SUPERNOVA
Episode: AKAR ebook by breaksme@gmail.com

DEE

izinkanlah sekali lagi kami menegaskan: Supernova memang Novel Serial DARI SONONYA! Nggak percaya? Tanya sama Pak Marwoto dari Majenang! Bagaimana tidak lelah? Sampai hari ini.l) I. Hartanto Foto Ferry Tan Penerbit Truedee Books Distribusi dan Pemasaran BARK Communication Jl. kami sudah capek dan lelah. kami mengikatkan diri dengan Dee dalam kontrak sehidup semati untuk terus menerbitkan novel serial Supernovanya. kami AB negatif. E.jil. YA. Jadi. Hanya dimiliki orang-orang keren pilihan. plus sinisme seputar 'sekuel' yang dianggap formula basi. Jempol kami masing-masing ditusuk lalu dicap ke kertas. HA HA HA.com Katalog Dalam Terbitan Dee Supernova / Dee.Jakarta : Bark Communications. katanya. Jujur saja. KAMI BAHAGIA SEKALI. BER BA HA GIA.net Cetakan I : November 2002 ebook by breaksme@gmail. . masih saja ada orang-orang berkeliaran yang memanggil Dee dengan pelafalan 'De'. Demi Semesta Alam Raya. LUAR BIASA. Episode akar. ISBN 979-97221-0-1 (no.net e-mail: cs@truedee. izinkanlah kami menstimulasi otak Anda dengan satu teka-teki rumit pasca-Einstein: Kenapa Supernova | iii ii | Supernova . Napitupulu Desainer Sampul Adit Bujubunenglabuset Ilustrator Tokoh Dune Rahmaguna Ilustrator Simbol R. Judul. . Bagaimana tidak capek? Selama setahun belakangan kami sibuk menangkisi pertanyaan-pertanyaan soal 'kenapa ada episode 2?'. 2002/ 220 hlm. kami sesungguhnya sangat berbahagia. Barangkali itu memang sudah takdir kami. Dengan bodohnya. Dee hasilnya B. 21 cm Isi : 1./fax: 021-5734062 http://www.SUPERNOVA E p i s o d e : AKAR © 2002 Dee / BArK Communications Cuap-cuap Penerbit Srudooks kembali Menyerudooks! Penyunting dan Tata Letak Erwinthon P. buat apa dulu kami menulis cuap-cuap empat halaman kalau ternyata tidak dibaca? Sekadar info tambahan: kami berkaul akan menggunduli kepala sampai licin kalau masih menemukan orang yang menyebut 'De'e'! Namun. Sangat jarang.lengkap) ISBN 929-97221-1-X (jil. BENAR-BENAR BAHAGIA. Sebelum dilanjutkan. Pakai sumpah darah segala. Tulodong Bawah IV (lama) no 18 Jakarta 12190 tel.truedee. di luar dari keluh kesah di atas.

Subhan Goti. editor saya yang teliti dan membangun (semoga Cupid akan menembakkan panah ekstra untuk perempuan-perempuan di luar sana). Namun setidaknya. Aditya. teman kerja. semua orang di BArK: Aries. Markhaban. Telah kami siapkan aneka format. Sunardi. Sebagai penulis. Tapi. Sentot. situs kami pindah ke www. Salah satunya. Anastasia. Sahabat. Dan mereka adalah bagian tak terpisahkan dari cerita ini. jangan sedih. yah. Sebagai karakter. ia mencoba berkata-kata. untuk dedikasi dan kesetiaan selama ini. jadi. keempat tokoh saya akan memiliki daftar terima kasih sendiri. Pak Nasrul.truedee. dan Alfa. Sebutir debu di tengah Sahara yang berbisik halus nyaris tak terdengar. Dan semoga ini ada gunanya. (Tertawalah puas-puas. begitu. Yeni Sumyati. Saya tidak datang sendiri. mulai dari yang dipajang di dompet sampai poster antiair yang aman Anda pajang di kamar mandi. plus motornya yang ganteng. yang bahkan belum maksimal tergali. jangan bikin hati ini hancur dengan menjadi waras. Heh heh (ketawa asem). Kami akan bernegosiasi di cetakan berikutnya. Ya. empat tokoh jagoan baru memiliki WAJAH! Aww! Nggak kuwat! Bagi Anda. yang saya miliki adalah rasa. melainkan beramai-ramai. Sahabat terbaik dan teman riset. Terpaksa. saya dan keempat tokoh saya: Bodhi. Elektra. Bayangkan! Supernova tanpa footnote!. Zarah. Tapi. Tapi. nggak ngaruh. Khususnya di episode kedua ini. dan otak. Terima kasih saya untuk Sahat Siagian dan Muna Panggabean. Efektif untuk menangkal bau. kami tidak bisa menulis terlalu panjang.Cuap-cuap Penerbit kambing lebih bau dari manusia? (silakan berpikir. Selamat menikmati episode AKAR! Selamat mengalami Bodhi! Bye-bye Ngam-bye! Srudooks. James Erlangga. sumber ide kapitalistis Supernova \ v Jawaban teka-teki: Karena kambing keleknya empat. Dewi. ucapan terima kasih berikut ini cukup dan tidak luput. untuk sudut pandang 'dimensi keempat'-nya yang memberi warna pada buku ini. Dengan pengawasan hiperketat dari tim produksi. Oh! Amboi! Kemudian. Nani Buntarian. Yasep "Joshep" Setiakarnawijaya. barangkali biasa saja. Keluarkan saja air mata. Tanto. dasarnya udah keren. Teple. bakat-bakat yang menyejukkan hati. yah. Dune. Erwinthon Napitupulu. Jangan ditahan-tahan. Selera humor kami memang sangat fantastis) iv | Supernova . Ketika saya sadar bahwa tulisan ini hanyalah renik dari Hidup yang sesungguhnya. Cuap-cuap tak berguna kami. Cuap-cuap Penulis Tibalah saya pada bagian tersulit: menulis kata pengantar. Rudy Ramawy. maka semua kata menguap lenyap. gitulah. Kami berbahagia karena begitu banyak inovasi yang disuguhkan oleh episode kedua ini.net. berutang budi kepada banyak manusia. jawaban akan kami berikan di bagian akhir) Kembali lagi. karena lupa bayar. Demikianlah. bagi kami ini adalah gelagat Dee akan merestui penampakan wajah kami ke hadapan Anda semua. dotcom kami lenyap dibeli perusahaan Hongkong yang berpikir bahwa nama 'truedee' akan memberi mereka hokki. tidak ada footnote di buku ini. Lalu. hingga saya hanya bisa berharap.

Banyak di antaranya sudah tersebut. Sungguh saya beruntung. Adrianto. adik. Hagi Hagoromo. the man with a thousand senses. Mereka yang tetap indah. Semua pembaca draft awal yang masukannya telah memberikan refleksi bagi saya melangkah: Ian Simangunsong. saya bahagia Supernova bisa menjadi awal dari banyak pertemuan bermakna. karena telah menjadi manusia luar biasa dengan petualangan superinspiratif. Rhenald Kasali. kecemerlangan yang sudah waktunya meledak. Karena mereka semua. dan segala ide kami yang akan lahir bersama. Hikmat Darmawan. Terakhir. yang tahu tanpa perlu disebut namanya satu per satu. Vira Munaf. manusia berbakat yang terkadang begitu mencengangkan hingga bikin sesak napas. kecuali Takashi Ichiki yang sudah siap berbarter dengan cerutu Kuba dan sebotol anggur Orang Tua ©. Semoga. Ge ge saya yang hilang. Semoga kalian mengerti betapa bernilainya ini semua. for just being there with his enormous and contagious energy. Terima kasih saya untuk mereka yang telah membantu proses penyelesaian buku ini (baik yang disadari atau tidak): Riko Prayitno. anjingku sayang. Ewink. Astri "Imel" Rosalin. Nirwan Arsuka.Cuap-cuap Penulis Cuap-cuap Penulis yang mencerahkan. Mereka. Tertawalah. Teman-teman. plus mereka-mereka yang tak terdaftar tapi ikut membaca draft (dan saya harap: STOP penyebaran draft! Detik ini juga! ©). kala ada maupun tiada. sahabat-sahabat saya. Bagus Takwin. Tati Suherwati. Sobat-sobat di Truedee List dan (ex)Truedee. telah saya curi sekelumit misteriMu. Daniel Ziv. Arina "Dede" Epiphania.com -D- v i | Supernova Supernova \ vii . teman hidup. yang kontribusinya tetap terasa hingga kini. Kepada Hidup yang telah memberi terlalu banyak dari yang saya layak terima. Budi Dalton. Rayhan.com. ingin saya ekstraksikan kalian semua ke dalam satu tablet isap abadi. Ki Dyoti. Untuk kemudian saya emut tablet itu sepanjang masa. Blizzard. Semua teman pers yang mendukung sejak awal terbitnya Supernova. Zeus. ebook by breaksme@gmail. kamu ada dan selalu ada. Semua sponsor yang kelak membantu (saat cuap-cuap ini ditulis. tapi lebih banyak lagi yang belum. John Kurnianto. saya merasa begitu kaya di usia muda. Adrian Darmono. Mereka yang selalu membuat saya tersenyum. Ifa Hanifah. Tak terlupakan pula rekan-rekan kerja Truedee Books di masa lalu. Fitri. Ferry Tan. Makhluk-makhluk yang paling saya sayangi di muka Bumi: Ayahanda Yohan Simangunsong. berhubung jumlahnya banyak. pelita emas yang berhati emas. tim marketing masih berjuang). Key Mangunsong. Pak Fuad Hassan. Hasief Ardiasyah. Alex SF. Richard Oh. Ibunda Tiurlan Siagian (aim). Karena keindahan-Mu tak tersentuh bahasa. dan saya kembalikan dalam bentuk buku ini. Terimalah. Triny Tresnawulan di UNPAR yang telah mengerahkan pasukannya. The Dream Team: Ian & Ike & Rey & Arel. Mereka adalah harta karun pemberian Tuhan yang diberikan di awal perjalanan hidup.

Keping 36 . Georgy himself. Jeremy Wagstaff. Arian13. Bimbom . Guy Sharett.BMG Indonesia. Gardina. Jimmy Yuktipada. Freddy Yusuf. Alejandro "Chando" Gonzales. Adel Amin. Ouk Sophoin. Utu. Ignacio Sainz. Mom Ravin. Jeroen Hehuwat. Richard Oh. Ario Arbol Ferri Barreto. Venta . Patricia Jean Hammer. Juanita Darmono. Anthony S. Jean Claude Le Cardinal.Daftar Isi Cuap-cuap Penerbit Cuap-cuap Penulis Daftar Isi Keping 34 .Lucky Tattoo.Akar BODHI berterima kasih pada: Budi Dalton. Daniel Ziv.Selamat Menjadi: S GIO berterima kasih pada: Tri Windiarti.BMU Indonesia. Josh Kreger.Kabut Tak Tergenggam Keping 35 . Meiryo Rosalina. the Alan Parsons Project. Viii | Supernova . Edy Khemod. Untung . Desi "Chi" Budiyanti. Nong Sakai.

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada Ajarkan aku. Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu. Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi Tunggu aku. (catatan pada satu malam dingin hingga masuk angin) .

Dan ia percaya kini. telah terpetik. Lebih dua gelas. Chicha—minuman alkohol rakyat—dibagikan cuma-cuma. Setelah 35 hari matanya eksklusif memandang hijau tanaman. Dawai terakhirnya. Warna-warna. dan seperangkat alat tabuh. Hati dapat berdenting membentuk harmoni mayor sempurna yang manis di kuping. putih buih sungai. semua hiruk-pikuk tadi jadi semerdu simfoni Debussy. Kita tak pernah menyadari ketidaklengkapan hingga bersua dengan kepingan diri yang tersesat dalam ruang waktu. Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata. yang berbunyi tipis tinggi tetapi menggenapi.com Kini ia percaya. quena. sementara beberapa drum band dengan alat musik charango.KEPING 34 Kabut Tak Tergenggam ebook by breaksme@gmail. Puluhan orang—perempuan-perempuan dalam chola terbaik mereka dengan warna semencolok mungkin—menari cueca dijalan. memainkan lagulagu berbeda pada saat yang bersamaan. Gio keluar dari Amazon dan tiba di Vallegrande pada saat yang tepat. tanpa perlu buka suara atau memetik gitar. dan biru langit yang terbentang xii | Supernova Kabut Tak Tergenggam \ 1 .

Paulo—yang berdomisili di Peru—sudah lima bulan tidak mengunjungi ibunya dan diancam tidak dianggap anak lagi. dengan asumsi ibunya bakalan lebih lunak di hadapan tamu." tangkisnya santai. ia berkewarganegaraan Indonesia dengan darah campur aduk. "Ah! Tinggalkan saja kalau begitu! Banyak senorita cantik di sini!" dumel Chaska sambil menyalakan mesin mobil. Pada kehidupan sekarang. Hanya saja. yang mengajak Gio untuk mampir ke Vallegrande demi menemui Chaska setelah mereka keluar dari Taman Nasional Amboro. "Qhari wawa!! Anakku!!" teriaknya sambil mendekap kuat-kuat hingga Gio terbatuk kecil. Tidak di Indonesia. Mamd. Seharusnya Paulo menyesal telah mengajaknya waktu itu. Hawa Amerika Selatan merupakan kendali jarak jauh yang membangkitkan jejak sejumlah arwah dalam dirinya. Tinggal menunggu jatuh. Namun. sahabatnya." Gio terbahak lepas. Satu kota ini tengah merayakan Fiesta de La Cruz demi mengenang salib Kristus di Golgota.tanpa pucuk bangunan. barangkali ia tak akan pernah melepaskan diri dari magnet Mangkok Amazon. pie isi daging Llama. Setiap kali mereka bertemu. Adalah Paulo. Delapan tahun yang lalu. tapi anak tiri. yang tinggal di kota kecil Vallegrande. Perjalanan yang melelahkan dengan folta dari Santa Cruz. Dan—lepas dari tema sucinya—orang-orang Bolivia ini benar-benar tahu cara berpesta. Dan ia juga sudah kecanduan empanadas saltenas buatan Chaska. Kabut Tak Tergenggam | 3 2 | Supernova . Entah pada siapa. Di sisi lain. Chaska Pumachua adalah wanita Quechua asal Huaraz. itu selalu menjadi pertanyaan kedua Chaska setelah 'apa kabar'. karena ancaman-ancaman yang dulu jadi jatah Paulo kini menjadi jatahnya. Gio juga kecipratan sial. Tinggi Chaska cuma sedagunya. Cuma tiga hari di Vallegrande. Gio sudah merebut total hati Chaska. Chaska menjemput dengan truk biru uzurnya. Tak peduli dunia bilang apa. baru ia injakkan lagi kaki ke peradaban dan melihat warna-warna celupan manusia. Kekuatan pelukan itu tak bisa diremehkan. Gara-gara lebih ngeri akan ancaman yang kedua—menurut Paulo. Roknya yang bertumpuk—membuat ukuran badannya seakan dua kali lebih besar—semakin merepotkannya untuk masuk ke belakang kemudi." jawab Gio sambil menghabiskan sisa batuknya. yang menggilasi jalan penuh percaya diri. Dia perempuan modern. Gio bertemu dengannya sejak pertama mengunjungi Bolivia. Kalau saja tidak kepalang janji mengunjungi seseorang di kota ini. Barulah saat berhadapan langsung dengan Chaska. Gio pun tersenyum. Gio menyimpan secuil iman bahwa pada kehidupan lalu dirinya adalah seorang Inca. orang tuanya sudah menyerah bertahun-tahun yang lalu. "Kamu terlalu banyak melamun di pinggir sungai. Sejak dua hari lalu. Gio mendaratkan kakinya di Vallegrande. Gio tersadar akan perasaan rindu yang telah lama bertengger di tebing hati. sama seperti anak kecil yang beriman Sinterklas ada. Paulo memang tetap dianggap anak. "Kapan kamu menikah? Mama-mu ini sudah kepingin jadi nenek. mi hijo? Kamu sehat-sehat?" "Lebih sehat begitu sampai di sini. dengan badan satu setengah kali lebih lebar. hingga lama-lama terdengar seperti lelucon di kupingnya. Mamd. "Como estas. ibu Tionghoa dan ayah Indo-Portugal. tidak di Bolivia. ia selalu dikejar-kejar pertanyaan sama. Lain dengan Chaska yang terlalu keras kepala untuk jadi jera. pie buatan ibunya itulah juara dunia—ia memohon-mohon pada Gio agar ikut berangkat ke Vallegrande dari Samaipata. plus berhenti dimasakkan empanadas saltenas. Peru. Di terminal. "Pacar saya ogah diajak menikah cepat-cepat.

Saat itu. "Perdon? Mo dice? Lo siento. gampang dibohongi perempuan. Sejak itu. Tersenyum. senor?" Gio tersentak. laki-laki itu mendatanginya dan berkata: Hidupmu ada di urat Bumi. senor. kok." timpalnya sedikit bingung." Gio menyambut dan langsung menenggak. senor. Gio ikut tertawa. Lewat kayuhan dayung. Entah pada siapa. Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak bcrwadak. Perjalanannya ke Bolivia kali ini merupakan kala keenam Gio mengunjungi Rio Tuichi. Dan Gio melakukan kedua-duanya 4 I Supernova lama sering. Setelah bertolak dari Desa San Jose de Uchupiamonas nan senyap. Selalu kembali ke buih. sungai yang diarungi membuat seseorang bertambah kuat. "Chicha. Barangkali. Tapi kita tetap harus menikmati hidup! Ha-ha-ha!" ia tertawa. Diarunginya perasaan itu tanpa lelah seperti menaklukkan jeram-jeram. pero esfoy bien. Sekilas hanya tampak segaris tipis bibir kecokelatan dan deretan gigi depan yang putih. sorot mata Gio membentur peta yang ia genggam dan seketika pula dirinya mengerti. vale. atau terawangan mata belaka. demi menatapi gulungan kabut pekat yang mencium wajah sungai pada malam hari. Karena. Lenyap dalam serat udara yang tersisir larik-larik sinar bulan. menyusuri urat-urat Bumi. Kepalanya menoleh ke belakang seolah memastikan sesuatu dan terburu-buru ia berkata. Gio terkekeh. Dan entah kenapa. tepat dalam jantung Taman Nasional Madidi yang melingkup dari Andes sampai Amazon. "Ha-ha-ha . Midnight Mist. kecintaan itulah yang dilihat seorang pemandu tua di tepian Sungai Yuat. "Kehilangan seseorang yang kita cinta memang tidak pernah gampang. Dengan sederhana dan tak banyak tanya. tak ada yang dapat menariknya pergi bila sudah duduk diam memandangi kabut malam menciumi wajah sungai. ia pun masih memilih tinggal dulu di Rurrenabaque. "Kamu jadi terlalu romantis. Papua Nugini. Namun orang yang dicintainya hadir serupa kabut. tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu. Chaska pernah berbisik padanya.Chawpi Tuta. tak ada bedanya. Chaska tak pernah mengerti itu. Seorang pria dengan montera—sejenis topi kain—merah menyala tahu-tahu menyorongkannya chicha." pria itu mengangguk-angguk. tapi sungai yang dipandangi cuma akan melemahkan hati." laki-laki itu menyela lebih gesit. Setengah wajahnya tertutup bayangan topinya sendiri. bertahun-tahun Gio mencintai satu orang yang sama. saat Gio menghadiahi dirinya sendiri arung jeram kelas 5 pertama di luar Indonesia. "kamu hanya perlu tahu. Gio berhenti minum." lanjutnya lagi. "Gracias." Dengan gerakan cepat. Saya baik-baik saja. Detik berikut. dua belas tahun lalu. . tak pernah berhenti ia mengendarai buih. Gio selalu memilih untuk tetap memandangi. Paulo yang pertama kali memberinya julukan itu: Chawpi Tuta. ." lanjutnya." Dalam volume rendah yang diperuntukkan bagi telinganya sendiri. "Hatimu memang sedang berduka. "Akan Kabut Tak Tergenggam | 5 . ia menenggak tandas chica di tangannya. Pria itu tersenyum puas melihat suguhannya disambut baik. Ada dan tiada seperti kabut malam yang tak tergenggam. Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-18. Pada satu malam dingin tanpa angin di Vallegrande. seolah memaklumi Gio yang sudah kedapatan berbohong. Chaska sedang menganalisa sebab musabab kisah cinta Gio yang dianggapnya membingungkan. tapi saya tidak mengerti —" 'Tidak perlu mengerti. Hubungan yang tak pernah beranjak ke mana-mana. Ia bisa duduk di tepi sungai berjam-jam lamanya. "Vale. Merapuh dengan sukarela.

kamu tidak perlu mengerti . Hantu pun tidak bisa menghubungiku di sana. . "/l/d . Degup jantungnya mengencang." terdengar embusan napas lega. Mereka berempat. Dunia pun berbalik dalam hitungan detik.ada yang membantumu. Bergegas Gio menghampiri. Perasaannya berubah tak enak." ulangnya lagi. . ." Lama tak terdengar jawaban. Perasaan cemas menyisip. Gio menyongsong Chaska yang ngos-ngosan. . Seperti dibuat terburu-buru. berbaris empat batu licin dengan bentuk bundar pipih sebesar tapak ibu jari. ." "Saya sedang di Madidi. Perjalanan dari pusat kota ke rumah Chaska ditempuhnya hanya dalam waktu lima menit. Berusaha menyamarkan gentar yang mengintai dalam suaranya." Ke tangan Gio tiba-tiba dijejalkan sesuatu. . warnanya abu kehitaman. kamu hanya perlu tahu. Napasnyalah yang jadi tertahan. Gio refleks memutar punggung. tapi sejenak berbalik untuk menahan pria tadi. . "Gio. Hambar. Dari kejauhan dilihatnya Chaska sedang menyeruak kerumunan orang di pinggir jalan. maupun hari aneh ini. Dan kalimatnya terhenti begitu terdengar seseorang berteriak memanggil nama Gio. . . Nanti saya menyusul. "Mamd! Ada apa?" "Paulo . Cepat. "Lo se. Lebih baik kamu pulang sekarang. ia terduduk resah. Paulo hanya menelan ludah berkali-kali. Tadi ia tidak sabar menunggu telepon berbunyi. Perasaan tidak siap. mengusap-usap muka galaunya. " . "Paulo! Como estds. Pria itu lenyap! Gio mengedarkan pandangan ke segala penjuru. . Dering telepon berkumandang. dan benar saja. Lima kali telepon itu dibiarkan berdering sampai tangannya tergerak mengangkat gagangnya. . es urgente. Membekukan segalanya. saya sudah berusaha menghubungi kamu sejak seminggu yang lalu. Baru tadi pagi saya terpikir untuk mengontak mi Mama. Sangat-sangat penting. . Di telapak tangannya yang terbuka. . "Ibumu bilang ada yang sangat penting. Gio tak bisa memahami satupun artinya: ukiran di empat batu. Di depan pesawat telepon." Gio sigap berlari. Orang-orang yang tidak kamu kenal. katanya." balas Paulo. mengusir bayangan montera merah menyala yang tak kunjung tanggal. Montera merah menyala itu tak terlihat di mana-mana. Satu akan berangkat dan mungkin tidak kembali. gracias. Tapi. Keras suaranya menembus kegaduhan musik. Kakinya bergoyang-goyang tanpa henti sejak tadi. "Gio! GIO!" perempuan itu memanggil-manggil panik. Aneh. . Diketap-ketipkan matanya sekuat tenaga." "Si." sapanya ragu. tapi kini malah ragu mengangkat. kamu mampir ke Vallegrande . . Gio tercenung. Pria ber-montera tadi menyerahkannya dalam bungkusan kain belacu. "Alo! Gio?" Suara Paulo di ujung sana. estds bien?" 6 I Supernova Kabut Tak Tergenggam \ 7 . Bawa mobilku. menguap hilang bagai embun pagi yang dilalap matahari. dia tadi telepon. "Bien. dan sisa lima menit menuju dering teleponnya Paulo benar-benar menyiksa. "Paulo. Mereka sejenis dengan yang hilang. mi amigos?" Gio menyapa hangat. Di tiap batu terdapat ukiran kasar yang berbeda-beda. sepuluh menit lagi dia mau telepon balik. . Nada bicaranya seketika menurun." Gio tertawa kecil.

. Tak juga gumaman-gumaman pendek tanda mendengarkan. memang."Saya—saya baik-baik. senorita Anastasia . ini bukan tentang saya. Senorita Anastasia juga pasti bilang begitu padamu dulu." Dan dalam keprihatinan bercampur rasa takjub yang tak mampu disembunyikan. . no se. Saya berangkat hari ini juga. begitu dekat." Sekejap pandangan Gio menghampa. saya akan baik-baik saja. Tak berdaya. dia lenyap begitu saja. "Satu hari. dengar. Gio. "Si. "Tunggu saya di Cuzco. Karena benar-benar sudah tidak ada suplai makanan. ." desis Gio. . Diva cerita. Pikirannya menembus ruang waktu. . Paulo melanjutkan. setelah dia pulang dari Machu Picchu. Empat tanda tanya tanpa jawaban. padahal tidak ada yang tahu. "Kamu tidak perlu bicara begitu. Dibukanya lagi telapak tangan yang menggenggam empat batu kehitaman. ." Paulo berhenti sejenak. Semua orang yang mau pergi selalu ngomong hal sama. tiket pesawat ke Cuzco diselipkannya ke kantong ransel. Minha sol . itu tempat yang tepat kalau ingin menghilang dari muka Bumi. Dia—hilang. semua yang ia tahu. "Mereka—menghubungiku seminggu yang lalu. . Baru untuk kedua kalinya ada tim ekspedisi turun ke Tambopata. Tapi." "Kenapa dengan Diva?" "Kami terakhir bertemu sebulanan yang lalu di Cuzco. Gio memanggil pelan. tapi . Tidak ada pilihan. "Lamento mucho oir eso. . . melayanglah sebuah benda berwarna merah menyala. . Tu amiga . Dan Gio tak tergerak untuk mendesak." Hening lagi. . Pada kegelapan. Dan bukan Diva. mereka akan baik-baik saja. Mereka sudah memperingatkannya." Gio menutup telepon. Katanya. Paulo seperti mengumpulkan kekuatan di seberang sana. mereka sudah berusaha. Chaska tersenyum tawar. Seperti—" "—seperti kabut. Namun Bumi di bawah kakinya seolah memekar tanpa tepi. # Dengan hati-hati." "Diva?" Gio memotong cepat. Tapi Diva tetap pergi juga. 8 I Supernova Paulo terus berbicara. Kamu tahu persis keadaan di sana seperti apa. dan dirinya menjadi sangat kecil. Bertahan di sana sampai dua puluh hari. hingga matanya seakan dipulas darah merah. "Mama." Suara Paulo kian menurun. Mendekat . Perusahaan sponsor tim ekspedisi itu. lewat seminggu dari jadwal. "Gio. . berat sekali mengatakannya. Ekor matanya menangkap Chaska yang tengah membuang pandangan jauh ke jendela. . Kesempatan langka. Duduk dan diam. . . Berharap ada seseorang bernama belakang Anastasia lain yang ia kenal. . Diva bersikeras ingin pergi jungle walking sendirian. semakin dekat . sabar menunggu tanpa mengeluarkan sepotong pun kata. "Tu amiga. Gio berhenti sesaat. Diva merasa beruntung." Kabut Tak Tergenggam | 9 . . . hanya sesal yang sanggup terucap." Akhirnya. Di sela-sela rajutan molekul udara. Saya pikir dia main-main . ." ucap Gio pelan. Wajah itu muram. Mereka kembali ke Cuzco tanpa Diva. Hanya harapan cerita itu tak perlu berlanjut. . mengacaukan semua peta. "Diva . atau memang betul itu cuma bercanda. Menuju hamparan permukaan sungai hening dan gumpalan kabut yang tak tergenggam. Paulo terdiam. . katanya cuma mau menyisir bagian luar . dia akan ikut satu tim ekspedisi Israel yang mau menyusuri Rio Tambopata sampai Candamo. . . mereka terpaksa kembali ke Cuzco.

" Chaska tak bereaksi." Chaska manggut-manggut. . . Tapi dia bisa menyedotmu pergi. " suara Chaska bergetar. "Aku tidak yakin. ." Chaska berkata tersendat. mi hijo. Juancho. kan?" potong Chaska. Gerakan yang terlampau mendadak. "Saya masih belum mengerti—" "Suamiku. . menggenggam tangannya. "Kegelapan itu hidup. Perlahan. . Terasa hangat. yang bisa memberi kita damai. saat Bumi masih bertepi dan dirinya masih lengkap oleh orang-orang yang ia sayangi? "Aku sering berpikir. bakalan pulang dan mengobrak-abrik rumah ini. dan semua kata terdengar jelas walau lirih. Seakan mengalir dari dua muara. Kembali akrab. Dia punya wajah . mimpi itu datang lagi . "Tapi aku juga berharap. takut berjumpa sesuatu tak dikenal di mata perempuan yang sudah ia anggap ibu sendiri. lo se. Chawpi Tuta . ransel yang bersandar di kaki dipungutnya dan disandangkan ke bahu. aku tahu ia berada di tempat yang lebih baik. dan kamu tidak akan pernah kembali lagi. Baru sekarang aku mengalaminya lagi. "Tapi. perempuan itu maju menghampiri Gio. . saya tetap harus pergi. "Saya. "Kegelapan. Gio mengelap mukanya seakan ingin menghapus sesuatu yang tak ia suka. mi hijo. Chawpi Tuta. Asing. Bisakah ia kembali ke hari kemarin. Kalimatnya menggantung di sana. "Karena aku juga tidak yakin. Dan seminggu sebelum kamu sampai di sini. Gio tertegun. lalu kembali membuang pandangan ke jendela." Gio membuang napas panjang." ia bergumam. Bisikannya terdengar seperti sepoi angin. "Dua belas tahun yang lalu. Jadi. Serta meria. kembali memunggungi Gio. mengusap rambutnya yang terkepang panjang dengan gugup."Anggap saja saya pergi berenang ke sungai sebelah." bisiknya." Pelan. Chaska membalikkan badan. kamu bisa menjemputnya keluar dari kegelapan. Pelan." • Kabut Tak Tergenggam \ 11 Gio mendongak. Cara Chaska setiap kali hendak mengatakan sesuatu yang menoreh batin. Jadi. . "Dua belas tahun. Dan itu membuatku takut. Kamu tahu itu. Doaku bersamamu. aku tak bisa menggambarkan seperti apa." akhirnya "selamat tinggal. Sesuatu menumpangi bola mata cokelat itu. Suara Chaska berbayang. ." "Saya akan kembali. . Gio tidak suka hari ini. . "Lo se. Namun ia seperti lelah. juga Paulo. Hanya menatap Gio lama. "Aku harus mengatakan sesuatu . Selalu sama setiap malam. aku tidak pernah memimpikan kegelapan. Berusaha mengenyahkan 10 j Supernova rasa ngeri yang mendesir masuk ke aliran darahnya. meninggal dua belas tahun yang lalu. . kalau kekasihmu tidak pulang. . ." Chaska kembali berbisik. mengeja. Saya tidak punya pilihan lain." Gio terkesiap. "Kegelapan—maksudnya?" Chaska menoleh. Mamd." "Sumaq risuchun . Perempuan itu mengerjapngerjapkan mata. dan memandang entah apa di luar sana. kegelapan dalam mimpiku adalah tempat menyenangkan." tegas Gio. biarpun Juancho tidak kembali. ." celoteh Gio dengan nada Jenaka. aku pernah diberi mimpi-mimpi aneh. Gio sungguh hafal gaya berbisik itu. Sesuatu yang tak pernah Gio lihat sebelumnya. Mamd tinggal nangkring di teras depan sambil pegang sapu buat gebuk pantat. "Manakuiki kanmanta. Mengapa segalanya menjadi begitu asing? Tangan Chaska pun tertumpang. Meletakkan lagi ransel yang sudah menempel di bahu. aku bermimpi untuk diriku sendiri atau—untukmu. barangkali pikiran tadi bisa membantu." Chaska bertutur. . Bahkan ia jadi enggan mendongak. kegelapan adalah kematian.

KEPING 35 AKAR ebook by breaksme@gmail.com 12 I Supernova .

MOHON DIPERCEPAT! Suara yang kukenal plus gedoran khas pintunya. Tidak terlalu keras untuk dilayangkan sendai jepit. begitu pasti seperti laju kereta api menuju stasiun tempat memuntahkan isi lambung. Menyampo batok gundulku berkali-kali. Mas A K A R I 15 . Begini Mas Budi — BO-dhi. wr. Menyabun badan dua kali. yang tadi garang. Tapi teriakannya menghubungkanmu dengan memori kolektif ketika manusia harus saling menghardik untuk dimengerti. nama jelasnya—ehm—Mas? [suaranya selip] EHM! Bodhi. Laki-laki itu mendekat. Wa 'alaikumsalam. tapi tidak terlalu lembut untuk diabaikan. Sinar matanya. Melangkah keluar sambil mengorek-ngorek hidung yang lembap.' seperti di awal surat atau pidato—demi sopan santun—bahkan pada pintu kamar mandi sekalipun. Handuk di pinggang. 30—45 menit dari waktuku bisa terbunuh di kamar mandi 1 x 2 meter persegi ini. Selalu dibubuhi 'ass. Berkumur lama sampai pipiku kesemutan dan tumbuh sebesar ikan balon terancam. wb. Dia tidak tahu. Dan orang ini mengangkut bara dalam perutnya. Tolong. Gelagapan ia sibuk menelan dahak. katanya sopan sedikit medok. saya ini orang suruhan Pak Yunus. Kekerasannya mengendur. yang mungkin merupakan kenanganmu lima atau sedetik yang lalu. Aku menyambutnya sambil terus bernapas. Bernapas. kusahut sapanya. Ada lima kamar kos yang nunggak. melembut.AS-SALAMU 'ALAIKUM! TOLONG YANG DI KAMAR MANDI. Mas Bodhi. yang mukanya justru jadi lucu dan kalau dikeringkan bisa jadi wadah lampu. Tak ada lagi waktu lebih sip untuk menangkapi kotoran hidung.

Lagu yang mana? Aku bertanya sambil mengikat tali sepatu. barangkali. U2 itu agama. Tapi. Mau titip lagu? tanyaku sambil berbenah. Semua anak sudah berdiri di pintu kamarnya masingmasing. Dan detonatornya cuma mulut yang membuka. dan Sunday Bloody Sunday mensubstitusi kokok ayam jago pada pagi hari dalam dimensi seorang Gun. dan selalu lolos. Lusa datang lagi. terpaksa saya harus ambil tindakan. salah seorang fans fanatikku. Mas Bodhi. demi mengapresiasi kegigihan orang-orang seperti dia. Membuat tanganku kaku sebelum A KA R Aku tahu ia tidak akan muncul-muncul sampai bulan depan. Tapi. Program khusus itu juga jadi kesempatan bagiku memutar the Alan Parsons Project. dan udah telat sejam.Bodhi ini yang paling—maaf—parah. U2! Gun berteriak. Bod? Gun. . teknisi. terpaksa kubuat program khusus berjudul POP SUCKS!—ajang untuk menumpangkan lagu-lagu yang bisa ditoleransi kuping orang banyak—supaya kenclengan lancar mengalir. Pergi siaran. lalu mengejangkan lehernya seperti karet ketapel. Ia menunduk sedikit. Ia tidur di bawah bendera Rattle und Hum dan menggelar upacara penghormatan setiap pagi. dan Bono rasulnya. Senjata biologis. Selamat pagi [suaranya selip lagi]—EHM! agak jauh di atas mata kaki. plus diembel-embeli ucapan 'Untuk Gun Vox di Slane Castle'. atau Sex Pistol. Paling lambat lusa. Konsistensi anak itu hanya bisa ditandingi Rhoma Irama berdangdut. Aroma rokok kretek campur halitosis. Bulan keenam. Gun membuatku diam. aku tidak perlu menyumbang duit karena sudah berpartisipasi sebagai penyiar. Ini sudah jadi semacam ritual kami. menyusupkan kedua kakiku dalam sepatu Converse hitam high-cut yang dulunya pun kubeli bekas dan sekarang sudah bau tanah. Mmphh . U2 sebenarnya tidak masuk kategori radio kami. Ketika centeng linglung itu sudah tak kelihatan.1 I 17 . Jadi. Kalau nggak dibayar segera. Tindakan? Kita sih inginnya kekeluargaan. kiasan maupun harfiah. Mas. Disimpul mati. Agak janggal kalau tiba-tiba aku harus menyetel Lemon di antara lagu-lagunya Propagandhi. MLK menjadi lagu menjelang tidur. Kalau nggak? Terpaksa Mas Bodhi harus cari tempat kos lain. Tinggal gratis dari pertama masuk. Enam bulan. ya? Aku tersenyum. penyusun program. . I Still Haven't Found What I'm Looking For. Crass. Setengah delapan? Nanti saya bayar. Iya. si Gun ini. di samping main gapleh sepuluh ronde sebelum nonton Liga Inggris di ruang tengah. Contohnya. tempat teve inventaris yang remofe-nya gagang raket bulu tangkis atau jempol kaki si Agus yang bertungkai jenjang. dan semua-muanya. kubentangkan bandana. mereka rela menikmatinya tetap sebagai misteri. tawa kami pun ambruk berantakan. takut dia tersinggung kalau tidak dipakai]. preferensiku pribadi untuk melamun plus mengenang. ujarnya prihatin sambil mengembuskan napas. menyapa. ya. ia rela menyumbang goceng sampai noban per bulan. Permisi. mengenakan jins hitam yang menggantung 16 I Supernova 2. Sampai sekarang anak-anak masih penasaran apa rahasia keberuntunganku. siapa bilang cuma kata-kata yang lebih kejam dari pedang? Napas bisa lebih sadis. Demi mendengar lima lagu U2. tolong dibereskan secepatnya. di batok kepala. Aku takjub. Terakhir. Tapi untung. mengancingkan spike berpaku runcing pemberian Bong di pergelangan kiri [nanti siang bakal melewati tempat nongkrongnya.

lalu digoreng sampai ko'it. tinggal buka dompet.] Profesi berprofit: tukang tato. Ironisnya. memaksa tungkaiku untuk terus berayun. [Diulang tiga kali.] Tempat lahir: Tidak tahu. Aku tak tahu apa yang kucari. warnet. Ada pola-pola aneh yang menyerangku sebulan terakhir. Dengan kaki yang tak kenal lelah dan tak tahu malu.1 A K A R \ 19 . apapun artinya itu. Di balik tubuh kerempeng dan di dalam kepala gundulisme ini. dihajar di kepala dengan benda tumpul. Tanpa alamat tetap atau nomor telepon. lalu diberaki anak kecil sekampung. Dan kita bisa mulai dengan pura-pura jadi artis yang mengisi biodata: Nama: Bodhi [Tanpa nama panjang. kios. Hidupku serupa sirkus. bernama Bodhi. U2 benar. masjid. Benar-benar pertanyaan sulit. Mereka malah sudah menyapkan nama: The Flying Cuplis. justru di sana aku ada. mari kita sama-sama mencari tahu siapa 'aku'. segalanya lebih baik dibandingkan jadi aku.] 18 I Supernova 2. Mengambang seperti awan yang bisa dilihat namun tak bisa diraba. dan sebisa mungkin tidak berpikir. Ada yang ingin mengajakku berkomunikasi lagi. Sudah jelas aku tidak tahu pasti tempat lahirku di mana. semacam gajah DHL. belum apa-apa aku sudah menang satu poin. bahkan Asia. biar mantap. Dan ia memilih media-media yang absurd. siapa 'aku' ini? Gun bisa menjawab pertanyaan semacam itu dengan mudah. . boksku tersebar seperti taburan gula tepung di atas cokelatnya tanah Indonesia. Boks. Sering kubayangkan diriku menjadi makhluk lain. Aku tak yakin Gun mengerti kalau kukatakan ini. Dan rumah bagiku adalah kotak. [Itu jawaban terbaik yang bisa kukasih. tak tahu berapa lama dan seberapa lama lagi. keluarkan KTM. Namanya saja jadi macam-macam: kos-kosan. seminari. aku nyaris tak terlacak. aku cuma muntah besar. ataupun rumah orang-orang yang suka bilang 'anggap saja rumah sendiri'. panti asuhan. Atau hidup vegetatif seperti gulma keras kepala di kebun depan. juga tanggalnya. ber-hmm-eh-ngg sampai tenggorokan lecet. yang juga botak dan beradik botak banyak. Dibuang dalam boks. Cuma satu alamat yang bisa kjklaim sebagai kotak pos permanenku. Profesi nonprofit: pengelola radio gelap khusus musik punk. Tapi aku . . Membuat darahku berdesir. busuk. kelenteng. teman-teman mengusulkan bikin usaha bareng berupa jasa pengiriman dengan aku sebagai maskot.tali sepatu membentuk pita sempurna. vihara. Sementara menurut astrologi. tidak jelas apakah aku ini Sagitarius. kira-kira bulan Desember. Dimulai sejak empat tahun lalu. dan selamanya begitu. aku cuma ingin muntah. atau menunggu rambutku tumbuh 2 meter—yang nggak bakal pernah kejadian—dan masih belum ketemu juga jawabnya.com. Kalau saja orang-orang tahu. alamat ini pun tidak bertubuh. Lucu. harus melisut-lisutkan kening sampai lecek. Sampai-sampai. Aku sama misteriusnya dengan agen rahasia. beda jam saja sudah beda karakter. Aku selalu menganggap serius pernyataan semacam itu. mungkin meleset seminggu-tiga minggu. taman bacaan. Kadang-kadang aku ingin jadi lele saja. atau 'kapan saja kamu bisa kembali'. Atau jadi selokan. ya? Ini dia: baldybodhi@mindless. Kadang-kadang. Jangan dibaca Kaplis. sementara mulutku mangap-mangap mengejar ikan asin dengan sia-sia. atau fotonya di samping (poster) Bono. jalan. Tanggal lahir: 23 tahun yang lalu. dicabuti berulang-ulang tapi dengan muka badak tumbuh lagi seolah tak terjadi apa-apa. . tanah diam tempat kaki kita benijak berubah menjadi ban berjalan yang korslet. Banyak di antara mereka yang mungkin menyesal mengucapkannya. I still/ haven't found what I'm looking for. Hobi: jalan. sementara aku sebatang kara. Kalaupun dipaksakan. jawaban terbaik yang bisa kukasih. Karena aku plontos. jalan. Jadi. Oke. Tapi baiklah. bau. ] Alamat: Bumi [Lagi-lagi. termasuk Gun si penyembah Bono ini. atau Capricorn boy . melayang-layang bagai arwah terkutuk. Tapi. Jadi. . Ini Cuplis dari film Unyil.

. . Baik. Tadi lo dianter ojek si Kimun. lucunya. . . Capek.1 belum sempet dateng. . Aku menatapnya bingung. buat si Batman! Bong berteriak pada si Gombel. Tapi. Selama ini aku menghargai peran kalian dengan tidak melakukannya atas insiatif pribadi. . Aku ingin si 'aku' mati. Nah. Mati. Seperti kalau memutar CD baret. kok. Aku akan mengelus dada. ogah mandi karena katanya dapat melunturkan jimat. Sekalipun semua manusia bakalan mati. Jangan salah sangka dulu. . Manusia yang selalu hidup di benang perbatasan antara waras dan gila. . . . . Gue baru dapet kabar dari si Nyong—. dan aku sepakat tidak ada yang lebih merdu dari suara detak jantung. tapi ia sayang semua temannya. malah kalian yang pengecut?! Oke. antara kata mutiara AKAR I 21 . kenapa gua di sini. Lo emang bangsat yang beruntung! Gudang kita kebakaran gede-gedean barusan. Tampang lo kayak TTS Kompas. Sementara si 'aku' ini . only to be with you. Aku menikmati setiap hela napas. tapi aku ingin mencantumkannya sebagai cita-cita supaya lebih tegas. Biarpun mati berarti hanya jasad Bodhi yang jadi bangkai. lebih cepat terwujud. . [Ya. begitu turun. hei kau Malaikat Maut . Lanjutan kalimat Bong lenyap ditelan ruang kosong. . 'Hari ini bayar. Tapi . Aku mencintai kehidupan. Karena hidup ini terlalu sakit. . . Semua hasil rakitan anak-anak dengan suku cadang yang hampir seluruhnya didapat dari ngutil. memori terputus. dan bersabar. Janganjangan dinding ususku sudah ikut baret karena pengalaman ini selalu membuat perut kembung dibarengi mual-mual. BLAH! PUAH! Hrrrrgkh .Cita-cita: Mati. Dewa Kematian . Bong. . ] Hoekkkh . . . Tapi. Mau muntah. gagal lagi? Aku langsung teringat Gun. . . oke. eksistensi bodohku selalu mendorong batas itu sehingga apa yang kukira batasku hari ini ternyata masih punya ujung baru esok harinya. terpaku di gelombang kami yang ditandainya pakai spidol. Terutama aku. Aku tidak khawatir dengan peralatan kami yang nyaris tak ada harganya. CD. . Lupa lagi? Bong menyeringai. Xibalba . Persahabatan memang obat sakit nomor satu. kok — Ia memotongku dengan tawa ngakak. Seluruh kaset. Siapapun itu sesungguhnya. Aku butuh itu. BA-RU-SAN! Bentar lagi mateng. seperti kalimat klise yang berbunyi setiap manusia punya batas. Andai saja aku bisa menggantikan Bono dan bernyanyi: I have climbed the highest mountain /1 have run through the field /1 have held the hand of the devil /1 have—lupa—bur. semoga. setiap pergerakan terkecil semua sendi dan ototku. akan kuhadapi kalian semua! Sendirian! Tapi. tukang kios. Rumit! Bong meludahkan sedotan plastik yang setengahnya sudah ringsek ia gigiti. Pemadam kebakaran aja 20 I Supernova 2. Kasihan dia. Gigi keroposnya—konon karena kebanyakan minum soft drink lalu selalu lupa sikatan—penuh pancaran ketulusan. mungkin bukan dengan cara dipanggang dalam oven beton. kali. dan. . kebakaran itu . Pluto . . besok gratis'. Sama liciknya dengan stiker di angkot. kesempatanku untuk mati. BATMAN! Hei. aku juga punya. El Diablo . Terus. Aku pasti baru mengalaminya lagi. Tidak. Tidak juga dengan gudang kosong di atas tanah sengketa yang kami klaim jadi markas. gggrh . yang saat ini pasti sedang nangkring di depan radionya. . Keringat dinginku bergulir. . lo nggak 'pa-pa? Aku mendongak. . Osiris . ya? Gua mestinya pergi siaran. . Hades . Tapi jangan lamalama. . Bong! Aku sudah sampai di kios lagi? Gombel! Teh botol dingin satu. . . juga CD player ada dalam ranselku. lo langsung merapat ke selokan. . Bong berkali lipat lebih berantakan dari gerobak sampah.

. mukanya jadi mendingan. Setelah itu ada bundaran kosong di kepalanya yang membuat dia seperti domba cacat. ucapnya. memotong satu tanduk rambutnya. ia tetap dituakan dan dihormati seluruh scene di negeri ini. aqua bekas.1 rebus di Jalan Sumatera. berdua kami duduk di jongko mi 22 I Supernova 2. . atau Bodo? Ia membalas pertanyaanku. Ia tahu ujung-pangkal luar-dalam kenapa ia memilih jalan hidup seperti itu. Ia punya pandangan X-Ray yang menembus permukaan. Sesudahnya. atau Bang. Ia membaca. Bakar. Mereka pikir itu satu bentuk perlawanan. Sekalipun status manusiaku diragukan. bukan Bude. Kenapa Bong? Bukan Bing. Banyak anak yang bergabung gara-gara ingin gotong-royong mabuk murah. Ia membuka mata terhadap dunia. Bukan aku. pepaya. kan? Bisa. Siapa yang tahu? Bong membangun punk scene yang tidak bisa dibilang kecil. tapi minimal aku masih punya guna untuk manusia lain. . . atau menyalurkan kekesalan mereka pada anak-anak borju yang selalu berhasil menggaet cewek cakep dengan cara menegakkan rambut pakai lem Fox. Karena ini. Bongpun terpaksa potong pendek. dan menganut prinsip rhizoma dalam membina jaringan. Daunnya ditaro di sini. . bukan? Syukur. . Aku tertawa. Tapi Bong lain. Terakhir. . Gue juga bikin bong dari dus rokok. Ia tahu sejarah. entar gue oprek. apa aja—lo tinggal kasih. Bisa jadi betul. Bong kembali menyadarkanku. menyodorkannya balik padaku. dilipat dan dibuat kerucut dengan ujung sedikit membuka. Tapi kita samasama manusia. dan karena sore itu indah.dan umpatan durjana. jelasnya lagi. Apa ini? aku bertanya. Bodhi. tiga tahun silam. Itu sudah cukup untuk hari ini. karena itulah ia langsung menyambut hangat kehadiranku dulu. Bisa. Pada satu sore cerah di Kota Bandung. Sebelum sore itu . Program orientasi lagi. Bod. Ia rrienunjuk dadaku. Sampai sekarang. lo ditunggu ama anak-anak entar sore. Punk in the heart. Meski paling benci disebut ketua geng. atau Bung? tanyaku. Bong tertawa seraya mengambil teh kotak kosong dari tanganku. menyobek satu ujungnya. semangka. Bong berkata sambil menatapku tepat di bola mata. adalah manusia yang paling kesepian. . terus terang. karena paling cerdas dan berwawasan. Lo itu guru gue. batok kelapa. Lembang. dan menyimpankannya dalam genggamanku. aku pun mulai bercerita tentang satu 'kenapa' yang bercabang menjadi ratusan 'apa?!'. Ia lantas mengambil cutter. Aku menggeleng. lanjutnya sambil menunjuk sobekan di ujung. Besok aku sudah jadi kodok. Rambut Bong masih bertanduk lima. Lo suka nyimeng? dia bertanya balik. sehabis menonton pertunjukan musik di lapangan yang kelak kelak kutahu disebut 'Saparua'. Bong menunjuk wadah kerucut. ditancapkan ke lubang sedotan. Kotak ini sekarang sudah resmi jadi bong. lalu diwarnai seperti dinding TK. lalu menyobek kertas timah dari dus rokok. yang kata orang jauh sekali sampai A K A R \ 23 . kemudian joget popo seperti kawanan kangguru berahi. Lautan manusia lain hidup nyaman di area 'wajar-wajar saja'. Anarki yang sejati ada di dalam sini. Dan. Seperti Pluto nan beku memandangi Bumi nan biru. Kenapa Bodhi? Bukan Budi. Aku hanya bisa memandangi layaknya gelandangan di bukit sampah menatap gedung apartemen mewah. Aku baru tiba di stasiun Bandung dengan tujuan awal vihara Vipassana Graha di Desa Sukajaya. terus asapnya diisep dari sini. Aku mengangguk. Atau . dalam jins setipjs tisu yang tak pernah tersentuh air kecuali keringat atau hujan. Mungkin.

A K A R \ 25 . tak satupun melirik. aku terjun bergabung. Anarki berarti egaliterianisme total. Ketika aku duduk. Bukan oleh atlet. tapi mereka kuat sekali melompat-lompat. Pada saat itulah kutemukan rumah yang kucari-cari. . Sekilas mereka kelihatan bengis. kadang Bandung. Bodhi. Karena ingin melihat-lihat Kota Bandung dulu. menyeruak datang dan membantuku bangkit berdiri. sebengis atau setolol apapun. Bali. aku begitu tenang . Mendadak seorang dari jemaatnya tergelentang tidak kuat. jauuuh . Sering juga aku membantu teman-teman yang bikin fanzine di Bandung. cepat atau lambat. . memberikannya teh pahit panas. Punggung ini hilang dan berganti nyeri yang menyerupai bentuk punggung. di mana saja sesuai pesanan. melemparnya ke udara. Bukan omong doang. mereka masih berusaha mencerna petuah-petuah Bong di bawah keremangan petromaks warung rokok si Gombel. Sempurna seperti Superman. aku melayang. Tapi. Suara gitar listrik meraung bising seperti jeritan atap seng diamuk angin. . tak ada yang peduli. Aku berjalan terus dan kutemukan gedung olahraga yang penuh sesak. merokok. tangan-tangan itu tak ada. Di sebuah jalan penuh pohon besar. Kutabrak mereka. pasti akan tunduk hormat. Pertamanya memang ngeri. Dan ketika mataku membuka. punk itu filosofi. tapi lama-lama imanku pada mereka bertambah kuat. Tak ada lagu yang kutahu. apapun yang terjadi. sekali rasanya. Punk merupakan reaksi politisnya terhadap carut-marut politik yang membuat ia muak. Anarki tidak sama dengan chaos. Kadang Jakarta. mengurus radio yang kadang mengudara kadang tidak. Kulepas topiku. BODHI! Ia 24 j Supernova 2.mendekati Cimahi. Anarkisme merupakan satu dorongan naluriah akibat sistem ekonomi yang tamak dan pemerintahan yang opresif. Lalu kucoba terjun bebas dari panggung dengan posisi punggung di bawah. mereka tabrak aku. melainkan orang-orang yang berkesan tidak sehat.1 berteriak bagi semua. Tapi aku melompat paling tinggi dari siapa pun. Nama lo siapa? Ia bertanya cepat. Badanku jatuh dengan suara debup keras. memijat-mijat tengkuk anak itu sampai termuntah-muntah. . Hidupku berpindah-pindah sejak itu. Anarki berusaha mengembalikan kemerdekaan di tangan individu tanpa unsur paksaan. Belasan band naik turun panggung. kadang Yogyakarta. Surabaya. . seperti yang banyak anak lakukan. Tak lama. ada taman yang tadinya ingin kusinggahi. Seseorang. baru terlihat kerumunan orang dan panggung—jauh di depan. dari Kebon Kawung aku berjalan kaki tak tentu arah. Semua penyanyi tidak seperti bernyanyi. tapi lamalama kupikir mereka lucu. ke mana pun aku pergi. Bong menerangkan konsep anarki yang sesungguhnya. tapi tak jadi karena ternyata bau got. kurus-kurus. Pertunjukan musik itu berlangsung nonstop dari siang sampai sore. Tepuk tangan dan sorak-sorai bergemuruh menyambut namaku yang tak mereka kenal. Bong dengan telaten menggiringnya ke selokan. Kebanyakan aku di Jakarta bersama Bong. Siapapun yang kenal dia. yang beberapa jam kemudian kukenal sebagai Bong. Semenjak itu aku terkenal dengan nama si Bodhi Batman. Lampung. Bagi Bong. tidak sama dengan kekerasan. Sampai akhirnya. . pada loncatanku yang kesekian. tapi menyalak. Cuma tanah. Jauh . lalu mendistribusikannya ke kota-kota yang bakal kusinggahi. Tangan-tangan itu pasti terentang menopang. Dengan pelan dan sabar. lalu kembali berkhotbah. anak yang moshing terjauh seperti terbang sampai-sampai tak tertangkap. Walau dengan otak berkabut sehabis minum cap tikus. tidak pernah kutemukan lagi orang seperti Bong. Setelah aku melebur—jadi bagian dari komunitas mereka dengan peran tukang tato—namaku tambah lagi: si Bodhi Tato. jawabku.

dibutuhkan. ya orang kita. Meringkuk cemas sambil menatap langit—seperti melihat setan di setiap molekul udara— kemudian menatapku. Kami bisa bertahan seperti itu 10—15 menit. Orang miskin ngerampok TV. Pemberontakan Kronstadt taon ' 2 1 . . ke laut aja pada! Gue jamin mereka bakal jadi opresif. Dua anting di alis kirinya ikut berkilau kena pantulan sinar lampu natrium. dua sudah tidak dianggap anak dan memutuskan untuk mengabdi total pada scene. mengisap dan mengembuskan udara perlahan. ya homo— semuanya sama.Kita harus percaya kalo semua orang sama. .1 I 27 . Dan kita-kita harus hidup saling ngehormatin. Mereka mencari uang dengan ngamen. . Perang itu goblok. Pada sore yang mendung tapi tidak hujan-hujan ini. ya orang Cina. Bodhi. Gue cuma mau ngutil di toko-toko kapitalis. . . sampai lidah—termasuk dua kerang laut yang membolongi kupingnya seperti donat. Cuma peduli ama kalimat sepotongnya artisartis sinetron. Bong. . tapi di seluruh dunia. Manusia makin nggak kayak manusia. Mereka nggak pernah mau liat masalah yang sebenernya. Lo tahu kenapa? Karena itulah syarat untuk jadi manusia zaman sekarang ini. Jauh-jauh orang ngomong soal neraka. mengembungkan diafragma. ia mengeja dan mata bundarnya berbinar. anarkis malah digencet ama komunis totaliter dan revolusi yang sebenarnya nggak pernah kejadian. Kagak peduli. Kita dikhianiati tiga kali oleh komunis. Bod. saling percaya . Ya perempuan. A K A R 26 I Supernova 2. Media massa apalagi! Mereka cuma butuh uang. Nggak cuma di sini. Tapi anarki terjadi ketika hukum . Itu dia yang namanya anarki. tidak . Kalau hanya bicara berdua denganku. atau terkadang jadi bandar ganja. Dan kemewahan itulah yang dipertahanin orang kelas atas. . gerakan anarkis Ukraina dari taon '18 ampe '21. kalo perlu ampe ngisep darah manusia lain. . ngerampok HP—barang-barang yang nggak mereka butuhin. Sampai raungan jalan berubah menjadi dengungan merdu. Kapitalisme itu kanibalisme! Terkadang. . . Dua dari mereka masih tinggal dengan orang tua. Sampai kami temukan kesunyian dalam kebisingan dunia . . bikin fanzine. Cuma ganti pemimpin doang! Lingkaran setan! Anjing! Bong mengumpat sepenuh hati seolah-olah itu bagian dari sejarah pribadinya. Selama prinsip dasar setiap pemerintahan berarti berkuasa di atas satu pihak. Kami belum pernah bertemu sebelumnya. Bong lebih gila lagi. ya normal. Bukannya kita sekarang lagi terbakar hidup-hidup di sana? Bernapas. gue nggak bakalan pernah ngutil di warung si Gombel. Dengan lo nolak dikontrol ama institusi. Najis! Gue justru harus beli dagangannya untuk bantu dia. empat anak duduk di hadapanku. . politikus. Tubuh itu bergidik. Bod. Hal sama kulakukan pada apa yang tadi disebut Bong program orientasi. man. Aku mengajaknya untuk memejamkan mata. Total ada tiga belas anting di seluruh mukanya—dari mulai bibir. Bernapas aja. musikus. Itu juga yang dikejar-kejar orang kelas menengah biar naek pangkat jadi kelas atas. ama Perang Saudara Spanyol taon ' 3 6 ampe ' 3 9 . itu dia yang namanya personal order. . nindik. ya laki. lo ngambil kendali hidup di tangan lo sendiri. Semua ini barang dagangan. kan? Anarki bukan berarti tidak ada hukum. lo tahu? Bong duduk tegak dan berhitung dengan jarinya di depan hidungku. Bod. tukasnya. Patriotisme itu taik. kau temukan mutiara dalam lumpur ketika melihat seorang Bong berkata dengan suara bergetar. . dagu. Lo ngerti. Begitu menang. Gue ngeri. . lagi .

sebagaimana yang ia alami. Sedapat mungkin tidak bergantung pada orang lain. kamar kos Bong semakin sesak oleh volume tubuh kami berlima. Kuraih simpul mati bandanaku. Kebohongan besar. selain mengajarkan mereka bernapas. Dengan posisi frontal menghadap mereka yang terdesak—ada yang sampai harus duduk di kasur—aku bersila. [Tapi. mengangkatnya hati-hati. tugasku di sini. Dan kusambut kesiap sunyi. tak pernah tumbuh sehelai rambut di kepalanya. dan rambut palsu—aku punya satu. mengurainya perlahan. Do It Yourself. Im . tidak tinggi besar seperti makhluk Klingon dalam Star Trek. Namun. akhirnya menjadi satu eksplanasi yang rasional. prinsip DIY selalu jadi sila pertama. bandana yang paling sering. Aku bertransformasi dari binatang menjadi pahlawan. adalah bercerita. aku harus melakukan uyapak saocha atau 'mandi setengah'—semacam wudhu—demi mendinginkan titik-titik panas tubuh agar pikiran lebih rileks. Sebelum diberitahu Bong. belum pernah ada yang sampai ketiduran. Bong tidak bisa menjelaskan. juga tidak membeli barang-barang yang masih bisa diadakan sendiri. Sekembalinya aku dari keran air. Padahal sisa tubuhku yang lain sama seperti manusia biasa.] Sebelum mulai. tonjolan berbentuk bintang di punggung tangan. Berjalan di atas dua kaki. ada seni estetika 28 I Supernova 2. mengapa sepanjang sejarah jasad bernama Bodhi. dan vegetarian. menggenggam tasbih kayu. Iya. Aku tidak peduli soal itu. Air muka mereka berubah. adalah manusia? Sekalipun ia berkata-kata seperti mereka. dan aku pun kurus. Tersenyum kecil. Bong memberitahuku bahwa di luar [ia memaknainya sebagai Amerika atau Inggris]. jidatku tak lantas berlipat. Tapi. Membiarkan orang-orang bergelut dengan badai benak masing-masing. Satu aliran wajar serta mendunia dalam peta besar punk. tak seorang pun pernah memberitahu kenapa ada manusia yang terlahir alami dengan tengkorak kepala seperti ini. tidak menganut free sex [bahkan s e x doang juga belum pernah]. reaksi semua manusia kala pertama mereka melihatku tanpa penutup kepala.Apapun yang dijalankan. Bernapas dengan paru-paru. yang mencuci setengah tubuhnya cuma untuk bercerita. Implant. implant? Satu anak berani menentang kegundahannya dengan bertanya. Keempat anak itu sungguh ragu—sama seperti aku dulu. aku tak punya alasan. Mereka lebih terampil dari anak-anak sekolah yang diajarkan PKK. . Bong menyebut style gundulku straight edge. Dan sering nongkrong di warung si Gombel. tidak pakai drugs. dan macam-macam lagi. Lebih penting memberi mereka peringatan bahwa ceritanya bakalan panjang. Tapi. Itu juga menjelaskan kenapa aku tidak merokok. Mereka menjulukiku Klingon. Aku mengangguk kecil. . Ini bisa dipakai untuk menjelaskan kenapa ada susunan tulang seperti tulang belakang membelah kepalaku. Mereka diam karena meragu. kecuali menutupinya dengan tutup kepala. mulai dari puncak dahi ke belakang dan menghilang perlahan di pangkal tulang leher. yang masih sering kambuh sampai sekarang—adakah anak bernama Bodhi. tidak minum alkohol. selain tato dan tindik. bersila sempurna dengan tasbih kayu di tangan kiri. Straight edge hanyalah satu eksplanasi yang bisa diterima akal. Topi kalau sedang jalanjalan. A K A R I 29 . Pada beberapa kesempatan aku tak punya pilihan selain tampil polos. Orang-orang ini menyelisipkan lempengan atau bola besi ke jaringan kulit mereka hingga tahu-tahu bisa muncul tanduk di kepala. Bong percaya bahwa cerita hidupku dapat menjadi inspirasi mereka seumur hidup. tuh.1 [atau seni siksa] tubuh baru yang disebut implant.

Melupakan kepalaku. Saya tidak menyuruh kalian menirukannya. Tawaku melebar. daerah Lawang. Saya belajar hampir segalanya di Vihara Pit Yong Kiong. semenit sesudah Guru Liong mengambil kardus rokokku. . sebelum kuajak kelopak mata mereka untuk jatuh menutup. Aneh. . . ritual yang selama delapan belas tahun saya jalankan di vihara. . Guru Liong menemukan saya di halaman depan vihara. Mulai dari belajar merangkak. Cuma mungkin agak aneh kalau bayi dikasih nama Asam. Vihara memang hidup saya. ada sebuah pohon bodhi betulan menaungi satu peti gede berisi cahaya. Tak ada pilihan lain. Subuh-subuh. don dong o po sa lak . dan mulai mengabdi di vihara sejak tahun ' 6 7 . [aku harus menarik napas panjang] .Wooow! Sakit. alam seperti ikut memerintahkannya untuk datang ke pohon itu. Dia . ke pa la a pak . dibarengi angin ribut yang membikin setiap lembar daun berisik. . . Terus. Delapan belas tahun. Saya kemudian dinamai Bodhi. walaupun bukan ditemukan di bawah pohon bodhi. dia baru bercerita bahwa peristiwa itu sudah diketahui lewat mimpi kira-kira dua tahun sebelumnya. Waktu itu saya menangis keras sekali. . pohon AKAR I 31 Semua diawali dengan kalimat sama. ke la pa ku . terbungkus sarung. Ketika dia ngintip ke dalam peti. . perjalanan itu pun masih belum selesai . orang tua. Ditakdirkan untuk memelihara vihara. keluarga. Ketika saya mulai besar. Saya hafal ratusan mantra bahasa Mandarin—termasuk dialek Hokkian dan Kanton—juga bahasa Pali. Kata Guru Liong. Seperti Siddharta Gautama. tapi pohon asam. nggak? Sakit sekali. dan berulang terus setiap hari pada seminggu terakhir sebelum saya ditemukan. . Biasa dipanggil dengan sebutan Guru Liong. Pada tahun ' 4 7 . yang lebih gila lagi. bayi itu melayang di atas tanah dan membakar pohon tadi dengan jarinya. ada di sosok satu orang bernama Zang Ta Long.1 . tiba-tiba cahaya itu menjelma menjadi bayi yang sudah bisa jalan dan bicara. sampai akhirnya pikiran mereka menyerah. orang hebat. Ya. Ini hanya syariat saya. Dua puluh tiga tahun yang lalu. Guru Liong emigrasi dari Changchun—kota di Cina sebelah utara yang sudah dekat ke perbatasan Mongolia—ke Indonesia yang serba hangat. sampai pipis 30 I Supernova 2. Ini kisah perjalanan menemukan diri. Ritual yang tidak bisa saya lepaskan begitu saja. Ke pa la ku . . Guru. seperti ibu membesarkan anak. yang di ujung ceritanya nanti. Om Ram Om Svar Namo Saptanam Samyaksambuddha Kotinam Jita Om Jarah Wajra Kundhi Svaha OmBhur Om Mani Padme Hum Itulah mantra Bodhisattva Tangan Seribu. . kebohonganku yang semakin besar. . Melupakan kepalaku. sekaligus sahabat. Bukan jampijampi. merunut napas dalam satuan delapan detik. . menyeimbangi Tiga puluh detik kubiarkan mereka puas tercengang kagum. Jangan merasa terintimidasi. dalam kotak kardus rokok bekas yang diletakkan di bawah pohon. . bicara. . 6o-an km dari Surabaya ke selatan. Seperti itu juga dia memelihara saya. ya? Tapi. . sendiri. Tidak pernah saya menganggap itu unik. Dalam mimpinya.

sayadisusuiperempuan-perempuankampung. saya bingung mana yang harus dipercaya: mata atau jari kaki. Guru Liong memutuskan untuk mengasuh saya sendirian. Dunia yang tertangkap pancaindra saya ternyata beda dengan orang lain. Dengan gagang sapu bekas. di kaki barat Gunung Song Shan. Seringnya. Guru menjadi manusia yang sama sekali berbeda ketika berlatih wushu. dia diam bagai batu karang. kelopak ini nggak berfungsi. Kaki tertanam ke tanah. dia seperti kerasukan ular. Vihara yang membiayai. Guru Liong cuma mengenal tubuh manusia dengan baik. tangannya gemulai seperti kibaran selendang tapi sedahsyat gebukan beton. membersihkan tempat pemujaan seukuran warung bakso yang jumlahnya sepuluh. Apa yang saya lihat dengan mata terbuka dan terpejam . jangankan gagang sapu. Di sanalah dia mempelajari wushu aliran Chang Quan.asam tadi disambar petir. Guru Liong menghabiskan masa remajanya di salah satu biara tertua. saya cuma bisa nangis. Sekeliling AKAR \ 33 . tepat di depan tempat ibadah. Kerasnya tempaan alam Cina Utara memang membentuk karakteristik masyarakatnya untuk lebih ulet dan tahan menderita dibanding alam selatan yang lebih ramah. batang lidi pun bisa dipakai untuk melumpuhkan lawan. nggak mungkin bolos. dia itu asli keluaran Biara Shaolin. Tidak heran kalau wushu orang utara cenderung lebih kuat. Yang terakhir ini dilakukan diam-diam. Dan di tangannya. Sorotan matanya setajam lembing menukik. Kalau sudah nggak kuat. Ketika berdiri. Beneran. Kerjaan saya sehari-sehari? Membersihkan vihara. 32 I Supernova 2. Nah. Luwes bukan main. Dia pernah menotok lumpuh tiga rampok sekaligus—salah satunya segede petinju kelas berat—kurang dari sepuluh detik! Menurutnya. Jangan pernah macam-macam dengan Guru Liong. ia juga mengajariku menggunakan toya. Sambil ngobrol. apalagi TK. Atau ngompol. Tapi. Terutama tubuhnya sendiri. saya harus jalan sambil terus meraba tembok supaya bisa tetap mengukur dimensi panjanglebar-tinggi. bahkan tanpa ruangan. siap-siap kecewa. Saya baru sekolah ketika Gunung Sinar Buddha membuka SMP dan SMA. sama. dan mengutamakan tendangan serta gerakan-gerakan gesit yang membikin matamu pusing. Makanya dia bisa menjepit nyamuk pakai jari di ruang gelap. belajar. Umur enam tahun saya baru sadar ada yang tidak beres. Badannya memang setipis tripleks dan ototnya dibentuk oleh protein nabati tok. kalau kalian menganggap Guru Liong dan kejadian hon asam tadi sudah sangat aneh. kami berdua berlatih. itu sama sekali bukan kesaktian. Saya tidak pernah masuk SD. . Dan tinjunya meluncur kayak meteor. Ketika lantai yang saya pijak mendadak hilang dan berubah jadi pusaran api. Guru Liong sendiri yang melatih. yang jaraknya cuma 20 meter dari kamar. sesuatu yang kalian semua lakukan tanpa usaha. Pernah juga saya terbangun dan menemukan tubuh ini melayang tanpa tempat tidur. Jadi. ketika mulai bergerak. Hangus sampai kayak batang korek kebakar. Kadang-kadang. menyapu plus mengepel kompleks yang luas bangunannya kira-kira dua kali lapangan bola. . Semasabayi. Tapi. ganas. masak. Merem juga percuma. karena BELUM APA-APA. dan latihan wushu. Ketika umur saya tiga tahun.1 Selain tarung tangan kosong. lalu tiap hari diasuh sampai sore.

mikroorganisme yang seharusnya tidak terlihat oleh mata telanjang. tiba-tiba saya melihat bakpao itu diselimuti selaput halus yang bergerak-gerak.saya cuma hitam dan lampu-lampu kecil yang banyaaak . Tahukah kalian bagaimana rasanya jadi tikus got? Kucing? Bahkan lalat? Saya tahu. Termasuk Guru Liong. cepat sekali. Mukanya memucat. Mereka tertawa lega. yaitu ketika diri saya sering berubah identitas. epilepsi. Tidak. masuk ke tubuh lagi. Pertama kali itu terjadi. bentuk bakpao saya tetap utuh . tidak mau tepatnya. tapi memilih diam. Dan. Tadinya saya AKAR \ 35 34 I Supernova 2. tapi sepertinya tubuh saya 1 Mengejar pengalaman yang lebih terpadu. dengan sensasi kesetrum yang sama. Kayak bayi baru lahir yang masih beradaptasi dengan tubuh sendiri. . Hasilnya. Saking cepatnya. seperti diremas dan dibawa lari. karena lama-lama sensor atas dunia—realitas fisik ini—hilang. dengan warna-warna menyala yang aneh. Rupanya waktu itu dia masih belum yakin. . rasa. Sejam lebih pemandangan itu nggak hilang-hilang. Saya baru pingsan waktu melihat ada bola biru terapung di bawah jempol kaki: Planet Bumi. Kata-kata hilang. pengalaman aneh itu berubah tipe. Semua pang saya lihat bergerak cepat sesuai gerak pikiran. Maksudnya begini. di tangan. Sepertinya dia tahu sesuatu. Bisa ngeliat yang nembus baju 'gitu. berpendar. semuanya lenyap lagi. Hari itu ada satu ekor yang hinggap di atas nasi yang sedang saya makan. nggak? Anak ceking di depanku bertanya iseng. Banyak yang mengira saya gila. sekaligus mengerikan. Setelah beberapa saat lompat-lompat—atau entah apa namanya itu—saya kembali tersedot. Satu hari. . dan sebagainya. dan rasanya sangat. di muka. Aku tersenyum. Tapi. Lima detik tidak kujawab. Lapar. atau apalah. tapi dia seperti hidup! Dan ketika saya melihat sekeliling. . . Saya tidak mengenal apa pun yang saya lihat. Cepatnya. Itu juga kalau mereka tidak jadi gila. Waktu itu saya merasa yakin sudah mati. Lalat merupakan pengalaman pertama. saya bangkit duduk dan . Kejadian lain. sembelit seminggu karena tidak kuat melihat berak sendiri. Luar biasa ringan. Namun harus terus bercerita. Saya cuma melihatnya sekilas sebelum mengibas. . di udara. saya muntah-muntah. Sampai saya sadar selaput itu adalah kawanan kuman. ternyata selaput aneh itu ada di mana-mana: di rambut. Tapi lama-lama. Aku tahu itu. Fase berikut. Awas infeksi. dan anak-anak itu mulai cengar-cengir. tato lumba-lumba di punggung kanan kamu harus lebih sering dikasih Betadine. ya biasa juga. serasi dengan rambutnya yang baru di-bleach. luasnya. Seketika mereka jadi salah tingkah. tinggal . bengkaknya udah kelamaan. Saya tidak bisa kasih gambaran persisnya. Bisa kalian bayangkan? Ternyata pikiran itu tak terhingga liarnya. Anak yang duduk paling belakang refleks menyentuh punggungnya. Beranjak remaja. Sesaat kemudian. SANGAT sakit. lalu jadinya tidur terus. Takut. di sampah lebih banyak lagi. Bukan lagi pemandangan seram-seram. Plus. sekali. setelah kejadian sama terulang dan tendang lagi. dunia jadi kabur. dan tahu apa yang terjadi? Mendadak kepala saya kesemutan. . saya nggak bisa makan tiga hari. jawabku. ketika selesai 1 Meditasi sambil berbaring. Mereka merasa tidak aman lagi seruangan denganku. halusinasi berat. waktu saya berumur sebelas tahun. Tiba-tiba.1 . akhirnya. Cuma penyair barangkali yang Uia. yang menurut saya paling parah. geser-geser tempat duduk. ketika sedang makan bakpao manis favorit saya. entah bagaimana awalnya. . badan Ini tidak ikut.

Tidak berani ke mana-mana. . . Satu hari. saya merasakan persis apa yang mereka rasakan. Pulang ke vihara. Guru Liong langsung mengajak saya puasa. Saya A K A R \ 37 . yang masih diam. atau manusia tiga perempat iblis.nggak yakin apa artinya. Selalu ketakutan. makin-makin gawat karena ada PULUHAN hewan kurban di sana! Kambing. Selama sekian detik. termasuk garuka karma—lima karma terberat. orang bisa mati atau paling tidak lumpuh total. Di mana-mana yang ada cuma ketakutan dan ketakutan. Dan. Dan berbulan-bulan. rubuh. Sel-sel baru. Badan ini kayak dilem di tembok. . Berpapasan di jalan dengan seseorang. terpompa masuk ke darah. Supaya kembali suci. manusia juga. sampai menangguk dosadosa seberat itu. Kau tutup pintu surga. Saya tidak pernah bisa tenang lagi. ngompol dan berak di celana. nggak berhenti-berhenti. Tapi. empat parajika. dulu saya ini bosnya monster segala monster. yang mestinya dapat imbalan dua dewa pelindung dari para bodhisattva. Kau berkati neraka. Pokoknya ingin meledak. Saya koma lima hari. tidak mau bertemu siapa-siapa. Saya takut karena ternyata di dunia ini lebih banyak penderitaan. Guru Liong bilang. rahang kejang. sutra. Dan kamu . dan kamu bisa merasakan alirannya. Air mata dan keringat dingin banjir jadi satu. domba. Jantung jadi mulut. tapi bisa sembuh seratus persen kurang dari 36 jam. Sejak itu banyak sekali pengalaman sama terulang. Dan karena cuma terjadi beberapa detik. Bahwasanya setiap kata adalah mantra. . Aku terus bercerita. . Akhirnya saya meletus. Guru Liong menduga 36 I Supernova 2. kejang-kejang. dan dasa akusala karma—sepuluh perbuatan paling jahat. badan saya tiba-tiba kaku. Kau kutuk dirimu. Awalnya memang asyik. Dokter bilang. Tapi kali ini. Baru di sanalah Guru Liong yakin kalau saya ini memang— lain. Dunia ini neraka saya. Tapi anak-anak itu tidak mengerti. kami berdua membaca dharani. sampai akhirnya pingsan. sapi. saya lalu baca mantra Mahacundi sebanyak 900. jadinya menyenangkan. menjadi mantramu. ketakutan dan kesedihan yang sama dahsyat. lalu dikembalikan sembuh untuk disiksa lagi. Nggak sengaja.1 karma saya pada masa lalu sangat-sangat parah. meraung-raung. Rasanya mulut jadi jantung. . Membadan. Saya mulai takut bakal terjadi sesuatu yang mengerikan.000 kali. Melihat semut saja takut. saya melihat diri saya . mata saya beradu dengan sapi yang mau disembelih. semuanya mengirimkan getaran yang sama. Gimana rasanya? Anak yang duduk di pojok kananku tahu-tahu bersuara. Saya tidak bisa menjabarkan. Kau kutuk orang lain. Saya baru sadar ketika bertatapan lagi dengan si lalat. Atau gampangnya. . Kata-kata itu lantas mendaging dan mendarah. bukan cuma binatang. . karena itulah saya nggak mati-mati. Sadarsadar sudah di rumah sakit. yang konon bisa mempertemukan kita dengan Buddha Amitabha. saya tidak pernah punya kendali—semua kejadian itu nggak ada tanda-tanda—cuma bisa pasrah dan siap dikejutkan kapan saja. berlawanan arah sesuai dengan perspektif orang itu.000 kali. dan . . Atau lebih tepat: kelainan. histeris. Saya membaca dharani Sukhavativyuha—kata Guru Liong dapat menghancurkan akar dari segala karma buruk— genap sampai 300. Hampir semua makhluk menderita. .000 kali. tiba-tiba perspektif saya berbalik. dalam dirinya. saya lewat lapangan besar yang lagi ada upacara kurban. . Kata-kata berjalan ke belakang kepala. tidak bisa bicara. mantra. pada kasus kejang separah itu. Saya dihukum sampai nyaris mati. jawabnya. Tapi nggak ketemu-ketemu. Sama seperti aku dulu. . Dan memang betul . Yang mana? tanyaku. Zikir 900. Tapi mereka juga nggak datang-datang.

Terima kasih untuk AKAR I 39 Pertama dalam delapan belas tahun. Saya . yang memimpikan hari ini. . tentunya] . Sekian detik merasakan apa yang ia rasakan. Keriput muka Guru berlarik halus seperti kertas crepe yang meruntai-runtai di pesta ulang tahunku yang kesebelas— acara sederhana yang cuma dihadiri calon-calon pandita ditambah beberapa orang dari kampung—di ruang kelas yang masih setengah jadi. kek—cuma saya ragu masalahnya akan selesai sampai di situ. Ingin berkaca di matanya yang mulai kelabu. dia mencerocos dengan kepala tertunduk berjarak hanya lima senti dari lantai. Akan tetapi. . kek atau apa. Dan di celah tipis yang kuyakini adalah mata. . tidak mungkin berbohong. Itu tidak pantas. Jadi. jauh sekali . ftng memimpikan kedatangan qianbei di pohon itu. Terbakar hangus. Pada titik itulah saya memutuskan untuk keluar dari vihara. Tidak juga perlu mati. Tapi . dan saya sudah siapkan keberangkatan qianbei dengan mereka. Ia pun memanggilku: Sifu. Tak seperti kertas crepe. Sereligius-religiusnya. tapi rasanya sudah hidup berabad-abad.jadi bingung. aku memberanikan diri untuk menyentuh muka orang itu. Tiga hari lagi. mencium tangannya. Kutangkupkan kedua tanganku di pipi tuanya. aku tersungkur . Tapi itu tidak bisa dijawab sekarang. salah satu kelainan saya justru gara-gara terlahir dan besar sebagai orang religius. dengan sebelas bakpao manis hadiah dari Guru Liong. Qianbei memang tidak boleh terus di sini. Saya. Tapi. Tak pernah bisa kulewatkan kenangan satu itu dengan tenang. Namun Guru Liong menangkap tanganku lebih cepat. . . . . Guru tahu sendiri — Kalau begitu. Kalau begitu. Bagaimana saya bisa menemukan kalau tidak tahu apa yang dicari? Qianbei akan tahu. Tinggal saja di tempat ibadah. Orang normal kalau sedang punya masalah akan lari ke dunia religius. Spontan aku melompat mundur. ke mana? aku tergagap bingung. Guru. sekian detik 38 I Supernova 2. Ubunubunnya bertemu dengan jempol kakiku. Pandita Chiang akan menjaga qianbei nanti. jangan nanggung. dan menciumnya. . Qianbei harus pergi. Ke .1 . Dan sebelum aku bisa berkata-kata. Xi£ xie bd nian de zhijiao. Tapi qianbei jangan pulang lagi. Qianbei. manusia yang selalu memayungiku seperti langit. Tidak usah hidup. . dan bilang: Saya capek. Guru. . Guru Liong cepat menepiskan rangkulanku. . harus ke mana lagi? Umur saya baru delapan belas tahun. percayalah pada saya. Satu-satunya kebahagiaan yang pernah kurasakan sepanjang masa kecilku yang penuh teror [sampai akhirnya bakpao manisku diselimuti selaput kuman itu. Maafkan saya tidak berterus terang sebelumnya. Aku terpaksa rehat sejenak demi menekan bubungan ludah. kenapa perlu ada kehidupan? Kenapa harus ada dunia? Sering terpikir untuk mati saja—bunuh diri. Lalu saya datang menghadap Guru Liong. mengetahui apa yang ia pikirkan selama ini . Tidak oleh siapa pun — Berhenti memanggil saya qianbei. (htuibei akan pergi jauh. ternyata kulitnya halus dan sejuk. Suaranya yang lemah dan penuh getar mengalir tertatih. Saya yang seharusnya memanggil begitu — Ia tahu-tahu menyungkurkan tubuh tuanya. ada rombongan pandita yang akan pergi ke Medan. bagaimana saya bisa tahu? Buddha tidak pernah mau menghampiri saya. potongnya tegas. . Menikmati saja neraka ini. Buddha Amitabha akan membimbing qianbei. Saya nggak kepingin ada dalam keduanya. Aku menghambur memeluknya. menemukan Kesejatian. Apa 'sejati' itu? Dan aku bertanya pahit. saya juga sudah bermimpi tentang perpisahan ini. Saya. . . .

Terlalu terpesona untuk pergi ke mana-mana.kehormatan selama delapan belas tahun ini. Sampai di mana tadi? Oh. ini cindera mata dari saya. satu hari memanggilku. Pak Sembiring. Guru Liong benar. Bola-bola kayu yang licin oleh tempaan bukit-bukit jarinya selama puluhan tahun. Pergi dengan kapal laut. Hanya ini yang bisa saya beri. memberi uang—saya tidak pernah tahu dia punya uang— dan saya diharapkan tidak kembali lagi. Entah gara-gara ombak laut. saya diizinkan tidur di mushola. Menjemput matahari setiap pagi. Di luar dugaan. ternyata Guru Liong merestui kepergian saya. Sejak itu. Cukup memperkerjakan satu orang untuk membersihkan dua puluh kamar tiap harinya. ia menjejalkan sesuatu. Keempat anak itu menunggu bingung. sesuatu dalam tubuhku seperti terkupas. dia malah sudah menyiapkan semuanya. Saya ingin ke pantai. Pinangan saya diterima. Tidak pernah bisa kulewatkan kenangan satu itu dengan mudah. saya dapat kerja jadi petugas cleaning service di sebuah penginapan kecil. Siapa tahu awak nak menyeberang. aku memang harus pergi jauh-jauh. Lapis demi lapis. Setelah cerita ke beberapa orang. kataku dan kupaksa bibir ini menyungging. Tiga hari sebelum tiket Azmil hangus. ke Pasir Putih. dia memberikan secarik tiket kapal laut. . laut.1 angan ganggu orang yang sedang menikmati nerakanya. Hari itu. pokoknya sampai Azmil nekat pergi melamar ke rumah orang tua si cewek.1 . Tak ingin berpikir sampai kapan itu bertahan. Dan bukan cuma itu. diuntai benang kusam yang berdedak sublimasi keringatnya. A K A R \ 41 Hampir satu menit aku terdiam. 1 tan karena tidak punya rumah. Sori. Setiap kali kusongsong terbitnya matahari. tapi siksaan misterius itu—keanehan-keanehan yang kualami selama di vihara—menguap hilang pelan-pelan. <U-ngan kemampuan saya bersih-bersih. Mereka terkagum-kagum 40 I Supernova 2. kartu keluarga. Di sana. Kami sudah sering ngobrol. Menyusupkan saya ke rombongan pandita yang akan pergi ke Medan. membelikan tiket. Tasbihnya. Akhirnya saya pergi ke selatan Belawan. atau sinar UV yang berlebihan. atau rentang jarak fisikku dengan vihara yang saat • tu terpisahkan oleh bentangan daratan dan lautan. dia nyengir lebar-lebar. baik akta lahir. Saya butuh paspor = mission impossible untuk manusia tak berdokumen. Setidaknya. Dan kurasakan air matanya di punggung tanganku. Tamu long stay asal Malaysia. tiket pulangnya. saya merasa sudah saatnya pergi. Merasakan pasir. Ehm. Dan. ya. katanya. Awalnya garagara saya pernah keceplosan nebak kalau dia lagi naksir janda muda yang punya restoran seafood di dekat pantai. bahkan sekadar KTP. Itau di tempat satpam. mengerjapkan mata sebelum pandangan ini memburam. Bodhi. saya berpisah dengan rombongan begitu menginjakkan kaki di Belawan. Azmil. Setelah tiga bulan mengantar-jemput matahari tanpa absen. Di tanganku yang terlipat. tidak pernah saya lihat air sebegitu banyak. jalan itu kembali terbuka. Sebelum perjalanan itu. saya jadi semacam konsultan asmaranya. Azmil tak pulang ke Penang. aku jadi bisa mencicipi rasanya menjadi manusia normal. dan mengantarnya pulang setiap sore. saya baru tahu yang dimaksud 'menyeberang' di sini tidak semudah bergerak dari titik A ke titik B.

mendatangi saya malammalam. tapi badannya mini. Namanya aneh banget: Ompung Berlin. mesin laminasi. Langit Jakarta menyelimuti kita dengan racun. dan alat tulis. kata orang-orang. Lawang. 1978. Penasaran. tapi pandanganku tergiring ke jendela. Diakhiri ledakan batuk berdahak yang terdengar seperti petasan. Nama belakang? A K A R 42 I Supernova 2. Sembari mengisap cangklong. Langit Jakarta yang menipu. ia mencoba meringankan kasusku waktu itu. jawab si gagak tua dingin. sudah tarif buruh itu. orang tua itu menodong tanpa basa-basi. Atau justru ia yang terus-terus diracuni. Uang saya cuma segitu-segitunya. . Bawa anak-istri? Nggak. kemudian disalahkan karena seolah mendung tapi tak hujan. Diterangi pijaran bohlam. Tempat tanggal lahir? Aku berpikir. Kurus kering. menatap mataku lama. Kami mulai tanya jawab. Di rumah itu ada seorang bapak aneh. seperangkat cap. Tidak punya uang banyak. saya iyakan saja. Nama depan? Bodhi. pupus di depan kakek kecil itu. Bau minta ampun. Tubuhnya yang tinggi besar dan kegarangan yang seyogyanya dimiliki oleh seorang satpam. Saya diajak ke satu rumah. ia pun mulai bekerja. Desember. Gajiku tiga bulan bekerja di penginapan. . . Takut-takut. katanya. Mengelabuimu seolah-olah ia berawan padahal cuma kabut asap. tanggal . Ompung. Aku rindu langit jernih—atapku dan Pak Sembiring nyanyinyanyi sambil bergitar sore-sore di Pasir Putih. 25 Desember 1978. di tangan burung nasar ini akhirnya aku punya tanggal lahir. Biar macam Yesus kau kubuat. Lawang . masuk-masuk gang kecil. Empat setengah. suaranya mirip burung gagak. Mengeluarkan setumpuk buku hijau sebesar album foto gratisan. bahunya melengkung ke dalam seperti tapal kuda. . . kira-kira setengah kilometer dari pelabuhan. Eh. Umurnya kira-kira se-Pak Sembiring. . Dan jawabanku berhenti di sana. Dia ingin mengajak saya ke suatu tempat di Belawan yang katanya sangat-sangat rahasia. Pak Sembiring baru menjelaskan kalau Ompung Berlin bisa mengusahakan paspor untuk orang-orang tidak tercatat seperti saya. Sikapnya jadi segan dan penuh bimbang. Keruh. Buronan? Bukan. Aku ikut tertawa. cepat sikit! Mamakmu beranak di kandang babi pun aku tak peduli! bentaknya tak sabar. Ompung Berlin menulis di secarik kertasnya. Sengaja tidak kuambil-ambil. tapi ternyata bukan mendung. buron politik . tandasku. Pak Sembiring yang baik. Ini lucu sekali. Dia yatim piatu. dua juta. Mulutku terus bercerita. Lima ratus ribu. Ompung Berlin mengangkat muka tirusnya yang membentuk siluet tengkorak. dan ia terkekeh. bahkan untuk kasus-kasus yang lebih berat: penjahat. penyelundup. . Dengan serampangan.1 I 43 . Saya tidak mengerti apa maksudnya. Terpusing-pusing belasan tahun. dekat pembuangan ikan busuk. . dan terjadilah anggukan kecil.satpam paling tua di penginapan. kayak anak kecil. Dibaptiskannya tanpa beban. B-O-D-H-I. bujuknya.

Aku diam. tapi nama Liong yang kau pilih. Asap tembakau membungkus muka tengkoraknya bagai gunung gersang berselendang kabut. plus dua jam mengantre meja imigrasi di dalam kapal. Cukup lama untuk membuat kami semua jengah. Ompung Berlin menjadi orang pertama yang tidak mengomentari kepalaku. Pak Sembiring buru-buru memotong sambil melirikku cemas. Berfotolah aku di belakang kain merah yang ditancapi paku payung di tembok. dan besar. Semacam prosedur standar setiap usai tertawa. tiga hari sesudah pertemuan pertamaku dengan kakek sakti yang seram-seram imut itu. Jangan! sergahku panik. bikin gambar. Ini pakaian perempuan. PUKUL PIGAV. Ketidaksengajaan demi ketidaksengajaan menggiringku dari satu tempat ke tempat lain. Ia pun menulis sambil menggerundel. Lima jam di laut. Dan rambut itu bau bacin. Tapi jariku seperti diundang sesuatu . Bodhi Liong. Cari gara-gara 'kali kawan ini! Ayo. tasbih kayu—Liong. bisik Pak Sembiring. ludah ikan busuk. Bibir hitam itu lantas mengaum lebar menelan pangkal cangklong. ulangku mantap. Berbekal paspor made in Ompung Berlin yang berhasil lolos mulus. . Matamu sebesar mata kerbau. MACAM MANA PUN! TIGA HARI?! BAH. Kancing sebiji di bawah perut yang sudah longgar itu berwarna emas. Ia menengadah. Tidak bisa. Buka topimu! Ompung berseru. Ompung.1 pintu. atau karena fisiknya sama aneh sehingga ia seperti melihat sesama. Bodhi ini harus menyeberang tiga hari lagi. Tapi salah naik bus ke Butterworth-lah yang akhirnya mempertemukanku dengan A K A R I 45 . Tiga sore. Entah matanya yang merabun. Kuangkat dagu tinggi-tinggi agar deretan tulang itu tersamar. Mau kubuat jadi Bodhi bin Berlin?! Ia mengancam sembari memelototkan mata merahnya yang berurat-urat seperti varises. Tidak pernah kukira. GILA KELIAN! Burung gagak itu berkoak-koak ngamuk. genit. Dan itu benar. Guru Liong pernah berkata. ajaknya seraya bangkit berdiri. dalam ketidaktahuan kita justru dapat bimbingan. Minggu depan selesai. Namun sempat kutangkap matanya melirik ke arah kalender. katanya ketus. Sesampan ikan busuk. Tingginya benar-benar hanya sedada. . Pintu bilik itu menutup. Salam perpisahan. Ompung melemparkan jas kuning berbahan licin yang sudah apak kecokelatan untuk kupakai. ujarnya serak sambil membuka 44 I Supernova 2. Bukan usaha diam-diam untuk menggaruk. Ambil besok malam. dan Ompung kembali menatapku dengan mata pembunuhnya. Ada bantalan di kedua bahu. Ia terkekeh lagi.Tidak punya. Lebih baik terlihat seperti anak pongah daripada anak jin. mukamu tak ada Cina-Cinanya. Harus ada. Bcrfoto maksudnya. jangan lupa bawa uangnya. jawabku. ditutup dengan batuk petasan. ujarnya sambil melengos. Sepintas kulihat Pak Sembiring tergagap menahan senyum. Kembali berpikir. aku bisa naik kapal laut ke Penang. Bodhi—tanganku bergerak merogoh kantong celana.

Ia bosan dengan kemapanan di negaranya. katanya sambil menepuk ransel besar di punggung. Aku satu-satunya backpacker yang tidak ber-backpack. Kesejatian yang dimaksud Guru Liong. ia tertawa. Bahasa Melayunya lancar bak berondongan peluru senapan otomatis. Dorothy—yang keluar rumah sejak umur empat belas itu—alasannya ribut dengan ortu. tujuanku yang sesungguhnya adalah perjalanan itu sendiri. Ada ketakutan universal yang mempersatukan semua umat. Aku dibawa ke komunitasnya. A K A R I 47 . Seumur hidup belum pernah punya buku sebagus itu. serta infrastruktur yang serba lancar-mulus. sesama backpacker. Bukan foto-foto atau eksplorasi budaya. kehambaran tradisi. 46 I Supernova 2. Ada satu dorongan menggelegak. Tidak ada yang percaya aku pun berniat bertualang serius seperti mereka. Nginap semalam di sana. coba pertimbangkan untuk mengganti tas nenek-nenek itu. Hanya sebuah tas jinjing bersablon KERINCI. Tristan berkata. yang bisa dikemplangi papan besar bawaan mereka agar jadi hewan domestik. Mikey dan geng sur/er-nya senang menaklukkan ombak. Tanpa tiket pulang. Tapi. dan besoknya lanjut pakai kereta api ke Bangkok. It's definitely out of date. licin. So. Baginya. dilatari peluit lokomotif yang galak dan mualim yang beruar-uar dalam bahasa Thai. Tanpa kamera. Tanpa peta. backpacker gondrong asal Australia yang sedang berkeliling Asia Tenggara. gitulah pokoknya. tapi kamu harus punya. Aku menerimanya setengah tak percaya. warnawarni. Ada yang mulai jalan sejak umur empat belas tanpa berhenti. dan hotel. Memang susah dimengerti. atau lusa? Yah. Identitas kaumnya. . Dan saya tahu kamu tidak memiliki cukup uang untuk membeli ini. Total ada sebelas orang yang mau menyeberang. dan manusia mengucap doa sebelum naik kendaraan umum itu eksotis dan inspiratif. Dia lalu memberikan daftar nama. Di Stasiun Hua Lamphong. Di antara mereka ada yang sudah backpacking di Asia selama limasepuluh tahun. seolah ombak laut itu binatang buruan macam singa laut. Bukan satu atau seratus tempat tertentu. my baldy mate. dan siapa tahu Kesejatian tiba-tiba nongol dari balik kerikil pertama yang aku tendang di jalan besok. Ia angkat kaki dari Greenwich dan tak pernah pulang lagi. kalau ada apa-apa. Mereka berkumpul di Butterworth dan ramai-ramai mau pergi ke Thailand lewat darat. Nothing dogmatic. . jelas macam-macam. seirasional apapun adat istiadatnya. ingatlah untuk mencari kami-kami ini. Semua manusia. Tristan sendiri muak dengan dunia barat. melihal manusia jadi kuda bagi manusia lain.1 Semakin jauh kaki ini minggat. siap-siap melepaskannya kapan saja! And. kota terdekat dari perbatasan yang ada stasiunnya. saya dan Tristan berpisah — Kalimatku terpotong begitu memoriku mengiangkan ucapan Tristan. aku yakin dia akan mendekat. Tristan menyerahkan sebuah buku: Lonely Planet Thailand'. kafe. saya tahu kamu bisa menjaga diri. membuatku tergopohgopoh merogoh kantong celana. This is our ever-changing bible. Yang ingin aku cari adalah . dan menjejalkan tasbih kayuku ke dalam genggamannya. Rame-rame kami nyewa minibus ke Khlong Ngae. toh sama. Tebal. Tanpa traveler's check. pemberian pandita Chiang waktu kami berpisah di Belawan. lanjutnya lagi. bahasa Thainya juga. bahkan lebih. nomor kontak. alamat e-mail. Travel Survival Kit. yang waktu itu bagiku terdengar seperti orang menjeplak-jeplak lidah dengan nada naik turun tak tertebak. Bodhi. Bodhi.Tristan Sanders. Kalau bicara soal sebab-musabab dan motivasi. seeksotik apapun tarian tradisionalnya. uh.

Semua cewek-cewek dijamin menolehkan kepala begitu dia lewat. bingkai foto. Dan Kell. dan kalau saja punya. bag yang juga bekas. Kelahiran baru. Malam terakhir saya di Penginapan Srinthip. Hampir semua teman sekamar saya melakukan hal serupa. Dan sedikit demi sedikit mencoba mulai belajar bahasa Thai. mempersembahkan senyum tercantik. stasiun. kamu sudah cerita . Tepatnya. Plus. No. ada orang baru masuk kamar kami. I can't possibly accept this. Sanders. Ini hadiah dari gurumu. Ayahnya orang Irlandia yang juga pengelana. Bodhi. Mereka nggak mau kehadiran saya jadi masalah. pecinannya Bangkok. phom kin tidak bisa meminjamkan uang. dan jadilah dia dengan kombinasi genetika yang sempurna.1 . . Kita akan bertemu lagi. dan bahasa Pali—yang sedikit banyak dipakai. Pergi ke Yaowaraj. Merayakan kembalinya dia ke Thailand setelah dua puluh tahun keliling dunia. .Tristan lebih kaget lagi. setidaknya oleh komunitas Buddhis—saya belajar bertahan. Mereka. di sebelah timur area Banglamphoo. masing-masing isi enam—dia bagikan cumacuma. Sekelebat visualisasi muncul. dengan tarif 40 baht per malam. . Tapi. katanya. . dan tidak punya dana untuk itu. Membawa satu ransel standar dan satu koper kulit tidak standar—seperti kotak sepatu ditumpuk tiga—berwarna merah anggur. semenjak dipecat saya tidak bisa lagi bertahan hidup begitu. Aku pun lanjut bercerita. dan tinggal bersama lima orang lain di sebuah kamar mungil. kamar mandi yang tersedia di luar dengan rasio 1: 24. saya langsung cari kerja. Baldy Bodhi . yang juga pas-pasan. ngamen. Untuk perayaan. Nanti kamu akan mengembalikan tasbih ini. satu sleeping 48 I Supernova 2. itu harga sewa sepetak ubin—dalam pengertian harfiah—untuk ditiduri semasa belum punya sleeping bag. Umurnya barangkali sekitar 35-an. Bangkok merupakan babak baru. Buku dari Tristan saya baca setiap hari. Tristan cuma geleng-geleng kepala. Berbekal bahasa Mandarin sepotong-sepotong. Jujur saja. ujarku. menikahi wanita Mesir. Demikian ucapan terakhirnya sebelum tubuh itu membalik dan berjalan pergi. Harus pindah ke jalan. menggoyang-goyangkan ekor tanda kepingin. Namanya Kell. Hiruk-pikuk Hua Lamphong di kupingku mereda. . Kami semua berpikir kenapa dia tidak jadi bintang film. . dimulai dengan cuma ngomong 'sawat-dii krup' [kalimat kedua yang kukuasai adalah cuma makan sayur]. saya ogah kembali ke sana. Bangkok adalah titik nolnya. Inggris seadanya. Barang bawaannya yang lain—dua pak Heineken kaleng. Koper itu kelihatan kokoh dan sudah berjalan jauh. berkata dia punya 'suami' enam belas AKAR I 49 tae phak = saya Karena tidak pernah menganggap diri turis. dengan nada bercanda tapi serius. Dari sebulan pertama itu. saya berhasil mengumpulkan uang untuk beli satu ransel bekas di Pasar Pahurat. atau kuil. Jatah makan sekali dari restoran bisa saya pecah jadi dua kali. ya kayak kalian-kalian inilah. nggak ada modal sama sekali. dan berhasil jadi tukang cuci piring selama satu bulan di restoran Cina. Orang-orang mengusulkan saya berdagang di kaki lima Th Khao San. sampai akhirnya dipecat karena nggak punya izin kerja. Ada yang jualan kalung. Tapi saya nggak punya keahlian apa-apa. yang menjadi pilihan terakhir.

Kell menunjukku. seorang vegan aliran keras dan antidrugs. digila-gilai. And not just THAT kind of tattooist. cuma di Bangkok saya bisa merdeka begini. Matanya menerawang tak terkejar. bebas menginjeksikan spermanya tanpa dimintai pertanggungjawaban. dia langsung digiring masuk. Tangannya sampai di pergelangan tanganku. seolah m. Bodhi. Cemas. terabadikanlah senyum Kell lewat lensa mata mereka. Anak itu lebih bersih dari rumah . Memang bukan kamu yang membutuhkan tato. Tempat nadi berdenyut. Art carries out Nature's unrealized ends. You need lo be completed. Aristotle . mempertunjukkan sudutnya yang prima. Hidup Kell memang khayalan termuluk setiap pria: cakep. Tapi detik itu. lanjut Kell lagi. Empat bulan lebih aku terbebas dari takut. Ia berhenti mengawang. mengapresiasinya bak lukisan Monalisa. He does. and art partly completes what nature cannot bring to a finish.1 Nonsense! cetus Robin yang naturalis. coba mendekat. tangannya meraba-raba. Musf be something in my genes. Perempuan-perempuan yang mengawininya untuk dijadikan 'istri'. Hell.-nembus dimensi ini dan bertandang ke alam dewa-dewi. Rambut cokelat tuanya. Mata kami saling menemukan. Dan dua perempuan di kamar kami. AKAR \ 51 . Kami tahu itu. Kell tidak pernah ingin punya anak. Mata hijaunya melirik Robin dan Yvonne yang seketika tersipu-sipu. 50 I Supernova 2. Kell menepuk koper merah anggurnya . Saya bisa langsung tahu siapa yang butuh digambar. Bodhi . Dan kalimatnya menggetarkan nadiku. Beban langsung terangkat dari wajah Yvonne. Bodhi?! Mereka tertawa. ang telaga hijau dan aku berkaca di sana. Ia tancapkan mbu-rambu perjalanannya di atas kulit manusia yang ia ilih. Empat bulan lebih aku tidak merasakan keanehan apa-apa. A tattooist! bantah Kell. Kell menyambutku dan mata itu kosong seperti buta. Siapa bilang tato itu kotor? Kell langsung menampik. THAT kind of needle. Mempelajari dan menembusi segala itos demi menemukan satu pola universal. .di seluruh dunia. Yang satu buang muka dan langsung menenggak bir. Robin dan Yvonne. Aku beringsut maju. Menelusuri jak asal-usul manusia. Perjalanan ng jauh. Dan kamu. Robin mendesis. . . entah pada siapa. . sambung Kell lagi sembari menebar pandangan. Tanpa berkedip. Tapi keduanya membentuk senyum serupa. . . . spontan bertanya. Hidup saya . cuma untuk jarum-jarum di dalam sini. merupakan karya alam yang luar Masa! Kell berdecak. . ia sembunyikan petunjuk itu di antara lapisan epidermis. 1 kit! Mana mau mengotori kulitnya dengan tato . . ia sibak dengan kepala sedikit mendongak. aku kembali merasa terancam. yang bertumpukan halus sampai tengkuk dan membuatnya seperti selalu ditiup angin. . disekap untuk dijadikan pejantan. You're a user? Yvonne. Di sini! Ia tersenyum. Ia ber-ooh panjang. Kell tidak pernah membiayai hidup mereka. dia yang justru dibiayai. Wah! Keren! Keempat anak di depanku berseru seraya menandak-nandak semangat. Tato itu seni tingkat tinggi. Dan setahun sekali Kell muncul di depan pintu. . no! I'm an artist. begitu katanya sambil tersenyum. . Karena nggak punya siapa-siapa. lebih dari yang bisa kalian bayangkan. dan gambar apa yang mereka butuhkan. Yang satu menunduk. Hey. Kell sudah mendapatkan kembali kekaguman perempuan itu. / wouldn't want any artificial thing trapped in my body! Exactly. mereka yang menuntut.

I can read your mind . penghubung mesin itu dengan pedal yang diletakkan di kaki. Ia bersenandung. tidak mungkin tato tribal. Kamu yang ngajak! It was meant to be rhetorical. Spaulding & Rogers 'Revolution'. ia akan . sekarang bagian yang paling penting. alkohol lebih penting dari air. Mereka bilang seperti bor dokter gigi. Kasih lihat semua tato kamu biar saya pilih. love this baby. Sekalipun kelihatan seperti satu AKAR I 53 . Ia lalu memasang seutas kabel.Aku adalah tongkat estafetnya. Kamu kidal. Kell mengangguk mantap. ya? tanyanya. bertanya terkagum-kagum. It's a tribal pattern. disusul memelorotkan celana. Malam itu Kell dan aku menempati sudut kamar. . atau . . looking at you. Kell mengecupnya. just like the rock stars. Seperti puas mendengar celetukan asal tadi. Tintanya hitam berkilat seperti diglasir. . Dan ada ketidaksinambungan di sana. Untuk profesi begini. katanya cepat. Bodhi. hitam warnanya. . sebuah senyum aneh mengembang di wajah Kell. Gratis. . isn't it? Sergio. Kell dalam kolor doang. Sementara ia sendiri . Di pinggangnya ada botol plastik. salah satu teman sekamar kami. membuka kancing kemeja jinsnya. ia membusungkan dada. Sangat presisi. Saya tidak punya uang — Sedang ada program promosi. yang rasanya cuma seupil kalau dibandingkan dengan Kell. Berdengung tipis namun tajam bagai kor nyamuk. Ia duduk di atas ranselnya. memegangnya seumpama siap menulis surat dengan pistol. Aku mengangkat bahu. Bonus bagi Yvonne dan Robin. Apa yang akan menjadi tatomu? Apa yang akan menghiasi kulitmu sepanjang hayat? Ia bertanya dengan mimik tegang. Sangat memukau. . Aku menggeleng. kamu sendiri yang memutuskan. . Kita dihadapkan dengan pilihan yang sangat sulit. Dia pun punya satu di betis. Dengan khidmat sekaligus gemulai bagai tarian prajurit purba sebelum pergi menyabung nyawa. Kell geleng-geleng kepala. / am the eye in the sky. Saya harus menato setengah Bangkok untuk satu kamu. Kedua pergelangan tanganku digenggam lama. Mata hijau itu mengedip. Melebar hati-hati seolah takut mulutnya sobek. Kalimat itu mengalir begitu saja.1 Dilepaskannya pergelangan kiriku. Alkohol 70%. Terpampang empat laci bersusun. Ya. Sebuah adaptor dicolok ke stopkontak. Apapun itu. / was trying to be dramatic! Mata itu terbang jauh lagi ke langit-langit di atas ubun-ubunku. tak tahu mengapa dan dari mana tercetus. Dapat dibayangkan Kell diputar bagai kambing guling lalu dibelat-belit pita besar. Kell mencoba mesinnya. matanya merem melek. . . kenapa ia tidak memilih jadi penyanyi saja. malah sangat gampang? Pada akhirnya. Nah. dan seluruh ototku tersentak. Semua di ruangan itu berpikir. Atau malah bukan tato sama sekali. Koper itu dibuka. aku menimpali tiba-tiba. Kell meletakannya di lantai. Semua orang di kamar itu menahan napas ketika melihat tato berwarna hitam yang melingkar-lingkar mengelilingi tubuhnya dari pertengahan paha sampai ke leher. Kamu mengandung segala unsur yang tubuhmu sendiri tidak sanggup menampung. 52 I Supernova 2. . Aku di ranselku. Let's do it now. . Wow . Kell tertawa mengambang. Kell mengambil sebuah mesin kecil. . Kell terkekeh. terpasang tipis di bawah garis pinggul. Bukan tato jenis apa pun.

Agar Kell sadar aku ingin pembahasan tersebut segera berakhir. Aku masih belum mau melontarkan satu pun. Itulah takdir saya. maksud simbol-simbol itu apa? Yvonne tidak tahan lagi. Kali ini aku putuskan untuk bergabung. Sebesar itu? Berapa lama? Oleh siapa? Bagaimana caranya? Mereka menghujani Kell dengan tanda tanya. Kell mengenakan lagi celana pendeknya. telanjang bulat dengan gambar-gambar ini. omong kosong. Pertanyaan itu tampak mengusik Kell. sama seperti perjudiannya petani. . Ada yang bilang dua minggu. Yeah. Ia pun berkata pelan. Perhatikan semua tatoku dengan cermat. . bicara pada dirinya sendiri—rating 'X-Files' sudah serendah itukah? Man. Menghujani Kell dengan tawa. saya ditemukan pingsan di gurun. dibatasi sendiri oleh takdir. Kenyataannya. Aku tak mau melontarkan satu pun. dan ia menyeringai lagi. saya pernah hilang. sampai salah satu dari pendengar berujar datar. Karier saya pun punya kuota. Orang-orang di Kairo punya versinya masing-masing. Ikuti kata hatimu. Tidak bisa lebih. Jangan tanya berapa lama saya hilang karena saya tidak tahu. Ia tertawa mendengus. Dirajahkan sekaligus. Ada keheningan singkat menyambut jawabnya. cuma pakai tinta hitam. Kalian pikir saya ini cari uang dengan tato? Kadang-kadang malah saya mesti bayar orang supaya mau saya tato! Perjalanan saya ke sini pun subsidi dari Vivienne. Kell si penabur. It was the alien . Tinggal Kell yang bicara. mengoplos warna saja tidak pernah. Banyak yang mati. Derai tanda tanya reda seketika. Fokusnya pun berpulang padaku yang sudah menanti dengan pergelangan dibasahi alkohol. Sementara saya. . Semua terdiam. tidak ada jaminan semua benih akan tumbuh. mengingatkan kami bahwa muka tampan dan muka seram ternyata berbeda tipis. dong! Kenapa kamu bisa hilang? Diculikkah? Tersesatkah? desak Robin. Sekeras-kerasnya. dan suara Kell kian mencekam: 616 dari 617 simbol ini sudah dirajahkan ulang ke tubuh orang-orang yang saya temui selama hidup. Simbol ini adalah benih yang harus ditabur ke tanah yang 54 I Supernova 2. ia melirikku. Penato profesional seumur hidupnya mungkin sudah membuat ribuan gambar. 'suami'-ku di Toronto. too many. Dulu sekali di Mesir. ditujukan padaku: 617simbol. Sorry. fuck off! Get outta here! Can't be! Mereka menghujaninya dengan tanda seru. bisa dibilang kamu datang jauh-jauh dari Toronto ke Bangkok hanya untuk menato Bodhi? Memangnya . Napasnya naik turun. Seperti validasi ceritanya yang langsung gugur begitu Kell melempar kartu mati. Tiap potong kata dari mulutnya menjadi semakin dinanti. melipatkan tangan di mulut. Jadi. Buat pekerjaanku lebih mudah! Kell berkataA K A R I 55 . beberapa meter dari reruntuhan kuil di dekat Luxor. I've to be more creative next time. Yang lain mulai ikutan. sepuluh hari.1 tepat. Bodhi. Yvonne tergelak. . bahkan menganggap saya tidak hilang sama sekali karena katanya ketemu saya setiap hari. 617 tato. Bull—shit. Dengan suara dalam ia berkata. melempar kemejanya ke sudut. alien. dalam celana kolornya. Kell. Tapi. Jangan pedulikan omong kosong tadi. Sungguh. semua merupakan potongan gambar independen yang tersusun rapat. Hah?! What?! Oh. berat sekali. Kell menyeringai. .pola besar. That's the end of the story. Cuma dewa-dewalah yang tahu siapa yang berkeliaran sebagai Kell di Kairo selama itu. Inilah hasilnya [dan jawaban itu membuat seringainya menyeramkan]. Alien—ia nyengir. Ayo. Tiga minggu sesudah hari pertama saya dicurigai raib. Kell melihat aku mengerti.

swastika. Dan aku benar-benar merasa terancam. Kamu yang terakhir. Kell setengah bergumam. Kell mendelik dengan bibir melebar drastis bagai sayap rajawali lepas landas. Bodhi? tanyanya serius. detik itu juga saya siap-siap pergi kemari. Bagaimana kamu bisa tahu saya ada di sini. Yah. Detik pertama kamu memutuskan pergi dari negara asalmu.1 AKAR I 57 Vesica Piscis. benar-benar tak bisa membedakan itu tampan atau mengerikan. . . Ampun. salib. di Srinthip?! Ia tertawa. atau kode. Tentu saja tidak. kuamati simbol-simbol yang membalutnya dari pinggang ke atas. naga. Kell menggeleng. Saya hanya memfasilitasimu dengan pilihan-pilihan. petir. Kamu tidak akan memberiku petunjuk apa-apa? desakku. semacam itulah. banyak segitiga. . 56 I Supernova . Not with the Last One. atau mungkin maksudnya pasukan sperma berkepala bundar bola. namun lebih banyak yang tidak kukenal. di Banglamphoo. Satu-satu. 2. Yin-yang. banyak kubus. begitu aturannya. That's not how it works. Ia memberi penekanan seolah itu sebuah istilah. di Bangkok. banyak lingkaran. Bodhi. dan aku angkat tangan. Beberapa kukenal. yang dikiranya aku tahu. Kalau ini? Mandelbrot's fractal. Lagaknya tidak meyakinkan. kan? Karena kamu tahu. ia sibuk melumuri tangannya dengan gel bening beraroma alkohol. Kamu memang betul-betul mencari saya? Pertanyaan resmiku yang pertama. The Broken Serpent. Apa ini? Aku menunjuk gambar dua lingkaran berlanggaran dengan luberan hitam di tengah. gabungan ketiganya . Saya tahu karena TAHU! Pernahkah kamu mempertanyakan kamu ini ada? Nggak perlu. Ini? Kutunjuk gambar cacing-cacing tidak keruan. masih pakai nanya lagi. bagua. Kamu mau pilih itu. tapi aku tahu ia serius.kata tanpa melirikku sama sekali. Kamu harus menggenapi dirimu sendiri.

jawabku. andaikan aku punya satu persen saja dari seluruh kemampuan seorang Bodhi! For God sake. Padahal kenal korban UFO ini 1 x 2 4 jam pun belum. Semua kalimatnya menambah stres. make yourself useful! Benar. Urusan kita belum selesai. aku mendengar suara orang berbisik. Dan pada saat seperti ini benakku justru kosong. Kell sudah menunggu dengan sekantong paw-pia panas di kamar. no. Dan kenapa aku 58 I Supernova 2. atau apapun yang bisa kujadikan petunjuk. AKAR I 59 . you fool. Tungkaiku memaksa agar berdiri dan melangkah keluar dari kamar. hangat hawa napasnya meniupi bulu kuping: Berhenti mencari. Semua kantong tidur sudah terisi. Pria di hadapanku itu kembali jadi ancaman pertama yang kurasakan empat bulan terakhir ini. Hei! — Aku tak mau dengar apa-apa. Aku sungguh tak paham kenapa masalah tato ini menjadi begitu berarti. Suara Kell. ia menahan tawa. Mau ke mana kamu? tanyanya curiga. Hhhh—aku menghela napas. Segalanya terjadi bersamaan.1 takut? Sangat takut. Saya harus check-out dari sini. . gambar fraktal Mandelbrot atau gambar bulan sabitnya suku Hopi? Kell tampak terhibur oleh ketololanku karena sedari tadi ia bersikap seolah sedang bercakap dengan si Mahatahu. Aku mengucapkan terima kasih. Oh. No. mana duluan. ingat? Tidak ada yang kronologis dalam dimensi yang tidak dijamah waktu. kan? Kamu memilih jalur susah untuk perjalanan yang mestinya sangat gampang.6 i 7 assorted pains. Saat aku pulang dari kamar mandi pagi-pagi. maka kamu akan menemukan. Dasar manusia. ujarnya santai. Tuhan. Cuma satu yang belum pernah kugambar ulang. . dan meninggalkannya lagi untuk beres-beres. Kenapa mendadak aku menginginkannya lebih dari apapun. Bodhi. tapi tidak tampak apa-apa. katanya. Aduh! Kell terpingkal. Kell tahu persis. Baru lewat tengah malam aku kembali ke Srinthip. Ia menyobek kertas pak berisi jarum. cuma padaku cerita misterinya masih laku. Untuk sarapan. Sudah saya bilang. perasaan aneh. Tapi itu rahasiaku dan . Apa simbol-simbol ini disusun kronologis? tanyaku lagi. Kecuali punya Kell. Tak ada pemandangan aneh. semua tato ini dirajahkan sekaligus di tubuhku. dan rasanya aku makin terpojok. Sementara dari tadi saya berpikir. Kell sialan! Sialan! Ia sudah mengajariku memaki. Feel. Entah pukul berapa. Bodhi. Kosmos. You mean. Kedua tangannya dibalut sarung tangan lateks. Kucoba berkaca lagi di mata hijaunya. lalu memasangnya di mulut mesin. mencelupkannya ke alkohol. saya tidak lagi punya uang — Kell langsung menggelengkan kepala. Bisa nggak saya berpikir dulu? Don't think.

thanks. Dia mengajak saya menyusuri soi Ngam Duphli salah satu gang turis terpadat. . apalagi milih-milih tato yang nggak jelas gunanya apa. Dan tatapan pria itu tidak lagi buta. bagaimana bisa . mengingatkan kalau badan seorang bernama Bodhi masih ada. aku menolak. Kell memang punya cara sendiri. . . Bodhi . Kell menepuk bahuku. . Entah apa yang dia cari. Kell. Ketika dia mengajak bicara seorang laki-laki gelandangan. Lumpia ini sangat membantu. lanjutnya setengah berbisik. Dan pada detik itu waktu bercampur. No wo-man. Sungguh aku terkesan dengan betapa tulennya A K A R I 61 . Ada yang belum kuceritakan . Waktuku di vihara menghadap Guru Liong dan waktunya Kell saat ini. Saya lebih percaya kondisi. dan saya tidak setragis itu. Nggak tuh.1 Tapi. . Nope. ia mengangkat bahu. disambut si pria Thailand. Pure luck. . jawab Kell ringan. Telaga hijaunya berubah menjadi kawah telur asin yang menggelegak: You are the Last One. Kell menekan suaranya sampai tinggal udara. no ka-aii!! Memangnya kamu sudah lama kenal dia? Aku bertanya pada Kell. Ayo. Di kamar. dan kondisi keuanganku telah membawa takdir kita untuk berpisah. . . kata-kata ini tergulir dari mulutnya: 617 tatoku ini belum genap. Tugasmu berakar. saya pun masih tidak tahu rencana dia sebenarnya. Sampai akhirnya kami bertiga mampir ke toko kelontong dan Kell membeli papir . mereka bernyanyi bersahutan. dengan bahasa Thai-nya yang sangat fasih. . Apapunlah. bahkan lebih jauh. kamu benar. Kamu tahu dia punya kakak? Kell menggeleng lagi. Yang ditanya menggeleng sambil tertawa jahil. Dengan beban tinggi yang mengimpit kami dari segala sisi. Tak sanggup mengikuti. . Aku manggut-manggut kagum. dan iming-iming sepuluh dolar. I'll make you a tattooist first. yang lalu menjadikanku ke-618. Kamu pikir traveler's check dari Vivienne akan habis kalau saya tinggal di kamar busuk ini? Saya bisa tinggal sebulan di suife-nya Hotel Sukhotai kalau mau! Letakkan lagi ransel itu. kita beli pdu> pia segerobak! No can do. Dan kamulah perajah tato ke-618 di tubuhku. Saya butuh satu lagi. coba pahami. You're such a retard! Kell berujar gemas. Jadi. tapi bisa kutangkap kata-katanya: Saya capek. no cry . saya ngaku kenal kakaknya yang dagang kue di dekat pos polisi Khao San. lanjut Kell. . No woman. Bertemu pada satu titik. Mana mau kalo gratisan. . I'm out of here. sahutku sambil menggendong ransel. Saya terlalu malas berpikir. . Sementara jasad ini—artefak yang dihasilkan ruang dan waktu—seperti beku. Tugasku menabur. ? Aku menelan ludah yang apabila dibiarkan sedetik lebih lama akan ngacir jatuh ke lantai. duduk santai di atas kantong tidurku. orang ke-617. Aku berkata susah payah karena terjejali paw-pia yang potongan wortelnya menjulur-julur keluar dari mulut. Kamu bukan Departemen Sosial. 60 I Supernova 2. . .Nggak. . . kamu adalah kemerdekaanku. Kita saling memberi satu untuk jadi genap. Dan kamulah orangnya. Kell bernyanyi asyik menghadap plafon. These people are sneakier than you think.

kamu harus membuat dia benar-benar diam . mencelupkan jarum. Kell telah meninjunya. Nah. Jadikan sandaran kelingkingmu patokan. Sementara itu. Kell cuma menyedot seisap dua isap. ada di laci ketiga. lihat saya! ia mencontohkan. coba lagi. Laki-laki ini penggemar fanatik Bob Marley. Kell menyuruh aku mempersiapkan si koper merah anggur. Itu pasti karena terlalu dalam. ya. saya sedang menyelamatkan nyawa kamu. bergonta-ganti dari bahasa Thai ke bahasa Inggris. AKAR I 63 62 I Supernova 2. look at this guy's face! He can resist any pain! A WW! Yut! Yiit! Stop! Laki-laki itu menolak dan berusaha berontak. Jeez. Aku menyelesaikan dua sisa cekerku. tanpa sekalipun berhenti tertawa. Merombak ceker ayamku menjadi empat daun ganja yang. . Ya. . Sekarang. coba ambil. . aku mengangguk. Sudah? Sekarang tempel kertasnya. Dengan kualitas aktor sejati. Tipis-tipis. Bodhi.1 . . Bodhi. Kell mengusap-usap dagunya. Dengan terampil. Bodhi! serunya. bungkus kelingking dan jari manis kamu pakai lap kertas. . . Menginstruksiku langkah demi langkah. dengan kode-kode. Membimbing mulai dari cara sterilisasi lengan dengan alkohol 70%. tekan pedal pelanpelan. jangan sampai terlalu dalam karena akan sakit. Ya. Gambar apa saja yang kamu suka. Angkat sedikit! Jangan bengong! Tanganmu tidak boleh diam selama jarum ada di atas kulit! Shit! He's bleeding! Aku mulai gugup. kita harus coba mereparasi garpu-garpu rusak ini. . sekarang kamu coba lagi.Kell dan gelandangan itu tertawa-tawa. memang jadi lebih gampang. kontrol ada di pedal. Campuran tembakau dan daun hijau kering. rasakan pedalnya. ia tergelak. Suara Kell mengiringi setiap pergerakan. Terbang jauh hingga suara desingan mesin yang menggigit kuping tak bisa menjangkaunya. . untung Kell memegang tangannya erat-erat. Laki-laki itu mengisap habis dua linting rokok yang Kell racik. Satu ceker ayamku selesai. Oke. Usahakan sekali jadi. Oleskan di lengannya. atur oleh kakimu. Awas! Jangan boros. . Garisnya bergerigi dan meluber sanasini karena aku tidak bisa mengontrol keluarnya tinta dengan kecepatan jarum. . ia mempertahankan ritme mengagumkan antara tawa terbahak dan cerocosan bilingual. Tolong kemarikan pensilku . . hidupku di Bangkok niscaya tak aman lagi. saya tidak bisa. Gambar di atas kertas tipis itu dulu . Ayo. Jelek sekali. . hingga menyiapkan mesin. Demikian komentar Kell atas mahakaryaku. carinya susah. Cepat. nama pacarmu. I would kill you if you drew this kind of picture on my skin. Bodhi! Atau tulis namamu. begitu! Coba mesinnya. BRUK! Tubuh gelandangan itu tahu-tahu jatuh. Sini. Kell melukis di atasnya. Laki-laki malang itu terus digiring Kell meniti batas sadar dan tidak. Bur 7 wouldn't be too worried if I were you. tukasnya. Percayalah. . powerful stuff. hmm. Begitu orang ini bangun. terserah! Pakai pensil itu! Ya . Baiklah. Aku menggambar dua pasang ceker ayam. bisiknya di telingaku. Kell . jangan lama-lama. Siap? Kell memberiku aba-aba. yang itu! Itu pensil hektograf khusus. Weed. tapi terus berusaha. hampir tiap lima belas detik. Dengan tubuh yang tidak bergerak sama sekali. Ada deodoran di laci yang kedua. Aku berusaha mengikuti jejak pensilnya dengan jarum. seolah tersadar samsara masing-masing bahwa mereka sepasang kekasih dalam kehidupan terdahulu. Saya setuju. cantik sekali.

selalu A K A R I 65 . Pensil! Selesai menggambar daun terakhir. Pelukis. Untuk sebuah outline? Yah. Empat setengah. Skala i sampai 10. Teknik pertama—yang paling sulit—dilakukan dengan gerakan mencongkel. Saya juga diajari merawat mesin. Berganti empat helai daun dengan efek tiga dimensi. Mulai dengan titik yang tergelap. ada luberan tinta di setiap sudut garis. garpu rusakmu belum sepenuhnya tersamarkan. Kita harus lebih sering berlatih. Susah amat. . Betapa kompleksnya pekerjaan ini. ia menyilakan. Lho—gambar ini kan sudah selesai . Kamu sedang melukis. . Gerakan Kell yang melingkar dan konstan ketika mengisi gambar dengan tinta hitam. Cukup orang ini yang bernasib sial. ada ilmu tersendiri. Jangan ragu-ragu. Begini contohnya.1 jarinya yang sangat cepat. Kell menilai hasil akhirku sambil menutupkan perban di atasnya. jeleknya. Bayangkan titik mataharimu ada di mana. dong! Aduh. Tapi lihat itu. Bagaimana. kamu dapat lima setengah. Oke. baru saya mau kamu tato. Ia mengikatkan lap kertas ke jarinya lalu mengambil mesin dari tanganku. Sekarang giliranmu. Fiuh. Kell berhenti sejenak untuk mengisi ulang tinta. memahami setiap sendi dan urat Revolution-nya. Bodhi. Kamu itu bukan lagi ngebor jalan! Ya-ya. Lihat lebih dekat. Hasilnya sungguh mencengangkan. Ini butuh teknik yang lain. Setiap hari saya melatih garis. dan yang kedua dengan gerakan membuang ke luar. . dengan penggunaan jarum tunggal sampai lima jarum sekaligus. Untuk optimismemu. lumayan. . Hampir tiga bulan penuh saya dan Kell terus bersama. ia menerangkan. we'll just have to put up with each other's presence. Lebih halus lagi . berkenalan dengan setiap komponen. Dadaku kembali ke posisi normal. melatih teknik gradasi dan pewarnaan. Semakin menikmati. tidak rakus. Kell terbahak. Sampai nilaimu delapan. Hanya suaranya yang tetap setia ambil peranan. komentarnya. membuat batas area pewarnaan yang kecil-kecil. Tapi aku terus bertahan. Until then. Kita buat satu daun lagi.Menyatu dengan jarum. setelah menahan napas selama setengah menit terakhir. Outline?! Bukannya ini sudah selesai? Aku protes. Science of light and dark. pengisian warna dan shading. Ceker ayamku punah. membuat titik-titik halus yang membikin mataku panas karena mengikuti gerakan 64 I Supernova 2. khusus untuk shading. Ada dua teknik shading yang bisa kuajarkan: sikat dan sapu. Aku mengamatinya. Dan untuk jangka pendeknya. begitu. Lekat rekat. Sementara Kell. Di sini kemahiranmu kelak akan dinilai. . What? Pacarmu bangun. dan Kell bergerak sabar. . dan konsistenlah dengan itu. Setiap lingkaran nyaris tidak bersinggungan sehingga sebaran tinta rata. . . Kell . Pakai perasaan. dengan cara sendiri yang misterinya tak ia bagi. Kell mulai menghiasi daun-daun itu. dan amati yang satu ini baikbaik. memreteli lan merakit ulang mesin. kuberi angka sepuluh setengah! Look. . Lenturkan pergelanganmu seperti penari! Penari. Kell menyerahkan sisa proses seratus persen di tanganku. demi menyelamatkan diriku dari tatomu nanti. membaikkah? aku bertanya.

Dan aku bulat utuh menjadi muridnya. Kira-kira tiga minggu sekali. ia mempertemukanku dengan dirinya. nonton bioskop. dan 'melengkapi' atau 'menyandingi'-nya dengan gambarku. lho. minum yang namanya cappuccino di kafe. kami memberanikan diri mulai komersial. gambar siap saji untuk mereka pilih. Satu potensi yang tidak pernah kutahu ada. spiral secara utuh menggambarkan setiap jiwa yang bergerak dinamis 66 I Supernova 2. makan kue-kue enak yang cantik. hitam amorf namun melengkapi dan tanpanya Idta dituduh hantu? Disebarkan oleh satu mulut ke mulut lain. bukan lagi sekadar keterampilan. tapi mampu dibuatnya dengan sangat indah. Aku tidak menyediakan flash. ke kebun binatang Dusit. Mencoba profesional . di tengah lautan pedagang dan pengusaha jalanan.berhasil menjaring 'kanvas-kanvas'. tanah moyangnya. Lebih seperti Kell. Keempat anak ini masih melotot mendengarkan. dinner di atas kapal di Chao Phraya. yang terpenting dan sulit kuungkap di depan empat anak ini adalah Kell mengajariku menggambar. kira-kira. yang merefleksikan bahwa jiwa individu merupakan fragmen dari keilahian. Namun. Tato saya makin oke menurut Kell. Dalam kelak-keluknya. sangat sensitif. Kell menyusuri akarnya dengan mempelajari seni gambar Celtic yang kompleks. menikmati Bangkok dengan cara yang tidak mungkin saya lakukan. Yah. Saya naik gajah. . saya temani dia ke Western Union. Dan untuk pertama kali dalam hidup. Kell mengajariku menggambar ornamen spiral yang pelik seperti beluntas. Kell membelikan baju karena punya saya kebanyakan sudah tipis dan hampir sobek. aku mencoba menembus karakter setiap orang. Sekalisekali. . Tibalah aku di fase pelatihan intuisi. dengan para A K A R I 67 . Jangan tanya bagaimana torehan tinta dapat melengkapi seseorang. kami jalan-jalan. . Terpengaruh tii setiap garisnya. . aku sendiri tidak paham. anjing bersayap. bahwa alam ini sebenarnya tidak semata-mata seperti apa yang dilihat: Ekor ular bercabang menjadi tumbuhan. Berhenti menculik korban. bebek berekor ikan. Kuhela napas sejenak. Kombinasi-kombinasi itu hanyalah upaya menerjemahkan kompleksitas alam yang tak terjangkau akal manusia. seperti bayangan yang muncul mengiringi kaki tatkala matahari bangkit di langit. Tidak sembarang menggambar. Banyak calon klien kami yang tidak terbiasa dengan cara ini.1 untuk menemukan kelahiran baru di pusat kekal nan diam. akan samakah? Atau ide yang tertuang dalam simbol dan gambar ternyata bisa mengalir dan ditransfer macam listrik yang kemudian membangkitkan sesuatu tak berwajah dalam diri. yang melalui sekian suksesi hidup-mati akan mengalami proses pemurnian—sama seperti pikiran yang mengucap mantra—melakukan pengulangan demi mencapai tiada. Kell melepaskanku di Khao San. gitulah . mengambil kiriman uang dari 'suami-suami'-nya. Ia menunjukkan kedalaman makna ornamen-ornamen zoomorfik yang berbasiskan bentuk binatang. Di manakah dan apakah 'itu'? Tintakukah? Gambarku? Getaran tanganku? Kalau aku penjual tato tempel seperti bonus di bungkus permen karet. Mentransfer kemampuannya yang terpenjara diakibatkan karier yang berkuota. nonton pertunjukan tari. Di ponten tujuh. Kalau dia sedang tidak sibuk mengencani perempuan-perempuan. Ia bertutur panjang lebar tentang garis evolusi tak terputus yang diungkap rupa-rupa spiral tiga dimensi sejak zaman prasejarah di Irlandia. kucing bertubuh burung. . saya makan di restoran mahal yang setiap orangnya diberi sendok dan garpu dalam jumlah berlebihan. tapi dia belum puas. hewan manis. Kell juga menunjukkan ornamen simpul yang membelit tanpa ujung pangkal.

Celananya selalu pendek. tapi bibir yang digigit lepas itu memang lebih menarik dari jawaban atas pertanyaan basabasi seputar kampung halaman. dan membuatmu merasa jadi landak. Semua blusnya ketat tipis. Satu-satunya momen yang ia bagi yaitu saat sebelum tidur. Angka delapan. tak kunjung datang. pulang malam. yang kemungkinan besar baru dibeli di bandara. ditandai dengan diskon spesial saking setianya kami berdua. Tapi ia benar-benar cantik. Kukunya lentik putih. Memandangnya seperti minum susu: putih. menggembungkan poripori. let me see. Sebulan lebih mangkal di Khao San. karena tampak steril dan tidak punya pengalaman. atau barangkali ganjaran. Aku kembali punya pemasukan. ia mengerjapkan mata dan memainkan bibir. Good night. perasaan seperti itu. ada fenomena yang menurutku paling-paling ganjil. padahal ada satu perempuan juga di kamar ini. USA. Tasnya memang ransel besar. Terlalu banyak. Kami cuma tahu ia memegang paspor hitam. Ia sama sekali tidak seperti backpacker. Pada saat itu. Star selalu ganti T-shirt sebelum melorot masuk ke kantong tidurnya. Dan sebagai penutup. Di depan kami semua. Ia memperkenalkan diri: Sfar. Tidak masalah. bisnis jualan bayangan ini semakin maju. Kell dan aku sudah resmi jadi penghuni senior di Srinthip. yang lain kesetrum penampilannya. Sementara isinya baju-baju gemerlap yang tidak memenuhi syarat kenyamanan perjalanan. Ah. sambungnya sambil tergelak. Jauh di atas cuci piring di Yaowaraj. Menatap rambutnya seperti makan bubur ketan hitam: gelap. Heldegaard. Ketika ditanya negara asal. Seseorang yang selalu membuat pikiran beku sejenak demi meresapi kehangatan yang entah bersumber dari mana. Ya. sepuluh detik yang kelihatannya sengaja ia persembahkan. bergizi. memojokkan kami ke persimpangan tak terelakkan. Dan seperti bintang. Setengah dari kami meragukan jawabannya. Kell-lah yang kikir. Aku merasakan setruman vibrasinya. Atau negeri dongeng sekalipun. Begitu pula sebaliknya. Star hidup di dunia sendiri. atau buku panduan apa pun. tetapi menyebar rata ke seluruh tubuh. Saking alot dan menggemaskannya permainan ini. Heldegaard membenci Star sampai ke sumsum tulang.langganan yang memperlakukanku lebih seperti tabib ketimbang tukang tato. baik 68 \ Supernova 2. angka yang kelak memboyong kami berdua ke realitas lain yang tak terbayangkan dan kami ketahui diam-diam tanpa terungkap. menjadikan udara wangi jeruk campur rempah di pagi dan malam hari. Tidak ada yang tahu kegiatannya sedikitpun. ia cuma sudi menaikkan pontenku sampai tujuh setengah. Seseorang yang menjadi angka delapanku. yang mungkin merupakan bayangan kami sendiri. selain mereka yang berselisihan di jalan atau berteman seminggu dua minggu. dari segala keanehan yang ia bawa.1 yang di darat maupun yang di langit. sehat. Pergi pagi. Star memanggil kami boys. manja. Sudah kami saksikan banyak orang datang dan pergi. wangi. padat. Namun. Karena itu. Dialah satu-satunya pemakai parfum di kamar. Kell dan aku sadar sedang petak umpet dengan sesuatu yang gelap abstrak tapi akrab. mungkin betul dia dari Hollywood. Aku harap kalian tahu yang kumaksud. Kell sama sekali tidak tertarik pada Star. Tapi pendatang baru ini lain. saya tinggal di negeri dongeng—kami melongo— Hollywood. boys. atau Lonely Planet. ia mengeluarkan suara merdu. Superpendek. Itu saja. Kelak. diturunkanlah satu pertanda. Selalu berkilau. darah saya ini pertemuan Timur Tengah dan Eropa Timur. ia berkilau. Cewek itu bahkan tidak punya peta. Ia cantik. Jarang sekali aku bisa mengagumi keindahan perempuan karena hampir tidak pernah ada perempuan dalam hidupku. Dua orang tertampan AKAR I 69 .

sedang sungguhan membaca buku. yeah. Kesal. ujarnya dingin. tauk? Di Amerika. Sulit ditebak. ya. Sungguh-sungguh kuberdoa dalam hati agar Star tidak datang ke arah kami. memandang kosong ke gumpal awan yang berbentuk kepala celeng. menemukanku yang sedang akting melamuni nasib. dan di antara sepuluh detik ia mau meraih kaus tidur. You—have the catalogue? Well. aku dapat merasakannya. Dan tiba-tiba ada suara menghentak. grow up. Dan itu pelecehan. You! You stared at me! Aku melongo. Barangkali justru karena kesamaan itulah mereka berdua bagai magnet yang sama kutub. Ha? Star. Star pun menguap manis. Satu malam. dan tidak juga berdiri di pihak Kell dan Heldegaard yang antipati. saling memalingkan muka kalau bertemu. yang berniat A K A R \ 71 . Star sama sekali bukan tipe saya. Sementara Jan dan Clark sibuk diskusi tentang aneka kutang Star. Dan Kell mengeluarkan suara dengusan khasnya begitu bau perempuan itu terendus di udara. Full cup. tiba-tiba aku dan Clark melihatnya sedang window shopping di Khao San. Tapi tampaknya. Dan untuk pertama kalinya aku terganggu. yang kebetulan tidur tepat di seberang Star tapi paling jarang 70 I Supernova 2. Tapi. Maaf. makin kuat radarnya untuk datang mendekat. ingat? Pernah ada di sampul depan katalog Victoria's Secret. langsung menyambar sembarang baju dan menutupi dadanya. Star langsung tertarik untuk ditato. saya sudah bisa tuntut kamu ke pengadilan! Kalau saja Kell ada. Setelah tiga hari tidak saling sapa sama sekali. Aku mendongak. kecuali kalau Kell sedang bersama orang lain. I'm not blind! You were staring at me. Noway! 38D! Buta! Lingkar badannya kan kecil! Kell pun melewati mereka berdua. Ia patahkan semua itu dengan satu 'hai' panjang. Tolak menolak. dengan gerakan defensif. Tapi Jan dan Clark lebih fokus pada gerak-gerik Star yang di situasi kritis malah semakin gilang-gemilang. Juga seperti undian. membuka T-shirt. dan berkomentar. Jan dan Clark seketika duduk tegak. perempuan itu pasti dihardiknya balik. Jan dan Clark sudah siap dengan posisinya masing-masing. Aku. sure! It's all boobs in there. Perempuan itu dengan sengaja mencari gara-gara. 1 leldegaard yang berbaring di sebelahnya memanggilku. Tendang menendang. makin khusuk doaku. sebelum tidur. Clark. no! I missed it?! It's your biggest loss of the year! Yang ungu berenda waktu itu.1 menggunakan kesempatan karena tidak berani. Aku cuma tahu Star itu seperti susu dan ketan. you did. BOYS. man! Kayaknya dia 3 4 B . Ia lalu menoleh padaku. Star segera mengaktivasi Kutub Utara yang mengintai di ufuk mukanya apabila ada Kell di radius sepuluh meter. Kamu lihat hitam transparan yang dia pakai kemarin? Oh. Ia tidak mau menyapa. Aku benar-benar kesal.dan tercantik yang pernah kutahu. Haiiii! Clark! Bodhi! Wajahnya bersih dari praduga. Aku tidak pernah mempelajari perempuan cukup dalam untuk menentukan yang mana tipeku dan mana yang bukan. tapi saya tidak — Yes. untuk apa? Kenapa aku? Tak tahukah dia kalau akulah orang yang paling menahan diri untuk tidak mencuri-curi intip. tidak mendiskusikan pakaian dalamnya. Posisi yang memungkinkan mereka melirik sedikit tanpa ketahuan atau bisa menangkap penuh dengan ekor mata selagi [pura-pura] baca buku.

Bodhi. Is it a deal? Malah dia yang mengajukan penawaran duluan. Remember. Bodhi. Selagi kancing itu dibuka satu-satu. sebesar apa . Ia menolak duduk di kursi. mengatasnamakan diriku. Jadi—kamu mau ditato di sebelah mana? tanyaku berusaha tenang. It's a deal! Clark menjabat tangan Star. sampai aku kehabisan bahan pura-pura dan cuma bisa pasrah menyaksikannya menuntaskan kancing-kancing itu. Kemejanya AKAR I 73 72 I Supernova 2. Star meminta izin ke yang lain untuk memakai kamar beberapa jam pada sore hari. Sebesar ini. Karena itu aku diminta menggelar dua kantong tidur—milikku dan miliknya— kemudian didempetkan agar leluasa. Asal kamu janji akan mengerjakan dan tidak boleh mungkir.tulus membantu usahaku. dan tercetaklah jejak keringat jemari. Atau hanya demi menyentuh kulitnya. ya. Saya percaya kamu sepenuhnya. Pinggul? Pantat? Payudara? Clark mencoba memberi masukan bijaknya. Star menjengkalkan tangan. Atau tidak pakai sama sekali karena bentuknya sudah sama. Star percaya. Lengan? Betis? Bahu? Aku mengusulkan. kok — Tidak apa-apa. Berapa tarifnya? Ia bertanya. no. penginapan ini ekstra sunyi. Aku melihat kilatan di mata Star. Aku dan Clark saling pandang. Star tak langsung menjawab. Starlah yang tidak saya percaya. dijamin tidak menyesal. you have the right to say 'no'. dengan penuh kesadaran. membuka koper dan merapikan apa yang sudah rapi. Ia menatapiku bertaburan senyum kecil. mau di mana? Di tempat yang saya merasa cukup nyaman untuk buka baju. . aku buru-buru berkata. Kamu boleh bayar pakai baht. Hati-hati. Bagusnya di sebelah mana. Aku sependapat. Kurangkul koper merah anggur itu. Kapan saya bisa ditato? Sekarang juga boleh. saat semua orang beraktivitas dan hampir selalu di luar. memainkannya. tapi saya tidak senekat itu. Aku bersiap. dan celana pendek yang membuatku menduga-duga sebesar apa celana dalam yang ada di baliknya. Aku menyesal tidak percaya firasat pertamaku. Di sini? Oh. Wah. . Perasaanku tidak enak. ya? Ia minta pendapat. aku pura-pura bersiap. serta bumbu-bumbu berlebih lainnya. Star bergerak lamban. Ini uangnya. Seratus dolar. Tergantung. Dan perjalanan ke kamar terasa ekstra panjang. Star mengenakan kemeja tak berlengan yang saking ketatnya kutakut ia sesak napas. . Kell mengantar laksana melepas prajurit terakhirnya ke garis depan. Tangannya bergerak-gerak di kancing baju. saya bayar di muka. Ia tergelak ringan. Good. itu kebanyakan.1 . Awan di atas kepalaku sobek dan celeng itu seperti tertawa. Star cuma ingin memastikan kami tidak diganggu. Mungkin ukuran balita. maunya selonjor. Dan seperti menungguku. akan membuatnya merasa lebih enteng. Jadi. Sorry. tapi itu bukan pertanda gelisah. Ia. meyakinkan berkali-kali bahwa tatoku lain dari yang lain.

Garisku tidak terputus dari akar sampai pucuk. Star membuka jengkalnya di bagian dalam payudara kanan. . dan sebelum hari ini hanya dua kali ia mengajakku bicara. Jan . terpilin halus. ya? Satu lagi tangannya merengkuh naik. Kell bilang ambang batas ketahanan perempuan terhadap rasa sakit jauh melampaui laki-laki. tentukan di mana! Dengan agak sebal. Atau. nanti kedinginan. Bodhi? Ada tahi lalatnya. Sketsaku merampung. bagaimana bisa ia jadi segenit ini. . gumamku kumur-kumur. menjadi daun dengan batang yang saling membelit tapi tak saling melanggar. tapi harus kuakui Star telah memilih tempat yang sempurna. Ternyata ia memajukan dadanya demi melepas kait behanya. Bodhi. Aku tidak tahan lagi. dengan 74 I Supernova 2. setelah melihat sekilas. Tidak bisa kucari padanan kata 'masuk angin'. Pakai baju saja dulu. . Ia. Cukup sekilas. yang kiri aja. Cepat. Kell akan menamakan A K A R I 75 . . satu waktu berkenalan dan dua ketika menuduhku menatap. Muka Star tiba-tiba mendekat. Sekarang pun aku belum mengerti kenapa menatap bisa dikategorikan sebagai kesalahan. Harus kuakui dia indah. tapi kemeja ungu muda itu terpasang lagi. It's amazing. Agaknya Star sedang memakai si 'hitam transparan' yang digemparkan dua anak itu. dengarkah kalian aku memanggil-manggil? Saya ingin ditato di . Sekaligus indah. Kudengar ia melengos. Clark . dan Clark—makelarku—yang pasti mau membayarkan uang lebih banyak dari honor tato ini untuk pemandangan yang kuhadapi sekarang. tak pernah menutupi tubuhnya dengan baik. Aku langsung mengangguk. Aku menggambarinya jalinan akar. . Kamu lihat. Dan mereka dilapisi lemak lebih banyak. sini. dan ia berdecak puas.1 sengaja. seagresif ini. . melakukan hal yang sama. Muka itu. Dan berhubung hidup ini membingungkan. merambat naik. wajarlah tingkahnya bikin pusing. Itu—gerakan yang tidak perlu! Sama sekali tidak menjelaskan lokasi presisi tato yang diinginkan! Itu satu-satunya info yang kubutuh. muka berlagak bimbang. aku dituduh melecehkan? Namun Star dan sejenisnya adalah sumber kehidupan. kemudian mendorongnya naik. Dan ketika satu kebetulan mempertemukan mataku dengan tubuhnya. Aku mengambil tahi lalatnya sebagai inti bunga yang akan kulingkari.lepas. Melihat sketsanya saja saya merinding. Star membawa rengkuhan tangannya untuk menopang payudara sebelah kanan. Refleks aku mundur. Aku jadi kangen Jan. Dan aku mulai menggambar sambil bertanyatanya. Seminggu lebih kami tinggal sekamar. Aku menelan ludah. Sekalipun anak tekakku sakit ketika kutelan ludah ini.

Maaf—Star. Tahap tersulit. . dan dibersihkan sekali lagi. Saya harus mencukur — Yeah. Sesuatu pun mengeras. yeah. Kini gilirannya. Tapi putingnya. . Entah ragaku. peganganku yang lemah menggelincir lagi . Kamu suka? tanyaku. agar aku dapat melakukan kegiatan lain di sana selain mencukur rambut-rambut halusnya. . Kuoleskan selapis tipis deodoran di atas kulitnya. Dalam hati. Sialan. Punya Star. tatonya kelihatan sedikit. stensil itu berhasil kutempel di tempat yang sempurna. Maaf—aku harus menggosoknya supaya jadi busa. dan jemari berbusik tidak nyaman bagi pelanggan. Atau pura-pura tidak. Aku mulai melumuri tanganku dengan isopropil. Melukis garis luar. di pangkal cabang utama dan di ujung akar paling bawah akan kubuat gradasi. . . . . sexy! Dia sudah menyimpulkan. Kuambil semprotan berisi campuran air dan sabun antiseptik. tanpa butuh komentarku. jadi kalau saya pakai baju yang lehernya rendah. Instruksi Kell bergema. Bodhi. Siu Mo Li . Yang jelas. Om—Siu To Li . Wangi musk. Mmmh . atau raganya. memarahi diriku sendiri karena masih butuh duit. Pasti gara-gara digigit alkohol. . dan MENEMPEL lagi. saya buatkan stensilnya langsung. Licin sekali. A KA R I 77 . So Po Ho . Ooh. Dan aku lega bukan main. dan aku dapat merasakannya. menyemprot sampai tiga perempat dadanya tertutup. Matanya menatap sayu dan santai. Akar mereka menghunjam ke alam bawah tanah dan cabang mereka berlomba menggapai langit. . Are you nuts?\ Lukai saya! Sekarang! Kemeja ungu muda itu terlepas lagi. aku juga tidak tahu. . Hap. dan kuputuskan untuk tidak mengangkat mukaku sama sekali. . Maaf — Stop saying 'sorry'! Sheesh. ini berbahaya. Melapisinya lagi dengan vaselin disinfektan. berangasan. Memarahi kegugupan dan rasa bersalahku. mengoles deodoran wangi itu. aku mengambil pisau cukur. aku harus mencucinya lagi. Katanya harus profesional.ini Tree of Life. Setiap pucuk daun akan kuisi hitam. Sekali jadi. Terlebih lagi Clark. Karena tinta dan aplikasi alkohol berulang-ulang membuat kulit kering. . Star mengingatkanku pada tumbuhan. Dan aku suka.1 mantram: Om—Siu To Li—Siu To Li—Siu Mo Li—So Po Ho. Aku mendengar desahan. Aku cuma melaksanakan tugas. katanya. Mantram untuk menyucikan raga. yeah. Selesai dicukur. Star mengangguk-angguk puas. tolong buat agak ke atas. Star sedang menatap kepalaku yang tertunduk di dadanya. ingin sekali kuseret Kell pulang. You're just doing you frikkin' job! Ia menghardikku. Kalau iya. . I know! Dia tidak ambil peduli. ada rambut halus di sini. Terpaksa kugenggam sedikit kuat . Bukan bagian tubuhku. Surga. aku membaca sebuah 76 I Supernova 2. Salah akan apa. aku pun bersiap menempelkan stensil. Bodhi. Siu To Li . jangan sampai aku jadi melukainya . . . Mmmh . Gel alkohol. Kalau sampai gagal. . . yang sudah membuat Star percaya bahwa tato buatanku istimewa. cukup di dalam hati. Dia mengerti betul kesulitanku. . dilap. . . Terakhir. . Maaf—aku mengusap dada Star hati-hati dengan lap kertas yang dibasahi alkohol 70%. menebalkan stensilku dengan tinta hektograf lagi. memarahinya karena sudah mengajariku menato. It's okay. dan berpikir untuk melupakan saja proyek tato ini.

ya. Star yang telanjang dada. dan tak jelas apakah itu tanda kesakitan atau kesenangan. Dalam hati. Ia melawan rasa sakitnya dengan cara lain. payudara. Om—Siu Li Siu Li—Mo Ho Siu Li—Siu Siu Li—SatPo Ho. Pernah kukulum puting dan mencuri air darinya. kamu harus menarik regang kulitnya dengan tangan. . Oh. . jatuh seperti kantong air. Tidak. Star putih semu jambu bak es mutiara. God! God!! Bodhiii . Dan semakin tenang ia. suara itu empuk. Kenapa kamu? You're not afraid of tits. Sedapat mungkin kontak langsung dengan kulit jarimu supaya tarikan semakin kesat dan area tato tertopang mantap. bersandar kelelahan di tembok. Ia mulai tenang. kanan selonjor. Mantram untuk menyucikan mulut. Do you think mine are beautiful? Suara itu tenang nian. Sisanya—yang lebih menyerupai lenguhan sapi—aku tak mau tahu. Area tato ada di sudut 'V antara jempol dan telunjuk. penuh potongan napas. Dan di satu pihak. Bodhi. Star sangat kooperatif melawan rasa sakitnya bukan dengan menggeliat yang akan membahayakan kerapian garis luarku. ada lingkaran di tengahnya berwarna cokelat tua nyaris hitam. Aku berjuang keras untuk tidak mengucap 'sorry' dan berharap ia mengerti. Don'f tell me you've never seen tits before . Yes. desahnya sambil menyibak rambut yang lembap karena keringat. garis luarku selesai sudah. No. Kenapa pemandangan itu mengganggu? Mengganggu. menutupi setengah mukaku. kiri diangkat. Bodhi! Oh. Yang pertama namanya Endang. Bodhi! Oooh . . Apakah perempuan selalu secantik itu kalau sedang menggoda? Of course. are you? Star tambah menggoda. yang kedua Ratni. aku membaca mantram. Paling halus yang pernah saya tahu. oft. tidak perlu diregangkan dengan cara seperti itu.Apabila kamu bekerja di area punggung. . Aaaw! Cuma seperempat bagian terdepan dari 'aw'-nya mengandung ekspresi kesakitan. . karena aku bukan anak kandung. . cukup di dalam hati saja. . . Tapi Star tidak. dada. Seperti maklum. Star. Tapi jangan kebanyakan gerak. . . jawabku judes. Bodhiii . Kakinya. Untung kulit tanganmu halus. Aku berjuang keras sekali tidak bilang 'sorry' . Desingan dimulai. dear. Payudara itu besar dan sawo matang. mengangkang lebar. . Cukup digenggam trisepsnya dan tarik. 78 I Supernova 2. membuang muka. Aku takut karena aku ingat. Walaupun pemiliknya dibayar untuk air susunya. atau minimal memberengut gusar. Konsentrasiku penuh. I have. Gravitasi masih menahan diri sehingga dadanya bisa tetap besar tapi tak ditarik jatuh. semakin takutlah aku. Garisku tidak boleh salah. . That really helps. Sepuluh menit berikutnya. yang cuma tertutup celana hiperpendek itu. atau pantat. Istirahat dulu? Aku mengoleskan vaselin di tato setengah jadinya. Demi menandingi mantra Star yang mengerangerang. karena ternyata mataku tidak mau kehilangan sedetik pun. Tubuh itu menancap tenang. no. Kucuri. So? Ia tidak mengerti. Apakah ini pelecehan? Orang yang dilecehkan pasti marah.1 A K A R I 79 . Kenapa tiba-tiba ia hobi sekali menyebut namaku? Aku melirik sedikit. Kalau saja ia putuskan untuk membuat tato di lengan luar. gosh. Mencuci mulut Star bersih-bersih. Satu menit kritis terlewati. Dan lingkaran itu cokelat muda seperti kopi kebanyakan krimer. dibarengi tawa manis. Ia memandangku lembut. Sekarang bagian outline.

Nanti begitu dibuka. . Kamu tidak tahu betapa sulitnya saya berusaha menarik perhatianmu selama ini. Bodhi? Dua jam. AKAR I 81 80 I Supernova 2. sebelum nanti menutupnya dengan—percaya atau tidak— pembalut wanita. it scares the shit outta me. dong. akan . . Kalau kamu punya keluhan tentang gambar saya atau hal lain. Saya cuma mau disentuh dengan kulit lagi. katanya. Berjalan mendekat. atau ditotol alkohol. Ketika aku selesai.1 . ia berkata lalu cekikikan sendiri. Betapa mood Tuhan sedang bagus ketika menciptakannya. Pakai T-shirt yang longgar. oke. Jarumku akan membuatnya diam. mengisi tinta hitam. Star akan mendapatiku membisu dengan muka kosong. Ekor mataku tiba-tiba menangkap ia mau bangkit. Pegal? Aku bertanya sambil mengoleskan salep bacitracin. aku meraih sarung tangan lateks di dasar kotak. Pelan-pelan. Kalau nggak kuat? Dipukul-pukul dikit. .Saya tidak tahu yang mana yang bagus. Aku mencium semilir wangi musk meruap dari dadanya. Ketidaktahuanmu! Akan . man . sambil mulai membereskan peralatan. . Berapa lama nanti ditutup. . Pura-pura tidak mengerti. Saya nggak bisa pakai bra. . Jangan bergerak! Hati-hati dengan tato kamu! Aku berseru. membuatku menjadi tidak enak. Sempurna untuk menutup bentuk tatonya yang memanjang. Ora et Labora pro Peditox. segalanya! Maksud kamu apa? Aku berdiri. Would you help me with that? ulangnya memelas. Tapi rasa gatal—its something you'll have to deal with yourself. Aku menukas dingin. Bodhi. jadi punya stok. gerutu Star pelan. Aku 174 cm. Kenyamanan klien itu nomor satu. Ada kekesalan yang meruyak di wajah es mutiaranya. Punyanya Star. ya. saya cuma ingin — Kututup pembicaraan bodoh itu dengan suara desingan mesin. I hate rubber. mana yang bukan. oh. semua ornamen wajah kami nyaris lurus berjajaran. seolah itu hal yang Jenaka. dengan pertanyaan itu. Yow have such a beautiful face. Tapi kenapa kok lebih mengganggu. Tinggi kami hampir sama. . dia 172—dan setiap senti itu tergarap maksimal. biar ada sirkulasi udara. Bodhi. Put that away! Star seketika membentak garang. Star sedikit terlonjak. Untung ia alergi tampon. Tidak lagi nyaring. at least. Would you? Tentu saja. Jangan digaruk. . mmmh . Mmmh . So beautiful. demi melindungi diri dari saraf kulitnya. Jarumkupun beroperasi tanpa proteksi. Kamu tahu apa yang paling menarik sekaligus paling menyebalkan dari diri kamu? semburnya tak tertahankan. Empat puluh lima menit aku bekerja dan berdoa untuk obat penangkalnya. Kali ini lebih santai. Star berdiri membusung setengah telanjang. Kaget. basuh pelan-pelan pakai air dingin. dan membuat gradasi. oleskan bacitracin lagi. Kusimpan sarung di tempatnya semula. bagian favoritku. Dekat sekali. Setidaknya tiga-empat hari untuk tato hitam begini. Ia berbisik. cukup menarik regang sedikit-sedikit. keringkan. ya? Atau barangkali karena sekarang dia mengucapkan mantranya sambil terengah yang konstan tapi variatif? Menjalari kepalaku seperti sekawanan kutu. Bukan karet! Suara Kell kembali bergema. Aku menggeleng. . kami berdua mengembuskan napas panjang. . Ia ikut berdiri. . Star sudah lebih tenang. jawabku jujur.

di tepian lidah. . . Jeda yang diberikan untuk berpikir malah diisinya dengan ciuman maut nan efektif. . . Kami berdua terpaku sampai wajah mutiara itu pun merunduk anggun. karena leherku luar biasa kaku. mengatup.merasakan degup kencang jantungnya. Terbakar. Aku. . Waktuku bersama Star pada saat ini dan waktuku bersamanya dalam rentangan zaman yang tak kutahu. Why. Tidak seperti 82 I Supernova 2. Menelannya. menguap. Sementara jasad ini. Basah yang membuatku bergidik. Saya ingin . Star juga penyabar seperti dokter gigi yang memberitahuku. Berganti bahasa. Dan ia mengerang. Menyatu pada satu titik. Namun. Star. ? Bibir itu merekah. Bodhi. perlahan ia menarik diri. menyapu seluruh dinding. . You should learn to let go . Waktu kembali bercampur. Menjilatnya. . bibir itu mengerjap lagi. . dan kapan harus menyorongkan lidah. atau jantungku. Saya masih tidak tahu. atau telah kulupa. . — jangan. Bibirku digigit-gigit. Lidahku berputar memeluk lidahnya. . tempat semua makhluk hitam dan tak bisa ditentukan mana malam dan mana bukan. burn.1 semua gelengan yang pernah kulakukan. Terbakar hangus dalam api merah jambumu. . Kamu tahu apa yang ingin saya lakukan sebelum kamu berteriak 'don't move!' tadi . Setelah sekian lama ia membenamkan mukaku untuk berbarengan berenang dan tenggelam. berusaha melepaskan simpul bandanaku. Menjadi cincin yang tak berujung pangkal. Star telah tertawa. A K A R I 83 . Cuma bisa menggeleng. Aku bahkan tak lagi mencerna kata-kata yang diartikulasikannya. Mulutnya bergerak naik dan berbisik tepat di kuping. juga aksi tangannya. kapan harus membuka mulut. Guess . Kami berdiri di dua kutub terowongan waktu. lembut lidahnya ditekan ke rongga telingaku . . Lembut dan sopan seperti seorang abdi. Bibir itu merah sekali. Terbuai ciuman mautnya. Kamu tahu apa yang paling saya inginkan? Bibir itu mengerjap-ngerjap. Aku memotong kalimatnya. . di tebing ekor. Itulah dia merah yang sesungguhnya. cukup dalam hati: Kau dan aku. Cuma supaya bisa dapat posisi yang lebih pas untuk tenggelam dalam mulutnya. Aku berbisik dan menggeleng lagi. . Bukan seperti gelengan yang pertama dan kedua. Aku tersentak. Wajah itu memiring dan bibir itu datang. memperlihatkan gigi geligi. Sungguh tiada lagi waktu yang sia-sia. Aku dapat merasakan lengannya merambat naik ke belakang kepala. Bahasa cahaya. . aku mulai menebak. Bodhi? Saya cuma ingin lihat — Saya mohon. Semuanya jelas tergambar. Membius dengan penampakan hasrat yang berelevasi semakin tinggi. Kita ingin menikmati neraka ini. artefak yang dihasilkan ruang dan waktu. Kau tak perlu menafsir. Kali ini hanyalah ayunan berat yang bahkan tak sampai ke tujuan. Jadi jelaga dalam dimensi hitam. dengan caranya sendiri. . . Layaknya naga yang ribuan abad berputar sirkular hanya untuk menemukan ekornya sendiri. dan hijau sejati di lumut tertimpa hujan. Tak ada kata. Sementara aku adalah raja yang tidak tahu tata krama. tak tahu harus berbuat apa. terdengar suara kecipak yang dahsyat . menjilat leherku. Tidak apa-apa. Karena tidak ada lagi 'bukan'. jemari Star ikut menanjak tak berhenti . Jangan. sama seperti engkau dapatkan biru yang tulen ketika memandang laut. Total. menarikku lebih dalam. sambil terus menggeleng. Siang dan malam ikut tewas bersama abu tulangku. Seiring dengan tanganku yang akhirnya merengkuh lehernya. ro enjoy your hell . Aku ikut tertawa. bisiknya.

Namun mulut itu menyeringai lancar. Tapi stensilmu sudah selesai. Kell. Mendengarnya. atau iya—kamu merasa Dia masih menemanimu? Menganggapmu ada? Who . Kell melipat bandana itu rapi-rapi. Kell membaca lirikan mataku. . contohnya aku. Di atas stensilnya ia langsung menggambar. saya sudah tahu tato ke-617. Tak pula ada alasan untuk menunda. . Atau pulang ke Hollywood. Waktu ternyata ilusi untuk menyamarkan keserentakan yang membikin orang semaput. Atmosfer ruangan itu kian mengimpit. Star—Tetrahedron. jangan khawatir—kalimat Kell yang kedua. Dan bandanaku. Napasku sesak sampai aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan menunggu di teras. gengsi dengan pertanyaanku sendiri. jawabku cepat sebelum bertemu muka dengan kolor kecilnya lagi. Anomali. Aku melirik bandana di tangannya. Berbeda ketika ceker ayamku dirombak dengan tintanya yang mengalir tanpa beban. Dan kami saling berpandangan. Lord? THE Lord? Aku mengangguk agak malu. . . Beku untuk beberapa saat. dan kini kosong. untung. kini ia mencurahkan semua fokus dan perhatian. Apakah kamu yang—? Nope. ya. Kell kembali terpaku. Tanpa perlu berkaca di mata hijaunya atau memandang ke arah antah berantah. Lima belas menit kemudian. ? Kalimat pertamaku. Kell tak menunda-nunda. Must be her. Dua puluh lima tahun itu waktu yang lumayan lama untuk bersenang-senang sampai lupa masih ada satu tugas menanti.Ada Kell. Haah . Kurang lebih—ia menenggak air minum botolnya sampai tandas—kamu tahu kapan tato ke-616 kubuat? Dua puluh lima tahun yang lalu! Problem stamina. . Di dalam sana seperti kamar gas. Kell terhuyung menyusulku ke luar. Tapi tidak diserahkannya padaku. menetaskan semua balon potensi dalam dirinya bahkan menyerap apa yang ada di udara. tengkorak kepalaku sudah cukup menjelaskan bahwa kami sama. Menjadi alasku tergeletak. tempat ransel steril itu biasa berdiri. Yeap. Kell seperti tertusuk. antara bertanya. Break sebentar. Kell menjawab tanpa perlu analisa. . Girang nyaris kesetanan. Yang lain belum datang. She's probably checking in to the Grand Hyatt by now. Apakah selalu seperti itu? tanyaku. Kepalamu sudah telanjang dari tadi. atau tidak. f m losing it. Terbahak-bahak. Rentetan kejutanku membuat gerakannya jadi staccato.1 I 85 . aku bersuara. napasnya tersengal. Star bahkan tak membawa kantong tidurnya karena benda itu masih di sini. Lepas bagai merpati yang diluncurkan dari bekapan tangan dan tak punya rencana kembali. Kell menjawabnya dengan tolakan dagu yang menunjuk ke satu pojok. Star . Saya menemukanmu pingsan—kata-kata yang kudengar dan kucerna pertama setelah entah berapa lama. Sampai akhirnya siaga untuk melucuti baju. A K A R 84 Supernova 2. ini yang terakhir. tidak menyeramkan karena ia benar tertawa. Dahi dan pinggiran wajah Kell dialiri keringat. Praise the Lord! Apakah—dan aku bimbang.

. She reads my mind. . Hanya menatapku lama. enam. . Apa rasanya? What? Sex? Aku mengangguk. . tapi lihat lingkarannya saja. tapi sudah telanjur bertanya. . sebelah barat Luxor. Aku merasakannya. Kemajuan yang lumayan untuk bhikku Bodhi . saya tidak pernah menyukai Star. . dan tugasmu cuma jadi orang cakep — And screw around like a horny pig! Kell ikut tertawa. Tak sanggup kuungkap cerita selebihnya. . tololnya anak ini! Kamu mau tahu pengalaman pertama saya? Umur saya 16 tahun dan saya diperkosa tante-tante yang umurnya 45 tahun berdada bengkak berdagu silikon. . kalau saya jadi kamu. Inilah simbol esoteris yang tergambar di dinding kuil Osiris. Not bad. tentang waktu yang bercampur aduk di perut dan tetek-bengek membingungkan itu. how old are you? Ia tidak menjawab. . Bodhi. tiga. . Dia cukup tahu diri. Enam ratus tujuh belas beban ini dikompensasikan-Nya dengan cara lain. okay! It was horrible! Look. Tapi ia tidak jujur soal dua tadi. A K A R 86 I Supernova 2. delapan— tersembunyi di paling belakang. Saya sudah bilang dia bukan tipeku. Tapi. Tapi. Sementara aku dan Kell dibungkus dalam ritual yang bulir detiknya anggun berjatuhan. tujuh. . . yah. Pertanyaan kamu makin nggak bermutu. . lebih tepat terpukau. Mereka menyiapkan diri menyambut derapan jarum yang akan menoreh dan melubangi kulit pergelangan dalam tangan kananku. Empat bulan kami bersama. Wah. C'mon. Stensil Kell akan menungguku berikutnya. aku meringis. Aku juga tak berniat memaksa. Kell menceritakan semua borok dan kurap hidupnya. Perhatikan ini dan ingat baik-baik. sayangnya tidak. yeah. . . dua. I dunno about you. tempat saya ditemukan dulu. Pengaduanku tidak mendapat respons. Dan—agak bimbang. Kell berbisik. Mungkin bukan terkejut. Kell bangkit dan kembali ke kamar. . saya akan mempersembahkan keperawananku di atas baki emas permata. Hell.Oh. Sel-selku megap-megap. lima. Bodhi. sepenuhnya dihidupi tunjangan tanpa perlu menggelandang di subway. Kebenaran akan menelanjangi dirinya sendiri dengan cara tak diduga-duga. berusaha meminum tetes air terakhir yang menempel di ulir-ulir botol. yeah! Tidak berarti saya suka rencanarencana-Nya. You mean. Tapi kami ciuman. .1 I 87 . but I personally think it's a blessing. Aku tertawa. you didn't do it. Kell meninju lenganku pelan. ya? God have mercy on your soul! Aduh. Tongue included? Aku mengangguk. empat. Lagi-lagi agak malu. Kell cuma memainmainkan botol minumannya. Sampai akhirnya dengan wajah dingin ia bergumam. ya? Kali ini pertanyaanku terlontar yakin. Aku stop sampai di situ. tapi kuteruskan—dia sepertinya bukan orang biasa. Darahku bergolak. Kamu tidak suka Star. Saya bisa hidup enak tanpa harus jadi budak kayak orang-orang lain. Kita teruskan . membalikkan pensilnya—bagian tumpul beradu dengan kertas. tandasnya pendek. Ia membuat lingkaran di setiap pucuk tetrahedron dan berhitung: Satu. Kell. Lupakan segitiganya. Star . dan aku sudah imun terhadap beraneka ragam kejutan. keputusan yang salah. .

Tiba-tiba dia mengangkat mukanya. Mereka yang kami culik terpaksa dibuat terbang dan ditumpulkan sarafnya. Dan delapan sama dengan satu.5 for this one. Satu menjadi dua. I'd give you an 8. Dua menjadi empat. memastikan kalau aku benar-benar mendengarkan. kami akan tiba pada pemahaman yang sama. sengaja menantangkan matanya dengan mataku. Bodhi? Selama hidup mereka konstan mengeluh dan mengaduh. Kupejamkan kelopakku cepat-cepat sebelum mata kami bertatapan lagi. Meringis. Laskar semut melatih gigitannya di atas kulitmu secara serempak dan harmonis dan tidak henti-henti. tapi begitu hidup ingin menarik diri. . Kaget dan tidak siap dengan apa yang kulihat di sana. bagaimana saya dan kamu bisa muncul dan berjalan di atas bumi ini. / am the eye in the sky. Tetaplah di Bangkok. Kell yang percaya diri dan mengkilap akannya kini berbicara dengan suara rendah. kode instruksi di setiap gen. Aku terkesiap.agar bisa tahan.1 I 89 . . . Karena itulah satu-satunya syarat untuk mengalami ekspresi fisik di dimensi ini. karena pilihan. Tak pernah kulihat ia begitu. Bosan juga di sini. desisnya. Tidak merdu memang. Tetrahedron merupakan geometri suci yang melukiskan siklus dasar sel membelah diri. itu bagus. Yah. Dengan punggung tangannya. So. suara Kell kembali normal. MERINGIS. .com Kell mendongak. Semua ini ada . Ia mengembalikan bandanaku. Akhirnya saya bisa pindah dari barak pramuka ini. Aku meringis. Kell. Izinkan saya bersenang-senang lebih lama. Saya yang pergi. Kau memang harus memilih 88 I Supernova 2.6 1 8 ? Aku pun bertanya ketika perban dipasang. Aku mengerti sekarang kenapa Star mengerang. Tidakkah manusia itu lucu. Malah menyakitkan. Tinggal sepetak punggungnya yang digerogoti lamat-lamat oleh gelap malam. Pedih yang ngilu. Bodhi. bukan pula cuma tahu. Sebaiknya kita berpisah . Tree of Life. atau ditinju sekalian—seperti yang Kell lakukan jika kepepet. mereka tidak pernah rela. kamu tidak saja mengenali pola ini. tapi inilah pilihanmu. Kamu memilih keberadaanmu. ujarnya. Kapan yang k e . Perlahan aku membuka mata. cepat dan sekilas bagai kedip mata. I can read your mind—senandung Kell diiringi band khusus desing Spaulding & Rogers menjadi soundtrack adegan ia menato klien terakhirnya. desisnya. bisikku. antara memohon dan tertekan. sebab kuemoh melihat apa yang terlihat. Gambarmu bahkan sudah lebih baik dari saya. Dan kudengar ia berjalan ke luar. bagaimana kehidupan indrawi ini berkembang. . ia mengusap stensil tato yang kugambar untuk Star. A K A R 4 ebook by breaksme@gmail. ia berbisik untuk dirinya sendiri. Kell tahu persis. saya tidak pernah punya murid sebelumnya tapi bisa kupastikan kamulah yang terbaik. Kell tersenyum. Empat menjadi delapan. looking at you.

Dan tidak ada yang lebih membahagiakan daripada membuat sahabatmu bahagia. Laos border? Iya. Begitu peluit tanda berangkat berbunyi. Cukup pesan kecil berkata terima kasih. Kell menanggung biaya kami berdua. telah kubebaskan sahabatku dari belenggu yang akan menjeratnya jika aku tetap di sisinya. Dan aku tergerak untuk bertanya ke petugas rel: NU pai riai? NU pai Nong Khai krup. dan nama yang tertera di sana: Ishtar Summer. Juga mengucapkan perpisahan. berlari lagi. Ada beberapa helai kertas tertumpuk di meja itu. Star. Lembar yang paling atas. melihat peta. hadirin sekalian. tepat di hadapan. Hanya terduduk lama di ubin. Tak ada yang bisa kupamiti.1 Sebelas jam di kereta bagai perjalanan astral. Kemungkinan besar untuk membuatku budek. membeli selembar tiket kelas tiga. Dan bapak itu kelihatan makin malas ditanya. Tapi. kan? Kupejamkan mataku. Pukul berapa berangkat? Setengah sembilan. Semoga. Beberapa jalur tertentu mengambil penumpangnya di sini. . lalu melapisinya dengan lutut. Nong Khai—aku langsung mengeluarkan kitabku. kali ini aku masuk dari pintu belakang. Kereta mulai bergerak. Berlarilah aku ke loket. Kuikuti kakiku yang membawaku kembali ke Hua Lamphong. Kuletakkan kunciku di meja depan. Meninggalkan kubah Hua Lamphong dan segala makhluk di bawah naungannya. Bahkan si Somchai tua. jawabnya pendek. Lima belas menit lagi. 4 0 petang. Terbangun AKAR I 91 . Berharap Kell akan bahagia. Ti4ak kulihat papan jadwal karena otakku kosong tak menyimpan tujuan. ya. sampai akhirnya mendudukkan diri di bangku kayu berbusa tipis yang akan menjadi alas dudukku selama sebelas jam ke depan.Sebentar kemudian semua barangku kembali berdesakan di dalam ransel. Check-out hari ini. Timur lautnya Thailand. Menukar apa yang tak bisa kulakukan dengan pemiliknya. Tapi. Kutepuk pelan kopor merah anggur itu. kuidentifikasi sebagai formulir data tamu yang kami tanda tangani ketika check-in dan check-out. . Kusandarkan ranselku ke dinding gerbong. tertidur pulas di kursi rotan dengan mulut mangap. Kakiku masih belum ingin bergerak. aku bahkan tak pernah tahu nama lengkapmu. Tepat di perbatasan . Semua orang di dekatku kusenyumi lebar-lebar. 90 I Supernova 2. 1 7 . jadi tak perlu meninggalkan uang di sana. petugas resepsionis. Melambaikan tangan. Kusentuh kertas itu sedikit. Semilir kipas angin mulai terasa meniupi tengkuk. Ia meniup peluitnya kuat-kuat. Botol air minum siap di tangan. Sebuah kereta lalu masuk. Aku bukan hanya sekadar meninggalkan Bangkok. aku tersenyum. memandangi jajaran rel dan badan-badan kereta tanpa kepala sementara loknya hilir mudik langsir untuk mengubah arah.

aku sendiri di sini. Sampai di Nong Khai. seperti kipas angin yang tak rusak. Terkadang. . Berbekal jatah sarapan dari penginapan. . Lanjut dengan bus meniti Saphan Mittaphap Thai-Lao atau Thai-Lao Friendship Bridge. Keluar dari money changer. Tapi aku di sini. Di terminal bus menuju Vientiane. air es . melepaskan bandana di kepalaku karena toh sudah sama-sama gundul. Mereka berkelompok duduk terpisah dari penumpang lain. Pecahan mata uang Laos menghasilkan segepok tebal uang yang membikin kantong-kantong celanaku gendut. tendangi kerikil. Sedih juga. Sebagian besar dolar—termasuk honor dari Star—kumasukkan ke dalam kantong kain kecil warna ungu. . Namun daunnya terus berputar tepat di atas tengkuk. Barangkali ini cara telepatis Guru Liong mengingatkan. Tiba di bagian imigrasi Laos. dan temukan Kesejatian itu. Hei. Uangku kubagi jadi dua. dalam belitan tiga potong kain oranye yang melambangkan pengabdian. kipas angin dekat tempat dudukku berhenti berotasi. . tidak ada yang dogmatis dari kitab-kitab ini. Paspor keluaran Belawan itu tetap lolos mulus. ingat teman. berputar . Untuk pertama kalinya aku berpisah dengan kitab Thailand pemberian Tristan. . . aku bertukar kitab dengan seorang backpacker. Perjalanan ke Laos memang bagai mimpi. Sekalipun tak dianjurkan oleh sesama backpacker. Biarpun punggung pegal dan tengkuk tebal akibat disembur angin terus-menerus. nam yen . Teruslah berputar . aku langsung naik tuktuk ke penyeberangan.1 . AKAR \ 93 92 I Supernova 2. Kenikmatan tiada banding pada waktu itu. Bukan dipajang. . Mereka botak. pagi-pagi. . Langkahkan kaki. Sisa baht dan sedikit dolar kutukar ke kip. jangan pernah berpuas diri di titik yang sama. aku serasa jadi jutawan. nam yen. Tinggal di penginapan termurah tapi cukup nyaman untuk sekadar meluruskan punggung. kuhabiskan satu malam di Vientiane yang terasa seperti kuil hening dibandingkan Bangkok. suvenir dari Somchai yang iba karena aku tidak punya dompet. ada rasa getir di lidah saat melihat kebersamaan mereka. yang justru membuatku tersadar. cewek Jerman yang janjian mau ketemu pacarnya di Udon Thani. Dan ketika mereka di sampingku. Beberapa kali di pemberhentian. Sementara. . . Relakanlah. Tengah malam. yang terbentang di atas Sungai Mekong. Tapi.berkali-kali oleh teriakan pedagang air minum yang sengau. Hanya saling mengamati tanpa bisa menyentuh. Kurang lebih artinya: air es . Vientiane terkenal paling mahal di antara kota-kota lain di Laos. . bernada rata. Selalu timbul perasaan bahwa seharusnya aku di sana. Kesaktian Ompung Berlin masih mengiringi. Dimiliki untuk dipakai. Jadi. serombongan bhiksu menyerbu masuk. Biarpun cuma sendirian. Hal yang pertama kulakukan di Vientiane adalah mencari money changer. sementara kitab Laos-nya masih baru dan licin. Karena kau tak akan ingin berjalan-jalan dengan tengkuk setebal tembok. Namanya Andrea Roth. Padahal Guru Liong berpesan untuk tidak pernah berhenti. aires. Statis di satu tempat. jangan cemberut. Terus berputar seperti kipas angin tak rusak. sudah terlalu lama aku di Bangkok. Membungkusku dengan mantra: nam yen . tak henti-hentinya aku melirik. Kantong kain itu berwarna ungu dengan sulaman putih dalam huruf Cina yang artinya luck. khao jii—roti bagueffe-nya orang Laos—yang kujejalkan masuk ke kantong. . Dipisahkan oleh selaput kaca. aku sudah tak kuat kalau mesti dikocok lagi dalam bus. Dan muka Andrea memang rada asem karena kondisi kitabku sudah sangat parah. Mereka oranye. dan saking konstannya sampai menghipnotis. Barang paling imut yang pernah kupunya.

berbayang di atas permukaan air yang begitu tenang hingga seolah berkaca di atas es. dan uangku rasa-rasanya cukup untuk itu. dalam kepitan ketiak pemiliknya. Banyak pegunungan. . dan aneka gua atau 'tham' lainnya. . kira-kira 160 kilometer membelah pegunungan. dan suara-suara reot yang menggema dari perut bus ini. Tiba-tiba. Penduduk yang selalu tampak beraktivitas di sungai sudah menyepi sejak tadi. Aku berada di dalam mulut Rahwana. bagus. Hanya bicara dengan penduduk dalam bahasa ala kadar. . Malam datang tak lama lagi. Aku ingin dua sejoli itu ikut merasakan nikmatnya berlarian tanpa beban. dari kejauhan aku menangkap bayangan seseorang bergerak di sungai. Melangkahkan kaki keluar dari bus bagai mencemplungkan jempol ke mata air. Sendirian. Lamat-lamat. 94 I Supernova 2. boleh juga. nah. Udara sejuk seketika menerpa kulit begitu bus kami tiba di Vang Vieng. tak beraturan.menyusun jadwal wisataku: Tham Sia. yang kupikirkan masih sepasang ayam hidup yang menumpang tepat di sebelahku. hmm. . Berdiri aku lama di terminal. Tujuanku pagi ini ke sebuah kota yang dilingkari besar-besar oleh Andrea di bukunya dan dibicarakan banyak backpacker di penyeberangan kemarin. Kini aku tahu mengapa kota ini dilingkari besar-besar di peta. Tiga jam lebih harus ditempuh untuk sampai ke Vang Vieng. raksasa. Tak lupa kutebus dua ayam malang tadi. melepaskannya di perbukitan dan berharap mereka tak dipatok ular atau disate penduduk. Panjat tebing . Laki-laki muda. Vang Vieng yang sedang mendung menyisakan kabut di tebing-tebing batu gampingnya. Dan ini baru terminal busnya. . Tham Papouak. menjulang.1 Dua hari yang senyap di Vang Vieng. . Kukerjapkan mataku. Ia bergeser halus. Setengah perjalanan awal. kekacauan itu mulai berubah. Ingin menikmati saja. Air terjun . Banyak gua. melamun di tepi Sungai Nam Song. Rafting . ini dia.pagi-pagi sekali aku sudah check-out. Walau sesaat. ah. Dan terakhir. Melamun di pinggir Sungai Nam Song pun oke. enggak. Tak ingin merusak gerakan khidmatnya. Trekking mencari air terjun sampai ke pedesaan di pinggiran kota. Vang Vieng. Tidak sama sekali. Tham Poukham. Suara mereka. memutuskan untuk menunggu saja di dekat Hotel Nam Song. Runcing. Barulah seorang Bodhi tahu nikmatnya jadi turis. Angkasa tengah mengenakan jubah hitam yang luruh perlahan. Lebih sering aku duduk sendiri. Keo. mulai kudengar suara air berkecipak. botak. Pemanduku. Tham Jang. Tiga hari yang sibuk di Vang Vieng. Perhatianku disedot oleh pemandangan luar yang terus berubah ekstrem. Dan aku tergerak untuk maju mendekatinya. Aku pun ditinggalkan sendiri. Setelah semua itu lebur dengan udara pengap. seorang bhiksu. . membaca kitab*. Aku tak punya ambisi bekerja di Laos. dalam jubah oranye . Kata orang. AKAR 1 95 . Lapisan gunung kapur nan pucat ditenggeri awan tipis tampak sendu dari kejauhan. . Bau mereka. Hati-hati sekali. Sudah tiga hari dengan setia ia mendampingiku mengacak-acak objek-objek turisme Vang Vieng. Warna kelabu yang membekukan kakimu untuk diam dan terus memandangi alam. memburu cacing tanah. Ia tidak mengerti maksud wisataku yang satu ini. seperti melayang di air. Tergopoh-gopoh kembali ke terminal bus. Dari dataran lurus-lurus sampai jadi gerigi-gerigi macam punggung Stegosaurus. Kupatuhi semua jadwal yang sudah kususun. Dan rasa ibaku pada nasib keduanya. panas mesin. Masuk dari satu gua ke gua lain. Aku sudah lama tak main ke gunung. Langit setengah mendung waktu itu. tapi rupanya belum pernah ia punya agenda menemani orang melamun di tepi sungai.

Tapak kakinya yang lembut membelah tepian dangkal, melintas di hadapanku tanpa melirik sama sekali, dan napasku tertahan . . . wajah itu . . . . Ia menoleh. Bhiksu itu masih remaja, bermata sipit dengan sorot teduh, kulitnya putih bersih, mulutnya setengah terbuka seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tak ada suara yang keluar. Wajah itu . . . tak hanya bersinar-sinar . . . aku bahkan seperti mengenalnya . . . . Sesuatu tiba-tiba memenuhi ruang antara kami berdua. Energi halus. Mataku terpejam. Energi itu mulai memenuhi aku. Rongga pernapasanku membuka luas dan udara mengalir bagai siraman air. Ketika mataku membuka . . . yang kulihat adalah serbuk-serbuk cahaya, berterbangan mengelilingi kami, dan semua itu memancar dari dirinya. Aku terpana. Ia sungguh bercahaya. Pada saat itu, sesuatu yang lebih besar dari diriku bangkit keluar karena tubuh ini tak kuat menampung. Mendadak aku merasa begitu lemah, hingga terjatuh berlutut di tanah. Mulut tak sanggup berkata-kata. Bhiksu itu perlahan membungkuk, meraup air sungai, lalu menyapukannya ke wajahku. Tangan itu halus seperti beludru. Butir air menetesi mataku tapi bisa kulihat jelas pancaran kebijaksanaan dari bola matanya, seolah ia telah hidup seribu tahun. Dengan gemetar, hampir tak terdengar, aku pun bertanya dalam bahasa Mandarin: M shi shui? Siapa kamu? Ia tak menjawab. Hanya memberiku seutas senyum. Dadaku seketika menyesak . . . senyum itu . . . GuruPGURU! Aku berteriak. GURU LIONG! Namun, terdengarlah suara derapan kaki di balik punggung. Aku membalik. Keo berlari-lari dengan muka panik. Than Bodhi! Are you okay? Ya-ya, tidak apa-apa, Keo, saya baik-baik sa—aku berbalik

ke arah sungai. Tidak ada siapa-siapa. Hanya pepohonan dan bayangan gunung kapur. Aku pun membisu. Keo mengoceh. Saya memang sudah mau jemput dari tadi, tidak baik malam-malam diam di sini. Lalu saya lihat Anda terjatuh, terus teriak-teriak sendiri — Ada orang di sini, Keo, potongku. Seorang bhiksu. Kamu lihat? Pemanduku itu menghela napas. Seharusnya saya menjemput Anda lebih cepat, ujarnya. Sungai senang menunjukkan hal-hal aneh. Mari, ajaknya, sudah malam. Tubuhku masih gemetar. Kuikuti Keo pelan-pelan sembari sesekali menoleh ke belakang. Memastikan hanya gunung kapur yang terlihat. Namun, jauh di lubuk hati, aku berharap bhiksu muda itu muncul lagi. Sejuta pertanyaan merebak di benak tanpa tahu harus ditujukan ke mana. Siapa dia? Kok mirip sekali dengan Guru? Kenapa menampakkan diri? Apa yang ingin dia sampaikan? Dan keresahan itu berlanjut. Merusak liburanku. Keindahan Vang Vieng bahkan tak lagi menolong. Aku merasa sangat terganggu. Ketenanganku lagi-lagi diusik oleh sesuatu di luar sana yang . . . apa, sih maunya?! Dari mulai tukang tato, cewek seksi, dan sekarang, Guru Liong versi ABG. Dua hari sejak kejadian di Sungai Nam Song, aku mengepak ransel dan kembali ke terminal bus. Keo yang kebingungan, karena begitu aku ditanya tujuan berikut, tak bisa kujawab. Saya tidak tahu, Keo, tegasku. Bagaimana mungkin tidak tahu? Ia geleng-geleng kepala. Anda lebih gila dari semua farang yang pernah saya kenal. Saya sudah lima belas tahun jadi guide dan belum pernah ketemu turis seperti Anda. Tidak punya perencanaan sama sekali. Anda membuat saya khawatir, Than Bodhi.

96

I

Supernova

2.1

A K A R \ 97

Kubuka kitabku. Mendaratkan telunjuk di satu titik. Ini, saya akan ke sini. Keo mengintip sedikit. Huay Xai? Ia mengonfirmasi. Aku mengangguk mantap. Anda ingin kembali ke Thailand? tanyanya. Aku ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. Keo berdecak. Anda benar-benar membuat saya khawatir. Anda punya keinginan, tapi tidak tahu tujuan. Cepat aku tersenyum. Tenang saja, Keo, kutepuk bahunya, kalau ada apa-apa, saya akan kembali ke Vang Vieng mencari kamu. KALAU Anda kembali, ujarnya penuh penekanan. Paling-paling saya berakhir di Thailand, atau Himalaya, who knows. Tapi saya akan baik-baik saja, dengan ringan aku berkata seraya menggendong ransel. Berbalik pergi. Dan itulah terakhir kali aku melihat Keo.

di tengah-tengah [dan mereka bersikeras menamainya 'bus']. Pada

waktu itu, Rute 13 dari Vientiane ke Luang Prabang, yang membentang sepanjang 300 km-an, baru sekitar duapertiganya teraspal. Tepat berakhir di Kasi. Delapan puluh kilometer lebih antara Kasi dan Luang Prabang merupakan jalan tak terlupakan. Cocok untuk dinyanyikan lagu Sepanjang Jalan Kenangan. Lubang besar atau bongkahan batu yang tahu-tahu muncul merupakan hiasan tetap selama sepuluh jam perjalanan berkelak-kelok mengitari pegunungan. Kami berangkat sore menjelang malam, berhubung sopirsopir punya teori bahwa gerilyawan setempat rentan rabun ayam, jadi tembakan mereka cenderung meleset kalau sudah gelap. Di sebelah kaki sopirku terbaring sebuah senapan, dan ia mengemudi dengan sangat hati-hati karena katanya takut menggilas ranjau. Demi merilekskan tulang-tulang dan juga sistem saraf akibat perjalanan darat yang bikin tegang luar dalam itu, di Luang Prabang aku mewajibkan diri untuk bermalam. Tergoda oleh keindahan kotanya, kuputuskan jadi turis sejenak. Cukup dengan modal jalan kaki. Mulai dari pagi hari, kususuri bagian utara kota yang padat objek wisata. Istirahat sejenak saat makan siang, sore-sore diteruskan lagi.

Tak heran Keo menuduhku gila. Telah kubelah Thailand ke arah timur laut menembus Laos, hanya untuk berputar lagi ke mulut Thailand dari sebelah utara. Namun, sesuai komitmenku dengan telunjukku sendiri, kutetapkan hati untuk pergi ke Huay Xai. Apapun caranya. Dan ketika dijalani, seringkah aku menyesal. Ingin rasanya mengomeli telunjuk bego ini, tapi buat apa. Perjalanan panjang tersebut kuawali dengan naik truk terbuka selama dua jam ke Kota Kasi. Ada dua bangku panjang di bak truk itu, plus muatan kayu berbalok-balok yang terpalang 98 I Supernova 2.1

Sepanjang hari yang kulihat adalah museum, kuil, candi. Banyak sekali candi. Dan banyak sekali Buddha. Sambil berjalan aku pun berpikir, pernahkah Sang Buddha membayangkan bahwa kelak fisiknya akan menjadi sumber seni? Demi beroleh nirwananya atau sekadar bersentuhan dengan wujudnya, manusia memahat sepanjang hayat, mendulang emas, bahkan memermak gua. Melihat semua karya-karya itu membuatku merasa jadi manusia tak tahu terima kasih. Tanganku tak pernah memahat wajahnya, atau melukiskan pose-posenya. Sambil berjalan aku pun berpikir, dapatkah aku, yang hanya berjalan kaki ini, beroleh nirwana yang sama? Dan apakah merekaA KA R

I 99

mereka, yang sudah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menghias Buddha, telah beroleh nirwana itu? Selepas dua malam di Luang Prabang, aku pun berangkat menuju Huay Xai. Keuanganku hanya memungkinkan untuk naik slow boat, menyusuri Mekong sepanjang 300 kilometer selama dua hari penuh, dan menginap semalam di dekat Pakbeng. Feri sungai itu berangkat pukul sembilan pagi. Ada sekitar tujuh belas penumpang, juga satu ekor kambing, dan beberapa ayam. Kapal kami bergerak sangat pelan, sangat tenang. Benarbenar kontras dibandingkan perjalanan daratku waktu itu. Kunikmatilah saat ini dengan sungguh-sungguh. Mengikatkan handuk di tengkuk supaya tak tersengat matahari, lalu duduk di atas atap. Sungai pun mulai menyempit, pepohonan merapat seolah ingin merengkuh kapal kami. Dan pada saat semua penumpang berhenti bercakap, menyisakan suara burung dan serangga hutan, aku merasa belahan dunia lain lenyap. Tinggal kami, kapal tua, dan sungai ini. Sementara pada saat-saat lain, tatkala lewat speedboat berkecepatan tinggi dengan mesin meraung lantang, bersama enam awaknya yang berhelm dan berbaju pelampung, aku merasa Bumi baru dikunjungi makhluk angkasa luar. Beberapa kali kapal kami berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Kebanyakan suku-suku tradisional. Ada beberapa orang Hmong, orang Mien, ada juga orang Lao Huay atau Lenten yang berbaju hitam-hitam. Terakhir, sebelum kapal kami bermalam, satu keluarga dengan tiga anak naik. Aku tak tahu pasti mereka suku apa. Yang paling bungsu, perempuan, tak putus-putusnya memandangiku. Umurnya paling-paling lima tahun. Matanya yang bersinar kagum seperti mau copot keluar, balapan dengan kedua pipinya yang menonjol kemerahan, mulutnya nganga setengah, menunjukkan gigi depannya yang 100 I Supernova 2.1

jarang-jarang. Aku mencoba tersenyum, tak dibalas. Tertawa, tidak ditanggapi. Sampai kapal kami menepi, anak itu masih memelototi takjub. Ternyata kami berhenti di desanya. Para penduduk langsung menuju rumah mereka masing-masing. Penumpang yang bermalam disediakan gubuk-gubuk bambu berisi dua tempat tidur berkelambu. Di bawah penerangan lilin, kami makan malam bersama. Mi rebus, nasi ketan, dengan tiga minuman pilihan: kaa-feh Laos yang getir, sda hawn—teh manis bersusu, dan lao lao—minuman alkohol lokal hasil fermentasi beras. Dua penumpang bule—mereka menyebutnya farang—Michelle dan Huey, jadi atraksi paling menarik malam itu. Puluhan anak berkeliling di meja kami untuk sekadar menontoni mereka hidup. Gerakan apapun yang dibuat keduanya disambut cekakak-cekikik asyik. Namun, satu anak itu tetap setia. Ia satu-satunya yang tak peduli kehadiran makhluk aneh berambut pirang, malah memilih menongkrongiku yang bertampang mirip-mirip. Sampai kami selesai makan dan aku tiba di pintu kamar, ia masih membuntuti juga. Aku tak tahan lagi. Sdabai-dii, sapaku. Anak itu diam. Aku membuka kitab. Jdo seu nyang? Nama kamu siapa? Ia tetap diam. Aku membuka kitab lagi. Tidak ada terjemahan untuk 'mau kamu apa' atau 'pulanglah, Dik, sudah malam.' Akhirnya kulambaikan tangan, tersenyum lebar-lebar, lalu masuk ke kamar. Lima menit di dalam, aku merasa tidak tenang. Kubuka lagi pintu. Dan benar saja, anak itu masih ada, berdiri tegak dengan sorot takjubnya. Jemari kecilnya memainkan ujung rambut sebahunya yang tipis. Mulutnya masih ternganga tanpa suara.

A K A R

I

101

Waktu aku sedang membungkuk mengodok ransel. aku pun mengalah. Berbalik lagilah Sophoin menghadapku. Ia menghambur keluar. lalu membuka pintu. Tahu-tahu. Aku menggeleng halus. I swear. Anak itu mulai terisak-isak. bersama Sophoin. Keningku kontan berkerut. seperempat jam kami bersama. Sophoin dan si ibu pun berbicara panjang lebar. satu-satunya penumpang lokal yang bisa bahasa Inggris. She-want-her-girl. anak itu dengan yakin nyelonong masuk ke kamar. Aduh. Sophoin tersenyum manis lalu menutup pintu. minta digendong. ujarku sambil menahan tangannya. Tenang. Berarti tadi cuma kebetulan. Tapi di sini aja. Dia memang sering menguntit orang tak dikenal. justru dia yang minta maaf. Refleks kurenggut lengannya kasar. Tidak ada yang bisa membuatku lebih panik. Sophoin berkata patah-patah. Bibir mungilnya merengut. Dik. Aku menyesal bukan main. Anak ini yang ngikut terus dari tadi. Kuputuskan untuk menyerah dan membiarkan ia berbuat sesuka hati. Dalam bahasa Indonesia. Ternyata ia tertarik pada barang-barangku. . Mau masuk? tanyaku. Aku mulai panik. habis akal. It's okay. . ia duduk di atas lantai. rajin-rajinlah berdoa. Napasnya tercekat dan mata itu berubah sayu hingga akhirnya berkaca-kaca. Nggak mungkin. Si kecil tambah berani. Kulihat si ibu merunduk-rundukkan kepala. kan? Ya. Anak itu baru bergerak ketika aku membongkar ransel untuk mengeluarkan baju. mau nungging. cerocosku panik. diselingi suara tangis yang tak kunjung reda itu. Good night. Diamatinya lagi semua barangku. seperti memohon maaf dan maklum. kan? Anak itu tak bereaksi. tell her I'm so-so sorry. Sophoin. jelasnya kalem. Napasku mengembus lega. Anak ini selalu bawa sial. kataku. Dan kubiarkanlah ia menggenggam kantong kecil itu. jarinya menunjuk kantong ungu pemberian Somchai. Aku tercenung. tergopoh-gopoh mengikatkannya di kepala. ya? Nggak boleh dibawa pulang. Bersamaan dengan tangisannya yang mengeras. Katanya. Tapi air matanya tak terbendung. Entah karena kekasaranku atau kepalaku. terserah! Namun. Bodhi. kataku pada Sophoin. Bawa sial? A KA R I 103 . JANGAN! Badannya seketika menegang. Please. .1 Bener! Aku meminta-minta maaf. Sementara begitu melihat bayang ibunya di pintu. ia cuma jongkok. Buat kamu aja. jangan nangis. Ya-ya-ya. 102 I Supernova 2. Takut. sesuai penawaranku tadi. terdengar ketukan bertalu-talu di pintu. Mau tidur kek. ia pun tersenyum lebar. Diambilnyalah selembar bandana. Kamu ngerti bahasa Indonesia? tanyaku ragu.Aku pun berlutut. Seolah mengerti. di sebelah ransel. tiba-tiba tangannya menyambar bandana di kepalaku. Sayang. Sebentar kemudian menjerit-jerit. dan siapapun yang dikuntit selalu kena sial. Yang ini tidak boleh. Maaf mengganggu. tolong kasih tahu. Cepat kuraih bandana. Ternyata ibu si anak yang di kapal tadi. Berdoa? tanyaku heran. Tiba-tiba anak itu mengangguk. tangisan anak itu tambah melengking. bukan saya yang bawa dia ke sini. Saya nggak sengaja.

Gerak-geriknya gesit. Chiang Khong. melainkan TEPAT di atas satu titik. kitabku jatuh ke sungai. tak habis pikir. bisabisanya buku setebal dua setengah senti. Di dekat bagian imigrasi. Buka semalam suntuk untuk mereka makan dan minum kopi. Tapi. Thailand. dan mendaratkannya untuk kedua kali. Rasa panik bahkan terlampaui. Honor tatoku berbulan-bulan. Setengah jam sebelum feri kami menepi. masih wajarlah. . Betapa luar biasa bodohnya si Bodhi ini. Perjalanan sekedip mata dan aku sudah sampai lagi di Thailand. beserta wajah lucu yang membuntutiku dengan mata takjubnya. . menunggu saat yang tepat untuk bertanya. membeli tiket feri ke Chiang Khong. yang—dengan sengaja atau tidak—telah merampas satu-satunya barang imut yang kupunya? Aku terduduk lunglai di lantai. aku teringat Sophoin. Aku berjalan berkilo-kilometer dalam keadaan haus dan lapar. 104 I Supernova 2. Tinggal sepuluh baht dan seribuan kip. Kantong uangku tidak ada. Hanya dipisahkan oleh sungai yang baru saja kulewati sekian menit yang lalu. memutar-mutar telunjuk di depan lemari. berusaha menjunjung tinggi komitmenku dengan telunjuk sendiri. Kumisnya tebal seperti Pak Raden tapi tidak kelihatan menyeramkan. Telunjukku tepat menutupi satu titik. Berhenti di sebuah warung kecil di pinggir jalan besar. tetap saja ada gaya gravitasi yang menyedotku pulang. Pukul delapan malam aku tak tahan lagi. dan selintas teringat pula Kell. Tiba di Huay Xai soresore. ada peta provinsi Bokeo dalam lemari kaca. kenapa dari bidang selebar itu telunjukku malah nyasar ke negara lain! Teringatlah aku perkataan Keo yang seolah sudah meramalkan kembalinya aku ke Thailand.Besok paginya kapal kami berangkat. Bagaimana kesialan bisa menyamar dalam bentuk seimut itu. Kubongkarlah ranselku . Gila. sudah memasuki kondisi linglung. Jangan tanya Tcokbisa?'. atau kalung. hanya untuk sadar bahwa aku telah dikutuk. Jauh-jauh berjalan sebegini susah. dan langsung hilang tanpa acara mengambang! Aku sampai di Huay Xai seperti ternak lepas dari rombongan. Matanya bersinar jenaka dan si pemilik warung dengan lancar bercanda-canda dengannya. dan segelas air putih yang berulangkah kumohon untuk diisi ulang. aku baru sadar sesuatu. Kalau yang jatuh itu cincin. kota di provinsi Chiang Rai. Aku sendiri tidak mengerti. Tapi waktu itu. Berseberangan persis dengan Huay Xai. Ciluk—ba! Mataku membuka. Ia duduk persis di sebelah. sampai akhirnya kupejamkan mata. Kali ini. apakah kakinya bisa menjangkau pedal? Pada satu kesempatan ketika si sopir dan penjaga warung A K A R I 105 . Dua jam lebih aku di sana bermodalkan segelas air putih dan warung kecil itu tidak tutup-tutup juga. Tidak tahu mau ke mana dan mau berbuat apa. makan mi rebus semangkok.1 Sehabis bayar visa. Bingung. Kukuatkan hati. Luck raib beserta seluruh isinya. Lama aku berdiri di situ. yang sialnya sedang nongkrong di pinggiran kapal. Aku duduk di pojok memandangi sopir-sopir itu. Melihat badannya yang kecil membuatku sempat ragu. terlepas dari genggaman tanganku. tak ada lagi harapan tersisa. Bukan memper-memper. Aku mengamati keseluruhan peta Bokeo yang masih luas. Uang di kantongku habis. bolehkah saya numpang? Keberanian itu muncul ketika sopir satu ini masuk. Buat apa bisa lihat hantu tapi menjaga barang sekecil itu saja tidak bisa? Jarang sekali aku panik akan sesuatu. Tempat nongkrongku ternyata menjadi perhentian banyak sopir truk. Orang ini tampak menyenangkan.

aku pun memberanikan diri bersuara. kata Noi. Terserah kamu mau ikut sampai mana. Aku mencoba meraba-raba letak lucunya di mana. Golden Triangle—Saam Liam Tong Kham? tanyaku. Noi terus mengemudikan truknya sampai kami melewati kota Chiang Saen. segelas kopi dan teh panas tersuguhkan bagi kami berdua. tapi kucoba meraba-raba. Lawk. Karenanya. Seakan-akan ia baru mati suri seminggu dan sudah rindu hidup. . Lalu terus . Aku 106 I Supernova 2. Tempat dengan tiga pilihan. Burma! katanya ekspresif. Persis tebakanku tadi. . terus ke utara. . biar setidaknya kita sampai Mae Sai pagi-pagi. Terhuyung-huyung si tukang warung malang itu terbangun. Aku sedang tidak pegang kitab Thailand. Sopir itu menyeruput kopi. Tachilek. ujarnya. Oke. Hmm. Pai Chiang Rai. kami berhenti di sebuah warung. Dengan santai. . . itu rahasia! tangkisnya cepat. . Neraka! Tiga! Huahaha . serunya sambil memukul-mukul meja. jadi kita berhenti di mana? tanyaku. Neraka. Kamu harus ikut saya untuk tahu! Dalam benakku tervisualisasilah satu seringai dan tulisan gede-gede: KESEMPATAN. Salah! serunya tiba-tiba. Nama sopir itu Noi. ia memakai bakiak bersol setebal bata. kaki Noi memang tak cukup panjang menjangkau pedal. . . Mengoceh terus sepanjang jalan. Noi membuat perjalanan empat jam lebih kami tak terasa. Tak lama. dan mana Bumi? tanyaku lagi. . sapaku. Chiang Saen . Aahhh! Ia mengecap-ngecap lidah. dan kini bakal keluar lagi dari mulutnya yang paling utara. Kutukan anak lucu itu sudah kedaluarsa rupanya. Nada itu ramah. Baru saja keluar dari mulut Laos. yang pasti ingin memasukkanku ke rumah sakit jiwa karena penyakit kecanduan menyeberang. tukasnya. Noi meminum kopi panasnya seperti air dingin. kamu kan belum sempat menunjukkan tiga tempat pilihan kita . Dengan ringannya ia pun mengangguk. Lewat tengah malam aku dibangunkan. . aku langsung terjun ke bak truknya yang masih kosong setengah. jawabnya balik. Baiklah. Surga. Noi menggedor pintu sambil melangkah masuk. dan tidur dengan bahagia. dan A K A R \ 107 . Ini sudah masuk Chiang Saen. . lalu menggeleng. Ia bangunkan penjaganya yang tertidur lelap di kursi. . Lagi-lagi. Seringai kedua. Noi. sekarang saya mau tidur dulu dua jam. ke Mae Sai. Tenang saja. Chiang Saen. Sawat-dii krup. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan.1 membayangkan Keo. Tapi—tapi. kamu cuma bisa ikut saya sampai sini. Dai! Sopir itu bangkit. Energi orang itu pun tak habis-habis. Thailand . ia manggut-manggut. . hmm. Sawatdii krup. Bodhi. langsung menyeberang ke Thailand. Itu trukku. Lho. Kafae . Yang mana Surga. Chaa rawn? Noi yang menawarkan.berhenti ngobrol. Sawan. saya ikut! sambarku tanpa malu-malu. . aku malah jadi tertarik dengan ucapannya. . menggelar kantong tidur. nyebrang sedikit. Surga. Aku bersemangat lagi. gumamnya. Kamu boleh gabung tidur kalau mau. Myanmar. tapi ikut tertawa juga. Aku tidak tahu lagi apakah tempat ini punya nama atau tidak. kafae . Nanti. . aku melanjutkan. jawabnya. . Oh. mana Neraka. Bumi. saya harus cepat-cepat sampai di Tachilek. Kami pun berangkat. Narok. . Dan entah kenapa. tapi kita tidak akan turun di sini. sebentar dulu. entah apa yang diminumnya. . Aku mengangguk. teruuuss . mai krup? Aku menebak tujuannya. Laos. meminta kopi.

Bumi! Masa pisah di sini, siiih! Ini, sih, bukan di mana-mana! Aku mencoba berkelakar. Anggap saja ini rahim ibumu, cetus Noi, dan ia tak ikut tertawa. Dua puluh baht sudah cukup, katanya dengan muka pun tetap lurus. Dua puluh baht? Untuk apa? Kamu pikir tumpangan itu gratis?! Noi tiba-tiba berseru marah. Noi . . . kan saya sudah cerita, saya nggak punya uang! Katanya kamu punya uang sisa! Aku langsung merogoh kantong, menunjukkan padanya sisa uangku. Selembar lecek 10 baht dan beberapa koin 25 satang. Nih, hanya ini . . . bisa makan sekali juga untung. Yah, segitu juga boleh, sahutnya. Tangan itu dengan gesit merebut semua uang di tanganku. Noi pun bergegas keluar. Sekian detik aku bengong. Tak percaya genggamanku hampa dalam waktu begitu singkat. Noi! Noooi! Aku berlari ke luar. Pintu truknya menutup, dan Noi, sopir berbakiak tebal, tancap gas tanpa menoleh. Mematunglah aku, linglung bahkan terlampaui, sudah idiot. Kutukan si kecil belum kedaluarsa ternyata. Diperahnya aku sampai titik penghabisan, dan sesudah ini tak tahu lagi apa yang tersisa . . . .

memang tak menggoda. Berantakan, warna terlampau menyolok, lebih kelihatan seperti obat antihama daripada makanan. Barangkali sudah berbulan-bulan tak disentuh. Aku berjanji dalam hati, kalau kaleng kue itu sampai bergeser, maka aku harus mengaku kalah dan pergi. Tidak jadi soal ke mana. Pokoknya kami sekarang berlomba dulu. Berjam-jam lamanya aku pun duduk di pojok warung itu, di meja paling sudut yang menempel ke tembok. Teh manis dari pagi tadi kuminum sedikit-sedikit. Kuhayati betul rasa manis gula yang semoga saja bisa jadi sumber energi, karena gula hanya kembang api yang memberikan cahaya tapi bukan panas. Kalori kosong. Namun, tidak ada pilihan lain untuk bertahan. Kulihat sekeliling. Ini bukan kota. Ini kampung yang rada besar. Gersang dengan sawah-sawah retak. Tempat tipikal yang kekurangan lapangan kerja, kelebihan pekerja. Dari setiap jengkalnya, warung makan inilah tempat paling padat aktivitas. Aku dapat membersihkannya sendirian sampai ke setiap celah antara papan kayu kurang dari sejam. Dan lihat . . . sudah ada tiga orang yang dipekerjakan di sini. Kell bilang, daya juang kita harus sekuat kecoak yang ternyata sangat cinta hidup. Dengan meminjam semangat kecoak, aku memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk minggat ke kota besar dengan sedikit alternatif pekerjaan: buruh, tapi tidak ada yang membangun; pengamen, suaraku parah; pengemis, harga diriku masih terlalu tinggi; kembali masuk kuil—sialan! Sialan! Serombongan tamu masuk. Fokusku cepat-cepat tertuju pada kue menor itu, menebak-nebak kapan ia bakal digubris. Di luar harapan dan dugaanku, kaleng kuenya bergeser! Lutut ini pun lemas. Oh, nasib. Spontan aku mendongak, mencari tahu siapa sang pencetak sejarah. Ternyata seorang kakek berkulit hitam penuh asesoris AKAR I 109

Aku lomba diam dengan kaleng kue. Berjam-jam sampai siang, kaleng berisi kue di sampingku tak disentuh orang. Sejak subuh tadi, sudah singgah beberapa truk dan angkutan umum, tapi tak satupun orang menyentuh kue-kue ini. Bentuknya 108 I Supernova 2.1

rastafarian, di atas kursi roda. Baru setengah dari rambutnya beruban, tapi seolah ia telah habiskan seluruh hidupnya untuk memanjangkan rambut hingga terjurai menyapu lantai, menggimbalnya rapi. Dread lock. Terduduk di atas kursi roda itu, ia bagai dewa yang disembah para serangga. Barulah aku tersadar, semua mata tengah menatapnya, sementara ia menatapku. May I sit here? Logatnya aneh. Suaranya serak dan dalam. Seakan bergaung dari dalam tanah. Seorang perempuan kulit hitam yang berdiri di belakangnya memandangku seperti minta persetujuan. Setelah aku mengangguk, ia pun menyorongkan kursi roda si kakek mendekat ke meja. Si kakek berusaha membuka kaleng kue tapi kesusahan. Cepat-cepat aku membantu. Ia pun mengambil satu. Thank you, ucapnya. Begitu menempel di lidah, belum sampai dikunyah, kue itu dilepehkannya. Puih! Ia meludah. It's a fake Burmese gem, celetukku geli. Ia ikut tersenyum. Going to Burma as well? tanyanya. Mungkin, jawabku. Tawanya melebar. 'Mungkin'! serunya. I like dat! Kamu benar. Maybe' is de best answer! Cos we never know, do we? Anda dari . . . ? Jamaica! Ia menyorongkan tangannya untuk dijabat. Hello, I'm Georgy. Saya Bodhi, nice to meet you, kusambut tangannya. Genggamannya kuat. Penuh hidup. Umur saya 72 tahun, kalau-kalau kamu bertanya-tanya dalam hati, lanjutnya sambil melirik cerdik. Dan masih ingin lihat dunia! Ini turku yang kelima keliling Asia Tenggara. Cuma, sekarang saya sudah harus diantar Gloria, susterku. Sudah terlalu banyak yang tidak bisa saya lakukan sendiri. Kecuali yang satu ini . . . ia terkekeh. Geligi depan itu ompong, sementara 110 Supernova 2.1

yang lainnya tinggal tunggu nasib. Dari saku dada kemejanya, Georgy mengeluarkan semacam dompet plastik, berisi tembakau dalam amplop, seamplop lain isinya papir. Lalu ia kawinkan keduanya cermat dan penuh kasih seolah telah dilewatkan seumur hidupnya demi menunggu momen itu datang. Ah, Jamaika. Land of. . . reggae, aku berkomentar. Hanya itu yang kutahu. Georgy tampak sangat senang. Kamu suka reggae, Bodhi? Ia mengucapkan namaku dengan huruf 'D' bertumpuk. BoDDDi. Kell sering bersenandung lagu-lagu Bob Marley mulai dari di kamar mandi sampai di atas panggung pub langganan kami, Reggae Bar, di Khao San. Ia, yang amat populer di sana—dalam jeda antara sesi pertama dan kedua—akan diserahkan gitar akustik elektrik oleh si pemain band di pentas. Dan Kell akan bernyanyi sepenuh hati, 20—30 menit, sendirian. Suaranya— yang bertekstur dan bergetar halus di setiap ujung nada—akan menyihir kami semua. Penonton dengan patuh mengikuti ajakannya berkor One Love. Redemption Song. Tliree Little Birds. Termasuk aku. Jangan tanya soal JVo Woman No Cry. Aku yang berteriak paling keras. Teriak, karena nyanyianku hampir tak bernada. Cuma kenal keras dan pelan. Sebagai imbalan, Kell dapat bir satu pitcher, dan aku gratis chaa yen, teh manis es diberi susu. Kepalaku mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Georgy. Bob Marley, ujarku menambahkan. Dada Georgy menggembung dan mukanya cerah seperti baru mengisap udara taman bunga. Pengakuanku tampak mengisi baterainya. Ia kelihatan lebih berenergi lagi. Dan aku iri. Gloria datang mengantarkan kopi dan semangkok mi rebus yang mengepul panas untuknya. Aku makin iri. Tapi tak disentuhnya itu semua, bahkan Georgy menunda kepulan pertama lintingannya. Dari dalam money belt, ia mengeluarkan paspor AKAR I m

yang dimanteli sampul kulit warna cokelat tua. Menunjukkan lagi namanya. Tuh, betul kan, G-e-o-r-g-y . . . . Dan aku si Cepot. Apa maksudnya sekarang? Main sulap? Dari kantong sampul paspor itu, ia menarik keluar secarik foto. Buram dan kusut. Disodorkan ke mukaku. Go ahead, look closer . . . . Foto sebuah rumah mungil berundak-undak dengan dinding batu alam. Ada seorang pria kurus berambut gimbal yang ia rangkul bahunya, dan Georgy, yang walaupun kelihatan sudah tua, masih berdiri tegak di sana. Mereka berdua tertawa lebar. Mataku memicing. Apakah dia . . . . Kamu lihat tanaman-tanaman ini? Ia menunjuk rimbunan tanaman yang mengelilingi rumah itu rapat-rapat. It was all ganja. Georgy menyeringai. Waduh, kakek rasta. Kalau kamu di negaraku, halaman ini sudah pasti dibumihanguskan, dan tanaman-tanaman cantik ini bakal jadi asap dan debu dalam sekejap. Kamu tidak bisa keliling dunia begini karena sudah ngendon di penjara. Kecuali bekingmu kuat. Tapi aku cuma tertawa sekilas karena lebih penasaran dengan orang yang ia rangkul di foto . . . .Ishe? Yes. Georgy mengangguk mantap. De legend himself. Laparku sirna sejenak. Anda kenal Bob Marley? tanyaku takjub. Georgy tertawa lepas, kepalanya sampai menengadah. Lintingan yang ia tunda akhirnya dibakar penuh suka cita. Kamu hafal No Woman No Cry, Bodhi? ia bertanya dengan mulut berasap-asap. M mm. menggeleng. Kira-kira. Aku berkata sembari setengah

And dat—ayo! Masa lupa? Ia mulai mengajakku main tebak-tebakan. Membelikanku sedikit petunjuk dengan harapan bisa disambut. And that—? Aku cuma bisa mengulang. And dat Georgy wud make de fire light! Ia tidak tahan lagi. And that Georgy would make the fire light, ulangku sambil manggut-manggut. Sebentar dulu, lho, Georgy . . . ? Ia tampak benar-benar puas sekarang—Me. I am de Georgy. Yang membakar api unggun! Yang memasak bubur jagung! Itu dia puncaknya. Dan entah sudah berapa kali dalam hidupnya ia beroleh kepuasan dengan melakukan prosedur yang sama ke banyak orang. Georgy dijamin berhasil. Akupun ikut tercengang dan berpikir, bagaimana bisa? Lalu bertanya. Really? Hingga dia pastinya harus bercerita. Georgy yang ternyata pembantu di rumah Marley dulu, bekerja puluhan tahun, beranak-cucu di sana, dan telah mengasuh Marley sejak dari manusia biasa sampai menjadi dewa lalu mati jadi manusia lagi yang dijebol penyakit kanker. Anak-anak Georgy-lah yang kini mengurus rumah sekaligus objek turisme andalan Jamaika itu. Dulu, sayalah yang membersihkan muntahnya! Membereskan sampah-sampah bekas setiap pesta. Memanggilnya untuk makan kalau dia sudah kelamaan duduk di bawah pohon kesayangannya di halaman depan. Di bawah pohon itulah dia melamun dan menulis lagu-lagunya! Saya mengasuhnya seperti anakku sendiri . . . . Tangannya membuka merentang sesuai ekspresi kalimat. Ia berkata penuh ketulusan, penuh bangga, penuh cinta. Dan aku iri pada Marley. Gloria datang, membereskan piring dan gelasnya, lalu berkata entah apa, tapi tampaknya mereka sudah harus pergi. A K A R 1 113

Coba ingat-ingat lirik di bait kedua! Georgy mulai memakan mi-nya. Mmm . . . . 112 I Supernova 2.1

1 Aku mengikuti petunjuk Georgy. Aku telah dibakar. lalu membiarkanku terus berjalan tanpa berkata apa-apa. lalu menunjuk-nunjuk lagi ke sejalur jalan setapak. aku menyalami tangannya yang tertangkap selewat. Tak sampai tiga puluh meter. Dia memberhentikan samlor-nya. Tepatnya. ini. pengemudi samlor mengantarku sampai ke sebuah terminal. Begitu kutunjuk bukit. Dan lihat betapa semangatnya dia . Bodhi. Tapi . Kamu sedang dalam kesulitan. Di sungai dangkal yang tadi kulewati. Jalan yang tak kukenal.Georgy menyewa mobil sendiri karena sudah tidak mungkin naik transportasi umum. Melakukan body checking dari mulai dada sampai betis. . Aku tercengang A K A R I 115 . sampailah aku di sebuah kampung dengan sejalur jalan aspal kecil. ia meletakkan selembar lima ribu kip. Aku butuh dua itu. Thank you so much . dan temukan kaumku! Kamu pasti bisa tertolong. . Bodhi? Ia setengah bertanya setengah menjawab. dia tampaknya langsung paham. lihat betapa kenangan dapat menjadi motor penggerak yang bahkan mampu menyulut pria berumur 72 tahun untuk menggelindingkan roda kursinya di atas bola dunia. . berdirilah sebuah portal. Tapi tak kurasakan ada ancaman. ke sebuah bukit yang karena jauh bersemu biru. kuputuskan untuk bersikap sama. Dengan lima ribu kip. Tapi cuma sampai sini. kalau kamu berjalan ke arah bukit itu. Hei. 114 I Supernova 2. menyambut dari depan. Kursi roda itu ditarik mundur. Dan. menunjuk-nunjuk tanah. . Memandangi Kingswood tua itu menjauh. Dan aku berjalan. Perjalanan seperempat jam yang sunyi. makan yang banyak. . Mentransfer sedikit nyala semangatnya untuk bateraiku yang soak. ya. tiga kali lagi berjingkat aku sudah kembali ke Thailand. Dijaga oleh empat pemuda berseragam loreng yang langsung mencegatku. only Georgy wud make de fire light! Seraya menjauh. Saya tidak bisa bantu kamu. . Walaupun bingung. Uang saya juga tidak banyak dan perjalananku masih jauh. ya? Perjalananmu jauh. Lewat dari bukit. . lamat-lamat aku terkenyangkan. Hey. Takjub sendiri oleh lucunya konsep perbatasan ini. . Ia akan berangkat lagi dengan cerita dan kenangan yang sama. Seolah-olah sudah ratusan kali aku lewati jalan ini. Lama aku berdiri. Hoiii! Imigrasiii! Terasiii! Aku tertawa-tawa sendiri. Georgy lalu menunjuk ke arah jendela yang terbuka. lanjutnya. Keo sudah harus panggil ambulans dan secepatnya menjebloskanku ke rumah sakit jiwa. ia mengarahkan telunjuknya ke dadaku. Kami bahkan tidak bertanya-jawab soal nama tempat yang dituju. kamu akan masuk lagi ke Laos — Laos lagi? potongku tak tertahankan. Berakhir di membuka lapang. Georgy lalu memberi kode bagi Gloria. dan Gloria memesankan satu mangkok mi untukku. Menyetel kakiku melangkah dengan percaya diri. . Barangkali maksudnya untuk membakar. danaku lapar. sebuah mulut bukit yang perlahan mulai ditembusi sinar Mataku memicing ketika terang dan jalan itu usai. Setapak rimbun ini matahari dari kanan-kiri. Makanan dan harapan. tiga kali berjingkat aku sampai di Laos. begitulah kira-kira maksud ucapannya yang tidak kumengerti. Pakai uang ini untuk ongkos naik samlor nanti. Mereka melakukannya dengan muka datar bagaikan rutinitas hormat bendera. lalu menyeberangi satu sungai kecil. Di dekat gelas tehku.

Dan kami pun duduk bertukar cerita. . Di tempat jin buang anak begini terlihat rentangan kabel telepon. saya sudah ingin sekali ketemu dengan kamu. . And I converted! Called my parents the next day. ke mana rambutmu? Tristan tertawa lebar. kamu bisa sampai ke lokal yang lain lagi. ? Ada yang memanggil. Satu malam! Tiba-tiba! Awalnya. . Kalau tadi kamu masuk dari desa lain. semangatku langsung menyalanyala. saya bukan manusia yang sama lagi. . sampai akhirnya. tergeletak seperti ikan asin dijemur. . Tempat apa ini sebenarnya? tanyaku sembari memandang gelimpangan bule di sekeliling. lalu jajaran mobil pickup aneh karena ukurannya yang mini dan tak beratap. saya putuskan pergi ke Nepal. Dari bawah kaki. otot sekitar alisku langsung berkontraksi. tapi gumam tok. Kamu sudah pernah memetik sebelumnya? Ia bertanya. katanya tembak langsung. Kehadiranku tidak digubris. Baldy Bodhi . saya bakal melintas Myanmar. Ayo. Tidak salah lagi! Itu Tristan! Aku tercenung sedetik—botak? Kami berangkulan. Sanders. Bodhi! Rasanya kayak tersambar petir. apalagi aku. mate? Saya langsung menemui gelong Thubten. Mereka memandangiku yang kurus. tampak pula terparkir dua dump truck dengan bak penuh berisi tanaman hijau. Kami bicara panjang semalam suntuk. Lokal 13 namanya. kotor. aku tertegun. ya'know what I mean. Tristan pun membawaku ke sebuah rumah kayu. . guruku di pusat meditasi. Lihat. Boss. Hmm. ikut saya . Ketika sampai. Badan pucat mereka malang melintang dan semua wajahnya memperlihatkan kalau mereka sedang beristirahat. Ia bergumam. Baik. bilang kalau saya tidak akan pulang ke Canberra dalam waktu yang lama. Dollar— US? Aku tergagap. . Nepal! Hari ini memang penuh api. Saya sudah jadi getsul sekarang! Getsul. Upah di sini tujuh ratus seminggu. . Dari hari pertama saya memulai pabbajja di Bangkok. Dimulai dengan menyeberang kemari. dan bersenjata. Dan karena di Thailand pusat Tibetan Buddhism masih sedikit. Aku merunduk. . terus iseng ikut latihan meditasi vipassana. lalu Bangladesh.1 nyala memburu sang Buddha. Ada semacam . lalu memejamkan mata lagi.melihat puluhan—mungkin sampai empat puluh—manusia kaukasia. sebuah wajah terbalik. Sedemikian mudah? Dia bahkan belum menanyakan siapa AKAR I 117 . sama-sama tidak bisa meneruskan perjalanan karena habis ongkos. jawabku. Kami disambut lima pemuda pribumi berwajah keras. Aneh nian hidup ini. Calon bhikku—Vajrayana! Dia jadi buddhis?! Tibetan buddhis? Aku kehilangan kata-kata. Tristan memasuki rumah itu tanpa ragu-ragu. Ini tempat cari uang. Tidak ada orang Asia selain aku. kehabisan uang. bola matanya menyala116 I Supernova 2. ada teman saya yang mau kerja. tiga meter dari sepatuku—TRISTAN! Orang itu langsung bangkit. panggilan. berseragam loreng. Beberapa melirik. Mendengar kata 'kerja'. kamu bisa mulai besok. What else? tanggapnya datar. bukan tanda berpikir. dan kita nggak bakalan pernah ketemu biarpun kerja di tempat sama. Satu orang yang tampak senior mempelajariku penuh selidik. Tristan memanggil mereka 'bos'. saya nonton upacara nggak tahu apa di sebuah vihara. Ia gembira sekali. Dari sini. Belum. It was crazy. . dan bukan bule. lalu India. Tristan baru tiba di sini tiga hari yang lalu. tapi tidak tahan kalau tidak bertanya. Aku melirik Tristan. tidak jauh dari bukit tadi. laki-perempuan. segera menemukan benang merah antara kondisi kami berdua. Besoknya saya tahu ada yang berubah.

7 0 0 dolar?! Aku tak sanggup menahan senyum. Tristan menjawab untukku. dibekali gunting tanaman untuk memotongi bunga-bunganya.1 . Aku benar-benar girang. keluarkan alat mandi dan baju dalam. lebih dari reaksiku waktu mendengar gaji 700 dolar tadi. Digilas dan digerus kakikaki kami setiap hari. Oke. Sekarang. Mm—maaf. saling bekap. maksudku . yang membuat manusia bisa saling bunuh. Mulai metik besok pagi shift pertama. Oke. salah di sini bisa jadi sahih di tempat lain. Daunnya. Tak akan rela apabila pohon-pohon manis ini lantas dibakar habis. tapi ini pekerjaan dengan bayaran termahal yang pernah kulakukan seumur-umur! Mau kerja di ladang mariyuana atau opium? si bos bertanya lagi. Sekalipun langit tetap sama biru dan awan sama putih. yang dianggap emas hijau di banyak tempat. daun ganja sama hijau. Hei! Antarkan dia ke gudang penyimpanan tas! Ia memerintah satu temannya. Hijau warnanya. melihat pasporku. Hidup ini relatif. semua itu kurcaci dibandingkan pohon yang kupetiki setiap harinya di sini. dan apabila kau berdiri di bawah lalu melihat ke atas. Racun bisa jadi obat. hingga bisa saja kaujatuh sayang. He'll take the grass. Dan sekarang kamu ada di Golden Triangle. apa yang kamu pikir 118 I Supernova 2. segar. Apa salah mereka? Mereka cuma ingin hidup. relaxl Matahari saja tidak muncul dua belas jam di setiap tempat! Semua tergantung di mana kakimu berpijak. sisanya tetap dalam ransel. ujarnya perlahan. kamu harus ikut training dulu dua minggu. menaungimu dari sengatan matahari. traktor kecil tak beratap lewat untuk menadah isi tas-tas yang sudah penuh bunga. Aku tersentak. Dan kali ini aku tergagap sungguhan. batang kokohnya sebesar pelukan lengan orang dewasa.namaku. dunia ini nisbi. Di kiri-kanan setiap pohon diapit tangga bambu yang didirikan permanen. Pekerja akan menaiki tangga. . Ini kaosmu. Beberapa menit sekali. Kami lemparkan ke dalam baknya. niscaya pucuk tertingginya tak terlihat. dengan tulisan putih tercetak tegas jelas: MARIJUANA PICKER. apa kebangsaanku. Tristan berhenti. dan . AKAR I 119 Kami keluar dari gubuk itu. lalu dimasukkan ke kantong kain yang disampirkan di bahu. Isi namamu sendiri. Tidak cuma karena bertemu Tristan. UNITED GRASS WORKER . He's staying here with me. Ia menyerahkan sebuah kaos oblong yang masih berbungkus plastik. sekalipun daun ganja sama hijau. . so. Tristan benar. oke. Pohon-pohon di ladang ini menjulang tinggi melebihi tiang listrik. . Bersablon daun ganja di sentral. . tapi tidak sama tinggi. forget about the rest of the globe! Ya. Obat bisa jadi racun. LOCAL No. maksudnya? Kalau memetik opium. Ini kartu absen. Kell pernah mendongengkan legenda Sisifus yang dihukum dewa-dewa Yunani untuk mendorong batu ke puncak gunung. Pernah satu kali aku nonton televisi dan melihat pembakaran ladang ganja di Aceh. Tristan tahu benar perubahan air mukaku. kalau mariyuana bisa langsung kerja. Kacang ijo vs Buta Ijo. Dibakar malah bikin kclcngar. Tapi. 13. Mereka begitu rimbun. saling suap.LAOS. di sini cuma jadi sampah hijau.

kami mulai bergerak. Kami pun punya seorang sekjen atau kepala suku. Tertutup sekat kayu tepat di bawah ketiak dan setengah betis seperti di iklaniklan sabun mandi. Begitu kau sampai di ujung baris. Mereka yang sudah bekerja pun akan beristirahat. Akomodasiku di sini sama gaya dengan Srinthip. Kau pun akan diputarkan ke ujung semula. angin berembus sejuk dan tiada suara lain selain bebunyian alam. menggolerkan badan di atas bukit rumput tempat kutemukan Tristan dulu. Pada malam hari. Perbukitan hijau itu tampak seperti meja bilyar diseraki butiran Nutrisari. Dan perserikatan bangsa-bangsa di sini sepakat bahwa Golden Triangle merupakan dimensi lain tempat segalanya bergerak lamban. semuanya tergantung berapa uang yang ingin mereka kumpulkan sebelum akhirnya lepas lagi bertualang. pohon yang paling awal sudah kembali berbunga. Di tempat yang disebut Lokal 13 ini kutemukan miniatur dunia. bintang iklan tidak pakai acara 120 I Supernova 2.cuma supaya si batu kembali bergulir jatuh dan Sisifus terpaksa memulai lagi dari bawah. yang lebih merasa Indian daripada bule dan ingin dipanggil dengan nama Smoking-Sun. Sama sekali tidak istimewa. Lintingannya serapi rokok pabrik. nggak apa-apa. mana mungkin jadi legenda. lebih gendut dari Dji Sam Soe. Kadang kami serius mendengarkan. Tapi kalikan sepuluh. Orang dari segala kebangsaan berkumpul. Pagi sampai sore kami dipanggang oleh terik matahari dan hawa panas yang seperti mengepul dari dalam perut bumi. barangkali. Total ada dua puluh tujuh ladang. Aku baru mengerti makna cerita Kell. Cerita terngeri yang pernah kudengar. Meracau yang berwibawa macam seorang shaman. Barak kayu ini diisi 50 orang. Kalikan dua puluh tujuh. Pekerja datang dan pergi. Tidak ada yang dikungkung keabadian di sini. dua-tiga-empat minggu. termasuk aku. Sudah. dan sepuluh mariyuana. para pekerja opium. Hiburanku yang lain—atau malah siksa—adalah menontoni AKAR I 121 . Aku dapat melihat mereka. Tujuh belas opium. Hingga menjelang pergantian petang ke malam. Bedanya. Silau matahari digantikan oleh dua lampu minyak di dalam barak dan satu lampu teplok di teras depan. Kami pun cuma bekerja empat jam sehari. yang kemudian mereka istilahkan sebagai 'Sidang Umum'. Membentuk dua deret panjang lembaran tikar beserta bantal-bantal kapuk pemberian yang baunya tujuh rupa. Aku senang bila malam datang. yang kebanyakan ada di kawasan Thailand. Dan di sini ada ribuan Sisifus. Giliran pertama mulai pukul tujuh pagi dan yang kedua dimulai pukul sebelas siang. kali ini cuma aku yang wakili. yang kira-kira makan waktu satu minggu. dan kalau sudah tinggi bicaranya macam-macam. pria Amerika-Italia diblaster lagi dengan darah Indian Navajo bernama Luca. Banyak yang memilih tetap tinggal di dalam kantong tidurnya. paling-paling berjemur. kadang tergelak menertawakan. tidak boleh lebih. Di sini. Kini aku menjadi salah satu ikan asin yang menjemurkan diri dan tertidur siang di sana. Lima pancuran dan lima WC tersedia sepuluh meter dari barak. ketika hidangan prasmanan berupa nasi dan dua macam lauk digelar di teras barak. yang kelihatan cuma sebesar beras dengan kaosnya yang oranye menyala. Begitu terus untuk selama-lamanya. memetik lagi di baris yang sama. atau satu-dua orang berinisiatif meracik daun untuk diisap ramai-ramai. setiap orang ditugasi memetik satu baris pohon yang ditandai dengan papan nomor. Asia. Tak ada kegiatan signifikan sesudah empat jam kami bekerja. Tapi. Begitu seterusnya. Satu ladang luasnya kira-kira sebesar kompleks Senayan. Ia paling jago melinting. Silakan bayangkan.1 menimba air seperti kami-kami kalau bak penampungan sedang kosong. kecuali pribumi dan orang Jepang.

Tahun dan nama kadang-kadang menyesatkanmu jauh dari esensi. memberikan tasbihmu padaku our of the blue! Mungkin bagimu ini nonsens. Seumur hidup saya selalu mencaricari kebenaran yang sejati. Supaya kau berhenti menatapku dengan mata kelinci penuh mimpi itu. buku-buku Chogyam Trungpa. even your NAME is Bodhi! Dan kamu berasal dari Indonesia. AKAR I 123 . Kenapa. sekarang jadi tanah suci setelah tahu sejarah Athisa yang pada abad XI belajar Buddha di Kerajaan Sriwijaya. . Namun faktanya. Aku tidak bisa kasih jaminan kau tercerahkan. murid yang meminta ditunjukkan jalan menuju kebodhian akan diberi sesuatu oleh gurunya. . dan betapa tak sabar dirinya menginjakkan kaki ke Nepal. Waktu itu kau bilang negaraku brengsek karena mencaplok Timor Timur. Lebih baik tanya mengapa manusia menciptakan negara. Bodhi? Tristan bicara agak terengah. 122 I Supernova 2. Aku ini tidak tahu apa-apa. Ampas yang malas. Si Gundul B itu tak tertolong. daripada menghafal nama presiden dan tahun berapa mereka dilantik. Selagi kecil seperti tukang sihir. . . apa namanya? Sriwijaya. melepaskan kemelekatan dengan hidup pada detik ini.Tristan menjalankan disiplin getsul-nya. Buku petuah hidup Dalai Lama. Aku ingin menjadi guru Tilopa yang menggaplok Naropa dengan kelom kayu supaya muridnya itu tersadar dan dapat pencerahan. You— you gave me my first abhisheka! Trungpa Rinpoche bilang. jawabku dengan mulut setengah membuka.Hinayana. ya. tapi aku bisa jamin gaplokanku mantap punya. tidak tergeser-gusur hari esok atau malam Minggu lalu karena aku pun tak lagi menghitung hari. bukan kambing potong. Oh. dan tak ketinggalan kamus Inggris-Pali. Gundul A-lah yang akan berkarier cemerlang. Tidak pernah aku mempertanyakan beda ini dan itu. . Puncaknya. Tristan berkobar dalam api dan aku menanggapinya dengan jadi abu. misalnya. kalau kau si Gundul A. tapi . Sanders. Pose bhumisparsa mudra-nya pun sempurna laksana arca Buddha di kuil-kuil.Madhyamika. . Dia bicara denganku tentang sejarah Buddha. pada zaman kerajaan . bukan tukang sihir. filosofi Yogachara . Gedean dikit jadi sapi sekarat. eh. pertanda semangatnya sedang di puncak. teruslah bicara. Malas betul. dan tiba-tiba kita dipertemukan. Ya. gurunya memanggil dia Guru! Tidakkah dunia samsara ini lucu? Kenapa kamu tidak memilih tertawa-tawa saja dengan Smoking-Sun? Belum setahun aku cicipi hidup jadi manusia biasa. jangan terlalu keras menghafal. pada saat itu. Tristan. Tristan. apa kesamaan dan perbedaan antara Mahayana . kumpulan sutra. Hampir setiap malam dia minta izin ke yang lain untuk membawa lampu teplok dari depan supaya bisa terus membaca. Oh. spirit Gautama . itu! Lalu kamu. . Ketika kita di Hua Lamphong dan kamu berikan tasbihmu? Sekarang saya tahu artinya! Ujung mulutnya naik-naik seperti mau ketawa. tempat Atisha belajar agama Buddha yang lalu dia sebarkan ke Tibet. tanah suci. rasanya saya telah mengambil 'sesuatu' darimu .1 And you know what. di tempat pemujaanku Buddha Shakyamuni bersanding dengan Dewi Kwan Im dan Khong Hoe Tjoe? Kenapa bukan dengan—Khong Guan? Ampun. Lebih baik tanya mengapa ada agama daripada tahun berapa ia mulai disebarkan. kitab Dharma. . Bolak-balik kalau perlu. saya muak dengan kemunafikan global ini. dan aku si Gundul B. Ia meminta ke petugas agar bisa memboyong buku-buku pribadinya ke barak. Jangan rusak kesenanganku dengan diskusi tentang leburnya sang Pengamat dan Yang Diamati. the Indonesian Bodhi. Makanya Tristan. Kita bisa langsung tahu dengan melihat semangatnya mereguk ilmu dan posenya bermeditasi. aku menjadi buddhis karena terjebak dari lahir. . Aku ini cuma Sisifus biasa yang mencintai pohon ganjanya.

lalu mereka telan-telan sampai asap sisa yang keluar sedikit sekali. . bunga cantikku ternyata menikam di paru-paru. menggiliri mulut demi mulut. . Pura-pura bagaimana maksudnya—? OHOK!! OHOK!! Semua orang terbahak melihatku terbatuk. Buddha. kok! Dan. Kalian mungkin harus menunggu kehidupan berikutnya untuk bertemu lagi de124 I Supernova 2. . Ia melirik aku dan Tristan. memanggil kami untuk bergabung. cuma kami berdualah yang konstan nongkrong di periferi. forum yang semua masalahnya berawal dan selesai di tangan daun mariyuana. Tapi. . A K A R \ 125 . . Pura-pura saja. sekarang. Lihat. . Ini kesempatanmu jadi prajurit Navajo sejati. setidaknya merokok tembakau. . bisik Tristan ke kupingku. Ayolah. jangan kaget. tukasnya. Pelan-pelan. Bodhi! Mereka semua menyemangatiku. . haha! Like I meet my ancestors every bleedin' day! Pipa kayu buram menghitam itu mulai berputar. sakit sekali. Seumur hidupku aku beribadah dengan mengatur napas. masih ditujukan pada kami berdua. Bagaimana bisa ada kompetisi jika semua orang melakukan hal serupa dengan gaji sama rata . semahal dengusan bison pada musim dingin. joget-joget sambil melolong. Delegasi tercatat tapi tidak pernah aktif ikut 'Sidang Umum'. atau siapa pun itu. Atur dulu napasmu. Mereka mengisapnya dengan fasih. keluar seraup bunga mariyuana. ada yang juga ikut-ikutan menari. masalah tak pernah ada. tersengal. . ini! Dari kantong celananya. . Itu syarat mutlak. Semua orang akan sangat kehilangan Luca. Luca mengangkat tangannya. . siapa tahu kalian malah ketemu mereka malam ini . Dalai Lama. people. Luca pun berdiri di tengah lingkaran. kepala suku. karena tiada jenjang yang perlu didaki kecuali tangga bambu yang seragam. . C'mon. Aku dan Tristan langsung pandang-pandangan. Coba kamu isap lagi. menyetop peredaran pipa.Yo!Bodhi! Tristan! Luca. tak ketinggalan efek suara menghirup sup.1 nganku . menarik dalam-dalam dengan bunyi menghirup sup panas. Pipa itu di ujung bibirku. harta saya paling berharga! Luca menunjukkan pipa Indian tua yang langsung disambut ooh-ooh kagum dari penonton. Berhasil ia selundupkan dari ladang. . . mata penuh air. Aku mengambil napas serileks mungkin. Hampir dua minggu di sini. bodhisattva. Terasalah aliran asap hangat dari mulut ke dada. Aku menatapnya. Kesimpulan. untuk perjalanan yang superjauh itu dia sudah mengantongi 2500 dolar lebih dari ladang. Bagaimana mungkin ada seteru jika tidak ada konsep ambisi. kutelan-telan seperti orang keselak bakso. nggak bakal marah. sang Smoking-Sun berpetuah. karena waktu masih di Butterworth ia selalu cari Camel soft pack setiap kami ke Seven Eleven. sekarang rasanya aku dikhianati. Dan . . Kasih kesempatan sekali lagi . dengan khusuk mengamati ujung pipa yang kubawa perlahan ke mulut. . Siapapun yang sudah duduk di lingkaran ini. Kami tertawa. Tapi aku. mewakili geng sekuler yang sedang berkumpul membentuk lingkaran. mari kita bakar pipa suci ini. harus mengisap. Umur manusia sesingkat kedip cahaya kunang-kunang. Terutama kalian berdua yang selalu absen. meliuk genit seperti buntut bajing dengan warna hijau pucat nan cantik. open your mouth. Aku yakin Tristan sudah punya pengalaman. Tenggorokan ini pun panas dibuatnya. Bodhi. Selesai meracik daun kering dan bunga-bunga tadi. say something . rekorku paling top cuma menghirup asap hio. Nah . Besok Luca melanjutkan perjalanannya ke Myanmar dengan tujuan akhir New Mexico. try again. .

jawabku nyaris tersedak. katanya. Ha-ha! Sementara dia naksir kepalaku tok. tapi sudah lama kulupa. aku menyela lagi. Dia memang panas. atau setidaknya mereka yang percaya legenda Adam dan Hawa. Shit. Kedua ujung bibirku tertarik ke atas. Shit. . . Sebentar dulu—susah benar bicara tapi kucoba terus— buat apa mereka capek-capek keluar kalau memang nantinantinya kembali lagi? Tinggal saja terus di Firdaus. belum pernah tertawa sepuas itu . . Wajah Star melintas bagai komet tanpa saingan di ruang hitam total. Dan berapa detik berikutnya tertawa. Dan akankah kamu tergoda. where is your next destination? tanyanya lagi. We. . Kedua. Ini lucu sekali. tergantung Adamnya tergoda oleh Hawa atau tidak. Luca bersorak. kalau kamu betulan jadi Adam? Luca bertanya. Kell. Aku jatuh cinta. Diriku yang melayang tinggi perlahan melandai. .1 Gila. masih dengan kelopak bengkak. tukas Luca. Kell. bibir mengeluk. memenuhi barak ini. and how to make use of our limited knowledge . . . Duh. dan tempo bicara yang lamban. Tidak sama sekali. you crazy Buddhist? Cepat atau lambat. . Gila. Apel itu membuka pikiran mereka berdua. . . atau kembali ke vihara . Star—Tetrahedron . Kamu tahu itu kan. Hanya sepuntiran asap tipis keluar. .A—aaa . Aku mengangguk. Aku sayang mereka. Aku terpingkal-pingkal. ada keseriusan dalam suaranya yang membuatku merinding. Hi-hi. Woohoo . . . kenapa jadi si Somchai? Dan—shit. . Enak aja! I'm the Adam! bantahku. Barangkali aku harus ikut Tristan masuk biara. . Sekelumit dari pikirku mencari-cari apa yang lucu. Guru Liong . Saking tak ada yang lucu mendadak semua lucu. . humans. Star. Saya—tidak tahu. Adam pasti terusir keluar! Tergantung . .' Be the God's royal gardener?! Bhua-ha-ha-ha—!! kami tertawa keras sekali. Berapa lama kamu berencana di sini. Ishtar Summerl Bintang musim panasku. Aku jadi gelagapan. . Somchai. . Tristan memijat pelipis. Sensasi yang amat akrab. sepanjang itu . aku kangen. Saya tidak pernah menganggap Hawa melakukan hal yang buruk. . di luar kendali. Penuh cinta. Sepanjang ingatan. Bukan tukang kebun! Ah! Luca manut-manut dan menunjuk-nunjuk mukaku. Terkikik-kikik sampai terakhir meledak-ledak. . . Life is all about how to control our minds. 126 I Supernova 2. Dan aku beroleh sedikit kepuasan. . Tidak ada. Bodhi? Luca tersenyum lebar melihatku. Aku tersenyum. Beres! Gitu aja kok repot! — So there can be a Journey! Stupid! Luca balas memotong gemas. Nowhere . Adam can never stay forever in Eden. ingin kutunjukkan pada Tristan bahwa aku tidak sesuci-hama yang ia kira. ada yang aneh. lalu bergulung ke dalam dan ke samping. Badanku serasa membengkak. Pertama. oh. . . Aku membuka mulut pelan-pelan. Kamu ingin selamanya jadi pemetik in this FUCKING EDEN?. Enjoy your flight. harus bersyukur karena Hawa makan apel dan Adam tergoda ikutan makan. belum pernah ada sekumpulan orang bertepuk tangan buatku. dan pikiran menjadi jalan mereka untuk kembali ke Firdaus. . sungguh! Aku sayang Tristan si maniak Buddha! Aku sayang Luca! Aku sayang . Yang lain tepuk tangan. dan masih kutelan asap itu bulatbulat. . ketiga. . Putaran kedua. Satu-satunya cara untuk mengetahui asal-usulmu adalah A K A R I 127 . Pasti mukaku kacau berat. Tapi. . Lamat-lamat . Kami tertawa berkepanjangan.

Jantung ini mulai berdegup kencang. Semua tulisan yang kamu baca itu cuma kotoran. Buang-buang waktu. apabila kamu ingin mencicipi apelku. ia kelihatan bersiap untuk sesuatu. What?! Tristan yang sudah mau bangkit menunda gerakannya. And a seed without the sun will stay lifeless in darkness. Serak dan dalam. so just shut the fuck up . lanjutnya. But. and let me play among the stars. Ketonjok lagi. bertanya marah. And you. Lalu kepala Luca menoleh ke arahku. ke depan ke belakang.1 Itu lagu tradisional Indian? Aku berbisik pada Tristan. delegasi Denmark. please. warna yang mengingatkanmu pada fotofoto panorama Grand Canyon atau karat yang menggerogoti besi dengan percaya diri. . The pipe. Merdu sekali. . tapi kamu bisa jadi dirimu sendiri. Sanders. berbicara seperti kami beda empat generasi. Tidak lagi cengengesan. jangan cari dia. . timbul selimut keheningan yang membungkus barak ini. Pusing. Ternyata begini prosesnya Luca bertransformasi menjadi shaman. Berhenti menghalangi-halangi sinar matahari. Karena. Luca. Semua pertanyaan dan keingintahuanmu datang bersamaan dengan jawaban. sesekali badannya mengentak. . young Bodhi . Kamu pikir si Adam itu tahu dirinya istimewa kalau tidak dibuang dulu ke Bumi? Aku menggeleng-geleng. Lalu Luca menundukkan kepala. Luca. Mengelap kulit wajahnya yang matang kemerahan. A pile of manure without a seed will not sprout a thing. Luca mengambil pipa dari tangan Atler. Tapi tak ada yang sanggup menghentikan Luca. Luca langsung membetulkan ikatan rambut sebahunya.keluar. Tapi apa yang kamu cari tidak ada di buku atau kitab mana pun. kalau kusodorkan apel ini—Luca berkata seraya mengepalkan tinjunya—memberimu pengetahuan— Luca membuka kepalannya—akankah kamu memakannya? Tampangmu jauh dari Hawa yang kuharapkan. oooh—Luca mengerang— jaraknya cuma setipis kulit bawang! Kamu mungkin tidak pernah jadi nabi atau juru selamat. why not? Mendengar jawabanku. Statusku sebagai Sisifus yang aman terkendali terancam diobrak-abrik. aku bisa menangkap kata-kata yang dia nyanyikan: _/7y me to the moon. My question is. mulutnya bergumam mengeluarkan bunyi ceracau diaduk dengan nyanyian. Luca yang umurnya cuma empat tahun lebih tua. . Its Frank Sinatra. Aku nyengir. Tidak A K A R \ 129 . . Pipa itu ia entak-entak di udara setelah sebelumnya ia tarik isapan superpanjang sampai perutnya kembung. Barangkali perasaanku saja. ritual komunikasi suku Navajo dengan arwah leluhur yang mengawasi turunannya dengan bersembunyi di setiap molekul. Ada rasa ngilu yang tiba-tiba menonjok di ulu hati. Terus kubur dirimu dengan taik-taik pikiran orang! Dasar tolol! Suara Luca menggelegar. Saya mau baca buku saja. Aduh. Kami semua menonton dengan asyik. . Jadilah dia! Kepalanya berputar menemukanku. Dan. pupuk kandang! Kamu bisa timbun dirimu terus sampai mati sesak. bergoyang pelan ke kiri dan kanan. Makan! Apabila kamu ingin Buddha. Dan. 128 I Supernova 2. hei. Namun kedua matanya tetap terpejam. . This is nonsense. Tak pernah kusaksikan sedekat ini. jangan cuma pandangi gambarnya. yeah. Not-not diatonis dan melodi yang akrab di kuping. Kupingku berdenging. dengan kekuatan orang sekampung. desis Tristan. lalu kembali. You're high. let me be . Tak ada suara berarti selain kombinasi bebunyian Luca yang akhirnya berubah merdu.blablabla . . Tristan geleng-geleng kepala.on Jupiter and Mars .

is it really nowhere or now here? Aku mati telak. kejutan demi kejutan . take my hand . Petunjuk demi petunjuk. aku partner terbaiknya untuk perihal ketololan. tambahku. di dalam gelap ini. Don't you? Tristan melirikku takut-takut. . tell me again. aku berjalan ke luar. Take this back. di sepetak mungil lantai kayu yang diberi judul serambi. dan Luca merentangkan tangan. dan pada 130 I Supernova 2. Aku butuh udara segar. Tak ada yang nyaman untuk dikenang. kian banyak yang kutahu. Semuanya sedang terjadi . . menepok-nepok udara layaknya pantat bayi. terdengar sinis. Have you killed Buddha before? Aku menggeleng. Kemerduan yang membuatmu ingin pulang ke rahim ibu. tapi saya dibuatnya merasa . Perlahan kedua tangannya yang masih di udara direntangkan lebar. . . ujarnya terbata. lama sudah aku berjalan.1 A K A R | 131 . ia tidak perlu khawatir sama sekali. Cekakak-cekikik mulai bermunculan. Tristan melanjutkan dan manggut-manggut sendiri. khususnya malam ini. mendapatkannya tegak berdiri. menggesek setiap bulatan yang menggugus di benang tipis itu. . mengenai tujuanmu tadi. Bodhi — Suara Tristan memaksaku untuk menoleh ke belakang. Mengepas-ngepas lekuk pantat dengan papan-papan yang terus menjarang dari hari ke hari. Guru. Ia menjulurkan sesuatu. . . Sementara Luca.ada gunanya kabur demi mengulur-ulur masa depan. ada beragam ekspresi di mukanya. dengan matanya yang mengatup. But he killed me. . tak terganggu. sepiring gado-gado kekalutan. . . Mencari teman. tetapi hidup ini kian asing rasanya. Agaknya inilah aohiseAra-ku yang berikutnya. Sekalipun remang. Aku beringsut mundur. Ribuan kali ia membunuhku. Dan yang terpenting. Tentu saja. Aku pun tidak kenal lagi. tidak juga Luca. gumamku. demikian juga Tristan. So. . . I don't think Luca was a real shaman after all. Semua delegasi serentak menyambut hingga mereka saling bergandeng tangan. satu malam mendadak semua itu terasa sia-sia. bukan begitu? Aku mengeluarkan tawa kecil. bunuh dia! Kalau enggak. tetap saja ada yang hilang. Kamu bukan lagi orang yang saya kenal di Butterworth dulu . Apakah Kesejatian itu? Apakah benar-benar ada atau Lama aku duduk terdiam di depan sana. . Tristan terdiam. Aku mendengar suara bola kayu beradu. Kenapa kamu begitu pahit. tolol. Tolong aku. Tak ada yang peduli lagi. Tristan pergi ke kantong tidurnya. Nyaman terlindungi dalam gulita yang tengah ia bagi dengan nenek moyangnya. Bodhi? tanyanya. Aku telah berjalan meninggalkan vihara sejauh ini. hatiku . berusaha mengidentifikasi pikiran-pikiranku karena semuanya tak lagi jelas. Kalau bertemu dengan Buddha di jalan. . . Here. . Karena tidak ada masa depan. butuh sejuk malam. bahkan bagi diriku sendiri. lalu membelai mukaku. Kami berdua melangkah ke arah yang berbeda. mengepas-ngepas apa yang kurasa. dan kembali suaranya bernyanyi. In other words. Dan angin mendesau. kita cuma berhenti pada tahap mengimitasi. butuh sentuhan angin.

Besok saya menyeberang ke Myanmar. Tak ada yang persis tahu. Somchai. Benakku kian liat bagai lempung basah. ? Aku membalik. bersama langit jernih yang mengumbar bintang-bintang lebih banyak daripada yang kubutuhkan. Tidak semuanya ramah. . Tidak ke depan.1 . Mai. Clark—dengan tetap menggenggam sekaleng bir Singha di tangan seperti biasanya—kini memakai kemeja rapi yang dimasukkan ke dalam jins hitamnya yang tumben-tumbenan tidak belel. aku melebarkan langkah-langkahku . tapi Kell hanyalah angin yang meniup halus di atasnya. Kanvas-kanvas kami. Tidak tahu. . Somchai menggeleng lagi. aku berkata cepat. Clark! You're back! Where've you been?! sapanya hangat. Di mana pun itu. Mampus! Hei—Bodhi . Kaki-kakiku melangkah segegas mungkin. Dan dia nggak meninggalkan pesan apa-apa? Sama sekali? 132 I Supernova 2. kerikil. Kenalannya terserak seperti butiran pasir. Terutama mereka yang menjadi kanvas pada awal-awal masa belajarku. Dan sepertinya ia mengikuti . hingga seluruh bebukitan. masih melihat-lihat sekitar dengan agak cemas. Aku tersenyum. Dan kembali aku ditinggal sendiri bersama malam. engkau ada di mana-mana . Tristan mengucap lirih. Makin sulit untuk merayap ke mana-mana. . tak pernah benar-benar mengikatkan diri pada siapapun. Cuma kamu yang tahu. . berikut tidur siangnya nan lelap. dan kutanyai siapapun yang sama-sama kami kenal. Dia orang yang paling tak kulupa! Cepat aku membalik badan sebelum dikenali. tak juga ke belakang. Long story. Siluet pepohonan mahoni mengikatku bersama tanah. . terperangah menatap Tristan. Khan hroo mai khao yoo thi nai krup? Kamu tahu dia di mana? Somchai menggeleng. . Barak-barak kayu seperti kubus-kubus es batu yang diaduk dalam pekat angkasa. Khun Bodhi! Mau check-in lagi? Deuen krup? Berapa bulan? ia bertanya semangat. Mr. . mencari Kell tidaklah gampang. . kebanyakan memandangiku sarat dendam. A K A R \ 133 Somchai terkejut bukan main ketika melihatku menginjakkan kaki di Srinthip dan menggoyangkan dengkulnya yang tertekuk. pelosok Banglamphoo. Beberapa kali malah kutemukan orang-orang dengan tato yang kuhafal. Sifu. aku menemukanmu. Kamu sendiri—what's up with the outfit? tanyaku. Sifu. Semoga kamu temukan kesejatian dirimu. . noiy here.cuma impianmu pada masa muda? Dan tasbihmu kembali pulang ke genggamanku. Sepanjang hari kususuri Khao San. . Kell check-out pagi setelah Anda pergi. dia bisa saja sudah berkeliling setengah dunia atau malah tidak bergeser ke mana-mana. Kepalaku melengak dengan sendirinya. hanya pada saat ini . Baru aku tersadar. Otakku meligat liar bagai gasing. Sore itu. Dalam kurun sebulan ini. Saya cuma mau cari Kell. sehabis mencari info ke Jungle Bar—salah satu tempat nongkrong favorit Kell di Khao San—aku bertemu muka dengan pria bertato lima daun ganja di lengan kirinya. menelaah kemungkinankemungkinan orang-orang lain yang bisa kutanya. . Di dalam dirinya. atau apapun. Dua malam aku pun kembali menginap di Srinthip. tiba-tiba sikuku dicekal dari belakang.

Clark nyengir. Clark mentraktirku segelas fruit punch sementara ia memasuki botol Chang-nya yang kedua. you'd better think like him. right. Tapi Clark punya jalur lain. sih. You're just his bitch. . Aku bergegas ke meja resepsionis. 134 I Supernova 2. Alaska is too fucking cold. Sama seperti dia menemukanku dulu. the land mines . Malam itu juga. Clark. Clark berbisik di kupingku. Aku yakin itu kini. I'm not going back there. Kami saling memberi satu untuk menjadi genap. pucuk dicinta ulam tiba. apa hotel termahal di Bangkok? Atau terpopuler. Kami berdua terbahak. Kuputuskan untuk berangkat ke Kamboja sesegera mungkin. To which part—did he say? Clark bertanya. tekadku membulat cepat. dia bakal mengontak saya lagi. Namun. . IT company. it can't be all bad. . Kamu tahu dia mau pergi ke mana? tanyaku pada Julie. Tapi poinnya tetap sama. Kell tidak semudah itu ditebak. Dia tidak bilang. the beggars. Mendengarkan ceritaku dengan saksama. sangat senang bertemu dengan teman-temannya Kell.Saya ngantor di Silom sekarang. Besok. Dengan mata berbinar-binar karena memori yang agaknya menyenangkan hati. Bisa-bisa saja dia pernah 'diperistri' di Phnom Penh. . if you wanna find Kell. Aku tersentak. Cmon. Well. Julie menjawab mantap. dia itu manusia yang bisa bermain di dua ekstrem. timpal Clark. Kenapa ke sini? tanyaku. Kami pun duduk bersama di Gulliver's Tavern. pelayan tercantik bertampang luuk krueng bernama Julie. tapi saya akan menemukannya. dilihat dari sudut manapun. Look.1 He's just the sweetest! Dia check-out empat hari yang lalu. 'Suami-suami'nya saja tidak ada yang bisa tahu kapan dia pulang. . Bodhi. jawabku berseri-seri. Dua ribu delapan ratus dolar sebulan?! Shit! That's my paycheck here in goddamn Bangkok! Dan saya mesti kerja kayak kuda! Ngapain kamu balik ke sini! Clark terkaget-kaget ketika kisahku sampai di bagian Golden Triangle. ujarnya optimis. Ask any geography teacher or at least look at the map! Kamboja itu NEGARA! 1 8 0 ribu kilometer persegi lebih! Dengan pasukan Khmer Merah sakit hati yang tahu-tahu bisa muncul dari semak-semak! And we haven't even gotten to the bandit's part. Clark tidak habis pikir. bagaimana caranya kamu mencari seorang Kell di sana?! Saya tidak tahu. Yeah. saya harus mencari Kell . Nggak gampang ditebak. Lagian. Julie mengangkat bahu. . aku menghela napas. Itu hal yang amat-amat sulit. Katanya. . Dia bisa hidup di penginapan termurah tapi bisa juga berakhir di hotel termahal . . Dan. Cambodia. Clark menemaniku ke Hotel Oriental. atau menyimpan 'suami' di Choeung Ek—fhe Killing Field. atau ter — The Oriental! Kami berseru sama keras. tapi paling-paling ke Angkor Wat. aku membela. Karena pelayan ceweknya cakep-cakep! Clark menjawab tidak sabar. if wasn't a real career. Apalagi kamu. . Ia menggiringku ke bar. we know Kell. Ke mana lagi? Aku dan Clark berpandangan. Senyum cerahku memudar ketika sampai di Terminal Ekamai dan mendapat pemberitahuan bahwa armada bus ke A K A R I 135 . Aku terkekeh.

Ada tato jangkar jelek di lengan atasnya yang kurus. sesudah ia dengan konstan memberiku titel 'khun' karena aku sudah resmi jadi penumpangnya. tidak enak didengar. Dan aku terburu-buru. Seratus baht. kamu bisa menghemat seribu baht karena kalau ikut mobilku kamu tidak perlu bayar visa! Tidak perlu disuntik vaksin sama petugas imigrasi! Kita lewat Trat. Seperti membaca arti tawaku. aku dengan mudah bisa kembali ke Srinthip. memanggilku. saya mau ke Kamboja—sekarang. Aranyaprathet. Paling dua-tiga jam naik mobil. tidak ada lagi penumpang lain! Tidak juga di bak. berangkat besok pagi. tegasku. Dengan catatan.1 bisa sampai di perbatasan tidak lebih dari lima jam! Oh-oh. Tanpa paspor dan selembar dokumen pun. sesudah ia minta sebagian ongkos untuk isi bensin dan beli Red Bull. tuturnya bangga. Namun kakiku tertarik kc arahnya. terpuntir ke mobil seorang penyelundup kelas kacang yang kerap melompat tak terduga-duga dibarengi letupan knalpot. Lupakan kereta api. Setengah jam kemudian. ia dengan antusias berpromosi. Dua kali tertangkap ketika Khmer Merah kembali berontak dan merebut Pailin pada tahun '94. Namanya Dieth. Dan Dieth. Kuputuskan untuk menaikkan ranselku ke dalam mobilnya. Ya! Cuma tiga belas kilometer dari perbatasan. dia cepat-cepat membela diri. pikirku sebal. Hei! Pai nai? Suaranya sengau. Ia pernah menyelundupkan dari kayu sampai batu safir. dan satu lagi. Kalau ketangkap. jawabku singkat. bau A K A R I 137 . Semua yang dia bilang terdengar gampang. atau kamu sebenarnya ingin menyeberang? Ia berkata sinis. dan. Aku sungguh kesal. Hidup ini memang gila adanya. Dieth—sodara-sodara—adalah penyelundup. Iya. Dari skenario ingin jadi penumpang di bus kelas eksekutif nan ayem. Ketidaktahuanku tentang Kamboja membawa keberuntungan di pihaknya. Sudah saya duga! Mendadak ia tertawa dan mukanya sedikit lebih menyenangkan. yah dipukulin dikit-dikit. Lalu kupandangi kendaraannya yang benjol-benjut itu. yang terakhir pun sudah berangkat pukul satu siang tadi. Cuma ke sana. duduk di dalam pickup hitam dengan dempul yang nyaris memenuhi sekujur bodi tanpa ditutupi cat lagi. cocok dengan model tubuhnya. tambah lima puluh baht lagi aku sudah bisa naik bus AC. cepat ia berkata. Pailin? Alisku bertemu. Kini ia cuma mau menyelundupkan bahan makanan. kami pun berkenalan. Saya punya jalur khusus.Aranyaprathet—kota perbatasan—hari ini dikurangi sampai sepertiga. Nanti dari sana kamu bisa menyeberang ke Pailin. ia bercerita santai. Namun instingku mendesak untuk buruburu pergi. Aku tertawa. Biasanya kejadian seperti ini tidak mengganggu. Mobil saya ini masih sanggup lari 140 km per jam! Kita 136 I Supernova 2. Berdirilah aku gelisah di gerbang terminal bus. Ia mengangguk-angguk cepat. tukasku. seolah memergokiku hendak melakukan sesuatu yang terlarang. Mau ke mana? tanyanya lagi. Kegelisahan di mukaku mengundang seseorang untuk menyapa. Usianya baru 28 tahun. dan sebelas tahun terakhir ia habiskan untuk mengemudi bolak-balik Thailand-Kamboja. lalu kamu bisa langsung ke Battambang. Pemuda itu. dan ia memanggil dengan kasar. Dan bus terakhir telah berangkat sepuluh menit yang lalu. Kaosnya yang tak berlengan kelihatannya dipangkas dengan gunting. Manusia ini sungguh tak enak dipandang. Dan muka itu kembali ke asal begitu bicara angka. paling banter barangnya disita.

Pokoknya sampai di Pailin sebelum pukul sembilan malam! serunya bersemangat. Jalanan ini kebanjiran. . Dieth berusaha menjelaskan. Simbol dua orang Kesadaranku tergugah ketika guncangan mobil Dieth tak lagi bisa ditoleransi badan. Ia menganggap kami tengah melaju di jalan tol. Begitu kalimatnya selesai. Memangnya kita sekarang ada di mana? tanyaku was-was. Tepat di sebelah pipi kiri. Pada satu titik aku merasa pusing hingga kuputuskan untuk tidur. Aku bermimpi dimasak dalam sop bawang. seberapa haus . khun Bodhi. aliran air terasa beriak-riak di bawah kaki. Kita lewat satu desa lagi di depan. sebentar lagi jalanan ini bakal sepi. beberapa sepeda ikut menyisip di sela-sela. knalpot mobilnya mengeluarkan suara tergorok nan ngeri. Hujan turun deras. . lima belas menitan lagi cahaya menyusut lenyap. . . Warna langit lembayung sudah. . Perbatasan tinggal dua puluh kilo.badanmu pun ternyata sungguh tak sedap. lampu mobil Dieth. Orang-orang tidak ada yang berani lewat malam-malam! Kecuali saya! Bahu Dieth naik turun diguncang tawa. . atau mereka vampir yang cuma tidur dan tahun ini mereka kembali dinas malam . seperti anak pantai iseng-iseng memungut kerang dan satu disisakan untuk dijadikan bulan-bulanan. Ada tanggul bocor. Kroco-kroconya Ieng Sary bentrok lagi dengan RCAF—pheh! Ia meludah. Sempat kulihat hamparan sawah dan titik-titik lampu nun jauh di sana. Nggak ada apa-apa di sini! Dan saya ini sudah telat dua hari dari jadwal.1 A K A R I 139 . semakin dalam kami berjalan. . . Kamu yakin kamu tahu jalan. Mataku terbeliak lebar-lebar. Mereka terus-terusan merusak tempat ini. 138 I Supernova 2. Betapa lugunya manusia ini. hanya terpejam waktu berkedip. Kita nggak bisa berhenti. Mobil kami barangkali sudah setengah mengambang. Dieth menggeleng-geleng. Banjir terlewati dan kini medannya berupa jalan lumpur yang lebih gejah dari pematang sawah. Kalau ada penginapan di sekitar sini. saya tidak keberatan membayari kamu semalam — Mai dai krup. Berapa jauh lagi perbatasan? tanyaku mulai panik. Gelap meniti turun mengambili cahaya satu demi satu. Cepat aku terduduk tegak. titik-titik pun hilang. Tahu! Sudah. Bagiku. Atau barangkali sedang mabok jamur. Tenang. kena bom tadi pagi. masihkah mereka doyan darah . Lompokan awan di angkasa sesuram nasib semua makhluk yang terjebak bersama di sini. tiga truk saling silang. dan berikutnya aku tersentak oleh kehadiran kepala kerbau dengan tanduk mencuat. itu gelagat tak baik. . Tak ada lagi jalur kanan atau jalur kiri. tidur saja lagi! balasnya berteriak. padahal bangkai pun bakal balik bernyawa dengan guncangan segila ini. Apakah ini fosilnya . Ada dua pickup tua. dan tak ketinggalan kerbau gagah di sampingku yang tengah menarik pedati penuh manusia. mai dai krup. Nggak pernah ada jalan bagus seumur saya menyetir ke sini! Semuanya hancur! Bisnis selalu susah! Ieng Sary—aku mengingat-ingat seluruh cerita Clark— Khmer Rouge? Kukira mereka sudah punah. Dieth!? Aku bertanya setengah menyentak. Tangan kiriku menjulur ke atap dan berpegangan kuat-kuat. Namun. khun Bodhi.

Kira-kira setengah semenit kemudian. Mengalah pada gelap. Dieth bergumam. Napasku yang memburu tertelan ketika kudengar suara tembakan. lemparan keras yang Aku sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan ini. Terlalu lama. menatap selembar kain kusut sebesar sapu tangan yang ia beri. 140 I Supernova 2. bayangan pepohonan hitam. bambu. ia berkata sambil menunjuk ke arah kiri sekitar lima belas meter di depan. Matanya tetap lurus ke depan. Kuhindari ilalang. Ketika tak kudengar lagi deru-deruan mesin itu. Utara! Ingat? Dieth — Ia mematikan lampu. Keduanya sama sayup sekaligus garang merobek jantung. Ia memperpelan laju mobil. Berjalan terus ke arah utara. Diletakkannya di pangkuanku. Kami saling melirik. dan aku waswas. dan hitam-hitam menggunduk di kiri-kanan. Aku terlalu kaget untuk menganalisa situasi. Simpan ini. akupun berhenti. mengadukaduk kumpulan benda di dalamnya hingga ia meraih sesuatu. Aku pura-pura mabok jamur. Rimbun bambu merumpun tambah rapat. meloncat tepat di celah semak yang membuka ke arah tanah menurun sampai akhirnya terjerunuk membentur pohon. terdengar bunyi serupa menghantam bodi kiri. Diam tak bergerak di bawah sebuah pohon cemara yang daunnya tidak berisik. Tak jelas lagi mana jalan dan mana bukan. Tepat di sampingku. di semak itu . Kunang-kunang melintas berketap-ketip panik. Dieth membisu. tapi aku merasa itulah jawaban atas pertanyaanku yang tak terungkap. semak. dan apapun yang menimbulkan bunyi. Dan tubuhku terguling jatuh. Kita sudah sampai. Sekarang ini Dieth pasti lari tunggang langgang. Jalanan mengering tetapi menyempit. Mengalah pada waktu yang terasa membengkak dan membungkam mulut kami. Hutan pun butuh hiburan. Tidak kudengar yang ketiga. tapi kupeluk juga tasku. Perjalanan ini terlalu hening. LONCAT! ia berseru. Atau mungkin memang tidak ada yang ketiga. Teriakan yang menyerupai bisikan. Tiba-tiba terdengar bunyi menghantam bodi kanan mobil. tapi rautnya yang menegang berkata banyak. Imajinasiku terus berusaha kreatif.1 . Tanpa menggeser mata dari jalan. Dua peluru cukup untuk menggemboskan ban mobil Dieth yang pantang mundur. hanya hamparan padang hitam. Satu kali. . Batu—mental? tanyaku lagi. Jawaban yang tidak relevan. tangan kirinya membuka laci di depanku. tapi bunyi kerisik ini mengkhawatirkanku sehingga kuputuskan untuk langsung bergerak sejauh mungkin selama raungan knalpot Dieth masih mengiringi. lebih pelan dan ragu.gila yang nekat meneruskan perjalanan. Dua kali. meninggalkan selundupannya dilahapi orang-orang itu— A K A R I 141 Buah—jatuh? tanyaku pelan dan ragu. Khun Bodhi. Dua pelurulah yang dibutuhkan untuk tembakan peringatan demi menghentikan Dieth yang tak kenal takut. memastikan aku benarbenar hengkang dari mobilnya. Keluar dan loncat. Bisikan yang menyerupai teriakan. dipepetkannya mobil ke semak. Tangan kirinya mendorongku kuat. . . Aku merunduk. Kesunyian itu bergerak lamban. Namun segan memikirkan kemungkinan lain. Dan bodoh. kutahu mesinnya terhenti sebelum tembakan pertama dimulai. bisiknya. pikirku—menghibur diri.

. Kuangkat tanganku tinggi-tinggi ke udara. Dalam gelap ini apalagi. . . sapu tangan kotak-kotak merah putih bicara bertubi. Dan itu menenangkan gemetar tubuhku. tetapi kelegaan aneh yang mengatakan Dieth aman sekarang. Ada yang menyorotkan senter. . Kembali terdengar kersuk bambu terkuak. dan terdengar suara kokangan . Seperti kembangnya yang meluruhi nisannisan. . . maut datang lalu pergi seperti permisi ke jamban. Rimbunan bambu di kiri-kananku tiba-tiba terkuak. Kudongakkan kepala dan untuk pertama kalinya sudut bibirku kembali naik tatkala ada noktah-noktah cahaya bertengger di kegelapan sana. Namun. . Perasaan yang sama melandaku ketika kutinggalkan Kell dulu. . le communiste?! tanyanya membentak. Samar kutangkap kalau keempatnya berseragam hitam. sembarang lari berarti mati. Namun. tanganku gemetaran luar biasa. Ia menyambut tanganku. . Tapi ia tahu. tais-toi! . . Begitu mudah keadaan berganti. Ranselku jatuh di samping lutut. Kakiku tanpa diminta bergerak lebih cepat . . Perasaan yang sungguh tak enak menghantam-hantam dada. . . menyibak semak tanpa khawatir dengan gemeresiknya. Pantatku digebuk. Namun ia menahan acungan senjata temannya. Mereka laki-laki. Ya atau Tidak. Malaikat maut. monsieur . Salah satu akan menahanku AKAR I 143 . Aku melihat muka-muka mereka. Aku panik. . . Yang juga berkata-kata dalam bahasa Kamboja. pikirku spontan waktu itu. Betapa kubenci perasaan ini. berulang-ulang. . Ternyata jawabankulah malaikat mautku. Setelah sekian lama berjalan. touriste . ada kata-kata yang berhasil kutadah dari banjiran kalimatnya: ne bouge pas! . bonjour . tersandung batu dan gundukan tanah tanpa cemas tersungkur.1 tanpa ragu. Seperti linglung. Orientasiku akan waktu pupus andai tak kudengar kokok ayam sayup-sayup dari arah depan.gerilyawankah. I'm a tourist!! Don't shoot!! Tourist!! Don't shoot!! Penjelasanku yang tidak mereka mengerti membuat suasana memanas. perlahan kutemukan semacam kelegaan yang bersembunyi dalam perasaan tadi. dan seru-seruan kami yang babur bertumpuk membuat keempat pria ini makin naik pitam. soyez calme! Touriste . Sekelebat kulihat seorang bersiap mengangkat senjata di depan perutnya. . Cepat kurogoh kantong. juga takjub. Perasaan ingin lari sprint. dua orang bersenapan dan si pemegang senter membawa gebukan kayu di tangannya. ulu hatiku ngilu. dan sebelum gemeresiknya usai. memantapkan langkahku untuk terus berjalan ke utara. Bukan lega karena aku di lereng ini dan Dieth di mobil itu. . Terus ke utara. yang bahkan aku pun tak tahu. begitu kan katanya. melihat sekilas apa gerangan itu. lalu kusorongkan kain dari Dieth yang tampak serupa dengan miliknya. Badanku kaku. . Amat sangat aman. . dua sosok hitam atau berbaju hitam menghadang. Orang kelima menerjang masuk ke lingkaran. banditkah. Tak satu katapun yang bisa kucerna tapi hujan bentakan ini kian deras dan mereka mendekat 142 I Supernova 2. tapi pasti aku bertemu penyelundup satu itu lagi setelah kutemukan jalan ke perbatasan. aku menimpali tergeragap dan mataku samar-samar menangkap secarik kain yang diikatkan di lehernya. dan di sana aku tahu tak akan bertemu dengannya lagi. You . tepat ke muka hingga aku meringis-ringis kesilauan. Khmer Merah yang sakit hatikah. berseru-seru. Aku jatuh terduduk. Dalam waktu yang sedemikian singkat. kali ini dari belakang. Tidak dilibatkannya aku dalam percakapan rahasia mereka. Pertanda maut bersiap permisi lewat. . kakiku berjalan tanpa berpikir. tapi lintasannya semak beronak. Mereka berteriak-teriak marah.

Jarang-jarang. Berlantai rotan sedikit ngeper dan berbunyi keriyet apabila diinjak. Anjing itu lalu mengendus-endus kakiku. Oui. Kepalaku pun menandak-nandak liar: Ya! Ya! Ya! Tak jadi ada pembunuhan malam ini. Besok jadi kodok. Aku teringat Dieth. Tuhan. This is—wrong way! Ia menasihatiku. Ia mengingatkanku semua manusia sama. Tidak ada tembakan. Itu pilihanku. . Kotak-kotak rumah panggung berdiri malu dan lemah di atas tanah. Cuma kokok ayam sesekali menyambar lantang. Hatiku lega. sesungguhnya aku AKAR I 145 . You want .1 begitu. berselimutkan bunga sekaligus sumpah serapah Kamboja. kadang dekat mengagetkan. Yes. jawabku. ia mengulang—dengan tanda tanya tipis di ujung katanya. mengeluarkan bekal makanan. menjajari langkah kami di kedua sisi. kanvas kosong yang bisa digores amarah atau tawa dengan frantik. go . Ia berkata bangga. Pailin. menerangi sedikit jalan lembap berembun yang kami pijak. kadang jauh memanggil. Tempat 1200 dolar sisa gajiku dari ladang ganja bersemayam aman di balik kaos kaki. Ia menyilakan aku bermukim dalam kantong tidurku di berandanya. Seperti aku saat ini. begitu? Ternyata kami berdiri di depan rumahnya. kutepuk pelan pergelangan kaki kananku yang menggelembung. Pagi secara alami membangunkan siapa saja yang tidur di ruang terbuka. tanpa menggonggong atau menggeram. dan menontoni mereka mengantongi semuanya. . Sekalipun gelap. kutahu wajahnya mendadak berseri-seri manis. Aku hanya diminta untuk membongkar ransel. Aku dikejutkan oleh kedatangan seekor anjing kampung putih yang tiba-tiba menandak dari belakang. . dan katanya hanya Tuhan yang tahu. Empat orang pertama kembali berpulang ke gelap rimbun bambu. saya baru sampai. Bapak tua ini menyambutnya gembira. Barangkali karena itulah aku lega. Kami telah tiba di sebuah mulut kampung. seolah sedang mengenalkan anaknya yang lulus sarjana. berganti-ganti. bibirnya diluncungkan. lafrontiere? No. . Cukup membuat siapa pun yang baru menjalani hari seperti hari ini merasa hangat dan terlindungi. Orang terakhir. mengosongkan saku celana. Aku memimpikan Dieth. yang bisa bahasa Perancis dan sedikit sekali Inggris. Sebelum tidur. aku senang melihatnya 144 I Supernova 2.tetap hidup atau . . Lampu-lampu minyak tanah yang terangnya pelit menggeriap. Pailin. II s'appeler Blanc. Mereka ajek berdiri. namun keterbatasan lingua franca membekam kami berdua. Senyap. Raut gelap itu dipadati pertanyaan. mengiringiku berjalan. Cahaya di depan tak lagi noktah. Malam ini aku jadi komunis. mengeluarkan suara cup-cup-cup-cup. yang paling tua di antara semua. Siapa yang tahu? Kecuali Kamu. Entah kenapa. Ia buka rumah makan yang jual sop bawang paling lezat sedunia. Agak lebih besar dibandingkan rumah-rumah yang sudah kami lewati. Phnom Penh? Ia menebak tujuanku. berpagar setengah pinggang di kedua sisi samping dan sebagian sisi depannya. No. kepalanya menggeleng-geleng keras. Namun. . menyerahkan sisa duit yang tertabung di sana. sewaktu-waktu.

atau malah kurang dari itu . Mereka—tuan rumah— barangkali kurang nyaman dengan kehadiranku. Mendadak ia pun terlihat—surreal. Aku. Tentu saja. Dan 'aku' hanya kumpulan cahaya yang bergerak-gerak mengitari sebuah layar. Pailin—tomorrow. Aku hanya dibiarkan bertengger seperti burung tak laku di serambi mereka. juga di mataku. Senasib dengan daun kering yang sedang akting terjun bebas dan tanah yang pura-pura diam. . No go yourself! Very danger! Lalu diulanginya persis semua kata itu agar aku benar-benar paham harus menunggu. Namun inilah komunikasi kami yang pertama. 146 I Supernova 2. nasi yang setengahnya aron beserta sayuran. Pailin. Namun tidak mengurangi perasaan bahwa aku berada di potongan-potongan gambar. disuguhkan detik per detik. Lalu mereka menoleh padaku. Lima hari di desa berikut lima orang berbaju hitam hanyalah mimpi. katanya singkat. langkah-langkahnya yang gesit dan matanya yang meruyup namun sarat sejarah. Subuh-subuh esok harinya kami berangkat. yang ingin mengungkapkan rasa terima kasih tapi tidak tahu bagaimana caranya. . Keduanya diam memandangi. Kuambil cangkulnya dan kucangkuli keempat petak yang ingin ditanaminya sampai sore. direbus dalam kuah bening asin dengan sesamar rasa kaldu. Kami telah tiba di kota. tamu serambi mereka. You quick! Ia menegur gara-gara jalanku yang terus melambat. Lalu tuan rumahku pergi.terbangun oleh suara tiga orang bercakap-cakap: tuan rumahku. ketika kami bertiga secara instingtif sudah mampu tertawa berbarengan atas satu hal yang tak jelas lucunya di mana—tuan rumahku pulang. Lalu kuikuti si pemuda. Membuatku merasa stagnan pada satu titik waktu. Pada hari kelima—ketika aku sudah diajak masuk untuk makan bersama di dalam rumah. berhubung keluar dari mulut seorang tentara Khmer sesenior ini. yang masih meringkuk tapi mata membelalang awas. dan seorang pemuda. yang ternyata pergi ke sawah. masih dalam seragam hitam dan scarf kotak-kotak merah putih di leher. Sang ibu dan pemuda manggut-manggut. Ia tidak kembali berhari-hari. Tapi tidak ada yang mengajakku bicara. Hari-hariku yang bisu. pemandangan berubah. Ternyata masih. Kupandangi teman tuaku ini. here. Siang dan malam. You. Realitas satu dimensi. seperti sedang diberi petunjuk. Percakapan resiprokal ala Menara Babel di antara kami tidak pernah berlangsung lebih dari lima kalimat. jangan pergi ke Pailin sendirian karena berbahaya. Dan kulihat perubahan sinar di mata mereka. Waktu yang sama dengan kedatanganku dulu. tapi tak tahu cara mencairkan hubungan karena ketidaksamaan bahasa. Setengah jam kemudian. Kota yang mengingatkanmu pada filmA K A R \ 147 .1 Mencangkul dan menyapu merupakan bahasa yang kami samasama pahami. Hari ketiga aku tidak tahan lagi. Ia tidak kembali pada sore atau malam hari. memastikan bahwa semua masih sama dan pada tempatnya. aku hanya diberi makan dua kali sehari. Beberapa kali kepalaku berpaling ke belakang. kemudian menunjuk dadanya sendiri—I take you Pailin. . Persis ayam potong. pak tua penyelamatku berkata. Kuambil sapu lidi dari tangan si ibu pada satu pagi dan kusapu halaman mereka bersih-bersih. wait me. Semua ini. atau sepuluh isyarat Tarzan. seorang ibu tua yang barangkali istrinya. aku percaya.

dengan terbata akhirnya kujawab: Saya . . mendapati pria malang itu sedang kepayahan melindungi kepalanya dari jotosan orang-orang murka. Sekalipun bingung. Di depanku terhampar jalan besar lurus. Dan tampaknya massa menyukai pengumuman itu. Setidaknya aku jadi tahu nama si pak tua—Lho . STOP! STOP! Yut krup! Yiit krup! Kugunakan bahasa Thai dengan harapan mereka mengerti. aku tahu mereka marah. . Aku hanya menangkap kata 'uang' dan 'utang' diulang berkali-kali. . ia membentakku. Emosinya yang meletup-letup membikin kalimatnya makin tak tercerna. Sebentar kemudianjalanan macet. dan berdebu. Cepat-cepat aku merespons. tampak sekian pasang tangan mengacung-acung. gersang. Kalau aku jujur menjawab 'tidak tahu'. Tapi KAMU akan membayarnya berkali-kali lipat. Ketika si tentara mau menjawab. They . . langsung ia menyerocos panjang dan cepat sekali. tentara tadi paham. Oh. Perawakan mereka yang kurus. Eh. . Mendengar itu. Di kiri-kanan beberapa pejalan kaki membawa A K . Sambil berlari. . dia menghilang! Terlihat kelebatannya berlari menyusup di antara kerumunan orang. anaknya. . Ayahmu sudah membawa kabur duitku. Kecuali Sorn Sum. pak tua . . Dari nadanya. Dan ternyata.4 7 tanpa terjengkang. semua orang bersorak-sorai. Ia berusaha menjelaskan. tertahan betis-betis manusia. Setengah mati kuterobos kerumunan. mata yang memicing malas. Tentara itu berkata puas dalam tempo lambat. si tentara makin naik pitam.4 7 di bahunya. . ia menggeleng-geleng. tapi banyak yang seperti tergugah dan langsung ikut mengejar sepenuh hati. Namun mereka menentengnya akrab seperti payung yang dibekali oleh ibu dari rumah. Panik. terdengar suara orang berteriak. they want you . Pak tua kembali mengagetkan lamunanku. Dengan mata membelalak galak. fight! Fight! AKAR I 149 . tersadar bahwa tujuanku kemari hanya untuk mencari hantu Dieth. Som Sum! panggilnya sekali lagi. Aku tidak bisa membayangkan mereka mampu menembakkan A K . . Tiba-tiba saja air mukanya berubah drastis. si tentara sibuk menyalak ke kiri-kanan. Rupanya Sorn Sum sudah tertangkap. Menatapku cemas bukan main. KRAI?! Siapa kamu?! Bahasa Thai-ku tentu saja tidak terlampau bagus untuk bisa menerangkan siapa aku sebenar-benarnya. mmm—aku tergagap. Tegang seperti kesetrum gardu listrik. entah apa yang dibilang. Seutas senyum kecil pun muncul di wajah keduanya.1 Proses kejar mengejar ini tak berlangsung lama. Mereka semua berteriak-teriak. Di depan. aku tak punya pilihan selain mengikut di belakangnya. apa dosamu sampai membuat ngamuk satu kota! 148 I Supernova 2. SORN SUM! Kontan aku menoleh ke belakang. Aku tak punya siapa-siapa lagi di kota ini. Go where? tanyanya.film koboi. Bersamaan dengan itu. . Ekspresinya bukan seperti menyapa teman lama. Phom jajai! Saya bayar! Saya bayar! Berapa? Tanganku siap merogoh kaos kaki. Ia menghardik marah lalu lari mengejar. Kupaksakan tubuhku untuk menyisip masuk. Ia tampak gusar bukan kepalang. Mereka berdua lalu mengumumkan sesuatu bagi orang banyak. tiba-tiba seorang temannya datang membisiki. jalan menyeret. . Seorang pria berpakaian tentara dan bersenjata menghampiri kami dengan langkah besar-besar. Matanya menyapuku dari ubunubun sampai jempol. melapisinya. Melihat pak tua kabur. marahkah dia? Pak tua telah mengantarku sejauh ini . .

HTiaffight?! Namun sebelum ada informasi tambahan tentang konsep perkelahian yang dimaksud. Dengan berkepala cacat begini. Tanpa kuda-kuda. akan selamat. bertarung. Masih tanpa kuda-kuda. Kekalahanku di ring ini tengah dipertaruhkan massa. lawanku adalah petarung tak terkalahkan. Membunuh jadi pelampiasan kreativitas baginya. hanya berputar di poros tempat kakiku berpijak. Mengamatinya. Membunuh pretensi. tanganku sudah dicengkeram dan digiring empat orang sekaligus. yang barangkali juga jadi mayat sebentar lagi. .1 A K A R I 151 . Rambutnya pun gundulisme seperti aku. Aku berjalan diseret begitu sampai dua ratus meter lebih tanpa bisa melihat jalan. Aku pun bertahan diam. . Langkahnya berat. Seketika itu. . Dalam waktu singkat. Namun. tapi juga pemuasan keingintahuannya akan batas sublimasi ego. . Dan makna final dari tembakan tadi adalah pertarungan telah dimulai. Melumpuhkan lawan bahkan sebelum kulit bersentuhan. sampai akhirnya. jarang sekali aku gentar melihat sesama manusia. Menyungkurkan tubuhku hingga jatuh mencium lantai. Menembus tujuan di balik setiap gerak-geriknya. dapat kurasakan gelegak mendidih dalam jiwanya yang haus akan jawab. tapi menyiratkan kejutan yang siap menerkam kapan saja. . ia masuk. ruangan sudah penuh sesak. Aku hanya diam. DOR! Aku tersentak. 150 I Supernova 2. Ia mengitariku. . Aku tak punya guratan-guratan bekas luka yang mencakar wajah sebanyak empat garis. Manusia yang hingga kinipun tidak kutahu namanya. setengah tersenyum. dan terperangah ketika mendapatkan diriku tengah berdiri di semacam ring tinju. berdiri di pojok ring dengan muka pucat seperti melihat hantu. Sementara itu. Beberapa tentara menjaga di setiap sudut ring dengan senjata menyilang di dada. BLAM! Dua pintu besar terbuka menghantam tembok. Ruangan ini pasti besar sekali. Tubuh bertelanjang dada itu kekar berisi. semua jawaban datang. aku tahu kalau hawa pembunuh memang ada dan dapat menguap dari tubuh seseorang. Silau matahari redam seketika oleh gelap ruangan. berapapun jumlahnya. Suara tembakan kosong dilepas ke udara. dihiasi bekas-bekas luka yang tak kalah seram. Dan selamanya ia akan di ring ini. yang barangkali arwahnya telah menampakkan diri. tapi tak mungkin kulupa. dan Sorn Sum . hingga jawaban itu datang . Selintas aku teringat Dieth. Tubuhnya menjulang di antara orang-orang Kamboja yang mungil. Lautan orang tenis membanjir masuk hingga gema itu pun hilang. Beberapa lampu menyala tepat di atas kepala. Kerumunan tadi mengiringi di kanan-kiri. Barangkali 180 cm lebih. tak ada yang percaya tubuh kerempengku dapat bertahan lebih dari setengah menit. tentara yang pertama. Uang yang ia bawa lari. . Ia bertarung bukan hanya untuk uang. sibuk mengumpulkan uang dari penonton. Bau debu dan apak menyergap hidung. dibantu oleh temannya. Kakiku dipaksa menaiki tangga-tangga dan barulah cengkeraman itu lepas. Pandanganku terhalang oleh mereka dan oleh rasa panikku. Aku tak punya pilihan.Fight? Aku tambah bingung. Aku hanya mengenali Sorn Sum. Sorot matanya bengis sekaligus dingin membekukan. Mencermati. Derap tapak-tapak kaki terdengar menimbulkan gema. tapi bukan itu yang bikin ngeri. Namun detik itu. Lawanku maju dengan tenang. tidak berarti lagi dibandingkan uang yang akan terkumpul siang ini. lambat. . Aku masih meraba-raba ke mana arah semua ini . Cepat-cepat aku bangkit. dan sudut bibir. kedua pipi. Menggurat alis. atau sesungguhnya Sorn Sum melihat aku . .

tapi seisi ruangan itu terkejut karena tak menyangka aku bisa lolos dari tendangan pembuka tadi. Bahkan sebelum rasa sakit sempat merata. Giliranku yang terperanjat. . .kecurigaan. Darah mengalir keluar dari sobekan bibir serta pembuluh yang pecah di dalam hidung. Kini ia sadar . Aku tidak yakin ia akan memakainya untuk bertarung. jauh . Gerakan itu sangat cepat. kuda-kuda siaga. Terhuyung. Aku terjengkang ke belakang. Tiba-tiba kakinya menderu. termasuk rasa takutku padanya. Sakit sekali. melipatnya rapi. jauuuh . otomatis kedua kakiku membentuk si bu. Kukerdipkan mataku cepat. Kuda-kudaku tadi menyingkap bahwa aku akan meladeninya dengan wushu. Hook kirinya datang menghantam muka. Rasa sakitku menjelma menjadi kawanan kupu-kupu yang berterbangan pergi. Sayup-sayup kudengar ramai orang berseru-seru. tapi cukup mengurangi bahaya tendangan itu. Bagaikan hiu yang belingsatan ketika mencium bau darah. tangannya sudah kembali mencengkeram leher. ia melangkah mundur. tidak sampai jatuh. . dan terakhir tendangannya mengempas ke dada. Tanpa melepaskan pandangan ke matanya. sekali. disusul tendangan dari bawah yang mencelatkan daguku. sebuah tendangan berputar ganda yang dahsyat merobek udara. menghadap kegelapan. Namun lawanku dengan sabar mempertahankan tempo. Aku tahu persis. Pose berbahaya Huang Fei Hong. ruangan itu pun langsung bergemuruh oleh sorak-sorai. Tahutahu. Api yang sedari tadi ia simpan berhasil kupancing. segalanya menjadi terasa lamban. . . Manusia ini juga mengerti wushu. lawannya seorang monster. jauh . tapi kaki-kaki ini masih kuat untuk segera bangkit. Sorot matanya pun berubah. . membabat mukaku. Sekonyong-konyong. . Detik itu aku merasa sangat berbahagia. volume hiruk-pikuk penonton anjlok drastis. Menonjolkan setiap lekuk licin yang berbaris rapi membelah tengkorak belakang.1 I '53 . Terbujur di lantai. Yang pertama berhasil kuelak. pandangannya menghunus tajam. lalu menyisipkannya ke kantong belakang. tapi ditunjukkannya agar aku terintimidasi. Rupanya ia seorang kickboxer. dan tubuhku terpelanting seperti mainan tak berdaya. Tubuhku terlempar tanpa ampun. Namun tiba-tiba ia melakukan tendangan berputar yang menghantam pipi kiriku telak. Antisipasiku memang tidak sempurna. Pandanganku berpendar. dan sewaktu mendarat. . cepat dan berkekuatan penuh. Kian lama kian sepi. Dan. yang kanan menyusul. Bukan hanya lawanku. jauuuh . Namun mukaku seperti copot setengah. Kaki-kakinya membentuk pu bu. . A K A R 152 I Supernova 2. . Lampu yang menyorot tepat di atas ubun-ubun menyiramiku dengan cahaya. Hanya langkah kami berdua yang bergeser pelan-pelan. Betul-betul hanya mengamati. aku berusaha mengembalikan keseimbangan. entah mengapa. Cukup satu langkah sederhana. membenturkanku ke tiang ring sekuat tenaga. membuka bandana. dengan tenang kuangkat bandana dari kepala. Dengan sigap aku melompat mundur. Kali ini aku jatuh. Kematian terasa mendekat dan dinginnya merambatiku pelan-pelan. sekali. Ia melancarkan tiga tendangan sekaligus. Serangan kedua dibuka. Tapi ia tidak memberi ruang. berusaha menangkap wujud lawanku yang kini entah sedang apa. tangannya mengembang luas ke arah belakang seperti l a r i a n balerina. tidak perlu dengan cara bergaya kickboxing. Daguku berdenyut nyeri tersambar jempol kakinya. Ia gantian membaca. Seketika. rasanya gatal sekali ingin mengintimidasinya balik.

Denyutan rasa nyeri merongrong tubuhku hampir di semua titik. Jarak kami yang jadi berjauhan kumanfaatkan dengan langsung menyerang maju dan melakukan deng kong xianfeng jiao. Napas yang sudah mau hilang kembali tertahan. Keparat bangsat-. Api hatinya yang tersulut malah membuat koordinasi gerakannya tambah rapi. tapi amarahku mengalahkan itu semua. Kaget setengah mampus. Lari ke arah tiang ring dan tanpa berpikir aku membuat tolakan. memaksaku berkelahi jarak pendek. lalu kakiku menghunjam tepat di dadanya. Manusia lain barangkali sudah KO. ia terempas mundur. Di jarak yang makin menipis itu. Melancarkan hou sao tui— kaki-kaki setengah jongkok membentuk pu bu—dan dengan tangan yang menumpu di lantai. Sontak aku berdiri. Membangkitkan lagi rasa sakit yang sudah terlupa. Maka.Baru saja kutarik senyum perpisahanku pada dunia dan mata ini mulai memejam. 154 I Supernova 2. Tanpa terjengkang. Dalam sekejap. Namun muka itu tak bisa berbohong. . Suara debuman menyusul sedetik kemudian. Ternyata wushunya juga sangat bagus. Ia cuma jatuh berlutut dan secepat kilat sudah bertumpu lagi di atas kedua kakinya. Berkali-kali ia nyaris menggebukku dengan nan quan bergaya dui da yang gesit. mendadak sesuatu menghunjam perutku. . . gaya berkelahinya yang agresif akan kembali mengirimnya datang dan menghajarku sampai kelelahan. Dalam tempo cepat. Refleks aku merunduk. kami pun saling menyerang. Tinggi dan jauh ke belakang. SIALAN! Sekarang baru aku murka. Kaki kananku yang melayang tinggi menghantam bagai gunting. Serbuan pukulannya memagariku rapat. sudah enak-enak mau mati malah dibangunkan lagi! Manusia kurang ajar! Harus dihajaaar! Aku bangkit tegak. berbalik di udara. Gila! Muka itu mulai berubah pucat. Hanya terhuyung sedikit. Telapak kaki yang menggilas perutku itu kugenggam eraterat dan kutolakkan sekencang-kencangnya. Dengan gesit. Namun petarung satu itu memang jeli. Keras. ia kembali menghambur tanpa takut. kudapatkan satu celah kesempatan. menyapu habis kaki lawan hingga untuk kedua kalinya ia bakal terjengkang. Lagi. Semua otot dan sendiku memang terasa ringan. tapi kembali tegak dalam hitungan detik. Entah apa yang merasukiku saat itu. terkesiap bukan m a i n melihatku yang mendadak segar bugar. Lawanku bangkit dengan cepat. saling menangkis. ketika ia berlari mengejar. mendarat tepat di bahunya. Tahanan kedua tanganku berhasil melumpuhkan pukulannya. kuputuskan untuk malah membelakanginya. Kakiku dipaksa untuk terus bergeser mundur dan tak lama lagi aku bakal terpojok. Menuju sisi AKAR I 155 . Rasanya aku bisa terbang dan mencengkeramnya seperti elang menangkap ikan. Tendangan angin puyuh. Kuladeni satu-satu. kawanan kupu-kupu yang tadi sudah pergi ditelan gelap datang menyerbuku sekaligus. tubuhku berputar dalam satu lingkaran penuh. Tanpa berpikir aku memutar punggung dan berlari melompati ring. Aku tahu. ia melompat mundur. tapi masih tak menyerah. Pandanganku sejernih kristal. . Tendangan-tendangan mautnya kembali merangsak ingin menghantam mukaku. Ternyata kemurkaan bisa memberi sayap. tapi tidak yang satu ini.1 Dengan refleks petarung sejati. . sekaligus menggila. Tidak ada pukulan yang tembus. Tak bisa terus-terusan begini .

Terdengar suara debam keras diikuti rontoknya lapisan dinding ke lantai. Tendangan tanpa bayangan. Ia telah merebut kesempatanku. Kami berhadapan dan saling 156 I Supernova 2. Satu demi satu. Elang yang mampu melayang dan menerkam tanpa iba. Seolah ada sesuatu yang menggerakkannya keluar dari badan. Massa seketika berteriak. Akulah elang yang akan menghabisi mangsa alot ini. lututku masuk menghantam perutnya. ia lari mengejar. Kembali menolakkan kaki. . kembali aku dikurung oleh pukulan-pukulan jarak pendek. tapakku mencari dadanya. Penonton berubah liar. Jurus peremuk tulang. Che khung fan tertinggi yang pernah kulakukan. Bahkan penjaga bersenjata pun tak sempat bereaksi. Panasnya seperti bara merah. Seraya berteriak kencang. Tidak memilih berbalik. Tinggal satu gigitan. . Jurus ini tak bisa lagi dibendung. . Sekarang ia benar-benar mengamuk.1 tahu. Cepat kuraih tali ring agar tak terjatuh. termasuk lawanku. Mereka tidak terima petarung unggulannya tidak sanggup menyerang balik. Dan benar saja. Perlahan lawanku memejamkan matanya. Serangannya sudah tak berpola lagi. Ring telah berpindah ke petak sempit dari beton ini. nyawa mangsanya akan melayang. kedua kakiku terus menderap bagai rentetan meriam. Darah akan muncrat dari tujuh titik. Lututku malah dicengkeramnya dan aku dijungkirbalikkan. Apinya berkobar.pendek gedung persegi panjang itu. Aku kembali menjejak tanah. Tanpa ba-bi-bu. meloncat dalam posisi terbalik dengan lemparan kaki berkecepatan dan berkekuatan penuh. tapi juga egonya A K A R I 157 . dan kini giliranku menarik kesempatannya. Semua orang di ruangan itu mengeluarkan suara tertahan. . Ia akan mati dengan tubuh utuh namun organ dalam berantakan. dalam hitungan kurang dari sepuluh detik. Satu jab tembus menggasak pipiku. . bersamaan dengan entakan telapak tangan dan kaki kiri . Terus dan terus. antara kaget dan marah. sesaat sesudah menerima pukulan yang bahkan tak menyentuh kulit itu. ia di bawah. ia tak terpengaruh sama sekali. Telapak kiriku pun bergetar kencang. Sebagai ganti. Tinggal suara remukan beton yang bergulir jatuh. Selamat menikmati hidup. Hingga akhirnya teriakanku lepas. tapi aku ingin ia tahu. menyambut ajal. Lawanku menatap nanar. . Cepat aku menotoknya agar pendarahan itu tak berlanjut lama. Mereka. melayang sambil menendang kencang . Darah mengalir dari mulutnya yang tak luka. Penonton di dekat sana otomatis minggir demi memberi ruang bagi kami berdua. ke tembok kosong. lalu terdiam. teman. tinju dan wushu dijadikan satu. Satu-satunya alasanku membuang jurus peremuk tulang ke tembok kosong: aku tidak rela ia mati. Tembok yang terbelesak itu menghadirkan sunyi. Seluruh tubuhku berguncang dan mulutku gemetar akan teriakan tertahan. malah kuterjang tembok itu. Bukan semata akibat cedera fisik. hingga punggungnya rapat ke tembok. . Aku di atas. Aku melewati manusia besar itu dan mendarat tepat di bibir ring. memegangi dadanya sambil mengerang kesakitan. yang juga ikut meretak pecah. Elang telah menang. Aku berteriak panjang . dan ia tergusur mundur tanpa perlawanan. Otomatis aku bersalto ke belakang. lawanku rubuh mencium lantai. Sekian detik kami bertatapan. Tendangan tanpa bayangan pasti telah meninggalkan cedera di dalam sana. sejenak ada hening yang tercipta. Hawa amarah yang hangat terasa merayapi tubuh. Di atas dadanya. Kami memang tak saling bicara. Lawanku terperangkap. menyangka aku berniat kabur. Kami berdua tahu apa yang akan terjadi. dan. Dasar manusia besi. .

Sekujur tubuhnya kuyup oleh keringat dingin. Tinggi kekar dengan otot-otot bermekaran. bandarnya mengejar aku. . . Mereka semua mengejar. melainkan uang. Pada saat yang nyaris bersamaan terdengar suara perempuan berteriak. mengikatnya di kepala. Mataku hanya mencari Sorn Sum. . terdengarlah teriakan panjang . tanda supaya aku tetap diam mematung. Dadaku sesak sekali. KOM REOUR! STOP! Seorang perempuan bule menyeruak dari balik semak di sebelah kiri. Yang terdengar tinggal sengalan napasku yang sudah tercekik-cekik. Tampak jelas sekali mereka ingin menangkapku. Aku mengejar selamat. aku cuma bisa memandangi. dan mereka mengejar bandar. orang-orang yang barangkali sedang kurang aktivitas memutuskan untuk ikut-ikutan berlari. . melainkan seluruh isi ruangan! Kami saling mengejar. si tentara yang menjadi bandar menembus ring dengan langkah seribu. bukan hanya geng bersenjata tadi. membungkus kami seperti awan. Matanya lekat menatapku dan tangannya terus diacungkan. sembari terus menyibaki semak.Sorn Sum. Apa lagi ini? Belum cukup sialkah aku? AKAR I 159 158 I Supernova 2. .1 . Hingga terciptalah ular panjang membelah kota kecil Pailin. Ia masih di pojok yang sama. Entah di titik mana rangkaian ular panjang tadi terputus. Begitu sampai di jalan raya. Semua sendiku pun seperti mau rontok. Tenggorokanku panas terbakar. . Namun mukanya justru memucat lebih dari waktu ia tertangkap. aku sudah melewati perbatasan kota. Dan masih kupaksakan diri untuk meraih bandana di kantong. . karena memang bukan aku yang mereka incar. Bingung. . Debu jalan yang tergebah kaki-kaki kami membubung ke udara. Aku tak peduli riuh rendah ini. Bukan. Bukankah barusan sudah kusabung nyawa demi membayar utangnya? Dengan muka diselimuti teror. Cours. Andaikan aku bisa nangkring di atas atap dan menyaksikan pemandangan aneh bin ajaib ini.yang babak belur. dan dari belakang sana. Aku terus berlari tanpa melihat ke belakang. atau mengeroyokku ramai-ramai . Barulah aku menengok ke belakang. tanpa memikirkan apa yang ada di depan. . . Sakit tak lagi dirasa dan tungkaiku berayun seringan bulu. hauuusss . Dan si pemegang uang yang sial. . Namun. COURS! Aku berusaha menangkap arti gerakan bibir itu. . Jantung ini mau meledak rasanya. . Rombongan pengejar itu sudah tidak ada. serasi dengan ekspresi mukanya yang tegang. Di luar kendali pikirku. . Andaikan . ayunan langkahku tertunda di tengah-tengah. . haus . Rambut pirangnya yang dikucir kuda tertarik kencang ke belakang. Sampai sadar-sadar. Hati-hati sekali ia melangkah mendekat. RUUUUUUN Gila! Kenapa nggak ngomong dari tadi?! Aku berlari sekencang-kencangnya menuju pintu keluar. Setengah merunduk. Haus . Kuanggukkan kepalaku sedikit dengan maksud mengatakan 'kita selamat'. Aku jadi bingung. ha — Tiba-tiba otot kakiku mengejang. pokoknya bukan untuk kasih makan . sebelum otakku berhasil mencerna ucapan Sorn Sum. diikuti oleh serombongan temannya yang bersenjata. apalagi kasih honor . Sorn Sum berkata. Lariku berangsur melambat sampai cuma berjalan tertatih-tatih. kembali memasuki hutan.

Kami diam lagi lama.1 Tangannya berhenti sejenak. seperti maling mengendap-endap. Ia tidak membentak. Tepatnya. DO NOT MOVE. Saya sudah boleh gerak? Epona mendelik. Next time try another social circle. You're Irish? Aku mencoba basa-basi. . tidak ada lagi orang rabun yang asal terobos tanpa lihat-lihat. Ia membentangkan talitali. Dengan sebuah tongkat ramping. Aku terdiam. Takut-takut. katanya penuh penekanan. . STAY THERE! Kayak murid disetrap. datar tanpa intonasi. ujarnya tiba-tiba. lalu mengangguk kecil. Lama kupandangi dia bekerja. Terima kasih sekali — Bantu saya menancapkan sisa bendera ini. . AKAR I 101 . . Ia melirikku lagi. mundur pelan-pelan . Cukup lama sampai aku merasa larangan tak boleh gerak ini sangat konyol. Ia melirikku. I was looking for a friend. Ma—maaf. Moga-moga dalam dua puluh jam ke depan. Kayaknya aku sengaja dikerjai perempuan satu ini. tanganku yang memar-memar. baru kuberanikan diri untuk bertanya. Next time get a different travel agent.Teou nak niyay pheasa Khmer teh? Ia bertanya. Where are you from? Ia memotong. Kami punya tim medis. But I grew up in France. Nama kamu siapa? Epona O'Leary. . menginterogasi. . Sebaiknya kamu ikut ke base camp. jelasku. Indonesia. Epona menumbuki tanah. Setelah sekian lama. gumamku.saya benar-benar tidak tahu . I'm a deminer. Baru empat langkah. jadi luka-luka kamu bisa ditangani segera. potongnya. memandanginya mengitari sisa area. hati-hati . Aku menggeleng tak mengerti. Cepat aku mengangguk. You're a tourist? Aku mengangguk. kita berdua hancur berkeping-keping. Kuberanikan diri untuk bersuara. Aku mengangguk. Nada bicaranya ketus. . Here—in Pailin? Ia mendengus dan tertawa sinis. Terima kasih. Do you speak English? tanyanya lagi. Dan maaf kalau saya sudah merepotkan . Itu artinya sedang ada pembersihan ranjau! Tidak boleh diterobos kecuali kamu memang kepingin mampus! Aku menelan ludah. 160 I Supernova 2.. mengikatkannya ke batang-batang tanaman. . . Unfortunately. Sekarang . Sembari bekprja. Barulah aku teringat bibirku yang sobek. Mengerti? tukasnya tegas dalam bahasa Inggris beraksen Perancis. Cuma sepuluh menit jalan kaki dari sini. Bodhi. Melingkungiku yang berdiri tepat di tengah. So stay where you are. Lima senti dari betis kamu ada ranjau sandung. hidungku yang berdarah. Working for CMAC. Gerak sedikit. tapi suaranya yang menggeram justru bikin lebih seram. cewek itu sudah berseru lagi. Besok tim saya kembali kemari. . Tidakkah kamu lihat tadi ada tali-tali pembatas di sini? Bendera-bendera tanda bahaya di sana? cecarnya lagi. Gerakan tangannya sangat ringan dan terlatih. What—what's going on? tanyaku gugup. ujarnya pendek. are-you-BLIND? tanyanya mengeja. Siapa namamu? Bodhi. aku mulai memundurkan tungkaiku satu-satu. . yes. . aku pun berdiri kaku di satu titik itu. ia mengajakku bicara. .

berdiri lima bangunan sederhana dan satu balai besar beratapkan rumbia. Tahutahu Epona menghentikan langkahnya. Dan aku tertegun. musuh yang tak pernah diampuni. pasti kami sudah terjerembap. kok—kamu kerja sendiri? It's Sunday. . menjadikan ia singa dan kami anak kucing. Aku mengangguk patuh dan mulai berjalan di belakangnya. Ia kejar dengan obsesif bagai mengeringkan tenggorokan dengan air garam. sapanya hangat dalam bahasa Perancis fasih dan aksen yang bersih. Ikuti saya. Salah satu dari mereka.1 Sebuah tenda kerucut didirikan di sentral. polos. . Kepolosan yang memberikan rasa aman untuk berdansa-dansi di atasnya tanpa takut ada manusia keluar dari tetumbuhan sekitarmu. . suara yang tiba-tiba menyadarkanku betapa lelahnya badan ini dan aku cuma ingin tidur . panggilku hati-hati. Terpolos yang pernah kulihat sejak hari pertama aku tiba di negeri ini. Adalah Kell yang membangunkanku petang-petang. lanjutnya. Epona. Kalimatnya menunjuk pada hamparan tanah luas. kekasih yang tak bisa ia miliki. Rasa haus yang tak kunjung usai. Kemudian kedua mata itu mendelik tajam ke arahku. Suara itu lembut di luar dugaan. tapi akulah yang menoleh ke belakang paling cepat . Kell monyong. Adalah koper AKAR I 163 . datang menyambut. Kami semua tersentak. suara yang menggolakkan keinginan untuk mendaratkan tinjuku sekali lagi . . Epona menoleh dan berkata: You may walk normally now. tapi kedua mata sipitnya memancarkan rasa percaya diri yang bengah. kulit Asianya matang seperti rendang Padang masak di kuali. dengan perban dan kompres es menghiasi tubuh dan wajah. tidur. menancapkan pasak-pasak bendera bergambar tengkorak di sekeliling batas yang dibuatnya. Kamu itu beban! Aku tertegun sejenak. Ranjau merupakan cintanya yang terpendam.Buru-buru aku melesat. le soleil est plus brillant quand tu arrives. Mobil-mobil jip putih seragam terparkir rapi di pinggir sebelah selatan. Epona. Epona berkata ketus. Mata itu mengandung api berlaratlarat. Aku tersentak kaget. . EVERY EXACT STEP! Kamu tidak tahu apa yang kamu hadapi di sini! Jangan kira saya senang ditemani. karena suara itulah yang membuatku berjalan sejauh ini tanpa akal . . 162 I Supernova 2. kami berjalan kompak seperti tim lomba bakiak 17 Agustus-an. JESUS—CHRIST!! Terdengar teriakan dari belakang. . Di depan sudah base camp. . ekstra kuat dan eksklusif untuk mukanya seorang . Siapa dia? tanyanya ketus. Sekalipun tidak semua antusias menyambut kehadiranku di camp. . And I'm just working on my hobby. . Kalau betul pakai bakiak. mereka membiarkanku tidur sampai malam tanpa diganggu. Kurang lebih sepuluh menit tanpa percakapan. dengan secangkir teh panas campur susu kondens. Dipagari kawat duri yang bersumbu pada palang-palang kayu besar. Belum penuh dua langkah kaki kami berayun. Dan aku sangat penasaran ingin bertanya. . . Tubuhnya kurus. bauran bule dan orang lokal. bersih dari pohon atau semak. tiba-tiba ia berbalik dan membentak. tapi baru kali itu aku tahu ada orang yang hobinya menjinakkan ranjau. Tingginya hanya sehidungku. . Aku kerap mendengar aneka hobi orang yang aneh-aneh. Manusiamanusia lalu lalang. yang sepertinya telah menanti kedatangan kami dari jauh.

dulunya kerja di Amerika. Percaya atau tidak. balasku. sementara dia kan . Otakku langsung mengasosiasikan nama itu dengan si pria kecil bermental singa. . you and Epona could only have a physical relationship. saya lupa kamu botak. tukasnya sambil mendengus. . Aku tergelak. kamu tahu itu. . kamu aman denganku di sini. Kembali Kell memperlakukanku seolah aku si Mahatahu. lanjut Kell. Bodhi?! semprotnya tiba-tiba. punya tugas 164 I Supernova 2. . kalanya tanpa ujung pangkal. timpalku sambil nyengir. That woman— gosh! Kell mengepalkan kedua tangannya gemas. you're an extremely lucky. croissant! Kell mengolok-olok. dia itu ekspat dengan gaji paling tinggi di negara ini! Don't mess with that prick. tegak berdiri di samping dipan tempat badanku selonjor. Kell berkata begitu saja. eh. Kayaknya dia jauh lebih muda dari kamu. Well. Tenaga di dalam tawanya menurun. Kenapa nggak tunggu sampai saya ke Vietnam. Saya cuma tidak mau menunda-nunda sesuatu yang sebenarnya sudah terjadi. Kamu gila. Orang itu bisa bikin bom dari ketombemu . jelas Kell lagi. 'Kell. . dia bakal mencap kamu rasis atau kena inferiority complex. kek! Coz you would know! Waktu kamu tahu saya di Kamboja. Why? Karena dia naksir Epona juga. Cuma hati-hati dengan si Neang Ry. we're connected—here. It's Eponu. Padahal kan untuk kasus dia dan Epona bukan itu masalahnya! Masa dia pernah mendatangi saya. that small Paris-born Khmer with an attitude problem. Mulutnya dimonyongkan hiperbolis sehingga yang kudengar adalah kata 'kosong' dan yang kulihat adalah tampang serupa babon.1 AKAR I 165 . Kamu itu juga sama parahnya. Bodhi. orang andalan Laboratorium Livermore. CMAC merekrutnya seperti mentransfer pemain NBA. Aku bengong. Dia pimpinan di sini. Dia bilang begitu sambil tunjuk jidatnya! Gila! Sombong amat! Dia pikir mentang-mentang saya nggak tahu apa-apa soal ranjau lantas saya jadi orang paling goblok di dunia! He's the one who doesn't know his own problem! His dick is probably as small as 1 a goddamn lollipop! Aku terbahak. Jangan bandingkan pergi mencarimu ke Bangkok dengan mencariku di sini. Kell tertawa. he is to me! Di otaknya cuma ada ranjau dan . Dipikirnya setiap pria dari segala ras harus punya kepercayaan diri untuk mendapatkan perempuan mana pun yang disuka. She's a bomb! Aku mengangguk setuju. I know! It's disgusting! Imagine a hot Amazonian chick with an old-rotten-Pygmy dude! Kell menyambut umpanku berapi-api. kamu bisa aja milih untuk menunggu. you . He's not old. tapi Kell menyamarkannya dengan menenggak teh yang tadinya disuguhkan buatku. . lalu bilang. mentally disturbed son of a bitch! Ia terkekeh-kekeh.merah anggurnya yang pertama kali kulihat ketika membuka mata. Menyebalkan. Reuo/ufion-ku lagi rusak. sih? Atau ke mana. Emang orang botak nggak bisa punya ketombe? ANYWAY—Ry hates my guts. coba? Kalau mereka kan semuanya ahli. . Saya ketemu dia di biro perjalanan dan saat itu juga saya putuskan mengikutinya terbang ke Pochentong. . Tenang. sorry. Apa-apaan ada di sini. . kan? But. something that you and I know. But me and her. Kell. Mana pantes? Epona kan setinggi lemari. Tapi jangan pernah mempertanyakan soal kelayakannya bersanding dengan Epona. A bomb maniac.

hangat seperti api pendiangan. ketertarikanku kali ini tidak biasa. . Kell. ke dunia khayal . bukan itu. Bur Ry. no. ujarnya. dan nekat. Untuk pertama kalinya aku menikmati Kamboja tanpa rasa tegang. Tapi kamu—shame on you! Neang Ry's right. Kuda? Mmm. Cepat minum tehmu. Aku geleng-geleng kepala. gimana menjelaskannya. dengan segala kesenjangan di antara kami berdua. Kell selalu menemukan cara untuk memaksimalkan segala potensi dan pengalamannya. . well. . . Wow. sampaisampai jadi guide resmi di Angkor Wat. kita makan malam di balai. ada satu keakraban yang berumur panjang. Saya belum pernah melihat kamu begitu tergila-gila — I know. / mean. 166 I Supernova 2. tapi darahnya asli Celt . Tapi bukan cuma ahli peledak saja yang dibutuhkan di sini. Di tengah-tengah tikar masih ada beragam masakan ikan air tawar. ya? Menurut kepercayaan Celtic kuno. Semua persyaratan yang bisa kupenuhi. . . . Kell.1 AKAR I 167 . tegar — . menerbangkan jiwa-jiwa ke alam lain. . Menerbangkan jiwa ini! Ke dunia cinta . . padahal jarak mereka cuma secentong nasi. tuturnya. kuat. . Oh. Malam itu semua penghuni camp duduk bersama. baik yang kerja untuk CMAC atau para penduduk yang membantu sukarela di camp ini. tapi tampak dia yang mendominasi percakapan. nggak heran. Dan itulah yang dilakukan this modern Epona padaku. . Aduh. Semua orang lokal. . The myth Epona memiliki kekuatan untuk menghubungkan alam mortal dan immortal. makanan yang agaknya hanya milik dia seorang dan entah diimpor dari mana. . cepat-cepat Kell membantah. that's exactly my point! . Aku yang tak mungkin jadi dia dan dia yang tak mungkin seperti aku.jelas di CMAC. pada kuda. No. Epona. Saya tunggu kamu di sana. ok. Tak perlu lagi kuacungkan scarf dari Dieth agar dianggap manusia. Terbukti dengan posisinya sekarang sebagai penerjemah para deminer yang melatih penduduk lokal untuk menjinakkan ranjau. Dan sekejap ia menghilang di balik pintu. Neang Ry. saya pernah tinggal hampir setengah tahun di SiSmreab. Memang cuma satu yang lain sendiri. memangnya kamu tahu apa tentang ranjau? I don't! balas Kell bersemangat. kamu sempat datang? tanya Neang keras-keras. Khusus urusan perempuan. that mini prick can't speak a single word of Khmer. Mengapit Epona bersama-sama dengan Kell. pintar. senyum itu makin cerah. Basa-basi jadi lawakan dan kami saling memuji di balik caci-maki. Kell menambah lagi. Bodhi. Tapi ketika lingkaran kami beririsan. aku berceletuk jahil. Kell menutup pembicaraan tak bermutu kami dengan muka malas. konferensi Eurosensors '95 di Stockholm. kemudian bangkit berdiri. Mereka juga butuh orang yang bisa bicara bahasa lokal. bahenol. I've told you. bego. Dia nggak kayak kuda! Epona itu seksi. God. persis kuda. Hilang kata. . Epona adalah dewi kuda . Rasis. sangat manis dan ramah. she speaks French and everything. Ternyata aku rindu saat-saat seperti ini. Memeluk wadah plastik berisi tumpukan croissant sambil mengunyah asyik. makan di atas piring plastik dan minum dari gelas plastik. . Terdengar suara kecipak-kecipuk kuah dari mulut-mulut yang tengah melahap numbahnchok—mi berkuah santan—yang perlu dimakan hati-hati karena piring kami ceper. Epona itu lain dari yang lain. cukup kenal medan. aku berdecak.fuck off.

tapi saya cuma bicara fakta. anjing. anjing tidaklah seefektif yang digembar-gemborkan. Kell tersenyum sama tipis. Ya. gumam Neang. Mereka sangat yakin mampu memenuhi standar akurasi 99. What do you mean? Diri saya ada di sini. bagaimana tubuh manusia. ongkos menjinakkan satu ranjau—yang harganya sedolar tak sampai itu—kalau dirata-rata bisa mencapai 800 dolar! Sementara 168 I Supernova 2. Tapi. Dengan metode yang dipakai dunia sekarang. tukas Neang tak terganggu. Definitely. Epona tidak berkomentar. Kamu lebih percaya otakmu daripada dirimu. seseorang berapa kecepatan kita? Empat meter persegi per jam? Kita nggak bisa dengan naif mengandalkan manusia. . I translated every single word you said in the training. . RONCO. saya lupa. berkomentar gusar.Epona menggeleng. Nonsens? Kell menyela. sih. Memanipulasi gen tumbuhan supaya peka terhadap molekul TNT-lah atau memanipulasi gen manusia sekalipun. kalau saja semua pemerintah di dunia mau mendukung pendanaannya. Kamu tahu IMS? Impressive. Semua kepala di ruangan itu langsung menoleh. . sahut Neang tegas. atau mendeking. Hmm. Kalau BFO berdenging menemukan ranjau. itulah yang kurasakan tadi pagi di hutan. Tahun '95 saya masih di Uganda. Saya bisa pastikan. . Oh iya. we're high maintenance and far from reliable. What do you mean. . bisa saja itu terjadi. Hebat. Aren't we all? Kell tersenyum sama tawar. Dan Neang pun berpidato untuk semua. RONCO . Kepalanya ditundukkan sedikit. dan kita semua jadi pengangguran. . Kulihat bibir Kell menyungging sedikit.6%-nya PBB. . Bodhi? Kell menatapku dengan ekspresi 'ngapain kamu ikut-ikutan!' Ehh—bagaimana bisa kujelaskan? Namun. saat nyaris menabrak ranjau AKAR I 169 Sorry. Tubuh kamu bisa mendeteksi molekul apa pun lebih cepat dan lebih baik dari Ion Mobility Spectometry—kalau diizinkan. kesimpulan dari lima konferensi yang saya hadiri selama dua tahun belakangan. Saya harap kamu menyerap lebih banyak lagi supaya kita boleh sama-sama turun ke lapangan dan menyaksikan tubuh kamu mengalahkan IMS. Kell menjelma jadi telaga hening yang riak halusnya berkata-kata. ambisinya para Gaian dan orang-orang yang kena trend naturalistik. memberi tanda? Air liur menetes-neteskah. Neang mengangkat alis. Dan Neang masih belum selesai. jajahannya virus. teknologi robot dengan sensor gelombang mikro digabung dengan thermal imaging dapat menjadikan Kamboja bebas ranjau seratus kali lebih cepat daripada kita-kita ini. atau tumbuhan—for heavens sake! Sementara kita semua ini kan budaknya hormon. Tell me. ah. Neang manggut-manggut. Kell. conferences are not my game. celetuk Kell. Tapi semua itu kan masih tahap imajinasi. Ia melengkungkan bibir tanda simpatik. Juga aku. biosensor . rentan kuman penyakit. Menyeruput teh panasnya dengan gestur penuh arti. atau mencicit — Otot seperti menegang! celetukku spontan. what do you call them? Mine Detection—Dogs? MDDs? Nada itu mengintimidasi. Besides. atau tubuh kamu. Kita membahas semua metode waktu itu.1 . waktu itu kamu masih berpartner dengan anjing-anjing RONCO . dengan rendah hati Kell berkata. Neang tertawa tawar sambil menunjuk jidatnya. ujarnya dengan senyum tipis. atau iba. mulai dari detektor BFO sederhana sampai macam-macam nonsens seperti tumbuhan detektor. Neang terdiam. Di atas kertas. for a backpacker.

Betul. mengulum senyum. lanjutnya menggumam. really. tanpa mau repot melihat lawan bicara. Ia meneruskan. Ehm—aku berdehem kecil. kataku. drive. menenggak habis kopinya dan pergi. perempuan itu membuatku tertegun. Masih tidak menoleh. Di luar Kell dan Neang yang dengan seru saling smash. . Ada hela napas tersisip dalam kalimatnya. yang akhirnya duduk di sebelahku sambil menghirup kopi hitamnya. But it's quite a rocky. What luck. Seperti anjing yang mana lagi? No.sandung. Keras dan bau. lalu masih harus meneruskannya dalam obrolan makan malam. mengharapkan kesan kontras yang mampu membikin orang awam seperti aku bergidik. Bur it can be round trip service. lima diamputasi. Orang-orang ini sehari-harinya sudah bicara berbuih-buih tentang ranjau dan peledak. Setelah partai pertama Kell vs Neang. Epona pun tersenyum sekilas. ia menjawab dengan suara dalam. Tidak yakin ia bicara padaku. kebanyakan suku cadangnya harus dibeli di Battambang. Saya dengar dari Kell. how cute. Peralatan kami sudah banyak yang harus direparasi. Aku menarik napas panjang. Comme c'est mignon. Kell owes me one. aku tidak tahu siapa yang tahan terlibat di percakapan itu. . Really? Alis Neang mengangkat tinggi. ia memotongku. KO di pihakku. ya! Seperti anjing pointer] Kaki mereka mengangkat satu dan badannya langsung tegang kayak kawat! Ya. Dan dewi kuda ini. termasuk si dewi kuda. . transportasi antaralam . menyiapkan jurus—saya dengar dari Kell. Oh. Partai kedua ini berlangsung singkat. Kali ini. sudah tugasnyalah ngangkut-angkut. Mm—maaf. Aku menoleh. kan? Neang tertawa kecil. reaksi tubuh saya agak beda. satu berupa bungker—isinya barangkali sepuluh biji PMN-2. What favor? Yah. Dua orang tewas. tapi dengan arogansi sepuluh kali lipat dari orang normal. yaaah— namanya juga kuda ya. Yeah. di mitologi Celtic. AKAR I 171 . ke sana-sini. Epona berkata lagi. Epona itu nama untuk dewi . Praktikkan kapan-kapan ya. ia melipat tangan. Bodhi! Saya mau jadi sukarelawan! Kell menyambar. betul. Didn't Kell tell you that? Lagi dan lagi. minggu depan kita bertiga akan ke Battambang. Mengantarkan jiwa-jiwa ke alam kematian—tepatnya. Lewat Rute 10—jalur berat. aku tergagap. Tapi. Kulihat mulut Epona menyungging sedikit. I'm doing him a big favor. saya cuma — Oh. dilancarkan baris-baris katanya tanpa rem dan kepala itu tetap tak menoleh. Minggu lalu ada empat ranjau meledak di daerah pemukiman. Your choice. Ya. Saya dengar tujuanmu ke Kamboja memang mencari Kell. . Ry memang tipikal orang lab. . Kakiku berhenti di udara sebelum ada teriakan dari Epona. Tahu-tahu Epona bersuara. komentarnya singkat. jawab Kell yakin. dengan mengajaknya ke satu dari sepuluh tempat paling rawan ranjau di negeri ini sembari membawa orang yang sama sekali tidak pengalaman dan sesungguhnya tidak ada istilah tamasya di CMAC. Satu per satu mulai beringsut meninggalkan Neang.1 muddy. tampaknya kini giliranku dan Epona. kuda? Gelas kopi yang akan dihirupnya sejenak kaku di udara. seolah Epona terbeban mendengar kata 'kita'. 170 I Supernova 2. lanjutnya. Tiga dari mereka masih balita. jawabku sekenanya. Saya kentut. Aku pun mantap melanjutkan. menatapku dingin. Saya juga harus mampir di Treng untuk mengecek tim dari camp Snung. Ia mengatakan semuanya sewajar mungkin. Dan akhirnya kepala itu menoleh.

cericit burung malam di kejauhan Tapi? kerisik daun sayup-sayup Tapi . semakin terajut. Gelap merangkum ruangan. kor jangkrik Neither did I. Sungguh. kenapa nggak cepat kamu tuntaskan? decak cicak Itu pertanyaan untuk kita berdua. Tapi. . sunyi Kell . padahal aku tak ingin itu. Epona menyelidik. cuma diam dan menggeleng. dan pada siapa. sunyi Kell . . saya diikat dalam realitas ini selama pekerjaan saya belum tuntas. gumam Epona yang tahu-tahu melintas. Setiap hari ia membujukku untuk mempraktikkan wushu dan kalau bisa memakai Neang sebagai kelinci percobaan. bebunyian malam menyelangnyeling kata-kata kami berdua. Bukannya berkelahi itu tidak enak. terlonjak kaget. I didn 't expect you to find me. bagaimana pun cara serta alasannya harus keluar sewaktu-waktu. Tatapannya Kamu selalu nanya gitu. tapi aku selalu menolak. Mengapa manusia harus terlahir dengan deposit amarah? Seperti sperma yang tahu-tahu ada. sunyi lama sekali Good night. aku tidur di kamar Kell. 3unyi Saya bukannya nggak bisa mati. Ternyata diriku pun menyimpan bara. Mukaku memerah. Bodhi . Sorry—eh. . yang jelas akibat salah satu mimpiku yang ada Star-nya. 172 I Supernova 2. Menang pula. Aku. Besok aku jadi ikut Kell dan Epona ke Battambang. aku ingat betul kapan terakhir kali aku marah. satu minggu di camp berlalu. . apa rasanya — kodok berbunyi Tanpa terasa.i K A R I 173 . Semakin larut. ada yang bisa saya bantu? Buruburu aku berdiri. Kell masih belum percaya aku babak belur gara-gara berkelahi. Pulang. Aku di tikar. . Aku marah setiap hari. ia di dipan. Bodhi. . Lega rasanya. . Aku marah pada Buddha. Tapi kenapa aku malah dibuang? Kamu kebanyakan ngelamun. Ada sesuatu yang lepas dari tubuhmu ketika adrenalin terpompa dan murkamu terlampiaskan.1 . Namun itu juga membuatku sedih. I'm scared. Aku marah karena begitu mencintai-Nya dan tak ada yang paling kuinginkan selain pulang. Bodhi. Luka-lukaku sudah pulih total. Aku tak ingat kapan terakhir kali spermaku keluar. . sunyi Terus. . . yang sedang duduk-duduk di atas gelondongan kayu dekat parkiran mobil. . . Is that your favorite mode of questioning or what? kodok berbunyi lagi — jadi manusia yang tidak mati-mati .Malamnya.

itu tidak selamanya urusan luck. . Detik berikutnya. kapak. . matanya langsung berkilat sadis. orang-orang yang mati atau buntung gara-gara ranjau di negeri ini punya kesempatan untuk memilih? Saya saksi hidup bagaimana manusia bisa menghancurkan sesamanya dengan kegilaan yang melewati akal. gergaji kayu. Saya? ulangku.1 AKAR \ 175 . J—/ don'f know. Ketika sinar matahari masih menyapa sopan dan belum habis menguapkan titik-titik embun di helai-helai lebar daun pisang. Suatu saat. ingin sekali aku mengejar. . komentarku spontan. perasaan itu lenyap. membelai lembut kucir kudanya. dan berkata: Jangan takut. bisa jadi juga pilihan. Kehadiran saya mungkin merepotkan kalian. Tapi tidak bagi Epona. Ternyata bawaan seorang deminer nggak jauh beda dengan tukang kebun. sekop. . . setelah kamu hampir meledak karena ranjau sandung. Bercanda. Hidup ini sesungguhnya indah. Tergopoh-gopoh kubanting semuanya ke dalam bak: tongkattongkat besi panjang. jawabku akhirnya. What luck. Alat-alat ini luar biasa beratnya. tapi — I envy you. . Detik itu. saya ingin melihat dunia dari mata kamu. perempuan perkasa itu mengangkuti barang ke dalam pickup dengan ekspresi tertarik kencangnya. Mukaku pasti sudah ungu karena kulihat Epona melirik senang. aku menyela cepat. Hidup hanya untuk hidup itu sendiri. I just live . merengkuhnya. Epona. oke? Buru-buru aku memohon maklum. Ini semua P3Kkita! Saya cuma bercanda. . . gunting rumput. potongnya. Jangan menyerah. . Mungkin saya jadi bisa lebih banyak melamun seperti kamu . Aku terdiam. gunting pohon. jujur. Sekadar siasat memperpanjang waktu jawab karena itu pertanyaan sulit. Dan saya membereskan sampah-sampahnya setiap hari! That's what I do for a living.What do you do for a living? tanyanya tiba-tiba. . I wish I had the same privilege. Sebentar lagi kamu akan sadar kalau tidak ada sama sekali 174 I Supernova 2. Untuk kedua kalinya ia mengatakan hal yang sama padaku. Epona menunjuk tumpukan perkakas beralaskan ponco yang diparkirnya dekat balai. Seketika ototku serasa dibetot monster dari perut bumi. dan aneka gunting tanaman lainnya . saya minta maaf kalau tidak terlalu banyak membantu di camp ini. Dan aku merenung apakah gerangan yang membuat Kell begitu menggila-gilai ratu perang ini. kamu masih bisabisanya menganggap remeh alat-alat ini. Luar biasa. Saya pikir . Kuselimutkan ponco di atasnya dan langsung kuangkat sekaligus ke udara. cangkul. Menangkap kesungguhan di air mukanya. aku berkomentar. Ia mengangkut empat detektor sekaligus di bahu seperti membawa mainan plastik. Kamu pikir. Epona mengucap pelan lalu berbalik pergi. Epona tertawa sinis. . Sigap aku menurut. ketika udara yang bergerak masih menyisakan sejuk malam di atas kulit. timpalnya pendek. Tolong bawakan itu.

jalan menuju surga. Perjalanan ini kian sempurna ketika kami berhadapan dengan jalan yang sesungguhnya. . dengan caranya masingmasing. Dan sesaat sebelum kami semua menaiki mobil muncul orang keempat. Lengkap dengan ransel dan kaca mata hitam yang sudah bertengger mentereng di hidung. lebar. Namun tanpa diminta Epona menjelaskan. Aku terdiam menatapnya. Kamu lihat lempengan merah-merah itu? Kell menunjuk kotak-kotak merah bergambarkan tengkorak yang tersebar acak bersama lempengan seng dan beberapa batu sebagai pemberat. sepeda. Kuraih kantong yang dimaksudnya. berseliweran membuat konfigurasi tari kesurupan. skuter tua. Dengan mantap ia melangkah masuk ke jok depan. Epona tertawa kecil yang apabila dianalogikan dengan kekudaannya. Tak lama kemudian Kell bergabung. . Lihat gubuk itu. sibuk menyibaki ilalang-ilalang tinggi. Aku tahu ia serius. Semua. Segalanya hilang. Aku berdecak. . ya? katanya sambil membuang pandangan ke jendela. Dan ketika perjalanan ini kian jenuh. Kuputuskan untuk diam. berusaha menghindari lubang. atap—barangkali dicuri dari CMAC. . Lucu. Kukira. motor. barangkali ini adalah dengusan dengan kepala terdongak. kamu kok ikut? Kell yang paling dulu protes. sebuah tas panjang berbahan vinyl. dan kini plang peringatan ranjau yang berubah fungsi jadi atap rumah. Epona melambatkan mobil. sementara di jok belakang aku dan Kell tertekuk-tekuk bersama tumpukan tas. Highway to hell. Lubang-lubang sebesar wajan dodol. saya akan merakitkan BFO mini untuk mainan pertama anakku. Kaki Neang yang pendek tampak bergelantungan leluasa. Ada satu yang berleha di atas buaian gantung yang A K A R I 177 . Kalau ibu-ibu lain merajutkan baju untuk bayinya. ucapnya ringan. Surga. bangkai tank yang membusuk dimakan oksigen.unsur canda dalam pekerjaan ini. roda-roda mereka letih dan siap menyerah. . Kami telah melewati sisi jalan berhiaskan cangkang senjata. It's my personal emergency kit. Nothing . Dari suarasuara yang beradu di dalam. pedati. mulailah highway yang sesungguhnya dimulai. Ry. singgasana tempat ia bersanding dengan sang ratu yang juga merangkap sais di kereta kencana ini. ia menunjuk sebuah bangunan compang-camping yang tercekik di antara pohon-pohon ramping semampai dengan dedaunan lebar. untuk merakit detektor bila dibutuhkan. Gelombang demi gelombang menerpa. terang benderang. Truk. ucapku ragu. Setelah sejenak menikmati jalan tanah yang relatif rata karena masih jalurnya industri perkayuan. fasilitas gemerlap di kanan-kiri.1 asing serta pikiran yang tak siap. begitu kata mereka. Sepertiga dari bahan bangunannya—tiang-tiang semen. . Rute 10. Sekarang tolong bawakan kantong yang itu . Pria Khmer itu nyengir lebar. Menarik. justru seperti yang kami lalui sekarang. ujarnya. tiba-tiba jalanan pun hilang. Lagi mikirin apa? Kell tiba-tiba bertanya. Mereka yang berjalan kaki di pinggir sana. dengan kendaraan termewah hingga si pengemudi pun terbuai melaju dengan kecepatan tinggi dan di puncak kecepatannya tiba-tiba jalan itu terputus. Kell langsung melongokkan kepala dan berbicara dengan petugas bersenjata yang berdiri di depan tenda bersama ketiga temannya. jawabnya tenang. Kupikir jalan menuju neraka harusnya mulus. bisa kuraba apa isinya. Tinggal senyap dan pikiran yang tak ingin lagi bergerak. Rute 10 itu jalur favoritku menghabiskan weekend. Tinggal gelap nan 176 I Supernova 2. desisnya. mobil. Another checkpoint. Kamu bisa merakit detektor sendiri? tanyaku kagum.

Kalau A K A R \ 179 Kami berada di antara Rute 10 yang menghubungkan Battambang dan Pailin. aku tidak bakal paham. Neang tidak mengindahkan. Kell nyengir. Aku tidak tahu apa-apa dan tidak berguna dibawabawa. yang proporsinya hanya dua puluh persen. then our camp was Las Vegas. Dengan singkat ia memperkenalkan kami berdua dan langsung ke pokok persoalan. Merah. bagaimana keadaan tempatmu? Saya dengar DU-2 menggali sangat cepat sebulan terakhir ini. aku baru sadar bahwa sindiran Epona malam itu ternyata layak kuterima. saya pikir kamu sudah pulang ke Paris. Still alive? Ekspresi Michael Simone berganti drastis. Ini . Di sebuah garis menyiku bertumpuklah petak-petak berwarna merah dan kuning. Sebelum dijawab terdengar suara lantang memanggil. apabila dirinci pun. Lumayan. Sementara Kell dengan kemampuan bahasa Khmer. yang berarti rawan ranjau. Tergambar bentangan Rute 1 0 . Michael! Ia balas memanggil. lanjut Michael lagi. Kuning. Neang Ry. Ia membuka gulungan peta berlapis plastik.dipasang di batang pohon nangka. Ini checkpoint ketiga yang kami lewati. berbekal senyum iklan odol yang agaknya ditujukan untuk satu orang saja. Epona pun merapatkan mobil ke pinggir jalan. dan langsung melesat keluar. bukan Battambang. berhenti. kami berusaha seefektif mungkin. We need a new aerial photo. memakan delapan puluh persen sisa. Sapaan dari Neang pun menyusul. Tanaman di sisi semakin rapat. Sebab. So. begitu juga Neangyang— terlepas dari apapun misi tambahannya—pasti berguna. adalah teritori mungil berlambangkan panji tengkorak dan bersemboyan: DANGER. Kalau ini Battambang. Where's your site manager? tanya Epona pada seorang pekerja berseragam biru yang sedang menancap-nancapkan pasak. Daerah yang kami pikir bersih. Tapi ada masalah dengan peta yang terakhir kamu berikan. balasnya dingin sembari melirik enggan. yang apabila dideskripsikan secara singkat. kan? tanyaku pada satusatunya orang yang tersisa. Mereka sedang mengalami 'kesulitan teknis'. kepalanya dirubung lalat. Karena itulah Epona mampir kemari. Dan aku— 178 I Supernova 2. Mobil CMAC tidak pernah mendapat kesulitan. Tim kecil ini hanya sebagian dari tim yang tersebar di area Treng. tapi ia terlalu santai untuk peduli. Banyak daerah ompong yang dikhawatirkan cukup parah. Jalan di hadapan kami menyepi. Ry. Neang yang tidak bisa bahasa Khmer hanya menyetor wajah lokalnya dan melambai tangan sekilas. Wajah yang cocok disandingkan dengan papan surfing. mematikan mesin. Rambut ikalnya berkibar-kibar. Hi.1 . kecil-kecil tapi tersebar acak— persis seperti di Kbal Tanup. . O'Leary! Pria bule bercelana pendek khaki dan kulit merah jambu berjalan ke arah kami. Tak lama. berarti bebas ranjau. . Simone. demikian informasi ringkas yang diberikan untukku. Kadang-kadang beberapa petugas malah ikut nebeng di bak belakang untuk pergi ke pos berikut. terlihat tali plastik terentang membatasi pohonpohon bambu. sahut Michael pendek. ternyata tidak sebersih di atas kertas. Neang mengikuti. Epona berseri-seri.

yang kepingin ketawa. What's your strategy. Sohksabaay? Kh'nyohm ch'muah Kell. Setengah hari hanya habis untuk membersihkan semak. Michael menghela napas. peralatan mereka rusak total. Pipi Epona bersemu merah. pemetaan ulang ini harus dilakukan dari darat dan kita terpaksa mundur jauh dari target. dan karena pemecahan unit ini kami jadi kurang kendaraan. . Maaf. kata Kell ikut-ikutan. Epona. Mobil kami pun merapat. sapanya seraya bersalaman. dua manusia itu dipaksa kompak. mendadak tercipta suasana kaku yang tidak mencair sampai lima menit. Betapa butanya mereka kalau tidak melihat apa yang kulihat. ia menyapa hangat. Neang tidak tinggal diam. menyergah. melambai-lambaikan tangan. Saya tinggal di camp para penjinak ranjau. Tadi saya sudah diberi kabar oleh Mr. pilih di dekat pohon kering itu. saya terpaksa memecah-mecah unitku. . Seorang pria lokal bertubuh tinggi berjalan menghampiri. Now. then? tanya Epona. Neang menggeleng sopan. Aku. Tangan Khieu Tang spontan bergerak. Matanya berlabuh terakhir kali di Epona dan perempuan itu memberikan Michael tawa termanis. Tang. Akhirnya. but I need to take a piss. Menampakkan lesung pipit yang selama ini tak pernah kutahu ada di wajahnya. bisa. AKAR I 181 . Bisa nggak kamu — Bisa. keluhnya. you're the best. Tenang. Ada sekerlip cahaya di bola mata biru itu. It's an honor to have you here. Kell nyengir seraya berjalan pergi. Pasti bisa. Epona menyambar yakin. The men go where the mines are. . / know how to take a safe piss . I'm in charge here. Cepat aku melirik Kell dan Neang. . Khicu Tang cepat menimpal. di sana cukup aman. Michael tersenyum hangat padanya. yang dimabuk cinta. Ada yang bisa kami bantu? ia langsung bertanya. Kalian akan ke Battambang. ia memperkenalkan dirinya. I'll see what I can do about the aerial photo. Dan maaf sekali. Kell dan Neang. Fokus kami baru bergeser ketika sekitar lima kilometer di depan beberapa orang berseragam biru mulai terlihat lagi di pinggir jalan. Eh— saya harap Anda berhati-hati. Miss O'Leary? Ia menyambut Epona. Kalau bisa. . My name is Khieu Tang. Ya. Johm riab sua. Johm riab sua. tapi sekarang kami harus segera berangkat. kan? tanya Michael lagi. Lima kilometer dari sini ada unitku yang sedang bermasalah. Michael mengantar dan menunggui sampai mobil kami melaju. sibuk mengingkari fakta. Saya tidak mungkin menyuruh orang-orangku pulang berjalan kaki dengan perlengkapan sebanyak itu. Ia pun segera bangkit. Kell tergelak menanggapinya. Thanks. I don't speak Khmer. Grup tiga puluh orang terpaksa jadi lima belas. Neang Ry. Oke. Kell menjabat tangannya. tandas Neang. Ia mengangguk ramah kepada kami berdua. . Saya tidak bisa pergi.tidak. Sorry. Dalam 180 I Supernova 2. Lok Neang! Khieu Tang agak terkejut. Simone. ia memperingatkan Kell. Tapi mereka berdua memilih pura-pura buta.1 mobil. Epona mengangguk. Simone lewat radio. untuk pertama kali dalam sejarah. kami harus berangkat. Seperti tidak menyangka petinggi macam Lok Neang ini mau turun untuk membantu tim kecilnya. Khieu Tang termangu. Nanti saya bawa alat-alat mereka sekalian. Tolong perhatikan betul batas-batas tali.

Khieu Tang menambahkan. ucapnya. Muka itu asam. . membantu merapikan tumpukan barang. . Matahari sudah hampir tegak lurus di atas ubun-ubun. Neang ikut melihat-lihat. jangan-jangan faktornya adalah manusiamanusia yang tidak memenuhi persyaratan minimum V . ajak Neang tidak sabar. dengan cekatan menjungkirbalikkan dan membongkar-bongkar alat-alat itu satu demi satu. Tidak perlu ditambah-tambahi faktor firasat segala. Ry .5 0 . Khieu Tang. Nggak bisa selamanya kamu benar. Anda harus berputar cukup jauh dan membuang waktu lebih banyak lagi.Khieu Tang melepas kepergian Kell dengan muka tidak rela. . ada sesuatu yang rasanya tidak bisa kami kendalikan . Aku menerjang keluar dari bak mobil. Strange. Thank you so much. Tentu. Thermal imaging memang cuma optimum di kondisi ideal tertentu saja. Firasat saya jelek tentang tempat ini. How on earth did you get your job in the first place anyway? Neang menukas tajam. tolak Khieu Tang halus. Khieu Tang berkata hati-hati. Epona. Apa pun untuk melihat Michael lagi. Epona langsung memberi ide. Epona bergumam. Lok Neang. Apa pendapat kamu. Saya tidak tahu pasti. . Boleh saya lihat? Epona bertanya. Epona berjongkok. . Tidak usah repot-repot. pertanda perut kecilnya minta diisi. Akhirnya. Aku langsung melompat ke bak. lok Neang. saya merasa ada yang salah dengan foto udara yang dikirim dari pusat — Ya-ya-ya. Kami jalan kaki saja. kita angkut saja ini semua ke Battambang. Dan dadaku nyeri tertusuk. dengan sigap semua alatalat langsung diangkat ke mobil. . Could it be the search oscillator? Yang ditanya mengangkat bahu. There are other determinants! sela Neang. Ry? tanyanya. Petugas lain 182 I Supernova 2. usul Neang pada Khieu Tang. Termasuk aku. ujar Epona. saya sudah dengar dari Simone. timpal Khieu Tang cepat. Khieu Tang mengangguk. ikut mobil kami saja. membalikkan punggung mereka dan berlari. silakan. tanpa buang waktu. Telapak tangannya yang kasar membekam telapakku rapat.1 A K A R \ 183 . Mendadak. potong Neang. Lebih baik kalian kembali bergabung dengan Simone. Michael bilang peralatan kalian rusak total. Khieu Tang menyalami kami lagi satu-satu. Ia lalu membawa kami ke dalam situs. Padahal sudah kami cek sebelum berangkat ke sini. toh nggak jauh-jauh amat. But. Lima detektor Schiebel kami serempak tidak berfungsi. Kalau gitu. Neang. Tidak tahu mana yang duluan. Ya. Bisa jadi garagara temperatur di permukaan tanah yang tidak stabil akibat perubahan cuaca mendadak. Bumi tersedak ranjau. Kepala Neang mengangguk cepat tanda setuju. Yang jelas terdengar suara debuman dalam. kedua tangan kami bergetar. benar-benar aneh! Tidak pernah terjadi sebelumnya. they all look fine. Setengah mengeluh. Sudahlah. tidak ada lagi kan yang bisa dilakukan di sini. satu-satunya kesempatanku berkontribusi.

Kugumamkan namanya sebagai aba-aba bagi kakiku yang kurang cepat. Tersadarlah aku. Oh. . Aku melirik Epona. I'll try my best. tidak bisa aku mencapainya. Bodhi! Tidak satupun dari kita bisa ke sana sampai ada detektor yang berfungsi! This is a Standard Operating Procedure! Neang mengecam keras. . so—how? How? Aku tergagap-gagap. hangus. Dalam keadaan normal. . dengan kegigihan dan tekad padat yang mengerutkan otot dahinya. Saya butuh kapasitornya untuk merakit BFO! Aku ganti mencengkeram lengan Epona. Dua jam?! Dia pasti sudah mati kehabisan darah! The man lost his two legs! Those are big. Begitu kamu selesai dengan radio itu. Kell. yang dahak-dahak cokelatnya berantak melumuri jasad. Kita tidak bisa ambil risiko lagi. . kuping ini bengap sehingga tak kudengar teriakanku sendiri. . dan menyuruhnya ngompol di celana . . Tang! panggil Epona. ujar Neang mantap. Bodhi . Dia akan selamat. Tak ada yang diberi izin menyentuhkan tangan atas apa yang sedang terjadi. malah kutemukan di antara rerumputan. Tapi kali ini saya usahakan secepat-cepatnya. all detectors are broken. dikulum lama. Aku berusaha mengalahkan diriku sendiri agar terbebas dari kendala tubuh tak atletis ini. . but . . Udara seperti mampat. mencengkeram kedua bahuku erat. . Tolong tunggu. dia. ia membawa orang-orang membongkari muatan dari mobil. . Namun kami semua bagaikan penari amatiran hilang ketukan. Gerakan tubuh kami. . kakimu . Dia akan kami tolong. dan suara kami yang seperti direnggut udara. . But . tapi . KEEEEE-LLLL!!! Aku berteriak selantang mungkin. aku bermimpi seandainya bisa mencegah. kamu tenang saja. big. . berjalan mundur. Ini yang saya coba beri tahu tadi. KELL! KELL! Kucambuk kedua tungkaiku yang kurang panjang. refleks kami. mengirimkan ketidakyakinan hatinya. menarik sebelah lenganku. kenapa. ternyata tangan kekar Khieu Tang menahan pinggangku. tolong bongkar kotaknya. Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk merakit detektor? Epona menatap mataku. terkapar di atas tanah yang baru muntah. Alam seolah berkomplot melambatkan tempo dengan sengaja.membayangi kami seperti penari latar. tapi sabotase ini belum selesai. . Simone lewat radio! Mereka akan ke sini a-s-a-p! seru Khieu Tang sebelum melepaskan tubuhku dan berlari ke unit radio yang diparkirnya di depan. Kell. Neang Ry akan mengerahkan A K A R \ 185 . bertanya sungguh-sungguh. Dari belakang. Epona yang tak kalah kuat. open wounds! semburku panik. Tunggu aku.1 Aku tidak mengerti. Kell bahkan tidak melanggar batas yang sudah kami pasang. Kenapa mereka? BODHI! STOP! Suara Epona menghantam tepat di gendang telinga. berarti daerah ini sangat. I dunno. Aku menunduk mencari tahu. ternyata semua orang berteriak serupa. beroles saus merah. Angin yang tak kelihatan memadat menghalang-halangi. Dengarkan saya. sangat berbahaya. Tak ada apa-apa yang berarti di rentang dua puluh meter jarak kami. Badanku pun tetap berontak. lalu dimuntahkan menjadi gelombang berkekuatan seperempat dari semula. . Mengempas lepas sumbat yang sedari tadi menghalangi suara-suara. Kenapa? Kenapa aku tidak bisa menolong? Tidakkah mereka lihat? Kell sedang di-grill! Saus merahnya tumpah meleber . Lihat. 184 I Supernova 2. dua jam. Kell. You can't go there! Neang lompat menghadangku dari depan. Mr. Saya akan kontak Mr. Tapi. Ia pun menggeleng. Kali ini. Khieu Tang ikut bicara. dan—hilang. . Dan pada detik-detik kurus antara ayunan kaki yang berlari panik serta sia-sia.

langsung kuambil tempat di sebelah Epona yang sedang memreteli radio untuk BFO-nya. Aku berhenti sebentar untuk mengecek reservoirnya. Kau membawanya dalam ranselmu. Tunggu aku. Kini aku harus mendengarkan Bumi. . . Tiba-tiba kulihat tangan kirinya bergerak. Saya tidak yakin kalau . . because he can't die . . atau mendorongku pergi? Lima langkah pertama murni judi. . DC power unit 1 ampere. Ikut saya. Nyanyian batu. Desik daun. Desas-desus tanah. Aku hanya mencari batas aman agar tidak lagi disergap siapa pun. . . . Masih ada sedikit tinta hitam menggenang di dasar.1 It'll work. . Here. Satu tetes. . kan? Khieu Tang menatapku heran. aku dapat mendengarmu. Dan aku bukan malaikat. . . Diikuti kepalanya. Lebih jernih dari apa pun. Mr. Ssst-ssst. Lama tidak berjumpa. not yet . Ada? Keduanya tidak langsung menjawab. . . Mereka bicara pada tubuhku yang lebih tahu dan lebih bijak dari isi benak. Dia sadar! Dia sadar! teriakku pada yang lain. . membodohi. Dia sedang melihatku. tapi tanpa banyak tanya ia memberikannya. memaki. AKAR \ 187 . Atau baterai 12 volt. . Apa kabar. Kell pasti sedang melihat malaikat maut. mencari iman yang mungkin masih menggenang entah di mana . cukup setetes. Untuk apa? Epona malah bertanya curiga. Aku kontan berteriak. Hanya dua puluh meter jarakmu. mendesak. . Ini peralatan cadangan kalau saya harus charge baterai detektor di lapangan. cukup dua biji. Aku mengambil jarum suntik. Pengalaman pertama membentak seumur hidup. Kupejamkan mata beberapa saat. Khieu Tang menggumam. Tidak mungkin. teman. menyapanya akrab. tertimpa insiden ranjau di tengah-tengah para penjinak ahli. . . Jumput rumput. Kell barangkali tidak akan lebih beruntung dari ini. apa ini cukup? tanyanya. jadi barang ini sangat jarang dipakai. Kami seperti dua anak pramuka yang sedang adu tangkas. My God . Aku bahkan tak sempat terengah. Kamu punya kotak P3K. Dari tas karungnya ia mengeluarkan sebuah kotak. NGGAK?! aku membentak. desisku lega. mengingatkan soal prosedur operasi standar padahal jelas-jelas aku bukan salah satu dari mereka jadi manalah aci . tapi biasanya semua sudah kami isi penuh dari camp. Hanya satu properti Kell yang kusisakan di dalam tas itu: Revolution. tempat ia meletakkan radio dan semua barang. lalu berlari lagi. . he's smiling.seluruh ilmunya demi menghidupkan detektor-detektor yang tadi cuma dilirik ogah-ogahan. Do you have a power unit? tanyaku pada mereka. kataku yakin. Tidak. Lalu kupejamkan mata. Aku adalah—He's not dying. He's dying . Kell. Sempurna. Memintaku kembali. . . tapi aku harus menunggu satu jam sampai tak terhingga untuk mengeluarkanmu dari situ. Kutumpahkan semua isi ransel Kell dan kucemplungkan apa yang kudapat dari Khieu Tang. tak ada ruang untuk kalian. tunggu aku . ADA. Tapi aku tidak punya satu-dua jam seperti Epona. Kusambar ransel Kell di dalam mobil. Akankah kau mendekapku balik. Epona berbisik. Teriakan-teriakan nyalang bertubi menghunjam punggungku. 186 I Supernova 2. Aku hanya punya saat ini. Khieu Tang menggiringku ke depan. maka aku siap berlari mendekap maut. Namun dadaku terus menyesak. desisku.

Kalau saya lakukan itu sekarang. Coba kalau kita 188 I Supernova 2. atau malaikat maut di balik bahuku. goblok! Manusia sinting! Idiot! rutukku putus asa. kaki-kaki sial ini nggak perlu sampai diledakkan. kamu akan saya bawa keluar dari sini .1 melakukannya dari dulu. . ketika otot-ototku melemas tanpa kutahu alasannya. sensasi yang dulu cuma dikuasai kulit. sekali lagi aku membisik dengan kekuatan penuh. makinya. . Gua yang tak berongga. . Bodhi. . . Saya tidak tahu. Kell tersedia di depanku. we know that. . Padat oleh cabikan daging bercampur serpih-serpih logam hitam. dan darah. . mengangkat kepalanya untuk direbahkan di pangkuanku. dengan keadaanmu seperti ini. kamu kira saya masih mau hidup dengan kondisi seperti ini? Bongkar tasku. AKAR I 189 . kakiku akan berjingkat ke kiri atau ke kanan. . geramnya. Tangan kirinya mengampai di udara. Tidak. Hang in there. tapi kucium bau luka. Lutut kanan Kell membengang terbuka.Ternyata Bumi mengirimkan sapuan halus yang membelai di dalam. Kamu tidak membunuhku. saya tidak tahan . Sepanjang yang kuingat. saya akan menggusurmu keluar dari sini. . pintanya menggeram. . Lompat! Dan ketika mataku membuka. Tangan kiri Kell yang masih menggantung kutarik dan kugenggamkan di perutnya. . I swear. Kanan sedikit. . Kamu sudah tahu! Licik! Semua ini sudah kamu rencanakan! Mata hijaunya nanap mencari mataku. ia berbisik. Ini salah saya. Lewati perdu itu. . sakit sekali. Bodhi . terserah ke mana Bumi memanggil. menguap berbareng wangi mesiu gosong yang membikinku haus. katanya. Kiri lagi. I said 'I wanted' to live—it's past tense. dan ketika napasku memendek dengan sendirinya. Dasar . Kamu akan hidup! tegasku. tebal panjang. saya akan menjadi orang yang membunuhmu. . . Epona betul. Badanku bergetar. tegas tanpa perlu gelengan. one of the two coils is broken. Cuma di tangan kerempengmu. Dari dasar abdomen. Lurus. Lompat! Kiri. saya rela mati . Kelopak matanya mengerdip lambat dan layu. . . I'm sorry. aku tak hanya melihat. Kini kami berdua sama-sama menggigil. Is that what you want? Kell terkekeh. . lalu mencari-cariku lagi sejauh ini . desisku. NOOO. Kini. Memampangkan tulang putih yang akhirnya merasakan nikmat udara bebas. Kepala Kell menggeleng. aku balas berbisik. Saya tidak akan melakukannya sekarang. Aroma segar yang berada di ujung batas sebelum berubah anyir. I don't wanna do this . Kemari. Saya bawa di tas karena mau mereparasinya ke Battambang. I just wanted to live. daging. Segera aku berlutut. oke? Saya akan memastikan kamu benar-benar sembuh dulu. gemetar melihat kedatanganku. Saya membuat kamu pergi dari Bangkok. kataku terbata. tangan tremorku berusaha menarik buka resleting ransel. It hurts. . Tapi ia tersenyum. mensyukuri belaian angin dengan rasa sakit. Masih lurus. lakukan itu sekarang. Luka-luka itu tampak panas berbahang tapi tubuh yang kupeluk ini menggigil dingin. lagi-lagi aku tidak tahan. Cepat. God. Embusan angin labial berbunyi 'O'. Kell menolak tawaranku sekuat tenaganya. You stupid mutherfucker. Kanan banyak. Paha kirinya terputus tepat di tengah. Dengar. Namun tulang. Fuck you . Namun ketika mesin itu terasa oleh jari. . tak sering kulihat darah atau luka. Merah mengalir memandikan rumput. Kutahu ini harus. Kamu melahirkanku lagi. Bodhi. ia tersenyum. Bukan merintih. kamu tidak mungkin mati. Hanya peluh dan darahnya menangisi lengan-lenganku.

Kell. anasir yang memisahkan 190 I Supernova 2. Kalau kamu berhasil dituntun lolos dari ranjau-ranjau keparat itu. Cuma ada satu tempat tersisa di tubuhnya. orang sekarat ini masih bisa tergelak dan berkata renyah: It's just magnet. kemudian mengangkat tuas kecil pembuka aliran listrik. Don'f let it get to you. bibirnya menyunggingkan senyum terdamai.1 kami berdua. Aku marah pada-Mu. sangat cepat. salah satu koilnya rusak. Mesinmu ini nggak mau jalan. bila kuletakkan telapak ini ke atas tanah. mendesing seperti sayap nyamuk. Seolah satu tak cukup. ulangnya lagi. dan kusentuh koil kanan yang lemah. Kell tahu benar artinya. Aliran listrik seketika mengentakkan jarum naik turun. tidak dendam. Aku kecewa. Koil itu kembali bertenaga. Kau buat jarak seolah kami ini dua individu berbeda. jadilah aku jembatan tempat magnet Bumi meniti ke koil tua ini dan pertautan keduanya akan mendorong batang armatur. bukan? Kau hanya menghadapkan diriku dengan diriku. Bola matanya seperti terkopyok di dalam sana. Kuputuskan untuk meledakkan semua di dalam dan menelan gemuruhnya bulatbulat. aku berdoa. Kell bergumam seiring peluh yang terus membanjir. Kutatap wajah Kell yang—entah kenapa—tampak akrab melebihi wajar. Namun Kau tak terpengaruh rupanya. lama aku tak ingin bicara. Sedikit ragu. katanya. Lalu kuvisualisasikan sebuah gerbang di ujung jari telunjuk. dia yang . All you have to do is ask. Dari sana kudapatkan energi untuk melawan rasa gentar gemetar. tak juga cerah ceria. Kuurai kabel yang bergulung. tepat di bawah relung kecil tempat kedua tulang belikatnya bertemu. Dan kepada sang Air. Apa maksudmu? Kamu tidak tahu apa yang harus kamu tato atau kamu terlalu cengeng untuk pekerjaan ini? tanyanya sengit. do you think I'm having a good time now?! Ia berteriak di sela-sela percampuran seram antara ngorok dan sengal napas putus-putus. . . Jemariku berguncang halus merasakan alirannya. tuas di power unit kubuka. masa iya kamu nggak bisa pinjam gelombang magnet barang sepuluh menit. hingga dengan cukup tenang aku mampu mematahkan jarum suntik menjadi dua lalu memasangkannya ke dalam tube jarum sebesar sungut semut. Aku berhenti. Apa jadinya kalau mereka mendengar percakapan tak lazim ini. Lebih-lebih. Tidak ada siapa-siapa yang perlu kumintai tolong. Kau cuma diam dan ada. sebentar putih sebentar hijau. Anjing! Dia itu bayanganku! Siapa yang ada di seberang situ ketika aku berkaca jika Kau ambil dia? Get a grip. Mumpung mereka yang di seberang sana baru bisa teriak-teriak kalap tapi belum bergerak kemari. membukanya. menorehkan luka tambahan di atas kulit dia yang akan menyudahi perjalanannya. Sudah kubilang. Membuatku seakan-akan Narsisus yang berkaca di air jernih. Tidak ngambek. Jadi. antara orang sekarat dan tukang tatonya. Magnetnya soak? Mungkin. Telapak kiriku perlahan menjejak ke tanah. membuat jarum ini kembali berlari di tempat. I can't. Bodhi. menancapkan jack-nya ke dalam lubang. Senyuman bayi di kala pertama ia temukan humor di alam fana. Gelembung-gelembung masif berisi rupa-rupa emosi menghambur ke seluruh rongga tubuhku. Simbol-simbol hitam A K A R I 191 . Ternyata berhasil. karenanya.Fuck YOU! If I've planned this. Kuasai emosi. Apa yang harus saya lakukan? Aku bertanya tegang. merentang sebisanya ke arah belakang. Aku membuka kancing atas kemejanya. Bodhi. karena di titik itulah aku bisa merasakan getaran magnet terkuat. It's all yours. It's all yours. Siap terbang. Kau pisahkan kami.

demi Buddha. Please. its yours now. tell me. Pergolakan. The only song I know. kecut. . Saya kedinginan. Aku sungguh tak mengerti kenapa tangankulah yang menorehkan paraf terakhir untuk menutup kontrak kerjamu? Dan orang tak paham harus disadarkan. bisikku di kuping Kell. . Pasti tato ini bakalan jelek banget. dan aku tidak rela. . Tapi karena aku luar biasa sakit. diacu-acukannya ke tanah dengan wajah tegang. gemuruh yang tadi kutelan dan kutelan. menusuk mataku . Kell berbisik. huh? tanyanya jenaka beroles selapis getir. sementara Khieu Tang dan tiga petugas menggotongi peralatan kebun mereka. Tidak pernah ada yang bilang kematian bisa sebegini sakit. Memaksaku menyesuaikan gerak jarum dengan gerak tubuhnya. Berarti nggak ada gunanya saya mengangkat kamu jadi murid berbulan-bulan. siap mengeroyokku ramai-ramai. betapa jauh sudah engkau berjalan. What is the 618"' tattoo. desisku. Epona naksir Michael. gerbang maut dalam dirinyalah yang membikinmu tertarik. bingung. antara marah. Dingin sekali. Maka diturunkanlah mimpi buruk ini: merajahimu dengung. Please. . tato yang paling dinanti sekaligus paling dihindari. tell me now. agar kita sama-sama terbangun. Matakulah yang leleh. yang kini bertutup keringat dan bercak darah. Dari semuakisahA K A R I 193 192 j Supernova 2. Sedari tadi dibekukan paksa tapi sudah tak bisa lagi. yang ternyata sedang setengah rit perjalanan ke alam kematian . Aku takut sekali bicara. . Jangan goyang-goyang. bukan karena Epona itu gagah perkasa mirip kuda kavaleri. Jaga koperku. stop it. bisiknya. Di ujung kiri. dari kecil saya bercita-cita jadi kayu bakar. Aku tetap diam. what is it? Dan kamu masih bertanya juga. Jangan-jangan. Kell tertawa. Dan aku meratap dalam hati. what is the tattoo? Bibirku gemetar. Kell menekan lenganku. Bodhi. Tapi ternyata tidak . . kenapa dulu kau ikuti dia. desisku. ringkih nyaris tak tercerna—it's a song. .mengkilap di sekitarnya. Satu gerakan salah akan merubuhkan diriku yang sudah ingin runtuh. Bodhi. Neang tampaknya telah berhasil memperbaiki satu detektor. Aku melirik ke seberang sana.1 . Wajah Kell pun berpendar. dan macam-macam lagi perasaan tak sedap yang bila digabung belum ada namanya. melantunimu lagu terakhir . . Bukan lagi karena gusar. Bodhi. . sampai-sampai pakai acara kaki diledakkan segala biar saya diem! Ha-ha-ha! Kell seperti sengaja terus-terusan tertawa. Aku benar-benar tak suka ucapannya. Jangan bergerak. . Dan tolong kremasi saya nanti ya. Dewi Kudamu. Yang sudah membikin saya pontang-panting ke sana kemari. So. . Promise m e . ujung-ujungnya saya ditato pakai jarum darurat dan tinta secuil. Sing for me. . Eh. . kau pun akan pergi diisapnya . Kamu sudah mau selesai. ya? Kugigit bibir kuat-kuat sampai terkecap rasa asin darah. Berkali-kali kulihat maut di matamu. Air mataku merdeka kini. . Tidak pernah karena dingin. Ia tergelak: Bitch. Kamu cuma akan merobek kulitku saja. Ia tertawa lagi. Seolah waktu tak mampu mengikatmu. It's a—suaraku kehilangan tempat berpijak. dan terbelam. karena itu aku lari. Epona menatapku dengan ekspresi tak terdefinisikan. Badannya berguncang. Pita suaraku kaku.

Terakhir. Aku telah menyeberangkan Neang ke seberang ekstrem lain. dealing with foo-ools . Ia memboyongku ke markas besarnya di Phnom Penh untuk diwawancara. Karena cuma itu yang kutahu. Kell menyambung. Kejadian itu membuktikan AKAR I 195 Om. . Kemerduan yang belum saatnya kuleburi. malah kabur. looking at you-uu . ia membujukku untuk terbang bersamanya ke Orlando. misteri itu terkuak. Sahabatku digondol kemerduan kekal yang hadir tanpa lantun.1 . tanggung jawab. Mesin di tanganku berhenti berderap. dahak. Ayo. Akhirnya. . calon sengguk. mencuri sahabatku dalam selendang niskala yang ujungnya tak bisa ditarik balik. Kok. . tak juga oleh Neang Ry si ahli ranjau. Tak ada yang menyambung. Suara yang tetap merdu. Tapi tak mengapa karena lagu itu sudah menginfeksiku habis tanpa sisa. Monyong. Please. Di rentang dua puluh meter antara Kell dan aku. Kesunyian rupanya sudah mengendap-endap naik. Kau tak pernah bilang mata bisa menangiskan pisau. ternyata masih banyak yang belum kutahu. Pipiku dikoyak air asin yang membikin tampangmu kabur. Jangan lari. tempat telapak kiriku menjejak. . . Senyaplah yang berhasil mentransendensi waktu— menembus masa empat tahun—dan hadir pada sore ini. . menjadikannya obsesif terhadap metode yang dulu cuma taik cicak buatnya. Not terakhir tadi bergantung sepi. 194 I Supernova 2. . I am the maker of rules .kisah menakjubkan yang kau dongengkan untukku. dia sudah. Misteri diputarnya satu lagu the Alan Parsons Project berulang-ulang—kadang tiga kali nonstop—di radio kami yang sekarang sudah hangus. . Kejadian itu barangkali selamanya menjadi misteri yang tak terpecahkan. . . Michael menurunkan tiga unitnya sekaligus dan detektor mereka tak berhenti berdenging. Dan ditemukan belasan ranjau PMN-2 jenis antipersonnel yang sanggup membunuh apa pun dalam rengkuhan tiga puluh meternya. Kalau merah berarti rawan ranjau. ditemukan dua bungker terkubur. lean read your mind. ia masih meminta. . Sekarang. hanya lirih. tapi dia sudah. serta aur-auran acak sejumlah blast antipersonnel yang salah satunya meledakkan kaki Kell. area ini harusnya diberi tanda ungu kehitaman. I am— nyanyianku menggigil. lendir. tersesat tanpa peta notasi—I am the eye in the sky . Fenomena ini sudah dipromosikan habis-habisan ke semua koleganya dan mereka ingin menjadikanku objek penelitian yang diharapkan akan membuka cakrawala baru tentang kemampuan tubuh mendeteksi bahan peledak. Satu yang paling besar tepat kupunggungi. . . menginfeksi kami yang duduk di kamar Bong. Aku menelan ludah.

namun romantisme laut membuatnya terdengar merdu dan steril. Hanya butuh seperempat detik sebelum abu jatuh ke air atau malah tak jatuh sama sekali karena keburu ditelan asap cerobong. atau terjaring tentakel. Tibalah kita pada saat perkenalan. tapi kuingat kalau dia tidak suka sungai karena warnanya dan makhluk terngeri di sana cuma buaya. Berbulan-bulan pula kupikirkan apa yang harus dilakukan dengan abu ini. Aku tidak tertawa karena kupikir Khieu Tang benar. Bukan manusia yang hadir secara simultan tapi dalam skala gram. atau udang. Rantai makanan seabadi putaran roda samsara. karena ketidaktahuan kadang lebih baik dari kesedihan. aku kembali ke Bangkok. Sikap Epona berubah. Di sana. Khieu Tang malah sempat bercanda. menyampaikan kabar duka ini ke sebanyak mungkin orang. semakin besar kemungkinan berita ini sampai ke kekasih-kekasih Kell di mana pun mereka berada. Di satu pihak. Dan melepas di pantai sama dengan membuangnya di dubur laut. Lalu muncul ide untuk menabur ke Sungai Mekong yang merentang mulai dari Tibet. Pada malam tahun baru 1 9 9 8 . Tidak juga Neang. ada abu halus bertaburan searah laju angin dari atas dek feri menuju Sumatera. Vietnam—semua tempat favorit Kell. Untuk Kell dan aku. Ia manusia yang hadir eksklusif dan eksis sebagai sosok utuh. sangat. Karena semakin sering aku mengabarkan. katanya itu gara-gara Tuhan dan Setan sama-sama ogah menampungku. Walau terkadang aku bingung. Lebih baik dari segalanya. Namun. Setelah Kell dikremasi. yang apabila berduet dengan peluit kapal akan terbayang raksasa buang angin.1 A K A R I 197 . Lalu terpikirlah untuk pergi ke Pattaya dan melepasnya berlarian di buih-buih putih ombak. Cina. ini Kell. Kita bertemu lagi. kembali ke Srinthip. Pergi ke mana. Seminggu lagi mungkin engkau terhidangkan dalam agar-agar. Laos. bertandang ke Samudera Hindia memicu ide lain. Tapi Kell benci pantai turis. Sudahlah. Hmm. bukan perpisahan. Dan itu tidak terlalu penting karena perasaanku mengatakan ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Kenalkan. Sejenak lagi terminum ikan. janganjangan lebih baik mereka tidak tahu. Myanmar. Thailand. yang menganggap kasus ini seharusnya dapat menjadikan ia Bintang Kejora di konferensi ranjau berikut. itu juga bisa membuktikan kalau aku cuma orang tolol yang sangat. Kamboja. SANGAT beruntung. Yang penting sisa-sisa Kell berterbangan bebas. Samudera adalah megapolitan dunia air. Kell nggak bakal mati [lagi] bosan. Ini dia tempat yang tepat. Dan ini Guru Liong.kalau akurasi deteksi dan waktu responsku mengalahkan standar manapun. kataku seraya meletakkan di hadapan mereka dua tabung logam sebesar kapsul multivitamin yang merupakan liontin di kalung rantaiku. tidak ada yang tahu. ke arah yang tidak lebih baik. Tak lama. Ia tidak akan suka. aku mendapat kabar Epona keluar dari CMAC. Dalam segelas es manisan rumput laut yang berkhasiat menyejukkan panas dalam. Itukah imortalitas yang kau maksud selama ini? Menurutku begitu. Kell. Sampai akhirnya kubuka peta dan melihat Samudera Hindia. pikirku. Ia berhenti mengajakku bicara. 196 I Supernova 2. Apa dimasukkan saja ke kantong-kantong kain kecil lalu kubagi-bagi ke mereka yang kepingin? Tapi pikir-pikir Kell tidak akan suka.

618 simbol dan urusannya denganku. Kalian butuh pahlawan. semua keanehan masa kecilku satu per satu terbangun dari tidur musim dinginnya. Sama halnya dengan seluruh perjalanan ini. Lebih spesifik lagi. Mengapa begitu? Aku tak tahu pasti. 198 I Supernova 2. Yang secara simbolik maknanya berarti. sendai jepit.Bergantung tepat di relung kecil tempat pertemuan kedua tulang belikat. hanya tiga kali ia berlabuh. Tapi tak bisa kuungkapkan ini pada kalian karena kehadiranku bermakna justru gara-gara abnormalitasku. Lebih parah. Guru cuma meninggalkan sejumput abu dalam plastik obat untukku. saat tutup usianya yang genap delapan puluh tahun. Tepatnya. vihara. Rahim ibunya. karena mereka seperti utang tertahan yang menagihku satu hari dengan bunga berkali lipat. Kalian tidak berempat. melainkan berlima. kesimpulan cerita saya sepanjang sore ini: Hidup ibarat memancing di Kali Ciliwung. Kalian butuh korban. Dan dimulai dari hari legenda Bodhi Batman dikukuhkan. Dan nggak perlu dibayangkan. Masih belum. Terima kasih. dimasak dengan api kecil. dan benda-benda ajaib lain yang tak terbayangkan. Guru Liong meninggal lima bulan sebelum kuinjakkan kaki lagi di Pulau Jawa. ketika aku masih bekerja di ladang Golden Triangle. aku tak lagi peduli. dan aku. Akhirnya. Perjalanan belum selesai . melainkan mengental. Aku bosan bertanya 'mengapa' tapi keinginan bertanya bagaikan candu yang tak sanggup kuputus. orang-orang yang kutemui selama hidup termasuk kalian berempat. impun. bangkai. Jangan pernah tebak-tebakan dengan Ciliwung tentang isi perutnya. Bedanya. pada malam Tristan menyerahkan kembali tasbihnya. Sebagian besar dikirim ke sanak saudaranya di Cina dan sisanya disimpan di vihara. Kalian senang hal-hal yang kalian sebut 'di luar akal' padahal hampir semua manusia hidup melindur tidak menggunakan akal. Neraka ini memperlakukanku seperti sup. Kalian suka legenda. diaduk-aduk dan dibelaibelai. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan kamu dapat: ikan. semua peristiwa. . . tapi aku tidak perlu bilang karena kalian nanti tak nyenyak tidur malam.1 AKAR I 199 . . dan di titik paling panasnya aku bukan menghilang. yang satu sedari tadi diam di jendela dengan wujudnya yang tak sempurna. taik.

katanya. "Tempatnya beres?" Bodhi balas bertanya sambil sesekali mencomoti kerupuk yang bertengger di mangkok Nabil. ya. jaket kulit mereka Calvin Klein. semua logam yang menembusi daging mereka dari perak asli kadang malah platina. bergoyang bersama gerakan mulut. . Di depan sebuah Wrangler hitam yang ia kenal. memesan. Seakan sapuan pandangannyalah yang menggelapkan jalan." sahut Bodhi." Bodhi "Telor pake? Ati ampela?" "Nggak. Minggu lalu ia tertusuk paku payung. si kembar kaya raya. "Udah makan belon. Sol sepatu Converse tua yang menipis dari hari ke hari semakin mendekatkan kulit telapak kakinya dengan tekstur jalan. acara minggu depan jadi. Pokoknya yang kacangan nggak bakalan masuk. Dan belum jera karena masih bisa berkata: seperti akupungtur. Makasih. "Di warehouse gue. man! Daftarnya udah dipegang si Bong. "Bodhi!" salah satu memanggil." ujar Bong. adalah simpatisan Bong sejak lama walaupun jarang ikut nongkrong di warung si Gombel." "Bod. Penampilan mereka bertiga serupa tapi tak sama. dan ia suka itu. Bong yang memanggil. dia kebagian jadi tim medis. acara mereka dipadati dengan menongkrongi Bong dan mensponsori segala ide di otaknya. Selamat Menjadi: S \ 201 . Aspal kian menggelap sampai akhirnya hitam pekat dan sepasang mata itu tak lepas memandangi. nggak pake ayam. Puppen udah mau main. Dua meter dari sana beberapa ekor mata bersamaan mendeteksi kehadirannya. Tapi. di Cilangkap. Nyembur air kalau ada yang semaput. Nabil dan Fadil. "Mas. dengan koper merah anggurnya. Dua anak itu meruncingkan rambut di salon." "Yang penting satu: bikin bersih. karena kesibukan mereka kuliah. Mengkilap seperti dicampur bubuk kaca dan wangi seperti dicelup air kembang. ya. sementara yang lain cuma penyembur. setiap kali mereka pulang ke Indonesia. Tiga 200 I Supernova jumlahnya.KEPING 36 Selamat Menjadi: S Gerimis tipis yang rapat membasahi jalan dengan sabar. . Puluhan ribu kilometer dari Jakarta. "Dua belas band. lo?" Dan tusuk gigi itu tetap di sana. Mereka. Gua males ngurusin orang mabok terus. Di sela bibirnya bergantung tusuk gigi. seharusnya dia berjualan tato dengan damai di pojok. Perlahan ia menyibak tenda dan duduk bergabung dengan mereka. Padahal. yang sedang duduk di dalam tenda bubur ayam. bubur satu . "Gue lagi cari tempat baru buat lo siaran." Fadil menjawab. Pada acara musik mereka terakhir. ama kerupuk. Masih dengan tusuk gigi yang kini sudah rusak dan lembap di ujung bibir." Nabil bersuara. langkahnya terhenti. Fadil di Berkeley dan Nabil di Berklee. Seperti pijat refleksi. Bodhi—siluet ramping yang terbungkus jaket kulit— tampak menggelengkan kepala di bawah rinai hujan. Cakue-nya aja. dengan dirinya sebagai satu-satunya penyembuh.

. Fugazi. rumah. "Thanks banget. Asalkan kepalanya tertutupi. Yang cakepan Nabil!" Nabil tertawa dan menepuk bahu saudara kembarnya sambil membuka pintu mobil. nih. Bod. Selagi ia menghabiskan "bubur-ayam-tanpa-ayam"-nya. "Wow . . Bodhi tersenyum.Satu tangannya meraih kantong plastik bertuliskan Tower Records yang sedari tadi terparkir dekat kaki meja. Kirain. seorang pembantu masuk membawa tiga kaleng bir dingin di atas nampan dan secangkir teh panas." Nabil menyorongkan dua lembar bandana putih dan biru yang terlipat segitiga seperti lupis. "Batman!" Fadil memanggil Bodhi. terpaku di sebuah ruko kecil bertuliskan: Warnet Click 24 jam. Tiga suara 202 I Supernova yang sedari tadi ramai masih terus bersuara. gedung. Tumpukan CD berbaris padat. Tak lama. Hanya satu yang lebih banyak diam. Masih belum mengerti nilai lebih yang dimaksud Nabil. "Yang ini buat lo pribadi." Nabil tak jadi menghentikan mobil. prinf-nya bolakbalik. Tiba-tiba ia berseru. tiga anak itu menikmati es jeruk sambil terus mendiskusikan acara minggu depan yang bolak-balik mereka nyatakan sebagai gig punk terbesar tahun 2002. "Yuk." "Ini beda. . Perasaan terancam." ia mengekeh. "Ini Fadil. lo liat . Matanya lekat mengamati jalan. gelap. . Terasa berat." Mereka semua menoleh menatap Bodhi.Die. Di kamar tidur Fadil yang seluas samudera apabila dibandingkan kamar kosnya di pelosok gang Kebon Kacang." Bodhi manggut-manggut. ia tidak protes sablonannya cuma setengah atau seperenambelas. n Bodhi menyambut kantong itu. orang-orang masih hidup. Dan mata itu pun membeliak ketika melongok ke dalam: Midnight Oil. Tukang bubur ayam melirik senang." ia berdecak. "Bil! Gua turun sini aja. Ia tahu Fadil tidak pernah menagih kembalian. Connect di rumah gue aja. dan album-album lama Chumbawamba sebelum gabung dengan EMI. Mencari dan mencari. Black Flag. The Clash. Wrangler itu bergulir mulus ke arah Menteng. Bodhi mengangguk sekilas. gue janji mau nelepon si Arian. Tapi matanya tetap menempel ke jalan. sablonannya cuma sebelah doang. bayangan wajahnya di kaca mobil. Bong duduk di sebelahnya. Kalo yang made in USA. Ia menyingsingkan lengan kemejanya. Kalo yang lokal." "Ya'elah. gua udah punya enam.Consume . satu doang yang belum: Die. Tapi asal lu tahu. .Mate . Bodhi segera memilih duduk di depan monitor flat yang warna dan cahayanya tajam menusuk mata. bayangan gerimis. "Tiga udah. Citizen Fish. Menunjukkan sebuah tato yang membentuk lingkaran pada siku tempat kulit mengumpul dan berkerut. orang-orang sudah mati. Nomornya ketinggalan di rumah. "Mau ke mana lo?" "Ke warnet. membiarkan Bodhi dan Fadil masuk duluan untuk duduk di belakang. "Bang Nabil! Makasiiih!" serunya. mereka langsung bangkit. ya. Dan begitu Bodhi menangkupkan sendok tanda selesai." Fadil berkata seraya meletakkan uang lima puluh ribuan di meja kayu berbungkus karpet plastik itu. Selamat Menjadi: S \ 203 . Sebuah perasaan yang ia kenal tapi tak pernah disuka kehadirannya. Tertoreh satu rangkaian tulisan: Born . apa gerangan yang membuatnya resah sebulan terakhir ini. "Nih. lampu. Lampu. gelap.

Sumpah. banyak yang naksir. Bong. Tiga suara yang sedari tadi ramai tak lagi bersuara. whatever. dan gue jamin tatonya bakal laku. Itu tuh kualitas internasional—" "Kualitas universal. Tahun lalu gue dateng. Nabil memecah senyap itu dengan kalimat "Kalo . Tinggal satu yang bicara. yang hanya muncul menjadi enam tanda bintang. empat . "Keren. . Ia menarik napas sampai perutnya gembung. ." Seekor cicak di dinding menontoni empat manusia terlentang di atas karpet hijau pupus nan empuk. tiga udah." komentarnya tulus. Asyik menghirup tehnya sampai merem melek. . Decakannya menembus kesunyian. . . pelan. . Sigap tangannya berderap: baldybodhi@mindless." Bodhi tak berkomentar. man. . . # Waktu telah bergerak ke pukul satu dini hari. . lima orderan tato. lima . ." lanjut Fadil. . on maaan . Menyelimuti mereka yang tak lagi bergerak. # Lewat pukul sebelas malam. "But his tattoo is really something. tepatnya. senyap pun datang. Satu yang belum: Mate. Kecewa. . ditanyain banyak orang di sono. ini negara bakal perang. dua kotak kosong itu sudah muncul di layar: full e-mail address dan password. dengan formasi 1-3. Lama." sela Bong. Ada sebelas e-mail masuk. . satu .Bodhi tersenyum. Dan ketika angka 'delapan' usai disebut. . Semua mata mereka terpejam. Cuma di rumah si kembar ia bisa menikmati teh Cammomile. Pokoknya laku. Si Bodhi bisa gue simpen di negara mana aja. kata elo gimana?" ragu. Bodhi merunuti satu-satu: tiga junk mail. gue jadi sfraighf edger. Tepat ke atas jantungnya bak sehunus pedang yang menancap di titik letal hingga tak lagi menyisakan rasa sakit. Ketika mata Bodhi membuka. "Bodhi emang cuma bisa ditaksir tatonya doang. Napasnya pun dihela. Kali ini matanya dipejamkan karena berharap layar itu akan memberinya kejutan. Sang cicak mendadak berbunyi. Orangnya kagak laku-laku!" Bong tertawa. tatkala mobil yang sama kembali menggilas jalan. "Gua juga sama. that was some crowd! Lo pasti demen. yang apabila dicampur dengan madu putih— konon sebotol kecilnya saja berharga ratusan ribu—akan memberikan kenikmatan rasa tingkat tinggi yang tak sanggup digapai kantongnya. dua . tiga . ." "Kalo lo cabut dari Indo. lalu mengetikkan passuvord-nya: ishtar. Dil. Bodhi mereguk lagi teh nikmatnya. Bod? Dua bulan lagi bakal ada Anarchist Book Fair di County Fair Building. Lembut dan dalam: "Tarik . . . Mata Bodhi seketika nyalang membuka. Perlahan mata itu membuka. . tinggal perut-perut naik turun mengisapi udara. lalu dilepaskan khidmat bagai angin yang meniupi belakang kuping pada sore hari. . Sunyi. 'Yeah. "Lo selalu ngomong gitu tiap abis diajak meditasi ama 204 I Supernova Selamat Menjadi: S \ 205 . Lo mau gue ajak ke SF nggak. buang .com." "Mendingan ngajak gue. Buku-bukunya juga anjing! Sayang gue nggak demen baca. tiga surat dari kawan-kawan." "Tato yang dulu lo bikin buat gue. Dan cicak jatuh. Di dalam dan di luar.

"Mas. eskapis." Ia menepuk bahu sahabatnya sepintas. Komputer keempat. Sifu. menunggu lagi." Fadil menimpali dengan tawa kecil. ya. "Ngejer kucing. Tidak ada apa-apa. Hatinya berdenyut cemas. Semenit setengah. Lamat-lamat jemarinya merambat naik ke leher. Jantungnya berdegup. Bodhi mengklik. langsung masuk ke situs. mendapati Bodhi yang sudah terduduk tegak. dan sejenisnya.Bodhi. Kecewa. "tapi setiap kali ngelewat sop kaki kambing. kok. yang terakhir. pas Shelter manggung di ABC Norio. "Itu." "Si Nabil tinggal setetes lagi. Kakinya bergeser agak bimbang ke komputer yang tengah. Semua itu opresif. "Ketemu besok. memberi jalan untuk Bodhi. pikiran lo berobah lagi. Kiriman artikelnya untuk si Black. Kalo si Nabil emang mau." "Nggak 'pa-pa." celetuk Bong dari bangku depan." "Gue nggak setuju. jadi pengikut Hare Krishna. Tapi tak lama. "Kucing lo sebut anjing. Ada satu pesan baru rupanya. bro. Sekali lagi Bodhi mengedarkan pandangan. gitu. Ranselnya siap menyisip di bahu. Dipilih aja. tolol aja! Lo bisa tetap jadi straight edger tanpa harus ngikut Hare Krishna. Masuk ke sebuah ruko sempit: Warnet Click 24 jam. Dasar korslet. Emang Buddha bukan organized religion?" "Emang lo masih Buddha. . "Itu kontradiktif." "Si Batman agamanya Buddha abis. engkaukah yang bertanya barusan? "ANJING!!" Fadil menginjak rem sekuatnya. Bod?" Bodhi menatap muka Bong yang berbalik ke arahnya. tapi sebentar kemudian tak lagi peduli dan kembali tenggelam menonton film malam di televisi. 206 I Supernova "Ngapain?" mereka bertanya heran. Memilih. Koneksi di warnet itu bergerak lambat dibandingkan kecepatan koneksi di rumah si kembar yang sudah lewat kabel. Bodhi berlari kecil menyeberang jalan. Dan ketika mobil itu melaju. nggak bakal meledak." Sebelum si kembar bereaksi lebih lanjut. kucing! Tahu-tahu nyelonong!" Fadil menunjuk sekelebatan kucing loreng yang berlari setengah merunduk di atas trotoar." Bong menyela." Semua mata menoleh. "Nggak— tahu. "Kenapa?! Kenapa?!" Nabil sontak duduk siaga. cult. Bong keluar membuka pintu dan menggeser sandaran kursinya. gua turun sini. Namun ia tabah menunggu. Si penjaga warnet memandangi curiga. . napas panjang kembali mengembus. Bod?" "Yang mana?" "Hare Krishna. "Kata lo gimana. mbox-nya pun terbuka. mengetik nama dan kata sandi sesuai prosedur." Pandangannya pun dilempar ke jendela. Namun pikiran Bodhi melayang ke cicak yang jatuh. Punk menolak organized religion. tuh. dan . Semua tubuh terhentak ke depan." Bong mengekeh. Bodhi berdiri lama di depan tiga komputer yang tak berpenghuni. menyentuh kapsul logam yang menggantung di kerah kaos. anak dari Selamat Menjadi: S | 207 . Bodhi cepat-cepat duduk." Pemuda penunggu warnet melirik Bodhi yang berdiri bengong tak wajar. sedang dipakai seorang ABG dengan mulut sedikit menganga tanda keasyikan. Cuma satu pesan delivery failure karena barangkali ia telah ceroboh menuliskan alamat. Gara-gara nongkrong ama crouvd-nya. "Dil.Ray Cappo.

Telunjuknya mengambang di tombol kiri mouse. selembar aja. Sebuah surat rupanya. Telunjuk Bodhi pun mendarat di atas mouse. . Kucing menyeberang. Yang dirindukannya setiap detik selama lima tahun terakhir. kakak. "Di-saue dulu ke C . lalu kenapa bisa tersimpan dalam harddisk komputer di warnet kecil ini? Dan rangkaian itu terus berlanjut. Petir harus dibuat lebih percaya diri. yang abu tubuhnya ia semayamkan di sisi satu-satunya ayah yang ia tahu. . Tapi siapa "S"? Petir . Bodhi berpikir sejenak. . Namun rasa tak bisa berdusta. kalo mau ngeprint gimana. . guru. Tanpa pula bisa ia jelaskan. poros keempat ." jawabnya tergagap. Siap-siap mengklik ikon 'save'. langsung aja?" ia bertanya. tiga teman? Siapa AKAR? "Mas. barangkali lebih praktis kalau ia serahkan saja artikelnya. Bodhi merasa surat itu mengarah padanya. . dan seterusnya. matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. . "Jadi. Berjalan 2500 tahun bukan sebentar. ya? Akar. Tapi mereka seperti bertahan Sengaja bertahan. Kebenaran yang tak bernama tak pernah terputus. Asko sangat dingin dan tempat ini sangat asing. matahari kelima . Asko ." 208 I Supernova Selamat Menjadi: S \ 209 . jangan lupa itu. jadi nge-prinf?" Bodhi tersentak.doc Kening Bodhi berkerut. .fanzine Bandung yang kemungkinan besar bakal bertemu besok di warung Gombel. . Datang sebelum waktu. Surat j anggai yang tak ia mengerti. Jangan takut. Saya cemas matahari tenggelam sebelum semua frekuensi lepas landas. Berdua mereka bergantung di lehernya. Kata 'akar' sekonyong-konyong menghubungkan memorinya dengan seorang sahabat. Namun tiba-tiba pandangannya berhenti di sudut boks. Poros keempat yang tidak terlihat. . ." mata si pemuda tak bergeser dari televisi. tapi refleks tangannya lebih dulu mengklik My Document. tapi Bodhi malas repot. "Nama file-nya?" "Akar. Di sebuah nama file: akar. Mereka masih mengira mereka terpisah. Ia membaca sekali lagi. Lama tidak bertemu bukan berarti saya lupa. saya harap kamu mengerti. jalur pulang pergi yang dipilih si kembar. . mencari/o/der Temp di drive C. "Mas. . Salam saya untuk tiga teman kamu. Ada beberapa folder di sana. Kamu selalu bercermin. Bodhi menurut. Orang aneh mana yang menuliskannya. Hanya rasa. . agak ragu. . Akar. Hadir sebelum ruang. Saya ingin optimis tapi sulit. Padahal ini tempat kita biasa belajar tapi sudah tidak sama. Selamat menjadi: S Bodhi tercenung. File membuka: Untuk: Akar. Di mana pun kamu berada.

000. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan. satu menit pulsa hp. terlebih lagi meminjam buku bajakan. . maka akan ada 4000 peminjam buku dan angka ini bisa jadi lebih besar serta lebih cepat daripada kemampuan pembajak yang setidaknya masih membutuhkan modal untuk beli bahan baku. dan sebagainya. seorang pemilik buku di Indonesia rata-rata meminjamkan bukunya ke empat orang.com MARI MENABUNG UNTUK MEMBELI BUKU! Supernova \ 211 2io | Supernova . Semakin besar uang yang Anda sisihkan. tidak ada yang lebih kejam dari: PEMINJAM BUKU YANG TIDAK MENGEMBALIKAN Apabila kita ingin memajukan perindustrian buku Indonesia. lebih baik menyisihkan 1000 perak/hari.000 000 (seratus juta rupiah). biaya cetak. silakan layangkan komplain Anda ke toko-toko buku. Anda dapat menikmati informasi dan otentisitas buku tanpa harus mengancalkan orang lain. . sampai pemerintah yang menentukan harga BBM. di atas segalanya. Ini berarti: PEMINJAM BUKU BAJAKAN LEBIH KEJAM LAGI Karena merekalah yang paling tidak ngemodal. 2. ? DIBOTOHODO . . atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dong!'.TAHUKAH ANDA . . Berhenti membajak. ? NYAHO TEU . . Sanksi Pelanggaran Pasal 44: Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 Tentang Hak Cipta 1. ? DO YOU KNOW . Jadi. alias 'bondo nekat (bonek). mengedarkan. perusahaan kertas. harga bukunya jangan mahal-mahal. daripada sibuk protes. Apabila satu judul buku dicetak 1000 kopi. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 50. Namun. termasuk meningkatkan apresiasi kita terhadap karya tulis anak bangsa. . Cukup dengan menghemat 4 sms per hari. dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. marilah kita coba untuk mulai membeli dan tidak meminjam. satu minuman botol. percetakan. memamerkan. ? PEMINJAM BUKU LEBIH KEJAM DARI PEMBAJAKAN Survei membuktikan. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu aptaan atau memberi izin untuk itu.000 (lima puluh juta rupiah) ebook by breaksme@gmail. . makin cepat pula Anda memiliki buku yang diinginkan. Dalam kurang lebih satu bulan. karena kenyataannya harga buku bergantung pada banyak variabel. distributor. Bagi Anda yang lantas beralasan: 'kalau gitu. .

truedee. membelikan karcis bioskop 21. membelikan ticket KA. mengambilkan barang tertinggal. Klik www.com Jika anda membeli Supernova 2. mengirimkan barang.1 melalui www. Membeli makanan. dan untuk apa saja. kapal laut. asisten pribadi yang dapat digunakan kapan. pesawat.Sebuah layanan unik. membelikan obat di apotek. secara otomatis anda sudah menjadi anggota.truedee. dan masih banyak ebook by breaksme@gmail. dimana. mengurus KTP.net.net/superboy hari ini dan dapatkan keterangan selengkapnya. * Khusus untuk daerah DKI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful