ONKOLOGI

dr. WAHYU BM, SpTHT-KL,MSiMed

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

DESKRIPSI TUMOR
JINAK PERMUKAAN RATA, PERABAAN KENYAL, BATAS TEGAS, MUDAH DIGERAKKAN DARI DASARNYA GANAS PERMUKAAN RATA/BERBENJOL, PERABAAN KERAS, BATAS TAK TEGAS, MELEKAT ERAT PADA DASARNYA

PERMUKAAN BERBENJOL-BENJOL, TERJADI ULSERASI/TERBENTUK JARINGAN NEKROTIK, BERBAU KHAS, RAPUH, MUDAH BERDARAH
MENGAPA TERBENTUK JARINGAN NEKROTIK? BERBAU? RAPUH? MUDAH BERDARAH?

TUMOR HIDUNG & SINUS PARANASAL
JARANG DITEMUKAN STADIUM AWAL SULIT DITEMUKAN ASAL TUMOR SULIT DITEMUKAN ETIOLOGI BELUM DIKETAHUI DG PASTI MULTI FAKTORIAL POLUTAN, ALKOHOL, PENGAWET, MAKANAN YG DIASAP, DIBAKAR, DIASINKAN, DLL

TUMOR JINAK
EPITELIAL : ADENOMA, PAPILOMA NON EPITELIAL : FIBROMA, ANGIOFIBROMA, HEMANGIOMA, OSTEOMA TUMOR ODONTOGENIK : AMELOBLASTOMA, ADAMANTINOMA

TUMOR GANAS EPITELIAL : KARSINOMA NON EPITELIAL : HEMANGIOPERISITOMA, SARKOMA TUMOR JINAK, KLINIK GANAS PAPILOMA INVERTED, ANGIOFIBROMA

GEJALA DAN TANDA TERGANTUNG PERLUASAN TUMOR GEJALA NASAL: OBSTRUKSI, RINORE(GANAS BERBAU), EPISTAKSIS, DEFORMITAS, DLL GEJALA ORBITAL: DIPLOPIA, PROPTOSIS, OFTALMOPLEGI, DLL GEJALA ORAL: PENONJOLAN, ULKUS DI PALATUM/PROC ALVEOLARIS, NYERI GIGI GEJALA FASIAL: PENONJOLAN DI PIPI, DLL GEJALA KRANIAL: SEFALGI HEBAT, LCS LEAK, OFTALMOPLEGI, GANGG VISUS, DLL

PEMERIKSAAN
INSPEKSI, PALPASI, PERKUSI HIDUNG LUAR, CAVUM NASI, CAVUM ORIS RINOSKOPI ANTERIOR DAN POSTERIOR NASO-ENDOSKOPI, SINUSKOPI BIOPSI

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT SCAN, MRI FOTO THORAK HISTOPATOLOGI  DIAGNOSIS PASTI ANGIOFIBROMA TIDAK BOLEH DILAKUKAN BIOPSI. BAHAYA PERDARAHAN HEBAT!!!!

PAPILOMA
TUMOR JINAK YG PALING SERING SEPERTI POLIP, LEBIH VASKULER, PADAT, TDK MENGKILAT ADA 2 JENIS : PAPILOMA EKSOFITIK / FUNGIFORM PAPILOMA ENDOFITIK / INVERTED

PAPILOMA INVERTED : DESTRUKTIF, RESIDIF, SERING PADA LAKI-LAKI TUA PENANGANAN OPERASI RADIKAL RINOTOMI LATERAL / MAKSILEKTOMI MEDIAL

TUMOR GANAS HIDUNG DAN SINUS PARANASAL SINUS MAKSILA YG PALING SERING JARANG METASTASIS KRN STRUKTUR TULANG YG KOKOH

PENATALAKSAAN
TUMOR GANAS TERBAIK KOMBINASI OPERASI, RADIOTERAPI, KEMOTERAPI

OPERASI SERADIKAL MUNGKIN
RADIOTERAPI UTK SISA TUMOR, LOKAL KEMOTERAPI UTK SISA TUMOR, TUMOR METASTASIS, TUMOR YG SENSITIF

TUMOR JINAK EKSTIRPASI SEBERSIH MUNGKIN EVALUASI KETAT KARENA SERING KAMBUH
PROGNOSIS TERGANTUNG STADIUM/PERLUASAN TUMOR UMUMNYA DUBIA AD MALAM, KARENA SERING TERLAMBAT, SULIT DIEVALUASI,TUMOR AGRESIF & MUDAH KAMBUH

ANGIOFIBROMA NASOFARING JUVENIL
SECARA HISTOLOGIK JINAK, SECARA KLINIK GANAS ANAK LAKI2, USIA ADOLESEN, TAMPILAN ANAK LEMBUT, HORMONAL

EPISTAKSIS PROFUS, KARENA BANYAK PEMBULUH DARAH, SEDIKIT SMOOTH MUSCLE DAN JARINGAN ELASTIK

SEMACAM HEMANGIOMA, SAMAKIN DEWASA, JARINGAN FIBROSA MAKIN DOMINAN SEHINGGA SKLEROTIK, REGRESI
TEORI : PADA ANAK YG LEBIH MUDA VASKULER YANG MENYOLOK PADA YG LEBIH DEWASA FIBROSA YANG MENYOLOK

TUMOR SOLITER, BERTANGKAI, BASIS LUAS DI NASOFRING, PERLUASAN KE HIDUNG, SINUS PARANASAL, DLL

TUMBUH DARI NASOFARING, PENDARAHAN DARI A. MAKSILARIS INTERNA IPSI LATERAL, JARANG BILATERAL

STADIUM I. DI NASOFARING II. MELUAS KE RONGGA HIDUNG DAN ATAU SINUS SFENOID III. MELUAS KE SALAH SATU ATAU LEBIH DARI SINUS MAKSILA, ETMOID, FOSA PTERIGOMAKSILA & INFRATEMPORAL, RONGGA MATA & ATAU PIPI IV. MELUAS KE INTRAKRANIAL

GEJALA & TANDA
OBSTRUKSI : UNILATERAL – BILATERAL EPISTAKSIS : BERULANG, PROFUS, ANEMI MASA PADAT, RATA, LICIN, PERDARAHAN SPONTAN/SENTUHAN, PALATUM BOMBAN, NASOLALIA, SNORING, DEFORMITAS WAJAH, EDEM DLL SESUAI DG PERLUASAN

PEMERIKSAAN PENUNJANG CTSCAN ARTERIOGRAFI
DIAGNOSIS PASTI HISTOPATOLOGI SETELAH OPERASI BIOPSI SANGAT TDK DIANJURKAN

PROGNOSIS DUBIA AD BONAM

KARSINOMA NASOFARING
KANKER KEPALA LEHER TERBANYAK DI INDONESIA DIAGNOSIS DINI SULIT, SERING TERLAMBAT RAS MONGOLOID TERSERING ETIOLOGI : VIRUS EPSTEIN BARR

INFEKSI VIRUS KRONIK DI NASOFARING, SYMTOMLESS VIRUS AKTIF – MALIGNANSI : FAKTOR GENETIK/RAS FAKTOR LINGKUNGAN : FAKTOR EKSOGEN : BAHAN MAKANAN; NITROSAMINE, HIDROKARBON, BENZOPYRENE, BENZOANTRAZENE, MSG MENGHISAP BAU-BAUN, ASAP, SERBUKSERBUK BAHAN KIMIA

KEBIASAAN MAKAN TERLALU PANAS (IRITASI KRONIK) MAKANAN DIAWETKAN
FAKTOR ENDOGEN : KURANG GIZI INFEKSI KRONIK SALURAN NAPAS ATAS DLL

LETAK : FOSA ROSENMULLERI >>, BISA DI TEMPAT LAIN DI NASOFARING FOSA ROSENMULLER : BORDER LINE
SIFAT TUMBUHNYA : ENDOFITIK (CREEPING TUMOR) EKSOFITIK

GEJALA & TANDA
5 SIGNS : 1. EAR SIGN 2. NOSE SIGN 3. EYE SIGN 4. HEAD SIGN 5. NECK SIGN

PERLUASAN KE SYARAF2 KRANIAL MELALUI FORAMEN LASERUM : N II – VI MELALUI FORAMEN JUGULARE : N IX – XII
PENYEBARAN KELENJAR LIMFE IPSI, KONTRA, BILATERAL METASTASIS HEPAR, PARU, TULANG, KULIT

DIAGNOSIS CTSCAN NASOFARING DENGAN KONTRAS/MRI ENDOSKOPI NASOFARING + BIOPSI
JENIS WHO 1 : DENGAN KERATINISASI WHO 2 : TANPA KERATINISASI WHO 3 : TANPA DIFERENSIASI (PALING BANYAK)

WHO 1 KURANG RADIOSENSITIF & TAK ADA HUBUNGAN DG EBV WHO 2 & 3 RADIOSENSITIF & HUBUNGAN ERAT DG EBV
TERAPI PILIHAN RADIASI KOMBINASI DENGAN KEMOTERAPI

PROGNOSIS TERGANTUNG STADIUM

TUMOR GANAS RONGGA MULUT
HAMPIR SERUPA DG YG LAIN, MEROKOK, MINUMAN KERAS, MENGUNYAH SIRIH TEMBAKAU, MAKANAN PANAS MUDAH TERJADI METASTASIS KARENA BANYAK PEMBULUH DARAH DAN KELENJAR LIMFE

GEJALA DAN TANDA
ULKUS YG TAK KUNJUNG SEMBUH ODINOFAGIA DISFAGIA OTALGIA TRISMUS LEUKOPLAKIA / ERITROPLAKIA MASA DG PERMUKAAN TAK RATA RAPUH MUDAH BERDARAH, ULSERASI DLL

PEMERIKSAAN PENUNJANG CTSCAN / MRI BIOPSI – DIAGNOSIS PASTI
METASTASIS JAUH PARU, TULANG, GINJAL, HEPAR

TUMOR LARING PAPILOMA LARING PAPILOMA LARING JUVENIL : MULTIPEL REGRESI SAAT DEWASA PAPILOMA LARING PADA DEWASA : TUNGGAL, TDK REGRESI, PRA KANKER ETIOLOGI DIDUGA VIRUS

BENTUK JUVENIL GEJALA & TANDA BATUK, SERAK, SESAK (STRIDOR) SEPERTI MURBEI, PUTIH KELABU, RAPUH TDK BERDARAH, SANGAT RESIDIF
PENANGANAN EKSTIRPASI (BERULANG)

TUMOR GANAS
ETIOLOGI BLM TAU PASTI KEBIASAAN MEROKOK, MINUMAN KERAS, DLL LOKASI TUMOR SURA GLOTIK GLOTIK (PD PLIKA VOKALIS) SUB GLOTIK TRANS GLOTIK (PLIKA VOKALIS, PLIKA VENTRIKULARIS, SUB GLOTIK)

GEJALA & TANDA
SERAK (PERTAMA MUNCUL PADA GLOTIK) ODINOFAGIA & DISFAGIA DISPNEA & STRIDOR BATUK, HEMOPTISIS NYERI TEKAN LARING PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING GEJALA2 METASTASIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG
LARINGOSKOPI INDIREK/DIREK, LARINGOENDOSKOPI CT SCAN/MRI FOTO THORAK, USG HEPAR, USG GINJAL, BONE SCANNING BIOPSI DG MENGGUNAKAN LARINGOSKOPI DIREK (GA)  DX PASTI

PENANGANAN
OPERATIF KEMOTERAPI RADIOTERAPI KOMBINASI REHABILITASI SUARA

SISTEM ALIRAN LIMFE LEHER

DAERAH KELENJAR LIMFE LEHER
I. SEGITIGA SUBMENTAL&MUBMANDIBULA: KULIT HIDUNG/BIBIR, WAJAH, RONGGA MULUT, SINUS PARANASAL II. KEL LIMFE JUGULAR SUP, DIGASTRIK, SERVIKAL POSTEROSUP: RONGGA MULUT, OROFARING POST, NASOFARING, DASAR LIDAH ATAU LARING

III. JUGULARIS MEDIA: LARING, HIPOFARING, TIROID IV. JUGULARIS INFERIOR&SUPRAKLAVIKULA: SUBGLOTIS, LARING, TIROID, ESOFAGUS BAG SERVIKAL, INFRAKLAVIKULA
V. SEGITIGA SERVIKAL POSTERIOR: KULIT KEPALA POST, AURIKULA

TERIMAKASIH

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful