KATA PENGANTAR KEPALA PUSAT PROMOSI

KATA PENGANTAR
Promosi Kesehatan menurut Piagam Ottawa diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan seseorang untuk meningkatkan dan mengontrol derajat kesehatannya, baik secara individu, kelompok maupun masyarakat. Piagam tersebut telah menjadi tonggak perjalanan (milestone) percepatan pembangunan kesehatan di seluruh dunia yang merespon upaya kesehatan melalui pendekatan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Lima strategi yang direkomendasikan dalam piagam tersebut terjalin efektif untuk meningkatkan peran serta aktif masyarakat dan lembaga dalam peningkatan derajat kesehatan. Lima strategi yang direkomendasikan dalam Piagam Ottawa (1986) yang mengambil tema Menuju Kesehatan Masyarakat Baru (The Move Towards a New Public Health) merumuskan makna/arti dari gerakan kegiatan promosi kesehatan yang meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. Mengembangkan Kebijakan Publik Berwawasan Sehat (Build Healthy Public Policy) Menciptakan Lingkungan yang Mendukung ( Supportive Environment ) Memperkuat Gerakan Masyarakat (Strengthening Community Action ) Pengembangan Ketrampilan Perorangan ( Develop Personal Skill ) Reorientasi Sistem Pelayanan Kesehatan ( Reorient Health Services )

Konferensi selanjutnya di Adelaide, Australia, 1988 dengan rekomendasi mengembangkan Kebijakan Pembangunan Berwawasan Sehat (Build Healthy Public Policy); di Sundvall, Swedia, 1991 menghasilkan Pernyataan “Supportive Environment for Health” ; di Jakarta, Indonesia 1997 dengan Deklarasi “New Players for the New Era” ; di Mexico City, 2000 dengan kesepakatan “Bridging the Equity Gap” ; di Bangkok, Thailand, 2005 dengan Piagam “Health Promotion in the Globalized World “; di Nairobi, Kenya, 2009 dengan Kesepakatan “Promoting Health and Development : Closing the Implementation Gap” yang ditutup dengan pernyataan “Nairobi Call to Action” . Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada tim penyusun dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yaitu : Prof. DR. Soekidjo Notoatmodjo, DR. Tri Krianto, Drs. Anwar Hasan, MA dan dr. Zulazmi Mamdy, MPH. Terima kasih yang setulusnya kepada Ibu Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH dan Bapak dr. Sjafii Ahmad, MPH (Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan RI) yang banyak memberikan dukungan. Juga kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi sehingga buku ini dapat diselesaikan.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

i

KATA PENGANTAR KEPALA PUSAT PROMOSI

Semoga buku ini dapat bermanfaat dalam upaya memajukan Promosi Kesehatan di Indonesia. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Terima Kasih. Jakarta, 12 November 2009 Kepala Pusat Promosi Kesehatan

Dr. Abidinsyah Siregar, DHSM,M.Kes

ii

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

Sundsvall-Swedia (ke tiga). atau kesepakatan. Jakarta. Adelaide-Australia (ke dua). sehingga membentuk pilar-pilar Promosi Kesehatan.Sc Dr. juga dilengkapi pembahasan terhadap hasil-hasil setiap konferensi serta rangkuman perjalanan konferensi global. Dari Ottawa-Jakarta-Nairobi merupakan kumpulan hasil Konferensi Internasional Promosi Kesehatan. Konferensi yang ke-4 di Jakarta sengaja dicantumkan dalam judul buku ini. Tri Krianto. pernyataan. M. Dr. M. piagam. Jakarta-Indonesia (ke empat). Buku ini disusun atas kerjasama Pusat Promosi Kesehatan. M.I. Kota Meksiko-Meksiko (ke lima). MPH PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI iii . sekedar untuk mengingatkan kepada kita. Secara kronologis tempat penyelenggaraan konferensi Internasional Promosi Kesehatan berturut-turut adalah: Ottawa-Kanada (pertama).KATA PENGANTAR PENULIS KATA PENGANTAR Buku Promosi Kesehatan: Komitmen Global. 12 November 2009 Prof. Hasil konferensi internasional Promosi Kesehatan ini dituangkan dalam bentuk.CommH DR. Dr. Harapan kami buku ini menjadi referensi atau acuan bagi para praktisi Promosi Kesehatan di lapangan. dari yang pertama di Ottawa-Kanada sampai yang ketujuh di Nairobi-Kenya. Bangkok-Thailand (ke enam). deklarasi. R. yang telah memberikan kepercayaan kepada para penulis buku ini.Sc Drs. Buku ini. Departemen Kesehatan RI dengan Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). terutama para generasi muda. dan juga bagi para akademisi dalam mengembangkan konsep promosi kesehatan sejalan dengan komitmen global promosi kesehatan. Soekidjo Notoatmodjo. di samping menyajikan setiap hasil konferensi dalam berbagai bentuk seperti tersebut di atas. praktisi dan akademisi Promosi Kesehatan bahwa kota Jakarta pernah dijadikan tempat penyelenggaraan “event” internasional yang sangat penting ini. Zulazmi Mamdy. Anwar Hassan. dan Nairobi-Kenya (ke tujuh). Terima kasih kepada Pusat Promosi Kesehatan.

iv PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

namun merupakan alat untuk hidup produktif. Patut disyukuri perkembangan Promosi Kesehatan di Indonesia selalu mengikuti perkembangan di dunia global dan disesuaikan dengan struktur sosial. Komitmen Global dari Ottawa-Jakarta-Nairobi Menuju Rakyat Sehat.Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Sehat dalam definisi WHO (1957). yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit dan kelemahan. mental. maka semua pengelola program maupun pembuat kebijakan perlu memahami pendekatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Hal ini sebagai bukti keberadaan Promosi Kesehatan diakui di dunia global begitupun di Indonesia. Buku Promosi Kesehatan. sangat menekankan agar perhatian dalam pendekatan promotif dan preventif semakin ditingkatkan disamping pendekatan kuratif dan rehabilitatif. dan kebutuhan lokal spesifik bangsa Indonesia. Promosi Kesehatan juga merupakan proses pemberdayaan individu dan masyarakat agar mampu mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Agar upaya untuk mendapatkan hal tersebut bisa konsisten dan tumbuh secara bermakna dan capaian program-program menjadi semakin kuat dan pasti. sosial. Dalam Piagam Ottawa (1986) disebutkan bahwa sehat itu bukan tujuan hidup. dan Kesepakatan Nairobi. Ibu dr. akan memberikan pemahaman yang semakin baik sekaligus optimisme kita di dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. sesuai yang telah disepakati di dalam Piagam Ottawa. MPH. budaya. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI v . adalah suatu keadaan sejahtera sempurna fisik.SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL Paradigma sehat dalam era reformasi digunakan sebagai paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan upaya-upaya promotif dan preventif disamping upaya kuratif dan rehabilitatif demi terwujudnya kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Piagam Jakarta.PH.

Jakarta. semoga bermanfaat bagi peningkatan kualitas Pembangunan Kesehatan.Sjafii Ahmad. saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas karya besar ini.SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL Kepada Pusat Promosi Kesehatan beserta para penggagas. MPH vi PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . H. 12 November 2009 Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan RI dr. kontributor dan editor.

Sejak Konferensi Alma Ata tahun 1978 yang menghasilkan deklarasi pelayanan kesehatan dasar. Wassalaamualaikum warahamatullaahi wabarakatuh Jakarta. promosi kesehatan menjadi bagian penting dan tidak dapat dipisahkan (bagian integral) dari program-program kesehatan. Dengan demikian.PH PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI vii . Saya sangat menghargai upaya para penyusun yang telah berusaha mengumpulkan hasil–hasil Konferensi Internasional Promosi Kesehatan sekaligus melengkapi materinya terkait dengan hasil-hasil kesepakatan dunia dalam promosi kesehatan. promosi kesehatan (dulu dipakai istilah pendidikan kesehatan) diakui sangat penting peranannya dalam mencapai “kesehatan untuk semua” (Health for All). seperti kesepakatan MDGs (Millenium Development Goals) dan Primary Health Care termasuk promosi kesehatan.SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN RI MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN RI Assalamualaikum wr. para akademisi (dosen dan mahasiswa). sebagai bahan acuan dan referensi dalam mengembangkan promosi kesehatan di Indonesia sebagai salah satu upaya mewujudkan kesehatan untuk semua seperti yang diamanatkan oleh Konferensi Alma Ata. Endang Rahayu Sedyaningsih. aturan dan kesepakatan yang bersifat mengikat maupun yang tidak mengikat. yang keberadaannya harus didukung dan dioptimalkan untuk mencapai perubahan perilaku dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Kepada pemrakarsa yaitu Pusat Promosi Kesehatan beserta seluruh kontributor. Saya menyambut baik diterbitkannya buku ini yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. wb.DR. MPH. Indonesia sebagai bagian dari dunia tentu mengikuti berbagai perkembangan. saya mengucapkan terima kasih atas diterbitkannya buku ini.. termasuk para penentu kebijakan. praktisi promosi kesehatan. 12 November 2009 Menteri Kesehatan RI dr.

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN RI viii PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

............................ Menghapus Kesenjangan Pelaksanaan ................................................................................ Sambutan Menteri Kesehatan RI ..................................... Bab 2 Piagam Ottawa : Gerakan Menuju Kesehatan Masyarakat Baru ....................................... Bab 5 Deklarasi Jakarta : Pemeran baru di Era Baru ........ Sambutan Sekretaris Jenderal .................................................................................................... 101 Bab 8 Kesepakatan Nairobi : Meningkatkan Kesehatan dan Pembangunan........................................................................................ i Kata Pengantar Penulis ........................ Bab 4 Pernyataan Sundsvall : Menciptakan Lingkungan Yang Mendukung ................................................................................................. Bab 1 Pendahuluan : Alma Ata ke Ottawa ....................................................................................... iii v vii ix 1 17 33 53 71 87 Bab 7 Piagam Bangkok : Promosi Kesehatan Dalam Globalisasi .....................................................................................................................DAFTAR ISI DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Kepala Pusat Promosi ....................... 129 Daftar Pustaka ................................................................. Bab 6 Kesepakatan Meksiko : Menjembatani Kesenjangan Pemerataan .................................................................................................... Bab 3 Rekomendasi Adelaide : Membangun Kebijakan Publik Berwawasan Kesehatan .......................... 117 Bab 9 Dari Ottawa Sampai Nairobi : Pilar-Pilar Promosi Kesehatan ................................................. Daftar Isi ................................ 143 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI ix ....................................

x PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

.

2 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

Isi pokok dari deklarasi ini. Deklarasi ini jelas menyebutkan bahwa setiap orang atau warga dari suatu bangsa mempunyai hak yang sama dalam memproleh standar hidup yang layak untuk kesehatannya. bahwa Pelayanan Kesehatan Primer (Dasar) adalah merupakan strategi utama untuk pencapaian kesehatan untuk semua (health for all). sebagai berikut: a. “sandang” dan “papan” dan pelayanan kesehatan.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA BAB 1 PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA KESEHATAN DAN HAK AZASI MANUSIA Pembangunan bangsa pada prinsipnya bertujuan untuk memenuhi hak-hak azasi warga negaranya dalam mencapai kesejahteraan. Konferensi Internasional “Primary Health Care” ini disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi PBB untuk Anak (Unicef). Deklarasi Alma Ata ini selanjutnya terkenal dengan: Kesehatan semua untuk tahun 2000 atau “Health for all by the year 2000”. Hak atas jaminan sosial Hak azasi manusia terkait dengan pelayanan kesehatan ini juga telah ditindak lanjuti dan dirumuskan dalam Deklarasi Alma Ata tahun 1978. negara Kazahstan (sebelumnya merupakan bagian dari Uni Soviet). deklarasi tersebut dipertegas dalam Konstitusi WHO tahun 1946 tentang hak azasi kesehatan bagi setiap orang atau warga bangsa. yakni sekurang-kurangnya makanan dan minuman. Hak atas informasi kesehatan b. adalah merupakan hasil Konferensi Internasional Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care) di kota Alma Ata. termasuk hak azasi kesehatan. including food. tentang Primary Health Care. housing and medical care”. Hak atas privasi c. Lebih lanjut. Hak untuk mencapai jaminan standar hidup optimal f. dan tempat tinggal atau “pangan”. Bentuk PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 3 . sebagai bentuk perwujudan hak azasi manusia. DEKLARASI ALMA ATA Deklarasi Alma Ata tahun 1978 merupakan bentuk kesepakatan bersama antara 140 negara (termasuk Indonesia). Hak atas ketersediaan makanan dan gizi e. Hak untuk menikmati teknologi kesehatan d. clothing. pakaian. Deklarasi Hak Azasi Manusia PBB menyatakan: “Everyone has right to standard of living adequate for health and well being of himself and his family.

PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA

opersional dalam mencapai kesehatan untuk semua (kesuma) tahun 2000 di Indonesia adalah “PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa). Meskipun sebenarnya di Indonesia “cikal bakal” atau “embrio” PKMD sudah berkembang sejak tahun 1970 an, di Solo dan Banjarnegara yang diprakarsai oleh Yakkum, dalam bentuk dana sehat, pos obat desa, arisan rumah sehat, dan sebagainya. Deklarasi Alma Ata juga menyebutkan bahwa untuk mencapai kesehatan untuk semua tahun 2000 adalah melalui Pelayanan Kesehatan Dasar, yang sekurang-kurangnya mencakup 8 pelayanan dasar, yakni: a. b. c. d. e. f. g. h. Pendidikan kesehatan (health education) Peningkatan penyediaan makanan dan gizi (promotions of food supplies and proper nutrition) Penyediaan air bersih yang cukup dan sanitasi dasar (adequate supply of safe water and basic sanitation) Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana (maternal and child care, including family planning) Imunisasi (immunization against the major infectious diseases) Pencegahan dan pemberantasan penyakit endemik (prevention and control of locally endemic diseases) Pengobatan penyakit-penyakit umum (appropriate treatment of common diseases and injuries) Penyediaan obat esensial (provision essential drugs)

Dari 8 pelayanan kesehatan dasar tersebut diatas, pendidikan kesehatan (sekarang promosi kesehatan) ditempatkan pada urutan pertama. Ini berarti bahwa sejak konfrensi Alma Ata tahun 1978, para delegasi 140 negara tersebut telah mengakui betapa pentingnya peran promosi kesehatan dalam mencapai kesehatan untuk semua. Oleh sebab itu dalam Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama di Ottawa, yang menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter) ini, Deklarasi Alma Ata dijadikan dasar pijakannya. Hal ini dapat dilihat dalam pembukaan Piagam Ottawa yang menyebutkan: “The first International Conference on Health Promotion, meeting in Ottawa this 21st day of November 1986, hereby present this charter for action to achieve Health for All by the year 2000 and beyond”. Dalam pernyataan ini tersirat bahwa para delegasi atau peserta dari semua negara, melalui piagam atau “charter” tersebut bersepakat untuk melanjutkan pencapaian “Sehat untuk semua” tahun 2000 dan sesudahnya, seperti yang telah dideklarasikan dalam piagam Alma Ata. Hal tersebut adalah merupakan bentuk komitment semua negara untuk melanjutkan terwujudnya kesehatan untuk semua (health for all) melalui promosi kesehatan. Lebih jelas lagi dalam pendahuluan Piagam Ottawa juga disebutkan: “……It built on the progress made through the Declaration on Primary Health Care at Alma Ata, the World Organization’s target for Health for All the World Organization’s target for Health for All document, and the recent debate the World Assembly on intersectoral action for health”. 4 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah promosi kesehatan pada akhir abad ke 20 dan awal abad ke 21 yang dimulai dengan Konfrensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama di Ottawa, Canada ini tidak terlepas dari Deklarasai Alma Ata.

KESEHATAN DAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILLENIUM :
Kesepakatan global yang terdiri dari 189 negara termasuk Indonesia bertekad untuk menghapuskan kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan di dunia dalam era millenium. Kesepakatan global ini merumuskan target-target yang akan dicapai sampai dengan tahun 2015, yang dirumuskan dalam 8 “Tujuan Pembangunan Milenium” atau “Millenium Development Goals” yakni : (Biran Affandi, 2006) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pemberantasan kemiskinan dan kelaparan Mencapai pendidikan dasar untuk semua Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Menurunkan angka kematian anak Meningkatkan kesehatan ibu Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya Menjamin keberlanjutan hidup Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Delapan tujuan pembangunan millenium tersebut sebenarnya sasaran akhirnya adalah pengembangan kualitas sumber daya manusia. Dari 8 target atau tujuan pembangunan millenium ini adalah merupakan sasaran antara pembangunan kualitas sumber daya manusia. Selanjutnya dari target-target dalam rangka mewujudkan kualitas SDM tersebut, 4 target diantaranya adalah berkaitan dengan sektor kesehatan. Dari kesepakatan global tentang pembangunan millenium tersebut dapat dilihat betapa pentingnya peran kesehatan dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai aset utama pembangunan suatu bangsa. Pada akhir abad ke 20 terjadi pergeseran paradigma pembangunan, dari paradigma pembangunan ekonomi ke paradigma pembangunan baru, yakni paradigma pembangunan sumber daya manusia. Dalam paradigma pembangunan lama, ekonomi merupakan panglima pembangunan, dimana keberhasilan pembangunan ditentukan oleh perkembangan ekonomi yang diukur dari meningkatnya pendapatan per kapita. Dalam paradigma pembangunan baru, maka secara bersama-sama antara ekonomi, kesehatan, dan pendidikan merupakan penentu untuk mencapai kualitas sumber daya manusia. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia merupakan indikator pembangungan bangsa. Namun demikian, apabila kita simak dari tujuan pembangunan millenium, kesehatan memegang posisi kunci. Kelemahan apabila keberhasilan pembangunan diukur dengan menggunakan parameter ekonomi, khususnya pendapatan per kapita sebagai indikatornya, tidak akan mencerminkan pemerataan dan keadilan. Karena dengan tingginya pendapatan per kapita suatu bangsa, belum dijamin terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh anggota masyarakat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 5

PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA

Oleh sebab itu paradigma ekonomi ini oleh Program Pembangunan PBB (United Nation Development Programes) digeser ke paradigma baru yakni paradigma pembangunan sumber daya manusia. Dalam paradigma pembangunan Sumber Daya Manusia ini keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari income per kapita, melainkan dengan menggunakan indeks kualitas sumber daya manusia atau “Human Development Index” (HDI). Selanjutnya HDI ini ditentukan oleh 3 komponen utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pendidikan diukur dari tinggi rendahnya rata-rata tingkat pendidikan penduduk, kesehatan diukur antara lain dari angka harapan hidup (life expectancy), Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu karena melahirkan, dan sebagainya. Sedangkan perkembangan ekonomi diukur dari income per kapita. Dengan menggunakan HDI, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) melakukan penelitian pada tahun 2002, dan hasilnya posisi Indonesia berada di peringkat 111 dari 177 negara anggota PBB. Di Asia Tenggara sendiri, kualitas SDM Indonesia berada di peringkat ke 6 dari 10 anggota Asean (Indonesia Health Profiles, 2005). Melihat setiap komponen indeks kualitas SDM Indonesia dewasa ini, indikator bidang kesehatan antara lain angka harapan hidup rata-rata (life expectancy) bangsa Indonesia sudah mencapai 67,6 tahun, dibandingkan dengan Singapura yang paling tinggi angka harapan hidup diantara negara-negara Asean 78,0 tahun. Di bidang pendidikan angka melek huruf orang dewasa (adult literacy) adalah 87,9 %, dibandingkan angka melek huruf diantara negara Asean yang paling tinggi adalah Brunei Darusalam 93,9%. Sedangkan, penduduk yang telah memasuki sekolah rata-rata (attendance school rate) 65% dibandingkan dengan Singapura yang paling tinggi di negara-negara Asean 87%. Sedangkan di bidang ekonomi, produk domestik kasar (gross domestic product atau GDP) sebesar US$ 3.230 per tahun, dibandingkan dengan GDP Singapura US$ 24.040 per tahun yang paling tinggi diantara negara-negara Asean. Untuk mengetahui posisi HDI bangsa Indonesia diantara Negara-negera lain dapat dilihat tabel berikut :

HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) RANK
HDI RANK 3 9 25 33 59 76 83 111 COUNTRIES Australia Japan Singapura Brunei Malysia Thailand Philippines Indonesia LIFE EXPECTANCY 79,1 81,5 78,0 76,2 73,0 69,1 69,8 66,6 LITERACY RATE .. .. 92,5 93,9 88,7 92,6 92,6 87,9 SCHOOL ATTENDACE 99 84 87 73 70 73 81 65 ANNUAL GDP(US$) 28.260 26,940 24.040 19.210 9.120 7.010 4.170 3.230

Oleh sebab itu dalam rangka pembangunan Bangsa Indonesia dengan mengacu kepada paradigma pembangunan baru, maka 3 sektor tersebut, yaitu (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) harus memperoleh keseimbangan perhatian oleh pemerintah. Untuk 6 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

dan harus digeser ke Pelayanan Kesehatan Paradigma Baru atau Paradigma Sehat. jiwa. f. pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam UU. Dengan perkataan lain paradigma pelayanan kesehatan harus diubah.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA meningkatkan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Kemudian rumusan WHO tersebut diangkat dalam UU. b. Hal ini berarti bahwa kesehatan tidak hanya mempunyai dimensi fisik. mental dan sosial sehat. Sehat dan sakit dipandang sebagai dua hal seperti “hitam” dan “putih” Pelayanan kesehatan diasosiasikan dengan pengobatan dan penyembuhan Pelayanan kesehatan diidentikkan dengan rumah sakit dan poliklinik Tujuan pelayanan kesehatan untuk meringankan penderitaan dan menghidarkan dari kesakitan dan kematian Tenaga pelayanan kesehatan utamanya dokter Sasaran utama pelayanan kesehatan adalah individu yang sakit Oleh sebab itu program-program pelayanan kesehatan hanya untuk kelangsungan hidup saja (Health Programs for Survival). PARADIGMA BARU KESEHATAN Kesehatan bukanlah “statis’. Artinya. Oleh sebab itu agar pelayanan kesehatan relevan dengan peningkatan derajat kesehatan bangsa perlu kebijakan-kebijakan baru dalam pelayanan kesehatan. tetapi juga mencakup dimensi ekonomi. c. sedangkan produktif secara sosial diukur dari kegiatan-kegiatan yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup pribadinya sendiri atau orang lain atau masyarakat melalui aktivitas atau kegiatankegiatan positif. yakni dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari anggaran belanja negara. yang akhirnya pada tahun 1988 merumuskan kembali definisi kesehatan. tetapi dinamis. tetapi tidak produktif secara ekonomi atau sosial maka orang tersebut tidak sehat. d. dan sosial saja. Hal ini telah disadari oleh WHO. 2003) a.23/1992 yakni:”Kesehatan atau sehat adalah keadaan sejahtera dari badan. Produktif secara ekonomi dapat diukur dari pekerjaan. Sedangkan untuk meningkatkan peran sektor kesehatan dalam pembangunan bangsa adalah meningkatkan pelayanan kesehatan utamanya pelayanan preventif dan promotif. mental. meskipun realisasi dari kebijakan ini masih jauh dari yang diharapkan. yang mempunyai karakteristik : PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 7 . Orientasi pelayanan kesehatan harus digeser dari pelayanan kesehatan yang konvensional (paradigma sakit) ke pelayanan kesehatan yang sesuai dengan paradigma baru (paradigma sehat). Pelayanan Kesehatan Konvensional yang mempunyai karakteristik : (Konsursium Ilmu Kesehatan Indonesia. progesif dan kontinum.No. e. meskipun seseorang secara fisik. bukan sesuatu yang dikotomi sehat dan sakit. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif baik secara ekonomi maupun sosial”. tanpa meninggalkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

Sehat dan sakit bukan sesuatu yang hitam dan putih. maka hasilnya kualitas SDM tersebut juga rendah (Departemen Kesehatan RI. dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi dan atau sosial. Dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas ini peran promosi kesehatan sangat penting. Indikator kesehatan yang sesuai dengan paradigma sehat semestinya menggunakan indikator positif. Apabila seorang anak lahir dan berkembang dalam kondisi yang tak terpenuhinya unsur dasar tersebut akan menghambat pertumbuhan dan atau perkembangan fisik dan mental. f. ketahanan dan kelenturan sesuai umur. baik fisik. ke indikator-indikator positif. cacat. Ideks Masa Tubuh (IMT) atau BMI (Body Mass Index). mental. b. dan sebagainya). dan sakit tidak berarti tidak sehat Pelayanan kesehatan tidak hanya penyembuhan dan pemulihan. d. Hal ini berarti mutu sumber daya manusia tersebut rendah. maka pembangunan kesehatan harus diarahkan untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. kematian. antara lain : a. Dari pergeseran paradigma pelayanan kesehatan ini maka program-program kesehatan diarahkan kepada pengembangan sumber daya manusia (Health Programs for Human Development). 8 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . dan pencegahan penyakit (preventif) Tenaga pelayanan kesehatan utamanya : untuk kesehatan masyarakat Sasaran utama pelayanan adalah kelompok atau masyarakat yang sehat. c.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA a. Indikator kesehatan harus digeser dari indikator negatif (kesakitan. sehat bukan berarti tidak sakit. Mengingat pentingnya posisi pembangunan kesehatan dalam pembangunan SDM suatu bangsa seperti yang telah dirumuskan dalam MDG’s. Oleh sebab itu. dan sebagainya Kesehatan adalah merupakan potensi dasar dan alami dari setiap individu yang sangat diperlukan pada awal kehidupan dan pertumbuhan manusia. Ada tidaknya kelainan patofisiologis b. Kemampuan fisik. tetapi mencakup preventif dan promotif Pelayanan kesehatan bukan hanya Rumah Sakit. misal : aerobik. e. Dengan perkataan lain seseorang yang sejak di dalam kandungan sampai usia pertumbuhan dan perkembangannya dalam kondisi dan lingkungan yang tidak sehat. kebugaran c. 2005). bukan indikator negatif seperti yang selama ini digunakan. indikator kesehatan juga harus dilihat dari perspektif “paradigma sehat”. dan Poliklinik Tujuan pelayanan kesehatan utamanya peningkatan kesehatan (promotif). Penilaian atas kesehatan sendiri d.

Dalam konsep 5 tingkat pencegahan (five levels of prevention). dan sebagainya. Leimena. d).PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA PERAN PROMOSI KESEHATAN Sampai saat ini masih terjadi distorsi pemahaman promosi kesehatan. Peningkatan seperti halnya dalam “five level of prevention” dari Leavels and Clark dalam Hanlon (1974). buang air besar di jamban. tetapi produk sosial. atau dunia pekerjaan (promosi jabatan). Membatasai atau mengurangi kecacatan (Disablity limitation) 5. bahwa promosi kesehatan itu dilakukan dan identik dengan penyuluhan kesehatan. Secara institusional mungkin benar bahwa promosi kesehatan itu merupakan pengganti pendidikan atau penyuluhan kesehatan. Demikian juga telah tejadi dalam penyuluhan (promosi) kesehatan tersebut terjadi penjulan “produk”. c). Dalam literatur lama (zaman Belanda). yakni : a). Promosi kesehatan (health promotion) 2. Pemulihan (Rehabilitation) b). karena dalam penyuluhan tersebut terjadi proses peningkatan pengetahuan kesehatan bagi masyarakat. J. Tetapi secara konsep berbeda. minum air yang direbus. dijumpai istilah “propaganda kesehatan”. Diagnosisi dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment) 4. Bahkan disuatu perusahaan menciptakan jabatan struktural “Manajer Promosi/Pemasaran”. yang sebenarnya adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain atau masyarakat untuk melakukan hal-hal yang sehat misalnya: makan makanan yang bergizi. Istilah propaganda kesehatan ini masih dipakai juga sampai awal kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak keliru memang. dimana pencegahan tingkat pertama adalah “health promotion”. Terminologi ini juga seperti digunakan dalam dunia akademik (promosi doktor). Produk-produk sosial yang kasat mata PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 9 . Yang dimaksud produk sosial adalah “cara hidup sehat” atau “perilaku hidup sehat” yang sifatnya tidak kasat mata (intangible). pencegahan tingkat pertama dan utama adalah promosi kesehatan (health promotion). Belakangan muncul dilapangan atau dalam praktisi promosi kesehatan. Perlindungan khusus melalui imunisasi (specific protection) 3. Dengan peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan akan berakibat terjadinya peningkatan sikap dan perilaku (praktek) hidup sehat. Secara lengkap adalah: 1. maka lebih baik dikatakan bahwa promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan. Terminologi “promosi” dalam promosi kesehatan sekurang-kurangnya mengandung 4 pengertian sekaligus. seperti yang berlaku di dunia bisnis. Promosi kesehatan masih dipahami semata-mata sebagai pengganti istilah Pendidikan Kesehatan. Produk yang dimaksud disini bukanlah produk komersial. sehingga muncul istilah dalam fungsi “sales promotion girls” yang adalah seseorang bertugas memasarkan dan atau menjual suatu produk tertentu. Menteri Kesehatan pada waktu itu. Memasarkan atau menjual. oleh dr.

Dimensi perubahan perilakupun bukan hanya perubahan perilaku masyarakat saja. Tetapi Promosi Kesehatan secara konseptual adalah berbagai upaya untuk melakukan intervensi terhadap semua determinan kesehatan. sekunder. Pemberdayaan (Empowerment) e. Pengembangan Kebijakan (Policy development) d. tetapi juga perubahan perilaku pemangku kepentingan (stakeholder) yang lain. yakni: 1. di berbagai jenis maupun tingkat institusi baik pemerintahan maupun non pemerintahan. Partisipasi Masyarakat (Community participation) f. Perubahan Sosial (Social change) c. 1984) merumuskan bahwa Promosi kesehatan sekurang-kurangnya mengandung 7 prinsip. Membangun Kemitraan (Building partnership and alliance) Perubahan Perilaku: Seperti telah disebutkan diatas bahwa Pendidikan Kesehatan mempunyai tujuan fokus utama perubahan perilaku. Bagi yang belum/tidak mempunyai perilaku sehat 10 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Dimensi perubahan perilaku yang diharapkan terhadap ketiga sasaran tersebut (primer. tetapi juga berbeda dalam implementasi atau aplikasinya. yakni: a. Dengan pengetahuan yang benar tentang kesehatan ini mereka akan mempunyai sikap positif tentang kesehatan. tetapi juga perubahan perilaku para pemegang otoritas atau penentu kebijakan. Perubahan perilaku disini mempunyai 2 makna. Dengan direvitalisasinya Pendidikan Kesehatan menjadi Promosi Kesehatan ini sebenarnya diharapkan bukan hanya berbeda dalam konsep. Perubahan Perilaku (Behavior change) b. Namun perubahan perilaku yang dimaksudkan oleh Promosi Kesehatan bukan semata-mata perilaku masyarakat saja (sasaran primer). namun berguna bagi kesehatan mereka. dan sebagainya. yang berujung pada perubahan perilaku masyarakat saja. Produk-produk yang kasat mata yang dirasakan tidak nyaman/enak bagi masyarakat. yakni perilaku tokoh masyarakat (sasaran sekunder). IUD. melainkan perilaku “stake holder” yang lain. Perubahan konsep ini sudah dimulai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 1984. dan perubahan determinan kesehatan yang lain. tablet Fe. tertier) memang berbeda. garam beryodium. Dalam Strategi Global Promosi Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO. abate. Untuk masyarakat (sasaran primer) diharapkan mempunyai pemahaman (pengetahuan) yang benar tentang kesehatan. termasuk diterminan perilaku. dan selanjutnya diharapkan akan terjadi perubahan perilaku. Dengan perkataan lain Promosi Kesehatan tidak hanya melakukan pendekatan perubahan perilaku masyarakat (behavior change) semata-mata. yakni : a). Kalau dahulu Pendidikan Kesehatan hanya diartikan sebagai kegiatan atau upaya-upaya dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan sikap. kondom. Promosi Kesehatan tetap masih men “targetkan” perubahan perilaku. dan tidak kalah pentingnya perilaku para pembuat keputusan (sasaran tertier).PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA (tangibles) seperti: imunisasi.

3. Hal ini sesuai dengan budaya “paternalistic” bangsa Indonesia pada umumnya. Sikap dan perilaku yang sangat penting diharapkan adalah berkaitan dengan kewenangannya sebagai pemegang otoritas atau pejabat. asap kendaraan bermotor. penggunaan bahan-bahan beracun. membuat program-program sarana dan prasarana untuk menunjang kesehatan. dengan nama Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Department of Heath and Social Welfare). Untuk para penentu kebijakan atau para pejabat pemerintahan setempat (sasaran tertier). 2. termasuk perilaku kesehatan akan ditiru atau dicontoh oleh masyarakat sekitarnya. untuk kepentingan dirinya sendiri. misalnya : pengadaan air bersih. peraturan-peraturan. yakni mereka ini berperilaku sehat ditengah-tengah masyarakat. Dengan adanya tokoh masyarakat yang berperilaku sehat ditengah-tengah masyarakat ini merupakan “role model” atau perilaku contoh bagi masyarakat sekitarnya. Misalnya mengalokasikan anggaran yang cukup untuk kesehatan. Pada Pemerintahan Abdurrachman Wahid (Gus Dur) Departemen Kesehatan dan Departemen Sosial ini juga pernah digabung menjadi satu Departemen saja. Diharapkan para penjabat ini mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang dampaknya dapat mempengaruhi peningkatan kesehatan masyarakat. apabila ibu-ibu tokoh atau isteri-isteri tokoh masyarakat telah mengimunisasikan anaknya. Oleh sebab itu di beberapa negara Departemen Kesehatan dan Sosial digabung menjadi satu. sanitasi lingungan. misalnya undang-undang. Perubahan Sosial : Kesehatan merupakan bagian dari kesejahteraan sosial. Para penjabat yang berperilaku sehat ini sendirinya juga akan menjadi contoh bagi masyarakat yang lain. dan b).PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA diharapkan (dirubah) agar berperilaku sehat. dan sebagainya). Artinya apapun yang dilakukan tokoh masyarakat. perubahan perilaku yang diharapkan juga seperti pada sasaran primer. Bagi yang sudah mempunyai perilaku atau berperilaku sehat tetap berperilaku sehat (misalnya yang tidak merokok tetap tidak merokok). Berperilaku sehat. perilaku yang diharapkan mencakup 3 hal. b. baik eksekutif maupun legislatif (tingkat pusat maupun daerah) untuk membuat kebijakan-kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Misalnya ibu-ibu akan mengimunisasikan anak balitanya. Untuk tokoh masyarakat (sasaran sekunder). Tidak kalah pentingnya adalah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berwawasan kesehatan (healthy public policy). atau ketentuan-ketentuan yang melindungi masyarakat dari ancaman atau gangguan kesehatan (asap rokok. Karena para pejabat pada hakekatnya adalah juga merupakan tokoh masyarakat (formal) yang juga mejadi perilaku contoh (role model) bagi masyarakat sekitarnya. c. yakni : a. Masyarakat selalu memandang tokoh masyarakat (formal dan informal) sebagai panutan atau acuannya. dan sebagainya. peningkatan pendapatan keluarga. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 11 .

atau tidak berobat sama sekali. b.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA Seperti telah disebutkan di atas bahwa Promosi Kesehatan tidak hanya sekedar berurusan dengan perubahan perilaku semata. dan sebagainya. sebagai salah satu determinan kesehatan. tetapi untuk pengembangan masyarakat yang utuh dalam suatu komunitas. dan seterusnya Perubahan Lingkungan Fisik : Lingkungan fisik. Faktor sosial diantaranya sistem sosial disamping sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku secara langsung. dan kemampuan mereka sendiri. Contoh : masyarakat sudah tahu buang air besar di jamban itu sehat. tetapi juga mempengaruhi kesehatan masyarakat secara tidak langsung. Pendekatan perubahan sosial yang paling sering digunakan dalam program kesehatan adalah pengembangan komunitas (community development). Peran petugas atau “provider” dalam hal ini hanya sebagai motivator dan fasilitator saja. antara lain melalui “survai mawas diri” (Ida Bagus Mantra. 1984) Merencanakan kegiatan untuk mengatasi masalah dan atau untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri (termasuk kesehatan) Melakukan kegiatan sesuai dengan yang mereka rencanakan. tetapi terhadap komunitas atau entitas masyarakat tertentu. masalah. peternakan. Melakukan identifikasi kebutuhan. kalau sakit berobat ke dokter itu baik. dan sebagainya. Oleh sebab itu sebagai intervensi terhadap faktor sosial ini. Tetapi kalau masyarakat tidak punya uang untuk membuat jamban tetap akan buang air besar di kali. Oleh sebab itu titik masuk (entry point) untuk pengembangan masyarakat tidak harus saja kesehatan mungkin juga pertanian. mereka tetap berobat ke dukun yang murah. tetapi juga determinan kesehatan atau faktor-faktor yang mempengaruhi kasehatan yang lain. Masyarakat dimotivasi. dan juga perilaku kesehatan. makan makanan yang bergizi itu sehat. termasuk sarana dan prasarana untuk kesehatan sangat penting perannya dalam mempengaruhi kesehatan. 12 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . tidak punya uang untuk membeli makanan bergizi. c. pengairan. tidak semata-mata untuk kepentingan kesehatan. Karena untuk terwujudnya pengetahuan kesehatan menjadi perilaku (praktek atau tindakan) kesehatan memerlukan sarana dan prasarana (lingkungan fisik). dibimbing. Karena dengan penyuluhan kesehatan atau pemberian infomasi kesehatan hanya mampu meningkatkan pengetahun kesehatan kepada masyarakat. Pengembangan masyarakat sebagai kegiatan Promosi Kesehatan. apalagi perilaku kesehatan. dan difasilitasi sehingga mereka mampu: a. Prinsip pengembangan masyarakat. Dalam melakukan perubahan sosial tidak dapat dilakuan intervensi pada tataran keluarga atau individu. d. Promosi Kesehatan juga berkepentingan untuk melakukan perubahan sosial (social change). termasuk melakukan pendekatan (advokasi) kepada pemangku kepentingan (stakeholder) program kesehatan tersebut Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mereka sendiri. adalah tumbuh dari bawah (bottom up) bukan dituntun dari atas (top down). dan tidak punya uang untuk berobat ke dokter.

Peraturan Pemerintah. mampu membeli makanan yang bergizi. agar mereka membantu masyarakat yang bersangkutan untuk pengadaan sarana dan prasarana kesehatan. khususnya kepada para pembuat keputusan masyarakat setempat. Misalnya sebuah otoritas perusahan melarang pegawainya merokok. kewajiban menggunakan alat pelindung kerja. dan sebagainya. misalnya : perusahaan. dan sebagainya. Pengembangan kebijakan yang berwawasan kesehatan ini sebenarnya tidak hanya keluar dari para penjabat pemerintah baik pusat maupun daerah saja. Dengan pendapatan keluarga yang meningkat ini diharapkan masyarakat mampu mengadakan sarana dan prasaran untuk mewujudkan perilaku sehat. Keputusan Gubernur. mall. Melakukan advokasi kepada para pemangku kepentingan (stakeholder). Keputusan Bupati. napza. Bupati. Peraturan Daerah. Hal ini bukan berarti masyarakat diberikan sarana dan prasarana tersebut seperti halnya memberikan “ikan” kepada mereka. larangan membuang sampah. sekolah dan pesantren. pengelola tempat-tempat umum seperti : pasar. baik eksekutif (Presiden/Para Menteri. Pengembangan Kebijakan : Otoritas pengembangan kebijakan berada dalam tangan para pemegang kekuasan masyarakat. agar mengembangkan kebijakan-kebijakan publik yang berwawasan kesehatan (healthy public policy). Para penjabat ini diharapkan mengeluarkan Undang-Undang. Dengan sarana dan prasarana tersebut masyarakat dapat mewujudkan perilaku sehat. Tetapi yang lebih penting adalah memberikan “pancing” supaya masyarakat memperoleh ikan sendiri. b. yang berisi kebijakan-kebijakan yang mendukung kesehatan. bandara. Dalam hal ini Promosi Kesehatan melakukan advokasi kepada para pemegang otoritas ini. tetapi juga dapat dikeluarkan oleh para pimpinan atau pemegang otoritas unit kerja atau tempat kerja. mewajibkan karyawan makan di kantin yang tersedia supaya hygiene dan kebersihan makanan serta gizinya dapat diawasi. sampai dengan surat edaran atau surat peraturan dari Lurah/Kepala Desa. dan seterusnya). PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 13 . sehingga masyarakat dapat meningkatkan pendapatannya (income generating). mampu membuat jendela rumahnya. dan DPRD Tingkat I dan Bamus setempat). dan sebagainya.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA Oleh sebab itu Promosi Kesehatan harus juga melakukan kegiatan bagaimana supaya masyarakat terfasilitasi sarana dan prasarana untuk mewujudkan perilaku sehatnya. dan sebagainya. Kebijakan yang berwawasan kesehatan yang ada antara lain: Undang-Undang. Gubernur. utamanya adalah pemerintah pusat dan daerah. perkantoran. terminal. dan legislatif (DPR. misalnya : mampu membuat jamban dirumahnya. Memberikan pelatihan keterampilan berusaha. Oleh sebab itu Promosi Kesehatan dalam hal ini dapat melakukan dua hal: a. pelabuhan. ketentuan peringatan bahaya merokok pada bungkus rokok. larangan merokok ditempat-tempat umum. Keputusan Menteri. lembaga pendidikan seperti kampus. pabrik. Peraturan Pemerintah atau Keputusan Menteri atau Peraturan Daerah (Perda) tentang penggunaan zat pewarna makanan.

Oleh sebab itu dalam kegiatan promosi kesehatan selalu melibatkan masyarakat. Oleh sebab itu terkait dengan uraian sebelumnya maka agar masyarakat berdaya dalam arti mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya mereka harus diberikan “pancing”. maka harus kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum misalnya. bahwa partisipasi masyarakat adalah merupakan hak dan kewajiban bagi setiap individu. Sedangkan dalam PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 14 . keluarga dan kelompok atau komunitas mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. dimulai oleh Yakum di Solo. Misalnya. Kutipan ini menekankan secara khusus dalam pelayanan kesehatan masyarakat baik secara individu maupun kolektif perlu dilibatkan (partisipasi). tetapi tidak akan terjadi pembelajaran pada masyarakat. Filosofi partisipasi masyarakat dibidang kesehatan yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan tersebut adalah “pelayanan kesehatan dari. Partisipasi masyarakat dibidang kesehatan ini juga telah dituangkan dalam “Deklarasi Alma Ata”. untuk terwujudnya air bersih sehingga masyarakat dengan mudah mengakses air bersih ini. arisan membuat jamban. Partisipasi Masyarakat : Keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan. maka harus kerja sama dengan Dinas Pertanian atau Perternakan. tetapi masyarakat hanya sebagai pelaksana kegiatan saja. Dana Sehat. dan sebagainya adalah merupakan perwujudan partisipasi masyarakat dibidang kesehatan. Polindes. oleh dan untuk masyarakat”. sektor kesehatan tidak mempunyai kemampuan bidang pertanian dan peternakan dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat. diorganisasikan. Apabila digeneralisasikan batasan tersebut dalam program kesehatan secara umum. Posyandu. September 1978. tanpa dilibatkan dalam perencanaan sampai evaluasinya. Masyarakat dipandang sebagai obyek. bukan diberi ikan. digerakkan untuk mencapai tujuan perbaikan masyarakat itu sendiri. Apabila mobilisasi masyarakat juga merupakan bagian dari pengembangan masyarakat. dan masyarkat bukan semata-mata sebagai obyek (sasaran).kegiatan tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970. kelompok atau komunitas/masyarakat dalam mewujudkan kesehatannya. seperti kader kesehatan. Partisipasi masyarakat berbeda dengan mobilisasi. pasal 4 sebagai berikut: “The people have the right and duty to participate individually and collectively in planning and implementation of their health care”. Sektor kesehatan tidak mempunyai kemampuan pengadaan air bersih.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA Pemberdayaan : Tujuan dari pemberdayaan dibidang kesehatan adalah masyarakat baik secara individu. Klampok-Banjarnegara. Dalam rangka mewujudkan kemampuan masyarakat hidup sehat. Pos Kesehatan Desa. tetapi sebagai subyek dan juga sebagai pelaku promosi kesehatan. memang sektor kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Hal ini berarti bahwa masyarakat harus diberikan kemampuan untuk memfasilitasi dirinya sendiri untuk hidup sehat. karena memang partisipasi ini merupakan hak dan kewajiban masyarakat. Di Indonesia kegiatan . dan harus melakukan kerja sama atau kemitraan dengan sektor lain.

Persamaan (equity) : Dalam menjalin kemitraan. Tidak ada satu pihakpun yang merasa lebih tinggi. Untuk itulah maka Promosi Kesehatan mencakup kegiatan untuk membangun kemitraan dan aliansi dengan pihak lain. terutama dalam hal sumber daya untuk pelakasanaan kegiatan bersama. money. masyarakat dilibatkan mulai perencanaan kegiatan sampai dengan evaluasi proses dan hasil kegiatan tersebut. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 15 . Keterbukaan (transparancy) : Dalam memulai kemitraan dengan pihak yang lain. maka sejak tahun 1984 WHO telah berupaya untuk memperluas konsep dan merevitalisasi Pendidikan Kesehatan menjadi Promosi Kesehatan. c. material) bagi terwujudnya sarana dan prasarana guna memfasilitasi perilaku hidup sehat masyarakat. b. masing-masing pihak harus diuntungkan dengan adanya kegiatan atau hasil kegiatan bersama tersebut. Sehingga Devisi “Health Education” didalam organisasi WHO dikembangkan menjadi Divisi Pendidikan dan Promosi Kesehatan (Health Education and Promotion Division). lebih baik. masing-masing institusi atau lembaga harus menempatkan diri setara atau sama satu dengan yang lain. Saling menguntungkan (mutual benefit) : Dalam menjalin kemitraan. Membangun Kemitraan : Telah disebutkan diatas bahwa sektor kesehatan tidak mungkin dapat berjalan sendiri dalam menjalankan program-programnya (termasuk promosi kesehatan) dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Tujuan utama membangun kemitraan ini adalah untuk memperoleh dukungan sumber daya (man. baik didalam sektor kesehatan sendiri (lintas program) maupun diluar sektor kesehatan (lintas sektor). lebih penting dan sebagainya dibandingkan dengan pihak yang lain. proses kemitraan sampai dengan memonitor dan mengevaluasi kegiatan bersama masing-masing pihak harus terbuka terhadap yang lain. Dalam kemitraan tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan karena adanya kemitraan tersebut. Demikian pula promosi kesehatan dalam mewujudkan perilaku hidup sehat serta sarana dan prasarana untuk hidup sehat memerlukan dukungan dari luar program dan sektor yang lain. Mengingat luasnya dimensi Promosi Kesehatan sebagai upaya intervensi terhadap semua determinan kesehatan (bukan hanya perilaku).PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA partisipasi masyarakat. Dalam mengembangkan kemitraan prinsip umum yang harus dipahami bersama antara sektor kesehatan dengan mitra kerja adalah : a.

Indonesia tanggal 21-25 Juli 1997. di Sundsvall. dengan menghasilkan Deklarasi Jakarta atau “Jakarta Declaration”. Tanti Herawati. Bob Susilo Kusumobroto. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Pertama di Ottawa. Zulazmi Mamdy. 16 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Thailand.PENDAHULUAN ALMA ATA KE OTTAWA KONFERENSI INTERNASIONAL PROMOSI KESEHATAN Sebagai upaya terus menerus dalam rangka pengembangan konsep dan aplikasi Promosi Kesehatan di tingkat internasional. Zulazmi. Konferensi Mexico ini menghasilkan Pernyataan Kementerian Mengenai Promosi untuk Kesehatan : Dari Gagasan ke Tindakan (aksi) atau “Mexico Minsterial Statement for Promotion of Health : From Ideas to Action”. tanggal 5-9 Juni 2000. buku ini akan menguraikan secara kronologis dari Konferensi ke konferensi meliputi : 1. Nyoman Kumara Rai. Bambang Setiaji 5. Andung Prihadi Sentosa. Gultom Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Keenam di Bangkok. 3. dan BPP. dengan menghasilkan Piagam Bangkok untuk Promosi Kesehatan di Dunia yang Mengglobal atau “The Bangkok Charter for Health Promotion in a Globalized World”. I. Anis Abdul Muis. tanggal 7-11 Agustus 2005. Susilowati Soebekti. (peserta) Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Kelima di Kota Mexico. Dachroni. Ida Bagus Mantra. dengan tema “Bridging the Equity Gap”. 7.4 tahun sekali. Delegasi dari Indonesia diwakili oleh Ida Bagus Mantra Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Kedua di Adelaide. dan Emil Salim. Ruflina Rauf. tanggal 17-21 November 1986 dengan menghasilkan Piagam Ottawa atau “Ottawa Charter”. Umar Fahmi. dan Soekidjo Notoatmodjo. Australia tanggal 5-9 April 1988. Hafni Rochmah. Delegasi dari Indonesia diwakili oleh : Ahmad Suyudi. dengan menghasilkan Rekomendasi Adelaide atau “Adelaide Recommendation” Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Ketiga. Delegasi dari Indonesia diwakili oleh Haryono Suyono. Purjanto. Ismoyowati. Zuraida. Dachroni. Azrul Azwar. Iskandar Zulkarnaen. Delegasi dari Indonesia diwakili oleh : Bambang Hartono. James Johnson. Canada. Sweden. Hasil secara rinci dan pembahasannya dari masing-masing konferensi tersebut dapat diikuti pada bab-bab selanjutnya dalam buku ini. 6. Dachroni. Mexico. tanggal 9-15 Juni 1991. dan Indonesia selalu aktif berpartispasi dalam konferensi tersebut. Sebagai dokumentasi dan referensi Promosi Kesehatan di Indonesia. Rahmat Kurniadi. 2. Kenya : tanggal 26-30 Oktober 2009. Sujudi. maka diselenggarakan Konferensi Internasinal tentang Promosi Kesehatan (International Conference on Health Promotion). 4. (narasumber) Broto Wasito. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang diprakarsai oleh WHO ini diselenggarakan setiap 2 . Delegasi dari Indonesia diwakili oleh Hadi Winoto Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Keempat di Jakarta. dan Sri Siswati dari Sumbar Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Ketujuh di Nairobi. Dyah Erti Mustikawati. dengan menghasilkan Pernyataan Sundsvall atau “Sundsvall Statement”. Delegasi dari Indonesia diwakili oleh : Abidinsyah Siregar.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 17 .

18 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

Promosi Kesahatan adalah suatu proses yang memungkinkan orang untuk meningkatkan kendali (control) atas kesehatannya. Canada. Kesehatan merupakan konsep yang positif yang menekankan pada sumber-sumber sosial dan personal. Konferensi Promosi Kesehatan yang pertama ini tidak terlepas dari Deklarasi Alma Ata tahun 1978 tentang “Pelayanan Kesehatan Dasar atau Primary Health Care”. Konferensi diikuti oleh perwakilan dari kurang lebih 100 negara. mental dan kesejahteraan sosial. setiap individu atau kelompok harus mampu mengidentifikasi setiap aspirasi. BATASAN PROMOSI KESEHATAN Menurut Piagam Ottawa. sebagai sumber kehidupan sehari-hari. Karena itu. Untuk mencapai status kesehatan paripurna baik fisik. promosi kesehatan bukan saja tanggung jawab sektor kesehatan. dan meningkatkan status kesehatan mereka (Health promotion is the process of enabling people to increase control over. kelompok atau PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 19 . Kesehatan. bukan sekedar tujuan hidup. baik yang berasal dari negara-negara maju dan maupun negara berkembang. their health). yakni Gerakan Menuju Kesehatan Masyarakat Baru. dalam konteks seperti tema konferensi ini. tapi juga meliputi sektor-sektor lain yang mempengaruhi gaya hidup sehat dan kesejahteraan sosial. Kesepakatan bersama tersebut dituangkan dalam Piagam Ottawa (Ottawa Charter). and to improve. Kesepakatan-kesepakatan yang dicapai dalam konferensi ini merupakan peletakan dasar pembaharuan Promosi Kesehatan. yang berlangsung tanggal 17 – 21 November 1986. untuk memenuhi kebutuhan . Isi Piagam Ottawa beserta pembahasannya dapat diikuti dalam uraian dibawah ini. DETERMINAN KESEHATAN Teori klasik yang dikembangkan oleh Blum (1974) mengatakan bahwa adan 4 determinan utama yang mempengaruhi derajat kesehatan individu.PIAGAM OTTAWA BAB 2 PIAGAM OTTAWA GERAKAN MENUJU KESEHATAN MASYARAKAT BARU Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama dilaksanakan di Ottawa. Konferensi Promosi Kesehatan yang pertama ini mengambil tema “Menuju Kesehatan Masyarakat Baru” (The Move Towards a New Public Health). sebagaimana halnya kapasitas fisik. dan mengubah atau mengantisipasi keadaan lingkungan.

b. i. Seperti rincian yang akan diuraikan berikut ini. c). baik lingkungan fisik. Faktor-faktor atau determinan-determinan yang menentukan atau mempengaruhi kesehatan baik individu. karena masing-masing faktor tersebut saling mempengaruhi. iklim. disamping determinan-determinan derajat kesehatan yang telah dirumuskan oleh Blum tersebut masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi atau menentukan terwujudnya kesehatan seseorang. atau masyarakat. Hal ini berarti.PIAGAM OTTAWA masyarakat. Empat determinan tersebut secara berturut-turut besarnya pengaruh terhadap kesehatan adalah: a). dan sebagainya. maupun lingkungan non fisik (sosial. g. yakni: a. Derajat kesehatan dalam pengertian tersebut di atas jelas dibedakan antara derajat kesehatan individu. lingkungan. Piagam Ottawa. politik. 1986 mengidentifikasikan prasayarat untuk kesehatan ini dalam 9 faktor. e. c. sarana dan parasarana. misalnya : umur. Determinan lingkungan ini lebih lanjut dapat dibedakan menjadi dua kelompok. budaya. yakni lingkungan fisik (cuaca. kelompok. b). keturunan atau herediter. Perdamaian atau keamanan (peace) Tempat tinggal (shelter) Pendidikan (education) Makanan (food) Pendapatan (income) Ekosistem yang stabil dan seimbang (a stable eco-sistem) Sumber daya yang berkesinambungan (sustainable resources) Keadilan sosial (social justice) Pemerataan (equity) Faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi kesehatan tidaklah berdiri sendiri melainkan bersama-sama atau secara akumulatif. disamping faktor herediter. kelompok atau masyarakat ini. dalam Piagam Otawa (Ottawa Charter) disebut prasyarat untuk kesehatan (prerequisites for health). kelompok dan masyarakat memang berbeda. tetapi untuk kesehatan individu. dan d). f. pelayanan kesehatan. disamping empat faktor tersebut. dan lingkungan non fisik. ekonomi. maupun komunitas yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia itu. budaya. 20 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . kelompok atau masyarakat. h. Determinan untuk kesehatan kelompok atau komunitas mungkin sama. politik. d. perilaku. juga faktor internal individu juga berperan. baik secara individual. dan sebagainya). dan sebagainya). pendidikan. kelompok. ekonomi. gender. seperti lingkungan sosial. Hal ini dapat dipahami karena derajat kesehatan perorangan (individu). Bila kita analisis lebih lanjut determinan kesehatan itu sebenarnya adalah semua faktor diluar kehidupan manusia. dan sebagianya.

Sebaliknya. Di tempat tinggal atau rumah tangga inilah sebenarnya kesehatan kita dibentuk atau ditentukan. dan kebutuhan hidup yang lain termasuk meningkatnya daya beli pemeliharaan dan pelayanan kesehatan. Para buruh. keluarga atau tempat tinggal kita masing-masing. Dengan meningkatnya pendapatan keluarga dan masyarakat maka akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. termasuk kesehatan. terjadinya konflik sosial dan politik. Daya beli yang rendah baik untuk makanan. Kesehatan kita pada saat ini secara jujur adalah merupakan hasil kumulasi lingkungan rumah tangga. yang akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan. Dalam kondisi masyarakat yang aman dan damai maka semua sektor perekonomian (pertanian. perbankan. gizi. perumahan. termasuk didalamnya keamanan ditempatkan pada urutan pertama dalam Piagam Ottawa. Perumahan (Shelter ) : Sebagian besar hidup manusia. sehingga produktifitas menurun. keluarga dan masyarakat jelas akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat. dan sebagainya akan berpengaruh kepada rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. lebih-lebih pada usia dini dihabiskan di dalam keluarga. pendidikan. para pedagang dan pengusaha baik di sektor formal maupun informal terganggu usahanya dan menurun produktivitasnya. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 21 .PIAGAM OTTAWA Perdamaian : Perdamaian. Dalam kondisi aman dan damai semua sektor kehidupan manusia dapat berjalan dengan baik untuk mencapai visi dan misinya masing-masing. tanpa hambatan. petani dan nelayan tidak bisa bekerja secara optimal. baik secara horizontal maupun vertikal akan menggangu proses perekonomian di masyarakat. Kehidupan sehari-hari manusia sebagian besar waktunya dihabiskan didalam rumah atau tempat tinggal (shelter). terutama kesehatan mental. atau lebih jelasnya lagi di tempat tinggal atau rumah masing-masing anggota keluarga yang bersangkutan. kondisi masyarakat tidak aman dan damai. perdagangan. bukan dalam arti bangunan dan fasilitas fisik saja. Lancarnya perekonomian baik di tataran individu. tetapi juga semua orang dimana kita berinteraksi sehari-hari dalam rumah tangga atau keluarga kita. Dengan kondisi perdamaian dan keamanan yang tidak kondusif ini jelas akan menurunkan daya beli masyarakat. terjadinya petikaian sosial dan politik dalam masyarakat. Disamping itu perdamaian dan kemanan secara psikologis dan sosiologis. perumahan. Rumah tangga atau tempat tinggal disini. dan sebagainya) dapat berjalan dengan baik. perindustrian. pelayanan (termasuk pelayanan kesehatan) . Oleh sebab itu apabila ada ungkapan bahwa kesehatan diciptakan dalam kehidupan sehari-hari (health is created in everyday life) adalah tepat sekali. karena perdamaian merupakan prakondisi yang diperlukan oleh semua sektor. akan berpengaruh kepada menurunnya sumber stress masyarakat. baik untuk makanan.

PIAGAM OTTAWA Suatu kondisi tempat tinggal seseorang baik fisik maupun non fisik adalah merupakan prasyarat untuk terwujudnya derajat kesehatan seseorang. Kemiskinan --.penyakit (sakit-sakitan) b. Kalau kita amati dalam masyarakat. c.kemiskinan (tak produktif) --. terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia ini 3 masalah sosial yaitu : a). Hal ini sangat beralasan. Kebodohan --. yang hasilnya juga akan saling berpengaruh : a. meningkatkan kemampuan. Pendidikan : Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang dikembangkan oleh Badan Pembangunan-Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mencakup 3 indikator.akibat rendahnya pendidikan. tetapi saling melengkapi dalam membentuk kulitas hidup manusia. 22 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Pendidikan : bertujuan untuk memerangi kebodohan. dan ekonomi (economy). dan dibesarkan dalam suatu rumah tangga atau tempat tinggal yang secara fisik (rumah yang memenuhi syarat kesehatan). dapat berpengaruh terhadap peningakatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang tinggi. Oleh sebab itu rendahnya ketiga indikator tersebut. kemiskinan (proverty) . dan dengan tingka ekonomi yang tinggi akan meningkatkan akses terhadap pendidikan yang tinggi pula. yang berarti kebodohan menurun. rukun. meningkatkan kemampuan memelihara dan meningkatkan kesehatan. damai. dilahirkan. bahkan sejak dalam kandungan ibu. Seorang anak yang dikandung. karena memang ketiga faktor ini bukan hanya karena saling tekait dan mempengaruhi. Selanjutnya produktivitas tinggi berarti ekonomi meningkat.penyakit (tak mampu-memelihara kesehatannya) --. kesehatan (health).akibat rendahnya derajat dan pelayanan kesehatan. berbagai macam penyakit (diseases) .akibat rendahnya ekonomi.kebodohan (tak mampu sekolah) Oleh sebab itu solusi untuk memutus mata rantai tersebut dapat dilakukan melaui ketiga upaya secara bersama. jelas akan menimbulkan masalah di masyarakat. dilahirkan. Sebaliknya seorang anak yang dikandung. Ketiga hal ini saling mempengaruhi dan membentuk lingkaran setan : a. memelihara dan meningkatkan kesehatannnya. dapat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berusaha atau bekerja. dan sebaginya) akan menjadi orang dengan derajat kesehatan yang optimal. dan nonfisik (ekonomi yang baik. yakni: pendidikan (education). dan dibesarkan dalam lingkungan tempat tinggal yang kurang menguntungkan. b. dan c).kebodohan Penyakit --. baik secara fisik maupun non fisik akan menjadi seseorang yang derajat kesehatannya rendah. b). Derajat kesehatan seseorang sebenarnya telah ditentukan bukan hanya dari sejak lahir saja.kemiskinan --. Masyarakat yang berpendidikan tinggi dapat berpengaruh terhadap meningkatnya kemampuan mencegah penyakit. yang selanjutnta dapat meningkatkan pendapatan (ekonomi). Kesehatan : bertujuan untuk memerangi penyakit dapat meningkatkan derajat kesehatan. Ekonomi : bertujuan untuk peningkatkan pendapatan per kapita untuk memerangi kemiskinan. Demikain akan dapat meningkatkan kemampuan mencegah penyakit. kebodohan (ignorancy) . Derajat kesehatan yang tinggi dapat berpengaruh terhadap meningkatnya produktivitas.

angka kematian bayi (AKB) paling tinggi adalah Indonesia. ketersediaan makanan dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari 5 negara di Asia.kebodohan . Tanpa asupan makanan yang cukup baik kualitas (gizi seimbang) maupun kuantitasnya (jumlah asupan) niscaya orang dapat mencapai derajat kesehatan yang optimum. Secara statistik memang terbukti bahwa makin tinggi pendapatan nasional bruto. dan angka kematian balita yang merupakan bagian dari derajat kesehatan masyarakat dari beberapa negara di Asia. Ketersediaan makanan dalam keluarga pada gilirannya dipengaruhi oleh pendapatan keluarga yang bersangkutan. dalam tataran individu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan dalam keluarga. dan angka harapan hidup bersama dengan Philipina juga paling rendah. KEBODOHAN DAN KEMISKINAN KESEHATAN PENYAKIT KEMISKINAN KEBODOHAN EKONOMI PENDIDIKAN Makanan : Makanan dan gizi merupakan asupan utama untuk kesehatan. yang biasanya diukur dengan pendapatan nasional bruto (gross national product) . juga diperlukan untuk mempertahankan tubuh dari berbagai ancaman dari luar termasuk bibit penyakit. baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui ekonomi. dan iklim. Makanan. keadaan geografi. kecukupan ketersediaan makanan bagi penduduk sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi negara yang bersangkutan. Uraian tentang hubungan yang saling mempengaruhi antara: penyakit . Secara global. pendapatan nasional bruto per kapita paling rendah.pendidikan -ekonomi sebagai upaya atau kegiatan intervensi terhadap 3 faktor tersebut dapat diilustrasikan diagram berikut : HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT. Kecukupan asupan makanan kedalam tubuh. Dibawah ini dikutipkan pendapatan nasional bruto. disamping diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan menggantikan sel-sel yang rusak.PIAGAM OTTAWA Tingkat pendidikan masyarakat yang dihitung dari rata-rata lama sekolah adalah merupakan prasyarat untuk derajat kesehatan masyarakat. angka harapan hidup.kemiskinan. dan : kesehatan . PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 23 . makin baik tingkat kesehatan penduduknya. tingkat pendapatan daerah. Pada tataran kelompok atau masyarakat. antara lain sistem pengelolaan pangan oleh pemerintah setempat.

apa akibat dari pertumbuhan penduduk yang tidak terkendalikan. serta sumber daya manusia (human resources). Tetapi kalau pohon-pohonan berkurang atau hutan gundul jelas akan menggangu penyerapan CO2 dan air tersebut. Semuanya baik makhluk hidup maupun yang tidak hidup berada di dalam suatu sistem ekosistem. dan ciptaan Tuhan yang lain. masing-masing mempunyai peran dalam menyeimbangkan sistem yang besar. Masing-masing isi dunia atau bumi mempunyai sistem sendiri.980 3. yakni : tanah. antara lain manusia. hutan juga berfungsi menyerap air hujan.710 11. Antara lain penggundulan hutan untuk lahan transmigrasi. akan berakibat terhadap sistem yang lain.BRUT (GNP: US$)/CAP 31. Dalam suatu komunitas. binatang.950 ANGKA KEMATIAN BALITA 3/1000 12/1000 8/1000 32/1000 34/1000 UMUR HARAPAN HIDUP (TAHUN) 80 74 71 69 69 Ekosistem Yang Stabil : Manusia hidup didunia ini adalah dalam suatu sistem yakni bumi dan seisinya.140 5. dan udara. Semua sistem yang menyatu dalam ekosistem ini. jelas akan mengganggu sitem yang lain. yang berarti mengganggu sistem kehidupan manusia.PIAGAM OTTAWA Pendapatan Nasional Bruto. air. Sumber Daya Yang Berkesinambungan : Sumber daya yang mencakup sumber daya fisik yang terdiri dari sumber daya alam (natural resources) dan sumber daya yang berupa hasil cipataan manusaia yang berupa teknologi. karena memang kesehatan memerlukan prasyarat ekosistem yang seimbang. Contoh tumbuh-tumbuhan atau hutan berfungsi untuk menyerap zat sisa pembakaran (CO2) dari udara sehingga udara yang dihirup manusia tetap bersih. Apabila salah satu dari sistem terganggu. Contoh lain. erosi tanah dan banjir. tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk hidup. sehingga menyebabkan polusi udara. Angka Harapan Hidup. disamping itu. Pertumbuhan penduduk yang besar juga dapat merusak lahan untuk dieksploitasi.300 9. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dalam suatu komunitas atau negara. kurangnya lahan pertanian akibat digunakan untuk perumahan. karena sempitnya mata pencaharian yang lain.NAS. Akibat lebih lajut jelas akan mengganggu kesehatan manusia. 24 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Angka Kematian Balita di 5 Negara Asia NEGARA Singapura Malaysia Thailand Filipina Indonesia PENDP. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa ekosistem yang tidak “stable” akan mengganggu kesehatan.

Untuk mewujudkan kesehatan memang memerlukan prasyarat adanya “keadilan sosial”. maka sumber daya manusia di dalamnya harus mempersiapkan sumber daya lain (man made resources) demi kesinambungan sumber daya guna mendukung semua sektor pembangunan. maka hal ini belum terjadi pemerataan. adalah merupakan kendala terwujudnya kesehatan masyarakat. Memang PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 25 . adalah tanggung jawab dari para penguasa dalam hal ini adalah pemerintahan diberbagai tingkat. sampai yang paling bawah. mustahil terjadi pemerataan yang sama bagi semua anggota masyarakat untuk hidup sehat. Keadilan sosial bukan berarti setiap orang atau keluarga berada dalam tingkat ekonomi yang sama. Oleh sebab itu para pihak yang mempunyai otoritas untuk pengelolaan sumber daya ini harus bertanggung jawab terjadinya kesinambungan sumber daya. termasuk kesehatan. dan memperoleh hak yang sama. disatu pihak sangat berlebihan untuk terpenuhi kebutuhan hidup. mulai dari pusat. Apabila disuatu komunitas berhenti mengeksplotasi sumber daya alamnya demi untuk kesejahteraan rakyatnya terhenti. Pemerataan terjadi apabila semua orang atau keluarga bisa membeli sembako yang terjangkau. dan dari zaman ke zaman. termasuk pemeliharaan dan pelayanan kesehatan. utamanya kesehatan.PIAGAM OTTAWA seyogyanya senantiasa terjadi kesinambungan sumber daya dari waktu ke waktu. kabupaten. Apabila masih terjadi kesenjangan sosial di masyarakat. tetapi ada beberapa orang atau keluarga meskipun dekat dengan penjualan sembako tetapi tidak mampu membeli. Hal ini penting karena sumber daya inilah merupakan aset pembangunan disemua sektor. Oleh sebab itu untuk terwujudnya kesehatan masyarakat memang diperlukan adaya pemerataan. Namun apabila disemua tempat tersedia sembako. Pemerataan : Berbeda dengan keadilan sosial. Oleh sebab itu jelas dalam kondisi masih adanya kesenjangan sosial yang dalam. Sumber daya alam yang terdiri dari tanah. Selama keadilan beluam ada. Hal ini akan tercapai apabila keadilan sosial terwujud dalam masyarakat itu. tetapi dipihak lain untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari saja tidak cukup. provinsi. utamanya pemerataan bidang ekonomi. Apabila di dalam masyarakat masih terjadi kesenjangan sosial yang dalam. Keadilan sosial terjadi apabila setiap orang memperoleh hak utuk memenuhi secara minimal kebutuhan hidupnya secara layak. Keadilan Sosial : Terjadinya kesenjangan sosial disuatu masyarakat akan jelas menggangu kesehatan masyarakat. Kesinambungan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Pada umumnya pemerataan terkait dengan kesejahteraan sosial. maka sulit adanya pemerataan. pemerataan adalah adanya kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pelayanan. air udara dan yang terkandung di dalamnya adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengeksploitasi dan pengelolaannya. Kesehatan masyarakat akan terwujud apabila terjadi kesempatan yang sama untuk hidup sehat bagi semua orang. agar senantiasa berkesinambungan dalam mendukung kehidupan masyarakatnya.

lingkungan. Namun sebaliknya. ekonomi dan dengan organisasi-organisasi pemerintah lainnya seperti relawan. Ini menliputi fondasi keamanan pada lingkungan yang mendukung. sosial. Bukan semata-mata karena terjangkau jaraknya. Menjembatani : Persyaratan dasar dan prospek kesehatan tidak dapat diselenggarakan oleh sektor kesehatan saja. kesempatan memperoleh kemampuan dan kesempatan untuk menentukan pilihan untuk menjadi sehat. dan personal. ekonomi. Lebih penting lagi. Orang tidak dapat mencapai potensi kesehatan yang utuh. Memampukan atau Memperkuat : Promosi Kesehatan fokus pada pencapaian kesetaraan atau keadilan dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan. Dalam mewujudkan prasyarat sehingga kondusif untuk kesehatan diperlukan 3 hal yang merupakan misi dari promosi kesehatan. dan merupakan dimensi penting dari kualitas hidup. pemerintah daerah. Faktor-faktor politik. Sehingga terjadi hubungan timbal balik antara faktor-faktor prayarat tersebut dengan kesehatan. yang semuanya. kesehatan masyarakat yang baik menentukan fondasi yang mantap untuk terwujudnya prasyarat tersebut. bagi masyarakat golongan mampu. namun masih banyak anggota masyarakat yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan tersebut. kecuali mereka mampu mengendalikan hal-hal yang menentukan kesehatan mereka. akses terhadap informasi. yakni : Advokasi (Advocacy) : Kesehatan yang baik merupakan sumber utama untuk perkembangan sosial. MISI PROMOSI KESEHATAN Dalam Ottawa Charter secara implisit dirumuskan 3 hal yang penting untuk mengimplementasikan Promosi Kesehatan. dan mediasi (mediate). sektor kesehatan. Hal ini harus berlaku sama pada pria dan wanita. atau dapat juga disebut sebagai misi Promosi Kesehatan. perilaku dan biologis.PIAGAM OTTAWA secara statistik pelayanan kesehatan di Indonesia sudah tersebar diseluruh tanah air. sektor sosial. bahkan di luar negeri sekalipun. yakni : advokasi (advocacy). Namun dipihak lain. swasta. budaya. sektor 26 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . memampukan (empower). Untuk terwujudnya kesehatan masyarakat memerlukan prasyarat tersebut diatas. mereka dapat mengakses pelayananan yang semahal mungkin. Promosi Kesehatan membutuhkan aksi yang terkordinasi dengan sektor lain: oleh pemerintah. tetapi terjangkau biayannya. ekonomi. Aksi atau gerakan promosi kesehatan bertujuan untuk mengurangi perbedaan di dalam status kesehatan dan menjamin sumber dan kesempatan yang sama yang memungkinkan semua orang mencapai potensi kesehatan yang seluas-luasnya.

Menciptakan Lingkungan yang Mendukung (Supportive Environment) Masyarakat kita sangat kompleks. mengarahkan mereka untuk menyadari konsekuensi kesehatan dari keputusan yang mereka ambil serta menerima tanggung jawab mereka dalam upaya kesehatan. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN Berdasarkan pada 3 hal tersebut sebagai arahan atau dapat dikatakan sebagai misi promosi kesehatan.PIAGAM OTTAWA industri serta media. Gerakan atau strategi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Dalam menentukan sasaran harus dapat menciptakan berbagai pilihan yang lebih sehat dan lebih mudah bagi pembuat kebijakan. Kebijakan promosi kesehatan membutuhkan upaya identifikasi hambatan-hambatan dalam mengadopsi kebijakan umum yang sehat untuk sektor non kesehatan. sebagi pelengkap dari strategi promosi kesehatan yang telah dirumuskan oleh WHO tahun 1984. mencakup perubahan perundang-undangan. Mengembangkan Kebijakan Publik Berwawasan Sehat (Build Healthy Public Policy): Promosi kesehatan tidak sekedar pada tingkat pelayanan kesehatan semata. lebih bersih dan lingkungan yang lebih nyaman. dan cara mengatasi hambatan tersebut. saling terkait. pengukuran fiskal. Kebijakan promosi kesehatan mengkombinasikan pendekataan yang berbeda. penghasilan dan kebijakan umum (sosial) yang mempercepat upaya kesetaraan/keadilan yang lebih baik. 2. tapi saling terkait. budaya dan ekonomi setempat. Promosi kesehatan menempatkan kesehatan pada agenda di tingkat pengambil keputusan di berbagai sektor di tiap lapisan sistem sosial. Piagam Otawa merumuskan makna atau arti dari gerakan kegiatan promosi kesehatan. Sepanjang perjalanan hidupnya. Oleh karena itu betapa pentingnya mengembangkan mekanisme institusional untuk menyatupadukan “stakeholders” tersebut. anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. pajak dan perubahan organisasi. sesuai dengan sistem sosial. Kerja sama aksi membantu jaminan pelayanan yang lebih aman dan lebih sehat. Kesehatan tidak dapat dipisahkan dari tujuan hidup lainnya. Para professional. Kaitan yang tak terpisahkan antara manusia dan lingkungannya merupakan dasar pendekatan PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 27 . Harus ada aksi yang terkordinir yang mengarah pada kebijakan kesehatan. Selanjutnya gerakan ini dapat dipandang sebagai strategi promosi pesehatan. Berbagai pemangku kepentingan atau “Stakeholders” perlu dilibatkan dalam upaya promosi kesehatan . saling mempengaruhi dan saling tergantung. orang selalu terlibat. kelompok-kelompok sosial dan petugas kesehatan memiliki tanggung jawab utama untuk melakukan mediasi atau menjembatani antara kepentingan manyarakat dengan berbagai pihak untuk mencapai hidup sehat masyarakat. baik sebagai individu. Strategi-strategi dan program promosi kesehatan sebaiknya di sesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Adalah penting memahami kondisi tubuh seseorang untuk mengenal kapan dan mengapa terjadi masalah. wilayah dan masyarakat pada umumnya merupakan suatu kebutuhan untuk mendorong saling menjaga. khususnya di bidang teknologi.PIAGAM OTTAWA sosio-ekologis untuk kesehatan. produksi bahan bakar dan urbanisasi merupakan hal penting dan harus diikuti oleh aksi untuk menjamin manfaat yang positif bagi kesehatan masyarakat.kepemilikan serta kendali (control) terhadap keinginan dan nasib mereka. merangsang. Seluruh prinsip dasar bagi dunia. Aktivitas kerja dan rekreasi seharusnya merupakan sumber kesehatan manusia. Pengembangan masyarakat diarahkan untuk mencari potensi diri dan sumber data materi yang ada dalam masyarakat guna meningkatkan kemandirian (self-help) dan dukungan sosial (sosial support) yang ada dalam masyarakat guna meningkatkan kemandirian dan dukungan sosial untuk mengembangkan sistem yang fleksibel guna merangsang keterlibatan masyarakat dalam setiap program kesehatan. negara. Pelestarian dan perlindungan terhadap lingkungan dan sumber daya alam harus dicanangkan dalam setiap strategi Promosi kesehatan. sehingga memungkinkan untuk pencegahan risiko penyakit dan tetap sehat. memuaskan serta nyaman. Dengan demikian. 4. Inti dari proses ini adalah Pemberdayaan Masyarakat (empowerment) . pekerjaan. kesempatan belajar yang luas dan terus menerus serta penggalian sumber dana. serta menentukan pilihan yang bermanfaat bagi kesehatan. pendidikan kesehatan serta peningkatan keterampilan diri. Promosi kesehatan menggerakan kondisi kerja dan kehidupan yang aman. Perubahan kecil yang terjadi pada salah satu fungsi tubuh dapat menjadi bukti bahwa ada sesuatu yang salah. Konservasi lingkungan alam di kawasan dunia harus ditekankan sebagai tanggung jawab global. 3. cara kerja dan kegiatan rekreasi mengandung dampak yang signifikan terhadap kesehatan. Perkiraan yang sistematik dari dampak kesehatan yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan yanga cepat. pengambilan keputusan. maka promosi kesehatan dapat memperluas pilihan-pilihan yang tersedia bagi anggota masyarakat menggunakan kendali (control) terhadap kesehatan dan lingkungan. Hal ini membutuhkan akses yang memadai terhadap informasi. Pengembangan Keterampilan Perseorangan (Develop Personal Skills) Promosi kesehatan menunjang pengembangan personal dan sosial melalui penyediaan akses informasi. Perubahan gaya hidup. 28 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Memperkuat Aksi/Gerakan Masyarakat (Strengthening Community Action) Mekanisme promosi kesehatan berfungsi melalui aksi atau gerakan masyarakat yang konkrit dan efektif dalam penetuan prioritas. saling menolong sesama anggota masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. strategi perencanaan serta penerapannya untuk mencapai status kesehatan yang lebih baik. Cara masyarakat mengatur pekerjaan harus membantu menciptakan masyarakat sehat.

disamping upaya-upaya lainnya yang memungkinkan berbagai pihak terlibat dalam memecahkan masalah kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Semua harus bekerja sama dalam upaya pelayanan kesehatan demi terciptanya status kesehatan yang optimal. BERGERAK MENUJU MASA DEPAN Kesehatan terbentuk dan tumbuh dalam dalam diri setiap individu melalui pengalaman hidup sehari-hari. Dengan demikian. rehabilitatif dan promotif. Sistem pelayanan kesehatan tidak lagi berorientasi kuratif. keluarga. kebersamaan dan ekologi merupakan isu penting dalam pengembangan strategi promosi kesehatan. Masa depan merupakan tanggung jawab bersama dan harus diraih serta diupayakan agar semua orang. 5. baik fisik maupun sosial budaya. Reorientasi upaya pelayanan kesehatan juga harus menaruh perhatian pada riset-riset kesehatan serta perubahan yang terjadi. Kepedulian. Kesehatan terbentuk dengan kepedulian diri dengan orang lain. Reorientasi sistem Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services) Tanggung jawab promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan menyebar di tingkat individual. institusi pelayanan kesehatan dan pemerintah. tolong menolong untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan sehat. ketika mereka belajar. arah pendidikan profesi dan pendidikan keterampilan Orientasi ini harus dapat menciptakan atau merangsang suatu perubahan sikap. rumah tangga. tempat kerja serta pada tataanan masyarakat umum. profesi. Pelayanan kesehatan harus mempertimbangkan kepekaan sosiobudaya seperti adat. bermain atau saling mencintai sesama . komersial dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). menyiapkan diri menghadapi masalah penyakit dan kecelakaan merupakan hal yang sangat penting. kelompok. dan perubahan organisasi pelayanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan total individu sebagai manusia seutuhnya. Aksi-aksi ini diperlukan melalui institusi pendidikan. pria dan wanita harus menjadi mitra yang setara. saling menjaga. semua pihak. implementasi dan evaluasi kegiatan promosi kesehatan. Dengan kemampuan dalam pengambilan keputusan dan memelihara lingkungan hidup dan dengan jaminan bahwa setiap orang di masyarakat dapat menjaga lingkungan hidup. peduli dan mau bekerja sama.PIAGAM OTTAWA Menyediakan kemungkinan orang untuk belajar. bekerja. Peran sektor pelayanan kesehatan harus bergerak dengan cepat mengikuti arah perkembangan program-program promosi kesehatan disamping tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan klinis dan kuratif. petugas kesehatan. tradisi dan kebiasaan serta kebutuhan masyarakat setempat. mereka yang terlibat harus memegang prinsip dasar dalam fase-fase perencanaan. melalui pengalaman hidup sehari-hari. Kesempatan ini dapat difasilitasi pada tatanan sekolah. tetapi juga mencakup upaya-upaya preventif. masyarakat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 29 . perilaku.

PIAGAM OTTAWA KOMITMEN TERHADAP PROMOSI KESEHATAN Konferensi Ottawa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang terkait dengan komitmen terhadap Promosi Kesehatan ke depan. kondisi lingkungan hidup yang tidak nyaman untuk kesehatan. sebagai berikut: 1. Menempatkan manusia sebagai subyek utama kesehatan. 30 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . 7. baik secara finansial maupun dukungan lainnya. gizi. serta berbagi peran dengan sektor dan disiplin lain. keluarga. serta memusatkan perhatian pada isu-isu global seperti polusi. seperti pekerjaan. jaminan asuransi kesehatan dan sebagainya. Konferensi ini mendorong fihak yang berkepentingan utnuk bekerja sama dengan mereka sebagai mitra kesehatan masyarakat yang kuat. 6. 3. baik untuk mendapatkan kesempatan dalam pelayanan kesehatan maupun fasilitas atau kesempatan lainnya. kondisi kehidupan dan kesejahteraan sosial mereka. untuk mendorong dan memungkinkan mereka menjaga kesehatan diri. teman. pengurasan sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab. HIMBAUAN TERHADAP GERAKAN INTERNASIONAL Konferensi Ottawa menghimbau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi dunia lainnya untuk menyokong atau mendukung promosi kesehatan di setiap forum-forum internasional serta membantu negara-negara yang membutuhkan dalam mengembangkan strategi dan program-program untuk promosi kesehatan. Melakukan reorientasi dalam sistem pelayanan kesehatan dan sumber daya yang ada demi peningkatan status kesehatan. 5. Merespon kesenjangan dalam pelayanan kesehatan yang ada di dalam masyarakat dan menjembatani kesenjangan tersebut dengan kebijakan dan peraturan-peraturan yang dapat mendorong terciptanya kesetaraan atau keadilan. 2. mengamanatkan isu ekologis kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Menempatkan kesehatan dan pemeliharaannya sebagai investasi sosial utam. serta menempatkan masyarakat sebagai pelaku yang esensial dalam meningkatkan status kesehatan. Memusatkan sasaran ke arah kebijakan publik berwawasan kesehatan. kecelakaan dan keselamatan kerja pengadaan perumahan dan pembentukan pemukiman yang aman dan sehat. terutama dengan anggota masyarakat itu sendiri. 4. dan melakukan advokasi untuk memperoleh komitmen politik yang jelas terhadap kesehatan dan kesetaraan/keadilan di seluruh sektor Melakukan perlawanan atau penolakan terhadap tekanan-tekanan yang berasal dari produk-produk berbahaya.

PIAGAM OTTAWA Konferensi ini menekankan. organisasi-organisasi pemerintah dan swasta. dan dukungan dari berbagai fihak hal ini dapat direalisasikan PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 31 . yaitu “Sehat untuk Semua pada tahun 2000 dan setelahnya dapat menjadi kenyataan. apabila setiap orang sepanjang perjalanan hidupnya. Tentu saja pencapaian ini sangat ideal dan tidaklah mudah untuk diupayakan. WHO serta seluruh institusi yang berkepentingan secara bersama mengembangkan dan memperkenalkan strategi promosi kesehatan sejalan dengan nilai dan moral sosial masyarakat dan dapat membangun fondasi dari kesepakatan yang dihasilkan. Namun dengan indikator-indikator yang terukur.

.

.

34 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

Semakin tinggi kemampuan masyarakat. LINGKUNGAN DAN PERILAKU KONDUSIF BAGI KESEHATAN Pemerintah di semua negara menempati peran yang sangat strategis dalam menanggulangi masalah-masalah sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. bahkan pada beberapa belahan dunia. Hasil kesepakatan Konferensi Promosi Kesehatan di Adelaide ini dituangkan dalam rekomendasi Adelaide (Adelaide Recommendation). Untuk mempercepat sekaligus meningkatkan keberhasilan program. hingga kini jumlah negara dengan masyarakat yang berkemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan sangat sedikit. maka seharusnya peran pemerintah diarahkan pada fungsi pengaturan dan pengawasan. Konferensi Promosi Kesehatan yang kedua ini mengambil tema Membangun Kebijakan Publik yang Berwawasan Kesehatan. Bagi negara-negara tersebut peran pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan kesehatan masih besar. sehingga lebih memudahkan implementasi di negara-negara peserta konferensi. pemerintah harus berkomitmen penuh dalam memimpin pelaksanaan program-program kesehatan. dan di sisi lain seberapa besar kemampuan dan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan. Konferensi yang diadakan hanya kurang lebih 2 tahun setelah Konferensi Promosi Kesehatan yang pertama di Ottawa ini diikuti oleh hampir sama dengan negara-negara yang hadir di Konferensi di Ottawa. utamanya di Afrika. Asia dan sebagian Amerika Selatan tergolong sebagai negara terbelakang. Dengan demikian masuk akal walaupun lima strategi dari Deklarasi Ottawa tersebut saling terkait. Dipilihnya tema ini sebenarnya untuk lebih mengoperasionalkan strategi promosi kesehatan dalam Ottawa Charter tersebut.9 April 1988. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 35 . yang isi dan pembahasannya dapat diikuti dalam uraian berikut ini. Dengan kata lain sebagian besar negara tergolong pada kategori negara sedang berkembang. Yang membedakan adalah seberapa dominan pemerintah mengatur. namun kebijakan publik berwawasan sehat juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap 4 strategi yang lain. Australia pada tanggal 5 .REKOMENDASI ADELAIDE BAB 3 REKOMENDASI ADELAIDE MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN BERWAWASAN SEHAT Konferensi Internasional Promosi Kesehatan ke dua dilaksanakan di Adelaide. Meskipun demikian. merupakan strategi Promosi Kesehatan yang pertama dari Ottawa Charter.

Kebijakan publik yang berwawasan kesehatan diharapkan mampu mendorong setiap sektor. namun permintaan (demand) rokok tidak kunjung berkurang. Salah satu contoh yang masih sangat relevan adalah merokok. kanker dan berbagai penyakit lain. Adanya kebijakan publik ini akan mendorong segera terwujudnya lingkungan fisik. Jumlah produksi rokok di Indonesia bahkan terus meningkat. yang sudah dicantumkan dalam bungkusnya oleh perusahaan rokok. Banyak kebijakan publik yang seharusnya dibuat pemerintah. Pemerintah memiliki jangkauan program yang sangat luas. penggunaan transportasi massal. industri. Banyak orang tahu bahwa rokok adalah barang konsumsi yang mengakibatkan berbagai persoalan kesehatan. Satu hal terpenting yang menjadi kewenangan pemerintah adalah menghasilkan kebijakan publik berwawasan kesehatan.REKOMENDASI ADELAIDE Konferensi kedua promosi kesehatan ini menghasilkan seperangkat strategi guna mendukung terciptanya masyarakat yang hidup dalam lingkungan yang sehat dan berperilaku sehat. peraturan maupun regulasi yang menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. Strategi tersebut meliputi: a) b) c) d) e) f) Kebijakan publik berwawasan kesehatan Mendorong terwujudnya revitalisasi nilai-nilai asasi kesehatan Kemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Akuntabilitas dalam program kesehatan Meningkatkan program melampaui “pelayanan” Kemitraan MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN PUBLIK BERWAWASAN KESEHATAN Kebijakan publik berwawasan kesehatan adalah seperangkat kebijakan. maupun lingkungan sosial budaya yang mendukung. komitmen serta kebijakan pemerintah. Bahkan pemerintah mengagendakan road map industri hasil tembakau dan kebijakan cukai tahun 2007-2020 di mana produksi rokok akan ditingkatkan menjadi 260 milyar batang. pendidikan. perdagangan. misalnya terkait dengan pertanian. 194 milyar batang (2004). utamanya sektor pemerintah untuk senantiasa mengedepankan pentingnya kesehatan dalam setiap formulasi kebijakannya. di antaranya penyakit jantung koroner. Oleh karena keberhasilan program-program kesehatan juga masih diwarnai oleh besarnya peran. Setuju atau tidak setuju. serta ditunjang oleh anggaran yang besar. serta pengendalian tembakau. peran pemerintah dalam menyelenggarakan program kesehatan masih sangat penting. 226 milyar (2007) dan 230 milyar (2008). atas instruksi pemerintah. 220 milyar (2006). keselamatan berlalu lintas. yang memungkinkan setiap insan hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat. Semestinya peringatan pemerintah dapat menurunkan konsumsi rokok. atau 36 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . yaitu 65 juta orang. 202 milyar (2005). yang tak dapat dipungkiri sebagai kebijakan publik yang banyak ditunggu oleh masyarakat. Oleh karenanya tidak mengherankan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga dalam jumlah perokoknya.

Dengan kata lain pemerintah “membiarkan” rakyat merokok. Yang perlu dicatat. yang pertama sebagai sesuatu yang sangat menarik untuk dikonsumsi. dan atau b) menambah jumlah perokok pemula.8%. Chaloupka dan Saffer. walaupun masih di bawah efektivitas pengendalian pada tingkat rumah tangga. Kebijakan mempunyai pengertian yang sangat luas. infrastruktur kesehatan masyarakat serta pengendalian rabies. maka asumsi pemerintah menaikkan produksi rokok paling dominan dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk. atau 10 batang rokok per hari. Beberapa pemerintah daerah berusaha melakukan pengendalian rokok pada beberapa tatanan. bahwa semua kebijakan tersebut bersifat kompleks. kesehatan sekolah. sarana pelayanan kesehatan.REKOMENDASI ADELAIDE 28% dari jumlah penduduknya (WHO 2008). ekonomi. pencegahan cedera dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). dan pada tahun 2008 menjadi 230 milyar batang. peraturan serta pedoman dan prioritas anggaran. Dengan kenaikan jumlah penduduk Indonesia pada kisaran 2%. kebisingan. Di Indonesia. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan dari segi besarnya kerugian kesehatan akibat rokok. Penelitian Fichtenberg. serta Wakefield menunjukkan bahwa pengendalian rokok di tempat kerja tergolong efektif. Dengan demikian terjadi kenaikan produksi sebesar 1. politik serta keilmuan. di mana dalam perumusannya sangat tergantung pada aspek sosial. Pada tahun 2007 jumlah produksi rokok 226 milyar batang. Hartsfield mengidentifikasi paling tidak ada 107 aturan kesehatan masyarakat pada 16 topik. Paling banyak adalah kebijakan terkait dengan rokok. sikap pemerintah pusat terbelah. Oleh karenanya patut diapresiasi pemerintah provinsi. Oleh karenanya road map pemerintah tersebut diprediksi akan : a) meningkatkan rerata jumlah rokok yang dikonsumsi per hari. sekolah. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 37 . tempat umum dan tempat kerja. Sudah lama diketahui bahwa kebijakan publik yang berwawasan kesehatan mempunyai dampak yang besar terhadap status kesehatan masyarakat. di satu sisi berusaha mencegah agar rakyat tidak merokok. Konsep yang pada awalnya digunakan di bidang kesehatan masyarakat tahun 1847. kota maupun kabupaten yang mengambil sikap tegas mengendalikan konsumsi rokok. bahkan wujud kebijakan ini lebih kaya. kebijakan yang mewajibkan para penumpang pesawat terbang untuk menggunakan sabuk pengaman ketika sedang terbang terbukti memberikan sumbangan yang bermakna terhadap keselamatan dan kesehatannya. namun di sisi lain dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengancam. Sebagai contoh yang lain. melibatkan hukum. Rata-rata setiap perokok mengkonsumsi sekitar 3500 batang rokok per tahun. mulai disebarluaskan oleh WHO tahun 1980 an. namun di sisi yang lain masih mengharapkan cukai rokok. pencegahan penyakit jantung. Di bidang kesehatan. terutama bagi yang tidak memperoleh manfaat langsung dari kebijakan tersebut. dan bervariasi. Kebijakan publik berwawasan kesehatan adalah suatu konsep yang dapat diinterpretasikan memiliki dua pengertian.

dan diskusi kelompok terarah. Adapun yang ketiga adalah pertimbangan politik. Kedua. 27 terbukti efektif.REKOMENDASI ADELAIDE Kebijakan dapat dianalisis menggunakan 3 domain. kualitatif dan kuantitatif. bagaimana komitmen kekuatan-kekuatan politik. untuk menghasilkan kebijakan agar setiap anak sekolah memperoleh pendidikan jasmani. surveilans. Advokasi adalah alat yang ampuh untuk mendorong dihasilkannya kebijakan. Dengan demikian pengambil kebijakan harus mempunyai kompetensi tertentu. Bukti-bukti yang digunakan harus relevan dengan kebijakan yang akan diambil. Adapun bukti kualitatif dikumpulkan melalui observasi. sampai dengan evaluasi program. 23 kurang efektif. sasarannya tepat dan komunikasi yang digunakan bersifat persuasif. yaitu: a) pendekatan berdasarkan bukti kuantitatif dan b) pendekatan berbukti kualitatif. serta desakan-desakan pihak lain. namun dari sisi politik dan administratif layak. didasari bukan hanya berdasarkan pada data atau evaluasi atas berlangsungnya suatu program. kebijakan yang ada. Prinsipnya adalah kebijakan publik yang akan diambil tidak hanya secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. seorang pengambil kebijakan harus mengkaji secara mendalam berapa lama waktu yang diperlukan untuk berolah raga. Pendekatan kualitatif juga perlu dilengkapi pendekatan kuantitatif agar dapat diverifikasi sehingga kredibilitasnya terjaga . Beberapa studi menunjukkan bahwa advokasi akan berlangsung efektif apabila pesan yang disampaikan jelas. bagaimana kesiapan guru-guru atau instrukturnya. Untuk itu diperlukan kemitraan yang kuat antara aspek penelitian dan aspek advokat. misalnya kemampuan melakukan sistematic review serta riset ilmiah termasuk analisis isi atas berbagai informasi sebelum suatu kebijakan diambil. 38 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . mempengaruhi aspek emosional dalam proses advokasi. Hasil dari pendekatan kualitatif dapat digunakan untuk menetapkan prioritas masalah. satu berisiko. sejauh mana agenda program yang ada. Pertimbangan politik meliputi sejauh mana suatu isu populer di masyarakat. isi suatu kebijakan harus dirumuskan berdasarkan data dan fakta. Bukti kuantitatif terdiri dari informasi ilmiah di jurnal-jurnal. Isi kebijakan berfokus pada identifikasi atas elemen-elemen spesifik kebijakan suatu kebijakan yang tampak lebih efektif. wawancara mendalam. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif mempunyai dampak paling kuat dalam mempengaruhi dihasilkannya kebijakan. bagaimana ketersediaan lingkungannya. maupun alternatif kebijakan yang memungkinkan diambil. Dalam membuat kebijakan dapat digunakan dua pendekatan. Pertama adalah menilai seberapa besar masalah yang menimpa. Kingdon mencatat setidaknya terdapat 3 hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat kebijakan. Informasi yang tersedia sangat kaya. Moulton dkk melakukan analisis terhadap 65 artikel dalam jurnal dan menemukan dari 52 kebijakan kesehatan masyarakat. yaitu: a) proses terbentuknya kebijakan b) isi kebijakan yang dihasilkan c) dampak kebijakan yang diambil Terbentuknya kebijakan adalah suatu proses yang kompleks. Sebagai contoh. namun juga oleh berbagai faktor lain . serta bagaimana komitmen pemerintah mengatasinya. dan satu lagi tidak efektif. Oleh pengambil kebijakan. apa bentuk olah raganya.

secara ilmiah dan mempertimbangkan faktor-faktor lain.REKOMENDASI ADELAIDE Adapun dampak kebijakan dapat dilihat dari dua sisi. sisi hulu dampak kebijakan dinilai dari sejauh mana dihasilkannya wilayah-wilayah di sekolah yang dapat digunakan untuk berolahraga. Pengumpulan bukti ilmiah dan fakta empirik terkait dengan proses pengambilan kebijakan. isi dan dampak pengaruh-pengaruh lainnya. organisasi advokasi PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 39 . daya paksa dan kepatuhan) 5) Maintenance (pelembagaan kebijakan atau program) Membuat kebijakan bukanlah proses yang sekali jadi. terus menerus (continue) bahkan bersifat ulang alik (recursive). Demikian pula hubungan antara proses. Dengan lima komponen yaitu : 1). Salah satu kerangka kerja yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kebijakan dan dampaknya adalah RE-AIM. pengalaman personal. PROSES MENGEMBANGKAN KEBIJAKAN BUKTI-BUKTI ILMIAH (Kualitatif dan kuantitatif) PROSES ISI DAMPAK (Pengulangan umpan balik. 4). siapa dan seberapa banyak yang terkena kebijakan) Effectiveness (efektivitas serta konsekuensi yang ditimbulkan) Adoption (tersebarluasnya kebijakan dan dampaknya pada partisipasi sasaran) Implementation (implementasi yang berimplikasi pada biaya. saluran diseminasi) PENGARUH-PENGARUH LAINNYA (Sumber data. Tujuannya untuk melihat bagaimana dampak kebijakan publik tersebut terhadap perubahan perilaku pada tingkatan sistem di komunitas maupun tingkat individu. kemasan isu. sisi tengah (midstream) dan sisi hilir (downstream). 3). ideology. Reach (jangkauan. kelompok kepentingan. Dalam kasus kebijakan pendidikan jasmani untuk anak sekolah. isi serta dampak harus dilakukan berulangkali. 2). Kebijakan dibuat berdasarkan proses yang teratur. Di sisi tengah dampak kebijakan dinilai dari terbentuknya kelas-kelas pendidikan jasmani. dan di hilir diukur dari tingkat aktivitas fisik. Pendekatan kuantitatif banyak digunakan untuk mengukur dampak di hilir. yaitu sisi hulu (upstream). melibatkan berbagai pendekatan.

sehat emosional. mengubur) penting untuk menurunkan kejadian demam berdarah. g. proses menghasilkan kebijakan serta waktunya tidak sepadan Kuatnya minat-minat (interest pribadi). Sehat sosial adalah keadaan di mana individu mampu berhubungan (berinteraksi) dengan orang lain. rajin pergi sekolah. misalnya penggunaan narkotika. giat belajar. misalnya kepentingan pabrik rokok Ketidakterlibatan peneliti dalam proses penyusunan kebijakan Proses pembuatan kebijakan dapat terjadi cukup rumit Tidak semua orang mengerti proses pembuatan kebijakan Para praktisi tidak dapat mempengaruhi lahirnya kebijakan berwawasan kesehatan b. tidak merasa sakit dan secara klinis tidak sakit. kelompok masyarakat yang lebih luas dan bervariasi latar belakang sosial budaya. c. Sehat spiritual. bahkan seksual. sosial. keadaan di mana individu mampu berfikir secara rasional. Namun konsep sehat berkembang demikian pesat. berani. serta semua organ tubuh berfungsi normal dan optimal. sehat pikiran. b. Sehat diberikan makna sebagai suatu keadaan sejahtera fisik. spiritual. keadaan di mana individu dapat mengekspresikan emosinya secara normal. misalnya disadari bahwa promosi kesehatan dengan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M (menguras. Inkonsistensi dalam pelaksanaan. Aktivitas seksual seharusnya tidak berkait dengan perilaku berisiko. gembira. f. Sehat mental terdiri dari : a. serta reproduksi. emosional. c. 40 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Pada awalnya yang dimaksud dengan kesehatan hanya mencakup aspek fisik manusia saja. dalam batas-batas normatif dan etika sosial yang disepakati. sehingga ranah kesehatan meliputi pula sehat secara mental. kesediaan dan kebiasaan mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai keadaan. logis dan sistematis. menutup. e. sedih. d. REVITALISASI NILAI AZASI KESEHATAN Kesehatan adalah hak dasar sekaligus adalah investasi sosial individu. Studi yang dilakukan Prestage (2009) menunjukkan bahwa kelompok berisiko tertular HIV/AIDS pada awalnya menginginkan memiliki aktivitas seksual yang normal. terbebas dari penyakit dan kecacatan.REKOMENDASI ADELAIDE Hambatan-hambatan dalam menerapkan kebijakan berwawasan kesehatan : a. misalnya mampu mencari nafkah. politik dan sebagainya. Sehat ekonomi diberikan makna sebagai suatu keadaan di mana individu produktif walaupun dengan parameter yang bervariasi. h. yaitu : takut. namun program yang dibiayai justru pengasapan Ketidakcukupan bukti ilmiah yang diperoleh beberapa waktu sebelumnya tidak cocok lagi dengan kondisi terkini Ketidaksepadanan memilih kebijakan. Untuk itu mereka menggunakan methamphetamine dan oral erectile dysfunction medications (OEM) termasuk narkotika . Adapun sehat secara seksual adalah suatu keadaan di mana individu memiliki kemampuan melakukan aktivitas seksual. cerdik melihat peluang usaha.

Oleh karena itu berbagai upaya yang bersifat terpadu dalam mata rantai kebijakan kesehatan. pencegahan spesifik. pelayanan dan herediter. Dahlgren dan Whitehead menjelaskan bahwa determinan kesehatan terdiri dari: a) Aspek sosial budaya dan lingkungan b) Kondisi kehidupan dan pekerjaan (terdiri dari pangan. pembatasan kecacatan. lingkungan pekerjaan. ketersediaan air bersih dan kualitas sanitasi. dan pemulihan) yang dikemukakan oleh Levell dan Clark. Hendrik L Blum menjelaskan bahwa status kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Namun pada tahun 1991. pemukiman dan kualitas pelayanan) c) Jejaring sosial dan komunitas d) Gaya hidup perorangan e) Umur. Penguatan keterampilan individu c. politik dan ekonomi perlu diselenggarakan. sosial. Menurut WHO. Pada awal perkembangannya. Semua penduduk harus mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukannya. sehingga para ahli menjelaskan bahwa determinan kesehatan semakin kompleks. serta PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 41 . sekaligus antisipasi dari semakin kompleksnya problematika kesehatan. Antisipasi tersebut mulai dilakukan oleh banyak ahli mengikuti rekomendasi strategi WHO tahun 1986 dalam menanggulangi masalah kesehatan (Benzeval. perilaku.REKOMENDASI ADELAIDE Perkembangan ilmu kesehatan telah sedemikian rupa meningkatnya. diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. pengangguran. problematika kesehatan dapat diatasi melalui : a. PEMERATAAN. Oleh karenanya pemerintah perlu mendorong terciptanya kebijakan publik yang berwawasan kesehatan serta melaksanakan promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan seluruh warga negaranya. Perluasan akses (masyarakat) terhadap fasilitas dan pelayanan d. 1995). jenis kelamin dan faktor keturunan Berkembangnya ilmu kesehatan tersebut merupakan konsekuensi logis. Penguatan kapasitas masyarakat b. pendidikan. AKSES DAN PENGEMBANGAN Ketidak adilan dalam kesehatan berakar dari adanya ketidakmerataan yang berlangsung di masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep 5 tingkat pencegahan (yaitu promosi kesehatan. Untuk menjembatani antara kelompok masyarakat yang kurang beruntung dengan kelompok yang lebih beruntung sekaligus mengurangi ketidakadilan dibutuhkan kebijakan yang mampu meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan. guna menjaga tingkat produktivitas sosial dan ekonominya. Mendorong tumbuhnya kebijakan berwawasan kesehatan Rekomendasi tersebut sekaligus merupakan pengakuan dan juga tantangan terhadap promosi kesehatan dalam memecahkan persoalan kesehatan.

kelengkapan alat d) Pengetahuan pengguna tentang ketersediaan pelayanan. keterbatasan jam layanan. Akibatnya sangat mengganggu proses pendidikan. Kekakuan tradisi 3. yaitu: a) Hambatan fisik (transportasi. sangat sedikit. misalnya karena munculnya penyakit-penyakit baru (misalnya H1N1). sebagian masyarakat masih berada pada kondisi : 1. adalah suatu keadaan di mana jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan. Kebodohan Kebodohan (illiteracy). Harus diakui. Berbagai faktor telah menyebabkan kekurang beruntungan. namun berbagai krisis ekonomi yang mendera bangsa ini. buta bahasa Indonesia. Kelompok yang kurang beruntung perlu memperoleh prioritas program. Tidak terampil 4.REKOMENDASI ADELAIDE menciptakan lingkungan yang mendukung. menyebabkan kerusakan infrastruktur pendidikan. membuat pendidikan harus direvitalisasi oleh pemerintah. yaitu : a) Finansial b) Geografis. setidaknya ada 4 faktor yang menjadi kendala utama untuk menjangkau pelayanan kesehatan. dan secara akumulasi berpengaruh terhadap rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. ketersediaan obat-obatan. sudah banyak pencapaian atau kemajuan yang dialami bangsa ini. dan lamanya menunggu) b) Hambatan finansial (langsung/tak langsung). dan buta pengetahuan dasar). Tidak mampu alih teknologi 6. Namun harus diakui bahwa dalam menghadapi peradaban dan tantangan yang semakin kompleks termasuk problematika kesehatan. jaminan kerahasiaan e) Hambatan sosial budaya (gender. Bencana alam yang silih berganti di Indonesia. minimal pendidikan dasar. Meskipun Indonesia sudah mengenal program pemberantasan 3 buta (buta aksara angka. umur. serta hilangnya kesempatan ekonomi c) Kualitas pelayanan (termasuk di dalamnya keterampilan petugas. jumlah kelompok kurang beruntung ini masih cukup banyak. Hardeman dkk mengidentifikasi. atau dengan kata lain tertinggal dibandingkan bangsa-bangsa lain. Salah penempatan 1. kepercayaan. bahwa sebagai salah satu bangsa yang paling demokratis di dunia. Bodoh 2. 42 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Konsumtif 5. c) Keterpaparan informasi d) Persoalan internal rumah tangga Bigdeli dan Annear mengidentifikasi ada 5 hal yang menjadi kendala dalam menjangkau pelayanan. dan preferensi budaya Di Indonesia.

melainkan juga karena tuntutan masyarakat. serta menurut banyak negara-negara maju. sebab kalau terus menerus menjadi serta bangga pengguna. namun pemerintah perlu menjelaskan tentang arti strategis pendidikan ahli madya. Hal ini adalah tantangan yang sangat serius. maka proses transfer teknologi. disiplinnya rendah. Puluhan bahkan ratusan ribu sarjana di wisuda setiap tahunnya. pendidikan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Namun apabila ditelaah dari kecukupan jumlah penduduk yang terampil. Motivasi berwirausaha semakin rendah karena lembaga pendidikan justru memberikan tawaran mudah bekerja di satu tempat. adalah pasar yang sangat menjanjikan. 4.REKOMENDASI ADELAIDE 2. namun masih ada orang yang inginnya hanya bekerja di tempat yang dekat. terutama lembaga pendidikan swasta semakin sedikit yang menyelenggarakan program diploma. bahkan seringkali tampak tidak rasional. Sekolah kejuruan. Dari sisi jumlah penduduk yang well educated cukup banyak. karena negara kita daya saingnya sangat rendah. Konsumtif (consumptive) Konsumtif adalah ancaman paling serius terhadap kemajuan suatu bangsa. misalnya orientasi tempat kerja. Budaya instan telah merasuki segenap segi kehidupan. Meskipun dari berbagai data dan pemberitaan sudah cukup banyak orang yang mau bekerja di tempat-tempat jauh (misalnya di luar negeri). Berbagai lembaga pendidikan. Penduduk yang tidak terampil (unskilled people) Dalam kurun waktu 60 tahun. maka bangsa Indonesia ke depan akan mengalami masalah. Tidak mampu alih teknologi/waralaba (disfranchised) Hal ini berkaitan dengan ketidakmampuan negara kita meyakinkan negara-negara investor untuk mempercepat pelaksanaan tranfer teknologi. yang akan meningkat nilai tambah bangsa tidak tercapai. keinginannya untuk terus berkembang juga relative kurang. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 43 . bukan didorong untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Faktor lain adalah keengganan orang untuk berwirausaha. yang mengajarkan keterampilan diganti dengan sekolah umum (SMA). Bukan sepenuhnya salah masyarakat. 5. Insentif penelitian sangat rendah. Beberapa negara tetangga dengan jitu senantiasa menyampaikan peringatan tentang bahaya dari sifat konsumtif. dengan jumlah penduduk banyak. Berbagai hal tergolong pada kakunya tradisi. 3. Indonesia adalah negara besar. Pada sebagian masyarakat masih ada pandangan bahwa kelas sosial tertinggi bukanlah wirausaha. sumber data manusia kurang dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan. Masyarakat Indonesia lebih menyukai gelar daripada keterampilan. Tentu ini bukan kesalahan sepenuhnya lembaga pendidikan. Kondisi ini makin diperparah dengan tidak adanya sistem penelitian dan pengembangan yang benar. Kekakuan tradisi (tradition rigidity) Kakunya tradisi adalah suatu keadaan di mana sebagian masyarakat masih mempertahankan pandangan maupun sikap yang sudah tidak relevan dengan keadaan kini.

Publik harus mudah memahami bagaimana kebijakan tersebut diukur keberhasilannya. Aksi masyarakat adalah buah dari kebijakan yang dihasilkan. 44 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . AKUNTABILITAS UNTUK KESEHATAN Ragam rekomendasi dalam konferensi hanya dapat dilaksanakan apabila pemerintahan pada setiap tingkat melaksanakannya. upaya pemerintah perlu didukung oleh peran serta masyarakat secara langsung maupun melalui lembaga swadaya masyarakat. Sebagai contoh banyak lulusan fakultas pertanian yang tidak bekerja di bidang pertanian. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin lama sektor pertanian kita semakin menurun kualitasnya. apresiasi terhadap keunikan adat istiadat. Kebijakan publik yang akuntabel berciri: a) kebijakan tersebut rasional b) menjangkau khalayak yang luas c) efektif untuk mengatasi persoalan d) oleh masyarakat dapat diterima Sehingga kebijakan publik yang akuntabel juga akan menghasilkan aksi masyarakat yang kondusif. Akuntabilitas publik adalah hal penting yang harus diperhatikan dalam menumbuhkan kebijakan publik berwawasan kesehatan. sesuai dengan kewenangannya. Pengangkatan pegawai negeri baru bukan karena kebutuhan yang seharusnya dilakukan secara spesifik. serta dapat dipertanggungjawabkan dari sisi peningkatan derajat kesehatan. Oleh karena itu dalam rangka menjembatani akses masyarakat terhadap kesehatan. diperlukan upaya komprehensif yang diarahkan pada berbagai determinan yang dapat diidentifikasi. Konsekuensi logisnya. Evaluasi terhadap dampak kebijakan adalah hal yang esensial. melainkan di bank. dan bagaimana hasilnya. Kebijakan yang diambil harus dikomunikasikan kepada publik. dalam upaya mengatasi keterbelakangan. melainkan karena pertimbangan jumlah anggaran bahkan politis. Persoalan keterbelakangan dan kemiskinan akan membuat sebagian masyarakat Indonesia yang kurang beruntung semakin tidak mampu menjangkau pelayanan kesehatan.REKOMENDASI ADELAIDE 6. setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan oleh pemerintah. etnik maupun kekhasan situasi dan kondisi masyarakat harus dilakukan. sebab masyarakat hidup dalam lingkungan sosial. Meskipun demikian. Adapun under utilization adalah seperti gambaran pola rekrutmen pegawai negeri. Salah penempatan/ penggunaan di bawah kemampuan (under/wrong utilization) Kesalahan utilisasi adalah suatu keadaan di mana banyak tenaga yang seharusnya berkategori ahli ternyata bekerja bukan pada bidang yang sesuai. Baqui dkk menunjukkan bahwa peran serta lembaga swadaya masyarakat dapat meningkatkan kemerataan pelayanan program kesehatan ibu dan bayi di pedesaan India. ekonomi dan budaya tertentu. yaitu: a) melaksanakan upaya pemberdayaan masyarakat b) mendekatkan pelayanan sehingga mudah dijangkau Namun sejalan dengan penguatan kapasitas masyarakat.

Sinkronisasi pembangunan prasarana wilayah masih kurang. juga tidak kurang pentingnya. Oleh karena itu. Namun kini pendekatan promotif dan preventif semakin mengemuka. bersama dengan pendekatan kuratif dan rehabilitatif. Kemitraan menjadi isu penting dalam promosi kesehatan. air minum maupun telekomunikasi. karena beberapa alasan di antaranya: SASARAN Orang/individu Masyarakat Organisasi Lingkungan KARAKTERISTIK Aspirasinya bervariasi Jumlahnya banyak Rumit. Di Indonesia keberadaan kebijakan tersebut dapat dilihat pada berbagai sektor di antaranya pemukiman dan prasarana wilayah. dan rehabilitatif. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 45 . dunia usaha. ditambah bahwa kemampuan pemerintah semakin terbatas. Meningkatnya biaya pengobatan turut serta mendorong terjadinya revitalisasi aspek promotif dan preventif. misalnya organisasi masyarakat. Semua pihak perlu di dorong untuk mengembangkan jejaring dan kemitraan. kebijakan publik yang akan didorong seharusnya menempatkan aspek promotif dan preventif pada posisi yang penting. Mitra dalam proses kebijakan Harus diakui bahwa peran pemerintah dalam kebijakan kesehatan sangat penting. namun tidak dapat dipungkiri bahwa peran pihak lain. transportasi. tidak lama kemudian pihak-pihak tertentu membuat galian tanah untuk listrik. aspirasi dan pengalamannya bervariasi. Dengan demikian sudah saatnya kemitraan di dorong sebagai semangat dalam mempromosikan kesehatan atau melakukan perubahan perilaku masyarakat. Banyak masalah yang tidak pernah diduga sebelumnya. perusahaan air minum bahkan dengan perusahaan listrik negara. persoalannya cukup kompleks. aturan beda Dana besar POTRET PROGRAM KINI Diperlakukan sama Belum terjangkau semua Egoisme sektoral Dana terbatas Memperhatikan ringkasan di atas terlihat bahwa dalam menjalankan program kesehatan. di mana hal ini dapat dilihat pada kurangnya koordinasi antara bina marga dengan bidang telekomunikasi. Pada awalnya pendekatan yang digunakan dalam kesehatan adalah kuratif (currative). Pekerjaan penggalian seringkali menyebabkan polusi debu maupun kecelakaan yang banyak menimpa pengendara sepeda motor karena licinnya tanah liat yang tersiram hujan. Kebijakan publik berwawasan kesehatan harus dilakukan di berbagai bidang. komunikasi dan sektor-sektor lain.REKOMENDASI ADELAIDE Bergerak melampaui pelayanan kesehatan Kebijakan publik berwawasan kesehatan yang dibuat merupakan respons dari terjadinya dinamika problematika kesehatan dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Ketika bina marga selesai memperbaiki jalan raya.

Bersama-sama mencapai tujuan tertentu d. tetapi hanya berdasarkan intuisi saja. Kemitraan memiliki beberapa ciri.REKOMENDASI ADELAIDE Kemitraan sebenarnya merupakan manifestasi karakter asasi manusia. kelompok. hampir sama dan kompatibel. tetapi akan putus jika salah satu pihak merasa (persepsi subyektif. masyarakat dan swasta. tidak selalu nyata) dirugikan. Berikut ini disampaikan beberapa persoalan dan kendala dalam kemitraan. sebab: 1. dan seringkali implementasi proyek tidak sesuai dengan kondisi lapangan. dan juga kemitraan. Secara kodrati kita diciptakan Tuhan bersama dengan manusia lain dan mahluk hidup lain 2. Semakin menyusutnya peradaban yang bercorak egosentris dan mengarah pada globalisasi Dari sisi teori “Social Exchange” yang dikemukakan Thibaut dan Kelley. 3. Birokratis (menghambat proses sosial exchange) 46 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Dengan demikian kemitraan dalam promosi kesehatan juga akan berlangsung secara lestari apabila semua pihak yang terlibat merasakan manfaat dari kerjasama tersebut. jual beli. perkongsian. Namun menanggung risiko tidaklah mudah. Dengan kapasitas SDM yang kuat. sebab menyandang dana. mempunyai SDM yang baik. Manusia adalah mahluk Tuhan yang sempurna tetapi mempunyai banyak kelemahan (lihat anggota badan kita) 3. sebab pada dasarnya mitra itu hampir tidak pernah ada yang sama persis dengan kita. Orientasi pemerintah tidak berdasarkan benar-benar suatu kebutuhan (felt needs). Secara tradisional nenek moyang kita sudah mengajarkan tentang perlunya bermitra. pemerintah merasakan dirinya sebagai patron. yaitu: a. Namun mengembangkan kemitraan sehingga semua pihak merasakan manfaat tidak mudah. a. Kerjasama pada berbagai jenjang (individu. Egosentrisme sektoral 4. nuansa kemitraan adalah hubungan timbal balik. yaitu pemerintah. Adanya kesepakatan tentang peran dari tiap pihak c. Saling menanggung risiko dan manfaat Menerima manfaat bersama relative lebih mudah disampaikan kepada mitra. pendekatan gotong royong 4. institusi) b. 2. perkawinan. mengatur. pemerintah mempunyai kemampuan prediksi. Hubungan akan bertahan lama jika kedua pihak saling merasa diuntungkan. Dalam jangka panjang bahkan kerap terjadi superiority complex di kalangan pemerintah. Terbanyak para mitra tersebut adalah dalam kondisi agak berbeda. Contoh sosial exchange adalah pertemanan. Asimetris. dilihat dari 3 sisi pelaku kemitraan. Hubungan timbal balik (dyadic) adalah pertukaran sosial rewards (saling memberi dan menerima reinforcement). Kendala bermitra di pihak pemerintah 1.

c. belum melihat manfaat program bagi kepentingan usahanya. misalnya hasilnya tidak seperti yang diinginkan. LSM. bahkan dapat saja muncul suatu konflik. menambah penghasilan dsb) 4. Egoisme individu. berbeda persepsi) 3. merasa ada masalah tetapi tidak sepakat dengan penyelesaian yang ditawarkan pemerintah. manfaat langsungnya belum dapat dilihat segera) 3. Egoisme individu. Asimetris (masyarakat menunggu saja. Bagaimana masyarakat merasakan manfaat program yang dilakukan dengan kemitraan tersebut. Pertanyaan yang selalu berkembang pada setiap kegiatan program (promosi kesehatan) berbasis kemitraan adalah bagaimana model kemitraan yang cocok atau sesuai. yaitu : PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 47 . yaitu : a. dan adakah kerugian yang bakal dialami jika bermitra dengan pihak lain (non pemerintah). takut didemo masyarakat) 4. Beberapa kemungkinan dapat saja terjadi. lebih tinggi dibandingkan masyarakat) c. kemitraan yang terjadi ternyata dinilai tidak atau kurang setara. Adakah dan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh pemerintah. Jawabannya sangat tergantung pada ragam jawaban atas seperangkat pertanyaan berikut. Asimetris (merasa sebagai klien pemerintah. b. Bagaimana swasta menyadari pentingnya terlibat dalam program kesehatan dan bagaimana pihak mitra (pemerintah dan pihak lain) memperlakukan dirinya. kelompok (merasa lebih hebat. primordialisme. prosesnya tidak berlangsung mulus. Tidak merasakan need sendiri (tidak merasa bahwa dirinya punya masalah. Tidak merasakan need sendiri (tidak merasa bahwa dirinya punya masalah. dipaksa untuk melayani masyarakat) 2. AREA UTAMA KEBIJAKAN PUBLIK BERWAWASAN KESEHATAN Konferensi yang diselenggarakan di Adelaide 5-9 ini juga mengidentifikasi 4 area utama yang harus menjadi prioritas kebijakan berwawasan kesehatan. Motivasi tidak sesuai dengan tujuan program (ikut program untuk mencari pekerjaan. Kendala bermitra di pihak masyarakat 1. etnik (etnosentrisme). Motivasi tidak sesuai dengan tujuan program (ikut program untuk menggalang koneksi dengan pemerintah.REKOMENDASI ADELAIDE b. Bagaimana (aparat) pemerintah melihat nilai tambah dari kemitraan ini. agama Kendala bermitra di pihak swasta 1. euforia-rakyat kecil merasa paling berhak) 2. Setelah program berjalan diperlukan evaluasi dari sisi proses maupun hasilnya. kelompok.

dan faktor-faktor lingkungan. Kebijakan pangan dan gizi yang diperlukan adalah yang menjamin terintegrasinya faktor produksi dan distribusi makanan oleh swasta dan publik. termasuk di antaranya upah yang rendah pada perempuan yang bekerja. pusat penitipan anak. Jejaring antar organisasi perempuan adalah model yang baik untuk mengelola promosi kesehatan. serta ikut merumuskan kebijakan berwawasan kesehatan. Konsumsi tembakau tidak hanya merugikan kesehatan si 48 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Bentuknya bermacam-macam. Pangan dan gizi Pangan dan gizi adalah tujuan fundamental kebijakan publik berwawasan kesehatan.REKOMENDASI ADELAIDE 1. namun banyak diantara mereka mengalami berbagai diskriminasi. sehingga dicapai harga yang adil dan terjangkau. ekonomi. Seluruhnya diperlukan untuk memastikan bahwa strategi penyediaan pangan secara nasional berdampak positif terhadap kesehatan. pelayanan kesejahteraan dan tempat kerja) dapat disediakan bagi konsumen. sekolah. jejaring dan pendanaan. atau mendapatkan pekerjaan b) Hak melahirkan kebutuhan dan preferensinya c) Kesempatan menjalankan fungsi mengasuh anak-anaknya d) Kebebasan menentukan pelayanan kesehatan 2. Penghapusan kelaparan dan kekurangan gizi adalah tujuan fundamental kebijakan publik berwawasan kesehatan. Dengan demikian seluruh perempuan memperoleh hak untuk menentukan sendiri kesehatannya. ekonomi dan lingkungan yang mempunyai dampak pada kesehatan harus menjadi prioritas pemerintah. di antaranya melakukan kebijakan pajak dan subsidi pangan yang mendukung kemudahan untuk memperoleh makanan sehat. Konferensi juga mengusulkan agar semua negara mengembangkan kebijakan dan program yang berwawasan kesehatan di mana perempuan menjadi fokusnya. Untuk itu perlu ada : a) Keadilan memperoleh kesempatan ekonomi. utamanya dalam mewujudkan derajat kesehatan keluarga yang setinggi-tingginya. Prinsipnya. Kebijakan ini harus menjamin bahwa pertanian. 3. Pemerintah harus melindungi segenap rakyatnya dalam kecukupan pangan. Dukungan terhadap (program) kesehatan perempuan Perempuan adalah promotor kesehatan utama di dunia. makanan dan gizi yang terintegrasi menunjukkan mutu kebijakan pertanian. Konferensi merekomendasikan agar semua pemerintahan segera mengambil tindakan untuk menjamin bahwa pasokan makanan pada tatanan tertentu (seperti katering di rumah sakit. Tembakau dan alkohol Penggunaan tembakau (rokok) dan penyalahgunaan alkohol adalah dua bahaya kesehatan utama yang patut mendapat tindakan segera melalui pengembangan kebijakan publik yang sehat. Seharusnya perempuan mendapatkan akses informasi. Kebijakan pemerintah yang dibuat harus menjamin terbukanya akses masyarakat terhadap makanan sehat dalam jumlah yang cukup dengan cara-cara yang dapat diterima secara kultural. Pangan yang berdampak positif terhadap kesehatan telah menjadi parameter keberhasilan pemerintahan secara internasional.

regional dan lokal. Berbagai penyakit disebabkan buruknya lingkungan. Menciptakan lingkungan yang mendukung Banyak orang yang hidup dalam lingkungan fisik. serta harus mengakui bahwa perempuan dan laki-laki adalah bagian dari ekosistem yang kompleks. Namun yang menjadi persoalan. dan fisik. peranan kelembagaan internasional dalam memfasilitasi tumbuhnya kebijakan berwawasan kesehatan tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu kebijakan publik berwawasan kesehatan dapat diimplementasikan apabila lingkungannya mendukung. Alkohol berkontribusi sangat besar pada kriminalitas. yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui. Secara klasik. Namun mengelola lingkungan adalah persoalan yang tidak sederhana. yaitu harus dapat melindungi kesehatan manusia dari langsung dan tidak langsung efek samping dari faktor-faktor biologi. 4. Namun di sisi lain. trauma fisik dan mental. bahwa perindustrian telah memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap kemajuan peradaban manusia. Sebagai bahan yang kurang direkomendasikan untuk dikonsumsi. berdasarkan standar pengelolaan lingkungan global. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 49 . industri yang ada dikembangkan dengan memanfaatkan sumber alam yang ada. Sebagaimana diketahui. namun juga merugikan lingkungan di sekitarnya (perokok pasif). komitmen semua tingkat dan lini pemerintahan diperlukan. Dalam mengelola lingkungan. Tantangan terbesar bagi para penggiat kampanye anti rokok adalah meyakinkan pemerintah. Organisasi Kesehatan Dunia harus memainkan peran utama dalam mendorong terwujudnya kebijakan yang selaras dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan dan dicapainya pembangunan berkelanjutan (sustainable development). termasuk juga memberikan sumbangan terhadap terjadinya perselisihan sosial. Terkait dengan konsep masyarakat global. banyak pemerintah yang justru menggantungkan pendapatannya pada cukai tembakau dan alkohol. kedua komoditas tersebut telah dibebani cukai. Kondisi ini dapat dicapai apabila pemerintah memiliki strategi pengelolaan ekologi yang tepat. Dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup terdapat setidaknya dua prinsip dasar. Di sisi lain. penggunaan tembakau sebagai komoditas ekonomi kelompok miskin berimplikasi serius pada aspek ekologis. Mengkoordinasikan upaya lintas sektoral diperlukan untuk memastikan bahwa paradigma sehat dianggap sebagai bagian integral dalam pembangunan berbagai bidang. misalnya pembangunan industri dan pertanian. bahwa cukai rokok yang diperoleh tidak sepadan dengan biaya kesehatan yang bakal ditanggung.REKOMENDASI ADELAIDE perokok. Tidak tepat apabila proyeksi pendapatan cukai rokok didasarkan pada pertumbuhan penduduk. lingkungan adalah determinan utama status kesehatan. kimia. kimia dan biologi yang berbahaya bagi kesehatannya. sehingga turut serta memberi kontribusi pada krisis dunia dalam produksi dan distribusi pangan.

dari bersifat lokal sampai kini sudah bersifat global. yaitu influenza tipe A yang biasanya berjangkit pada unggas. mediasi dan pemberdayaan. Di dunia terdapat tiga jenis influenza. HIV/AIDS. Perlu disadari bahwa problematika kesehatan sudah berkembang sedemikian rupa. mempercepat kemajuan peradaban. Aliansi baru untuk kesehatan Agar kebijakan berwawasan kesehatan terwujud diperlukan serangkaian konsultasi dan negosiasi. yaitu: 50 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Influenza A mempunyai beberapa karakter. yaitu perdamaian. air bersih. lintas lembaga perlu didorong untuk beradaptasi terhadap perubahan. swasta maupun lembaga swadaya masyarakat lokal. pendapatan. misalnya fakultas kesehatan masyarakat harus merespons kebutuhan segera dari kesehatan masyarakat dengan mereorientasi kurikulumnya melalui penguatan keterampilan advokasi. serta dapat mengatasi berbagai persoalan kesehatan yang menimpa. Avian Influenza (H5N1) sampai H1N1 sudah menjadi pandemi. apabila pendekatan yang digunakan selama ini kurang tepat. pelatihan. perumahan. Kerjasama dan semangat untuk berkembang bersama akan mendorong semua bangsa mengatasi ketertinggalannya. saling membantu. Lembaga-lembaga pendidikan. meluas di banyak negara. Pemerintah juga perlu membuka diri untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki. Jejaring sumber data promosi kesehatan dalam riset. serta dukungan ekosistem. pendidikan. Kerjasama lintas sektor. Oleh karenanya kemampuan melakukan advokasi sangat penting. Upaya-upaya menyebarluaskan pengalaman dalam melaksanakan praktik-praktik promosi kesehatan sebagai upaya meningkatkan kemampuan semua pihak dalam melaksanakan program. Komitmen untuk kesehatan masyarakat global Agar kesehatan dan kesejahteraan tercapai diperlukan beberapa syarat. bekerjasama secara global. dan program yang menjadi implementasi kebijakan berwawasan kesehatan B. peran sosial yang jelas. melalui pendirian clearing house. makanan bergizi. b. Konferensi yang diselenggarakan di bagian selatan Benua Australia juga menyarankan tentang perlunya lembaga-lembaga pemerintah.REKOMENDASI ADELAIDE A. dan influenza tipe B dan C yang biasa terdapat pada manusia. semua negara untuk melaksanakan pembangunan. Lembaga swadaya masyarakat tanpa harus kehilangan kekritisannya tetap harus membantu pemerintah menyelenggarakan program-program kesehatan. nasional maupun internasional menyelenggarakan: a. Untuk mencapainya diperlukan kesungguhan dan komitmen semua pihak. Sinergi berbagai pihak dapat meningkatkan kualitas dan sustainabilitas program.

Tindakan masyarakat masih berdasarkan pada kepanikan. Tiap tingkat koordinasi pengendalian. berjangkit tahun 1968 dan 1-2 juta orang meninggal karenanya. Beberapa tantangan yang akan dihadapi yaitu : a. yaitu : 1. Komunikasi antara sektor kesehatan masyarakat dan pelayanan kuratif belum berjalan secara baik. Paling tidak ada beberapa jenis: a) H1N1 yang sering disebut sebagai flu Spanyol yang pada tahun 1918-1919 pernah menyebabkan terjadinya pandemi serta menewaskan 40 juta orang. Ketanggapdaruratan dari berbagai pemerintah kurang dilandasi pendekatan yang bersifat ilmiah. Tidak tersedia cukup informasi bagi masyarakat sebagai dasar kesiapsiagaan menghadapi influenza a. Berbagai peringatan dari otoritas berwenang dan segenap stakeholder justru membingungkan. 3. Perkembangan terkini influenza A sudah berjangkit manusia. Dimulai dari terjadinya gejala penularan pada manusia. kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas pekerjaannya PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 51 . Terjaminnya keselamatan. yaitu 16 hemaglutinin (H1-H16) dan 9 neuraminidase (N1-N9). 6. 7. 8. Vaksinnya belum tersedia. b) H2N2 yang disebut juga sebagai flu Asia. Pelayanan kuratif tidak dirancang untuk terjadinya outbreak penyakit. semakin besar. 4. Beragam langkah pencegahan masih terkendala banyak masalah. terdapat 10 fakta seputar pengendalian influenza A. 9.REKOMENDASI ADELAIDE a) unggas adalah reservoir alamiah dari virus influenza A b) Virus influenza A dapat mereplikasikan dirinya di dalam saluran pencernaan unggas c) memiliki variasi virus yang luas. H5 dan H7 adalah jenis influenza A yang patogenitasnya paling tinggi dan mampu mengakibatkan infeksi secara sistemik (highly pathogenic avian influenza/HPAI). 2. di tingkat pusat maupun daerah masih rumit. 5. Keadilan dan pemerataan dalam penguasaan dan kepemilikan sumber data ekonomi b. TANTANGAN MASA DEPAN Tantangan yang dihadapi oleh semua bangsa semakin lama semakin berat. yang berjangkit tahun 1957 serta memakan korban meninggal hingga 2-4 juta orang. Dari beragam virus ini. Sektor kesehatan masyarakat yang seharusnya bertanggungjawab pada aspek promotif dan preventif belum siap. c) H3N2 yang disebut juga sebagai flu Hong Kong. 10. dengan demikian secara matematis ada 144 jenis influenza A dan kini sudah ditemukan 105 jenis (varian).

d. bukan menghambatnya. hak asasi manusia.REKOMENDASI ADELAIDE c. 52 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . e. keadilan sosial. konservasi lingkungan serta pembangunan berkelanjutan Terwujudnya komitmen semua pihak dari beragam latar belakang aspirasi sosial politiknya dalam menumbuhkan kebijakan berwawasan kesehatan. Pengembangan jejaring internasional dalam mewujudkan perdamaian. Memastikan bahwa kemajuan teknologi dalam kesehatan harus membantu meningkatkan tercapainya masyarakat yang sehat.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 53 .

54 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

Tema ini adalah merupakan strategi yang kedua promosi kesehatan dan telah dirumuskan dalam Piagam Ottawa (Ottawa Charter). Ada tujuh isu pokok tentang lingkungan yang mendukung ini.15 Juni 1991. peserta yang datang ke konferensi ini membawa dan menyajikan pengalaman mereka tentang upaya-upaya yang sudah berhasil dijalankan berkenaan dengan “lingkungan yang mendukung kesehatan”. Tema Konferensi yang ketiga ini adalah : Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Kesehatan atau “Supportive Enviromant For Health”. Health Promotion Strategy Analysis Model (HELPSAME). Dengan menyediakan struktur analisis. dilaksanakan di Sundsvall. dan 5 tahun setelah konferensi pertama di Ottawa. Autralia. Konferensi hanya dihadiri oleh 318 orang peserta atau perwakilan dari 81 negara. makanan dan gizi. dan didiskusikan melalui seri lokakarya : pendidikan. MODEL PRAKTIK PROMOSI KESEHATAN Dari konferensi ini. Konferensi diselenggarakan berjarak 3 tahun setelah konferensi kedua di Adelaide. rumah dan lingkungan rumah tangga. Model ini berguna untuk menganalisis pengalaman dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Oleh sebab itu konferensi di Sundsvall adalah merupakan penjabaran yang lebih rinci tentang pengembangan lingkungan yang mendukung kesehatan. Swedia. dan dukungan sosial. Isi dan pembahasan pernyataan Sundsvall dapat diikuti dalam uraian dibawah ini. HELPSAME dapat dipakai sebagai alat analisis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. “action”. HELPSAME dapat dipakai sebagai alat analisis dalam mengklarifikasi strategi PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 55 . Selain itu. Model-model tersebut adalah 1. selain sebuah pernyataan. Untuk itu. Hasil konferensi promosi kesehatan yang ke tiga ini dirumuskan dalam pernyataan Sundsvall (Sundsvall Statement).PERNYATAAN SUNDSVALL BAB 4 PERNYATAAN SUNDSVALL MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG KESEHATAN Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ketiga. juga dihasilkan sebuah “handbook” yang berisi “cerita” berbasis pengalaman disajikan oleh para peserta konferensi. baik dari negara maju maupun negara berkembang. Dengan menyediakan struktur analisis. Sesuai dengan tujuan yang disusun sejak awal perencanaan konferensi. transportasi. dihasilkan pula tiga model praktis untuk dijalankan dalam upaya promosi kesehatan. konferensi memang dimaksudkan untuk memfokuskan diri pada hal yang bersifat kegiatan. tanggal 9 . pekerjaan dan tempat kerja.

tidak masing masing eksklusif dan tidak pula dapat saling mengganti. Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam HELPSAME mencakup “bagaimana?” (pendekatan. dan pendidikan dan dukungan sosial sebagai dinding piramid. dan “untuk menghasilkan apa?” (hasil yang diharapkan) 2. DIAGRAM SUPPORTIVE ENVIRONMENTS ACTION MODEL (SESAME) Sumber : Creating supportive environment for health: stories from the Third International Conference on Health Promotion. makanan dan transportasi sebagai alas piramid. Delapan langkah dalam model ini dapat dilihat pada diagram di bawah : 3. HELPSAME dan SESAME bersifat saling melengkapi. rumah dan lingkungan tetangga. “untuk siapa” (kelompok sasaran). prosedur. yang didasarkan pada 6 topik yang didiskusikan: makanan. Sundsvall Pyramid of Supportive Environment. dan dapat dilihat sebagai sebuah spiral. Sundsvall. (SESAME) Model ini berperan dalam memfasilitasi kegiatan.PERNYATAAN SUNDSVALL dan unsur-unsur yang penting untuk dipakai dalam menjalankan kegiatan promosi kesehatan. Sweden 56 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . “dimana?” (tingkat atau arena). alat). Supportive Environment Action Model. “siapa?” (pelaku).

Usulan untuk Bertindak. Pada bagian preambul (walau tidak disebut secara eksklusif dengan judul preambul) konferensi ini menghimbau dan mendesak setiap rakyat di semua bagian dunia untuk terlibat secara aktif di dalam upaya membuat lingkungan menjadi lebih mendukung bagi kesehatan. tetapi seluruh masyarakat. Ini didasarkan pada kenyataan yang sepenuhnya disadari para peserta konferensi tentang sulitnya mencapai tujuan “kesehatan untuk semua pada tahun 2000. lingkungan yang buruk dan ancaman kesehatan saling mempengaruhi satu sama lain. Dimensi Tindakan. DIAGRAM HUBUNGAN ANTARA LINGUNGAN. konferensi melihat bahwa upaya ke depan hanyalah membuat lingkungan yang mendukung kesehatan ketimbang menghancurkannya. Memperkuat Aksi Sosial. Himbauan ini tidak hanya berlaku bagi para pejabat. dan lingkungan politik. tanpa melihat dimensi dari lingkungan. baik belum mengalami maupun sudah mengalami yang berkenaan dengan masalah lingkungan. PERILAKU DAN KESEHATAN PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 57 . yaitu lingkungan fisik. pekerja kesehatan dan lingkungan serta para aktivis dan pekerja yang bergerak dalam upaya pelestarian lingkungan. Green misalnya menggambarkannya sebagai berikut. Himbauan untuk bertindak. Di dalam literatur. lazim digambarkan hubungan timbal balik antara lingkungan. antara lain berkenaan dengan masalah lingkungan ini. Dapat dikatakan. kemiskinan. Artinya jutaan orang hidup dalam kemiskinan dan keterpurukan yang amat dalam di tengah kemunduran lingkungan yang semakin parah mengancam kesehatan mereka. Oleh karena itu. lingkungan sosial-ekonomi. Konferensi mengkategorikan lingkungan menjadi 3 macam. penguasa. Perspektif Global dan Upaya Menggapai Akuntabilitas Global. perilaku dan kesehatan.PERNYATAAN SUNDSVALL LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG KESEHATAN Kerangka Pernyataan Sundsvall tentang Lingkungan yang mendukung kesehatan terdiri dari : (semacam) Preambul.

Konferensi ini juga mengakui bahwa setiap orang mempunyai peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan. maka dapat dilihat bahwa lingkungan politik tidak akan berpengaruh secara langsung pada kesehatan. Peragaan 3 memperlihatkan bagaimana hubungan antara 4 dimensi lingkungan itu dengan perilaku dan kesehatan. Konferensi Sundsvall yakin bahwa proposal untuk penerapan strategi kesehatan untuk Semua harus mencerminkan dua prinsip dasar: 1. Pemerataan harus menjadi prioritas dasar dalam percepatan lingkungan yang mendukung bagi kesehatan. LINGKUNGAN DAN KEBIJAKAN Meskipun dikeluarkan hampir 20 tahun yang lalu. Lingkungan Politik dan Lingkungan Fisik dengan Kesehatan. kaidah dan pernyataan yang dikemukakan di dalam preambul Pernyataan Sundsvall ini masih sangat relevan saat ini dan mungkin sampai beberapa dasawarsa ke depan dengan sejumlah modifikasi. sosial. Konferensi Sundsvall ini mengidentifikasi sejumlah contoh dan pendekatan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan. dengan mengeluarkan energi dan kekuatan kreatif dan mengajak semua orang dalam upaya yang unik ini. perilaku dan/atau lingkungan fisik. bila lingkungan dielaborasi menjadi lingkungan fisik. Semua kebijakan yang dimaksudkan untuk menjamin keberlangsungan pembangunan harus diarahkan pada pembangunan harus diarahkan pada prosedur-prosedur baru yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai distribusi tanggung jawab dan sumber data yang merata. dan dapat digunakan para pembuat kebijakan. pembuat keputusan aktivis komunitas di sektor kesehatan dan lingkungan. Lingkungan Ekonomi. melainkan melalui lingkungan sosial. ekonomi dan politik.PERNYATAAN SUNDSVALL Akan tetapi. DIAGARAM PERILAKU. Diagram dibawah ini menggambarkan 3 Hubungan : Lingkungan Sosial. Semua tindakan dan alokasi sumber daya harus didasarkan pada PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 58 .

Lingkungan yang sehat adalah keadaan atau gambaran lingkungan yang optimum. Menjembatani berbagai konflik kepentingan di dalam masyarakat dalam rangka menjamin akses yang merata terhadap lingkungan yang mendukung. Di Mexico. a. khususnya melalui kelompok-kelompok yang diorganisasikan oleh kaum perempuan. Upaya memampukan komunitas dan individu untuk mengendalikan kesehatan dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan. bebas dari hewan-hewan (vector) penyakit. dan tawar-menawar dlakukan berkenaan dengan hak mereka terhadap tanah dan warisan budaya Dengan menggunakan contoh-contoh yang disajikan. Masyarakat lokal memiliki hubungan spiritual dan budaya yang unik dengan lingkungan fisik yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi bagian lain dunia. Menguatkan advokasi melalui kegiatan komunitas.PERNYATAAN SUNDSVALL prioritas yang jelas dan komitmen terhadap kelompok minortitas yang sangat miskin dan terpinggirkan. di antaranya di China menunjukkan bahwa perbaikan lingkungan bersama-sama dengan peningkatan perilaku adalah upaya strategik dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 59 . serta sosialisasi. sangatlah penting melibatkan masyarakat lokal dalam aktivitas pembangunan yang berkesinambungan. c. kecukupan air bersih. Diperlukan berbagai upaya yang komprehensif dan berkesinambungan dalam rangka mewujudkan lingkungan sehat. Bukti empirik dari berbagai negara. yakni kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan adalah prasyarat utama tercapainya kesehatan penduduk atau masyarakat dunia ini. konferensi berhasil mengidentifikasi empat strategi kegiatan kunci kesehatan masyarakat untuk meningkatkan penciptaan lingkungan yang mendukung pada tingkat komunitas. tidak dapat dipisahkan dengan determinan kesehatan yang utama. memenuhi kaidah kesehatan. Membahas masalah lingkungan yang mendukung kesehatan. sistem sanitasi dan pengelolaan sampah. dengan memperhatikan kebutuhan generasi masa depan. Beberapa gambaran tersebut. Kegiatan publik untuk lingkungan yang mendukung bagi kesehatan harus mengakui saling ketergantungan diantara semua makhluk hidup dan harus menatalaksana semua sumber daya alam. b. lingkungan yang sehat dan aksi komunitas adalah dua komponen yang paling kuat pengaruhnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. 2. d. Membangun kemitraan bagi kesehatan dan lingkungan yang mendukung dalam rangka memperkuat kerjasama antara kampanye dan strategi kesehatan dan lingkungan. Namun mewujudkan lingkungan sehat bukan hal yang mudah. Dunia industri harus membayar dosa lingkungan dan kemanusiaan yang sudah menumpuk melalui eksploitasi dunia yang sedang berkembang. koordinasi. di antaranya adalah pemukiman dan prasarana wilayah yang bersih. diperlukan berbagai upaya advokasi. dan orang-orang yang tidak berdaya. yang berpengaruh positif pada terwujudnya status kesehatan masyarakat yang diinginkan. Karena itu.

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa status kesehatan yang buruk pada sebagian masyarakat di berbagai belahan dunia tidak terlepas dari lingkungan yang semakin buruk. bahu membahu menciptakan lingkungan fisik. Kegiatan ilmiah dalam rangka mewujudkan kesehatan bagi semua tahun 2000 (Health for All Year 2000) sebagaimana yang dinyatakan oleh WHO tahun 1977. Kerja keras bersama-sama ini harus dilakukan oleh para pembuat kebijakan di semua sektor dan semua tingkatan. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa sejalan dengan berkembangnya kesadaran masyarakat dan bangsa-bangsa di berbagai negara. Hal ini terlihat dari dikeluarkannya pernyataan Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan (Our Common Future) yang memberikan pemahaman baru tentang imperatif pembangunan berkelanjutan. Gerakan untuk menciptakan lingkungan sehat juga harus diikuti oleh berbagai lembaga swadaya masyarakat. 60 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Konferensi Promosi Kesehatan berskala global di Sundsvall ini menyerukan agar segenap warga bangsa meningkatkan peran sertanya dalam usaha menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan. pemerhati dan aktivis lingkungan serta para penggiat hak asasi manusia dan keadilan sosial. membentuk aliansi yang kuat dalam rangka mendorong tercapainya kesehatan bagi semua. Oleh karenanya: a) tindakan nyata untuk menyebarluaskan informasi (lingkungan sehat) perlu dilakukan pemerintah dan masyarakat di berbagai belahan dunia. Akibatnya jelas. b) komitmen untuk dan kerjasama antar berbagai organisasi internasional. Konferensi menunjukkan bahwa jutaan orang hidup dalam kemiskinan dan kekurangan. dan bekerja cerdas. konferensi promosi kesehatan ke dua di Adelaide 1988. lingkungan sosial dan lingkungan ekonomi yang lebih baik serta lebih mendukung kesehatan.PERNYATAAN SUNDSVALL Dengan diselenggarakannya konferensi internasional promosi kesehatan yang ke tiga di Sundsvall. 1986. Konferensi ini pada hakekatnya merupakan rangkaian: a). bekerjasama. b). Konferensi internasional Primary Health Care di Alma Ata tahun 1978 yang diselenggarakan oleh UNICEF/WHO. Konferensi promosi kesehatan yang pertama di Ottawa. dan c). tumbuh pula kekhawatiran masyarakat akan ancaman terhadap lingkungan global. tinggal dalam lingkungan yang buruk dan semakin rusak yang mengancam kesehatannya. buruknya kesehatan akan mengakibatkan visi Kesehatan Untuk Semua Tahun 2000 (Health for All Year 2000) sangat sulit dicapai. Tentu saja bahwa segenap masyarakat perlu bekerja keras. di bawah PBB. Swedia dapat dimaknai sebagai upaya meneguhkan eratnya kaitan antara promosi kesehatan dan lingkungan sehat. perlu dilakukan guna menjamin tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kesemuanya perlu bergandengan tangan.

sosial. yaitu melakukan perubahan fisik. terjadinya perubahan fisik lingkungan dari desa menjadi kota juga disertai oleh perubahan dalam hubungan sosial antar warga masyarakat.3%. dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. utamanya negara-negara di Benua Afrika. Sebagai contoh. Studi Eldin dkk di Mesir menunjukkan bahwa mereka disunat ketika berumur 8-12 tahun. Berbagai aksi perlu dirancang dengan cermat. praktik sifon di Nusa Tenggara Timur juga meningkatkan risiko terjangkitnya infeksi menular seksual dan HIV/AIDS. lingkungan yang mendukung mencakup aspek fisik. dan sekolah di pedesaan 61. Di Indonesia. yaitu : 1. perubahan sosial.PERNYATAAN SUNDSVALL DIMENSI-DIMENSI AKSI UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG Dalam konteks kesehatan. meningkatkan aspek spiritual.2%. serta empatik. dan budaya di mana masyarakat tinggal. perubahan aktivitas ekonomi. sekolah swasta 9.7%. Efek perubahan dapat bersifat positif. perubahan pranata sosial. namun tidak kurang juga yang negatif. serta dengan siapa saja mereka berinteraksi. nasional dan tingkat global harus dilakukan agar solusi yang diperoleh tepat dan sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). serta mendorong peningkatan kualitas ekonomi dan politik. regional. Dalam masyarakat tradisional berbagai praktik sosial budaya dapat mengancam kesehatan. Dimensi sosial budaya : Dimensi sosial meliputi nilai dan norma. anak-anak kehilangan pendidikannya. Oleh karena itu konsep lingkungan tidak dapat dipisahkan dari : a) besarnya akses terhadap sumber data dan daya dukung yang memadai untuk kehidupannya. Laporan WHO menunjukkan bahwa perempuan-perempuan yang disunat mempunyai risiko obstetrik lebih besar dibandingkan yang tidak di sunat. Namun praktik sunat perempuan masih ada di beberapa negara. dan b) seberapa besar peluang bagi masyarakat untuk diberdayakan.2%. pemerintah dan masyarakat di berbagai negara perlu mencermati terjadinya perubahan. setidaknya terdapat beberapa dimensi. dan banyak orang tidak mampu memperoleh pelayanan kesehatan. adat kebiasaan serta proses-proses sosial di masyarakat yang mempengaruhi kesehatan. Konferensi ini mengupas empat dimensi dalam lingkungan yang mendukung kesehatan. yang tersebar di sekolah pemerintah di perkotaan 46. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 61 . Semua dimensi saling terkait membentuk interaksi yang dinamis. Dengan demikian. praktik sunat perempuan juga mengancam jiwa bayinya . sekaligus melakukan berbagai tindakan proaktif dan antisipatif yang cerdas. kehilangan rumahnya. beraktivitas. dan koordinasi pada tingkat lokal. bahkan yang minimal. Banyak orang kehilangan pekerjaan. Oleh sebab itu. Selain gangguan kesehatan pada ibu. sosial dan kesehatan yang serius. Salah satu contoh adalah praktik sunat perempuan (female genital cutting). Demikian pula halnya yang terjadi pada rokok. Stover menunjukkan bahwa perubahan (krisis) ekonomi yang melanda sebagian belahan bumi ini telah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan. Prevalensi murid-murid perempuan di Mesir yang disunat adalah 50. di mana pada sebagian masyarakat telah menjadi budaya.

Selain di tingkat nasional. pengembangan kesehatan anak. pekerjaan. Budaya diberi makna sebagai kombinasi antara gaya hidup. gagasan. Dengan demikian gotong royong dapat dikatakan sebagai kebudayaan masyarakat.PERNYATAAN SUNDSVALL Di sisi lain. aturan dan benda-benda yang memberikan pedoman pada pengikutnya. Kebudayaan adalah salah satu dari 12 determinan kesehatan. pluralisme dan relativisme budaya. sehingga tidak pada tempatnya terjadi diskriminasi antar etnik atau budaya. misalnya kebiasaan bergotong royong masyarakat. di wilayah kelautan/kemaritiman (Archipelago) yang disebut sebagai nusantara terdapat 17 wilayah hukum adat (het adat recht). bersama dengan pendapatan. serta gender . utamanya bidang kesehatan. dari suatu keadaan kewenangan mutlak pemerintah atas rakyatnya (the state society) menjadi partisipasi rakyat dalam mengelola negara (civil society). etnisitas. dan ternyata gotong royong bersifat universal. warisan genetik. berwujud pemikiran dan tindakan. Van Vollenhoven menyimpulkan bahwa di semua wilayah hukum adat tersebut terdapat adat kebiasaan yang menyerupai gotong royong. mongoloid dan negroid. yang seringkali memberikan identitas tertentu yang dirasakan oleh pengikutnya berbeda dari budaya lain. Berdasarkan penelitian oleh ahli hukum adat berkebangsaan Belanda yang bernama Van Vollenhoven abad-18. pengetahuan. pelayanan kesehatan. Dimensi politik Sejalan dengan tumbuh kembangnya demokrasi. Seorang ahli antropologi bernama Margaret Mead melakukan analisis lintas kebudayaan (cross cultural analisis) terhadap beberapa suku bangsa di dunia. dan berkelanjutan. 2. Pluralisme budaya adalah suatu pandangan yang mengakui bahwa bangsa-bangsa manusia di muka bumi ini diciptakan beragam. Etnisitas adalah suatu konsep yang merupakan kombinasi antara budaya. Dimensi sosial masyarakat harus dipahami dengan mengapresiasi beberapa konsep yang terkait. yaitu budaya. perdamaian. Ras adalah ciri-ciri fisik dan biologis yang termanifestasikan dalam warna kulit. nilai. kumulatif dan progresif . menumbuhkan tanggung jawabnya sekaligus mendesentralisasikan sumber daya yang diperlukan dalam pembangunan. Untuk itu pemerintah harus menjamin peran serta masyarakat dalam mengambil keputusan. pergeseran politik telah mendorong terjadinya pergeseran dalam kerjasama internasional. lingkungan sosial. sikap dan perilaku. terdapat juga budaya masyarakat yang berdampak positif pada kesehatan. di mana secara sosiobiologis akan menghasilkan tiga kelompok yaitu kaukasoid. termasuk dalam bidang kesehatan. Ravishankar dkk menunjukkan bahwa kini berbagai lembaga dan organisasi non pemerintah tingkat internasional hadir dan melengkapi kehadiran lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa 62 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . lingkungan fisik. perilaku. ras. terjadi pergeseran perspektif hubungan antara pemerintah dan rakyatnya. kepercayaan. golongan darah dan struktur tulang. Dengan demikian gotong royong dapat diimplementasikan untuk memudahkan kehidupan manusia. serta mencegah terjadinya perlombaan senjata antar bangsa. pendidikan. organisasi. Untuk itu pemerintah harus memiliki komitmen yang kuat terhadap hak asasi manusia. jejaring dukungan sosial.

b) Keseimbangan ekologis dan sustainabilitas Berbagai tindakan publik dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung kesehatan harus: (i) menghargai adanya ketergantungan ekologis antara semua makhluk hidup. di atas tanah dan kebudayaan mereka. 3. termasuk kebijakan ekonomi. Konferensi Sundsvall merumuskan pelaksanaan promosi kesehatan yang berdasarkan 2 prinsip utama. Untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung kesehatan. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 63 4. yang kesemuanya merupakan pelajaran berharga. Terlepas dari berbagai kekurangan dan persoalan yang menyertainya. yakni : a) Ekuitas (pemerataan) Ekuitas harus menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi kesehatan. Semua kebijakan yang bertujuan mewujudkan pembangunan berkelanjutan harus memenuhi kelayakan serta dapat dipertanggungjawabkan dalam kerangka mencapai pemerataan pembagian tanggung jawab dan sumber daya. Semua tindakan dan alokasi sumber daya harus berdasarkan pada prioritas yang jelas dan komitmen terhadap kelompok masyarakat yang sangat miskin. Dimensi Gender Sejalan dengan terjadinya perkembangan peradaban. dan (ii) mengatur pemanfaatan sumber daya alam dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang. meringankan penderitaan sebagian masyarakat yang terpinggirkan. kelompok minoritas. Berbagai peran dalam pembangunan seharusnya harus terbebaskan dari diskriminasi gender. Dimensi ekonomi Ekonomi adalah determinan utama kesehatan. termasuk di dalamnya penggunaan teknologi yang aman dan terpercaya. . Perempuan mempunyai kemampuan yang tidak kalah dari laki-laki. untuk menjamin tercapainya kesehatan untuk semua dan pembangunan berkelanjutan diperlukan peningkatan dan redistribusi ekonomi. dalam rangka membayar hutang akibat kerusakan lingkungan dan kemanusiaan yang diperbuat. Karena itu sangat penting untuk mendorong agar masyarakat terlibat dalam upaya melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Semua daya upaya dan sumber data serta kekuatan kreatif dapat digunakan oleh semua pihak dalam upaya ini. berbagai pihak perlu melihat secara lebih berimbang tentang persoalan gender. Diperlukan kebijakan global dalam rangka mengurangi eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. dan penyandang cacad. Perempuan mempunyai kemampuan menghasilkan kebijakan. dalam rangka mengembangkan infrastruktur yang mendukung lingkungan. Komunitas perempuan harus bersuara lebih lantang dalam pengembangan struktur dan kebijakan promosi kesehatan. Masyarakat adat mempunyai tatacara spiritual dan budaya dalam menjaga hubungan dengan lingkungan fisik. Semua pihak perlu mengakui pengetahuan dan keterampilan perempuan pada berbagai sektor.PERNYATAAN SUNDSVALL (PBB/UN). kehadiran lembaga-lembaga internasional telah memberikan sumbangan yang besar dalam pembangunan kesehatan yang bersifat global dan berkelanjutan.

2) kompetensi dan jangkauan kewenangan unsur atau instansi yang hendak diadvokasi . Adapun tujuan advokasi adalah: a).Program memenuhi kebutuhan masyarakat dan benar-benar memecahkan masalah 4. dan 5). 4). dan c). konferensi Sundsvall mengidentifikasi empat strategi utama di tingkat masyarakat dalam mempromosikan terciptanya lingkungan yang mendukung kesehatan. meningkatkan jumlah kebijakan publik yang selaras dengan yang diharapkan. Penguatan advokasi melalui tindakan masyarakat.Secara teknis program layak untuk dilaksanakan 3. 2). Melakukan mediasi antara berbagai kepentingan masyarakat yang bertentangan guna menjamin akses yang adil untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung kesehatan. khususnya melalui kelompok yang diorganisir oleh kaum perempuan. yaitu: 1. atau hal lain). Substansi advokasi Agar jelas perbedaan antara sesuatu hal yang bersifat biasa dan yang penting. Advokasi Advokasi adalah upaya yang dilakukan untuk memperoleh dukungan politis dalam kebijakan dan implementasi program. meningkatkan opini masyarakat dalam mendukung program.Program yang diajukan dapat dipercaya 2. publik figure. anggaran. HIGH PRIORITY . Untuk itu dalam rangka memenuhi syarat dasar melakukan advokasi. sehingga perlu diadvokasikan.PERNYATAAN SUNDSVALL MEMPROMOSIKAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG Berdasarkan contoh-contoh yang disajikan. URGENT . asosiasi/organisasi profesi. RELEVANT .Program mempunyai prioritas tinggi 64 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . maka pengelola program perlu memahami adanya beberapa syarat tertentu agar suatu substansi/program tertentu dapat diadvokasikan. c. Memungkinkan masyarakat dan individu mengontrol kesehatan dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan. Singkatnya. CREDIBLE . pengambil kebijakan utama. d. b. Berdasarkan kepentingannya. dan 3) ciri dan kondisi spesifiknya sebagai sasaran komunikasi.Program harus segera dilaksanakan 5. legislatif 3). pemberdayaan dan partisipasi masyarakat harus dilihat sebagai faktor penting dalam pendekatan promosi kesehatan yang demokratis serta mendorong terciptanya kemandirian dan pembangunan. Membangun aliansi untuk kesehatan da lingkungan yang mendukungnya sejalan dengan kerjasama dalam strategi dan kampanye kesehatan dan lingkungan. stakeholder. FEASIBLE . teratasinya masalah yang menimpa banyak orang. pada waktu memilih sasaran advokasi hal-hal berikut perlu diperhatikan: 1) bentuk instrumen kebijakan publik yang diinginkan (apakah berbentuk peraturan. b). yaitu: a. sasaran advokasi dapat dikelompokkan menjadi:1).

disertai analisis yang kuat dari segi deskripsi. d) keahlian khusus advokat (kompetensi memahami stakeholders). PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 65 . yaitu pemberdayaan personal. Dalam analisis ini diidentifikasi kelompok organisasi maupun perorangan yang saling bekerjasama untuk memperjuangkan perubahan dalam kebijakan / proogram yang berkaitan dengan masalah atau isu advokasi. pemantauan dan penilaian. kegiatan internal masyarakat/ komunitas maupun eksternal berbentuk kemitraan (partnership) dan jejaring (networking) serta dukungan dari atas berbentuk kebijakan politik yang mendukung kelestarian pemberdayaan. berdebat . 3. yaitu sebagai proses dan sebagai hasil. e) kembangkan strategi. b) sejauh mana pengetahuan stakeholders tentang masalah yang akan diatasi dengan program tersebut. bahkan seringkali lebih dari 7 tahun (Raeburn. misalnya: lobi politik. valid dan akurat. 2. Advokasi memerlukan beberapa teknik. pengorganisasian masyarakat. dengan sistematika: a) identifikasi dan analisis isu. Dalam analisis ini perlu diperoleh kejelasan: a) siapa yang hendak diadvokasi. Analisis terhadap para pemangku kepentingan (stakeholders) . d) kembangkan pesan utama advokasi. Pendidikan dan pemberdayaan masyarakat: Pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari dua sudut pandang. dan sebagainya. 4. pemberdayaan masyarakat adalah suatu perubahan yang signifikan dalam aspek sosial politik yang dialami oleh individu dan masyarakat. Analisis terhadap jejaring (network) dalam pengambilan keputusan/pemberian dukungan.PERNYATAAN SUNDSVALL Komponen advokasi Dalam melakukan advokasi. 1993). dan e) besarnya dukungan yang diperoleh namun juga sekaligus besarnya potensi penentangan. yang seringkali berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. dan proyeksi. dan g) rencanakan pengawasan. seminar / presentasi . b) identifikasi dan analisis stakeholder. Jackson (1989) dan Rissel (1994) mengatakan pemberdayaan masyarakat melibatkan beberapa komponen berikut. Sebagai suatu proses. negosiasi . c) saluransaluran yang dapat digunakan untuk menjangkau pengambilan keputusan. petisi. f) kembangkan rencana aksi . Dengan demikian pemberdayaan masyarakat mempunyai spektrum yang cukup luas. Sebagai hasil. beberapa komponen advokasi perlu dipertimbangkan dan dirumuskan secara matang. Merumuskan strategi advokasi. kemitraan dan aksi sosial dan politik. pengembangan kelompok kecil. di antaranya koalisi. yaitu : 1. Namun yang paling penting bahwa advokasi harus dilakukan berdasarkan data yang up to date. c) rumuskan tujuan. meliputi jenjang sasaran yang diberdayakan (level of objects). Pendekatan kunci dalam advokasi. aliansi. dan liputan media. Terdapat beragam jejaring.

Implementasi strategi dan manajemen. Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang terdiri dari lima pendekatan. pengembangan dan penguatan pengorganisasian masyarakat. di mana antara agen perubahan (pemerintah dan LSM) dan masyarakat bersama-sama menyusun perencanaan. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan program-program tersebut. Prinsipnya adalah ukuran program berimplikasi pada besar sumber data dan kompetensi sumber data yang diperlukan. fasilitasi kegiatan yang berasal dari masyarakat. 66 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Keterampilan yang dibutuhkan juga banyak dan bervariasi. Tujuan promosi kesehatan biasanya dikembangkan pada tahap perencanaan dan biasanya berpusat pada mencegah penyakit. mengurangi kesakitan dan kematian dan manajemen gaya hidup melalui upaya perubahan perilaku yang secara spesifik berkaitan dengan kesehatan. Gruber dan Trickett (1987) dan Barr (1995) menyarankan agar program pemberdayaan sebaiknya difokuskan pada program yang kecil pada sebagian kecil masyarakat. g) meningkatkan kontrol stakeholder atas manajemen program. ukuran program. mendorong tumbuhnya swadaya masyarakat sebagai prasyarat pokok tumbuhnya tanggung jawab sebagai anggota masyarakat (community responsibility). yaitu: pemberdayaan.PERNYATAAN SUNDSVALL Pemberdayaaan masyarakat dapat dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah: 1. b) menumbuhkan kemampuan pengenalan masalah. serta advokasi kepada pengambil keputusan (decision maker). c) mengembangkan kepemimpinan lokal. Adapun tujuan pemberdayaan biasaya berpusat pada bagaimana masyarakat dapat mengontrol keputusannya yang berpengaruh pada kesehatan dan kehidupan masyarakatnya. f) memperkuat kemampuan stakeholder untuk “bertanya mengapa ?”. Program-program yang pada umumnya berskala kecil banyak yang dinilai berhasil. 4. dan h) membuat hubungan yang sepadan dengan pihak luar. pengembangan dan penguatan jaringan antar organisasi. dan tindakan politik. Perancangan program dilakukan menggunakan pendekatan partisipatoris. 3. d) membangun keberdayaan struktur organisasi. Memilih strategi pemberdayaan. fasilitasi upaya mengembangkan jejaring antar masyarakat. 2. Merancang program. pengembangan kelompok kecil. Strategi pemberdayaan meliputi: pendidikan masyarakat. Banyak program pemberdayaan yang dimulai dari kebutuhan nyata di masyarakat. sumber data serta memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Implementasi strategi serta manajemen program pemberdayaan dilakukan dengan cara: a) meningkatkan peran serta pemercaya (stakeholder). Program yang berskala besar juga membutuhkan kemampuan masyarakat yang juga besar. Menetapkan tujuan. termasuk di dalamnya kerangka waktu kegiatan. e) meningkatkan mobilisasi sumber data.

b) nilai-nilai. pengorganisasian masyarakat. Strategi terdiri dari strategi umum dan strategi khusus. sebagai pelaku. Wilayah aksi promosi kesehatan meliputi penguatan aksi masyarakat. advokasi. pengembangan kebijakan. c) teori. mengembangkan keterampilan personal. Promosi kesehatan dilaksanakan dengan berpedoman pada 6 faktor: a) masalah. kemerataan/keadilan. membangun kebijakan berwawasan kesehatan. Kesehatan adalah masalah yang cukup kompleks. e) strategi. Pada setiap komponen promosi kesehatan rentan terjadi konflik. partisipasi. hak asasi manusia. Teori terdiri dari teori-teori promosi kesehatan. Yang dimaksud teori yang relevan dengan praktik kesehatan meliputi teori yang berhubungan dengan kesehatan. Mediasi: Promosi kesehatan adalah kegiatan yang besar. dan reorientasi pelayanan kesehatan.PERNYATAAN SUNDSVALL Kemitraan: Kemitraan adalah tema yang mulai sering dibicarakan sejalan dengan adanya kesadaran tentang dunia yang mengglobal. Perbedaan pandangan kadangkala diperlukan sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas program. d) fakta. Dalam kesehatan. pengembangan organisasi. Peserta konferensi mengakui bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia dan merupakan elemen kunci dalam membawa membawa perubahan politik. menciptakan lingkungan yang mendukung. Indonesia. Adapun strategi khusus meliputi pemberdayaan masyarakat. Penyebab masalah terdiri dari prasyarat tercapainya kesehatan dan serta faktor sosiobudaya dan ekonomi. maupun sasaran seringkali mempunyai perbedaan bahkan pertentangan pandangan. serta diperlukannya kerjasama di berbagai jenjang dari lokal hingga internasional dalam mengatasi berbagai persoalan. dan f) aksi. dan kerjasama intersektoral. Berbagai pihak. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 67 . Strategi umum meliputi pendidikan kesehatan. namun tidak kurang pula yang berakibat negatif terhadap pelaksanaan program. Oleh karenanya keterampilan mediasi sangat penting. tema kemitraan semakin menguat setelah dilaksanakannya konferensi internasional promosi kesehatan ke 4 di Jakarta. dan semuanya harus dipandang sebagai suatu keseluruhan yang kompleks. Fakta (bukti) diperoleh melalui pengalaman dan riset (kualitatif dan kuantitatif). dengan tema The New Players for The New Era (pemeran-pemeran baru untuk era baru) . sekaligus berat. dan teori tentang pengaruh individual dan sosial terhadap terbentuknya perilaku. ekonomi dan sosial yang memungkinkan terwujudnya kesehatan bagi semua. luas. dan teori yang relevan dengan praktik promosi kesehatan. kelas sosial dan gender. kemiskinan. hingga kesehatan. Nilai-nilai meliputi norma sosial. komunikasi. Pendidikan harus dapat diakses sepanjang hidup manusia dan dibangun di atas dasar prinsip keadilan dan menghargai keragaman budaya.

eksportasi dan dumping bahan-bahan berbahaya. selain menambah penyebab kematian. Pembiayaan militer meningkat. Pengambilan keputusan politik dan pengembangan industri lebih sering didasarkan pada perencanaan jangka pendek dan keuntungan ekonomi yang tidak memperhitungkan risiko kesehatan dan kerusakan lingkungan. Etika serta kesepakatan untuk hidup berdampingan secara damai serta kemerataan dalam pemanfaatan sumber daya alam harus segera diwujudkan. dan kini menyebabkan terjadinya vandalism ekologis. terutama di negaranegara miskin. air bersih dan sanitasi. Eksploitasi tenaga kerja. adalah bagian tak terpisahkan dari lingkungan hidupnya. manusia harus berperilaku yang selaras dengan upaya melestarikan dan mengelola lingkungan yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. serta pemborosan sumber daya (energy) menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan perlu segera diperbaiki. Hal tersebut merupakan tantangan besar bagi umat manusia. sekarang tengah memperkenalkan bentuk baru vandalisme ekologis. Pengaruh lingkungan terhadap kehidupan mahluk hidup sangat besar. Belanja militer meningkat. pemukiman. Berbagai penyelesaian hutang telah menguras sumber data negara-negara miskin. lingkungan hidup.PERNYATAAN SUNDSVALL PERSPEKTIF GLOBAL Perspektif global adalah cara pandang yang melihat semua mahluk dari berbagai belahan dunia adalah bagian yang integral dari ekosistem bumi. Dosa internasional tengah menyedot sumber data yang langka dari negeri-negeri miskin. Pada tingkat internasional. mendemonstrasikan bahwa pendekatan pembangunan yang ada merupakan sebuah krisis. Oleh karena itu untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Diperlukan pengembangan etika baru dan perjanjian global yang didasarkan pada hidup bersama secara damai guna memungkinkan distribusi dan penggunaan yang merata dari sumber data bumi yang terbatas ini. kecacatan. Eksploitasi tenaga kerja. di tengah berbagai ketidakadilan. dan perang. 68 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . dan peperangan telah menyebabkan kematian. Perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke perkotaan secara drastis meningkatkan jumlah orang yang hidup di daerah perkampungan kumuh. Pembuatan keputusan politik dan pembangunan industri seringkali didasarkan pada perencanaan dan perihan ekonomi berjangka pendek yang tidak mempertimbangkan biaya kesehatan rakyat yang sesungguhnya dan lingkungan. pembuangan limbah zat-zat berbahaya. Demikian pula halnya dengan kesehatan. perbedaan pendapatan perkapita yang besar menyebabkan ketidak-merataan bukan saja dalam akses terhadap kesehatan tetapi juga dalam kapsitas masyarakat dalam memperbaiki situasi mereka dan memeligara kualitas hidup yang layak bagi generasi mendatang. Ketidakadilan yang dipicu oleh ketimpangan yang besar dalam pendapatan masyarakat antar bangsa telah menyebabkan terjadinya ketidaksetaraan dalam akses masyarakat dalam kesehatan. khususnya pada bangsa-bangsa yang lemah dan miskin dan konsumsi sumber data dunia secara mubazir. dengan masalah-masalah yang menyertainya termasuk langkanya air bersih dan sanitasi.

Untuk itu diperlukan berbagai inisiatif. Berbagai lembaga donor internasional dan multilateral. sambil menjaga kelestarian lingkungan. Konferensi Sudsvall telah menunjukkan kembali bahwa isu-isu kesehatan. Negara-negara miskin dan berkembang perlu dibantu sehingga lebih mandiri dalam mengambil keputusan yang mereka perlukan. pelaksanaan dan menilai proyek-proyek pembangunan.PERNYATAAN SUNDSVALL MENCAPAI AKUNTABILITAS GLOBAL Konferensi Sundsvall menyerukan kepada masyarakat internasional agar memantapkan mekanisme baru dalam program kesehatan dan akuntabilitas ekologi yang dibangun di atas prinsip-prinsip pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. Kemitraan global diperlukan untuk menjamin masa depan kehidupan umat manusia dimuka bumi ini. Pembangunan harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan. etika dan kebijakan pada tingkat global dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. lingkungan dan pembangunan manusia tidak dapat dipisah-pisahkan. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 69 . misalnya Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional didesak untuk menggunakan panduan tentang pembangunan berkelanjutan dalam menyusun perencanaan. Salah satu di antaranya adalah dalam mengendalikan perdagangan dan pemasaran dan produk zat berbahaya yang bagi kesehatan dan lingkungan.

70 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 71 .

72 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

SEJARAH BARU Penyelenggaraan Konferensi Internasional Promosi Kesehatan ini merupakan bagian sejarah tersendiri. Dapat dikatakan bahwa Ottawa Charter ini merupakan fondasi dalam membangun Promosi Kesehatan kedepan dalam menindak lanjuti kesehatan untuk semua (health for all) . Disamping itu. Piagam Ottawa Charter dapat adalah merupakan kesepakatan antara Negara-negara anggota WHO (peserta konferensi) dalam mengembangkan program-program Promosi Kesehatan di masing-masing negara. yakni dengan melibatkannya pihak swasta (non government organization). Termasuk dalam Ottawa Charter ini adalah dikembangkannya Strategi Global Promosi Kesehatan. disamping merupakan pendeklarasian kesehatan bagi semua tahun 2000. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Jakarta. juga mempunyai keunikan yang lain. Asustalia dan Swedia.25 Juli 1997. Konferensi diselenggarakan pada tanggal 21 .DEKLARASI JAKARTA BAB 5 DEKLARASI JAKARTA PEMERAN BARU DI ERA BARU Jakarta adalah merupakan tempat penyelenggaraan Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke empat. karena Konferensi ini dilaksanakan hampir 20 tahun setelah negara-negara anggota WHO mendeklarasikan “Kesehatan untuk Semua tahun 2000” atau “Health for All by the year 2000” di Alma Ata. Tentang kaitan antara deklarasi Alma Ata dengan Konferensi Internasional Promosi Kesehatan ini telah dibahas dalam bab 1 buku ini. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Jakarta diselenggarakan sepuluh tahun setelah Konfensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama yang menghsilkan Piagam Ottawa atau “Ottawa Charter” yang terkenal itu. dan merupakan yang pertama kali konferensi ini diselenggarakan di negera berkembang. Deklarasi ini lebih dikenal dengan Deklarasi Alma Ata. juga prinsip-prinsip Pelayanan Kesehatan Dasar atau “Primary Health Care”. yakni Kanada. dengan mengambil tema : Pemeran Baru Pada Era Baru atau “ New Player for a New Era” . Hasil konferensi dituangkan dalam Deklarasi Jakarta (Jakarta declaration). sebagi pelengkap dari Strategi Global yang telah dikembangkan oleh WHO sebelumnya (tahun 1984). Apabila pada konferensi-konferensi sebelumnya hanya PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 73 . disamping mempunyai kespesifikan dan “moment” atau peristiwa historis seperti disebukan diatas. Konfernesi sebelumnya diselenggarakan dinegara maju. Konferensi dihadiri sekitar 250 orang peserta yang berasal dari Negara-negara berkembang maupun negara-negara maju.

kerja keras kurang istirahat (akibat workoholic) dan kurang rekreasi dan relaksasi. Itulah sebabnya maka pada Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Jakarta ini melibatkan sektor swasta (baca: perusahaan swasta) bukan hanya sebagai peserta konferensi. Pentingnya melibatkan swasta (dibaca: perusahaan-perusahaan swasta) dalam progam-program kesehatan adalah dalam rangka perwujudan dari “corporate sosial responsibility) bagi pihak swasta. kurang aktivitas atau gerak fisik. Dipihak lain. antara lain makan dengan menu yang tidak seimbang. tanah. khususnya dalam membantu program-program kesehatan. Promosi Kesehatan: Investasi swasta yang Berharga Memasuki abad ke 21 ini kesehatan menghadapi tantang luar biasa besarnya. disamping keterlibatan unsur-unsur diatas tersebut. Oleh sebab itu dalam rangka menangani masalah-masalah kesehatan. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. mulai dari makanan. dan sebagainya. dan udara yang ditimbulkan oleh sektor swasta ini. kita bisa menikmati makanan dan minuman secara mudah dan dalam waktu yang singkat. Makanan tersebut juga dapat kita simpan dalam waktu lama sehingga tidak merepotkan lagi pengolahannya. tetapi juga dalam perencanaan dan pembiayaan konfrenesi. Namun disisi lain dampak dari kemudahan itu juga mengancam kesehatan manusia itu sendiri. masyarakat tidak atau kurang siap mengantisipasi dampak dari perkembangan tersebut. komunikasi. disepakatinya “Deklarasi Jakarta tentang Promosi Kesehatan Abad 21” atau “The Jakarta Declaration on Health Promotion into the 21stCentury”. Kita tahu bahwa hampir semua sektor pembangunan ini mempunyai produk. hiburan. bahkan dari planet lain. transportasi. Dapat disimpulkan bahwa dampak yang diakibatkan oleh pekembangan ilmu dan teknologi kedepan. minuman yang mengandung alkohol. dan dan dampak ikutan dari produk tersebut terhadap kesehatan. dan seterusnya.DEKLARASI JAKARTA melibatkan pihak-pihak praktisi kesehatan pemerintahan dan swasta dan pihak-pihak akademisi dari perguruan tinggi. khususnya abad ke 21 ini juga berkembambangnya perilaku-perilaku yang berisiko tinggi terhadap kesehatan. Dari Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang keempat di Jakarta ini. misalnya limbah: baik air. Namun dipihak yang lain teknologi-teknologi tersebut mempunyai risiko tinggi terhadap kesehatan. memang manusia memperoleh kemudahankemudahan yang luar biasa dalam hidupnya. udara. 74 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . tempat tinggal. Dengan teknologi komunikasi dan transportasi dalam waktu singkat kita bisa mengetahui informasi dari belahan bumi yang lain. Selain itu juga merupakan tanggung jawab sosial bagi dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh pihak swasta. tetapi koferensi internasional Promosi Kesehatan di Jakarta ini. juga melibatkan pihak sawasta. pihak swasta harus dilibatkan. Kemudahan-kemudah yang dicapai oleh manusai juga berakibat terhadap gaya hidup yang berisiko kesehatan. termasuk Promosi Kesehatan. Dengan adanya kemajuan teknologi pangan dan minuman misalnya. Pemain baru disini dimaksudkan adalah keterlibatan sektor swasta dalam program kesehatan. Maka wajarlah apabila tema Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang keempat di Jakarta adalah “Pemain Baru Dalam Era Baru” atau “New Player for The New Era”.

tetapi juga pihak-pihak yang menimbulkan terjadinya faktor risiko kesehatan. tetapi juga meningkatnya determinan kesehatan yang lain sehingga berpengaruh positif terhadap kesehatan. dan bila disederhanakan dapat dikelompokkan menjadi: PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 75 . baik individu. tetapi mampu untuk hidup sehat. bukan hanya perilaku masyarakat yang dipersiapkan untuk menghadapi risiko kesehatan. Karena dengan promosi kesehatan. Masyarakat yang mampu hidup sehat artinya masyarakat. Kurang siapnya dan kurangnya antisipasi terhadap dampak perkembangan teknologi tersebut. hanya menyebutkan hanya 4 determinan kesehatan. Promosi Kesehatan. Dengan kata lain promosi kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga dalam rangka meningkatnya derajat kesehatan dimanapun juga. Pada gilirannya dengan meningkatnya kemudahan-kemudahan kehidupan manusia juga membawa dampak yang berupa faktor risiko kesehatan.DEKLARASI JAKARTA maka orang menjadi rentan terhadap faktor risiko kesehatan. Hal ini berarti juga bukan hanya meningkatnya perilaku sebagi salah satu determinan kesehatan. determinan kesehatan ini sudah sedemikian luasnya. perilaku. kelompok maupun komunitas mampu memelihara dan meningkatnya kesehatan mereka. Determinan Kesehatan: Tantangan Baru Dalam uraian sebelumnya telah disinggung. dengan berbagai metoda dan teknik berupaya untuk memerangi perilaku-perilaku masyarakat yang berisiko dan mengembangkan perilaku hidup sehat. Menyadari akan pentingnya Promosi Kesehatan ini. Dipihak yang lain dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi akan berpengaruh terhadap meningkatnya kemudahan-kemudahan kehidupan manusia. pelayanan kesehatan dan herediter. maka para peserta Konferensi Internasinal Promosi Kesehatan yang keempat di Jakarta ini berupaya melibatkan semua pihak yang bekepentingan terhadap kesehatan atau “stake holder” termasuk pihak swasta guna menggalang komitmen guna menghadapi dan mengatasi determinan-determinan kesehatan pada abad ke 21 ini. yang juga merupakan determinan kesehatan. Kalau teori HL. berarti orang tersebut perilakunya berisiko terhadap ancaman kesehatan. dengan berbagi kegiatan dan strategi. tetapi juga pihak pembuat kebijakan yang bisa mengeluarkan peraturan bagaimana supaya perilaku berisiko masyarakat (merokok atau minum minuman keras) ini bisa menurun. Apabila upaya ini berhasil berarti masyarakat bukan sekedar tahu dan mau hidup sehat. Dalam Deklarasi Jakarta tentang Promosi Kesehatan. masalah-masalah kesehatan dan deteminan-determinan kesehatan telah diidentifikasikan. Misalnya untuk membuat agar masyarakat tidak mempunyai perilaku berisiko seperti merokok dan minuman beralkohol. bahkan berhenti sama sekali untuk berperilaku berisiko tersebut.Blum (1974). bahwa determinan kesehatan telah berkembang sedemikian pesatnya. Cara untuk mengeliminir faktor perilaku yang berisiko terhadap kesehatan ini yang paling utama adalah dengan promosi kesehatan. tetapi apabila diurai dan dikaitkan dengan kondisi saat ini. yakni: lingkungan.

4) Sementara itu juga terjadi perubahan perilaku. 76 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . jumlah penduduk wanita cenderung lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. hasil Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama. penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia 11) Persamaan. c. keadilan sosial. 3) Perbandingan antara jumlah penduduk wanita dan laki-laki yang tidak seimbang. b. dan biologis seperti: kebiasaan kurang gerak (sedentary). Faktor antar bangsa: Faktor-faktor antar bangsa juga mempunyai dampak berarti terhadap kesehatan. yang juga merupakan hambatan bagi keluarga berencana dan berpengaruh negatif terhadap kesehatan wanita (woman health). Kecenderungan Demografi: Struktur atau pola demograsi pada abad 21 sudah barang tentu akan mengalami perubahan disebabkan antara lain karena: 1) Kenaikan jumlah penduduk usia lanjut sebagai kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. akibat meningkatnya harapan hidup. kekerasan baik didalam keluarga maupun di masyarakat. Apabila kita perhatikan prasyarat kesehatan dalam Deklarasi Jakarta ini sebenarnya merupakan penyempurnaan dari rumusan prasyarat kesehatan dalam Ottawa Charter. antara lain: ekonomi global. Prasyarat untuk Kesehatan: Prasyarat untuk terwujudnya derajat kesehatan yang juga merupakan determinan secara kumulatif terhadap kesehatan masyarakat ini mencakup: 1) Perdamaian 2) Perumahan 3) Pendidikan 4) perlindungan sosial 5) hubungan kemasyarakatan 6) pangan 7) pendapatan 8) pemberdayaan perempuan 9) Ekosistem yang mantap 10) Pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan. yakni anak balita masih tinggi. kebal antibiotik dan obat-obatan. Sementara itu kelompok penduduk yang rentan lainnya. 2) Urbanisasi yang tinggi akibat ketimpangan pembangunan antara desa dan kota akan memperberat masalah kesehatan perkotaan (urban health). akses kemedia teknologi komunikasi dan juga degradasi lingkungan akibat penggunaan sumber daya secara tidak bertanggung jawab. penyalah gunaan obat. sosial. dan sebagainya merupakan ancaman kesehatan dan kesejahteraan manusia. pasar uang dan perdagangan. Hal ini akan menyebabkan tingginya paritas pada wanita.DEKLARASI JAKARTA a.

Di satu sisi masih tingginya penyakit-penyakit infeksi (menular). Pada gilirannya perubahan-perubahan faktor tersebut akan menjadi determinan yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat. antara lain meningkatkan cakupan imunisasi. seperti TB Paru dan Cacar.DEKLARASI JAKARTA d. gaya hidup dan lingkungan tempat tinggal bagi semua orang diseluruh dunia. tetapi dipihak yang lain penyakitpenyakit tidak menular seperti hipertensi. antara lain menyebutkan bahwa : a. Strategi promosi kesehatan yang telah dirumuskan dalam Ottawa Charter. Meningkatkan ketrampilan perorangan dan memelihara kesehatan. dan Flu Babi. penyakit jantung dan pembuluh darah cenderung meningkat. Memperkuat kegiatan masyarakat dalam kesehatan. meningkatkan cakupan ibu hamil yang melakukan “ante natal care”. seperti HIV/AIDS. yakni: 1). yang kemudian dirumuskan dalam Deklarasi Jakarta. Perubahan-perubahan dan masalah-masalah tersebut membawa perubahan terhadap norma. diabetes mellitus. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 77 . Semua determinan dan perubahan yang terjadi didalamnya serta masalah kesehatan yang ditimbulkan jelas akan membawa perubahan terhadap visi. 2). Flu Burung. 3). Reorientasi pelayanan kesehatan. Penyakit tidak menular: Di negara-negara berkembang menghadapi beban ganda masalah kesehatan. 5). b. Pendekatan Baru Promosi Kesehatan: Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke empat di Jakarta melalui penyajian dan diskusi-diskusi selama konferensi tersebut. Menciptakan lingkungan yang mendukung. tetapi meningkat atau muncul lagi (emerging diseases). Dari penelitian-penelitian yang dihasilkan oleh peneliti-peneliti dari berbagai Negara memberikan bukti bahwa Promosi kesehatan mempunyai pengaruh dalam menunjang keberhasilan program kesehatan yang lain. meningkatkan masyarakat dalam penggunaan jamban dan air bersih. 4). misi dan strategi promosi kesehatan. tetapi belakangan muncul (new emerging diseases). dan sekaligus merupakan tantangan Promosi Kesehatan di abad 21 ini. Masalah kesehatan utama: Penyakit Penyakit infeksi (menular): Penyakit-penyakit baru yang dulu tidak ada. Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan. dan sebaginya. Sementara itu penyakit-penyakit lama yang sudah menurun bahkan sudah tidak ada.

mungkin akan muncul misalnya : Depok Sehat. Ciganjur Sehat. Pulau Sehat. Untuk startegi mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan. Oleh sebab itu disimpulkan bahwa Promosi Kesehatan adalah merupakan pendekatan yang praktis untuk mencapai pemerataan yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan. antara lain: 1) Tatanan administrasi pemerintahan. diharapkan muncul program “health promoting school” atau sekolah yang mempromosikan kesehatan. Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit atau Poliklinik bukan untuk mengurangi arti dari pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Pendekatan komprehensif: Pendekatan komprehensif yang dimaksud disini adalah melaksanakan kelima strategi “Ottawa Charter” secara bersamaan dalam Promosi Kesehatan. dalam pelaksanaan atau implementasinya diarahkan pada tatanan-tatanan (settings) tertentu. Rumah Bersalin. Promosi kesehatan di tatanan institusi pelayanan kesehatan. dan sebagainya. kondisi sosial. Karena dengan melaksanakan Promosi Kesehatan di tempat-tempat pelayanan ini justru meningkatkan kualitas pelayanan. Pendekatan melalui tatanan: Untuk lebih mengefektifkan memfokuskan Promosi Kesehatan. dan sebagainya. dan sebaginya. Kecamatan Sehat. menciptakan lingkungan yang mendukung. Dalam melaksanakan Promosi Kesehatan akan lebih efektif bila kelima startegi tersebut digunakan secara bersama sesuai dengan sasarannya. misalnya: kabupaten/kota. 2) Institusi pendidikan: Sekolah. Tatanan. Madrasah. Banten Sehat.DEKLARASI JAKARTA Dapat mengembangkan dan merubah gaya hidup. Dalam implementasi lokal. berarti menerapkan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit.tatanan Implementasi Promosi Kesehatan dapat dibedakan menjadi berbagai jenis. Poliklinik. misalnya : Provinsi Sehat. maka peserta Konferensi di Jakarta merumuskan pendekatan baru. kecamatan. Berangkat dari pengalaman keberhasilan promosi kesehatan. dan sebagainya. Puskesmas. Desa Sehat. tetapi justru untuk menunjang pelayanan ini. ekonomi dan lingkungan. dan sebagainya. Perlu diingat 78 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . termasuk penerapan strategi promosi kesehatan yang dirumuskan dalam Piagam Ottawa ini. dan juga tokoh masyarakat (sasaran sekunder). desa atau keluarahan. atau “health promoting university”. Kabupaten Sehat. dan sebagainya adalah prasyarat untuk kesehatan (prerequisite for health) serta mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Perguruan Tinggi. pulau. meningkatkan ketrampilan perorangan sasaran utamanya adalah masyarakat dalam berbagai jenis kelompok dan tatanan (saran primer). Promosi Kesehatan ditatanan ini. Poliklinik. 3) Institusi pelayanan kesehatan : Rumah Sakit. b. Sedangkan untuk strategi memperkuat kegiatan masyarakat. Pendekatan baru promosi kesehatan yang dimaksud di dalam Deklarasi Jakarta ini adalah sebagai berikut: a. reorientasi pelayanan kesehatan ditujukan kepada para pembuat keputusan (sasaran tertier) dan tokoh masyarakat (sekunder). Dari masing-masing tatanan administrasi pemerintahan ini diharapkan programprogram promosi kesehatan yang terfokus pada tingkat tatanan tersebut.

tetapi juga untuk kepentingan perusahaan. terminal. Promosi Kesehatan di tempat kerja adalah wajib dilaksanakan oleh pemilik atau manajmen tempat-tempat kerja untuk mencapai tempat kerja yang sehat (healthy work place). bahkan terhadap dirinya sendiri. dan sebagainya. yakni meningkatnya produktivitas kerja. termasuk informasi tentang keselamatan dan kesehatan. kantor. bahkan sejak bayi. Tanpa kesehatan. Hasil dari pembelajaran kesehatan bagi masyarakat. 79 . adalah bahwa kesehatan adalah sumber kehidupan mereka. Peran serta masyarakat: Peran serta masyarakat adalah merupakan pendekatan promosi kesehatan yang efisien dan efektif.DEKLARASI JAKARTA bahwa pasien berobat ke RS atau Poliklinik bukan hanya untuk mencari kesembuhan saja. 4) Tempat-tempat kerja: pabrik. Di tempat-tempat umum sepeti ini biasanya orang tidak memperdulikan risiko kesehatannya. 6) Keluarga. mall. kelompok. dalam hal ini petugas kesehatan atau petugas lain yang berkepentingan kesehatan hanya sebagai fasilitator dan dinamisator. c. akan menurunkan angka “absen masuk kerja” akibat sakit. termasuk perilaku kesehatan. mereka belajar bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri. tidak peduli terhadap orang lain. atau masyarakat tidak berarti apa-apa. 5) Tempat-tempat umum: Pasar. Kesehatan bukan sesuatu yang diberikan dari luar. sebagai unit masyarakat terkecil : Keluarga atau rumah tangga adalah merupakan tempat promosi kesehatan yang pertama dan utama. Pembelajaran kesehatan: Promosi Kesehatan adalah merupakan pembelajaran kesehatan oleh masyarakat. but without health is nothing). mereka akan menyadari bahwa kesehatan atau pelayanan kesehatan sebenarnya adalah berasal dari dan oleh mereka sendiri. Dengan peran serta masyarakat dalam program kesehatan. perusahaan. dan sebaginya. Apabila terjadi demikian maka yang diuntungkan adalah juga perusahaan. dari puskesmas. Karena dengan peran serta masyrakat diberbagai kegiatan atau program kesehatan. Pentingnya promosi kesehatan ditempat kerja bukan semata-mata untuk kepentingan karyawan. tetapi juga untuk dipenuhinya hak untuk memperoleh informasi tentang penyakit dan kesehatannya. yang perlu di sambung dan ditingkatkan. seseorang. Orang menjadi lengah. akan meningkatkan kesehatan para karyawan. (health is not everything. Namun dipihak yang lain. Pihak luar. Itulah maka Promosi Kesehatan perlu dilaksanakan di tempat-tempat umum. Dengan promosi kesehatan di tempat kerja akan menghasilkan tiadanya kecelakaan kerja (zero accident). dan sebaginya. Di dalam keluarga ini anak mulai dibentuk dan dikembangkan perilakunya. Pembelajaran harus datang dari dalam diri yang belajar atau masyarakat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI d. stasiun kereta api. terutama ibu. atau dari pemerintah. Oleh sebab itu dasar-dasar perilaku hidup sehat harus mulai ditanam oleh orang tua harus mulai ditanam sejak balita. Pendidikan atau promosi kesehatan didalam keluarga yang paling berperan adalah orang tua (ayah dan ibu). karena “tempat umum” atau publik maka orang sering memerlukan informasi-informasi.

serta penerapan terhadap pendekatan baru promosi kesehatan tersebut diperlukan bentuk kegiatan baru. termasuk keluarga yang berkaitan dengan promosi kesehatan. PRIORITAS PROMOSI KESEHATAN ABAD 21 Dalam menghadapi berbagai tantangan baik yang berkaitan dengan perubahan dan perluasan determinan kesehatan. Dalam kaitan dengan ini. jelas memerlukan pendobrakan terhadap sekat-sekat atau dinding-dinding yang selama ini meghambat terwujudnya kerja sama tersebut. komunikasi. Oleh sebab itu untuk menghadapi tantangan kedepan maka keterlibatan sektor-sektor ini dalam program kesehatan perlu diintensifkan. Sektor industri. khususnya industri atau perusahaan dibidang apapun. dengan dicantumkannya program tanggung jawab sosial perusahaan. maka perlu adanya prioritas-prioritas. tetapi sering juga terjadi dalam program-progam di dalam sektor kesehatan itu sendiri. perdagangan. Oleh sebabnya sudah sewajarnyalah apabila sektor-sektor tersebut juga ikut bertanggung jawab untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. antara lain dalam bentuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum. termasuk sektor industry dan perdagangan adalah sebagai beriku : 80 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Dipihak yang lain keterlibatan sektor non pemerintahan. Guna menghadapi tantangan teresbut. Meningkatkan tanggung jawab sosial dalam kesehatan: Telah kita ketahui bersama bahwa hamper semua sektor pembangunan baik dinegara maju maupun Negara berkembang selalu mempunyai dampak bagi kesehatan manusia. dan juga guna penerapan dan pengembangan strategi dan pendekatan Promosi Kesehatan dalam abad ke 21 ini di pihak yang satu. Sekat-sekat yang selama ini menghambat kerja sama atau kemitraan bukan hanya berada diluar sektor kesehatan saja. dan seterusnya mempunyai dampak sampingan terhadap kesehatan. dan dipihak yang lain untu memperoleh efesiensi dan efektivitas promosi kesehatan. tidak lain melalui kerja sama atau kemitraan. Untuk menggali potensi yang ada diberbagai sektor tersebut. termasuk Promosi Kesehatan tidak dapat berjalan dengan lancar. lebih spesifiknya lagi sektor swasta dalam progam kesehatan publik masih kurang. Oleh karena “ego” sektor dan “ego” sektor. Secara lebih spesifik tanggung jawab sosial dalam kesehatan yang perlu direalisasikan oleh setiap pemangku kepentingan atau “stake holder” kesehatan. pertanian. maka sering program kesehatan. Tantangan pada tahun-tahun mendatang adalah menggali potensi yang ada diberbagai sektor non kesehatan. transportasi. utamanya menjalin kerja sama atau kemitraan dengan semua pihak. 1. Lebih tegas lagi diperlukan pengembangan mitra baru dibidang kesehatan dalam menghadapi era baru abad ke 21 ini. khususnya oleh sektor swasta. dan kelompok organisasi-organisasi di masyarakat.DEKLARASI JAKARTA Untuk menghadapi berbagai tantangan akibat meluasnya determinan kesehatan. atau “corporate sosial responsibility”. Sekarang ini memang sudah disadari. maka Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke empat di Jakarta ini menetapkan prioritas sebagai berikut.

dan sebagainya adalah merupakan praktik kemitraan dalam kesehatan. Selanjutnya keluarnya kebijakan ini sangat tergantung dari kegiatan advokasi para penjabat kesehatan. Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan: Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia. baik ditempat umum maupun di tempat kerja. Hal ini disebabkan karena kedua kelompok ini merupakan penentu kualitas sumber daya pembangunan di masa yang akan datang. Mayarakat bergotong royong membangun Pos Obat. Dalam program kesehatan prinsip gotong royong atau kemitraan ini juga sudah berjalan dimasyarakat kita. Gotong royong ini sebanarnya merupakan aplikasi dari kemitraan ini. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 81 . termasuk juga membatasi praktik pemasarannya yang tidak sehat. b. Oleh sebab itu kualitas sumber manusia sangat ditentukan oleh kesehatan. khususnya di Jawa terkenal dengan budaya “gotong royong”. Sementar itu anggaran kesehatan di negaranegara maju mencapai 10.5% sampai dengan 4. Karena kelompok-kelompok ini akan mempunyai daya ungkit yang besar bagi peningkatan kualitas sumber daya. Selama ini investasi pemerintah untuk pembangunan kesehatan yang “nota bene” investasi untuk pembangunan sumber daya ini sangat rendah. Selain dari pada itu investasi pembangunan kesehatan juga dapat diartikan memprioritaskan program-program kesehatan untuk kelompok-kelompok yang strategis. 2. disamping pendidikan dan ekonomi. Polindes. Membatasi produksi dan perdagangan barang-barang yang berbahaya seperti tembakau dan senjata. sangat tergantung dari kebijakan pemerintah dan parlemen (DPR/DPRD). c.DEKLARASI JAKARTA a. Menjaga keselamatan masyarakat. Memasukkan dampak kesehatan sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan. Dalam skala yang lebih besar dalam upaya mengatasai masalah-masalah kesehatan masyarakat di Indonesia ini tidak mungkin hanya dari sektor kesehatan saja. Kelompok-kelompok yang memperoleh prioritas dan yang sebagai upaya meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan adalah: wanita dan anak-anak. Dari tahun ke tahun semenjak zaman Orde Baru sampai orde Reformasi ini. Dana Sehat. Menghindari hal-hal yang dapat merugikan kesehatan orang lain (masyarakat) Melindungi lingkungan dan menjamin terus dimanfaatkannya sumber daya. membangun balai desa dikerjakan secara gotong royong. memperbaiki jalan. saluran air. Promosi kesehatan diharapkan mampu memfasilitasi para pimpinan sektor kesehatan untuk melakukan advokasi ini. e. membangun rumah. 3. anggaran untuk kesehatan hanya antara 2.0% saja dari APBN. Hal ini tercermin dari besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk sektor kesehatan. bahkan lebih dari APBN.0% . Tinggi rendahnya anggaran untuk kesehatan baik nasional maupun daerah. d. Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan: Program kesehatan adalah merupakan investasi untuk pengembangan sumber daya manusia.

Sedangkan unit masyarakat terkecil adalah keluarga. Meningkatkan kemampuan perorangan dalam memberdayakan masyarakat: Pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. dan akses ke sumber daya. 4. peningkatan gizi masyarakat. Untuk mencapai individu yang semacam ini. maupun kemampuan kelompok. institusi pendidikan dan sektor lain dalam program-program promosi kesehatan. mencari pertolongan atau pengobatan kesarana atau fasilitas kesehatan yang tepat. Oleh sebab itu masyarakat yang mandiri itu terwujuda kalau masing-masing perorangan dalam masyarakat tersebut juga mandiri. dikembangkan. serta masyarakat luas dalam mempengaruhi determinan kesehatan. untuk meningkatkan kemampuan masyarakat diperlukan juga pendidikan praktis. Sedangkan untuk memberdayakan perorangan memerlukan akses yang lebih konsisten dan terpercaya dalam proses pembuatan keputusan.DEKLARASI JAKARTA Penyelenggaraan pelayanan kesehatan. mencegah dari serangan penyakit. berarti setiap perorangan atau individu itu harus mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya. organisasi. tidak hanya memerlukan pemberian informasi tentang kesehatan melalui penyuluhan atau media. regional maupun internasional. dan ditingkatkan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. di samping ketrampilan dan pengetahuan yang sangat diperlukan untu menghasilkan dampak perubahan. lembaga swadaya masyrakat. swasta. nasional. Bila diterapkan di bidang kesehatan. 5. Insentif dan rangsangan serta upaya-upaya advokasi yang lain harus diciptakan untuk memperoleh dukungan pemerintah. khususnya untuk meyebar luaskan informasi kesehatan. pengadaan air bersih dan sebagainya memerlukan kemitraan dengan sektor di luar kesehatan baik pemerintah maupun swasta. tetapi juga kemampuan berusaha guna memperoleh sarana dan prasarana untuk mewujudkan perilaku sehat. Mengembangkan infrastruktur untuk promosi kesehatan: Infrastruktur promosi kesehatan termasuk media sangat penting. latihan ketrampilan. dan selanjutnya keluarga ini terdiri dari individu-individu atau perorangan. Dimensi mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan ini mencakup berperilaku atau berupaya tetap sehat. Untuk mengembangkan infrastruktur promosi kesehatan harus dicari mekanisme pembiayaan baru baik lokal. 82 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Untuk mewujudkan kemampuan seperti tersebut diatas maka Promosi Kesehatan harus dilaksanakan “oleh” dan “dengan” masyarakat. Di samping itu. serta berupaya kesehatannya lebih baik lagi. pemberantasan penyakit menular. Dengan perkataan lain kemitraan dengan semua sektor perlu dibangun. dimaksudkan agar masyarakat mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. bukannya “untuk” dan “kepada” masyarakat. atau sebagian besar anggota masyarakat tersebut mandiri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan baik kemampuan perorangan untuk berbuat. Tanpa infrastruktur yang memadai niscaya promosi kesehatan dapat menjalankan program-programnya.

Selanjutnya masing-masing Negara melalui institusi kesehatan yang diberi wewenang untuk itu. Untuk mempercepat kemajuan promosi kesehatan seluruh dunia. pendidikan. dan mepermudah pertukaran informasi tentang strategi yang efektif untuk setiap tatanan. hukum. menyusun rencana kegiatan promosi kesehatan dan melaksanakannya.DEKLARASI JAKARTA Berbagai tatanan kesehatan merupakan dasar kelembagaan untuk mengembangkan infrastruktur yang diperlukan dalam promosi kesehatan. baik didalam maupun antar negara. para peserta menyetujui pembentukan aliansi promosi kesehatan dunia. sektor kesehatan merupakan sektor yang harus memimpin (leading sektor). Dokumentasi berbagai pengalaman promosi kesehatan dari berbagai penelitian dan laporan kegiatan promosi kesehatan harus ditingkatkan untuk memperbaiki perencanaan. Mendukung pengembangan kerja sama dan jaringan kerja untuk pembangunan kesehatan: Dalam pengembangan kerja sama dan jejaring kerja untuk pembangunan kesehatan kedepan. kepada berbagai institusi dan seluruh masyarakat masing-masing Negara. sosial dan ekonomi masing-masing negara yang bersangkutan. Hasil dari kegiatan Promosi Kesehatan tersebut diharapkan dilaporkan pada Konferensi Internasional Promosi Kesehatan berikutnya (yang kelima). Dalam menjalin kerja sama. karena telah disinggung berkali-kali dalam tulisan ini bahwa semua PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 2. Tantangan-tantangan baru di bidang kesehatan menunjukkan bahwa jaringan kerja yang baru perlu diciptakan untuk mencapai kerja sama dan kemitraan lintas sektor. Membangkitkan kesadaran tentang adanya perubahan determinan kesehatan : atau tidak ada kebijakan yang berwawasan kesehatan dari sektor pemerintahan yang berwewenang untuk mengatur masalah ini. pelaksanaan dan evaluasi. khususnya untuk mengembangkan infrastruktur Promosi Kesehatan ini. Mengenai sektor mana yang perlu dijalin kerja sama. tidak ada pilihan lain kecuali semua sektor yang terkait dengan determinan kesehatan. 83 . Pelatihan dan praktik kepemimpinan lokal pada setiap tatanan harus didorong untuk menunjang kegiatan promosi kesehatan. semua Negara peserta Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Jakarta ini kedepan harus menyesuikan diri dengan lingkungan politik. Hal ini tidak perlu penjelasan yang panjang dan lebar. yang bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai prioritas kegiatan promosi kesehatan yang dituangkan dalam deklarasi ini. Prioritas aliansi ini diarahkan untuk : 1. Jaringan kerja tersebut harus membantu kerja sama. Maka kedepan promosi kesehatan harus intensif meningkatkan kesadaran terhadap masalah-masalah ini. TINDAKAN YANG PERLU DIAMBIL Para peserta Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang keempat di Jakarta besepakat untuk menyampaikan hasil konferensi ini kepada pemerintah masing-masing.

Apabila pengalamanpengalaman tersebut kita akumulasikan. misalnya melalui diskusi panel. dan ditarik kesimpulannya. Oleh sebab itu dalam Promosi Kesehatan ini perlu saling “beranjang sana” ke daerah atau negara lain. Menengok kembali pengalaman dari praktik Promosi Kesehatan di Indonesia (dalam bentuk : propaganda. and method” adalah merupakan motor penggerak promosi kesehatan dalam menunjang program kesehatan yang lain. apakah berhasil atau tidak perlu didokumentasikan. mempunyai pengaruh positif. Metoda dan teknik untuk menggali sumber daya yang paling efektif adalah melalui advokasi terhadap para penentu atau pembuat kebijakan (pemegang otoritas). Meningkatkan pertukaran pengalaman: Anak kecil dapat bicara karena “meniru” dari ibu atau orang dewasa disekitarnya. juga karena pengalaman-pengalaman tersebut tidak tertulis atau terdokumentasikan dengan baik. Banyak terjadi di masyarakat untuk mencapai juara dari suatu lomba desa misalnya. Mobilisasi sumber daya bagi promosi kesehatan: Sumber daya promosi kesehatan yang mencakup “man. Oleh sebab itu dalam mengatasi masalah kesehatan semua sektor harus ikut bertanggung jawab melalui kerja sama dan jaringan kerja yang dibentuk oleh sektor kesehatan. Itulah pentingnya mendengarkan atau melihat pengalaman orang lain. Studi banding memang pada hakekatnya bertukar pkiran. atau ke negara lain yang sekarang diistilahkan “studi banding”. Fenomena ini juga terjadi pada orang dewasa. Bertukar pikiran memang tidak harus dengan studi banding. tetapi tersebar disemua sektor. tetapi bisa dengan cara lain.DEKLARASI JAKARTA sektor pembangunan mempunyai kontribusi terhadap masalah kesehatan. utamanya promosi kesehatan harus menggalinya dan memobilasikan sumber daya tersebut untuk promosi kesehatan. material. Sumber daya ini sebenarnya tidak hanya berada di sektor kesehatan saja. 84 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . maka hal tersebut adalah merupakan pembelajaran yang baik bagi kita para praktisi promosi kesehatan. pengalaman adalah guru yang paling baik. dan sebagainya banyak terjadi karena meniru orang lain. 3. 4. banyak hal yang bisa petik pelajarannya. baik yang berhasil maupun yang tidak berhasil. gagasan dan pengalaman dengan pihak lain. Oleh sebab itu para penanggung jawab program kesehatan. seminar atau cara lain. perilaku kesuksesan hidup. Kunjungan atau anjang sana ke daerah atau kedesa lain. baik dalam bentuk tertulis maupun audio dan visual. Mengakumulasi pelajaran dari pengalaman: Salah satu kelemahan kita bangsa Indonesia adalah tidak mau belajar dari pengalaman. atau anjang sana ke desa lain yang lebih dahulu menjadi juara. Padahal menurut petuah orang tua kita. Sayangnya disamping kita tidak mau belajar dari pengalaman itu. Kembali belajar dari pengalaman ini maka seyogyanya semua kegiatan promosi kesehatan yang telah dilakukan. penyuluhan atau pendidikan kesehatan). dimana sikap. money. karena beberapa waktu yang lalu para tokoh masyarakat desa tersebut melakukan kunjungan. 5.

lembaga bilateral. baik di dalam maupun antar negara. bank-bank pembangunan. Artinya promosi kesehatan harus membawa perubahan perilaku kearah yang positif. pendidikan. Peran kunci WHO adalah untuk menggandeng pemerintah. Kesimpulan akhir Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Jakarta.DEKLARASI JAKARTA 6. suku. badan-badan antar-regional. 7. khususnya bagian atau unit Promosi Kesehatan. yang selama ini kurang dilibatkan. Instansi yang terakhir ini (swasta) inilah yang dikatakan sebagai “pemeran baru dalam Promosi kesehatan”. bahkan dapat dilakukan oleh semua sektor atau oleh siapa saja yang peduli terhadap kesehatan. tidak saling menimbulkan kecemburuan satu dengan yang lain. politik dan sebagainya. Namun dalam pelaksanaan dilapangan para praktisi Promosi Kesehatan ini harus solider satu terhadap yang lain. lembaga swadaya masyarakat. Misalnya promosi kesehatan dalam penaggulangan HIV/AIDS dengan menggunakan kondom. yang juga menjadi tema dari konferensi ini adalah: menghimbau kepada setiap pemerintah di negara manapun. juga pihak swasta untuk memajukan prioritas kegiatan promosi kesehatan. karena semuanya adalah untuk kepentingan masyarakat. dan tidak bertendensi negative. Namun demikian semuanya itu harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 85 . ekonomi. Mendorong keterbukaan dan tangung jawab sosial dalam promosi kesehatan: Promosi kesehatan dilaksanakan secara terbuka. bukan bertendensi untuk menjual kondom dan berdampak seks bebas. untuk mengambil inisiatif dam memelihara dan mensponsori jaringan kerja sama bagi promosi kesehatan. Promosi kesehatan dapat dilakukan oleh semua program kesehatan. serikat pekerja dan badan koperasi. Meningkatkan solidaritas dalam berbagai kegiatan : Kegiatan Promosi Kesehatan tidak harus dilakukan oleh sektor kesehatan. Para peserta konferensi Promosi Kesehatan di Jakarta juga menghimbau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengambil kepemimpinan dalam pembentukan aliansi promosi kesehatan dunia dan memberdayakan para anggota untuk melaksanakan hasilhasil konferensi Promosi Kesehatan Jakarta. badan-badan PBB. baik instusi pemerintahan maupun swasta. dan ditujukan bagi semua orang tanpa membedakan agama. Media promosi kesehatan misalnya bisa dipakai bersama.

.

.

88

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

KESEPAKATAN MEKSIKO

BAB 6

KESEPAKATAN MEKSIKO
MENJEMBATANI KESENJANGAN PEMERATAAN
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke lima diselenggarakan di Kota Meksiko (mexico City), Keksiko, pada tanggal 5-9 Juni 2000. Konferensi ini mengambil tema: Menjembatani kesenjangan pemerataan atau “Bridging the equity gap”, dengan dihadir oleh para peserta dari sekitar 100 negara, baik dari negera-negara maju maupun negara-negara berkembang. Konferensi global ke lima ini agak berbeda dengan ke empat konferensi sebelumnya, karena konferensi melibatkan program-program Kementrian, yang memungkinkan para menteri dan delegasinya berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam mempromosikan kesehatan di Negara masing-masing. Para Menteri dan delegasinya diundang untuk mengesahkan Pernyataan Kementrian Meksiko tentang Promosi kesehatan. Pernyataan tersebut ditanda tangani oleh sekitar 100 negara dengan tingkat komitmen politik yang tinggi. Di bawah ini adalah butir-butir kesepakatan dan rencana gerakan (aksi) yang dihasilkan oleh Konferensi Meksikio.

DARI IDE KE AKSI (TINDAKAN):
Kesepakatan tingkat Menteri sebagai hasil Konferensi Promosi Kesehatan di Kota Meksiko, dan merupakan upaya untuk mewujudkan ide-ide menjadi tindakan-tindakan. Kesepakatan upaya untuk mewujudkan ide-ide tersebut secara lengkap adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Menghargai bahwa pencapaian standar kesehatan setinggi mungkin merupakan aset positif bagi kenyamanan hidup dan penting bagi pertumbuhan pembangunan sosial ekonomi dan pemerataan. Menyadari bahwa promosi kesehatan dan pembangunan sosial merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan seluruh sektor yang ada di dalam masyarakat. Mengakui bahwa beberapa tahun terakhir ini, melalui upaya yang serius dari pemerintah dan masyarakat telah terjadi perbaikan dan kemajuan di bidang pelayanan kesehatan. Menyadari bahwa walaupun telah terjadi peningkatan, berbagai masalah kesehatan belum teratasi sehubungan dengan pembangunan sosial ekonomi. Oleh karena itu hal ini bersifat “urgent” dan perlu cermati dalam mencapai kesetaraan di dalam pelayanan kesehatan. Perlu pula disimak bahwa pada saat yang sama, pertumbuhan dan terjadinya penyakit infeksi baru telah mengurangi keberhasilan yang dicapai di bidang kesehatan. Menyadari pentingnya determinan sosial ekonomi dan lingkungan bagi kesehatan dan hal ini membutuhkan mekanisme kolaborasi yang kuat untuk mempromosikan kesehatan di berbagai sektor dan di setiap tatanan masyarakat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 89

5. 6.

KESEPAKATAN MEKSIKO

7. 8.

Sepakat bahwa promosi kesehatan harus menjadi komponen dasar kebijakan dan kegiatan publik di setiap negara untuk mencapai kesetaraan dan kesehatan yang lebih baik untuk semua. Menunjukan ada bukti kuat bahwa strategi promosi kesehatan dalam mempromosikan kesehatan cukup efektif

Berdasarkan pernyataan di atas, maka diperlukan aksi atau gerakan sebagai berikut: 1. 2. 3. Menempatkan promosi kesehatan sebagai prioritas utama baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun di tingkat internasional. Mengambil peran utama dalam pengembangan partisipasi aktif di setiap sektor terkait dan di kalangan masyarakat madani, di dalam implementasi gerakan-gerakan promosi kesehatan dengan memperkuat memperluas kemitraan di bidang kesehatan. Memperkuat persiapan rencana kegiatan di kabupaten/kota di seluruh dunia, bila di butuhkan. Rencana ini akan berbeda sesuai dengan konteks negara yang bersangkutan, namun akan mengikuti pedoman yang disepakati, yakni: a. Identifikasi skala prioritas untu memperkuat kebijakan publik yang berwawasan kesehatan dan program-program lain yang dibutuhkan. b. Dukungan riset dengan teknologi terbaru terhadap prioritas pilihan. c. Mobilisasi finasial dan sumber daya operasional untuk membangun kapasitas sumber data manusia dan institusi untuk pengembangan, implementasi, monitoring dan evaluasi rencana kegiatan di kota/kabupaten 4. Membangun dan memperkuat jaringan promosi kesehatan di tingkat nasional dan intenasional. 5. Melakukan advokasi terhadap lembaga lembaga ddi dalam PBB yang peduli yang peduli akan dampak kesehatan agar menjadi agenda mereka. 6. Memberikan informasi kepada Dierktorat.

Jendral organisasi kesehatan dunia (WHO) agar dicantumkan dalam laporan Badan eksekutif tentang perkembangan program-program di atas. Kesepakatan ini ditanda tangani di Kota Meksiko pada tanggal 5 Juni 2000 dalam bahasa Arab, Cina, Inggris, Perancis, Rusia. Portugis dan Spanyol.

KERANGKA KERJA (RENCANA AKSI) TINGKAT NASIONAL
Konferensi ke lima di Meksiko juga menghasilkan kerangka kerja rencana aksi (plan of action) program promosi kesehatan tingkat nasional : Menjembatani kesenjangan dalam kesetaraan merupakan tantangan terbesar bagi promosi kesehatan. Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi yeng efektif untum mengurangi kesenjangan ini. Untuk mencapai kesehatan bagi semua, harus fokus pada upaya peningkatan kondisi yang kondusif pada kelompok-kelompok marjinal di tiap lapisan masyarakat, baik di negara-negara berkembang maupun di negara maju.

90

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

Partisipasi: Publik. 4. kapasitas manusia dan institusi untuk menentukan determinan kesehatan pokok. maupun horizontal seperti perpedaan perlakuan jender dan perbedaan kesempatan lainnya. Semua ini harus dipertimbangkan dalam pencapaian kesempatan sama dalam peluang kesehatan secara global. dan rumusan tersebut mencakup : 1. Setiap negara akan mempersiapkan perencanaan berdasarkan kondisi lingkunngan. Secara umum. Adaptabilitas: Rencana aksi harus tanggap terhadap kebutuhan lokal. program dan investasi yang tersedia di negara masing-masing. Mengintegrasikan program promosi kesehatan ke dalam agenda reformasi sistem pelayanan kesehatan. Prinsip Pencapaian Keberhasilan Rencana aksi tersebut akan akan berhasil secara efektif bila memenuhi prinsip-prinsip anatara lain sebagai berikut: 1. perorangan dan sektor-sektor yang ada di setiap lapisan masyarakat akan dirangsang untuk terlibat aktif dalam tahap persiapan rencana aksi yang difasilitasi oleh Menteri Kesehatan. 6. Meningkatkan partisipasi dan memelihara lingkungan yang kondusif untuk memperkuat kohesi atau kesatuan masyarakat serta modal sosial. Strategi yang dikembangkan telah difahami (komprehensif) 5. tatanan. 2. Mempunyai sasaran dan tujuan yang jelas 2. Peran dan tanggung jawab “stakeholder” sudah diklarifikasi dan diterima 3. Mengarahkan perhatian pada kesetaraan sosial dan kesetaraan jender di setiap tingkat pemerintahan maupun berbagai sektor yang ada dalam masyarakat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 91 . Perencanaan meliputi mekanisme untuk monitoring dan evaluasi Pertimbangan-pertimbangan kunci dalam mewujudkan rencana aksi tersebut di atas juga di rumuskan. 3. penjelasan tentang konferensi ini bertujuan memberikan gagasan untuk pengembangan suatu kerangka kerja (framework) perencanaan kegiatan di tingkat kota/kabupaten untuk menindak lanjuti kesepakatan yang dihasilkan oleh konferensi Promosi Kesehatan di Meksiko. Menunjang pengembangan pengetahuan dan pemahaman untuk membangun potensi sumber data manusia dan kapasitas institusi/organisasi. Secara khusus. 5.KESEPAKATAN MEKSIKO Promosi kesehatan selama ini telah banyak berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan baik vertikal seperti perbedayaan kaya-miskin. Kontribusi ini diselenggarakan melalui perencanaan partisipatif. Menempatkan kesehatan sebagai dasar hak azasi manusia serta sebagai sumber untuk pembangunan sosial ekonomi Memobilisasi dana dan sumber data teknis untuk membangun kelangsungan hidup masyarakat. Mekanisme yang transparan untuk akuntabilitas 4. kerangka kerja ini bertujuan: 1. 2.

Melaporkan secara periodik kepada panitia regional dan pertemuan organisasi kesehatan dunia tentang kemajuan yang dihasilkan oleh rencana aksi tersebut di atas. organisasi-organisasi bilateral dan multi lateral. dukungan ekonomi. Proses perkembangan dan implementasi rencana di tiap Negara akan menghasilkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama sehingga dapat meningkatkan kapasitas untuk menjembatani kesenjangan dalam pemerataan. terutama dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia pada setiap negara. penelitian yang terpusat pada implementasi. 3. IUHPE dan Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya. seperti jaringan institusi. 4. Hal ini menggambarkan bahwa dukungan akan diperoleh. akademisi. 92 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Keluaran (outcomes) yang diharapkan Berdasarkan pernyataan hasil konferensi Promosi kesehatan di Meksiko. Mereka harus dapat berkordinasi dengan departemen dan kementrian lain di tingkat yang lebih tinggi. Pusat Promosi Kesehatan. Menteri Kesehatan memiliki komitmen untuk mendukung dan memfasilitasi proses ini. koperasi dan sebagainya. regional dan internasional dalam rangka promosi kesehatan.KESEPAKATAN MEKSIKO 3. Feasibilitas: aktivitas yang diajukan harus memperhitungkan waktu yang sesuai. seperti WHO. termasuk sektor non-kesehatan. Terukur: Evaluasi proses dan dampak harus dilakukan Inovasi: Proses pengembangan rencana harus melibatkan pendekatan baru dalam komunikasi dan dapat merangsang tumbuhnya kegiatan kreatif serta dialog. 5. sektor swasta. kebijakan legal dan sosial serta kapasitas yang tersedia untuk memperkuat kemitraan dan aliansi. maka langkah-langkah di bawah ini perlu diambil: 1. sehingga memungkinkan sumber data yang ada. Program-program pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Dukungan dan Fasilitas Pengembangan rencana aksi ini harus dapat membangun atau memperkuat infrastruktur yang ada. 2. PAHO. Melakukan advokasi tentang tentang dampak kesehatan dari agenda masingmasing. kelompok asuransi sosial. Mitra-mitra lain yang dianggap relevan untuk juga perlu dilibatkan. Yayasan Prormosi Kesehatan Nasional. Memperkuat jaringan nasional.

d. LSM. yang meliputi: a. Diantara perangkat yang digunakan untuk identifikasi masalah. Penilaian Kebutuhan (needs assessment) meliputi: “ Identifikasi skala prioritas isu-isu kesehatan yang penting “ Identifikasi asset-aset yang ada. Tujuan pencegahan untuk meniadakan penyakit. Definisi masalah meliputi telaah (review): (a) Informasi epidemiologis dan demografis. Menentukan skala prioritas. Tujuan yang jelas dan hasil yang diharapkan sesuai dengan waktu yang tersedia. legislasi. Perangkat yang dapat memberikan diskriminasi positif untuk mengurangi perbedaan adalah mengarahkan sasaran pada: kegiatan spesifik kelompok spesifik. (c) Kebutuhan masyarakat sesuai dengan skala prioritas . sedangkan promosi kesehatan bertujuan untuk menciptakan dan memelihara lingkungan yang PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 93 . Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dan survei-survei lainnya. Langkah dalam tahap ini biasanya terdiri dari daftar masalah yang harus diselesaikan. Dampak yang diharapkan dan indikator pencapaian harus diidentifikasi secara jelas. Rencana aksi di tingkat nasional sebaiknya dikembangkan berdasarkan data dan pengalaman yang terpercaya. WHO. Tujuan akhir rencana promosi kesehatan adalah untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dan individu serta uintuk mencapai tingkat kesetaraan dalam kesempatan kesehatan. analisis fakta dari program-program lain. lembaga-lembaga agama. b. mencakup anggota masyarakat. seperti kebijakan. b. UN serta penyandang dana. Fokus dari pencegahan penyakit dan promosi kesehatan sedikit berbeda. Kriteria untuk menentukan sasaran tergantung pada kebutuhan dan keluaran yang diharapkan.sektor swasta. Kombinasi strategi untuk menjembatani kesenjangan kesetaraan dalam rencana aksi promosi kesehatan merupakan suatu yang vital. perlu menelaah teori-teori sosial dan perilaku serta model-model intervensi. Proses Perencanaan: a. c. meliputi konsultasi bagi anggota masyarakat. kebanyakan memerlukan pengukuran untuk mengontrol dan mencegah terjadinya penyakit yang spesifik.KESEPAKATAN MEKSIKO STRATEGI OPERASIONAL 1. akademisi. Dalam rangka mencari solusi dan ide-ide untuk aksi yang diajukan. tujuan dan hasil yang diharapkan. PAHO. (b) Riset perilaku dan sosial mengenai determinan kesehatan. sumber data manusia dan sumber daya alam yang tersedia “ Identifikasi kapasitas sumber data manusia dan infrastruktur yang tersedia. kebutuhan dan isu-isu merupakan “pohon masalah”. Proses identifikasi kebutuhan dan penentuan skala prioritas harus melibatkan anggota masyarakat dan sektor-sektor publik dan swasta yang relevan. terutama di bidang kesehatan harus nyata Keterlibatan “stakeholder” dan kontributor kunci harus diarahkan pada tingkat yang tepat. Kontribusinya terhadap pengembangan perencanaan nasional.

institusi kesehatan. Promosi Kesehatan pada prinsipnya diarahkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. usaha kesehatan sekolah. Konsultasi dan komunikasi juga perlu ditingkatkan. penyelenggaraan pendidikan keterampilan diri serta mengembangkan kondisi dan gaya hidup sehat. Sekolah dan Universitas. Lembaga Swadaya Masyarakat. c. bukan pada konsekuensi yang ditimbulkan faktor-faktor tersebut. sosial budaya dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan yang aman dan sehat. subyek utama (target sasaran). pendekatan terhadap kelompok-kelompok politik. kerja sama lintas sektor merupakan keharusan. upaya penyadaran masyarakat dan lobi politik. 94 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . adanya tumpang tindih antar sektor juga harus diperhitungkan dengan teliti ketika merencanakan suatu strategi promosi kesehatan. juga sangat efektif. Pemilihan strategi dan intervensi yang paling efektif Upaya ini meliputi pemilihan dan pertimbangan arah gerakan yang sesuai dengan situasi obyektif. Selama proses berlangsung. Strategi komunikasi sosial yang meliputi program penyiaran dan media cetak. tujuan yang diharapkan. serta setting tempatnya. Sedangkan strategi mobolisasi sosial. kelompok-kelompok tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan dan swasta. bentuk dan mekanisme intervensi. penguatan jaringan kelompok pendukung. penguatan kelompok keluartga pendukung. seperti pengambil keputusan dan pembuat kebijakan. Gerakan Promosi Kesehatan sering kali menggunakan strategi pendidikan seperti pendidikan informal bagi masyarakat. Advokasi merupakan strategi yang sangat penting penting. Ketika skala prioritas telah tersusun. sektor terkait dan institusi lainnya. yang meliputi pengembangan masyarakat.KESEPAKATAN MEKSIKO kondusif bagai kesehatan. terutama kepada jaringan yang lebih luas. Dengan proses ini maka diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pihak-pihak yang terlibat: anggota masyarakat. fasilitasi kelompok. Disamping itu. pendidikan pada pasien. yang mencakup lobi. akibat yang ditimbulkan serta faktor risiko. Mengingat keragaman faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. teknik intervensi (mekanisme penjenjangan). penjaminan perlindungan pada tingkat kebijakan dan komunitas. Selanjutnya rencana aksi yang telah dibuat perlu dilakukan uji coba (pre-test) metode dan bahan-bahan yang akan digunakan. Strategi Promosi Kesehatan yang terbukti sangat efektif adalah kombinasi gerakan atau aksi-aksi komplementer yang berasal dari sektor-sektor berbeda yang ada di dalam masyarakat Mitra yang paling umum dalam gerakan tersebut adalah agenagen pemerintah. Telah sumber-sumber dan aset yang tersedia merupakan suatu yang penting. maka tujuan dan hasil yang diharapkan dapat ditentukan. Namun keduanya berkontribusi dalam penyelenggaraan sistem kesehatan secara menyeluruh. Terutama antar sektor ekonomi. pelatihan untuk meningkatkan keterampilan diri. Media massa. komunikasi masa spesifik dan sebagainya kerap digunakan untuk memperkuat gerakan promosi kesehatan.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 95 . sikap. sehingga kegiatan dapat dilaksanakan. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan serta merangsang terciptranya gaya hidup sehat di setiap lapisan masyarakat. Dalam implementasi. Ukuran tentang pemahaman tentang kesehatan. harus terukur secara spesifik. c. Kemudian perencanaan dengan mudah dapat di rancang dengan baik. antara lain seperti di bawah ini: a. pencarian pemimpin masyarakat yang potensial mampu untuk mengendalikan konflik kepentingan yang mungkin terjadi. bahkan di tingkat desa b. Evaluasi hasil (Outcome evaluation) harus dapat mengukur indikator yang berbeda dari hasil yang diharapkan. kabupaten dan kecamatan. tendensi perilaku. pengembangan aset dan sumber data. Peningkatkan kesadaran public dan para pelaku politik diberbagai lapisan. 3. 2. propinsi. politisi dan akademisi secara luas. Bagaimana pesan-pesan promosi kesehatan dapat dikomunikasikan secara efektif. keterampilan personal dan kepercayaan diri. Memperkuat gerakan masyarakat dalam upaya kesehatan e. motivasi. dan jaminan infrastruktur yang tepat untuk promosi kesehatan. Rencana aksi upaya promosi kesehatan yang efektif harus melibatkan berbagai macam kegiatan seperti di bawah ini: a. Perencanaan untuk monitoring dan kendali mutu juga harus dikembangkan. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi setiap kegiatan yang sedang berlangsung serta melakukan telaah (review) secara berkala dapat memberikan informasi atau peringatan secara dini terhadap masalah atau kendala yang dihadapi. Informasi ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan pengarahan kembali untuk rencana kegiatan selanjutnya. Menawarkan atau mengusulkan kebijakan public yang berwawasan kesehatan d. lengkap dengan mekanisme untuk melakukan kaji ulang hasil yang telah dicapai. yang meliputi tingkat pengetahuan. Sekali kebutuhan dan skala prioritas telah ditentukan maka tujuan dan hasil yang diharapkan sudah dapat dikembangkan. Pendekatan lain menyatakan bahwa setiap keputusan tergantung pada sponsor. Akibat atau hasil kegiatan yang tidak diharapkan juga harus dicatat dengan teliti dan segera dicari solusinya. semua sumber harus memiliki tingkat kesiapan yang tinggi dengan semangat kerja sama yang setara.KESEPAKATAN MEKSIKO aktivis dan birokrasi. Implementasi Dalam implementasi penekanan harus pada penguatan kapasitas masyarakat di setiap lapisan. Ukuran hasil dari upaya promosi kesehatan dapat mencakup beberapa indikator. seperti tingkat pemerintah pusat. Ada beberapa pendekatan dalam melakukan evaluasi. Salah satunya menganggap bahwa dalam menentukan tujuan dan kegiatan yang harus dilakukan tergantung pada keputusan masyarakat yang bersangkutan.

Ukuran dampak kesehatan yang meliputi penurunan tingkat kesakitan. kebebasan dari kekerasan dan berbagai bentuk penyalahgunaan. alcohol. diskriminasi positif dan pemerataan atau keadilan. d. keadilan sosial dan persamaan hak. Pengembangan Kebijakan Publik yang Berwawasan Kesehatan Merupakan sebuah mekanisme untuk melakukan infestasi di bidang kesehatan dan pengembangan sumber data manusia dan sosial yang berkelanjutan. norma sosial dan opini publik Ukuran yang mencakup unsur kebijakan public yang berwawasan kesehatan yang meliputi pernyataan politik. yang meliputi membatasi akses dalam penggunaan tembakau.kematian dan ketidak mampuan. g. Ukuran lingkungan sehat. Ukuran kondisi kesehatan dan gaya hidup sehat (healthy lifestyle) yang meliputi unsur-unsur penggunaan tembakau. jaringan dukungan sosial. Determinan ini mencakup : 1) Kesempatan kerja 2) Keamanan finansial 3) Perumahan yang memadai 4) Akses terhadap pendidikan yang berkualitas 5) Makanan yang aman dan sehat 96 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . e. penyediaan lingkungan positif bagi anakanak dan kelompok usia lanjut. Ukuran pengembangan kapasitas (capacity building) yang meliputi ukuran kelangsungan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan. situasi aman dan damai. alkohol. Pengembangan kebijakan publik yang berwawasan kesehatan meliputi idendifikasi faKtor-faktor perlindungan lingkungan fisik dan psiko sosial yang berkontribusi terhadap perbaikan determinan kesehatan. f. h. rasio tentang faktor-faktor yang protektif dan berisiko pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya. kemandirian. serta faktor-faktor sosial budaya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan.KESEPAKATAN MEKSIKO b. pemberdayaan masyarakat. obat-obat terlarang. regulasi. aktivitas fisik. legislasi. pilihan dan kesempatan untuk memperoleh makanan sehat. Ukuran efektivitas pelayanan kesehatan. Ukuran dampak sosial yang meliputi kualitas hidup. c. akses ke tempat-tempat pelayanan kesehatan. alokasi sumber daya. Ukuran pengaruh dan gerakan masyarakat. yang meliputi penyediaan pelayanan pencegahan. pemerataan pendidikan. Kebijakan publik yang sehat merupakan merupakan mekanisme kunci untuk menjamin prasyarat kesehatan yang mencakup kesempatan kerja.kompetensi psiko sosial serta keterampilan diri. i. unsur budaya dan perilaku. MEKANISME AKSI (MECHANISM FOR ACTION) Lima (5) Mekanisme aksi pelengkap yang di usulkan dalam konferensi ini adalah sebagai berikut: 1. narkoba. yang meliputi unsur partisipasi masyarakat.

keluarga dan individu dari faktor risiko dan kondisi yang memungkinkan pilihan sehat menjadi lebih mudah. Kebijakan publik yang berwawasan kesehatan merupakan dekrit . Tersedianya transportasi yang aman. Menciptakan lingkungan yang mendukung Pada tahun 2010. Pedoman yang ada perlu mengadopsi pendekatan yang tepat untuk mengidentifikasi instrument pengukuran di tingkat lokal dan pengukuran yang terkait dengan makro ekonomi dan kebijakan umum yang berhubungan dengan kesehatan. pemimpin masyarakat dan swasta untuk mengembangkan rtencana aksi serta menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif. Kebijakan publik yang berwawasan kesehatan melindungi masyarakat. sekolah. isu-isu legislatif yang menyangkut kesehatan jelas bukan tanggung jawab Departemen atau kementrian kesehatan saja. di rumah. Pada situasi seperti ini. Di tingkat nasional. seperti air bersih. Situasi ini akan meningkatkan kekhawatiran dalam hal alokasi sumber daya.KESEPAKATAN MEKSIKO 6) 7) 8) 9) Akses terhadap informasi. di satu sisi. perwakilan dari sektor yang berbeda. sanitasi dan pencegahan polusi. Keterkaitan antara lingkungan sosial dan lingkungan psikologis juga harus benar-benar dipertimbangkan. distribusi pendapatan dan pemerataan pelayanan. Di sisi lain. tempat bermain dan sebagainya. Kesempatan untuk mengembangkan keterampilan diri Kebijakan publik yang berwawasan kesehatan sering kali diterjemahkan dalam perundang undangan yang dapat melindungi kondisi yang diperlukan untuk mengembangkan gaya hidup sehat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 97 . peraturan tersebut merupakan alat untuk memutuskan tanggung jawab politis tertentu di tingkat ini. Kebijakan harus tercermin di berbagai tingkat. Di tingkat lokal. Tim multi sektor di seluruh dunia harus berjuang bersama untuk merencanakan strategi yang akan menciptakan lingkungan yang mendukung dan meningkatkan status kesehatan di setiap lapisan masyarakat. Lingkungan yang sehat dan aman tercipta oleh berbagai investasi sektor-sektorn yang terkait dengan kesehatan. dan mengadopsinya untuk kebutuhan lokal. peraturan yang dibuat berfungsi ganda. di mana kekerasan merupakan isu utama. mayoritas populasi dunia dan aktivitas ekonomi akan berada di daerah perkotaan. peraturan dan norma-norma yang diadopsi oleh negara untuk menjaga stabilitas kondisi sosial ekonomi yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat 2. Ketersediaan fasilitas rekreasi dan aktivitas fisik. Kemiskinan dan ketidak merataan menimbulkan masalah lingkungan psikososial. peraturan-peraturan tersebut dapat menyediakan berbagai instrument untuk mempraktikan aspek-aspek konkrit dari kebijakan nasional. promosi kesehatan memberikan beberapa inisiatif untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan kemitraan di antara otoritas lokal tertpilih.

Di tingkat lokal. Reorientasi Pelayanan Kesehatan Reorientasi sistem pelayanan kesehatan merupakan suatu proses adaptasi atau penyesuaian struktur dan fungsi terhadap permintaan baru daalam kesehatan. Hal ini harus menjadi pertimbangan untuk melakukan evaluasi dan analisis yang cermat guna memperkuat gerakan masyarakat. dimana keluarga menetap dengan tradisi dan kebiasaankebiasaan historis. bahwa kesehatan ditentukan oleh faktor biologis. Pemberdayaan memberikan suatu gagasan untuk melakukan kendali secara personal dan kemampuan untuk melakukan perubahan kondisi sosial dan kesehatan melalui mobilisasi kolektif dan menghilangkan rasa ke tidak berdayaan atau ketidakmampuan. Peningkatan kesetaran dan 6. pelayanan kesehatan harus bekerja daalam satu aliansi dengan sektor-sektor lain yang terkait dengan kesehatan. hal ini merupakan jaminan bahwa para petugas kesehatan ditempatkan secara tepat untuk menciptakan dan memlihara mekanisme yang dapat memberdayakan individu. terminologi “Komunitas” atau masyarakat mempunyai arti dalam konteks yang berbeda. Pada kenyataannya. Memperluas desentralisasi Seperti telah diketahui bersama. Memperkuat Gerakan Masyarakat Gerakan masyarakat merupakan konsep yang menarik dan kompleks. menciptakan kesempatan yang sama dalam akses dalam pemanfaatan dan pelayanan kesehatan yang bermutu tetapi juga harus dalam hal penelitian dan koreksi-koreksi terhadap faktor-faktor negatif yang dapat menghambat pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat. Konsekuensinya adalah. Keterlibatan lintas sektor 4. 98 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Strategi pertumbuhan (pembangunan) kesehatan 3. Komponen yang paling umum adalah: 1. Secara tradisional. Partisipasi masyarakat 5. gaya hidup dan faktor lingkungan. Untuk pelayanan kesehatan dasar. Konsep yang utuh tentang kesetaraan di dalam pelayanan kesehatan harus menghasilkan bukan saja mencakup seluruh populasi.KESEPAKATAN MEKSIKO 3. Pengukuran upaya preventif 2. keluarga. Hal ini telah merubah hambatan geografis dengan adanya bantuan teknologi komunikasi dan transportasi. 4. hal ini berarti merubah bentuk pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Manusia tidak lagi tinggal dekat dengan tempat kerja dan fasilitas pendukung tidak lagi menjadi hambatan geografis. petugas kesehatan memegang peran penting dalam melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan membantu mereka untuk berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan. tempat-tempat untuk kegiatan masyarakat dan sekolah. pengertian komunitas sebagai suatu area geografis dengan institusi-institusi formal seperti tempat ibadah. populasi dan masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan di tingkat nasional.

pilihan gaya hidup seseorang. Jauh dari berbagai bentuk ketergantungan. Dalam promosi kesehatan merupakan pelengkap. Walaupun banyak sekali faktor yang mempengaruhi kesehatan berada di luar jangkauan individu. diet. Perbedaan antara pemberdayaan perorangan dengan kelompok lebih pada tatanan teori ketimbang realitas. Pengembangan Keterampilan Individu. pelayanan. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 99 . informasi dan kontaksosial yang baru. 5. tetapi juga dalam jaminan efektivitas kegiatan atau aksi masyarakat.KESEPAKATAN MEKSIKO Partisipasi dalam proses pengambilan keputusan sangat menggairahkan bukan saja dari sudut pandang etis. Pemahaman masalah mengenai kemampuan individu dalam menghadapi masalah yang menimpanya merupakan dasar dari gerakan kolektif untuk terjadinya suatu perubahan sosial. setiap individu harus menjaga identitas sosialnya ketika menerima materi pendukung. Pencapaian tujuan-tujuan promosi kesehatan tergantung pada implementasi strategi yang tepat di dalam lima area ini. seperti penggunaan tembakau dan alkohol. latihan kebugaran tubuh dan perilaku seksual juga dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan. Di dalam jaringan pendukung sosial. 5 (lima) mekanisme aksi ini. Pilihan seseorang dapat dimulai dengan suatu gerakan untuk memperkuat ketahanan pada kelompok-kelompok yang rentan.

.

.

102 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

dan d) keturunan. KEMITRAAN DALAM KONTEKS GLOBAL Tujuan dihasilkannya Piagam Bangkok adalah untuk menegaskan bahwa kemitraan adalah strategi yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan. yeperti telah disebutkan juga pada bab sebelumnya. kesetaraan dan keadilan. komitmen dan janji yang diperlukan untuk mengatasi berbagai problematika kesehatan di era globalisasi melalui promosi kesehatan. b) perilaku. Berbagai masalah kesehatan. kekurangan dan kelebihan gizi. dengan tema : promosi kesehatan dalam dunia yang mengglobal atau “Health Promotion in a globalized world”. sampai dengan HIV/AIDS disebabkan oleh perilaku. Hendrik L Blum (1974). Wabah flu burung terjadi karena manusia memelihara unggas secara tidak higienis. serta dugaan adanya PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 103 . faktor perilaku dan lingkungan menempati kedudukan yang sangat strategis. tanggal 7-11 Agustus 2005. Namun upaya tersebut tidaklah mudah. Diare dapat terjadi karena orang tidak mau (perilaku) minum air yang telah di masak. Konferensi ini menghasilkan Piagam Bangkok (Bangkok Charter) tentang promosi kesehatan untuk dunia yang mengglobal.PIAGAM BANGKOK BAB 7 PIAGAM BANGKOK PROMOSI KESEHATAN DALAM GLOBALISASI Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke enam dilaksanakan di Bangkok-Thailand. Dari sisi kesehatan masyarakat. kesakitan. yaitu: a) lingkungan. Kesehatan telah dinyatakan sebagai hak dasar manusia. sehingga semua negara dan pemerintahan wajib melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan status kesehatan warga negaranya. Konferensi diikuti oleh sekitar perwakilan peserta dari sekitar 90 negara. Lingkup piagam ini adalah mengidentifikasi aksi. mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan. Secara sederhana penjelasannya adalah tidak ada masalah kesehatan tanpa peran perilaku manusia. c) pelayanan kesehatan. kapitalisme. serta penindasan oleh pihak yang satu pada pihak yang lain. yang seringkali membawa ekses persaingan bebas. di tengah arus pembangunan nasional dan global. misalnya ketidakbugaran. Secara alamiah globalisasi kerapkali diberikan makna sebagai suatu proses dan gejala hilangnya sekat-sekat negara dalam percaturan dunia. sehingga dapat hidup lebih lama dalam kondisi yang baik atau berkualitas.

terkait dengan pembangunan kesehatan masyarakat desa. konferensi internasional promosi kesehatan pertama yang menghasilkan deklarasi Ottawa tahun 1986 adalah tonggak penting yang mensinergikan peran pemerintah. lingkungan dan hak asasi manusia. sebab dan peran penting faktor perilaku pada kejadian dan berkembangnya masalah kesehatan yang dapat meluas menjadi masalah sosial yang lebih besar. serta gerakan masyarakat pada berbagai area. dan menurunkan kejadian diare pada kelompok miskin melalui peningkatan praktik cuci tangan. menurunkan kualitas hidup manusia. Oleh karenanya peran strategis promosi kesehatan dalam pemecahan masalah kesehatan semakin mengemuka. Jong-Wook menunjukkan bahwa peran signifikan dari promosi kesehatan. Deklarasi Ottawa juga dapat dilihat sebagai pernyataan yang bersifat jauh ke depan. promosi kesehatan terbukti dapat meningkatkan praktik diet dan aktivitas fisik para pria. Deklarasi ini sekaligus menjadi penanda perubahan pendekatan promosi kesehatan. Semua masalah tersebut. Thailand dan Uganda. meningkatkan peran masyarakat Singapura dalam berolahraga. kesehatan untuk semua. misalnya kesehatan perempuan. Promosi kesehatan juga terbukti dapat menurunkan infeksi baru HIV/AIDS di Brazil. sehingga tidak mungkin faktor perilaku tidak hadir sebagai pilar dalam setiap pemecahan masalah kesehatan. promosi kesehatan untuk keselamatan berkendara dapat mengurangi kematian akibat kecelakaan hingga 31% dalam kurun waktu 1989-1994. dapat menurunkan Usia Harapan Hidup (UHH). sehingga berkontribusi pada menurunya kematian karena penyakit jantung lebih dari 73% dalam 25 tahun. akademisi dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. termasuk di dalamnya konferensi promosi kesehatan di Sundsvall tahun 1991 yang memberikan tekanan terhadap kelestarian lingkungan yang mendukung. d) Di Australia. diakibatkan karena kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama. menyebabkan penderitaan serta merugikan secara sosial ekonomi (memiliki sosial cost dan mengakibatkan economic loss). c) Di California.PIAGAM BANGKOK mutasi gen pada virus yang tadinya hanya menyerang burung menjadi patogen bagi manusia akibat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia juga. Implementasi Deklarasi Ottawa dalam bentuk program promosi kesehatan terbukti mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan. yaitu: a) Memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap sasaran program kesehatan masyarakat. promosi kesehatan dalam pengendalian (konsumsi) tembakau dapat mengurangi kejadian kanker paru sekitar 14% dalam 10 tahun. dari pendekatan yang menempatkan individu sebagai penyebab masalah. b) Di Karelia Utara-Finlandia. Sebagaimana diketahui. Oleh karena. bergeser membidik 104 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Gangguan pernafasan yang membuat orang menderita emfisema ketika berusia lanjut. Amerika Serikat.

Pada saat yang sama berkembang pendekatan gerakan “Kota Sehat” (HEALTHY CITY) dengan pendekatan promosi kesehatan. prinsip-prinsip dan strategi promosi kesehatan yang dideklarasikan dalam Piagam Ottawa untuk promosi kesehatan. Pemberdayaan dapat dilihat sebagai upaya promosi kesehatan. Sebagai suatu konsep. Piagam Ottawa (1986) telah menyatakan bahwa “partisipasi adalah elemen utama dalam definisi promosi kesehatan”. sebab memerlukan berbagai peningkatan. pemberdayaan masyarakat mengemuka sejak dicanangkannya Strategi Global WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan se Dunia) tahun 1984. b. Promosi kesehatan dilakukan berdasarkan pemenuhan hak asasi manusia serta mencakup berbagai upaya meningkatkan kualitas hidup. Dalam konferensi tersebut dinyatakan: a. jejaring dan kemitraan. Wallerstein dan Bernstein (1988) menyatakan bahwa pendidikan untuk pemberdayaan masyarakat diadopsi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan adalah proses membantu masyarakat untuk meningkatkan kontrol atas determinan kesehatannya. Dengan demikian. misalnya peningkatan dalam informasi dan pengetahuan. pembiayaan. dan menjaga kelestarian (sustainability) program.PIAGAM BANGKOK determinan-determinan kesehatan perubahan ini tidak mudah. yang ditindaklanjuti dengan rencana aksi dalam Piagam Ottawa (1986). Wallerstein (1992) mengatakan pemberdayaan diadopsi ke dalam promosi kesehatan sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas program. serta mencakup pula upaya meningkatkan kesehatan mental dan spiritualnya. Berikutnya Nutbeam mengatakan bahwa pemberdayaan adalah inti dari promosi kesehatan (1998). sebagai pelengkap dari strategi promosi Ksehatan yang telah dirumuskan oleh WHO tahun 1984. serta kebijakan. serta direkomendasikan oleh World Health Assembly. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 105 . PENEGASAN KEMBALI PERAN PROMOSI KESEHATAN Konferensi Bangkok juga menegaskan kembali tentang peran promosi kesehatan dalam menanggulangi berbagai permasalahan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pemberdayaan telah diadopsi sebagai salah satu tujuan promosi kesehatan. Deklarasi Jakarta (1997) antara lain juga menyatakan bahwa pemberdayaan dari individu-individu sebagai tujuan dari promosi kesehatan. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap manusia yang harus dapat diperoleh tanpa diskriminasi. menular maupun tidak. Dalam deklarasi tersebut dinyatakan bahwa promosi kesehatan dilakukan melalui 5 strategi. individu dapat terhindar dari berbagai ancaman kesehatan dan penyakit. Promosi kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan individu untuk mengontrol tingkah laku dan lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan. c. Piagam Bangkok dirumuskan berdasarkan nilai-nilai.

di satu sisi memberikan banyak harapan akan meningkatnya keberdayaan dan independensi masyarakat di berbagai belahan bumi dalam memilih dan menindaklanjuti perilaku yang dipandang paling tepat guna meningkatkan kesehatannya. mortalitas pada saat resesi justru turun lebih cepat dibandingkan pada saat mereka baru mulai membangun. 2. semakin berkembang semakin jauh meninggalkan kemajuan peradaban negara-negara selatan. c) skrining dan vaksinasi untuk melawan kanker serviks. Keterpajanan pada informasi melalui media komunikasi massa serta kurangnya kontrol pemerintah terhadap siaran televisi menjadi salah satu penyebabnya. yaitu sebagian negara yang dahulu disebut negara-negara utara. Pola baru dalam konsumsi dan komunikasi Meningkatnya kesejahteraan masyarakat. serta penyakit lain telah membebani kesehatan masyarakat pada berbagai negara terbelakang. Dengan demikian terjadi peningkatan kesenjangan di dalam dan antar negara. yaitu: a) mengendalikan konsumsi tembakau. misalnya penyakit jantung koroner. Secara perlahan masyarakat mulai berkenalan dengan makanan dari luar negeri yang mungkin kurang cocok secara ekologis dan akhirnya berakibat buruk bagi kesehatannya. Berbagai penyakit degenerative. Jha dan Chen menyarankan agar negara-negara berkembang dan miskin menempuh 4 strategi dalam rangka mengurangi beban kesehatan. Globalisasi telah menyertai meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Kesenjangan intra dan antar negara Ekses globalisasi telah sedemikian dalam. Implikasinya adalah bahwa problematika kesehatan masyarakat di negara berkembang jauh lebih involutif (rumit. di antaranya : 1. dan d) penggunaan obat-obatan yang murah untuk penyakit pembuluh darah . Bahkan pada negara-negara maju. b) vaksinasi hepatitis B. Bezruchka menunjukkan bahwa pada negara yang kaya. yang berkonotasi negara maju. 106 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . promosi kesehatan telah berkembang sedemikian rupa karena berbagai faktor.PIAGAM BANGKOK Dibandingkan dengan pada awal perkembangannya. resesi ekonomi tidak berpengaruh besar pada tingkat mortalitas. Tidak mengherankan status kesehatan masyarakat di negara-negara maju jauh lebih tinggi dari pada negara-negara yang sedang berkembang. Pola konsumsi sebagian masyarakat telah berubah. utamanya karena penyakit kronis. padahal negara-negara berkembang justru mempunyai tabungan anggaran yang jauh lebih kecil. namun disisi lain juga menjadi ancaman baru dalam bidang kesehatan. kompleks) dari pada negara maju. atau lebih tepat disebut negara terbelakang. obesitas.

Berbagai persoalan kesehatan yang solusinya adalah keadilan dalam akses pelayanan seringkali dihambat oleh komersialisasi. Komersialisasi Komersialisasi adalah dampak dari kapitalisme. Yang terjadi sekarang adalah bahwa lingkungan terus berubah.PIAGAM BANGKOK Bahkan studi antar negara yang dilakukan oleh WHO juga menunjukkan bahwa semakin sering menonton televisi juga disertai dengan meningkatnya konsumsi makanan yang manis dan soft drink serta menurunnya konsumsi sayur dan buah. di satu sisi menjadi stimulan perkembangan peradaban suatu bangsa. Namun ketidakmerataan masih tetap terjadi. misalnya menggunakan telepon sambil mengemudikan kendaraan terbukti meningkatkan ancaman kesehatan dan mengakibatkan menurunnya produktivitas masyarakat. Faktor lain yang tidak kalah besar pengaruhnya adalah dampak penggunaan alat-alat komunikasi. diare. Kesehatan yang semula adalah produk sosial berubah menjadi komoditas yang bernilai komersial . oleh karenanya telah dilakukan berbagai program untuk menjamin masyarakat tetap terlayani kebutuhannya akan pelayanan kesehatan. Fenomena ini turut serta mendorong agar promosi kesehatan senantiasa memperbaharui diri. pada awalnya pelayanan kesehatan dapat dianggap sebagai produk sosial. misalnya infeksi menular seksual. namun pada sisi yang lain juga berpengaruh pada meningkatnya berbagai penyakit. Berbagai penyakit disebabkan oleh kualitas lingkungan. bahkan cenderung semakin menurun kualitasnya. demam berdarah. Kesadaran akan kondisi jalanan dan respon pengemudi mengerem kendaraannya terganggu akibat menggunakan mobile phone . serta berbagai penyakit dan ancaman kesehatan lain. Namun perubahan dalam arus utama peradaban telah menggeser wajah pelayanan dari institusi penolong menjadi institusi komersial. Tujuannya adalah agar semua warga negara terjamin hak-haknya untuk memperoleh pelayanan tanpa ada diskriminasi. Perubahan lingkungan global Dalam pandangan klasik. sehingga dari sisi promosi kesehatan yang dapat dilakukan adalah mendorong agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatannya. di mana pelayanan kesehatan lebih tampak sebagai institusi yang membantu masyarakat untuk memperoleh pelayanan. Demikian pula meningkatnya akses komunikasi. 3. Oleh karena itu berbagai penyakit yang 4. HIV/AIDS. Sebagai contoh. Pemerintah Indonesia juga melihat kecenderungan ini. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 107 . lingkungan adalah determinan utama status kesehatan. serta berbagai penyakit yang kerapkali menjadi persoalan kesehatan disebabkan lingkungan. Malaria. Beberapa studi menunjukkan bahwa jeda teknologi dalam penggunaan alat komunikasi.

di semua belahan bumi. utamanya kesehatan. Oleh karenanya dengan semangat meningkatkan derajat kesehatan semua. encephalitis. Beberapa negara yang sudah cukup berhasil mengendalikannya. berbagai persoalan tersebut bukan tak terpecahkan. Untuk itu diperlukan strategi promosi kesehatan yang tepat untuk mengurangi dampak buruk pengaruh tersebut pada perempuan. pola kekeluargaan serta corak sosial budaya masyarakat. meningkatkan pengetahuan. Perempuan biasanya merasakan akibat yang lebih berat. dan demam berdarah dengue (DBD). Beragam masalah kesehatan yang timbul memerlukan strategi penanggulangan yang tidak mungkin seragam. Untuk itu peran teknologi informasi dan komunikasi sangat menunjang. sebagian lagi tidak demikian. serta meningkatkan apresiasi keberadaan masyarakat adat. Meskipun demikian. b) Buruknya pengaruh akibat perubahan ekonomi. Kemajuan peradaban telah mendorong : a. Demikian pula halnya dengan strategi promosi kesehatan yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak buruk urbanisasi. Sebagian negara mempunyai pengalaman yang kaya. bertukar pengalaman. Selain lima hal di atas. sekaligus menjalin kesepakatan untuk menanggulangi problematika kesehatan dan kemanusiaan. Perubahan lingkungan sosial. Dalam tatanan dan semangat sebagai warga dunia. lingkungan belajar. sejalan dengan prinsip kesehatan untuk semua (health for all) maka sudah semestinya negara yang berhasil berbagi pengalaman dengan negaranegara lainnya. sosial dan budaya yang berpengaruh pada lingkungan dan kondisi kerja. Perbaikan mekanisme tata kelola global serta saling berbagi pengalaman. budaya dan ekonomi dapat berpengaruh buruk pada derajat kesehatan. sangat bervariasi. maka saling berbagi pengalaman adalah hal yang utama. Sebagai contoh. serta sangat mudah.PIAGAM BANGKOK berbasis lingkungan juga terus ada dan sulit dikendalikan. Penyakit demam berdarah dengue sudah dikenal sejak abad ke XVII. mengurangi pengucilan dan peminggiran orang cacat. Kemajuan peradaban dan globalisasi telah membuka peluang untuk terselenggaranya kerja sama antar negara guna mengatasi persoalan serta meningkatkan kesehatan. sosial dan budaya berbeda antar jender. Oleh karena itu masuk akal apabila urbanisasi digolongkan sebagai salah satu faktor yang menjadi kendala bagi masyarakat untuk meningkatkan kesehatannya. sekaligus mengurangi jumlah anak yang rentan terhadap masalah kesehatan. di antaranya adalah: a) Faktor-faktor ekonomi. di kemudian hari promosi kesehatan akan menghadapi tantangan-tantangan baru. Secara alamiah kemampuan setiap bangsa dalam mengelola berbagai problematika. Sebagai contoh adalah penyakit malaria. persoalan demam berdarah banyak menimpa negara-negara tropis. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi sehingga antar warga bangsa dapat saling berkomunikasi. namun masih cukup banyak negara yang belum berhasil. b. 108 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

badan-badan organisasi dunia. misalnya malaria menuntut tersedianya kebijakan penanggulangan di tingkat global. investasi dalam kebijakan. termasuk menempatkannya sebagai sasaran dalam Tujuan Pembangunan Millenium (MDG’s). riset dan paham kesehatan d. tindakan dan infrastruktur yang berkelanjutan untuk mengontrol determinan kesehatan c. Afrika. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 109 . termasuk kalangan swasta. alih pengetahuan. Oleh karena itu WHO menggulirkan inisiatif Roll Back Malaria (RBM). advokasi adalah hal yang penting serta perlu terus dilakukan. Dalam kesehatan masyarakat. kepemimpinan. organisasi non-pemerintah dan internasional serta masyarakat sipil untuk menciptakan tindakan yang berkelanjutan. Inisiatif yang bersifat global dengan pendekatan kemitraan dalam pengendalian dan pencegahan malaria diarahkan untuk menurunkan hingga 50% kejadian malaria global. swasta. semua sektor perlu membuat tindakan untuk: a. serta organisasi-organisasi masyarakat. praktik promosi kesehatan. Butir pertama dari Deklarasi Ottawa yang berbunyi membangun kebijakan yang berwawasan kesehatan. bermitra dan membangun aliansi dengan berbagai kalangan publik. Lebih lanjut untuk semakin meningkatkan kemajuan dalam kesehatan. mengatur dan membuat perundangan untuk menjamin perlindungan tingkat tinggi atas bahaya dan memungkinkan kesempatan yang sama bagi semua orang dalam kesehatan dan kesejahteraan e. membawa konsekuensi logis tentang perlunya keahlian advokasi pada tenaga promosi kesehatan. promosi kesehatan telah berhasil menempatkan kesehatan sebagai isu utama pembangunan. Kebijakan yang dibuat sebagai warisan pengalaman dalam perang dunia II serta tergolong cukup efektif tersebut aman bagi manusia. Koherensi dalam menyusun kebijakan tingkat global akan lebih menjamin kepatuhan. membangun kapasitas untuk pengembangan kebijakan. Salah satu kebijakan yang dibuat adalah mengadopsi penggunaan kelambu berinsektisida. Harus diakui bahwa banyak negara belum mampu mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. Berbagai pengalaman telah menunjukkan bahwa kemajuan ke arah kehidupan yang lebih sehat memerlukan komitmen dan tindakan politik yang kuat.PIAGAM BANGKOK KEBIJAKAN KOHERENSI Berbagai problematika kesehatan yang kini banyak menimpa bangsa-bangsa. transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan program. partisipasi masyarakat yang luas dan advokasi yang berkelanjutan. namun yang lebih penting adalah bahwa untuk mencapai MDG’s partisipasi masyarakat sangat diperlukan. advokasi untuk kesehatan dilakukan berdasarkan pada hak asasi manusia dan solidaritas b. Dalam kurun waktu sekitar 20 tahun. Di daerah sub Sahara. yang harus melibatkan pertalian (koherensi) di tingkat pemerintahan setiap negara. morbiditas dan mortalitas akibat malaria terus meningkat lebih dari dua dasa warsa terakhir.

Menjadikan Promosi Kesehatan Sebagai Pusat Agenda Pembangunan Global Perjanjian antar-pemerintah yang disertai komitmen kuat. Ada pula yang mendefinisikan advokasi sebagai upaya mencari dukungan terhadap suatu program (kesehatan) melalui dukungan politis.PIAGAM BANGKOK Terdapat berbagai pengertian tentang advokasi. b) Dilakukan melalui beragam pendekatan yang rasional. c) strategi pemasaran. Dari berbagai definisi tersebut secara umum advokasi harus memuat: a) Upaya pembelaan (terhadap masyarakat melalui) program. Kesehatan adalah topik universal dari aspek kemanusaiaan segenap warga bangsa. d) Dengan hasil akhir berupa dukungan nyata berbentuk kebijakan. Untuk itu diperlukan mekanisme yang efektif dalam tata kelola global bidang kesehatan. c) Menggunakan cara-cara yang bersifat personal formal maupun sistemik. sektor kesehatan memiliki peran kepemimpinan kunci dalam pembangunan kebijakan dan kemitraan untuk promosi kesehatan. salah satu definisi menyatakan advokasi adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi kebijakan publik melalui bermacam-macam bentuk komunikasi persuasif. Beberapa komitmen yang harus ada yaitu menjadikan promosi kesehatan : 1. damai. anggaran maupun fasilitas tertentu. dengan demikian membahas kesehatan dapat terbebas dari sekat-sekat 110 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . keadaan perang maupun konflik. Sektor kesehatan harus mendorong terciptanya kebijakan terpadu dalam pemerintahan. WHO (1989) menyatakan “Advocacy is a combination on individual and action design to gain political commitment. yang dapat meningkatkan kesehatan sangat diperlukan. policy support. pemerintah. b) produk layanan dan. serta tumbuhnya komitmen untuk bekerja sama dengan segenap lapisan masyarakat. Hal ini membutuhkan dialog dan kerjasama antar bangsa. kebijakan. ilmiah. KOMITMEN UNTUK KESEHATAN BAGI SEMUA Dalam rangka mendorong kesehatan sebagai pusat perhatian sektor-sektor lain dalam aktivitas pembangunan. social acceptance and sistem support for particular health goal or programs”. guna mengatasi semua efek yang membahayakan dari kegiatan: a) perdagangan. dalam berbagai situasi. maupun anggaran. Promosi kesehatan harus didorong untuk menjadi bagian integral dari kebijakan domestik dan luar negeri serta hubungan internasional. masyarakat sipil dan sektor swasta. dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah dan badan-badan internasional harus bertindak cepat untuk mengatasi kesenjangan dalam akses dan status kesehatan antara yang kaya dan yang miskin.

di dalam dan di luar sektor kesehatan b. Untuk itu sektor kesehatan. menyediakan pembiayaan yang berkelanjutan untuk promosi kesehatan. sumber daya dan kesempatan yang memungkinkan kontribusi mereka dapat diperkuat dan dipertahankan. karena belum ada kesamaan pandang antar pihak tentang bagaimana mengendalikan tembakau. tidak semua elemen masyarakat bersepakat tentang cara pencegahannya. serta menyusun mekanisme evaluasi program yang memenuhi syarat-syarat benar dan akurat. Untuk itu masyarakat perlu mendapatkan hak. membentuk dan melakukan promosi kesehatan. Di beberapa daerah. masyarakat seringkali mengambil inisiatif memulai. harus dapat meyakinkan pihak yang lebih makro tentang pentingnya promosi kesehatan. Oleh karenanya melakukan program mencegah penyakit adalah hal yang seharusnya dapat diterima semua orang. Pemerintah juga harus secara eksplisit menyusun konsekuensi kesehatan dari kebijakan dan perundang-undangan yang dibuat. promosi kesehatan masih perlu di dorong sehingga lebih menunjukkan peran strategis dalam mengatasi persoalan kesehatan. Kesehatan adalah determinan utama keberhasilan pembangunan sosial ekonomi dan politik. utamanya tenaga promosi kesehatan. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan dirinya sakit.PIAGAM BANGKOK negara. Beberapa di antaranya cukup berhasil. regional dan nasional harus: a. Tidak mudah. Upaya mengendalikan konsumsi tembakau telah dilaksanakan oleh banyak negara yang tergolong maju. memberikan prioritas kepada investasi dibidang kesehatan. Untuk memastikan pelaksanaan kedua hal tersebut. diadvokasikan. Pengalaman dan keberhasilan program promosi kesehatan harus disebarluaskan. Agar dapat memberikan kontribusi yang memadai dalam pembangunan kesehatan. dukungan berbagai pihak untuk peningkatan kapasitas sangat penting. Menjadikan Promosi Kesehatan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan pengalaman. dan kepentingan yang bersifat parsial. Organisasi PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 111 . Meskipun demikian. pada masyarakat yang agak terbelakang. Salah satu contoh adalah isu bagaimana mencegah dampak buruk konsumsi tembakau. politik. desentralisasi dan otonomi yang diberlakukan justru mengakibatkan berkurangnya peran promosi kesehatan. Dengan demikian seharusnya advokasi kepada pemerintah dalam rangka pengendalian tembakau perlu terus menerus dilakukan. Setiap tingkatan dan sektor pemerintahan harus ditumbuhkan kesadaran dan tanggung jawabnya mengatasi persoalan buruknya kesehatan dan ketidakadilan. Membuat Promosi Kesehatan Tanggung Jawab Semua Lini Pemerintah Promosi kesehatan adalah program dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat. 3. Studi yang dilakukan Borland dan Balmford menunjukkan bahwa kampanye tentang bahaya rokok di Australia membuat para perokok mulai berpikir negatif tentang rokok serta berniat untuk berhenti dari kebiasaannya. Meskipun demikian ke depan. 2. sehingga pemerintah lokal. semua tingkatan pemerintahan harus dapat menyusun perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel).

sebab tuntutan akan peran mereka juga semakin besar . termasuk mengurangi hambatan pribadi dan hambatan sosial dalam pengambilan tindakan. c) masyarakat harus mempunyai “modal” pengetahuan. Pemberdayaan masyarakat utamanya dalam bidang kesehatan perlu dilakukan karena beberapa alasan. kejelasan serta pengetahuan tentang apa yang akan dilakukan. Pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan kemampuannya. kreativitas. di antaranya : a) kontinuitas pemerintah dalam menjalankan tugas terbatas.PIAGAM BANGKOK dengan tata kelola yang baik dan masyarakat yang terberdayakan sangat efektif dalam mendukung tercapainya kemandirian masyarakat dalam menentukan kesehatan mereka sendiri. apalagi di era demokratisasi menuju terwujudnya civil society (masyarakat madani) di mana peran masyarakat didorong agar tumbuh berkembang. Tujuan pemberdayaan adalah membantu klien memperoleh kemampuan untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan yang terkait dengan diri mereka. dan siapa yang akan diberdayakan. Selain itu para promotor kesehatan dapat membuat pemerintah dan sektor swasta lebih bertanggung jawab atas segala konsekuensi kesehatan dari kebijakan dan praktik yang mereka lakukan. Menurut Suyono paling tidak ada tiga syarat dalam proses pemberdayaan masyarakat. masyarakat dan swasta. di antaranya melalui pendayagunaan potensi lingkungan. Pemberdayaan masyarakat adalah tema yang penting. keterampilan. d) secara teoritis upaya terbaik dalam menjalankan program kesehatan adalah melalui sinergi antara pemerintah. Arah kemajuan bangsa sangat tergantung pada bagaimana tingkat keberdayaan masyarakatnya. yaitu : a) Kesadaran. Studi yang dilakukan oleh Devine dan kawan-kawan. inovasi serta yang tidak kalah penting adalah keberanian dan kemampuan mengambil keputusan. serta pihak-pihak lain yang bersedia mengulurkan tangannya. 112 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . c) Adanya kemauan dan keterampilan kelompok sasaran untuk menempuh proses pemberdayaan. di mana. Meningkatkan kapasitas mereka secara berkelanjutan tergolong pada upaya pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan (empowerment) adalah upaya meningkatkan kemampuan kelompok sasaran sehingga mampu mengambil tindakan tepat atas berbagai permasalahan yang dialami. b) Pemahaman yang baik tentang keinginan berbagai pihak (termasuk masyarakat) tentang hal-hal apa. menunjukkan bahwa keterampilan para promotor kesehatan harus terus ditingkatkan. Pemberdayaan masyarakat juga dapat dipahami sebagai suatu proses dinamis yang dimulai dari di mana masyarakat belajar langsung dari tindakan. b) pembangunan kesehatan melalui promosi kesehatan perlu melibatkan banyak pihak termasuk masyarakat.

Pengorganisasian masyarakat d. berdayakan struktur organisasi.PIAGAM BANGKOK Oleh karenanya upaya pemberdayaan dapat ditempuh melalui: a) pembelajaran yang harus ditempuh oleh individu sebagai individu. yaitu : a. Sebagai suatu proses. meliputi jenjang sasaran yang diberdayakan (level of objects). Aksi sosial dan politik Dengan demikian pemberdayaan masyarakat mempunyai spectrum yang cukup luas. Pengembangan kelompok kecil c. Jackson (1989). dorong daya kritis stakeholder. yaitu sebagai proses dan sebagai hasil. b) menumbuhkan empati sosial dan pengorganisasian masyarakat bagi individu sebagai anggota masyarakat menimbulkan empati sosial. 2) pengembangan kelompok kecil. tingkatkan kontrol stakeholder. Pemberdayaan personal b. 4) pengembangan jaringan. yaitu : libatkan stakeholder. Pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari dua sudut pandang. dan c) sedangkan yang harus dilakukan pemerintah adalah membuat regulasi. Adapun dalam implementasinya beberapa prinsip dasar harus dipegang teguh. bahkan seringkali lebih dari 7 tahun (Raeburn. 1993). Sebagai hasil. 3) pengembangan dan pengorganisasian masyarakat. kembangkan kepemimpinan. mobilisasikan sumber daya. Kemitraan e. memberikan fasilitasi terjadinya pemberdayaan masyarakat serta dukungan politik. tingkatkan daya analisis. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 113 . mengatakan pemberdayaan masyarakat melibatkan beberapa komponen berikut. perluas jaringan. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui beberapa strategi. yang seringkali berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. yaitu: 1) pendidikan. dan 5) tindakan politik. kegiatan internal masyarakat/ komunitas maupun eksternal berbentuk kemitraan (partnership) dan jejaring (networking) serta dukungan dari atas berbentuk kebijakan politik yang mendukung kelestarian pemberdayaan. pemberdayaan masyarakat adalah suatu perubahan yang signifikan dalam aspek sosial politik yang dialami oleh individu dan masyarakat.

Oleh karenanya untuk menghindari agar kelompok ini tidak semakin terpinggirkan maka diperlukan perencanaan yang lebih komprehensif. mengurangi kesakitan dan kematian dan manajemen gaya hidup melalui upaya perubahan perilaku yang secara spesifik berkaitan dengan kesehatan. Pemberdayaan adalah proses yang bertahap memanfaatkan perubahan sosial. banyak pihak bahkan termasuk yang tidak berpartisipasi. pemberdayaan membutuhkan waktu yang lebih singkat daripada masyarakat yang belum mapan. Merancang keseluruhan program Merancang program termasuk di dalamnya kerangka waktu kegiatan. ekonomi dan politik untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota masyarakat. Menetapkan tujuan. yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program. sumber data manusia dan berbagai pengetahuan yang ada. individu maupun kelompok bahkan yang sebenarnya juga berkontribusi atas kegagalan tersebut. Oleh karenanya Gruber dan Trickett (1987) dan Barr (1995) menyarankan agar program pemberdayaan sebaiknya difokuskan pada program yang kecil pada sebagian kecil masyarakat. Perencana program pemberdayaan masyarakat harus memperhatikan adanya kelompok masyarakat yang terpinggirkan (termarginalisasi). Sering terjadi apabila suatu kegiatan berhasil. di mana antara agen perubahan (pemerintah dan LSM) dan masyarakat bersama-sama menyusun perencanaan. Keterampilan yang dibutuhkan juga banyak dan bervariasi. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan program-program tersebut. Perencanaan partisipatoris (participatory planning) ini dapat mengurangi terjadinya konflik yang mungkin muncul antar dua pihak tersebut selama program berlangsung dan setelah program dievaluasi. yang membuat mereka tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Banyak program pemberdayaan yang dimulai dari kebutuhan nyata di masyarakat. saling menyalahkan. Adapun tujuan pemberdayaan biasaya berpusat pada bagaimana masyarakat dapat mengontrol keputusannya yang berpengaruh pada kesehatan dan kehidupan masyarakatnya. Pada tahap merancang keseluruhan program juga diorganisir berbagai sumber daya material. Marginalisasi adalah suatu proses sejarah masyarakat yang kompleks. Tujuan promosi kesehatan biasanya dikembangkan pada tahap perencanaan dan biasanya berpusat pada mencegah penyakit. Untuk masyarakat yang sudah mapan. ukuran program. Sebaliknya jika program tidak berhasil. Adapun program yang berskala besar juga membutuhkan kemampuan masyarakat yang juga besar. Program-program seperti ini banyak yang dianggap berhasil. serta memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Perancangan program dilakukan menggunakan pendekatan partisipatoris. Dengan demikian pemberdayaan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada upaya promosi kesehatan.PIAGAM BANGKOK Untuk itu maka pemberdayaaan masyarakat dapat dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah: 1. tidak mempunyai akses yang memadai terhadap sumber data. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 114 . keuangan. a. berebut saling klaim tentang peran diri maupun kelompoknya.

PIAGAM BANGKOK b. pengembangan dan penguatan jaringan antar organisasi. fasilitasi upaya mengembangkan jejaring antar masyarakat. pengembangan dan penguatan pengorganisasian masyarakat. Evaluasi program Pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung lambat dan lama. b) menumbuhkan kemampuan pengenalan masalah. yaitu: pemberdayaan. Sering terjadi. c) jumlah pelaku kegiatan yang merasa melakukan “belajar sambil bekerja (learning by doing)”. hal-hal tertentu yang menjadi bagian dari pemberdayaan baru tercapai beberapa tahun sesudah kegiatan selesai. b) jumlah kegiatan yang bersifat pendekatan dari bawah (bottom-up). PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 115 . g) meningkatkan kontrol stakeholder atas manajemen program. Budaya berskala nasional. Memilih strategi pemberdayaan Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang terdiri dari lima pendekatan. Strategi pemberdayaan meliputi: pendidikan masyarakat. c) mengembangkan kepemimpinan lokal. fasilitasi kegiatan yang berasal dari masyarakat. PROMOSI KESEHATAN DAN PRAKTIK KORPORASI Sektor koorporasi berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan pada faktorfaktor penentu kesehatan melalui pengaruhnya pada: a) b) c) d) Pengaturan tingkat lokal. 2. di antaranya : a) jumlah anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan. Implementasi strategi dan manajemen Implementasi strategi serta manjemen program pemberdayaan dilakukan dengan cara : a) meningkatkan peran serta pemercaya (stakeholder). mendorong tumbuhnya swadaya masyarakat sebagai prasyarat pokok tumbuhnya tanggung jawab sebagai anggota masyarakat (community responsibility). serta advokasi kepada pengambil keputusan (decision maker). 3. akan lebih tepat jika evaluasi diarahkan pada proses pemberdayaannya daripada hasilnya. dan tindakan politik. dan Distribusi kekayaan. e) meningkatkan mobilisasi sumber data. d) membangun keberdayaan struktur organisasi. Oleh karenanya. Hal-hal yang dapat dievaluasi dalam pemberdayaan. dan h) membuat hubungan yang sepadan dengan pihak luar. pengembangan kelompok kecil. f) memperkuat kemampuan stakeholder untuk “bertanya mengapa ?”. bahkan boleh dikatakan tidak pernah berhenti dengan sempurna. Lingkungan.

Dengan demikian korporasi harus mentaati berbagai peraturan lokal. piagam Bangkok meminta peserta konferensi. dan secara teratur melaporkan kemajuan yang dicapai.PIAGAM BANGKOK Harus disadari bahwa bekerja dan mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya adalah hak setiap orang. Sektor swasta juga dapat berperan lebih aktif dalam rangka mengurangi dampak kesehatan global yang lebih luas. memprakarsai rencana aksi. 116 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . mengawasi kinerja semua pihak melalui indikator dan target yang tepat. Sebagian besar orang bekerja di berbagai sektor. Etika berusaha serta tanggung jawab perusahaan dalam kesehatan masyarakat perlu diapresiasi oleh masyarakat. bekerja sama secara erat dalam mengalokasikan sumber daya untuk promosi program kesehatan. sebagian besar adalah di perusahaan swasta. dan pemerintah berkewajiban memberikan insentif bagi perusahaan yang bersikap kooperatif terhadap kesehatan. keluarganya dan masyarakat di sekitarnya. juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan di tempat kerjanya. misalnya yang terkait dengan perubahan lingkungan global. nasional dan internasional yang mempromosikan dan melindungi kesehatan semua orang. Oleh karenanya sektor swasta. WHO. Pada bagian akhir. negara-negara anggotanya.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 117 .

118 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

maka lengkaplah konferensi Internasional Promosi Kesehatan telah merata diselenggarakan di semua benua (5 benua) di dunia. KONFERENSI GLOBAL Pemanasan global dan perubahan iklim sebagai akibat dari adanya dampak pembangunan. pengangguran bertambah. Krisis moneter yang terjadi beberapa tahun yang lalu masih menghantui pembangunan ekononi nasional pada umumnya. Tema ini berangkat dari kenyataan bahwa pembangunan kesehatan dimanapun saat ini menghadapi berbagai tantangan. Kenya. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 119 . Closing the Implementation Gap). Ancaman keamanan dimana-mana. baik di negara maju maupun negara berkembang menyebabkan rasa ketidakpastian masyarakat di dunia ini. ketidaknyamanan dan sebagainya. Menutup Kesenjangan Implementasi” (Promoting Health and Development. yang pada umumnya terletak di daerah tropis. Konferensi yang dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari hampir 100 negara ini akhirnya menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam Kesepakatan Nairobi (Nairobi Statement). Dampak pemanasan dan perubahan iklim ini lebih terasa lagi terutama bagi negaran-negara yang miskin. tanggal 26-30 Oktober 2009 mengambil tema “Mempromosikan Kesehatan dan Pembangunan. Akumulasi dari dampak ancaman keamanan ini adalah kesehatan masyarakat. Ketidakamanan ini juga menjadi ancaman ekonomi masyarakat. yang akhirnya produktivitas menurun. dan lebih khusus lagi bagi pembangunan kesehatan. Dengan diadakannya konferensi di Nairobi. sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. terlebih terhadap kesehatannya.KESEPAKATAN NAIROBI BAB 8 KESEPAKATAN NAIROBI MENINGKATKAN KESEHATAN DAN PEMBANGUNAN Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke 7 di Nairobi . ketakutan. kerja terganggu.

dan juga suatu strategi yang sangat efektif. Tetapi implementasai sampai saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Dunia saat ini memerlukan suatu implementasi pembelajaran pada dua dekade yang lalu. dan merupakan komponen yang penting dalam sistem kesehatan. Hal yang sangat menarik bukti empiris tersebut adalah bahwa promosi kesehatan adalah suatu pendekatan yang terintregasi. Hal ini secara jelas telah diuraikan dalam bab pendahuluan buku ini. sementara itu beban penyakit semakin meningkat dan penyebarannyapun makin tidak seimbang diantaara kelompok masyarakat disuatu Negara. dan tidak merata diantara negara. tantangan lama masih ada. Di bidang kesehatan misalnya.malaria. saling mempengaruhi.KESEPAKATAN NAIROBI Tantangan-tantangan baru ini akibatnya menjadi problema pembangunan yang baru. Karena kesehatan. Mencapai persetujuan untuk pencapaian pembangunan kesehatan internasional : Dibidang kesehatan tujuan pembanguanan sangat erat hubungannya dengan pemberantasan kemiskinan. Penyakit menular seperti TB paru. seperti penyakit menular tidak berkurang. HIV/AIDS. Pengalamanpengalaman dan juga bukti-bukti nyata telah diidentifikasikan melalui konferensikonferensi tersebut. Telah banyak piagam. tiga penyakit ini dari hasil-hasil penelitian terbukti berhubungan signifikan dengan kemiskinan. deklarasi. Penjelasannya sangat sederhana. Dalam deklarasi. Oleh sebab itu pencapaian pembangunan kesehatan. akibatnya mereka kekurangan gizi. sebagai berikut : 1. dan HIV/AIDS. Dalam konteks ini promosi kesehatan selalu harus mengambil peran. pernyataan. dan resolusi yang dihasilkan dalam konferensi-konferensi promosi kesehatan. dan Flu Baru H1N1. suatu pendekatan yang efektif sejalan dengan pembaharuan (renewal) Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care) sebagaimana di “endorsed” oleh Badan Eksekutif WHO. dan ini telah dilakukan sejak Konferensi Promosi Kesehatan di Ottawa tahun 1986 sampai Konferensi yang ke enam di Bangkok tahun 2005. Orang yang kurang gizi menjadi rentan atau mudah terkena TB dan malaria. ekonomi dan pendidikan adalah 3 hal yang melekat. bahkan cenderung meningkat. akan menunjukkan konferensi yang lebih esensial. Kemudian ditambah tantangan baru yang muncul. Oleh sebab itu konferensi global promosi kesehatan di Nairobi. dan juga penyakit kekurangan gizi (manultrisi pada anak balita) . Aspirasi kesehatan global makin jauh dari jangkauan. Flu Burung. piagam dan pernyataanpernyataan tersebut semua peserta dari semua negara bersepakat untuk melaksanaan isi pernyataan tersebut di negara masing-masing. akan tercapai bila dibarengi dengan 120 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . terakumulasikan tantangan-tantangan yang lama yang masih “exist” akan menjadi tantangan dan masalah yang lebih besar lagi. orang-orang yang miskin sudah pasti tidak mampu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi.

kondisi-kondisi yang menyebabkan terjadinya epidemi di negara-negara miskin. c. etnis. adalah agar para pembuat keputusan di semua sektor pembangunan. atau ketidaksamaan dampak kesehatan. belum menjadi pertimbangan. dihasilkan strategi dan aksi yang dikelompokkan menjadi 5 (lima) sub-tema. 3. STRATEGI DAN AKSI Dalam Konferensi Nairobi. Hal ini merupakan bagian dari pembaharuan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care) Dalam konferensi Promosi Kesehatan di Nairobi ditandai oleh adanya kesenjangan (gap). dimana determinan sosial kesehatan. distribusi secara terbuka atau adil terhadap diterminan kesehatan. anggaran untuk promosi kesehatan sangat kurang.KESEPAKATAN NAIROBI pembanguanan ekonomi. kelas sosial. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 121 . Mengajukan pembahasan tentang kegawat daruratan penyakit-penyakit menular. 2. Hasil studi dari berbagai negara terungkap bahwa 60% dari penyebab kematian adalah penyakit-penyakit yang dapat dicegah (preventable diseases). pekerjaan dan lain-lain masing terjadi di masyarakat. termasuk pelayanan kesehatan. Menangani isu ketidaksetaraan atau ketidak adilan kesehatan : gender. dengan menggunakan strategi advokasi. dan pembangunan kesehatan pada khususnya. Ada 3 kesenjangan utama dalam bidang kesehatan dan pembangunan. yang perlu memperoleh perhatian khusus. yang memerlukan respon dari pembangunan pada umumnya. gangguan mental. Oleh sebab itu tujuan pembangunan harus secara eksplisit meningkatkan pendekatan untuk menuju kesetaran atau keadilan. Kesenjangan dalam program kesehatan: Dimana penyelenggara promosi kesehatan yang baik seyogyanya lebih memerlukan koordinasi. Ketidakseimbangan sistem kesehatan (health sistem): Membuat kapasitas sistem kesehatan untuk peningkatan kesehatan dan indikator kinerja. Tetapi ironisnya sistem kesehatan di negara berkembang pada umumnya. utamanya pemegang otoritas pemerintahan baik pusat maupun daerah mengeluarkan kebijakan yang dapat mewujudkan determinan yang kondusif untuk kesehatan. tingkat pendapatan. b. yakni : a. Sedangkan pencegahan penyakit yang utama adalah melalui promosi kesehatan. Kesenjangan dalam pembuat kebijakan (policy maker) dan kemitraan lintas sektor. terutama di negara-negara berkembang. yaitu: Membangun kapasitas promosi kesehatan (Building Capacity for Health Promotion). Promosi kesehatan. pendidikan. trauma. Penguatan sistem kesehatan (Strengthening Health System).

Meningkatkan kemampuan praktisi yang berbasis keterampilan melalui : 1. Pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment). Menjamin Pembiayaan yang memadai Tersedianya pembiayaan kesehatan yang stabil dan berkelanjutan pada semua tingkatan termasuk Badan Promosi Kesehatan. 122 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .KESEPAKATAN NAIROBI Kemitraan dan kerjasama lintas sektor (Partnership and Intersektoral Action). Reorientasi pengetahuan dan keterampilan promosi kesehatan pada tenaga kesehatan lainnya. Proses peningkatan keterampilan harus berlandasan nilai-nilai dasar. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah : A. 5. hak azasi manusia dan kesetaraan 6. transparansi. I. Pengembangan individu dan institusi untuk untuk menciptakan infrastruktur promosi kesehatan yang berkelanjutan 3. Membangun dan memperkuat kapasitas nasional. regional dan intitusional untuk menyelanggrakan pelatihan yang terstruktur dan sistematis dalam meningkatkan mutu dan jumlah praktisi promosi kesehatan sesuai dengan kompetensi promosi kesehatan. Menciptakan tata pengelolaan yang baik didasari pada integritas. 2. Meningkatkan keterampilan dalam advokasi dan pelayanan masyarakat untuk mengurangi pengaruh determinan kesehatan B. dan melakukan revisi kurikulum dan modul yang terkait dengan upaya penguatan keterampilan tenaga kesehatan dengan memasukkan substansi promosi kesehatan didalamnya. Memperluas dan memperkuat WHO Collaborating Center for Health Promotion di semua regional dalam upaya memenuhi kebutuhan yang mendesak dan yang belum terpenuhi. Menjamin ketersedian akses informasi terkini dan akurat untuk kesiapsiagaan dan respon terhadap kondisi kegawatdaruratan dan bencana. Memperkuat Kepemimpinan dengan 1. dan akuntabilitas 2. 4. 7. Sehat dan perilaku sehat (health literacy and health behavior). Penataan akreditasi berbasis kompetensi dan standar promosi kesehatan. Membangun Kapasitas Promosi Kesehatan Membangun infrastruktur dan kapasitas promosi kesehatan secara berkelanjutan pada semua tingkatan untuk memperkecil kesenjangan yang ada. Membangun struktur dan sistem sebagai upaya memperkuat dan mempertahankan kapasitas promosi kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan bagi sektor kesehatan dan sektor lain yang terkait 3. penyandang dana baik dari sektor bilateral maupun multilateral C.

kekerasan dan kecelakaan. Hal ini untuk menjamin kesetaraan dalam kesehatan dan memenuhi standar kesehatan yang optimal. malaria. 2. mengadaptasi. Mengembangkan. Memperkuat Sistem Kesehatan Agar berkelanjutan. dan mengaplikasikan pendekatan dan metode yang berkualitas untuk menjamin efektifitas dan kelangsungan intervensi di semua tingkatan E. kesehatan ibu dan anak.KESEPAKATAN NAIROBI D. termasuk mendukung kegiatan/aksi intersektoral dan interdisiplin serta menciptakan peluang-peluang melalui pengembangan regulasi dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan 2. proses dan hasil yang di capai 2. kesehatan jiwa. Menempatkan promosi kesehatan sebagai intervensi utama dalam mencapai cakupan program prioritas seperti HIV/AIDS. Memperkuat sistem informasi untuk mengukur dan memantau pelaksanaan promosi kesehatan. monitoring dan evaluasi harus mempertimbangkan determinan kesehatan masuk dalam sistem tersebut II. karena mereka memiliki peran yang unik dalam memastikan keberhasilan promosi kesehatan 5. A. kebijakan. Menetapkan sasaran dan target. Peningkatan pelayanan dan pengawasan yang efektif B. sistem monitoring dan evaluasi dan insentif dalam penyelengaraan promosi kesehatan secara sistematis dan berkelanjutan 4. Dalam sistem survailans. Memastikan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan sistem kesehatan di semua tingkatan 3. Pengembangan pendekatan khusus yang melibatkanperempuan. Mengitegrasikan promosi kesehatan secara sistematis ke dalam pelayanan kesehatan dan pelayanan masyarakat lainnya pada semua tingkatan usia. Inplementasi strategi promosi kesehatan terhadap penyandang cacat untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 123 . penyakit tropis dan penyakit tidak menular seperti diabetes 3. Meningkatkan kinerja manajemen 1. Memperkuat kepemimpinan melalui : 1. Melakukan advokasi untuk mempromosikan kesehatan yang dilakukan pemerintah di semua sektor dan tatanan. Penilaian kapasitas promosi kesehatan dengan menggunakan instrumen yang teruji sebagai suatu kegiatan rutin dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan promosi kesehatan 2. Mengembangkan Metode dan Teknik Promosi Kesehatan 1. intevensi promosi kesehatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem kesehatan. tuberkulosis. Menyempurnakan kebijakan melalui : 1.

Menjadikan kesetaraan kesehatan sebagai kunci indikator sosial dalam mengukur kinerja berbagai prakarsa lintas sektor 4. budaya. Sistem kesehatan harus mampu menyediakan informasi sumber daya promosi kesehatan yang komprehensif 3. mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan mempromosikan kesehatan bagi klien. dan umur D. Memastikan bahwa sektor swasta dan yang lainnya. Kemitraan dan Kerjasama Lintas Sektor Meningkatkan kesetaraan dalam kesehatan. dan dapat diakses dengan mempertimbangkan kearifan lokal. Mengembangkan dan mengadopsi instrumen. Melakukan negosiasi dan mengadopsi maksud dan tujuan bersama untuk mencapai hasil yang di harapkan pada setiap tingkatan 2. memerlukan aksi dan mitra di luar sektor kesehatan dalam bentuk kolaborasi.KESEPAKATAN NAIROBI C. Investasi terhadap penelitian dan evaluasi. mekanisme dan kapasitas untuk menciptakan peluang-peluang bagi lintas sektor disetiap tingkatan untuk meningkatkan kesetaraan dalam kesehatan bermasyarakat 124 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . tersedia dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok masyarakat marginal 2. Menciptakan momentum politik dan kepemimpinan untuk kesehatan disetiap kebijakan dan tatanan 2. III. peningkatan kapasitas dan pengalokasian sumber daya 3. Menyempurnakan kebijakan melalui : 1. untuk menerapkan intervensi yang tepat dalam promosi kesehatan 2. serta diseminasikannya. Membuat organisasi fungsional pemerintahan tingkat regional. pekerja dan masyarakat lainya B. Mengharusutamakan pendekatan pendekatan promosi kesehatan dan determinan social dan kesehatan kedalam seluruh agenda kebijakan. perencanaan yang terintegrasi. seperti African Health Promotion Partnership untuk menyusun visi dan agenda promosi kesehatan advokasi dan mobilisasi pemberdayaan C. Sistem kesehatan nasional mampu memberikan /menyediakan pelayanan kesehatan komprehensif. Menyusun data base termasuk didalamnya clearing houses tentang hasil-hasil penelitian dan mekanisme secara tepat untuk memenuhi kebutuhan pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengambil keputusan. bahasa. Menjamin akses secara luas melalui : 1. program dan penelitian dengan fokus kepada kesetaraan kesehatan. Membangun dan menerapkan dasar dan fakta melalui : 1. Memperkuat kepemimpinan 1. Menyempurnakan implementasi 1. gender. kooperasi dan integrasi antar sektor : A.

Mengenali dan menghargai budaya. Mengembangkan dan memasukan indikator-indikator kesetaraan dan kegiatan lintas sector yang berfokus pada hasil maupun faktor-faktor kesehatan 2. monitoring dan evaluasi B. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah : A. 4. dan pengambilan keputusan untuk memastikan dan mempertahankan kondisi kesetaraan dalam kesehatan. Dengan mendengar setiap pendapat dan meyalurkan setiap aspirasi masyarakat dalam perencanaan dan kegiatan promosi kesehatan 2. Menjamin partisipasi dan kontrol yang setara yang bermakna dalam pengambilan keputusan di seluruh kelompok. ekonomi.KESEPAKATAN NAIROBI 2. seperti kejuaraan olah raga nasional dan internasional Bersikap proaktif dan bekerjasama dengan media dalam pemberian informasi dan dukungan yang bermutu D. dan kontribusi penduduk pendatang 3. Pemberdayaan Masyarakat Masyarakat harus berbagi kemampuan. Membangun dan menyerapkan dasar fakta 1. Membangun sumber daya yang berkelanjutan Melalui pengembangan sistem pembiayaan yang terkoordinasi. Melibatkan individu dan kelompok-kelompok yang memiliki kepedulian. Membangun kapasitas masyarakat selama proses perencanan. dan politik. pelaksanaan. kekuatan. dan pengaruh kedalam sebuah kemitraan untuk perubahan dan peningkatan derajat kesehatan 5. sumber daya.terintegrasi dan memiliki respon secara menyeluruh kepada tujuan yang menjadi kebutuhan masyarakat pada setiap saat PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 125 . Mengevaluasi berbagai prakarsa dalam penentuan faktor-faktor penting dalam keberhasilan kesehatan perlu lebih di tingkatkan IV. termasuk pada kelompok marginal secara sosial. 4. 5. Mendorong kemandirian masyarakat 1. 3. tradisi. Mendorong terciptanya suatu model panutan untuk hidup sehat Memperkuat dan mendorong organisasi serta kelompok masyarakat untuk membangun pendekatan yang efektif Menggunakan kesempatan secara luas dalam mempromosikan kesehatan pada event-event besar.

Informasi dan Komunikasi dan memaksimalkan penggunaannya. Meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan masyarakat dalam pemanfaatan Teknologi. Menyelenggarakan survey dan monitoring sadar sehat pada tingkat individu dan masyarakat. dan dokumentasi (Succes Story) dari Pembelajaran 2. sosial. tulis. 3. Memadukan sistem pengetahuan lokal kedalam kurikulum terencana dan menjadikanya sebagai fokus utama dalam intervensi di masyarakat V. Sadar Sehat dan Perilaku Sehat Kesadaran merupakan esensi yang penting dalam pembangunan dan promosi kesehatan. Intervensi untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat harus didesain berdasarkan permasalahan kesehatan yangmenjadi prioritas dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. dan budaya dengan tidak mengenyampingkan orang yang memiliki ketidak mampuan fisik B.KESEPAKATAN NAIROBI C. Memastikan kebijakan publik yang dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga dapat menjangkau wilayah yang lebih luas termasuk wilayah terpencil. Menata system untuk memantau. Membangun dan Menerapkan Evidence Based 1. dan diseminasi intervensi sadar sehat. Mengembangkan indikator utama sadar sehat berikut dengan instrumennya yang relevan dengan permasalahan kesehatan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. C. mengevaluasi. Termasuk bukti emperis. Upaya untuk peningkatan kesadaran masyarakat untuk sehat harus di bangun dalam jejaring yang sudah terbentuk dengan menggunakan potensi sumber daya yang dimiliki untuk memastikan sustainabilitas dan peningkatan partisipasi masyarakat. 126 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . 3. Merancang intervensi peningkatan kesadaran masyarakat berdasarkan prioritas dan kebutuhan masyarakat didalam konteks politik. Memformulasikan kerangka strategik Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dapat meninkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat 2. Memanfaatkan Teknologi Informasi dan komunikasi 1. dokumentasi. Mendukung pemberdayaan dengan : 1. Kegiatanikegiatan tersebut adalah : A. Memastikan terselenggaranya pendidikan dasar bagi seluruh warga negara 2. Membangun dan menerapkan bukti fakta 1. 2. 3.

merupakan kebutuhan mendesak yang akan memberikan perubahan penting pada kehidupan manusia. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 127 . 5.KESEPAKATAN NAIROBI AKSI BERSAMA Pada saat ini negara berkembang dan negara maju dihadapkan pada penyebaran penyakit yang seharusnya dapat dicegah. Meningkatkan proses partisipasi masyarakat. Memperkuat kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia promosi kesehatan. 3. dimana penyakit tersebut menjadi ancaman dan memperlemah pembangunan perekonomian di masa mendatang. 4. Mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan. yaitu : 1. 5 tanggung jawab penting bagi pemerintah dan stakeholder. Memberdayakan masyarakat dan individu. Mengarusutamakan promosi kesehatan dalam pembangunan. 2. The Nairobi call to action for closing the implementation gap in health promotion memperoleh dukungan global.

128 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 129 .

130 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .

dengan selang waktu : 3 tahun 4 bulan. e. dengan selang : waktu : 7 tahun. sebagai berikut : PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 131 . antara negara-negara maju dengan negara berkembang. Bangkok. Demikian pula ulasan setiap hasil Konferensi yang tertuang dalam piagam. Australia. Apabila dilihat dari negara-negara tempat penyelenggaraan konferensi hampir terjadi keseimbangan. Akan tetapi bila dilihat selang waktu penyelenggaraan konferensi. b. dengan selang waktu : 3 tahun. Konferensi pertama di Ottawa . deklarasi atau piagam tersebut adalah merupakan tonggak atau pilar-pilar promosi kesehatan. deklarasi. atau pernyataan telah pula dipaparkan. 3 konferensi diselenggarakan di negara maju (Canada. Tema dan isi kesepakatan. dan Kenya). dan 4 konferensi diselenggarakan di negara berkembang (Indonesia. c. Konferensi ketiga (Sundsvall) ke konferensi keempat di Jakarta (21-25 Juli 1997). d. dengan selang waktu : 3 tahun. ke konferensi kedua Adelaide (5-9 April 1988).DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN BAB 9 DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN PERJALANAN KONFERENSI PROMOSI KESEHATAN Perjalanan Konferensi Internasinal Promosi Kesehatan dari yang pertama (Ottawa) sampai dengan yang ketujuh (Nairobi) telah diuraiakan dalam bab-bab sebelumnya. 17-21 Oktober 1986. f. antara Konferensi yang pertama dan selanjutnya memang tidak konsisten. Dari konferensi keenam (Bangkok) ke konferensi ketujuh di Nairobi (26-30 Oktober 2009). piagam atau kesepakatan sebagai hasil masing-masing konferensi tersebut. Konferensi kelima (Kota Meksiko) ke konferensi keenam di Bangkok (8-11 Agustus 2005). dan Swedia). Konferensi keempat (Jakarta) ke konferensi kelima di Kota Mexico (5-9 Juni 2000). dengan selang waktu: 2 tahun 6 bulan Konfrensi kedua (Adelaide) ke konferensi ketiga di Sundsvall (9-15 Juni 1991). Dari ketujuh konferensi tersebut. dengan selang waktu : 5 tahun. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut : a. Mexico. PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN Rangkaian kesinambungan Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama (Ottawa) sampai dengan yang ketujuh (Nairobi) dapat dilihat dari tema dan deklarasi.

maka Ottawa Charter juga merumuskan strategi promosi kesehatan yang baru. terlebih melakukan analisis determinan kesehatan terlebih dahulu. Untuk itu maka dirumuskan kembali promosi kesehatan yang lebih dinamis dan komprehensif. diperlukan pembaruan konsep dan tindakan-tindakan atau “aksi” promosi kesehatan dalam rangka menuju pembaruan kesehatan masyarakat baru. Menciptakan lingkungan yang mendukung (Create supportive environment) 132 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Konferensi yang dipandu dengan tema : Gerakan Menuju Kesehatan masyarakat baru (Move toward a new public health) meletakkan dasar pembaruan promosi kesehatan. bukan sebagai obyek atau tujuan kehidupan. Rumusan baru tersebut adalah “Health Promotion is the process of enabling people to increase control over. papan. Oleh karena itu kesepakatan bersama sebagai hasil konferensi promosi kesehatan yang pertama ini merupakan rencana tindakan (action) untuk mencapai kesehatan bagi semua tahun 2000 dan setelahnya. dengan sendirinya harus mengembangkan konsep dan strategi baru. yang disebut kondisi dasar sumber daya kesehatan.DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN 1. Gerakan Menuju Kesehatan Masyarakat Baru Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang pertama merupakan barometer bagi kemajuan Promosi Kesehatan sejak Deklarasi Alma Ata. antara lain melakukan identifikasi persyaratan untuk kesehatan (prerequisite for health). yakni : suasana damai. Melengkapi Strategi Promosi Kesehatan yang telah dirumuskan oleh WHO sebelumnya. Selanjutnya kesehatan dipandang sebagai sumber daya untuk kehidupan sehari-hari. sumber daya yang tersedia. Kesepakatan bersama ini tertuang dalam piagam Ottawa (Ottawa Charter) yang intinya adalah piagam tindakan (action) untuk mencapai kesehatan bagi semua (tahun 2000 keatas). pada waktu konferensi promosi kesehatan yang pertama di Ottawa tahun 1986. Hal tersebut menjadikan perhatian dan sekaligus keprihatian dan tantangan bagi para peserta konferensi. maka promosi kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan 3 strategi yang telah dikembangkan oleh WHO (1984). dan empowerment (pemberdayaan) saja. Mengingat promosi kesehatan mempunyai jangkauan yang luas. and to improve their health” (Promosi Kesehatan adalah proses memampukan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya). Promosi kesehatan sebagai bagian dari aksi atau kegiatan untuk mencapai kesehatan bagi semua dalam lingkup kesehatan masyarakat baru. social support (dukungan sosial). yakni : advocacy (advokasi). Mengingat prakondisi yang diperlukan untuk kesehatan sangat luas. sebagai pilar utama menuju pembaharuan kesehatan masyarakat. maka selanjutnya peserta konferensi. penghasilan. sistem lingkungan yang stabil. Dalam mencapai kesehatan bagi semua. yakni : a. tinggal 4 tahun lagi batas akhir pencapaian kesehatan bagi semua tahun 2000. Membuat kebijakan berwawasan kesehatan (Built healthy public policy) b. sebelum merumuskan startegi promosi kesehatan yang baru ini. makanan. Disamping itu. dan keadilan sosial kesetaraan. pendidikan.

DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN

c. d. e.

Memperkuat kegiatan masyarakat (strengthen community action) Mengembangkan kemampuan/keterampilan petugas (Develop personal skill) Reorientasi pelayanan kesehatan (Reorient health services).

Dari proses dan pengalaman konferensi Promosi Kesehatan di Ottawa, dapat diambil dua hal penting yakni : a. Konforensi ini merupakan peristiwa untuk mengingatkan kembali terhadap komitmen bersama, khususnya negara-negara berkembang tentang pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Primer untuk mewujudkan : “sehat untuk semua (health for all)”. Di Indonesia disebut “kesuma” (kesehatan untuk semua), dimana pendidikan atau promosi kesehatan menjadi pilar utamanya. b. Ottawa Charter sebagai hasil kesepakatan bersama, adalah merupakan “peletakkan dasar pembaharuan promosi kesehatan dan kesinambungannya “. Karena prinsip dasar Promosi Kesehatan, utamanya adalah strategi Promosi Kesehatan dan implementasinya akan dipantau melalui konferensi-konferensi promosi kesehatan berikutnya. Setiap konferensi Internasional Promosi Kesehatan, masing-masing Negara peserta melaporkan perkembangan promosi kesehatan dari masing-masing, termasuk negara Indonesia. 2. Mengembangkan Kebijakan Berwawasan Kesehatan (Built Healthy Public Policy) Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang kedua di Adelaide, Australia menindak lanjuti dalam bentuk penjabaran strategi yang diamanatkan dalam Ottawa Charter. Maka tema konferensi yang kedua adalah mengacu kepada strategi pertama Promosi Kesehatan dari Ottawa Charter, yakni : “Kebijakan Berwawasan Kesehatan” atau lebih tegas lagi “Membuat Kebijakan Masyarakat sehat” (built healthy public policy). Tema ini mengarahkan kepada peserta seminar, dan juga memandu kepada kesepakatan yang dihasilkan yaitu : adanya dikembangkannya kebijakan-kebijakan public yang dapat mempunyai dampak positif terhadap kesehatan. Hasil akhir dari kebijakan ini dengan sendirinya adalah “masyarakat sehat”. Hasil Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang kedua dituangkan dalam rekomendasi Adelaide (The Adelaide Recommendation). Membuat kebijakan masyarakat sehat atau kebijakan berwawasan kesehatan sebagai Strategi Promosi Kesehatan yang pertama didasrakan pada asumsi bahwa : a. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama diantara sektor-sektor pembangunan di setiap negara. Telah disebutkan diatas bahwa semua pembangunan mempunyai dampak ikutan terhadap masalah kesehatan. Oleh sebab itu maka semua sektor juga harus ikut bertangung jawab terhadap masalah kesehatan yang ditimbulkannya tersebut. Tanggung jawab ini antara laian adalah dalam bentuk keluarnya kebijakankebijakan yang mendukung pemecahan masalah atau program-program kesehatan. b. Kesehatan adalah hak azasi manusia yang sangat fundamental dan merupakan investasi sosial. Oleh sebab itu, pemerintah dan para pemegang otoritas dimanapun, serta sektor apapun perlu membuat kebijakan yang berwawasan kesehatan, atau kebijakan masyarakat sehat.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

133

DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN

c.

Masih terkait dengan kesehatan merupakan hak azasi manusia, maka perlu adanya pemerataan pelayanan kesehatan. Pemerataan pelayanan kesehatan perlu untuk mencapai pemerataan derajat kesehatan bagi semua orang seperti yang diamanatkan oleh Alma Ata (health for all). Untuk mencapai pemerataan ini perlu adanya dukungan kebijakan dari para pemegang otoritas diberbagai sektor, dan tingkat atau jenjang adiministrasi pemeritahan dan swasta.

Dengan kebijakan yang berwawasan kesehatan atau kebijakan masyarakat sehat ini penting, karena terkait dengan hak dasar masyarakat (hak azasi manusia) . Oleh sebab itu peserta konferensi dari masing-masing negara diharapkan mampu meyakinkan pemerintahnya untuk mengembangkan kebijakan pemerataan pelayananan kesehatan dasar utamanya untuk memprioritaskannya kepada rakyat miskin dan pada kelompok yang rentan (underprivileged and vulnerable groups). Kelompok-kelompok inilah terutama di Negara-negara berkembang yang tidak memperoleh pemerataan pelayanan kesehatan. Sehingga jelas kelompok ini tidak mempunyai derajat kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelompok-kelompok yang lainnya. Kebijakan yang berwawasan kesehatan bukan hanya berarti kebijakan yang langsung berdampak kepada kesehatan masyarakat saja, tetapi juga kebijakan yang tidak langsung berpengaruh terhadap kesehatan. Misalnya, kebijakan terhadap determinan kesehatan antara lain : lingkungan fisik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Sebagai contoh kebijakan larangan penggunaan bensin tanpa timbal dan larangan penggunaan pupuk kimia untuk mencegah polusi lingkungan (udara dan air), larangan merokok di tempat-tempat umum, larangan penggunaan zat pewarna pada makanan, dan sebagainya. kebijakan ini memang tidak langsung akan menyentuh kesehatan masyarakat, tetapi akan bepengaruh secara tidak langsung, antara lain masyarakat akan hidup di lingkungan dan perilaku yang tidak kondusif untuk kesehatan mereka. 3. Menciptakan Lingkungan Yang Mendukung Kesehatan (Create supportive Environment) Tema konferensi Internasional Promosi Kesehatan ketiga di Sundsvall, Swedia mengacu strategi kedua Promosi Kesehatan yang tertuang di dalam Ottawa charter. Apabila konferensi yang kedua di Adelaide -Australia merupakan penjabaran strategi pertama promosi kesehatan dalam Ottawa Charter, maka konferensi ketiga diarahkan untuk lebih mengelaborasi atau penjabaran strategi kedua, yakni terciptanya lingkungan yang mendukung kesehatan (supportive environment). Tema ini masih merupakan kesinambungan dari tema konferensi Adelaide. Kedua konferensi (Adelaide dan Sundsvall) mengacu kepada strategi 1 dan 2 strategi dalam Ottawa Charter, maka pokok pembahasan dan rumusannya adalah merupakan bentuk operasionalisasi dari Strategi Promosi Kesehatan dalam Ottawa Charter. Meskipun hasil yang diharapkan sama, yakni terciptanya kondisi yang mendukung terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dan merata bagi seluruh kelompok masyarakat, tetapi hasil antaranya berbeda :

134

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN

a.

Strategi 1: Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan atau kebijakan masyarakat sehat (healthy public policy). Dari hasil Rekomendasi Adelaide yang diharapkan adalah keluarnya atau dikembangkannya kebijakan yang mendukung kesehatan. Kebijakan ini bentuknya perangkat lunak (software), berupa Undang-Undang, Peraturan-Peraturan Pemerintah Pusat atau Daerah, Surat keputusan Presiden, Gubernur, Bupati, atau Camat, dan para penjabat yang memegang otoritas diberbagai sektor pembangunan baik pemerintah maupun swasta (Industri, Perdagangan, Pertanian, Pendidikan, Perusahaan, dan sebagainya). Undang-Undang atau peraturanperaturan tersebut berisikan : anjuran-anjuran untuk terciptanya perilaku dan lingkungan yang sehat, dan larangan tehadap sesuatu yang merugikan kesehatan, atau anjuran-anjuran untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan kesehatan dirinya sendiri, kesehatan kelompok atau kesehatan masyarakat.

b.

Startegi 2: Menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan (supportive environment). Dari Pernyataan Sundsvall hasil atau output yang diharapkan adalah lingkungan (baik fisik maupun non fisik) yang mendukung terhadap terwujudnya kesehatan masyarakat. Lingkungan yang mendukung kesehatan dalam bentuk perangkat keras (hardware), yaitu lingkungan fisik misalnya : jamban keluarga, tersedianya air bersih, tersedianya perumahan, tersediannya makanan sehat, dan sebagainya. Disamping itu, lingkungan yang mendukung kesehatan dapat dalam bentuk atau berwujud perangkat lunak (soft ware) misalnya : keamanan, ketenangan, kedamaian, kesejahteraan sosial, dan sebaginya.

Munculnya pernyataan Sundsvall terkait dengan strategi promosi kesehatan yang kedua adalah karena adanya kesadaran bersama bahwa derajat kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang masih sangat rendah. Disamping itu, terkait dengan isu pemerataan pelayanan kesehatan, terjadi kesenjangan yang sangat lebar antara kelompok kaya dengan kelompok masyarakat miskin. Ketimpangan atau kesenjangan ini dapat dipengaruhi karena terjadinya kesenjangan antara lingkungan yang mendukung, antara negara maju dengan negara berkembang, dan antara kelompok masyarakat kaya dan kelompok masyarakat miskin disuatu negara. Banyak kelompok masyarakat yang belum terpenuhi dan terakses lingkungan yang mendukung kesehatan, antara lain rumah sehat, air bersih, sarana pembuangan limbah, udara bersih dan sebagainya. Sebagian kelompok masyarakat juga masih banyak yang belum memperoleh lingkungan non fisik yang mendukung, antara lain keamanan, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Namun disisi lain, banyak kelompok masyarakat serba kelebihan, hidup dilingkungan serba mewah, rumah tinggal dengan fasilitas memadai, kemudahan hidup yang berlebihan, dan sebagainya.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

135

kesejahteraan sosial diperlukan keterlibatan sektor sosial. Oleh sebab itu investasi dalam sektor kesehatan harus ditingkatkan di semua sektor baik pemerintah maupun swasta untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas. yakni : a. dan sektor kesehatan pada umumnya tidak dapat berjalan sendiri. termasuk kesehatan. Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dari segi sosial. Seperti telah disebutkan diatas bahwa konferensi Adelaide dan Sundsvall telah membahas dan menjabarkan strategi Promosi Kesehatan (strategi 1 dan 2) yang tertuang dalam Piagam Ottawa hasil konferensi pertama di Ottawa. Apabila konferensi promosi kesehatan sebelumnya (pertama sampai ketiga) peserta konferensi didominasi oleh perwakilan peserta dari pemerintahan baik dari perguruan tinggi maupun kementerian kesehatan. c. keamanan. pekerjaan umum. keuangan. Untuk menghadapi tantangan abad ke 21 ini. diharapkan meningkatkan tanggung jawab sosialnya. dalam rangka mencapai tujuan pembangunan bangsa. dan seterusnya. 136 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . tetapi juga tanggung jawab semua.DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN Kesenjangan lingkungan yang mendukung kesehatan tersebut dapat diperpendek. 4. Pembangun kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia dalam pembangunan. baik untuk institusi pemerintah maupun swasta. dan kesehatan masyarakat pada umumnya untuk memasuki abad ke 21. Untuk menghadapi tantangan promosi kesehatan pada khususnya. perumahan perlu keterlibatan sektor perumahan. Dalam konferensi keempat di Jakarat. b. Pada konferensi yang ketiga di Jakarta ini dibahas tentang bagaimana melibatkan pihak lain khususnya dunia usaha (sektor swasta) atau para pemegang otoritas untuk mengeluarkan kebijakan berwawasan kesehatan dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan (strategi 2). promosi kesehatan pada khususnya. promosi kesehatan menghasilkan kesepakatan dan prioritas kegiatan dalam menghadapi tantangan abad ke 21 ini. maupun dari perusahaan swasta. pembuangan limbah. Untuk sektor kesehatan dan sektor non kesehatan. apabila pihak atau sektor pembangunan dimasing-masing negara peserta konferensi mengambil bagian. bahkan dapat dihilangkan sama sekali. pendidikan. pendidikan. dan sebagainya. Pemeran Baru Pada Era Baru (New Player for The New Era) Konferensi Internasional Promosi Kesehatan keempat di Jakarta dengan tema “Pemeran baru pada era baru : Mengantarkan Promosi Kesehatan pada abad ke 21” (New player for the new era : Leading health promotion into the 21 century) merupakan saat yang sangat menentukan dalam pengembangan Strategi Promosi Kesehatan . baik dari LSM (lembaga swadaya masyarakat ). pertahanan dan kemanan. Ditekankan bahwa kesehatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. maka sektor swasta perlu lebih ditingkatkan perannya. Oleh sebab ini dalam Konferensi Promosi Kesehatan yang keempat di Jakarta ini lebih menargetkan “sektor swasta” sebagai pemeran baru dalam promosi kesehatan. Oleh sebab itu kemitraan dengan sektor lain baik pemerintah maupun swsata perlu dikembangkan dan ditingkatkan. maka pada konfrensi kempat di Jakarta ini sudah banyak dihadiri oleh perwakilan peserta dari swasta. Pengadaan sarana dan prasarana air bersih.

dan “untuk” masyarakat. Pernyataan para Menteri Kesehatan didasari adanya tantangan yang besar terhadap program kesehatan. Untuk itu diperukan terobosan-terobosan baru guna menutup PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 137 . “ dengan”. diberi kesempatan untuk membagi pengalaman dan tantangan-tantangan yang dihadapi masing-masing negara utamanya dalam pelaksanaan promosi kesehatan. Para menteri atau perwakilan menteri juga diminta untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan terkait dengan Promosi Kesehatan. Oleh sebab itu promosi kesehatan harus dilakasanakan “oleh”. Diakui bersama bahwa masalah ketidakadilan atau ketidakmerataan itu bukan hanya masalah ekonomi dan kesejahteraan saja.DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN d. termasuk Indonesia. Bahwa semua kegiatan ditujukan untuk masyarakat yang berdaya dalam kesehatan memerlukan sarana dan prasarana atau infrastruktur promosi kesehatan. Untuk terwujudnya sarana prasarana tersebut memerlukan biaya. e. Karena dalam konferensi ini diselenggarakan juga program untuk pertemuan para menteri atau setingkat menteri dari negara-negara peserta konferensi. terutama di negara-negara berkembang terjadi kesejangan (gap) untuk memperoleh kesempatan tersebut. Pernyataan ini ditandatangani oleh ratusan lebih dari negara-negara peserta konferensi. Namun pada kenyataannya dalam masyarakat. Adalah kewajiban bagi penyelenggara program kesehatan di setiap negara dan sektor-sektor terkait dengan kesehatan untuk menggali dan memfasilitasi terwujudnya biaya atau dana sarana prasarana guna terlaksananya program promosi kesehatan ini. Dalam kesehatanpun terjadi ketidakadilan atau tidaknya pemerataan (equity gap atau inequity). promosi kesehatan mempunyai peran yang sangat penting. Maka dari itulah hasil Konferensi Promosi Kesehatan yang kelima di Mexico disebut “Mexico Ministerial Statement for the Promotion of Health: From the ideas to action”. Dengan perkataan lain promosi kesehatan diharapkan menjadi jembatan untuk kesenjangan masyarakat dalam memperoleh kesempatan hidup sehat. bukannya untuk dan kepada masyarakat saja. yakni adanya kesenjangan tingkat kesehatan masyarakat yang tajam. Hal ini berarti setiap orang dalam masyarakat harus berperan dalam pemberdayaan kesehatan mereka. Konferensi Promosi Kesehatan yang ke-lima memang berbeda dengan konferensikonferensi sebelumnya (yang pertama sampai keempat). Keadilan atau pemerataan dalam konteks kesehatan adalah terjaminnya semua orang untuk memperoleh kesempatan untuk hidup sehat. Untuk mencapai agar setiap orang mempunyai kesempatan hidup sehat ini. Sasaran promosi kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan adalah masyarakat yang berdaya dalam bidang kesehatan. masing-masing menteri atau perwakilan menteri dari negara-negara peserta. Yaitu masyarakat yang mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. 5. Dalam pertemuan ini. Menjembatani Kesenjangan Pemerataan (Bridging the Equity gap) Konfrensi Internasional Promosi Kesehatan yang kelima di Kota Mexico mengambil tema : Menjembatani Kesenjangan Keadilan atau Pemerataan atau “bridging the equity gap”. Selanjutnya hasil pertemuan para Menteri inilah yang menjadi dasar untuk merumuskan hasil konferensi yang ke-lima di Kota Mexico ini.

mulai dari identifikasi dan analisis masalah. e. Hasil konferensi Bangkok dituangkan dalam Piagam Bangkok yang intinya suatu kesepakatan para peserta konferensi dalam memperkuat dan meningkatkan kebijakan dan kemitraan untuk memberdayakan masyarakat. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengakui bahwa mencapai standar atau derajat kesehatan yang setingginya adalah kerupkan hak azasi (fundamental right) bagi setiap bangsa dan setiap orang tanpa adanya perbedaan (diskriminasi). upaya-upaya yang dilakukan bukan hanya ditujukan kepada perilaku saja. c. serta meningkatkan kesehatan dan pemerataan derajat kesehatan mayarakat. membantu menentukan prioritas masalah. menyediakan data-data penelitian. Oleh sebab itu masalah pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesehatan dan pemerataan kesehatan adalah merupakan pusat pembangunan global dan nasional. Hal ini berarti terjaminnya salah satu hak azasi manusia 138 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Thailand mengambil tema : Promosi Kesehatan di Dunia yang Mengglobal (Health promotion in Globalized World). transportasi. dan sebaginya) terhadap kesehatan. Promosi Kesehatan di Dunia yang Menglobal (Health Promotion in Globalized World) Konferensi Internasinal Promosi Kesehatan yang keenam di Bangkok. Melakukan advokasi kepada badan dunia atau bangsa-bangsa. nasional dan internasional b.DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN kesenjangan tersebut. Memantapkan dan memperkuat jaringan kerja baik nasional maupun internasional guna meningkatkan kesehatan masyarakat. Mengambil posisi peran kunci dalam melibatkan atau partisipasi dari semua sektor dan masyarakat madani dalam mengimplementasikan upaya-upaya peningkatan kesehatan dengan cara memperkuat dan memperluas kemitraan dalam kesehatan. d. Dalam mengurangi atau memperpendek kesenjangan ini promosi kesehatan dituntut kontribusinya lebih besar. melainkan ditujukan kepada semua determinan kesehatan. Memposisikan kesehatan sebagai hal yang prioritas utama dalam kebijakan dan program-program lokal. Maka dari itu guna merealisasikan ide-ide menjadi tindakan-tindakan tersebut. dirumuskanlah pernyataan-pernyatan sebagai berikut: a. regional. perdagangan. karena promosi kesehatan mempunyai strategi intervensi atau pendekatan yang cukup efektif terhadap para pemegang otoritas terhadap determinan-determinan kesehatan tersebut. Dalam hal ini. Promosi kesehatan dilaksanakan untuk mempermudah terwujudnya derajat kesehatan yang seoptimal mungkin bagi setiap orang. Hal ini penting. agar lebih bertanggung jawab terhadap dampak setiap sektor pembangunan (pertanian. dan sebagainya. paling tidak mengurangi atau memperpendek kesenjangan tersebut. Pernyataan Menteri-Menteri di Mexico ini diberi sub tema : dari ide-ide menjadi tindakan (from ideas to action). Mendukung dalam mempersiapkan perencanaan program-program yang dilakukan oleh sektor-sektor dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat. Untuk peningkatan dan pemerataan kesehatan bagi semua orang ini peran Promosi Kesehatan sangat besar. 6. Maka dari itu dikatakan bahawa peran promosi Kesehatan sejak konferensi di Bangkok ini sudah harus menjadi isu dunia atau “mendunia”. kehutanan.

tetapi utuk kenikmatan atau kesenangan sesaat. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 139 . Tetapi dalam perjalan di masing-masing Negara belum terjadi seperti yang diharapkan. keinginan. vitamin dan mineral. bahkan sebagai ancaman kesehatan masyarakat global. tetapi karena kesenangan atu hobinya. termasuk juga pengaruh negatifnya. Ketidakadilan atau kesenjangan terjadi antar negara.DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN bagi setiap orang. Kadang-kadang demi pemenuhan kesenengan tersebut menjadi “bumerang” bagi kesehatan atau hidupnya. Upaya menjembatani kesenjangan ini sebenarnya juga telah dibahas dan bahkan menjadi tema dalam konferensi Promosi Kesehatan yang kelima di Kota Mexico : “bridging the equity gap”. Karena meningkatnya teknologi komunikasi. perumahan. masyarakat cenderung makan makanan cepat saja dan menggunakan bahan-bahan pengawet makanan. konferensi Bangkok ini berhasil mengidentifikasi faktor-faktor yang kritis dan penting (critical factors) yang mempengrauhi. Oleh sebab itu pada konferensi yang keenam di Bangkok ini masih tetap menjadi isu dan masih tetap dibahas. tetapi juga memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan tersebut (determinants of health). Perbedaan antara kedua kelompok ini berdampak juga terhadap perbedaan derajat kesehatan. bukan karena untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam mewujudkan hak azazi manusia bagi setiap orang ini promosi kesehatan tidak hanya memfokuskan pada tujuan akhirnya yakni derajat kesehatan yang optimal tersebut. komunikasi. Mengkonsumsi makan dan minuman bukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. Komersialisasi: Dengan berkembangnya produk-produk baru dalam bidang alat-alat transportasi. mobil. informasi dari belahan dunia yang satu dengan mudah dan cepat masuk kebelahan dunia yang lain. Karena kesibukan yang meningkat. termasuk makanan dan minuman bukan didasarkan karena kebutuhan tetapi kesenangan. Meningkatnya ketidakadilan didalam dan antar Negara : Ketidakadilan antar kelompok masyarakat baik dinegara-negara berkembang maupun dinegara-negara maju cenderung meningkat Jurang pemisah antara kelompok yang “beruntung”(kaya) dan “tidak beruntung” (miskin) semakin tajam. c. peralatan rumah tangga dan sebagainya. Pola konsumsi makanan cenderung makanan yang tidak sehat (menu tidak seimbang). atau “nafsu”. b. Membeli pakaian. tinggi lemak dan protein dan rendah karbohidrat. pakaian dan sebagainya. orang cenderung membeli sesuatu. yakni : a. Pola baru konsumsi dan komunikasi : Baik di negara-negara maju maupun dinegara-negara berkembang terjadi kecenderungan atau “trend” baru perilaku masyarakat dibidang konsumsi dan komunikasi. Oleh sebab itu dalam rangka globalisasi promosi kesehatan untuk mewujudkan salah satu hak azazi manusia. juga antara Negara maju (developed countries) dan Negara berkembang (developing countries).

Penguatan lembaga (institusi) Promosi Kesehatan (Capacity Building for Health Promotion) : Penguatan lembaga atau institusi Promosi Kesehatan sangat strategi dalam pembangunan. Lebih lanjut dari dampak ini semua maka akan menyebabkan perubahan lingkungan global. Kenya. termasuk pembangunan kesehatan terebut. dan disisi yang lain akan menyebabkan berkurangnya penyerapan CO2. Ketidakseimbangan distribusi penduduk ini juga dapat berakibat terjadinya ketidakseimbangan kesempatan orang untuk memperoleh kesempatan hidup sehat dan pelayanan kesehatan. kecelakaan. Penyakit menular cenderung meningkat kualitas dan kuantitasnya. Untuk menutup kesenjangan pembangunan. antar kabupaten/kota. antar desa dan kota. Lebih dramatis lagi terjadi perpindahan penduduk dari desa di negara-negara berkembang ke kota di negara-negara maju. Di kota-kota kepadatan penduduk sangat tinggi. Perubahan lingkungan global ini selanjutnya menyebabkan perubahan iklim. konferensi Promosi Kesehatan di Nairobi ini telah berhasil membahas rencana aksi dari berbagai perspektif. utama pembangunan sektor kesehatan. maupun kesenjangan pembangunan di dalam masing-masing negara. Urbanisasi: Perpindahan penduduk dari desa ke kota tidak hanya terjadi di negara-negara bekembang saja. tetapi juga dinegara maju. dengan tema: Meningkatkan kesehatan dan pembangunan. Akibat dari perubahanperubahan itu semua yang menerima dampak yang paling akhir adalah kesehatan manusia. 7. cuaca. menutup kesenjangan implementasi “Promoting Health and Development : Closing the Implementation Gap”. kesenjangan pembangunan antar provinsi atau negara bagian. Tema ini sebagai bentuk respons terhadap terjadinya kesenjangan pembangunan. dan curah hujan. Perubahan lingkungan global: Perubahan lingkungan akibat perilaku manusia misalnya hutan yang dibabat untuk lahan pertanian. perkebunan atau perumahan akan menyebabkan banjir. dan sebaginya juga meningkat. Menutup Kesenjangan : Konferensi Internasional Promosi Kesehatan yang ke tujuh di Nairobi. baik antar negara maupun inter institusi didalam suatu negara lemah. Urbanisasi ini akan menimbulkan ketidakseimbangan distribusi penduduk. bahwa institusi Promosi Kesehatan dimanapun juga. tanah longsor disatu sisi. yang dikelompokkan menjadi: a. e. dan sebagainya. termasuk pembangunan kesehatan dimanapun juga. kimia (keracunan). Hal ini didasari pengalaman dari berbagai Negara. Lemahnya institusi 140 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang berarti meningkatkan penggunaan bahan bakar dan berdampak terhadap meningkatnya polusi udara. Meningkatkan Kesehatan dan Pembangunan.DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN d. sebaliknya di desa-desa kepadatan penduduknya sangat rendah. Baik kesenjangan pembangunan kesehatan antar negara ( negara-negara maju dengan negara-negara berkembang). penyakit-penyakit tidak menular akibat dari polusi udara.

DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN

ini bukan hanya dilihat dari sumberdaya manusia (tenaganya) saja, tetapi juga sumber daya yang lain, yakni infrastruktur yang lain. Oleh sebab itu dalam penguatan lembaga atau institusi Promosi Kesehatan, infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan melalui upaya-upaya antara lain : a). Memperkuat kepemimpinan Promosi Kesehatan, b). Memperkuat manajemen kerja, c). Meningkatkan pembiayaan atau anggaran promosi kesehatan, dan sebagainya. b. Memperkuat sistem kesehatan (strengthening health system) : Setiap Negara, termasuk Indonesia mempunyai Sistem Kesehatan yang berbedabeda. Sistem Kesehatan Negara , atau di Indonesia disebut SKN (Sistem Kesehatan Nasional) adalah merupakan panduan pembangunan kesehatan nasional, termasuk pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, guna mencapai tujuan pembangunan, termasuk pembangunan bidang kesehatan maka perlu penguatan sistem kesehatan tersebut antara lain melalui : 1). Menyempurnakan kebijakan-kebijakan publik yang terkait dengan isu-isu kesehatan yang strategis yang menjadi mengancam kesehatan penduduk, seperti meluasnya penyebaran HIV/AIDS, menurunnya kesehatan perempuan yang dapat berakibat terhadap kualitas hidup bagi generasi selanjutnya, meningkatnya populasi lansia, dan sebagainya. Meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) memang merupakan indikator dari meningkatnya kesehatan masyarakat, tetapi dipihak lain (terutama di negara-negara berkembang) kualitas hidup lansia ini rendah. Oleh sebab itu akan menjadi beban ganda dalam angka ketergantungan penduduk. Di negara-negara berkembang populasi anak balita (umur dibawah umur 5 tahun) masih tinggi, sekitar 12,0% dari jumlah penduduk. Kelompok anak balita adalah merupakan kelompok ketergantungan terhadap penduduk yang lain. Sementara itu lansia dipihak yang lain, jumlahnya juga meningkat (sekitar 10,0%) dari jumlah penduduk. Hal ini akan menyebabkan beban ganda bagi penduduk yang produktif meningkat. 2). Meningkatkan akses pelayanan kesehatan: Telah disebutkan di atas bahwa kesenjangan pelayanan kesehatan terjadi di mana-mana, terutama di negara-negara berkembang. Ini berarti bahwa di satu pihak, kelompok masyarakat sangat mudah mengakses pelayanan kesehatan. Tatapi dipihak yang lain banyak kelompok masyarakat yang sulit dan bahkan tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan, walau pelayanan kesehatan yang sederhanapun. Oleh sebab itu akses pelayanan kesehatan bagi kelompok masyarakat dimanapun harus ditingkatkan. Peningkatan akses pelayanan memang tidak hanya karena jarak yang dekat antara masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan menurunkan “biaya” pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat mampu mengaksesnya. Kemitraan dan kerja sama lintas sector (partnership and intersector action) : Kemitraan dan kerja sama lintas sektor sebenarnya telah dibahas dan telah dihasilkan kesepakatan bersama dalam Konferensi Promosi Kesehatan di Jakarta tahun 1997, PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

c.

141

DARI OTTAWA SAMPAI NAIROBI PILAR-PILAR PROMOSI KESEHATAN

dan telah tertuang didalam Deklarasi Jakarta. Dengan hadirnya para peserta dari berbagai latar belakang, baik dari sektor kesehatan maupun non kesehatan, baik dari pemerintahan maupun swasta, adalah merupakan pencerminan dari adanya kemitraan dan kerja sama lintas sektor. Kemudian Konferensi Nairobi ini ditekankan kembali pentingnya kemitraan dan kerjasama lintas sektor dalam menutup kesenjangan pembangunan, termasuk kesenjangan pembangunan pelayanan kesehatan. Keterlibatan sektor-sektor non kesehatan dalam pembangunan kesehatan tidak semata-mata dalam bentuk infrastruktur atau pelayanan kesehatan saja, tetapi juga dalam bentuk kebijakan publik. Misalnya larangan merokok atau penyediaan tempat untuk yang merokok dan yang tidak merokok diruang pubilk adalah juga merupakan bentuk partisipasi dari mitra sektor kesehatan, utamanya dalam dukungan kebijakan publik. d. Pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment) : Strategi Promosi Kesehatan dari WHO (1984) menyatakan behwa pemberdayaan (empowerment) ditujukan kepada masyarakat sebagai sasaran utama (primer) Promosi Kesehatan. Hal ini mempunyai makna bahwa tujuan utama Promosi Kesehatan adalah pemberdayaan masyarakat, atau masyarakat yang berdaya (berdaya dalam bidang kesehatan). Kita telah sepakat bahwa masyarakat yang berdaya bidang kesehatan, apabila sesorang atau masyarakat mau dan mampu memelihara kesehatan mereka sendiri. Dimensi individu atau masyarakat yang berdaya dalam kesehatan mencakup: 1) Bila sakit mau dan mampu mengatasi masalah kesehatannya tersebut, baik mandiri atau minta bantuan terhadap pelayanan kesehatan. 2) Bila sehat mau dan mampu mempertahankan tingkat kesehatannya tersebut (mencegah dari penyakit atau masalah kesehatan yang lain, dan meningkatkan kesehatannya). Melek/sadar kesehatan dan perilaku sehat (health literacy and health behavior) : Melek atau sadar akan kesehatan dan berperilaku sehat sangat erat kaitannya dengan pemberdayaan kesehatan. Artinya seseorang atau masyarakat yang “melek”, “sadar” atau “tahu” kesehatan adalah merupakan prasyarat untuk berperilaku hidup sehat. Berperilaku hidup sehat itu berarti seseorang atau masyarakat telah mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri, atau telah berdaya dalam kesehatan. Disamping itu melek kesehatan atau sadar akan kesehatan berarti juga mau memanfaatkan teknologi kesehatan, baik untuk mempertahankan kesehatannya (preventif dan promotif), maupun untuk memperoleh penyembuhan dan pemulihan pada waktu sakit atau terjadinya masalah kesehatan yang lain (kuratif dan rehabilitatif).

e.

142

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA
Fichtenberg CM dan Glantz SA. Effect of smoke-free workplaces on smoking behavior: a sistematic review. British Medical Journal 325, 2002:188-191 Chaloupka FJ, Saffer H. The demand for cigarettes and restrictions on smoking in the workplace. National Bureau of Economic Research, 1988. Working paper No. 2663 Wakefield MA, dkk. Workplace smoking restrictions, occupational status and reduced cigarette consumption. J. Occup Med 34, 1992: 693-697 Centers for Disease Control and Prevention. Ten great public health achievements-United States, 1900-1999. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 1999;48:241-243.[Medline] Hartsfield D, Moulton AD, McKie KL. A review of model public health laws. Am J Public Health. 2007;97(Suppl_1):S56-S61 Spasoff RA. Epidemiologic Methods for Health Policy. New York, NY: Oxford University Press; 1999. Ross C. Brownson, Jamie F. Chriqui, and Katherine A. Stamatakis. Understanding Evidence-Based Public Health Policy. American Journal of Public Health Vol 99, No. 9 Jul 16, 2009 September 2009, | 1576-1583 Choi BC, Pang T, Lin V, et al. Can scientists and policy makers work together? J Epidemiol Community Health. 2005;59:632-637. Kingdon JW. Agendas, Alternatives, and Public Policies. New York, NY: Addison-Wesley Educational Publishers Inc; 2003. Sallis JF, Cervero RB, Ascher W, Henderson KA, Kraft MK, Kerr J. An ecological approach to creating active living communities. Annu Rev Public Health. 2006;27:297-322. Friedlaender E, Winston F. Evidence based advocacy. Inj Prev. 2004; 10:324-326. Carlisle S. Health promotion, advocacy and health inequalities: a conceptual framework. Health Promot Int. 2000; 15:369-376. McQueen DV. Strengthening the evidence base for health promotion. Health Promot Int. 2001;16:261-268. Moulton AD, Mercer SL, Popovic T, et al.. The scientific basis for law as a public health tool. Am J Public Health. 2009;99:17-24. Lindsey LLM, Ah Yun K. Examining the persuasive effect of statistical messages: a test of mediating relationships. Commun Stud. 2003;54:306-321. Allen M, Bruflat R, Fucilla R, et al.. Testing the persuasiveness of evidence: combining narrative and statistical forms. Commun Res Rep. 2000;17:331-336.

PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI

143

Double epidemic: Crystal methamphetamine use in relation to HIV transmission among gay men. Abdullah H. NGO facilitation of a government community-based maternal and neonatal health programme in rural India: improvements in equity. Messen B. eds. 144 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . St. Osmond D.40:369-379. Judge K. Am J Prev Med. Barriers to access and the purchasing function of health equity funds: lessons from Cambodia. John. Am J Prev Med. can you help us get more practice-based evidence? Am J Public Health.00001752 94. Louis: The CV Mosby Company Hardeman W. Health Policy and Planning 2008. Access to health care for all? User fees plus a Health Equity Fund in Sotnikum. Stockholm: Institute for Future Studies. Whitehead M.19:22-32. Catania JA.DAFTAR PUSTAKA Zaza S. Paradigmatic obstacles to improving the health of populations-implications for health policy. 2006. 1998. doi: 10. PMID:14679282 doi:10.96:406-409. The effectiveness of interventions to increase physical activity. Ramsey LT. Green LW. men who have sex with men. Briss PA. Sex Transm Dis 2005.1093/heapol/czh003 Bigdeli. 1995. 32: 531-3. McKinlay JB.olq. Ir P.2471/BLT. Viagra (sildenafil) use in a population-based sample of U. Cambodia. Hoehner CM. Wills J.S. 1998. The Guide to Community Preventive Services: What Works to Promote Health? New York.1300/ J082v41n02_02 Paul JP.76494.87:560-564 | doi:10. 1992.08. Amanda M Rosecrans dkk. Benzeval M. Tackling inequalities in Health: An Agenda for Action. Hanlon. 1991. Halkitis P. Brownson RC. Bull World Health Organ 2009. Soares J. Kahn EB. Stirratt MA. Harris KW. Physical activity interventions in Latin America: a sistematic review. Partnerships in Health Promotion. Priciples of Public Health Administration. Public health asks of sistems science: to advance our evidencebased practice. Perez DP. Pollack L. Practising Health Promotion: Dilemmas and Challenges.77 Prestage. NY: Oxford University Press. 22(4 Suppl):73-107. Heng Kimvan. Whitehead M (eds). London: King’s Fund.publish.23:234-243 Fieldgrass J. London: Bailliere Tindall. Garrett. Maryam dan Peter Leslie Annear.au/journals/sh Dahlgren. Policies and Strategies to Promote Sosial Equity in Health. J Homosex 2001. 2008. Parsons JT. Health Policy Plan 2004. 2005. A sistematic review. London: Health Education Authority Naidoo J. et al. 2002. et al.053058 Baqui. Using drugs for sex: playing with risk? Dalam www. 1955. 41: 17-35. van Damme W.34:224-233.1097/ 01. Salud Publica Mex. van Pelt M. doi: 10.csiro.

L. p. 4.). A. 1355. 224 Stover. Encyclopedia of anthropology.Health education Planning. Bulletin of the World Health Organization. Can we empower others? The paradox of empowerment in the governing of an alternative public school. 373. 8. Lawrence. Prevalence of female genital cutting among Egyptian girls. Ji Chenyi. The John Hopkins University: Mayfield Publishing Co Lee.ca/ph-sp/phdd/determinants/index. Iss. Driedger. No. Carlos Santos-Burgoa. Thousand Oaks. Wright M. Toronto: Nelson Thomas Learning. Health promotion activities in China from the Ottawa Charter to the Bangkok Charter: revolution to evolution. 4. Macmillan. Iss. (2006). 9681.Who runs global health? The Lancet. Respecting culture and honoring diversity in community practice. Engaging diversity: Multiculturalism in Canada (2nd ed. ON : Oxford University Press. 1980.phac-aspc. The community development continuum. Frances E dan Robert C Annis.). Vol. Mostafa Abdel-Aty. Vol 21.html Racher. et al. Toronto : University of Toronto Jackson T. 2083 Raeburn. 1987. p. Gabriel N. 269 Public Health Agency of Canada. Promotion & Education. p. 99. Trickett EJ. 1998. 2009. Geneva: Apr 2008. Hua Fu. American Journal of public Health. London : Jun 20-Jun 26. Gruber J. 2006.gc. Birx. (2006). Basingstoke Green. How effectiveis strengthening community action as a strategy for health promotion ? Participaction No. 4. Alliences in Health Promotion: Theory and Practice.DAFTAR PUSTAKA Scriven A (ed). 1994. Empowerment the holy grail of health promotion ? Health Promotion International 9. Rissel C. 2007 Fleras. What determines health? Ottawa : Author. Washington WHO. Lorenza Mariscal-Servitje. Don Mills. Albert. & Elliott. Vol. 3. The present and future of Mexican health promotion. Race and ethnicity: Finding identities and equalities (2nd ed. 4 Maria Acosta-Mendez. Aug 2009. !993. PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 145 . Anonymous. from http : //www. 2007. H. Research and Theory for Nursing Practice : An International Journal. 86. Mohammed A Tag-Eldin. CA: Sage. Vol. Vol 144. (2002). J. (2003). p. Female genital mutilation and obstetric outcome : WHO collaborative prospective study in six African countries. Mahmoud N Al-Tayeb. 1989. A Diagnostic Approach.. Community Health Studies 8. J. Vol. Iss. J. Mitchell S. 14. Iss. Mohsen A Gadallah. Sosial conditions and health. American Journal of Community Psychology 15. Promotion & Education. Iss. Retrieved June 7. 2007.

Academic Research Librarypg. and Pettersson. 2002). (dalam Hubley. Health Promotion International. 1-4 Tang. 1 Consiglio W. 425 Vicki Brower. 2007. Ebere C Anyanwu. Sep 15. Catford. R. Vol 21 No. Vol. 254-256. Driscoll P. 2006 21. 2001. 2009. http://www. Iss. Mobile phones and driving. Global partnership to roll bac malaria. 16. 177. Television viewing behaviour and associations with food habits in different countries. 9. Sosial and Preventive Medicine. 35: 495-500. Joseph J Fins. Vector-borne diseases and global warming: are both on an upward swing? Scientists are still debating whether global warming will lead to a further spread of mosquitoes and the diseases they transmit. Geneve: WHO. Public Health Nutrition. Opening addresses the 6th global conference on health promotion.int/inf-fs/en/InformationSheet02. 181. EMBO Reports. S1. Accid Anal Prev 2003. Lea Maes . Journal of Public Health Policy. (edl) Implementation of the Bangkok Charter for Health Promotion in a Globalized World: experience and challenges of selected high income countries in Europe. Ottawa: Sep 1. Cambridge: Apr 2006. Saint-Denis Cedex-France. Journal. p. Witte M. Health Empowerment. 1059 Carine A Vereecken.who. 2007. Stephen. Beaglehole. 2007. Ottawa: Oct 23. February 1. 9 World Health Organization. 5. Scaling-up insecticide-treated netting program in Africa. Canadian Medical Association. A strategic framework for coordinated national action.. Chris Roberts. Caroline Mulvihill. p. Joanna Todd. Cambridge Quarterly of Healthcare Ethics. J. Canadian Medical Association Journal. p. Iss. New York: Fall 2007. Berg WP. Effect of cellular telephone conversations and other potential interference on reaction time in a braking response. Henroy Scarlett. 2004. (2006) (Editorials) Creating political will: moving from the science to the art of health promotion. Health Promotion International. 244 (7 pages) Sandeep Johal. 1995. Zhengming Chen. 2006: 51. 9. Nutbeam. pg. 281 Prabhat Jha. C. K. Academic Research Library.pdf 146 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI . Jenny Britt-Compton. Iss. Jong-wook. B. tt. Lee. 25. 2. p. Promotion and Education. 755. 2.DAFTAR PUSTAKA Barr A. Vol. Journal of Public Health. Supplement Journal of Health Promotion and Education. Commercialism in the Clinic: Finding Balance in Medical Professionalism. 9. Poverty and chronic diseases in Asia: challenges and opportunities. Mass use of insecticide-treated bednets in malaria endemic poor countries: public health concerns and remedies. Health Literacy and Health Promotion Bezruchka. Tim Marshall. The effect of economic recession on population health. Iss. Empowering communities-beyond fashionable rhetoric? Some reflections on Scottish experience. John E Ehiri. 1. Vol. 4. Fiona Napier. Community Development Journal 30 International Union of Health Promotion and Education (UHPE). Mar 2005. 27. 2002. Vol.

69 Raeburn. J Balmford. http://www. ProQuest Health and Medical Complete pg. Vol. Sep 2003. 12. Toronto: University of Toronto Jackson T. Understanding how mass media campaigns impact on smokers. Supplement 2. ParticipACTION No. Barr A. Trickett EJ. American Journal of Community Psychology 15. 3. 1987. 1995. Safety of pyrethroid-treat mosquito nets. Mitchell S. J. The community development continuum. Can we empower others? The paradox of empowerment in the governing of an alternative public school. Jacqui Lloyd.DAFTAR PUSTAKA World Health Organization. II45 Susan G Devine. p. Community Development Journal 30 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI 147 . Impact of a five-day short course on integration of health promotion into practice in north Queensland. 20. Empowering communities-beyond fashionable rhetoric? Some reflections on Scottish experience. Iss. Wright M. Health Promotion Journal of Australia. Tobacco Control. Gruber J. Community Health Studies 8. !993.pdf R Borland. 1. 1989. WHO Pesticide Evaluation Scheme. Lorraine Llewellyn-Jones. How effectiveis strengthening community action as a strategy for health promotion ?.who.int/ctd/whopes/sptmn_eng. Maroochydore: Apr 2009.

PENGARAH PENGARAH Pengarah Kepala Pusat Promosi Kesehatan Dr. M. SKM. Drs. Zuraidah. DR.Kes DR. DHSM.MPH Dra. Bambang Hartono. M.MPH Drg.CommH DR. Ernanti Wahyurini.Si Dra. MPH Bob Susilo.Sc Dr. SKM. MPH Kontributor Dr. M. Sos 148 PROMOSI KESEHATAN KOMITMEN GLOBAL OTTAWA-JAKARTA-NAIROBI .Sc Drs. SKM. M. Abidinsyah Siregar.Sc Drs.Sc Dra. Abidinsyah Siregar.M. Zulazmy Mamdi.Kes Dra. M. Dunanty Sianipar. MPH Dr. M. Marlina Ginting. M. Soekidjo Notoatmodjo. SKM. M. S. M. M. DHSM. Hafni Rohmah. SKM.Kes Wiji Astuti. Ruflina Rauf. Tri Krianto. Dachroni. MPH DR.Kes Penulis Prof. Ir. SKM.Kes Ir. Bambang Setiadji. Anwar Hasan. MPH Ismoyowati. Syahartini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful