ZAMANPRASEJARAH

INDONESIA
OLEH: NENENG MARLINA, S. PD SMPN 115 JAKARTA

APA ITU ZAMAN PRA SEJARAH ?

PENGERTIAN MASA PRA SEJARAH
ZAMAN PRA SEJARAH BIASA JUGA DISEBUT DENGAN ZAMAN “NIRLEKA” (NIR: TIDAK, LEKA : TULISAN), ZADI, ZAMAN NIRLEKA ARTINYA ZAMAN TANPA TULISAN.

SEJARAH

ZAMAN KETIKA MANUSIA BELUM MENGENAL DAN MENGGUNAKAN TULISAN.
ZAMAN PRA SEJARAH ADALAH SUATU MASA DIMANA MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA MANUSIA PURBA (AWAL KEHIDUPAN MANUSIA)

PENGERTIAN SEJARAH
BERASAL DARI KATA “SYAJAROTUN” YANG ARTINYA POHON

SILSILAH / ASAL MUASAL

SEJARAH ADALAH SEGALA SESUATU YANG TERJADI PADA MASA LAMPAU.

ZAMAN SEJARAH DIMULAI KETIKA MANUSIA SUDAH MENGENAL TULISAN

BAGAIMANA

KITA DAPAT MENGETAHUI TENTANGA MASA PRA SEJARAH, SEDANGKAN TAK ADA BUKTIBUKTI TERTULIS

?

AYO KITA CARI SUMBERNYA!!!

PENELITIAN ZAMAN PRASEJARAH

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA

CORAK KEHIDUPAN MAYARAKAT PRA SEJARAH

PERALATAN PENEMU

TERIMA KASIH

CORAK KEHIDUPAN MASYARAKAT PRASEJARAH DI INDONESIA

KEPERCAYAAN PERTANIAN KEMASYARAKATAN

PELAYARAN
KESENIAN

ILMU PENGETAUAN DAN TEKNOLOGI

SISTEM KEPERCAYAAN
DI PERKIRAKAN MULAI TUMBUHPADA MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN TINGKAT LANJUT YANG TERJADI PADA MASA MESOLITHIKUM.

KEPERCAYAAN KEPADA ROH NENEK MOYANG TERUS BERKEMBANG, HAL INI TAMPAK DARI KOMPLEKSNYA BENTUK-BENTUK UPACARA PENGHORMATAN, PENGUBURAN DAN PEMBERIAN SESAJEN (PADA ZAMAN MEGALITHIKUM). KEPERCAYAAN INILAH YANG DISEBUT DENGAN ROH (ANIMISME)

SELAIN ANIMISME, MEREKA JUGA MENGENAL KEPERCAYAAN KEPADA BENDA-BENDA TERTENTU YANG MEMILIKI KEKUATAN GHAIB (KAPAK YANG TERBUAT DARI BATU CALSEDON (BATU INDAH) DIANGGAP MEMILIKI KEKUATAN GHAIB)

KEMASYARAKATAN
PADA MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN, MASYARAKAT HIDUP BERKELOMPOK-KELOMPOK DALAM JUMLAH YANG KECIL, HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK SUDAH MULAI ERAT KARENA MEREKA SAMA-SAMA MENGHADAPI KONDISI ALAM YANG ERAT. SISTEM KEMASYARAKATAN MASIH SANGAT SEDERHANA.

PADA MASA BERCOCOK TANAM HIDUP MASYARAKAT MULAI MENETAP DAN MENGALAMI PERKEMBANGAN, KEHIDUPAN MULAI TERATUR DENGAN MEMILIKI PEMIMPIN YANG DIPILIH BERDASARKAN MUSYAWARAH.
PADA MASA PERUNDAGIAN PEMBAGIAN MASYARAKAT SEMAKIN KOMPLEKS DAN TERBAGI-BAGI SESUAI DENGAN KEAHLIANNYA. MASING-MASING KELOMPOK MEMPUNYAI ATURANNYA SENDIRI DAN ADA ATURAN UMUM YANG MENJAMIN KEHARMONISAN HUBUNGAN MASING-MASING KELOMPOK. ATURAN ITU DIBUAT ATAS KESEPAKATAN BERSAMA ANTAR KELOMPOK.

PERTANIAN
SISTEM PERTANIAN YANG DIKENAL PERTAMA KALI ADALAH PERLADANGAN/ HUMA, YANG HANYA MENGANDALKAN HUMUS UNTUK KESUBURAN TANAMAN. SEHINGGA BENTUK PERTANIAN INI ADALAH BERPINDAH TEMPAT

MASYARAKAT KEMUDIAN MULAI MENGEMBANGKAN SISTEM PERSAWAHAN, BERUSAHA MENGATASI KESUBURAN TANAH DENGAN PENGOLAHAN TANAH, PEMUPUKAN DAN IRIGASI

SISTEM PERSAWAHAN DIKENAL PADA MASA NEOLITHIKUM, KARENA PADA MASYARAKAT PADA SAAT ITU SUDAH MULAI MENETAP DAN TERATUR. PADA MASA PERUNDAGIAN SISTEM PERSAWAHAN MENGALAMI PERKEMBANGAN MENGINGAT SUDAH ADANYA PEMBAGIAN TUGAS BERDASARKAN KEAHLIAN, DAN MEREKA SUDAH MULAI MAHIR DALAM PERSAWAHAN.

PELAYARAN
SEJAK ABAD SEBELUM MASEHI, NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA SUDAH MEMPUNYAI KEMAMPUAN BERLAYAR YANG TERUS BERKEMBANG MENGINGAT KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA YANG BERBENTUK NEGARA KEPULAUAN. JENIS PERAHU YANG DIGUNAKAN ADALAH PERAHU BERCADIK. DENGAN PERAHU BERCADIK YANG SEDERHANA MEREKA SUDAH MAMPU MENGARUNGI SAMUDERA.

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
SEJAK ZAMAN NEOLITHIKUM MASYARAKAT INDONESIA SUDAH MENGENAL PENGETAHUAN. MEREKA TELAH MEMANFAATKAN ANGIN MUSIM SEBAGAI TENAGA PENGGERAK DALAM AKTIFITAS PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ATAU SEBAGAI PETUNJUK WAKTU DALAM BIDANG PERTANIAN.

TEKNOLOGI JUGA DIKENAL PADA ZAMAN PERUNDAGIAN YAITU TEKNOLOGI PENGECORAN LOGAM SEHINGGA MAMPU MENGHASILKAN PERALATAN DARI LOGAM.

KESENIAN
KESENIAN DIKENAL MASYARAKAT MESOLITHIKUM YANG DIBUKTIKAN DENGAN ADANYA LUKISAN-LUKISAN PADA DINDINGDINDING GUA.

PERKEMBANGAN PESAT TERJADI PADA MASA NEOLITHIKUM KARENA PADA MASA BERCOCOK TANAM TERDAPAT WAKTU SENGGANG DARI MENANAM HINGGA PANEN, YANG KEMUDIAN MEREKA MANFAATKAN UNTUK MENYELURKAN JIWA SENI, MULAI NDARI MEMBATIK, MEMAINKAN GAMELAN BAHKAN MEWAYANG

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA

HOMO ERECTUS/ PITHECANTHROPUS

HOMO SAPIENS

MEGANTHROPUS

PERIODISASI MASA PRASEJARAH

ZAMAN BATU

ZAMAN LOGAM

PALEOLITHIKUM
MESOLITHIKUM NEOLITHIKUM

TEMBAGA

PERUNGGU

BESI

MEGALITHIKUM

ZAMAN BESI
PADA MASA INI MANUSIA TELAH DAPAT MELEBUR BESI UNTUK DITUANG MENJADI ALAT-ALAT YANG DIBUTUHKAN, PADA MASA INI DI INDONESIA TIDAK BANYAK DITEMUKAN ALAT-ALAT YANG TERBUAT DARI BESI. ALAT-ALAT YANG DITEMUKAN ADALAH :

· MATA KAPAK, YANG DIKAITKAN PADA TANGKAI DARI KAYU, BERFUNGSI UNTUK MEMBELAH KAYU · MATA SABIT, DIGUNAKAN UNTUK MENYABIT TUMBUH-TUMBUHAN · MATA PISAU · MATA PEDANG · CANGKUL, DLL
JENIS-JENIS BENDA TERSEBUT BANYAK DITEMUKAN DI GUNUNG KIDUL (YOGYAKARTA), BOGOR, BESUKI DAN PUNUNG (JAWA TIMUR)

ZAMAN TEMBAGA
PADA ZAMAN INI ORANG MENGGUNAKAN TEMBAGA SEBAGAI BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT PERALATAN YANG AKAN DIGUNAKAN SEHARI-HARI. NAMUN DI WILAYAH ASIA TENGGARA, TERMASUK INDONESIA TIDAK DITEMUKAN HASIL-HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN TEMBAGA

ZAMAN PERUNGGU
PADA ZAMAN INI ORANG SUDAH MULAI BISA MENCAMPUR TEMBAGA DENGAN TIMAH DENGAN PERBANDINGAN 3 : 10 SEHINGGA DIPEROLEH LOGAM YANG LEBIH KERAS.
TEHNIK PEMBUATAN ALAT-ALAT LOGAM PADA MASA PRA SEJARAH ADALAH: 1. TEHNIK A CIRE PERDUE/ CETAKAN LILIN: MEMBUAT BENTUK BENDA DENGAN MENGGUNAKAN LILIN, SETELAH ITU LILIN DITUTUP DENGAN TANAH DAN DI TUTUP DARI ATAS DAN BAWAH. MELALUI LUBANG BAGIAN BAWAH CAIRAN PERUNGGU DIMASUKKAN, APABILA SUDAH DINGIN, CETAKAN DIPECAH SETELAH ITU TERBENTUKLAH BENDA YANG DIINGINKAN. 2. TEHNIK BIVALVE/ CETAKAN SETANGKUP : MENGGUNAKAN CETAKAN YANG DAPAT DITANGKUPKAN DAN DIBUKA, SEHINGGA SETELAH PROSES PENCETAKAN TERJADI, CETAKAN DAPAT DIBUKA DAN TERBENTUKLAH BENDA YANG DIINGINKAN. CETAKAN ITU TERBUAT DARI KAYU/ BATU.

PENINGGALAN KEBUDAYAAN PERUNGGU DI INDONESIA

BEJANA PERUNGGU

PERHIASAN DAN MANIK-MANIK DARI PERUNGGU

KAPAK CORONG

PADA DASARNYA BENTUK BAGIAN TAJAMNYA TIDAK BERBEDA DARI KAPAK BATU HANYA BAGIAN TANGKAINYA YANG BERBENTUK CORONG DAN DIPAKAI UNTUK TANGKAI

KAPAK CORONG DISEBUT JUGA DENGAN KAPAK SEPATU KARENA SEOLAH-OLAH KAPAK DISAMAKAN DENGAN SEPATU DAN TANGKAI KAYU DISAMAKAN DENGAN KAKI

CANDRASA

CANDRASA ADALAH KAPAK CORONG YANG PANJANG SALAH SATU SISNYA, BENTUKNYA SANGAT INDAH DAN DILENGKAPI DENGAN PERHIASAN. CANDRASA TIDAK BERFUNGSI SEBAGAI ALAT PERTANIAN/ PERTUKANGAN TETAPI FUNGSINYA DIDUGA SEBAGAI TANDA KEBESARAN KEPALA SUKU DAN ALAT UPAARA KEAGAMAAN

NEKARA

BENTUKNYA SEMACAM BERUMBUNG YANG TERBUAT DARI PERUNGGI YANG BERPINGGANG DIBAGIAN TENGAHNYA DAN SISI ATAS TERTUTUP DI DAERAH ASALNYA, DONGSON , NEKARA MERUPAKAN SIMBOL STATUS, SEDANGKAN DI INDONESIA NEKARA HANYA DIPERGUNAKAN WAKTU UPACARA-UPAARA SAJA ANTARA LAIN DITABUH UNTUK MEMANGGIL ARWAH ROH NENEK MOYANG, DIGUNAKAN SEBAGAI GENDERANG PERANG ATAU ALAT PEMANGGIL HUJAN

MEGALITHIKUM
ZAMAN MEGALITHIKUM DI SEBUT JUGA DENGAN ZAMAN BATU BESAR KARENA PADA ZAMAN INI MENGHASILKAN KEBUDAYAAN YANG PERALATANNYA TERBUAT DARI BATU-BATU BESAR YANG PADA UMUMNYA ADALAH MERUPAKAN SARANA PEMUJAAN ROH NENEK MOYANG CIRI-CIRI KEHIDUPAN MANUSIA PADA SAAT ITU : A. FOOD PRODUCING TAHAP LANJUT B. SEDENTER (BERTEMPAT TINGGAL MENETAP) C. BERCOCOK TANAM D. BETERNAK E. NELAYAN F. MEMBUAT ALAT-ALAT DARI GERABAH G. RUMAH PANGGUNG DI TEPI SUNGAI H. MELAKUKAN PEMUJAAN PADA ROH NENEK MOYANG (ANIMISME) I. DAN MEMPERCAYAI BENDA-BENDA YANG MEMILIKI KEKUATAN GHAIB/ ROH-ROH YANG MELEKAT PADA SETIAP BENDA-BENDA ALAM SEPERTI BATU BESAR, POHON, DANAU, BULAN, MATAHARI DSB. (DINAMISME)

PENINGGALAN KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM
1. 2.

3.

4.

5.

6.

DOLMEN (MEJA BATU) KUBURAN, TEMPAT SESAJI DAN PEMUJAAN ROH WARUGA (KUBURAN/ PETI BATU) BANGUNAN SEPERTI KOTAK YANG DIDALAMNYA TERDAPAT MAYAT DENGAN POSISI SEPERTI ORANG DUDUK DAN DI TUTUP OLEH TUTUP DARI BATU. ARCA (PATUNG) TERBUAT DENGAN CARA YANG SEDERHANA, MELUKISKAN HEWAN YANG KUAT DAN MANUSIA YANG DIHORMATI MENHIR (TUGU BATU) TONGGAK BATU TEGAK YANG BIASANYA BELUM DIBENTUK SEBAGAI SYMBOL PEMUJAAN ROH NENEK MOYANG SARKOFAGUS (KERANDA BATU) BERBENTUK BULAT PANJANG DENGAN TUTUP BULAT/ SEPERTI TONG, BIASANYA PADA DINDINGNYA DIHIAS DENGAN UKIRAN BINATANG PUNDEN BERUNDAK-UNDAK (KUBUR BERNDAK-UNDAK) SATU ATAU LEBIH KUBURAN YANG DILETAKKAN DI ATAS SEBUAH BANGUNAN BERUNDAK.

PENINGGALAN KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM

MENHIR/ TUGU BATU SIMBOL PEMUJAAN NENEK MOYANG

WARUGA/ KUBUR BATU

SARKOFAGUS/ KERANDA BATU

PENDUKUNG KEBUDAYAAN

PENDUDUK PULAU NIAS PENDUDUK PULAU SUMBA PENDUDUK PULAU FLORES

NEOLITHIKUM
ZAMAN INI DIKENAL JUGA SEBAGI ZAMAN BATU MUDA, DIPERKIRAKAN TERJADI SEKITAR 10.000-5000 TAHUN SEBELUM MASEHI CIRI-CIRI KEHIDUPAN PADA MASA INI ADALAH : • MERUPAKAN MASA REVOLUSI KEBUDAYAAN SEBAB MANUSIA YANG SEBELUMNYA HIDUP SECARA FOOD GATHERING, KINI MENJADI FOOD PRODUCING • HIDUP MENETAP (SEDENTER) DAN MEMILIKI TEMPAT TINGGAL BUKAN DI GUA-GUA TETAPI SUDAH MENGENAL RUMAH PANGGUNG SEBAGAI TEMPAT TINGGAL •HIDUP DENGAN CARA BERCOCOK TANAM • ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN BERASAL DARI BATU YANG TELAH DIHALUSKAN DENGAN SEMPURNA

HASIL KEBUDAYAAN
1. KEBUDAYAAN KAPAK PERSEGI A. PACUL (BERUKURAN BESAR B. CALSEDON (BATU YANG BERBENTUK INDAH SEHINGGA DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PERKAKAS YANG FUNGSINYA UNTUK TANDA KEBESARAN, BAHKAN DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT UPACARA) 2. KEBUDAYAAN KAPAK LONJONG A. KAPAK LONJONG (BERUKURAN KECIL) B. PERHIASAN C. PAKAIAN D. TEMBIKAR

PENDUKUNG KEBUDAYAAN
SUMATRA, BALI, JAWA, NUSA TENGGARA, MALUKU, SULAWESI DAN KALIMANTAN

(KEBUDAYAAN KAPAK TERSEGI)
PROTO MELAYU, AUSTRONESIA, AUSTRA-ASIA DI YUNAN, INDO CINA, INDONESIA (KEBUDAYAAN KAPAK LONJONG)

ZAMAN BATU
ZAMAN DIMANA PERALATAN MANUSIA PADA SAAT ITU TERBUAT DARI BATU, TULANG DAN PEMIKIRAN MANUSIA MASIH SANGAT SEDERHANA

ZAMAN LOGAM
PADA ZAMAN LOGAM, MANUSIA SUDAH MENGENAL CARA MELEBUR, MENCETAK, MENEMPA DAN MENUANG LOGAM. MASA INI DISEBUT JUGA DENGAN MASA PERUNDAGIAN/ PERTUKANGAN. SEKITAR ABAD KE-5 SM PENDUDUK DAERAH DONGSON, VIETNAM TELAH MAMPU MENGUASAI KETERAMPILAN DASAR MENGOLAH LOGAM. HASIL KEBUDAYAAN MEREKA ADALAH KEBUDAYAAN TERTUA DI ASIA TENGGARA

ZAMAN MESOLITHIKUM
PADA ZAMAN INI ALAT-ALAT BATU SEBAGIAN SUDAH DI HALUSKAN PADA SALAH SATU SISINYA, SUDAH MENGANAL TEMBIKAR. PERIODE INI DIKENAL SEBAGAI MASA BERBURU DAN MERAMU TINGKAT LANJUT. MANUSIA PENDUKUNGNYA ADALAH HOMO SAPIENS (MANUSIA SEKARANG) YAITU DARI RAS AUSTROMELANOSOIDE (MAYORITAS) DAN MONGOLOIDE (MINORITAS) CIRI-CIRI : 1. PERALATAN MASIH KASAR (TERBUAT DARI BATU YANG HANYA DI ASAH SALAH SATU SISINYA. 2. BERTEMPAT TINGGAL SEMI NOMADE (MULAI TINGGAL DI GUA-GUA/ ABRIS SOUS ROCHE) 3. MENGENAL SENI BERUPA LUKISAN DI DINDING GUA-GUA KARANG 4. DITEMUKANNYA SAMPAH DAPUR (KJOKKENMODDINGER)
BERUPA MULAI MENGENAL KEBUDAYAAN 5. SAMPAH KULIT KERANG-KERANG.

KEBUDAYAAN MESOLITHIKUM
1. PEBLE CULTURE (ALAT KEBUDAYAAN KAPAK GENGGAM) DIDAPATKAN DI KJOKKEN MODDINGER) 2. BONE CULTURE (ALAT KEBUDAYAAN DARI TULANG)

3. FLAKES CULTURE (KEBUDAYAAN ALAT SEPIH) DI DAPATKAN DI ABRIS SOUS ROCHE
MANUSIA PENDUKUNG KEBUDAYAAN INI ADALAH PAPUA MELANOSOIDE

PRALATAN

PERALATAN

PEBBLE CULTURE

BONE CULTURE

FLAKES CULTURE

PETA ZAMAN MESOLITHIKUM

PALEOLITHIKUM (ZAMAN BATU TUA)
BERAWAL SEKITAR 2 JUTA TAHUN YANG LALU, ZAMAN INI MENANDAKAN BERAKHIRNYA ZAMAN ES. DISEBUT DENGAN ZAMAN BATU TUA ADALAH KARENA PADA MASA ITU PERALATAN YANG DIGUNAKANNYA MASIH DIKERJAKAN SECARA KASAR / TIDAK DI ASAH. PENDUKUNG KEBUDAYAAN INI ADALAH HOMO ERECTUS

CIRI-CIRI :
1. POLA KEHIDUPAN FOOD GATHERING (MENGUMPULKAN MAKANAN DARI ALAM) MERAMU TUMBUHTUMBUHAN, MENANGKAP IKAN DAN BERBURU BINATANG. 2. PERALATAN MASIH TERBUAT DARI BATU ATAU TULANG YANG BELUM DI ASAH 3. JENIS ALAT YANG DIGUNAKAN ADALAH KAPAK GENGGAM, KAPAK PERIMBAS DAN ALAT-ALAT SERPIH 4. BERTEMPAT TINGGAL SECARA NOMADEN (BERPINDAH-PINDAH) 5. BELUM MENGENAL ARTI SENI.

ALAT-ALAT
1. KAPAK GENGGAM (CHOPPER), BANYAK DITEMUKAN DI DAERAH PACITAN DISEBUT KEBUDAYAAN PACITAN, MANUSIA PENDUKUNGNYA ADALAH PITHECANTHROPUS ERECTUS 2. ALAT-ALAT DARI TULANG BINATANG (BONE CULTURE) BERUPA BELATI/ ALAT PENUSUK, UJUNG TOMBAK BERGERIGI DISEBUT KEBUDAYAAN NGANDONG , UMUMNYA DIGUNAKAN UNTUK BERBURU, MENANGKAP IKAN, MENGUMPULKAN UMBI-UMBIAN DAN BUAHBUAHAN. MANUSIA PENDUKUNG KEBUDAYAAN INI ADALAH HOMO WAJAKENSIS DAN HOMO SOLOENSIS. 3. FLAKES (ALAT-ALAT KECIL YANG TERBUAT DARI BATU YANG DAPAT DIGUNAKAM UNTUK MENGUPAS MAKANAN. GAMBAR

PERALATAN MASA PALEOLITHIKUM

KAPAK GENGGAM DARI PACITAN

ALAT-ALAT SERPIH

FLAKE DARI SANGIRAN

KAPAK PERIMBAS ALAT SERPIH UNTUK MELUBANGI KULIT BINATANG

ALAT DARI TULANG DAN TANDUK

KEHIDUPAN MANUSIA PADA MASA ITU

HIDUP NOMADEN/ BERPINDAH-PINDAH

AKTIFITAS BERBURU

MANUSIA PURBA DENGAN BINATANG BURUANNYA

MENGGUNAKAN KAPAK PERIMBAS UNTUK MERIMBAS KAYU

MENYIAPKAN PERALATAN BERBURU

MENGGALI UMBI-UMBIAN DARI TANAH

MANUSIA PURBA DI BELAHAN DUNIA LAINNYA
MANUSIA PURBA DI ASIA

MANUSIA PURBA DI EROPA

MANUSIA PURBA DI AFRIKA

MANUSIA PURBA DI ASIA
DI PEKING FOSIL MANUSIA PURBA PRA SEJARAH DI TEMUKAN OLEH AHLI PURBAKALA DAVID SON BLACK DAN FRANZ WAIDENREICH (1929-1980) DI DALAM GUA ZHOUKOUDIAN (CHOUKOUTIEN) DEKAT BEIJING / PEKING, CINA.

FOSIL ITU KEMUDIAN DIBERI NAMA HOMO ERECTUS PEKINENSIS (SINANTROPUS PEKINENSIS) YANG ARTINYA MANUSIA BEIJING.
DI DUGA FOSIL INI HIDUP PADA 250.000 – 400.000 TAHUN YANG LALU, PADA ZAMAN PLEISTOSEN.

MANUSIA PURBA DI EROPA
MANUSIA PURBA DITEMUKAN OLEH RUDOLP VIRCHOU (1856). DI GUA NEANDERTHAL, DEKAT DUSSELDORF. JERMAN. FOSIL YANG DITEMUKAN BERUPA TEMPURUNG KEPALA DAN BEBERAPA TULANG ANGGOTA TUBUH. PENEMUAN INI DI NAMAKAN HOMO NEANDERTHALENSIS. DIPERKIRAKAN MAKHLUK INI HIDUP PADA PERTENGAHAN AKHIR PLEISTOSEN, + 500.000 SAMPAI 50.000 TAHUAN YANG LALU

HOMO NEANDERTHALENSIS

FOSIL HOMO CRO MAGNON

PADA TAHUN 1868 DITEMUKAN HOMO CRO MAGNON DI GUA CRO MAGNON DEKAT KOTA LES EYZIES. CIRI-CIRINYA MENDEKATI MANUSIA MASA KINI, UMURNYA SEKITAR 40.000-25.000 TAHUN YANG LALU

MANUSIA PURBA DI AFRIKA
DITEMUKAN FOSIL HOMO RHODESIENSIS OLEH ROBERT BROM (1924). DI GUA BROKEN HILL, RHODESIA (SEKARANG ZIMBABWE) SELAIN ITU RAYMON DART (1924). JUGA MENEMUKAN FOSIL AUSTRALOPITHECUS AFRICANUS DI TAUNG DEKAT VRYBURG, AFRIKA SELATAN. MANUSIA PRA SEJARAH BERJENIS HOMO, HAMPIR MENYERUPAI MANUSIA PADA SAAT INI

LOKASI PENEMUAN FOSIL (JAWA TIMUR)

(NGAWI) (SANGIRAN)

PACITAN

HOMO SAPIENS
ARTINYA “MANUSIA CERDAS” DAN CIRI FISIKNYA MIRIP DENGAN MANUSIA PADA SAAT INI. CIRI-CIRI : DAHI DAN MULUT MENONJOL HIDUNG DAN MUKA LEBAR ISI OTAK 1000 – 1200 CC BERAT 30 – 150 KG TINGGI 130 -210 CM HIDUP SEKITAR 40.000 25.000 TAHUN YANG LALU OTAK BESAR DAN KECIL SUDAH BERKEMBANG MUKANYA TIDAK MENONJOL KEDEPAN BERDIRI TEGAK DAN BERJALAN SEMPURNA

PENEMUAN HOMO SAPIENS
DITEMUKAN OLEH VON KOENIGSWALD DAN WEINDERICH DI NGANDONG, LEMBAH SUNGAI BENGAWAN SOLO (1931-1934). FOSIL INI JENIS MENUSIA PURBA YANG MEMILIKI BENTUK TUBUH YANG SAMA DENGAN MANUSIA SEKARANG, NAMUN KEHIDUPAN MEREKA MASIH SANGAT SEDERHANA DAN HIDUP MENGEMBARA. FOSIL INI DIBERI NAMA HOMO SAPIENS SOLOENSIS / HOMO SOLOENSIS (MANUSIA CERDAS DARI SOLO) VAN REITSCHOTTEN MENEMUKAN FOSIL BERJENIS HOMO SAPIENS DI WAJAK, TULUNG AGUNG (1889) KEMUDIAN FOSIL ITU DI BERI NAMA HOMO WAJAKENSIS (MANUSIA DARI WAJAK)

PETA

HOMO ERECTUS/ PITHECANTHROPUS ERECTUS
“PITHECAN TROPUS ARTINYA MANUSIA KERA YANG BERJALAN TEGAK” CIRI-CIRI FISIK :  BAGIAN BELAKANG  BENTUK TUBUH DAN KEPALA TAMPAK ANGGOTA BADAN TEGAP MENONJOL  HIDUNG LEBAR DAN TEBAL TINGGI SEKITAR 165 180 CM  TONJOLAN KENING TEBAL  VOLUME OTAK 750-1300  TULANG PIPI KUAT DAN CC MENONJOL  HIDUP SEKITAR 900.000  RAHANG BESAR, OTOT – 200.000 TAHUN YANG KUNYAH DAN OTOT PAHA LALU KUAT  TANGAN DAN KAKI MAMPU MENGGENGGAM CERMAT

PENEMUAN HOMO ERECTUS
DITEMUKAN OLEH EUGENE DUBOIS DI TRINIL, NGAWI, JAWA TIMUR. DITEMUKAN BERUPA TULANG RAHANG (1890), TENGKORAK (1891) DAN TULANG PAHA KIRI (1892).

SETELAH TERSUSUN FOSIL-FOSIL ITU KEMUDIAN DIBERINAMA PITHECANTHROPUS ERECTUS YANG ARTINYA MANUSIA KERA YANG BERJALAN TEGAK. DAN SEKARANG FOSIL ITU LEBIH DIKENAL SEBAGAI HOMO ERECTUS DARI JAWA.
HOMO ERECTUS DIPERKIRAKAN HIDUP SEKITAR 1,5 JUTA – 500.000 TAHUN YANG LALU DAN BERASAL DARI LAPISAN PLEISTOSEN TENGAH (LAPISAN TENGAH). USIA PITHECANTHROPUS LEBIH MUDA BILA DIBANDINGKAN DENGAN MEGANTHROPUS PALAEO JAVANICUS.

MACAM-MACAM PITECANTROPUS
1. PITHECAN TROPUS ERECTUS/ MANUSIA KERA YANG BERJALAN TEGAK 2. PITHECAN TROPUS MOJOKERTENSIS /MANUSIA KERA DARI MOJOKERTO (DITEMUKAN DI PERNING, JAWA TIMUR, 1936-1941) 3. PITHECAN TROPUS ROBUSTUS /MANUSIA KERA YANG KUAT TUBUHNYA (DITEMUKAN DI SANGIRAN, LEMBAH SUNGAI BENGAWN SOLO, 1936)
PETA

MEGANTROPUS
“MANUSIA BESAR / RAKSASA”
CIRI-CIRINYA :  TONJOLAN KEPALA DAN KENING TAJAM  TULANG PIPI TEBAL  RAHANG DAN OTOT KUNYAH KUAT  BERJALAN TEGAK  GERAKAN DAN TONJOLAN KEPALA BESAR  MAKAN DAGING DAN TUMBUH-TUMBUHAN  HIDUP 2-1 JUTA TAHUN YANG LALU
 

TIDAK BERDAGU MEMILIKI PERAWAKAN YANG TEGAP MEMAKAN JENIS TUMBUH-TUMBUHAN

PENEMUAN MEGANTHROPUS
DITEMUKAN OLEH VON KOENIGSWALD, DI SANGIRAN, JAWA TIMUR (1941) BERUPA RAHANG BAWAH DAN GIGI GELIGI YANG TAMPAK MEMPUNYAI BATANG YANG TEGAP DAN GERAHAM YANG BESARBESAR. FOSIL INI DIPERKIRAKAN HIDUPNYA ANTARA 20 – 15 JUTA TAHUN YANG LALU DAN BERASAL DARI LAPISAN JETIS. VON KOENIGSWALD MENAMAKAN HASIL TEMUANNYA ITU MEGANTHROPUS PALAEOJAVANICUS YANG ARTINYA MANUSIA RAKSASA TERTUA DARI PULAU JAWA.
PETA

ILMU BANTU PADA

PENELITIAN PRASEJARAH :

1. PALEOANTROPOLOGI 2. PALEONTOLOGI 3. GEOLOGI

4. BIOLOGI
PROSES PENCARIAN FOSIL

PALEOANTROPOLOGI
ILMU YANG MENGKAJI BENTUKBENTUK FISIK MANUSIA MULAI DARI MANUSIA PERTAMA HINGGA MENJELANG ZAMAN SEJARAH

PALEONTOLOGI

ILMU YANG MENGKAJI TENTANG FOSIL-FOSIL

GEOLOGI
ILMU YANG MENGKAJI LAPISAN BUMI (DARI LAPISAN MANA FOSIL-FOSIL ITU BERADA, HAL INI MENGACU PADA UMUR LAPISAN BUMI /STRATIGRAFY)

BIOLOGI

MENGKAJI ORGANISME YANG PERNAH HIDUP DI BUMI

LAPISAN TANAH

JENIS MENUSIA PRA SEJARAH

TOKOH PENELITI

TEMPAT DAN TAHUN PENEMUAN

KETERANGAN

HOLOSEN

HOMO SAPIENS

VON RIETSCHOTEN
   

PLEISTOSEN ATAS (LAPISAN NGANDONG)

HOMO WAJAKENSIS

VON RIETSCHOTEN, LALU DI TELITI LAGI OLEH EUGENE DUBOIS VON KOENINGSWALD DAN F. WEINDERICH

DAERAH WAKA TULUNG AGUNG, 1989 NGANDONG, LEMBAH SUNGAI BENGAWAN SOLO. 19311934 TRINIL, LEMBAH SUNGAI BENGAWAN SOLO, 1890

DAHI MENONJOL BERAT 30-150 KG TINGGI 130-210 CM MUKA DAN HIDUNG LEBAR

HOMO SOLOENSIS

PLEISTOSEN TENGAH (LAPISAN TRINIL)

PITHECANTOPUS ERECTUS

EUGENE DUBOIS

DITEMUKAN BERUPA GERAHAM TENGKORAK DAN TULANG PAHA (FEMUR) SECARA TERPISAH MAMPU BERJALAN TEGAK

PLEISTOSEN BAWAH (LAPISAN JETIS)

PITHECANTROPUS ROBUSTUS PITHECANTROPUS MOJOKERTEN SIS MEGANTROPUS PALEOJAVANIC US

GHR VON KOENINGSWALD GHR VON KOENINGSWALD

TRINIL 1939 MOJOKERTO, 1939

 

JENIS PITHECANTROPUS YANG TERTUA VOLUME OTAK BERKISAR ANTARA 750-1300 CC

GHR VON KOENINGSWALD

SANGIRAN, LEMBAH SUNGAI BENGAWAN

 

FOSIL PALING TUA BERBADAN TEGAP DAN RAHANG YANG KUAT

PENEMU FOSIL-FOSIL MANUSIA PURBA
FOSIL-FOSIL MANUSIA PURBA DITEMUKAN DI BERBAGAI TEMPAT DI INDONESIA (TRINIL, SANGIRAN, MOJOKERTO) HAL INI TIDAK TERLEPAS DARI PERANAN PARA PENELITI ASING SEPERTI: 1. EUGENE DUBOIS 2. VON KOENINGSWALD 3. VAN HEEKEREN 4. VAN STEIN CALLENFELS DEMIKIAN JUGA OLEH PARA PENELITI INDONESIA SEPERTI : 1. 2. 3. 4. TEUKU JACOB R.P. SOEJONO SUKMONO TRUMAN SIMANJUNTAK

SUMBER SEJARAH
2.

1. SUMBER LISAN (PERKATAAN/ KETERANGAN ORANG YANG MENGALAMI PERISTIWA TERSEBUT)

SUMBER BENDA (KAPAK, GERABAH, MANIKMANIK DAN BENDA-BENDA YANG DITINGGALKAN MANUSIA PADA MASA LAMPAU LAINNYA.

3. SUMBER TERTULIS (PRASASTI, DOKUMEN NASKAH, BABAD, REKAMAN DAN TULISAN YANG TERDAPAT PADA BATU, LOGAM, KAYU, BAMBU, TULANG, GERABAH, DLL) PEMBABAKAN MASA SEJARAH DIMULAI KETIKA MANUSIA TELAH MENGENAL TULISAN ATAU TELAH DITEMUKANNYA SUMBER TERTULIS PADA MASA ITU.

PERIODISASI ZAMAN PRASEJARAH MENURUT KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMINYA 1. FOOD GATHERING (BERBURU DAN MERAMU) MEREKA BERBURU BINATANG DIHUTAN SECARA BERKELOMPOK, MENANGKAP BABI HUTAN, RUSA, AYAMHUTAN DAN BURUNGBURUNGYANG DAPAT DI TEMUI. MEREKA MERAMU/ MENGUMPULKAN MAKANAN DARI ALAM BERUPA UMBI-UMBIAN SEPERTI UBI JALAR SINGKONG, BUAH-BUAHAN YANG MEREKA TEMUI DI ALAM. MEREKA HIDUP SECARA NOMADEN (HIDUP DENGAN BERPINDAH-PINDAH)

2. FOOD PRODUCING (MASA BERCOCOK TANAM) PADA MASA INI KEHIDUPAN MULAI TERATUR DAN SEDENTER (TINGGAL MENETAP)PADA WAKTU ITU TELAH DITEMUKAN TEKNOLOGI BERCOCOK TANAM YANG SEDERHANA

LUKISAN DI GUA MEMBUKTIKAN MANUSIA TELAH MENETAP DI GUA-GUA DAN BERKESENIAN

3. PERUNDAGIAN (PERTUKANGAN/MASA KEMAHIRAN TEHNIK) MASA DIMANA MANUSIA PURBA TELAH MENEMUKAN CARA UNTUK MENGOLAH BAHAN LOGAM UNTUK PERALATAN HIDUPNYA KAPAK CORONG DARI PERUNGGU

CARA HIDUP DAN KEMAMPUAN MEMBUAT ALAT

1. ZAMAN BATU TUA (PALEOLITHIKUM)
HASIL-HASIL KEBUDAYAAN JENIS MANUSIA PENDUKUNG

1. Nomaden (berpindahpindah dari suatu tempat ke tempat lain) 2. Food Gathering (mengumpulkan makanan dari alam, berburu hewan-hewan hutan, menangkap ikan, mengumpulkan keladi, ubi dan umbi-umbian liar dari hutan) 3. Alat-alat hidup masih terbuat dari batu yang masih kasar/ belum di asah

1. Pacitan - Chopper (kapak penetak) - Kapak Perimbas 2. Ngandong - Flake (alat-alat yang terbuat dari batu-batu kecil) - Kapak Genggam -alat-alat yang terbuat dari tulang dan tanduk rusa.

Pithecantropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak) ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, di lembah sungai Bengawan Solo(1890) Meganthropus Paleojavanicus (manusia besar dari Jawa) ditemukan oleh Von Koenigswald di -Homo Soloensis ditemukan desa Sangiran, lembah oleh Von Koenigswald dan Weidenreich di lembah sungai sungai Bengawan Solo (1941) Bengawan Solo (1934) Homo Wajakensis, ditemukan Pithecantrhopus Robustus di Wajak oleh Eugene Dubois dan Pithecanthropus di dekat Tulungagung (1889) Mojokertensis, ditemukan oleh Vonigswald di lembah kali Brantas

2. ZAMAN BATU TENGAH (MESOLITHIKUM)
CARA HIDUP DAN KEMAMPUAN MEMBUAT ALAT HASIL-HASIL KEBUDAYAAN JENIS MANUSIA PENDUKUNG

Masa food gathering tahap lanjut Hidup semi nomaden (sebagian mulai memiliki tempat untuk menetap dan sebagian masih nomaden ) Bertempat tinggal di gua-gua di tepi pantai dan tepi sungai (abris sous roche) Ditemukannya sampah-sampah siput dan kerang yang bertumpuk (Kjokken Moddinger) Telah mengenal pembagian tugas antara pria dan wanita (wanita memasak dan menjaga anak, pria dewasa berburu dan menangkap ikan) Alat yang digunakan terbuat dari batu yang sudah mulai di asah tapi masih kasar

Pebble Culture Papun Melanesoide: (Kapak genggam ) -Suku Irian Bone Culture (alat(Indonesia) alat yang terbuat dari -Suku Sakai tulang) (Siak) Flake -Suku Atca Hache Courte (kapak (Filipina) pendek) -Suku Gambar telapak Aborigin tangan di dinding(Australia) dinding goa leang -Suku (Sulawesi) Semang menandakan mereka (Malaysia) sudah mengenal halhal yang bersifat kepercayaan/ religius Microlith: batu pipih, segitiga dan trapesium yang ukurannya kecil

3. ZAMAN BATU BARU (NEOLITHIKUM)
CARA HIDUP DAN KEMAMPUAN MEMBUAT ALAT HASIL-HASIL KEBUDAYAAN JENIS MANUSIA PENDUKUNG

1.Sedenter (sudah hidup menetap di gua-gua/ membuat rumah panggung di daerah tepi sungai) 2.Food Producing (sudah bias menghasilkan makanan sendiri) 3.Mengenal cara bercocok tanam, padi, palawija, sayur-mayur) 4.Beternak (memelihara babi/ ayam) 5.Nelayan (mencari ikan di laut) 6.Alat yang digunakan terbuat dari batu yang telah terasah halus

Kapak persegi (seluruh permukaan kapak telah diasah halus kecuali pegangannya, bentuknya persegi) Kapak lonjong Gerabah/ tembikar (wadah dari tanah liat) Mulai mengenal perhiasan untuk wanita (kalung, manikmanik, gelang batu) Mulai mengenal tenunan/ anyaman dari kulit binatang Telah mengenal kepercayaan pada roh nenek moyang

Proto Melayu -Nias -Toraja -Sasak -Dayak

ZAMAN LOGAM

Pada Zaman logam, manusia sudah mengenal cara melebur, mencetak, menempa dan menuang logam. Masa ini disebut juga dengan masa PERUNDAGIAN/ PERTUKANGAN.
Ada 2 tehnik penuangan benda-benda dari logam yang ditemukan pada saat itu:
1. Bivalve (Tehnik cetakan setangkup/ dua sisi) 2. A Cire Perdue (Tehnik cetakan lilin)

KAPAK CORONG/ SEPATU

KAPAK

ZAMAN LOGAM
NO 1. 2. ZAMAN Tembaga Perunggu KETERANGAN Di Indonesia tidak ditemukan adanya peninggalan-peninggalan pada zaman tembaga Pada masa ini manusia telah menemukan/ mengenal logam campuran antara tembaga dengan timah hitam ( perunggu) dengan menggunakan cetakan a cire perdue (tehnik cetakan lilin) alat yang dihasilkan adalah : 1.Kapak corong(menyerupai corong), fungsinya seperti kapak biasa atau dapat juga dijadikan sebagai alat kebesaran 2.Candrasa (kapak sepatu) kapak corong yang salah satu sisinya panjang 3.Nekara (dandang) berfungsi sebagai sarana upacara kesuburan/ kematian, dan merupakan status sosial di masyarakat. 4.Moko (nekara yang tinggi dan panjang) biasanya berfungsi sebagai mas kawin atau untuk upacara sesaji 5.Bejana perunggu 6.Manik-manik/ perhiasan wanita Pada zaman inimanusia sudah mempergunakan besi sebagai bahan untukmembuat alat-alat kehidupan sehari-hari.Proses pembuatannya adalah dengan melebur dan menuang pada wadah sehingga mampu menghasilkan alat-alat yang diperlukan. Zaman ini merupakan periode terakhir zaman pra sejarah.

3.

Besi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful