PUDARNYA BUDAYA PERGERAKAN AKTIF MAHASISWA Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus.

Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dari akal sehat. (Thomas Stanley) Mahasiswa “kupu-kupu” (kuliah pulang, kuliah pulang), semakin menjamur di tengah kehidupan kampus. Kebanyakan mahasiswa juga seolah acuh tak acuh dengan keadaan sosial. Jelas saja hal tersebut sangat menyulitkan bagi seorang mahasiswa untuk bisa menjadi seorang kritikus yang mampu mengubah kebijakan jika mahasiswa itu sendiri tidak ingin tahu menahu dengan kehidupan di sekelilingnya. Kurang berminat terhadap hal sosial membuat mahasiswa semakin kehilangan identitasnya. Bagaimana tidak, jika mahasiswa tidak tanggap dengan fenomena kehidupan sosial, dengan cara apa lagi mahasiswa memberikan kontribusi yang nyata terhadap masyarakat? Walaupun banyak wadah yang tersedia untuk menampung segala potensi yang ada pada diri mereka, toh mahasiswa juga tidak melirik dan memilih untuk bergerak statis, tidak produktif, tidak kritis, dan akhirnya, kehilangan esensi sebagai seorang mahasiswa. Tampak nyata sekali, dari waktu ke waktu, budaya pergerakan aktif mahasiswa semakin memudar. Mahasiswa secara kodratnya difungsikan sebagai motor penggerak. Sejarah mencatat, mahasiswa sebagai generasi muda telah melahirkan pergerakan yang mewujudkan kebangkitan nasional. Budi Utomo adalah bukti konkrit pergerakan generasi muda yang dicatat sejarah Indonesia. Ia lahir dari tangan pemuda pelajar-mahasiswa STOVIA yang kritis terhadap intelektualitas bangsa. Budi Utomo menjadi wadah perjuangan yang bertujuan untuk kemajuan bangsa khususnya dalam bidang pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Setelah berhasil membentuk sebuah wadah aspirasi yang merefleksikan kritis generasi muda, mulailah terjadi kebangkitan nasional. Generasi muda yang diwakili pemuda, pelajar dan mahasiswa, bergerak aktif mewujudkan keadaan yang lebih baik. Sejarah mengungkap, ada kekuatan dari generasi muda yang mampu mendobrak keadaan sosial untuk kemajuan bangsa. Mahasiswa sebagai generasi muda secara hakekatnya mampu memberi sumbangsih lebih untuk kemajuan bangsa. Sumbangsih kecil yang berdampak besar yang dapat dilakukan yaitu dengan mengikuti wadah-wadah yang tersedia di kampus. Wadah ini berupa organisasiorganisasi kampus, baik dalam lingkup fakultas, maupun dalam lingkup universitas. Pada hakekatnya, organisasi kemahasiswaan adalah sebuah wadah pengembangan kepribadian yang dapat menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus

dan lain-lain. Keadaan yang terjadi saat ini. menanamkan sikap ilmiah. Organisasi kemahasiswaan mengajarkan banyak hal pada anggota organisasi tersebut. begitu juga dengan pihak kampus yang memotivasi mahasiswa dengan syarat kredit sebelum diwisuda.memberi kontribusi didalamnya. teknologi. contohnya kemampuan leadership. tanggung jawab. petualangan. mahasiswa memiliki banyak pilihan jenis organisasi yang menawarkan pengembangan bakat dan kemampuan yang bervariatif. Mahasiswa masih “ogah-ogahan” untuk mengikuti salah satu organisasi dengan alasan agar lebih terfokus untuk mengikuti rutinitas perkuliahan. kewirausahaan. mahasiswa juga dapat mengembangkan interaksi sosial yang tidak diajarkan dalam bangku perkuliahan. geliat organisasi kemahasiswaan masih saja tidak memberi daya pikat kepada mahasiswa. mahasiswa dapat mengembangkan kepribadiannya. kepribadian. menghargai orang lain. Wadah organisasi sudah ada. tetapi juga turut serta dalam ajang mengembangkan jati diri mereka. Selain itu sikap sosial seperti kerjasama tim. Selain dapat mengembangkan kemampuan yang difokuskan oleh organisasi. dan pemahaman tentang arah profesi sekaligus meningkatkan kerjasama serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan. Masih banyak mahasiswa yang menoleh lenggah pada organisasi. Mahasiswa bebas memilih organisasi apapun yang paling diminati dan yang paling disuka sesuai bakat dan minat. Fenomena yang ironis. peningkatan kecendekiawanan. Dari segala aspek minat dan bakat tersedia seperti wadah penyampaian aspirasi. agama. olahraga. Artinya. Organisasi kemahasiswaan tidak hanya mampu memberi ruang kreativitas pada mahasiswa. dan kebersamaan juga akan semakin meningkat seiring mengikuti kegiatan dalam berorganisasi. integritas. Padahal apabila melirik satu per satu organisasi kemahasiswaan. jurnalistik. Pasifnya peran serta mahasiswa dalam berkreativitas. kesenian. Keberadaan organisasi mahasiswa merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan. Kebanyakan mahasiswa lebih suka mengejar IP (Indeks . hanya sedikit sekali mahasiswa yang terlibat aktif dalam wadah organisasi kemahasiswaan. Upaya-upaya tersebut masih saja tidak memancing keinginan mahasiswa untuk berorganisasi dan bergerak aktif. Walaupun begitu. Mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam melakukan berbagai kegiatan untuk masyarakat melalui organisasi kemahasiswaan. dengan melaksanakan kegiatan organisasi. serta tidak adanya kegiatan-kegiatan yang menunjang kreatifitas mahasiswa mengakibatkan gagalnya perwujudan pergerakan sebagai jati diri generasi muda.

menjadi lebih peka terhadap kehidupan sosial. Selain softskill. . mahasiswa menjadi kritis terhadap gejala sosial dan pergerakan mahasiswa dapat berkibar lagi. IQ berkembang melalui proses berfikir. Satu pendapat dengan Thomas Stanley di awal.Prestasi) setinggi-tingginya. Mahasiswa mendapat pengembangan wawasan melalui interaksi sosial. Padahal. dan melakukan penyelesaian masalah. Mahasiswa terlalu terfokus dengan akademik dan cenderung melupakan fungsi mahasiswa yang juga sebagai pengawal sosial dan agent of change. Fenomena UKM sebagai oraganisasi kemahasiswaan yang kurang diminati menjadi potret nyata partisipasi mahasiswa yang kurang peduli dengan sosial. softskill juga penting. kegiatan berorganisasi juga berfungsi agar mahasiswa dapat berbuat banyak untuk kemajuan sosial. kecerdasan IQ menyumbang enam sampai lima belas persen dan maksimal dua puluh persen untuk keberhasilan hidup. Nilai yang didapat selama kuliah tidak menjamin keberhasilan seseorang. Dengan begitu. Alangkah lebih maksimalnya kemampuan mahasiswa jika dapat mengibarkan kemampuan akademik sekaligus kreatif dalam berkarya dan inovatif dalam membangun dan mengadakan perubahan. Melalui kegiatan organisasilah kita mendapatkannya. Softskill didapat melalui kegiatan berorganisasi sekaligus berperan aktif sebagai mahasiswa. Namun hal itu tidaklah cukup untuk menghadapi dunia kerja kelak. keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya dilihat dari tingginya nilai. Tetapi sofskill mengambil peranan yang sangat penting sebagi modal hidup kelak. menggunakan hitungan. serta memperoleh ilmu melalui kegiatan rutinitas organisasi. Mahasiswa yang seharusnya berperan sebagai motor penggerak yang mampu memberi kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat seolah kehilangan jati dirinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful