You are on page 1of 11

Pemicu Seorang ibu membawa anak laki-lakinya yang berumur 3 tahun ke praktek dokter dengan keluhan batuk dan

sesak nafas.Keluhan ini 3 hari sebelumnya didahului demam,bersin dan pilek dan nafasnya berbunyi. Sehari sebelum dirawat menjadi sesak nafas. Pada pemeriksaan Nampak seorang anak laki-laki umur 3 tahun,berat badan 15 kg,suhu tubuh 38,5 0 C,penafasan bronchial,askultasi terdengar ronchi basah gelembung sedang pada seluruh paru. Ibu ingin tahu apa yang terjadi pada anaknya. More Info: Berdasarkan pemeriksaan laboratorium leukositnya meningkat 14000/mm3 dan pemeriksaan X-foto toraks terlihat bercak-bercak pada kedua belah paru.

I. Klarifikasi Istilah II.Definisi Masalah Batuk Sesak Nafas Demam (suhu tubuh 38,5 0 C) Bersin Pilek Nafas Berbunyi Ronchi Basah Leukosit 14000/mm3 Foto Toraks : bercak-bercak pada kedua belah paru

III. Analisis Masalah Batuk - Ada sesuatu yang menghambat saluran nafas sehingga batuk - Adanya iritasi pada saluran nafas - Reaksi refles tubuh dari imunitas tubuh - Saluh sat mekanisme pertahanan tubuh Sesak Nafas - Ada benda asing yang menghambat saluran pernafasan - Kekurangan suplay oksigen Demam(suhu tubuh 38,5 0 C) - Dehidrasi - Terganggunya hipotalamus dalam pengaturan suhu tubuh - Adanya infeksi

- Salah satu sistem pertahanan tubuh Bersin - Masuknya rongga asing ke rongga hidung - Bau yang menyengat - Alergi Pilek - Daya tahan tubuh menurun

IV. Gali konsep V. LO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Anatomi dan fisiologi saluran pernafasan Patofisiologi analisis Pneumonia Bronchopneumonia Astma Emfiema Bronchiolitis TB paru Pneumonia Bronchopneumonia Astma Emfiema Bronchiolitis TB Paru

Penjelasan 1. Anatomi dan fisiologi saluran pernafasan Anatomi Saluran Pernafasan System respirasi dibedakan menjadi 2 yaitu, saluran nafas bagian atas dan saluran nafas bagian bawah. 1. Saluran nafas bagian atas a. Hidung Hidung atau naso adalah saluran pernafasan yang pertama.Ketika proses pernafasan berlangsung, udara yang di inspirasi melalui rongga hidung akan menjalani tiga proses yaitu penyaringan (filtrasi), penghangatan, dan pelembaban. Hidung terdiri atas bagianbagian sebagai berikut: Bagian luar dinding terdiri dari kulit Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan

Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat disebut dengan karang hidung (konka nasalis) yang berjumlah 3 buah yaitu: konka nasalis inferior,konka nasalis media, dan konka nasalis superior. b. Faring Faring merupakan bagian belakang dari rongga hidung dan rongga mulut.yang terdiri dari: Nasofaring yaitu bagian yang berbatasan dengan rongga hidung.terletak tepat dibelakang cavum nasi,dibawah basis crania dan didepan vertebrae cervicalis I dan II.Nasofaring membuka bagian depan kedalam cavum nasi dan kebawah dalam orofaring.Tuba eusthacius membuka dalam dinding lateralnya pada setiap sisi.Pharyngeal tonsil (tonsil nasofaring)adalah bantalan jaringan limfe pada dinding posterior suferior nasofaring. Orofaring merupakan bagian yang berbatasan dengan rongga mulut.Orofaring juga merupakan gabungan system respirasi dan pencernaan, makanan masuk dari mulut dan udara masuk dari nasofaring dan paru. Laringofaring merupakan bagian dari faring yang terletak tepat dibelakang laring dan dengan ujung atas esophagus. c. Laring (tenggorokan) Walaupun fungsi utamanya adalah sebagai alat suara, akan tetapi didalam saluran pernafasan fungsinya adalah sebagai jalan udara, oleh karena celah suara diantara pita suara berfungsi sebagai pelindung dari jalan udara.Bila dilihat secara frontal maupun lateral, pada gambaran laring dapat dilihat adanya epiglottis , tulang hiloid, tlang rawan tiroid,tulang aritenoid, dan tlang rawan krikoid.Tulang rawan krikoid merupakan batas terbawah dari tulang rawan laring ,yaitu 2-3 cm dibawah laring.Dibawah dari tulang krikoid biasanya dilakukan tindakan trakeotomiyang bertujuan untuk memperkecil dead space dan mempermudah melakukan penghisapan sekresi. 2. Salran nafas bagian bawah a. Trakea Trakea merupakan suatu cincin tulang rawan yang tidak lengkap(U shapped/berbentuk huruf U), dimana pada bagian belakangnya terdiri dari 16-20 cincin tulang rawan.Panjang trakea kira-kira 10 cm, tebalnya 4-5 mm, diameternya lebih kurang 2,5 cm dan luas permukaannya 5 cm2.Lapisan trakea terdiri dari mukosa, kelenjar submukosa, dan dibawahnya terdapat jaringan otot yang terletak pada bagian depan yang menghubungkan kedua bagian tulang rawan.Diameter trakea ini bervariasi pada saat inspirasi dan ekspirasi. b. Bronkus utama Bronkus merupakan suatu struktur yang terdapat di dalam mediastinum.Bronkus juga merupakan percabangan dari trakea yang membentuk bronkus utama kiri dan bronks tama kanan.Panjangnya lebih kurang 5 cm, diameternya 11-19 cm, dan luas penampangnya 3,2 cm2.Percabangan dari trakea sebelum masuk ke mediastinum disebut dengan bifurkasi dan sudut tajam yang dibentuk oleh percabangan ini disebt

karina.Karina ini penting di dalam bronkoskopi,yakni untuk menginterpretasikan berbagai kelainan di dalam mediastinum.Karina membentuk sudut 20-30 derajat pada bronkus kiri dan sudut 45-55 derajat pada bronkus kanan. c. Bronkus lobaris Bronkus lobaris merupakan percabangan dari bronkus utama.Bronkus utama kanan mempnyai tiga percabangan yakni superior,medialis dan inferior, sedangkan bronkus utama kiri bercabang menjadi bronkus lobaris superior dan bronkus lobaris inferior.Diameter bronkus lobaris adalah 4,5-11,5 mm dengan luas penampang 2,7 mm2.Bronkus segmental merupakan percabangan dari bronks lobaris. d. Paru-paru Paru-paru merupakan sebuah organ tubh yang sebagian besar terdiri atas gelembunggelembung kecil(alveoli).Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri dari bronchioles dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya.Paru-paru dibagi menjadi dua bagian yaitu paru-paru kanan yang terdiri dari 3 lobus (lobus pulmo dekstra suferior, lobus pulmo dekstra medialis dan lobus pulmo dekstra inferior) dan paru-paru kiri yang terdiri dari 2 lobus yaitu lobus sinistra suferior dan lobs sinistra inferior. Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil disebut dengan segmen.Paru-paru kiri memiliki 10 segmen yaitu 5 buah segmen pada lobus suferior dan lima lobus inferior.Paru-paru kiri juga memiliki 10 segmen yaitu 5 buah segmen pada lobus suferior,2 segmen pada lobus medialis dan 3 segmen pada lobus inferior.Tiap-tiap segmen masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang disebut lobulus.Letak paruparu di rongga dada datarnya menghadap ke tengah rongga dada/cavum mediastinum.Pada bagian tengah terdapat tampuk paru-paru atau hilus.Pada mediastinum depan terletak jantung. Fisiologi Sistem Pernafasan Respirasi dibagi menjadi 2 bagian yaitu respirasi eksternal dimana proses pertukaran O2 dan CO2 dari paru kedalam O2 masuk kedalam darah dan CO2 + H2O masuk ke paru-paru darah.Kemudian dikeluarkan dari tubuh dan respirasi internal/respirasi sel dimna proses pertukaran O2 dan peristiwa CO2 di tingkat sel biokimiawi untuk proses kehidupan. Proses pernafasan terdiri dari 2 bagian, yaitu sebagai berikut: Ventilasi pulmonal Ventilasi plmonal yaitu masuk dan keluarnya aliran udara antara atmosfir dan alveoli paru yang terjadi melalui proses bernafas (inspirasi dan ekspirasi) sehingga terjadi disfusi gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveoli dan kapiler pulmonal serta transport O2 dan CO2 melalui darah ke sel jaringan. Mekanik pernafasan Masuk dan keluarnya udara dari atmosfir kedalam paru-paru dimungkinkan oleh peristiwa mekanik pernafasan yaitu inspirasi dan ekspirasi.Inspirasi (inhalasi) adalah masknya O2 dari

atmosfir dan CO2 kedalam jalan nafas.Dalam inspirasi pernafasan paru,otot diafragma akan berkontraksi dan kubah diafragma turun (posisi diafragma datar) ,selanjutnya ruang otot intercostalis eksterna menarik dinding dada agak keluar, sehingga volume paru-paru membesar , tekanan dalam paru-paru akan menurun dan lebih rendah dari lingkungan luar sehingga udara dari luar akan masuk kedalam paru-paru .Ekspirasi (exhalasi) adalah keluarnya CO2 dari paru ke atmosfir melalui jalan nafas. Apabila terjadi pernafasan perut , otot diafragma naik kembali ke posisi semula (melengkung) dan muskulus intercostalis interna relaksasi.Akibatnya tekanan dan ruang didalam dada mengecil sehingga dinding dada masuk kedalam udara keluar dari paru-paru karena tekanan paru-paru meningkat. 2. Patofisiologi Analisis Batuk Batuk adalah suatu gejala gangguan atau kelainan saluran pernafasan.Keadaan ini merupakan suatu cara pertahanan tubuh untuk mengeluarkan lender dan benda asing dari saluran nafas.Batuk dapat terjadi akibat berbagai penyakit /proses yang merangsang reseptor batuk.Selain itu,batuk juga dapat terjadi pada keadaan-keadaan psikogenik tertentu. Tentunya diperlukan pemeriksaan yang seksama untuk mendeteksi keadaan-keadaan tersebut.Rangsang pada reseptor batuk dialirkan ke pusat batuk medulla, dari medulla dikirim jawaban ke otot-otot dinding dada dan laring sehingga timbul batuk.Refleks batuk sangat penting untuk menjaga keutuhan saluran nafas dengan mengeluarkan benda asing atau secret bronkopulmoner.Iritasi salah satu ujung saraf sensoris nervus vagus di laring,trakea,bronkus besar atau sera aferen cabang faring dari nervus glossofaringeal dapat menimbulkan batuk.Batuk juga timbul bila reseptor batuk di lapisan faring dan esophagus,rongga pleura dan saluran telinga luar di rangsang. Sesak nafas Patofisiologi sesak nafas dapat dibagi sebagai berikut: 1. Oksigenasi jaringan menurun 2. Kebutuhan oksigen meningkat 3. Kerja pernafasan meningkat 4. Rangsang pada system saraf pusat 5. Penyakit neuromuskuler Demam Demam adalah symptom (gejala) umum jika terserang sakit.Demam dalam bahasa medis disebut dengan febris yang merupakansuatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh,dimana suhu tersebut melebihi dari suhu tubuh normal.Demam dapat dipicu oleh bahan exogenous maupun endogenous.Bahan exogenous ternyata melewati endogenous pyrogen,polipeptida yang diproduksi oleh jajaran monosit dan makrofag. Pemicu kenaikan suhu yang diketahui al IL-1,TNF,IFN dan II-6 .Sitokin ini bila terbentuk akan masuk sirkulasi sistemik dan pada daerah praeoptik hypothalamus merangsang phospholipase A2,melapas plasma membrane arachidonic acid untuk masuk ke jalur

cyclooxigenase,yang meningkatkan ekspresi cyclooxigenase dalam melepas prostaglandin E2,yang mudah masuk blood-brain barrier,sehingga merangsang thermoregulatory neuron untuk menaikkan thermostat set poin.Set point yang tinggi memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhu tubuh lewat rangkaian simpatetik dan saraf afferent akan memicu konservasi panas dengan cara vaskontriksi dan kontraksi otot menggigil . Pilek Pilek adalah penyakit yang menular,menyerang saluran nafas,dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghiruf virus influenza.Virus ini menyerang sel-sel permukaan saluran nafas.Jaringan menjadi bengkak dan meradan.Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembul dalm beberapa hari.Meskipun sering disebut penyakit pernafasan ,namun penyakit ini bisa memberi pengaruh ke seluruh tubuh.Penderita secara tiba-tiba menjadi demam,letih,lesu,kehilangan selera makan dan sakit kepala,belakang tangan dan kaki. Nafas berbunyi (wheezing) Nafas berbunyi(wheezing) adalah bunyi siulan tinggi yang terjadi akibat aliran udara yang melalui saluran nafas yang sempit.dan juga merupakan penyempitan saluran nafas dari bronki dan bronkiolus yang dapat disebabkanoleh bronkkontriksi,edema mukosa, kompresi eksternal atau obstruksi parsial oleh tumor, benda asing,atau cairan kental.Pada wheezing terdapat dua jenis wheezing mengenai timbulnya suara wheezing berdasarkan letak obstruksinya yaitu: 1. Wheezing pada obstruksi saluran nafas intrathorakal.Obstruksi intrathorakal terutama mengganggu proses ekspirasi karena saat inspirasi tekanan intrathorakal menurun sehingga melebarkan jalan pernafasan. 2. Wheezing pada penyempitan ekstrathorakal.wheezing yang terjadi akibat obstruksi saluran nafas intrathorakal terutama pada ekspirasi karena saluran nafas , sesuai dengan perubahan intrathorakal,cenderung melebar pada inspirasi dan menyempit pada ekspirasi. Ronchi basah Suara nafas yang terputu-putus bersifat nonmusical dan biasanya terdengar pada saat inspirasi akibat udara melewati cairan dalam saluran nafas.Ronchi basah lebih lanjut dibagi menjadi ronchi halus dan kasar terganggu besarnya bronkus yang terkena.ronchi basahhalus terjadi karena adanya cairan pada bronkialus,sedangkan yanh lebih halus lagi berasal dari alfeoli yang sering disebut krepitasi,akibat terbukanya alveoli pada akhir inspirasi.sifat ronchi basah ini dapat bersifat nyaring(bila ada infiltrate misalnya pada pneumonia)ataupun tidak nyaring(pada edema paru). 3. Pneumonia Definisi Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame"

dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus. Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beriburibu warga tua setiap tahun. Etiologi Pneumonia yang disebabkan oleh infeksi antara lain : 1. Bakteri Agen penyebab pneumonia di bagi menjadi organisme gram-positif atau gramnegatif seperti : Steptococcus pneumoniae (pneumokokus), Streptococcus piogenes, Staphylococcus aureus, Klebsiela pneumoniae, Legionella, hemophilus influenzae. 2. Virus Influenzae virus, Parainfluenzae virus, Respiratory, Syncytial adenovirus, chickenpox (cacar air), Rhinovirus, Sitomegalovirus, Virus herves simpleks, Virus sinial pernapasan, hantavirus. 3. Fungi Aspergilus, Fikomisetes, Blastomises dermatitidis, histoplasma kapsulatum. Selain disebabkan oleh infeksi, pneumonia juga bisa di sebabkan oleh bahan-bahan lain/non infeksi : 1. Pneumonia Lipid : Disebabkan karena aspirasi minyak mineral 2. Pneumonia Kimiawi : Inhalasi bahan-bahan organik dan anorganik atau uap kimia seperti berillium 3. Extrinsik allergic alveolitis : Inhalasi bahan debu yang mengandung alergen seperti spora aktinomisetes termofilik yang terdapat pada ampas debu di pabrik gula 4. Pneumonia karena obat : Nitofurantoin, busulfan, metotreksat 5. Pneumonia karena radiasi 6. Pneumonia dengan penyebab tak jelas. (Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru, 2006) Pada bayi dan anak-anak penyebab yang paling sering adalah: 1. virus sinsisial pernafasan 2. adenovirus 3. virus parainfluenza 4. virus influenza Patofisiologi Pneumonia dapat terjadi akibat menghirup bibit penyakit di udara, atau kuman di tenggorokan terisap masuk ke paru-paru. Penyebaran bisa juga melalui darah dari luka

di tempat lain, misalnya di kulit. Jika melalui saluran napas, agen (bibit penyakit) yang masuk akan dilawan oleh berbagai sistem pertahanan tubuh manusia. Misalnya, dengan batuk-batuk, atau perlawanan oleh sel-sel pada lapisan lendir tenggorokan, hingga gerakan rambut-rambut halus (silia) untuk mengeluarkan mukus (lendir) tersebut keluar. Gejala klinis Gejala-gejala pneumonia serupa untuk semua jenis pneumonia. Gejala-gejala meliputi: 1. Demam dan menggigil akibat proses peradangan 2. Batuk yang sering produktif dan purulen 3. Sputum berwarna merah karat atau kehijauan dengan bau khas 4. Rasa lelah akibat reaksi peradangan dan hipoksia apabila infeksinya serius. Gambaran klinis biasanya didahului oleh infeksi saluran napas akut bagian atas selama beberapa hari, kemudian diikuti dengan demam, menggigil, suhu tubuh kadang-kadang melebihi 400C, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi. Juga disertai batuk, dengan sputum mukoid atau purulen, kadang-kadang berdarah.Pada pemeriksaan fisik dada terlihat bagian yang sakit tertinggal waktu bernafas dengan suara napas bronchial kadang-kadang melemah. Didapatkan ronkhi halus, yang kemudian menjadi ronkhi basah kasar pada stadium resolusi.

Penatalaksanaan dan pengobatan Pengobatan ditujukan kepada pemberantasan mikroorganisme penyebabnya. Walaupun adakalanya tidak diperlukan antibiotika jika penyebabnya adalah virus, namun untuk daerah yang belum memiliki fasilitas biakan mikroorganisme akan menjadimasalah tersendiri mengingat perjalanan penyakit berlangsung cepat, sedangkan di sisi lain ada kesulitan membedakan penyebab antara virus dan bakteri. Selain itu, masih dimungkinkan adanya keterlibatan infeksi sekunder oleh bakteri. Oleh karena itu, antibiotika diberikan jika penderita telah ditetapkan sebagai Pneumonia. Ini sejalan dengan kebijakan Depkes RI (sejak tahun 1995, melalui program Quality Assurance ) yang memberlakukan pedoman penatalaksaan Pneumonia bagi Puskesmas di seluruh Indonesia. Masalah lain dalam hal perawatan penderita Pneumonia adalah terbatasnya akses pelayanan karena faktor geografis. Lokasi yang berjauhan dan belum meratanya akses tranportasi tentu menyulitkan perawatan manakala penderita pneumonia memerlukan perawatan lanjutan (rujukan) (Setiowulan, 2000). Perawatan di rumah yang dapat dilakukan pada bayi atau anak yang menderita pneumonia antara lain : a) Mengatasi demam Untuk anak usia 2 bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus

dandiminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es). b) Mengatasi batuk Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis sendok teh dicampur dengan kecap atau madu sendok teh , diberikan tiga kali sehari c) Pemberian minuman Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak dari biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita. Pencegahan Mengingat Pneumonia adalah penyakit beresiko tinggi yang tanda awalnya sangat mirip dengan Flu, alangkah baiknya para orang tua tetap waspada dengan memperhatikan tips berikut : 1. Menghindarkan bayi (anak) dari paparan asap rokok, polusi udara dan tempat keramaian yang berpotensi penularan. 2. Menghindarkan bayi (anak) dari kontak dengan penderita ISPA. 3. Membiasakan pemberian ASI. 4. Segera berobat jika mendapati anak kita mengalami panas, batuk, pilek. Terlebih jika disertai suara serak, sesak napas dan adanya tarikan pada otot diantara rusuk (retraksi). 5. Periksakan kembali jika dalam 2 hari belum menampakkan perbaikan. Dan segera ke RS jika kondisi anak memburuk. 6. Imunisasi Hib (untuk memberikan kekebalan terhadap Haemophilus influenzae, vaksin Pneumokokal Heptavalen (mencegah IPD= invasive pneumococcal diseases) dan vaksinasi influenzae pada anak resiko tinggi, terutama usia 6-23 bulan. Sayang vaksin ini belum dapat dinikmati oleh semua anak karena harganya yang cukup mahal. 7. Menyediakan rumah sehat bagi bayi yang memenuhi persyaratan

4. Bronchopneumonia Definisi Bronchopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang menyebar membentuk bercak-bercak infitiat (konsolidasi) di alveolus-alveolus terminalis yang sebelumnya didahului oleh ISPA.Bronchopneumonia terjadi pada ujung akhir bronkiolus yang tersumbat oleh eksudat muko purulen yang membentuk bercak konsolidasi dalam lobus yang berbeda didekatnya. Bronchopneumonia merupakan salah satu jenis penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat saluran infeksi akut diruang alveoli paru-paru,dapat melibatkan saluran bronkus pneumonia lobaris atau lebih bercak (lobuler) jika terbatas pada alveoli berdampingan pada bronki .bronchopneumonia juga merupakan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah khususnya pada bronchus yang dapat mengenai parenkim paru.

Etiologi Bronchopneumonia dapat disebabkan atau dapat dibagi yaitu: 1. Bayi dibawah umur 3 bulan disebabkan oleh streptococcus dan chlamydol infection 2. Umur 3 bulan-5 tahun streptococcus pneumonia ,haemophilus influenza tipe B 3. Umur lebih dari 5 tahun disebabkan oleh pneumonia Penyabab utama bronchopneumonia yaitu: a. Bakteri: diplokokus pneumonia, atapilococcus pneumonia,stapilococcus hemolitikus b. Virus: virus influenza, para influenza adono virus, miko plasma pneumonia c. Jamur:aspegilus, koksidiodomi kosis, histoplasma Paofisiologi Bronchopneumonia merupakan salah sau jenis pneumonia yang disebabkan oleh adanya inflamasi dari virus,bakteri atau mikroba yang terhirup atau masuk melalui system vaskularisasi dari nasofaring terbawa kedalam bronkus bahkan sampai pada seluruh bagian alveoli sehingga agent penyebab membuat granulasi leukosit yang dapat meningkatkan produksi sputum.Eritrosit dalam bronkiolus menurun sehingga memanifesasikan tachipnea dan ampak sianosis akibat proses inflamasi yang berlangsung dimana leukosit banyak yang kalah atau mati maka timbul eksudat fibrin disepanjang bronku.Akibatnya pembuangan CO2 dari alveoli terhambat oleh penumpukan O2..Bila keadaan tersebut dapat dikompensasikan oleh paru-paru maka tidak muncul gangguan pertukaran atau proses pernafasan berjalan normaldimana aspirasi dan ekspirasi berlangsung didalam alveolus.Bronchopneumonia biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratorius bagian atas selama beberapa hari.Suhu tubuh dapat naik 39,5 0C 40 0C dan kadang disertai kejang karena demam yang tinggi, anak sangat gelisah,dispnea,pernafasan cepat, dan dangkal disertai cuping hidung serta sianosis disekitar hidung dan mulut. Gejala klinis Tanda dan gejala dari bronchopneumonia yaitu: 1. Demam 2. Penyumbatan pada jalan pernafasan 3. Batuk dan nyeri dada 4. Perubahan system pernafasan 5. Bunyi nafas: serak,merintih,stridor, wheezing,crackles, tanpa bunyi 6. Tenggorokan luka 7. Mengismus:dikompensasikan dengan sakit kepala,nyeri dan kekakuan punggung dan leher,peningkatan suhu 8. Anoneksia menyerang anak yang terinfeksi akut 9. Muntah 10. Diare 11. Nyeri perut Pemeriksaan penunjang

Berbagai pemeriksaan pada penderita bronchopneumonia yaitu: 1. Pemeriksaan radiologi, untuk mengetahui penyebab dan mendiagnosa secara tepat 2. Pemeriksaan RSV (Respiratory Synatial Virus) 3. Gas darah arteri 4. Laboratorium Jumlah sel darah putih normal aau meningkat biasanya leukositosis dapat mencapai 15000-40000/mm3.Urine biasanya berwarna lebih tua,terdapat albuminoria ringan. Penatalaksanaan 1. Terapi oksigen 2. Humidifikasi dengan nebulizer untuk pengenceran dahak yang kental 3. Fisio terapi dada untuk pengeluaran dahak 4. Pengaturan cairan 5. Pemberian kortikosteroid pada fase sepsis berat perlu diberikan 6. Obat motropik seperti dobutamin atau dopamine kadang-kadang diperlukan bila terdapat komplikasi gangguan sirkulasi atau gagal prenatal 7. Ventilasi mekanis,indikasi dan pemasangan ventilator pada pneumonia adalah: 1.Hipoksemia 2.Gagal nafas 3.Respiratori arres 4.restensi aputum

5. Astma Definisi Astma dalah penyaki yang memiliki karakteristik dengan sesak nafas dan wheezing dimana keparahan dan frekuensi dari tiap orang berbeda.Kondisi ini akibat kelainan inflamasi dari jalan nafas di paru-paru dan mempengaruhi sensitivitas saraf pada jalan nafas sehingga mudah teriritasi.Pada saat serangan,jalur jalan nafas membengkak karena penyempitan jalan nafas dan pengurangan aliran udara yang masuk ke paruparu.Asma juga ditandai dengan meningkatnya respon trakea dan bronkus erhadap rangsangan dengan manifestasinya dapat berubah secara spontan maupun hasil pengobatan.Dengan demikian asma adalah kelainan inflamasi dengan cirri adanya obstruksi jalan nafas,hipersensitivitas bronchial dan terdapat inflamasi.Inflamasi kronis pada bronkus tersebut berhubungan dengan hiperresponsif dari saluran nafas yang menyebabkan episode wheezing apneu,sesak nafas dan batuk-batuk terutama pada malam hari atau awal pagi. Etiologi Sampai pada saat ini