Solid State Drive (SSD) oleh HNDCOMPUTER.

COM pada 16 Agustus 2012 pukul 11:52 · Definisi Solid State Drive Solid state drive (SSD) merupakan media penyimpanan data (storage) seperti HDD. Berbeda dengan HDD yang menggunakan platter magnetis yang berputar, SSD mengguna kan chip semikonduktor. SSD dapat menggantikan hard disk drive tradisional, mesk ipun secara teknis bukanlah sebuah disk. Bentuk dan dimensi SSD juga sama dengan HDD, sehingga dapat diletakkan pada konektor standar pada komputer seperti Seri al ATA (SATA). Prinsip dibalik SSD adalah tidak ada bagian yang bergerak, tidak platter yang be rputar, tidak ada head yang berpindah-pindah. Data dibagi dalam ukuran word dan disimpan dalam memori. Data kemudian diakses dengan cepat menggunakan metode pen galamatan yang unik pada seluruh sistem. Teknologi ini telah digunakan untuk RAM selama bertahun-tahun, tetapi tidak digunakan untuk HDD karena terlalu mahal un tuk diproduksi. Tapi saat ini SSD sudah mulai memasuki skala ekonomis untuk dipr oduksi massal. Arsitektur & Teknologi SSD menggunakan dua jenis memori sebagai media penyimpanan, yaitu NAND flash (me mori non-volatile) atau DRAM (memori volatile). Istilah NAND flash berawal dari penggunaan teknologi gerbang NAND yang sering digunakan untuk USB flash drive da n berbagai jenis memory card. NAND bersifat non-volatile, yang memiliki kemampua n menyimpan data walau tidak ada aliran listrik, sehingga dapat digunakan sebaga i hard disk drive. Dynamic Random Access Memory (DRAM) bersifat volatile dan mem butuhkan sumber listrik tersendiri apabila digunakan terpisah dari komputer. Tapi saat ini sebagian SSD yang beredar dipasaran umumnya menggunakan teknologi NAND. Perbandingan antara SSD dan HDD Teknologi SSD yang berkembang sangat pesat menyebabkan hard disk drive semakin t egeser. SSD lebih baik daripada HDD tradisional karena beberapa alasan: Gambar Perbandingan Kecepatan SSD MLC Samsung 128GB dengan HDD : 1. Kecepatan HDD harus berputar agar head bisa membaca sector pada platter, terkadang harus j uga menunggu waktu spin-up (waktu yng dibutuhkan untuk berputar pertamakali). Sete lah disk dalam kondisi berputar, head harus mencari posisi yang tepat dalam disk . Disk kemudian harus berputar lagi agar data yang tepat dapat terbaca. Bila dat a tersebar pada beberapa tempat (fragmented) maka operasi ini akan diulangi hing ga semua data telah dibaca (Read) atau ditulis (Write). Meskipun setiap operasi hanya membutuhkan waktu sepersekian detik, jumlah total waktu yang diperlukan da pat cukup berpengaruh. Seringkali pembacaan dan penulisan hard disk menyebabkan bottleneck pada sistem. Karena informasi dalam SSD dapat diakses secara langsung (secara teknis waktu ya ng dibutuhkan setara dengan kecepatan cahaya) tidak ada latency untuk pemindahan data. Latency adalah waktu tenggang antara permintaan data dengan dimulainya pe mindahan data sesungguhnya. 2. Stabilitas SSD Karena tidak ada bagian yang bergerak, kemungkinan kerusakan mekanis pada SSD me

njadi kecil sekali. Debu juga tidak menjadi masalah, karena SSD dapat dibuat ked ap udara, tidak seperti HDD yang membutuhkan saluran udara agar dapat berfungsi dengan baik. Bila SSD terjatuh juga kecil kemungkinannya merusak data. Tidak ada head sehingga kerusakan head pun dapat dihindari. Kecepatan dan kestabilan tent unya berkaitan erat dengan harga. SSD pada awal peluncurannya berkapasitas renda h, namun harganya sangat jauh bila dibandingkan dengan HDD. Tabel Tabel Perbandingan Umum antara SSD dengan HDD 3. Konsumsi listrik yang rendah Kelemahan utama dari HDD adalah jumlah daya listrik yang digunakan. Sebagian bes ar dari keseluruhan daya listrik yang diperlukan oleh HDD digunakan untuk motor yang harus memutar disk. Agar hard drive bisa lebih cepat, maka kecepatan berput ar dari disk harus ditingkatkan, hingga 10,000 rpm untuk HDD dengan performa yan g tinggi. SSD menawarkan efisiensi daya yang lebih tinggi. Karena tidak adanya m otor dan efisiensi dari IC, SSD menggunakan sepersekian dari daya yang dibutuhka n HDD konvensional. Saat tidak bekerja, SSD menggunakan daya 95% lebih rendah da ri daya yang dibutuhkan HDD. Saat aktif, SSD menghemat 50 - 83% daya. Penggunaan daya yang lebih rendah berar ti panas yang dihasilkan di dalam chassis lebih rendah, sehingga suhu komponen-k omponennya lebih rendah dan kebutuhan venilasi dalam chassis (casing) juga lebih rendah. Dan yang terpenting, dalam mobile computing, kebutuhan daya yang lebih rendah dapat memperbanjang umur baterai. Setiap SSD dapat menghemat hingga 21.9 Kilowatt-jam4 dari daya per tahun, sehingga SSD juga ramah lingkungan. 4. Performa SSD dan HDD memiliki karakteristik performa yang sangat berbeda. Lamanya waktu akses HDD antara 10-20ms sangat lambat dibandingkan kecepatan SSD yaitu 1 ms atau lebih cepat. Karena itu, SSD sangat unggul dibandingkan dengan h ard drive untuk pembacaraan dan penulisan data kecil secara random. Hard drive relatif cepat untuk transer data yang besar yang terletak dalam block yang berurutan. Tetapi SSD yang tercepat mampu melakukan pembacaan dan penulisa n yang lebih cepat dibandingkan dengan HDD yang tercepat. Keuntungan lainnya ada lah tidak adanya waktu tunggu saat bangun dari sleep mode, dikarenakan tidak ada komponen yang bergerak, jadi tidak perlu ada pemutaran seperti hard drive konve nsional. 5. Daya tahan (Reliabilitas) HDD konvensional menggunakan disk magnetis yang berputar dan head magnetis yang berputar untuk membaca dan menulisa data dari dan ke disk. Arsitektur ini membut uhkan banyak bagian yang berputar di dalam drive, termasuk motor untuk memutar d isk, disk yang berputar ini sendiri, motor untuk memindahkan head di atas disk, serta head magnetis untuk membaca atau menulis. Bagian yang bergerak rentan meng alami kerusakan dibandingkan dengan komponen yang solid. HDD adalah komponen yang mudah rusak dalam komputer desktop. Dan kerusakan hard drive lebih serius pada laptop yang lebih mudah terbentur. Jika tanpa sengaja se buah laptop terjatuh dari meja, HDD adalah yang pertama rusak. Bila HDD rusak, m aka sistem akan berhenti, dan data yang tersimpan dalam HDD bisa hilang. HDD buk an cara yang aman untuk menyimpan data yang penting. SSD menyimpan data dalam IC memori yang disolder ke circuit board sehingga tidak ada bagian yang bergerak. SSD memiliki tingkat reabilitas yang lebih tinggi dib andingkan HDD. Kelebihan ini menyebabkan SSD menjadi media penyimpanan yang lebi

h dipilih karena aman. Ringkasan Keuntungan & Kekurangan Penggunaan SSD Keuntungan SSD 1. Start-up yang lebih cepat, karena tidak memerlukan spin-up (perputaran). 2. Pada umumnya, kecepatan pembacaan dan akses secara acak SSD lebih cepat. Hal ini disebabkan karena tidak adanya head untuk membaca/manulis untuk digerakkan. 3. Latency time yang sangat rendah, karena seek-time SSD yang jauh lebih baik di bandingkan hard disk drive yang terbaik. Pada aplikasi-aplikasi tertentu hal ini akan berdampak pada proses booting yang lebih cepat dan mempercepat start up ap likasi. 4. Penulisan yang sangat cepat (RAM, hampir sama cepatnya untuk Flash modern). 5. Tidak berisik. Karena tidak adanya komponen yang bergerak menyebabkan SSD sam a sekali tidak menimbulkan suara, kecuali, seperti pada kasus model high-end dan high-capacity, model-model semacam ini disertai dengan kipas pendingin. 6. Untuk SSD Flash dengan kapasitas yang rendah, konsumsi listrik dan panas yang dihasilkan relatif kecil. Meskipun SSD high-end dan SSD berbasis DRAM mungkin m emiliki kebutuhan tenaga yang lebih besar. 7. Ketahanan mekanik yang tinggi, dimungkinkan karena rendahnya penggunaan kompo nen yang bergerak. 8. Kemampuan untuk menangani goncangan yang ekstrim, ketinggian, getaran dan tem peratur yang ekstrim. Hal ini sekali lagi disebabkan karena tidak adanya kompone n yang bergerak. Hal ini menjadikan SSD berguna bagi laptop, komputer bergerak d an peralatan yang beroperasi pada kondisi ekstrim. 9. Range temperatur operasional yang besar. HDD biasa memiliki range temperatur operasional antara 5 - 55 derajat celcius. Kebanyakan SSD dapat beroperasi hingg a 70 derajat, dan beberapa drive untuk keperluan industri dapat bekerja pada tem peratur yang lebih tinggi. 10. Kinerja pembacaan yang stabil. Tidak seperti hard disk drive, kinerja SSD ny aris konstan dan dapat ditentukan pada keseluruhan media penyimpanan. Hal ini di sebabkan karena seek time yang hampir konstan dan tidak tergantung pada lokasi f isik dari data, dan karenanya tidak memiliki efek pada kinerja. 11. Untuk SSD dengan kapasitas rendah, berat dan ukuran yang lebih kecil dibandi ngkan dengan hard disk. SSD dapat digunakan untuk menyimpan hingga kapasitas 20 GB pada sebuah CompactFlash dengan ukuran 42.8x36.4x5mm. SSD hingga 256 GB lebih ringan dibandingkan hard drive dengan kapasistas yang sama. 12. Ketika kegagalan terjadi, umumnya yang terjadi adalah pada waktu penulisan a tau penghapusan, tidak pada saat pembacaan. Dengan menggunakan HDD tradisional, kegagalan cenderung terjadi pada saat pembacaan. Jika drive mendeteksi kegagalan pada saat menulis, data dapat ditulis pada cell yang baru tanpa harus kehilanga n data. Jika HDD mengalami kegagalan pada saat membaca, maka pada umumnya data a kan hilang selamanya. Kelemahan SSD 1. Harga SSD masih lebih mahal per gigabytenya dibandingkan dengan hard drive ko nvensional. SSD dengan grade standar (untuk konsumen biasa) pada umumnya berkisa

r antara 2 hingga 3.5 USD per GB untuk flash drive, dan melebihi 80 USD untuk SS D berbasis RAM. Hal ini jauh diatas hard drive konvensional yang berkisar dibawa h 0.15 USD. 2. Kapasitas SSD pada saat ini jauh dibawah HDD konvensional (kapasitas flash SS D diprediksi akan meningkat secara cepat, dengan drive eksperimen mencapai 1 TB) . 3. SSD berbasis DRAM memiliki kerentanan yang lebih besar terhadap listrik yang mati tiba-tiba. 4. Kemampuan tulis (hapus) yang terbatas cell cell flash-memory akan aus setelah 1.000 hingga 10.000 penulisan. Meskipun cell-cell dengan daya tahan tinggi dapa t tahan hingga 1-5 juta penulisan (kebanyakan log file, file allocation table da n bagian-bagian yang sering digunakan pada file system melebihi jumlah ini pada masa hidup komputer). 5. Kecepatan penulisan yang lebih lambat. Karena erase block dan sebuah SSD berb asis flash umumnya cukup besar (0,5 1 megabyte), hal ini akan menyebahkan kecepa tan penulisan acak yang lebih lambat dibandingkan hard disk konvensional dan kar enanya rentan terhadap fragmentasi penulisan. 6. Kepadatan penyimpanan yang lebih rendah. Hard disk dapat menyimpan lebih bany ak data per unit volume dibandingkan DRAM adalah Flash SSD, kecuali untuk kapasi tas yang sangat kecil atau perangkat kecil. 7. Konsusmsi listrik yang lebih besar pada saat idle atau pada saat workload ren dah. Runtime dari baterai laptop akan berkurang dengan menggunakan sebuah SSD di bandingkan menggunakan 7200 RPM 2,5 hard disk laptop. SSD juga menggunakan lebih b anyak tenaga per gigabyte.

Sumber : www.intel.com http://id-id.facebook.com/notes/hndcomputercom/solid-state-drive-ssd/44101911262 5751 15:34 13 Oktober 2012

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful