laporan tentang jepang

KATA PENGANTAR

P
Asia ini.

07 – 16 Juli 2009

uji dan Syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya, saya dapat melakukan aktivitas dengan baik dan semestinya selama sepuluh hari di Jepang untuk mengikuti program

Jenesys yang dilaksanakan oleh JICE (Japan International Cooperation Center), sehingga saya dapat membuat laporan ini. Saya terpilih menjadi salah satu peserta dalam program Jenesys Batch 3 ke Jepang, untuk misi Bencana Alam. Saya merasa bersyukur sekali, karena saya dapat mengunjungi negeri orang lain yang merupakan negera terbesar di kawasan

Banyak pengalaman yang sudah saya dapatkan selama sepuluh hari berada di Jepang. Mulai dari hari pertama (7 Juli 2009) sampai di Bandara Narita, sampai hari terakhir (16 Juli 2009) kembali ke Tanah Air. Selanjutnya, pengalaman – pengalaman serta hikmah dan pengetahuan yang saya dapat selama di Jepang akan saya tuang ke dalam pembahasan berikutnya. Terima kasih.

Penulis

12

laporan tentang jepang

DAFTAR ISI
07 – 16 Juli 2009

Cover …………………………………………………………………………………………………………… ………………………. i Kata Pengantar

…………………………………………………………………………………………………………… ……….. Daftar 1 Isi

…………………………………………………………………………………………………………… …………………. BAB 2 I. PENDAHULUAN

………………………………………………………………………………………………………… 3 BAB II. ISI

…………………………………………………………………………………………………………… ……………….. BAB 4 III. SIMPULAN DAN 11 PENUTUP SARAN

…………………………………………………………………………………………. BAB IV.

…………………………………………………………………………………………………………… …… 12

12

laporan tentang jepang

LAMPIRAN …………………………………………………………………………………………………………… ……………… 13
07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

BAB I
07 – 16 Juli 2009

PENDAHULUAN
Pihak JICE dan pemerintah Jepang semenjak tahun 2007, mengadakan program

Jenesys, yaitu Program Jaringan Pertukaran Siswa dan Pemuda Jepang – Asia Timur Abad ke – 21. Semenjak itu, program ini terus diadakannya setiap tahunnya. Program ini diharapkan dapat memperdalam rasa saling pengertian di antara para remaja yang merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di Negara – Negara peserta (dari Asia Tenggara) dengan Asia Timur, di masa yang akan datang. Tahun 2009 ini merupakan tahun ke-3 dari program tersebut. Di tahun 2009, program Pertukaran Siswa ini dibagi menjadi 3 Batch. Puji Tuhan, saya dan 6 siswa lainnya dari Provinsi Bengkulu berkesempatan untuk mengikuti program ini. Kami mendapatkan bagian di Batch 3 untuk kategori Bencana Alam. Telah diketahui sebelumnya, bahwa Negara Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan dalam bentuk struktur dan relief permukaan daratan, laut, tanah, serta geografisnya. Contohnya saja, sama – sama memiliki ribuan pulau, memiliki banyak gunung, dan berada di jalur gempa (lempeng Indo – Australia dan Eurasia) yang menyebabkan kedua Negara ini sering dilanda gempa hamper setiap tahunnya, baik itu gempa kecil, sedang, besar, maupun yang dapat menimbulkan gelombang pasang tinggi, yang sudah biasa disebut “Tsunami”. Tsunami ini sendiri diambil dari gabungan dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu Tsu dan Namie, yang artinya ombak besar dan pelabuhan (daratan di tepi pantai). Jepang kerap kali dilanda gempa besar dan Tsunami. Sehingga hal ini menuntut pemerintah Jepang dan masyarakatnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaannya dalam menghadapi “mesin penghacur” ini. Dalam program Jenesys yang diadakan oleh JICE kali ini, kami terpilih dalam kategori Bencana Alam, khususnya Gempa Bumi. Sehingga daerah – daerah yang terpilih untuk berpartisipasi dalam program ini juga merupakan daerah – daerah rawan gempa, seperti Kota Bengkulu, Kabupaten Lais, Pondok Kelapa, Argamakmur, Talang Empat, Provinsi Manokwari, Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pangandaran, dan daerah – daerah lainnya.

