karena peningkatan permeabilitas kapiler. Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal).15 Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan vasodilatasi menyeluruh di regio splanknikus. takut atau nyeri. pengumpulan darah di pembuluh darah vena. penurunan fraksi ejeksi. Pasien dengan nyeri hebat. Syok neurogenik mengacu pada hilangnya tonus simpatik (cedera spinal). stress. Gambaran klasik pada syok neurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi kulit. terkejut. Misalnya pingsan mendadak akibat gangguan emosional. Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal. sehingga perfusi ke otak berkurang.10 Pada penggunaan anestesi spinal. penurunan dalam efektifitas sirkulasi volume plasma sering terjadi dari penurunan venous tone. Patofisiologi Syok neurogenik termasuk syok distributif dimana penurunan perfusi jaringan dalam syok distributif merupakan hasil utama dari hipotensi arterial karena penurunan resistensi pembuluh darah sistemik (systemic vascular resistance). C. 2. 3. dan penurunan kurva fungsi ventrikel. Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang.16 Pada keadaan ini akan terdapat peningkatan aliran vaskuler dengan akibat sekunder terjadi berkurangnya cairan dalam sirkulasi. Syok neurogenik bisa juga akibat rangsangan parasimpatis ke jantung yang memperlambat kecepatan denyut jantung dan menurunkan rangsangan simpatis ke pembuluh darah. 4.9 .1.5.11. obat anestesi melumpuhkan kendali neurogenik sfingter prekapiler dan menekan tonus venomotor. 5. terjadi disfungsi miokard primer yang bermanifestasi sebagai dilatasi ventrikel. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas.

Langkah ini untuk menghindari pemasangan endotracheal . Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg). untuk mengurangi daerah vaskuler dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut.2. maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol. Diagnosis Banding Diagnosis banding syok neurogenik adalah sinkop vasovagal. kapiler dan vena. 2. sebaiknya dengan menggunakan masker. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat. Untuk syok yang lain biasanya sulit dibedakan tetapi anamnesis yang cermat dapat membantu menegakkan diagnosis. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia .3.8 G.4.14.9 1. syok anafilaksi. Manifestasi Klinis Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. barulah nadi bertambah cepat.9 Diagnosis banding yang lain adalah syok distributif yang lain seperti syok septik.7. nadi tidak bertambah cepat. Penatalaksanaan Konsep dasar untuk syok distributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dan efedrin. penggunaanendotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. Diagnosis Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. Keduanya sama-sama menyebabkan hipotensi karena kegagalan pusat pengaturan vasomotor tetapi pada sinkop vasovagal hal ini tidak sampai menyebabkan iskemia jaringan menyeluruh dan menimbulkan gejala syok. 4. Sedangkan pada keadaan lanjut. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia.4. 3. Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen.15 F. sesudah pasien menjadi tidak sadar.4.14.15 E.D. nadi tidak bertambah cepat.1.

Monitor terjadinya hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal dalam menaikkan tekanan darah secara adekuat. berefek serupa dengan norepinefrin. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh diberikan pada pasien syok neurogenik · Dobutamin . · Epinefrin Pada pemberian subkutan atau im. Ventilator mekanik juga dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi.13 3. dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi. akral. Jarang terjadi takikardi. · Norepinefrin Efektif jika dopamin tidak adekuat dalam menaikkan tekanan darah. turgor kulit. Pada pemberian subkutan. Pada dosis > 10 mcg/kg/menit.yang darurat jika terjadi distres respirasi yang berulang. Obat ini merupakan obat yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). agonis alfa yang indikasi kontra bila ada perdarahan seperti ruptur lien) :3. karena dapat menimbulkan kontraksi otot-otot uterus.14.9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 250-500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah. diserap tidak sempurna jadi sebaiknya diberikan per infus. diserap dengan sempurna dan dimetabolisme cepat dalam badan. Cairan kristaloid seperti NaCl 0. Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih. Untuk keseimbangan hemodinamik.15 · Dopamin Merupakan obat pilihan pertama. Pemberian obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah normal kembali. 4. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan pengaruhnya terhadap jantung Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak mengalami syok hipovolemik. berikan obat-obat vasoaktif (adrenergik. sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Awasi pemberian obat ini pada wanita hamil.

Syok neurogenik merupakan kegagalan pusat vasomotor sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels).5-20 mcg/kg/menit 0. takut. rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang.05-2 mcg/kg/menit 2-10 mcg/kg/menit 2.4.3 Penyebab syok neurogenik antara lain: Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal).1. Syok merupakan sindrom klinis yang kompleks yang mencakup sekelompok keadaan dengan manifestasi hemodinamik yang bervariasi tetapi petunjuk yang umum adalah tidak memadainya perfusi jaringan. 3.15 Konsep dasar untuk syok distributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dan efedrin.5 Syok neurogenik termasuk syok distributif dimana penurunan perfusi jaringan dalam syok distributif merupakan hasil utama dari hipotensi arterial karena penurunan resistensi pembuluh darah sistemik (systemic vascular resistance). trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). 11. Obat Dosis 2. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi perifer.05-2 mcg/kg/menit 0. terkejut. untuk mengurangi daerah vaskuler dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut. nadi tidak bertambah cepat.16 Diagnosis syok kardiogenik Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal.Berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac output. 3. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia.4. .14.5-10 mcg/kg/menit Cardiac Output + + ++ + Tekanan Darah + ++ ++ ++ +/- Resistensi Pembuluh Darah Sistemik + ++ + ++ - Dopamin Norepinefrin Epinefrin Fenilefrin Dobutamin KESIMPULAN Syok bukanlah merupakan suatu diagnosis. suhu lingkungan yang panas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->