P. 1
combutio listrik

combutio listrik

|Views: 49|Likes:

More info:

Published by: Sheila Primadewi Sanjaya on Oct 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

PRESENTASI KASUS BEDAH PLASTIK

SEORANG LAKI-LAKI 35 TAHUN DENGAN COMBUTIO LISTRIK REGIO MANUS DEXTRA ET SINISTRA DAN EKSTREMITAS BAWAH KIRI
Periode : 22 – 27 Oktober 2012

Oleh: Achmad Musa G99121001 Neovita Kriesna L. G9911112102 Rr. Della Undadewi S . G9911112124 Iput Syarhil M. G9911112081

Pembimbing: dr. Amru Sungkar, SpB, SpBP

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/ RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA 2012

Moewardi dengan post combustio listrik. S : 35 Tahun : laki-laki : Islam : Tukang bangunan : Randusari ¾ Ngadirojo Kidul. diinjeksi obatobatan. DR. pasien agak tegang karena kaget. ANAMNESIS I. Pasien dirawat selama 7 hari. pasien berobat lagi ke RS Wonogiri selanjutnya karena keterbatasan sarana pasien dirujuk ke RS. oleh penolong pasien dibawa ke RS. Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin Agama Pekerjaan Alamat Tanggal Masuk Tanggal Periksa Nomor rekam medis : Tn. Keluhan Utama Luka di telapak tangan kanan. Pasien tidak pingsan. karena luka semakin membengkak. tungkai kiri setelah tersetrum listrik. Margo Wonogiri. luka dibersihkan dan diperban.BAB I STATUS PASIEN A. Pasien kemudian APS dan di rawat di rumah selama 7 hari. telapak tangan kiri. disana pasien diinfus. Riwayat Penyakit Sekarang Kurang lebih 2 minggu sebelum masuk rumah sakit saat pasien sedang bekerja di bangunan secara tidak sengaja pasien memegang kawat yang teraliri listrik dengan kedua tangannya kemudian timbul bunga api yang membakar celananya. Wonogiri : 22 Oktober 2012 : 22 Oktober 2012 : 01157147 II. III. 1 .

Kepala b. atau ayam. Sistem gastrointestinal: mual (-). perut sebah (-). Riwayat Kebiasaan Pasien makan sehari 3 kali dengan nasi. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat alergi obat Riwayat hipertensi Riwayat Diabetes Mellitus Riwayat penyakit jantung : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal VI. susah berak (-). Mata pucat (-/-) c. 2 . Pasien merupakan seorang perokok. batuk darah (-). oedem palpebra (-). Riwayat Sosial Ekonomi Pasien berobat dengan pembiayaan Jamkesmas B. VII. konjungtiva e. jejas (-) : pandangan kabur (-). tahu.IV. berdebardebar (-) f. mengi (-). nyeri dada (-). muntah (-). Sistem kardiovaskuler :sesak nafas saat beraktivitas (-). dan lauk pauk seperti tempe. : sakit kepala (-). ANAMNESIS SISTEMIK a. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat alergi/asma Riwayat hipertensi Riwayat Diabetes Mellitus Riwayat penyakit jantung Riwayat trauma sebelumnya Riwayat operasi Riwayat trauma sebelumnya : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal V. ikan. suara serak (-). Tenggorokan d. batuk (-). kembung (-). sakit perut (-). sayur. Sistem respirasi : sakit menelan (-). gatal (-) : sesak nafas (-).

pupil isokor (3mm/3mm). secret (-). reflek cahaya (+/+). nadi 84 x/menit : GCS E4V5M6. Circulation d. napas cuping hidung (-). sklera ikterik (-/-). diplopia (-/-) c. Kepala b. jejas (-). luka (-/+). Sistem genitourinaria : air kencing berwarna merah (-). pupil isokor (3mm/3mm) : suhu 36. Ekstremitas bawah jari terasa dingin (-) C. Ekstremitas atas : jejas (+/-). sakit sendi (-/-). nyeri tekan (-). Disability e. Airway b. hematom periorbita (-/-). darah (-/-). pembesaran limfonodi (-). PEMERIKSAAN FISIK I. Secondary Survey a. JVP tidak meningkat g. bengkak (+/+). keluar darah (-) e. Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : ictus cordis tidak tampak : ictus cordis tidak kuat angkat : batas jantung kesan tidak melebar 3 . nyeri tragus (-/-) d. kencing nanah (-) h. tremor (-). ujung jari terasa dingin (-/-). Leher : gusi berdarah (-). maloklusi (-) : pembesaran tiroid (-). ketertinggalan gerak (-). Exposure : bebas : torakoabdominal. kesemutan (-/-). lidah kotor (-). reflek cahaya (-/-). Primary Survey a. Mulut f. nyeri tekan mastoid (-/-). frekuensi pernafasan 18 x/menit : tekanan darah 110/70 mmHg.9 ºC. ujung II. Hidung : bentuk simetris. nyeri saat kencing (-). terasa kebal (-/+). Breathing c. jejas (+) lihat status lokalis h. Thorak : bentuk normochest. jejas (+) lihat status lokalis : bengkak (-/+). keluar darah (-). tremor (-/-). Telinga : sekret (-/-). Mata : bentuk mesocephal.g. jejas (-) : konjungtiva pucat (-/-). nyeri (-/+). nyeri (-/-) i.

m. lihat status lokalis. nyeri BAK (-) l. Ekstremitas atas: Akral dingin : Luka (+/+). bising (-) : pengembangan dada kanan sama dengan kiri : fremitus raba kanan sama dengan kiri. ROM terbatas pada ekstremitas atas sebelah kanan dan kiri. regular. Genitourinaria : bunyi jantung I-II intensitas normal. Regio Wrist sinistra 4 .Auskultasi i. Regio Manus sinistra Inspeksi : vulnus granulosum dasar tendon + tulang. Status Lokalis a. Pulmo Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi j. defense muscular (-) : timpani : bising usus (+) normal : BAK normal. Muskuloskletal : nyeri (+). Oedema - - - - n. BAK darah (-). BAK nanah (-). suara tambahan (-/-) : distended (-) : supel. jaringan nekrosis (+) Palpasi : nyeri tekan (-) b. nyeri tekan (-/-) : sonor/sonor : suara dasar vesikuler (+/+) normal. luka masuk (+). Ekstremitas bawah: Akral dingin Oedema - - - - III. Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi k. nyeri tekan (-).

IUFD RL 20 tpm 2. c. PLANNING I 1. ASSESMENT I Dead limb regio wrist sinistra Escar regio wrist joint dextra Crusta + kontraktur poplitea sinistra E. Regio Wrist dextra Inspeksi : tampak luka (+) bentuk melingkar warna kehitaman d. crusta (+) D. Regio Cruris sinistra Inspeksi : combution grade IIB 4%. Injeksi Ceftriaxon 1gr/ 12 jam 3.Inspeksi : tampak luka (+) melingkar warna kehitaman. Regio Femur sinistra Inspeksi : combution grade IIA 4% e. Injeksi Ketorolac 30mg/ 12 jam 5 .

89 juta/ul Gol darah: B PT: 13.7 detik HbsAg : non reaktif 6 . Pro debridement + escarectomy elektif 7. Rawat luka dengan tulle + kassa lembab + kassa log 6.8 detik APTT: 26. Injeksi Ranitidine 50 gr/12 jam 5.5 g/dl Hct: 35% Leukosit: 12 ribu/ul Trombosit: 620 ribu/ul Eritrosit: 3.4. Masuk rumah sakit Hasil laboratorium Darah tanggal 22 Oktober 2012 Hb: 11.

meminum minuman yang sangat panas atau zat kaustik (misalnya asam) bisa menyebabkan luka pada lerongkongan dan lambung. Sebagai contoh. Etiologi Panas bukan merupakan satu-satunya penyebab dari luka bakar. dapat disebabkan banyak faktor. Luka 1 . Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang paling sering dialami oleh tiap orang.2. cairan panas. hingga yang terberat. beberapa jenis bahan kimia dan arus listrik juga bisa menyebabkan terjadinya luka bakar. air panas. listrik seperti kabel listrik yang terbuka. bukan organ dalampun bisa mengalami luka bakar meskipun kulit tidak terbakar. Menghirup asap dan udara panas akibat kebakaran gedung bisa menyebabkan terjadinya luka bakar pada paru-paru. yaitu fisik seperti api. karena itu pada kulit tersebut banyak energi listrik yang diubah menjadi panas sehingga permukaannya terbakar. Definisi Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api. Luka bakar yaitu luka yang disebabkan oleh suhu tinggi. dll). kuat.LUKA BAKAR A.4. yang dihasilkan oleh suatu arus listrik yang mengalir dari sumber listrik kedalam tubuh manusia. Kejutan listrik yang luas bisa menyebabkan pada sistem pernafasan dan gangguan irama jantung sehingga denyut jantung menjadi tidak beraturan.4 Resistensi (kemampuan tubuh untuk menghentikan atau memperlambat aliran listrik) yang tinggi terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan sumber listrik.6 Luka bakar listrik juga menyebabkan kerusakan jaringan dibawah kulit yang sangat berat. tetapi luka bakar juga terjadi pada jaringan dibawah kulit. listrik. menyebabkan kematian.1 B. petir atau bahan kimiawi seperti asam atau basa kuat. Biasanya bagian tubuh yang terbakar adalah kulit. basa kuat). Luka bakar listrik bisa disebabkan oleh suhu diatas 4982o celsius. terutama anak-anak. Derajatnya berbeda-beda. Atau zat-zat yang bersifat membakar (asam. dari luka bakar yang paling ringan yaitu akibat sengatan matahari. setelah kecelakaan. Ukuran dan kedalamannya bervariasi dan bisa menyerang bagian tubuh yang jauh lebih luas dari pada bagian kulit yang terbuka.

Pertolongan pertama.8 C. Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam. 3. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri.9.7. gas mustard dan fosfat. Biasanya lukanya kering. Jika ditekan. Biasanya penyebuhan luka bakar derajat satu ini membutuhkan waktu 5-10 hari.10 1. kemerahan. Kulit yang terbakar menjadi merah. daerah yang terbakar akan memutih. fenol dan kresol (pelarut organik). Luka bakar derajat 1 (luka bakar superfisial) Kerusakan yang ditimbulkan luka bakar derajat ini hanya sebatas permukaan kulit luar. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna terang. 2 . dasarnya tampak merah atau leputihan dan terisi oleh cairan kental yang jenih. yang disebut dengan lapisan epidermis. Juka disentuh. Luka bakar derajat I Merupakan luka bakar yang paling ringan. 2. D.bakar kimia bisa disebabkan oleh sejumlah iritan dan racun. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut/bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya. biasanya segera diguyur dengan air dingin yang mengalir untuk mengurangi panas dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas. nyerim sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkok. dan tidak ada bekas luka. Kulit melepuh. Kedalaman Luka Bakar 11 1. Luka bakar derajat III Menyebabkan kerusakan yang paling dalam. hangus dan kasar. tidak timbuk rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan. Luka bakar derajat II Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. termasuk asam dan basa yang kuat. Manifestasi Klinis Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman luka :6. belum terbentuk lepuhan.

Pada luka bakar ini. kalau perlu dibersihkan dengan obat antiseptik. Jika kita amati. Jika terjadi infeksi. sebenarnya dibiarkan juga akan sembuh dengan sedikitnya. sering terlihat lebih tinggi dari kulit normal di sekitarnya. kita bisa kedokter untuk minta obat cream antibiotik sebagai pencegahan agar tidak terjadi infeksi. kerusakan jaringan sudah meliputi seluruh lapisan kulit. dan kelenjar keringat juga mengalami kerukan. kelenjar lemak kulit. pada dasar luka terlihat merah atau pucat. Pada luka bakar ini malah tidak dijumpai gelembung berisi cairan lagi. kalau kita kenali gejala-gejala luka bakar derajat 3 ini. Jika luka memang sudah terbuka. dapat terjadi infeksi dan menimbulkan bekas luka yang sulit hikang. 3. Terasa nyeri sekali karena ujung saraf nyeri terangsang. Pada luka bakar ini malah tidak terasa nyeri karena ujung-ujung saraf juga ikut rusak. Luka bakar derajat 2 (luka bakar dermis) Luka bakar derajat dua ini tidak hanya lapisan luar yang kena. biasanya permukaannya lebih rendah dari kulit sekitarnya. tapi luka terkesan kering. karena biasanya kalau sampai pecah. Terlihat adanya berjalan/gelembung yang berisi cairan bening. Untuk luka yang sampai seperti ini. E. Luka sudah mengenai semua organ dikulit. akan memperlama proses penyembuhan lukanya. Berat Luka Bakar7. Untuk luka bakar derajat dua ini sebaiknya memang benjolan berisi air yang timbul jangan sampai pecah. Biasanya luka mengeluarkan cairan. yaitu lapisan epidermis ditambah sebagaian lapisan dermis. segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan segera. misalnya akar rambut. Karena kering. tapi lapisan lebih dalam juga terkena.2. bahkan bisa lebih dalam lagi. Yang harus diingat. berwarna abu-abu dan pucat. sebaiknya luka dijaga kebersihannya. bisa sampai 10 hingga 14 hari. Luka bakar derajat 3 Sebaiknya. 8 (berdasarkan derajat luasnya kulit yang terkena) Ringan : luka bakar derajat I atau derajat I atau derajat II seluas < 15% atau derajat II seluas < 2% 3 . kalau terjadi luka bakar seperti ini.

TAS 1500 IU im atau inj. digunakan rumusan 10 untuk bayi dan rumus 10-15-20 dari luna dan browder untuk anak. Menurut Berat Luka Bakar 4 . Derajat 2 : tidak luas tetapi terbuka : dicuci dengan larutan antiseptik. beri zalf levertran. F. alat kelamin/persendian sekitar ketiak atau akibat listrik tegangan tinggi (< 1000V) atau dengan komplikasi patah tulang/ kerusakan jaringan lunak/gangguan jalan nafas.- Sedang : luka bakar derajat II seluas 10-15% atau derajat II seluas 5-10% Berat : luka bakar derajat II seluas > 20% atau derajat III seluas > 10% atau mengenai wajah. Dasar prestasi yang digunakan dalam rumusrumus tersebut diatas adalah luas telapak tangan dianggap : 1%. Rumus tersebut tidak digunakan pada anak dan bayi karena luas relatif permukaan kepala anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih kecil. Perhitungan luas luka bakar antara lain berdasrkan rule of nine dari wallace. Tetanus Toksid (TT) 1 ml im. bokong : 4x9% Perineum dan genitalia : 1% 2. yaitu : Kepala dan keher : 9% Ekstremitas atas : 2x9% (kiri dan kanan) Paha dan betis kaki : 4x9% (kiri dan kanan) Dada. tangan-kaki. Derajat 2 : inj. perut. G. Bila mengenai daerah muka. punggung. ditutup kasa steril. Derajat 1 : cuci larutan antiseptik dan beri analgesik. 11 1. Derajat 3 : rujuk ke RS dengan infus terpasang. Penatalaksanaan :11 Menurut derajat Luka Bakar. genital rawat inap. kasa diganti tiap 2 minggu. Oleh karena itu. Luas Luka Bakar10. Bila tidak ada tanda infeksi.

. .Selalu dahulukan tindakan medis dan bedah. Luka bakar di daerah mata 4. prioritas pertama kita ialah mengatasi msalah pernafasan.Ringan tanpa komplikasi : berobat jalan Sedang : sebaiknya rawat inap untuk observasi Berat : rujuk ke RS dengan infus terpasang. Misalnya kita harus memberikan perhatian pada luas dan bagian tubuh yang terbakar. misalnya wajah. Penantian ini umunya memakan waktu yang lebih lama. baru kita berupaya memeprtahankan bentuk dan fungsi bagian tubuh yang terkena luka bakar.Setelah tuntas dengan urusan emergency.Prioritas berikutnya ialah upaya mencintapkan penampakan jaringan parut sebaik mungkin. . dan alat kelamin. Semua ini tergantung derajat kedalaman dan kerusakan jaringan yang diakibatkan luka bakar itu. 5 . Alternatif yang lebih cepat ialah dengan skin graft (cangkok kulit). Pasien dapat menunggu terjadinya pertumbuhan kulit baru. Sebagai contoh dalam menghadapi seorang pasien yang mengalami kesulitan bernafas. jalan nafasm leher. Luka bakar didaerah wajah dan leher 2. Upaya terpenting yang bisa dikaerjakan ialah dengan pemberian tekanan diatasnya selama 6 – 12 bulan. Luka bakar didaerah tangan 3. H. Hal ini merupakan problem utama dari pasien-pasien luka bakar. Luas luka yang lebih dari 25 persen permukaan tubuh harus diwaspadai. Indikasi Rawat Inap 1. Inhalasi Luka bakar bisa membuat seseorang menderita. Perawatan Terdapat tiga prioritas penting dalam perawatan luka bakar ringan. Demikian juga halnya dengan bagian tubuh yang penting. bahkan meninggal.

Untuk membantu menghentikan luka bakar dan mencegah luka lebih lanjut. Kulit segera dibersihkan dari bahan kimia (termasuk asam. Jangan memberi tekanan apapun. Kita hanya melindungi cangkok tersebut dan menantinya tumbuh. dibutuhkan beberapa syarat. Pengobatan Sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya tidak perlu dirawat di rumah sakit. Jika tidak. tangan. Stetelah kulit donor diletakkan. Lokasi resipien (tempat donor ditanam) mesti memiliki jaringan pembuluh darah yang baik. sebaiknya lepaskan semua pakaian penderita. Agar pertumbuhan terjadi. alat kelamin atau kaki Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun Terjadi luka bakar pada organ dalam 6 . Umumnya petumbuhan akan terjadi dalam 4 -7 hari.Cara ini dikerjakan dengan mengambil kulit dari suatu bagian tubuh yang kemudian ditanam pada daerah yang memerlukan. kulit donor tidak akan bisa tumbuh. I. Kulit donor haruslah kulit yang sehat. basa dan senyawa organik) dengan mennguyurnya dengan air. Lokasi pengambilan (donor site) biasanya di daerah paha karena ini lebar dan gampang sembuh. satu-satunya hal yang mesti dikerjakan ialah membiarkannya. Penderita perlu dirawat di rumah sakit jika : Luka bakar mengenai wajah.

3 .5249/jivr.91 3. Abbas A.E. Walter Meye. Evangelia G Tsati2.vol. Ogbonnaya I. 19:6 2. 2011 Jul.1 Dabkana T. Georgia C H Spyropoulou3. neglect. Pristina. Annals of Burns and Fire Disasters . doi:10.059535 4. XXII . AN EIGHTYEAR REVIEW.I.2 Naaya H. 11:122 7. W. 38(3): 1111–1118. Plastic Surgery Department. 1 March 2009 8. Comparing oil basedointment versus standard practice for the treatment of moderate burns inGreece: a trial based cost effectiveness evaluation.doi: 10..2471/BLT.. Scandinavian Journal of Trauma. Severe childhood burns in the Czech Republic: risk factors and prevention. 2010 March .a Michal Grivna. Children with burn injuries-assessment of trauma.U.E..September 2009 5. Otene C..n. Resuscitation and Emergency Medicine 2011. Kosovo. Hoxha E.March 2010 6.87:374–381 | doi:10. Dirk M. The Effects of Concentric Ring Electrode Electrical Stimulation on Rat Skin..vol. Arceneaux P..n. J Inj Violence Res. Lisa L. 7 . FraserP. Enugu. Nnabuko R..vol.1 Tahir C. Besio1. Michael H.n. Opara K. BMC Complementary and Alternative Medicine 2011.S. Arifi H. Buja Z..08.1007/s10439-009-9891-y.D. XXIII . Maybauer P.b Jana Dáováa & Peter Barssc. Carayanni et al. ELECTRICAL BURN INJURIES. Yavuz et al. BURN INJURIES IN ENUGU. Surgery Clinic. NIGERIA – AETIOLOGY AND PREVENTION.O. John F. 3(2): 98-110. 1 .C. HIGH-TENSION ELECTRICAL BURNS: REPORT OF TWO CASES. University Clinical Centre of Kosova. Amanari O. Annals of Burns and Fire Disasters . Clinical and demographic features of pediatric burns in the eastern provinces of Turkey.v3i2. and J. Department of Plastic and Reconstructive Surgery. Al. Ogbonna U. Ann Biomed Eng.M.DECEMBER 2005). A SIX-YEAR RETROSPECTIVE REVIEW (JANUARY 2000 . Annals of Burns and Fire Disasters . Vilelmine J Carayanni1*. National Orthopaedic Hospital. Sharma2. Fotini N Antonopoulou4 andJohn D Ioannovich. XXII . V. Bull World Health Organ 2009.. Alexander Martin elko. Toon P. et.DAFTAR PUSTAKA 1. Nigeria. Spaulding. violence and abuse..

2 Alexandros Papadimitriou. King Hussein Medical Centre. 3 . Terziqi H.9.vol. Annals of Burns and Fire Disasters .A FOUR-YEAR STUDY. Konstantina G.1 Theodoros Avramidis.September 2005ology International 2009. Krysander L. AFTER ELECTRICAL BURNS. Yiannopoulou.n. Neur 11. CASE PRESENTATION . XVIII . Focal dystonia.2 Roxani Divari.RECONSTRUCTION OF THUMB DEFECT WITH NEUROVASCULAR CROSS-FINGER FLAP. Royal Rehabilitation Centre. Jordan.vol. Annals of Burns and Fire Disasters .n. Haddad S. tremor and myokymic discharges secondary to electrical injury..Y. 2 June 2008 10. Department of Plastic and Reconstructive Surgery. XXI . ELECTRICAL BURN . volume 1:e2 8 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->