P. 1
Mogok Nasional 3 Okt Dan Persiapannya

Mogok Nasional 3 Okt Dan Persiapannya

|Views: 214|Likes:

More info:

Published by: Lembaga Informasi Perburuhan Sedane on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2013

pdf

text

original

Penulis : Hamzirwan | Senin, 1 Oktober 2012 | 21:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Amerika Serikat
gencar mengundang investor asing menanamkan modal di Indonesia, pengusaha di
dalam negeri malah resah menghadapi mogok buruh. Pengusaha tidak mempersoalkan
rencana mogok sepanjang buruh tidak menyisir pabrik, memblokade jalur distribusi, dan
mengintimidasi buruh yang memilih tetap bekerja.

Demikian disampaikan Koordinator Forum Komunikasi Lintas Asosiasi Nasional (Forkan)
Franky Sibarani dan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar, Senin
(1/10/2012) di Jakarta. Forkan merupakan wadah komunikasi pengurus 22 asosiasi industri
mulai pertekstilan, alas kaki, makanan dan minuman, sampai manufaktur.

Sampai sekarang pemerintah belum bersungguh-sungguh mengingatkan ke semua pihak
yang akan mogok agar tidak memblokade jalan umum dan mengintimidasi orang yang
bekerja. "Kami sangat khawatir, karena peristiwa 27 Januari 2012 sudah di depan mata
dan kami tidak melihat ada langkah serius dari pemerintah mencegahnya agar jangan
terulang," kata Franky.

Pengusaha menuntut pemerintah membenahi berbagai pekerjaan rumah yang berkait
langsung dengan iklim investasi. Hal itu antara lain infrastruktur, jaminan energi, dan
kebijakan anggaran yang tidak populis.

Mereka meminta pemerintah memastikan mogok buruh tidak sampai mengganggu
proses produksi yang berkait langsung dengan ketepatan jadwal. Franky tidak melihat
ada kesamaan promosi pemerintah terhadap investor di luar negeri dan realita iklim

10

investasi domestik berkait masalah keamanan investor untuk bisa bekerja dengan tenang
sesuai aturan.

Sanny mengatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 menegaskan, kawasan
industri adalah obyek vital yang tidak boleh ada blokade karena akan mengganggu arus
lalu lintas logistik. Pengusaha di kawasan industri kini resah karena kerap pengepungan
dan penyisiran pabrik, sampai pemaksaan pembuatan kesepakatan yang tidak sesuai
norma ketenagakerjaan.

"Pada aksi 27 Januari 2012, kami sudah mengingatkan pemerintah agar menegakkan
aturan dan jangan kalah kepada tekanan massa. Sekarang terbukti, mereka lebih memilih
menggunakan aksi massa daripada berdialog," tutur Sanny.

Sedikitnya 500.000 buruh anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI),
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Konfederasi Serikat Buruh
Sejahtera Indonesia (KSBSI), yang bergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia
(MPBI) merencanakan mogok kerja di 21 kawasan industri pada Rabu (3/10/2012). Aksi ini
mengusung tiga isu utama, yakni penetapan upah minimum sesuai angka kebutuhan
hidup layak, penghapusan pekerja alih daya (outsourcing), dan iuran jaminan kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->