12

laporan tentang jepang

Dalam mengikuti Program ini, kami berharap agar dapat bertukar pikiran, pendapat, dan pengetahuan dengan masyarakat Jepang mengenai cara – cara antisipasi menghadapi gempa, serta cara penanggulangannya, dan mempelajari bagaimana cara masyarakat bekerja sama dengan pemerintahnya dalam membangun Negara Jepang sehingga bisa menjadi sangat maju seperti sekarang ini. Saya sangat senang sekaligus bangga, karena diberi kesempatan untuk mewakili provinsi Bengkulu terkhususnya sekolah saya, SMA Sint Carolus Bengkulu untuk Go Internasional. Mungkin ini adalah anugerah terbesar dari Tuhan untuk saya. Saya bisa menunjukkan keunggulan dan eksistensi sekolah saya kepada dunia luar, terlebih kepada masyarakat Bengkulu yang masih memandang sebelah mata terhadap SMA Sint Carolus. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa SMA Sint Carolus pun mempunyai segudang prestasi yang murni dan jujur, serta dapat menembus dunia Internasional. Itu yang sangat saya harapkan selama 3 tahun saya menuntut ilmu di sekolah ini.
07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

BAB II ISI
07 – 16 Juli 2009

Selama sepuluh hari berada di Jepang, saya telah mendapat pengalaman yang

sangat berharga dan berarti. Saya sangat bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu peserta program Jenesys ini. Ini adalah anugerah Tuhan yang terindah buat saya, karena saya diijinkan untuk berkunjung ke luar negeri dengan tujuan untuk mengharumkan nama Bangsa, Negara, Provinsi, Kota, Sekolah, dan Orang Tua saya. Saya sangat bangga dan puas terhadap program ini. Pemerintah Jepang patut diacungi jempol dalam hal meningkatkan mutu dan kerja sama dengan Negara – Negara tetangga di sekitarnya. Melalui program ini, dapat memberikan motivasi, dorongan dan semangat bagi siswa Indonesia untuk maju dan berprestasi ke tingkat Internasional. Melangkahkan kaki di negeri orang adalah sebuah kebanggaan, prestasi, dan juga tanggung jawab bagi seorang generasi penerus bangsa Indonesia. Disebut kebanggaan karena itu merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan karena sudah dapat menginjakkan kaki di Negara lain, apa lagi jika Negara tersebut adalah Negara maju dan terkemuka, seperti Jepang. Lalu dikatakan tanggung jawab, karena itu merupakan suatu tuntutan dan kewajiban bagi seorang siswa dari Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa dan Negaranya, serta berusaha agar bangsa Indonesia itu terlihat bagus, baik, dan istimewa baik di luar maupun di dalamnya, oleh semua penduduk dunia. Berusaha agar tidak membuat malu dan menjelekkan nama Indonesia di depan Penduduk Negara lain. Hari pertama keberangkatan (5 Juli 2009) dari Bengkulu menuju Jakarta, pukul 08.40 WIB. Sampai ke Hotel Sultan pukul 13.45 WIB. Setelah itu kami melakukan registrasi peserta, check in Hotel, serta laporan mengenai prosedure lainnya, sampai pukul 16.00 WIB. Kemudian kami makan malam di Lagoon Café, lalu dilanjutkan dengan beberapa pengarahan sampai pukul 22.00 WIB. Setelah itu kami beristirahat di kamar yang telah disediakan oleh pihak panitia kepada kami. Senin, 06 Juli 2009, persiapan untuk berangkat ke Jepang. Mulai dari pengarahan, pengenalan tentang Jepang, pengepakan barang, dan lain – lainnya.

12

laporan tentang jepang

Lalu kami berangkat ke Bandara Soekarno - Hatta pukul 18.00 WIB, dan take off ke Jepang (Bandara Narita) pukul 22.40 WIB. Selasa, 07 Juli 2009, pukul 07.40 (Waktu Jepang), kami tiba di Bandara Narita,
07 – 16 Juli 2009

Jepang. Hari itu merupakan hari pertama saya menginjakkan kaki di Luar Negeri. Saya kaget dan terkejut melihat sebuah tempat yang begitu sangat bersih, tenang dan sejuk. Jepang adalah negeri yang indah, nyaman, dan aman. Namun,

sebagaimanapun bagusnya negeri orang, masih jauh lebih bagus negeri kita sendiri. Selain itu pula, Bandara Internasional Narita adalah bandara yang luas dan bersih. Antar ruangan dalam satu bandara saja, kami harus menggunakan kereta api, saking luasnya bandara tersebut. Dari bandara kami menuju Asakusa View Hotel. Dengan menggunakan bis sewaan pihak JTB, kami sampai ke Asakusa Hotel 1,5 jam kemudian, pukul 10.00, setelah itu check in. Pukul 15.30 – 17.00 kami melakukan orientasi dan pengarahan bersama (umum) dan kelompok. Setelah itu, pukul 17.30 – 18.30 makan malam di Aoimarushin. Lalu tiba lagi di Asakusa View Hotel pukul 19.00, setelah itu jam malam. Temuan yang saya dapatkan di hari pertama menginjakkan kaki di Jepang ini adalah : • • • • • Bandara Narita yang ramai, luas, dan teratur, Sebuah Negara yang bersih, sejuk, dan tertib. Namun masih ada juga ditemukan satu-dua pabrik berasap di Jepang. Kota Tokyo merupakan kota yang ramai dan sibuk. Masyarakat Tokyo sangat disiplin, tepat waktu, cepat melangkah, sehingga jarang untuk bertegur sapa satu sama lain. • Banyak mobil – mobil mewah di Jepang, namun sepeda motornya sedikit, karena digantikan dengan kehadiran sepeda – sepeda biasa yang lebih banyak dipakai oleh masyarakat Jepang. • Aspal jalan yang bersih, namun kasar.

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Keesokan harinya, Rabu, 8 Juli 2009, ada ceramah mengenai Jepang dan Orang Jepang yang dilaksanakan di Lantai 3, Ruang “Sho-Un”, oleh salah seorang dosen di Universitas Jepang. Dalam ceramah itu dikatakan bahwa Jepang adalah Negara yang kuat, sibuk, dan ramai. Mungkin itu lah yang membuat Jepang menjadi Negara besar di Asia seperti sekarang ini. Ada beberapa hal – hal penting yang saya dapatkan dalam ceramah tersebut, misalnya : • • Masyarakat Jepang sangat sibuk, cuek, disiplin, dan tepat waktu. 2% Penduduk Jepang beraga Kristen / Katolik, 68% beragama Shinto, Budha, Konghucu, dan selebihnya tidak beragama (memiliki kepercayaan khusus, animisme). • • Ada lebih dari 8 juta dewa yang disembah oleh masyarakat Jepang. Jepang adalah Negara yang maju dan berkembang pesat pasca Perang Dunia II, dengan mengubah sistem pemerintahannya. • Ada tiga unsur dan cara yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam membangun kembali negaranya pasca ledakan bom di Hiroshima dan Nagasaki. • • • Persamaan hak antara laki – laki dan perempuan. Kaya dan miskin tidak terlalu tampak menonjol perbedaan. Orang Jepang rata – rata pekerja keras dan ulet. Sehingga kadang ditemukan orang yang meninggal karena terlalu banyak bekerja.

12

laporan tentang jepang

Lebih mementingkan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadi.

Menetapkan UU Bebas Berekspresi.

07 – 16 Juli 2009

Setelah ceramah selesai, sekitar pukul 12.00 kami makan siang di sebuah

Rumah Makan Khas Jepang. Setelah itu, kira – kira sekitar pukul 13.30 kami mengunjungi Museum Edo Tokyo, yang terletak disamping Dai-Ichi Hotel Ryogoku. Kami mengambil foto bersama. Kemudian setelah itu, kami menaiki escalator yang panjang dan tinggi, lalu kemudian menuju ke lantai 6, melihat – lihat dan mempelajari isi sejarah Jepang yang terletak di dalam setiap lantai di Museum tersebut. Di dalam Museum Edo tersebut saya dapati : • • • • Miniatur besar Rumah Kaisar Jepang jaman dahulu. Patung besar Kaisar. Gambaran Tata Negara Jepang dalam bentuk struktural dan miniatur. Lembaran panjang yang berisi gambar – gambar mengenai sejarah Jepang. • • • • • • • • • • Miniatur rumah dan penduduk Jepang jaman dulu. Miniatur Rumah Kaisar Jepang di Masa Perang Dunia II. Yukata Jepang jaman dulu. Samurai asli. Boneka – boneka Jepang. Maiko bersama anak kecil, kaisar, dan ksatria Jepang. Wanita Jepang jaman dulu. Film animasi tentang makhluk halus di Jepang. Rumah tradisional Jepang. Pekerja – pekerja Jepang jaman dulu.

12

laporan tentang jepang

• •
07 – 16 Juli 2009

Toko buku tradisional Jepang jaman dulu. Buku telepon jaman dulu. Uang logam Jepang Jaman dulu. Kapal dan perahu orang Jepang jaman dulu. Pemadam kebakaran dan tradisinya pada Jaman dulu. Sumur tua. Sejarah – sejarah lainnya.

• • • • •

Kamis, 9 Juli 2009. Kami pergi ke Kobe, Hyogo. Dengan menggunakan Shinkansen (Nozomi 13), kereta listrik tercepat di dunia, kami menuju Stasiun Shin-Kobe, dari stasiun Shin-Tokyo. Kira – kira selama 3 jam perjalanan kami. Saya melihat desa – desa yang asri dan permai di beberapa prefecture (semacam daerah bagian) di Jepang, misalnya Yokohama, Hiroshima, Osaka, dan sebagainya. Kami sampai di Shin-Kobe pukul 11.25. Kemudian kami berjalan kaki agak jauh menuju Lokasi Rumah Makan di sebuah Hotel dekat stasiun tersebut, sampai pukul 14.00. Lalu setelah itu menuju ke Rainbow House, sebuah tempat penampungan (panti asuhan) bagi anak yatim piatu di Kobe, pasca gempa bumi tanggal 17 Januari 1995. Gempa bumi tersebut merenggut nyawa sebanyak 6.500-an korban. Rainbow House didirikan 4 tahun setelah gempa bumi tersebut melanda Kota Kobe dan sekitarnya. Sampai sekarang terdapat 375 anak asuh yang tinggal di Panti Asuhan bertingkat 5 tersebut, di bawah asuhan Yayasan Ashinaga. Kami berkumpul di hall lantai 1 untuk mendengar sejarah singkat Ashinaga Rainbow House, dan beberapa keterangan lainnya tentang panti asuhan ini. Ternyata tempat ini tidak hanya terbuka untuk anak – anak dalam kota Kobe saja, melainkan dari luar kota bahkan luar negeri pun ada yang menjadi penghuni “Rumah Pelangi” tersebut. Dari anak umur 3 tahun sampai yang sudah menjadi mahasiswa pun ada di sana. Ada 4 mahasiswa yang menyambut kami di sana, antara lain Yuka, Serika, dan 2 orang teman lainnya. Mereka terdiri dari 3 orang wanita dan 1 orang pria. Salah seorang pria ini pernah berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Banda Aceh.

12

laporan tentang jepang

Beliau pernah tinggal di sana selama satu tahun. Sehingga dia agak fasih berbahasa Indonesia. Sekitar 3 jam kami di sana, berkeliling dan melihat – lihat. Rainbow House
07 – 16 Juli 2009

terdiri dari banyak ruangan. Di lantai 2, ada ruangan yang penuh mainan dan boneka. Ada pula ruang musiknya. Di sana kami berkumpul, bernyanyi bersama, dan berbagi kebahagiaan dan sukacita kami kepada anak – anak di Rainbow House. Tetapi sayangnya kami tak sempat melihat dan berkenalan dengan seluruh penghuni Rainbow House. Satu jam terakhir kami mendapat pengarahan tentang Home Stay yang dilaksanakan besok hari, Jumat, 10 Juli 2009. Ada 4 mahasiswi yang memberikan pengarahan kepada kami tentang tata cara dan peraturan – peraturan yang berlaku selama berada di rumah keluarga asuh. Mulai dari penggunaan toilet, tata cara meletakkan sepatu di depan rumah, cara memakai dan memegang sumpit, sebutan kepada Ayah, Ibu, dan Saudara angkat dalam bahasa Jepang, dan sebagainya. Kemudian kami juga dibagikan data tentang keluarga asuh kami. Saya mendapatkan keluarga asuh dengan dua orang anak, laki – laki dan perempuan, serta Ayah dan Ibunya yang bekerja sebagai pegawai negeri di Jepang. Setelah kami melakukan acara perpisahan dan berfoto bersama dengan pihak Rainbow House, kami pun pulang menuju ke lokasi rumah makan bernuansa Bali di Kobe. Setelah terlalu lama makan di sana (karena menunya sangat banyak), pihak JICE memberitahukan kami sesuatu yang mengecewakan, bahwa kami tidak jadi homestay dan tidak jadi berkunjung ke tempat – tempat lain di Kobe, seperti sekolah dan sebagainya. Kami sangat sedih, kesal,dam kecewa. Jadwal yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, hancur berantakkan begitu saja, dikarenakan Kobe, Hyogo merupakan kota terbesar kedua yang terkena wabah virus A (H1N1). Perasaan kami sangat sedih. Seharusnya kami berada 5 hari di Kobe. Namun karena keputusan dari pihak JICE tersebut, kami terpaksa dengan berat hati meninggalkan Kobe, Hyogo keesokkan harinya, dengan menggunakan kereta Shinkansen lagi. Di Kobe,kami bermalam di Portopia Hotel. Kota Kobe sangat berkesan bagi saya, karena : • Memiliki daerah yang indah, asri, sejuk, sepi, damai, dan tenang, mirip seperti pedesaan. 12

laporan tentang jepang

• •
07 – 16 Juli 2009

Kota di bawah kaki gunung, dan merupakan kota pelabuhan. Pemandangannya luas dan permai. Harga barang relatif murah. Kotanya teratur dan gedung – gedung tinggi tidak terlalu banyak didapati di sana.

• •

Tanggal
Jumat, Juli 09

Tempat yang dikunjungi

Temuan / Kesan
- Tempatnya unik, banyak tangga, dan ruang bawah tanah. Terdapat lemari penyimpanan sepatu. Lokasinya sangat permai, asri, luas, bagus, namun masih tertutup untuk umum. Penjaga pintu gerbangnya sangat rapi, disiplin, ketat, tegap, gagah. - Struktur asli bangunan kediaman kaisar masih dipertahankan. - Pemuda – pemudi Jepang sangat bebas berpacaran di taman Kaisar (termasuk tempat – tempat umum). - Pusat penjualan barang – barang elektronik di Jepang dengan harga yang murah terjangkau (bagi masyarakat Jepang) - Menakjubkan. - Terdapat sekitar 109 stasiun Televisi Jepang yang bersinggah di Menara Tokyo. Bisa dimasuki / dikunjungi. - TInggi = 333 m. - Terdapat 3 buah lift besar. Terdapat tempat pembuatan medali cetak nama. - Ada lantai transparan. - Banyak pohon – pohon yang sakura (hanya 12

10 Rumah Makan Ginza

Kediaman Kaisar

Sabtu, Juli 09

11 Akihabara (Laox)

Tokyo Tower

Ming, 12 Juli Taman (kebun Binatang) 09

laporan tentang jepang

Museum Kereta Api

Senin, Juli 09

13 Pembuatan Mie

Gunung Fuji

Sel, 14 Juli Aquacity (Odaiba) 09

Toyota Mega Web

daunnya saja) - Ada pertunjukkan es yang dibekukan dan dipahat gambar hewan. - Kolam Air mancur. - Terdapat banyak kereta – kereta api yang pernah dipakai di Jepang. - Sejarah kereta api dari tahun pertama muncul, sampai Shinkansen, sangat lengkap. - Ada miniatur, ada yang asli, dan ada juga data dari tahun ke tahun mengenai perkembangan kereta api di Jepang. Suasana desa pegunungan yang asri, indah, dan permai. - Membuat mie sangat sederhana (dari tepung dan air). - Terdapat sungai dengan batu – batu yang besar. - Terdapat kuil – kuil ratusan patung. Terdapat banyak kuburan masyarakat Jepang. - Sangat dingin. - Sejuk. Anginnya sangat kencang. - Terdapat toko pernak – pernik. - Terdapat 10 level, namun kami hanya sampai level 5 saja. - Sangat luas. Terdapat miniatur Patung Liberty, dan pantai di tengah kota. - Terdapat toko 100 Yen. - Mobil – mobil design asli Jepang. Banyak permainan mobil. - Ada robot bermain terompet. - Terdapat gondola yang sangat tinggi dan besar. - Toiletnya sangat luas dan universal (bisa 12

07 – 16 Juli 2009

laporan tentang jepang

Rabu, Juli 09 Kamis, Juli 09

15 Workshop dan Perpisahan

16 Pulang ke tanah Air

dipakai pria / wanita). - Ada beberapa mobil robot berukuran kecil. - Ada beberapa mobil untuk keperluan medis (orang cacat). - Perkembangan mobil Toyota dari tahun ke tahun. - Pemaparan hasil temuan selama 10 hari di Jepang, dari masing – masing kelompok. - Check in ke Bandara Narita, dan pulang ke tanah air.

07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

BAB III SIMPULAN DAN SARAN
07 – 16 Juli 2009

Jepang merupakan Negara yang benar – benar beradab dan sangat maju. Tak salah kalau ia dijuluki sebagai matahari terbit, dan Macan Asia. Sebutan itu memang sangat cocok untuk Jepang. Hal ini ditunjang dari masyarakat, pemerintahan, dan perekonomian Jepang yang maju dan berkembang pesat pula. Namun disamping itu, ada pula beberapa kekurangan yang saya dapati di Jepang. Ini berhubungan dengan tidak adanya dasar agama / kepercayaan yang mutlak yang dipegang oleh masyarakat Jepang, sehingga mereka melupakan TUHAN-nya dan berbuat semau mereka saja. Ini karena sebagian besar wilayah Asia Timur memang pada dasarnya (dari Nenek Moyang mereka) sudah mempunyai kebudayaan mistik (tabuh) atau percaya kepada hal – hal gaib, kepada alam, benda – benda, dewa – dewi, dan sebagainya. Karena pada Jaman dulu, terdapat perbedaan penyebaran ajaran agama terhadap wilayah Asia Timur dengan wilayah Asia Tenggara (kita, Indonesia) dan wilayah – wilayah yang ada di dunia. Kemudian disamping itu, agama merupakan suatu khas, jati diri, dan Hak Asasi setiap orang, sehingga kita juga tidak boleh menyalahkan begitu saja mengapa masyarakat Jepang tidak menganut suatu kepercayaan tertentu. Setelah merasakan 10 hari di Jepang, saya mendapat hal positif dan negative. Tentu saja, hal positif- lah yang harus saya bawa pulang dan saya bagikan kepada orang – orang di Negara atau daerah saya. Ada juga beberapa kekurangan dari Pihak Panitia. Ya kita menyadari bahwa kita sebagai manusia tak luput dari kesalahan, siapapun itu orangnya. Seperti ada tertulis, tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Wajar saja apabila pihak Panitia (JICE) mempunyai kesalahan. Saya mencoba memberi saran saja, supaya untuk program Jenesys ke depannya dibuat lebih bagus dan maju lagi. Dan semoga di tahun yang akan datang Virus H1N1 tidak menghambat program ini, sehingga Homestay tidak dibatalkan seperti program kami tahun ini.

12

laporan tentang jepang

BAB IV PENUTUP
Walaupun saya belum sempat merasakan bagaimana rasanya homestay dan

07 – 16 Juli 2009

belajar di Maiko High School Japan, namun saya merasa cukup puas dan bangga dengan program ini. Karena kebatalan beberapa acara yang sudah direncanakan sejak awal tersebut, pihak panitia akhirnya mengganti beberapa acara di luar jadwal dengan berjalan – jalan mengunjungi beberapa tempat – tempat terkemuka dan terkenal di Jepang, bahkan seantero dunia. Misalnya Gunung Fuji, dan Tokyo Tower. Sangat disayangkan karena beberapa teman kami (dari grup lain) terkena gejala – gejala virus A (H1N1), sehingga mereka masih berada di Tokyo untuk pemeriksaan dan pengecekan lebih lanjut. Beruntung kami dari Group Hyogo dapat kembali ke Tanah Air dengan sehat tanpa kekurangan suatu apa pun. Kami semua selamat. Terima kasih untuk semua pihak yang bekerja pada program Jenesys tahun ini. Terlebih buat Pihak JICE, JTB, dan semuanya yang tidaka dapat saya sebutkan satu persatu. Namun terlebih – lebih buat pembimbing dan Pembina kami (Grup Hyogo), buat Takagi-san, Fukao-san, Suzuki-san, Takahasi-san, makasih buat ice cream, dan segala kebaikan kalian kepada saya dan teman – teman satu grup. Buat Ibu Annie dan Ibu Etie yang selalu setia dan sabar membimbing kami yang agak nakal, bandel, banyak tingkah, dan kurang sopan ini. Sekali lagi terima kasih banyak buat semuanya. Akhirnya, dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Baik, saya dapat

menyelesaikan semua tugas dan kegiatan saya, baik pada saat di Jepang maupun sampai pembuatan laporan ini dengan baik dan penuh semangat. Untuk itu, segala kekurangan dan kesalahan yang telah saya lakukan baik disengaja maupun tak disengaja, saya memohon maaf yang sebesar- besarnya kepada semua pihak. Tak ada gading yang tak retak, untuk itu saya meminta bantuan dari berbagai

12

laporan tentang jepang

pihak untuk mengkritik dan memberi saran atas laporan yang saya buat ini. Akhir kata, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

LAMPIRAN
07 – 16 Juli 2009

FOTO – FOTO :

Hotel Sultan

Kuil di Jepang

Papan

Rumah Makan Aoimarushin

Lukisan di Rumah Makan

Menu Makanan

Nama Grup Saya

Mini Market

Gedung di

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Saya di depan

Yukata

Toko Souvenir

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Kuil

Mall

Festival

Saya & Fransina

Makanan Jepang

Museum Edo

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Lt.3 Museum

Batu Tulisan

Miniatur Rumah di Museum Edo

Patung Kaisar

Lampion

Grafik Miniatur Negara Jepang

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Rumah Kaisar

Rumah Kaisar

Samurai

Minatur Rumah Jaman Dulu

Gambaran masyarakat Jepang

Miniatur Rumah

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Samurai

Sumur Jaman

Tong Air

Kehidupan Jepang

Timbaan Air

Kayu Sumur

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Pemadam

Pemadam

Pengambil Air

Pengambil Air

Pekerja Kayu Jaman Dulu

Rumah

Toko Buku

Toko Buku

Kapal Perahu

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

MUSEUM EDO TOKYO
12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Tokyo Tower

MUSEUM EDO TOKYO
12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Stasiun

SHINKANSEN

Gereja di Kobe,

RAINBOW

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Guci Asli Jepang

Mainan Air di Rumah Makan

KUNJUNGAN KE KOBE, HYOGO
12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Rumah Bernuansa

Stasiun KA

Stasiun KA

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

MUSEUM KERETA API, GOO

TAMAN TEMPAT KEDIAMAN KAISAR JEPANG

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

Daun Sakura

Festival Es

Air Mancur

Sungai di Pegunungan

Mt.Fuji 2.500m dpl

FujiYama

Aquacity, Odaiba

Toyota Center

Mobil untuk penyandang cacat

12

laporan tentang jepang

07 – 16 Juli 2009

12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful