You are on page 1of 9

Pembasmi hama atau pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme

pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".

Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, serta juga dapat merusak ekosistem. Dengan adanya pestisida ini, produksi pertanian meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik. Karena pestisida tersebut racun yang dapat saja membunuh organisme berguna bahkan nyawa pengguna juga bisa terancam bila penggunaannya tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan. menurut depkes riau kejadian keracunan tidak bisa di tanggulangi lagi sebab para petani sebagian besar menggunakan pestisida kimia yang sangat buruk bagi kesehatan mereka lebih memilih pestisida kimia dari pada pestisida botani (buatan) kejadian keracunan pun sangat meningkat di provinsi tersebut. mMnurut data kesehatan pekan baru tahun 2007 ada 446 orang meninggal akibat keracunan pestisida setiap tahunnya dan sekitar 30% mengalami gejala keracunan saat menggunakan pestisida Karena petani kurang tau cara menggunakan pestisida secara efektif dan penggunaan pestisida secara berlebihan, dan berdasarkan hasil penilitian Ir. La Ode Arief M. Rur.SC. dari Sumatera Barat tahun 2005 mengatakan penyebab keracunan pestisida di Riau akibat kurang pengetahuan petani dalam penggunaan pestisida secara efektif dan tidak menggunakan alat pelindung diri saat pemajanan pestisida,hasilnya dari 2300 responden yang peda dasarnya para petani hanya 20% petani yang menggunakan APD (alat pelindung diri), 60% patani tidak tau cara menggunakan pestisida secara efektif dan mereka mengatakan setelah manggunakan pestisida timbul gejala pada tubuh ( mual,sakit tenggorokan, gatal - gatal, pandangan kabur, Dll.)dan sekitar 20% petani tersebut tidak tau sama sekali tentang bahaya pestisida terhadap kesehatan,begitu tutur Ir. La Ode Arief M. Rur.SC. beliau juga mengatakan semakin rendah tingkat pendidikan petani semakin besar risiko terpajan penyakit akibat pestisida. Oleh karena itu, adalah hal yang bijak jika kita melakukan usaha pencegahan sebelum pencemaran dan keracunan pestisida mengenai diri kita atau makhluk yang berguna lainnya. Usaha atau tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah : 1. Ketahui dan pahami dengan yakin tentang kegunaan suatu pestisida. Jangan sampai salah berantas. Misalnya, herbisida jangan digunakan untuk membasmi serangga. Hasilnya, serangga yang dimaksud belum tentu mati, sedangkan tanah dan tanaman telah terlanjur tercemar. 2. Ikuti petunjuk-petunjuk mengenai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pabrik atau petugas penyuluh. 3. Jangan terlalu tergesa-gesa menggunakan pestisida. Tanyakan terlebih dahulu pada penyuluh. 4. Jangan telat memberantas hama, bila penyuluh telah menganjurkan menggunakannya. 5. Jangan salah pakai pestisida. Lihat faktor lainnya seperti jenis hama dan kadangkadang usia tanaman juga diperhatikan. 6. Gunakan tempat khusus untuk pelarutan pestisida dan jangan sampai tercecer. 7. Pahami dengan baik cara pemakaian pestisida.

[sunting] APA ITU PESTISIDA?

kutu. ulat. Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . ganggang serta kehidupan lainnya yang terbukti mengganggu kesejahteraannya. penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. maka peredaran. Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu. Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). diedarkan dan digunakan pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan. tumbuhan pengganggu. yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. dan supaya pestisida dapat digunakan efektif. ngengat. Dan belajar dari pengalaman. siput. Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida. burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis. tungau. namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. tungau. Menyikapi hal ini. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa:     tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan. Aman terhadap diri dan lingkungannya. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing pestisida. 7 Tahun 1973. .Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. yang dimaksud hama adalah meliputi semua hewan yang mengganggu kesejahteraan hidupnya. PERATURAN PEMERINTAH NO. 7 TAHUN 1973 Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati. pestisida adalah sebagai alternatif terakhir. penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas. kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis). BBagi kehidupan rumah tangga. bakteria dan virus. kumbang. Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. kecoak. tepat waktu. seperti lalat. siput. tikus. rayap. Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman. dan tepat takaran). penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur). yaitu serangga. tepat cara aplikasi. diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin pestisida itu tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keteranganketerangan yang dimaksud dalam surat Keputusan Menteri Pertanian No. tepat sasaran. nyamuk.

Sesuai dengan definisi tersebut di atas maka suatu bahan akan termasuk dalam pengertian pestisida apabila bahan tersebut dibuat. Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk pengendalian jasad pengganggu tersebut adalah racun yang berbahaya. Prinsip penggunaannya adalah:     harus kompatibel dengan komponen pengendalian lain. binatang pengerat. namun juga diperlukan dalam bidang kehutanan terutama untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya. dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan. jadi harus mudah terurai . seperti komponen hayati efisien untuk mengendalikan hama tertentu meninggalkan residu dalam waktu yang tidak diperlukan tidak boleh persistent. virus.Dalam peraturan pemerintah tersebut yang disebut sebagai pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:         memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman. tanah dan air. pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus untuk memberantas atau mencegah gangguan serangga. PERANAN PESTISIDA Pestisida tidak hanya berperan dalam mengendalikan jasad-jasad pengganggu dalam bidang pertanian saja. bakteri. kecuali yang tergolong pupuk memberantas atau mencegah hama luar pada ternak dan hewan piaraan memberantas atau mencegah hama air memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi. bakteria atau jasad renik yang terdapat pada manusia dan binatang lainnya. nematoda. diedarkan atau disimpan untuk maksud penggunaan seperti tersebut di atas. Dalam konsep Pengendalian Terpadu Hama. jasad renik yang dianggap hama kecuali virus. dengan penggunaan pada tanaman. cendawan. bagian tanaman atau hasil pertanian memberantas gulma mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman. pestisida berperan sebagai salah satu komponen pengendalian. Sedangkan menurut The United States Federal Environmental Pesticide Control Act. sumber daya hayati dan lingkungan pada umumnya. Atau semua zat atau campuran zat yang digunakan sebagai pengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman. tentu saja dapat mengancam kesehatan manusia. Untuk itu penggunaan pestisida yang tidak bijaksana jelas akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia. Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh hama-hama tanaman. gulma. dalam bidang perumahan terutama untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain.

Pengalaman di Indonesia dalam menggunakan pestisida untuk program intensifikasi. dan berdasarkan catatan dari FAO penggunaan pestisida dapat menyelamatkan hasil 50 persen pada tanaman kapas. Idealnya teknologi pertanian maju tidak memakai pestisida. maka dapat dikatakan bahwa peranan pestisida sangat besar dan merupakan sarana penting yang sangat diperlukan dalam bidang pertanian. Pengalaman di Amerika Latin menunjukkan bahwa dengan menggunakan pestisida dapat meningkatkan hasil 40 persen pada tanaman coklat. sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan jasad pengganggu. pelarut serta bahan perata. Pestisida saat ini masih berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh jasad pengganggu. WSC (water soluble concentrate). yaitu bahan aktif. dan kehilangan hasil karena hama dapat ditekan. 2. Cairan emulsi (emulsifiable concentrates/emulsible concentrates) Pestisida yang berformulasi cairan emulsi meliputi pestisida yang di belakang nama dagang diikuti oleb singkatan ES (emulsifiable solution). Memang tersedia cara lainnya. bahkan penggunaannya semakin meningkat. Pestisida masih diperlukan. Usaha intensifikasi pertanian yang dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi maju seperti penggunaan pupuk. B (emulsifiable) dan S (solution). Bila angka tersebut lebih dari 90 persen berarti pestisida tersebut tergolong murni. varietas unggul. namun tidak mudah untuk dilakukan. Pestisida dalam bentuk murni biasanya diproduksi oleh pabrik bahan dasar. FORMULASI PESTISIDA Pestisida sebelum digunakan harus diformulasi terlebih dahulu. Komposisi pestisida cair biasanya terdiri dari tiga komponen. perbaikan pengairan dan pola tanam akan menyebabkan perubahan ekosistem yang sering diikuti oleh meningkatnya problema serangan jasad pengganggu. penyimpanan. Tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang demikian. Dengan melihat besarnya kehilangan hasil yang dapat diselamatkan berkat penggunaan pestisida. kemudian dapat diformulasi sendiri atau dikirim ke formulator lain. Pestisida dengan cepat menurunkan populasi hama. yang berarti melakukan perombakan ekosistem. waktu dan biaya yang besar. labeling) harus memenuhi persyaratan keamanan yang maksimum harus tersedia antidote untuk pestisida tersebut sejauh mungkin harus aman bagi lingkungan fisik dan biota relatif aman bagi pemakai (LD50 dermal dan oral relatif tinggi) harga terjangkau bagi petani. Pestisida golongan ini disebut bentuk cairan emulsi karena berupa cairan pekat yang dapat dicampur dengan air dan akan membentuk emulsi. kadang-kadang memerlukan tenaga yang banyak. hingga meluasnya serangan dapat dicegah. ternyata pestisida dapat membantu mengatasi masalah hama padi.     dalam perdagangan (transport. hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat diharapkan efektifitasnya. Butiran (granulars) Formulasi butiran biasanya hanya digunakan pada bidang pertanian . Di Pakistan dengan menggunakan pestisida dapat menaikkan hasil 33 persen pada tanaman tebu. Oleh formulator baru diberi nama. Dan tampaknya saat ini yang dapat diandalkan untuk melawan jasad pengganggu tersebut yang paling manjur hanya pestisida. Berikut ini beberapa formulasi pestisida yang sering dijumpai: 1. Biasanya di muka singkatan tersebut tercantum angka yang menunjukkan besarnya persentase bahan aktif. Demikian pula usaha ekstensifikasi pertanian dengan membuka lahan pertanian baru. pengepakan.

Hanya berkisar 10-40 persen saja apabila pestisida formulasi debu ini diaplikasikan dapat mengenai sasaran (tanaman). karena kurang efisien. Pestisida formulasi butiran di belakang nama dagang biasanya tercantum singkatan G atau WDG (water dispersible granule). rumus empiris. Tepung (powder) Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah hat atau talek (biasanya 50-75 persen). 2. Formulasi ini sering digunakan pada tanaman kapas. 6. asap yang berfungsi untuk membunuh hama. Debu (dust) Komposisi pestisida formulasi debu ini biasanya terdiri atas bahan aktif dan zat pembawa seperti talek. Dapat digunakan bersamaan waktu tanam untuk melindungi tanaman pada umur awal. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah ferum. 4. dengan ukuran butiran 20-80 mesh. Sifat pestisida yang sering ditemukan adalah daya. hydrogen. cuprum. phosphor. bau. 1. KIMIA PESTISIDA Pestisida tersusun dan unsur kimia yang jumlahnya tidak kurang dari 105 unsur. karosen atau aminoester. Komposisi pestisida butiran biasanya terdiri atas bahan aktif. Oli (oil) Pestisida formulasi oli biasanya dapat dikenal dengan singkatan SCO (solluble concentrate in oil). berat molekul dan titik didih. biasanya di belakang nama dagang tercantum singkatan WP (wettable powder) atau WSP (water soluble powder). Biasanya digunakan di gudang penyimpanan. Sifat pestisida Setiap pestisida mempunyai sifat yang berbeda. zinc dan arsenic. chlorine dan sulfur. formulasi. Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah carbon. Untuk mengenal pestisida formulasi tepung. Tata Nama Pestisida Pengetahuan pestisida juga meliputi struktur dan cara pemberian nama atau dikenal dengan tata nama. Pestisida lambung. gas. rumus bangun. toksisitas. Fumigansia (fumigant) Pestisida ini berupa zat kimia yang dapat menghasilkan uap. 5. Pestisida fumigan. berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran. Dalam bidang pertanian pestisida formulasi debu ini kurang banyak digunakan. bahan pembawa yang terdiri atas talek dan kuarsa serta bahan perekat. berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan. 3.sebagai insektisida sistemik. berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas Pestisida sistemik. Komposisi bahan aktif biasanya berkisar 2-25 persen. oxigen. . Aplikasi pestisida butiran lebih mudah bila dibanding dengan formulasi lain. nitrogen. Namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur. Cara Kerja Pestisida     Pestisida kontak. 3. mercury. Biasanya dicampur dengan larutan minyak seperti xilen. berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida. Hama akan mati kalau mengisap cairan tanaman. Dapat digunakan seperti penyemprotan ULV (ultra low volume) dengan menggunakan atomizer.

Sistem pertanian yang diciptakan dibawah tekanan kepentingan pasar global tersebut bertujuan untuk memonopoli terhadap sumber daya agraria dan produksi pangan dunia. jumlah perempuan yang terlibat di sektor pertanian meningkat dari tahun ke tahun. Peran Perempuan di Pertanian yang begitu besar membuat perempuan juga dominan dan paling beresiko terhadap dampak pestisida. pupuk kimia. benih transgenic dan komersialisasi terhadap pertanian. sejak ditingkatkannya penggunaan pestisida.000 dari pekerjaan umum dan terpaksa menjadi pekerja di perkebunan. tingkat kesuburan menurun dan gangguan dari terhadap sistem kekebalan tubuh. bahkan konsumen melalui produk pertanian yang menggunakan pertisida juga beresiko terkontaminasi pestisida. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Dunia di perserikatan bangsa-Bangsa (FAO). Penggunaan pestisida sangat berdampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.2000). Di samping itu masyarakat sekitar lokasi pertanian sangat beresiko terpapar pestisida melalui udara. Setiap hari ribuan petani dan para pekerja di pertanian diracuni oleh pestisida dan setiap tahun diperkirakan jutaan orang yang terlibat dipertanian menderita keracunan akibat penggunaan pestisida. dengan sebanyak 30. Akibatnya. Jumlah tenaga kerja perempuan dalam sektor pertanian mengalami peningkatan hampir empat kali lipat dari tahun 1960 sebanyak 7. Seperti di Malaysia. Para pekerja di Malaysia sangat beresiko terpapar pestisida karena hampir sehari-hari menggunakan pestisida seperti Paraquat. 2010 by sehatalami Tekanan globalisasi terhadap pertanian telah menciptakan ketergantungan petani terhadap pengembangan pertanian konvensional yang berorientasi eksport. Dari beberapa studi yang dilakukan di beberapa Negara Asia juga ditegaskan bahwa perempuan adalah pekerja utama di pertanian dan perkebunan. Kebijakan sudah berlangsung lama.2001). Meskipun FAO belum pernah mengeluarkan data jumlah petani terutama petani perempuan yang terkena dampak pestisida. namun ada beberapa studi terhadap kasus – kasus yang berkaitan dnegan dampak pestisida tersebut. Sistem pertanian tersebut mempunyai andil yang sangat besar terhadap kehancuran lingkungan dan sistem kehidupan masyarakat lokal. Methamidophos dan Monocrotophos. Pemilik perkebunan dan perusahaan pestisida hanya memikirkan sudah berapa banyak laba dan keuntungan yang diperoleh. Kebijakan pertanian yang berorientasi pada eksport. yang berhubungan langsung dengan penggunaan pestisida dalam pekerjaannya sehari-hari. Beberapa penelitian menemukan hubungan pestisida sebagai pencetus timbulnya kanker. tetapi tidak memikirkan dampak buruk terhadap kesehatan dan kehancuran lingkungan ketika pestisida disemprotkan.000 orang yang aktif sebagai penyemprot pestisida di sektor perkebunan sendiri. petani dan para pekerja di pertanian lainnya terpapar (kontaminasi) pestisida pada proses mencampur dan menyemprotkan pestisida (Pan AP.DAMPAK PESTISIDA TERHADAP KESEHATAN REPODUKSI WANITA April 16. perempuan terlibat di hampir 80 persen dari 50. buruh perkebunan dan masyarakat tinggal di sekitar juga beresiko tinggi terpapar oleh pestisida. Dalam beberapa kasus keracunan pestisida langsung. petani perempuan dan perempuan buruh . tanah dan air yang ikut tercemar.82 juta orang pada tahun 2000 (Data FAO. membuat semakin gencarnya dibuka lahan-lahan perkebunan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta yang sangat tergantung dengan penggunaan pestisida.43 juta menjadi 20.

rasa gatal kulit dan infeksi kulit . kelumpuhan. lebah madu. gangguan usus. nyeri otot. kenyataannya masih sedikit penelitian terhadap tingkat pencemaran yang ditimbulkan oleh pestisida baik itu pada proses pertanian maupun pada produk makanan. Pada umumnya adalah gangguan terhadap sistem reproduksi perempuan. Terompet. gangguan jantung. dibandingkan perempuan yang bertempat tinggal di daerah yang tidak menggunakan pestisida (Emmy lucy. sakit punggung. mata kabur/rabun. Ditemukan fakta anak-anak yang dilahirkan mengalami cacat fisik. sesak di dada.s. ternyata lebih dari setengah dari pekerja tersebut adalah perempuan. bahkan timbulnya kanker. hipertensi. keterlambatan mental. Di India. infeksi kulit. Penggunaan pestisida besar-besaran di perkebunan produksi kapas di Warangal wilayah Andhra Pradesh. Seperti kuku jari tangan yang membusuk. rapu tulang. pohon dan buah jambu monyet di beberapa desa daerah Kasargod yang dilakukan oleh perusahan perkebunan di Kerala. seperti kanker rahim dan kanker payudara. pestisida jenis endosulfan telah disemprotkan dilahan perkebunan kacang-kacangan.28% dari total jumlah tenaga kerja di sector pertanian atau sebesar 49. broncitis.perkebunan banyak yang menderita penyakit dan mengalami gangguan kesehatan yang kronis dan akut. 1993) Racun kimia yang terbuat dari klorine dapat menyebabkan Kanker payudara. PCB dan DDT. sakit kepala. Akibatnya penduduk desa di sekitar perkebunan menderita berbagai macam penyakit dan menderita gangguan kesehatan akibat terpapar pestisida endosulfan. Studi lain yang dilakukan di Amerika. tidak kurang kerusakan yang terjadi pada lingkungan yang berhasil dicatat adalah ditemukan ikan. senyawa ini mampu lama berakumulasi dalam tubuh manusia dan lingkungan. Kasus keguguran kehamilan yang dialami oleh salah .60 juta adalah perempuan. asma dan kanker. Sebuah penelitian lain di India memperkirakan bahwa lebih dari 1000 orang pekerja di perkebunan ini telah terpapar pestisida dalam kurun waktu antara agustus hingga desember 2001 dan lebih dari 500 orang berakibat kematian. mempunyai resiko 1. bekas pekerja IRRI mengalami gangguan serius seperti timbul bisul yang abdominal. serta kekebalan tubuh rendah.menunjukkan bahwa perempuan yang tinggal di daerah yang penggunaan pestisidanya tinggi. gatal-gatal. kencing manis. Di Indonesia sendiri. dan ternak unggas ayam yang mati. menurut data pertanian tahun 2000 menyatakan 50. Menurut suatu survei yang terbaru. Zat klorine yang umumnya ada pada pestisida seperti Dioksin. kegagalan ginjal. mengakibatkan masyarakat di daerah tersebut pelan-pelan telah terpapar oleh pestisida. Pencemaran lingkungan oleh kimia ini berkaitan dengan kemandulan dan pertumbuhan yang tidak seimbang tidak saja pada manusia juga terhadap hewan dan tumbuhan. sulit bernafas. nafas sesak. Beberapa dari kasus gangguan terpapar pestisida yang ditemukan ternyata sebagian besar penderitanya adalah petani perempuan. Kerala. ganguan penglihatan dan ganguan hormonal. radang paru-paru. Sehingga hanya beberapa kasus keracunan pestisida maupun gangguan yang dialami yang disebabkan dampak pestisida yang terungkap. pusing. Parkinsons. Mereka mengeluh mengalami gangguan mual. perut mual dan nyeri. Di temukan bahwa selama dua setengah dekade.000 perempuan Amerika meninggal dunia karena racun ini. dan sebuah penelitian Greenpeace menemukan setiap tahun 50. bengkak. Selain gangguan terhadap kesehatan. sakit dada. pestisida menjadi penyebab utama yang telah membinasakan Hidup penduduk desa Kasargod. kodok. radang hati.9 sampai 2 kali lebih tinggi beresiko melahirkan bayi dalam keadaan cacat. mudah marah.

tetapi juga mengandung nilai-nilai social-budaya petani. kandungannya apa dan . merupakan upaya untuk mengembalikan hak-hak petani yang hilang. kontribusi perempuan yang sangat besar dalam pertanian menjadikan perempuan mampunyai kemampuan alami dalam menjaga kearifan sistem pertanian tradisional yang selaras alam. sehingga sulit untuk merentas ketergantungan petani terutama petani perempuan terhadap penggunaan pestisida. Pertanian organik merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan hak petani perempuan terhadap hak reproduksi. pestisida dan bibit hasil rekayasa genetika. hasil penelitian yang dilakukan oleh PAN Indonesia terhadap petani perempuan di desa Bukit dan desa Sampun. pertanian konvensional yang memperkenalkan penggunaan pupuk. pestisida organik dll. Berastagi Sumatera Utara. menunjukkan fakta bahwa pestisida sangat berbahaya bagi perempuan terutama bagi kesehatan reproduksinya. Hal ini berbeda kalau petani menggunakan asupan luarnya dari perusahaan yang memproduksi pupuk atau pestisida.1993). Kasus lain. bahkan yang belih buruk lagi kerusakan dapat terjadi sebelum masa kehamilan. bahkan hak kesehatan reproduksinya. Perusahaan tidak pernah menjelaskan bagaimana cara pembuatan. ditemukan bahwa tingkat pencemaran yang terjadi pada petani perempuan tersebut sudah melampau batas yang ditetapkan oleh WHO (tidak kurang dari 70 % dari aktivitas normal). Pertanian Organik Mengembalikan Hak Petani Perempuan terhadap Kesehatan Reproduksi Pada umumnya petani perempuan tidak mengetahui bahaya pestisida terhadap tanaman. Dan cara pembuatannya juga mudah. tidak hanya menyangkut proses pertaniannya. Hal ini bisa kita buktikan dari bahan dasar pembuatan pupuk organik. Jadi akan sangat dimengerti oleh petani perempuan sendiri apa kandungannya. Pertanian organik akan menjamin hak reproduksi petani perempuan. sehingga upaya-upaya untuk melestarikan kembali kearifan pertanian. Hal ini disebabkan kurangnya informasi yang berkaitan dengan pestisida yang ditujukan bagi petani perempuan. karena semua yang melakukan aktifitas pertanian ini adalah petani perempuan sendiri. Pestisida dapat meracuni embrio bayi dalam kandungan yang sama berbahaya seperti meracuni ibunya.seorang petani dari Sumatera Barat akibat penggunaan pestisida Dursban yang dicampur dengan Atracol (Terompet No. pertanian organik karakteristik. Secara historis. Berdasarkan hasil sebuah studi di universitas Sidney pada tahun 1996 menyatakan bahwa perempuan yang terkena pestisida masa awal kehamilan dapat mengakibatkan cacat pada bayi. apa dampaknya dll. Petani perempuan merupakan pelaku penting dalam kesinambungan dan keberlanjutan kehidupan. Namun besarnya tekanan perubahan terhadap sistem pertanian tradisional yang dibungkus dengan gerakan “Revolusi Hujau” telah menghilangkan hak petani perempuan terhadap dunia pertaniannya.5. Dalam pertanian organik tidak ada racun yang bisa membunuh petani perempuan baik secara langsung atau tidak langsung. lingkungan dan dirinya sendiri. Menjamin kualitas kehidupan dan menjamin kualitas kesehatan. Pertanian organik menjamin hak reproduksi petani perempuan. tidak perlu menghasilkan kimia sintetis yang justru merusak lingkungan. . mengenai tingkat keracunan pestisida berdasarkan Indikator kelaziman aktivitas enzim Acetylcholinesterase (Ache) dalam plasma darah. Bahan ini bisa didapat dari alam dan lingkungan sekitar. bagaimana membuatnya.

Terutama dampak kesehatan terhadap petani perempuan yang menyangkut hak reproduksi. tapi juga menjamin kualitas hidup keluarga petani itu sendiri. Pertanian organik tidak hanya mengembalikan hak reproduksi terhadap petani perempuan. .bagaimana dampak negatifnya.