Sekilas Proses Upaya Indonesia Mengitegrasikan West New Guinea (Papua

)
Yogyakarta, 23 Oktober 2012
Ketika Indonesia merdeka dari Belanda pada 27 Desember 1949, pemerintah Belanda mempertahankan kontrol atas wilaya West New Guinea (Papua). Dari tahun 1949 sampai tahun 1961 berusaha untuk mengambil kekuasaan di Papua dengan alasan bahwa, wilaya bagian dari bekas Hindia Belanda memang seharusnya bagian dari Indonesia. Pada akhir tahun 1961 setelah mencoba berulang kali dan berhasil mengamankan tujuannya melalui PBB, presiden Indonesia Soekarno mengumumkan mobilisasi militer dan mengacam akan menyerang berbagai gerakan yang berlawanan dengan kehendaknya dan menguasainya. Pemerintah kennedy takut bahwa oposisi AS untuk tuntutan indonesia menuju dan mendorong megara maju komunis, pembicaraan yang disponsori antara Belanda dan Indonesia pada musim semi 1962. Negosiasi berlangsung di bawa bayang-bayang serangan militer Indonesia ke West New Guinea ( Papua) dan ancaman Invasi Indonesia sedang berlangsung. Perjanjian new york pada tahun 1962, yang memberikan Indonesia kendali atas Papua( yang segera akan berganti nama menjadi Irian Barat) setelah masa transisi singkat diawasi oleh PBB. Perjanjian tersebut adalah bahwa Jakarta berkewajiban untuk melakukan pemilihan tentang Penentuan Nasib Sendiri dengan batuan PBB paling lambat tahun 1969. Setelah memegang kendali, Indonesia dengan cepat pindah untuk menekan perbedaan pendapat politik oleh Masyarakat Papua yang sebelumnya telah memproklamasikan kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 1961 di Hollandia oleh Dewan New Guinea(dewan Papua) bersama Partai Nasional( PARNAS) serta seluruh masyarakat Papua saat itu. Pejabat Amerika sejak awal takut Indonesia menjadi negara komunis ketika organiasi PKI(partai komunis Indonesia) berdiri. Pejabat Amerika Johnson dan Nixon memanfaatkan jendral Soeharto untuk melumpukan Presiden Indonesia Seokarna dan setelah berhasil dilumpuhkan, Soeharto dengan cepat pindah ke Liberalis dan meliberalisasi perekonomian Indonesia lalu membukanya ke Barat melalui undan-undang Investasi asing baru pada akhir tahun1976. Perusahaan pertama untuk mengambil keuntungan dari hukum itu adalah perusahaan Pertambangan Amerika freeport Sulphur, yang memperolah konsesi untuk lahan yang sangat luas, Emas dalam dan mengandung tembaga di West New Guinea( Papua). Selama enam minggu dari bulan Juli sapai Agustus 1969, para pejabat PBB melakukan apa yang disebut dengan “Act of Free Choice”. Berdasarkan anggaran perjanjian New York (pasal 18), Semua orang Papua dewasa memilik hak untuk berpartisipasi dalam tindakan penentuan Nasib Sendiri harus dilakukan sesuai dengan pratek Internasional. Sebaliknya pihak yang diberi kewenangan Indonesia memilih 1022 orang dari seluruh penduduk Papua untuk memilih secara terbuka dan bulat mendukung integrasi dengan Indonesia. Meskipun bukti yang signifikan bahwa Indonesia telah gagal memenuhi kewajiban Internasional, pada bulan November 1969 PBB “mencatat dari Act of Free Choice(PEPERE) dan hasilnya, sehingga memberikan dukungan dari badan dunia untuk aneksasi Indonesia. @@@@@@ Semoga Bermanfaat @@@@@@

Telius yikwa

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful