You are on page 1of 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Menurut ILO tahun 1989, kecelakaan merupakan kejadian ya tidak diharapkan dan tidak direncanakan yang dapat mengakibatkan cedera. Kecelakaan akibat kerja adalah suatu kejadian kecelakaan yang berhubung dengan hubungan kerja pada perusahaan, kecelakaan terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau terjadi pada waktu tenaga kerja melakukan pekerjaan. Menurut OHSAS kecelakaan adalah kejadian yang tidak diinginkan/diharapkan yang dapat menimbulkan kematian, sakit, luka, kerusakan, dan kerugian lainnya. Grafik angka kecelakaan kerja di Indonesia, masih menunjukan angka yang tinggi pada tahun tahun 2010 terjadi 65.000 kasus, sedangkan pada tahun 2009 mencapai 96.314 kasus. Meski tercatat terjadinya penurunan namun hal tersebut tentukan bukan angka yang menggembirakan dan perlu upaya upaya dari seluruh stake holder untuk terus menekan angka tersebut. Salah satu langkah awal dalam menurunkan angka kecelakaan yang adalah dengan mencatat dan upaya

mengkalisifikasikan

kecelakaan

terjadi

sehinga

diharapkan

pencegahan kecelakaan tepat sesuai sasaran. Sehingga dibuatlah pengklasifikasian kecelakaan kerja agar mempermudah dalam penanganan penyebabnya.

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 1

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Kecelakaan Kerja

B. Klasifikasi Kecelakaan Kerja 1. Klasifikasi Akibat Kecelakaan Kerja (Standar OSHA) Berdasarkan pada standar OSHA tahun 1970, semua luka yang diakibatkan oleh kecelakaan dapat dibagi menjadi: a. Perawatan Ringan (First Aid) Perawatan ringan merupakan suatu tindakan/ perawatan terhadap luka kecil berikut observasinya, yang tidak memerlukan perawatan medis (medical treatment) walaupun pertolongan pertama itu dilakukan oleh dokter atau paramedis. Perawatan ringan ini juga merupakan perawatan dengan kondisi luka ringan, bukan tindakan perawatan darurat dengan luka yang serius dan hanya satu kali perawatan dengan observasi berikutnya. b. Perawatan Medis (Medical Treatment) Perawatan Medis merupakan perawatan dengan tindakan untuk perawatan luka yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti dokter ataupun paramedis. Yang dapat dikategorikan perawatan medis bila hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang pofesional: terganggunya fungsi tubuh seperti jantung, hati, penurunan fungsi ginjal dan sebagainya; berakibat rusaknya struktur fisik dan berakibat komplikasi luka yang memerlukan perawatan medis lanjutan. c. Hari Kerja Yang Hilang (Lost Work Days)

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 3

Hari kerja yang hilang ialah setiap hari kerja dimana sesorang pekerja tidak dapat mengerjakan seluruh tugas rutinnya karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yan dideritanya. Hari kerja hilang ini dapat dibagi menjadi dua macam : Jumlah hari tidak bekerja (days away from work) yaitu semua hari kerja dimana sesorang pekerja tidak dapat mengerjakan setiap fungsi pekerjaannya karena kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yang dideritanya. Jumlah hari kerja dengan aktivitas terbatas (days of restricted activities), yaitu semua kerja dimana seorang pekerja karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yang dideritanya, dialihkan sementara ke pekerjaan lain atau pekerja tetap bekerja pada tempatnya tetapi tidak dapat mengerjakan secara normal seluruh tugasnya. Untuk kedua kasus diatas, terdapat pengecualian pada hari saat kecelakaan atau saat terjadinya sakit, hari libur, cuti, dan hari istirahat. d. Kematian (Fatality) Dalam hal ini, kematian yang terjadi tanpa memandang waktu yang sudah berlalu antara saat terjadinya kecelakaan kerja aaupun sakit yang disebabkan oleh pekerjaan yang dideritanya, dan saat si korban meninggal.

2. Klasifikasi Kecelakaan Kerja (Industri Migas) a. Fatal/Meninggal: Kecelakaan yang menyebabkan kematian tanpa memperhitungkan tenggang waktu antara terjadinya kecelakaan dengan meninggalnya korban. b. Berat (Serious):

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 4

Kecelakaan yang menimbulkan hari hilang lebih dari 21 hari kalender atau yang menyebabkan kehilangan anggota badan atau fungsi badan. c. Sedang (Minor): Kecelakaan yang menimbulkan hari hilang tidak lebih dari 21 hari kerja kalender dan tidak menyebabkan kehilangan anggota badan atau fungsi badan. Termasuk dalam klasifikasi sedang adalah kecelakaan yang menyebabkan pekerjaan hanya dapat melakukan aktifitas terbatas (restricted activity) dan menyebabkan pingsan. d. Ringan (Non Lost Time): Kecelakaan yang tidak menimbulkan hari hilang. Termasuk dalam klasifikasi ringan adalah kecelakaan yang memerlukan pertolongan ringan (first aid).

3. Menurut Tambang

SNI

13-6619-2001

Penggolongan

Cedera

Pekerjaan

a. Mati (Fatal) Kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja yang tidak tergantung pada saat kejadian Atau kapanpun tetapi akibat meningkatnya keparahan cedera akibat kecelakaan b. Cacat Tetap (Permanent Disability) Cedera yang bukan berakibat mati tetapi berakibat

ketidakmampuan tetap atau berkurangnya maupun kehilangan sebagian atau seluruh fungsi pada bagian tubuh tertentu (seperti sebelah kedua mata, tangan/lengan, kaki)dan amputasi serta dislokasi. Cedera ini tidak termasuk hilangnya kuku jari tangan/kaki, hilangnya ujung jari tangan / kaki tetapi tidak terkena tulang, hilang bentuk / tampak jelek, keseleo yang tidak berakibat keterbatasan gerak yang tetap c. Cedera Hilang Waktu Kerja (Lost Time Injury)

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 5

Semua cedera akibat kecelakaan tambang yang mengakibatkan korban tidak mampu melakukan tugas semula pada gilir kerja berikutnya berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk oleh perusahaan d. Cedera Rawat Medis (Medical Aid Injury) Cedera akibat kerja yang tingkat keparahannya memerlukan perawatan dokter atau juru rawat dibawah pengawasan dokter atau memerlukan perawatan melebihi kemampuan petugas PPPK dan dikirim ke rumah sakit / klinik (misalnya memerlukan jahitan, X Ray dll) e. Cedera Pertolongan Pertama (First Aid Injury) Cedera ringan yang cukup mendapatkan perawatan dari petugas pertolongan pertama (PPPK) di lokasi kerja atau oleh juru rawat di rumah sakit yang tidak memerlukan perawatan dokter.

4. Klasifikasi Kecelakaan Kerja Menurut ILO 2962 a. Klasifikasi Menurut Jenis Kecelakaan : Terjatuh Tertimpa benda Tertumbuk atau terkena benda-benda Terjepit oleh benda Gerakan-gerakan melebihi kemampuan Pengaruh suhu tinggi Terkena arus listrik Kontak bahan-bahan berbahaya atau radiasi

b. Klasifikasi Menurut Penyebab Mesin, misalnya mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergajiankayu, dan sebagainya. Alat angkut, Alat angkut darat, udara dan air

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 6

Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin,alat-alat listrik, dan sebagainya. Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi, misalnya bahan peledak, gas, zat-zatkimia, dan sebagainya. Lingkungan kerja (diluar bangunan, didalam bangunan dan dibawahtanah

c. Klasifikasi Menurut Sifat Luka Atau Kelainan : Patah tulang Dislokasi (keseleo) Regang otot Memar dan luka dalam yang lain Amputasi Luka di permukaan Gegar dan remuk Luka bakar Keracunan-keracunan mendadak yang dipengaruhi oleh radiasi d. Klasifikasi Menurut Letak Kelainan Atau Luka Di Tubuh : Kepala Leher Badan Anggota atas Anggota bawah Banyak tempat Letak lain yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut

5. Klasifikasi Kecelakaan Menurut Ansi a. Nature of Injury (Sifat fisik cedera) b. Part of Body Affected (Bagian tubuh yang cedera)

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 7

c. Source of Injury (Sumber penyebab cedera) d. Accident Type (Corak kecelakaan) e. Hazardous Condition (Kondisi berbahaya) f. Agency of Accident (Penyebab kecelakaan) g. Agency of Accident Part (Bagian dari penyebab kecelakaan) h. Unsafe Act (Perbuatan berbahaya)

C. Klasifikasi kecelakaan akibat kerja menurut Organisasi Perburuhan Internasional tahun 1962 Pengertian kejadian menurut standar Australian AS 1885 1 (1990)adalah suat proses atau keadaan yang mengakibatkan kejadian cidera atau penyakit kerja. Ada banyak tujuan untuk mengetahui klasifikasi kejadian kecelakaan kerja, salah satunya adalah dasar untuk mengidentifikasi prose salami suatu kejadian seperti kecelakaan terjadi, apa yang karyawan lakukan dan apa perlatan atau material yang digunakan oleh karyawan. Dengan menerapkan kode-kode kecelakaan kerja maka akan sangat membantu proses investigasi dalam menginterpretasikan informasi-informasi yang tersebut diatas. Ada banyak standar yang menjelaskan referensi tentang kode-kode kecelakaan kerja, salah satunya adalah

StandarAustralia AS 1885 1 (1990). 1. Klasifikasi Menurut Jenis Kecelakaan: a. Terjatuh b. Tertimpa benda jatuh c. Tertumpuk atau terkena benda-benda terkecuali benda jatuh d. Terjepit oleh benda e. Gerakan-gerakan melebihi kemampuan f. Pengaruh suhu tinggi g. Terkena arus listrik h. Kontak dengan bahan-bahan berbahaya atau radiasi

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 8

i. Jenis jenis lain, termasuk kecelakaan-kecelakaan yang data-datanya tidak cukup atau kecelakaan-kecelakaan lain yang belum masuk klasifikasi tersebut.

2. Klasifikasi Menurut Penyebab: a. Mesin Pembangkit tenaga listrik terkecuali motor-motor listrik, mesin penyalur atau transmisi, mesin-mesin uantuk mengerjakan logam, mesin-mesin pengolah kayu, mesin-mesin pertanian, mesin-mesin pertambangan, mesin-mesin lain yang tidak termasuk klasifikasi tersebut. b. Alat Angkut dan Alat Angkat Mesin angkat dan peralatannya, alat angkut diatas rel, alat angkutan lain yang beroda terkecuali kereta api, alat angkutan udara, alat angkutan air, dan alat-alat angkutan lain. c. Peralatan Lain Bejana bertekanan, dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin, instalasi listrik termasuk motor listrik tetapi

dikecualikan alat-alat listrik atau tangan, alat-alat kerja dan perlengkapannya kecuali alat-alat listrik, tangga, perancah atau steger, peralatan lain yang belum termasuk klasfikasi tersebut. d. Bahan-bahan, Zat-zat dan Radiasi Bahan peledak, debu, gas, cairan, dan zat-zat kimia terkecuali bahan peledak, benda-benda melayang, radiasi, bahanbahan, dan zat-zat lain yang belum termasuk golongan-golongan tersebut. e. Lingkungan Kerja Termasuk diluar bangunan, didalam bangunan, dan dibawah tanah. f. Penyebab-penyebab yang belum termasuk golongan tersebut atau data tidak memadai.

3. Klasifikasi Menurut Sifat Luka atau Kelainan:

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 9

a. Patah Tulang b. Dislokasi/keselo c. Regang otot atau urat d. Memar dan luka dalam yang lain e. Amputasi f. Luka-luka lain g. Luka di permukaan h. Gegar dan remuk i. Luka bakar j. Keracuna-keracunan mendadak atau akut k. Akibat cuaca l. Mati lemas m. Pengaruh arus listrik n. Pengaruh radiasi luka-luka yang banyak dan berlainan sifatnya

4. Klasifikasi Menurut Letak Kelainan atau Luka di Tubuh: a. Kepala b. Leher c. Badan d. Anggota atas e. Anggota bawah f. Banyak tempat g. Kelainan umum h. Letak lain yang tidak dapat dimasukkan klasifikasi tersebut.

D. Piramida Kecelakaan Kerja Studi yang dilakukan oleh Frank E. Bird, Jr. pada 1969 terhadap 1.753.498 kecelakaan kerja menunjukkan bahwa setiap kecelakaan serius atau cedera yang melumpuhkan dilaporkan, maka ada 9.8 cedera ringan, 30.2 kecelakaan yang

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 10

menyebabkan kerusakan property, dan 600 kecelakaan yang tanpa menimbulkan kerugian. Hasil studi tersebut tergambar dalam piramida kecelakaan berikut:

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 11

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

B. Saran

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 12

DAFTAR PUSTAKA

Abdis Salam, Muhammad. 2011. Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Hukum Perburuhan di Indonesia. Jurusan Politeknik Negeri Malang, Januari 2011. http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=3963 Kecelakaan. 2011). http://mhs.blog.ui.ac.id/putu01/2012/06/01/kecelakaan-kerja/ Penyebab Kecelakaan. 2010. FKM UI). http://k3pelakan.blogspot.com/2010/09/kecelakaan-akibat-kerja.html http://k3pelakan.blogspot.com/2010/09/kecelakaan-akibat-kerja.html http://id.scribd.com/doc/57001409/2/Klasifikasi-Kecelakaan-Kerja http://q-hse.com/health-safety-a-environment/safety-practice/100-klasifikasiakibat-kec http://anakkesmas.blogspot.com/2009/09/kecelakaan-kerja.html http://id.shvoong.com/tags/kecelakaan-kerja-faktor-manusia (Jurnal Analisis (Jurnal Analisis Penyebab

Karakteristik Kecelakaan Kerja (Kelompok 5) | 13