Bab 26 Penanganan Perioperatif Nyeri Akut dan Kronis Mark A.

Hoeft Untuk kesan yang maksimal, direkomendasikan bahwa kasus studi dan pertanyaan yang terdapat pada halaman xxx dibaca terlebih dahulu sebelum mempelajari bab ini. Objektif Pembelajaran    Memahami neurofisiologi dasar nyeri Memahami tipe nyeri akut dan kronis ( seperti nosiseptif, inflamatori, neuropati dan disfungsional ) Mempelajari penanganan sindroma nyeri yang sering ditemukan di klinik nyeri, dan menjelaskan pilihan penanganan dasar Pendahuluan Pengobatan nyeri merupakan subspesialis dari anestesiologi, neurologis, psikiatrik, juga sebagai pengobatan fisik dan rehabilitasi. Bidang ini fokus kepada penanganan pasien dengan kedua nyeri akut dan kronis yang diakibatkan dari fisiologi, struktural da patologi psikologikal. Sensasi nyeri dasar pada Individu Normal Nyeri , seperti yang dijelaskan oleh International Association dalam penelitian nyeri, adalah “sensori yang tidak enak dan pengalaman emosional terkait dengan kerusakan jaringan atau berpotensi kerusakan jaringan , atau digambarkan dengan istilah seperti kerusakan . “ Sensasi nyeri dapat dibagi menjadi empat langkah : transduksi, transmisi, modulasi dan persepsi. Pada transduksi, kemampuan tubuh untuk merasakan stimulus yang berbahaya ( nosisepsi) tergantung pada aktivasi nosiseptor ( reseptor nyeri ). Reseptor-reseptor ini dibagi menjadi termal, mekanikal dan nosiseptor polimodal. Reseptor termal dieksitasi oleh suhu ekstrim , reseptor

mekanikal berespon terhadap obyek tajam yang menembus, menekan atau menusuk, sedangkan reseptor polimodal berespon terhadap destruksi mediator termal, mekanikal dan stimuli kimiawi. Stimuli kimiawi termasuk kalium, serotonin , bradikinin , histamine, prostaglandin , leukotrin atau substan P, dimana dapat menyebabkan aktivasi atau sensitasi nosiseptor polimodal. Tranduksi berikutnya, sinyal nosiseptor ditukar ke sinyal listrik memperbolehkan transmisi stimuli melalui saraf perifer. Saraf perifer diklasifikasikan secara tipikal oleh fungsi primernya ( motorik atau sensorik ) , diameter dan kecepatan konduksi ( lihat tabel 26.1). jalur nyeri secara tipikal dimediasi melalui delta A dan serat C melalui akar ganglion dorsal dan kemudian ditransmisikan melalui tiga jalur nosiseptif asending mayor ( spinotalmik, spinoretikular , atau spinomesensefalik ) seperti pada gambar 26.1. Modulasi nyeri ( penekanan atau stimulus nyeri yang memberat ) terjadi di reseptor perifer, pada tingkat saraf spinal atau pada struktur supraspinal ( seperti batang otak, talamik, atau korteks ). Terakhir , persepsi nyeri tejadi pada tingkat talamik, korteks somatosensori , girus anterior singulat , insula, serebelum, dan korteks frontal. Talamus dan korteks somatosensoris dilatih untuk melokalisasi nyeri, sedangkan girus anterior singulat terlibat dalam respon emosional terhadap stimulus. Insula, serebelum dan korteks frontal berfungsi untuk mengingat dan untuk belajar dari pengalaman nyeri dan melatih refleks mengelak. Tabel 26.1 klasifikasi saraf perifer Kelas serat Alfa A Diameter (μm) 12-20 +++ Myelin Laju konduksi 75-120 Afteren ke otot skeletal Beta A 5-12 +++ 30-75 Aferen dari Motorik reflex Getaran, sentuhan ringan, dan tekanan dan Innervasi Fungsi

mekanoreseptor kutaneus

sakit dan tidak dapat terlokalisir. suhu Mengalami sensasi abnormal dengan tanpa adanya stimulasi Sensasi abnormal (seperti terbakar. Selalu mengikuti postraumatik. distensi . otonomik posganglionik Nyeri akut versus nyeri kronis Definisi klinis nyeri akut versus kronis ditentukan dengan bagian temporal dengan jangka waktu 3-6 bulan menjelaskan poin yang memutuskan antara akut versus kronis.tajam. Nyeri akut dapat dijelaskan sebagai stimulus yang bahaya akibat cedera atau abnormalitas fungsi visera atau otot. tanpa sentral. Nyeri akut dirangsang oleh stimuli bahaya yang bertahan singkat pada jaringan intak. sentuhan.Gamma A Delta A 3-6 ++ 12-35 Eferen ke otot spindle Tonus otot saraf mengakibatkan sensitasi perifer dan sentral 1-5 ++ 5-30 Aferen nyeri dan termoreseptor Nyeri “cepat”. persepsi nyeri akut yang obstetrical. lancinating. penting untuk mengetahui definisi dasar untuk mengekspresikan tipe dan deskripsi nyeri yang dialami pasien. B <3 + 3-15 Aferen simpatetik preganglionik Fungsi otonomik C 0. Nyeri neuropati Status patofisiologis nyeri setelah cedera . Nyeri somatik diakibatkan oleh aktivasi nosiseptor pada kulit. geli atau dicubit) Definisi nyeri umum Apabila mendiskusikan nyeri akut dan kronis.5 - 0. adanya sensitasi perifer atau Nyeri inflamatori Nyeri diikuti dengan cedera jaringan tetapi tanpa cedera neural mengikuti jalur yang dijelaskan diatas dan akan hilang dalam beberapa detik hingga minggu diikuti dengan resolusi. jaringan subkutaneus. dan membrane mukosa. Tipe Nyeri Umum Nyeri nosiseptif Normal.2-1. tekanan. dicabik-cabik atau terbakar. sentuhan suhu dan Definisi Deskriptor Nyeri Abnormal Allodinia Persepsi nyeri oleh stimulus yang tidak normal nyeri Hiperalgesia Persepsi nyeri yang diperbaiki oleh stimulus yang selalu nyeri Disestesia Nyeri lambat. postoperative.0 Aferen nyeri dan termoreseptor menusuk. Nyeri visceral muncul dari cedera organ dan dijelaskan sebagai tumpul. Nyeri ini terlokalisir dan dideskripsikan sebagai sensasi tajam. dan penyakit-penyakit medis yang akut ( seperti infark miokard atau nefrolitiasis ). Parestesia tumpul.Nyeri akut diklasifikasikan sebagai somatik atau viseral secara alami.terbakar.4-2.

Pada periode perioperatif. Semua sindroma nyeri neuropati memiliki gejala positif dan symptom ( seperti allodinia. Nyeri inflamatori merupakan sekunder terhadap mediator-mediator ( seperti bradikinin. serotonin ) yang dilepaskan oleh jaringan yang cedera dan sel-sel inflamasi. Penanganan nyeri akut dapat selalu dimulai sebelum memulai operasi. sering termasuk fibromyalgia dan irritable bowel syndrome . Ahli bedah dapat membantu dengan menyiapkan pereda nyeri melalui infliltrasi anestetik local seperti lidokain atau bupivakain pada daerah operasi. dan jaringan renal dapat terlihat dengan penggunaan inhibitor COX-2. neuropatik dan disfungsional. Tipe nyeri akut dan kronis dibagi menjadi empat kategori : nosiseptif.pasien dapat menggunakan patient controlled analgesia (PCA) sebagai medikasi nyeri dengan memencet tombol yang menyalurkan obat melalui jalur intravena atau kateter epidural. inflamatori. Preemptive analgesia juga bisa didapatkan melalui tehnik neuraksial dan regional. inflamasi atau lesi patologik dapat dijelaskan. Kelebihan utama celecoxib dan inhibitor siklooksigenasi-2 (COX-2) yang lain terhadap OAINs yang lain termasuk penurunan risiko perdarahan cedera atau perubahan pada sistem saraf terlihat pada nyeri nosiseptif. berarti metode penanganan multipel dapat dikombinasikan untuk memberi analgesia. analgesik opiod seperti hidromorfon atau morfin dapat digunakan pada kombinasi dengan asetamninofen atau OAINs sebagai analgesia. Tiada Penanganan Nyeri Nyeri Akut Nyeri ditangani dengan menggunakan pendekatan multimodal. dan mekanisme psikogenik murni. reaksi alergi terhadap sulfa. tidak akan diberikan untuk mencegah dosis berlebihan obat nyeri opiod. Saat usaha menghentikan inflamasi. Nyeri nosiseptif terjadi melalui stimulasi suprathreshold reseptor nyeri dan berfungsi dalam mekanisme proteksi. Nyeri ini dapat berupa akut setelah trauma atau operasi atau kronis pada kasus kanker atau osteoatritis dan sebagai nyeri nosiseptif.Nyeri kronis dapat menjadi sekunder terhadap lesi saraf perifer. preemptive analgesia digunakan untuk menurunkan atau menghentikan input nosiseptif. saraf spinal. Status patologik ini termasuk neuropati diabetik . Tipe nyeri ini terlihat pada trauma akut atau setelah operasi. Pada pasien yang tidak dapat mengkonsumsi obat secara oral setelah operasi. ketorolac (IV). strok talamik dan neuralgia postherpetik. Tipe nyeri ini bekerja sebagai mekanisme adaptasi untuk melindungi terjadinya kerusakan pada bagian tubuh. Nyeri disfungsional merupakan diagnosis dimana tidak terdapat stimuli bahaya. hiperalgesia) dan symptom negative ( seperti lemas. seperti celecoxib (PO) . namun. Obatobatan anti inflamasi non-steroid ( OAINs). Nyeri nosiseptif dapat menjadi kronis secara alami seperti yang terlihat dalam beberapa status patologis seperti osteoarthritis dimana destruksi sendi dapat mengakibatkan stimulasi nosiseptor dengan pergerakan. Alat ini membolehkan pasien mendapatkan jumlah obat nyeri yang ditentukan sebelumnya dengan interval waktu yang spesifik. hilangnya sensori dan penurunan refleks ). Pada pasien dengan nyeri sedang dan berat. Berlawanan dengan nyeri inflamatori. Mediator-mediator ini akan mengakibatkan penurunan threshold untuk persepsi sekunder nyeri terhadap perubahan pada sistem saraf sentral dan perifer. Nyeri neuropati merupakan sekunder terhadap lesi dari sistem saraf gastrointestinal. dengan harapan dapat mengurangi nyeri dan penggunaan opiod. atau struktur supraspinal. nyeri neuropati akan lebih lama setelah resolusi. Penyakit-penyakit yang Terdapat periode lockout dimana pasien dapat mencoba mendapatkan obat nyeri. tetapi kejadian sebaliknya seperti infark miokardium. hipersensitifitas akan menghilang. stroke . dan pleksus brakhialis. . Nyeri kronis dapat menjadi berat oleh berbagai faktor psikologikal seperti perilaku mencari perhatian. dan stress emosional yang dapat menambah nyeri ( sakit kepala kluster) . seperti blok perifer saraf femoral. perifer atau sentral. dan ibuprofen (PO) atau asetamninofen dapat digunakan sebagai perioperatif dalam kombinasi dengan medikasi yang lain seperti gabapentin untuk mencegah sensitasi sentral.

2 prosedur intervensi nyeri yang tersering. dan penanganan bedah yang selalu dikoordinasikan melalui klinik nyeri. sebagai tambahan . nyeri peripheral iskemik hipereksitibilitas melalui peningkatan neurotransmitter ( seperti GABA dan adenonisin) dalam nyeri neuropati. Meningkatkan aliran koroner perubahan simpatetik darah melalui tonus mengurangi disekitar akar saraf Ruang intratekal Mengurangi dosis sistemik seperti opiod.Kadar secara kontinu (basal) juga dapat ditambahkan untuk menyediakan kadar analgesia tanpa pasien perlu mendapatkan pengobatan. analgetik opiod. evaluasi psikiatrik dan penatalaksanaan. anti depressi. Poin-poin pemacu Saraf tunjang kolum posterior Blokir anestetik local Nyeri miofasial sensasi dari poin pemacu 1. jadi Pasien dengan nyeri kanker untuk menentukan jika antropati facet merupakan penyebab low back pain Blok neurolitik Pleksus keliak. alcohol atau RFA perawatan paliatif Ablasi radiofrekuensi Cabang medial Destruksi koagulatif Intervensi terapatik cabang saraf medial . Saat penilaian nyeri postoperatif . terapi fisik.2. Nyeri Kronis Metode pengobatan untuk pasien dengan nyeri kronis adalah multimodal dan termasuk penggunaan medikasi nyeri bukan narkotik seperti OAINS. skala numerik verbal selalu digunakan. Menurunkan input nosiseptif dan Nyeri neuropati. Prosedur Target Mekanisme Indikasi Sindrom nyeri Injeksi epidural steroid Akar saraf Injeksi steroid untuk inflamasi Diskus herniasi. Beberapa prosedur penanganan nyeri yang tersering adalah terdapat dalam tabel 26. 2.stenosis spinal.angina. Tabel 26. Descriptor nyeri kualitatif penting untuk menilai lokasi. Biasanya skala berkisar dari 0 hingga 10 dengan o mewakili tanpa nyeri dan 10 menwakili nyeri yang sangat hebat. Dokter nyeri juga terkait dengan keterlibatan isu-isu perawatan akhir hidup. ganglion trigeminal. foraminal Blokir medial cabang Ramus dorsal cabang medial Injeksi anesetik lokal Tes diagnostik stenosis Pompa intratekal Injeksi pemacu Stimulator saraf tunjang poin divisi posterior dari spinal saraf antropati facet ditentukan sebagai penyebab low back pain setelah blokir cabang medial. rantai jika simpatetik lumbar menurunkan efek samping Destruksi saraf/pleksus Pasien dengan melalui fenol. penyebaran dan kualitas nyeri ( tajam atau tumpul) . anti konvulsi dan beberapa prosedur penanganan nyeri.

Agonis-2-Alfa : ( Tizanidin ) Agonis-2-alfa tizanidin sering digunakan dalam pengobatan nyeri sebagai relaksasi otot. noradrenergic. Berlawanan dengan ketergantungan fisikal.Blok stelat ganglion Ganglion stelat Blokir eferen saraf Sindorma nyeri opiod dari berbagai sumber. kanal natrium. Karbamazepin. mencoba untuk mendapatkan reseptor NMDA. perut keram.reseptor glutamine. atau hubungan sosial dan tidak menangani isu ini malah tetap melanjutkan penggunaan opiod . muntah . dan relaksasi otot. GABA. reseptor- insomnia. Withdrawal opiod dapat sembuh sendiri dan selalunya berlangsung selama 3-7 hari. termasuk modulasi kanal kalsium voltage-gated. pregabalin ). termasuk serotonergik. Itu disebabkan oleh perubahan tekanan darah yang kurang signifikan dibanding dengan klonidin. prilaku yang mengindikasikan ketagihan adalah seperti membeli obat-obatan dijalanan. termasuk oral. nyeri sekunder terhadap cedera saraf tunjang. ketergantungan fisik merupakan status fisiologik dimana bermanifestasi akibat penghentian opiod yang mendadak yang kemudian akan mengakibatkan tahapan withdrawal. equianalgesic ketergantungan fisikal. neuropati diabetik ( pregabalin ) . Agen oral yang tersering digunakan terdapat pada tabel 26. nyeri neuropati . Amitriptilin ) Antidepressi trisiklik ( ACT) membantu mengurangi gejala nyeri melalui kerjanya diberbagai tempat. dan menjual obat yang di resepkan. berkelakuan layaknya pelacur untuk mendapatkan obat. opiodergik. Resptor ini adalah yang terbanyak pada dorsal horn saraf tunjang dan juga pada ganglion akar dorsal dan saraf peripheral. diare.agen ini digunakan untuk pengobatan sindrom nyeri neuropati seperti neuralgia posherpetik.3 Farmakodinamik dan dosis opiod oral. bukkal. rinore. dan lakrimasi. withdrawal dan ketagihan. Antikonvulsi ( Gabapentin.5 6-12 6-7 3-4 2-3 3-6 3-6 4-6 3-4 3-6 3-6 80 2 10 7 10-20 10 43-45 40 30-60 2-4 5-7. efek samping mayor opiod termasuk konstipasi. siklus tidur terganggu. Antidepressan Trisiklik : ( Nortiptilin. dan kanal kalsium. topiramat ). FDA menerima sebagai indikasi nyeri termasuk neuralgia trigeminal ( karbamazepin ). dan κ. Variasi umum dan formulasi sintetik dan jalur penyaluran untuk medikasi ini. ansietas. Pregabalin ) Antikonvulsi bekerja dengan mekanisme yang sangat luas. mialgia.5 5-10 20 10-30 100 50 Dosis interval. dan depresi respirasi. ketagihan merupakan penggunaan opiod yang memberi dampak gangguan fungsi fisik. memalsukan resep. Sejalan dengan waktu. kanal natrium.3. δ. dapat juga menimbulkan demam. Agen . (jam) 4 4 4-6 6 6-8 3-4 6 4-6 simpatetik dengan anestetik local kompleks regional Klasifikasi Medikasi Nyeri Kronis tersering Opiod Opiod memiliki mediasi klasifikasi yang luas dimana selalunya menyediakan efek analgesik melalui kerjanya pada reseptor-resptor opiod μ. menguap. psikologik. Beberapa tantangan mayor terkait opiod termasuk toleransi. neuropati diabetik. dan profilaksis migrain ( divalproeks. Toleransi dijelaskan sebagai dosis opiod tetap yang menyiapkan analgesia yang sedikit sejajar dengan waktu dan dapat mengakibatkan peningkatan dosis narkotika untuk mendapatkan efek pereda nyeri yang sama. Tabel 26. Opiod Halflife Durasi (jam) Dosis oral Dosis inisial (mg) Kodein Hidromorfon Hidrokodon Oksikodon Metadon Morfin Propoksipen Tramadol 3 2-3 1-3 2-3 15-30 2-3. diaforesisis. withdrawal opiod menunjukan gejala irritabilitas. mencuri uang untuk mendapatkan obat. intravena. transdermal dan intratekkal. dan reseptor. tetapi dapat menyebabkan pusing. reseptor-reseptor adenosine. Efek ACT diantaranya termasuk penurunan mood. dan Okskabamazepin. sedasi. nausea. neuralgia pos herpetik ( gabapentin. menggigil. pruritus. dan takikardia.

dan OAINs hingga operasi dekompresi melalui laminektomi dan beberapa pendekatan lain. Nyeri kanker Nyeri kanker selalu ditangani dengan langkah-langkah terbaik analgesik dari World Health Organization ( WHO ) dengan sasaran untuk mempertahankan pemberian analgesik secara oral untuk membolehkan pasien mendapatkan secara mudah. penilaian nyeri dan langkah analgesik World health organization. Diagnosis dapat dilakukan dengan MRI. dan fibromyalgia. penambahan berat badan. hipotensi ortostatik dan letargi. nyeri ringan ditangani dengan bukan opiod seperti NSAIDs dan adjuvant yang lain. Sindrom nyeri yang tersering Stenosis Spinal Stenosis spinal adalah penyempitan kanal spinal sekunder akibat kongenital maupun patologis didapatkan seperti herniasi diskus. terapi fisikal. Pengobatannya dapat dari injeksi steroid epidural. opiod ditambah dan dititrasi hingga pasien nyaman. pusing. osteoatritis. Pengobatan ini juga bermanfaat dalam penanganan fibromyalgia.nociceptive Adjuvan Nyeri neuropatik Opiod juga effektif buat tipe nyeri ini nosiseptif 3 langkah anlagesik WHO Analgesik non opiod nyeri Ringan hingga sedang Nyeri sedang opiod lemah + analgesik non opiod / adjuvan Nyeri berat opiod kuat + anlgesik non opiod/ adjuvan Nyeri psikogenik Psikiatrik eval Bagan 26. Dulosentin merupakan antidepressi pertama yang memiliki indikasi spesifik nyeri ( neuropati diabetik) di Amerika Serikat.dan hipertrofi ligamen. Penilaian nyeri Non. dimana akan memburuk dengan berdiri atau berjalanan turun tangga. Serotonin-Norepinefrin Reuptake Inhibitors : ( Venlafaksin. taji tulang.2. Dulosentin ) Serotonin-Norepinefrin Reuptake Inhibitors ( SNRI) . dan biaya rendah. Ia mungkin dapat mneyebabkan low back pain dan nyeri kaki. Nyeri Radikular . dan sindroma nyeri yang lain seperti low back pain . Efek sampingnya lebih rendah SNRI dibandingkan dengan ACT.2 . seperti kelasnya ia memblokir pengambilan norepinefrin dan serotonin.terkait kanker. mabuk. Apabila tahap nyeri pasien meningkat atau persisten. Bagannya ada di gambar 26. artropati faset. Efek samping dari kelas medikasi ini termasuk mulut kering. mandiri.

osteoartritis. Pada titik ini. Ektremitas yang terkena selalunya menunjukan edema. Neuralgia posherpetik Herpes zoster akut diakibatkan dari reaktivasi virus varisella yang lambat pada ganglion akar saraf. pantat. suhu rendah. artropati faset. Infeksi ini memperlihatkan nyeri selama 48 hingga 72 jam sebelum muncul ruam. dan kelemahan dimana dipikirkan merupakan dampak sekunder dari mikrotrauma iskemik pada otot. atau prosedur-prosedur yang lebih invasif seperti terapi elektrodermal intadiskus atau fusi. Nyeri diskogenik Nyeri diskogenik merupakan proses patologik yang melibatkan diskus interval dan dan selalunya terdapat pada sentral punggung. Pada pemeriksaan. Distrbusi nyeri yang selalunya ditemukan adalah disekitar sendi SI. ruam vesikular muncul pada distribusi dermatom ( liat gambar 13. atau simpatetik atau sirkulasi katekolamin. Complex regional Pain Syndrome Complex regional Pain Syndrome tipe I dan II ( juga diketahui sebagai distrofi simpatetik refleks dan causalgia ) merupakan sindroma nyeri yang kronis yang selalunya berdampak pada ekstremitas setelah mengalami trauma. Artrhropati facet Atrofi facet adalah penyebab lain dari low back pain yang kronis. pembentukan osteofit. pantat. kehamilan.3) dan bertahan selama sekitar 1 hingga 2 minggu. susuk. Diagnosis dapat dilakukan dengan MRI dan elektromiografi. Ini spondilolistesis ( defek pada pars interartikularis ). lemas. kurangnya day gerak. Pengobatannya adalah dari suntikan steroid epidural. diikuti dengan resolusi Herpes zoster akut. terapi fisikal. kurangnya bulu-bulu. spasme otot. kekakuan. pasien (selalunya lebih dari 50 tahun ) merasakan nyeri sekunder yang bersifat tajam dan menusuk-nusuk dari neuralgia pos . dan artropati inflmatori. berdiri dan membungkuk ke depan. Nyeri Miofasial Nyeri miofasial menunjukan karakteristik nyeri otot. Pemeriksaan fisikal memperlihatkan nyeri pada pergerakan sendi dan pergerakan sendi yang terbatas. Gejala yang sering terlihat mengikuti distribusi dermatom dari eksitasi akar saraf dan bemanifestasi dengan nyeri. dan perubahan refleks. Disfungsi Sendi Sakroiliaka Sendi sakroiliaka ( SI ) dapat mengakibatkan nyeri sekunder dari etiologi seperti trauma . Trauma lokal pada ektremitas samada tanpa bukti kerusakan saraf ( tipe I) atau dengan bukti terjadinya keruskan saraf ( tipe II) mengakibatkan nyeri sekunder bertahan pada eferen saraf mungkin disebabkan oleh herniasi diskus interval. terapi psikologikal. Nyeri dapat menyebar ke skapula. atau paha bagian posterior dan memburuk dengan beban mekanikal. Diagnosis CRPS dapat dilakukan dengan blokir ganglion stelat simpatetik atau pleksus simpatetik lumbar. Ablasi radiofrekuensi dapat digunakan untuk merawat pasien dengan gejala ablasi saraf dengan sensasi pada sendi. deformitas spina. edukasi tentang proses penyakit dan blokir regional simpatetik. Dignosis ini dapat dilakukan denga diskogram yang menunjukan bahwa terdapat robekan pada fibrosis annulus dan nyeri yang berkurang pada punggung dengan injeksi pada diksus. Penatalaksanaan dapat berupa terapi medis. Penatalaksanaannya termasuk penanganan konservatif dengan terapi fisikal dan OAINS. mati rasa. dan paha bagian posterior.Kelainan dibalik nyeri radikular bisa menjadi dampak sekunder dari penyempitan foramen intervertebral. ke pantat. Jika nyeri pasien berkurang. OAINS dan operasi. dimana dapat menyebabkan kompresi eksitasi akar saraf. pasien dengan nyeri miofasial akan memperlihatkan area yang terkena dengan nyeri tekan ( poin pemacunya) yang saat dipalpasi otot yang terkena. Poin pemacu terssebut dapat ditangani dengan injeksi lidokain kedalam poin pemacu tersebut. ablasi radiofrekuensi dapat digunakan kemudiannya untuk ablasi saraf. Injeksi anestesi lokal pada sendi dapat membantu mengurangi nyeri jika penyebabnya akibat dari sendi ini. terapi fisik. perubahan warna dibanding dengan ekstremitas yang satunya dan allodinia. atau paha bagian belakang. Sendi-sendi faset merupakan badan berartikulasi dari tulang belakang dan dapat berkembang menjadi artritis dengan berjalannya waktu. Diagnosis sendi faset yang merupakan penyebab utama nyeri dapat dilakukan dengan memblokir cabang medial yang dilakukan dengan injeksi anestesi lokal dan steroid pada cabang medial bagian posterior primer dari saraf spinal.

dan hubungan dengan nyeri. antidepressan. Anda telah mengesahkan adanya allodinia pada pemeriksaan ( menyentuh lembut tangannya tetapi tidak hiperalgesia. pasien menjelaskan seperti geli . Olahraga daat meningkatkan kekutana dan kualitas otot dan dalam waktu yang sama dapat menurunkan pengalaman pasien merasai nyeri. Dari keempat tipe nyeri yang ada. Ini penting untuk tidak mengkategorikan ini sebagai gangguan fungsi sehingga tipe-tipe lain tersingkirkan. Pasien menggambarkan rasa nyerinya seperti rasa terbakar dan terus menerus. gangguan tidur mengakibat nyeri pada pasien. Enam bulan yang lalu pasien mengalami keseleo siku kiri dan pergelangan tangan akibat jatuh saat bersepatu roda. Diagnosis dini dan perawatan isu psikologikal menunjukan efek terhadap kadar nyeri. terapi panas dan dingin. intensitas. dia mengalami nyeri yang hebat lagi. persepsi nyeri yang berlebihan akibat respon yang biasanya tidak menimbulkan nyeri. Kuku dari tangan kirinya lebih tebal. jadi nyeri ini mungkin bukan nosiseptif dan inflamatori. pasien mengelak menguunkan baju lengan panjang karena nyeri saat baju tersebut bergeser dengan kulitnya. Apakah diagnosis anda? Bagaimana untuk menegakkannya? . neuropathi dan gangguan fungsi. karena anda dengan berhati-hati tidak berusaha memberi stimulus yang nyeri. Terapi psikologikal Evaluasi psikologikal pasieN dapat membantu diagnosis dan perawatan isu-isu psikiatrik seperti penyalahgunaan zat-zat. Ia meliputi bagian dorsum tangan. yang mana menjelaskan nyeri pada pasien ini? Keempat kategori utama nyeri adalah nosiseptif. Anda juga harus bertanya tentang variasi sehari-hari . kedua lengan tangan. dan meperkuat.herpetik. Setelah dirawat dan dipasangkan splint di pergelangan tangan dan memakai sling selama empat minggu. Pada pemeriksaan. Kamu diminta mencatatkan presentasi nyeri pada pasien. dan distesia dan parestesia. Bentuk yang pasif dari terapi fisikal termasuk elektrostimulasi. perawatan rumah sakit akut atau nursing home. pilihan kelakuan (mandi. Kasus studi Wanita 32 tahun datang berkonsultasi ke anda di klinik penanganan nyeri. dan isu-isu lain seperti depresi. mengembalikan dan meningkatkan fungsi. Ia memfokuskan terhadap Pereda nyeri dan mengurangi gejala seperti mual. Sentuhan ringan pada tangan kanan dengan ujung jari menyebabkan rasa nyeri pada pasien. dan panjang dibanding pada tangan kanannya. dan aspek siku bagian posterior dan lengan bawah. dan kemungkinan besarnya adalah neuropati. kemampuan unutk menangani . dokumentasi durasi gejala yang dirasakan. Perawatan Paliatif Perawatan paliatif difokuskan untuk mengurangi nyeri dan penjagaan pasien dengan sakit berat dan peringatan kepada keluarga pasien akan kehidupan pasien. muntah dan dispnea. dan ultasound. dan variasi nyeri harus dicatat. Deskriptor nyeri yang mana akan anda gunakan untuk menjelaskan gejala pasien ini? Pasien telah menjelaskan rasa nyerinya dengan kata-katanya sendiri ( terbakar). terjadi sensasi abnormal secara spontan atau akibat stimulasi. Terapi fisikal Terapi fisikal memainkan peran penting dalam pengobatan nyeri kronik mengurangi disabilitas.perawatn dapat dilakukan dirumah. dan tempelan lidokain. sensasi kejutan listrik di area tersebut. Pasien menyadari bahwa dia tidak dapat mengetik dngan tangan kirinya dan tidak dapat mengangkat tas dengan tangan kri. Pasien juga mendapati tangannya sakit saat mandi dan akhirnya pasien tidak mengenakan air pada saat mandi.pengobatanneuralgia post herpetik termasuk antikonvulsi. dan lokasi. nyerinya lebih berat dari stimulus yang biasanya tidak menimbulkan nyeri. Cedera akut pasien ini sudah dilewati. Pada daerah trsebut bulu-bulnya brkurang dibanding dengan area lngan kanan. kembali bekerja dan komplians terhadfap medikasi. dan dingin saat disentuh. efek analgesik. dan penyakit somatisasi. anggota gerak kelihatan berwarna keunguan dan corangcoreng. Sebagai contoh. Pasien ini menjelaskan allodinia. ansietas. berpakaian ) yang dilakukan harus dicatat. Karakteristik nyeri ini ( tipe dan deskriptor nyeri ) juga konsisten dengan klasifikasi ini. Kamu menjalankan eevaluasi inisial. atau pada unit rawat inap paliatif. inflamatori. edema.

opiod dan OAINS. Ruangan epidural dan spinal terletak dekat dengan posisi jarum yang benar. diagnosis dapat ditegakkan. sebelumnya causalgia ). Ansietas. Diagnosis ini didasari dengan bentuk nyeri dan ada hubungannya dengan cedera yang dialami pasien : ia mengikuti setelah trauma lokal tanpa kerusakan saraf ( kemungkinan tipe II. Terapi fisikal perlu saat periode nyeri berkurang adalah penting. dan bahwa pasien dapat dan harus mnggunakan ektremitasnya lebih sering. Kondisi ini mungkin sulit dirawat. depresi dan gangguan tidur harus dirujuk ke konsulen. terapi yang lain harus dicoba. namun. begitu juga dengan arteri-arteri karotid dan vertebral. Apa penanganan yang dapat anda berikan? Blokir ganglion stelat dilakukan dengan injeksi anestesi lokal berdekatan dengan proses transver C6. untuk memfasilitasi usaha rehabilitasi. Meskipun tidak dianggap definitif. dan jika beberapa nyeri mereda terlihat. Dengan menggunakan fluroskopi dapat meningkatkan efikasi dan juga keamanan blokir. sebelumnya pengobatan lain yang dapat membantu adalah yang diindikasikan buat nyeri neuropati ( seperti antiepilepsi atau antidepressi ). .pertama. contohnya dengan vasodilatasi dan penghangatan ektremitas. pasien juga memiliki bukti simpatetik berlebihan dan atrofi akibat disuse pada kutaneus. beberapa pasien tidak mengalami hilang nyeri yang lama atau lebih lama dibanding dengan blokirnya. dan sebenarnya memanjangkan. dan pasien juga mengalami allodinia. dikenal sebgai refleks distropi simpatetik. Terapi multimodal direkomendasikann sama blokir berhasil atau sebaliknya. Pasien memenuhi kriteria International Association fo the Study of pain’s sebagai diagnosis. Anda dapat melakukan simpatektomi kimiawi lokal pada ektremitas dengan infus fentolamin ke lengan yang difiksasi dengan turniket. Jik blokir ganglion stelat berhasil.pada pasien tertentu. dan pengobatan yang lain diperlukan. palpasi medial dari arteri karotid pada setinggi kartilago krikoid di leher. tes diagnostik yang menunjukan respon yang membantu blokade simpatetik pada ekstremitas yang terlibat. Selalunya anda dapat memblokir gangglion stelat pada area yang terkena (liat bawah). blokir dapat diulang beberapa kali dalam minggu-minggu selanjutnya. pasien perlu kaunselling psikologikal bahwa gejala yang dialaminya tidak diakibatkan langung dari kerusakan jaringan. jadi jika terapi pertama gagal.Pasien ini menunujukan Complex regional Pain Syndrome tipe I. dimana ia sensitif tetapi tidak spesifik untuk penyakit. Jika bukti dari simpatektomi terlihat. nyeri hilang dalam waktu yang lebih lama dibanding dengan efek dari anestesi lokal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful