The Future of Governing: Four Emerging Models B.

Guy Peters

CHANGING STATE, GOVERNANCE AND THE PUBLIC SERVICE

Seolah diberikan masalah yang “tidak dapat diselesaikan” Governments are more likely to be handed the poisoned chalice of insuperable problem  Reformasi menyelesaikan masalah yang ada pada satu waktu namun mungkin menimbulkan masalah yang lain pada tahap berikutnya (Kaufman 1987)  Mereformasi pemerintahan dengan cara tradisional juga belum tentu baik.CHANGING STATE.    Seiring waktu terjadi reduksi otoritas terhadap pihak diluar pemerintahan seperti organisasi internasional dan perubahan pasar international karena masalah regulasi dan tingkah laku dari orang dan organisasi Pemerintah dan pemimpin pemerintah terus mencoba melakukan cara untuk membuat pemerintahan lebih baik Adanya sikap skeptis n sinis yang di tujukan kepada pemerintah. . GOVERNANCE AND THE PUBLIC SERVICE  Pemerintah telah diberikan tanggungjawab oleh masyarakat untuk mendesain institusi yang mengatur dan Mempengaruhi masyarakat dan ekonomi secara kolektif.

Permanence and stability 4. An Apolitical Civil Service 2. An Institutionalized Civil Service 5. Hierachy and rules 3. Jelasnya terjdi perubahan ekonomi dan pemikiran  perubahan definisi atas apa yang dimaksud pemerintahan yang baik atau good government Ada 6 konsep dalam old model of public administration. Equality .     Tujuannya sebagai bentuk usaha agar pemerintah bekerja lebih baik berfokus pada the Anglo American democracies karena secara keseluruhan reformasi yang dilakukan jauh lebuh aktif dan inovatif. (Richards 1992) 1. Internal Regulation 6. Reformasi administrasisebaiknya perlu memahami dulu tentang tradisional model karena cenderung berkembang dari praktek dan telah meliki model tersendiri.

dimana implementator menentukan kebijakan yang nyata. almond dan lasswell 1934) “street level bureucrats” (Lipsky 1980) Masalahnya adalah bagaimana membuat semua proses pemerintahan terstruktur dan memiliki kejelasan adalah dengan adanya akuntabilitas. Atau “democratic accountability” Politisasi fungsi pegawai negri sipil akan membuat kompetensi yang seimbang dalam membuat kebijakan walaupun dalam pelaksanaannya lebih sulit.AN APOLITICAL CIVIL SERVICE      Neutral competence :tidak terlihat sebagai pengikut politik namun dapat melayani proses dan mengetahui tentang detail peraturan serta melaksanakannya.(gulick 1933. Pada awal 1930an pegawai negri sipi memiliki peran bagi kebijakan yaitu pada tataran implementasi. .

1992) perubahan dalam manajemen seperti manipulasi untuk meningkatkan efisiensi dan komitmen pada partisipasi (Thomas 1993) terlepas proses partisipasi ini cocok atau tidak. Akan sulit bagi pemerintah menyangkal keterlibatan masyarakat n pekerja.HIERARCHY AND RULES  penolakan asumsi tentang struktur hirarki dan aturan management yang terikat tentang kewenangan pegawai negri dalam penegakan aturan pelayanan publik Alternatif Hirarki“parcipatory organization”. Proses pemerintahan pada era demokrasi industri serupa dengan proses tawar menawar dari pada menerapkan aturan (Kooiman 1993)    . pada kenyataannya pemerintah sedang menghadapi tekanan untuk mengakomodasi pemintaan masyarakat level bawah menentukan kebijakan (Barzlay.

PERMANENCE AND STABILITY  As lifetime employment.Pekerjaan seumur hidup.  Pada kenyataannya permanen menyebabkan masalah sosial dan ekonomi  Alternative Organizations Sulit bagi pemerintah memecat pegawai yang ada. Politically loyal personel (Peters 1995)  .namun butuh pekerja tambahan yang loyal. "kontrak sosial" negeri sipil dan sejumlah pendapatan untuk pekerjaan yang aman (Hood dan Peters 1994).

Co: di jerman prakteknya pekerja kontrak membutuhkan biaya yang lebih besar seperti training dan informasi untuk melakukan pekerjaan  Menurut  Pada . kewenangan pembangunan dan birokrasi dimulai dengan karismatik dan kewenangan patrimonial  organisasi birokrat dengan otoritashukum rasional.AN ISTITUTIONALIZED CIVIL SERVICE  Harus ada pegawai negeri yang terlembagakan yang diatur sebagai suatu badan hukum. lihat juga Mommsen 1989). Max Weber (1958.

maka pemerintah mungkin dapat melakukan secara lebih efisien dan efektif (Osborne dan Gaebler 1992). Merevisi peraturan internal dibutuhkan pada masa pembangunan dan transisi.INTERNAL REGULATION  Bahwa layanan sipil harus sepakat dan merespon semua tanpa pertanyaan untuk arahan kebijakan yang dikeluarkan oleh para politik tentang fungsi kontrol seorang pemimpin yang memiliki kontrol yang kuat serta akuntabilitas. . Pada masa ini yang paling dibutuhkan adalah perencanaan yang kuat serta transparan. (kaufman 1977 walters 1992)     keterampilan dan kewirausahaan pegawai publik dapat terlibat lebih bebas.

EQUALITY Adanya kesetaraan gaji terhadap kualifikasi pegawai  Memberi pemberdayaan pada pegawai dengan eselon rendah  Self actualize  lebih kreatif dan merakyat  Memberi benefit yang sepadan kepada klien (masyarakat yang berpartisipasi  insentif)  .

Beberapa hal yang menyebabkan perubahan:  Perubahan ekonomi menekan pemerintah untuk melakukan respon seperti membuat program baru atau mengadopsi  efisiensi proses administrasi Perubahan demografi. Tingginya usia tua  uang pensiun dan asuransi  total cost of government   Perubahan budaya  perubahan konsep administrasi yang lebih fleksibel terhadap pasar .WHAT HAPPENED? Sistem tradisional pada beberapa dekade sangat sukses diterapkan namun setelah itu berubah.

Penjelasan lain terkait rethinking Governance adalah sosial dan ekonomi yang harus pemerintah kontrol dan regulasikan menjadi tidak kaku  Peningkatan heterogenitas sosial politik di masyarakat  Pihak pemerintah melakukan tawar menawar terhadap isu yg berkembang  Menolak Organisasi yang stabil karena akan banyak intervensi .

dan lebih umum bagaimana seharusnya pemerintah berusaha mempengaruhi sektor swasta? . Dimensi kedua adalah struktur: Bagaimana seharusnya sektor publik harus diselenggarakan? Dimensi ketiga dari model adalah manajemen: Bagaimana seharusnya para anggota sektor publik direkrut. dan bagaimana seharusnya sumber daya keuangan dikendalikan? Dimensi keempat berfokus pada konsepsi kebijakan dan proses kebijakan: Apa yang seharusnya menjadi peraturan bagi pelayanan publik dalam proses kebijakan. dan dikelola. termotivasi.VISIONS OF THE STATE AND GOVERNMENT Ada 4 visi yang masing-masing mengandung beberapa konsep “public interest” dan ide tentang good government diterjemahkan melalui beberapa dimensi yaitu:     Dimensi utama yaitu landasan utama: ide utama dalam visi tersebut.

VISIONS OF THE STATE AND GOVERNMENT .

terimakasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful