PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI DALAM PERSPEKTIF LAYANAN Perpustakaan merupakan salah satu penyedia informasi yang diharapkan mampu

memenuhi kebutuhan informasi pengguna sesuai dengan tujuannya untuk mendayagunakan koleksinya bagi kepentingan pemakai. Sistem penyimpanan dokumen dan temu balik informasi di perpustakaan merupakan salah satu unsur yang sangat penting. Tanpa sistem penyimpanan dan temu balik informasi yang memadai, pengguna akan mengalami kesulitan mengakses sumber daya informasi yang tersedia di perpustakaan, dan perpustakaan juga akan sulit mengkomunikasikan sumber daya informasi yang tersedia kepada pemakainya. Pemakai perpustakaan merupakan orang yang akan menilai apakah suatu informasi yang dihasilkan sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak. Kesesuaian ini ditentukan antara lain oleh kegunaan informasi tersebut dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi atau informasi tersebut merupakan informasi yang memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi pemakai. Perpustakaan ideal adalah perpustakaan yang diorientasikan kepada kepentingan pengguna. Pengembangan koleksi, jasa pelayanan yang disediakan, penataan ruangan singkatnya semua kegiatan dalam suatu perpustakaan bertujuan menyediakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh anggota suatu masyarakat tertentu (warga kota, sivitas akademika, siswa dan guru sekolah, peneliti suatu lembaga penelitian, dsb.). Sehingga pengelola di setiap perpustakaan harus benarbenar mengenal masyarakat yang harus dilayani. Kunci keberhasilan suatu perpustakaan adalah menganalisis kepentingan dan memenuhi kebutuhan kalangan pengguna. Perspektif tersebut harus dijadikan basis program revitalisasi layanan dalam hal meminimalisir ekspektasi negatif terhadap perpustakaan yang lekat dengan kesan bahwa perpustakaan didirikan hanya dengan syarat yang penting ada ruangan, buku, dan ada penjaga, sehingga pasti layanannya menjadi tidak user friendly. Kajian pemakai perpustakaan Berdasarkan pengelompokan tujuan yang dilakukan oleh Ford (dalam Darmono dan Ardoni, 1994: 28 – 29), maka ada beberapa aspek yang dapat dilakukan , yaitu a. Sumber informasi

Yang menjadi perhatian utama adalah sikap dan perilaku pemakai.Kajian tentang sumber informasi telah banyak dilakukan terutama untuk menguji keterpakaian koleksi . dengan metode pengumpulan datanya kuesiner dan wawancara. mengidentifikasi empat pendekatan utama. latar belakang dan pekerjaan pemakai. Interaksi antara pemakai dengan sistem informasi. Sistem-sistem (tata nilai) dari pemakai Kajian ini meneliti hubungan antara sistem atau tata nilai pemakai dengan perilaku mereka dalam mencari informasi yang dibutuhkan. dan sistem ekonomi di masyarakat. Lebih lanjut Britain (Dalam Darmono dan Ardoni. serta observasi. Ciri-ciri informasi Kajian tentang ciri-ciri informasi mengelompokkan pemakai berdasarkan tingkat kebutuhan. teman-teman sewaktu kuliah (invisible college ). organisasi formal. METODE-METODE KAJIAN PEMAKAI Untuk melakukan suatu kajian atau penelitian tentunya memerlukan metode. sistem politik. Karakteristik dalam bentuk tipologi pemakai akan dapt memberikan gambaran dengan cara pemetaan perlaku dan kebutuhan dengan mengidentifikasi tipe-tipe mereka. perilaku. Sistem dan tata nilai yang berpengaruh antara lain sistem kebudayaan. e. Kajian ini diarahkan pada proses interaksi antara pemakai dengan sistem yang ada di perpustakaan atau di pusat-pusat informasi. serta tenggang waktu antara batas waktu man dengan pemanfaatan secara nyata. 1994 : 29 – 30). Pemakaian informasi Kajian ini biasanya meneliti motivasi pemakaian informasi dan cara mencari informasi yang dibutuhkan. c. b. Metode yang digunakan untuk kajian pemakai sekarang ada pergeseran cara dari metode kuantitatif ke metode kualitatif. yaitu : a) Penyelidikan langsung ( termasuk penggunaan kuesioner dan wawancara) untuk pengamatan layanan-layanan yang ada . d. Kajian ini kadang-kadang dapat dibandingkan dengan jenis koleksi yang berbeda dan membahas alasan penggunaan jenis koleksi tertentu.

Berbagai peneliti menyatakan bahwa pada waktu ini sebenarnya belum banyak Padahal perpustakaan di Indonesia yang mengarahkan perhatian pada kajian pemakai. Pustakawan dapat melakukan kajian pemakai dengan mengetahui ranah psikologis pemakai untuk mengungkap kebutuhan dan perilaku pencarian informasi.Dalam hal penggunaan sistem penelusuran yang menggunakan komputer. di atas yang masih bersifat umum. pemanfaatan. Di samping metode-metode tsb. Untuk perubahan sistem layanan. 1993 : 7) menyatakan bahwa perhatian utama kita adalah pada segala sesuatu yang memungkinkan adanya komunikasi informasi yang diinginkan antara pencipta (pengarang) dengan pemakai informsi secara efektif. . Belkin (dalam Pendit. sesuai dengan kebutuhan pemakai. Dengan adanya komunikasi yang efektif ini akan menghasilkan penemuan kembali informasi yang tepat. yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada pemakai.b) Metode eksperimental. d) Observasi / pengamatan langsung. 2. sebenarnya Kajian Pemakai dapat memberikan sumbangan terhadap kemajuan perpustakaan dan ilmu perpustakaan. Dengan mengetahui hal-hal tsb. Beberapa hal yang dapat disumbangkan oleh kajian pemakai adalah : a) Bagi Perpustakaan. tidak tertutup kemungkinan adanya metode-metode lain untuk kasus-kasus dan kondisi tertentu. tetapi juga sesuai dengan perbedaan tipe-tipe pemakai perpustakaan tersebut. 1. Untuk layanan Temu Kembali Informasi (Penelusuran) Dalam konteks ilmu informasi. tentunya juga harus didasari suatu kajian ilmiah yang tidak hanya didasarkan pada pendapat para pakar. SUMBANGAN KAJIAN PEMAKAI BAGI KEPUSTAKAWANAN. perpustakaan dapat melakukan perubahan sistem layanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pemakai (Darmono dan Ardoni. untuk mendapatkan umpan balik observasi langsung c) Metode kuesioner (dengan pertanyaan yang terbuka) untuk menilai sikap yang dikaitkan dengan layanan. 1994: 30). Oleh karena . dan kepuasan pemakai dalam mencari informasi.

Akan tetapi kebanyakan lembaga-lebaga ini masih sedikit yang menyajian mata kuliah yang berkaitan dengan kajian pemakai. Oleh karena itu dengan adanya kajian-kajian pemakai. Tersedia di(http//:www. . pengguna akan mengalami kesulitan mengakses sumber daya informasi yang tersedia di perpustakaan.undip. Bagi Pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Informasi Untuk melakukan k ajian pemakai tentunya diperlukan peneliti yang menguasai ilmu ilmu sosiologi yang perpustakaan dan juga mengerti ilmu psikologi dan/atau berhubungan. dan perpustakaan juga akan sulit mengkomunikasikan sumber daya informasi yang tersedia kepada pemakainya.itu diperlukan pula kajian pemakai untuk mengungkap karakteristik dan keinginan pemakai suatu perpustakaan tertentu.ac. Peneliti ini tentu saja tamatan dari lembaga pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi.id) . Perpustakaan merupakan salah satu penyedia informasi yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi pengguna sesuai dengan tujuannya untuk mendayagunakan koleksinya bagi kepentingan pemakai. Tanpa sistem penyimpanan dan temu balik informasi yang memadai. Pemakai perpustakaan merupakan orang yang akan menilai apakah suatu informasi yang dihasilkan sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak. b.eprints. memunculkan kebutuhan penambahan mata kuliah yang berkaitan dengan kajian pemakai tsb. Sistem penyimpanan dokumen dan temu balik informasi di perpustakaan merupakan salah satu unsur yang sangat penting. kalaupun ada masih belum memadai untuk melakukan kajian yang sarat dengan aspek-aspek psikologi dan sosiologi. Kesesuaian ini ditentukan antara lain oleh kegunaan informasi tersebut dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi atau informasi tersebut merupakan informasi yang memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi pemakai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful