P. 1
Makalah Peran Pasta Gigi

Makalah Peran Pasta Gigi

|Views: 511|Likes:
Published by MarthaLeica

More info:

Published by: MarthaLeica on Oct 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2015

pdf

text

original

PERAN PASTA GIGI GUNA MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK ANAK SEKOLAH DASAR

NAMA NIM KELAS

: MARTHA LEICA : 201211092 :B

ABSTRAK Pasta gigi diartikan sebagai bahan yang digunakan bersama dengan sikat gigi, untuk tujuan membersihkan permukaan gigi geligi yang dapat dicapai. Pemakaian pasta gigi juga memberikan manfaat lain yang berpengruh terhadap terjadinya karies gigi dan radang gusi. Saat ini telah beredar pasta gigi yang baik digunakan untuk kesehatan gigi dan mulut kita. Bermacam-macam variasi dilakukan untuk menambah daya tarik ataupun memaksimalkan manfaat pasta gigi tersebut. Ada banyak bahan kimia yang dijadikan sebagai bahan antibakteri dalam pasta gigi, salah satunya adalah fluor yang telah terbukti dapat menghambat karies dengan cara menghambat aktivitas metabolisme bakteri kariogenik dalam memetabolisme karbohidrat untuk menghasilkan asam dan polisakarida adhesif yang diperlukan untuk berkolonisasi pada permukaan gigi. Selain itu, fluor dapat menguatkan gigi dengan meningkatkan proses remineralisasi sehingga enamel resisten terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri. Namun banyak pasta gigi yang beredar mengandung fluor dengan kadar yang lebih banyak dari yang seharusnya. Hal ini tentunya akan mempengaruhi juga kadar fluor yang ada pada saliva anak. Masalah ini harus segera di antisipasi oleh masing-masing individu. Upaya paling mudah untuk terhindar dari masalah kadar fluoride dalam pasta gigi yang berlebihan untuk anak tentu saja dengan cara memilih pasta gigi yang tepat yang mengendung bahan yang tidak berbahaya, dan susuai indikasi dokter untuk kesehatan gigi anak.

PENDAHULUAN Pasta gigi diartikan sebagai bahan yang digunakan bersama dengan sikat gigi, untuk tujuan membersihkan permukaan gigi geligi yang dapat dicapai. Definisi ini lebih menekankan dari segi fugsi kosmetika meliputi pengangkatan materi alba, “film”, sisa-sisa makanan dan stain dari permukaan gigi. Sehingga dari segi kosmetika ini diperoleh kesan gigi yang bersih dan nafas yang segar.1 Pemakaian pasta gigi juga memberikan manfaat lain yang berpengruh terhadap terjadinya karies gigi dan radang gusi. Pada suatu klinis oleh Loe, Theilade dan Jensen, 1965 menunjukan bahwa menyikat gigi dengan baik sejak usia muda akan menghasilkan kebersihan mulut yang baik, secara klinis keadaan gingivanya normal dari kumpulan plak. Gejala klinis gingivitis akan mulai nampak pada hari ke10-21 dngan hubungan yang erat dengan derajat kumpulan plak. Kondisi akan kembali normal dalam 1 minggu dengan disertai penyikatan gigi secara teratur. Studi klinis yang lainnya menunjukan bahwa kecepatan terbentuknya karis sebanyak 50% lebih sedikit pada orang-orang yang biasa menyikat gigi disbanding orang yang tidak menyikat gigi.1 Berdasarkan hasil Survei Keseatan Rumah Tangga departemen Kesehatan RI taun 2004, prevalensi karies pada anak di Indonesia menunjukkan angka yang sangat tinggi yaitu mencapai hingga 89% dan menempati peringkat ke-enam sebagai penyakit yang paling banyak diderita anak anak. Masalah ini harus segera di antisipasi oleh Orang tua. Upaya paling mudah untuk mencegah terbentuknya karies tentu saja dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang tepat.2 Saat ini telah beredar pasta gigi yang baik digunakan untuk kesehatan gigi dan mulut kita. Bermacam-macam variasi dilakukan untuk menambah daya tarik ataupun memaksimalkan

manfaat pasta gigi tersebut. Namun banyak pasta gigi yang beredar mengandung fluor dengan kadar yang lebih banyak dari yang seharusnya. Hal ini tentunya akan mempengaruhi juga kadar fluor yang ada pada saliva anak.3 Anak-anak biasanya menggunakan pasta gigi yang juga digunakan oleh orang tuanya. Dan kebanyakan orang tua di Indonesia belum memperhatikan kandungan pada pasta gigi mereka dan efeknya terhadap diri mereka maupun terhadap anak mereka. Pasta gigi herbal mempunyai komposisi yang berbeda dengan pasta gigi non herbal begitu juga dengan manfaatnya masing-masing mempunyai perbedaan tertentu. Dengan kandungan berbeda maka efek pada saliva pun akan berbeda.4 Dari pemikiran tersebut munculah masalah yang akan diangkat dalam makalah ini yaitu bagaimana peran pasta gigi pada kesehatan gigi dan mulut anak anak sekolah dasar dan pemberian pasta gigi yang baik untuk gigi anak anak. Tujuan dari makalah ini agar pembaca mengetahui informasi tentang peran pasta gigi pada kesehatan gigi dan mulut anak anak sekolah dasar dan pemberian pasta gigi yang baik untuk anak anak sekolah dasar. Manfaat dari makalah ini yaitu memberikan wawasan kepada pembaca tentang peran pasta gigi pada kesehatan gigi dan mulut anak anak sekolah dasar dan pemberian pasta gigi yang baik untuk anak anak sekolah dasar.

TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Pasta Gigi1 Pasta gigi diartikan sebagai bahan yang digunakan bersama dengan sikat gigi, untuk tujuan membersihkan permukaan gigi geligi yang dapat dicapai. Definisi ini lebih menekankan dari segi fugsi kosmetika meliputi pengangkatan materi alba, “film”, sisa-sisa makanan dan stain dari permukaan gigi. Sehingga dari segi kosmetika ini diperoleh kesan gigi yang bersih dan nafas yang segar. Pemakaian pasta gigi juga memberikan manfaat lain yang berpengruh terhadap terjadinya karies gigi dan radang gusi. Pada suatu klinis oleh Loe, Theilade dan Jensen, 1965 menunjukan bahwa menyikat gigi dengan pasta gigi sejak usia muda akan menghasilkan kebersihan mulut yang baik. Studi klinis yang lainnya menunjukan bahwa kecepatan terbentuknya karis sebanyak 50% lebih sedikit pada anak anak yang biasa menyikat gigi dibanding anak yang tidak menyikat gigi.

B. Kandungan pasta gigi pada umumnya5

Sebuah pasta gigi pada umumnya tersusun atas : 1. Agen Polishing(penggosok).Merupakan salah satu bahan terpenting pasta gigi yang berfungsi untuk menghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi dan juga membantumenghilangkan diskolorisasi pada gigi. Pada umumnya, hampir separuh dari total berat pasta gigi adalah agen ini. Agen yang sering digunakan adalah : kapur presipitasi,trikalsium fosfat, alumunium fosfat, magnesium trisilikat, dll.

2. Agen Moistener (pelembab).Biasanya ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk menghindarkan terjadinya pengeringan dan pengerasan pasta. Yang sering digunakanadalah : gliserin, sorbitol, propilen glikol, dll.

3. Agen deterjen dan foaming (pembuat busa).Berfungsi untuk membantu aksi agen polishing dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang digunakan bervariasi antara 1.5 ± 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen yang paling seringdigunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat.Berfungsi untuk membantu aksi agen dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang digunakan bervariasi antara 1.5 ± 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen yang paling seringdigunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat.

4. Agen pengikat.Agen ini sangat esensial untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pasta. Yang lazim digunakan adalah :- Pati (Starch).- Gum tragacanth.- Sodium alginat(Manucol SA).- Modified Irish Moss (Sangat bagus dan menjadikan pasta sangat stabil).-Sintetik seperti : Propilen glukol.

5. Pemanis.Untuk memberikan rasa manis pada pasta. Yang sering digunakan adalahsakarin dengan konsentrasi antara 0.1 ± 1.3%. Gula juga dapat digunakan namunsayangnya cenderung mengkristal.

6. Flavour (Pemberi rasa).Untuk memberikan aroma atau rasa pada pasta danmenghindarkan terjadinya rasa eneg atau mual. Selain itu juga untuk menambahkesegaran pasta. Yang sering digunakan adalah minyak peppermint.5

7. Pengawet.Bahan pengawet haruslah bersifat non toksik dan berfungsi untuk menjagastruktur fisik, kimiawi dan biologi pasta. Misalnya adalah sodium benzoat atau sodiumhidroxibenzoat.

C. Macam Macam Pasta Gigi BerFluoride6 Menyikat ggi dengan pasta gigi yang mengandung berfluorida merupakan cara yang banyak digunakan. Pasta gigi berfluorida memberikan kontribusi yang besar dalam penurunan angka karies gigi. Dengan penggunaan pasta gigi berfluorida diharapkan fluoride akan tetap berada dijaringan mulut dalam kadar yang rendah. Fluorida yang berasal dari pasta gigi untuk jangka waktu tertentu akan tetap berada disaliva. Fluorida yang berasal dari pasta gigi juga menyebabkan peningkatan konsentrasi pada plak yang melekat pada gigi. Dengan ada fluoride akan meningkatkan rmineralisasi pada jaringan gigi.hingga mereduksi kemungkinan terjadinya karies pada gigi. Pemberian fluoride pada gigi sangat efektif, karena menyikat gigi adalah rutin yang dilakukan setiap harnya dengan biaya yang relative murah.

Percobaan klinis penggunaan stannous fluoride pada pasta gigi pertama kali dilakukan pada tahun 1955. Berbagai penelitian menunjukan, penggunaan pasta gigi berfluorida mereduksi karies gigi pada anak sebesar 15-30%. Disamping itu penggunaan pasta gig juga berfluorida juga mencegah karies pada orang dewasa. Kini penambahan kandungan fluoride pasta gig tidak hanya menggunakan stannous fluorida namun juga menggunakan sodium fluoride, sodium monoflurofosfat, dan amine fluoride. Sekarang ini lebih dari 90% pasta gigi yang terapat dipasaran mengandung fluor dan sebagian besar menggunakan sodium monoflurofosfat atau sodium fluorida sebagai bahan aktifnya. Biasanya konsentrasi yang digunakan dalam pasta gigi berkisar antara 1.000 sampai 1.100 mgF/gr. Dieropa ditetapkan 1.500 mgF/gr sebagai kadar tertinggi konsentrasi fluoride dalam pasta gigi. Kemampuan mereduksi keries gigi secara proposional sebanding dengan kadar kandungan fuorida. Pada anak anak dikhawatirkan pasta gigi tertelan. Setiap kali menggosok gigi, seorang anak dapat menelan 0,12 hingga 0,38 gr pasta gigi. Dalam rangka mengatasinya, terdapat upaya untuk memproduksi pasta gigi anak anak dengan kadar fluoride yang rendah. Selain itu juga dianjurkan, untuk anak anak agar tidak membubuhkan pasta gigi dalamjumlah banyak. Berdasarkan pertimbangan tersebut, kini dipasaran terdapat pasta gigi dengan kadar fluoride 400 mgF/g.  Pasta gigi yang mengandung acidulated fosfat flourida Berdasarkan hasil penelitian klinis dinyatakan bahwa penggunan flourida untuk mencegah karies terletak pada keberhasilan dari bahan bahan topical yang secara langsung mempunyai kemampuan untuk menyimpan flourida pada enamel . gron dan budevold 1967, membuat suatu

hipotesa bahwa kegagalan yang dapat disebabkan oleh adanya hubungan dengan for ula natrium florida netral , yangsemula tidak hanya tergantung pada struktur kimia bahan abrasif tetapi juga tergantung pada pH dari formula tersebut. Keberhasilan dari percobaan pada larutan acidulated fosfat flourida ini yang mendorong untuk mencoba bahan aktif ini ke dalam pasta gigi. Nrudevold dan Chilton (1966) dan Peterson dan wiliam (1968) melaporkan bahwa selama 2 tahun penyelidikan mengenai penggunaan yang tidak terkontrol dari formula yang mengandungaccidulated natrium flourida 0,22% dengan 1,5% asam orthofosfat. System abrasif yangdigunakan adalah natrium metafosfat yang tidak larut. Dimana menurut ericsson (1961) telah ditemukan tidak adanya reduksi karies yang bermakna dari flourida yang tersedia didalam larutan natrium flourida.  Pasta gigi yang mengandung stanus flourida Keberhasilan penelitian klinik dalam penggunaan aplikasi daristanus flourida menyebabkan bahan tersebut digunakan dalam pasta gigi. Muhler dan kawan-kawan di Indiana university (USA) menggunakan stanus flourida sebagai bahan topical, dan memutuskan bahan ini digabungkan ke dalam pasta gigi, yang mana dibuat pabrik dan dipasarkan dibawah izin dengan nama crest di Negara USA pada tahun 1955. Dan pada tahun 1964, bahan crest diakui sebagai bahan pasta terapi oleh dewan terapeutik pada American Dental Association. Baru baru ini pasta gigi stanus flourida yang lain. (aim) yang telah diuji secara klinik dan dipasarkan dalam bentuk gel dengan bahan dasar stanus flourida, system abrasifnya silica, flourida ini lebih stabil daripada flourida-kalsium pirofosfat. Selama pengujian klinis dari pasta gigi flourida, peneliti mencatat timbulnya pigmentasi (stain) pada gigi orang-orang yang menggunakan pasta gigi yang mengandung stanus fluoride. Stain terjadi terutama dalam pelikel padat, enamel yang porus dari lesi insipient.

 Pasta gigi yang mengandung natrium monfluorofosfat Natrium monofluorofosfat merupakan sumber flourida yang banyak digunakan untuk pasta gigi. Flourida ini terkandung didalam garam dan mempunyai keuntungan yang lebih besar dibanding dengan natrium flourida dan stanus flourida, dimana mempunyai daya campur lebih besar dengan bahan pasta gigi abrasif, dan tidak menimbulkan sedikit stain dibandingkan dengan yang memakai pasta gigi stanus flourida ( Naylor dan Emslie, 1967, fanning dkk, 1968) berkurangnya stain ini berhubungan dengan penggunaan pasta gigi monofluorofosfat dan merupakan satu keuntungan disbanding dengan yang mengandung stanus flourida. Pada tahun 1969 pasta gigi monofluorofosfat diakui oleh dewan teraeuptik pada lembaga dokter gigi di amerika dengan stanus A ( accepted).

D. Fungsi Pasta Gigi7 Berbagai penelitian klinik yang telah dilakukan di berbagai Negara didunia yang menyetujui pernyataan bahwa pasta gigi yang mngandung fluor mempunyai efek terhadap penurunan terjadinya karies. Efek ini sebagai fungsi teampeutik pasta gigi (mengandung obat) yang secara kimia dan farmakologi diberikan oleh pasta gigi. Fungsi pasta gigi yaitu :  Fungsi kosmetik Pasta gigi yang berfungsi kosmetik adalah pasta gigi yang tidak mengandung obat, berguna untuk mengangkat materi materi seperti materi alba, “film”(partikel dan plak), sisa sisa makanan selain dari permukaan gigi. Efek yang diberikan pasta gigi adalah gigi

yang sehat, bersih secara kosmetika dan menyegarkan nafas.  Fungsi kosmetik – terapeutik Pasta gigi yang berfungsi kosmetik adalah pasta gigi yang tidak mengandung obat, berguna untuk mengangkat plak gigi secara fisik dan mekanik dengan cerat dan efisien. Karna pasta gigi ini berfungsi kosmetik – terapeutik maka efek yang diberikan dari pasta gigi ini adalah dengan disertainya efek terapeutik dalam hal ini insiden karies, kalkulus, dan penyakit gingival.  Fungsi Terapeutik Pasta gigi yang berfungsi terapeutik adalah pasta gigi yang mengandung obat, untuk membawa substansi obat ke permukaan gigi atau disekitar gigi (plak, saliva, jaringan gingival dan lain lain). Efek yang diberikan dari pasta gigi ini adalah untuk mendapatkan aksi spesifik kimia dan farmakologi dari substansi obat, sebagai manifertasi klinis dengan menurunkan insiden dari plak, kalkulus, karies, atau penyakit gingival. Pasta gigi terapeutik oleh Dewan LembagaDokter Gigi di Amerika diklasifikasikan menjadi :  Diterima : Untuk produk pasta gigi yang terbuktu keamanan dan keefektifanya dan menggunakan segel diakui.  Diterima untuk sementara waktu : Untuk produk pasta gigi yang memberikan tanda tanda dalam hal keefektifanya dan keamanannya, namun belum memberikan bukti yang cukup dalam kegunaanya dalam bidang kedokeran gigi.  Tidak diterima : Untuk produk pasta gigi yang tidak mempunyai bukti mengenai

kegunaan dan keamananya pun masih dipertanyakan. E. Perbedaan Pasta Gigi Anak dan Pasta Gigi Dewasa8

Pasta gigi anak dan dewasa memiliki beberapa perbedaan antara lain :

1. Pasta gigi orang dewasa mengandung kadar fluor yang tinggi. Kadar fluor yang tinggi tidak dianjurkan untuk pasta gigi anak karena apabila fluor tertelan dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan keracunan pada anak. Pasta gigi pada anak umumnya mengandung 30 % dari pasta gigi untuk orang dewasa. 2. Pasta gigi orang dewasa mengandung detergen yang cukup kuat. Apabila anak menggunakan pasta gigi orang dewasa yang mengandung bahan ini maka akan mengakibatkan mulut kering dan perih. 3. Pasta gigi orang dewasa mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS)yang merupakan detergen sintesis yang sangat ampuh untuk membersihkan lantai. Apabila anak memakai pasta gigi yang mengandung bahan tersebut, bahkan bila sampai termakan maka zat ini dapat membuat mulut anak terasa terbakar. 4. Pasta gigi orang dewasa biasanya mengandung hars abrasive yang dapat mengikis email gigi anak. 5. Pasta gigi orang dewasa sering mengandung perasa yang kuat yang justru tidak disukai oleh anak karena meninggalkan rasa yang tidak enak pada mulut usai menyikat gigi.

Begitu banyak perbedaan komposisi pasta gigi anak dan dewasa namun kenyataan di lapangan sangat bertolak belakang. Pasta gigi anak yang beredar pada kenyataannya tidak baik untuk anak.

Beberapa komposisi yang seharusnya hanya bisa terdapat pada pasta gigi dewasa justru terdapat pula pada pasta gigi anak. F. Pengunaan Pasta Gigi yang Aman diUsia Sekolah (6 – 12 tahun)9 Meningkatnya rasa tanggung jawab terhadap tugas sekolah dan tugas di rumah akan lebihterlihat pada anak usia ini. Perkembangan motorik halus dan kasar semakin menuju ke arahkemajuan. Oleh karena itu anak lebih dapat diajarkan cara memelihara kesehatan gigi dan mulutsecara lebih rinci, sehingga akan menimbulkan rasa tanggung jawab akan kebersihan dirinya sendiri. Dalam hal ini orang tua memegang perananan di dalam menerapkan disiplin dalam melaksanakana tanggung jawab tersebut.Beberapa tekhnik pengunaan pasta gigi yang aman untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang harus diperhatikan pada usia ini adalah:

Gunakan pasta gigi sesuai indikasi dan jumlah secukupnya. Pemberian pasta gigi dalam jumlah sedikit gunakan seukuran biji kacang polong (diameter 6 mm).

Gunakan pasta gigi sesuai peruntukanya, artinya anak anak sebaiknya mengguakan pasta gigi untk anak anak yang mengandung kadar fluoride 400 mgF/g.

Jangan memaksakan rasa pasta gigi yang tiak sesuai selera, terutama untuk anak anak.

Jangan membiarkan pasta gigi tertelan atau sengaja ditelan, terutama untuk anak anak.

Pilih pasta gigi yang menggunakan fluoride sebab bahan ini terbukti bahan ini bermnfaat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya karies gigi pada anak.

KESIMPULAN Pemeliharan gigi yang baik untuk anak anak yaitu dengan cara menyikat gigi dengan pasta gigi yang sesuai indikasi dan jumlah secukupnya, mengandung fluoride 300 mgF/g. Pasta gigi bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya karies gigi pada anak, menyegarkan nafas anak anak, dan tentunya membuat gigi anak lebih sehat. Namun banyak perbedaan kandungan di pasta gigi anak dengan pasta gigi orang dewasa yang kadar fluornya cenderung lebih tinggi. Dengan itu kami menyarankan kepada para pembaca agar lebih mensosialisasikan tentang pentingnya pasta gigi dan kandungan pasta gigi yang aman untuk anak anak, karna menggunakan dengan pasta gigi, dapat mengurangi terjadinya karies pada gigi anak. Dalam hal ini orang tua memegang peranan penting dalam penerapannya dikehidupan sehari hari, dan pemantauan dalam penggunaan pasta gigi yang aman untuk anak anaknya.

DAFTAR PUSAKA 1. Direktorat Kesehatan Gigi. Upaya Pencegahan Dalam Bidang Penyakit Gigi dan Penuntun Penggunaan Fluoride Dalam Rangka Profikasi Spesifik Gigi. Departemen Kesehatan Gigi R.I, hal 23-31, 1985. 2. Artikel : 89% Anak Derita Penyakit Gigi dan Mulut, www.pdgi-online.com 3. Komite Ahli WHO, Fluor dan KariesGigi Mulut, World Health Organization, Jenewa hal 23, 1997 4. McDonald, R. E., dan Avery, D. R. Dentistry for The Child and Adolescent . 6th edition. St.Louis : Mosby. 1994. p. 256-82. 5. Artikel : Kandungan Pasta Gigi Pada Umumnya, http://www.scribd.com/doc/82835367/Kandungan-Pasta-Gigi-Pada-Umumnya 6. Mellberg, J.R, et.al, Fluoridein Preventive Dentistry Theory and Chlinical Applications, Chicago: Quintnessence Publishing Co. Inc, hal 41-69, 81-99, 103-120, 1983 7. Suwelo, S, Pemberian Tablet Fluor Untuk Pencegahan Karies Gigi Berdasarkan Kadar Fluoride, hal 1-8, 1989. 8. Jurnal : Pencegahan Primer Pada Anak Yang Beresiko Karies Tinggi (AmiAngela.Departemen Pedodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas 9. Eriska Riyanti, drg., Sp. KGA, Pengenalan dan Perawatan Gigi Anak Sejak Dini, hal 1315.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->