You are on page 1of 14

MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIV/ AIDS

IPTU DEWI TRIANA SITEPU R.S BHAYANGKARA MEDAN

SEPUTAR HIV/AIDS • AIDS adalah singkatan dari Acquired immunoDefisiensy Syndrome. .Sehingga tubuh manusia menjadi sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit.Virus penyebabnya adalah HIV(Human Immunodeficiency Virus).yang artinya sekumpulan penyakit yang timbul sebagai akibat dari menurunnya sistem kekebalan tubuh.yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia.

HIV menular melalui : Darah Cairan Sperma Cairan Vagina ASI(Air Susu Ibu) .

HIV TIDAK MENULAR MELALUI : Bersalaman Bersentuhan Badan Tinggal Serumah Dengan ODHA Gigitan Nyamuk Udara Keringat Air Liur Kegiatan Sehari-hari .

KEGIATAN YG MEMUNGKINKAN TERJADINYA PENULARAN HIV/AIDS : Transfusi Darah yg Tercemar Virus HIV Pengguna jarum suntik secara bergantian pd pengguna Narkoba Suntik Transplantasi Organ Tubuh yg tdk Steril Jarum Tatto& jarum tindik yg telah tercemar Virus HIV Pengguna peralatan Medis yg tdk Steril Hubungan seks yg tdk aman (tdk pakai kondom) Ibu HIV-positif Melahirkan dan Menyusui Bayinya .

marah.Dyspha gia. Ego:Perasaan tdk berdaya/putus asa. 2. 5.Diare.dan BB turun 10%/3 bulan Sistem Persarafan :letargi. 2.PENGELOMPOKAN MASALAH KEPERAWATAN PASIEN HIV/AIDS Masalah Fisik 1. 3. .dan mudah tersinggung. Respon Psikologis:meny angkal. Integritas 1. Sistem pernafasan : Dispnea.nyeri sendi dan encepalopathy Sistem Integumen :Edema yg disebabkan Kaposis Sarcoma. Masalah Psikis 1. Masalah ketergantungan Perasaan membutuhkan pertolongan orang lain. 2.dan pneumonia Sistem pencernaan: NuseaVomiting. 3. Masalah sosial Perasaan minder dan tidak berguna di masyarakat Interaksi Sosial:perasa an terisolasi/ditol ak. 4.TBC. Faktor Stres:baru/lama.lesi di kulit atau mukosa dan alergi Lain-lain: Demam dan risiko menularkan.c emas.

antara lain: 1.dan Lifoma Meningitis.Herpes. Resiko komplikasi /Infeksi Sekunder Wasting Syndrome. 2.Sitomegalovirus.Sarkoma kaposi.bisa ditemukan beberapa diagnosis keperawatan dan masalah kolaboratif.Infeksi oportunistik (Misalnya Kandiasis.Pneumocytis carinii pneumonia) . 3.Pada pasien dengan HIV/AIDS.

4.Hal ini berhubungan dgn kelemahan. 6. 7.dan gangguan pertukaran gas(sekunder thdp infeksi paru atau keganasan) Kecemasan berhubungan dgn prognosis yg tdk jelas.efek samping pengobatan. .berkeringat dimalam 2. 3.kelelahan.persepsi ttg efek penyakit dan pengobatan thdp gaya hidup. 5. Volume cairan kurang berhubungan dgn asupan cairan yg tdk adekuat sekunder terhadap lesi oral dan diare Keputus asaan berhubungan dgn perubahan kondisi fisik dan prognosis yg buruk Resiko infeksi berhubungan dgn imunodefisiensi seluler. Perubahan pola tidur berhubungan dgn nyeri. Diare berhubungan dgnpengobatan.diet dan infeksi.malnutrisi. Intoleransi aktivitas .demam.DIAGNOSIS KEPERAWATAN Diagnosis Keperawatan yg mungkin ditemukan pd pasien dgn HIV/AIDS antara lain: 1.

penyangkalan.sel T yg terdiri atas limfosit T-Helper (CD4 ) akan mengalami perubahan baik secara langsung maupun tdk langsung.  .berduka.kecemasan.  Respon Adaptif Psikososial-Spritual Pengalaman mengalami suatu penyakit akan membangkitkan berbagai perasan dan reaksi stress.frustasi.dan ketidakpastian dengan adaptasi terhadap penyakit.RESPON SPESIFIK PADA PENDERITA HIV/AIDS Respon Biologis (Imunitas ) Secara imunologis.rasa malu.

perasan berlebihan.frustasi.tdk percaya pd pemegang rahasia dirinya 3.marah dan tdk berdaya.Stres dan konfrontasi. Ketergantungan.acting out Merasa cacat.dan dukungan sosial 5.kepercayaan. penguatan.reaksi dan kelompok.Mengucilkan diri Proses Psikososial Merasa bersalah.REAKSI PSIKOLOGIS PASIEN HIV Reaksi 1.susah.Shock( kaget.hilang akal.Perilaku mementingkan orang lain Komitmen dan kesatuan Pemadaman.pengalihan stres.Membuka status Ingin tahu reaksi orang secara terbatas lain.rasa sedih. sebagai kelompok .kepuasaan kompensasi yg memberi dan berbagi.campur tangan.tdk berguna dan Khawatir menginfeksi menutup diri orang lain.goncangan batin) 2.ingin dicintai 4.pengenalan.murung Penolakan. Hal-hal yg Biasa dijumpai Rasa takut.Mencari orang lain yg HIV positif Berbagi rasa.

3.INTERVENSI KEPERAWATAN PASIEN TERINFEKSI HIV Perawat memiliki peran penting dlm Askep pasien HIV/AIDS.dapat berupa upaya untuk membantu penyelesaian masalah.istirahat dan aktivitas teratur dan menghindari konsumsi atau tindakan yg dpt menambah parah sakitnya.kontrol dan minum obat teratur. Memfasilitasi sumber penggunaanpotensi diri agar terjadi respon penerimaan sesuai tahapan dari Kubler-Ross.dan mengingatkan pasien agar pandai mengambil hikmah.dilakukan dgn cara mengajarkan perilaku yg mendukung kesembuhan.Memfasilitasi starategi koping: 1. . Teknik Kognitif.spt. 2. Teknik perilaku.memberikan harapan yg realistis.konsumsi nutrisi seimbang.Ada 2 hal penting yg harus dilakukan perawat:  A.

dihargai.Dukungan Sosial 1. Dukungan emosional. Dukungan informasi.dicintai dan diperhatikan.agar pasien merasa nyaman. Dukungan Material. .B. 3.untuk bantuan/kemudahan akses dalam pelayanan kesehatan pasien. 2.untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan pasien terhadap penyakitnya.

ASUHAN KEPERAWATAN RESPON BIOLOGIS (ASFEK FISIK) Aspek Perawatan fisik meliputi:  Universal precaution  Pengobatan infeksi sekunder  Pemberian ARV (antiretroviral )  Pemberian Nutrisi  Aktivitas dan Istirahat .

Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.termasuk setelah melepaskan sarung tangan. Dekontaminasi cairan tubuh pasien Memakai alat kedokteran sekali pakai atau mensterilkan alkes yg dipakai (tercemar ) Memelihara kebersihan tempat pelayanan kesehatan Membuang limbah yg tercemar berbagai cairan tubuh secara benar dan aman. .PRINSIP-PRINSIP UP MELIPUTI:       Menghindari kontak langsung dgn cairan tubuh.