MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI Modul ini membahas prosedur-prosedur pemeliharaan/servis system pendinginan mesin dan perbaikan komponen-komponennya. Kerja sistem pendingin yang efisien mempengaruhi kondisi dan performa mesin dalam kendaraan ringan. Sistem pendingin berfungsi untuk mengatur temperatur mesin dan memberi rasa nyaman penumpang dengan adanya suhu yang sejuk. Agar sistem pendingin bekerja secara efisien maka diperlukan servis dan perbaikan yang benar. Modul ini membantu anda memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam perbaikan dan penggantian komponen-komponen sistem pendingin serta teknik-teknik yang efektif dalam memeriksa komponen-komponen sistem pendingin modern. Prosedur yang tepat dalam perbaikan dan penggantian komponen-komponen sistem pendingin merupakan hal yang esensial bagi kerja sistem yang efisien. Kebanyakan komponen-komponen sistem pendingin modern merupakan item yang tak dapat diperbaiki sehingga cukup dibuang dan diganti agar sistem dapat bekerja dengan baik serta menghasilkan performa mesin kendaraan yang bagus. Melalui modul ini anda akan memperoleh ketrampilan dan pengetahuan tentang komponen-komponen sistem pendingin yang menggunakan udara dan cairan modern serta prinsip-prinsip kerjanya. B. PRASARAT Untuk mempelajari modul ini siswa diprasaratkan untuk mempelajari dahulu modul :  OPKR-10-016B - tentang Mengikuti Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja  * OPKR-10-017B - tentang Penggunaan dan peme-liharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. OPKR-20-004B - tentang Pemeriksaan komponen-komponen mesin 1

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Petujuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara optimal dalam menggunakan modul ini, maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain : a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar b. Kerjakan setiap tugas formatif untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori danpraktek perhatikan petunjuk-petunjuk dan pahami setiap langkah kerja dengan baik d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanya pada guru pembimbing. 2. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk : a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep, pengetahuan baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang perlu dipelajari e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok. f. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya. g. Melaksanakan penilaian. h. Menjelaskan pada siswa tentang Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan dari suatu kompetensi yang perlu dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya. i. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

2

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan fungsi system pendinginan pada mesin kendaraan ringan 2. Mengidentifikasi semua komponen utama dari sistem pendinginan air dan sistem pendinginan udara. 3. Menjelaskan fungsi komponen utama dengan istilah yang benar dari sistem pendinginan air dan sistem pendinginan udara. 4. Menyebutkan dan mengikuti langkah-langkah yang harus dilakukan demi keamanan dalam memperbaiki sistem pendingin untuk mencegah kecelakaan pada manusia maupun kerusakan pada komponen atau kendaraan. 5. Mengganti komponen-komponen sistem pendingin sesuai dengan prosedur pada manual bengkel. 6. Memeriksa apakah thermostat bekerja dengan baik sesuai dengan manual bengkel. 7. Menjelaskan dan mendemonstrasikan metode yang tepat untuk memeriksa tekanan keseluruhan sistem pendingin. 8. Mengetahui dan menentukan letak di mana kebocoran sistem pendingin dapat terjadi. 9. Mendemostrasikan metode yang tepat untuk memeriksa tekanan keseluruhan sistem dan mencatat semua kerusakan yang ada.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

3

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

E. KOMPETENSI Standar Kompetensi Kode Kompetensi Kompetensi Dasar
KOMPETENSI DASAR 1. Memelihara/ servis dan memperbaiki sistem pendingin an dan komponenkomponennya

: Pemeliharaan/ servis dan perbaikan sistem pendinginan dan komponen- komponennya : OPKR 20 – 013B : Memelihara/ servis dan memperbaiki sistem pendinginan komponen – komponennya
MATERI KEGIATAN

INDIKATOR  Pemeliharaan/s ervis sistem pendingin dan komponenkomponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusak an terhadap komponen atau sistem lainnya

Sistem pendingin dan komponenkomponennya diperbaiki dengan menggu-nakan metode dan peralatan yang tepat, sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap kendaraan/sistem.  Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis.   Seluruh kegiatan melepas dan memasang sistem pen-dingin dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP

PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN  Prinsip kerja sistem  Memahami pen-dinginan prinsip kerja system mesin. pendingin melalui  Data spesifikasi penggalian infomasi pabrik pada buku manual.  Bagian-bagian  Memahami sistem pendingin konstruksi sistem dan komponennya pendingin dan yang perlu komponendipelihara/ komponennya. diservis.  Menerapkan  Langkah kerja prosedur pemeliharaan pemeliharaan/servis /servis sistem pendingin dan pendingin dan komponenkomponennya. komponennya.  Pemeliharaan/ser  Melepas dan vis sistem memasang pendingin dan komponen sistem komponennya pendingin dari yang sesuai kendaraan sesuai dengan SOP, K3, SOP. peraturan dan  Membongkar prosedur/ komponen pompa air kebijakan sesuai SOP. perusahaan.  Memeriksa  Prosedur melepas komponen pompa air dan me-masang sesuai SOP. sistem pendingin  Memeriksa kerja dan komponennya thermostat sesuai SOP.  Memeriksa slang/pipa sistem pendingin sesuai SOP.  Memeriksa tutup radiator sesuai SOP.  Memeriksa kondisi radiator sesuai SOP.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

4

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

BAB II PEMELAJARAN A. RENCANA BELAJAR SISWA Standar Kompetensi Kode Kompetensi Kompetensi Dasar : Pemeliharaan / servis dan perbaikan sistem pendinginan dan komponen-komponennya : OPKR 20 – 013B : Memelihara/ servis dan memperbaiki sistem pendinginan dan komponen-komponennya
JENIS KEGIATAN TANGGAL WAKTU TEMPAT BELAJAR ALASAN PERUBAHAN TT GURU

 Memahami prinsip kerja dan konstruksi sistem pendingin dan komponenkomponennya.  Prosedur pemeliharaan/servi s pendingin dan komponenkomponennya.  Melepas dan memasang komponen sistem pendingin dari kendaraan sesuai SOP.  Membongkar dan memeriksa komponen pompa air sesuai SOP.  Memeriksa kerja thermostat sesuai SOP  Memeriksa slang/pipa sistem pendingin sesuai SOP.  Memeriksa tutup radiator sesuai SOP.  Memeriksa kondisi radiator
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

5

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

sesuai SOP.

B. KEGIATAN BELAJAR 1 : Konstruksi dan Prinsip Kerja Sistem Pendinginan 1. Uraian Materi a. Fungsi Sistem Pendinginan Fungsi sistem pendinginan pada mesin adalah untuk mengatur temperatur mesin dan mencegah panas yang berlebihan pada mesin. Sistem pendinginan mesin kendaraan ada 2 macam, yaitu : 1. Sistem pendinginan udara 2. Sistem pendinginan air b. Prinsip Kerja Sistem Pendinginan

Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan energi panas ke dalam bentuk tenaga putar. Tetapi energi panas dari bahan bakar tidak sepenuhnya dapat dikonversikan ke dalam bentuk tenaga. Hanya kurang lebih 25 % dari energi yang dikonversikan menjadi tenaga. Kurang lebih 45 % dari energi panas hilang menjadi gas buang atau geseksan dan 30 % diserap olrh mesin itu sendiri. Panas yang diserap oleh mesin harus dikeluarkan ke udara sekeliling atau lainnya karena bila tidak akan menyebabkan mesin menjadi kelebihan panas dan pada akhirnya rusak. Sistem pendidinginan dipasang untuk mendinginkan mesin agat tidak kelebihan panas.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

6

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Pendinginan mesin biasanya menggunakan sistem pendinginan udara atau sistem pendinginan air. Pada umumnya mesin otomotip menggunakan sistem pendinginan air. 1. Prinsip Kerja sistem pendinginan udara Udara menyerap panas dari engine dengan menggunakan sistem pendinginan udara. Panas dari engine yang bekerja disalurkan dari silinder dan dari kepala silinder kepada sirip-sirip pendingin. Panas dipindahkan dari sirip pendingin kepada udara yang ada disekitarnya. Sirip-sirip pendingin digunakan untuk menambah area permukaan untuk memberikan kehilangan panas yang baik. Kegunaan dari kipas yang diputarkan oleh engine pada engine yang didinginkan dengan udara adalah untuk sirkulasi udara dingin melewati sirip pendingin disekelililingnya untuk membantu pemindahan panas. Kebanyak engine dengan pendinginan udara menggunakan sirip-sirip pendingin yang menyelubungi engine. Pungsi katup aliran udara pada sistem pendinginan udara adalah untuk bekerja sama halnya dengan thermostat pada sistem pendinginan air.
Katup aliran udara tetap tertutup bilamana engine bekerja di bawa temperatur kerja, menerima udara panas yang mana mempercepat engine menjadi panas. Bilamana engine mencapai temperatur kerja katup aliran udara membuka untuk necegah panas yang berlebihan.

Gambar 1. Pelindung mesin

Gambar 2. Menunjukkan dua model mesin bensin yang
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

7

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

menggunakan pendingin udara Komponen Sistem pendinginan Udara

a. Sirip pendingin Sirip pendingin digunakan untuk memperbesar luas permukan pendingin yang berfungsi untuk menyalurkan panas dari silinder mesin. b. Pengarah udara Pengarah udara (air shroud) dan cowling memiliki bentuk yang menutupi mesin untuk mengarahkan udara agar mengalir melalui sirip pendingin silinder dan silinder kepala. c. Kipas roda gila/ Kipas yang digerakkan Sabuk Kipas mekanis digunakan untuk mendorong udara supaya mengalir melalui komponen-komponen dan pengarah udara. d. Kipas termostatik Sebuah kipas mekanis yang menggunakan pengontrolan panas digunakan untuk mendorong aliran udara melalui mesin sesuai keadaan temperatur mesin. 2. Prinsip Kerja Sistem Pendinginan Air Sistem pendinginan air adalah lebih sulit dan lebih mahal dari pada sistem pendinginan udara. Tetapi sistem pendinginan air mempunyai beberapa keuntungan. Air pendingin mesin adalah aman sebab ruang pembakaran dikelilingi oleh air pendingin (air ditambah macam-macam additive, dan juga anti beku), yang juga sebagai peredam suara. Air pendingin yang panas dapat juga berfungsi sebagai sumber panas pada pemanas udara. Dalam sistem pendinginan air panas dari proses pembakaran dipindahkan dinding silinder dan ruang bakar melalui lobang air pendingin pada blok dan kepala silinder. Air pendingin yang panas mengalir ke bagian atas engine kemudian ke tanki radiator bagian atas, melalui inti radiator ke tanki radiator bagian bawa. Panas dari air pendingin dipindahkan pendingin udara saat melalui inti radiator dan air pendingin kembali masuk ke engine pada bagian bawa untuk proses yang akan berulang.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

8

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 3. Prisip kerja sistem pendinginan air 3. Komponen-komponen system pendinginan air :

Gambar 4. Konstruksi sistem pendinginan air Sistem pendinginan air terdiri dari mantel pendingin, pompa air, radiator, thermostat, kipas pendingin, selang karet dan sebagainya. 1. Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan air pendingin akibat panas dari proses pembakaran, panas diserap oleh udara yang meliwati sirip-sirip pendingin. Konstruksi Radiator terdiri dari :  Tangki bagian atas  Tangki bagian bawah  Inti Radiator. Air pendingin masuk melalui tangki bagian atas lewat selang/pipa atas. Tangki bagian atas dipasangkan sebuah lubang dengan tutup untuk memasukan air pendingin baru. Pada tangki bagian atas juga dihubungkan dengan tangki
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

9

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

cadangan (reservoir) untuk menampung luapan air sebagai efek pemanasan atau menampung uap air. Tangki bagian bawah mempunyai keluaran dan lubang pembuang. Inti radiator terdiri dari beberapa pipa yang dilewati air pendingin dari tangki bagian atas ke bagian bawah. Inti radiator dilengkapi dengan beberapa sirip-sirip pendingin untuk memindahkan panas dari air pendingin. Radiator biasanya dipasang dibagian depan kendaraan yang juga dapat mendinginkan radiator dengan aliran uadara saat kendaraan melaju.

Gambar 5. Konstruksi radiator 1) Inti Radiator Seperti penjelasan di atas, inti radiator terdiri dari beberapa pipa yang mengalirkan air pendingin dari tangi bagian atas ke bagian bawah. Inti radiator dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin. Panas dari air pendingin dipindahkan pertama kali ke sirip-sirip pendingin, sirip-sirip pendingin didinginkan oleh kipas pendingin dan udara yang mengalir saat kendaraan melaju.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

10

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Ada dua jenis radiator, yaitu Radiator aliran naik dan Radiator aliran silang.

Gambar 6. Radiator aliran naik Gambar 7. Radiator aliran silang  Fungsi selang radiator bagian atas (saluran masuk radiator), adalah sebagai saluran air pendingin dari engine bagian atas ke tanki radiator bagian atas.  Selang radiator bagian bawah (saluran keluar), berfungsi untuk mengalirkan air pendingin dari tanki radiator bagian bawah ke engine bagian bawah engine. 2. Tutup Radiator Radiator biasanya dilengkapi dengan tutup radiator bertekanan yang dirapatkan dengan menggunakan karet perapat. Ini akan menyebabkan saat temperatur naik kuramng lebih 100 derajat Celsius (212° F) air tidak mendidih. Penggunaan tutup bertekanan karena efek pendinginan dari radiator menaikan perbandingan perbedaan temperatur antara udara luar dan air radiator. Ini berarti ukuran radiator dapat diperkecil tanpa mempengaruhi efek pendinginan yang diperlukan. Tutup radiator berfungsi untuk mempertahankan tekanan udara pada sistem pendinginan sesuai dengan titik didih air pendingin dan untuk pengisian air.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

11

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 8. Tutup radiator Ada empat komponen pada tutup radiator, yaitu: 1. Pengunci 2. Pegas katup tekanan 3. Katup relief vakum (satu arah) 4. Katup tekanan dan seal bagian bawah Katup vakum pada tutup radiator menyalurkan udara atau air (dari tanki ekspansi) untuk kembali ke radiator, pada waktu sistem pendinginan masih dingin. Ketika air pendingin bertambah naik volumenya akibat temperatur naik, karenanya tekanan juga naik. Ketika tekanan naik di atas tingkat yang ditentukan (0.3 sampai 1.0 kg/cm2 pada 110 sampai 1200 C; 4.3 psi, 29.4 kPa sampai 14.2 psi, 98 kPa pada 230 sampai 2480 F), katup pelepas membuka akibat tekan lebih untuk mengalirkan air ke reservoir lewat pipa pengalir.

Gambar 9. cara kerja katup relief tutup radiator Temperatur air radiator turun sesudah mesin mati dan dalam radiator terjadi kevakuman. Katup vakum akanmembuka otomatis untuk mengalirkan air dari reservoir ke radiator kembali hingga tekanan dalam radiator menjadi sama dengan tekanan udara luar.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

12

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 10. cara kerja katup vakum tutup radiator Tutup Radiator dengan Katup Tekanan Sebagaimana dijelaskan diatas, fungsi utama tutup radiator dengan katup tekanan adalah meningkatkan titik didih cairan pendingin dengan cara mengontrol tekanan yang terjadi di dalam sistem pendingin. Selain itu tutup radiator dengan katup tekanan juga berfungsi meningkatkan efisiensi pompa air dan mengurangi efek kantong uap atau lapisan uap pada sistem pendingin. Dengan meningkatkan tekanan cairan pendingin dalam sistem pendingin maka tutup radiator dengan katup tekanan meningkatkan efisiensi pompa air, karena adanya suplai cairan pendingin yang bertekanan konstan pada masukan pompa. Hal ini akan mengurangi kebutuhan pompa menyedot cairan pendingin dari radiator sehingga membantu dalam permasalahan kekurangan cairan pendingin atau cairan pendingin yang tidak digunakan. Kantung udara atau kantung uap dalam mantel air sistem pendingin merupakan hal yang berbahaya bagi efisiensi pendinginan mesin. Uap dan udara bukan merupakan konduktor yang efektif bagi panas mesin dibandingkan cairan seperti misalnya cairan pendingin mesin. Kantung udara dan uap yang terjebak dalam sistem mengakibatkan kurang lancarnya aliran cairan pendingin dan kadangkadang panas berlebih pada mesin. Tutup radiator dengan katup tekanan mengurangi kemungkinan timbulnya kantung udara dan uap dengan cara memberi tekanan pada cairan pendingin sehingga menekan keluar kantung udara atau uap serta meningkatkan titik didih cairan pendingin. Tutup radiator dengan katup tekanan yang rusak akan mengakibatkan cairan pendingin mendidih dalam temperatur di bawah 100oC, sehingga menimbulkan pembentukan kantung uap pada mantel air serta pemanasan berlebih pada mesin. 3. Kipas Udara Kegunaan kipas pendingin adalah untuk menjamin aliran udara melalui inti radiator dan disekitar engine, tertutama pada saat kendaan bekerja tanpa beban atau pada kecepatan rendah. Dua jenis penggerak kipas pendingin yang dapat digunakan pada sistem ini, adalah Secara mekanik (diputarkan oleh engine melalui puli) dan Listrik.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

13

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Kipas yang digunakan merupakan alat mekanis yang digerakkan oleh mesin dan berfungsi untuk mendorong atau menarik aliran udara melalui radiator agar dingin. pelindung digunakan untuk mengarahkan aliran udara serta meningkatkan efisiensi kipas. Kopling Fluida Termatik Kopling fluida yang digunakan merupakan kopling yang memiliki kecepatan variabel dan bersifat peka terhadap temperatur. Fungsinya adalah untuk mengontrol kecepatan pengendalian/gerakan kipas yang digerakkan oleh mesin sehingga udara yang mengalir melalui radiator untuk pendinginan dapat diatur. Sabuk Kipas dan Puli Sabuk kipas dan puli digunakan untuk menggerakkan kipas pendingin jenis mekanis serta pompa air dari poros engkol. Kipas Pendingin Thermal Listrik Kipas pendingin thermal listrik merupakan kipas yang digerakkan listrik secara on-off yang dikontrol oleh saklar peka panas yang menyensor temperatur cairan pendingin mesin.

Gambar 11 Kipas thermal listrik dan saluran radiator 4. Pompa Air Pompa air merupakan pompa mekanis yang digerakkan oleh mesin dan digunakan untuk mengatur sirkulasi cairan pendingin mengalir melaui mesin, unit pemanas dan radiator.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

14

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 12. Pompa air sistem pendingin, kipas dan kopling fluida
Pompa air berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari engine ke radiator dan kembali agi, sebagai jaminan adanya aliran untuk memindahkan panas. Ada dua macam cara memutarkan pompa air, yaitu:

 Sabuk kipas alternator  Sabuk timing engine 5. Mantel Air Pendingin Saluran-saluran air pendingin (water jackets), adalah rongga antara ruang bakar dengan dinding silinder, konstruksi pembuatannya untuk mengalirkan air pendingin untuk memindahkan panas yang tidak dikehendaki (berlebihan). Mantel air (water jacket) memiliki rongga-rongga yang berfungsi sebagai jalan aliran cairan pendingin melewati komponen-komponen mesin.

Gambar 13. Mantel air pendingin dalam blok silinder 6. Thermostat Thermostat adalah sebuah katup sistem pendingin di dalam engine bagian atas, yang dirancang untuk menutup saluran air pendingin ke radiator pada saat engine bekerja di bawa suhu kerja. Hal ini untuk mempercepat panas engine naik Pemeliharaan/servis sistem pendinginan 15
@.rif. h, $.Pd

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

selama air pendingin dalam saluran (water jackets) tidak dapat mengalir ke radiator dan tidak ada pemindahan dari engine. Pada saat engine mencapai suhu kerja, katup (thermostat) membuka dan air pendingin yang panas mengalir ke radiator, mencegah engine terlalu panas. Lubang kecil pada katup thermostat adalah untuk mengeluarkan udara palsu. Jadi Thermostat adalah alat yang sensitif terhadap panas yang digunakan untuk mengontrol dan mengatur aliran cairan pendingin melalui blok mesin sehingga terjaga temperaturnya. Gambar 16. Thermostat valve

Selang by-pass mensirkulasikan air dalam engine dan kepala silinder, saat thermostat tertutup untuk mencegah penguapan air di sekitar ruang bakar yang dapat mengakibatkan keretakaan engine

Gambar 17. Penempatan Thermostat

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

16

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 18 Thermostat otomotif dengan katup by-pass model baru Thermostat Jenis Katup By-Pass Pada thermostat kendaraan ringan dewasa ini terdapat dua jenis umum, yaitu yang menggunakan katup by-pass dan yang tidak menggunakan katup bypass. Thermostat yang menggunakan katup by-pass bekerja serupa dengan thermostat standar tetapi bekerja mengontrol cairan pendingin secara berbeda. Thermostat diatur oleh sumbat lilin yang memuai jika panas sehingga menggerakkan silinder thermostat dan membuka katup utama. Silinder thermostat juga mengontrol gerakan katup by-pass selain membuka katup utama. Prinsip kerja thermostat by-pass adalah sebagai berikut :

Gambar 19 Arah aliran cairan pendingin pada keadaan katup by-pass membuka (mesin dingin)

Mesin dalam Keadaan Dingin
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

17

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 20. Arah aliran cairan pendingin pada keadaan katup by-pass menutup Pada kondisi temperatur cairan pendingin saat mesin dingin, katup utama thermostat tertutup oleh tekanan pegas, sedang katup by-pass pada posisi terbuka. Karena itu cairan pendingin dapat mengalir bersirkulasi dengan dorongan pompa air melalui blok mesin dan kepala silinder, melalui rangkaian by-pass thermostat yang membuka dan kembali pada pompa air sehingga dapat dihasilkan pemanasan mesin yang cepat. Mesin dalam Keadaan Panas

Gambar 20. membuka

Arah aliran cairan pendingin pada keadaan katup by-pass

Pada saat mesin mencapai temperatur kerjanya, sumbat lilin memuai dan menggerakkan silinder thermostat. Maka katup utama thermostat membuka dan pada saat yang bersamaan menutup katup by-pass. Cairan pendingin mengalir melalui rangkaian by-pass menjadi tertutup sehingga terjadi sirkulasi melalui thermostat menuju radiator dan terjadi penyerapan panas sebelum kembali lagi ke pompa air dan blok mesin.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

18

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Kerja Katup Jiggle Thermostat modern kebanyakan dilengkapi dengan katup jiggle atau pembuang udara. Katup ini berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terperangkap dalam sistem agar bsa keluar melalui thermostat. Saat cairan pendingin diganti dan thermostat menutup, udara dialirkan dari blok mesin melalui katup jiggle yang membuka. Selama operasi normal katup ini menutup oleh adanya tekanan dan aliran cairan pendingin.

Gambar 21. Posisi katup jiggle atau pembuang udara 7. Tangki Reservoir Beberapa pabrik pembuat melengkapi radiator dengan tanki ekspansi (reservoir). Pada waktu air pendingin menjadi panas terjadi pemuaian. Pada sistem yang tidak dilengkapi dengan sebuah tanki ekspansi, air pendingin akan mengalir melalului selang pembuangan ke tanah dan terjadi pengurangan. Pada waktu air pendingin tidak panas, air menyusut dan didorong oleh udara ke dalam radiator untuk mengganti kekurangan air pendingin, level air dalam tanki ekspansi menjadi turun. Dengan tanki ekspansi membuat air pendingin dari radiato mengalir kedalam tanki ini saat terjadi pemuaian dan pada saat dingin air pendingin akan kembali ke dalam radiator mempertahankan sesuai kebutuhan.

Gambar 22. Tanki ekspansi (reservoir) Sistem Pengisian Kembali Air Radiator
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

19

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Sistem pengisian kembali bekerja sebagai berikut:

Stage / langkah 1: Mesin dingin. Air pendingin dalam tabung reservoir pada posisi “COLD” level.

Stage / langkah 2: Selama mesin bekerja dan dengan segera sesudah dimatikan, air pendingin tekanannya naik. Tekanan ini membuka katup pelepas dalam tutup radiator dan kemudian air radiator mengalir ke dalam tabung reservoir.

Stage / langkah 3: Selama mesin mati air radiator dingin dan menyusut. Ini akan menaikan kevakuman dalam radiator dan membuka katup vakum dalam tutup radiator dan menarik air pendingin dari tabung reservoir kembali ke radiator.

Stage/ langkah 4: Mesin dingin, air dalam reservoir kembali pada posisi “COLD’ level. 8. Saluran Cairan Pendingin dan Klem
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

20

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Saluran cairan pendingin berupa pipa lentur untuk mengalirkan cairan pendingin dari radiator ke blok mesin, unit inti pemanas dan komponen-komponen tambahan lain. Sifat pipa yang lentur diperlukan agar dapat menahan getarangetaran dan gerakan mesin. Klem merupakan alat yang bisa diatur kekencangannya untuk mengamankan saluran cairan pendingin.
9. Sensor/Saklar Indikator Temperatur

Sensor atau saklar indikator temperatur merupakan alat yang peka terhadap panas yang berupa saklar on-off atau resistor variabel. Alat ini memberitahu pada pengggerak jika terjadi panas berlebih pada mesin melalui lampu peringatan atau temperatur aktual mesin lewat jarum penunjuk.

