LANGKAH-LANGKAH COMMISSIONING RADIO LINK

OPTIX RTN 900 SERIES HUAWEI
UNTUK PEMULA

BY : MUH. ILHAM NOOR

5. 4. Pengaturan Koneksi Laptop Memulai Software WebLCT Pencarian GNE Penambahan Board Module Merubah Atribut NE Memasukkan Parameter Konfigurasi Radio 7. 8. 3. 2. 6.DAFTAR ISI 1. Interference Check Cross-Connection .

Maka akan muncul dialog box 2. PENGATURAN KONEKSI LAPTOP ① 1. lalu pilih Properties. Masuk ke : Control Panel > Network and Internet > Network Connections Klik Kanan icon Local Area Connection.1. ② .

. ② ③ ④ ① 4. 2. 9 . xxx untuk mengakses RTN yang belum mengalami perubahan IP. 12 Masukkan Subnet Mask : 255 . 6. 0 . ⑤ Pilih Internet Protocol version 4 (TCP/IPv4) Pilih use the following IP address Masukkan IP address : 129 .SETTING IP LAPTOP 1. 255 . 0 . sebagai contoh IP : 129 . 0 . maka IP laptop harus senetwork dengan IP config RTN. 0 Klik Tombol OK Untuk mengakses RTN yang telah mengalami perubahan IP. 9 . 5. 3.

 Setelah mengatur IP Laptop. hubungkan port ethernet (LAN) Laptop Ke Port NMS/COM RTN .  Pastikan kabel UTP dan connector RJ45 yang digunakan dalam kondisi yang baik.   Matikan sementara firewall Windows dan firewall Antivirus. . Jalankan software WebLCT.

3. Masukkan user name dan password : user name :admin password :admin Tekan Login .2. 2. Masuk ke folder WebLCT dan jalankan Startweblct. 1. 4.bat Tunggu hingga loading startingnya selesai dan halaman login software muncul. MEMULAI SOFTWARE WEB LCT admin.

5. Klik Tombol NE Search.3. lalu pilih Advance Search. tekan tombol OK. 3. 2. maka akan muncul page box pencarian NE. dan software akan mencari GNE (Gateway NE) dan NE dalam network sesuai IP Domainnya. GNE yang di temukan oleh software akan muncul di list. ① ③ ④ ② ⑤ . akan muncul dialog box yang akan menyatakan penambahan GNE ke list berhasil. Halaman List NE (Near End) akan Muncul seperti gambar. Setelah Login . PENCARIAN NE 1. 4. Pilih GNE yang di cari lalu tekan tombol Add NE. Klik tombol Search.

Pilih NE yang diinginkan lalu tekan NE Login.LOGIN KE GNE 1. 4. ① ③ password ④ ② . GNE akan muncul pada halaman List NE. dan tunggu hingga proses login selesai. Masukkan user name dan password NE: user name :lct password :password Klik Apply. 2. Tekan OK. 3. maka akan tampil Login Box untuk NE. Setelah di tambahkan.

status alarm NE akan kelihatan seperti gambar.4. Setelah login berhasil. lalu klik NE Explorer. ① ② . window NE Explorer akan terbuka. Pilih NE yang akan di buka. PENAMBAHAN BOARD MODULE 1. 2.

Klik Add Physical Boards hingga ODU berubah warna hijau tua yang berarti ODU telah terinstal pada Slot IDU/RTN. Window NE Explorer saat terbuka pertama kali akan menampilkan Slot Layout RTN beserta Board Module yang terpasang pada tiap slot. Status modul direpresentasikan oleh warna modulnya. Klik Add Physical Boards untuk menambah modul ISU2 pada Slot. tunggu hingga pada extend slot terbaca modul ODU (Outdoor Unit). 3. Setelah ISU2 berubah warna hijau tua. lihat keterangan warna gambar dan deskripsinya. ① ② ③ ④ . 2.1.

tunggu hingga report successednya muncul lalu klik OK. Untuk Mengganti NE ID Klik Modify NE ID.5. Setelah NE ID berubah status login akan berubah. Klik Apply lalu Klik Query. Pada Function Tree. expand Configuration dan Klik NE Attribute. isi kotak Name. 2. ① ②  Ganti NE ID untuk membedakan suatu NE dengan yang lain dalam network. tutup halaman NE Explorer login sekali lagi dan masuk kembali ke NE Explorer. Masukkan NE ID dan Extended ID NE. MERUBAH ATRIBUT NE 1. 3. . untuk itu butuh login ulang dari halaman NE List. Klik OK. ini berarti NE ID sukses di ubah.

pilih Nomor Slot ISU2 yang akan di konfig.6. ② ③ ④  Dari Function Tree. pilih Configuration > Link Configuration . MEMASUKKAN PARAMETER KONFIGURASI RADIO ① ⑤  ⑥ Dari IF/ODU Configuration.

④ Atur besar kapasitas E1 Tombol Apply untuk mengeksekusi besaran-besaran parameter yang telah di masukkan atau di pilih. jika tidak maka link tidak akan tembus. jika setelah di Query nilai actual dari parameter tidak berubah maka silahkan input dan eksekusi kembali nilai parameter yang ingin di masukkan. ③ Ini adalah frekuensi yang di cari oleh penerima radio di sisi NE. Pilih jenis manual modulasi radio sesuai plan. Atur Frekuensi Tx radio(MHz) dan besar Tx Power(dBm) sesuai plan.① ② Masukkan Channel Bandwidth link sesuai plan. Selalu perhatkan nilai actual dari parameter. untuk itu frekuensi ini yang harus di masukkan di sisi lawan site station/FE. Tombol Query untuk merefresh halaman dan melihat perubahan paramater. .

atau FD (Frequency Diversity) dari Working Mode pada dropdown list. SD (Space Diversity).  Klik New untuk membuat group proteksi yang baru. ④ ⑤   Klik OK atau Apply untuk mengeksekusi parameter Pilih interface (IF/ISU2) yang akan di jadikan working board (main) dan interface (IF/ISU2) yang akan dijadikan protection board (standby). webpage dialog box akan muncul.MEMBUAT GROUP PROTEKSI 1+1 ①  Pilih jenis proteksi HSB (Hot Stand By). ② . ③  Parameter Switching ini bernilai default dan dapat diubah sesuai kebutuhan.

 Sebaiknya sebelum create group proteksi pastikan pointing sudah mencapai RX Power Level maksimal sesuai plan. Tampilan Group Proteksi setelah di create. karena saat group proteksi di buat.  Tampilan IF/ODU configuration setelah dibuatkan group proteksi. . IF/ISU2 protection/standby. konfigurasi IF/ISU2 standby akan otomatis mengikuti konfigurasi parameter radio dari IF/ISU2 main. Catatan:  Langkah ini untuk konfigurasi link 1+1.  Untuk konfigurasi link proteksi 1+1 HSB.untuk link dengan konfigurasi 1+0 langkah ini tidak diperlukan. tidak perlu mengalami input parameter radio secara manual.  Tampilan IF/ODU configuration sebelum dibuatkan group proteksi .

Langkah ini harus di koordinasikan dengan PIC operator/vendor perangkat yang bersangkutan. perlu dilakukan interference check untuk mengetahui apakah frekuensi sinyal transmisi kita tidak terganggu oleh frekuensi sinyal transmisi dari perangkat transmisi link yang lain. Setelah frekuensi yang digunakan clear dari interference. tergantung standard yang di terapkan oleh operator pengguna link. Nilai .85 dBm sampai . Jika nilai Actual Rx Power diatas -90 dBm. dengan menyampaikan alasan penggantian frekuensi. contoh: . Jika interference bernilai lebih besar dari . Langkah ini di lakukan di kedua sisi station. maka ganti Tx frequency hingga di dapatkan nilai interference yang paling minim. Ganti-ganti channel frekuensi untuk mengecek channel frekuensi mana yang clear dari interference.80 dBm. Kondisi Tx Status bernilai Mute yang berarti radio dalam keadaan tidak transmit/tidak memancar. Interference check dilakukan dengan cara mengecek RX Power Level (sinyal peneriamaan radio) disisi NE (Near End) dengan syarat FE (Far End/lawan NE) dalam keadaan mute (tidak transmit / tidak memancar) atau off.70 dBm. kembalikan status kedua radio NE dan FE menjadi unmute (transmit/memancar). Perhatikan nilai dari Actual Rx Power setelah memasukkan parameter Tx Frequency. Batas interference yang bisa di toleransi umumnya . berarti frekuensi yang di gunakan aman dari interference/gangguan sinyal perangkat lain. jika di abaikan maka akan menyebabkan kualitas link yang kurang baik.90 dBm. .7. Interference dalam link akan berdampak langsung pada komunikasi antara NE dan FE. dan link siap untuk di pointing. maka berati terdapat gangguan dari sinyal transmisi perangkat lain.80 dBm. INTERFERENCE CHECK     Sebelum Pointing dilakukan.

2.8. Pilih Modul Source (asal) dan modul Sink (tujuan). yang dimana jalurnya sebelumnya telah di define pada kroskoneksi software ke modul E1 seperti SP3D atau SP3S. Klik tombol New. 3. karena Direction jalur koneksi data default adalah Bidirectional (dua arah) maka tidak masalah tertukar antara modul source dan sinknya. CROSS-CONNECTION 1. 4. ① Pilih modul source dan sink dari drop down list. Kroskoneksi software bertujuan untuk menyiapkan jalur data (TimeSlot) spesifik dari modul yang satu ke modul yang lain. Dari Function Tree. maka akan muncul webpage dialog cross-connection. sementara untuk Direction jalur koneksi data yang lebih detail dan spesifik gunakan Unidirectional (satu arah). ⑤ ② ④ ③ . Klik Configuration > Cross-Connection Configuration. sementara untuk kroskoneksi fisik bertujuan menyiapkan jalur data secara fisik (E1 wire).

E1 12) yang asalnya dari modul microwave (ISU2) . .  Ini artinya secara fisik pada modul E1 (SP3D) akan diturunkan 12 E1 (E1 1 . Klik Apply untuk . Sebagai contoh pada gambar Timeslot 1-12 dari modul SP3D (source) di teruskan ke Timeslot 1-12 dari modul ISU2 (sink).mengeksekusi parameter. begitupula sebaliknya karena arah jalur data Bidirectional/dua arah.Masukkan urutan jalur data (Timeslot/E1) sesuai kebutuhan. Contoh tampilan hasil kroskoneksi software.

Ilham Noor .SEKIAN Terima Kasih Muh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful