PSG SECARA ANTROPOMETRI

Arie Nugroho, S.Gz Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2012

Rabbi Zidni ‘Ilman “ Tuhanku Tambahkan Ilmu Kepadaku “

PENDAHULUAN
• Salah satu metode status gizi masyarakat. paling sering digunakan di masyarakat Contoh ???

Pertumbuhan lebih menekankan pada fisik Perkembangan lebih menekankan pada mental dan kejiwaan seseorang
YANG MENJADI DASAR ANTROPOMETRI???

PERTUMBUHAN (growth) : Perubahan dalam besar, jumlah, ukuran dan fungsi tingkat sel, organ, maupun individu. Diukur dengan ukuran berat ukuran panjang umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh) Peningkatan secara bertahap dari tubuh,organ dan jaringan dari masa konsepsi sampai remaja

Definisi Perkembangan: Bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan atau Penampilan kemampuan (skill) yang diakibatkan oleh kematangan sistem saraf pusat, khususnya di otak. • Perkembangan anak yang sehat searah (paralel) dengan pertumbuhannya

• Pertumbuhan lebih menekankan pada aspek fisik sedangkan • Perkembangan lebih menekankan pada aspek pematangan fungsi organ, terutama kematangan sistem saraf pusat

Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan DAN Perkembangan
FAKTOR i. Internal a. Genetik b. Obsterik c. Sex ii. EKSTERNAL a. Gizi CONTOH Individu (keluarga Ras/lingkungan intrafeurin (ketidakcukupan plasenta) BBLR, Lahir Kembar Laki-laki lebih panjang dan lebih berat Fetus(diet maternal:protein,energi,iodium) Bayi(ASI dan susu botol) Anak (protein, energi, iodium, zink,vit D) Alkohol, tembakau, dan kecanduan obatobatan lainnya Iklim, daerah kumuh

B. Obat-obatan c. Lingkungan

FAKTOR
III. Penyakit 1. Endokrin 2 Infeksi

CONTOH
Hormon pertumbuhan (hipofisis) Bakteri akut dan kronis, virus, dan cacing Anemia sel sabit, kelainan metabolis sejak lahir Kanker, malabsorsi usus halus, jantung, ginjal dan hati Kemunduran mental

3 Kongenital 4. Penyakit Kronis 5. Psikologis

JENIS JENIS PERTUMBUHAN
1. 2. Pertumbuhan Linier Menggambarkan status gizi pada masa lampau Bentuk dan ukuran pertumbuhan linear berhubungan dengan panjang Contoh ukuran panjang: panjang badan, lingkar dada, lingkar kepala. Yang paling sering digunakan tinggi atau panjang badan Pertumbuhan massa jaringan Menggambarkan status gizi pada saat sekarang atau pada saat pengukuran Bentuk dan ukuran massa jaringan: massa tubuh Contoh ukuran massa jaringan : berat badan, lingkar lengan atas, tebal lemak bawah kulit. Ukuran yang paling sering digunakan adalah berat badan

Ukuran Antropometri Gizi Linier
Contoh : Tinggi Badan Lingkar Dada Lingkar Kepala

Massa Jaringan
Contoh : Berat Badan Lingkar lengan atas Tebal lemak dibawah kulit Gambaran Menunjukkan keadaan gizi(gizi kurang)akibat kekurangan energi dan protein yang diderita sekarang atau pada saat pengukuran

Gambaran
kulit

» » »

Menunjukkan keadaan gizi(gizi kurang Akibat kekurangan energi dan protein Yang diderita waktu lampau

Pengertian Antropometri
Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. = Ukuran dari tubuh. Pengertian dari sudut pandang gizi : Jelliffe (1966) : • Antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi • Sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai ketidakseimbangan antara asupan protein dan energi. Gangguan ini biasanya terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh, seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh

KEUNGGULAN:
1. Prosedur sederhana, aman , sampel yang besar 2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli, tapi cukup menggunakan tenaga yang sudah dilatih dalam waktu singkat. 3. Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat didaerah setempat. 4. Metode ini tepat dan akurat karena dapat dibakukan.

5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau. 6. Umumnya dapat mengidentifikasi status untuk penas gizi sedang,kurang dan gizi buruk, karena sudah ada ambang batas yang jelas. 7. Metode antropometri dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya. 8. Metode antropometri gizi dapat digunakan penapisan kelompok rawan terhadap gizi.

KELEMAHAN ANTROPOMETRI 1. Tidak sensitif 2. Faktor di luar gizi ( penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sesitivitas pengukuran antropometri. 3. akurasi dan validitas

1. Pengukuran Ukuran Tubuh (body size) 1.1 Jenis pengukuran a. Lingkar kepala b. Panjang badan/ tinggi badan c. Tinggi lutut d. Panjang depa e. Berat badan 2. Pengukuran komposisi tubuh (body composition) a. Tebal lipatan kulit b. Rasio Pinggang panggul (Waist Hip Circumference Ratio)

Berat Badan
terpenting, paling sering digunakan Digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR Pada masa bayi-balita berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis (dehidrasi, asites, edema, atau adanya tumor). Dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan Pada klien edema dan asites, terjadi penambahan cairan dalam tubuh

Alasan 1. Memberikan gambaran status gizi sekarang, jika dilakukan periodik memberikan gambaran pertumbuhan 2. Umum dan luas dipakai di Indonesia 3. Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh keterampilan pengukur 4. Digunakan dalam KMS 5. BB/TB merupakan indeks yang tidak tergantung umur 6. Alat ukur dapat diperoleh di pedesaan dengan ketelitian tinggi: dacin

Tinggi badan
• Tinggi Badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal • Pada keadaan normal, TB tumbuh seiring dengan pertambahan umur • Pertumbuhan TB tidak seperti BB, relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. • Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap TB akan nampak dalam waktu yang relatif lama

• Parameter paling penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat • Merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan BB terhadap TB (quac stick) faktor umur dapat dikesampingkan • Alat ukur : - Alat Pengukur Panjang Badan Bayi : untuk bayi atau anak yang belum dapat berdiri. - Microtoise: untuk anak yang sudah dapat berdiri

catatan
• Anak < 2 tahun diukur dengan cara terlentang • Anak > 2 tahun diukur dengan cara berdiri • Anak umur < 2 tahun diukur tingginya berdiri maka ditambahkan 0,7 cm untuk dikonversi menjadi panjang badan • Anak umur > 2 thn diukur panjangnya maka dikurangi 0,7 cm untuk dikonversi menjadi tinggi badan PANJANG BADAN LEBIH PANJANG 0,7 cm DIBANDING TINGGI BADAN (WHO, 2005)

LILA
• Merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh • Memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit • Lila mencerminkan cadangan energi, sehingga dapat mencerminkan: 1. Status KEP pada balita 2. KEK pada ibu WUS dan ibu hamil: risiko bayi BBLR

• Alat: suatu pita pengukur dari fiber glass atau sejenis kertas tertentu berlapis plastik. • Ambang batas (Cut of Points): - LLA WUS dengan risiko KEK di Indonesia < 23.5 cm - Pada bayi 0-30 hari : ≥9.5 cm - Balita dengan KEP <12.5 cm Kelemahan: - Baku LLA yang sekarang digunakan belum mendapat pengujian yang memadai untuk digunakan di Indonesia - Kesalahan pengukuran relatif lebih besar dibandingkan pada TB - Sensitif untuk suatu golongan tertentu

Lingkar Kepala
• Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis, biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala • Contoh: hidrosefalus dan mikrosefalus • Lingkar kepala dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak • Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi

• 1. 2. 3. 4.

Apabila otak tidak berkembang secara maksimal maka kepala akan tetap kecil dan merupakan tanda akan terjadinya perkembangan mental yang subnormal Menditeksi hambatan jalannya cairan serebrospinal akan meningkatkan volume kepala hidrosefalus Prosedur Lingkarkan pita diatas alis Lanjutkan lingkarkan pita pada bagian kepala yang paling menonjol Cek pita pada posisi benar Catat lingkar kepala (cm) dengan ketelitian 1mm

Lingkar Dada
• Biasa digunakan pada anak umur 2-3 tahun, karena pertumbuhan lingkar dada pesat sampai anak berumur 3 tahun • Rasio lingkar dada dan kepala dapat digunakan sebagai indikator KEP pada balita • Pada umur 6 bulan lingkar dada dan kepala sama., Setelah umur ini lingkar kepala tumbuh lebih lambat daripada lingkar dada • Pada anak yang KEP terjadi pertumbuhan lingkar dada yang lambat → rasio lingkar dada dan kepala < 1

Tinggi Lutut
• Tinggi lutut erat kaitannya dengan tinggi badan, sehingga data tinggi badan didapatkan dari tinggi lutut bagi orang tidak dapat berdiri atau lansia • Pada lansia digunakan tinggi lutut karena pada lansia terjadi penurunan masa tulang >> bungkuk>> sukar untuk mendapatkan data tinggi badan akurat

Teknik pengukuran tinggi lutut
Pengukuran tinggi lutut sangat erat hubungannya dengan tinggi badan sehingga sering digunakan untuk mengestimasi tinggi badan pasien dengan gangguan lekukan spinal atau tidak dapat berdiri. Tinggi lutut diukur dengan caliper berisi mistar pengukuran dengan mata pisau menempel pada sudut 90. Alat yang digunakan adalah alat ukur tinggi lutut terbuat dari kayu. Subyek yang diukur dalam posisi duduk atau berbaring/tidur. Pengukuran dilakukan pada kaki kiri subyek antara tulang tibia dengan tulang paha membentuk sudut 90. Alat ditempatkan di antara tumit sampai bagian proksimal dari tulang platela. Pembacaan skala dilakukan pada alat ukur dengan ketelitian 0,1 cm

cara
• Bagi subjek yang dapat duduk. Duduk diatas kursi secara sempurna, selanjutnya posisikan kaki sebelah kiri sehingga membentuk sudut 90 • Yang tidak bisa duduk berbaring dng kaki sebelah kiri membentuk sudut 90 • Tampatkan penyangga pada kaki yang dilipat • Ukur panjang lutut dan catat hasilnya

• Penelitian chumlea 1985, Haboubi 1990 dan Rusnelli 1996 menunjukan bahwa tinggi lutut berhubungan erat dengan TB dan dapat digunakan untuk memperediksi tinggi badan • Data tinggi badan lansia dapat menggunakan formula atau nomogram bagi orang berusia > 59 tahun.

Hasil pengukuran dalam cm dikonversikan menjadi tinggi badan menggunakan rumus
Chumlea: TB pria = 64,19 – (0,04 x usia dalam tahun) + (2,02 x tinggi lutut dlm cm) TB wanita = 84,88 – (0,24 x usia dalam tahun) + (1,83 x tinggi lutut dlm cm) Gibson, RS; 1993 TB Pria = (2,02 x tinggi lutut ) – (0,04 x umur ) + 64,19 Wanita = (1,83 x tinggi lutut) – (0,24 x umur) + 84,88 FNRI, 1991 TB Pria = 96,50 – (1,38 x TL) – (0,08 x umur ) TB Wanita = 89,68 – (1,53x TL) – (0,17 x umur)

Teknik pengukuran panjang depa
• Dilakukan dengan pengukuran panjang depa bagi subyek dengan alat mistar panjang 2 meter. • Panjang depa biasanya menggambarkan hasil pengukuran yang sama dengan tinggi badan normal dan dapat digunakan untuk menggantikan pengukuran TB. • Subyek yang diukur harus memiliki kedua tangan yang dapat direntangkan sepanjang mungkin dalam posisi lurus lateral dan tidak dikepal. • Jika salah satu kedua tangan tidak dapat diluruskan karena sakit atau sebab lainnya, maka pengukuran ini tidak dapat dilakukan. • Prediksi TB diperoleh setelah dilakukan konversi

Prosedur
1. Cari dinding yang datar yang cukup luas 2. Pasang tali rata air/ horizintal setinggi bahu/ pundak subjek terukur 3. Posisikan subjek terukur pada tempat yang telah dipasang tali 4. Subjek terukur diminta membentangkan kedua tangan dan jari jari tangan 5. Pasang alat ukur panjang depa 6. Baca hasil pengukuran 7. Catat dalam cm

Rumus
TB Lelaki = 118,24 + (0,28 x PD) – (0,07 x U) TB Wanita = 63,18 + (0,63 x PD) – (0,17 x U)

2. Pengukuran Komposisi Tubuh
a. Tebal lipatan kulit b. Rasio Pinggang panggul (Waist Hip Circumference Ratio) DI SUB TOPIK PERTEMUAN LAIN

1. Anak

2. Dewasa 3. Lansia