Gambar 23. Inti pemanas yang umum dipakai 10. Inti Pemanas Inti pemanas (heater core) adalah sebuah radiator kecil yang terpasang di bawah dashboard kendaraan untuk menyelurkan panas cairan pendingin pada ruang penumpang agar lebih hangat di musim dingin. 11. Sensor Suhu Ada dua macam sensor suhu, yaitu jenis saklar on/off dan jenis resistansi variabel. tipe saklar on/off digunakan pada lampu peringatan temperatur pada dashboard dan kipas pendingin thermatik listrik. Saklar digunakan untuk membumikan rangkaian listrik untuk menyalakan lampu peringatan temperatur atau menyalakan kipas listrik pendingin, jika temperatur cairan pendingin mencapai temperatur kerja sensor, misalnya 108oC. Jika temperatur cairan pendingin turun di bawah temperatur kerja sensor maka saklar membuka dan rangkaian menjadi terputus.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

21

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Gambar 25. Rangkaian dasar lampu peringatan temperatur dan sensor Sensor tipe resistansi digunakan untuk mengoperasikan penunjuk temperatur dashboard yang menunjukkan temperatur sesungguhnya dari cairan pendingin, atau untuk memberi sinyal listrik mengenai temperatur cairan pendingin pada computer manajemen mesin EFI. Kerja sensor-sensor ini berdasarkan prinsip bahwa pada saat temperatur cairan pendingin meningkat maka resistansi listrik internal sensor berubah sehingga arus yang mengalir melalui rangkaian listrik bisa makin besar atau makin kecil. Perubahan aliran arus dipengaruhi oleh temperatur sensor yang mengontrol posisi jarum pada alat penunjuk temperatur atau memberitahu temperatur mesin yang akurat pada computer EFI. 12. Saklar Temperatur Thermo Saklar temperatur thermo merupakan alat khusus yang meraba temperatur cairan pendingin. Saklar ini bisa bekerja dengan menjadikan rangkaian listrik atau rangkaian vakum manifold mesin on/off. Saklar jenis ini biasa digunakan pada sistem pengontrolan emisi dan dipasang pada mantel air untuk meraba temperatur cairan pendingin.

Gambar 26. Dua tipe saklar temperatur thermo, tipe saklar listrik dan tipe saklar vakum

13. Bahan Pencegah Karat Adanya berbagai macam material yang digunakan pada sistem pendingin mengakibatkan terjadinya karat pada logam. Karat merupakan hasil reaksi antara dua logam yang berbeda (misalnya aluminium dan besi tuang) dengan bantuan elektrolit (air). Oleh karena itu bahan pencegah karat harus digunakan pada sistem pendingin terutama pada mesin-mesin yang menggunakan kepala silinder aluminium. Bahan pencegah karat akan semakin tidak efektif semakin lama digunakan dan harus diganti secara teratur.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

22

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

 Fungsi Lain Dari Cairan Pendingin Mesin

Cairan pendingin mesin bisa digunakan untuk tujuan lain di samping mengatur temperatur mesin, diantaranya :  Panas yang ada pada cairan pendingin mesin bisa digunakan untuk memanaskan berbagai macam komponen, misalnya lilin pemuaian termal pada katup choke otomatis.  Cairan pendingin juga bisa digunakan untuk menghangatkan komponen-komponen, misalnya manifold masukan dan bodi botol.  Pada kendaraan bermesin turbo dewasa ini sistem pendingin mengalirkan cairan pendingin pada rumah turbo untuk membantu menjaga temperatur oli turbo agar tetap minimum sehingga meningkatkan usia bantalan poros turbo serta mengurangi rusaknya oli. 4. Cara Kerja Sistem Pendinginan a. Aliran air pendingin pada saat mesin masih dingin

Gambar 27. Siskulasi air saat mesin dingin Air pendingin ditekan / dialirkan oleh pompa dan disirkulasikan seperti yang dijelaskan pada gambar. Ketika mesin dingin, air pendingin masih dingin dan thermostat masih menutup. Yang berarti air pendingin bersirkulasi melalui saluran bypass ke kepala silinder dan kembali ke pompa air. PENTING! Jangan menghidupkan mesin dengan thermostat dilepas. Rangkaian baypass akan tetap membuka, air pendingin akan mengalir ke bypass radiator dimana air pendingin akan didinginkan. Ini akan menyebabkan mesin kelebihan panas.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

23

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

b. Aliran air pendingin pada saat mesin panas

Gambar 28. Sirkulasi air saat mesin panas Saat mesin sudah panas, thermostat membuka dan katup bypass menutup aliran bypass. Air pendingin, sesudah dipanaskan dalam mantel air (yang mengambil panas dari mesin), dialirkan ke radiator untuk didinginkan oleh kipas pendingin dan angin yang mengalir dari depan kendaraan saat kendaraan melaju. Air pendingin dipompa kembali oleh pompa air sebelum dikirim kembali ke mantel air. 5. Pencegah Korosi dalam Sistem Pendinginan Air dalam sistem pendinginan sebagai pemindah panas yang memadai dari macam-macam komponen dalam sebuah mesin. Air yang digunakan dalam sistem pendingan apakah mempunyai kwalitas seperti air minum atau tidak, akan menimbulkan korosi lingkungan dalam sistem pendingin. Dengan demikian derajat endapan mungkin terbentuk pada permukaan bagian dalam dari komponen-komponen yang didinginkan karena reaksi mineral-mineral dalam air pendingin. Pencegah korosi adalah cairan kimia yang dapat larut dalam air, bila dicampurkan dalam air pendingin akan melindungi permukaan logam dari sistem pendinginan terhadap terbentuknya korosi. Pencegah korosi harus dapat melindungi sistem pendinginan sebagai bahan yang mencegah pembentukan korosi dan reaksi asam yang ada dalam air. Penggunaan yang benar dari pencegah korosi adalah menjadi bagian dari program perawatan mesin. Semua produsen mesin dengan sistem pendinginan air di dunia sekarang ini mempunyai spesifikasi penggunaan pencegah korosi yang sama dalam sistem pendinginan. Dan lagi, pencagah korosi diakui cocok
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

24

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

sesuai dengan penggunaannya. Pencegah korosi harus dirawat pada kekuatan yang benar (pH/berat jenis) dan diganti secara berkala, untuk memastikan pencegahan yang bear pada mesin. Dalam pemilihan pencegah korosi, yang penting memastikan pencegah korosi juga menyediakan pencegah melawan pembentukan endapan. ETHYLENE GLYCOL adalah dasar Anti pembekuan dengan pencegah korosi ditetapkan untuk beberapa kendaraan terutama sekali kendaraan import. Dimana kendaraan bekerja di daerah dingin, perlu menyediakan mesin dengan pencegah pembekuan, sama baiknya dengan pencegah korosi. Untuk daerah tropis pencegah pembekuan tidak diperlukan, dan hanya pencegah korosi yang dibutuhkan. Hal-hal yang utama • • Air tanah dan air olahan akan memenuhi terhadap pencegahan korosi lingkungan dalam sistem pendinginan. Pencegah korosi seharusnya digunakan untuk melindungi mesin dan pasti biaya perawatan akan murah.

Ethylene Glycol berisi prosentasetingkat titik didih 33% dari volume = 1040 C pada temperatur ruang 50% dari volume = 1090 C dengan tekanan 60% dari volume = 1130 C Ethylene Glycol akan juga naik dibawah temperatur kap kendaraan. Analisa laboratoriom memungkinkan kita untuk memperoleh analisa cairan pendingin secara rinci. Itu adalah sangat berharga dan membutuhkan waktu tetapi dengan hasil yang teliti sekali. Alternatif lain, ada alat-alat lain yang mungkin bekerjanya seperti Refraktometer. Alat ini menggunakan prisma kaca dengan bahan sampel cairan pendingin yang ditempetkan di dalamnya dan kemudian dengan bantuan cahaya akan memperlihatkan warna-warna yang berbeda dari spektrum yang tergantung pada penggunaan Ethylene Glycol. Sekali lagi, hasil teliti tetapi metode sangat mahal. Cara yang paling cepat dan efektif untuk mendapatkan beberapa pengetahuan dari kondisi cairan pendingin adalah dengan penggunaan dua metode utama yang dijelaskan berikut ini. 1. Pengukuran Berat Jenis Dengan menggunakan Hidrometer berat jenis cairan dapat diukur. Ini akan memperlihatkan prosentase dari volume Ethylene Glycol dalam cairan pendingin tetapi tidak dapat menunjukkan kualitas pencegah korosi.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

25

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Berat jenis menunjukkan kerapatan reltif dari cairan. Berat jenis dari cairan pendingin ditentukan dengan penggunaan hidrometer. Pengukuran itu tidak menunjukkan kondisi atau jumlah pencegah korosi yang ada. Kosentrasi Ethylene Glycol dalam cairan pendingin dapat juga ditentukan dengan penggunaan hidrometer. Penentuan ini tidak menyatakan bahwa glycol dalam keadaan baik atau menunjukkan penurunan senyawa asam. Kosentrasi dalam propylene glycol juga digunakan sebagai anti beku tidak dapat diukur dengan teliti dengan hidrometer seperti pengukuran berat jenis dari air. Tabel di bawah ini dapat digunakan sebagai pedoman pengukuran prosentasi Ethylene Glycol, pengukuran pada temperatur 200 C. Berat Jenis Prosentase Anti beku setiap volume 50 40 30 25 20 15 10 Titik beku

1.080 1.065 1.050 1.042 1.034 1.026 1.016

-370 C -250 C -160 C -130 C -90 C -70 C -40 C

2. Mengukur derajat keasaman (pH) Air Pendingin Pengukuran derajat keasaman paling cepat mengunakan Litmus paper. Derajat keasaman (pH) yang diinginkan adalah pada 7.5, derajat keasaman di atas atau di bawah 7,5 dapat menyebabkan korosi. Litmus paper tersedia pada ahli kimia atau penyedia peralatan teknik/kimia. Litmus paper tersedia dalam bentuk rol dengan tingkat warna dan grafik pada sisinya. -pH. Menunjukkan kadar asam atau alkali dalam cairan pendingin. –pH tidak menunjukkan jumlah atau kondisi dari prosentase pencegah korosi. Korosi yang keras daapat terjadi pada pH yang tinggi. Pengujian dengan Voltmeter Letakkan ujung kabel pengukur negatip voltmeter pada massa/ground dan ujung kabel pengukur positip voltmeter pada air pendingin. Pembacaan voltmeter tidak boleh lebih dari 0.4 Volt. Pembacaan di atas 0.4 Volt berarti air pendingin terlalu asam dan korosi akan terjadi. Buang dan ganti campuran air pendingin (periksa kembali pengukuran voltmeter sesudah menghidupkan mesin dan mesin hidup beberapa saat).

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

26

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Hal-hal Penting • • • • • • Pemeriksaan berat jenis hanya menunjukkan kadar isi dari Ethylene Glycol dan tidak menunjukkan kwalitas dari pencegah korosi. Pemeriksaan pH digunakan untuk EthyleneGlycol dan Sodium Nitrate sebagai bahan dasar air pendingin Sebagian terbesar dari produsen menganjurkan penggunaan cairan pendingin memerlukan pengantian secara periodik (contoh: 18-24 bulan atau menurut petunjuk servis dari produsen kendaraan). Jangan mencampur cairan pendingin yang berbeda-beda yang dapat bereaksi satu dengan yang lain dan akhirnya berbentuk gel. Cairan pendingin dapat menjadi asam untuk itu kerusakan mungkin terjadi pada cat jika cairan menyembur pada permukaan cat. Hati-hati, karena kandungan asam pada cairan pendingin dapat menyebabkan iritasi hebat.
c. Tugas

Setelah anda mempelajari materi pelajaran diatas, silakan anda kerjakan tugas dibawah ini untuk mengetahui sejauh mana anda dapat menyerap materi yang di pelajari : 1. 2. 3. 4. 5. Jelaskan fungsi dari system pendinginan pada suatu mesin ! Jelaskan prinsip kerja dan komponen sistem pendinginan udara ! Jelaskan prinsip kerja sistem pendinginan air pada mesin ! Jelaskan komponen-komponen sistem pendinginan air ! Jelaskan prinsip kerja radiator sehingga dapat mendinginkan air yang panas dari mesin !

Pada bagian ini tidak disediakan kunci jawaban, silakan anda diskusikan hasil jawaban dengan teman anda .,

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

27

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

e. Tes Formatif
1. Sebut kegunaan sistem pendingin bagi mesin pembakaran dalam ! 2. Sebut komponen-komponen yang menyalurkan panas dari silinder ke aliran udara di sekitarnya pada mesin yang didinginkan dengan udara. 3. Sebutkan nama komponen diabawah ini

4. Jelaskan bagaimana diperoleh pendinginan udara pada sepeda motor yang tidak menggunakan kipas mekanis untuk mendorong udara. 5. Jelaskan bagaimana aliran cairan pendingin pada sistem pendingin dalam kondisi : a. Mesin dingin b. mesin dalam temperatur kerja 6. Jelaskan kerja thermostat modern yang menggunakan katup by-pass pada kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Dingin b. Panas 7. Sebut fungsi katup jiggle thermostat atau pembuang udara 8. Jelaskan syarat-syarat agar kipas pendingin thermal listrik dapat mulai bekerja. 9. Jelaskan mengapa titik didih cairan pendingin pada sistem pendingin perlu dinaikkan. 10. Terangkan fungsi komponen-komponen tutup radiator berikut ini serta bagaimana kerjanya : a. Katup tekan b. Katup Vakum

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

28

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

f.

Kunci Jawaban :

1. Sistem pendingin didesain untuk melepaskan panas dari mesin dan menjaga mesin agar tetap berada pada temperatur kerja yang paling efisien. 2. Sirip-sirip pendingin silinder mesin. 3. Nama komponen : 1....................................................................................................................Bot ol tumpahan pemuaian. 2....................................................................................................................Kipa s pendingin. 3....................................................................................................................Rad iator. 4....................................................................................................................The rmostat. 5....................................................................................................................Po mpa air. 6....................................................................................................................Tutu p radiator dengan katup tekanan. 7....................................................................................................................Salu ran radiator bawah. 8....................................................................................................................Man tel air 4, Gerakan kendaraan maju ke depan menimbulkan aliran udara sepanjang sirip-sirip pendingin mesin-mesin. 5. a. Mesin dingin Jika mesin dalam keadaan dingin thermostat menutup sehingga menyumbat saluran pada radiator dan memompa sirkulasi cairan pendingin hanya di dalam mesin dan memungkinkan pemanasan mesin yang lebih cepat. b. Mesin pada temperatur kerja Jika telah dicapai temperatur kerja, thermostat membuka dan cairan pendingin bersirkulasi melalui rd dan mesin. Sirkulasi cairan pendingin dikontrol oleh thermostat untuk mengatur temperatur mesin dalam berbagai beban berbeda saat dikendarai. 6. a. Kerja katup termostat saat mesin dingin Pada saat temperatur cairan pendingin mesin dalam keadaan dingin, katup utama thermostat menutup oleh tekanan pegas, katup by-pass pada posisi membuka. Keadaan ini memungkinkan cairan pendingin bersirkulasi dengan dorongan pompa
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

29

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

air melalui blok mesin dan kepala silinder, melalui rangkaian by-pass thermostat yang terbuka dan kembali pada pompa air sehingga memungkinkan pemanasan mesin yang lebih cepat. B. Kerja katup termostat saat Panas Pada saat mesin mencapai temperatur kerjanya, lilin penyumbat memuai dan menggerakkan silinder thermostat. Kondisi ini membuat terbuka katup utama thermostat dan pada waktu yang sama menutup katup by-pass. Cairan pendingin yang mengalir melalui rangkaian by-pass kemudian tersumbat sehingga terjadi sirkulasi melalui thermostat menuju radiator dan terjadi pendinginan sebelum kemudian mengalir kembali pada pompa air dan blok mesin. 7. Katup tersebut berfungsi sebagai jalan pada thermostat bagi keluarnya udara yang terjebak dalam sistem. Pada saat cairan pendingin diganti dan thermostat menutup, udara dikeluarkan dari blok mesin melalui katup jiggle yang terbuka. 8. Jika cairan pendingin mencapai suhu 100oC, saklar kipas membuka, kumparan relai hilang kemagnetannya sehingga titik relai terbuka. Rangkaian kipas dibumikan dan kipas bekerja. 9. Dengan meningkatkan titik didih cairan pendingin maka temperatur kerja mesin yang lebih tinggi dapat diperoleh, temperatur kerja yang lebih tinggi dapat terjaga dengan penggunaan thermostat tetapi tetap berada dalam margin keamanan untuk menggandeng/menarik kendaraan lain, membiarkan kendaraan diam dengan mesin menyala dalam waktu lama serta mendaki jalan yang curam pada cuaca panas. Kebanyakan thermostat bekerja antara temperatur 82oC dan 90oC. Jika titik didih cairan pendingin berada pada tekanan normal atmosfer 101,1 kPa maka selisih antara temperatur kerja dan titik didih hanya sebesar 10 oC hingga 18 oC. 10. Katup tekanan berfungsi menjaga tekanan dalam sistem. Katup ini tertutup oleh pegas kalibrasi yang menentukan besarnya tekanan untuk membuatnya terbuka. Katup vakum terbuka jika tekanan dalam sistem jatuh setelah mesin dimatikan dan mendingin sehingga cairan pendingin yang memuai dan luber kembali mengalir pada radiator.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

30

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

B. Kegiatan Belajar 2 : Pemeriksaan Sistem Pendingin Uraian Materi Sistem Pendinginan Kelebihan cairan pendingin merupakan penyebab umum kerusakan engine. Untuk mengurangi resikol kehilangan cairan pendingin, sistem pendinginan perlu diservis. Selama menservis kepala silinder pengetesan-pengetesan berikut perlu dilakukan: (a) (b) (c) (d) (e) Kebocoran-kebocoran cairan pendingin. Kondosi cairan pendingin. Bahan tambah penahan karat. Kondisi selang-selang. Kerja termostat.

Untuk mengetes sistem pendinginan untuk kebocoran sebuah pengetesan tekanan sistem pendingan diperlukan. 1. Pengetesan Tekanan Sistem Pendinginan.  Sistem pendinginan pertama-tama diisi dengan cairan pendingin.  Pengetesan tekanan sistem pendinginan dengan memasangkan pengetes pada leher tutup radiator.  Kemudian pompa sampai timbul tekanan sebesar spesifikasi (misal 0,9 bar). Hati-hati jangan sampai tekanan melebihi spesifikasi karena dapat menimbulkan kerusakan (pengetesan ini sering dilakukan saat engine dingin dan dengan tekanan sebanding saat engine pada temperatur kerja).

Gambar 29. Pengetesan tekanan radiator

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

31

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

 Dengan sistem pendinginan bertekanan, periksa secara teliti kepala silinder pada bagian: sumbat-sumbat air, saluran rumah termostat, pengukur temperatur, gasket, selang-selang radiator, perhatikan gambar 2.  Ketika tidak ditemukan bukti kebocoran, lepaskan alat pengetes kebocoran tekananan secara pelan-pelan untuk mencegah kecelakaan personel.

Gambar 30. Memeriksa kebocoran pada bagian mesin  Tutup radiator juga diperiksa dengan pengetes tekanan sistem pendinginan. Tutup dites dari besarnya tekanan pembocoran untuk meyakinkan tutup aman/baik untuk kendaraan dan katup vakuum berfungsi untuk mencegah selang-selang kempes akibat tekanan rendah air (kevakuman).

Gambar 31. Tutup radiator
 Setelah pengetesan tekanan lengkap, maka periksa kondisi

cairan

pendingin (air pendingin)

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

32

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

2. Pemeriksaan kondisi Cairan Pendingin (Coolant) Cairan pendingin umumnya berupa campuran dari Ethylen Glicol dan air. Campuran cairan pendingin memiliki tiga fungsi: 1) Cairan pendingin mengkondisikan air dengan mengurangi resiko air menjadi asam. Air murni bereaksi dengan logam blok mesin dan kepala silinder dan air menjadi asam. Apabila hal ini terjadi, timbul karat dan elektrolisa. Korosi dan karat pada sistem memberi efek yang besar pada sistem pendinginan, dapat mengurangi efisiensi pendinginan karena pemindahan panas terhambat, dapat juga mengurangi umur mesin. 2) Cairan pendingin juga menghambat elektrolisa. Elektrolisa adalah reaksi kimia dari air yang bergerak dan bersinggungan dengan logam, yang menghasilkan sebuah arus listrik kecil dalam sistem pendinginan. Listrik ini membantu terjadinya korosi untuk melunakkan logam-logam yang digunakan dalam konstruksi engine. Kebanyakan engine sekarang memiliki kepala silinder aluminium. Elektrolisa perlu dicegah pada aluminium untuk meyakinkan komponen-komponen engine digunakan sampai waktu yang lama (awet). 3) Cairan pendingin juga memiliki titik didih lebih tinggi dari air, sehingga resiko kerusakan engine akibat panas berlebihan (overheating) akan dikurangi. Sebuah titik didih yang tinggi menyediakan rentang kerja temperatur yang lebih luas. Cairan pendingin juga memiliki titik beku lebih rendah dari air. Dengan rendahnya titik beku kemungkinan kerusakan engine terhambat, sebagai akibat dari membekunya air dan keretakan blok engine atau kepala silinder terhindari.

Cara Pemeriksaan cairan pendingin  Untuk mengecek anti beku sebuah cairan pendingin digunakan hidrometer. Campuran cairan pendingin dimasukkan ke dalam hidrometer untuk diketahui berat jenisnya. Berat jenis cairan pendingin dibandingkan dengan spesifikasi pabrik dan diganti bila perlu atau sejumlah cairan pendingin ditambah agar berat jenis cairan pendingi menjadi sesuai spesifikasi.  Penghambat korosi juga perlu diperiksa untuk mencegah air menjadi asam. Pengecekan penghambat korosi umumnyqa diukur menggunakan sebuah rangkaian pengetes kimia atau kertas litmus.  Ketika menggunakan pengetes kimia sejumlah ukuran dari cairan pendingin diambil keluar dari sistim pendinginan, dimasukkan kedalam sebuah botol percontohan. Sejumlah tetesan tertentu dari pengetes dicampurkan dengan cairan pendingin. Warna ciaran pendingin akan berubah. Warna cairan pendingin dibandingkan dengan tabel Pemeliharaan/servis sistem pendinginan 33
@.rif. h, $.Pd

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

penbanding. Apabila warna cairan cocok dengan warna tertentu pada tabel, cairan pendingin berada pada spesifikasi. Jika cairan pendingin diluar spesifikasi ini berarti perlu diganti.  Kertas litmus juga dapat digunakan untuk mengetes cairan pendingin. Perbedaan dasarnya adalah bahwa sepotong kertas litmus dicelupkan dalam leher radiator sampai basah. Ketika kertas litmus basah zat kimia bereaksi dan kertas basah berubah warna. Jika warna yang telah berubah tadi sama dengan warna tertentu hal ini menunjukkan penghambat korosi berada dalam spesifikasi.  Campuran penghambat korosi cairan pendingin perlu diganti setiap dua belas bulan karna ethylene glycol dapat rusak. Jika cairan pendingin tidak diganti, hal ini dapat menjadi asam dan merusakkan engine  Cairan pendingin juga diperiksa dari tercemari oli. Buka tutup radiator dan periksa dari leher radiator, jika terdapat oli yang melapisi di lapisan atas air akan tampak mengapung dan sistim perlu dibilas/cuci dan penyebab kontaminasi harus ditemukan dan diperbaiki. 9. Pemeriksaan Selang-selang sistem pendinginan  Selang-selang sistem pendinginan juga perlu diperiksa selama kepala silinder diservis.  Semua selang perlu diperiksa dengan manipulasi dan diperiksa dari retak, lembek/lunak, kulit berbintik-bintik, menggelembung atau terpotong.  Selang-selang juga perlu diperiksa dari kerusakan menjadi tergores oleh komponen-komponen lain seperti sabuk penggerak. 10. Pemeriksaan Tali kipas dan kisi-kisi radiator  Pengetesan akhir sistem pendinginan adalah untuk meyakinkan bahwa sabuk kipas dalam keadaan yang baik, tersetel dengan benar dan kisikisi radiator bersih dari daun-daun dan debu. Karena kotoran ini akan menghambat aliran pemindahan panas dari radiator saat mesin hidup.

11. Pemeriksaan Level Cairan Pendingin, Sistem Tanpa Sekat  Pengecekan level cairan pendingin pada sistem pendingin modern hanya memerlukan pemeriksaan pada botol reservoir pelimpah dari plastik bening seberapa tinggi level cairannya dan juga memeriksa apakah radiator terisi penuh hingga mencapai bagian atas leher tutup berkatup tekanannya.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

34

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

 Level

cairan pendingin yang selalu rendah pada radiator mengindikasikan adanya kebocoran udara pada sistem. Kebocoran udara akan mencegah cairan pendingin tersedot kembali ke radiator dari botol overflow/pelimpah.

 Pada kendaraan model lama yang tidak memiliki botol reservoir diperlukan pemeriksaan visual dengan cara membuka tutup radiator berkatup tekanan dan memeriksa level cairan pendingin pada leher radiator. Ingatlah, anda harus berhati-hati jika membuka tutup radiator berkatup tekanan pada sebuah sistem pendingin yang panas.
 Pada sistem pendingin tanpa reservoir level cairan pendingin yang

benar berada di bawah leher radiator saat cairan pendingin dalam keadaan dingin. Hal tersebut disebabkan oleh hilangnya cairan pendingin karena pelimpahan akibat pemuaian yang tidak dikompensasi.
 Seharusnya level caian berada di atas tabung lubang radiator. Lihat

manual servis mengenai level cairan pendingin yang benar. 6. Pemeriksaan Penyumbatan Radiator  Selain dilakukan pengecekan visual terhadap adanya kebocoran cairan pendingin dan kerusakan pada tabung lubang radiator dan sirip pendingin, diperlukan juga pemeriksaan visual terhadap adanya penyumbatan eksternal maupun internal.  Penyumbatan eksternal terjadi dari berkumpulnya serangga, tumbuhan dan partikel-partikel kotoran di sekitar tabung lubang radiator dan sirip. Penyumbatan ini menghambat aliran udara melalui radiator sehingga mengurangi keefektifan serta menyebabkan panas berlebih pada mesin.  Melalui pemeriksaan visual pada lubang radiator menggunakan senter atau obor untuk memeriksa penetrasi cahaya akan diketahui tingkat penyumbatan.  Penyumbatan internal terjadi akibat endapan karat, kontaminasi cairan pendingin dan partikel-partikel korosi di dalam tabung lubang radiator. Penyumbatan ini menimbulkan efek mengurangi aliran cairan pendingin melalui radiator, sehingga terjadi pendinginan yang tidak mencukupi pada mesin dan mengakibatkan panas berlebih pada mesin.  Dengan melakukan pemeriksaan kecil secara visual pada lubang tabung, yang dapat dilihat melalui leher radiator, dapat diketahui adanya kemungkinan penyumbatan radiator.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

35

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

 Pemeriksaan yang akurat terhadap perkiraan atas terjadinya penyumbatan tabung hanya dapat dilakukan dengan membongkar masing-masing tangki radiator. 7. Pemeriksaan Saluran Cairan Pendingin  Pemeriksaan akurat pada radiator dan saluran cairan pendingin harus dilaksanakan dengan sistem yang berada pada tekanan kerja normalnya. Jika melakukan tes tekanan pada sistem pendingin untuk menentukan adanya kebocoran, sebaiknya dilakukan juga pengecekan secara visual pada pipa-pipa saluran.  Pada saat sistem memiliki tekanan, pipa-pipa saluran cairan pendingin yang mengalami kerusakan internal maupun eksternal menunjukkan tanda-tanda pembengkakan atau penggelembungan pada daerahdaerah yang lemah dan menjebol retakan-retakan kecil yang berbahaya.  Jika terdapat tanda penggelembungan, pecah atau desisan retakan saat saluran ditekan maka pipa saluran cairan pendingin harus segera diganti. 8. Pengecekan Pompa Air  Kebocoran cairan pendingin dari pompa air umumnya berasal dari dua tempat, dari gasket pompa air dan dari seal lubang penguras pompa air pada bodi pompa.  Kebocoran dari lubang penguras, biasanya terletak pada sisi bawah pompa air, menandakan kerusakan pada seal pompa air. Kebocoran ini paling tampak jelas jika sistem memiliki tekanan.  Kebocoran seal yang sudah lama dapat segera diketahui dari adanya cairan pendingin yang mengalir dari lubang penguras.  Bantalan pompa air yang rusak akan menimbulkan suara mendengung dan seal pompa air yang rusak akan menimbulkan suara bernada tinggi. Jika diperkirakan terdapat kerusakan-kerusakan tersebut dapat dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop mekanik.  Jika stetoskop diletakkan pada pompa air maka akan diketahui letak sumber bising tersebut apakah berasal dari pompa air atau dari komponen-komponen lain, misalnya sabuk timing puli.  Selain itu dapat dilakukan pembongkaran sabuk penggerak dan menjalankan mesin untukmengetahui problem yang terjadi.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

36

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

9. Kebocoran Cairan Pendingin  Selain dilakukan pemeriksaan pada komponen-komponen utama sistem pendingin untuk menentukan adanya kebocoran, juga perlu dilakukan pemeriksaan pada sumber-sumber lain yang bisa menimbulkan kebocoran cairan pendingin.  Saklar dan sensor temperatur termo merupakan sumber-sumber yang mungkin bagi kebocoran.  Selain itu bisa juga gasket manifol saluran masukan, choke otomatis dan pipa-pipa saluran, serta pipa by-pass kecil cairan pendingin di sekitar manifol masukan dan blok mesin.  Bagian dalam lubang pemanas juga dapat menjadi sumber kebocoran cairan pendingin. Karpet yang basah, bau cairan pendingin atau windscreen yang lembab menandakan kebocoran cairan pendingin pada lubang pemanas atau tap heater.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

37

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

c. Tugas : 1) Teori Kerjakan tugas dibawah ini dengan berpedoman pada prosedur dibawah ini :
1. Jelaskan prosedur perbaikan komponen-komponen utama sistem pendingin. 2. Jelaskan prosedur-prosedur.pemeriksaan kerja thermostat 3. Sebut langkah-langkah dalam mengganti saluran cairan pendingin 4. Sebut langkah-langkah dalam mengganti pompa air 5. Jelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin sistem pendingin akan bekerja dengan baik setelah dilakukan pembongkaran dan penggantian komponen-komponen

2) Praktek
Laporan Pemeriksaan Kelayakanpakai Sistem Pendingin Lengkapi informasi kendaraan berikut. Tipe mesin/kendaraan.................................................................................................... Interval servis pendingin................................................................................................. Tekanan tutup radiator ………………… . Tipe kipas pendingin.................................... Selesaikan laporan pemeriksaan kelayakanpakai pada komponen-komponen berikut berdasarkan prosedur manual atau prosedur pemeriksaan sistem pada buku informasi dan May and Crouse. Catatan: Berhati-hatilah terhadap sistem yang bertekanan dan panas serta komponenkomponen yang berputar. Ikuti semua langkah pencegahan demi keamanan. Ingatlah, kipas pendingin thermatik start secara otomatis tanpa peringatan. Periksa dan laporkan hal-hal berikut : lingkari respon yang benar dan lengkapi komentar pada kerusakan komponen. 1. Pompa air Layak pakai Tidak layak pakai Kebocoran, bantalan yang berisik, suara bising pada seal Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ................................................................................................................................... 2. Radiator Layak pakai Tidak layak pakai Sirip, tabung, tangki atas, tangki bawah, saluran keluar, penyumbatan eksternal, penyumbatan internal Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ...................................................................................................................................

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

38

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

3. Pipa cairan pendingin Layak pakai Tidak layak pakai Pipa bawah, pipa atas, pipa by-pass, pipa overflow/pelimpah, pipa pemanas Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ................................................................................................................................... 4. Sabuk pengerak Layak pakai Tidak layak pakai Kondisi, ketegangan Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ................................................................................................................................... 5. Pemeriksaan level cairan pendingin Layak pakai Tidak layak pakai Dingin dan panas Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ................................................................................................................................... 6. Kebocoran cairan pendingin Layak pakai Tidak layak pakai Radiator, lubang pemanas, pipa cairan pendingin, pompa air, sumbat welsh, kebocoran internal, kebocoran eksternal, saklar temperatur thermo, thermostat Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ................................................................................................................................... 7. Tutup radiator berkatup tekanan Layak pakai Tidak layak pakai Karet penyekat, tekanan penahan katup pelepas, tekanan pelepas, pegas tekanan, bau menyengat pada leher/neck tangs Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ................................................................................................................................... 8. Kipas pendingin Layak pakai Tidak layak pakai Kondisi sudu, bantalan kipas viscous, pemasangan sudu yang aman, kondisi tutup fan, kondisi perkabelan Komentar mengenai kondisi/kerusakan................................................................... ...................................................................................................................................

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

39

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

d. Tes Formatif jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat dan benar! :
1. Sebutkan dua kemungkinan penyebab problem panas berlebih pada mesin yang bukan diakibatkan oleh komponen sistem pendingin. 2. Sebut penyebab-penyebab yang mungkin mengakibatkan kebocoran cairan pendingin mesin. 3. Panas berlebih pada mesin bisa disebabkan oleh hilang/berkurangnya cairan pendingin dalam jumlah besar, sebut kemungkinan letak terjadinya kebocoran eksternal cairan pendingin. 4. Jelaskan dengan ringkas penyebab-penyebab yang mungkin dari pemanassan mesin yang lambat selain thermostat yang rusak. 5. Sebut kerusakan-kerusakan pada kipas pendingin listrik atau mekanik yang tidak bisa diperbaiki. 6. Jelaskan prosedur diagnosa pengecekan kerja kopling fluida pada kipas dengan kecepatan variabel. 7. Jelaskan secara ringkas tiga tes diagnosa dalam memeriksa mesin terhadap kecurigaan terjadinya kebocoran kepala perapat silinder. 8. Sebut prosedur tes yang bisa dilakukan untuk diagnosa kondisi operasi kipas pendingin termatis listrik tanpa menjalankan mesin. 9. Sebut dua kerusakan yang mungkin terjadi jika kipas pendingin listrik termatik bekerja saat mesin dingin dan saat panas. 10. Sebut dua kerusakan yang bisa menimbulkan pembacaan pengukur temperatur tidak akurat. 11. Berdasarkan pertanyaan di atas (10), terangkan dengan singkat prosedur diagnosa untuk pengetesan dan menentukan dua kerusakan berikut. 12. Kerusakan yang bagaimana pada sistem pendingin yang dapat menyebabkan kendaraan mengalami panas berlebih dengan diagnosa berikut ini, lampu peringatan temperatur tidak bekerja, hanya terjadi pada cuaca panas atau setelah mesin dibiarkan menyala dalam waktu lama. 13. Berdasarkan pertanyaan 12, sebutkan prosedur tes yang digunakan. 14. Sebutkan kerusakan sistem pendingin yang akan mengakibatkan panas mesin berlebih yang hanya terjadi jika dijalankan pada kecepatan (rpm) tinggi atau dikendarai malam hari. 15. Sebutkan tiga tes listrik untuk mendiagnosa kerusakan pada rangkaian listrik kipas termo.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

40

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

e. Kunci Jawaban 1. Jawaban :
1. Waktu pengapian yang terlalu lama akibat performa mesin buruk dan disipasi panas yang lebih besar pada symtem pendingin yang mengakibatkan timbul panas berlebihan. 2...................................................................................................................Pen campuran bahan bakar tidak tepat, timbul panas lebih besar pada ruang pembakaran yang akan meningkatkan perpindahan panas pada sistem pendingin sehingga terjadi panas berlebihan. 2. Jawaban : Kebocoran bisa disebabkan oleh kepala perapat silinder yang rusak, kepala silinder dengan permukaan melipat/tidak rata atau pelebaran saluran air yang karena karat. 3. Jawaban : 1....................................................................................................................Inti radiator, inti pemanas, tangki radiator dan pembuangan tangki. 2....................................................................................................................Salu ran dan sambungan cairan pendingin. 3....................................................................................................................Sen der/sensor temperatur dan saklar thermo. 4....................................................................................................................Sek at/seal pompa air dan perapat. 5....................................................................................................................Wel sh plug. 6....................................................................................................................Ru mah thermostat. 4. Jawaban : Kemungkinan kopling silikon pada kipas pendingin jenis kopling fluida termatik rusak atau kipas pendingin jenis kopling fluida termatik tersebut tidak bisa cut out saat mesin dingin. 5. Jawaban : Sudu-sudu kipas bengkok, retak atau rusak dan perlu diganti. Kopling dan motor kipas pendingin listrik juga tidak dapat digunakan jika tidak sesuai dengan spesifikasi. 6. Jawaban : Lampu strobo atau tachometer optik digunakan untuk mengukur kecepatan puli poros engkol mesin dan kopling fluida. Tes dilakukan pada temperatur dingin, temperatur operasi normal dan temperatur tinggi. Jika lebih kecil dari spesifikasi berarti terjadi selip. 7. Jawaban : 1....................................................................................................................Pe meriksaaan visual - Cairan pendingin diperiksa apakah terdapat gelembung gas jika mesin berputar cepat dengan kendaraan diam, kemungkinan penyebabnya adalah kebocoran kepala perapat silinder sehingga gas pembakaran masuk ke cairan pendingin.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

41

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

2....................................................................................................................Met ode Tes Tekanan – Saat mesin berjalan sistem diberi tekanan kecil (7-14 kPa), jika tekanan melonjak dan tidak turun kembali saat dilakukan akselerasi dan deakselerasi maka berarti ada kebocoran. 3....................................................................................................................Det eksi Kebocoran CO2 – Tester CO2 mendeteksi adanya karbon monoksida pada radiator sistem pendingin saat mesin berjalan. Adanya CO2 hanya bisa terjadi akibat kebocoran kepala perapat silinder masuk ke sistem pendingin.

8. Jawaban : Kipas pendingin thermatik listrik bisa diperiksa dengan mem-bypass unit sender sehingga relay menjadi on. Kipas pendingin harus bekerja jika rangkaian bekerja dengan baik. 9. Jawaban : 1....................................................................................................................Ker usakan pada sender/sensor temperatur kipas termatik. 2....................................................................................................................Ker usakan pada relay kontrol rangkaian kipas termatik. 10. Jawaban : 1....................................................................................................................Resi stansi sender rusak. 2....................................................................................................................Resi stansi rangkaian penunjuk temperatur tidak sesuai. 11. Jawaban : Kerusakan 1: Pengukuran resistansi aktual internal sender resistansi variabel dengan mengukur nilainya saat panas dan dingin dan membandingkannya dengan spesifikasi. Kerusakan 2: Sender digantikan dengan tester potensiometer yang akan memberikan resistansi variabel pada rangkaian (misal 100 sampai 500 Ohm) untuk mengetahui apakah resistansi perkabelan rangkaian listrik dan aktuator dalam kondisi yang baik. 12. Jawaban : Kerusakan pada tutup radiator dengan katup tekanan dapat menyebabkan hiangnya tekanan sistem sehingga cairan pendingin mendidih di bawah alat penunjuk temperatur. 13. Jawaban : Tutup radiator harus diperiksa tekanannya dengan analiser sistem pendingin dan dibandingkan dengan spesifikasi pabrik. 14. Jawaban : Sabuk penggerak kipas pendingin mekanis yang terlalu kendur akan selip dengan beban alternator tinggi atau pada kecepatan rpm yang tinggi.
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

42

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

15. Jawaban : 1....................................................................................................................Nilai resistansi rangkaian. 2....................................................................................................................Nilai catu tegangan motor kipas. 3....................................................................................................................Nilai aliran arus motor kipas.

Kegiatan Belajar 3 : Overhoul komponen system pendinginan air A. Prosedur standar dalam melepas dan memasang kembali thermostat Cara Melepas 1. Alirkan cairan pendingin secukupnya dari sistem pendingin agar ketinggiannya berada di bawah dasar rumah thermostat. Berhati-hatilah terhadap cairan pendingin yang dalam keadaan panas. 2. Longgarkan klem saluran radiator dan lepas saluran radiator dari rumah luar thermostat. 3. Lepas sensor temperatur air/sensor thermo, kabel-kabel konektor atau vacuum line jika ada.( Tandai vacuum line dengan spidol sebelum melepasnya.) 4. Lepas mur dan baut penahan rumah luar thermostat lalu lepas rumah dengan mengetuk perlahan dengan palu. 5. Lepas perapat (gasket) thermostat dan thermostat. Perhatikan posisi katup jiggle jika terpasang.

Gambar29:Penempatan yang benar thermostat yang memiliki katup jiggle Cara Memasang
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

43

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

1. Bersihkan kotoran-kotoran yang ada pada perapat dengan menggunakan

skrap perapat dan kertas amplas halus.(Yakinkan bahwa perapat sudah benar-benar bersih terutama di sekitar penyangga karena dapat menimbulkan kebocoran.)
2. Periksa pada rumah luar thermostat apakah ada tekukan, gunakan penggaris

yang lurus dan perbaiki/ganti jika perlu. 3. Pasang thermostat pada tumpuan dasar rumahnya dengan pelor lilin ke arah blok mesin (aliran cairan pendingin) seperti yang seharusnya dan katup jiggle dipasang dengan benar (menghadap ke atas?).Yakinkan thermostat terpasang pada tumpuan dasar rumah. 4. Gunakan penyekat yang memadai pada kedua sisi perapat thermostat yang baru dan pasang perapat pada dasar rumah. 5. Pasang rumah luar thermostat untuk meyakinkan bahwa thermostat masih terpasang dengan baik pada tumpuan. 6. Pasang mur dan baut rumah luar dan sedikit kencangkan dengan rata. Kekencangan mur/baut harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.
7. Sambung kembali kabel-kabel listrik dan vacuum line. Pasang kembali

saluran radiator dan kencangkan klem saluran. 8. Isi lagi cairan pendingin hingga ketinggian yang benar. Jalankan mesin hingga mencapai temperatur kerjanya (tangki atas radiator menjadi panas) untuk meyakinkan thermostat membuka dan periksa kembali level cairan pendingin. 9. Lakukan pemeriksaan tekanan sistem pendingin dan periksa rumah thermostat apakah terjadi kebocoran. B. Pipa Saluran Radiator dan Cairan Pendingin Cara Melepas  Melepas dan memasang kembali saluran-saluran cairan pendingin memiliki prosedur yang sederhana. Biarpun demikian untuk menghindari kerusakan komponen dan saluran maka praktek-praktek dasar kerja bengkel harus diikuti. Pembongkaran pipa saluran cairan pendingin bisa disulitkan oleh adanya komponen-komponen logam yang mengalami korosi dan menempel pada karet saluran.
 Dalam melepas sil/lak (seal) saluran harus berhati-hati agar tidak

terjadi kerusakan pada jalan keluar (outlet) plastik radiator atau jalan keluar tembaga radiator. Usahakan klem saluran radiator selonggar mungkin kemudian puntir pipa saluran perlahan untuk membuka sil. Jika tidak bisa, gunakan alat khusus untuk mencongkel pipa atau
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

44

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

dengan menggunakan obeng yang disisipkan hati-hati di antara pipa dan jalan keluar untuk merusak sil dengan mengungkit pipa.  Jika prosedur tersebut tidak dilaksanakan secara hati-hati akan dapat menimbulkan kerusakan pipa saluran cairan pendingin, kerusakan pada karet pipa, atau jalan keluar saluran. Pipa saluran cairan pendingin pemanas yang terlalu rapat bisa dikendurkan dengan memuntir pipa saluran pada jalan keluar menggunakan tang.  Penggunaan tang harus dilakukan secara sangat berhati-hati agar tidak timbul kerusakan pipa saluran pemanas maupun dinding jalan keluar heater yang tipis.  Untuk memudahkan penggantian pipa saluran cairan pendingin yang ketat bisa digunakan pisau Stanley untuk memotongnya sepanjang jalan keluar. 1. Buang cairan pendingin (hati-hatilah terhadap cairan pendingin yang panas). 2. Kendurkan klem pipa cairan pendingin seperlunya supaya dapat digerakkan sepanjang pipa. 3. Lepaskan lak/sil pipa saluran pada jalan keluar air dengan memuntirnya. Jika perlu gunakan tuas khusus untuk pipa atau obeng. 4. Lepaskan pipa saluran cairan pendingin dari outlet. Cara Memasang  Dalam mengganti pipa saluran cairan pendingin perlu diperhatikan peletakan pipa sebelum dirapatkan. Pipa harus diletakkan pada jalan keluar tanpa tertekuk atau terpuntir. Pemasangan pipa yang tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan struktur pipa atau menghambat aliran cairan pendingin. Pipa saluran cairan pendingin harus ditempatkan pada posisi yang jauh dari sumber panas (manifold pembuangan), benda yang tajam/runcing atau puli dan sabuk penggerak mesin.  Dalam pemasangan pipa saluran cairan pendingin pada jalan keluar cairan pendingin yang berkarat memerlukan pembersihan jalan keluar terlebih dahulu supaya diperoleh permukaan yang bersih sehingga pipa saluran bisa rapat/tidak bocor. Selain membersihkan dari karat, akan lebih baik jika diberi lapisan sil pada pipa saluran saat dipasang untuk mengurangi terjadinya kebocoran cairan pendingin pada pipapipa saluran lama dan outlet-outlet yang berkarat. 1. Bersihkan permukaan jalan keluar cairan pendingin dengan amplas halus. 2. Bersihkan bagian dalam pipa saluran cairan pendingin dan beri lak yang memadai. 3. Pasang klem pipa saluran cairan pendingin pada pipa dan pasang pipa pada jalan keluar tanpa terpuntir atau tertekuk. 4. Letakkan klem pada posisi yang tepat dan eratkan hingga karet pipa saluran cairan pendingin mulai tertekan klem. Pemeliharaan/servis sistem pendinginan 45
@.rif. h, $.Pd

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

5. Isi kembali cairan pendingin sesuai ketentuan dalam manual, jalankan mesin sampai mencapai temperatur kerja normal, kemudian lakukan tes tekanan pada sistem untuk memeriksa adakah kebocoran. 6. Periksa kekencangan klem pipa saluran cairan pendingin setelah mesin dipanaskan. C. Pompa air Cara Melepas dan Memasang Kembali  Melepas dan memasang kembali pompa air harus dilakukan sebagaimana petunjuk manual. Selain itu terdapat langkah-langkah keamanan yang perlu diperhatikan. Pada saat membongkar komponen-komponen perlu diperhatikan letak masing-masing baut penahan pada pompa air dengan tepat. Pada beberapa mesin bautbaut penahannya memiliki ukuran yang berbeda-beda pada pompa air. Jika keliru memasang maka akan timbul kemungkinan terjadi pemasangan baut panjang yang merusak dinding silinder. Selain itu juga harus berhati-hati dalam mengencangkan baut atau mur supaya sesuai dengan kekencangan dan urutan yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada pompa dan ulir pada baut. Prosedur ini sangat penting dalam pemasangan pompa air atau rumah dari logam campuran, karena kemungkinan terjadinya kerusakan bentuk atau kerusakan ulir sangat besar.  Pemasangan pompa air harus selalu menggunakan perapat yang baru. Perapat yang lama dibuang semuanya. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kebocoran pada pompa air. Selain itu perapatperapat pompa air harus dipasang dengan menggunakan lak yang sesuai (aviation cement). Berhati-hatilah dalam memasang kipas-kipas dan sabuk penggerak pada pompa air. kipas pendingin harus dipasang pada arah yang benar, karena ada kipas yang dapat bekerja dengan arah terbalik. Kesalahan pemasangan sudu-sudu kipas akan mengakibatkan kurangnya aliran udara menuju radiator sehingga mesin mengalami panas berlebih. Kekencangan sabuk penggerak pompa air yang sesuai merupakan hal kritis dalam mencegah terjadinya pembebanan berlebih pada bantalan poros pompa air atau slip pada puli pompa air saat bekerja dengan rpm yang tinggi. Pembebanan berlebih pada bantalan poros pompa air yang diakibatkan oleh tegangan yang terlalu tinggi pada sabuk penggerak akan mengakibatkan kerusakan bantalan poros yang terlalu dini. Slip pada puli yang disebabkan oleh kekencangan sabuk penggerak akan menyebabkan mesin mengalami panas berlebih pada saat bekerja dengan rpm yang tinggi, selain itu sabuk penggerak menjadi aus. Pengamanan dalam Penggantian Pompa Air
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

46

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

 Perhatikan dengan jelas posisi masing-masing baut saat dilakukan pembongkaran;  Buang semua bahan perapat yang lama;  Pasang kembali dengan perapat baru dan lak yang memadai;  Pasang kembali baut-baut pada tempat yang sesuai;  Kencangkan baut-baut penahan dengan urutan dan kekencangan yang sesuai ketentuan;  Yakinkan bahwa sudu-sudu kipas sudah terpasang dengan benar;  Kekencangan sabuk penggerak pompa air harus sesuai dengan ketentuan (kelengkungan sebesar 10 mm jika tidak diketahui);  Periksa adanya kebocoran dengan menggunakan tes tekanan.

Gambar 9:

Prosedur pemasangan kembali pompa air dan rakitan kipas

Gambar 10:

Kelengkungan sabuk penggerak sebesar 10 mm dapat diterapkan jika tidak diketahui spesifikasinya.

D. Diagnosis Kerusakan Sistem Pendingin Prosedur tes diagnosa kebocoran kepala perapat (head gasket) secara visual adalah sebagai berikut :

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

47

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

1. Lakukan tes tekanan pada sistem pendingin terhadap adanya kebocoran

eksternal dan perbaiki. 2. Buka tutup radioator, berhati-hatilah jika cairan pendingin dalam keadaan panas, dan tambahkan cairan pendingin hingga memenuhi leher lubang. 3. Jalankan mesin hingga themostat membuka (suhu kerja) atau hingga pipa atas radiator menjadi hangat. 4. Jalankan mesin pada 1500 sampai 2000 RPM dan periksa cairan pendingin apakah terjadi gelembung-gelembung yang keluar dari leher pengisian radiator. (Jangan jalankan mesin dalam jangka waktu lama dengan tutup tekanan radiator dalam keadaan terbuka, mesin bisa mengalami panas berlebihan dan mendesak keluar cairan pendingin yang panas dari leher radiator.) 5. Setelah tes selesai, tambahkan cairan pendingin seperlunya dan pasang kembali tutup radiator.

Gambar 31. Pemeriksaan visual dalam diagnosa kebocoran kepala perapat 1) Diagnosa Kerja Thermostat  Diagnosa terhadap kerja thermostat bisa dilaksanakan dengan memeriksa pengaturan temperatur pada saat kendaraan dijalankan di jalanan.
 Dalam keadaan normal, yaitu sistem pendingin bekerja secara baik,

penunjuk temperatur (temperature gauge) akan bergerak sedikit jika temperatur operasi telah tercapai.  Saat terjadi perubahan suhu pada kendaraan dari dingin menuju temperatur kerja maka penunjuk temperatur harus bergerak meningkat dengan teratur sampai thermostat membuka sehingga mulai terjadi pengaturan temperatur. Jika terjadi sedikit penurunan pada penunjuk maka ini menunjukkan titik buka thermostat yang disebabkan oleh
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

48

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

cairan pendingin radiator yang bersuhu lebih rendah yang memasuki blok mesin.  Pada kondisi mesin dijalankan dengan stabil baik pada kecepatan rendah ataupun tinggi tanpa beban, penunjuk temperatur harus relatif tetap tidak bergerak. Catatan: Kadang-kadang kipas pendinginan yang terkontrol secara thermostatik bisa menimbulkan peningkatan suhu mesin oleh karena itu atur pembacaan penunjuk temperatur sebelum menyalakan untuk mendinginkan suhu mesin kembali pada temperatur kerjanya. Dalam keadaan dengan beban mesin yang tinggi atau kondisi suhu yang tinggi temperatur mesin dapat sedikit meningkat di atas temperatur kerja sehingga meningkatkan pembacaan penunjuk temperatur. a) Pemanasan yang Lamban (thermostat tetap sedikit terbuka)  Jika mesin dijalankan dalam kondisi standar tetapi penunjuk temperatur tidak menunjukkan temperatur kerja yang normal setelah jangka waktu yang memadai, mungkin thermostat tetap sedikit membuka. Akibat dari keadaan ini maka cairan pendingin blok mesin memanas karena sirkulasinya melalui sistem saat masih dingin.  Dalam keadaan demikian maka kemungkinan kerusakan yang terjadi adalah waktu pemanasan yang lamban karena thermostat tetap membuka untuk mengatur aliran cairan pendingin saat mesin mencapai temperatur kerjanya.  Maka jika terjadi pergerakan penunjuk temperatur yang perlahan menuju temperatur kerja (pemanasan yang lamban) tetapi bekerja normal mengatur temperatur mesin yang dijalankan secara normal, bisa ditetapkan adanya thermostat yang tersangkut menjadi tetap sedikit terbuka. b) Pengaturan Temperatur yang Buruk (thermostat tetap membuka)  Thermostat yang tersangkut pada posisi setengah terbuka atau terbuka penuh akan mengakibatkan waktu pemanasan mesin yang lama. Akan tetapi kegagalan kontrol pengaturan temperatur akan menimbulkan dua macam ketidakberesan yang ditunjukkan oleh kerja penunjuk temperatur.  Kurang baiknya kontrol aliran cairan pendingin yang disebabkan oleh thermostat yang tetap membuka akan menimbulkan problem pendinginan berlebihan dari aliran udara yang melalui radiator saat kendaraan dijalankan tanpa beban pada kecepatan medium sampai tinggi. Hal ini mengakibatkan penurunan mendadak pergerakan penunjuk temperatur dari posisi pembacaaan normal ke dingin.  Saat kendaraan dikurangi kecepatannya atau berhenti, temperatur mesin dan pembacaan penunjuk temperatur meningkat di atas posisi operasi normal sebagai akibat dari kurangnya aliran udara melalui radiator dan tingginya aliran cairan pendingin melalui blok mesin yang
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

49

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

mengakibatkan berkurangnya perpindahan panas. Jika mesin bekerja keras akan terjadi hal yang sama.  Jadi jika terjadi gerakan penunjuk temperatur yang lambat sedangkan kendaraan bekerja pada kecepatan rendah atau medium tetapi meningkat pada nilai yang tinggi pada keadaan diam maka bisa ditentukan adanya kerusakan thermostat yang tersangkut menjadi tetap terbuka. c) Mesin yang Panas (thermostat sedikit menutup)  Thermostat yang tetap berada pada posisi sedikit menutup juga akan menimbulkan pemanasan mesin yang lambat. Tetapi kegagalan thermostat untuk lebih membuka dan mengontrol temperatur mesin dengan cara sirkulasi cairan pendingin akan mengakibatkan posisi penunjuk temperatur yang tinggi atau di atas normal.  Sirkulasi cairan pendingin yang buruk akan mengakibatkan turunnya perpindahan panas dari blok mesin ke radiator sehingga terjadi temperatur operasi yang tinggi.  Selain itu terjadinya panas berlebihan juga dapat timbul karena membiarkan mesin bekerja dengan kendaraan tetap diam dalam waktu yang lama, mesin diberi beban yang tinggi atau mendaki jalan yang curam sedangkan kecepatan dan aliran udara yang melalui radiator adalah rendah.  Maka jika terjadi gerakan penunjuk temperatur yang perlahan tetapi terdapat keadaan kerja yang tinggi atau panas berlebihan pada kecepatan rendah, diam atau beban tinggi dapat ditentukan bahwa thermostat tersangkut menjadi tetap sedikit menutup. 2) Tes Kebocoran Kepala Perapat  Untuk mendiagnosa terhadap adanya kebocoran kepala perapat silinder pada sistem pendingin terdapat empat macam metode yang biasa digunakan.  Cara pertama adalah dengan pemeriksaaan visual sederhana apakah ada gelembung pada cairan pendingin di dalam radiator. Melalui tes ini, walaupun bukan merupakan diagnosa yang akurat, bisa dilihat jika terjadi tekanan pada sistem yang kemungkinan terjadi dari gas pembakaran yang memasuki cairan pendingin. Tes ini harus dilaksanakan sebagai pemeriksaan primer yang diikuti dengan tes diagnosa yang lebih akurat.  Tes ke dua menggunakan alat khusus untuk mencium bau gas cairan pendingin pada radiator terhadap adanya gas-gas pembakaran (CO2 atau HC) yang menunjukkan adanya kerusakan kepala perapat. Tes ini sangat mudah untuk dilaksanakan dan bisa mendiagnosa adanya kebocoran kepala perapat yang hanya sedikit.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

50

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

 Tes yang ke tiga untuk mengecek adanya kebocoran cairan pendingin pada sistem pendingin dilakukan dengan menggunakan tester (analiser) tekanan cairan pendingin. Tester ini mendeteksi adanya peningkatan cepat pada tekanan sistem saat mesin bekerja melalui gas pembakaran yang memasuki sistem pendingin. Tes ini merupakan metode diagnosa kebocoran perapat yang efektif walaupun tidak seakurat tester CO2, karena hanya mendeteksi kebocoran minor sampai mayor.  Tiga tes diagnosa tersebut di atas harus dilakukan dengan mesin berada dalam temperatur kerjanya yaitu mesin dalam keadaan panas dan komponen-komponen telah memuai sehingga memungkinkan terjadinya kebocoran perapat.

a) Pemeriksaan Visual  Sebuah sistem pendingin yang dapat bekerja dengan benar dan dalam kondisi baik merupakan sistem tersekat yang di dalamnya tidak terdapat udara atau kantung gas dalam cairan pendingin.  Jika dengan pemeriksaan visual cairan pendingin dalam radiator menunjukkan adanya gelembung udara, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah terjadi kebocoran perapat kepala silinder sehingga gas hasil pembakaran masuk ke sistem pendingin.  Sebagaimana yang telah disebut di muka pemeriksaan visual hanya merupakan pemeriksaan primer dan dilaksanakan jika sistem telah diperiksa terhadap adanya kebocoran eksternal cairan pendingin dan telah diperbaiki.  Adanya kemungkinan tertariknya udara ke cairan pendingin oleh pompa air melalui kebocoran eksternal dapat menimbulkan diagosa yang tidak tepat.  Agar tidak terjadi diagnosa yang salah maka perlu dilaksanakan tes sekunder serta tes-tes yang lebih akurat.

b) Tester Tekanan Sistem Pendingin  Seperti yang telah diketahui, tester tekanan sistem pendingin dapat digunakan untuk memeriksa adanya kebocoran eksternal cairan pendingin dengan memberikan tekanan pada sistem pendingin.  Selain itu analiser ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi peningkatan tekanan yang terjadi dalam sistem pendingin dari sumbersumber internal, seperti misalnya kebocoran kepala perapat atau retakan pada kepala silinder.  Kebocoran tekanan internal yang berasal dari kepala perapat dari retakan kepala silinder berupa gas pembakaran yang memasuki cairan Pemeliharaan/servis sistem pendinginan 51
@.rif. h, $.Pd

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

pendingin sehingga menimbulkan tekanan yang melonjak naik pada sistem. Peningkatan tekanan ini dapat dideteksi dengan melihat pembacaan tester dengan mesin yang dijalankan pada temperatur operasinya.  Tester tekanan diatur pada tekanan rendah dan jika mesin dijalankan maka jarum penunjuk harus bergerak naik perlahan karena adanya peningkatan suhu cairan pendingin. Jika terjadi kebocoran internal akan menyebabkan perubahan nilai tekanan yang meningkat cepat.  Sebagaimana pada pemeriksaan visual sebelum ini perlu diperhatikan pada tes ini tidak boleh terjadi kebocoran eksternal, karena akan mengakibatkan hasil diagnosa yang tidak tepat. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan hilangnya tekanan pembakaran pada kebocoran eksternal sehingga jarum alat pengukur tekanan tidak bergerak naik. Prosedur tes diagnosa kebocoran kepala perapat dengan menggunakan tester tekanan (analiser) adalah sebagai berikut : 1. Periksa tekanan sistem pendingin terhadap kebocoran eksternal dan perbaiki sesuai yang diperlukan. 2. Buka penutup radiator dengan hati-hati jika cairan pendingin dalam keadaan panas dan tambahkan cairan pendingin hingga penuh. 3. Jalankan mesin sampai thermostat membuka, yaitu pada temperatur kerja, atau hingga saluran radiator atas menjadi hangat. 4. Basahi karet bos tester tekanan dan pasang pada leher radiator. 5. Pasang analiser pada leher radiator dan beri tekanan pada sistem sebesar 7 sampai 14 kPa (1 hingga 2 psi). 6. Buka saluran beberapa kali sementara anda memperhatikan pembacaan jarum penunjuk tester. Catatan : Jangan menjalankan mesin terlalu lama dengan tester tekanan dalam keadaan terpasang karena dapat menimbulkan tekanan pada mesin yang melebihi kapasitas dan merusak analiser atau sistem pendingin.
7. Angka yang ditunjukkan harus turun sedikit saat mesin diakselerasi dan

kembali lagi jika mesin bekerja perlahan. Jarum penunjuk harus naik perlahan jika temperatur cairan pendingin meningkat selama dilakukan tes. 8. Jika jarum meningkat cepat setiap kali mesin diakselerasi dan tidak turun kembali berarti terjadi kebocoran pembakaran. 9. Jika tes telah selesai matikan mesin. Hilangkan tekanan pada sistem dengan hati-hati dan lepas analiser. Tambahkan cairan pendingin seperlunya dan pasang kembali tutup radiator.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

52

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

c. Tugas Kerjakan tugas dibawah ini dan diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu !
1. Sebut kerusakan yang sering terjadi pada sistem pendingin. 2. Jelaskan prosedur diagnosa sistem pendingin yang mengalami panas belebih. 3. Jelaskan prosedur diagnosa pemanasan mesin yang lambat 4. Jelaskan prosedur diagnosa kebocoran kepala perapat 5. Jelaskan prosedur diagnosa kerja komponen utama sistem pendingin

d. Tes formatif Kerjakan tugas dibawah ini dengan berpedoman pada prosedur dibawah ini :  Baca modul pemeliharaan/ servis dan perbaikan system pendinginan mesin.
 Jawab pertanyaan-pertanyaan.

Bagan Diagnosa Kerusakan
Kerusakan Sistem Pendingin Mesin mengalami panas berlebih Pemanasan mesin yang lambat Hilang/berkurangnya cairan pendingin Panas berlebih pada malam hari atau rpm mesin yang tinggi
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

Kemungkinan Penyebab

53

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Pelumas pada cairan pendingin radiator Kipas thermo yang tidak bekerja Pengukur temperatur yang tidak akurat Panas berlebih, cuaca panas, menyala dalam waktu lama, mendaki jalan curam

e. Kunci Jawaban

Bagan Diagnosa Kerusakan Kerusakan Sistem Pendingin
Mesin mengalami panas berlebih

Kemungkinan penyebab
Cairan pendingin yang tidak memadai Berkurangnya cairan pendingin karena kebocoran Tegangan sabuk penggerak yang tidak tepat (longgar) Inti radiator tersumbat Kerusakan thermostat (menutup) Kerusakan pompa air Mantel Air tersumbat Tutup raiator dengan katup tekanan yang rusak atau tidak bekerja dengan baik Kopling fluida yang rusak Waktu pengapian yang tidak beres (terlalu lama) Pencampuran bahan bakar yang tidak tepat Thermostat rusak (terbuka) Range panas thermostat yang tidak benar Alat pengukur temperatur rusak Unit sender temperatur rusak Kipas thermatik berputar dengan konstan kopling fluida berjalan dengan konstan Radiator bocor

Pemanasan mesin yang lambat

Berkurangnya cairan pendingin
Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

54

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Saluran dan sambungan yang rusak atau longgar Pompa air bocor Kepala perapat silinder bocor Welsh plug bocor Blok mesin atau kepala silinder retak Sekat/tutup radiator rusak Kepala silinder atau blok mesin rusak Batang kepala silinder yang tidak terpasang dengan baik Panas berlebih pada malam hari atau Sabuk penggerak alternator longgar rpm mesin yang tinggi Sabuk penggerak alternator aus Sabuk penggerak alternator kotor Pelumas pada cairan pendingin radiator Kepala perapat silinder bocor Kepala silinder atau silinder blok retak Pendingin radiator transmisi otomatis bocor Sekring putus/rangkaian terbuka Motor atau relay kipas rusak Unit sender temperatur kipas rusak Alat pengukur temperatur rusak Unit sender temperatur kipas rusak Resistansi perkabelan rangkaian yang tinggi Resistansi sender yang tidak benar

Kipas thermo yang tidak bekerja

Pengukur temperatur yang tidak akurat

Panas berlebih, cuaca panas, menyala Tekanan pelepas tutup dengan katup dalam waktu lama, mendaki jalan curam tekanan yang tidak tepat Tekanan sistem pendingin yang jatuh (bocor) Tutup dengan katup tekanan yang tidak tepat tekanannya

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

55

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

f. Tugas Praktek
1. Laporan Tes Diagnosa Lengkapi spesifikasi kendaraan berikut ini: Tipe mesin kendaraan ……………………….Lama waktu pengapian........................... Temperatur kerja …………………………….Tekanan tutup radiator............................. Waktu pemanasan seharusnya ……………Tegangan sabuk penggerak..................... Ketinggian cairan pendingin………………………..

2. Pemeriksaan Sistem Pra-Praktek
Sebelum melaksanakan prosedur diagnosa, periksa terlebih dahulu sistem pendingin pada kendaraan/mesin yang diberikan, termasuk di antaranya yaitu level cairan pendingin dan kondisi komponen. Level cairan pendingin Level radiator Level botol ekspansi Kondisi komponen Bisa dipakai Tidak bisa dipakai Bisa dipakai Tidak bisa dipakai

Kipas pendingin Sabuk penggerak Pipa saluran cairan pendingin Kebocoran cairan pendingin Inti radiator Komentar......................................................................................................................... ......................................................................................................................................... .........................................................................................................................................

3. Laporan Kerusakan pada Kerja Sistem
Starter dan jalankan mesin kendaraan hingga diperoleh temperatur kerjanya. Periksa sistem pendingin apakah terdapat kerusakan. Beri tanda silang pada tabel berikut dan sebutkan pendapat anda. Kerja alat pengukur temperatur Waktu yang diperlukan untuk pemanasan baik? Mencapai temperatur kerja normal? Tidak bekerja? Temperatur kerja tinggi? Temperatur kerja rendah? Ya Tidak

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

56

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

Apakah kerja alat pengukur temperatur dapat/tidak dapat dipakai Komentar......................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... Kerja kipas thermal (jika ada) Menyala? Mati? Apakah kerja kipas thermo listrik dapat/tidak dapat dipakai Komentar......................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... Kerja kipas viskositas Operasi saat dingin? Operasi temperatur normal? Operasi saat panas? Apakah kerja kipas kopling fluida dapat/tidak dapat dipakai Ya Tidak Ya Tidak

Komentar......................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... Apakah terlihat ada kerusakan operasional pada sistem pendingin termasuk waktu pemanasan, temperatur kerja, operasi kipas pendingin thermostatik dan kerja alat pengukur temperatur. Komentar......................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... Apa prosedur yang harus dilaksanakan untuk memastikan kerusakan yang terjadi yang anda lihat pada latihan sebelumnya. Komentar......................................................................................................................... ......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... .........................................................................................................................................

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

57

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

BAB IV EVALUASI A. SOAL TEORI :
1. Sebut fungsi sistem pendingin bagi mesin !

2. Sebut komponen-komponen yang menyalurkan panas dari silinder ke aliran udara di sekitarnya pada mesin yang didinginkan dengan udara. 3. Jelaskan dengan singkat cara kerja radiator

4. Terangkan fungsi komponen-komponen tutup radiator berikut ini serta bagaimana kerjanya : a. Katup tekan b. Katup Vakum
5. pendingin. Jelaskan 4 langkah dari cara kerja sistem pengaliran kembali air

6. Jelaskan dengan singkat langkah kerja untuk melepas tutup radiator saat mesin dalam kondisi panas. 7. dikeluarkan? Pada saat kondisi apa air dalam sistem pendinginan harus

8. Apa dua keuntungan dari cairan pendingin dengan bahan dasar ethylene glycol?
9. Terdapat dua cara pengujian cairan pendingin yang dapat dilakuklan dalam bengkel kerja secara cepat dan paling murah. Jelaskan masing –masing pengujian tersebut!

10. Jelaskan kerja thermostat modern yang menggunakan katup by-pass pada kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Dingin b. Panas

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

58

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

B. Kunci Jawaban 1. Sistem pendingin didesain untuk melepaskan panas dari mesin dan menjaga mesin agar tetap berada pada temperatur kerja yang paling efisien. 2. Sirip-sirip pendingin silinder mesin. 3. Radiator mendinginkan air pendingin sesudah mendapat panas dari dalam mantel air.Radiator terdiri dari tangki air bagian atas, tangki air bagian bawah dan inti pendingin diantaranya. Air pendingin masuk ke tangki bagian atas dari pipa radiator atas. Tangki bagian atas juga terdapat tutup radiator untuk menampah air pendingin baru. Bagian tersebut dihubungkan dengan pipa ke tangki cadangan yang berfungsi untuk menampung kelebihan air pendinginan atau penguapan. Tangki bagian bawah mempunyai lubang pengeluaran dan lubang pembuangan.

Inti radiator terdiri dari beberapa tabung yang dilewati air pendingin dari tangki bagian atas ke tangki bagian bawah. Pada inti radiator terdapat sirip-sirip pendingin untuk memindahkan panas dari air pendingin. Radiator biasanya diletakkan di bagian depan kendaraan dengan tujuan radiator dapat mendinginkan sendiri karena udara yang mengalir sewaktu kendaraan berjalan. 4. Katup tekanan berfungsi menjaga tekanan dalam sistem. Katup ini tertutup oleh pegas kalibrasi yang menentukan besarnya tekanan untuk membuatnya terbuka.
Katup vakum terbuka jika tekanan dalam sistem jatuh setelah mesin dimatikan dan mendingin sehingga cairan pendingin yang memuai dan luber kembali mengalir pada radiator.

5. Jawaban
Langkah 1: Langkah 2: Mesin dalam keadaan dingin. Air pendingin dalam tangki/botol cadangan pada posisi “cold” Selama mesin bekerja dan sesaat sesudah mesin dimatikan, air pendingin mengembang menyebabkan kenaikan tekanan. Tekanan membuka katup pelepas dalam tutup radiator dan air pendingin mengali ke botol cadangan/penampung. Selama mesin dimatikan air pendingin menjadi dingin dan menyusut. Ini akan menyebabkan kevakuman di dalam radiator yang akan membuka katup vakum dalam tutup radiator dan menarik air pendingin dari botol cadangan/penampung kembali ke radiator. Mesin kembali dalam kondisi dingin, posisi air dalam botol cadangan pada “cold”

Langkah 3:

Langkah 4:

6. Jika melepas tutup radiator dari mesin panas, prosesnya sebagai berikut: • • Tunggu mesin sampai dingin bila memungkinkan. ♦ Terutama jika diduga terjadi pendidihan air pendingin Letakkan sepotong kain yang tebal atau kain lap diatas tutup radiator

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

59

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

• • • •

♦ Kain lap harus menutupi keseluruhan tutup radiator dan sekitarnya. Putar tutup radiator pelan-pelan berlawanan arah jarum jam seperempat putaran. ♦ Pada posisi ini tutup radiator akan ditahan untuk keselamatan. ♦ Uap air akan langsung keluar perlahan-lahan. Tunggu hingga tekanan uap air menjadi habis. Tekan tutup radiator benar-benar ke bawah dan putar seperempat berikutnya Lepas tutup radiator.

7. Pada saat terjadi pembentukan korosi dan endapan. 8. Jawaban a. Menaikkan titik didih air pendingin dan b. Menurunkan titik beku dari air pendingin 9. Jawaban 1. Hidrometer (pengukur berat jenis) – menunjukkan prosentase dari ethylene glycol per volume, tetapi tidak dapat mengukur kualitas zat anti korosi. 2. Mengunakan kertas litmus untuk mengecek tingkat keasaman (pH) air pendingin. Tingkat keasaman yang diijinkan adalah 7.5, tingkat keasaman di atas atau dibawahnya akan menyebabkan korosi.

10. a. Kerja katup termostat saat mesin dingin Pada saat temperatur cairan pendingin mesin dalam keadaan dingin, katup utama thermostat menutup oleh tekanan pegas, katup by-pass pada posisi membuka. Keadaan ini memungkinkan cairan pendingin bersirkulasi dengan dorongan pompa air melalui blok mesin dan kepala silinder, melalui rangkaian by-pass thermostat yang terbuka dan kembali pada pompa air sehingga memungkinkan pemanasan mesin yang lebih cepat. B. Kerja katup termostat saat Panas Pada saat mesin mencapai temperatur kerjanya, lilin penyumbat memuai dan menggerakkan silinder thermostat. Kondisi ini membuat terbuka katup utama thermostat dan pada waktu yang sama menutup katup by-pass. Cairan pendingin yang mengalir melalui rangkaian by-pass kemudian tersumbat sehingga terjadi sirkulasi melalui thermostat menuju radiator dan terjadi pendinginan sebelum kemudian mengalir kembali pada pompa air dan blok mesin.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

60

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

BAB IV PENUTUP
Pada pembelajaran kompetensi pemeliharaan / servis system pendinginan dan komponen-komponennya ini menitik beratkan pada bagaimana prosedur memelihara system pendinginan dan komponen-komponenya. Untuk itu pengetahuan-pengetahuan dasar tentang fungsi, konstruksi dan cara kerja serta komponen-komponen system pendinginan perlu dikuasai. Setelah menyelesaikan modul pemelajaran ini, siswa dapat melanjutkan mempelajari modul OPKR 20 – 014B tentang pemeliharaan/servis sistem bahan bakar motor bensin. Setelah siswa menguasai beberapa kompetensi selanjutnya siswa dapat mengajukan / menempuh uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi di tempat uji kompetensi yang telah ditunjuk untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

61

MODUL PEMBELAJARAN OTOMOTIF

ENGINE

DAFTAR PUSTAKA
Abigain Pakpahan, 1998. Motor Otomotif 2 , Penerbit Angkasa : Bandung. Toyota Servis Training, 1995, Buku Praktek Untuk STM, PT. Toyota Astra Motor. Jakarta Toyota Astra Motor, 1988. Dasar-Dasar Outomobil. PT. Toyota Astra Motor. Jakarta Toyota Astra Motor, 1995, Engine Step 2, PT. Toyota Astra Motor . Jakarta

Pemeliharaan/servis sistem pendinginan @.rif. h, $.Pd

62

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful