P. 1
Konsultasi Dengan Ust.ahmad Sarwat, Lc (Eramuslim)

Konsultasi Dengan Ust.ahmad Sarwat, Lc (Eramuslim)

|Views: 694|Likes:
Published by Achmad Hidayat

More info:

Published by: Achmad Hidayat on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

Publikasi: 16/02/2005 12:12 WIB

Assalamu'alaikum wr.wb

Ustadz, sampai saat ini saya masih merasa bimbang tentang halal atau haramkah alkohol
dibawa untuk shalat. Kalau haram, apakah penyebabnya?

Man

Jawaban:

Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulilahi Rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin
wa 'alaa aalihi wa shahbihihi ajma'in, wa ba'du

Tidak setiap zat yang mengandung alkohol termasuk dalam kategori khamar. Dan
sebaliknya, tidak semua khamar itu mengandung alkohol. Karena bila ditilik secara ilmu
kimia, banyak dari jenis makanan yang alami termasuk buah-buahan memiliki kandungan
zat yang disebut sebagai Alkohol seperti nasi dan sebagainya. Tentu saja kita tidak bisa
mengatakan bahwa nasi itu adalah khamar karena secara alami mengandung kadar
tertentu dari zat yang dikenal dengan nama Alkohol.

Jadi untuk menentukan apakah suatu benda termasuk khamar, bukan dengan adanya
alkohol atau tidak, tetapi dengan melihat apakah zat itu memabukkan atau tidak bila
dikonsumi oleh masyarakat umum. Bila memabukkan, maka hukumnya adalah khamar
tapi bila tidak maka bukan khamar.

Contohnya seperti perasan buah anggur. Pada tahap tertentu, perasan anggur dapat
menjadi khamar dan pada tahap yang lain dimana bila diminum tidak memabukkan
secara umum, maka bukan khamar.

Karena itu dalam literatur fiqih sering dituliskan bahwa bila khamar bila telah berubah
menjadi khall (cuka), hukumnya menjadi halal dan sebaliknya.

Maka dari itu sebagian besar ulama tidak memasukkan alkohol sebagai sebagai barang
najis, karena bukan khamar. Dan tidak mengapa menggunakan parfum yang mengandung
alkohol dalam shalat karena tidak termasuk benda najis.

Dan kenajisan khamar sendiri sebagaimana yang disebutkan Al-Quran, bukan jenis najis
secara fisik. Demikian menurut sebagian ulama. Karena dalam ayat itu dikaitkan dengan
judi, anak panah sebagai rijs yang merupakan perbuatan setan. Meskipun jumhur ulama
mengatakan bahwa khamar itu najis. Namun karena alkohol tidak identik dengan khamar,
maka bila ada suatu cairan seperti parfum yang di dalamnya ada kandungan alkoholnya,
tidak bisa dikatakan sebagai khamar. Dan itu bisa dibuktikan dengan cara meminum
parfum itu. Kalau yang minum mabuk, maka parfum itu khamar, tapi kalau yang minum
tidak mabuk tapi mati, jelaslah parfum itu bukan khamar tapi racun untuk diminum.

Wallahu A'lam Bish-shawab

Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->