P. 1
SINDROME KOMPARTEMEN

SINDROME KOMPARTEMEN

|Views: 777|Likes:
Published by Eryanda Dinata

More info:

Published by: Eryanda Dinata on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

SINDROME KOMPARTEMEN Posted in Critical & Emergency Nursing on March 5, 2009 by masperawat SINDROME KOMPARTEMEN A.

Definisi

Syndrome kompartemen merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan interstitial dalam sebuah ruangan terbatas yakni kompartemen osteofasial yang tertutup. Sehingga mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringan dan tekanan oksigen jaringan. Kompartemen osteofasial merupakan ruangan yang berisi otot, saraf dan pembuluh darah yang dibungkus oleh tulang dan fascia serta otot-otot individual yang dibungkus oleh epimisium. Secara anatomik, sebagian besar kompartemen terletak di anggota gerak Berdasarkan letaknya komparteman terdiri dari beberapa macam, antara lain: 1. Anggota gerak atas a. Lengan atas : Terdapat kompartemen anterior dan posterior b. Lengan bawah : Terdapat tiga kompartemen,yaitu: flexor superficial, fleksor profundus, dan ekstensor 2. Anggota gerak bawah a. Tungkai atas: Terdapat tiga kompartemen, yaitu: anterior, medial, dan posterior b. Tungkai bawah Terdapat empat kompartemen, yaitu: kompartemen anterior, lateral, posterior superfisial, posterior profundus Syndrome kompartemen yang paling sering terjadi adalah pada daerah tungkai bawah (yaitu kompartemen anterior, lateral, posterior superficial, dan posterior profundus) serta lengan atas (kompartemen volar dan dorsal) B. Etiologi

Terdapat berbagai penyebab dapat meningkatkan tekanan jaringan lokal yang kemudian memicu timbullny sindrom kompartemen, yaitu antara lain: 1. Penurunan volume kompartemen Kondisi ini disebabkan oleh: · Penutupan defek fascia

·

Traksi internal berlebihan pada fraktur ekstremitas

2. Peningkatan tekanan eksternal · Balutan yang terlalu ketat · Berbaring di atas lengan · 3. Gips Peningkatan tekanan pada struktur komparteman Beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini antara lain: · Pendarahan atau Trauma vaskuler · · · · · · Peningkatan permeabilitas kapiler Penggunaan otot yang berlebihan Luka bakar Operasi Gigitan ular Obstruksi vena

Sejauh ini penyebab sindroma kompartemen yang paling sering adalah cedera, dimana 45 % kasus terjadi akibat fraktur, dan 80% darinya terjadi di anggota gerak bawah.

C.

Patofisiologi

Patofisiologi sindrom kompartemen melibatkan hemostasis jaringan lokal normal yang menyebabkan peningkatan tekanan jaringan, penurunan aliran darah kapiler, dan nekrosis jaringan lokal yang disebabkan hipoksia. Tanpa memperhatikan penyebabnya, peningkatan tekanan jaringan menyebabkan obstruksi vena dalam ruang yang tertutup. Peningkatan tekanan secara terus menerus menyebabkan tekanan arteriolar intramuskuler bawah meninggi. Pada titik ini, tidak ada lagi darah yang akan masuk ke kapiler sehingga menyebabkan kebocoran ke dalam kompartemen, yang diikuti oleh meningkatnya tekanan dalam kompartemen. Penekanan terhadap saraf perifer disekitarnya akan menimbulkan nyeri hebat. Metsen mempelihatkan bahwa bila terjadi peningkatan intrakompartemen, tekanan vena meningkat. Setelah itu, aliran darah melalui kapiler akan berhenti. Dalam keadaan ini penghantaran oksigen juga akan terhenti, Sehingga

terjadi hipoksia jaringan (pale). Jika hal ini terus berlanjut, maka terjadi iskemia otot dan nervus, yang akan menyebabkan kerusakan ireversibel komponen tersebut. Terdapat tiga teori yang menyebabkan hipoksia pada kompartemen sindrom yaitu, antara lain: a. b. Spasme arteri akibat peningkatan tekanan kompartemen “Theori of critical closing pressure.”

Hal ini disebabkam oleh diameter pembuluh darah yang kecil dan tekanan mural arteriol yang tinggi. Tekanan trans mural secara signifikan berbeda ( tekanan arteriol-tekanan jaringan), ini dibutuhkan untuk memelihara patensi aliran darah. Bila tekanan tekanan jaringan meningkat atau tekanan arteriol menurun maka tidak ada lagi perbedaan tekanan. Kondisi seperti ini dinamakan dengan tercapainya critical closing pressure. Akibat selanjutnya adalah arteriol akan menutup c. Tipisnya dinding vena

Karena dinding vena itu tipis, maka ketika tekanan jaringan melebihi tekanan vena maka ia akan kolaps. Akan tetapi bila kemudian darah mengalir secara kontinyu dari kapiler maka, tekanan vena akan meningkat lagi melebihi tekanan jaringan sehingga drainase vena terbentuk kembali

McQueen dan Court-Brown berpendapat bahwa perbedaan tekanan diastolik dan tekanan kompartemen yang kurang dari 30 mmHg mempunyai korelasi klinis dengan sindrom kompartemen. Patogenesis dari sindroma kompartemen) kronik telah digambarkan oleh Reneman. Otot dapat membesar sekitar 20% selama latihan dan akan menambah peningkatan sementara dalam tekanan intra kompartemen. Kontraksi otot berulang dapat meningkatkan tekanan intamuskular pada batas dimana dapat terjadi iskemia berulang. Sindroma kompartemen kronik terjadi ketika tekanan antara kontraksi yang terus – menerus tetap tinggi dan mengganggu aliran darah. Sebagaimana terjadinya kenaikan tekanan, aliran arteri selama relaksasi otot semakin menurun, dan pasien akan mengalami kram otot. Kompartemen anterior dan lateral dari tungkai bagian bawah biasanya yang kena

D.

Manifestasi Klinis

Gejala klinis yang terjadi pada syndrome kompartemen dikenal dengan 5 P yaitu: 1. Pain (nyeri) : nyeri yang hebat saat peregangan pasif pada otot-otot yang terkena, ketika ada trauma langsung. Nyeri merupakan gejala dini yang paling penting. Terutama jika munculnya nyeri tidak sebanding dengan keadaan klinik (pada anak-anak tampak semakin gelisah

atau memerlukan analgesia lebih banyak dari biasanya). merupakan gejala yang spesifik dan sering. 2. 3. 4.

Otot yang tegang pada kompartemen

Pallor (pucat), diakibatkan oleh menurunnya perfusi ke daereah tersebut. Pulselesness (berkurang atau hilangnya denyut nadi ) Parestesia (rasa kesemutan)

5. Paralysis : Merupakan tanda lambat akibat menurunnya sensasi saraf yang berlanjut dengan hilangnya fungsi bagian yang terkena kompartemen sindrom. Sedangkan pada kompartemen syndrome akan timbul beberapa gejala khas, antara lain: 1. Nyeri yang timbul saat aktivitas, terutama saat olehraga. Biasanya setelah berlari atau beraktivitas selama 20 menit. 2. Nyeri bersifat sementara dan akan sembuh setelah beristirahat 15-30 menit. 3. Terjadi kelemahan atau atrofi otot. E. Penegakan Diagnosa

Selain melalui gejala dan tanda yang ditimbulkannya, penegakan diagnosa kompartemen syndrome dilakukan dengan pengukuran tekanan kompartemen. Pengukuran intra kompartemen ini diperlukan pada pasien-pasien yang tidak sadar, pasien yang tidak kooperatif, seperti anak-anak, pasien yang sulit berkomunikasi dan pasien-pasien dengan multiple trauma seperti trauma kepala, medulla spinalis atau trauma saraf perifer. Tekanan kompartemen normalnya adalah 0. Perfusi yang tidak adekuat dan iskemia relative ketika tekanan meningkat antara 10-30 mmHg dari tekanan diastolic. Tidak ada perfusi yang efektif ketika tekanannya sama dengan tekanan diastoli. F. Penanganan

Tujuan dari penanganan sindrom kompartemen adalah mengurangi defisit fungsi neurologis dengan lebih dulu mengembalikan aliran darah lokal, melalui bedah dekompresi. Walaupun fasciotomi disepakati sebagai terapi yang terbaik, namun beberapa hal, seperti timing, masih diperdebatkan. Semua ahli bedah setuju bahwa adanya disfungsi neuromuskular adalah indikasi mutlak untuk melakukan fasciotomi Penanganan kompartemen secara umum meliputi: 1. Terapi Medikal/non bedah

Pemilihan terapi ini adalah jika diagnosa kompartemen masih dalam bentuk dugaan sementara. Berbagai bentuk terapi ini meliputi:

a. Menempatkan kaki setinggi jantung, untuk mempertahankan ketinggian kompartemen yang minimal, elevasi dihindari karena dapat menurunkan aliran darah dan akan lebih memperberat iskemia b. dilepas. c. sindroma d. Pada kasus penurunan ukuran kompartemen, gips harus di buka dan pembalut kontriksi

Pada kasus gigitan ular berbisa, pemberian anti racun dapat menghambat perkembangan kompartemen Mengoreksi hipoperfusi dengan cairan kristaloid dan produk darah

e. Pada peningkatan isi kompartemen, diuretik dan pemakainan manitol dapat mengurangi tekanan kompartemen. Manitol mereduksi edema seluler, dengan memproduksi kembali energi seluler yang normal dan mereduksi sel otot yang nekrosis melalui kemampuan dari radikal bebas 2. Terapi Bedah

Fasciotomi dilakukan jika tekanan intrakompartemen mencapai > 30 mmHg. Tujuan dilakukan tindakan ini adalah menurunkan tekanan dengan memperbaiki perfusi otot. Jika tekanannya < 30 mm Hg maka tungkai cukup diobservasi dengan cermat dan diperiksa lagi pada jam-jam berikutnya. Kalau keadaan tungkai membaik, evaluasi terus dilakukan hingga fase berbahaya terlewati. Akan tetapi jika memburuk maka segera lakukan fasciotomi. Keberhasilan dekompresi untuk perbaikan perfusi adalah 6 jam. Terdapat dua teknik dalam fasciotomi yaitu teknik insisi tunggal dan insisi ganda.Insisi ganda pada tungkai bawah paling sering digunakan karena lebih aman dan lebih efektif, sedangkan insisi tunggal membutuhkan diseksi yang lebih luas dan resiko kerusakan arteri dan vena peroneal. G. Komplikasi

Sindrom kompartemen jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera, akan menimbulkan berbagai komplikasi antara lain: 1. Nekrosis pada syaraf dan otot dalam kompartemen

2. Kontraktur volkman, merupakan kerusakan otot yang disebabkan oleh terlambatnya penanganan sindrom kompartemen sehingga timbul deformitas pada tangan, jari, dan pergelangan tangan karena adanya trauma pada lengan bawa 3. 4. 5. Trauma vascular Gagal ginjal akut Sepsis

Kompartemen adalah merupakan . parestesia. yaitu di dalam kompartemen osteofasial yang tertutup. sekelompok pasien dengan nyeri kaki.5) ANATOMI Fascia memisahkan serabut otot dalam satu kelompok. Penyebab umum terjadinya sindroma kompartemen akut adalah fraktur. perfusi darah ke jaringan akan berkurang dan otot di dalam kompartemen akan menjadi iskemik. 1. trauma jaringan lunak. Menurut Qvarfordt. Ruangan tersebut berisi otot. (4. ekstremitas bawah distal anterior adalah yang paling banyak dipelajari untuk sindroma kompartemen. 2. disertai denyut nadi yang hilang. Diagnosa keperawatan Nyeri akut bd agen injuri fisik/kimiawi Ketidakepektifan perfusi jaringan perifer bd gangguan aliran darah arteri Referensi Irga. Ketika tekanan intrakompartemen meningkat. Acute respiratory distress syndrome (ARDS) H. (1) INSIDEN Di Amerika.2. paresis. http://www. (1. McQueen memeriksa 164 pasien yang didiagnosis sindroma kompartemen. kerusakan arteri. Dianggap sebagai yang kedua paling sering untuk trauma sekitar 2-12%. Tanda klinis yang umum adalah nyeri. 14% pasien dengan sindroma kompartemen anterior. Sedangkan sindroma kompartemen kronik dapat disebabkan oleh aktivitas yang berulang misalnya lari. saraf dan pembuluh darah.passangereng. 2008. dimana pria lebih sering mengalami luka trauma. Sindroma Kompartemen.3) Sindroma kompartemen dapat diklasifikasikan menjadi akut dan kronik.6. tapi hal ini memiliki bias. 69% berhubungan dengan fraktur dan sebagian adalah fraktur tibia. sindroma kompartemen lebih sering didiagnosa pada pria daripada wanita. dan luka bakar. tergantung dari penyebab peningkatan tekanan kompartemen dan lamanya gejala. dilihat 12 November 2008. Dari penelitian McQueen (2000).com Kompartemen sindrom PENDAHULUAN Sindroma kompartemen adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan intertisial di dalam ruangan yang terbatas.blogspot. Sindroma kompartemen ditemukan 1-9% fraktur pada kaki.

3. 2. Pada regio wrist joint. Penurunan volume kompartemen dapat disebabkan oleh : (9)  Balutan yang terlalu ketat. nervus peroneal profunda. akibat latihan atau adanya obstruksi vena.daerah tertutup yang dibatasi oleh tulang. penurunan aliran darah kapiler dan nekrosis jaringan lokal akibat hipoksia. nervus ulnar dan nervus median.  Hipertrofi otot. ETIOLOGI Penyebab terjadinya sindroma kompartemen adalah tekanan di dalam kompartemen yang terlalu tinggi. Pada regio antebrachium. 3. Kompartemen lateral : otot peroneus longus dan brevis. saraf dan pembuluh darah. otot ekstensor carpi radialis longus. Kompartemen V : otot ekstensor digiti minimi. Kompartemen dorsal : otot ekstensor pergelangan tangan dan jari tangan. nervus sural. otot ekstensor indicis. 3. 5. Patofisiologi sindroma kompartemen melibatkan hemostasis jaringan lokal normal yang menyebabkan peningkatan tekanan jaringan. nervus interosseous posterior.  Pendarahan. Kompartemen I : otot abduktor pollicis longus dan otot ekstensor pollicis brevis. (6) Pada regio brachium. 2. 4. Kompartemen posterior superfisial : otot gastrocnemius dan soleus. Kompartemen dorsal : otot ekstensor pergelangan tangan dan jari tangan. Kompartemen posterior profunda : otot tibialis posterior dan flexor ibu jari kaki. trauma langsung. nervus peroneal superfisial.10) 1. Kompartemen volar : otot flexor pergelangan tangan dan jari tangan. nervus tibia. akibat syok. 6. kompartemen dibagi menjadi 2 bagian yaitu : (9. nervus ulnar dan nervus median. Kompartemen anterior : otot tibialis anterior dan ekstensor ibu jari kaki. 2. kompartemen dibagi menjadi 6 bagian yaitu : (9. kompartemen dibagi menjadi 4 bagian yaitu : (9. Kompartemen volar : otot flexor pergelangan tangan dan jari tangan. interosseus membran dan fascia yang melibatkan jaringan otot. Adapun penyebab terjadinya peningkatan tekanan intrakompartemen adalah peningkatan volume cairan dalam kompartemen atau penurunan volume kompartemen. 2. otot brachioradialis. Kompartemen IV : otot ekstensor digitorum communis.10) 1.10) 1. luka bakar. Mobile wad : otot ekstensor carpi radialis longus. otot ekstensor carpi radialis brevis.  Infus yang infiltrasi. 4. Kompartemen II : otot ekstensor carpi radialis brevis. lebih dari 30 mmHg. PATOGENESIS Perkembangan sindroma kompartemen tergantung tidak hanya pada tekanan intrakompartemen tapi juga tekanan sistemik darah. nervus interosseous posterior. (9) Peningkatan volume cairan dalam kompartemen dapat disebabkan oleh : (9)  Peningkatan permeabilitas kapiler. kompartemen dibagi menjadi 3 bagian yaitu : (9.10) 1. Kompartemen VI : otot ekstensor carpi ulnaris. Kompartemen III : otot ekstensor pollicis longus. Pada regio cruris.  Peningkatan tekanan kapiler. (1) .

antara lain : (19) a. Pain (nyeri) : nyeri pada jari tangan atau jari kaki pada saat peregangan pasif pada otot-otot yang terkena. yaitu : (17) 1.Ketika tekanan dalam kompartemen melebihi tekanan darah dalam kapiler dan menyebabkan kapiler kolaps. kemudian sel akan berhenti melepaskan zat-zat kimia sehingga menyebabkan terjadi pembengkakan lebih lanjut. penggunaan bebat. Sangat perlu untuk memastikan bahwa tidak ada gelembung udara dalam sistem tersebut karena memberi hasil yang rendah atau mengaburkan pengukuran. nutrisi tidak dapat mengalir keluar ke sel-sel dan hasil metabolisme tidak dapat dikeluarkan. abu-abu atau keputihan. Kateter dan tabungnya diisi oleh three-way yang dihubungkan dengan transducer. kemudian jarumnya ditarik dan kateter dibalut ke kulit. Hanya dalam beberapa jam. Pengukuran tekanan kompartemen dapat dilakukan dengan menggunakan teknik injeksi atau wick kateter. warna kulit biasanya pucat. serotonin) yang meningkatkan permeabilitas endotel. Paralisis : biasanya diawali dengan ketidakmampuan untuk menggerakkan sendi. Kemudian tekanan dalam kompartemen dapat dibaca pada manometer air raksa. (5) DIAGNOSIS Sindroma kompartemen dapat didiagnosis berdasarkan pengetahuan tentang faktor resiko. Teknik injeksi. 2. (12. 3. Adapun faktor resiko pada sindroma kompartemen meliputi fraktur yang berat dan trauma pada jaringan lunak. Teknik Wick kateter. Dalam kapiler-kapiler terjadi kehilangan cairan sehingga terjadi peningkatan tekanan jaringan dan memperberat kerusakan disekitar jaringan dan jaringan otot mengalami nekrosis. Pembengkakan yang terus bertambah menyebabkan tekanan meningkat. Ujung kateter harus dapat menghentikan suatu meniskus air sehingga dapat dipastikan dan diketahui bahwa dalam jaringan tersebut dilewati suatu trocar besar. merupakan tanda yang lambat diketahui. ketika ada trauma langsung.16) Gejala klinis yang umum ditemukan pada sindroma kompartemen meliputi 5 P. 5. Pallor (pucat) : kulit terasa dingin jika di palpasi. (15. 4. Saluran ini kemudian dihubungkan dengan manometer air raksa standar.16) Prosedur pengukuran tekanan kompartemen. tekanan udara dalam spoit akan meningkat sehingga meniskus salin-udara tampak bergerak. Setelah jarum disuntikkan ke dalam kompartemen. Pulselesness (berkurang atau hilangnya denyut nadi) : akibat adanya gangguan perfusi arterial. Dalam keadaan ini penghantaran oksigen juga akan terhenti. keluhan subjektif dan adanya suatu tanda-tanda fisik dan gejala klinis. sel-sel yang tidak memperoleh makanan akan mengalami kerusakan. Jarum ukuran 18 dihubungkan dengan spoit 20 cc melalui saluran salin dan udara. Pertama-tama sel akan mengalami pembengkakan. Wick kateter dan sarung plastiknya dihubungkan ke transducer dan recorder. Pengukuran tekanan kompartemen adalah salah satu tambahan dalam membantu menegakkan diagnosis. Parestesia : biasanya memberikan gejala rasa panas dan gatal pada daerah lesi. Terjadinya hipoksia menyebabkan sel-sel akan melepaskan substansi vasoaktif (misal : histamin. b. . Biasanya pengukuran tekanan kompartemen dilakukan pada pasien dengan penurunan kesadaran yang dari pemeriksaan fisik tidak memberi hasil yang memuaskan. (15.13) Aliran darah yang melewati kapiler akan berhenti.

20) Adapun indikasi untuk melakukan fasciotomi adalah : (21) 1. (11) Terapi untuk sindroma kompartemen akut maupun kronik biasanya adalah operasi. termasuk indikasi pada sindrom kompartemen akut. Rorabeck. 2. Fibulektomi adalah prosedur radikan dan jarang dilakukan. Fasciotomi adalah pengobatan operatif pada sindroma kompartemen dengan stabilisasi fraktur dan perbaikan pembuluh darah. setengah antara fibula dan caput tibia. • Pada kasus penurunan volume kompartemen. Vena dan nervus saphenus ditarik ke anterior. luka dapat di jahit (tanpa regangan ).19) Fasciotomi insisi tunggal (davey. • Mengoreksi hipoperfusi dengan cara kristaloid dan produk darah. kalau terdapat nekrosis otot. untuk mempertahankan ketinggian kompartemen yang minimal. Keberhasilan dekompresi untuk perbaikan perfusi adalah 6 jam. elevasi dihindari karena dapat menurunkan aliran darah dan akan lebih memperberat iskemia. Insisi kedua dibuat secara longiotudinal 1 cm dibelakang garis posterior tibia. Berikutnya kulit dibuka ke bagian posterior dan dilakukan fasciotomi kompartemen posterior superficial. Diseksi subkutaneus digunakan untuk mengekspos fascia kompartemen.TERAPI Penanganan sindroma kompartemen meliputi : 1. Batas antara kompartemen superficial dan lateral dan interval ini diperluas ke atas dengan memotong soleus dari fibula. vasodilator atau obat golongan penghambat simpatetik. dan Fowler) : Dibuat insisi lateral. dapat dilakukan debridemen. kalau jaringan sehat. (11) • Menempatkan kaki setinggi jantung. Terapi pembedahan / operatif. Teknik insisi ganda lebih aman dan efektif. dan fasciotomi insisi ganda. longitudinal pada garis fibula. Digunakan diseksi subkutaneus yang luas untuk mengidentifikasi fascia. Terapi medikal / non bedah. Otot dan pembuluh darah peroneal ditarik ke belakang. fasciotomi insisi tunggal perifibular. dan jika ada. biasanya 5 hari kemudian. (1. Buka kompartemen anterior kearah proksimal dan distal pada garis tibialis anterior. 2.(8. Ada tanda-tanda klinis dari sindroma kompartemen. (1. Dibuat insisi tranversal untuk mengidentifikasi septum antara . Insisi tunggal dapat digunakan untuk jaringan lunak pada ektremitas. FASCIOTOMI PADA REGIO CRURIS Ada 3 pendekatan fasciotomi untuk kompartemen regio cruris : fibulektomy. gips harus dibuka dan pembalut kontriksi dilepas. Kulit dibuka pada bagian anterior dan jangan sampai melukai nervus peroneal superficial. Dibuat fasciotomy longitudinal pada kompartemen anterior dan lateral.19) Fasciotomi insisi ganda (Mubarak dan Hargens) : Insisi sepanjang 20-25 cm dibuat pada kompartemen anterior. atau skin graft mungkin diperlukan untuk menutup luka ini. Insisi tranversal dibuat pada septum intermuskular lateral dan identifikasi nervus peroneal superficial pada bagian posterior septum. Kemudian dilakukan fasciotomi pada kompartemen lateral ke arah proksimal dan distal pada garis tubulus fibula. Insisi panjang dibuat pada fascia untuk menghilangkan tekanan yang meningkat di dalamnya. Kemudian diidentifikasi fascia otot tibialis posterior ke fibula dan dilakukan inisisi secara longitudinal. sepanjang mulai dari distal caput fibula sampai 3-4 cm proksimal malleolus lateralis. Luka tersebut dibiarkan terbuka (ditutup dengan pembalut steril) dan ditutup pada operasi kedua. Tekanan intrakompartemen melebihi 30 mmHg. • Pemberian mannitol.

Kemudian dibuka fascia gastrocsoleus sepanjang kompartemen. fasciotomi harus dilakukan dengan posisi lengan bawah pronasi. bersebelahan dengan siku kemudian ke sisi radial tangan dan diperpanjang kea rah distal sepenjang brachioradialis. harus dilakukan dekompresi fascia disekitar otot tersebut untuk memastikan bahwa dekompresi yang adekuat telah dilakukan. Fascia pada kompartemen fleksor profunda kemudian diinsisi. nyeri biasanya hanya pada puncak belakang tibia medial. mulai pada titik 1 atau 2 cm di atas siku kearah bawah sampai di pergelangan. Insisi lurus dari epikondilus lateral sampai garis tengah pergelangan. Tidak ada penggunaan torniket. Insisi kulit mulai dari medial ke tendon bicep. dan pronatus teres. (22.(1. segera dibuka. Batas antara ekstensor carpi radialis brevis dan ekstensor digitorum komunis diidentifikasi kemudian dilakukan fasciotomi.23) Gejala pada tendinitis biasanya muncul setelah latihan. dan sampai ke carpal tunnel sepanjang lipat thenar. nyeri sering diakibatkan oleh regangan pada tendo. Dibuat insisi lain pada otot fleksor digitorum longus dan dibebaskan seluruh kompartemen posterior profunda. melewati lipat siku. harus diputuskan apakah perlu dilakukan fasciotomi dorsal (ekstensor). Kemudian kompartemen fleksor superficial diinsisi. Namun memberikan gejala yang sama dengan sindroma kompartemen. identifikasi kompartemen otot tibialis posterior.kompartemen posterior profunda dan superficial. kemudian fleksor carpi radialis dan arteri radialis ditarik ke sisi ulnar yang akan mengekspos fleksor digitorum profundus fleksor pollicis longus. Pada fatigue fraktur. Jika terjadi peningkatan tekanan pada kompartemen ini. Fascia superficial pada fleksor carpi ulnaris diinsisi ke atas sampai ke aponeurosis siku dan ke carpal tunnel ke arah distal.19) DIAGNOSIS BANDING Diferensial diagnosis dari sindroma kompartemen meliputi tendinitis.23) . dilanjutkan ke palmar. Jika terjadi peningktan tekanan pada kompartemen dorsal yang terus meningkat.(1. pronatus quadratus.(1.19) FASCIOTOMI PADA REGIO ANTEBRACHIUM Pendekatan volar (Henry) Dekompresi kompartemen fleksor volar profunda dan superficial dapat dilakukan dengan insisi tunggal. daerah tulang yang diserang meluas dari satu sisi tulang ke tulang yang lain. Pada dasar fleksor digitorum sublimis terdapat arteri dan nervus ulnaris. Insisi kulit dimulai dari proksimal ke fossa antecubiti sampai ke palmar pada daerah tunnel carpal. Pada shin splints. Lengan disupinasikan dan insisi mulai dari medial bagian atas tendon bisep. Tekanan kompartemen dapat diukur selama operasi untuk mengkonfirmasi dekompresi.19) Kemudian nervus radialis diidentifikasi dibawah brachioradialis. Karena sindrom kompartemen biasanya melibatkan kompartemen fleksor profunda. keduanya kemudian ditarik ke arah radial. Kemudian dicari batas antara fleksor carpi ulnaris dan fleksor digitorum sublimis.19) Pendekatan Volar Ulnar Pendekatan volar ulnar dilakukan dengan cara yang sama dengan pendekatan Henry. Setelah kompartemen posterior dibuka. (22. yang harus dicari dan dilindungi. fatigue fraktur dan shin splints. sering pada pertemuan setengah dan sepertiga distal tibia.(1.19) Pendekatan Dorsal Setelah kompartemen superficial dan fleksor profunda lengan bawah didekompresi.(1. terus ke bawah melewati garis ulnar lengan bawah. Keadaan ini dihubungkan berdasarkan nyeri pada tungkai bawah akibat latihan. Hal ini lebih baik ditentukan dengan pengukuran tekanan kompartemen intraoperatif setelah dilakukan fasciotomi kompartemen fleksor.

USA. extremity. selama perfusi kapiler masih kurang dan menyebabkan hipoksia pada jaringan tersebut. Compartment syndrome and rhabdomyolysis in The . Compartment syndrome in DeLee & Drez`s orthopaedic sports medicine. Vol 3. Drez David. Paula Richard. p : 2449-57 2. Marc F Swiontkowski. Jika diagnosa terlambat. Accessed on May 29th 2007. Compartment syndrome in Campbell`s operative orthopaedics.emedicine.com. Andrew L. 2004. 6. 5. 9. Toleransi otot untuk terjadinya iskemia adalah 4 jam. Lippincott Williams & Wilkins. Compartment syndrome. Available at http://www. John M Kane. Ed 5th. sepsis. PROGNOSIS Sindroma kompartemen akut cenderung memiliki hasil akhir yang jelek. p : 20-8 10. Compartment syndrome. p : 143-4 4. hampir 20% pasien mengalami defisit motorik dan sensorik yang persisten. dapat menyebabkan trauma saraf dan hilangnya fungsi otot. 2001. Accessed on May 28th 2007. • Kontraktur volkmann adalah deformitas pada tungkai dan lengan yang merupakan kelanjutan dari sindroma kompartemen akut yang tidak mendapat terapi selama lebih dari beberapa minggu atau bulan. p : 84-5 7. Ed 10th. DeLee C Jesse. Mosby.com. • Hipestesia dan nyeri.com. Saunders. Azar Frederick. • Komplikasi sistemik yang dapat timbul dari sindroma kompartemen meliputi gagal ginjal akut. Cameron Peter. 8. • Infeksi. dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) yang fatal jika terjadi sepsis kegagalan organ secara multisistem.emedicine. Anonym.24) • Kegagalan dalam mengurangi tekanan intrakompartemen dapat menyebabkan nekrosis jaringan. Compartment syndrome. Philadelphia. Compartment syndrome in Textbook of adult emergency medicine. Vol 1. Ed 2nd.com. Churchill Livingstone. p : 13-4 3. 2003. (11) DAFTAR PUSTAKA 1. 2003. Chen. USA. New York. Accessed on May 28th 2007. Available at http://www.AAOS. 2004. Compartmental syndromes in Manual of orthopaedics.KOMPLIKASI (21. Saunders. Preston R Miller. Walaupun fasciotomi dilakukan dengan cepat dan awal. Compartment syndrome. Argenta C Louis.medlineplus. Available at http://www. Rasul Abraham. Compartment syndromes in Basic sciense for surgeons. Jelinek George. Ed 2nd. Kerusakan irreversibel terjadi bila lebih dari 8 jam. Accessed on May 28th 2007. Available at http://www. USA.

p : 563-4 15. Lippincott Williams & Wilkins. Banovetz. Warwick David. Available at http://www. USA. Oxford University Press. 2002. p : 268-92 20. Oral vitamin C reduces the injury to skeletal muscle caused by compartment syndrome. Esser Max. Beau Champ. 1994.com. Compartment syndrome in Textbook of critical care. . Elsevier Saunders. Accessed on May 28th 2007. p : 22-4 24. 2003. 2003.trauma manual. Compartment syndrome : swelling out of control. Compartment syndrome. Braver Richard. Churchill Livingstone. 2001. 2002. Journal of Bone and Joint Surgery. 2005. and reconstruction. Compartment syndrome evaluation in Procedures for primary care. 23. New York. p : 335-7 11. Available at http://www.wikipedia.emedicine. 19. USA. Anonym. management. Acute compartment syndrome in Textbook of surgery. p : 554-7 16. Aug 2004. May 2002. Ed 2nd. Available at http://www. Available at http://www. Ed 8th.org. Accessed on June 4th 2007. Ed 5th. McRae Ronald. American College of Foot and Ankle Surgeons. Townsend M Courtney. Kearns. Vol 1. Accessed on May 29th 2007. Abraham Edward. p : 99 18. Compartment syndrome. Compartmental syndromes. p : 2099 17. Compartment syndrome in Appley`s system of orthopaedics and fractures. p : 1419-29 22. Elsevier Saunders. Kalb L Robert. Surgical pearls : How to test and treat exertional compartment syndrome. Amendola. Harvard Orthopaedic Journal. Ed 17th. 12. Clinical Orthopaedics & Related Research. Daly.wikipedia. Murray. USA. 14. Flandry Fred. Sheehan. lower extremity. New York.hughston. Bruce Twaddle. 21. Compartment syndromes in Skeletal trauma basic science. Ed 3rd.org. Wallace Stephen. Shingo Tanabe. 2004. Pathophysiology of compartment syndrome in The well leg resulting from fracture table positioning. Accessed on June 4th 2007. Brian J Awbrey. USA. Saunders. Compartment syndromes in Practical fracture treatment. p : 239-42 13. Mosby. Chronic exercise-induced compartment syndrome of the leg. Pink P Mitchell. Anglen J. Frederick A. Solomon Louis.com.

Hal ini akan memicu terjadinya iskemia jaringan. suatu tindakan operatif untuk membebaskan cairan yang terperangkap di dalam kompartemen. akan menyebabkan aliran darah yang seyogyanya mensuplai oksigen dan nutrisi ke jaringan menjadi tidak adekuat (kolaps). yang menyebabkan edema sehingga tekanan intrakompartemen tersebut akan semakin meningkat. yang pada akhirnya dapat mengancam nyawa. Pulselessness. yang sering ditemukan dan terjadi di awal sindrom 2. Cairan tersebut dapat berupa darah atau edema yang disebabkan oleh fraktur. dan tidak diikuti oleh pertambahan luas/volume kompartemen itu sendiri. Pallor. Pain (nyeri). Parestesia. di mana terjadi peningkatan tekanan intrakompartemen sehingga terjadi iskemia jaringan. Cedera vaskular .Komplikasi fraktur Sindroma kompartemen Sindroma kompartemen adalah suatu sindrom yang terjadi karena beberapa hal. Paralisis. Bila hal ini tidak diatasi. yaitu pucat pada kulit akibat berkurangnya suplai darah 5. Peningkatan tekanan ini disebabkan oleh terisinya cairan ke dalam kompartemen (fascia). Dengan meningkatnya tekanan intrakompartemen (interstitial) yang melampaui tekanan perfusi kapiler (pembuluh darah). bisa disebabkan oleh fraktur. yang disingkat menjadi 5P: 1. Secara umum terdapat beberapa tanda (sign) untuk sindroma kompartemen. maka iskemia yang terjadi akan menimbulkan kematian jaringan dan nekrosis. yaitu gangguan motorik yang ditemukan setelah beberapa waktu 4. yaitu gangguan pada saraf sensorik 3. yaitu kehilangan denyut arteri Cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan teknik fasciotomi.

kapsular. namun ada tempat-tempat tertentu yang sangat rentan terhadap cedera vaskular. penekanan (namun tidak menggunakan torniket). Pada daerah-daerah tersebut. Braten et al mengemukakan bahwa penanganan cedera vaskular paling baik dalam jangka waktu 6 jam setelah terjadinya fraktur.tibial anterior. Hal ini disebabkan vaskularisasi yang ekstensif pada kedua daerah tersebut. hanya terdapat satu arteri tunggal yang berjalan sepanjang daerah tertentu sebelum bercabang (furcatio) di daerah yang lebih distal. Osteonekrosis paling sering terjadi di tulang panggul. Perdarahan intraosseus (periosteal.fibular/peroneal setelah fossa popliteal). dan iliaka) 3. Setelah itu disarankan untuk dilakukan fasciotomi demi mencegah terjadinya sindroma kompartemen. Sekitar 40 persen pasien dengan fraktur pelvis mengalami perdarahan intraabdominal yang dapat berujung pada kematian. intramuscular) 2. Pembuluh darah dapat mengalami cedera di mana saja. seperti shock. terutama cedera arteri merupakan konsekuensi berbahaya dari fraktur yang dapat mengancam jaringan dan nyawa. serta tindakan operatif. Perdarahan melalui luka terbuka . Pada fraktur pelvis. Di ekstremitas atas. Apabila terjadi perdarahan secara signifikan (lebih dari 1 liter) dapat berakibat secara sistemik.radialis dan a. terdapat beberapa lokasi yang sangat rentan terjadinya perdarahan setelah fraktur: 1. fraktur femur) Fraktur dengan kehilangan darah (major blood loss) paling sering terjadi pada fraktur pelvis dan fraktur femur.femoralis akan bercabang menjadi a. Dengan demikian. Arteri tunggal ini nantinya akan bercabang menjadi dua di ekstremitas atas (a. Major blood loss (fraktur pelvis. daerah inguinal. di mana risiko iskemia jaringan tidak seluas yang ditimbulkan oleh cedera arteri tunggal. lengan atas anterior dan medial serta fossa antecubital adalah daerah yang berisiko tinggi. apabila terjadi cedera vaskular pada arteri tunggal ini menyebabkan iskemia yang luas pada jaringan yang lebih distal. a. dan takikardia. Tanpa suplai darah. obturator. Perdarahan intraabdominal (visceral dan intraabdominal mayor) 4.ulnaris setelah fossa cubiti) dan tiga di ekstremitas bawah (a. Osteonekrosis Osteonekrosis (nekrosis avaskular) adalah keadaan yang terjadi di mana tulang kehilangan suplai darah untuk waktu yang lama/permanen. brachialis bercabang menjadi a.gluteus superior. terutama pada dislokasi panggul posterior disertai fraktur kepala femur. bagian aksila. sedangkan di ekstremitas bawah. jaringan tulang akan mati dan menjadi nekrotik. paha medial dan fossa popliteal adalah daerah yang berisiko tinggi jika mengalami cedera vaskular. hipotensi. Koval et al mengemukakan bahwa sepuluh persen pasien dislokasi panggul anterior mengalami osteonekrosis. Perdarahan intrapelvis (a. Penanganan tersebut meliputi imobilisasi ekstremitas.Cedera vaskular.tibial posterior. pudendal. Hal ini akan berbeda jika cedera vaskular terjadi di daerah yang lebih distal setelah percabangan. dan a.

Gejala ini bertambah di malam hari. medianus. Pada neurotmesis.276 cc. selubung myelin dan jaringan konektif sehingga penyembuhan menghasilkan jaringan parut yang menghambat regenerasi akson. Carpal tunnel syndrome (CTS). Neurapraxia. fungsi. Hal ini dapat diminimalisasi dengan cara mengimobilisasi tulang yang mengalami fraktur.ulnaris. Cedera saraf perifer (peripheral nerve injury) Cedera saraf perifer merupakan komplikasi lain dari fraktur. menyambung (ligasi) pembuluh darah serta resusitasi. yang pada fraktur dapat disebabkan oleh tulang atau sindroma kompartemen. 3. 2. yaitu cedera saraf yang lebih berat dari neurapraxia dan axonometsis. Hampir sama dengan fraktur pelvis. misalnya dengan terpotong atau melalui penggunaan torniket. Pada cedera ini. Yang pertama adalah trauma mekanik secara langsung. Mekanisme berikutnya adalah melalui kompresi/tekanan. terjadi kehilangn fungsi disertai cedera aksonal. . Peroneal nerve palsy. Iskemia yang dihasilkan oleh sindroma kompartemen juga dapat mencederai sel saraf. Berdasarkan struktur. Ditandai dengan kesulitan untuk memisahkan jari-jari dan kelemahan pada jari 4-5. di mana terjadi robekan ligamen pelvis. Fraktur dapat menyebabkan cedera saraf perifer melalui beberapa mekanisme. yaitu kehilangan fungsi dari sel saraf dan disertai oleh cedera akson. Neurotmesis. memperbaiki deformitas. cedera saraf dapat dibagi menjadi beberapa golongan: 1. Lieurance et al mengemukakan bahwa sekitar 40 persen penderita fraktur femur mengalami kehilangan darah rata-rata sebanyak 1. dapat terjadi pengumpulan darah dalam jumlah besar di ruang retroperitoneal dan dapat berekstravasasi ke sekitar pelvis. yaitu kehilangan fungsi dari sel saraf namun tidak disertai oleh kelainan struktur. 2. namun struktur inti beserta selubung dan sel Schwann masih utuh. yaitu sindroma yang ditandai dengan nyeri atau mati rasa pada jari 1-3 yang disebabkan oleh cedera pada n. Axonotmesis. dan regenerasinya. Beberapa contoh cedera saraf perifer antara lain: 1. regenerasi aksonal dapat mengembalikan fungsi yang hilang. 3. Kompresi n.Pada fraktur yang disertai dengan rotasi eksternal pelvis. fraktur femur juga dapat menyebabkan kehilangan darah yang sangat masif karena strukturnya yang sangat vaskular. Saraf yang rentan mengalami cedera adalah saraf yang letaknya di dekat tulang/fascia.peroneal (fibula) ditandai dengan kelemahan motorik seperti dorsofleksi dan eversi kaki. yang berhubungan dengan fraktur dan dislokasi di daerah siku. yang disebabkan oleh kompresi pada n.

yang pada prinsipnya merupakan penyambungan saraf yang cedera. 2. tarikan (stretching) dan laserasi. Selain itu. Fraktur vertebra terjadi 4 kali lebih banyak pada pria dan sering terjadi di usia lanjut (>75 tahun). yang ditandai dengan adanya fungsi sensorik/motorik yang tersisa di bawah level spinal yang mengalami cedera. Jika refleks bulbocavernosus menghilang. Selain itu. Fraktur vertebra dan instabilitas disertai defisit neurologis memburuk atau inkomplit Vertebra merupakan salah satu bagian rangka aksial pada manusia. cedera spinal yang diakibatkan oleh cedera vertebra dapat berakibat spesifik sesuai dengan daerah yang dipersarafinya. Refleks bulbocavernosus bisa menghilang atau tetap. mungkin terjadi kehilangan refleks bulbocavernosus (refleks sfingter anus) yang diatur di segmen S2-S4 dan akan kembali dalam waktu sekitar 24 jam setelah cedera. kompresi. Apabila refleks bulbocavernosus sudah kembali namun tidak diikuti oleh kembalinya kemampuan sensorik dan motorik lain. maka cedera yang terjadi adalah cedera spinal komplit. Penyembuhan akan terjadi dengan kecepatan sekitar 1 mm/hari. Segmen torakal T1-T8 : gangguan fungsi pengendalian otot abdominal. gangguan stabilitas tubuh T9-T12 : kehilangan parsial fungsi otot abdominal dan batang tubuh .Sel saraf yang cedera dapat mengalami penyembuhan apabila cedera tersebut tidak mengenai struktur keseluruhan sel saraf. maka salah satu ciri cedera spinal inkomplit adalah kembalinya fungsi-fungsi sensorik dan motoris lain setelah refleks bulbocavernosus kembali. Cedera spinal komplit. Karena vertebra merupakan tulang yang melindungi medula spinalis (sistem saraf pusat). maka cedera pada vertebra dapat memberi dampak secara neurologis. Mekanisme terjadinya cedera pada vertebra antara lain meliputi kontusio. Cedera spinal inkomplit. yang ditandai dengan kehilangan fungsi sensoris atau motoris di bawah level spinal yang mengalami cedera. Cedera neurologis yang ditimbulkan dapat dibagi menjadi: 1. Pada cedera spinal komplit. Segmen servikal C1-C3 : gangguan fungsi diafragma (untuk pernapasan) C4 : gangguan fungsi biceps dan lengan atas C5 : gangguan fungsi tangan dan pergelangan tangan C6 : gangguan fungsi tangan secara komplit C7 dan T1 : gangguan fungsi jari tangan 2. Beberapa contoh antara lain: 1. dapat dilakukan tindakan operatif.

infeksi. Pemberian antibiotik juga dapat dilakukan. Sebagai contoh untuk tulang panjang dikatakan non-union jika setelah 6 bulan tidak ada penyatuan. di mana penyatuan tidak terjadi akibat terpotongnya pusat penulangan (diafisis) pada saat fraktur. di mana normalnya tulang tersebut seharusnya sudah menyatu. seperti usia. cedera vertebra dapat berakibat lain seperti spastisitas atau atrofi otot. Selain itu gangguan fungsi sensoris dan motoris. di mana bakteri dibawa oleh aliran darah 3. di mana terbentuk kalus tulang namun tidak terbentuk penulangan antara tulang yang fraktur. di mana tidak terbentuk kalus tulang untuk penyatuan namun keadaan lain seperti vaskular membaik. nutrisi yang kurang baik/adekuat. infeksi dapat terjadi melalui 3 jalur: 1. malunion. Non-union bisa dibagi menjadi beberapa tipe: 1. . atau imobilisasi yang kurang benar. pembersihan jaringan nekrotik dan mengelola luka merupakan penanganan yang baik. atau 3 bulan untuk bagian leher tulang femur. namun tidak semua antibiotik memiliki spektrum yang tepat. di mana tidak terbentuk kalus tulang dan keadaan lain seperti vaskular tidak membaik. efek penggunaan steroid. Fraktur yang disertai hematoma. penanganan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik dan pembersihan serta mengelola luka dengan baik. 2. Infeksi Pada fraktur. 4. Sebaiknya dilakukan analisis mikroorganisme sebelum pemberian antibiotik. Pada infeksi luar. Oligotropic non-union. terapi radiasi. sistem saluran kemih dan anus. Atropic non-union. Gap non-union. maka drainase pus.3. Hypertropic non-union. Non-union. Non-union bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Infeksi pasca operasi Infeksi pada fraktur dapat dibagi menjadi infeksi luar (superfisial) dan infeksi dalam. Jika infeksi terjadi di dalam. suplai darah yang tidak adekuat. delayed union Non-union adalah suatu kondisi di mana tidak terjadi penyatuan (penyembuhan) tulang yang mengalami fraktur setelah beberapa waktu. Segmen lumbar dan sakral Cedera pada segmen lumbar dan sakral dapat mengganggu pengendalian tungkai. Fraktur terbuka yang disertai luka yang terpajan ke lingkungan luar 2. 3.

67 (2): 1614. Beberapa contoh malunion adalah malrotasi (terjadi pada fraktur spiral atau oblik). dan paling sering terjadi sebagai komplikasi fraktur tulang phalangs. Koval KJ. Referensi 1. angulasi. 2. 3rd ed. Wheeless CR. Terjesen T. Lieurance R. Vascular Injuries from Pelvic Fracture [Online]. US: Lippincott Williams and Wilkins. Malunion dapat menyebabkan gangguan fungsional dan estetik. 2009 July 5 [cited 2009 Dec 8]. Juni 07. 4.6(2):175-9. 11 femoral fractures with vascular injury good outcome with early vascular repair and internal fixation. Helland P. J Orthop Trauma 1992 [cited 2009 Dec 8]. 6th ed. Manual of orthopaedics. Zuckerman JD. 2012 Sindrom Kompartemen . Swiontkowski MF. Blood loss and transfusion in patient with isolated femur fracture. Braten M.Malunion adalah penyembuhan fraktur dalam posisi yang tidak anatomis (abnormal). 5.com/ortho/vascular_injuries_from_pelvic_fractures Kamis. Acfa Orthop Scand 1996 [cited 2009 Dec 8]. Stovitz SD. Beberapa penyebab delayed union antara lain infeksi dan suplai darah yang inadekuat. Benjamin JB. Tidak ada batasan waktu yang jelas kapan suatu penyembuhan fraktur dikatakan delayed union. Biasanya disebabkan oleh penanganan yang kurang adekuat.wheelessonline. dan pemendekan (shortening). Rappaport WD. Available from: URL: http://www. Malste A. 3. Mhyhre H. 2006. Handbook of fractures. US: Lippincott Williams and Wilkins. 2001. Delayed union adalah keterlambatan penyembuhan/penyatuan fraktur.

Kompartemen sendiri adalah ruangan yang berisi otot. dan pembuluh darah yang dibungkus oleh tulang dan fascia serta otot-otot yang dibungkus oleh epimisium. operasi. peningkatan permeabilitas kapiler. Pada tungkai bawah terdapat empat kompartemen yaitu anterior. dan posterior profunda. dan peningkatan tekanan pada struktur kompartemen. posterior superfisial. Pada lengan atas terdapat dua kompartemen yaitu anterior (volar) dan posterior (dorsal) sedangkan pada lengan bawah terdapat tiga kompartemen yaitu flexor superficial. 2. berbaring di atas lengan. dan posterior. Kompartemen merupakan daerah tertutup yang dibatasi oleh tulang. Kompartemen ini sebagian besar terletak di anggota gerak. traksi internal berlebihan pada fraktur ekstremitas. penggunaan otot yang berlebihan. daan fascia. interosseus membran. lateral. peningkatan tekanan eksternal. saraf. . medial. dan pemasangan gips. dan obstruksi vena.Sindrom kompartemen adalah Suatu keadaan dimana timbul gejala yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intertitial di dalam ruang osteofascial yang kemudian akan mengakibatkan menurunnya perfusi dan oksigenasi jaringan. Kemudian peningkatan tekanan eksternal dapat diakibatkan oleh balutan yang terlalu ketat. Kausa dari sindrom ini dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan etiologinya yaitu akibat penurunan volume kompartemen. luka bakar. gigitan ular. Sedangkan peningkatan tekanan pada struktur kompartemen dapat diakibatkan oleh perdarahan. fleksor profunda dan ekstensor. Spasme arteri akibat peningkatan tekanan kompartemen. Pada tungkai atas taerdapat tiga kompartemen yaitu anterior. Theori of critical closing pressure. Beberapa teori yang diajukan untuk menjelaskan terjadinya hipoksia pada sindrom kompartemen adalah: 1. Penurunan volume kompartemen dapat diakibatkan oleh penutupan defek pada fascia.

Peningakatan tekanan jaringan akan menyebabkan terjadinya obstruksi vena. parestesi. maka akan menambah tekanan vena. Jika tekanan yang kita berikan lebih besar dari tekanan air yang mengalir di dalam pipa tersebut. Keadaan ini dapat diibaratkan pada keadaan kita memencet pipa yang dialiri air. Jika keadaan ini tidak dapat dicapai. Nyeri dan parestesi ini biasanya dikeluhkan setelah adanya trauma. Seperti menegakkan diagnosa penyakit lain. Jika keadaan ini terus berlanjut akan menyebabkan terjadinya keadaan yang irreversibel yang berakhir pada nekrosis jaringan. Teori ini kemudian ditambah lagi dengan teori yang mangaitkan tipisnya dinding vena. Respon tubuh terhadap terjadinya iskemia adalah dengan melepaskan histamine like substance. Peningkatan terus menerus akan menyebabkan tekanan arteriolar intramuskular akan meninggi sehingga akan menyebabkan kebocoran plasma ke dalam ruang kompartemen sehingga peningkatan tekanan intrakompartemen akan semakin besar. Selama latihan fisik. hilangnya denyut nadi pada kompartemen yang terkena (pulseness). Patofisiologi terjadinya sindrom kompartemen melibatkan hemostasis jaringan lokal yang mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan. . Peningkatan massa otot ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan sementara tekanan intrakompartemen. Tipisnya dinding vena. Untuk memelihara patensi aliran darah di arteriol maka tekanan arteriol harus lebih tinggi dari tekanan jaringan. Hal ini dapat meningkatkan kecurigaan kita kepada diagnosa sindrom kompartemen. Nyeri yang terjadi pada sindrom kompartemen terjadi pada saat istirahat dan nyaeri pada saat digerakkan ke arah tertentu terutama saat pergerakan pasif. Apabila aliran kapiler terus mengalir secara kontinyu. Akibatnya akan terjadi stasis kapiler. Makin meningkatnya tekanan pada vena maka akan terjadi stasis.3. Dari anamnesa yang penting untuk didapatkan adalah nyeri dan parestesi. maka arteriol akan menutup. maka massa otot akan meningkat sebanyak 20%. pemeriksaan fisik. Inilah yang disebut dalam theori of critical closing pressur. Gejala ini meliputi 5 gejala klasik yaitu nyeri (pain) yang lebih hebat dibanding keadaan klinis pasien (nyeri yang dirasakan seperti kram). Hal ini akan menyebabkan terganggunya aliran darah kejaringan yang akan menyebabkan terjadinya iskemia. Hal ini akan memperparah keadaa. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya stasis vena. penurunan aliran darah kapiler. maka pipa akan tertuitup dan terjadi stasis. Kebocoran plasma akan menyebabkan tekanan intrakompartemen akan semakin meningkat. dan pemeriksaan penunjang. Dengan terlepasnya histamin ini akan menyebabkan dilatasi kapiler dan permeabilitas endotel akan meningkat sehingga terjadi kebocoran plasma. pallor dan paralisis. penegakan diagnosa siondrom kompartemen juga meliputi anamnesa. Tekanan luar yang melebihi tekanan vena (diastol) akan menyebabkan tertekannnya vena. dan nekrosis jaringan lokal. Dan hal selanjutnya yang terjadi telah seperti yang dibicarakan pada paragraf di atas. Hal ini jika terjadi terus menerus akan menyebabkan iskemia. Nyeri ini pula biasanya tidak dapat hilang hanya dengan pemberian analgesik termasuk morfin. Dimana dalam teori ini dikatakan bahwa karena dinding vena tipis. Gejala-gejala dari sindrom kompartemen sendiri terjadi akibat menkanisme yang telah dijelaskan di paragraf atas. Kontraksi otot yang berulang akan menyebabkan meningkatnya tekanan intramuskular.

b. biasanya dengan bedah dekompresi. Kreatinin fosfokinase dan urin myoglobin d. Pemeriksaan tersebut meliputi: Laboratorium Hasil laboratorium biasanya normal dan tidak dibutuhkan untuk mendiagnosis kompartemen sindrom. Toksikologi urin : dapat membantu menentukan penyebab. tetapi dapat menyingkirkan diagnosis banding lainnya. hal ini dapat mengarah ke diagnosis rhabdomyolisis. Urin awal : bila ditemukan myoglobin pada urin. Rontgen : pada ekstremitas yang terkena.Diagnosa banding dari sindrom kompartemen adalah Deep Vein Trombosis dan Thrombophlebitis. Hitung sel darah lengkap c. a. USG: USG membantu untuk mengevaluasi aliran arteri dalam memvisualisasi Deep Vein Thrombosis (DVT) Teknik yang paling objektif dalam mendiagnosa sindrom kompartemen adalah dengan melakukan pengukuran pada tekanan intrakompartemen sendiri. kita tidak perlu khawatir tentang sindroma kompartemen. Rhabdomyolisis. dan berarti memerlukan terapi yang segera. Tekanan arteri rata-rata yang normal pada kompartemen otot adalah 8. Selama tekanan pada salah satu kompartemen kurang dari 30 mmHg (tekanan pengisian kapiler diastolic). Complete Metabolic Profile (CMP) b. Jika hal tersebut tidak berhasil maka tindakan operasi dekompresi perlu dipertimbangkan. Pemeriksaan penunjang perlu dilakukan untuk memperkuat diagnosa sindrom kompartemen. Peripheral Vascular Injuries. Necrotizing Fasciitis. tetapi tidak membantu dalam menentukan terapi pasiennya. Tujuan dari terapi sindrom kompartemen adalah mengurangi defisit fungsi neurologis dengan lebih dulu mengembalikan aliran darah lokal. seperti menghilangkan selubung eksternal. . Tekanan lebih dari 10 mmHg dalam kompartemen yang baru bisa menimbulkan sindroma kompartemen. g. f.5+6 mmHg. Protrombin time (PT) dan activated partial thromboplastin time (aPTTT) Imaging a. Indikasi mutlak untuk operasi dekompresi sulit untuk ditentukan. Tindakan non-operatif tertentu mungkin bisa berhasil. tiap pasien dan tiap sindrom kompartemen memiliki individualitas yang berpengaruh pada cara untuk menindaklanjutinya. Serum myoglobin e.

Prognosis pada kasus sindrom kompartemen bisa menjadi baik atau bertambah buruk. Tujuannya untuk menurunkan tekanan dengan memperbaiki perfusi otot. SINDROMA KOMPARTEMEN (958. penanganan dengan bedah yang tidak memadai. tergantung seberapa cepat penanganan kompartemen sindrom dilaksanakan dan pada ada tidaknya komplikasi. tidak tersedianya fasilitas ICU. Kalau tidak ada perbaikan. Apabila tekanannya kurang dari 30 mmHg. Pasien dirujuk bila sindrom kompartemen disertai dengan ketidakmampuan atau tidak akurat dalam mendiagnosis sindrom kompartemen karena keterbatasan alat atau diagnostik imaging.Penanganan sindrom kompartemen meliputi terapi non-operatif dan operatif. Pemilihan terapi non operatif digunakan apabila masih menduga suatu sindrom kompartemen. fasiotomi harus segera dilakukan. Gagal ginjal ini dapat terjadi akibat terjadinya rhabdomyolisis. diuretik dan pemakaian manitol dapat mengurangi tekanan kompartemen. dengan memproduksi kembali energi seluler yang normal dan mereduksi sel otot yang nekrosis melalui kemampuan dari radikal bebas. elevasi dihindari karena dapat menurunkan aliran darah dan akan lebih memperberat iskemia. gips harus di buka dan pembalut konstriksi dilepas. Terapi operatif untuk sindrom kompartemen apabila tekanan intrakompartemen lebih dari 30 mmHg memerlukan tindakan yang cepat dan segera dilakukan fasciotomi. yaitu menempatkan ekstremitas yang terkena setinggi jantung. Manitol mereduksi edema seluler. pemberian anti racun dapat menghambat perkembangan sindrom kompartemen. Keberhasilan dekompresi untuk perbaikan perfusi adalah 6 jam. evaluasi klinik yang berulang-ulang dilanjutkan hingga bahaya telah terlewati. kalau keadaan tungkai itu membaik. pada peningkatan isi kompartemen. atau kalau tekanan kompartemen meningkat. Komplikasi yang terjadi dapat berupa volkman contracture sampai gagal ginjal. tungkai dapat diobservasi dengan cermat dan diperiksa lagi pada jam-jam berikutnya. untuk mempertahankan ketinggian kompartemen yang minimal. pada kasus gigitan ular berbisa.8) 1. . pada kasus penurunan ukuran kompartemen. mengoreksi hipoperfusi dengan cairan kristaloid dan produk darah. Batasan Sindroma kompartemen adalah gejala kompleks disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan jaringan dalam suatu kompartemen (yang dibatasi oleh suatu jaringan fibro osseus) dari anggota gerak yang mempengaruhi sirkulasi dan fungsi jaringan dalam kompartemen tersebut lebih dari 30 mmHg.

fasciotomi dilakukan bila tekanan di atas 40 mmHg. arteri. . 3. Pengukuran tekanan intra kompartemen Sebenarnya secara klinis sindroma kompartemen sudah dapat ditegakkan. penderita yang tidak sadar (unresponsive patient) serta pada adanya defisit neurologis. b. lebih-lebih bila disertai parestesia di sepanjang distribusi saraf sensoris yang melalui kompartemen. sesuai dengan dermatom saraf yang bersangkutan. Kulit di atas kompartemen tegang f. c. Elevasi anggota gerak sedikit di atas jantung penderita. Bila nadi tak teraba dilakukan pemeriksaan Doppler serta lakukan pemeriksaan neurologis yang akurat bila didapatkan juga parestesia /hipestesia. 2. akan tetapi pada penderitapenderita yang tidak kooperatif atau tidak dapat dipercaya (uncooperative/unreliable patient). sebab bila terlalu tinggi justru akan meningkatkan tekanan intra kompartemen. apabila tekanan intra kompartemen melebihi 30 mmHg penderita harus diobservasi ketat. Pemeriksaan ini. Anggota gerak yang mengalami trauma. vena dan saraf dalam suatu ruangan yang meliputi (dibatasi) oleh jaringan osseofacial. Dari dermatomnya kita dapat memperkirakan saraf yang lesi sekaligus mengetahui kompartemen mana yang mengalami proses patologis. terjadinya lambat kadang tidak terjadi sama sekali e. Penanganan 1. Secara umum. Hilangnya denyut nadi (pulselessness). Kemudian lakukan observasi ketat (tiap 15 menit). Nyeri: nyeri yang dalam.Kompartemen terdiri dari otot. dan tidak terlokalisir (pain at rest) serta regangan pasif dari otot-otot yang terkena akan menimbulkan nyeri yang hebat (pain on passive movement). Diagnostik: a. terus menerus. Parestesia. Bila kuat dugaan adanya kompartemen syndrome segera lepaskan gips (bivalved splitting) longgarkan bebat dan ekstensikan sendi yang fleksi. merupakan tanda kompartemen syndrome yang paling terpercaya. bengkak dan sakit harus terus dievaluasi (setiap 15 menit) ketat. Paresis/paralysis d. 2.

Komplikasi Volkman’s ischemia Volkman’s contracture 5. Jika dalam satu jam tidak ada perubahan lepaskan semua gips. 5. parestesia. ganjal bantal/elevasi anggota gerak setinggi level jantung d. paresis e. verban dan atau semua bebat yang ada. RFT dan urine produksi Profilaksis fasciotomi dianjurkan pada osteotomi tibia. IP Sukarna: Sindroma Kompartemen. Surabaya. ekstensi anggota gerak c. Jika dengan tindakan tersebut tetap tidak ada perubahan dalam waktu 30 menit.3.. Tanjung AS. Soetomo. Ilmu Bedah FK Unair/RSD Dari. observasi ketat: nyeri. Perawatan paska bedah: a. dianjurkan pengukuran tekanan intra kompartemen. delayed closure atau skin graft setelah oedema berkurang (rata-rata pada hari ke 5-7) Kepustakaan 1. 1992 . Lakukan pemeriksaan ulang setelah fasciotomi. 4. Segera lakukan fasciotomi. “lengthening” dan paska repair arteri dimana sudah terjadi iskemia 4-6 jam. tidak sadar dan “unreliable”). bila terdapat tanda klinis sindroma kompartemen atau bila tekanan intra kompartemen > 30 mmHg (pada penderita yang tidak kooperatif. Paper Seksi Orthopaedi Lab/UPF. 4. rawat luka secara basah (dengan PZ) b. Bila tetap tidak ada perubahan mungkin: fasciotomi tidak adekuat ada kompartemen lain yang belum dekompresi diagnosa salah (memerlukan pemeriksaan arterografi) periksa laboratorium: mioglobinuria.

arteri.8) 6. Parestesia. Nyeri: nyeri yang dalam. sesuai dengan dermatom saraf yang bersangkutan. dan tidak terlokalisir (pain at rest) serta regangan pasif dari otot-otot yang terkena akan menimbulkan nyeri yang hebat (pain on passive movement). i. 7. lebih-lebih bila disertai parestesia di sepanjang distribusi saraf sensoris yang melalui kompartemen.: Compartment Syndrome: Orthopaedic Secret. j. terjadinya lambat kadang tidak terjadi sama sekali k. Poggi. vena dan saraf dalam suatu ruangan yang meliputi (dibatasi) oleh jaringan osseofacial. merupakan tanda kompartemen syndrome yang paling terpercaya. JJ. Pengukuran tekanan intra kompartemen . Dari dermatomnya kita dapat memperkirakan saraf yang lesi sekaligus mengetahui kompartemen mana yang mengalami proses patologis. Pemeriksaan ini. h. terus menerus.2. Diagnostik: g. 1995 SINDROMA KOMPARTEMEN (958. Philadelphia. Han Ley & Belfus. Brown DE. 27-29. Paresis/paralysis Hilangnya denyut nadi (pulselessness). Neumann RD (Ed). Kompartemen terdiri dari otot. Batasan Sindroma kompartemen adalah gejala kompleks disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan jaringan dalam suatu kompartemen (yang dibatasi oleh suatu jaringan fibro osseus) dari anggota gerak yang mempengaruhi sirkulasi dan fungsi jaringan dalam kompartemen tersebut lebih dari 30 mmHg. Kulit di atas kompartemen tegang l.

Sebenarnya secara klinis sindroma kompartemen sudah dapat ditegakkan. Lakukan pemeriksaan ulang setelah fasciotomi. Bila tetap tidak ada perubahan mungkin: fasciotomi tidak adekuat ada kompartemen lain yang belum dekompresi diagnosa salah (memerlukan pemeriksaan arterografi) periksa laboratorium: mioglobinuria. penderita yang tidak sadar (unresponsive patient) serta pada adanya defisit neurologis. Anggota gerak yang mengalami trauma. apabila tekanan intra kompartemen melebihi 30 mmHg penderita harus diobservasi ketat. 9. fasciotomi dilakukan bila tekanan di atas 40 mmHg. akan tetapi pada penderitapenderita yang tidak kooperatif atau tidak dapat dipercaya (uncooperative/unreliable patient). 8. 7. Secara umum. Penanganan 6. “lengthening” dan paska repair arteri dimana sudah terjadi iskemia 4-6 jam. Bila nadi tak teraba dilakukan pemeriksaan Doppler serta lakukan pemeriksaan neurologis yang akurat bila didapatkan juga parestesia /hipestesia. bila terdapat tanda klinis sindroma kompartemen atau bila tekanan intra kompartemen > 30 mmHg (pada penderita yang tidak kooperatif. Kemudian lakukan observasi ketat (tiap 15 menit). RFT dan urine produksi Profilaksis fasciotomi dianjurkan pada osteotomi tibia. 10. Segera lakukan fasciotomi. 9. 8. verban dan atau semua bebat yang ada. Bila kuat dugaan adanya kompartemen syndrome segera lepaskan gips (bivalved splitting) longgarkan bebat dan ekstensikan sendi yang fleksi. tidak sadar dan “unreliable”). Elevasi anggota gerak sedikit di atas jantung penderita. bengkak dan sakit harus terus dievaluasi (setiap 15 menit) ketat. dianjurkan pengukuran tekanan intra kompartemen. Jika dalam satu jam tidak ada perubahan lepaskan semua gips. Jika dengan tindakan tersebut tetap tidak ada perubahan dalam waktu 30 menit. Komplikasi Volkman’s ischemia . sebab bila terlalu tinggi justru akan meningkatkan tekanan intra kompartemen.

27-29. Brown DE. rawat luka secara basah (dengan PZ) b. Poggi. Ilmu Bedah FK Unair/RSD Dari. Tanjung AS. Neumann RD (Ed).. Surabaya. paresis e. Paper Seksi Orthopaedi Lab/UPF. Han Ley & Belfus.: Compartment Syndrome: Orthopaedic Secret. ganjal bantal/elevasi anggota gerak setinggi level jantung d. maka iskhemia timbul seperti halnya oklusi (sumbatan) pembuluh darah Tanda dan gejala sindrom kompartemen Nyeri pada keadaan istirahat (pain) Parestesia Pucat (pale) Paresis atau paralisis Denyut nadi hilang Jari di posisi fleksi Tekanan dalam kompartemen tinggi Gangguan diskriminasi dua titik . JJ. Perawatan paska bedah: a. Soetomo. 1992 4. 1995 Sindrom Kompartemen Iskhemia pada otot dapat terjadi tanpa didahului trauma pada arteri Pembengkakan otot dan tekanan dalam otot meningkat Bila tekanan tsb melebihi tekanan diastolik. IP Sukarna: Sindroma Kompartemen.- Volkman’s contracture 10. ekstensi anggota gerak c. Philadelphia. observasi ketat: nyeri. parestesia. delayed closure atau skin graft setelah oedema berkurang (rata-rata pada hari ke 5-7) Kepustakaan 3.

Penyebab : Infeksi. Non Union (Penyambungan tidak tejadi) 3. imobilisasi yang tdk memadai. Emboli Lemak Delayed Union Tidak ada tanda-tanda terjadinya union dalam waktu rata-rata penyambungan tulang pada umumnya. jika setelah 6 bulan tidak terjadi union dilakukan tindakan operasi ‘osteotomi’. Non Union Secara klinis dan radiologis tidak terdapat penyambungan fraktur Ujung fragmen terlihat sklerosis Tidak ada trabekula yang menyeberangi garis fraktur Kavitas medularis tertutup dan pada pemeriksaan terdapat gerakan luar biasa yang disebut sendi palsu (Pseudoarthrosis) Penyebab non union adalah : Infeksi pada tulang Kerusakan pembuluh darah ke tulang Gerakan karena fiksasi yang tidak memadai Hilangnya aposisi fragmen spt distraksi shg ada gap antara fragmen2 fraktur Interposisi. Malunion (Penyambungan abnormal) 4. interposisi. artinya jaringan lunak atau otot berada di antara fragmen2 fraktur Proses patologis pada tulang yg disebut fraktur patologis Terapi non union : pemberian graft dengan fiksasi interna (ORIF). Nekrosis Avaskuler 7. Delayed Union (Penyambungan tertunda) 2. graft diambil dari tulang kanselus disekitar fragmen tersebut . Osifikasi Patologis 6. Osteoartritis 8.Terapi : fasiotomi segera Komplikasi pada Tulang 1. dll (cari penyebab) Terapi : konservatif hingga 6 bulan. Stiffness (Kekakuan sendi) 5.

Nekrosis Avaskuler Akibat terputusnya vaskularisasi akibat trauma shg menimbulkan kematian sebagian atau keseluruhan dari satu fragmen fraktur disebut nekrosis avaskuler Nekrosis ini dapat menyebabkan non union. shg pada penyembuhan tidak terjadi deformitas. proses degenerasi dan malunion Emboli lemak Akibat fraktur tulang panjang Butiran lemak dari daerah fraktur masuk melalui pembuluh darah balik (vena) terus ke paru-paru dan sampai ke aliran sistemik Emboli tsb menutup pembuluh darah kecil Gejala klinis akan timbul sesuai daerah yg terjadi oklusi . osteoartritis dan degenerasi sendi Daerah yang sering mengalami nekrosis avaskuler kolum femoris. Gerakan aktif setelah 3 minggu imobilisasi. Jika kelainan tersebut sangat besar dianjurkan eksisi setelah kelainan tersebut matur. kadang perlu dilindungi dengan anestesi pada perlengketan intraartikular. os skapoideum. Osifikasi Patologis Disebut juga myositis ossificans akibat osifikasi hematom yg berlokasi di jaringan lunak atau periosteum yg terlepas tulang karena trauma Terbanyak pada sendi siku dan otot quadrisep Terapi : imobilisasi selama 3 minggu setelah trauma dan sekali-kali melakukan stretching. Pada pemeriksaan sinar-X tulang mati tampak gambaran sklerotik (radio opak) dibandingkan tulang sekitarnya Terapi : pada anggota gerak bawah harus Non Weight Bearing (NWB). lunatum. talus. Sering dilakukan operasi untuk memperbaiki sendi Osteoartritis Permukaan sendi pada penderita osteoartritis terlihat tidak rata sebagai akibat fraktur intraartikular.Malunion Penyambungan fraktur yang tidak normal shg menimbulkan deformitas Penyebab : terapi fraktur yang tidak memadai Apabila terjadi pada tulang panjang yang menyangga badan akan menyebabkan osteoartritis pada sendi-sendi yang terdekat dengan fraktur Terapi : refraktur dan osteotomi koreksi Kekakuan sendi (Stiffness) Perlengketan intraartikular dan periartikular akan membatasi gerakan sendi Terapi : latihan gerakan jangka lama (fisioterapi) utk mengembalikan fungsi anggota tsb.

Tanpa terapi bedah yang tepat. pemberian mannitol. Terapi pada pasien ini yaitu terapi medikal /non bedah yaitu spalk harus dibuka dan pembalut kontriksi dilepas. Pasien post terjatuh dari sepeda kurang lebih 5 hari yang lalu dan telah dibawa oleh keluarga ke pengobatan alternative. Gambaran sinar-X pada pulmo terlihat pengkabutan yang merata Terapi : tidak ada terapi Terapi oksigen dengan ventilasi adalah tindakan live saving saja Abstrak Sindroma Kompartemen adalah masalah medis akut yang menyertai cedera. dimana terjadi peningkatan tekanan (biasanya disebabkan oleh radang) dalam ruang yang tertutup (kompartemen fascia) pada tubuh dengan suplai darah yang tidak memadai. pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. bengkak kemerahan serta kekakuan pada lengan dan tangan kiri. pembedahan atau pada kebanyakan kasus penggunaan otot yang berulang dan meluas. hal ini mungkin menyebabkan kerusakan saraf dan kematian otot. vasodilator atau obat golongan penghambat simpatetik serta fasciotomi. penderita terlihat sianotik dan tanda-tanda kongesti pulmonum. dada bagian atas. Sindroma Kompartemen Kasus . mengoreksi hipoperfusi. bahu dan regio aksilaris Bila oklusi di otak maka keadaan mengantuk berlanjut menjadi koma dan kematian Pada paru-paru.Kelainan ini timbul beberapa jam atau beberapa hari pasca trauma Penderita yg semula terlihat normal tiba-tiba spt mengantuk dan irritable Pulsus dan temperatur badan meningkat dan kadangkala terlihat aneh Petekia terlihat di leher. Pada kasus ini pasien datang dengan keluhan terdapat lepuhan seperti luka bakar. Kata kunci : Fraktur Humerus. pasien didiagnosis fraktur komplet tertutup humerus distal dengan sindroma kompartemen. Berdasarkan anamnesis.

regio antebrakhii sinistra tampak bula. tidak sakit dan tangan kaku. Keberhasilan dekompresi untuk perbaikan perfusi adalah 6 jam. Sejak 3 hari yang lalu pada lengan bagian bawah timbul lepuhan kehitaman. Pasien post terjatuh dari sepeda kurang lebih 5 hari yang lalu. • Mengoreksi hipoperfusi dengan cara kristaloid dan produk darah. • Pada kasus penurunan volume kompartemen. . Setelah itu pasien dibawa oleh keluarga ke pengobatan alternative dan dilakukan pemijatan. untuk mempertahankan ketinggian kompartemen yang minimal.6°C dan RR 24x/menit. dapat dilakukan debridemen. thorak dan abdomen dalam batas normal. 2. jaringan nekrosis dan tidak nyeri. Terapi untuk sindroma kompartemen akut maupun kronik biasanya adalah operasi. kesadaran kompos mentis. • Pemberian mannitol. atau skin graft mungkin diperlukan untuk menutup luka ini. luka dapat di jahit (tanpa regangan ). vasodilator atau obat golongan penghambat simpatetik. Pemeriksaan status lokalis regio brakhii sinistra tampak deformitas dan nyeri. Luka tersebut dibiarkan terbuka (ditutup dengan pembalut steril) dan ditutup pada operasi kedua. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup. elevasi dihindari karena dapat menurunkan aliran darah dan akan lebih memperberat iskemia. Diagnosis Fraktur komplet tertutup humerus distal dengan sindroma kompartemen. biasanya 5 hari kemudian. Terapi medikal /non bedah. Terapi Penanganan sindroma kompartemen meliputi : 1. nadi 96x/menit isi tegangan cukup. bengkak kemerahan serta kekakuan pada lengan dan tangan kiri. • Menempatkan tangan setinggi jantung. Insisi panjang dibuat pada fascia untuk menghilangkan tekanan yang meningkat di dalamnya. Terapi pembedahan / operatif. Pada pemeriksaan kepala. dipasang spalk terbuat dari kertas karton dan verban elastis pada lengan bagian atas. Fasciotomi adalah pengobatan operatif pada sindroma kompartemen dengan stabilisasi fraktur dan perbaikan pembuluh darah. kalau jaringan sehat. suhu tubuh 36. kalau terdapat nekrosis otot. gips harus dibuka dan pembalut kontriksi dilepas.Pasien perempuan usia 9 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan terdapat lepuhan seperti luka bakar. Pada pemeriksaan penunjang rontgen antebrachii sinistra didapatkan kesan fraktur komplet humerus distal sinistra.

2. yang pada akhirnya dapat mengancam nyawa. Trauma biasanya ringan. Bila hal ini tidak diatasi. lengan bawah dalam posisi supinasi dan tipe fleksi dimana trauma terjadi ketika posisi siku dalam keadaan fleksi sedang lengan bawah dalam posisi pronasi. Diskusi Fraktur humerus dibagi menjadi: 1. Interkondilar humerus Biasanya terjadi karena trauma langsung. dan tidak diikuti oleh pertambahan luas/volume kompartemen itu sendiri. Kolum humerus. Fraktur suprakondilar humerus Mekanisme trauma ada dua macam yaitu tipe ekstensi dimana trauma terjadi ketika siku dalam posisi hiperekstensi. Sindroma kompartemen adalah suatu sindrom yang terjadi karena beberapa hal. Dengan meningkatnya tekanan intrakompartemen (interstitial) yang melampaui tekanan perfusi kapiler (pembuluh darah). Peningkatan tekanan ini disebabkan oleh terisinya cairan ke dalam kompartemen (fascia). di mana terjadi peningkatan tekanan intrakompartemen sehingga terjadi iskemia jaringan. Penderita jatuh dengan siku dalam posisi fleksi. 4. biasanya karena osteoporosis. Biasanya terjadi karena trauma langsung yang menyebabkan garis patah transversal atau comminutive. trauma biasanya tidak langsung dimana saat jatuh lengan penderita menahan badan dalam posisi ekstensi. . Sering terjadi pada penderita wanita yang sudah tua.Adapun indikasi untuk melakukan fasciotomi adalah : 1. maka iskemia yang terjadi akan menimbulkan kematian jaringan dan nekrosis. salah satunya dapat disebabkan oleh fraktur. Batang humerus Sering terjadi pada penderita dewasa. akan menyebabkan aliran darah yang seyogyanya mensuplai oksigen dan nutrisi ke jaringan menjadi tidak adekuat (kolaps). Ada tanda-tanda klinis dari sindroma kompartemen. 3. Tekanan intrakompartemen melebihi 30 mmHg. Hal ini akan memicu terjadinya iskemia jaringan. yang menyebabkan edema sehingga tekanan intrakompartemen tersebut akan semakin meningkat. Cairan tersebut dapat berupa darah atau edema yang disebabkan oleh fraktur. 2.

vasodilator atau obat golongan penghambat simpatetik serta fasciotomi. Infus yang infiltrasi. mengoreksi hipoperfusi. trauma langsung. merupakan tanda yang lambat diketahui. ketika ada trauma langsung. Biasanya pengukuran tekanan kompartemen dilakukan pada pasien dengan penurunan kesadaran yang dari pemeriksaan fisik tidak memberi hasil yang memuaskan.Gejala klinis yang umum ditemukan pada sindroma kompartemen meliputi 5P. Penurunan volume kompartemen dapat disebabkan oleh Balutan yang terlalu ketat. Pengukuran tekanan kompartemen adalah salah satu tambahan dalam membantu menegakkan diagnosis. 2. luka bakar. Pada pasien ini kemungkinan sindroma kompartemen terjadi karena penurunan volume kompartemen akibat pembebatan yang terlalu kencang. Peningkatan volume cairan dalam kompartemen dapat disebabkan oleh: Peningkatan permeabilitas kapiler. warna kulit biasanya pucat. yaitu : 1. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini adalah terapi medikal /non bedah yaitu spalk harus dibuka dan pembalut kontriksi dilepas. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pallor (pucat) : kulit terasa dingin jika di palpasi. Referensi . Pengukuran tekanan kompartemen dapat dilakukan dengan menggunakan teknik injeksi atau wick kateter. Pulselesness (berkurang atau hilangnya denyut nadi) : akibat adanya gangguan perfusi arterial. akibat latihan atau adanya obstruksi vena. 5. abu-abu atau keputihan. 4. lebih dari 30 mmHg. 3. Penyebab terjadinya sindroma kompartemen adalah tekanan di dalam kompartemen yang terlalu tinggi. Adapun penyebab terjadinya peningkatan tekanan intrakompartemen adalah peningkatan volume cairan dalam kompartemen atau penurunan volume kompartemen. Pendarahan. Paralisis : biasanya diawali dengan ketidakmampuan untuk menggerakkan sendi. pemberian mannitol. <!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--> Kesimpulan Fraktur humerus dengan sindroma kompartemen dapat ditegakkan dengan anamnesis. Pain (nyeri) : nyeri pada jari tangan atau jari kaki pada saat peregangan pasif pada otot-otot yang terkena. akibat syok. Peningkatan tekanan kapiler. Parestesia : biasanya memberikan gejala rasa panas dan gatal pada daerah lesi. Hipertrofi otot.

yaitu gagalnya termoregulasi. III. yaitu:-Pain ( nyeri) Parasthesia ( baal )-Palor ( pucat)-Pulselessness ( tidak bernadi )-Paralysis ( lumpuh)Dapat juga ditambah denga 1 p yaitu poikilotermia.Andrew L. Compartment syndrome evaluation in Procedures for primary care. sehinggaekstremitas terasa dingin. Kapita Selekta Kedokteran. Mosby. S. saraf. Diakses tanggal 30 September 2011 dari http://sectiocadaveris. Chen. didapatkan diagnosisfraktur pada 1/3 proksimal dari tulang ulna kiri. Arif. Reksoprodjo. Jilid 2. Accessed on May 28th 2007.wordpress. didapatkan pada pasien ini. 2011. seringkali menyebabkan sindromakompartemen pada antebrachii. Pada kompartemen inidapat terjadi peningklatan tekanan yang diakibatkan oleh perdarahan atau adannya bengkak pada jaringan sekitar sehingga menekan pembuluh darah. 2000. 2003. Komplikasi Fraktur.com. Semua gejala pada sindroma kompartemen tersebut.S. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. fleksor profundus dan ekstensor. dikarenakan pada antebrachii terdapat : terdapat tigakompartemen . 2000. yaitu flexor superfisial. Fraktur padaantebrachii baik fraktur terbuka maupun fraktur tertutup. Edisi Ketiga. Available at http://www. dari hasil anamnesis dan pemeriksaan penunjang.com/artikel-kedokteran/komplikasi-fraktur/ Kalb L Robert. dan system limfatik sekitar kompartemen. USA. Kumpulan Ilmu Bedah. Binarupa Aksara : Jakarta. Diperlukan pengukuran tekanan intrakompartemen dengan alat pressure transduser modules yang terdapat pada mesin anastesi yang modern. sehingga menemukan gejala 5p. atau fraktur pada antebrachii.medlineplus. p : 1419-29 Mansjoer.Pada pasien ini tindakan pencegahan berupa fasciotomy diperlukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang permanent pada lengan kirinnya 25 .KORELASI TINJAUAN PUSTAKA DENGAN KASUS Pada kasus ny. Compartment syndrome. Anonim.

.Medline Plus (2008).org/ResourceLibrary/Indication. Laughlin RT. http://emedicinemedscape.htm. dan seluruh ekstremitas bawah. EGC.com/EMERG/topic739. Walaupun fraktur pada tulang panjang merupakan penyebab tersering darikompartemen sindrom.http://www.org/wiki/Compartment_syndr. yang dapat diamati ketika tekanan perfusi dibawah jaringan yang tertutup. the gree ensyclopedia..Compartement syndrom.nlm. Nelles ME. Jakarta. Available at :http://www.. "Crush Injury. 853. Hal 462. trauma lainnya juga dapat menjadi penyebabnya.(Diunduh bulan Oktober 2011)5. perut.emedicine.Syamjuhidayat. Am Surg 73 (12): 1199–209. pantat.Konstantakos EK. Lokasi yang dapatmengalami sindrom kompartemen telah ditemukan di : tangan.Kesimpulan Sindrom kompartemen (CS) adalah sebuah kondisi yang mengancam anggota tubuh dan jiwa . lengan bawah.7..Richarf P(2009).uhms. Hampir semua cedera dapat menyebabkan sindrom ini. dapat terjadi gagalginjal dan kematian. Available at :http://www.com/article/1269081-o. "Diagnosis and management of extremity compartment syndromes: anorthopaedic perspective". Available at : "emedicine:compartment syndrome".gov/medlineplus/ency/articl.termasuk cedera akibat olahraga berat.(diunduh bulan Oktober 2011)3. Secara tegas. Prayson MJ (December 2007).Compartemen syndrome. (Diunduh bulan Oktober 2011) 27 . Extremity ...Compartement syndrom. mengalami penurunan.com/topic/compartementsyndrom(Diunduh bulan Oktober 2011)9. Available at :http://ww:answer. available at :http://en. 26 Daftar pustaka 1. lengan atas.. Hal yang paling penting dokter didesak untuk selaluwaspada ketika berhadapan dengan keluhan nyeri pada ekstremitas.com/doc/27320465/Compartment. Compartment syndrome.(diunduh bulan oktober 2011)2. PMID 18186372.and other Acute Traumatic Ischemias". saat sindrom kompartemen tidak teratasi maka tubuh akan mengalaminekrosis jaringan .Undersea and Hyperbaric Medical Society.. (diunduh bulan Oktober 2011)4. Buku Ajar Ilmu Bedah. Compartment syndrome.nih. Compartement syndrome..scribd. Available at :http://www. gangguan fungsi yang permanen dan jika semakin berat . Dalstrom DJ.IV. Compartment syndrom.( Diunduh bulan Oktober 2011)8..(Diunduh bulan Oktober 2011)6.Wikipedia..wikipedia. De Jong (2004).

didapatkan diagnosis fraktur pada 1/3 proksimal dari tulang ulna kiri. Pada kompartemen ini dapat terjadi peningklatan tekanan yangdiakibatkan . Fraktur pada antebrachii baik fraktur terbukamaupun fraktur tertutup. ataufraktur pada antebrachii. yaitu flexor superfisial. seringkali menyebabkan sindromakompartemen pada antebrachii.KORELASI TINJAUAN PUSTAKADENGAN KASUS Pada kasus ny. dikarenakan pada antebrachii terdapat :terdapat tiga kompartemen . dari hasil anamnesis dan pemeriksaan penunjang.S. fleksor profundus danekstensor.

yaitu: • Pain ( nyeri) • Parasthesia ( baal ) • Palor ( pucat) • Pulselessness ( tidak bernadi ) • Paralysis ( lumpuh) . sehingga menemukan gejala 5p.oleh perdarahan atau adannya bengkak pada jaringan sekitarsehingga menekan pembuluh darah. dan system limfatik sekitarkompartemen. saraf.

yaitu gagalnya termoregulasi. sehinggaekstremitas terasa dingin. Diperlukan pengukuran tekananintrakompartemen dengan alat pressure transdusermodules yang terdapat pada mesin anastesi yangmodern. Semua gejala padasindroma kompartemen tersebut.Dapat juga ditambah dengan 1 p yaitupoikilotermia.Pada pasien ini tindakan pencegahan berupafasciotomy diperlukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang permanent pada lengan kirinnya . didapatkan padapasien ini.

. dapat terjadi gagal ginjaldan kematian. mengalamipenurunan. yang dapat diamati ketikatekanan perfusi dibawah jaringan yang tertutup. Secara tegas. Walaupun fraktur pada tulang panjang merupakanpenyebab tersering dari kompartemen sindrom. gangguan fungsiyang permanen dan jika semakin berat .Kesimpulan Sindrom kompartemen (CS) adalah sebuah kondisi yangmengancam anggota tubuh dan jiwa . saat sindrom kompartemen tidak teratasimaka tubuh akan mengalami nekrosis jaringan .

Hal yang paling penting dokter didesak untuk selalu waspada ketikaberhadapan dengan keluhan nyeri pada ekstremitas.dan seluruh ekstremitas bawah. lengan atas.trauma lainnya juga dapat menjadi penyebabnya. Hampir semua cedera dapatmenyebabkan sindrom ini. lengan bawah. perut. pantat. termasuk cedera akibat olahraga berat.Lokasi yang dapat mengalami sindrom kompartemen telahditemukan di : tangan. .

. ..Search Search History: Searching.

Info and Rating .Result 00 of 00 00 results for result for KOMPARTEMEN SINDROM Download or Print Add To Collection 745 Reads 8 Readcasts 0 Embed Views Published by Rey Jauwerissa Follow Search TIP Press Ctrl-F⌘F to search anywhere in the document.

Flag document for inapproriate content Download and print this document      Read offline in your PDF viewer Edit this document in [Microsoft Powerpoint.PDF  .Category: Rating: Uncategorized. 0 5 false false 0 Upload Date: 12/18/2011 Copyright: Tags: Attribution Non-commercial This document has no tags. Notepad] Keep a copy in case this version is deleted from Scribd Read and print without ads Email the file Choose a format to download in  .PPTX  . Adobe Acrobat.TXT Download .

aliran arteri selama relaksasi otot semakin menurun. dan pasien akan mengalamikram otot.More From This User COMPARTEMEN SYNDROME A. dimana fascia ini melindungi semua serabut otot dalam satu kelompok. Sebagaimana terjadinya kenaikantekanan. B. C. syaraf dan pembuluh darah. interosseus membran. Sindroma kompartemen kronik terjadi ketika tekanan antara kontraksi yang terusmenerus tetap tinggi dan mengganggu aliran darah. pemain basket. misalnya pelari jarak jauh. Ruangan tersebut berisi otot. Sindroma kompartemen akut : v Fraktur v Trauma Jaringan lunak v Kerusakan pada arteri v Luka bakar 2. yang melibatkan jaringan otot. sebagian besar kompartemen terletak di anggota gerak. saraf dan pembuluh darahyang dibungkus oleh tulang dan fascia serta otot-otot individualyang dibungkus oleh epimisium. secara anatomik. Sindroma kompartemen Kronik Biasa terjadi akibat melakukan aktivitas yang berulang-ulang. Kompartemen anterior dan lateral dari tungkai bagian bawah biasanya yangkena . pemain sepak bola dan militer. Anatomi Kompartemen merupakan daerah tertutup yang dibatasi oleh tulang. yaitu didalam kompartemen osteofasial yang tertutup. dan fascia. Penyebab umum 1. Peningkatan tekanan intra kompartemen akan mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringandan tekanan oksigen jaringan. Pengertian Suatu kondisi dimana terjadi peningkatan intertisial didalam ruangan yang terbatas. sehingga terjadigangguan sirkulasi dan fungsi jaringan diruangan tersebut. Otot mempunyai perlindungan khusus yaitu fascia.

Penurunan Volume Kompartemen v Penutupan defek fascia v Traksi internal berlebihan pada fraktur ekstermitas 2. Etiologi 1. E. Peningkatan tekanan struktur compartemen v Perdarahan atau traumavaskuler v Peningkatan permeabilitaskapiler v Penggunaan otot yang berlebihan v Luka bakar v Operasi v Gigitan ular v Obstruksi vena v Sindrom nefrotik v Infus yang infiltrasi v Hipertrofi otot 3. dan 80% darinya terjadi dianggota gerak bawah.D. Peningkatan tekanan eksternal v Balutan yang terlalu ketat v Berbaring diatas lengan v Gips Sejauh ini penyebab sindroma kompartemen yang paling sering adalah cedera. dimana 45% kasus terjadi akibat fraktur. Diagnosis .

memerlukan tindakan yang cepat dan segera dilakukan fasciotomi. ü Pada peningkatan isi kompartemen. Pulselsness ( berkurang atau hilangnya denyut nadi ) 4. Manitol mereduksi edeme seluler yang normal dan mereduksi sel otot yang nekrosis melalui kemampuan dari radikal bebas. Terapi Medikal/ non opertif Pemilihan secara medikal terapi digunakan apabila masih menduga suatu sindroma kompartemen yaitu: ü Menempatkan kaki setinggi jantung. 1. Penanganan sindroma kompartemen meliputi: Tujuan dari penanganan sindrom kompartemen adalah mengurangi defisit fungsi neurologis dengan lebih dulu mengembalikan aliran darah lokal. Parestesia ( penurunan sensasi seperti kesemutan ) 5. Nyeri merupakan gejala dini yang paling penting. ketika ada trauma langsung. pemberian anti racun dapat menghambat perkembangan sindroma kompartemen. Terapi pembedahan / operatif Terapi operatif untuk sindroma kompartemen apabila tekanan intrakompartemen lebih dari 30 mmHg. Pallor ( pucat ). ü Mengoreksi hipoperfusi dengan cairan kristaloid dan produk darah. elevasi dihindari karena dapat menurunkan aliran darah dan akan lebih memperberat iskemia. Terapi untuk sindroma kompartemen akut maupun kronik biasanya adalah operasi.Gejala klinis dikenal dengan 5 P. 2. Tujuannyauntuk menurunkan tekanan dengan memperbaiki perfusi otot. gips harus dibuka dan pembalut kontriksi dilepas ü Pada kasus gigitan ular berbisa. diakibatkan oleh menurunnya perfusi kedaerah tersebut 3. yaitu: 1. melalui bedah dekompresi. Paralysis ( Merupakan tanda lambat akibat menurunnya sensasi saraf yang berlanjut dengan hilangnya fungsi/ bagian yang terkena kompartemen sindrom ) F. untuk mempertahankanketinggian kompartemen yang minimal. Pain ( nyeri ) Nyeri yang hebat saat peregangan pasif pada otot-ototyang terkena. diuretik dan pemakaian manitol dapat mengurangi tekanan kompartemen. . ü Pada kasus penurunan kompartemen. Terutama jika munculnya nyeri tidak sebanding dengan keadaan klinik ( pada anak-anak tampak semakin gelisah atau memerlukan analgesia lebih banyak dari biasanya ) Otot yang tegang pada kompartemen merupakan gejala yang spesifik dan sering. 2.

com NANDA. yaitu kelanjutan dari sindrom kompartemen akut yang tidakmendapat terapi selama lebih dari beberapa minggu atau bulan. antara lain:1. sebagian besar kompartemen terletak dianggota gerak. Sindroma Kompartemen http://www. Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2001-2002. I. 2008. Anggota gerak atasa.blogspot. Berdasarkanletaknya. sepsis dan acute respiratory distress syndrome ( ARDS ) yang fatal jika terjadi sepsis kegagalan organ secara multi sistem. Lengan atas : terdapat kompartemen . Diagnosa Keperawatan yang Muncul Nyeri akut b/d agen injuri fisik/ kimiawi Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b/d gangguan aliran darah arteri. Passangereng. 1. 2. dan pergelangan tangan karena adanya trauma. J. Komplikasi Komplikasi terjadi akibat trauma permanen yang mengenai otot dan syaraf yang dapat mengurangi fungsinya. syaraf dan pembuluhdarah yang dibungkus oleh tulang dan fasia serta otot-otot yang masing-masing dibungkusoleh epimisium. Prognosis Sindroma kompartemen akut cenderung memiliki hasil akhir yang jelek.Secara anatomi.G. Sedangkan komplikasi sistemik yang dapat timbul dari sindroma kompartemen dapat meliputi gagal ginjal. Apabila sindrom kompartemen lebih dari 8 jam dapat mengakibatkan nekrosis dari syaraf dan otot dalam kompartemen. kompartemen terdiri dari beberapa macam. H. Kontraktur Volkmann adalah deformitas pada tangan. Philadelpia Diposkan oleh vivin di 00:33 Kompartemen osteofasial merupakan ruangan yang berisi otot. Syaraf dapat beregenerasi sedangkan otot tidak sehingga jika terjadi infark tidak dapat pulih kembali dan digantikan dengan jaringan fibrosa yang tidak elastis yaitu kontraktur iskemik volkmann. jari. Referensi ü ü ü Irga.

(4) 14 2. posterior superfisial dan posterior profundus) serta lenganatas (kompartemen volar dan dorsal). Jenis KelaminHasil penelitian study kasus oleh McQueen. yaitu flexor superfisial.Penurunan volume kompartemen kondisi ini disebabkan oleh:• Penutupan defek fascia• Traksi internal berlebihan pada fraktur ekstremitas2. Lengan bawah : terdapat tiga kompartemen .Waktu antara terjadinya cidera sampai dilakukan penanganRorabeck dan Macnab melaporkan keberhasilam dekompresi untuk perbaikan perfusiadalah 6 jam. Peningkatan tekanan eksternal:• Balutan yang terlalu ketat• Berbaring di atas lengan• Gips3.lateral. terdapat tiga kompartemen. yaitu : kompartemen anterior. yaitu antara lain:1.Mortalitas/ MorbiditasKompartemen sindrom tergantung dari dua hal :. Tungkai bawah : tedapat empat kompartemen. Tungkai atas. lateral. fleksor profundus dan ekstensor 2. Etiologi Terdapat berbagai penyebab dapat meningkatkan tekanan jaringan lokal yang kemudianmemicu timbullny sindrom kompartemen. medial dan posterior b. posterior superfisial.anterior dan posterior b. dan posterior profundusSindrom kompartemen paling sering terjadi pada daerah tungkai bawah (yaitukompartemen anterior. Hal ini dikarenakankebanyakan pasien trauma adalah lakilaki. Peningkatan tekanan pada struktur komparteman beberapa hal yang bisamenyebabkan kondisi ini antara lain:• Pendarahan atau Trauma vaskuler • Peningkatan permeabilitas kapiler • Penggunaan otot yang berlebihan• Luka bakar 15 . Frekuensi 1. Anggota gerak bawaha. (1. (4) D.Diagnosis.2) C. yaitu : anterior. sindrom kompartemendidiagnosa lebih sering pada laki-laki dibanding perempuan.

Biasanya setelah berlari atau beraktivitas selama 20 menit. aliran arteri selama relaksasi otot semakin menurun.Terjadi kelemahan atau atrofi otot. dan 80% darinya terjadi di anggota gerak bawah.• Operasi• Gigitan ular • Obstruksi venaSejauh ini penyebab sindroma kompartemen yang paling sering adalah cedera.Pulselesness (berkurang atau hilangnya denyut nadi )4.antara lain:a.Terutama jika munculnya nyeri tidak sebanding dengan keadaan klinik (padaanak-anak tampak semakin gelisah atau memerlukan analgesia lebih banyak dari biasanya). Manifestasi Klinis (6. Sindroma kompartemen kronik terjadi ketika tekanan antara kontraksi yang terusmenerus tetap tinggi dan mengganggu aliran darah. Penegakan Diagnosa Selain melalui gejala dan tanda yang ditimbulkannya.Sedangkan pada kompartemen syndrome akan timbul beberapa gejala khas.2. penegakan diagnosakompartemen syndrome dilakukan dengan pengukuran tekanan kompartemen.c. medulla spinalis atau . Parestesia (rasa kesemutan)5.. G. pasien yang tidak kooperatif. dan pasien akan mengalamikram otot. Sebagaimana terjadinya kenaikantekanan.Pengukuran intra kompartemen ini diperlukan pada pasien-pasien yang tidak sadar. ParalysisMerupakan tanda lambat akibat menurunnya sensasi saraf yang berlanjutdengan hilangnya fungsi bagian yang terkena kompartemen sindrom. 19 b. pasien yang sulit berkomunikasi dan pasien-pasien dengan multiple trauma seperti trauma kepala. Kompartemen anterior dan lateral dari tungkai bagian bawah biasanya yangkena F. ketikaada trauma langsung.Pallor (pucat)diakibatkan oleh menurunnya perfusi ke daereah tersebut. terutama saat olehraga.Pain (nyeri)nyeri yang hebat saat peregangan pasif pada otot-otot yang terkena. Nyeri merupakan gejala dini yang paling penting.Nyeri bersifat sementara dan akan sembuh setelah beristirahat 15-30menit.Nyeri yang timbul saat aktivitas.3.dimana 45 % kasus terjadi akibat fraktur. seperti anak-anak.9) Gejala klinis yang terjadi pada syndrome kompartemen dikenal dengan 5 P yaitu:1. Otot yang tegang pada kompartemen merupakan gejala yangspesifik dan sering.

Pada peningkatan isi kompartemen. elevasi dihindari karena dapat menurunkanaliran darah dan akan lebih memperberat iskemia b. Mengoreksi hipoperfusi dengan cairan kristaloid dan produk darahe. diuretik dan pemakainan manitol dapatmengurangi tekanan kompartemen. 24 III. Perfusi yang tidak adekuat daniskemia relative ketika tekanan meningkat antara 10-30 mmHg dari tekanan diastolik. untuk mempertahankan ketinggiankompartemen yang minimal. tergantung :-Seberapa cepat penanganan kompartemen sindrom dilaksanakan.KORELASI TINJAUAN PUSTAKA DENGAN KASUS Pada kasus ny. (5) H.Bagaimana komplikasi dapat terbentuk. Semua ahli bedah setuju bahwaadanya disfungsi neuromuskular adalah indikasi mutlak untuk melakukan fasciotomiPenanganan kompartemen secara umum meliputi:1. . namun beberapa hal.Tekanan kompartemen normalnya adalah 0. didapatkan diagnosisfraktur pada 1/3 proksimal dari tulang ulna kiri.Menempatkan kaki setinggi jantung.c.Penanganan Tujuan dari penanganan sindrom kompartemen adalah mengurangi defisit fungsineurologis dengan lebih dulu mengembalikan aliran darah lokal.Tidak ada perfusi yang efektif ketika tekanannya sama dengan tekanan diastolik.Pada kasus penurunan ukuran kompartemen. Manitol mereduksi edema seluler. Fraktur padaantebrachii baik fraktur terbuka maupun fraktur tertutup. pemberian anti racun dapat menghambat perkembangan sindroma kompartemend. melalui bedahdekompresi.S. Terapi Medikal/non bedahPemilihan terapi ini adalah jika diagnosa kompartemen masih dalam bentuk dugaan sementara. atau fraktur pada antebrachii. Berbagai bentuk terapi ini meliputi: 20 a. dari hasil anamnesis dan pemeriksaan penunjang. seperti timing. Prognosis Prognosis bisa baik sampai buruk. Walaupun fasciotomi disepakati sebagai terapi yang terbaik.traumasaraf perifer. seringkali menyebabkan sindromakompartemen pada antebrachii.dengan memproduksi kembali energi seluler yang normal dan mereduksi selotot yang nekrosis melalui kemampuan dari radikal bebas J.Pada kasus gigitan ular berbisa. masih diperdebatkan. gips harus di buka dan pembalut kontriksi dilepas.

.Kesimpulan Sindrom kompartemen (CS) adalah sebuah kondisi yang mengancam anggota tubuh dan jiwa . "Diagnosis and management of extremity compartment syndromes: anorthopaedic perspective". Pada kompartemen inidapat terjadi peningklatan tekanan yang diakibatkan oleh perdarahan atau adannya bengkak pada jaringan sekitar sehingga menekan pembuluh darah. gangguan fungsi yang permanen dan jika semakin berat . Compartment syndrome.Undersea and Hyperbaric Medical Society.Konstantakos EK. Dalstrom DJ. Nelles ME. lengan atas. Semua gejala pada sindroma kompartemen tersebut.(diunduh bulan oktober 2011)2..emedicine.wikipedia. yaitu flexor superfisial. trauma lainnya juga dapat menjadi penyebabnya. Laughlin RT. yaitu:-Pain ( nyeri) Parasthesia ( baal )-Palor ( pucat)-Pulselessness ( tidak bernadi )-Paralysis ( lumpuh)Dapat juga ditambah denga 1 p yaitu poikilotermia. dan system limfatik sekitar kompartemen.org/ResourceLibrary/Indication..org/wiki/Compartment_syndr.termasuk cedera akibat olahraga berat. dan seluruh ekstremitas bawah. Compartment syndrome.. lengan bawah. saat sindrom kompartemen tidak teratasi maka tubuh akan mengalaminekrosis jaringan . Daftar pustaka 1. sehinggaekstremitas terasa dingin. saraf.Wikipedia.and other Acute Traumatic Ischemias". "Crush Injury. fleksor profundus dan ekstensor.nih. Walaupun fraktur pada tulang panjang merupakan penyebab tersering darikompartemen sindrom. Lokasi yang dapatmengalami sindrom kompartemen telah ditemukan di : tangan.nlm. Available at :http://www. Available at : "emedicine:compartment syndrome".dikarenakan pada antebrachii terdapat : terdapat tigakompartemen . the gree ensyclopedia. dapat terjadi gagalginjal dan kematian. (diunduh bulan Oktober 2011)4.uhms. Extremity . Am Surg 73 (12): 1199–209. Compartment syndrom. yang dapat diamati ketika tekanan perfusi dibawah jaringan yang tertutup. Available at :http://www.gov/medlineplus/ency/articl. Hal yang paling penting dokter didesak untuk selaluwaspada ketika berhadapan dengan keluhan nyeri pada ekstremitas.(Diunduh . Hampir semua cedera dapat menyebabkan sindrom ini.(Diunduh bulan Oktober 2011)5.(diunduh bulan Oktober 2011)3. mengalami penurunan. Secara tegas. Compartement syndrome.com/EMERG/topic739. yaitu gagalnya termoregulasi..Pada pasien ini tindakan pencegahan berupa fasciotomy diperlukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang permanent pada lengan kirinnya 25 IV.Medline Plus (2008). sehingga menemukan gejala 5p. didapatkan pada pasien ini. pantat.htm.Richarf P(2009). Prayson MJ (December 2007). available at :http://en. PMID 18186372.http://www.. Diperlukan pengukuran tekanan intrakompartemen dengan alat pressure transduser modules yang terdapat pada mesin anastesi yang modern. perut.

7. 853.com/topic/compartementsyndrom(Diunduh bulan Oktober 2011)9.Compartement syndrom.Compartement syndrom. Jakarta.com/doc/27320465/Compartment. De Jong (2004).bulan Oktober 2011)6.com/article/1269081-o...scribd.( Diunduh bulan Oktober 2011)8. (Diunduh bulan Oktober 2011) 27 ..Compartemen syndrome.. EGC. Hal 462. http://emedicinemedscape. Available at :http://ww:answer.Syamjuhidayat.. Available at :http://www. Buku Ajar Ilmu Bedah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->