You are on page 1of 5

PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSIS

Disusun Oleh : Ayu Puspito Ningrum Erwinda Ratna Sari Indah Purnamawati Jamila Jamaludin Laetitia E A Tukan SondyWildan A Tegaryanti Ik Fitria Rulya Eka Pratiwi Maria De fatima C Ilman Hasansyah (10610003) (10610014) (10610018) (10610020) (10610023) (10610037) (10610038) (10610035) (10610025) (10609018)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kami berikan kehadirat Allah SWT, karena atas seijinNya kami berhasil menyelesaikan penyusunan laporan hasil diskusi mengenai Pemeriksaan Penunjang Diagnosis yang merupakan bagian dari pembelajaran Tutorial Blok XI Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Gigi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Tidak lupa kami menghanturkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu terselesaikannya tulisan ini, antara lain :
1.

Drg.Sahat Manampin Siahaan yang telah dengan sabar memberikan Pihak Institusi yang telah menyediakan segala fasilitas study

bimbingan slama penyusunan tulisan ini. 2.


3.

sehingga penyusunan tulisan ini berjalan lancar. Orang tua kami yang selalu menyertai kami dengan restu dan doanya. Semua pihak yang belum tersebut di sini yang baik secara 4.

langsung maupun tidak langsung telah mendukung terselesaikannya tulisan ini. Semoga apa yang kami sajikan dalam tulisan ini dapat menjadi tambahan wacana dan semakin memperluas cakrawala keilmuan khususnya di dunia komunikasi kedokteran . Kami menyadari bahwa dalam tulisan ini masih banyak cacat dan kekurangan di sana sini yang mana semua itu tidak terlepas dari kekurangan dan keterbatasan kami. Untuk itu kami selalu menerima dengan tangan terbuka segala kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Terima kasih, Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hormat kami, Penyusun

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................................... BAB I : PENDAHULUAN ........................................................................... 1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 1.3TujuanPenulisan............................................................................ BAB II : TINJAUAN PUSTAKA 2.1....................................................................................................... 2.2 ...................................................................................................... 2.3 ...................................................................................................... 2.4....................................................................................................... 2.5....................................................................................................... 2.6....................................................................................................... BAB III : CONCEPTUAL MAPPING 3.1 ...................................................................................................... 3.2 ...................................................................................................... BAB IV : PEMBAHASAN BAB V : PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................

i ii iii 1 1 1 1

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Penggunaan sinar Rontgen telah lama di kenal sebagai suatu alat dalam bidang kedokteran umum dan kedokteran gigi yang sangat membantu dalam menegakkan diagnosa dan untuk menentukan rencana perawatan. Gambaran yang dihasilkan foto Rontgen panoramik seorang pasien bagi seorang dokter gigi sangat penting terutama untuk melihat adanya kelainan kelainan yang tidak tampak dapat diketahui secara jelas, sehingga akan sangat membantu seorang dokter gigi dalam hal menentukan diagnosa serta rencana perawatan. Teknik radiografi yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi ada 2 yaitu teknik intraoral dan ekstraoral. Pada teknik intraoral, film Rontgen diletakkan didalam mulut pasien, salah satunya adalah foto periapikal dan bitewing serta oklusal, sedangkan pada teknik foto Rontgen ekstraoral, film Rontgen diletakkan diluar mulut pasien, salah satunya adalah foto panoramik, macam lainnya adalah lateral foto, cephalometri dan lainlain. Pada makalah ini kami lebih membahas tentang foto Panoramik.Foto Panoramik merupakan salah satu foto rontgen ekstraoral yang telah digunakan secara umum di kedokteran gigi untuk mendapatkan gambaran utuh dari keseluruhan maksilofasial. Foto panoramik digunkan untuk pasien yang impaksi dan juga untuk pasien yang tidak bisa membuka mulut (trismus). Foto panoramik juga disarankan kepada pasien pediatrik, pasien cacat jasmani atau pasien dengan gag refleks. Salah satu kelebihan panoramik adalah dosis radiasi yang relatif kecil dimana dosis radiasi yang diterima pasien untuk satu kali foto panoramik hampir sama dengan dosis empat kali foto intra oral. Selain Pemeriksaan Penunjang Foto Panoramik ada juga Pemeriksaan Laboraturium Klinik sebagai Pemeriksaan Penunjang seperti untuk melihat Hb, Leukosit, Waktu pembekuan, dan Kadar Gula darah sebagai pemeriksaan penunjang tindakan prabedah dalam kedokteran gigi. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja Pemeriksaan Radiologi pada kedokteran gigi ? 2. Apa saja Pemeriksaan Laboraturim klinik untuk pemeriksaan penunjang tindakan prabedah dalam kedokteran gigi ?

3. Macam-macam Anastesi yang di gunakan untuk odontektomi? 4. Apa saja Klasifikasi Impaksi ?

1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui pemeriksaan radiologi yang digunakan pada bidang kedoteran gigi
2. Mengetahui macam-macam pemeriksaan laboraturim klinik untuk pemeriksaan

penunjang tindakan prabedah dalam kedokteran gigi


3. Mengetahui macam-macam anastesi yang di gunakan untuk odontektomi 4. Mengetahui apa saja klasifikasi impaksi