You are on page 1of 4

Ariska Mei N.R.

H R0011019 Kelas B Jawaban soal SMK3

1) DASAR HUKUM PENERAPAN SMK3 1. UUD 1945 pasal 27 ayat (2) :Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan 2. UU No.13 tahun 2003 pasal 87: - Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan sistem. - Manajemen Ketentuan mengenai penerapan SMK3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan. 3. UU No.1 tahun 1970 pasal 4 4. UU No. 18 tahun 1999 PASAL 2: Pengaturan Jakon berlandaskan pd asas kejujuran dan keadilan, manfaat, keserasian, keseimbangan, kemandirian, keterbukaan, kemitraan, keamanan dan keselamatan demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. PASAL 22 huruf l : Perlindungan pekerja, yang memuat ketentuan tentang kewajiban para pihak dalam pelaksanaan K3 serta jaminan social. PASAL 23 (2) : Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan ttgketeknikan, keamanan, K3, perlindungan TK, serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi PP. NO. 28 / 2000 (Usaha & Peran Masyarakat Jakon) PP. 29 /2000 (Penyelenggaraan Jakon) PP. 30 / 2000 (Pembinaan Jakon) 5. UU No. 28 tahun 2002 : PASAL 2 : Bangunan Gedung diselenggarakan berlandaskan asas kemanfaatan, keselamatan, keseimbangan, serta keserasian bangunan gedung dengan lingkungan PASAL 3 (2) : Mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan gedung yg menjamin keandalan teknis bangunan gedung dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan PASAL 16 (1) : Persyaratan keandalan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3), meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan,dan kemudahan PASAL 17 (1),(3)&(4) : Persyaratan keselamatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) meliputi persyaratan kemampuan bangunan gedung utk mendukung beban muatan, serta

kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir. Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah menanggulangi bahaya kebakaran sebagamana dimaksud dalam ayat (1) merupakan kemampuan bangunan gedung utk melakukan pengamanan terhdp bahaya kebakaran melalui sistem proteksi pasif/atau proteksi aktif. Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah bahaya petir sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melakukan pengamanan terhdp bahaya petir melalui sistem penangkal petir. RPP. Persyaratan Bangunan Gedung RPP.Pengelolaan Bangunan Gedung RPP. Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Bangunan Gedung RPP. Pembinaan Pengelolaan Bangunan Gedung

Model 5 Prinsip Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan kerja n (Pasal 4 Permenaker No.Per .05/Men/96)

Peningkatan berkelanjutan Komitmen & kebijakan

Peninjauan ulang peningkatan oleh manajemen

Perencanaan pemenuhan kebijakan ,tujuan & sasaran

Pengukuran & Evaluasi Penerapan Kebijakan

2) Contoh kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang digunakan oleh perusahaan CSI (Cement Sustainability Initiative).Perusahaan ini menempatkan nilai tertinggi pada jaminan keselamatan & kesehatan bagi karyawan, sub-kontraktor , pihak ketiga, dan pengunjung perusahaan. Sekalipun kinerja CSI dibandingkan dengan perusahaan yang terbaik dalam industri yang sama seperti misalnya industri pertambangan dan industri berat memperlihatkan bahwa CSI belum melaksanakan K3 sebaik yang telah mereka terapkan, CSI tetap meningkatkannya secara signifikan. Tujuan CSI adalah untuk mencapai nihil kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat permanen dan untuk secara substansial mengurangi kecelakaan yang menyebabkan kehilangan jam kerja (lost time injury). Perusahaan menerapkan tantangan untuk mencapai tujuan ini secara serius. Selama tahun 2002/2003 , Komite Eksekutif telah menunjuk K3 sebagai suatu fokus korporasi yang utama. CSI telah menetapkan target dan standar K3 secara umum yang bersifat wajib bagi semua perusahaan dalam group, dalam hal ini termasuk kontraktor. Untuk membantu mencapai target dan standar ini, CSI telah membuat suatu buku panduan K3 yang menggambarkan elemen utama, sistem dan prosedur sesuai dengan pendekatan kami. CSI juga telah membuat protokol audit penilaian standar untuk perusahaan kami guna keperluan memonitor kemajuan mereka dalam pencapaian standar dunia.

3) Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dlam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yangaman, efisien, dan produktif. 4) a) Perusahaan yang wajib menerapkan SMK3 yaitu Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan ,kebakaran ,pencemaran dan penyakit akibat kerja

wajib menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.(Pasal 3 Per.Menaker No.05/1996) b) Dalam organisasi Sistem Manajemen K3 dilaksanakan oleh pengurus ,Pengusaha dan seluruh tenaga kerja 5) Sistem Manajemen K3 (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman,efisien, dan produktif. (Permen 05/MEN/1996)