Bahasa Indonesia dan Industri Kreatif Pabrik Kata-kata

OPINI | 18 September 2012 | 17:08 Dibaca: 147 Komentar: 0 Nihil Pulau Bali menawarkan beragam pesona budaya. Organisasi kemasyarakatan Subak yang mengatur sistem pengairan sawah dan sudah diakui oleh UNESCO. Pecalang yang menonjolkan partisipasi masyarakat mengamankan wilayah adatnya secara swadaya. Mepasah membaringkan jenazah di bawah pohon taru menyan tanpa menguburnya. Ragam budaya tersebut identik dan melekat dengan masyarakat Bali. Selain itu, ada pula budaya yang tidak diwariskan secara turuntemurun. Budaya yang tidak berasal dari turun-temurun dicontohkan oleh Pabrik Kata-kata Joger. Salah satu industri kreatif yang kini sudah identik dengan pariwisata Bali. Wisatawan mancanegara atau nusantara memiliki beragam julukan untuk Bali. Bali sebagai pulau Dewata, pulau seribu pura, pulau beragam budaya. Satu yang kini juga sudah identik dengan Bali adalah Pabrik Kata-kata Joger. Belum lengkap rasanya ke Bali tanpa berkunjung dan berbelanja di Joger. Siapa saja yang berwisata ke Bali, maka dia akan minta dibelikan oleh-oleh dari Joger. Menyebut Bali saat ini identik pula menyebut Pabrik Kata-kata Joger. Ciri khas dari produk-produk Joger adalah menonjolkan keunikan dan kelucuan kata-kata. Keusilan mengolah kata-kata dalam produk Joger memunculkan beragam opini. Ada yang merasa lucu, unik, kreatif, namun ada pula beberapa pihak yang dapat tersinggung. Bahasa sebagai instrumen komunikasi menyediakan ruang multi tafsir. Kata-kata yang biasa dapat saja bermakna menghina bagi penutur bahasa yang mempunyai tendensi terhadap suatu situasi. Bahasa, industri kreatif dan gudang estetika kata-kata Industri kreatif di Indonesia mulai mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Instruksi presiden tahun 2009 memutuskan untuk membentuk kementerian tersendiri yang menunjang industri kreatif Indonesia. Memang bidang industri kreatif tidak berdiri sendiri, melainkan digabung dengan bidang pariwisata, sehingga menjadi kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif. Industri kreatif dibagi ke dalam dua bidang, yakni: industri kreatif berbasis seni budaya dan industri kreatif berbasis media, desain serta iptek. Industri kreatif berbasis seni budaya terdiri dari film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, fashion, kerajinan dan kuliner, sedangkan industri kreatif berbasis media, desain serta iptek terdiri dari konten animasi, games, arsitektur dan desain (Pangestu,2012,9). Salah satu industri kreatif yang memunculkan kreator baru secara berkesinambungan adalah bidang fashion. Kreator baru di bidang fashion berawal dan besar di antara komunitas, lalu membesar berkat WoM marketing (Words of Mouth). Pabrik Kata-kata Joger termasuk ke dalam industri kreatif berbasis seni budaya. Joger didirikan oleh Joseph Theodorus Wuliandi pada tahun 1980. Nama Joger sendiri adalah sebuah bentuk terima kasih untuk temannya yang bernama Gerhard Seeger — teman bersekolah ketika di Jerman — yang telah menghadiahkan uang 20 ribu Dollar di pernikahannya, yang sekaligus menjadi modal utama usahanya. Joseph

dan Gerhard, itulah kepanjangan dari Joger. Sekarang Joseph kerap dipanggil Mr. Joger. Sebagai pabrik kata-kata, maka tiap bulan Joger memunculkan kata-kata baru minimal satu. Ide awal produksi kata-kata berasal dari kejadian sehari-hari yang terkadang luput dari pengamatan orang awam. Kelucuan dan keunikan pengolahan kata-kata Joger sudah mulai dari bagian luar. Di bagian luar ada kata-kata: ini tembok Joger, bukan tembok Berlin. Di bawah tulisan tersebut tertera katakata: belanja tidak belanja tetap thank you. Untuk penguatan merek produk-produknya Joger pun mengiklankan dengan cara yang tidak lazim, seperti kata-kata: Joger jelek Bali bagus. Bali baik sejak dulu, Joger jelek baru-baru. Kata-kata di atas kaus oblong Joger pun tetap menampilkan pesan dan keunikan mengolah kata, simak beberapa contoh berikut: 1. cintailah Tuhan tanpa membenci sesama maupun merusak lingkungan hidup. Kalau kita memang benar-benar beragama dan mencintai Tuhan Yang Maha Esa, Maha Baik, Maha pengasih dan Maha Penyayang. Sudah selayaknyalah kita secara berkesinambungan benar-benar mau serta mampu mencintai atau minimal tidak membenci sesama manusia dan juga tidak secara terlalu serakah merusak lingkungan hidup kita yang konon sama-sama kita cintai serta dambakan kelestariannya secara adil dan beradab (Joger 020807, T58) 1. Maaf 1001 maaf! Kami adalah kumpulan orang-orang waras yang merasa tidak punya masalah dan juga tidak suka atau ingin cari maupun bikin masalah dengan siapapun juga. Bagi anda yang mungkin sedang ingin bermasalah, silahkan cari saja orang-orang yang suka bermasalah atau mereka yang memang hobi cari atau bikin masalah (Garing Joger 28112010, T58) 1. Kalau yang pria disebut dewa, berarti yang wanita pasti dewi. Ketika yang betina cumicumi, maka yang jantan pun seharusnya bisa dan boleh cuma-cuma. Ketika yang betina benar-benar kepiting, berarti yang jantan harus ekstra hati-hati, karena bisa saja kepotong. Kalau yang wanita kita sebut selebriti, maka seharusnyalah yang pria kita sebut selebroto. Tapi walaupun sang istri penjahit profesional, sebaiknyalah sang suami tetap tidak merasa berhak atau apalagi wajib mendirikan dirinya penjahat (Humor Khas Joger 03062012) 1. Orang yang malas belajar biasanya waktu ujian akan terpaksa nyontek. Orang yang suka nyontek biasanya akan jadi lebih malas belajar dan orang yang malas belajar otaknyapun kosong. Orang yang otaknya kosong biasanya PDnya rendah. Orang yang yang PDnya rendah biasanya rugi sendiri. Dari sebab itulah saya memilih belajar siang malam agar tidak terpaksa nyontek pagi sore. 1. Sikap berhati-hati adalah lambang kewaspadaan. Curiga adalah lambang kekhawatiran. Makanya, sebelum repot-repot mencurigai atau (apalagi) menuduh orang lain, curigailah diri kita sendiri secara jujur terlebih dahulu (Joger 010102, JR KK 233). 1. Saya paling suka dan bangga pada kombinasi angka 5758 (liMA tuJUh liMA delaPAN) yang bisa berbunyi dan bermaksud MAJU MAPAN. Semoga saja kita semua bisa dan

boleh benar-benar makin lama makin MAJU dan makin MAPAN terus secara sosial, ekonomis maupun secara politis! Iman – Amal – Aman – Amin! (Sugesti Positif Versi Joger, 07052012, TSA). Dari lima contoh tersebut tampak bahwa kata-kata yang ada dalam tiap produk Joger kreatif, unik, lucu dan mengandung pesan moral. Tim kreatif memotret realitas kehidupan, lalu ditampilkan ke atas kaus dengan apik. Kata-kata yang ditampilkan mampu membuat pembaca tersenyum, berpikir dan tersindir. Contoh nomor satu tepat dengan kondisi Indonesia yang masih mengalami beragam tindak kekerasan, karena ada individu yang mencintai Tuhan dengan jalan membenci sesama. Kebencian terhadap sesama yang bermula belum dapat menerima perbedaan. Kekerasan yang terjadi tidak hanya pada tataran antar individu semata, namun kekerasan pun dapat terjadi dari negara terhadap warganegara, karena negara gagal memberikan perlindungan sejumlah hak dasar warga (Desyani, Tempo.com,2012). Contoh nomor dua pun cukup akrab dengan situasi terkini. Konflik dapat berawal dari hal sepele. Terkadang justru salah satu pihak tidak ingin memperpanjang masalah, karena masih menggunakan akal sehat (waras). Konflik vertikal atau horizontal dapat disebabkan oleh memudarnya penggunaan akal sehat dan lebih menonjolkan kekuatan fisik. Mungkin saja pihak yang kerap mencari-cari masalah sedang bermasalah, sehingga mereka tidak dapat hidup tenang, apabila situasi aman dan baik-baik saja. Permainan bahasa tampak dalam contoh nomor ketiga. Kreativitas dalam mengolah kata-kata tampak dalam perubahan dari kata dewa menjadi dewi, kepiting menjadi kepotong, selebriti menjadi selebroto, penjahit menjadi penjahat. Melalui kreativitas yang bersumber dari realitas, maka perubahan kata yang terjadi meskipun hanya beberapa huruf mampu menghadirkan pesona keindahan makna kata. Ada kesan dalam memproduksi kata-kata dilibatkan pula “kegenitan intelektual”, sehingga siapa pun yang membaca akan berkomentar dalam hati, “Kok bisa ya”? Budaya instan dimunculkan dalam contoh keempat. Siswa yang ingin mendapat nilai bagus, namun tidak ingin mengikuti proses yang semestinya. Mencontek di sekolah akan berkembang biak saat sudah dewasa dalam bentuk korupsi. Mencontek kini, korupsi nanti. Cara mujarab untuk terhindar dari budaya mencontek dengan mengikuti proses pembelajaran dengan tekun dan rajin. Sedangkan contoh kelima cukup menyentak kesadaran, karena mengangkat tentang budaya curiga. Curiga tanpa alasan cukup mengkuatirkan, karena dapat menimbulkan fitnah keji. Melalui kata-kata yang ditampilkan di kaus contoh nomor lima sesungguhnya mengajak siapapun yang membaca agar lebih introspeksi diri. Dalam kreativitas kata-kata Joger tampak jelas pesannya, curiga adalah lambang kekhawatiran. Makanya, sebelum repot-repot mencurigai atau (apalagi) menuduh orang lain, curigailah diri kita sendiri secara jujur terlebih dahulu. Contoh terakhir merupakan kata-kata sugesti positif versi Joger. Kemampuan mengolah dan merangkai kata digabung dengan penggunaan akronim dari angka-angka (5758, liMA tuJUh liMA delaPAN). Melalui akronim tersebut dikomunikasikan harapan terhadap Indonesia, yakni MAJU MAPAN. Harapan itu makin diperkuat dengan doa dalam kata-kata, Iman – Amal – Aman – Amin! Doa yang semakin indah, apabila menjelma dalam tindakan. Tiap umat beriman diharapkan berkontribusi melalui amal kebajikan masing-masing, niscaya keadaan Indonesia aman. Tentu saja masyarakat akan mengaminkan dalam hati masing-masing.

Industri kreatif terus melahirkan ide-ide kreasi yang mempunyai nilai jual, keunikan dan daya saing. Pabrik Kata-kata Joger tetap berkibar hingga kini. Toko yang menjual produk-produk Joger tidak pernah sepi dari antrean, karena produk-produk yang dijual tidak pernah sepi dari ide kata-kata kreatif. Bahasa Indonesia berperan sebagai sumber ide kreativitas yang tidak mengenal batas. Lambat laun Joger menjadi identik dengan Bali, sehingga menjelma sebagai salah satu alat promosi pariwisata bagi Bali. Joger tetap antusias diminati, karena keunikannya sebagai pabrik kata-kata dan hanya dapat dibeli di Bali. Kejelian Mr. Joger melihat peluang dalam memproduksi kata-kata sudah mendapat apresiasi yang tinggi dari para konsumen. Daftar Pustaka Desyani, Anggrita. 2012. Kontras: Penyerangan Syiah Indikasi ”Failed State” http://www.tempo.co/read/news/2012/08/27/063425705/Kontras-Penyerangan-Syiah IndikasiFailed-State. diakses pada tanggal 17 September 2012.

Subak (irigasi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

sistem irrigasi subak Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali, Indonesia. Subak ini biasanya memiliki pura yang dinamakan Pura Uluncarik, atau Pura Bedugul, yang khusus dibangun oleh para petani dan diperuntukkan bagi dewi kemakmuran dan kesuburan dewi Sri. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang pemuka adat yang juga adalah seorang petani di Bali. Revolusi hijau telah menyebabkan perubahan pada sistem irigasi ini, dengan adanya varietas padi yang baru dan metode yang baru, para petani harus menanam padi sesering mungkin, dengan mengabaikan kebutuhan petani lainnya. Ini sangatlah berbeda dengan sistem Subak, di mana kebutuhan seluruh petani lebih diutamakan. Metode yang baru pada revolusi hijau menghasilkan pada awalnya hasil yang melimpah, tetapi kemudian diikuti dengan kendalakendala seperti kekurangan air, hama dan polusi akibat pestisida baik di tanah maupun di air.

(en) [2] Akhirnya ditemukan bahwa sistem pengairan sawah secara tradisional sangatlah efektif untuk menanggulangi kendala ini. Subak telah dipelajari oleh Clifford Geertz, sedangkan J. Stephen Lansing telah menarik perhatian umum tentang pentingnya sistem irigasi tradisional. Ia mempelajari pura-pura di Bali, terutama yang diperuntukkan bagi pertanian, yang biasa dilupakan oleh orang asing. Pada tahun 1987 Lansing bekerja sama dengan petani-petani Bali untuk mengembangkan model komputer sistem irigasi Subak. Dengan itu ia membuktikan keefektifan Subak serta pentingnya sistem ini. Pada tahun 2012 ini UNESCO, mengakui Subak (Bali Cultur Landscape), sebagai Situs Warisan Dunia,pada sidang pertama yang berlangsung di Saint Petersburg, Rusia.[1].

Leak
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Untuk Leák (film 1981), lihat: Leák (film 1981). Untuk Leák (Film 2007) lihat: Leák .

Patung Rangda, Ratu para Leak.

Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

Kepercayaan
Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki. Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi di pulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali. Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati. Topeng leak dengan gigi yang tajam dan lidah yang panjang juga kadang-kadang digunakan sebagai hiasan rumah eak adalah seorang manusia yang sedang mempraktekkan ilmu hitam dan memiliki perilaku kanibalisme. Dikatakan bahwa Leak terbang sekitar mencoba mencari seorang wanita hamil untuk menghisap darah bayi atau anak yang baru lahir, untuk melengkapi kemampuan magis nya. Ada tiga Leak legendaris, dua perempuan dan satu laki-laki. Kebocoran dengan keterampilan sihir yang besar dapat berubah menjadi Rangda, ratu ilmu hitam. Leak dikatakan menghantui pemakaman, memakan mayat, memiliki kekuatan untuk mengubah diri menjadi binatang, bahkan dia berbentuk monyet dengan emas atau gigi tikus besar, sebuah bola dari api dan bahkan raksasa gundul. Dikatakan bahwa dia memiliki lidah yang sangat panjang dan taring besar. Di siang hari ia muncul sebagai seorang manusia biasa, tapi pada malam hari kepalanya dan isi perut membebaskan diri dari tubuh mereka dan terbang di sekitar. Musuh yang kuat nya adalah Barong, karakter dalam mitologi Bali. Dia adalah raja dari roh-roh, pemimpin tuan rumah yang baik. Barong dan Rangda ada di urutan alam kosmos dan mewakili Baik dan Jahat. Baik Barong dan Rangda yang disemen dalam legenda Bali. Spoiler:

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenasah kepada kehidupan mendatang. Jenasah diletakkan selayaknya sedang tidur, dan keluarga yang ditinggalkan akan senantiasa beranggapan demikian (tertidur). Tidak ada airmata, karena jenasah secara sementara waktu tidak ada dan akan menjalani reinkarnasa atau menemukan pengistirahatan terakhir di Moksha (bebas dari roda kematian dan reinkarnasi). Hari yang sesuai untuk acara ini selalu didiskusikan dengan orang yang paham. Pada hari ini, tubuh jenasah diletakkan di dalam peti-mati. Peti-mati ini diletakkan di dalam sarcophagus yang menyerupai Lembu atau dalam Wadah berbentuk vihara yang terbuat dari kayu dan kertas. Bentuk lembu atau vihara dibawa ke tempat kremasi melalui suatu prosesi. Prosesi ini tidak berjalan pada satu jalan lurus. Hal ini guna mengacaukan roh jahat dan menjauhkannya dari jenasah. Puncak acara Ngaben adalah pembakaran keluruhan struktur (Lembu atau vihara yang terbuat dari kayu dan kertas), berserta dengan jenasah. Api dibutuhkan untuk membebaskan roh dari tubuh dan memudahkan reinkarnasi. Ngaben tidak senantiasa dilakukan dengan segaera. Untuk anggota kasta yang tinggi, sangatlah wajar untuk melakukan ritual ini dalam waktu 3 hari. Tetapi untuk anggota kasta yang rendah, jenasah terlebih dahulu dikuburkan dan kemudian, biasanya dalam acara kelompok untuk suatu kampung, dikremasikan. Ngaben adalah suatu upacara pembakaran mayat yang dilakukan umat Hindu di Bali, upacara ini dilakukan untuk menyucian roh leluhur orang sudah wafat menuju ketempat peristirahatan terakhir dengan cara melakukan pembakaran jenazah. Dalam diri manusia mempunyai beberapa unsur, dan semua ini digerakan oleh nyawa/roh yang diberikan Sang Pencipta. Saat manusia meninggal, yang ditinggalkan hanya jasad kasarnya saja, sedangkan roh masih ada dan terus kekal sampai akhir jaman. Di saat itu upacara Ngaben ini terjadi sebagai proses penyucian roh saat meninggalkan badan kasar. Kata Ngaben sendiri mempunyai pengertian bekal atau abu yang semua tujuannya mengarah tentang adanya pelepasan terakhir kehidupan manusia. Dalam ajaran Hindu Dewa Brahma mempunyai beberapa ujud selain sebagai Dewa Pencipta Dewa Brahma dipercaya juga mempunyai ujud sebagai Dewa Api. Jadi upacara Ngaben sendiri adalah proses penyucian roh dengan cara dibakar menggunakan api agar bisa dapat kembali ke sang pencipta, api penjelmaan dari Dewa Brahma bisa membakar semua kekotoran yang melekat pada jasad dan roh orang yang telah meningggal. Upacara Ngaben ini dianggap sangat penting bagi umat Hindu di Bali, karena upacara Ngaben merupakan perujudan dari rasa hormat dan sayang dari orang yang ditinggalkan, juga menyangkut status sosial dari keluarga dan orang yang meninggal. Dengan Ngaben, keluarga yang ditinggalkan dapat membebaskan roh/arwah dari perbuatan perbuatan yang pernah dilakukan dunia dan menghantarkannya menuju surga abadi dan kembali berenkarnasi lagi dalam wujud yang berbeda.

Ngaben dilakukan dengan beberapa rangkaian upacara, terdiri dari berbagai rupa sesajen dengan tidak lupa dibubuhi simbol-simbol layaknya ritual lain yang sering dilakukan umat Hindu di Bali. Upacara Ngaben biasa nya dilalukan secara besar besaran, ini semua memerlukan waktu yang lama, tenaga yang banyak dan juga biaya yang tidak sedikit dan bisa mengakibatkan Ngaben sering dilakukan dalam waktu yang lama setelah kematian. Pada masa sekarang ini masyarakat Hindu di Bali sering melakukan Ngaben secara massal / bersama, untuk meghemat biaya yang ada, dimana Jasad orang yang meninggal untuk sementara dikebumikan terlebih dahulu sampai biaya mencukupi baru di laksanakan, namun bagi orang dan keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya, untuk sementara waktu jasad disemayamkan di rumah, sambil menunggu waktu yang baik. Ada anggapan kurang baik bila penyimpanan jasad terlalu lama di rumah, karena roh orang yang meninggal tersebut menjadi bingung dan tidak tenang, dia merasa berada hidup diantara 2 alam dan selalu ingin cepat dibebaskan. Pelaksanaan Ngaben itu sendiri harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan pendeta untuk menetapkankan kapan hari baik untuk dilakukannya upacara. Sambil menunggu hari baik yang akan ditetapkan, biasanya pihak keluarga dan dibantu masyarakat beramai ramai melakukan Persiapan tempat mayat ( bade/keranda ) dan replica berbentuk lembu yang terbuat dari bambu, kayu, kertas warna-warni, yang nantinya untuk tempat pembakaran mayat tersebut. Dipagi harinyasaatupacara ini dilaksanakan, seluruh keluargadanmasyarakat akan berkumpul mempersiapkan upacara. Sebelum upacara dilaksanakan Jasad terlebih dahulu dibersihkan/dimandikan, Proses pelaksaaan pemandian di pimpin oleh seorang Pendeta atau orang dari golongan kasta Bramana. Setelah proses pemandian selesai , mayat dirias dengan mengenakan pakaian baju adat Bali, lalu semua anggota keluarga berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dan diiringi doa semoga arwah yang diupacarai memperoleh kedamaian dan berada di tempat yang lebih baik. Mayat yang sudah dimandikan dan mengenakan pakaian tersebut diletakan di dalam“Bade/keranda” lalu di usung secara beramai-ramai, seluruh anggota keluarga dan masyarakat berbarisdidepan “Bade/keranda”. Selama dalam perjalanan menuju tempat upacara Ngabentersebut, bila terdapat persimpangan atau pertigaan, Bade/keranda akan diputar putar sebanyak tiga kali, ini dipercaya agar si arwah bingung dan tidak kembali lagi ,dalam pelepasan jenazah tidak ada isak tangis, tidak baik untuk jenazah tersebut, seakan tidak rela atas kepergiannya.Arak arakan yang menghantar kepergian jenazah diiringi bunyi gamelan,kidung suci.Pada sisi depan dan belakang Bade/keranda yang di usung terdapat kain putih yang mempunyai makna sebagai jembatan penghubung bagi sang arwah untuk dapat sampai ketempat asalnya. Setelah sampai dilokasi kuburan atau tempat pembakaran yang sudah disiapkan, mayat di masukan/diletakan diatas/didalam “Replica berbentuk Lembu“ yang sudah disiapkan dengan terlebih dahulu pendeta atau seorang dari kasta Brahmana membacakan mantra dan doa, lalu upacara Ngaben dilaksanakan, kemudian “Lembu” dibakar sampai menjadi abu. Sisa abu dari

pembakaran mayat tersebut dimasukan kedalam buah kelapa gading lalu kemudian di larungkan/dihayutkan ke laut atau sungai yang dianggap suci. Dari pemamaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Ngaben adalah upacara pembakaran mayat di Bali yang saat disakralkan dan diagungkan, upacara ini adalah ungkapan rasa hormat yang ditujukan untuk orang yang sudah meninggal. Upacara ini selalu dilakukan secara besar besar dan meriah, tidak semua umat Hindu di Bali dapat melaksanakannya karena memerlukan biaya yang tidak sedikit. Semua yang berasal dari sang pencipta pada masanya akan kembali lagi dan semua itu harus diyakini dan ihklaskan. Manusia di lahirkan dan kemudian meninggal itu semua erat berhubungan dengan amal perbuatannya selama di dunia.

Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Ngaben Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Joseph Theodorus Wulianadi – Pemilik Joger (Pabrik Kata-kata)
Saya mulai buka usaha pabrik kata-kata sekitar tahun 1980-an. Sebelumnya saya sempat menjadi pemandu turis karena latar belakang pendidikan saya adalah perhotelan. Dari sinilah ide awal pabrik kata-kata muncul. Untuk menjadi pemandu turis di Bali, harus ahli berbahasa Inggris. Dan orang sekarang malah dianjurkan bisa berbahasa Inggris; akibatnya sebagian masyarakat tidak memperdulikan bahasa sendiri. Saya melihat celah bisnis dalam masalah bahasa ini. Dengan mengolah bahasa Indonesia menjadi industri.
Dalam hal ini memang dibutuhkan keahlian mengolah kata-kata menjadi kalimat yang indah dan lucu, tapi tidak melanggar etika dan tata bahasa Indonesia. Bisa lihat di kartu nama saya. Bila orang mempunyai satu kartu nama, saya mempunyai empat kartu nama. Semuanya bertuliskan kalimat-kalimat yang enak dibaca dan didengar. Misalnya, kartu nama pertama bertuliskan, Mr. Joger, BAA & BSS (Bukan Apa-Apa dan Bukan Siapa-Siapa), hanya sekadar pendiri Joger dan pencetus filosofi Garing. Bersedia melawan arus yang tidak benar, tapi juga bersedia ikut arus atau bahkan menjadi arus yang benar-benar maslahat. Kartu nama kedua berbunyi, Mr, Joger, BAA & BSS, hanya pendiri Joger dan pencetus filosofi Garing, karena ketika saya pikir diri saya kreatif ternyata saya inovatif. Ketika saya pikir diri saya produktif ternyata produktivitas saya sangat tergantung pada banyak orang dan alatalat. Ketika saya pikir diri saya kaya, ternyata banyak orang miskin yang belum sanggup saya bantu. Dan ketika saya pikir saya kuat, ternyata mengatur nafsu sendiri saja kewalahan?Ketiga Mr. Joger, BAA & BSS, hanya sekadar pendiri Joger dan pencetus filosofi Garing yang tidak mau dan juga kebetulan tidak mampu untuk ikut berpolitik atau memperebutkan kedudukan maupun kekuasaan politik. Merah putih adalah bendera kebangg (s) aan saya. Untuk kartu nama selanjutnya bisa baca sendiri. Ini hanya sekadar kartu nama, yang bila mau direnungkan bisa juga bermanfaat untuk kehidupan. Tak jauh beda dengan pengusaha lain, dalam mengembangkan usaha pasti ada rintangan. Lima belas tahun lalu saya diusir masyarakat karena dianggap gila. Sekarang mereka yang tergila-gila pada saya melihat hasil produksi kata-kata saya. Orang kadang tidak sadar bahwa perasaan itu lebih kuat dari kenyataan. Terus tahun 1994 saya dikatakan sebagai orang yang melecehkan bahasa Indonesia. Namun tahun 2000 saya mendapat penghargaan Adi Nugraha. Hanya dua orang yang mendapat penghargaan, pertama saya, kedua Pia Alisyahbana. Sepintas memang bisa sesak nafas bila mendengarkan omongan-omongan saya, namun bila diperhatikan secara mendalam, pasti akan terkagum-kagum.Karena usaha saya menjual kata-kata, saya harus ahli mengolah kata yang akan digoreskan di baju dan pernik-pernik. Salah satunya, “mau mendapatkan surga di dunia carilah istri seperti wanita Cina yang ahli memasak, setia dan hormat pada suami seperti wanita Jepang, kemudian ahli

bergoyang di tempat tidur seperti wanita malam”. Dalam mencari ide kata-kata, tidak perlu semedi atau meditasi. Bagi saya semua yang ada di alam ini adalah sumber inspirasi, bertemu dengan orang saja bisa menjadi bahan kata-kata. Menajemen yang saya pakai adalah sistem kekeluargaan. Di mana tidak ada jarak antara atasan dan bawahan. Semuanya sama, karena kita sudah satu keluarga. Bahkan di sini tidak ada yang namanya karyawan. Yang ada hanya anak buah. Beda anak buah dengan karyawan terletak pada pola interaksi di mana antara atasan dan bawahan sama saja. Bukan berarti saya tidak pernah marah bila ada anak buah yang salah. Bisa marah tapi dalam rangka mencintai bukan membenci anak buah. Ini perbedaan saya dengan pengusaha lain. Aturan yang saya buat boleh dilanggar asal bisa mempertanggungjawabkan. Undang-undang fungsinya untuk mengatur bukan untuk menganjurkan. Contohnya, dilarang tidur sewaktu bekerja, bukan berarti tidak boleh tidur. Boleh tidur dengan syarat minta ijin terlebih dulu. Dulu saya pernah kemalingan. Selidik punya selidik, ternyata pencurinya anak buah saya sendiri. Tapi mereka tidak saya pecat. Saya nasehati saja. Saya katakan pada mereka, bila mau mencuri sebaiknya minta ijin terlebih dulu. Dari dulu kan sudah saya bilang, bila mau melanggar aturan harus minta ijin. Kalau sudah minta ijin dia tidak akan mencuri.Dalam mencari anak buah, saya juga berbeda dengan pengusaha lain. Orang yang sudah berpengalaman negatif dengan pekerjaannya, misalnya sopir, saya mencari sopir yang pernah tabrakan. Kalau sudah pernah tabrakan, dia pasti akan hati-hati karena mengetahui betapa sakitnya tabrakan, dan dia pasti tidak akan menabrakkan mobil saya. Bisnis bagi saya adalah bagaimana caranya “menipu” konsumen secara baik-baik, sehingga mereka merasa senang dan merasa tidak ditipu, dan datang lagi minta ditipu secara berkesinambungan. Marketing yang andal adalah orang yang sudah bisa mempengaruhi jiwa konsumen. Bukan lagi hanya kantongnya, sehingga orang tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Kunci keberhasilan adalah kejujuran yang mengandung itikad baik. Dalam berusaha saya tidak selalu memikirkan untung. Keuntungan hanya membuat kita kaya secara meteri, namun tidak secara batin. Untuk apa kaya kalau tidak bahagia? Bukan berarti saya menganjurkan miskin. Akan lebih rugi bila sudah miskin tidak bahagia. Jadi tujuan hidup bukan miskin atau kaya, tapi bahagia.Yang disebut bahagia adalah orang yang bisa berkarya untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk masyarakat. Kalau mau kaya, usahakan jangan sampai orang lain menjadi miskin karenanya. Saya mempunyai filosofi, “lebih baik sedikit tetapi cukup daripada banyak tetapi kurang.” Miskin di sini saya artikan adalah cukup. Kalau sudah merasa sudah cukup, untuk apa memikirkan banyak?Dalam hidup saya memakai sistem kompromi. Separuh untuk nafkah separuh lagi untuk kehidupan. Karena mencari nafkah itu belum tentu hidup. Apabila sudah bisa menikmati hidup, barulah namanya hidup. Hidup itu sebenarnya mudah karena Tuhan Maha Baik, Dia akan memberikan segala yang diminta hambanya. Manusia itu sering berbicara bahwa Tuhan Maha Tahu tapi mereka sok. Tuhan Maha Kuasa tapi kita sok kuasa akhirnya kita tidak mau rendah hati. Sebetulnya, kalau rendah hati, hidup ini jadi indah. Selain mengelola Joger, saya juga sering menjadi pembicara di seminar-seminar. Saya sering mengungkapkan, kembangkanlah diri kalau mau percaya diri. Tapi sebelum mengembangkan diri, harus tahu diri. Jadi intinya adalah tahu diri, setelah itu percaya diri. Bagaimana bisa berusaha, bila tidak percaya diri dan tidak bisa mengembangkan diri?Ada tiga bagian yang bisa diambil bila mau terjun dalam bisnis. Pertama, menjadi pelopor. Kedua, menjadi terbaik kalau tidak bisa menjadi pelopor. Bila tidak bisa menjadi pelopor dan terbaik, jadilah yang ketiga. Karena yang ketiga sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan Joger. Joger mengambil nomor tiga, karena setelah Joger tidak ada lagi usaha seperti Joger. Dalam mengelola Joger, saya mempunyai tim. Pertama, pengumpul kata-kata dari semesta alam. Kedua, editor, yang mengedit kata-kata yang panjang menjadi pendek, dan yang buruk menjadi indah. Ketiga, desain grafis dan keempat, kritikus, mengkritik sebelum dicetak, biar tidak bertentangan dengan moral. Semunya itu ada dalam diri saya sendiri. Saya termasuk pengusaha yang mau menerima pesanan, dalam arti, bila ada konsumen yang tertarik pada produk Joger, mereka harus membeli langsung dan menerima apa adanya. Dan tidak bisa memesan, sesuai dengan kehendak konsumen. (www.memagz.com)

Kecak (pelafalan: /'ke.tʃak/, secara kasar "KEH-chahk", pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack), adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang

duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar[1], melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.[rujukan?] Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.[rujukan?] Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Balinya.[rujukan?]
Why the Sea Is Salty Hundreds of years ago there was a king who had a very unusual stone hand mill. Itlooked like any other stone hand mill but it had special powers. All one had to do was saywhat one wanted and turn it and out would come what had been requested. If gold wasrequested, gold would come out. If rice was requested, rice would come out. Whatever was requested, the small hand mill would produce it.A thief made up his mind to steal the hand mill because once he had heard of it hecouldn't get it out of his mind. For days and days he thought about how to steal it but hecould not come up with a plan.Then one day he dressed like a scholar and visited a court official who had access to theroyal palace. They chatted about this and that and finally the thief said, "I heard that theKing buried his strange hand mill in the ground because he doesn't trust his ministers.""What's that? The King doesn't trust his ministers? Where did you hear such talk?""That's what they say in the countryside," said the thief, happy he had sparked the man'sinterest. "They say the King dug a deep hole and buried the hand mill because he is soafraid that someone will steal it.""That's nonsense!" said the official. "The King's hand mill is beside the lotus pond in theinner court.""Oh, is that so?" said the thief, trying to control his excitement."No one would dare try to steal the King's hand mill," said tht official. "Who would eventhink of trying when the thing is lying right beside the lotus pond where there is alwayslots of people coming and going."The thief was so excited that all he could say was "Yes" and "That's right" until he wasable to leave.For many days the thief studied the situation. Then one very dark night, he climbed the palace wall and stole the hand mill from beside the lotus pond.

He was brimming with pride and confidence as he made his way back to the wall. Butonce outside the palace, he was overcome with fear of being discovered. His heartskipped a beat every time he met someone on the street. He decided to steal a boat and goto his hometown to hide because he knew that once the theft was discovered, everyone inthe city and on the roads would be questioned.Once at sea the thief lay back against the bow of the boat and laughed. Then he began tosing and dance as he thought about how rich he was going to be. Then he thought aboutwhat to request from the hand mill. He did not want to ask for something common andeasy to obtain."Salt! Salt!" he suddenly shouted. "I'll ask for salt! Everyone needs salt. I can sell it and become a rich man. I'll be tht richest man in the country."He fell down on his knees and began turning the hand mill, singing as he did, Salt! Salt!Make some salt! Then he began dancing and singing about being a rich man.And the hand mill kept turning and turning. Salt spilled over the sides of the small boat but the thief just kept dancing and singing and laughing, all the time thinking about the big house he was going to have and the numerous servants who would serve him lavishmeals.Finally the boat was so full of salt that it sank to the bottom of the sea. And, since no onehas ever told the hand mill to stop, it is still turning and making salt, which is why the sea