Pleno 4 Makalah (Peran Perawat Dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien)

PEMBAHASAN

1. Definisi Kebutuhan Spiritual

Kebutuhan spiritual merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan (Carson, 1998 cit Hawari, 2002). Kebutuhan spiritual mengandung arti keyakinan, pendekatan, harapan dan kepercayaan pada Tuhan serta kebutuhan untuk menjalankan agama yang dianut, kebutuhan untuk dicintai dan diampuni oleh Tuhan yang seluruhnya dimiliki dan harus dipertahankan oleh seseorang sampai kapanpun agar memperoleh pertolongan, ketenangan, keselamatan, kekuatan, penghiburan serta kesembuhan. Kebutuhan spiritual mencakup semangat atau motivasi untuk hidup, kebutuhan untun mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan membantu memenuhi kewajiban agama. Seseorang belum dapat dikatakan sehat apabila kebutuhan spiritualnya belum terpenuhi. Karena devinisi dari sehat itu sendiri adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosail dan spiritual yang memungkinkan hidup produktif secara ekonomi, sosial, psikologi dan spiritual.

2.

Komponen Spiritual yang Mendasari Pemberian Asuhan Keperawatan hubungan dengan lingkungan.

a. Komponen fisiologikal yaitu komponen yang mempelajari perilaku manusia dalam

b. Komponen psikologikal yaitu komponen yang mempelajari bagaiman kehidupan

berfungsi secara fisik dan kimiawi. c. Komponen sosial budaya Sosial: gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat Budaya: suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. d. Kebutuhan untuk hidup sehat
e. Bersifat individual yang artinya setiap individu memiliki kebutuhan spiritual yang

berbeda-beda.

1

Dapat berfluktuasi g. hidup menjadi lebih ikhlas atau pasrah terhadap segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan. Dalam memenuhi kebutuhan spiritual tersebut perawat memperhatikan tahap perkembangannya. Peran Perawat dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien Perawat yang bekerja di garis terdepan harus mampu memenuhi semua kebutuhan klien termasuk juga kebutuhan spiritual klien. Pendekatan terapi keagamaan khususnya pemenuhan kebutuhan spiritual dalam bidang kedokteran bukan untuk tujuan mengubah keyakinan pasien terhadap agamanya melainkan untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam menghadapi penderitaan penyakit atau gangguan pada kesehatannya. Bahkan di tangan para perawat rumah sakit yang profesional. perawatan spiritual. 2000). Berbagai cara perawat untuk memenuhi kebutuhan klien mulai dari pemenuhan makna dan tujuan spiritual sampai dengan memfasilitasi klien untuk mengekspresikan agama dan keyakinannya. 1997). Dengan beragama yang benar. 2007).f. sehingga asuhan yang diberikan dapat terpenuhi sebagaimana mestinya (Hamid. Dari proses komunikasi yang dibangun oleh para perawat rumah sakit yang profesional para pasien bisa memulihkan kondisi psikologisnya). sehingga akan terjadi proses homeostasis (keseimbangan). (Larson.1987 cit Hawari. Semua protektor yang ada didalam tubuh manusia bekerja dengan ketaatan beribadah. lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pandai bersyukur sehingga 2 . Ini menunjukkan bahwa keyakinan spiritual atau beragama sangat berhubungan dengan bidang klinik atau ”Religions commitment is assosited with clinical benefit”. Terapi keagamaan yang diberikan berupa bimbingan tentang konsep sehat-sakit dari sudut pandang agama. bimbingan untuk berdzikir dan berdoa. Karakteristik spiritualitas 3. Layanan bimbingan spiritual bagi pasien semakin diakui memiliki peran dan manfaat yang efektif bagi penyembuhan. Sehat optimal h. khususnya bimbingan spiritual memberikan kontribusi bagi proses penyembuhan pasien mencapai 20-25 % (Purwanto.

Didalam agama diajarkan adanya penyakit atau masalah dalam bidang kesehatan itu dianggap sebagai sesuatu cobaan dan ujian keimanan seseorang. perawat perlu mengkaji terlebih dahulu mengenai kebutuhan spiritual pasien. 3 .tercipta suasana keseimbangan dari neuro transmiter yang ada di dalam otak (Sholeh. Menggali perasaan-perasaan klien sehubungan dengan sakitnya. Menjaga penampilan klien pada saat-saat menerima kunjungan-kunjungan teman-teman terdekatnya. perawat memfasilitasi untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien misalnya dengan menanyakan siapa-siapa saja yang ingin didatangkan untuk bertemu dengan klien dan didiskusikan dengan keluarganya (temanteman dekat atau anggota keluarga lain). Pada pasien dalam keadaan terminal. Menanyakan kepada klien untuk mendatangkan pemuka agama dalam hal untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Seorang perawat disarankan untuk tidak langsung memberikan bantuan pada pasien tanpa mengkaji kebutuhan spiritual pasien terlebih dahulu. Misalnya mengetahui masalah-masalah atau kendala pasien dalam melaksanakan ibadah kemudian berusaha membantu mencari solusi atas masalah-masalah atau kendala yang dihadapi pasien. Misalnya dengan menawarkan bantuan atau pasien ingin melakukan peribadatan secara personal (memberikan privasi untuk berdoa). Meminta saudara atau teman-temannya untuk sering mengunjungi dan mengajak orang lain dan membawa buku-buku bacaan bagi klien apabila klien mampu membacanya. Bila dikaji secara mendalam. Kemudian perawat dapat memberikan pilihan pada pasien dalam melakukan peribadatan untuk memberikan kemadirian pada pasien dalam mengambil keputusan. berusaha untuk mengobatinya dengan senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kejiwaan. Dalam memfasilitasi kebutuhan pasien terhadap pelaksanaan keagamaan. Oleh karena itu orang harus bersabar dan tidak boleh berputus asa. sosial maupun kerohanian. yaitu dengan memberikan atau membantu klien untuk membersihkan diri dan merapikan diri. maka sesungguhnya di dalam agama banyak memberikan tuntunan agar manusia sehat seutuhnya. 2005). Bantuan memenuhi kebutuhan spiritual misalnya dengan menanyakan kepada klien tentang harapan-harapan hidupnya dan rencana-rencana klien selanjutnya menjelang kematian. baik dari segi fisik. Disini tokoh agama dapat menuntun pasien untuk mencapai ketenangan sehingga dapat mencapai good death dan perawat membantu dan mendorong klien untuk melaksanakan kebutuhan spiritual sebatas kemampuannya. Selanjutnya perawat memfasilitasi pasien untuk melakukan pilihannya.

keselamatan. Contohnya pada klien dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit yang tergolong berat seperti kanker atau HIV/AIDS akan cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping. mentoleransi. Jadi. Peran Spiritual dalam Membangun Mekanisme Koping yang Positif Bagi Klien Mekanisme koping menunjuk pada baik mental maupun perilaku. Tujuan/Pentingnya Pemenuhan Kebutuhan Spiritual dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan holistik pasien. Individu dengan tingkat spiritual yang tinggi dan baik cenderung mengalami ansietas (ketakutan individu dan keluarga) pada tingkat yang rendah dan 4 . Mekanisme koping merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menangani dan menguasai situasi stress yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. Mekanisme koping yang terbentuk sangat tergantung pada kepribadian seseorang yang sejauh mana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya. harapan dan kepercayaan pada Tuhan serta kebutuhan untuk menjalankan agama yang dianut. pendekatan. Dengan terpenuhinya kebutuhan spiritual maka akan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada klien. upaya pemenuhan kebutuhan spiritual menjadi hal yang sangat penting. yaitu keadaan dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. Melalui doa seseorang dapat mengekspresikan perasaan. keyakinan. Disini peran spiritual adalah sebagai penyemangat atau motivasi untuk hidup. kekuatan. harapan dan kepercayaannya kepada Tuhan. 5. Salah satu contohnya adalah dengan berdoa sendiri atau dengan orang terdekat yang dapat dijadikan strategi koping yang baik (positif). penghiburan. mengurangi atau meminimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. ketenangan.4. untuk menguasai. serta kesembuhan. Aspek spiritual harus diperhatikan dalam perawatan klien selain aspek fisik dan psikososial karena menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa keyakinan spiritual berpengaruh terhadap kesehatan dan perawatan. kebutuhan untuk dicintai dan diampuni oleh Tuhan yang seluruhnya dimiliki dan harus dipertahankan oleh seseorang sampai kapanpun agar memperoleh pertolongan.

2000).pada pasien penyakit terminal yang dipersiapkan spiritualnya dengan baik. Data yang dapat diperoleh adalah data subyektif yang meliputi konsep tentang Tuhan atau ketuhanan. hal-hal yang dirasakan dan dianggap menjadi permasalahan dapat dilakukan seorang perawat dengan bertanya atau melakukan observasi. Setiap diagnosa harus mempunyai faktor yang berhubungan dengan akurat sehingga intervensi yang dihasilkan dapat bermakna dan berlangsung (Potter and Perry. meninggal dunia dalam keadaan damai dan tenang (good death). Prosedur Pemenuhan Kebutuhan Spiritual oleh Seorang Perawat a) Pengkajian Pengkajian dapat menunjukan kesempatan yang dimiliki perawat dalam mendukung atau menguatkan spiritualitas klien. c) Perencanaan Dengan menetapkan rencana perawatan. area beresiko. hubungan antara keyakinan dan kondisi kesehatan. perawat dapat menggali halhal yang terjadi pada pasien. dengan mempertimbangkan riwayat klien. hubungan interpersonal dan lingkungan. Menurut (Munley. 6. 2000). 1989). dan tanda-tanda disfungsi serta data obyektif yang relevan (Hamid. (Hamid. b) Diagnosa keperawatan Ketika meninjau pengkajian spiritual dan mengintegrasikan informasi kedalam diagnosa keperawatan yang sesuai. verbalisasi. tujuan ditetapkan secara individual. klien mampu terkait dengan anggota sistem pendukung. Dalam mengkaji kebutuhan spiritual pasien. perilaku. Sedangkan pangkajian data obyektif dilakukan melalui pengkajian klinik yang meliputi pengkajian afek dan sikap. pencarian pribadi klien tentang makna hidup 5 . Pengkajian tersebut dapat menjadi terapeutik karena pengkajian menunjukkan tingkat perawatan dan dukungan yang diberikan. perawat harus mempertimbangkan status kesehatan klien terakhir dari perspektif holistik. Dengan spiritualitas sebagai prinsip kesatuan (Farran. 1983 cit Potter and Perry. sumber harapan dan kekuatan. 1997). praktik agama dan ritual. 1997) terdapat tiga tujuan untuk pemberian perawatan spiritual yaitu klien merasakan perasaan percaya pada pemberi perawatan. Pengkajian obyektif terutama dilakukan melalui observasi.

Apakah dengan melibatkan keluarga. menerapkan teknik komunikasi terapeutik dengan tehnik mendukung. Klien harus mengalami emosi sesuai dengan situasi. Disini peran perawat dalam merencanakan langkah-langkah perawatan yang akan ditempuh selanjutnya. berrespon secara singkat.meningkat. mengembangkan citra diri yang kuat dan realistis. dan mengalami hubungan interpersonal yang terbuka dan hangat. atau anugrah dari Tuhan. Menurut Amenta dan Bohnet (1986) cit Govier (2000) ada empat alat/cara untuk membantu perawat dalam menerapkan perawatan spiritual yaitu menyimak dengan perilaku wajar. cobaan. dengan siapa klien telah membentuk persahabatan dapat dijadikan sumber informasi evaluatif. aktual. menerima. bertanya. kelompok pendukung. atau pemenuhan kebutuhan spiritual tersebut cukup dilakukan oleh perawat saja. mendengarkan secara aktif dan menunjukkan empati yang berarti menghayati masalah klien. tokoh agama. memberi infomasi. Bagi klien dengan penyakit terminal serius. perawat menerapkan rencana intervensi dengan melakukan prinsip-prinsip kegiatan asuhan keperawatan sebagai berikut (Hamid. selalu ada. menentukan arti dari situasi klien. menggali perasaan dan kekuatan yang dimiliki klien. refleksi. meningkatkan kesadaran dengan kepekaan pada ucapan atau pesan verbal klien. 2000): periksa keyakinan spiritual pribadi perawat. membantu memfasilitasi klien agar dapat memenuhi kewajiban agamanya. memahami masalah klien tanpa menghukum walaupun tidak berarti menyetujui klien. Perawat membandingkan tingkat spiritualitas klien dengan perilaku dan kebutuhan yang tercata dalam pengkajian keperawatan. menggunakan pembukaan diri. mengetahui pesan non verbal tentang kebutuhan spiritual klien. memberitahu pelayanan spiritual yang ada di rumah sakit. bersikap empati yang berarti memahami dan mengalami perasaan klien. d) Implementasi Pada tahap implementasi. e) Evaluasi Perawat mengevaluasi apakah intervensi keperawatan membantu menguatkan spiritualitas klien. Klien harus juga mempertahankan misi dalam hidup dan sebagian individu percaya dan yakin dengan Tuhan Yang Maha Kuasa atau Maha Tinggi. evaluasi difokuskan pada 6 . spesifik. jangan berasumsi klien tidak mempunyai kebutuhan sipiritual. fokuskan perhatian pada persepsi klien terhadap kebutuhan spiritualnya. bagaimana klien berespon terhadap penyakit. Keluarga dan teman. menyetujui apa yang dikatakan klien. apakah klien menganggap penyakit yang dideritanya merupakan hukuman.

Apabila klien merasa kebutuhan spiritualnya sudah dapat dipenuhi oleh perawat saja. mata dan mulut dalam keadaan tertutup. Kedua. Menyampaikan dengan perlahan dan menjabarkan bahwa pihak medis sudah melakukan upaya penanganan seoptimal mungkin. 8. mencabut semua alat-alat medis yang sebelumnya terpasang pada tubuh jenazah. posisi kaki dirapatkan. gambaran mendatar pada EKG. maka perawat dapat memaksimalkan upaya pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Dalam hal ini seorang perawat berkewajiban untuk menenangkan keluarga pasien. menutup semua luka yang ada di tubuh jenazah. 7. tapi juga keluarga pasien.keberhasilan membantu klien meraih kembali harapan hidup (Potter anfd Perry. kemudian jenazah dibungkus dengan kain kafan dan dibawa ke ruang jenazah. Dalam kondisi seperti ini keluarga pasien seringkali tidak bisa menerima kenyataan mengenai kematian pasien. Prosedur Perawatan Jenazah Secara Umum Apabila seseorang atau pasien telah dinyatakan meninggal secara medis yaitu dengan ciri-ciri: tidak ada respon terhadap rangsangan dari luar secara total. Pertama yang harus dilakukan seorang perawat adalah menginformasikan kepada keluarga mengenai kematian pasien dengan memperhatikan etika penyampaian berita buruk. memposisikan jenazah dalam posisi tidur terlentang. Misalnya klien yang membutuhkan bimbingan spiritual dari ahli agama. karena dalam proses perawatan bukan hanya pasien saja yang menjadi focus perhatian. Bagaimana Perawat Menjadi Fasilitator Klien dalam Memenuhi Kebutuhan Spiritualnya Dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. tidak ada reflek. 7 . Kemudian perawat membersihkan jenazah. ahli agama. Membersihkan bekas darah. seorang perawat juga melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain yang dirasa bisa mendukung upaya pemenuhan kebutuhan spiritual klien (keluarga. perawat menangani perawatan jenazah yang mengikutsertakan pihak keluarga*). tidak adanya gerak dari otot khususnya pernafasan. perawat berperan sebagai fasilitator untuk menyampaikan kebutuhan klien pada pihak keluarga sehingga pihak keluarga dapat mengupayakan untuk menghadirkan ahli agama sesuai dengan kebutuhan klien. Disini sebagai tenaga perawat juga harus siap menghadapi respon keluarga pasien. kelompok pendukung). 1997).

8 .

KESIMPULAN Kebutuhan spiritual merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. 9 . Prosedur pemenuhan kebutuhan spiritual oleh seorang perawat meliputi pengkajian. Kebutuhan spiritual juga merupakan kebutuhan holistik pasien. perencanaan. diagnosa keperawatan. kelompok pendukung). Dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. seorang perawat juga melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain yang dirasa bisa mendukung upaya pemenuhan kebutuhan spiritual klien (keluarga. dan evaluasi. implementasi. Aspek spiritual harus diperhatikan dalam perawatan klien selain aspek fisik dan psikososial karena menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa keyakinan spiritual berpengaruh terhadap kesehatan dan perawatan. ahli agama.

php? 10 . http://akperkaltara. Trend/Isu Dimensi Spiritual dalam Asuhan Keperawatan Jiwa.com/2009/11/spiritual-dalam-kesehatan-dan. 9 September 2011 Syam. Amir S. Ns (2010). http://ivanishadi. Spiritual dalam Kesehatan dan Keperawatan.blogspot. Ivan (2009).id/index.ac.html.DAFTAR PUSTAKA Ishadi.Kep.

option=com_content&view=article&id=116:isu&catid=3:askep&Itemid=18. 9 September 2011 11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful