P. 1
22190318-Fisiologi-Lapar

22190318-Fisiologi-Lapar

|Views: 38|Likes:
Published by Grace Sheila Lames

More info:

Published by: Grace Sheila Lames on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2012

pdf

text

original

Fisiologi Lapar <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pusat saraf yang mengatur asupan makanan.

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Nukleus lateral hipotalamus, berfungsi sebagai pusat makan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Nukleus ventromedial hipotalamus berperan sebagai pusat kenyang <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Nukleus paraventrikular, dorsomedial, dan arkuata
<!--[if !supportLists]--> makanan. Pengaturan jumlah asupan makanan dapat dibagi menjadi: <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Pengaturan jangka pendek, yang terutama mencegah perilaku makan yang berlebihan di setiap waktu makan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pengisian saluran cerna <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mengatur jumlah asupan

menghambat perilaku makan. Bila saluran cerna teregang, terutama lambung dan duodenum, sinyal inhibisi yang teregang akan dihantarkan terutama melalui nervus vagusn untuk menekan pusat makan,sehingga nafsu makan berkurang. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Faktor perilaku hormonal saluran cerna

menghambat

makan

Kolesistokinin terutama dilepaskan sebagai respon terhadap lemak yang masuk ke duodenum dan memiliki efek langsung ke pusat makan untuk mengurangi perilaku makan lebih lanjut. Selain itu,adanya makanan dalam usus akan merangsang usus tersebut mensekresikan peptide mirip glucagon, yang selanjutnya akan meningkatkan sekresi insulin terkait glukosa dan sekresi dari pancreas, yang keduanya cendrung untuk menekan nafsu makan.

yang terutama berperan untuk mempertahankan energy yang disimpan di tubuh dalam jumlah normal.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ghrelin. maka pusat makan dihipotalamus akan dihambat. dan mengecap yang akan “mengukur” jumlah makanan yang masuk. Kadar Ghrelin meningkat disaat puasa. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Peningkatan kadar gula juga secara bersamaan menurunkan bangkitan neuron glukosensitif di pusat lapar hipotalamus lateral. yang menimbulkan suatu perilaku yang disebut teori glukostatik pengaturan rasa lapar dan perilaku makan. meningkat sesaat sebelum makan. as. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Sinyal umpan balik dari jaringan adipose mengatur asupan makanan. <!--[if !supportLists]-->2. dan ketika sejumlah makan telah masuk. seperti mengunyah. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Peningkatan kadar glukosa darah akan meningkatkan kecepatan bangkitan neuron glukoreseptor di pusat kenyangdi nucleus ventro medial dan paraventrikulat hipotalamus. salivasi.amino. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Efek kadar glukosa. suatu hormone gastrointestinal meningkatkan perilaku makan. . dan menurun drastic setelah makan yang mengisyaratkan bahwa hormone ini mungkin berperan untuk meningkatkan nafsu makan. Penurunan kadar gula dalam darah akan menimbulkan rasa lapar. teori lipostatik dan teori aminostatik. <!--[endif]-->Pengaturan jangka panjang. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pengaturan suhu dan asupan makan Saat udara dingin. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Reseptor mulut mengukur jumlah asupan makanan Berkaitan dengan perilaku makan. menelan. kecendrungan untuk makan akan meningkat. dan lipid dalam darah terhadap rasa lapar dan perilaku makan.

maka akan membuat hipotalamus menstimulasi kita untuk merasa lapar dan makan. sehingga kita akan berhenti makan. apabila jumlah lemak tersebut rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi rasa lapar pada manusia adalah: <!--[if !supportLists]-->1. Setelah tubuh mendapat cukup nutrisi yang ditentukan oleh berbagai faktor. Pencernaan Makanan yang ada di dalam saluran gastrointestinal akan merangsang munculnya satu atau lebih peptida. <!--[endif]-->Hipotesis Glukostatik <!--[endif]-->Hipotesis Hormon Peptida pada Organ . Otak inilah yang akan menimbulkan rasa lapar pada manusia. Apabila jumlah kolesitokinin dalam GI rendah. yang akan mengirimkan impuls tersebut ke pusat lapar di otak. Kemudian tubuh akan merasa puas akan makan. contohnya kolesitokinin. <!--[if !supportLists]-->2. tepatnya di nucleus bed pada otak tengah yang berikatan serat pallidohypothalamus. <!--[if !supportLists]-->3.Lapar dapat terjadi karena adanya stimulasi dari suatu faktor lapar. <!--[endif]-->Hipotesis Lipostatik Leptin yang terdapat di jaringan adiposa akan menghitung atau mengukur persentase lemak dalam sel lemak di tubuh. Kolesitokinin berperan dalam menyerap nutrisi makanan. yakni hipotalamus bagian lateral. maka akan mengirim impuls ke pusat kenyang yakni di nucleus ventromedial di hipotalamus. maka hipotalamus akan menstimulasi kita untuk memulai pemasukan makanan ke dalam tubuh.

Pada kelaparan. Misalnya saja. dan mereka berpengaruh terhadap nafsu makan. maka hipotalamus akan meningkatkan nafsu makan kita. Makanan yang kita makan akan diserap tubuh dan sari-sarinya (salah satunya glukosa)akan dibawa oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. hunger pangs mencapai intesitas terbesar dalam waktu 3-4 hari dan kemudian melemah secara bertahap pada hari-hari berikutnya. jika dalam darah kekurangan glukosa. <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Neurotransmitter Neurotransmitter ada banyak macam. adanya norepinephrine dan neuropeptida Y akan membuat kita mengkonsumsi karbohidrat.maka tubuh kita akan memerintahkan otak untuk memunculkan rasa lapar dan biasanya ditandai dengan pengeluaran asam lambung. <!--[if !supportLists]-->5. Bila kontraksi lapar terjadi tubuh akan mengalami sensasi nyeri di bagian bawah lambung yang disebut hunger pangs (rasa nyeri mendadak waktu lapar. Apabila adanya dopamine dan serotonine.Rasa lapar pun dapat ditimbulkan karena kurangnya glukosa dalam darah. Hunger pans biasanya tidak terjadi sampai 12 hingga 24 jam sesudah makan yang terakhir. <!--[if !supportLists]-->7. Ketika kontraksi sangat kuat. <!--[endif]-->Kontraksi di Duodenum dan Lambung Kontraksi yaitu kontraksi yang terjadi bila lambung telah kosong selama beberapa jam atau lebih. <!--[endif]-->Hipotesis Termostatik Apabila suhu dingin atau suhu tubuh kita di bawah set point. kontraksi ini bersatu menimbulkan kontraksi tetanik yang kontinius selama 2-3 menit. Kontraksi juga dapat sangat ditingkatkan oleh kadar gula darah yang rendah. maka kita tidak mengkonsumsi karbohidrat. dan ketika naik lagi. Teori produksi panas yang dikemukakan oleh Brobeck menyatakan bahwa manusia lapar saat suhu badannya turun. <!--[endif]-->Psikososial . Inilah salah satu yang bisa menerangkan mengapa kita cenderung lebih banyak makan di waktu musim hujan/dingin. Kontraksi ini merupakan kontraksi peristaltik yang ritmis di dalam korpus lambung. <!--[if !supportLists]-->4. rasa lapar berkurang.

rasa. yang menimbulkan suatu perilaku yang disebut teori glukostatik pengaturan rasa lapar dan perilaku makan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Penurunan kadar glukosa darah akan menurunkan kecepatan bangkitan neuron glukoreseptor di pusat kenyang di nucleus ventromedial dan paraventrikulat hipotalamus. . Akibat penundaan lapar adalah terjadi kontraksi peristaltic yang ritmis di korpus lambung . komponen belajar dan kognitif (pengetahuan) dari lapar. Hal ini akan menurunkan kadar gula didalam tubuh. Penurunan kadar gula dalam darah akan menimbulkan rasa lapar. kontraksi – kontraksi ini menimbulkan kontraksi tetanik yang continue dan kadang berlangsung selama 2 sampai 3 menit. Stres juga dapat berpengaruh terhadap nafsu makan. Tak seperti makhluk lainnya. ketika kontraksi berturut – turut tersebut sangat kuat . Penurunan kadar gula juga secara bersamaan meningkatkan bangkitan neuron glukosensitif di pusat lapar hipotalamus lateral.Rasa lapar tidak dapat sepenuhnya hanya dijelaskan melalui komponen biologis. manusia menggunakan jam dalam rutinitas kesehariannya. Saat berenang. Seperti orang normal yang biasa makan 3 kali sehari bila kehilangan 1 waktu makan. tubuh akan menggunakan energy sebesar 500 kalori per jamnya. dan tekstur makanan juga memicu rasa lapar. disebut Hunger Pans. Kebiasaan juga mempengaruhi rasa lapar. Penanda waktu ini juga memicu rasa lapar. termasuk saat tidur dan makan. Warna makanan juga memperngaruhi rasa lapar. akan merasa lapar pada waktunya makan walaupun sudah cukup cadangan zat gizi dalam jaringan-jaringannya. kita tidak dapat mengesampingkan bagian prikologis kita. Semakin lama berenang makan jumlah energy yang terpakai pun semakin besar. Kontraksi ini sangat meningkat ketika kadar gula darah lebih rendah dari normal. Hunger pans tidak terjadi sampai waktu 12 sesudah masuknya makanan terakhir. Selain jika penundaan ini belangsung dalam waktu yang lebih lama maka akan terjadi metabolic lemak dan protein untuk menggantikan kadar gula yang turun. teori lipostatik dan teori aminostatik. Bau. Kontraksi ini dapat menimbulkan rasa nyeri ringan di bagian bawah lambung . Sebagai manusia. tetapi ini bergantung pada masing-masing individu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->