BAB VI MICROBIAL GROWTH Semua organisme membutuhkan carbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, phosporus dan variasi mineral;

banyak juga yang membutuhkan satu atu lebih faktor pertumbuhan. Sel mengambil substansi tersebut melalui proses membran transport, yang paling penting adalah menggunakan facilliated difussion, active transportation, and group translocation. endositosis juga terjadi pada sel. Pertumbuhan (growth) didefinsikan sebagai penambahan dalam konstituen dalam seluler. Mengakibatkan kenaikan jumlah sel ketika mikroorganisme bereproduksi pada proses binary fission. Pertumbuhan ditandai dengan semakin bertambah panjangnya bentuk sel tersebut. Jika mikroorganisme merupakan coenocytic pertumbuhan sel ditandai dengan bertambahnya besaran tetapi tidak bertambah jumlahnya.

Daur hidup prokariotik sel Daur hidup sel merupakan rangkaian sempurna dari suatu perluasan kejadian dari pembentukan dari sel yang baru melalui suatu divisi baru. Kebanyakan prokariotik bereproduksi melalui binary fission, meskipun beberapa prokariotik bereproduksi melalui tunas, fragmentasi dan cara lainnya. Binary fission merupakan cara yang simpel dalam pembentukan sel. Sel memanjang dan mereplika kromosomnya kemudian berpisah menjadi membentuk molekul DNA yang baru sehingga terdapat 1 kromosom ditiap-tiap sel. Pada akhirnya seprum dibentuk di pertengahan se;, membagi sel indukan menjadi dua keturunan sel, yang memiliki kromsom dan saling melengkapi.

Terdapat dua cara selama terjadinya pembelahan sel

Replikasi kromosom dan pembagiannya Kebanyakan prokariotik memiliki kromsom berbentuk lingkaran, dimana hanya memiliki satu letak tepat dimulainya replikasi yang dinamakan origini of replication. Ketika proses replikasi telah selesai pada terminus yang berada di seberang origin. Pada tahap awal pembelahan sel, origin dan terminus bergerak ke bagian tengah sel dan beberapa protein membutuhkan sintesis DNA untuk membentuk replisome pada origin. DNA replikasi mengolah dua hal dari origin dan DNA induk mengelilingi replisome, yang berkaitan dengan stasionernya. Sebagai kromosom keturunan yang disintesis, dua

bentuk baru origin bergerak maju berlawanan awah dan akhirnya kromosom mengikuti sel yang lama. Septation merupakan proses membentuk dinding diantara dua anakan sel. Sitokinesis, merupakan cara tradisional yang digunakan untuk mendeskripsikan pembentukan dua anakan sel eukariotik, yang digunakan untuk mendeskripsikan proses di dalam prokariotik. Septation dibagi menjadi dua cara 1. Pemilihan tempat dimana septum akan dibentuk 2. Mengumpulkan struktur khusus yang dinamakan z-ring, yang membagi sel menjadi dua penyempitan 3. Hubungan z-ring pada membran plasma dan merupakan kompenen dari dinding sel 4. Mengumpulkan dinding sel- mensintesis proses kerja sel. 5. Penyempitan z-ring dan pembentukan septum Daur hidup sel diperkirakan hampir 60 menit untuk sempurnam 40 menit DNA untuk mereplikasi dan pemisahan dan 20 menit septum untuk melakukan pembentukan dan sitokinesis.

Curva pertumbuhan Binary fission dan proses pembelahan lainnya tentunya memberikan penambahan jumlah dari populasi sel. Ketika mikroorganisme dibudidayakan pada medium liquid, ini merupakan pertumbuhan dalam batch culture atau sistem yang tertutup. Mereka diinubasi dalam medium kultur tertutup dengan kumpulan satu medium. Karena medium tidak terdapat udara yang segar yang disediakan sepanjang proses inkubasi, konsentrasi nutrien akan turun sedangkan konsentrasi buangan akan meningkat, pertumbuhan mikroorganisme bereproduksi dengan menggunakan binari fission dapat direncanakan sebagai angka logaritma dari nilai angka keaktifan versus waktu inkubasi. Seperti pada gambar 6.6 Lag phase : waktu periode ketika mikroorganisme dikenalkan ke dalam medium kultur yang bersih, biasanya tidak segera bertambah di dalam jumlah angka yang terjadi. Eksponential phase : ketika mikroorganisme bertumbuh dan membagi pada laju maksimal yang mungkin memberikan potensial genetik, medium alam an kondisi dimana mereka bertumbuh. Laju pertumbuhan konstan sejak fase eksponential, ini merupakan mikroorganisme yang membagi dan menduplikasi dalam interval biasanya. Pertumbuhan ini disebut juga pertumbuhan yang seimbang,

ketika kadar nutrien atau kondisi lingkungan berubah sehingga menghasilkan pertumbuhan yang tidak seimbang Stationary phase : karena fase ini merupakan sistem yang tertutup, pertumbuhan populasi segera berhenti dan kurva pertumbuhan akan menjadi horizontal. Stationary phase biasanya dicapai oleh bakteri pada tingkat populasi sekitar 109 sel per ml. Populasi mikrobial memasuki fase stationar dengan beberapa alasan. Satu faktor yang nyata adalah ketersediaan nutrien yang terbatas; jika nutrien benar-benar habis, pertumbuhan populasi melambat. Organisme aerobik dibatasi pada ketersediaan O2 di dalamnya, oksigen tidak terlarut dan dapat mungkin habis secara cepat pada permukaannya dari kultur yang memiliki konsentrasi o2 yang memadai untuk pertumbuhan.

Pengukuran Pertumbuhan mikrobial Terdapat berbagai macam cara untuk menentukan laju pertumbuhan mikrobial dan waktu generasi kelahiran. Pengukuran jumlah dan Massa sel Cara yang paling mungkin dalam menentukan jumlah sel adalah dengan menghitung langsung, yaitu dengan cara mghitung kotak lebih mudah, tidak mahal dan lebih cepat. Ini juga memberika informasi dalam ukuran dan morfology dari mikroorganisme. Prokariotik lebih mudah untuk dihitung berdasarkan sekat yang memiliki noda warna, atau ketika fase kontras atau berpendar ketika dilihat melalui mikroskop. Mikroorganisme yang lebih besar seperti protista dan ragi dapat langsung dihitung dengan menggunakan penghitungan elektronik seperti penghitung coulter meskipun biasanya aliran cytometer semakin bertambah penggunaanya. Pengukuran bakteria dalam sampel air ditentukan dari penghitungan langsung sesudah bakteri tersebut telah terperangkap pada membran filter khusus. Dalam teknik membran filter, sampel disaring oleh filter pertama melewati membran polycarbonate filter. Bakteri berupa bintik dengan warna yang terang seperti acridine orange atau DNA dan diobservasi dengan menggunakan mikroskop. Sel lebih mudah diobservasi dibandingkan dengan filter membran berwarna hitam dan dapat dihitung ketika dilihat dengan menggunakan mikroskop epifluorescense. Penambagan total masa sel bergantung pada pertumbuhan populasinya dimana, teknik pengukurannya dilakukan dengan menentukan berat kering dari sel tersebut. Sel bertumbuh pada medium cair yang dikumpulkan dengan menggunakan sentrifugasi, dicuci dan dikeringkan menggunakan oven kemudian ditimbang. Ini merupakan teknik yang paling bergunan untuk

pengukuran massa seperti contohnya pada filamentous fungi. Spectofotometru dapat digunakan untuk mengukur masa sel. Metode ini sangat sensitif dan lebih cepat bergantung terhadap penyebaran cahaya yang menyorot pada sel bakteri. Karena sel mikroba dalam populasinya memiliki ukuran yang cenderung kasar, nilai dari penyebarannya langsung pada proporsi terhadap biomasa kehadiran sel dan secara tidak langsung berkaitan dengan jumlah sel. KULTURASI LANJUT MIKROORGANISME Sampai pada saat ini fokus lebih ditekankan pada sistem tertutup yang dinamakan batch kultur dimana suplai nutrien tidak diperbaharui dan juga tidak dihilangkan buangannya. Hal ini memungkinkan mikroorganisme bertumbuh pada sistem yang terbuka dengan kondisi lingkungan yang konstan yang melewati perbekalan lanjutan nutrisi dan pengilangan buangan ini dinamakan continous cultur system. Terdapat dua tipe dari sistem ini yang digunakan yaitu 1.chemostat dibuat sehingga medium steril memberikan makanan ke dalam wadah kultur pada laju yang sama sebagai media yang berisi mikroorganisme dihilangkan. Karena nutrisi dibatasi, laju pertumbuhan ditentukan dengan laju pada medium baru memberikan makanan ke dalam sekat pertumbuhan, dan masa jenis akhir sel bergantung pada konsentrasi nutriennya. 2. Turbidostat merupakan photosel pengukuran absorbansi atau turbiditas dari kultur di dalam wadah pertumbuhan. Debit dari media yang melewati wadah secara otomatis diatur memelihara penentuan awal turbiditas atau masa jenis sel. PPENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN Bantuan pengaruh lingkugan dalam mengontorol pertumbuhan mikrobial dan juga mempelajari pendistribusian ekologi dari mikroorganisme. Pokariotik dapat hidup dimana pun, banyak habitat yang mana prokariotik tinggal mampu membunuh kebanyakan organisme lain. Untuk itu, mirkroba harus memiliki kemampuan adaptasi untuk mengikuti pengembangan fisiologinya sesuai dengan range lingkungan. Terdapat beberapa adaptasi, 1. Kepastian dan aktivitas air, 2. pH  setiap spesies pasti memiliki range pH pertumbuhan dan pH optimum. Acidophiles memiliki pH optimum diantara 0 – 5,5; neutrophiles yakni 5,5 – 8 dan alkalophiles yakni 8 – 11,5 bahkan ada yang lebih. Mesikpun organisme tumbuh pada suatu renge pH dan jauh dari batas optimum, terdapa batasan yang dapat dimaklumi. Kebanyakan prokariotik mati ketikan pH internal turun dibawah 5 sampai 5,5. Perubahan pH eksternal mampu mengubah ionisasi molekul nutrien dan mengurangi ketersediaannya pada organisme. 3. Temperatur, mikroorganisme mudah rentan, karena memiliki variasi temperatur terhadap lingkungan luar. 4. konsentrasi oksigen, oksigen merupakan hal terpenting dalam pertumbuhan organisme yang berkorelasi dengan metabolisme,dengan prosesnya dapat menggunakan untuk menyimpan energi yang disuplai dengan sumber energi. Hampir semua energy-

menyimpan proses metabolisme melibatkan pergerakan elektron melewati sistem transport elektron. 5. Radiasi banyak bentuk dari radiasi elektromagnetika yang dapat membahayakan organisme, salah satunya ultraviolet (UV) radiation dapat membunuh dengan panjang gelombang pendek dan energi tinggi. PERTUMBUHAN MIKROBIAL DALAM LINGKUNGAN ALAM Batasan pertumbungan karena faktor lingkungan. Pertumbuhan organisme bergantung pada suplai nutrien dan toleransinya terhadao kondisi lingkungan yang ada pada habitatnya sewaktu-waktu, hukum liebig menyatakan bahwa total biomassa pada organisme akan ditentukan dengan nutrisi yang ada pada konsentrasi paling rendah berkaitan pada persyaratan kehidupan organisme. Pada lingkungan yang rendah nutrisi (oligotrophic environtmen) terjadi kompetisi akaibat mikrorganisme merebut nutrisi yang ada dan mengeksploitasi sumber yang tersedia. Menghitung dan mengidentifikasi mikroorganisme dalam lingkungan terdapat dua alasan pertanyaan mengenai jumlah mikroorganisme. Yang pertama adalah banyaknya pengindentifikasi dan metode penghitungan berdasarkan pada kemampuan mikroba tersebut membentuk koloni. Kedua adalah dikaitkan dengan tekanan pengalaman mikroba dalam lingkungan, dimana tekanan tersebut seperti memproduksi mikroorganisme yang hidup yang mempunyai kemampuan rendah dalam pertumbuhan dalam media normal yang digunakan untuk membudidayakannya. Biofilm Kumpulan mikroba merupakan anggota yang kompleks, komunitas lapisan lumpur dinamakan biofilm. Biofilm terdapat dimana-mana di dalam air, dan memiliki lapisan lumpur terdapat pada batuan dan di dalam air. biofilm dapat menyebabkan penyakit yang serus dan kegagalan dalam perlengakapan medis. Biofilm memilki bentuk pada setiap permukaan, salah satu kondisinya dengan memiliki protein dan molekul lain yang hadir dalam lingkungan. Keterbalikan ikatan mikroba dikondisikan dalam permukaan dan akan segeran dimulai untuk pelepasan polysakarida, protein dan DNA Cell komunikasi dalam populasi mikoba molekul autoinducer telah lambat diindentifikasi sebagai acylhomoserine lactone (AHL). ini dapat dikenal pada banyak bakteri gram-negatid membuat sinyal molekular AHL yang memiliki variasi panjang dan pergantian pada posisi ketiga pada rantai samping acyl. Bakteri akan mengkomunikasikan dengan satu dengan yang lain dalam cara densitas-dependent dan membawa aktivitas hanya ketika densitas populasi tertentu yang akan diraih. Fenomena ini disebut sebagai quorum sensing.