You are on page 1of 6

KERAPATAN POPULASI LAPORAN PRAKTIKUM Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ekologi Hewan

Oleh: Jonari Hanafi Elis Rahmawati 092154142 092154116

Melissa Noor Afizah 092154151 Ari Surya Permana Dena Lis Cholisoh Ayu Santika 092154122 092154130 092154124

Kelompok 3 Kelas 3D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SILIWANGi TASIKMALAYA 2011

KERAPATAN POPULASI A. Tujuan Mengetahui kerapatan populasi pada tanah B. Landasan Teori Populasi didefiniskan sebagai kelompok kilektif organisme-organisme dari spesies yang sma (atau kelompok-kelompok lain dimana individu-individu dapat bertukar informasi genetik) yang menduduki ruang atau tempat tertentu. Untuk mengetahui struktur populasi, antara lain diperlukan informasi menegani kerapatan populasi. Kerapatan populasi merupakan sifat kelompok dari populasi. Kerapatan populasi adalah besarnya populasi dalam satuan ruangan. Umumnya dinyatakan dalam jumlah individu atau biomasa populasi persatuan areal atau volume, misalnya 100 pohon per hekta, 5 juta diatome per kubik air atau 2 kg ikan per meter persegi permukaan air. Bomasa dapat dinyatakan dalam biomasa basah atau kering. Kerapatan dapat pula dinyatakan sebagai jumlah individu per waktu, misalanya jumlah burung yang terlihat per jam. Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya bergantung pada jenis apa dan organisme yang terlibat, akan tetapi juga tergantung kepada jumlah dengan perkataan lain kerapatan populasinya. Menghitung populasi dalam satuan komunitas terdapat beberapa metoda, antara lain metoda menghitung langsung, kuadrat dan pit fall trap, tergantung pada jenis hewan dan komunitasnya.

C. Alat dan Bahan 1. Alat a. Botol b. Corong Barlese-Tullgren c. Lampu

2. Bahan a. Sampel tanah secukupnya b. Air c. Alkohol 76 % D. Langkah Kerja 1. memilih komunitas yang akan diamati. 2. Mengambil Ambilah tanah secukupnya. 3. meletakan sampel dalam corong, usahakan waktu dari lapangan ke laboratorium untuk disimpan dalam corong tidak lebih dari 3 jam. 4. Sumber panas (lampu) dapat memaksa hewan dan turun ke dalam botol koleksi. 5. Froses ekstraksi dilakukan selama 6 hari.

E. Hasil Pengamatan Jumlah hewan tanah di belakang laboratorium pertanian depan perpustakaan, dengan ekstraksi tanah Barlese-Tullgren

No. 1.

Nama Takson Semut merah

Jumlah 5

Gambar

F. Pembahasan Hasil Pengamatan

populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama (spesies) yang hidup menempati ruang yang sama pada waktu tertentu. Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan di belakang lab pertanian bahwa terdapat kerapatan populasi yaitu 5 ekor semut merah dalam ukuran tanah 15 cm x 25 cm dengan kedalaman tanah sekitar 5 cm. Dari penelitian di atas terlihat bahwa terjadi kelangkaan hewan. Kelangkaan suatu hewan dapat ditinjau dari aspek kelimpahan, tepatnya intensitas (kerapatan) dan prevalensi menunjukkan jumlah atau ukuran areaarea yang di tempati spesies itu atau cacah dan besarnya daerah yang dialami oleh makhluk di dalam kawasan secara keseluruhan. Suatu spesies hewan yang prevalensinya tinggi (= prevalen) dapat lebih sering dijumpai, sebab daerah penyebarannya luas, maka lebih sering dijumpai, sebab daerah penyebarannya luas, maka lebih mudah di jumpai dimana-mana. Berbada halnya dengan suatu spesies yang prevalensinya rendah, karena daerah penyebarannya sempit hanya dapat di jumpai pada tempat-tempat tertentu saja (= terlokalisasi).

G. Pertanyaan 1. Pertanyaan a. Ada berapa kerapatan hewan tanah? b. Bagaimana kondisi lingkungan?

c. Apa hubungan antara kondisi lingkungan dan kerapatan hewan tanah? 2. Jawab a. satu. semut merah sebanyak 5 ekor/15 cm X 25 cm dengan kedalaman 5 cm. b. kondisi lingkungan lumayan baik. Tanah dalam keadaan lembab, dan penyinaran matahari pun cukup. c. Semakin subur tanah semakin banyak hewan yang terdapat di tanah tersebut. H. Kesimpulan Populasi adalah kumpulan individu dari suatu jenis organisme. Pengertian ini dikemukakan untuk menjelaskan bahwa individu- individu suatu jenis organisme dapat tersebar luas di muka bumi, namun tidak semuanya dapat saling berhubungan untuk mengadakan perkawinan atau pertukaran informasi genetik, karena tempatnya terpisah. Individu- individu yang hidup disuatu tempat tertentu dan antara sesamanya dapat melakukan perkawinan sehingga dapat mengadakan pertukaran informasi genetik dinyatakan sebagai satu kelompok yang disebut populasi. Kerapatan populasi adalah ukuran besar populasi yang berhubungan dengan satuan ruang (area), yang umumnya diteliti dan dinyatakan sebagai jumlah (cacah) individu dan biomasa persatuan luas, persatuan isi( volume) atau persatuan berat medium lingkungan yang ditempati. Misalnya, 50 individu tikus sawah per hektar, 300 individu keratela sp (zooplankton) per meter kubik air, 3 ton udang per hektar luas permukaan tambak, atau 50 individu afik( kutu daun) per daun.

I. Daftar Pustaka http://id.wikipedia.org/wiki/kerapatantanah
http://www.scribd.com/doc/27598302/Yny-Lap-1-Fistum-kerapatan tanah

LAMPIRAN

[