P. 1
Mogok Nasional 3 Okt Dan Persiapannya

Mogok Nasional 3 Okt Dan Persiapannya

|Views: 213|Likes:

More info:

Published by: Lembaga Informasi Perburuhan Sedane on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2013

pdf

text

original

Penulis : Ambrosius Harto Manumoyoso | Rabu, 3 Oktober 2012 | 11:15 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Mogok nasional oleh para buruh di Indonesia, Senin
(3/10/2012), dibenarkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Mogok nasional menuntut penghapusan sistem kerja outsourcing (alih daya) dan kontrak,
penghapusan politik upah murah, serta jaminan kebebasan berserikat.

Direktur LBH Jakarta Febi Yonesta mengatakan, kasus perburuhan adalah permasalahan
yang paling banyak diadukan di LBH Jakarta. Jumlah pencari keadilan berlipat karena satu
kasus bisa melibatkan ratusan bahkan ribuan pekerja.

"Lima tahun ini, kami menilai pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan
semakin buruk dan meningkat. Hal ini diperparah dengan sangat lemah dan tidak
berfungsinya pengawasan oleh Pengawas Ketenagakerjaan," kata Febi dalam siaran
persnya.

LBH Jakarta juga mencatat bahwa hampir tidak ada penegakan hukum atas pelanggaran-
pelanggaran dan kejahatan terhadap aturan ketenagakerjaan. Pemberian upah di bawah
ketentuan upah minimum regional dan pelarangan berserikat adalah tindak pidana.

Namun, hingga hari ini, hampir tidak ada pengusaha yang terkena proses hukum.
Padahal, pengaduan sudah sangat sering dilakukan oleh buruh kepada Polri dan
Pengawas Ketenagakerjaan.

LBH juga menilai hampir tidak ada tindakan dari pemerintah terhadap pelanggaran
sistem kontrak dan outsourcing. Pemerintah semakin melegalkan dan mempermudah
pelaksanaan outsourcing.

Buruh diarahkan untuk berhadapan dengan perusahaan melalui Pengadilan Hubungan
Industrial.

Muhamad Isnur, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan LBH Jakarta,
menyebutkan Pasal 137 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
bahwa mogok kerja adalah sebagai hak dasar pekerja/buruh.

Dalam Pasal 143 ditegaskan, siapa pun tidak dapat menghalang-halangi pekerja/buruh
dan serikat pekerja/buruh untuk menggunakan hak mogok kerja yang dilakukan secara
sah, tertib, dan damai.

Pemerintah dan perusahaan tidak boleh melarang, apalagi melakukan penangkapan,
kekerasan, dan mengurangi hak pekerja/buruh yang mogok kerja. LBH Jakarta siap
membantu dan mendampingi buruh/pekerja yang mendapatkan permasalahan dalam
melaksanakan haknya untuk melakukan mogok kerja.

Editor :

74

Agus Mulyadi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->