P. 1
defleksi jangka pendek

defleksi jangka pendek

|Views: 145|Likes:
Published by odewayanti

More info:

Published by: odewayanti on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2013

pdf

text

original

STRUKTUR BETON PRATEGANG

TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI

1.

PENDAHULUAN 1.1 Pentingnya Kontrol Terhadap Lendutan Falsafah desain yang disebut “pendekatan keadaan batas” (limit state approach) yang dipakai oleh peraturan-peraturan Rusia pada tahun 1954 dan Amerika serta Inggris pada tahun 1971, memerlukan pengetahuan yang tepat mengenai perilaku batang beton struktural pada keadaan batas berganda dimana lendutan merupakan suatu kriteria penting untuk keamanan struktur.

Menurut berbagai peraturan nasional, umumnya batang beton struktural harus didesain agar mempunyai kekakuan yang cukup untuk membatasi lendutan yang dapat berpengaruh merugikan terhadap kekuatan atau kemampuan fungsi struktur pada beban kerja.

Kontrol terhadap lendutan yang sesuai sangatlah penting karena alasan-alasan berikut ini :  Pelendutan yang berlebihan pada batang struktural utama tidak mudah terlihat dan pada waktunya akan mengakibatkan lantai menjadi tidak sesuai untuk pemakaian yang direncanakan.  Lendutan yang besar akibat pengaruh dinamis dan akibat pengaruh beban yang berubah-ubah dapat mengurangi kenyamanan pemakainya.  Lendutan yang berlebihan cenderung menyebabkan kerusakan pada permukaan, sekat, dan struktur-struktur yang berkaitan.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, kerusakan pada sekat serta permukaan pekerjaan akhir merupakan akibat yang penting dari lendutan yang berlebihan. Suatu penelitian lapangan yang dilakukan oleh Mayer di Jerman, menampakkan lebih dari 80 contoh kerusakan sekat dimana 21 di antaranya mempunyai perhitungan lendutan di dalam batas-batas yang ditetapkan oleh peraturan. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa suatu batas maksimum terhadap lendutan harus ditentukan sebagai tambahan

ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038

STRUKTUR BETON PRATEGANG

TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI

terhadap batas perbandingan lendutan bentangan, karena telah didapati bahwa kalau bentangan bertambah, batasan yang di muka agaknya yang menentukan. Untuk suatu perkiraan lendutan yang cukup akurat, berbagai faktor yang mempengaruhi lendutan harus dipertimbangkan.

1.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lendutan Lendutan batang beton prategang dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :         Beban terpasang dan berat sendiri Besarnya gaya prategang Profil kabel Momen inersia potongan melintang Modulus elastisitas beton Susut, rangkak, dan relaksasi tegangan baja Bentangan batang yang bersangkutan Kondisi penjepitan

Di dalam tahap pra-retakan, selutuh potongan melintang adalah efektif dan lendutan dalam tahap ini dihitung dengan memakai momen inersia dari penampang beton seluruhnya. Perhitungan lendutan jangka pendek atau lendutan seketika yang terjadi segera setelah transfer prategang dan pada pemberian beban mudah dilakukan dengan menggunakan teori Mohr. Di dalam tahap setelah retakan, sebuah balok beton prategang berperilaku sama dengan sebuah balok beton bertulang dan perhitungan lendutan dalam tahap ini dilakukan dengan meninjau hubungan momen kelengkungan yang menyangkut sifatsifat penampang balok yang retak. Di dalam kedua kasus, di atas pengaruh pengaruh rangkak dan susut beton adalah untuk memperbesar lendutan jangka panjang akibat beban yang terus-menerus, yang diperhitungkan dengan menggunakan metode-metode empiris yang mencakup pemakaian modulus elastisitas efektif (jangka panjang) atau dengan mengalikan lendutan jangka pendek dengan faktor yang sesuai.

ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038

1 Kemiringan dan Lendutan Balok Jika : kemiringan kurva elastis di A AD : pemotong antara garis singgung di C dan garis vertikal di A : lendutan di tengah untuk balok di atas tumpuan sederhana dan dibebani secara simetris (karena untuk kasus semacam itu garis singgungnya horizontal) : luas diagram momen lenturan (DML) antara titik-titik A dan C ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Teori luas bidang momen dari Mohr dapat secara langsung dipakai untuk perhitungan lendutan akibat gaya prategang. Gambar 1.1 Teori Mohr Lendutan jangka pendek atau seketika pada batang prategang ditentukan oleh distribusi momen lentur sepanjang bentangannya dan ketegaran lentur batang yang bersangkutan.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI 2. A C B merupakan garis pusat dari struktur yang mengalami deformasi akibat sistem beban yang diberikan.1 dimana balok A B menerima suatu distribusi momen lentur akibat gaya prategang atau berat sendiri atau beban terpasang. LENDUTAN JANGKA PENDEK PADA BATANG TAK RETAK 2. Gambar 1. berat sendiri. serta beban yang diberikan.

Oleh karena momen lentur pada setiap penampang merupakan hasil perkalian gaya prategang dan eksentrisitas. Sebagai akibatnya.2 Pengaruh profil tendon terhadap lendutan Di dalam hampir semua kasus balok prategang. 2. Sesuai dengan teori pertama dari Mohr : ( ) Teori kedua Mohr menyatakan bahwa : Lendutan balok di atas tumpuan sederhana yang dibebani secara simetris di tengahtengah bentang diperoleh secara langsung dari teori momen inersia karena garis singgung di titik ini horizontal. maka profil tendon itu sendiri akan menunjukkan bentuk DML.2 menunjukkan sebuah balok dengan suatu tendon lurus dengan eksentrisitas yang sama di bawah sumbu garis berat. tendon ditempatkan dengan eksentrisitas mengarah ke tepi bawah balok untuk melawan momen lentur yang melengkungkan balok akibat beban transversal. Lendutan ke atas dianggap negatif dan ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Metode perhitungan lendutan balok dengan profil kabel yang berbeda-beda dilukiskan di bawah ini.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI : jarak titik berat diagram momen lentur antara A dan C dari tumpuan sebelah kiri : ketegaran lentur (flexural rigidity) balok. balok beton akan melengkung ke atas (“camber”) pada waktu pemberian atau transfer prategang.  Tendon Lurus Gambar 1.

maka lendutan di tengah-tengah bentang balok diperoleh dengan mengambil momen dari bidang DML sepanjang setengah bentangan.3.STRUKTUR BETON PRATEGANG = gaya prategang efektif = eksentrisitas = panjang balok ( ⁄ ) TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Gambar 1.2 Balok Yang Melengkung Ke Atas Dengan Tendon Lurus  Tendon Trapesoidal Suatu tendon yang menggantung dengan profil trapesoidal ditunjukkan dalam gambar 1. Dengan memperhatikan DML. ( ) ( )( ) ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .

3 Tendon Trapesoidal atau Menggantung  Tendon Parabolis (Angkur di Pusat) Lendutan sebuah balok dengan tendon parabolis (gambar 1.4 Tendon Parabolis (Angkur di Pusat) ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .4) yang mempunyai eksentrisitas di tangan dan nol pada tumpuan-tumpuannya ditentukan dengan : Gambar 1.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Gambar 1.

lendutan Gambar 1. ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Sebagai akibatnya. lendutan dihitung dengan cara yang sama dengan metode tendon parabolis (angkur eksentris).STRUKTUR BETON PRATEGANG  Tendon Parabolis (Angkur Eksentris) TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Gambar 1.5 Tendon Parabolis (Angkur Eksentris)  Tendon Miring (Angkur Eksentris) Dari gambar 1.6. Lendutan resultan di tengah diperoleh sebagai jumlah lendutan ke atas sebuah balok dengan tendon parabolis yang mempunyai eksentrisitas ( tengah dan nol pada tumpuan-tumpuan dan lendutan ke bawah sebuah balok yang mengalami suatu momen lentur yang memberikan kelengkungan merata dengan intensitas resultan menjadi : * ( ( )+ * ) + pada seluruh penampangnya.5 menunjukkan sebuah balok dengan tendon parabolis yang mempunyai eksentrisitas di tengah bentang serta pada penampang di atas ) di tumpuan.

6 Tendon Miring  Tendon Parabolis dan Lurus Dengan memperhatikan 1.7.STRUKTUR BETON PRATEGANG * ( ( )+ TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI * ) + Gambar 1.7 Tendon Parabolis dan Lurus ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . lendutan di tengah balok diperoleh sebagai berikut : [ [( ( )] )] Gambar 1.

Jika : = berat sendiri balok per meter = beban terpasang per meter (terbagi rata) ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .8 Tendon Parabolis dan Lurus (Angkur Eksentris) 2. Dari gambar 1. Lendutan ke bawah tersebut bertambah lagi akibat pengaruh beban-beban yang dipasang di atas balok.8 terlihat bahwa : ( ) [ ] [ ] Gambar 1.STRUKTUR BETON PRATEGANG  Tendon Parabolis dan Lurus (Angkur Eksentris) TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Lendutan di tengah yang maksimum diperoleh dengan superposisi seperti dalam 4 di atas.3 Lendutan akibat berat sendiri dan beban terpasang Pada waktu transfer prategang balok akan mencembung ke atas akibat pengaruh prategang dan pada tahap ini. berat sendiri balok menimbulkan lendutan ke bawah.

ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .STRUKTUR BETON PRATEGANG Lendutan ke bawah dihitung sebagai : ( ) TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Lendutan yang disebabkan oleh beban hidup terpusat dapat dihitung langsung dengan menggunakan teori Mohr.

MERAMALKAN LENDUTAN JANGKA PANJANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Deformasi batang prategang berubah menurut waktu sebagai akibat dari rangkak dan susut beton serta relaksasi tegangan pada baja. kalau besar dan distribusi longitudinal kelengkungan untuk bentangan balok tersebut diketahui untuk saat yang berdasarkan atas riwayat pembebanan. sehingga dapat dianggap bahwa rangkak beton berlangsung dalam tegangan konstan. Regangan rangkak akibat beban transversal dihitung secara langsung sebagai fungsi dari koefisien rangkak sedemikian rupa sehingga perubahan kelengkungan dapat diperhitungkan dengan persamaan : ( Dimana : = koefisien rangkak = kelengkungan awal segera setelah pemasangan beban transversal ) Perubahan kelengkungan akibat prategang yang terus menerus ( ) tergantung pada pengaruh-pengaruh kumulatif dari rangkak dan susut beton serta relaksasi tegangan pada ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . yang meliputi gaya prategang dan beban hidup. Batang beton prategang menimbulkan deformasi di bawah dua pengaruh yang biasanya bertentangan.STRUKTUR BETON PRATEGANG 3. yaitu prategang dan beton transversal. distribusi tegangan tekan pada beton berubah menurut waktu. perubahan tegangan adalah kecil. Namun. Lendutan batang prategang dapat dihitung relatif terhadap suatu datum yang ditentukan. dalam hal-hal yang praktis. Kelengkungan netto penampang pada setiap tahap tertentu dapat diperoleh dari : pada suatu Dimana : = perubahan kelengkungan disebabkan oleh beban transversal = perubahan kelengkungan disebabkan oleh prategang Di bawah aksi beban transversal yang terus menerus.

kelengkungan rangkak akibat prategang dapat diperoleh dengan anggapan yang disederhanakan bahwa rangkak ditimbulkan oleh prategang rata-rata yang bekerja selama waktu tertentu. dan = prategang setelah suatu waktu t. susut. dan rangkak ( ) Dan jika : = eksentrisitas gaya prategang pada penampang yang bersangkutan = ketegaran lentur [ ( ) ] Kalau : = lendutan awal akibat beban transversal = lendutan awal akibat prategang Maka lendutan jangka panjang total setelah waktu t diperoleh dari persamaan : ( ) [( ) ( ) ] Dalam persamaan ini. Beberapa metode telah diusulkan untuk mengevaluasi kelengkungan dengan anggapan-anggapan yang disederhanakan. jika: = prategang awal. tanda negatif menunjukkan lendutan dalam arah ke atas (camber).STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI baja. lendutan awal akibat prategang dan beban transversal telah dimodifikasi untuk memperhitungkan kehilangan prategang yang cenderung mengurangi lendutan. Menurut Neville dan laporan komite ACI. Dengan memakai pendekatan ini. Maka kehilangan gaya prategang akibat relaksasi. Dalam metode ini. dan pengaruh rangkak yang cenderung ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Suatu prosedur yang lebih sederhana tetapi berdasarkan perkiraan telah dianjurkan oleh Lin untuk menghitung lendutan jangka panjang.

Prinsip modulus tereduksi yang menyangkut koefisien rangkak dipakai untuk memperkuat lendutan awal. lendutan jangka panjang dinyatakan sebagai berikut : [ ]( ) ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Sesuai dengan metode ini.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI menambah lendutan.

STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI 4.1 Lendutan Jangka Pendek Pada Batang Retak Di dalam desain struktur prategang terbatas atau sebagian (tipe Kelas 3). akan timbul retak pada batang.9. Kalau balok tersebut dibebani secukupnya. maka tegangan tarik akan timbul di sofit dan apabila tegangan tarik ini melampaui kekuatan tarik beton.9 Karakteristik Beban Lendutan pada Batang Prategang Karakteristik beban lendutan suatu elemen struktur beton prategang yang khas pada pelenturan ditunjukkan dalam gambar 1. Maka pengetahuan mengenai karakteristik deformasi beban dari batang retak adalah penting untuk menyesuaikan dengan keadaan batas lendutan. retak pertama kali tampak pada tegangan tarik lentur antara ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Penelitian-penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa retak mikro timbul pada tegangan tarik sekitar 3 N/mm2 yang tidak tampak dengan mata telanjang. LENDUTAN PADA BATANG RETAK 4. Pada pembebanan selanjutnya. retak dengan lebar terbatas dapat diterima pembebanan berlebih sewaktu-waktu atau bahkan pada beban kerja yang sesuai dengan rekomendasi CEB-FIP. Gambar 1.

STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI 3. khususnya dalam batas-batas beban kerja. Di dalam metode unilinear. Namun metode unilinear menghasilkan perkiraan bruto yang berlebihan akan lendutan. perilaku balok sama dengan perilaku batang beton bertulang. Dalam tahap setelah retakan.5 dan 7 N/mm2 dimana nilai yang tinggi umumnya menyangkut balok dengan baja yang terekat baik yang didistribusikan pada bidang tarik. lendutan dihitung dengan suatu persamaan sederhana berbentuk : Dimana : = lendutan maksimum = bentang efektif = momen pada penampang yang ditentukan = modulus elastisitas beton = momen inersia penampang retak ekivalen atau ditransformasi = suatu konstanta yang tergantung pada kondisi akhir. dan perkiraan yang terlalu rendah untuk batas-batas beban yang lebih tinggi. Nilai-nilai ditunjukkan dalam gambar 1. kurva beban lendutan kelengkungan momen kurang lebih terdiri dari dua garis lurus. Di dalam metode bilinear yang dianjurkan oleh CEB dan peraturan Inggris. kedudukan penampang yang ditentukan. Kurva beban lendutan kurang lebih linear sampai dengan tahap retakan yang tampak dan melewati tahap ini lendutan bertambah dengn lebih cepat akibat berkurangnya kekakuan balok. Lendutan batang beton struktural yang retak dapat dihitung dengan metode unilinear atau bilinear yang dianjurkan oleh komite beton Eropa. seperti ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . seperti dalam hal batang pratarik. dan distribusi beban.10 untuk berbagai tipe pembebanan dan kondisi tumpuan.

10) ( ) ) ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Lendutan seketika dalam tahap setelah retakan diperoleh sebagai jumlah lendutan sampai dengan beban yang meretakkan berdasarkan penampang bruto serta melewati beban retakan dengan mempertimbangkan penampang yang retak.STRUKTUR BETON PRATEGANG ditunjukkan dalam gamabr 1.11. Maka lendutan dapat dihitung dengan suatu persamaan bertipe berikut : ( Dimana : = momen retakan = momen dimana lendutan diperlukan = momen inersia penampang beton ekivalen yang tak retak = momen inersia penampang beton ekivalen yang retak = konstanta seperti yang didefinisikan sebelumnya (dapat dilihat pada gambar 1. TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Penelitian-penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa suatu perkiraan yang lebih mendekati perilaku hubungan beban lendutan yang sesungguhnya dimungkinkan dengan menganggap hubungan momenlengkungan bilinear : kemiringan garis pertama yang bersesuaian dengan kekakuan penampang yang tidak retak dan kemiringan garis kedua yang bersesuaian dengan kekakuan penampang yang retak.

STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Gambar 1.11 Hubungan Momen-Kelengkungan Bilinear ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .10 Nilai-nilai Konstanta untuk Berbagai Tipe Pembebanan dan Tumpuan Gambar 1.

tegangan tekan pada beton akan berkurang dan tegangan baja akan bertambah karena bertambah pendeknya lengan (jarak). Menurut Neville. khusunya pada penampang dengan presentase baja yang besar. Peraturan Amerika (ACI : 318-71) memepertimbangkan karakter bulinear dari karakteristik beban lendutan dengan memasukkan suatu ketegaran lentur linear efektif yang sesuai ke dalam rumus unilinear. Kalau ini terjadi.STRUKTUR BETON PRATEGANG Dalam menghitung TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI sudah cukup memuaskan apabila mengabaikan pengaruh tulangan pada penampang yang bersangkutan. suatu penyelesaian yang eksak menghasilkan persamaan-persamaan integral tak linear ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Namun mungkin diperoleh beberapa keuntungan dengan memperhitungkannya.2 Lendutan Jangka Panjang Pada Batang Retak Meramalkan lendutan yang tergantung pada waktu adalah sulit dalam hal batang retak akibat distribusi kembali tegangan lentur yang menghasilkan penambahan kedalaman garis netral. Modulus elastisitas dinyatakan sebagai suatu fungsi dari kekuatan tekan silinder dengan bentuk : √ Dimana : = kekuatan tekan silinder dalam N/mm2 Momen inersia ekivalen dinyatakan sebagai berikut : ( Dimana : = momen retak = momen dimana lendutan diperlukan = momen inersia penampang beton bruto (dengan mengabaikan tulangan) = momen inersia penampang retak yang ditransformasi ke beton ) * ( ) + 4.

ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Nilai yang umum dari faktor tersebut adalah 2 dalam hal peraturan Komite Beton Eropa dan [ ( ⁄ )] dalam peraturan Amerika yang . Penyelesaian-penyelesaian numerik yang timbul mengabaikan pengaruh yang penting terhadap lendutan. Metode modulus efektif memperhitungkan pengaruh pengakuan tulangan tekan atau terus menerus dapat pula dipakai untuk menghitung lendutan jangka panjang pada batang prategang yang retak. suatu pendekatan yang lebih sederhana dipakai dimana lendutan tambahan yang tergantung pada waktu dihitung dengan menerapkan suatu faktor penggandaan yang ditentukan pada lendutan jangka pendek yang disebabkan oleh beban yang terus menerus. Di dalam praktek.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI yang tidak memiliki penyelesaian akhir.

lendutan yang diperbolehkan tergantung dari tipe batang seperti diuraikan dalam tabel 1. tergantung mana yang lebih kecil. kalau harus dipasang lapisan penutup akhir. SYARAT-SYARAT DARI BERBAGAI PERATURAN PRAKTIS Sudah merupakan kebiasaan umum dalam hampir semua peraturan untuk memberikan keamanan terhadap lendutan yang berlebihan dalam keadaan-keadaan batas pelayanan baik secara tak langsung. dengan menentukan suatu lendutan maksimum yang diperkenankan yang dinyatakan sebagai suatu fraksi dari bentangan. Menurut peraturan Amerika (ACI : 318-71). susut.  Lendutan akhir di dalam hal penerapan lapisan penutup permukaan akhir dan pemasangan dinding penyekat.  Lendutan ke atas (Camber) maksimum batang beton prategang pada saat transfer tidak boleh melebihi bentang/300. ataupun secara langsung. Rekomendasi dari peraturan-peraturan India (IS : 1343-1980) dan Inggris (CP 110 : 1971) dalam kaitannya dengan keadaan batas lendutan adalah sebagai berikut :  Lendutan akhir yang meliputi pengaruh-pengaruh rangkak. dengan menetapkan suatu rasio minimum bentangan terhadap tinggi batang yang bersangkutan. ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI 5. dan temperatur tidak boleh melebihi bentang/250. tidak boleh lebih dari bentang/350 atau 20 mm.1.

ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 .1 Lendutan Maksimum yang Diperkenankan Peraturan Perancis membatasi lendutan batang yang memikul dinding pasangan batu dan penyekat sampai bentang/500 yang merupakan pertambahan lendutan total (akibat beban jangka pandang dan terus menerus) terhadap lendutan seketikanakibat berat sendiri.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Tabel 1. Sedangkan peraturan Jerman menetapkan batas-batas perbandingan tinggi/bentang. tergantung pada kondisi tumpuannya.

edisi kelima. edisi kedua. www. N.com www.com ORYZA DEWAYANTI ӏ 080211038 . Krishna Raju “Beton Prategang. Nawy. 1989.wikipedia.STRUKTUR BETON PRATEGANG TEKNIK SIPIL 2012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI REFERENSI :     “Beton Prategang”.google. Sebuah Pendekatan Fundamental”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->