You are on page 1of 72

(berdasarkan buku Ross Harvey, 1993)

Pemeliharaan Bahan Pustaka Langka: prosedur, perbaikan dan penjilidan

Keberadaan Teknisi Konservator & Konservator di Perpustakaan.


Idealnya perpustakaan memiliki konservator yang terlatih dan berpengalaman, untuk melakukan semua prosedur pemeliharaan dan perbaikan, dan semua prosedur konservasi lainnya.

Tugas Konservator
Mengawasi kegiatan konservasi Membuat prioritas utama terhadap usaha perbaikan bahan

pustaka Mengembangkan dan mengenalkan prosedur dan teknik baru dalam perbaikan bahan pustaka. Memperbaharui informasi mengenai konservasi bahan pustaka dengan mengikuti perkembangan literatur konservasi.

Pemilihan Prosedur Perawatan


Pemilihan bahan pustaka yang akan di konservasi Penunjukkan konservator

Pemilihan bentuk konservasi (teknologi, biaya,

penanganan)

Kualitas Material Perbaikan Bahan Pustaka


Kertas atau lembaran kertas harus bebas asam (free-acid-

paper) Bahan perekat tidak dibuat dari bahan kimia yang berbahaya.

Prinsip IFLA untuk pemeliharaan dan konservasi material perpustakaan


bahwa material yang digunakan dalam penjilidan, sampul buku, kotak,dll, semuanya harus berkualitas baik untuk memastikan material tersebut tidak mengakibatkan kerusakan kimia terhadap bahan pustaka.

Prinsip Perbaikan Roger Ellis


Prinsip pemilihan konservasi bahan pustaka. Prinsip ini mengarahkan konservator, bahwa

prosedur perbaikan bahan pustaka harus tidak mengubah nilai bahan pustaka yang diperbaiki, tidak merusak bahan pustaka, dan sedikit tindakan untuk memperbaiki bahan pustaka.

Reversibilitas Perawatan Bahan Pustaka


Bahan pustaka dapat dikembalikan ke kondisi sebelum perawatan diberikan.

Kesesuaian Masalah dengan Solusi


Bahan material yang diberikan untuk memperbaiki bahan pustaka yang rusak harus memiliki kekuatan yang sama dengan bahan material yang telah dimiliki oleh bahan pustaka yang sedang diperbaiki tersebut. Jika tidak, maka bahan pustaka yang sedang diperbaiki tersebut akan mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sebelum bahan pustaka diberikan perawatan. Contoh: penggunaan material perbaikan yang kuat digunakan pada kertas yang lemah, hal itu akan menambah kerusakan pada kertas yang diperbaiki, sebab material tersebut memberikan tekanan pada bagian yang rusak.

Pemeliharaan koleksi, meliputi:


pembersihan semua materi dalam koleksi dan lingkungannya. Pemberian material pelindung pada bahan pustaka yang membutuhknnya, contoh: kotak pelindung. perbaikan-perbaikan pada bahan pustaka identifikasi bahan pustaka yang memerlukan konservasi selanjutnya penempatan kembali bahan pustaka yang telah diperbaiki.

Prosedur Pembaharuan Menurut Carolyn Horton


Pembersihan dan pemeliharaan jilidan Mengubah hal yang dapat menyebabkan kerusakan.

Contoh, mengubah penerangan dan pemanasan yang tidak sesuai di area penyimpanan.

Langkah-langkah Prosedur Pembaharuan Menurut Carolyn Horton


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mengatur area kerja dan peralatan Menetapkan prosedur dokumentasi Memindahkan buku dari rak Membersihkan buku Membagi buku ke dalam dua kategori (a. Buku yang memerlukan perawatan konservasi oleh tenaga profesional; b. Buku yang dapat diperbaiki oleh staf perpustakaan) Membagi buku kategori pada langkah 5 (b) ke dalam dua kategori (a. Kain, catatan/kertas, vellum, penjilidan alum-tawed; b. Penjilidan kulit selain alum-tawed) Buku yang telah di bagi pada langkah 6 (a) dibagi kedalam (kategori perawatan: pembersihan, lampiran, dll.; Menggunakan perawatan yang sesuai; Menempatkan kembali ke rak)

Perbaikan Buku Menurut Carolyn Morrow


Perbaikan buku yang aktif dan terorganisasi dengan baik merupakan aktivitas perawatan penting dalam perpustakaan, karena adanya penurunan tajam pada kualitas pembuatan buku, khususnya kualitas kertas dan penjilidan.

Pemilihan Prosedur Konservasi


Perhatikan dalam memilih dan menerapkan prosedur konservasi, Jika meragukan minta saran seorang konservator. Lebih berhati-hati dengan menguji metode pada sampel awal.

Peralatan yang diperlukan untuk perbaikan : a. Peralatan sederhana dan tidak terlalu mahal: penyimpan map pemotong kertas atau karton Gunting sikat halus b. Peralatan yang lebih mahal dan memakan tempat standing-press atau board shears.

Daftar Peralatan yang digunakan untuk Perbaikan Koleksi


Gunting Penggaris baja panjang Cutter Persegi panjang Pemotong karton Pensil Penghapus plastik putih Pad pembersih dokumen Timbangan Sikat halus debu

Vacum claener Penyimpan map Tissue pembersih lensa Pasta selulosa metil Tusuk sate Penjepit datar Penjepit catatan Box yang ringan Pengering tinta Polyester film Pembersih debu Minyak kayu putih Air suling Cotton wool Kaca Pembesar Botol penyemprot PVA bahan perekat

Penyelamatan Arsip/Dokumen Pertanahan Pasca Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami.

A. Persiapan :
1. Menyiapkan bahan dan peralatan 2. Melakukan pengangkutan arsip / dokumen dari Cold Storage 3. Melakukan penyimpanan arsip/dokumen di ruang Pelayuan 4. Memasukan arsip / dokumen kedalam Freezer 5. Memasukan arsip / dokumen ke dalam Mesin Pengering Vacuum Freezer Dry Chamber 6. Melakukan pengangkutan arsip / dokumen ke ruang Konservasi 7. Melakukan proses restorasi arsip dengan menggunakan mesin Leaf Casting

B. Bahan dan Peralatan


1. Sikat 2. Kape 3. Spatula 4. Cutter 5. Pinset 6. Gunting 7. FAN (kipas angin) 8. Vacum Cleaner 9. Rak pengering arsip 10. Kantong plastik putih 11. Alkohol 70 % 12. Alat Penjepit 13. Tali rafia 14. Kuas sedang 15. Masker 16. Sarung tangan plastik 17.Tissu paper/washi 18. Non ovensit tipis 19. Mesin Dry Chamber 20. Mesin Freezer

C. Tahapan Kegiatan

1. Melepaskan / membuka arsip


Melepaskan/ memisahkan arsip lembar perlembar dan membuka arsip yang lengket karena terkena lumpur.

2. Membersihkan arsip

penyemprotan arsip menggunakan alkohol 70%. Setelah penyemprotan, memasukan arsip kedalam kantong plastik bersih berwarna putih. Arsip-arsip direndam dalam bak plastik dengan air hangat dicampur dengan alkohol 70%.

3. Pengeringan Arsip
Menggantung arsip dan menjepit pada tali gantungan sampai kering (lebih kurang 24 jam). Kemudian arsip diletakan pada rak-rak pengering.

4. Penyusunan Arsip
Menyusun arsip kembali sesuai halaman untuk menghindari terjadinya kekacauan pada arsip. Kegiatan ini dilakukan setelah tahapan-tahapan kegiatan sebelumnya telah sungguh-sungguh dan benar sesuai dengan teknik restorasi arsip.

5. Pemeriksaan ulang
Pemeriksaan ulang terhadap arsip yang telah direstorasi dan

mengembalikan sesuai urutan nomor halaman lembar per lembar. Kegiatan ini dilakukan untuk menghindari arsip yang telah direstorasi tidak saling melekat (menempel). Jika dipandang perlu, arsip yang telah direstorasi dilakukan scanning.

6. Pengangkutan Arsip / Dokumen dari Cold Storage


Pemeriksaan arsip/dokumen, untuk menentukan skala prioritas arsip yang lebih dahulu dikerjakan. Pengangkutan arsip mengutamakan keselamatan, dan keamanan arsip.

7. Penyimpanan di ruang Pelayuan


Pembukaan kotak/box periksa kembali arsip/dokumen dan susun diatas baki. Identifikasi dan lakukan penomoran, agar saat pengelompokan tidak mengalami kesulitan. Sesuaikan ketebalan arsip/dokumen dengan ukuran tinggi baki. Lakukan pemotretan arsip sebelum pekerjaan dimulai.

8. Memasukan Arsip / Dokumen kedalam Freezer


Arsip / dokumen disusun diatas baki (kapasitas mesin memuat 52 baki). Simpan arsip dalam Freeser selama 1 malam dengan suhu 35 derajat celcius. Arsip / dokumen yang disimpan dalam Freezer 2 baki diantaranya diletakan alat sensor untuk pengecekan suhu.

9. Memasukan Arsip/Dokumen kedalam Mesin Pengering Vacuum Dry Chamber


Memasukan Arsip / dokumen kedalam rak pengering sebanyak 52 baki. Setelah kurang lebih 1 minggu proses pengeringan sudah selesai arsip/dokumen dikeluarkan dari Mesin pengering. Pengecekan dan diseleksi ulang barangkali arsip / dokumen ada yang masih belum kering. Arsip/dokumen yang masih belum kering harus dimasukan kembali kedalam Freezer

10. Pengangkutan ke ruang Konservasi

Proses penyetaraan kelembaban arsip/dokumen penyimpanan dan penataan di atas rak pengering selama 1 malam. Menyatukan kembali arsip / dokumen yang dibuka dari bundel-bundel dikembalikan pada bundel semula / aslinya. Membuka arsip/dokumen lembar perlembar dan membersikannya dari kotoran debu/lumpur. Pencatatan kembali pada bundel dokumen dan penyeleksian pada arsip yang harus diperbaiki dengan cara proses Leaf Casting.

11. Proses Restorasi dengan cara Leaf Casting

Pemberian nomor halaman pada arsip/dokumen. Menghilangkan asam pada kertas arsip dengan cara basah dan gunakan campuran kalsium karbonat 1% selama 1 jam. Memasukan arsip / dokumen diatas net mesin leaf casting (proses penambalan dengan pulp/bubur kertas). Zesing ialah melapisi kertas arsip dengan kertas tissu/ washi lalu diberi lem starch dan MC (Methyl Colusa). Keringkan dan letakkan di atas rak pengering dengan AC/ kipas angin selam 24 jam.

Setelah kertas arsip kering, kemudian buka kertas/bahan pembantu non ovensit dan potong keempat sisi kertas arsip. Arsip/dokumen setelah dilakukan pemotongan pada sisi kertas arsip, kemudian masukkan ke dalam mesin press selama lebih kurang 6 (enam) hari, sehingga permukaan kertas arsip menjadi rata. Kontrol kualitas hasil pekerjaan, susun kembali halaman per halaman dan jika masih terdapat kerusaksan pada fisik arsip atau menempel segera lakukan proses ulang.

Dengan demikian selesai sudah tahapan-tahapan penyelamatan arsip BPN Aceh

Pentingnya Pemeriksaan Awal


Sebelum diperbaiki, bahan pustaka diperiksa terlebih dahulu untuk memutuskan apakah bahan pustaka tersebut perlu diperbaiki, dan jenis perbaikan apakah yang tepat.

Mengatasi Perpindahan Asam


Perpindahan asam (noda atau kecoklatan) terjadi ketika asam berpindah dari kertas ke kertas yang

berdekatan yang memiliki keasaman yang lebih rendah. Perpindahan asam harus diatasi untuk mempertahankan isi informasi.

Kotoran dapat dibersihkan dengan menggunakan: sikat

halus tipis, penghapus, pembersih dokumen, menurut jenis kertas dan kondisinya. prosedur pembersihan pada permukaan yang sedang dibersihkan.

Pengawasan diperlukan untuk memeriksa pengaruh

Sarung tangan putih bahan katun harus tetap dipakai

untuk menjaga tangan tetap bersih, dan permukaan dokumen harus dijaga kebersihannya untuk menghindari pengotoran lebih lanjut pada kertas yang telah dibersihkan.
Ritzenthaler,1983, p.95-98).

(Cunha 1983, p.144, Horton 1969, p.32,Price, 1969,p.20-21,

Membersihkan Jilidan
Pembersihan jilidan dengan menggunakan sabun dan air hanya digunakan untuk sampul buku anti air, karena akan menghilangkan warna dan membuka lem perekatnya. Cara lain yang dapat dipakai ialah dengan menggunakan karet penghapus. Pembersihan jilidan kulit dicatat di bawah pada bagian Leather Cleaning and Dressing. (Horton, 1969, p.34)

Membuka Gulungan Kertas


Lembaran kertas yang tergulung untuk waktu lama perlu

dibuka secara hati-hati, hal ini untuk menghindari kertas menjadi robek atau serpihan. Dalam proses pengenduran, uap dimasukkan ke dalam kertas di mana serat dapat lentur kembali, dan kertas dibuka gulungannya dengan meratakannya di bawah beban dan kertas isap. Uap dimasukkan dengan memeriksa tinta pada kertas terhadap daya larutnya dalam air; menyemprot dengan air suling; menempatkan kertas di antara pengering tinta; atau menggunakan ruang penetral kelembaban (Contoh: tempat sampah plastik atau dari kain polythene).
(Price, 1989,pp.22,28; Ritzenthaler, 1983, p.90)

Pembersihan Bahan Perekat


Plester perekat perlu dibersihkan dari kertas.

Yaitu dengan menggunakan larutan dalam jumlah sedikit secara hati-hati, dan pada saat bahan perekat kendur, tariklah plesternya. (Horton 1969,p.27).

Perbaikan Kertas yang Robek


Metode standard memperbaiki kertas yang robek adalah menempelkan bagian yang robek dengan kertas bebas asam kuat yang transparan.

Media yang Digunakan untuk Perbaikan Kertas yang Robek


Kertas Jepang buatan tangan

dari berbagai jenis (Tengujo dan Sekhisu). Tissue pembersih lensa Tisu Heat-Set Pasta kanji Pasta selulosa metil

Memperkuat Engsel (Sambungan Buku)


Jilidan dari penerbit biasanya tidak kuat, jilidan kendur

dan kertas kadang terlepas dari jilidan. Jika tidak diperbaiki sejak awal, dan jika dibiarkan maka buku tersebut harus dijilid ulang, yang akan menghabiskan dana yang lebih besar, dibandingkan dengan melakukan perbaikan sejak awal.

Media yang digunakan untuk memperbaiki engsel buku


Jarum Rajut
Tusuk Sate Lem PVA Kertas Lilin Pelindung (Parafin) Kertas Bagian Paling Depan Buku

Perawatan Kulit & Sampul Buku


Penjilidan kulit memerlukan perawatan berkelanjutan. Kulit dan sampul buku harus dirawat sejak dini untuk

memberikan lapisan pelindung, kemudian sampul buku kulit dirawat secara teratur.
Horton dan Ritzenthaler menyarankan penggunaan larutan

laktat potasium untuk perawatan awal dengan memasukkan garam pelindung, dan untuk menetralisir asam di kulit. Trinity College Library, Dublin, mengunakan selulosa hidroksiprofil pada alkohol untuk memperkuat kulit sebelum penyampulan seperti dicatat dalam Preservation Printed Heritage.

Prosedur Pembaharuan Jilidan


Mengganti ujung lembaran yang robek. Memperbaharui punggung buku yang rusak. Menjilid ulang teks blok dengan menggunakan jilidan asli. Memasang sampul buku baru. Memperbaiki bagian depan dan belakang halaman.

Tahapan Pembaharuan Penjilidan Buku menurut Konservator


Membuat program pembaharuan penjilidan. Memberikan pelatihan bagi staf yang akan melaksanakan

perbaikan penjilidan. Memonitor program tersebut secara teratur.

Resiko Fumigasi
UU dibeberapa negara melarang penggunaan bahan

kimia yang biasa dipakai untuk fumigasi. Wood Lee: bahwa semua biosida memiliki tingkatan racun mamalia. Penggunaan metode kimia fumigasi memerlukan seseorang yang ahli. Memiliki resiko yang besar pada kesehatan bagi fumigator maupun orang yang menanganinya.

Bahan Kimia yang Digunakan dalam Fumigasi


A.Thymol di Inggris penggunaanya dilarang. Penggunaannya :
Menempatkan bahan pustaka yang akan di fumigasi dalam

ruang hampa udara dengan kristal thymol. Memanaskan kristal thymol. Fumigasi dalam periode 3-7 hari. Uap thymol tidak boleh terhirup. Kontak langsung harus dihindari.

B. Ortho-penyl phenol
Diragukan efektivitasnya sebagai pembasmi jamur. Digunakan dalam beberapa cara:
Dicampurkan dengan alkohol sebagai uap atau

semprotan. Dicampurkan dengan alkohol dan diuapkan dalam ruang hampa udara.

Hindari kontak langsung dengan uap ortho-penyl

phenol.

C. Sodium Ortho-Phenil Phenate


Digunakan untuk membuat tissue anti jamur. Dibuat dengan cara:
Memberikan larutan tersebut sebesar 5% kedalam kertas

tissue. Kertas tisu ditempatkan dalam buku yang perlu dirawat, kemudian disimpan dalam plastik tertutup selama beberapa bulan.

Kegunaan Lampiran Pelindung


Menghambat / memperlambat perubahan kondisi

lingkungan Memberikan perlindungan dari air, asap, panas dan substansi lain yang merusak.

Jenis Lampiran Pelindung


Enkapsulasi lembaran tunggal. Folder dokumen tidak terjilid. Boks untuk bahan pustaka dan bahan pustaka yang jilidannya

telah rusak. slip cases untuk bahan pustaka terjilid dan buku-buku yang sampulnya telah menyusut.

Penggunaan Enkapsulasi
Lembaran bahan pustaka dapat dienkapsulasi diantara

lembaran-lembaran plastik transparan seperti mylar. Mylar Enkapsulasi digunakan pada bahan pustaka yang mudah rusak atau tergolong berat.

Cara Enkapsulasi
Siapkan dua lembar mylar lebih besar dari lembaran dokumen yang

ingin dienkapsulasikan. Letakkan lembaran dokumen diantaranya. Tepi lembaran mylar disegel secara bersamaan. Segel dengan menggunakan double tape, dijahit, atau las ultrasonic. Lihat: Cunha, 1983,pp.152-156; Ritzenthaler, 1983,pp.106-108; Morrow dan Dyll, 1986,pp.177-122; Price, 1989, pp.26-27.
Mylar Envelopes

Istilah phase box berasal dari program konservasi Library of Congress


Fungsi phase box untuk perlindungan pada koleksi dan menjaga agar bahan pustaka tidak terpisahkan satu sama lain. memberikan perlindungan terhadap lampiran pelindung luar untuk melindungi bahan pustaka yang rusak.

Pembuatan Phase Box


Karton bebas asam (free-acid-box) dipotong Dilipat berdasarkan pola yang sebelumnya ditentukan. Phase box secara khusus dilindungi dengan velcro coins

atau ikatan kain. Pembuatan phase box memerlukan waktu 30 menit.

Lihat: Cunha, 1983,pp.163-168;Ritzenthaler, 1983,pp.115-120; Morrow dan Dyll, 1986,pp.132-141; Morrow dan Dyll, 1986,pp.177-122; Price, 1989, pp.26-27).[28]

Double-tray boxes. Box yang terbuat dari kertas yang berombak yang cocok untuk membungkus sebagian besar material. A poormans solander box. Box dengan ujung yang tertutup didisain untuk

buku kecil.

solander box

Dokumen, pamflet dan bahan pustaka tipis pada

umumnya disimpan pada sebuah folder dokumen. Folder dokumen dibuat dari karton bebas asam

Slipcase melindungi jilidan dari goresan, cahaya dan debu. Slipcase terbuat dari karton. Slipcase sejak tahun 1987 telah digunakan di Perpustakaan

Nasional Australia. (Price,1989,p.38)

Kelemahan Penjilidan Industri


Jilidan lemah

Memakai perekat (bukan dijahit), kurangnya kekuatan dan

menyulitkan penjilidan ulang di masa datang.

Alasan Penjilidan di Perpustakaan


Jilidan di penerbit tidak sesuai untuk pemakaian

perpustakaan. Jilidan sudah rusak. Menyatukan terbitan berseri. Keamanan memperpanjang umur bahan pustaka.

Faktor-faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Penjilidan


Daya tahan buku ditempatkan dalam koleksi Kekuatan kertas

Tujuan Penjilidan
Memberikan perlindungan bagi bahan pustaka agar bahan pustaka tersebut mencapai umur yang semaksimal mungkin.

Recasing
Recasing diterapkan pada buku yang rusak atau lepas dari

bingkainya, dimana jahitannya masih kuat dan utuh. Cara: Melepas bingkai lama dan lembaran belakang juga dilepaskan, dan lembaran belakang yang baru ditempelkan.

Keuntungan Recasing
Kerusakan dapat diminimalisir. Lebih murah dibandingkan dengan penjahitan dan penjilidan ulang.

Menjahit melalui lipatan


Digunakan untuk menjilid

bahan pustaka yang telah dikumpulkan (contoh: majalah ilmiah). Jilidan kuat dan mudah dibuka, mampu menahan tekanan ketika difotocopy. Jilidan cara ini dapat dijilid ulang jika perlu.

Penjilidan dengan bahan perekat double-fan


Kertas dipotong untuk dijadikan punggung buku
Bahan perekat digunakan sementara buku disebar satu arah terlebih dahulu, kemudian disebar pada arah lain. Hasil dapat dibuka tipis dan relatif kuat.

Oversewing
Teknik yang paling kuat, tetapi memiliki karakteristik yang tidak diinginkan seperti: tidak dapat dibuka sepenuhnya sulit untuk dijilid ulang jika kertas rapuh, halaman pada ujung jahitan akan terlepas.

Tahapan Teknik Oversewing


Buku dibagi tiga bagian Buat lubang secara miring pada tiap bagian sekitar 3 mm

dari tepi halaman tiap bagian dijahit melalui lubang-lubang tersebut sehingga terhubung satu sama lain.

Metode Penjilidan yang Lain


Pamflet atau bahan pustaka lain yang tidak memiliki kotak pelindung ataupun lampiran, biasanya akan dijilid, atau sampul kertasnya akan diperkuat dengan berbagai cara.

Memperkuat Sampul Buku


Sampul buku tipis tidak cukup kuat untuk bertahan di

perpustakaan, diperlukan penguatan sebelum masuk ke dalam koleksi. Lahir suatu kebijakan bahwa sampul buku tipis harus dijilid atau diperkuat sebelum dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan.

Dahulu penjilidan dilakukan di perpustakaan-

perpustakaan besar sebagai bagian dari kegiatan mereka. Saat ini penjilidan di perpustakaan dilakukan di tempat penjilidan perpustakaan komersial. dikritik karena melakukan penjilidan tanpa memperhatikan pemeliharaan bahan pustaka. pemberlakuan satu bentuk penjilidan pada semua jenis pustaka. Contoh: teknik oversewing pada semua buku tanpa memperhatikan letak margin, kerapuhan kertas dan kebutuhan membuka buku. Ketentuan tentang standar penjilidan di perpustakaan terdapat di dalam Preservation Planning Program Resource Notebook.