CHAPTER 7 CASH AND RECEIVABLES INTERMEDIATE ACCOUNTING I KIESO (KELAS A DAN B) CASH Kas terdiri atas saldo kas

(cash on hand) dan rekening giro (demand deposits). Pelaporan kas:
1. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka

pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. 2. Restricted cash 3. Bank overdraft RECEIVABLES Piutang adalah hak (claim) untuk menerima transfer harta dari pihak lain dalam jumlah nominal tertentu pada waktu yang akan datang sebagai akibat dari transaksi saat ini atau masa lalu. Jenis Piutang/Utang Piutang/Utang usaha (accounts receivable/payable) Piutang/Utang wesel (notes receivable/payable) Piutang/Utang lain-lain (others receivable/payable) Piutang/Utang yang muncul dari kegiatan operasional pokok yang tidak disertai dengan surat kesanggupan membayar secara formal. Pencatatan/Pengakuan Piutang Usaha

Gross method  mengakui potongan penjualan/pembelian ketika terjadi pelunasan yang dilakukan dalam periode potongan, sehingga jumlah piutang/utang yang tercatat saat transaksi adalah jumlah kotor sebelum potongan.

Net method  mengakui potongan penjualan/pembelian pada saat transaksi terjadi, sehingga jumlah piutang/utang yang tercatat saat transaksi adalah jumlah bersih setelah potongan.

Tgl 1/1

Transaksi Saat penjualan 100.000, 2/10, n/30

Gross Method Penjual Pembeli Piutang 100rb Pembelian Penjualan 100rb 100.000 100.000 Utang

Net Method Penjual Pembeli Piutang 98.000 Pembelian Penjualan 98.000 98.000 98.000 Utang

yaitu : Direct Method dan Allowance Method  Direct Method  metode yang mengakui kerugian piutang pada saat benar-benar terjadi piutang tak tertagih (dihapuskan).000 Piutang Utang 88.000 Retur Utang 1.200 88.200 Piutang Utang 9. Tiap piutang memiliki kemungkinan tidak tertagih.000 Kas Utang 10.5/1 Retur penjualan 10. ada dua metode. NRV merupakan hasil pengurangan jumlah piutang dengan jumlah yang diperkirakan tidak dapat tertagih yang menggambarkan nilai piutang yang benar-benar dapat ditagih dan akan menambah harta perusahaan.000 Retur 10.800 Kas 88. Untuk mencatat piutang tidak tertagih. sehingga tidak membutuhkan pembentukan taksiran.200 SDF 1.000 90.800 88.800 Piutang 9.000 Piutang 10.200 Piutang Potongan 1.000 1.800 90.800 Kas 88.000 90.200 9.000 Piutang 90.000 15/1 Pelunasan(diluar periode potongan) Kas 90.000 Kas 90.800 Ket : SDF  Sales Discount Forfeited (Potongan penjualan yang diabaikan)  Untung PDF  Purchase Discount Forfeited (Potongan pembelian yang diabaikan)  Rugi Penilaian dan Penyajian Piutang Piutang usaha harus dinilai dan disajikan dalam neraca pada pos aktiva lancar sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value).000 90.200 PDF 90.200 Utang Kas 10. Transaksi Saat penjualan Saat pembentukan CKP Saat penghapusan piutang Saat penerimaan pelunasan Direct Piutang Penjualan No entry Kerugian piutang Piutang • Periode yang sama Piutang Penjualan Kerugian piutang Cadangan kerugian piutang Cadangan kerugian piutang Piutang • Periode yang sama Allowance .800 Kas 88.200 Kas 8/1 Pelunasan(periode potongan) 88.800 Retur Utang 88.000 Potongan Retur 9.  Allowance Method  metode yang mengakui kerugian piutang dengan menentukan taksiran kerugian piutang sebagai bentuk pengakuan adanya risiko piutang tidak tertagih sebagai kerugian piutang.

Perusahaan menetapkan CKP sebesar 8% dari saldo piutang (pendekatan piutang) Pendekatan Penjualan Taksiran KP  10% x (150 juta – 30 juta) = 12 juta CKP (a) 25 juta CKP (b) 25 juta 12 juta Jurnal . baik atas saldo piutang usaha maupun atas analisis umur piutang usaha (aging schedule). Ilustrasi Berikut beberapa rekening PT X Penjualan kredit 150 juta Retur dan potongan penjualan 30 juta Piutang usaha 500 juta CKP 25 juta a. maka setiap nilai taksiran kerugian piutang yang dihitung menjadi jumlah yang diakui sebagai kerugian piutang. Setiap hasil taksiran kerugian piutang akan menjadi saldo akhir rekening CKP. sehingga nilai kerugian piutang harus diperhitungkan dari saldo awal CKP-nya. Perusahaan menetapkan CKP sebesar 10% dari penjualan kredit bersih (pendekatan penjualan) b.piutang dihapuskan yang terlanjur Kas Kerugian piutang • Kas Pendapatan lain Periode yang berbeda Kas Cadangan piutang • Kas Cadangan piutang kerugian Periode yang berbeda kerugian Pendekatan Penentuan Taksiran Kerugian Piutang ☺ Pendekatan R/L  menggunakan nilai penjualan kredit bersih yang terjadi dan diakui perusahaan dalam satu periode tertentu. ☺ Pendekatan Neraca  menggunakan rekening piutang usaha. Oleh karena penjualan hanya meliputi satu periode.

dimana setiap selisih diantara harga jual dengan nilai buku piutang (Piutang – CKP) harus diperlakukan sebagai keuntungan/kerugian penjualan piutang.12 juta 37 juta 13 juta Kerugian Piutang juta 12 juta Cadangan Kerugian Piutang 12 Pendekatan Piutang Taksiran KP  8% x 500 juta = 40 juta CKP (a) 25 juta 15 juta 40 juta 40 juta CKP (b) 25 juta 65 juta Jurnal KP CKP 15 juta / 65 juta 15 juta / 65 juta Ket : CKP (a)  asumsi saldo awal CKP di Kredit CKP (b)  asumsi saldo awal CKP di Debet IMPAIRMENT/ PENURUNAN NILAI Perusahaan dapat melakukan penurunan nilai atas piutang jika terdapat indikasi sebagai berikut: 1. Terdapat permasalahan keuangan yang signifikan pada customer 2. Penjualan piutang (Sales of receivable) Penjualan piutang diperlakukan seperti halnya penjualan aktiva biasa. keuntungan/kerugian tersebut dilaporkan dalam Laporan R/L sebagai pos non-operasional. Renegosiasi jangka waktu pelunasan piutang karena kesulitan ekonomi yang terjadi pada customer 4. Penurunan dalam pengukuran arus kas di masa depan atas kelompok piutang setelah pengakuan awal Disposal Piutang Usaha 1. • Tanpa tanggung renteng (without recourse)/ tanpa tanggungan . Terjadi kegagalan pembayaran 3.

• Dengan tanggung renteng (with recourse)/dengan tanggungan Semua risiko atas kerugian piutang dagang (tidak tertagihnya piutang) ditanggung oleh penggadai piutang. maka 5 adalah keuntungan penjualan piutang Kas CKP Piutang dagang Keuntungan penjualan piutang  Jika 1 < 4. Jika . sehingga jika debitur tidak memenuhi pembayaran atas piutang yang digadaikan tersebut. penggadai tidak ikut menanggung kerugian.Risiko tidak tertagihnya piutang yang digadaikan berada di tangan penerima gadainya. Kreditur sering mensyaratkan agar debitur menjanjikan piutangnya sebagai jaminan atas pinjaman. sehingga penggadai harus menjamin ketertagihan piutang dagang dari debitur untuk penerima gadai  muncul akun Recourse Liability Format Penjualan Piutang : Harga jual Piutang dagang CKP Nilai buku Piutang Keuntungan/kerugian penjualan piutang  xxx 2 (xx) 3 xxx 4 xxx 5 xxx 1 Jika 1 > 4. Penggadaian piutang (Secured borrowing) Piutang sering digunakan sebagai jaminan dalam transaksi peminjaman. maka 5 adalah kerugian penjualan piutang Kas CKP Kerugian penjualan piutang Piutang dagang 2.

Saat penyesuaian  ketika jangka waktu wesel melampaui tanggal tutup buku 3.piutang digadaikan. Dengan demikian. sehingga belum/tidak terjadi transfer hak dari penggadai ke penerima gadai. piutang wesel sama dengan piutang dagang. maka hak kepemilikan piutang dagang masih berada di tangan penggadai. wesel merupakan surat kesanggupan membayar dalam jumlah nominal tertentu pada tanggal tertentu pula yang dibuat oleh debitur dan disetujui oleh krediturnya. tetapi ada surat kesanggupan secara formal. Saat pengakuan  idem di atas 2. Surat kesanggupan dibuat pembeli (debitur)  promes dibuat penjual (kreditur)  wesel Wesel dari sisi penerbit  utang wesel (wesel bayar) dari sisi penerima  piutang wesel (wesel tagih) Pengakuan Piutang Wesel  Penjualan kredit  Piutang wesel Penjualan  Pemberian pinjaman  Piutang wesel Kas dicatat sebesar nilai nominal  Pengalihan piutang  Piutang wesel Piutang usaha Transaksi Piutang Wesel 1. Piutang Wesel Secara prinsip. Saat jatuh tempo  nilai jatuh tempo sebesar nilai nominal ditambah bunga Jenis Wesel .

Pada saat penerbitannya.000 = 4. jumlah harta akan berbeda dengan jumlah nilai nominal weselnya (biasanya harta < nilai nominal). Transaksi Penerbit (Debitur) Penerima (Kreditur) Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Jan  tidak memerlukan adjusment Saat penerbitan Kas 80 Piutang wesel 100 Diterbitkan 100ribu peminjaman sebessar 80 ribu Saat jatuh tempo wesel Diskonto utang wesel 20 untuk kas Utang wesel Beban bunga 100 20 20 Kas Piutang wesel 100 100 Utang wesel 100 Diskonto piutang wesel 20 Kas 80 Diskonto piutang wesel 20 Diskonto utang wesel Kas 100 Pendapatan bunga 20 Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Des (tutup buku 31 Des)  perlu Saat penerbitan Kas Utang wesel Beban bunga adjusment 80 100 4 4 Piutang wesel 100 Diskonto utang wesel 20 Saat penyesuaian (1/5 x 20. Selisih diantara harta dengan nilai nominal harus diakui/dicatat sebagai diskonto wesel. wesel dan harta harus dicatat sebesar nilai nominal.000) Saat jatuh tempo Diskonto piutang wesel 20 Kas 80 Diskonto piutang wesel 4 Pendapatan bunga Kas 16 Pendapatan bunga Piutang wesel 100 16 100 4 Diskonto utang wesel Utang wesel Beban bunga Kas 100 16 Diskonto piutang wesel 16 100 Diskonto utang wesel  Wesel berbunga  wesel yang secara eksplisit menyebutkan persentase tingkat bunga tertentu di dalam tiap lembar wesel yang diterbitkan. Wesel tanpa bunga  wesel yang secara eksplisit tidak menyebutkan tingkat bunga tertentu di dalam lembar wesel yang diterbitkan. Transaksi Penerbit (Debitur) Penerima (Kreditur) Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Jan  tidak memerlukan adjusment Saat penerbitan Kas 100 Piutang wesel 100 Diterbitkan wesel Utang wesel 100 Kas 100 . Sementara bunga diakui dan dibayarkan langsung pada saat jatuh tempo. Konsekuensinya.

000 1.000 (1 bulan) 100. 5 kas Utang wesel 100 5 Kas Piutang wesel 105 100 untuk peminjaman sebesar 100 ribu Saat jatuh tempo Bunga  5/12 x Beban bunga Kas 105 Pendapatan bunga 5 12% x 100 ribu Wesel berjangka waktu 5 bulan diterbitkan pada 1 Des (tutup buku 31 Des)  perlu Saat penerbitan (1 Kas Des) Utang wesel Saat penyesuaian (31 Beban bunga Des) (1/12 x 12% x 100 1 4 105 Kas 105 1 4 100 Utang bunga adjusment 100 100 1 1 Piutang wesel Kas Piutang bunga Pendapatan bunga 100 100 1 1 100ribu = 1000) Saat jatuh tempo (1 Utang wesel Mei) Utang bunga Beban bunga Kas Contoh soal : Piutang bunga Pendapatan bunga Piutang wesel 1 Des Penjualan kredit 100.000 Penjualan 100.000.000 Piutang bunga Kas  Pendapatan bunga  Piutang bunga Piutang wesel Pendapatan bunga 2.000 103.000 dengan menerima wesel 100.000 (1 bulan) 1. 12%. 3 bulan  Pengakuan Penyesuaian Jatuh tempo  1 Des  31 Des  1 Mar Piutang wesel 100. bunga 12%.000 1.000 (2 bulan) .100ribu. bulan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful