TUGAS GEOLOGI TEKNIK 01

RENDY FADLY 0907121296 TEKNIK SIPIL KELAS B

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungaisungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.”( An-Nahl 15)

GEOLOGI TEKNIK

A. PENGERTIAN GEOLOGI TEKNIK

Geologi teknik adalah Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penyelidikan laboratorium.

B.

CABANG-CABANG GEOLOGI TEKNIK Bidang geoteknik mencakup dinamika tanah, metode rekoveri tanah,

teori dan pemodelan air tanah, rekayasa geoteknik, mekanika batu, bendungan tipe urug, kelakuan tanah. Teknik dan Manajemen Sumber Daya Air Bidang ini mencakup pengendalian kualitas air, hidrologi lanjut, hidrolika lanjut, pengembangan dan manajemen sumber daya air, komputasi hidrolika, teori dan modeling air tanah, hidrodinamik pantai, desain bangunan pantai, bendungan tipe urug, analisis resiko, GIS, pengembangan dan manajemen daerah pantai, pemindahan sedimen.

C. PERANAN GEOLOGI TEKNIK DALAM PERENCANAAN WILAYAH

Indonesia dikenal sebagai wilayah dengan tataan tektonik yang rawan terhadap terjadinya bencana alam geologi. Hampir seluruh wilayah Indonesia dilalui oleh zone sesar/patahan yang sewaktu-waktu dapat bergerak baik dalam skala besar, menegah ataupun kecil. Bahaya yang ditimbulkan oleh bencana ini akan diperparah apabila infrastruktur yang dibangun diatasnya tidak memperhatikan informasi geologi teknik. Mengingat pentingnya informasi geologi teknik dalam perencanaan wilayah dan pembangunan infrastruktur ini, beberapa waktu lalu dilakukan workshop nasional ?Geologi Teknik dalam Perencanaan Tata Ruang dan Pembangunan Infrastruktur? di Auditorium Badan Geologi, Bandung. Workshop yang sangat penting ini dihadiri oleh beberapa wakil pemerintah daerah dari berbagai propinsi, para akademisi dan pengembang.

Informasi yang dapat diambil dari penelitian dan analisa geologi teknik seperti adanya sesar aktif, gerakan tanah, ketidakstabilan lereng, kembang kerut dari formasi geologi, amblesan tanah, bencana akibat seismik dan gempa bumi (ground shaking, likuifaksi, lateral spreading, tsunami), debris flow, lahar, dan kendala-kendala geologi lainnya, merupakan informasi penting bagi para perekayasa untuk melakukan perencanaan dan pembangunan infrastruktur sehingga dapat mengurangi dampak dan resiko yang akan ditimbulkan di kemudian hari.

Informasi geologi tidak saja diperlukan pada tahap pemilihan tapak proyek tetapi juga sampai pada desain detail, bahkan pada pelaksanaannya.

Demikian juga bahwa penyelidikan geologi termasuk geologi teknik harus dilakukan secara teliti dan profesional, sehingga harus dilakukan oleh pihak-pihak yang kompeten yang bersertifikat kompetensi sehingga dapat memberikan informasi yang benar. Kesalahan interpretasi dan analisis data geologi dapat menyesatkan dan berakibat fatal bagi perencanaan proyek, sehingga menghasilkan bangunan yang berbahaya bagi keselamatan umum, tidak atau kurang memenuhi fungsi yang dituju atau mengurangi umur infrastruktur yang direncanakan. Pemanfaatan informasi geologi teknik sesungguhnya juga tidak menimbulkan biaya yang besar dibandingkan dengan dampaknya apabila terjadi kegagalan dalam perencanaan tata ruang dan pembang

D. GEOTEKNIK LAPISAN TANAH Jenis lapisan tanah
1.

Lapisan 1 Tanah pada lapisan ini mempunyai consistensy rendah sampai medium berwarna coklat kekuningan sampai coklat gelap. Pada lapisan ini terkadang terdapat sedikit pasir halus dan lanau (silt) yang merupakan tanda-tanda proses pelapukan dari batuan induknya. Kadar tanah dapat dikategorikan medium sampai tinggi yang menggambarkan kurang baiknya sifat teknis tanah pada lapisan ini.

2.

Lapisan 2 (pasir berlempung) Lapisan tanah pasir berlempung ini berwarna coklat sampai abu-abu dengan kadar air yang rendah sampai sedang/menengah. Pada lapisan ini terkadang terdapat hanya lapisan pasir murni dengan tingkat kepadatan yang rendah sampai sedang yang merupakan tanda-tanda proses pelapukan dari batuan induknya.

3.

Lapisan 3 (batuan) Lapisan batuan ini berwarna coklat gelap sampai abu-abu non plastik dan kadar air yang rendah dengan tingkat kepadatan yang rendah sampai sedang. Nilai perlawanan penetrasi konus, qc dari hasil test sondir pada lapisan ini lebih besar dari 70 kg/cm2. Posisi lapisan batuan ini bervariasi antara 4.8 m sampai dengan 15.4 yang sangat tergantung pada proses pelapupkan yang terjadi pada batuan induk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful