Moral dan Etika

(Novasyurahati |21311014; dipublikasikan melalui web log http://ceritanova.blogspot.com/2012/09/moral-dan-etika.html)

Apa itu moral dan etika? Apa bedanya? Apakah moral sama dengan etika? Jika seseorang beretika, maka apakah dia juga bisa dikatakan bermoral, dan begitu juga sebaliknya? Membingungkan memang jika kita diminta untuk menjelaskan tentang kata yang sebenarnya sudah kita temui dan bahkan gunakan sehari-hari. Tapi daripada bingung, lebih baik buka sambungan internet dan cari tahu biar ga bingung lagi. Seringkali orang menyamakan makna moral dan etika karena keduanya berkaitan dengan konsep tentang baik dan buruk. Kata “moral” digunakan untuk situasi/aksi/perilaku/karakter yang dianggap dapat diterima oleh pendapat masyarakat setempat. Sementara itu, kata “etika” digunakan untuk situasi/aksi/perilaku yang secara idealis telah memiliki standar umum mengenai baik atau buruk. Penyamaan ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya tepat. Coba kita tilik dari definisinya dalam Bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)1, moral adalah ajaran tentang baik-buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Kata ini disinonimkan dengan akhlak, budi pekerti dan susila. Sedangkan, etika, adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Dari definisi dua kata itu, dapat disimpulkan sementara: moral adalah ajaran tentang baik-buruk, sedangkan etika adalah ilmu tentang baik-buruk. Jika dilihat lebih jauh dari asal katanya, “moral” berasal dari bahasa Latin “moralis” dan “etika” berasal dari bahasa Yunani “ethos”. Bahasa Latin digunakan oleh bangsa Romawi
1

Kamus Besar Bahasa Indonesia online, diakses ke http://kamusbahasaindonesia.org/ pada 31 Agustus 2012 pukul 03.55.

php?id=46121 diakses 2 September 2012 pukul 13. dan tembakan kedua mengenai bagian dada. Rebecca. Di sisi lain. Dan supaya tidak tambah bingung. Perle. salah satunya adalah Suzy. mari kita telaah dari segi pemakaian katanya. Namun demikian. . Ia melihat dua koleganya tertembak. Pejuang Taliban itu diamankan dan langsung dibawa ke rumah sakit di pangkalan militer. diketahui bahwa Suzy meninggal.dynamicchiropractic. Stephen M.21. Taliban tersebut rubuh. http://www. bangsa Yunani dikenal sebagai bangsa pemikir yang melahirkan banyak filsuf. perawat yang juga sahabat baiknya selama bertugas di Kandahar. kini ia bertugas di medan perang di Afganistan. Merasa marah. Rebecca keluar dari perlindungannya dan menembak Taliban tersebut dengan pistol. Dengan demikian kata-kata yang diserap dari bahasa Yunani umumnya bersifat filosofis2. namun masih hidup. Setelah pasukan bantuan datang. Rebecca berlindung di balik lemari. apakah perbuatan Rebecca melepaskan timah panas ke penembak itu dikategorikan bermoral (baik)? Kita bisa membela Rebecca dengan menyebutnya 2 Morality and Ethics: An Introduction. saya coba jelaskan dengan dua kasus di bawah ini: Kasus 1 Rebecca adalah seorang anggota Angkatan Darat Amerika Serikat yang berprofesi sebagai dokter bedah. DC. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan bersama koleganya adalah membuka klinik khusus perempuan untuk penduduk sipil Afganistan di tepi kota Kandahar.kuno yang dikenal sebagai bangsa pembangun yang memiliki dasar tehnik yang sangat dalam. Karena itu kata-kata yang diserap dari bahasa Latin umumnya bermakna “melakukan sesuatu”. Apakah sesederhana itu? Jika melihat definisinya saja memang tambah membingungkan. Suatu hari kliniknya dimasuki oleh seorang pejuang Taliban yang tiba-tiba memberondong seisi klinik dengan senapan otomatis. MS.com/mpacms/dc/article. Tembakan pertama mengenai lengan si Taliban. Dalam kasus ini. sebagai satu-satunya dokter bedah yang tersedia saat itu diminta untuk mengoperasi Taliban tersebut.

ia merasa bisa menyeberang dan segera menuju bis. dan . kebangsaan. tidak peduli untuk mengikat sepatu. Namun perlu diingat bahwa tindakannya dipicu kemarahan setelah melihat sahabatnya tertembak. masuk ke trotoar dan menabrak kios koran. ia memakai sepatunya dan melihat ke jendela. Ia harus ada di kampusnya pukul 8 untuk wawancara beasiswa. suku maupun kedudukan sosial. Jadi sesuai dengan etika yang berlaku dalam profesinya. kita jarang sekali atau bahkan tidak akan pernah menemui kasus yang seekstrim itu. Dalam keseharian. Kasus 2 Pagi itu Anton telat bangun. apakah Rebecca wajib melakukannya? Secara moral. Anton segera berlari tanpa mengikat tali sepatunya. dan si penembak adalah pasien di rumah sakit pangkalan militer tersebut. tapi ia sudah di tengah jalan. Namun. Bis itu bisa membawanya lebih cepat ke kampus.bermoral baik karena melakukan pembelaan terhadap diri. Dalam kasus diatas Anton nampaknya melakukan kesalahan-kesalahan sepele yang biasa kita temui sehari-hari: tergesa-gesa. Tindakan yang didasari balas dendam seringkali dicap tidak bermoral meskipun hal ini sangat relatif. kolega-koleganya dan orangorang yang berada dalam klinik saat itu. ketika diminta untuk mengoperasi si penembak. Lalu. Mobil yang melaju menghindar. namun ia menginjak tali sepatunya dan terjatuh. sekilas ia melihat sebuah mobil melaju ke arahnya. Kasus berikut ini nampaknya agak dekat dengan keseharian kita. Saat menyeberang jalan. Rumit ya? Kejadian dalam kasus di atas sepertinya hanya dapat kita temui di film laga. Anton hendak mempercepat larinya. ia berharap si penembak mati karena sudah membunuh sahabatnya. Rebecca wajib melakukan apapun untuk keselamatan si penembak. Setelah cuci muka dan berpakaian dengan tergesa-gesa. Bahkan. Rebecca berhak menolaknya karena ia tidak berpihak pada keselamatan si penembak. sebagai dokter Rebecca terikat sumpah Hippocrates untuk mengutamakan keselamatan pasiennya tanpa memandang agama. Penjaga kios meninggal seketika. Bis jurusan kampus berhenti di halte seberang rumahnya.

yang berkaitan dengan dua karakter manusia: pemenuhan diri dan kemampuan untuk menderita. secara tidak sengaja. namun bisa jadi. Kesalahan sepele ini dapat membuat Anton disebut tidak bermoral. dalam Kasus 2. Terlebih bila bayangan wajah pemilik kios koran yang berlumuran darah lewat di pikirannya. pemenuhan dari kebutuhan emosional maupun biologis. Namun dalam kasus ini. . sebagai filosofi moral. Etika.44. Setiap manusia membutuhkan pemenuhan diri. Anton. ada dasar yang umum yang saya rasa berlaku di semua komunitas. Rebecca menembakkan pistolnya sebagai pemenuhan diri atas kemarahan yang ia rasakan kepada si penembak. Justifikasi sangat terkait dengan nilai dan norma yang dianut dan dijunjung tinggi. Meskipun demikian.com/critical-thinking/what-is-moral/ diakses 29 Agustus 2012 pukul 12. Si penembak dalam Kasus 1 memberondong klinik untuk memenuhi kebutuhan dirinya atas apa yang ia perjuangkan dengan membunuh tentara Amerika. Bermoral atau tidak. namun di situlah etika berperan. hanya akan merugikan Anton seorang. 3 What is Moral? http://logical-critical-thinking. Anton tidak dapat melupakannya seumur hidup. ia pun tidak beretika saat menyeberang jalan.menyeberang jalan seenaknya. Di mata hukum kejadian ini bisa jadi dilihat semata-mata sebagai kecelakaan. menempatkan pemenuhan kebutuhannya untuk datang tepat waktu di kampus diatas keselamatan pengguna jalan lain dan orang-orang di sekitarnya. Anton menyebabkan kecelakaan yang membuat seorang meninggal. Hal-hal sepele yang jika tidak melibatkan orang lain. dan mungkin seorang atau lebih yang ada dalam mobil yang menghindari Anton terluka. Batasannya sangat lentur. “Moral” menjadi bahasan saat manusia menempatkan pemenuhan dirinya diatas penderitaan orang lain3. Kehidupan sehari-hari kita sangat pasti berurusan dengan penilaian moral. beretika atau tidak seseorang tergantung pada konteks peristiwa dan justifikasi seseorang/masyarakat dalam melihat peristiwa itu. “membakukan” nilai-nilai dan batasan-batasan untuk mempertegas moral.

Manusia lah. melalui kemampuan analitis dan refleksi dirinya yang dapat menyatakan sesuatu atau seseorang bermoral atau beretika. keluarga si penembak. tidak ada perbedaan yang nyata antara keduanya.Etika yang mengikat profesinya sebagai dokter dapat “menyelamatkan” Rebecca dari sifat pendendam. atau setidaknya hati kecil Rebecca) menganggapnya sebagai pembunuh. tidak ada pengertian yang baku mengenai moral dan etika. Dunia terlalu kompleks dan terlalu banyak skenario serta sudut pandang terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. . Jika ia menolak mengoperasi si penembak. bisa saja orang lain (misal. Juga. Pada akhirnya.