You are on page 1of 23

   

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Air
Air merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Kondisi dan sumber daya air pada setiap daerah berbeda-beda, tergantung pada keadaan alam dan kegiatan manusia yang terdapat di daerah tersebut (Darmono,1995). Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi. Secara garis besar total volume air yang ada yaitu air asin dan air tawar di dunia adalah 1.385.984.610 km 3 , terdiri atas ( UNESCO, dalam Chow dkk, 1988 ) air laut 96,54 % dan 1,73 % ada dibagian kutub,1,69 % berupa air tanah, 0,04 % yang ada dipermukaan bumi dan udara. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air yang berupa air tawar ( fresh water ) di banyak tempat atau negara di dunia ini masih ada yang kekurangan persediaan air bersih. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air), merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut (William, 2001). Air merupakan material yang membuat kehidupan terjadi di bumi. Menurut dokter dan ahli kesehatan, manusia dianjurkan mengkonsumsi air minum 8 liter dalam satu hari. Semua organisme yang hidup tersusun dari sel-sel yang berisi air sedikitnya 60 % dan aktivitas metaboliknya mengambil tempat dalam larutan air (Enger dan Smith, 2000). Air juga merupakan bagian terpenting dari sumberdaya alam yang mempunyai karakteristik unik, jika dibandingkan dengan sumber daya alam lainnya. Dimana air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan


Universitas Sumatera Utara

  5

dinamis. Artinya sumber utama air yang berupa hujan akan selalu datang sesuai dengan waktu dan musimnya sepanjang tahun (Chow dkk,1988). 2.2. Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (namun tidak seluruhnya, garam dapur atau NaCl) dan material lainnya seperti gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. (UNESCO,1978 dalam Chow dkk., 1988). Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100 °C) karena panasnya Bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Sinar Matahari yang masuk menyinari Bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin. 2.3. Salinitas air laut Air laut secara alami merupakan air saline mengandung 3,5 % garamgaraman, gas-gas terlarut, bahan- bahan organik dan partikel partikel tak terlarut. keberadaan garam garam mempengaruhi sifat fisis air laut seperti densitas, kompresibilitas, titik beku, dan temperature dimana densitas menjadi maksimum beberapa tingkat. Beberapa sifat seperti viskositas, daya serap cahaya tidak terpengaruh secara signifikan oleh salinitas. Dua sifat yang sangat ditentukan oleh

Universitas Sumatera Utara

. natrium (31%). Salinitas tertinggi biasanya ditentukan disekitar mulut estuari. P. salinitas akan semakin menurun. 1993). dan sisanya kurang dari 1% terdiri dari bikarbonat. 1986). sulfat (8%). yang lebih dikenal sebagai sampah.4. karena selain merupakan pertemuan antara air tawar yang relatif ringan dengan air laut yang lebih berat. Sebagai contoh . Salinitas atau kadar garam ialah jumlah berat semua garam (dalam gram) yang terlarut dalam satu liter air. Air limbah domestik mengandung lebih dari 90% cairan. kalsium (1%). potassium (1%).Dittmar pada tahun 1873 dengan menggunakan contoh air laut sebanyak 77 sampel dari beberapa perairan di Samudera Pasifik.com/2005/07/salinitas air laut. Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30% (Goetz. Perairan estuari atau daerah sekitar kuala dapat mempunyai struktur salinitas yang komplek.  Garam-garam yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%). (http://oseanografi. Biasanya dinyatakan dengan satuan gram per liter. strosium dan fluorida. bromida.W. juga ditentukan oleh pengadukan air (Nontji. dan Atlantik melalui ekspedisi yang dilakukan oleh H. asam borak.S. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Limbah Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi domestik (rumah tangga) maupun industri. Penyelidikan komposisi air laut pertama sekali diselidiki oleh seorang ahli oseanografi W.Challenger 2.  6 jumlah garam dilaut (salinitas) adalah daya hantar listrik (konduktivitas) dan tekanan osmosis. Hindia. dan kehadirannya tidak dikehendaki lingkungan karena dapat merugikan bagi kehidupan sekitar. Zat-zat yang terdapat dalam air buangan diantaranya adalah unsur-unsur organik Universitas Sumatera Utara . gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam.M. Ada tiga sumber utama garam-garam di laut yaitu pelapukan batuan di darat.html). Semakin ke hulu sungai.blogspot. magnesium (4%).

Unsur. Sifat fisik air buangan domestik pada umumnya mempunyai suhu sedikit lebih tinggi dari air minum. 1979 . Kawasan industri. Temperatur ini dapat mempengaruhi aktifitas mikroba.51/ MENLH/10/1995. dan pada umumnya air buangan pekat akan mempunyai kekeruhan yang tinggi. Bau air buangan segar biasanya mempunyai bau seperti sabun atau bau lemak dan dalam kondisi septik akan berbau sulfur dan kurang sedap. lemak dan juga unsurunsur anorganik seperti garam. yang isinya Universitas Sumatera Utara . logam serta mikroorganisme.unsur organik tersebut memberikan corak kualitas air buangan dalam sifat-fisik kimiawi maupun biologi (Fair et al. Daerah peternakan dan perikanan. karbohidrat. 1987). minyak dan lemak. Daerah pemukiman. pupuk dan lain-lain. unsurunsur lain seperti logam berat. Limbah tersebut berasal dari : 1. Oleh sebab itu. kotoran ternak dan lain-lain. serta dalam kondisi septik air buangan akan berwarna hitam.. pemerintah telah menetapkan baku mutu limbah cair untuk berbagai jenis kegiatan maupun industri seperti yang diatur pada KEPMEN LH. NO. 1987).  7 tersuspensi maupun terlarut seperti protein. protein dan lain-lain. serta barang berbahaya dan beracun lainnya. Kualitas air menjadi menurun sebagai akibat dari masuknya berbagai limbah. Sugiarto. baik limbah cair maupun padat kedalam aliran air ataupun danau. Warna air buangan segar biasanya berwarna agak abu-abu. 3. kelarutan dari gas dan viskositas. Berbagai kegiatan/industri memang berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap kualitas lingkungan termasuk air. 4. Daerah pertanian. yaitu berupa limbah domestik. Air limbah memberikan efek dan gangguan buruk baik terhadap manusia maupun lingkungan (Sugiarto. Kekeruhan pada air buangan sangat tergantung dari kandungan zat padat tersuspensi. 2. bahan pencemar umumnya berupa sisa-sisa makanan ternak. bahan pencemar dapat berupa resudi pestisida. yang bahan pencemar umumnya berupa bahan-bahan organik seperti: karbohidrat. bahan pencemar dapat berupa bahan-bahan organik.

plankton atau tumbuhan dan hewan air. Yang dimaksud dengan baku mutu limbah cair adalah batas maksimum nilai-nilai paremeter limbah cair yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan (badan air)yang disebut juga dengan istilah Nilai Ambang Batas.  8 antara lain perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan limbah cair ke lingkungan. dan Warna Bau air tergantung dari sumber airnya. protein dan bahan organik (Mahida. tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Namum pada kenyatannya kebanyakan industri maupun kegiatan lain masih membuang begitu saja limbahnya ke badan air. dapat juga disebabkan oleh bahanbahan kimia seperti adanya campuran dari nitrogen.5. seperti air yang berbau sulfit oleh reduksi sulfat dengan adanya bahan-bahan organik dan mikroorganisme anaerob. baik yang hidup maupun yang sudah mati. Bau busuk yang menyerupai bau hidrogen sulfida Universitas Sumatera Utara .1992). Perubahan Bau . sulfur. serta adanya ganggang. Indikator Air Limbah Untuk mengetahui kualitas air ada beberapa cara yang dilakukan seperti melakukan analisa terhadap parameter fisik dan kimia. fosfor. sampai kualitas yang dicapai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Itulah sebabnya sebelum dibuang ke sistem perairan. 2. Beberapa parameter yang bisa digunakan berfungsi sebagai indikator air yang tercemar adalah sebagai berikut: 1. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air. Rasa. limbah cair terlebih dahulu harus diolah pada Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Sedangkan limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang dihasilkan oleh suatu kegiatan atau industri yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan (air ). Air yang berbau dapat disebabkan oleh berbagai bahan yang terkandung didalamnya.

tegangan permukaan dan nilai-nilai penjenuhan dari pada benda. konsentrasi 0.0026 mg/l karbon disulfida menimbulkan bau yang tidak enak dan memuakkan. ukuran-ukuran suhu adalah berguna dalam memperlihatkan kecenderungan aktivitas-aktivitas kimiawi dan biologis. Standar warna limbah. Tingkat oksidasi zat organik jauh lebih besar selama musim panas dari pada selama musim dingin. Suhu perairan merupakan salah satu parameter fisik yang sangat penting Universitas Sumatera Utara . berumur enam jam berwarna abu-abu tua. Misalnya konsentrasi dari kira kiar 0. tidak berwarna dan tidak mempunyai rasa. Pentingnya bau dalam penentuan kondisi air limbah ditunjukkan oleh kenyataan bahwa konsentrasi yang sangat kecil dari pada sesuatu zat tertentu dapat ditelesuri dari baunya.0011mg/l daripada hidrogen sulfida menyebarkan bau khas telur busuk . konsentrasi 0. sedangkan air limbah yang mengalami pembusukan oleh bakteri anaerob berwarna hitam. Perubahan Suhu Suhu air berbeda-beda sesuai dengan iklim dan musim. pengentalan. tekanan uap. Biasanya perubahan warna dikarenakan adanya macam macam warna bahan buangan dari suatu industri seperti industri tekstil. 1977).benda padat dan gas. sedangkan perubahan rasa dikarenakan adanya perubahan asam dan basa atau tercampurnya bahan pencemar (Hadihardja . Nitrifikasi dari ammoniak secara kasar berlipat ganda dengan naiknya suhu sampai 10 oC. Kuat tidaknya bau yang dihasilkan tergantung pada jenis dan banyaknya gas yang ditimbulkan (Gintings. Sedangkan perubahan bau dapat dikarenakan kandungan protein yang berasal dari limbah industri. Air dalam keadaan normal memiliki karakteristik yang bersih. 1992). 2 . Bau yang paling menyerang adalah bau yang berasal dari hidrogen sulfida. meliputi coklat muda.037 mg/l ammoniak dapat menimbulkan bau ammoniak yang sedikit menyengat.  9 menunjukkan adanya air limbah yang busuk. Namun belum tentu air berwarna lebih berbahaya daripada air yang tidak berwarna.

Pada daerah tropis termasuk Indonesia. Perubahan suhu dapat disebabkan adanya mesin pemanas dan pendingin. suhu berpengaruh langsung terutama terhadap biota perairan berupa reaksi enzimatik pada organisme. serta bahan bahan tersuspensi pada suatu bahan pencemar yang biasanya ditimbulkan oleh adanya bahan organik oleh buangan industri. 1981). suhu permukaan laut berkisar antara 28oC – 31oC dan pada daerah subtropis 15 C – 20oC (Nontji. namun tidak berpengaruh langsung terhadap struktur dan dispersi hewan air. Pembusukan anaerobik juga sebagian besar dipengaruhi oleh perubahan suhu.  10 bagi kehidupan biota air. debu. Secara umum. sedangkan tingkatan pembusukan terjadi kira-kira empat kali lebih besar pada suhu 27oC jika dibandingkan pada suhu 8oC. jasad renik dan lumpur (Mahida. plankton atau organisme lainnya. Kekeruhan Kekeruhan dapat disebabkan karena adanya endapan. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang optimal setiap biota mempunyai batas toleransi yang berbeda beda. Selain itu kekeruhan akan mengganggu organ-organ pernafasan dan alat penyaring makanan dari organisme perairan yang dapat menyebabkan kematian (Wardoyo. Air panas hasil buangan suatu industri akan meyebabkan penurunan oksigen terlarut. Air cucian dijalanan juga menambah kekeruhan. semakin luar biasa kekeruhan semakin banyak limbahnya. Kekeruhan diukur dalam bagian-bagian persejuta dalam ukuran berat atau dengan milligram per liter. Nilai kekeruhan yang tinggi akan mempengaruhi tingkat penetrasi cahaya ke dalam air sehingga dapat mempengaruhi fotosintesis. 1992). Jarang pembusukan terjadi didaerah titik beku. zat organik yang terurai secara halus. Sampah industri dapat menambah sejumlah besar zat-zat organik yang menghasilkan kekeruhan. zat koloidal. atau akibat proses pengolahan limbah bahan organik oleh bakteri anaerob. 1984 ). Namun Universitas Sumatera Utara . Sedangkan pembuangan air dingin dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan mikroorganisme. 3.

Total padatan tersuspensi dapat memberikan pengaruh yang luas dalam ekosistem perairan. 1979 dalam Wardoyo.45μm. Menurut Fardiaz (1992). padatan tersuspensi akan mengurangi penetrasi cahaya kedalam air.  11 ukuran tersebut umumnya terbatas pada air dan kadang kadang hanya dibuat untuk limbah dan selokan.2000). Nilai total padatan tersuspensi merupakan salah satu parameter biofisik perairan yang secara dinamis mencerminkan perubahan yang terjadi di daratan maupun di perairan. Kedua. Total Padatan Tersuspensi (TSS) adalah bahanbahan tersuspensi yang tertahan pada kertas saring millipore berdiameter pori 0. sehingga menghambat proses fotosintesis oleh fitoplankton dan tumbuhan air lainnya. Banyak mahluk hidup memperlihatkan toleransi yang cukup Universitas Sumatera Utara . 4. Total padatan tersuspensi yang tinggi akan mempengaruhi biota di perairan melalui dua cara. Masuknya padatan tersuspensi kedalam perairan dapat menimbulkan kekeruhan air. Erosi tanah akibat hujan lebat dapat mengakibatkan naiknya nilai total padatan tersuspensi secara mendadak (Sastrawijaya. Total padatan tersuspensi terdiri atas lumpur dan pasir halus serta jasadjasad renik terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi yang terbawa kedalam badan air. 1975). Menurut Mays (1996). Total Padatan Tersuspensi (TSS) Total padatan tersuspensi merupakan materi atau bahan tersuspensi yang menyebabkan kekeruhan air terdiri dari komponen terendapkan. menghalangi dan mengurangi penetrasi cahaya kedalam badan air. bahan melayang dan komponen tersuspensi koloid (Canter dan Hill. Pertama. Kondisi ini akan mengurangi pasokan oksigen terlarut dalam badan air. sehingga mempengaruhi regenerasi oksigen secara fotosintesis dan kekeruhan air juga semakin meningkat. secara langsung total padatan terlarut (total dissolved solid) yang tinggi dapat mengganggu biota perairan seperti ikan karena tersaring oleh insang.

1995). Perubahan pH ini karena adanya buangan asam basa dari suatu industri. Keasaman (pH) Karakteristik limbah yang memerlukan pemeriksaan terperinci adalah pH. Oleh karena itu penentuan padatan tersuspensi sangat berguna dalam analisis perairan dan buangan domestik yang tercemar serta dapat digunakan untuk mengevaluasi mutu air.5 sampai 8.5. perlu dipastikan bahwa pH nya berada antara 5. penggosokan tekstil. Pada waktu limbah industri disalurkan kedalam saluran saluran air kotor umum. Pengendalian pH suatu limbah sangat berguna dan sesuai dengan susunan yang cocok untuk organisme-organisme Universitas Sumatera Utara . Akan tetapi jika volume limbah industri tersebut komparatif besar. pencelupan dengan cat dan sulfur. serta pengalengan buah-buahan. Air yang normal memiliki pH antara 6. Derajat keasaman suatu perairan dipengaruhi beberapa faktor antara lain oleh proses fotosintesis biologi dan adanya berbagai jenis kation dan anion diperairan tersebut. karbonisasi kapas. pencelupan wool.5-7.5.  12 tinggi terhadap kepekatan total padatan tersuspensi. namun total padatan tersuspensi dapat menyebabkan penurunan populasi tumbuhan dalam air.5. dapat juga bersifat asam keras misalnya buangan dari pembuatan asam. misalnya buangan limbah industri pabrik kulit. 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut yaitu pH 7 – 8. Merujuk pada baku mutu air laut untuk kegiatan wisata bahari Kepmen LH No. Sedangkan air limbah domestik yang normal biasanya mengandung sedikit basa. Banyak limbah industri bersifat alkali keras. pembuatan gas karbit.hal ini disebabkan oleh turunnya penetrasi cahaya kedalam air (Connel dan Miller. maupun menentukan efisiensi unit pengolahan. pH nya harus berada dalam batas yang lebih sempit yaitu 7 sampai dengan 8. Berdasarkan Kepmen-LH No 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut Total padatan tersuspensi sebesar 20 mg/ l. 5.

Dalam alam ia ditemukan dalam bentuk unsur murni atau dalam bentuk mineral sulfida atau sulfat. dan saluran pembuangan kotoran. Sulfur Sulfur atau belerang adalah unsur kimia di dalam sistim periodik yang mempunyai simbol S dan nomor atom 16. dimetil sulfoxide (DMSO) dan methylsulfonylmethane (MSM). sulfur digunakan terutama dalam baja dan juga dalam mesiu. DMSO terjadi secara alami di beberapa tanaman (seperti ekor kuda). tendon dan ligamen). racun serangga dan racun jamur. Suplemen menggabungkan DMSO dengan peroksida hidrogen. sulfurated hydrogen. Sulfur bukan logam multivalen yang berlimpah. Kedunya digunakan sebagai pengobatan untuk rasa sakit. Ia merupakan unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino yaitu sisteina dan metionina. MSM penting dalam kesehatan karena membantu membentuk jaringan ikat ( tulang rawan. DMSO merupakan produk sampingan kimia pembuatan kertas dan Universitas Sumatera Utara . mengurangi rasa sakit. tanpa rasa dan tanpa bau. korek api. Sekitar 15% dari DMSO terurai menjadi MSM dalam tubuh. Sebagai suplemen. Seperti di rawa. Hal ini juga dapat memperlambat impuls saraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit. Secara komersilnya. beracun. Asam sulfida merupakan gas yang tidak berwarna. Sulfur. 6.  13 khusus yang terlibat dalam pembenahan air limbah dan sampah industri dengan proses-proses biologis. belerang tersedia dalam dua bentuk . gas asam (sour gas). dalam bentuk aslinya. buahbuahan dan sayuran dan susu. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik). Hidrogen sulfida (H2S) dikenal dengan nama sulfana. adalah satu kristal padat yang berwarna kuning. mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. asam hidrosulfurik. dan gas limbah (sewer gas). Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam. sulfur hidrida.

c. Umumnya limbah radioaktif dibagi menjadi menjadi dua yaitu : a. Limbah radioaktif dapat diklassifikasikan atas dasar jumlah radiasi dan jenis radiasi yang memancar. sinar kosmik sebagai akibat peluruhan Uranium dan Thorium. Industri-industri yang memanfaatkan tenaga nuklir. Limbah radioaktif tingkat tinggi (High Level Waste). Adanya Radioaktivitas Pada Air Adanya radioaktivitas pada air limbah dikarenakan adanya bahan sisa radioaktif dari suatu industri maupun dari bahan-bahan yang mengandung radioaktif. dan laboratorium. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Hal ini merupakan kendala untuk pengembangan lebih lanjut. juga untuk tujuan pengobatan. rumah sakit (diagnostik dan therapy). Limbah radioaktif Tingkat rendah (Low Level Waste). Penggunaan teknologi nuklir dapat menghasilkan limbah radioaktif yang tidak terpakai. Hal ini juga digunakan dalam krim dan diminum untuk sakit serta kondisi lain. Alam lingkungan kita sendiri yang telah mendapatkan radioaktif alam seperti dari tanah. Sumber radioaktif itu sendiri berasal dari : a. Limbah radioaktif dapat berasal dari pemanfaatan sumber radioaktif dari suatu industri.  14 digunakan sebagai pelarut industri. b. maupun bahan bekas serta peralatan yang terkena zat radioaktif atau menjadi radioisotop karena operasi nuklir dan tidak dapat digunakan lagi. Makanan dan obat administrasi telah disetujui untuk menggunakan DMSO intravesical (artinya dokter menanamkannya dalam kandung kemih). 7. b. DMSO diserap melalui kulit. sehingga diperlukan pemecahan dengan menggunakan suatu metode analisis yang tepat yaitu “Cost Benefit Analysis” Universitas Sumatera Utara . Tidak seperti MSM.

Bahan kimia ini yang sering mencemari sumber air minum lewat air buangan oleh industri.005 0.  15 8. Efek toksisitas merkuri terutama pada susunan sarap pusat. ginjal.05 0. Logam berat tersebut masuk kedalam tubuh manusia lewat ikan-ikan yang telah mengandung merkuri karena air laut terkena pencemaran.001 0. sesuai dengan Kepmen KLH N0 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut untuk beberapa logam berat pada tabel 2.1. tembaga. seng. nikel. Baku Mutu air laut untuk beberapa logam berat No 1 2 3 4 5 6 Logam terlarut Raksa (Hg) Kromium (Cr) Timbal (Pb) Kadmium (Cd) Zinkum (Zn) Nikel (Ni) Satuan mg/L mg/L  mg/L  mg/L  mg/L  mg/L  Baku Mutu 0. Tabel 2. timbal. cadmium.05 Universitas Sumatera Utara . Adanya Bahan–bahan Logam Berat Berbagai kandungan logam berat yang ada dalam air limbah antara lain: cromium. Untuk logam Hg kadar < 0.1 berikut. namun bahan ini tidak disangkal juga bahwa sebagian berasal dari limbah pertanian akibat bahan dari campuran pestisida terutama Hg.001 ppm yang relatif rendah belum berbahaya bagi biota laut perairan terutama ikan. merkuri. Pencemaran logam berat dapat terjadi pada air laut tempatnya para nelayan mencari ikan yang pada akhirnya masyarakat mengkonsumsi ikan tersebut. saluran pencernaan dan gangguan pada mata serta kardiovaskuler dimana Hg ini terakumulasi.008 0.001 0.

urea. dan ketiga ialah senyawa organik (protein. Nitrat mewakili produk akhir dari pengoksidasian zat yang bersifat nitrogen. Ada tiga tendon (gudang) nitrogen dalam alam. asamasam amino. Dalam plankton terdapat 50 % protein atau 7 sampai 10% nitrogen. nitrit. Nitrogen organik terikat pada unsur pokok sel mahluk hidup seperti misalnya purin. arus Universitas Sumatera Utara . 10. ammoniak). Nitrogen  anorganik seperti ammonia. Sumber oksigen terlarut dalam air berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer. Sedangkan protein merupakan komposisi utama plankton dan sebagai dasar semua jaringan makanan yang bertalian dengan air.dan asam urik). DO ( Dissolved Oxygen) Oksigen terlarut dalam perairan merupakan faktor penting sebagai pengatur metabolisme tubuh organisme untuk tumbuh dan berkembang biak. peptida. Nitrogen Nitrogen sebagai salah satu nutrient terdapat dalam protein. Kebanyakan dari nitrogen organik berada dalam bentuk protein-protein atau produk yang diakibatkan oleh degradasi (penurunan kadar nilai). kedua senyawa anorganik (nitrat. dan dalam air limbah domestik. Nitrogen organik berubah menjadi ammoniak dengan proses pembusukan secara anaerobik. nitrit. Nitrogen juga terdapat sebagai bahan organik dan diubah menjadi ammonia oleh bakteri sehingga menghasilkan bau busuk dan bisa menyebabkan permukaan air menjadi pekat sehingga tidak dapat ditembus cahaya matahari. Nitrogen nitrit jarang terjadi dalam konsentrasi yang lebih besar dari 1 mg/L di dalam air limbah dan selokan selokan. Nitrogen terbanyak ada di udara lebih kurang 78 % dari volumenya. Pertama ialah udara. Terdapatnya nitrit dengan demikian dapat menunjukkan adanya air limbah yang pembenahannya tidak sempurna. gas nitrogen dapat terlarut dalam air.  16 9. sedangkan nitrit atau nitrat secara aerobik.

Menurut Lee et al.6. Penyebab utama berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air disebabkan oleh adanya zat pencemar yang dapat mengkonsumsi oksigen. ketinggian. 1994). No 1 2 3 4 Kadar oksigen terlarut >6 4.4 < 2. (1978). salinitas. Zat pencemar tersebut terdiri dari bahan-bahan organik dan anorganik yang berasal dari berbagai sumber.  17 atau aliran air melalui air hujan serta aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novonty and Oleom.5 -.2.4.4 2. meskipun terjadi pergolakan massa air. turbulensi air. Difusi oksigen dari atmosfer ke perairan pada hakekatnya berlangsung lambat. Status kualitas air berdasarkan kandungan DO (Lee et al. 1996). sebahagian besar dari zat pencemar yang menyebabkan oksigen terlarut berkurang adalah limbah organik. 1978). Menurut Connel and Miller (1995). kandungan oksigen terlarut pada suatu perairan dapat digunakan sebagai indikator kualitas perairan. dan tekanan atmosfer.0 -. seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 2. bahan-bahan buangan dari industri maupun rumah tangga. Keberadaan oksigen terlarut di perairan sangat dipengaruhi oleh suhu. dan berkurangnya tekanan atmosfer (Jeffries and Mills. seperti kotoran hewan dan manusia.0 Status kualitas air Tidak tercemar s/d tercemar sangat ringan Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar berat Universitas Sumatera Utara . Kadar oksigen akan berkurang dengan semakin meningkatnya suhu. Difusi oksigen atmosfer ke air terjadi secara langsung pada kondisi air diam karena pergolakan massa air oleh angin.

kandungan oksigen di perairan dapat dijadikan petunjuk tentang adanya pencemaran bahan organik dengan bertambahnya dekomposisi dalam menguraikan limbah yang masuk dalam perairan (Nybakken. Iodin yang dibebaskan tersebut kemudian dianalisa dengan metode titrasi iodometris yaitu dengan larutan standard tiosulfat dengan indikator kanji.82 Tahun 2001 yaitu > dari 3 mg/L. Semakin tinggi oksigen terlarut maka semakin kecil tingkat pencemaran. sehingga terjadi endapan MnO2. Prinsip analisa oksigen terlarut berlangsung oleh adanya oksigen dalam sampel yang akan mengoksidasi MnSO4 yang ditambahkan kedalam larutan pada keadaan alkalis. Angka COD merupakan ukuran bagi Universitas Sumatera Utara .  18 DO (Dissolved Oxygen) yang menunjukkan jumlah kandungan oksigen didalam air dapat digunakan sebagai indikasi seberapa besar jumlah pengotoran limbah. 1982). Dengan penambahan asam sulfat dan kalium iodida maka akan dibebaskan iodine yang ekuivalen dengan oksigen terlarut. COD (Chemical Oxygen Demand) Angka COD (Chemical Oxygen Demand) atau Kebutuhan Oksigen Kimiawi adalah jumlah O2 (mg) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi total zat-zat organik yang terdapat dalam 1 liter sampel air. dengan reaksi sebagai berikut : MnSO4 + 2 KOH Mn(OH)2 + ½ O2 Mn(OH)2 + K2SO4 MnO2 + H2O Mn(OH)2 + I2 + 2 KOH (pada pH rendah) MnO2 + 2 KI + 2 H2O I2 + 2 S2O3= S4O6= + 2 I- Hubungan antara kadar oksigen terlarut dengan suhu menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka kelarutan oksigennya semakin berkurang. 11. Baku mutu air laut kegiatan wisata bahari untuk konsentrasi oksigen terlarut yang ditetapkan sesuai dengan PP No.

maupun yang hanya dapat diuraikan dengan proses kimia. Metcalf & Eddy. Ditegaskan lagi oleh Boyd (1990). Pengukuran oksigen dapat dilakukan secara analitik dengan cara titrasi iodometri (metode winkler) atau dengan menggunakan alat yang disebut DO meter yang dilengkapi dengan probe khusus.Metcalf & Eddy. 1988 .DO5 ) merupakan nilai BOD yang dinyatakan dalam milligram oksigen per liter (mg/L). 12. Jadi pada prinsipnya dalam kondisi gelap. Prinsip pengukuran BOD pada dasarnya cukup sederhana. 1991). kemudian mengukur kandungan oksigen terlarut pada sampel yang telah diinkubasi selama 5 hari pada kondisi gelap dan suhu tetap yaitu 20oC yang disebut dengan DO5.1990 . Universitas Sumatera Utara . Adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme (biasanya bakteri) untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam kondisi aerobik (Umaly dan Cuvin . yaitu mengukur kandungan oksigen terlarut awal (DOo) dari sampel segera setelah pengambilan contoh. bahwa bahan organik yang terdekomposisi (readily decomposable organic matter). baik yang mudah terurai maupun yang kompleks dan sulit terurai akan teroksidasi (Boyd. Hal ini karena bahan organik yang ada sengaja diurai secara kimia dengan menggunakan oksidator kuat kalium bikromat pada kondisi asam dan panas dengan katalisator perak sulfat sehingga segala macam bahan organik. BOD (Biochemical Oxigen Demand).1990).  19 pencemaran air oleh total zat-zat organik baik yang dapat diuraikan secara biologis. 1991 ). Selisih DOo dengan DO5 ( DOo . Mays (1996) mengartikan BOD sebagai suatu ukuran jumlah oksigen yang digunakan oleh populasi mikroba yang terkandung dalam perairan sebagai respon terhadap masuknya bahan organik yang dapat diurai. Kebutuhan oksigen diperlukan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik baik yang biodegradable maupun yang nonbiodegradable (Boyd.

aerasi. maka analisis BOD memang cukup memerlukan waktu.  20 agar tidak terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen. Ammoniak yang terukur pada perairan alami adalah ammoniak total (NH3 dan NH4+) (Boyd . Ammoniak merupakan proses reduksi senyawa nitrat (denitrifikasi) atau hasil sampingan dari proses industri. diharapkan hanya terjadi proses dekomposisi oleh mikroorganisme.1991 ). Amoniak diperairan merupakan proses reduksi senyawa nitrogen organik (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat dalam tanah dan air. pengukuran BOD memerlukan kecermatan tertentu mengingat kondisi sampel atau perairan yang bervariasi sehingga kemungkinan diperlukan penetralan pH. pengenceran. atau penambahan populasi bakteri. 13. Pada ekosistem perairan umumnya Universitas Sumatera Utara . selain itu juga dari dekomposisi bahan organik (tumbuhan dan biota akuatik yang telah mati) yang dilakukan oleh mikroba dan jamur.1990). Pada prakteknya. 1988). dimana ammoniak memiliki toksisitas yang lebih tinggi (Goldman dan Horne. Karena melibatkan mikroorganisme (bakteri) sebagai pengurai bahan organik. dan oksigen tersisa ditera sebagai DO5. Perbedaan utama ammoniak dengan nitrat adalah dalam hal toksisitas dan mobilitasnya. Yang penting diperhatikan dalam hal ini adalah mengupayakan agar masih ada oksigen tersisa pada pengamatan hari kelima sehingga DO5 tidak nol. oksidasi bahan organik karbon mencapai 95-99 % dan dalam waktu 5 hari sekitar 60-70 % bahan organik telah terdekomposisi ( Metcalf & Eddy. Dalam 20 hari. karena oksidasi biokimia adalah proses lambat. Amonia (NH3 –N) Ammoniak (NH3-N) adalah salah satu bentuk senyawa nitrogen yang ditemukan di perairan Ion ammonium (NH4+) adalah bentuk transisi dari ammoniak. sehingga yang terjadi hanyalah penggunaan oksigen. dan dalam suhu yang tetap selama lima hari. Bilamana nilai DO5 nol maka nilai BOD tidak dapat ditentukan.

1991). Nama nila diambil dari nama latinnya yaitu nilotica yang mengacu pada asal ikan ini. dan ammonium sulfat). Namun secara resmi ikan nila tidak masuk dari Afrika melainkan dari Taiwan.1989). Ammoniak yang terukur pada perairan alami adalah ammoniak total (NH3 dan NH4+) (Boyd 1990). Produk larutan komersil ammoniak berkonsentrasi tinggi biasanya memiliki konsentrasi 26 derajat baume (sekitar 300 persen berat ammoniak pada 15. ammonium nitrat.1 mg/L ( perikanan sebaiknya kurang dari 0.menghasilkan kolloid berwarna kuning coklat sesuai reaksi berikut: 2 K2HgI4 + NH3 + 3 KOH I-Hg -O.NH2 + 7 KI + 2 H2O Kadar ammoniak bebas pada perairan alami biasanya kurang dari 0. Ikan Nila atau Tilapia bukanlah ikan asli perairan Indonesia. Nitrogen amoniak dapat ditentukan dengan metoda Nessler yang terdiri dari suatu analisa kimiawi dengan menggunakan spektrofotometer. Didaerah perairan. Di luar negeri biasa disebut nile atau tilapia. Ikan ini merupakan ikan asli perairan Sungai Nil di Afrika. bahan kimia (asam nitrat. ammonium pospat. melainkan ikan introduksi yaitu ikan yang berasal dari luar Indonesia. Berikut ini penggolongan klasifikasi ikan nila. Penggunaan ammonia banyak digunakan pada proses industri pupuk urea. 2. Ikan Nila atau Tilapia (Oreochromis niloticus).6. dan industri pulp dan kertas (Eckenfelder.  21 ammoniak terdapat dalam bentuk ion terdissosiasi NH4+ (ammonium) menjadi NH3 (ammoniak) yang ketosisitasnya akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pH.02 mg/l (Nemerow. Universitas Sumatera Utara . Reagen Nessler K2HgI4 akan bereaksi dengan NH3 dalam larutan yang bersifat basa. ammonia berasal dari pemecahan nitrogen organik (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat dalam tanah dan air. yaitu Sungai Nil. tetapi sudah dibudidayakan di Indonesia.Hg .5 oC .

Setelah itu melalui penelitian dihasilkan berbagai macam ikan nila Strain unggul yang diliris oleh pemerintah antara lain Nila GIFT (Genetic improvement of farmed tilapias) . JICA (Japan for International Cooperatin Agency). Larasati (Nila Janti). Citra lada. kerambah ditengah aliran sungai. ditengah waduk atau danau hingga di kolam air. BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapias). Ikan nila sangat mudah beradaptasi dengan kondisi perairan. Mulai dari tambak pinggir air laut. dan secara resmi nama nila mulai digunakan sebagai nama spesies di Indonesia sejak tahun 1972. Hitam 69 (Oreochromis niloticus Bleeker). para petani padi di beberapa daerah di Pulau Jawa juga sudah Universitas Sumatera Utara . Bahkan masih ada masyarakat yang belum dapat membedakan antara ikan nila dengan ikan mujahir. Bahkan tidak hanya itu. Gesit berasal dari rekayasa mutasi hormonal nila Gift generasi ketiga dan Red NIFI (Nila Merah).  22 Filum Subfilum Kelas Subkelas Ordo Familia Genus Spesies : Chordota : Vertebrata : Pisces : Achanthopterigii : Perciformes : Cichlidae : Oreochromis : Oreochromis niloticus Ikan nila masuk ke Indonesia pada tahun 1969. Karakteristik fisik pada beberapa strain ikan nila juga ada mirip dengan ikan mujahir. Nirwana (Nila Ras Wanayasa). Cangkringan. Ikan Nila secara umum masih kerabat dekat dengan ikan mujahir (Oreochromis mossambicus).

02 15.08 Lemak (%) 23. Banyak kalangan yang memelihara ikan ini hanya untuk hobi atau kesenangan saja. namun jarang yang membudidayakannya secara intensif. Gesit.99 66.31 8.90 Serat (%) 1. Kandungan Nutrisi Ikan Nila. Universitas Sumatera Utara .20 15. 480 – November Keunggulan ikan nila sebagai konsumsi ikan air tawar tidak hanya digemari oleh petani ikan saja .84 7. Berat Kering Strain Kadar air (%) 65. Sumatera Utara dengan kapasitas produksi 200 ton per tahun dan sekitar Danau Toba berkapasitas produksi 4000 ton per tahun.46 54.98 1.84 5.49 55. Berikut ini tabel kandungan gizi ikan nila pada berbagai macam strain. Selain itu terdapat juga kolam di Lubuk Naga.02 22.  23 banyak yang menebar benih ikan nila di persawahannya yang bertujuan untuk menambah pendapatan mereka. Untuk mendukung kesediaan barang. Salah satu industri yang membudidayakan ikan nila secara komersial adalah PT Aquafarm Nusantara yang berlokasi di Surakarta.51 19. Aquafarm Nusantara telah mempersiapkan budi daya ikan nila di Wunut (300 ton/tahun).94 Karbohidrat (%) 8. KJA di Wonogiri (700 ton/tahun) dan Waduk Wadaslintang di Wonosobo (1500 ton/tahun).56 13.3. jawa tengah ini setiap bulannya mengekspor fillet nila ke USA sebanyak 252 ton.79 BEST Nirwana Gesit Red NIFI Sumber : BARPBAT – Trubus No. perusahaan PT.29 Abu (%) 115.97 57. Nirwana. Tabel 2.49 66.89 1.07 Protein (%) 56. Namun ada juga yang serius membudidayakan secara komersial. dan Red NIFI.77 65.96 1.27 18. diantaranya BEST.

2. Ada beberapa alur proses atau tahapan yang harus dilalui hingga terbentuk fillet yang diinginkan dan dimulai dari penerimaan ikan nila. Bagian tengah yang melengkung karena ditempati bagian fillet yang tipis harus ditambah fillet lagi. penyiangan. pencucian kedua fillet.  24 Pengolahan ikan segar yang berada dikawasan perairan Pantai Sungai Nipah Kecamatan Pantai Cermin melakukan proses pencucian ikan terlebih dahulu.lalu seluruhnya ditekan. Universitas Sumatera Utara .6. pengemasan fillet. Ikan tersebut dibelah dan dibersihkan. pemfilletan. tentu saja hasil pencucian ikan tersebut yang mengandung protein atau asam amino. Fillet (tanpa tulang) yang dicetak dengan menekan fillet dalam suatu cetakan kayu atau aluminium kemudian dibekukan menjadi suatu balok ikan yang padat dengan dimensi tertentu. penyimpanan di freezer. Fillet dipotong persegi di ujungnya dan dimasukkan dalam box apakah sejajar atau melintang terhadap panjang box. Penanganan Fillet Fillet yang diperoleh harus segera dipak dalam wadah yang sesuai dengan secepatnya dan setiap saat fillet harus didinginkan untuk mencegah penurunan mutu dan selalu menjaga kebersihan. lemak maupun sisa sisa kotoran ikan ditampung dalam kolam limbah dan diproses dengan instalasi pengolahan air limbah.6. 2. 2. Ujung fillet yang tebal diletakkan pada sisi box. Protein yng terkandung dalam limbah tersebut akan terdegradasi oleh mikro organisme sehingga menghasilkan kandungan nitrogen dalam bentuk amoniak baik dalam bentuk nitrat.Tulang belakang dan tulang rusuk yang membatasi badan dengan rongga perut tidak terpotong pada waktu penyayatan. Fillet umumnya digunakaan dalam pembuatan “fish block” atau tujuan lain. Fillet Ikan Nila Fillet ikan nila adalah salah satu produk hasil perikanan dengan bahan baku daging ikan nila yang telah disayat dari batas operculum (tutup insang) sampai pangkal ekor. pencucian pertama.1.

Fillet yang diperoleh dari ikan yang belum dan sedang mengalami pengkakuan filletnya akan mengkerut/berlekuk atau jaringan otot pecah (gaping). Untuk mencegah oksidasi dapat juga digunakan anti oksidan seperti asam askorbat (vitamin C) dan isomernya (asam isoaskorbat) atau BHT (butylated hydroxyl toluene) dan BHA (butylated hydroxyl anisole). angin dan sumber panas lainnya yang dapat meningkatkan suhu ikan. Teknik pendinginan untuk setiap tahap pengerjaan harus dilakukan untuk menjaga ikan tetap segar dengan melindungi dari sinar matahari. Kebersihan harus dijaga karena fillet ikan sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri penyebab pembusukan maupun bakteri patogenik yang sukar dihilangkan dengan cara-cara biasa karena kontaminan dapat mudah menyusup kedalam jaringan otot daging yang telah terbuka dari pada ikan utuh. Untuk mengurangi drip (air dari jaringan otot yang hilang pada waktu produk beku dilelehkan) fillet dapat direndam dalam larutan garam murni 3-15 % selama 20 detik sampai 2 menit atau dalam larutan garam polifosfat 0.  25 Penyusunan dan penekanan dilakukan berulang sampai box sedikit berlebih. Bekerja harus cepat tetapi cermat untuk menghindari pembusukan. Sedangkan limbah yang diperoleh dari pemfilletan agar segera disingkirkan dari pengolahan untuk menghindari pencemaran terhadap Universitas Sumatera Utara . Untuk mencegah pengeringan dan oksidasi selama penyimpanan fillet beku harus menggunakan pembungkus atau kemasan “vegetable parchment paper” atau “ polyethylene film “ kemudian dipak dalam “waxed paper board “ atau “fiber board cartons “ dan dibekukan dalam contact plate freezer. Selanjutnya “fish block” dapat dipotong dalam bentuk “stick” atau “portion”.fillet mudah disimpan. pencemaran dan cacat akibat kecerobohan yang dapat berpengaruh buruk terhadap produk. Cetakan dan box kemudian ditempatkan dalam kontak “ plate freezer “ dan dibekukan hingga – 38 oC selama lebih kurang 3 jam.diangkut dan ditangani. Dalam bentuk balok.5 %. Box lalu ditutup. BHT dan BHA tidak larut dalam air dan bila akan digunakan harur dilarutkan dahulu dalam alcohol kemudian diencerkan dengan air. ditekan dan permukaan diratakan.

  Universitas Sumatera Utara .  26 produk. lemak ikan. isi perut ikan. yang mana protein yang terkandung di dalamnya ada yang mengandung sulfur seperti sisteina dan metionina akan mengalami pembusukan akibat jumlah mikroba yang berkembang menghasilkan limbah cair yang mengandung H2S dan NH3. dan sebahagian sisa daging hasil sayatan daging ikan yang mengandung protein. Penggunaan air pencuci yang cukup banyak yang bergabung dengan darah ikan.