RESPONSI KASUS PATENT DUCTUS ARTERIOSUS SMF/BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK

Pembimbing :

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
• • • • • Nama : MPD Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal lahir : 27 November 2010 Umur saat MRS : 1 tahun 9 bulan 23 hari Alamat : Br. Samuan Kawan, Ds. Carangsari, Petang, Badung • Tanggal MRS : 20 September 2012

• Sesak dirasakan oleh pasien sepanjang hari. .HETEROANAMNESIS SESAK NAPAS • Pasien dikeluhkan sesak napas sejak 3 hari SMRS. • Sesak tidak disertai dengan munculnya warna kebiruan di tubuh pasien. • Sesak dikatakan semakin lama semakin memberat dan memberat 1 hari sebelum masuk rumah sakit. saat pasien sedang beraktivitas maupun istirahat • Sesak dapat membaik dengan posisi tidur miring dengan bantal agak tinggi.

• Batuk tidak disertai oleh dahak dan saat batuk pasien kesulitan untuk mengeluarkan dahak.HETEROANAMNESIS BATUK • Batuk juga dirasakan oleh pasien sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. . • Batuk juga disertai dengan pilek yang dimulai sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.

• Panas badan dirasakan oleh pasien sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. tetapi kemudian naik lagi. Panas turun dengan obat penurun panas. . • Keluhan berkeringat secara berlebihan juga dirasakan oleh pasien. pasien berkeringat bahkan di saat beristirahat.HETEROANAMNESIS KELUHAN PENYERTA • Pilek disertai dengan sekret yang cair dan bening.

.HETEROANAMNESIS KELUHAN PENYERTA • Nafsu makan dan minum pasien menurun. • BAK terakhir pasien kira-kira 3 jam sebelum masuk rumah sakit. sejak siang pasien tidak mau makan dan minum susu sedikit.

. digoxin 30 mikrogram.5 mg. spironolakton 7. dengan dosis pulveres 2x1.RIWAYAT PENGOBATAN • Pasien sempat mendapatkan pengobatan terakhir saat kontrol yaitu berupa furosemide 8mg.

RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA • Pasien sempat diopname selama 2 kali sebelumya di RSUP SANGLAH dengan keluhan sesak. okluser with ADO (keluarga masih berunding) . • Pasien diopname saat berusia 4 bulan 8 hari dan 10 bulan 6 hari dengan diagnosis moderate PDA rencana akan pemasangan trans kateter PDA. .

. dan tidak ada yang menderita keluhan seperti penderita.RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga tidak ada.

. panjang badan tidak diketahui. dengan berat badan lahir 2100 gram. lahir secara spontan ditolong bidan.RIWAYAT PERSALINAN • Pasien lahir prematur tidak segera menangis. tidak tampak adanya kelainan.

.RIWAYAT NUTRISI • Penderita mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) sejak lahir -umur 4 bulan. • Susu formula usia 4 bulan-sekarang. • Nasi tim sejak usia 8 bulan-sekarang • Makanan dewasa sejak usia 18 bulan-sekarang. • Bubur susu tidak pernah diberikan kepada pasien.

DPT I. III dan IV dan Campak. III. II. Penderita mendapat imunisasi BCG. II . Polio I. dan IV.RIWAYAT NUTRISI • Riwayat imunisasi diakui lengkap oleh ibu penderita.II dan III. Hepatitis B I. .

• Pasien sampai saat ini masih belum bisa bicara.RIWAYAT TUMBUH KEMBANG • • • • • Pasien mengangkat kepala umur 3 bulan Tengkurap 3 bulan Duduk pada usia 6 bulan Merangkak pada usia 8 bulan Berdiri 9 bulan dan berjalan mulai umur 12 bulan. .

reguler. isi cukup 65x/menit.• Keadaan umum: • Kesadaran : • Nadi : • RR • • • • • • Tax BB BBI TB LK LLA : : : : : : : tampak sakit berat E3V3M3 140x/menit. ekspirasi memanjang.4 C 9 kg 10 kg 76 cm 46 cm 14 cm . 38.

status gizi baik .Z score (BB/TB) : Lingkar kepala : (kriteria normal menurut Kurva Nellhaus). CDC Growth Chart BB/Umur : : < persentile 5 ~ underweight Tinggi badan ~ umur : < persentile 5 ~ BB/TB (waterlow) : BBI 10 kg.

Status generalis • • • Kepala Mata : normocephali. RP +/+ Anisokor THT : Telinga: Hidung: sekret -/sekret (+). perdarahan gusi (-) Leher : pembesaran kelenjar (-). sianosis (-)... JVP meningkat. . UUB menutup :konjungtiva pucat -/. ikterus -/. napas cuping hidung (-) Tenggorok: sulit dievaluasi Mulut : mukosa bibir basah (+).

grunting (+) .• Thoraks : Jantung • Inspeksi: • • • • • • iktus kordis tampak pada ICS IV PSL Sinistra Palpasi: iktus kordis teraba. reguler. thrill (+) Paru-paru Inspeksi : bentuk dan gerakan dada asimetris. rales +/+. kuat angkat (-). wheezing +/+. Murmur (+) kontinyu pada ICS II PSL sinistra. Auskultasi : S1 S2 normal. grade IV/6. precordial bulging (+) Palpasi : sonor/sonor Auskultasi : bronkovesikuler +/+.

lien : timpani • Abdomen : • Inspeksi • Auskultasi • Palpasi tepi tidak teraba • Perkusi • Genitalia : tidak ada kelainan • Inguinal : pembesaran kelenjar (-) • Ekstremitas : • akral hangat (+) • Oedem (-) • Cyanosis (-) • CRT < 3 detik. .• Aksila : pembesaran kelenjar (-) : distensi (-) : bising usus (+) normal : hepar teraba 1/3-1/3 tumpul.

Pemeriksaan Penunjang .

11 . • Darah lengkap (24 September 2012) WBC : 17.50%) 0.20%) 0.31 K/Ul : : : : : : 9.13 (52.1.40 % 720 K/uL 11.70 %) 5.50 g/dl 41.50%) 1.03 (0.Monosit .60 pg 32.20 fL 25.70 % 79.06 (6.10%) .10 %) 1.Eosinofil .Basofil .30 g/dL 26.00 fL 0.81 (10.LUC • • • • • • • • • HGB HCT MCV MCH MCHC RDW PLT MPV IT Ratio : : : : : : : : : 13.Limfosit .08 (0.Neutrofil .20 (30.

80 mmol/L 102.20 mg/dL .46 mg/dL 0.956 g/dL 18. Elektrolit • Natrium • Kalium • Clorida • Calsium 5.175 mg/dL 2.36 mg/dL : : : : 133. Kimia Darah • Albumin : • Bun : • Creatinin : • CRP : 3.00 mmol/L 4.00 mmol/L 9.2.

Analisis Gas Darah • pH : • pCO2 : • pO2 : • HCO-3 : • HO2 : • BEecf : • SO2c : 7.20 mmol/L 25.00 mmHg 24.40 39.60 mmol/L 99 % .4.40 mmol/L -0.00 mmHg 137.

Foto Thoraks .

Echocardiography .

.

Foto Thorax (24 September 2012) : • Cor : kesan tidak membesar. Corakan vaskuler paru meningkat Sinus pleura kira kanan tajam Diafragma kanan kiri normal Tulang-tulang tidak tampak kelainan • Kesan: . aortic knob tampak mengecil • Pulmo: Infiltrat (+) di paracardial kanan.Sesuai gambaran Congenital Heart Disease (L-R Shunt) .Pneumonia .

Diagnosis klinis Gagal Jantung ROSS III et causa Moderate PDA + gizi baik + suspek pneumonia berat dd/ Bronchiolitis .

9% s/d 4ml setiap 6jam ~ klinis • Dopamin 3mcg/kg/unit ~ 0.5mg per oral • Ambroxol syrup 3 x 1/3 cth per oral • Paracetamol syrup ¾ cth bila tax >38°C bisa setiap 4jam + kompres hangat • Nebulisasi ß2 Agonis (Salbutamol 1mg ~ 1ml) ® Ventolin + Nacl 0.3ml/jam intravena .Penatalaksanaan • Kebutuhan cairan 900 cc/hari ~ restriksi 10% ~ 810cc/hari • ASI/Susu Formula maximal 100ml/3jam • Makan bubur seperti biasa • Furosemide 3 x 10mg intravena • Spironolakton 2 x 10mg per oral • Digoxin 2 x 35 mikrogram per oral • Captopril 2 x 2.

Balance cairan .Vital sign.• Planning: Jika stabil ganti Furosemide oral • Monitoring: .

DISKUSI DAN PEMBAHASAN .

Tidak mau menyusu 2. Susah bernafas 5. Pertumbuhan terhambat .ANAMNESIS Manifestasi klinis pada pasien dengan PDA dapat berupa: • Takipnoe • Takikardia • Gejala-gejala lain: 1. Berat badannya tidak bertambah 3. Mudah lelah 6. Berkeringat 4.

• Terjadi gangguan pertumbuhan dimana tinggi badan pasien saat ini 76 cm dan didapatkan di bawah persentile 5 pada kurva CDC. • Terdapat keluhan berkeringat secara berlebihan. • Nafsu makan pasien juga mengalami penurunan. saat itu pasien tidak mau makan dan frekuensi minum susunya menurun. • Pasien mengalami kesulitan bernafas pada bayi yang bermanifestasi sebagai sesak.ANAMNESIS Pada kasus didapatkan anamnesis berupa: • Saat datang pertama kali di rumah sakit. didapatkan RR pasien 65x/menit dan nadi 165x/menit. .

ANAMNESIS Faktor risiko dari PDA antara lain: Kasus: •Prematuritas pada bayi •Bayi dengan BBLR. •Risiko PDA pada perempuan > laki-laki (2-3 kali). • Pasien merupakan bayi yang kurang bulan (premature) •Saat baru lahir pasien memiliki berat badan lahir 2100 gram. •Pasien berjenis kelamin perempuan .

takikardia.PEMERIKSAAN FISIK Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan tanda-tanda sebagai berikut: • Takipnoe. . • Palpasi: thrill sistolik yang paling jelas teraba pada ICS II kiri yang dapat menyebar kesekitarnya. machinery murmur ) yang khas untuk DAP di daerah subklavia kiri. Kasus: • Murmur kontinyu (+) pada ICS II PSL sinistra • Palpasi didaptkan thrill (+). berkeringat dan sianosis. • Auskultasi: bising kontinu (continous murmur.

Kasus: • Gambaran foto thoraks pasien menunjukkan cor yang tidak tampak membesar dan peningkatan vaskularitas pada paru .ventrikel kiri dan aorta asendens. serta gambaran peningkatan vaskular paru. pembesaran atrium kiri.PEMERIKSAAN PENUNJANG  Foto Thoraks: •PDA kecil: foto Rontgen toraks masih normal •PDA sedang-berat: kardiomegali.

furosemid) yang bila berhasil akan menunda operasi 3-6 bulan sambil menunggu kemungkinan duktus menutup. •terapi medikamentosa (digoksin. Spironolakton 2 x 10mg per oral.seperti ibuprofen atau indometasin •bayi aterm atau anak lebih tua dapat dilakukan tindakan bedah yaitu dengan mengikat atau memotong duktus (kateter).TATA LAKSANA •Pada bayi premature adalah pemberian obat golongan anti inflamasi nonsteroid (AINS). Digoxin 2 x 35 mikrogram per oral . •Pada pasien ini mendapatkan obat-obatan yaitu: Furosemide 3 x 10mg intravena. namun sampai saat ini keluarga pasien masih merundingkannya. Kasus: •pasien direncanakan untuk menjalani pemasangan trans kateter PDA.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful