You are on page 1of 11

Sejarah Perkembangan Matematika oleh Dunia Matematika pada 18 April 2011 pukul 23:50 ·

Sejarah Matematika dan Perkembangannya Matematika adalah alat yang dapat membantu memecahkan berbagai permasalahan (dalam pemerintahan, industri, sains).Dalam perjalanan sejarahnya, matematika berperan membangun peradaban manusia sepanjang masa. Metode yang digunakan adalah eksperimen atau penalaran induktif dan penalaran deduktif.Penalaran induktif adalah penarikan kesimpulan setelah melihat kasus-kasus yang khusus.Kesimpulan penalaran induktif memiliki derajat kebenaran barangkali benar atau tidak perlu benar. Penalaran deduktif adalah penarikan kesimpulan dari hal-hal yang umum ke hal yang khusus.Kebenaran dalam penalaran deduktif adalah yakin benar atau pasti benar asalkan asumsi yang mendasarinya juga benar. Filsafat Matematika Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat sesuatu.Pakar filsafat disebut filsuf, dan adjektifnya filosofi.Setiap filsuf memiliki definisi sendiri-sendiri.Tidak bertentangan tetapi sering saling melengkapi dan ini menunjukkan luasnya bidang persoalan dalam filsafat. Empat hal yang merangsang manusia untuk berfilsafat: ketakjuban, ketidakpuasan, hasrat bertanya, dan keraguan. Sifat dasar filsafat adalah: berpikir radikal, mencari asas, memburu kebenaran, mencari kejelasan, dan berpikir rasional. Peranan filsafat adalah sebagai pendobrak, pembebas, dan pembimbing.Aristoteles membagi filsafat ke dalam filsafat teoretis, praktis, dan produktif. Filsuf yang lain membagi filsafat dengan cara lain pula. Epistemologi adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan ilmu pengetahuan.Pokok persoalan epistemologi adalah sumber, asal mula, sifat dasar, bidang, batas, jangkauan, dan validitas serta reliabilitas ilmu pengetahuan.Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas segala sesuatu secara menyeluruh. Pembahasan apa yang tampil dan apa yang realita. Tiga teori dalam ontologi adalah: idealisme, materialisme, dan dualisme. Filsafat dari berbagai bidang ilmu: misalnya filsafat politik, ekonomi, bahasa, pendidikan, matematika, hukum, dan sebagainya. Filsafat matematika dan filsafat umum dalam sejarahnya adalah saling melengkapi.Filsafat matematika bersangkut paut dengan fungsi dan struktur teori-teori matematika.Teori-teori itu terbebas dari asumsi-asumsi atau metafisik. Filsuf matematika yang dikenalkan di sini adalah Pythagoras, Plato, Aristoteles, Leibniz, dan Kant. Doktrin Pythagoras antara lain bahwa fenomena yang tampak berbeda dapat memiliki representasi matematis yang identik (cahaya, magnet, listrik – sebagai getaran – dapat memiliki persamaan diferensial yang sama). Aristoteles menekankan, menemukan ‘dunia permanen’ merupakan realita daripada ‘apa yang tampak’.Aristoteles lebih menekankan pada ‘absraksi’ daripada ‘apa yang tampak’.Leibniz dan Kant menekankan pada proposisi matematis. Filsafat Pendidikan Matematika Filsafat pendidikan adalah pemikiran-pemikiran filsafat tentang pendidikan. Dapat mengonsentrasikan pada proses pendidikan, dapat juga pada ilmu pendidikan. Jika mengutamakan proses pendidikan, yang dipersoalkan adalah cita-cita, bentuk, metode, dan hasil dari proses pendidikan. Jika mengutamakan ilmu pendidikan maka yang menjadi pusat

perhatian adalah konsep. Walaupun demikian matematika empiris ini telah mengantisipasi datangnya matematika nonempiris seperti telah digunakannya bilangan negatif. bangsa Romawi dengan budaya politik. Matematika Kontemporer (1850 – Sekarang) Aritmetika memiliki peran ganda: sebagai alat bantu sains dan perdagangan. Nama ini berkaitan dengan perkembangan matematika yang selalu untuk memenuhi keperluan dalam perdagangan. dan konstruktivisme Pendidikan matematika adalah bidang studi yang mempelajari aspek-aspek sifat dasar dan sejarah matematika. pusat perkembangan matematika berada di Eropa.Jadi siswa harus aktif. dan metode pengembangan dalam ilmu pendidikan. dan sebagai uji komparatif landasan dasar tempat sistem matematika itu dibangun. Alcuino. pengukuran.Selama 1000 tahun matematika berkembang di Asia kecil (Yunan. komputer. Bangsa-bangsa Babilonia. aritmetika. baik pengembangan maupun penerapannya di kelas. Guru bertindak sebagai mediator dan fasilitator. Filsafat konstruktivisme banyak mempengaruhi pendidikan matematika sejak tahun sembilan puluhan.Abad ke-19.Konstruktivisme berpandangan bahwa belajar adalah membentuk pengertian oleh si belajar. Hogben. militer dan suka menaklukkan bangsa lain.Tahun 1200 – 1800 budaya bangsa Eropa mulai eksplorasi alam sebelum revolusi industri. Sumeria dapat dipandang sebagai matematika empiris. dan McKey dan lain-lain telah melukiskan peran aritmetika dengan indahnya. Well. Bangsa Eropa sendiri baru belakangan tertarik pada matematika. dan Gerberet. survei. Filsafat pendidikan matematika termasuk filsafat yang membahas proses pendidikan dalam bidang studi matematika. eksistensialisme. ide. .Dan ini terbukti sekarang telah ditemukan alat-alat elektronik digital.Penciptaan komputer memerlukan kolaborasi para pakar matematika. dan sistem bilangan alam atau asli yang menuju ketakhingga. di antara mereka adalah Boethius. dan 20 penciptaan mesin-mesin otomatis berbarengan dengan kemajuan dalam bidang sains dan matematika. Ciri khas bangsa Yunani kuno adalah ide-ide idealnya. rekonstruksionisme. Aliran-aliran yang berpengaruh dalam filsafat pendidikan antara filsafat analitik. dan ahli teknik pakar mesin. Bangsa Mesir kuno dengan seni keindahan dan juga mistik. Arab). hanya beberapa gelintir orang mengembangkan secara individual (tanpa ada komunikasi satu sama lain). Kontribusi paling menonjol bangsa Yunani terhadap perkembangan matematika terletak pada dipilihnya metode deduktif dan kepercayaannya bahwa fenomena alam dapat disajikan dalam lambang-lambang bilangan. kurikulum matematika sekolah. progesivisme. Perkembangan kalkulasi yang paling spektakuler adalah diciptakannya “otak elektronik”.Tahun 600 – 1200 ciri khas budaya bangsa Eropa adalah teologis. dan astronomi. Budaya yang paling menonjol dapat dikatakan sebagai ciri khas budaya suatu bangsa. dan yang paling akhir Leonardo Fibonacci. psikologi belajar dan mengajar matematika. Dengan kata lain matematika diangkat dari pengalaman manusia bergelut dengan masalah-masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari. Mesir. Tahun 400 – 120 perkembangan matematika dapat dikatakan mandek.Komputer lebih banyak memerlukan matematika daripada aritmetika elementer.

Periode “pertengahan” mulai dengan analisis (Descartes. misalnya.Pembagian ini berdasarkan pertumbuhan matematika sendiri dan daya tahan hidup sesuai zamannya.Ternyata perkembangan matematika dilihat dari kualitas dan kekuatannya jauh lebih penting daripada dilihat secara kuantitas. Oleh karena itu. Pembagian ini mengikuti perkembangan kebudayaan Eropa. dan Weirstrass terhadap sifat-sifat sistem bilangan (seperti faktorisasi. Ada dua macam pembagian mengikuti waktu atau periode perkembangan. lihatlah geometri Euclid dibanding dengan geometri non-euclid. tidak mempunyai kaitan dengan benda fisik.Perbandingan ini dikaitkan dengan skala waktu. dan kompleks hanya melalui postulat pada bilangan alam. Dengan demikian. dan (7) Abad ke-20.Perkembangannya mengacu pada aljabar dan analisis guna lebih “mengeraskan” aritmetika. yakni. Selanjutnya pakar-pakar lain seperti Peacock. Gregory. yakni (1) Babilonia dan Mesir Kuno. “dahulu”. (3) Masyarakat Timur dekat (sebagian sebelum dan sebagian lagi sesudah (2)). yang terakhir ini mampu menyelesaikan masalah lebih rumit (geometri non-euclid digunakan dalam mengembangkan teori relativitas dalam ilmu fisika) Walaupun demikian kadang-kadang korelasi antara perkembangan matematika dan kebudayaan kadang-kadang korelasi itu negatif. . (5) Abad ke-17. dan “sekarang”. Dengan kritikan tajam oleh Cantor. garis dan sebagainya adalah abstrak murni.Pada periode “dahulu”. Setiap periode. . dari pandangan ini. baik yang membagi menjadi 3 atau pun 7.Perbandingan produktivitas terhadap skala waktu. Dedekind. . “pertengahan”. bilangan.Pada abad 20 perkembangan aritmetika makin abstrak dan tergeneralisasi. memiliki ciri khas yang umum.Dengan demikian matematika perlu dijaga dan dikembangkan untuk mengantarkan manusia menyongsong hari esok yang cerah. habis dibagi dan sebagainya) pada tahun 1875. . lihat Modul 1. Newton. 3. dapat diperluas (dalam arti dapat “menghasilkan”) sistem bilangan bulat. ciri khasnya adalah empiris. DeMorgan. real. pembagian menurut cara konvensional dalam tujuh skala waktu menurut penemuan naskah yang dapat dihimpun. pada tahun 1899 Hilbert muncul dengan “metode postulatsional”. Sedang kekuatannya. Sebaliknya yang terakhir ini disebut “arimetisasi” Abstraksi dan generalisasi pada abad 20 telah diantisipasi oleh Lobachevsky dengan munculnya geometri non-euclidnya. Perkembangan Matematika Perkembangan matematika dilihat dari produktivitas baik kuantitatif maupun kualitatif dari waktu ke waktu makin meningkat dan sangat cepat. titik. memandang aljabar dan geometri sebagai “hipothetico-deductive” dengan cara Euclid. secara kuantitatif dapat digambarkan mendekati secara eksponensial pertumbuhan biologis. (4) Eropa dan masa Renaissance. Yang kedua. ternyata dapat diajarkan kepada anak-anak “hanya” dalam beberapa tahun di sekolah. Permasalahan terakhir adalah masalah “landasan” atau “pondasi” matematika atas mana struktur matematika itu dibentuk. Ingatlah akan definisi matematika yang mengatakan “matematika adalah cara berpikir dan bernalar”. Prof Judd (psikolog) mengatakan bahwa aritmetika adalah kreasi manusia paling perfect (sempurna) dan alat untuk berkomunikasi sesama manusia. Leibniz. Akhirnya Peano berjaya menjelaskan bahwa sistem bilangan 1. (2) Kejayaan Yunani (600 SM – 300). sedangkan pada periode “sekarang” ciri khasnya adalah metode abstraksi dan generalisasi. Galileo). (6) Abad ke-18 dan 19.Yang pertama. rasional. pembagian waktu ke dalam tiga periode. Matematika yang telah berkembang selama dua ribu lima ratus tahun oleh generasi ke generasi. mendasarkan pada pengalaman (indera) hidup manusia. 2.

Latar belakang ekonomi benar untuk matematika praktis yang diterapkan pada perdagangan. tetapi tidak perlu mati.Revitalisasi diperlukan agar pertumbuhan matematika makin berkembang dan dapat digunakan dalam ilmu lainnya. Dalam periode terakhir. Descartes menemukan geometri analitik. Ternyata harapan ini sia-sia dan terlepas. setelah zaman Aristoteles. Awal abad ke-20 dipercayai unifikasi akan dicapai melalui logika matematis (Bertrand Russell).Dan pekerja yang sudah bersusah-payah ini memang tidak perlu sia-sia. guru besar di Aleksandria. kuriositas intelektual. namun juga terdapat keterbatasannya.Beberapa cabang menjadi terlepas dari induknya dan menjadi otonom. Berpikir Matematis Persyaratan Aksioma dalam Sistem Matematis Sejak awal perkembangannya sampai kira-kira abad ke-16.Tetapi yang dianggap pelopornya adalah Peano dan More dari Amerika Serikat.Pelarian dan penangkapan kembali ini mengilhami para matematikawan untuk merangkum kembali seluruh matematika.Pemunculan metode ini dipandang sebagai fajar menyingsing perkembangan matematika. Mesir.Perkembangan Matematika Sesudah Renaissance Masing-masing dari 7 periode terdapat peningkatan kematangan yang signifikan.Beberapa di antaranya diserap dalam wadah yang lebih besar. namun hasilnya terkubur begitu saja.Sebagian hanya menarik bagi sejarawan matematika.Namun perangkat aksioma buatan Euclid masih kurang rigor (tajam).Pada periode Yunani.Pada abad ke-17. matematika tidak pernah mengenal kreasi matematika baru.Penelitian lebih mendalam ternyata tidak demikian.Lebih-lebih setelah Bolyai dan Lobachevsky menemukan geometri non-euclid. matematika masih bersifat empiris. dan teknologi. menulis buku geometri secara aksiomatis.Mulai saat itu. Contoh: Melalui dua titik yang berlainan hanya terdapat satu garis lurus yang menghubungkan keduanya. kekurangan itu diperbaiki dengan munculnya geometri analitik.Setiap zaman meninggalkan hasil-hasil yang rinci. sains. tanpa memikirkan apakah kelak berguna atau tidak (baca lagi sisa-sisa zaman). Pembuka jalan metode aksiomatis adalah Bolyai dan Lobachevsky dalam buku mereka geometri non-euclid.Tetapi pendapat ini menjadi tidak benar sebab setelah abad ke-17. misalnya analisis telah menggeneralisasi geometri. Yang terakhir muncul geometri baru (non-euclid) dan menyingkirkan geometri euclid (lama). Euclid. dan diferensial pada abad berikutnya. Kemudian ia mendefinisikan: titik adalah sesuatu tidak memakan tempat. Banyak matematika yang telah dikembangkan begitu sulit oleh para pekerja matematika. bahkan hanya untuk ‘makanan’ para pakar matematika. proyektif. asuransi.Kurang rigor-nya ini disebabkan diberinya definisi term-term penyusun aksioma. . hampir setiap hari dikreasi matematika baru.Ini memicu tumbuhnya metode postulatsional atau metode aksiomatis pada abad ke19. sehingga orang mengatakan matematika adalah statis.Jadi hasil-hasil karya setiap zaman dapat saja terkubur. sedangkan Hilbert yang paling berpengaruh.Namun perkembangan matematika dapat dimotivasi oleh agama (mistik). Bagi para pakar matematika ‘murni’ tidak ada tujuan apa pun terkecuali untuk mengembangkan teorinya yang rigor. Motivasi yang melatar-belakangi perkembangan matematika semula diperkirakan ekonomi. daerah jelajah matematika makin luas.

Atau 0´ = 1. misalnya 4 = 3´ = (2´ )´ = ((1´ )´ )´ = (((0´ )´ )´ )´ . dan tidak tergantung jenis logika yang digunakan. maka kemudian ada maksud mengembangkan logika modern.Lucasiewics berjaya menyusun sistem logika modern. banyaknya term tak didefinisikan harus diminimalkan.Ini yang kemudian menjadikan suasana bimbang dan tidak pasti. misalnya fisika atau psikologi.Dikatakan independen jika setiap proposisi dalam perangkat aksioma tidak dapat dideduksi dari proposisi-proposisi lainnya dalam perangkat itu. sedangkan kebenaran sais empiris adalah postteori yakni teori itu benar selama masih cocok dengan fakta aktual. negasi dan sebagainya. dan kategoris. Kebenaran perangkat aksioma bukanlah self-evident truth.Russell dan Whitehead telah berhasil menyusun membangun hukum dasar logika modern. dan.Dan dapat langsung untuk sebarang nilai kebenaran komponen-komponennya.Aksioma Peano sangat mengagumkan. Karena dalam sistem matematika diawali dengan perangkat aksioma dan teori-teori matematika diturunkan secara logis (dengan perangkat logika yang telah ditetapkan) dari aksioma. Perangkat aksioma ini terdiri dari 5 postulat dengan definisi rekursif (maju atau mundur) bilangan-bilangan alam. atau sampai ada bukti lain yang menolaknya.Dalam sistemnya mereka memasukkan kata-kata atau.Sebuah sistem matematika diawali dengan perangkat aksioma. 1´ .. Hilbert memandang logika adalah cabang matematika (formalis).Matematika tidak demikian.Term tak didefinisikan dalam aksioma disebut kata primitif dalam logika. Sistem Aksioma Peano sebagai Basis Matematika Aksioma Peano adalah sebuah contoh sistem aritmetika postulatsional. Aristoteles menyusun hukum dasar logika yang pertama kali.Ternyata hukum dasar itu identik dengan perangkat aksioma.Hukum dasar logika modern bersifat semesta. Sejak awal abad ke-19 dikehendaki adanya persyaratan baku untuk suatu perangkat aksioma.Dikatakan kategoris jika dapat dibentuk isomorphisma dari himpunan-himpunan yang disajikan secara aktual dari perangkat aksioma.Dengan sistem aksioma dalam geometri Euclid. Persyaratan ini adalah konsistensi. dikatakan benar sejauh teori itu cocok dengan bukti empiris atau kenyataan luar.Agar syarat-syarat rigor dipenuhi. dan bukan pula sains empiris paling umum. Peran Logika dalam Sistem Matematika Pythagoras mengusulkan adanya konsep untuk ‘bukti’ yang baku dan jelas dan disetujui oleh semua pakar.Ternyata baik aksioma matematika maupun hukum dasar logika adalah variabel.Hukum dasar Aristoteles dipandang hanya berlaku untuk semesta tertentu. independensi.Kebenaran matematika diperoleh dari makna kata-kata yang terkandung dalam proposisi yang bersangkutan.Keuntungannya tidak perlu lagi menggunakan tabel-tabel matriks nilai kebenaran untuk setiap kemungkinan nilai kebenaran komponennya. Perangkat aksioma dikatakan konsisten jika tidak ada jalan logis yang mendeduksi kontradiksi di antara proposisi-proposisi yang dihasilkan.Brouwer tidak menyetujui kedua-duanya dan mengatakan setiap keberadaan matematika harus ada jalan mengkonstruksinya (intuisionis). Kebenaran matematika adalah kebenaran apriori.Kebenaran matematika tidak ada sangkut pautnya dengan bukti empiris. Russell menganggap matematika adalah cabang logika (logistik). Sifat Kebenaran Matematika Teori sains empiris.Artinya semua matematika dan sains dapat menggunakan hukum dasar logika modern guna menarik kesimpulan. kebenaran matematika disebut kebenaran kondisional. diubah oleh Lobachevsky dan Bolyai.

rasional. (3) Jika z C adalah sebarang anggota di C. yakni. Dengan demikian teori yang telah diperoleh dengan makna biasa ini menjadi sistem matematika yang letak kebenarannya ada pada definisi-definisi itu. Bilangan alam 2 (biasa) adalah ciri khas dari koleksi himpunan-himpunan C terdiri dari objek-objek. negatif. Kebenaran Matematika dalam Sains Empiris Tiga term primitif Peano adalah ’0′. semua sistem bilangan memenuhi aksioma. Term-term tak didefinisikan dapat diberi makna biasa. Ternyata aksioma-aksioma Peano. dst. Dengan mendefinisikan bilangan positif.Berbeda dengan teori geometri. mana yang diketahui dan mana yang dipersoalkan. ‘bilangan’.Matematika membuka asumsi-asumsi secara eksplisit atau membuka asersi-asersi yang termuat dalam premis-premis argumen. maka dapat dibuktikan sifat-sifat operasi assosiatif. … Primitif dalam makna biasa ini didefinisikan melalui konsep-konsep logika (ada 4 konsep pokok). dan distributif untuk kedua operasi yang didefinisikan. Dengan menambahkan definisi jumlah D1(a). Russell dan Whitehead telah secara rinci memberi makna biasa dari term-term tak didefinisikan Peano dan membuat definisi-definisi dengan teknik lambang logika. maka primitifprimitifnya harus dibangun dengan mengacu pada entitas fisik jenis tertentu.= 2. ‘Bilangan 2′ dalam primitif Peano adalah kosong dari arti. kalkulus dsb. primitif ‘bilangan’ diartikan bilangan alam 0. bahwa fungsi matematika di sini bukan memprediksi.Jadi. dapat diinterpretasikan dengan makna biasa dengan banyak cara. ‘bilangan’. Dengan cara ini seluruh teori matematika dapat dideduksi dengan menggunakan konsep-konsep logika dan jika diperlukan ditambahkan ‘aksioma pilihan’ dan ‘aksioma infinit’. P4 membatasi bahwa setelah bilangan 0 tidak dapat mundur lagi. Frege.Matematika membuka data. . melalui deduksi. Dari kenyataan ini maka timbullah pemikiran bahwa matematika adalah cabang logika. limit. 2´ = 3. Bilangan 2 didefinisikan sebagai berikut: “Terdapat objek x dan objek y sedemikian rupa sehingga (1) x C dan y C. maka z = x atau z = y” Dari definisi ini kita dapat menyimpulkan bahwa n(C) = 2 dengan pertolongan logika. 3.Syaratnya definisi ini harus menjadi proposisi yang bernilai benar.Akan tetapi perlu diingat.Jadi. harus dilihat dengan telaah lebih mendalam. Kebenaran Konsep-konsep dalam Matematika Aksioma Peano memuat tiga term tak didefinisikan: ’0′. 2. (2) x y. Dari definisi dan aksioma dalam makna biasa akan diperoleh teori-teori melalui deduksi logis. dan kompleks dengan cara-cara yang sesuai hanya dengan mengambil term-term primitif yang termuat dalam aksioma. (b) dan definisi kali D2(a) dan (b).Dengan hasil ini maka dikatakan bahwa aksioma Peano merupakan basis matematika. G. melainkan sebagai analisis atau ekspliaktif.Selanjutnya jika perlu diteruskan dengan membuat definisi-definisi non-primitif melalui prinsip-prinsip logika.Demikian pula fungsi aljabar seperti fungsi kontinu.Selanjutnya dapat diciptakan definisi kata-kata baru dari termterm yang telah diberi makna biasa itu.Inilah letak kebenaran aksioma Peano dalam makna biasa. dan secara teoretis dalam takhingga cara.Sebagian terbesar perkembangan sains empiris (IPA dan IPS) telah diperoleh melalui penerapan terus menerus proposisi-proposisi matematika. Tentang kegunaan matematika dalam sains empiris. dengan demikian kebenaran teori geometri dalam interpretasi ini terletak pada persoalan empiris. Bilangan 2 adalah makna ‘biasa’. komutatif. Tetapi makna biasa ini harus mengubah kelima aksioma menjadi proposisiproposisi yang bernilai benar. menjadi proposisiproposisi. Misalnya. geometri dipandang sebagai studi tentang struktur ruang fisik. dan ‘pengikut’ dan 5 buah aksioma. yakni n(C) = 2. penalaran matematis dan logis adalah teknik konseptual membuka perangkat premis-premis yang implisit menjadi premis-premis yang eksplisit. dan ‘pengikut’. 1.Akibat selanjutnya ialah bahwa kebenaran matematika terletak pada definisidefinisi itu.

yakni. Misalnya H = {x | x H}. matematika adalah cabang dari logika.Matematika haruslah dapat dikonstruksi seperti bilangan alam dalam sejumlah langkah finit. Dengan lambang-lambang formal kaum formalis menghasilkan karya monumentalnya “Grunlagen der Mathematik:”. muncul paradoks bahwa ukuran sama jenis (dalam geometri) adalah proporsional. Burali Forti. Pada abad ke-17. Krisis ini tidak segera di atasi dan baru sekitar 500 tahun kemudian oleh Eudoxus dengan penemuannya bilangan rasional pada tahun 370 SM. sebagai konsekuensi dari programnya. K. Sampai sekarang krisis belum dapat diatasi. Mereka menolak hukum ‘excluded middle’ jika akan diberlakukan untuk langkah infinit. Ada tiga kelompok besar yang ingin mengatasi krisis ini.Krisis ini dapat diatasi pada abad ke-19 oleh Cauchy dengan memperbaiki konsep kalkulus melalui konsep ‘limit’. Heyting membangun perangkat logika-intuisionis dengan lambang-lambang yang diciptakannya. Kaum intuisionis dengan pimpinan Brouwer. menganggap bahwa sebagai konsekuensi dari programnya.Untuk mengonstruksi seluruh matematika yang telah ada. Newton dan Leibniz menemukan kalkulus. matematikawan Italia menunjukkan bahwa . dan intuisionis. terutama yang berlandaskan teori himpunan dan logika formal. jilid I dan II. Kaum formalis dengan pimpinan Hilbert menganggap bahwa matematika. sehingga dapat diperoleh landasan yang kokoh. H adalah himpunan semua x sedemikian sehingga x H. Macam-macam Aliran dalam Membangun Landasan Krisis landasan matematika. dan formalis. Kaum logistis dengan pimpinan Bertrand Russell dan Whitehead. memaksa para matematikawan mencari landasan filsafat yang ingin mengonstruksi seluruh massa matematika yang besar. Abad ke-19 Cantor menemukan teori himpunan. adalah sistem lambang formal tanpa makna.Hasil program ini adalah karya monumental “Principia Mathematica”. diperlukan ‘teori bukti’ untuk menjamin konsistensinya. Pada abad ke-5 SM.Malangnya. menganggap. Bertrand Russel mengajukan paradoks-paradoks dalam teori himpunan. Kesulitan timbul salam usaha mereka merakit beberapa metode kuno untuk menghilangkan aksioma reduksi yang tidak disukai. dengan konsepnya ‘infinitesial’. sebagai konsekuensi dari programnya. hasil-hasil penerapannya justru digunakan untuk menjelaskan landasannya. Krisis II. krisis landasan II telah diatasi. formalis. bahwa logika adalah cabang dari matematika. Melalui filsafat (yang selalu mencari sesuatu yang hakiki) dilakukan programprogram mengatasi krisis. Krisis I. Konsekuensi dari paradoks ini menjadikan semua ‘teori proporsi’ model Pythagoras dicoret dan dinyatakan salah.Landasan dan Paradoks dalam Matematika Krisis landasan dalam matematika selalu diawali dengan munculnya paradoks atau antinomi dalam matematika.Kesulitan yang timbul adalah berapa banyak keberadaan matematika dapat dibangun tanpa tambahan (perangkat logika) yang diperlukan. Malangnya. intuisionis. Godel.Oleh karena itu.Hasil ini sangat diagungkan karena penerapannya yang gemilang. yang memunculkan tiga aliran: logistis. Dalam buku ini hukum ‘excluded middle’ dan hukum ‘kontradiksi’ adalah ekuivalen.Teori ini disambut antusias oleh para matematikawan dan teori himpunan telah menjadi landasan cabang-cabang matematika. seluruh matematika sejak zaman kuno perlu dikonstruksi kembali ke dalam term-term logika.Dengan aritmetisasi oleh Wierstrass. Mereka terpecah ke dalam tiga aliran besar filsafat matematika: logistis.

. John von Neumann (1903 – 1957) John von Neumann termasuk salah satu matematikawan abad 20. maka harus ada proposisi yang diterima tanpa bukti. atau ‘sampai ditemukan ketidakcocokannya dengan data empiris baru’. Sebagai penasihat selama Perang Dunia II.673. sekali dibangun ‘untuk selama-lamanya’.Agar langkah mundur ini tidak berkesudahan. ia memberi kontribusi dalam mendisain senjata dan peluru nuklir. von Neumann hijrah ke Amerika Serikat untuk memangku jabatan guru besar dalam fisika-matematika pada Universitas Princeton. bahkan sebelum buku Hilebrt II diterbitkan.Postulat kesejajaran Euclid terbukti tidak dapat dideduksi dari postulat-postulat lainnya. Hasilnya.215: 49.Kebenaran matematika dapat dipahami melalui analisis metode bagaimana matematika itu dibangun. Karena kemampuan von Neumann menyelesaikan masalah. alamat. Suatu ketika ia menjadi begitu berminat adalah sebuah masalah ketika dalam perjalanan ia ingin menelepon istrinya untuk mencari tahu mengapa ia melakukan perjalanan. Ketika berusia 23 tahun ia menulis sebuah buku berjudul Mathematical Foundations of Quantum Mechanics. Von Neumann khususnya tertarik pada permainan strategi dan peluang. Geometri Aksiomatis dan Empiris Geometri Aksiomatis Kebenaran hipotesis atau teorema dalam sains empiris hanya untuk ‘sementara waktu’. Hal ini menggelitik para pakar untuk ‘mengganti’ postulat ini dengan postulat yang lain. kedua-duanya dikategorikan sebagai geometri non-euclid.235 di luar kepala. misalnya gambar dan pengalaman dengan benda tegar. Pada usia 8 tahun ia telah memperoleh master dalam kalkulus dan mempunyai trik tertentu mengingat dalam sekali pandang terhadap nama. Jadi tidak mengejutkan apabila ia adalah salah seorang yang membuka bidang matematika baru yang disebut game theory (teori permainan). suatu teorema kadang-kadang dibuktikan dengan menggunakan intuisi hubungan geometri. Lobachevsky dan Bolyai menemukan geometri hiperbolik sedangkan Riemann menemukan geometri eliptik.463. Von Neumann mempunyai banyak minat intelektual. Hongaria.Metode demikian adalah demonstrasi-matematis yang terdiri dari deduksi logis dari aksioma atau suatu teorema yang dideduksi dari teorema-teorema yang telah terlebih dahulu dibuktikan kebenarannya. yang disebut perangkat aksioma atau postulat. Seperti kebanyakan matematikawan yang lain ia pun berkontribusi penting baik dalam matematika maupun dalam sains. dan nomor telepon dalam satu kolom buku telepon.Ketidak-cukupan ini oleh Hilbert ditambah dengan postulat ‘terletak’ dan ‘antara’. sains.Dalam buku Euclid. yang digunakan dalam pengembangan energi atom. Ketika berusia 6 tahun. teori permainan von Neumann dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam ekonomi.Sebaliknya kebenaran dalam matematika. dan strategi militer.Ia menjadi berminat dalam penggunaan komputer berskala besar dan ia salah satu pembangun otak elektronik modern. Pada tahun 1930. namun kebanggaan terbesarnya adalah menyelesaikan masalah. artinya ada teorema-teorema yang tidak dapat dibuktikan secara langsung melalui deduksi logis postulatpostulatnya. yang disebut MANIAC (Mathematical Analyzer. Von Neumann dilahirkan di Budapest. ia mampu melakukan operasi pembagian seperti 78. Dengan menggunakan peluang yang terlibat dalam peluang strategi dan ia membuat strategi yang menghasilkan “pemenang” dalam permainan pembuatan keputusan.konsistensi suatu perangkat aksioma karya Hilbert ‘tak dapat ditentukan’. cakrawala matematis kita telah makin luas. Numerical Integrator and Computer). Dalam geometri khususnya ternyata perangkat aksioma Euclid tidak cukup.

yang sama dengan nama-nama fisik hanyalah kebetulan saja.Peano membuat aksioma yang mula-mulanya untuk bilangan alam. tetapi ketika Einstein mengambangkan teori relativitas umumnya. matematika aksiomatis dibuka oleh geometri Euclid pada abad ketiga. atau geometri fisik. Perangkat aksioma harus memenuhi syarat tertentu antara lain: (a) terdiri dari kata-kata yang kosong dari arti (primitif). Postulatpostulat ditetapkan dan teorema-teorema diperoleh melalui deduksi logis menggunakan logika formal. (ii) banyaknya primitif harus minimal.Adanya nama-nama seperti titik. ‘persegi kerangka’ adalah termterm dalam geometri fisik.Oleh karena perangkat postulat tidak mengacu kepada data empiris.Akibatnya semua geometri murni menjadi teorema yang bermakna – pernyataan fisik dan sepenuhnya terhadap teorema-teorema di dalamnya dapat dimunculkan sifat benar-salah.Aksioma ini berbuah lebat.Kebenarannya adalah persis (pasti dan perlu). maka ketidakcocokan ini harus dicari dari situasi fisiknya.Masalah ini dinamakan konvensi Poincare.Teorema-teorema dideduksi secara logis menggunakan logika formal. Term-term ‘persegi kertas’. Dalam geometri murni. maka yang perlu divalidasi adalah P dan bukan G. Hasil ujinya adalah konfirmasi G-P. maka sebagai konsekuensinya. Geometri ini sama sekali tidak berkaitan dengan material fisik khusus. (iii) perangkat primitif harus konsisten. kosong dari arti. dan independen.Oleh karena itu. designatum. pemberian makna khusus. garis. maka pengujian itu tentu melibatkan benda (sains) tertentu P (misalnya pengukuran atau observasi sistematik). Poincare selalu mengambil geometri euclid sebagai struktur ruang fisik. dan sebagainya. term-term primitif kosong dari arti.Penalarannya adalah sebagai berikut. Jadi interpretasi semantik kepada primitif ke dalam makna khusus ini akan mengubah geometri murni menjadi geometri fisik. yakni. Geometri murni adalah geometri yang dikembangkan melalui metode formal murni (aksiomatis). Apakah ruang fisik berstruktur euclid atau non-euclid. hanyalah masalah konvensi saja.Kepastian matematis dikatakan relatif terhadap perangkat aksioma yang mendasarinya tempat diturunkannya suatu teorema. Matematika sebagai Metode dan Seni Walaupun tidak sempurna.Jika hasil amatan ternyata tidak cocok.Geometri fisik dapat diperoleh melalui interpretasi semantik. Teoremateorema dideduksi secara logis dengan menggunakan logika formal. ia mengambil geometri-eliptik (non-euclid) sebagai struktur ruang fisik. sebuah kebenaran yang diperoleh dari kata-kata yang dikandungnya.Demikian pula luas daerah lingkaran adalah kali kuadrat jari-jari adalah teorema dalam geometri fisik. Jika geometri fisik digunakan menyelesaikan masalah yang terkait dengan pengalaman seharihari dan kemudian ada ketidakcocokan. sedangkan term ‘daerah segitiga’ adalah term dalam geometri fisik. teorema-teorema pun tidak mengacu kepada data empiris. . dan dikatakan perlu karena teorema-teorema sebenarnya hanyalah secara implisit telah terkandung dalam perangkat postulat itu.Dan Anda juga tahu bahwa kebenaran suatu aksioma adalah apriori.Hilbert menyempurnakan aksioma Euclid. Term ‘segitiga’ adalah term dalam geometri murni. Jika geometrik fisik G akan diuji kebenarannya. juga sering disebut sebagai teori struktur ruang fisik. dan analisis konsep. kepada primitif-primitif yang harus memenuhi semua perangkat aksioma dalam geometri murni.Karena itu geometri dapat dipandang sebagai sebuah metode (metode membangun karya matematis). Geometri dalam sejarah perkembangannya memang merupakan generalisasi dari pengalaman empiris dalam berbagai praktik keteknikan sederhana.Dengan metode langkahlangkah seperti itu maka muncul matematika baru yang disebut sistem matematika.Teorema-teorema pun kosong dari arti. dan bukan hanya G sendiri.Kebenaran teoremateorema ini adalah kondisional.

Banyak matematikawan telah menjadi seniman dengan cara lain-lain. lingkaran-lingkaran Tucker. dan pada sisi pengetahuan. dan akan mendapat mahkota kemuliaan bagi seseorang yang memberikan bukti. Kita dapat juga menjawab pertanyaan yang kedua: Mengapa matematika itu hanya menarik sedikit orang? Mary Austin dalam bukunya “Everyman’s Genius” mengajak semua para artis yang kreatif untuk belajar matematika tinggi. misalnya. Jika ia hanya belajar bidang-bidang bangun aljabar simetrik ia akan dipercantik oleh keindahan yang elegan. dan harmoni. Sylvester tidak pernah tahu bahan apa yang akan diberikan dalam perkuliahannya. Jika kita pelajari apa yang mereka hasilkan. untuk membangun pendalaman artistik yang tajam.Dalam geometri fisik atau orang awam menyebutnya geometri empiris. Aljabar-aljabar divisi Dickson menghiasi setiap realm (dunia akal) yang menarik dan dapat menguntungkan bagi teorema-teorema baru. dengan mengetahui titik-titik Brocard dan lingkaran Brocard. Hanya mengetahui transversal dari suatu segitiga. Dalam teori bilangan teorema terakhir Fermat menunggu buktinya. Yang sangat terkenal sebagai kreator besar adalah Sylvester. tetapi untuk imajinasi tingkat tinggi yang diperlukan. perangkat aksioma diambil dari geometri murni dengan cara memberi makna fisik untuk term-term primitif. yang mempunyai grup berorder 2N. selalu berubah. Kleine dalam situasi putus asa terhadap Hilbert dengan kekhilafannya mengenai kreasi intuitif.Apakah matematika itu?Kita mampu mengatakan bahwa dalam nurani manusia. seperti dapat dilihat dalam risalat Metzler.Sedangkan dari sisi kritik terkenal nama-nama kritikus unggul Cayley. order. Inkuiri yang dipimpin oleh kegiatan matematikawan beberapa tahun lampau didapati bahwa kebanyakan dari mereka dengan serius tertarik dalam suatu . garis-garis isogonal dan lain-lain bangun. ia akan terkejut dengan keindahannya. lingkaran titik-sembilan dari Feuerbach. Kleine. hal yang sama dianjurkan oleh Havelock Ellis. akan mempelajari sesuatu yang baru tentang keindahan. Matematika adalah. adalah studi sistematik dari berbagai ritme. entitas eksklusif. dan memuat unsurunsur yang dapat kita pandang baik dari sisi dinamika kehidupan sebagai unsur-unsur dalam suatu struktur jika dipandang oleh seniman. terbuka pada setiap sisinya. dan harmoni (laras). dan mereka ini tidak terlalu tertarik dari sisi kritik. suatu kreasi ritme. pada studi kualitatif dari struktur keindahan. tidak selalu pada orang yang sama. dengan menggunakan sebarang medium untuk ekspresi yang akan memenuhi angan-angannya. inspirasi. dan kreativitas. suatu kehidupan. Aljabar determinan adalah kebun yang elok. tentu saja. akan membawa keindahan baru pada imajinasi. Jika orang mendapat teorema baru dalam geometri segitiga. pada sisi statis. Sekarang kita kembali ke pertanyaan awal kita. dan Poincare.Namun dalam semua matematikawan besar mulai dari Pythagoras sampai Poincare kita dapati karakter seniman yang dikombinasikan dalam berbagai derajat dengan karakter kesarjanaan. atau kita dapat melihat hasilnya dari sisi statis. garis-garis isotomik. orde. abstraksi. bukan keingintahuan besar yang dipromosikan. lainnya mengomposisi musik. Teorema-teorema kemudian juga mengandung makna fisik. sebagai pengetahuan. Untuk pengembangan teorema-teorema matematikawan memiliki daya imajinasi. terdapat unsur-unsur yang menghasilkan seni dan pengetahuan. Matematikawan adalah sekaligus kreator dan pengkritik. Hilbert. dan pada sisi lain adalah kreator dari bentuk-bentuk artistik baru dari keindahan. Bukan semata-mata tentang keterlibatan sifat kesarjanaan. misalnya. dan harmoni baru. lingkaran Lemoine. disain (rancang bangun). Poincare selalu menyerang tentang pekerjaannya mengenai intuisi mata. yang pada umumnya juga berdasarkan pengalaman. dan menamakannya: ritme (irama) order (urutan). Kita dapat meringkasnya ke dalam pernyataan bahwa matematika adalah. Ada yang menulis puisi. Jika. kita dapati bahwa yang dihasilkan itu disebut keindahan. disain. meskipun orang hanya belajar dalam bidangbidang bilangan aljabar yang superkuadratik. dan Picard.Sekarang perangkat aksioma dan teorema-teorema dalam geometri fisik bernilai benar. disain.Daftar demikian dapat diperpanjang tanpa akhir.

aljabar asosiatif linear oleh Benjamin Peirce. dan juga ketidakkekalannya Sumber buku Hakikat dan Sejarah Matematika Karya Sukardjono . Matematikawan bermimpi dan dalam kekisruhannya yang kalut.phase seni. dan suatu hari melangkah pergi menggandeng tangan yang telah menantinya. Matematikawan adalah pemimpi. dan lenyap. Dan kebanyakan dari mereka dilaporkan bahwa penemuan-penemuan atau kreasikreasi mereka datang tepat seperti yang dialami para seniman mendapat inspirasi dengan cara lain. dengan bilangan ideal Kummer sebagai hadiah. timbul dan tenggelam. keabadian waktunya. tetapi terlepas dari genggaman yang akan menahannya. dan bermain dalam warna fantasi. seperti “Metropolis of Tomorrow”nya Hugh Ferris. maka yang sesungguhnya sama sekali tidak pernah membangun. angin sepoi-sepoi menggerayanginya dengan kilasan burung-burung masa kini dan seterusnya. dunia yang menjamin bagi orang-orang yang memang dasarnya kreatif. dan matematika baru telah lahir. Inilah dunia yang mengetahui tidak ada hukum kedua dari termodinamika. yang dalam katakata Tennyson. muncul lagi dalam tarian yang janggal. dan karena itu selalu membangun”. menggelinding kembali pada momen yang tidak diharapkan. “membangun musik. dan dalam impiannya yang ilusif datang dan pergi. dan kota. bunga yang jujur dalam bentuk fantasi mekar dan hilang. Inilah tanah yang kaya. lenyap.