You are on page 1of 3

Nama NPM

: Ayu Novianti Kusuma Astuti : 0906519154

Mata Kuliah : Filsafat Hukum

Perbedaan antara Ilmu Sosial dengan Ilmu Hukum  Pengantar

Ilmu hukum termasuk kepada disiplin hukum yang mempelajari hukum sebagai objeknya melalui pendekatan internal dimana mengkaji hukum itu sendiri dari dalam. Selain ilmu hukum, terdapat pula filsafat hukum, dan teori hukum yang juga merupakan disiplin hukum dengan pendekatan internal. Lain halnya dengan disiplin non-hukum yang memiliki pendekatan secara eksternal, dimana disiplin ini hanya mengamati hukum dari luarnya saja seperti sejarah hukum, antropologi hukum, Psikologi hukum, dan Sosiologi hukum.  Ilmu

Dalam objektifitasnya, Ilmu dapat sampai pada suatu yang abstrak dan bersifat umum. Salah satu sifat keilmuan adalah bersifat empiris dan rasional. Karakteristik dari sesuatu dapat dikatakan sebagai ilmu, yaitu : 1 1. Ilmu harus memilki objek karena kebenaran yang ingin dicapai adalah persesuaian antara yang diketahui dengan objek. 2. Ilmu harus memiliki metode. Metode keilmuan diwajibkan untuk membatasi cara-cara untuk mencapai kebenaran dalam mengungkapkan objeknya. 3. Ilmu harus sistematis, mendeskripsikan kebenaran-kebenaran tentang objeknya secara teratur. 4. Ilmu bersifat universal dan berlaku umum.

1

Abdurrahman, Ilmu hokum, Teori hokum, dan Ilmu Perundang-undangan, Citra Aditya Bakti, 1995, hal. 15.

Tujuan Ilmu Sosial 1. Perundang-undangan dan Yurisprudence. Bandung. hal. seperti ilmu-ilmu sosial di atas.4  Ilmu Sosial Ilmu Sosial adalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah sosial. konsep. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah – masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Bandung. 3.. Filsafat Hukum. Apakah hokum itu. 1993. 1979. 56 . 2. psykologi sosial. Ilmu Hukum Terdapat istilah “jurisprudence” dalam bahasa Jerman yang memiliki pengertian ilmu hukum dalam arti sempit. Remaja Rosdakarya. 4 Ibid. karena ilmu social tidak memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu sosial seperti sejarah. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya. 2 Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto . Oleh karena itu. 22. 4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.2 Sedangkan terminology “jurisprudence” (Inggris) yang berasal dari kata latin juris yang berarti hukum dan prudence yang berarti pengetahuan tentang hukum. antropologi. sosiologi. keadlian. hal. 23 . Alumni. dapat dikatakan hukum disini merupakan fenomena universal. dan kegunaan. Ilmu sosial bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri. 3 Ilmu hukum berobjekan hukum sebagai suatu fenomena dalam kehidupan manusia dimanapun dan dari masa kapan pun. dan membahas hal yang bersifat falsafati seperti membicarakan hakikat dan asal – usul hukum yang berkaitan dengan kekuasaan. Ilmu hukum memiliki jangkauan yang luas meliputi hukum semua bangsa dan Negara secara universal yang tidak hanya mempelajari aturan perundang-undangan saja. 3 Lili Rasjidi. geografi. akan tetapi mempelajari hukum sebagai suatu gejala dalam masyarakat manusia. hal. Tugas ilmu hukum pada dasarnya memantau perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam dunia hukum disebabkan hukum akan selalu berkembang dan berubah yang terjadi secara alamiah dalampergaulan hidup manusia. ekonomi. khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta.

5 Sedangkan dalam statemen yang boleh dinilai betul (true) begitu saja lantaran adanya tuntutan-tuntutan otoritas. Karena kajian ilmu hukum tidak lepas dari masyarakat. dan sahih. Dalam hubungan ini perlu tetap diperhatikan bahwa keduaduanya menggunakan silogisme deduksi dan induksi.00 WIB 6 Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto . Dalam ajaran hukum tidaklah akan ada hukum yang mungkin terbit begitu saja. Perundang-undangan dan Yurisprudence.com/2010/08/19/ilmu-hukum-dan-ilmu-sosial-tentang-hukum-perbedaan-konsepsidan-konsekwensi-metodenya/ diunduh tanggal 8 September 2012 pukul 22. 18 .6 5 http://soetandyo.wordpress. Oleh karena itu. hal. Sementara dalam kajian ilmu-ilmu sosial premispremis itu haruslah merupakan hasil amatan yang dijaga agar berkecermatan. Bandung. ipso jure. berketerandalan. yang disoroti hanyalah hukum positif saja. dengan bantuan instrument-instrumen perekan atau pengukur. Alumni. Namun menurut Utrecht. Surojo Wignjodiporo mengatakan bahwa ilmu hukum ialah ilmu social yang mempelajari hukum. Perbedaan berpikir dan bermetode dalam Ilmu hokum dan Ilmu Sosial sesungguhnya tidak terletak pada silogismesilogisme logika yang dipakainya. Perbedaan Ilmu Hukum dengan Ilmu Sosial Ilmu-ilmu sosial bekerja dalam tradisi berpikir dan bermetode sains. melainkan pada asumsi-asumsi dasarnya mengenai postulat apa yang seharusnya dipakai sebagai pangkal tolak berpikir itu. Perbedan asasinya tidak terdapat pada metodenya itu. 1979. Dalam ajaran hukum haruslah merupakan hasil judgements otoritas yang berkewenangan. Sulit memisahkan ilmu hukum dari bagian ilmu social. Ilmu hukum termasuk kelompok Ilmu social Ilmu Empiris. Dari penjelasan ini nyata sudah bahwasanya ajaran (hukum) dan sains (sosial) itu merupakan dua dunia yang terpisah.